Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 50

Wangoo: Semuanya berjalan sesuai dengan rencanamu. Istana dipenuhi dengan pasukan pribadi dari bangsawan, membuat para bangsawan mengeluh pada raja. Banyak orang, tidak hanya dari Domo, tetapi dari seluruh distrik mulai mendukungmu.

Sunhwa: Apa yang akan kau lakukan sekarang?

Wangoo: Haruskah kita mulai mengambil alih distrik terdekat dari Domo dan dengan perlahan mulai  menyerang ke arah utara dari sana? Itu akan membuat bingung mereka.

Jang: Ya, itulah rencana yang memang akan kulakukan. Tapi kita tidak akan melakukannya dengan perlahan-lahan. Kali ini, kita sebenarnya akan benar-benar mengambil alih semua dua puluh dua distrik

Daejang: Apa?

Jang: Dan dengan melakukan itu, aku akan membuatnya tak dapat bernapas dan mencekik dirinya sendiri.

Wangoo: Tapi kita tidak punya banyak pasukan. Prajurit kita tersebar dan kita tidak punya waktu yang cukup untuk menggantikan yang telah tewas.

Jang: Tentu saja, maksud perkataanku adalah ada satu tempat yang sangat penting yang dapat kita rebut sehingga akan membuat semua distrik lain jatuh sekaligus, tanpa adanya pertumpahan darah yang tidak perlu!

Wangoo: Satu tempat penting?

Sunhwa: Apakah maksudmu Istana?

Wangoo: Itu bahkan lebih sulit daripada usaha kita untuk mengambilalih semua dua puluh dua distrik sekaligus.

Jang: Sebenarnya …

KEMUDIAN

Giroo: Kita harus menyerang Domoo.

Buyeo-Sun: Apa? Domoo?

Giroo: Mereka hanya membual dengan mengatakan kalau mereka akan menyerang ke semua dua puluh dua distrik sekaligus. Aku yakin mereka akan berusaha menyerang Savisong mulai dari Domoo.

Heukjipyung: Ya, Paduka. Wiesa Japyung benar.

Giroo: Ijinkan aku memimpin pasukan pribadi dari para bangsawan dan menyerang mereka di Domoo.. Merka mengatakan akan melakukannya dalam lima hari, tapi kita tidak bisa begitu saja percaya.  Aku akan memimpin pasukan dan segera menuju ke Domoo.

KEMUDIAN

Bangsawan 1: Kita tidak tahu distrik lain, yang mana, yang akan diserang berikutnya.

Bangsawan 2: Karena mereka berhasil mengambil alih Domoo, mereka pasti melakukan serangan dari sana. Distrik Myungjoong yang aku pimpin ada didekatnya. Aku membutuhkan pasukan pribadiku untuk melindungi distrikku.

Bangsawan 1: Itu benar. Kita semua sekarang harus melindungi distrik kita sendiri, jadi kita harus membicarakan pada Raja supaya ia mengembalikan pasukan pribadi kepada kita lagi..

Bangsawan 2: Kita sudah menyaksikan bagaimana rakyat orang mengikuti Mugang Taeja. Jika kita tidak kembali distrik kita sendiri maka dalam waktu singkat wilayah kita akan diambil dari kita.

Bangsawa 1: Itulah yang terjadi pada distrik Domoo. Jika kita tidak menghitung pengawal pribadi dan sedikit dari pelayan, kita hanya memiliki rakyat saja yang tertinggal di distrik kita. Meminta kembali pasukan pribadi kita adalah satu-satunya cara kita dapat melindungi diri kita sendiri. Tetapi raja meminta sejumlah 1000 orang dari pasukan pribadi kita untuk ada di sini? Apa yang harus kita lakukan?

Bangsawan 2: Katakan pada raja untuk mengembalikan orang-orang kita. Kita tidak bisa tetap tinggal di sini sementara wilayah kita terancam seperti ini. Pasukan pribadi dari  Sangjapyung Haedoju cukup besar untuk dapat melindungi Savisong. Kita harus meminta raja untuk mengembalikan orang-orang kita..

KEMUDIAN

Buyeo-Sun: Bagaimana jika itu sebenarnya adalah tipuan? Bagaimana jika mereka benar-benar akan menyerahg semua distrik secara bersama-sama?

Giroo: Tidak, mereka tidak akan melakukannya. Karena itu sangat mendesak bagi kita menyerang mereka di dekat Domoo sebelum mereka bergerak ke utara. Rakyat sudah tahu siapa Mugang Taeja ini. Jika kita tidak bergerak sekarang, kita akan terlambat nanti.

Buyeo-Sun: Tapi aku tidak bisa percaya pada pasukanku ataupun pengawalku. Apa yang bisa aku lakukan jika aku tidak memiliki pasukan pribadi untuk melindungi aku? Jika Kau perlu untuk menyerang mereka ….  (Para bangsawan berjalan masuk, kemudian kepada mereka) Wiesa Japyung akan pergi menyerang ke Domoo untuk menangkap para pemberontak. Perintahkan pada semua penguasa untuk mengirim pasukan pribadi mereka yang tersisa menuju distrik Myung-joong.

Sadokwang: Yang Mulia, jika kami melakukan itu, semua wilayan distrik akan ditinggalkan tanpa perlindungan. Siapa yang akan melindungi distrik kami?

Buyeo-Sun: Jika Wiesa Japyung berhasil menghadang mereka di dekat Domoo, kita tidak membutuhkan perlindungan bagi wilayah yang lain. Jadi sekarang dengarkan aku dan taatilah perintahku!

Sadokwang: Yang Mulia, kami tidak bisa melakukan itu. Jika memang kau harus melakukannya, bawalah hanya orang-orang kami yang sudah berada di sini..

Buyeo-Sun: Lalu siapa yang akan melindungi Istana! Bagaimana dengan keselamatan diriku?

KEMUDIAN

Bangsawan 1: Apa artinya itu?

Sadokwang: Kami berusaha memberikan alasan kita pada Raja, tetapi tidak berhasil.

Bangsawan 2: Kita tidak bisa melakukan itu! Kita bahkan tidak tahu pasti apakah Wiesa Japyung akan berhasil menghadang pasukan mereka. Bagaimana bisa kita mengirimkan semua orang kita kepadanya?

Bangsawan 1: Jika ia gagal, Savisong akan hilang juga. Itu tidak masuk akal!

Haedoju: Lalu apa yang kau sarankan? Mungkin karena baru-baru ini Jang berhasil menangkapnya, sehingga raja berpikir kalau Jang benar-benar memiliki pasukan dengan jumlah yang besar.

Sadokwang: Aku pikir dia sudah kehilangan kewarasan dirinya sendiri ketika ia mengetahui sebelumnya kalau ternyata ada pemberontak di antara pasukannyai dan pengawalnya sendiri..

Haedoju: Jadi ia merasa kalau ia membutuhkan sejumlah besar pasukan pribadi melindungi Istana Savisong.

Bangsawan 2: Pasukan pribadi dari Sangjapyung seharusnya sudah cukup.

Bangsawan 1: Ya, Kau telah mendapatkan begitu banyak perhatian dari Raja sampai sekarang, sehingga kau harus melangkah sekarang untuk melindunginya.

Bangsawan 2: Selain itu, distrikmu berada di utara Savisong sehingga kau tidak perlu terlalu  khawatir..

Sadokwang: Daripada berdebat seperti ini, mari kita coba untuk meyakinkan Wiesa Japyung. Dia satu-satunya yang bisa meyakinkan raja.

Bangsawan 1: Tolong lakukanlah!

KEMUDIAN

Kim Saheum: Perasaan rakyat sangat tergugah karena pengumuman itu, sehingga kupikir para pasukan pribadi yang ditinggal untuk menjada di distrik-distrik tidak akan cukup jika terjadi sesuatu. Bahkan semua orang di jalan-jalan di Savisong sedang membicarakan tentang hal itu juga. Orang-orang yang menyimpan dendam terhadap raja sudah mengetahui kalau jang adalah Mugang Taeja, sehingga berita ini menyebar luas seperti api.

Goosan: Mungkin saja itu adalah perbuatan dari Pedagang Jin, tapi semua orang memang sudah tahu mengapa Mokrasu dikirim ke Wonsando sebagai tawanan dan bagaimana ia meninggal, dan mengapa Jang kemudian harus menjadi seorang petugas kepolisian dari Raja.

Kim Saheum: Apa yang harus kita lakukan? Ini bukanlah sebuah pemberontakan yang kecil. Jang memang memiliki hak sebagai pewaris tahta!

Giroo: (bangkit berdiri ketika Sadokwang masuk) Ada apa?

Sadokwang: Kau satu-satunya orang yang dapat membujuk raja. Kau harus tahu bahwa jika hubungan antara raja dan para bangsawan distrik menjadi lebih buruk, raja akan menjadi satu-satunya orang yang paling merasa kehilangan. Katakan kepada raja kalau pasukan pribadi dari Haedoju akan menjaga Savisong sementara kau akan memimpin pasukan pribadi yang sudah kami sediakan untuk menyerang Domoo. Tinggalkanlah sisa pasukan pribadi kami untuk menjaga wilayah kami sendiri. Itu adalah pilihan terbaik yang kita miliki sekarang.

KEMUDIAN

Buyeo-Sun sedang mengingat …

Buyeo-Sun: Apakah Putera Ke-4 masih hidup?

Jang: Akulah Putera Ke-4!

Buyeo-Sun: Kau bajingan!

Ia mencoba untuk membunuhnya, namun pengawal raja, yang sebenarnya adalah pengawal dari Jang, mengarahkan pedang mereka kepada Buyeo-Sun dan Heukjipyung.

Jang: (Ia berdiri, mengambil kalung itu dari tangan raja dan memakainya.) Aku Putera Ke-4 dari Raja Weeduk, Mugang Taeja …

Buyeo-Sun: (ketika Giroo memasuki ruangan) Apakah kau sudah mengirim perintahku kepada para penguasa distrik?

Giroo: Mereka tidak akan mendengarkanmu. Mereka akan protes terhadap perintahmu. Yang Mulia biarlah pasukan pribadi dari Haedoju yang melindungi Savisong sementara aku menyerang Domoo.

Buyeo-Sun: Kau tidak boleh melakukan itu!. Pikirkanlah mengenai Chilryo. Chilryo adalah Penguasa Distrik yang paling setia kepada Raja Weeduk. Para penguasa distrik memang seperti itu. Ketika mereka sedang dalam bahaya, semua yang mereka pikirkan adalah keselamatan diri mereka sendiri, keluarga dan tanah mereka. Bahkan sekarang, mereka pasti sedang memilih antara aku dan Jang. Ayah mertualu melakukan itu juga! Sama seperti semua para penguasa yang lain. Jika kita tidak mempertahankan pasukan pribadi mereka dekat dengan kita, mereka akan menghubungi Jang, entah bagaimana caranya..

KEMUDIAN

Ratu: Waktu hampir habis, mengapa pasukan pribadi belum pergi?

Haedoju: Ada perselisihan besar antara bangsawan dan raja. Aku tidak berpikir para bangsawan penguasa distrik akan mendengarkan raja.

Ratu: Aku juga berpikir raja sedang berpikiran hal-hal yang tidak sewajarnya sekarang.

Haedoju: Raja memimpin pasukan dan memenangkan perang begitu banyak sebelumnya. Aku tidak mengerti mengapa dia seperti ini sekarang.

Ratu: Aku mengerti mengapa demikian. Ada perbedaan besar antara pertempuran dalam perang dan berusaha untuk tetap menjaga posisi seseorang.

Haedoju: Meskipun mereka berusaha mengkhianati kita, Wooyung Gongju dan Ibu Suri adalah bagian dari keluarga Hae kita. Haruskah kita hanya menyaksikan saja mereka mati?

Ratu: Jangan membicarakannya di tempat lain!

KEMUDIAN

Pangeran kecil, Woochae, meninggal di penjara.

Sadokwang: Benarkah? Raja tidak mau mendengarkan saran terakhir kita?

Eunsol: (memasuki ruangan) Pangeran Woochae …. Pangeran Woochae … dia meninggal di penjara.

KEMUDIAN

Semua Distrik menerima pesan yang mengatakan:

Aku Mugang Taeja.
Sudah diketahui oleh banyak orang apa yang sedang terjadi di Istana.
Aku pewaris yang sah atas tahta Raja Weeduk,
Jadi kami akan bergerak menuju ke Saviong.
Letakkanlah semua senjatamu dan sambutlah kami.
Kami akan segera ke sana!

Pria: Aku menerima surat ini.

Anak Bangsawan: Aku juga.

Pria: Tuan kita tidak ada di sini sekarang. Apa yang harus kita lakukan?

Anak Bangsawan: Aku yakin ini dikirim ke semua distrik lain juga.

Pria: Aku kira juga begitu

Anak Bangsawan: Sekarang, setiap orang pasti sedang mendiskusikan hal ini. Distrik-distrik yang berdekatan dengan distrik Domoo pasti sedang bingung sekarang.

Pria: Pasukan pribadi kita tidak ada di sini bersama dengan kita. Jika mereka datang kemari, aku yakin sekali kalau rakyat akan segera bergabung dengan mereka.

Anak Bangsawan: Tentunya mereka pasti tahu. Aku akan mengirim pesan ke Istana. Kau pergi dan memeriksa para pengawal pribadi kita sehingga mereka tidak meninggalkan kita.

DI LUAR

Penjaga 1: Mugang Taeja akan menyerang di sini.

Penjaga 2: Aku sudah mendengarnya.

Penjaga 3: Apa yang harus kita lakukan?

Penjaga 1: Yah … kita seharusnya taat pada tuan kita, tetapi … apakah kita perlu memutuskannya sekarang?

DI JALAN

Pria 1: Mugang Taeja akan segera datang kemari!.

Pria 2: Aku juga telah mendengar kabar itu. Apakah itu benar?

Pria 3: Aku kira begitu. Dan aku mendengar bahwa siapa saja yang ingin mengikutinya seharusnya pergi menemuinya.

Pria lain: Ayo kita pergi!

Pria 4: Semua orang yang ada di sini … ayo kita pergi!

Pria yang lainnya: Ke mana?

Pria 4: Aku kira ke Domoo.

Pria lain: Semua orang … ayo kita pergi!

DISTRIK DOMOO

Jang: Kau telah melakukan ini sebelumnya, jadi aku yakin kalau kau sudah tahu apa yang harus dilakukan.

Daejang: Ya, aku tahu.

Jang: Selain itu, orang-orang ini sudah lama ada di pasukan Weesabu sehingga mereka pasti  tahu daerah itu dengan baik, dan jalan mana yang harus diambil

Daejang: Ya.

Jang: Rencana kita tergantung padamu. Apakah kau berhasil atau gagal, kami akan memutuskan langkah selanjutnya setelah itu. Kau juga tahu ini, khan?

Daejang: Ya, aku tahu.
Maekdosu: Semua orang, lihatlah kemari. Ini adalah rompi anti-senjata (Membungkuk) Cheon Na! … (Mengukur baju pada seorang prajurit dengan badan yang besar) Pergi dan mintalah yang ekstra besar. (Memeriksa pada prajurit lain) Ini pas sempurna denganmu. Pakailah ini.

KEMUDIAN

Woosoo: (membagikan rompi anti-senjata) Pastikan kalian mengenakan ini …

Jang: Kalian sudah membuat semua rompi secepat ini?

Makdosu: Bagaimana kita bisa mengerjakan ini dengan lambat, Cheon Na?!! Kami bekerja lembur sepanjang malam untuk menyelesaikan semua ini.

Gomo: Bagaimana kau bisa berbohong lagi. (Makdosu melempar lelucon kembali padanya..)

Daejang: Kami akan berangkat segera setelah semua prajurit mendapatkan rompi anti senjata mereka.
Jang: Lakukanlah!. (Yonggak datang kepadanya.) Apakah baru datang dari Choosondo?

Yongak: Ya, Cheon Na!

Jang: Apakah semuanya baik-baik saja?

Yongak: Ya. (Menyerahkan surat pada Jang)

Jang menerima dan langsung membacanya.

Suara Mojin: Cheon Na, surat ini dariku Instruktur Mojin. Aku sudah mendengar tentang apa yang terjadi di sana. Di sini kami semua bekerja keras untuk menyelesaikan rencana besar demi memakmurkan negara. Jangan khawatirkan kami. Pada hari di mana kau masuk ke Savisong, kami pasti juga akan di sana.

KEMUDIAN

Wangoo: Daejang dan anak buahnya sudah pergi?

Jang: Ya.

Wangoo: Kalau begitu kapan kita harus bergerak?

Jang: Kita telah mengumumkan kalau kita akan menyerang dua hari lagi, tapi kita sesungguhnya akan bergerak bersama-sama dengan pasukan kita malam ini juga! Lalu kita akan mengambil alih Phaljoong dan Myung-joong. Setelah itu, tergantung pada berhasil tidaknya tugas yang dibebankan pada Daejang bersama orang-orangnya, baru kita akan memutuskan langkah selanjutnya..

Sunhwa: Kelihatannya cuaca juga sedang memihak pada kita!
Wangoo: Ya. Rakyat juga akan membantu kita, dan juga Langit … sebenarnya aku lebih merasakan kalau  sebenarnya justru Buyeo-Sun yang telah membantu kita sekarang.

Sunhwa: Aku harap kita bisa maju terus sepanjang jalan menuju ke Savisong seperti ini.

Jang: Tidak ke Savisong, tapi aku pikir, jika Daejang berhasil, kita akan dapat bergerak mnuju ke Wansan dan Byukjoong. Titik yang paling menentukan seharusnya Distrik dari  Giroo, yakni Achak. Itulah seharusnya di mana kita akan menghadapi pertempuran yang sebenarnya.

KEMUDIAN

Buyeo-Sun: Apakah kalian benar-benar berencana untuk menentangku? Mereka mengatakan mereka akan menyerang malam ini. Tapi pasukan pribadi yang tersisa di sini hanya pasukan dari Haedoju saja!.

Bangsawan 1: Yang Mulia, aku melakukan ini justru karena kesetiaanku terhadapmu.

Tuan 2: Ya, Yang Mulia. Kami perlu melindungi distrik kami dengan tujuan melindungi kerajaan ini.

Sadokwang: Itu benar Yang Mulia! Para pasukan pribadi harus tetap tinggal di tempatnya untuk melindungi distrik mereka masing-masing.

Buyeo-Sun: Apakah kalian … kalian benar-benar akan menentangku sekarang?

Giroo: (Eunsol masuk ruangan) Ada apa?

Eunsol: Setiap distrik menerima pemberitahuan rahasia dari Jang.

Buyeo-Sun: Pemberitahuan rahasia?

Eunsol: Tertulis kalalu dia akan bergerak menuju mereka segera, sehingga mereka tidak seharusnya menentang dia tapi sebaliknya menyerah kepadanya.

Giroo: Apa? Dari mana kau mengetahui ini?

Eunsol: Dari Byukjoong dan Wansan, tapi aku pikir semua distrik lainnya di selatan juga dikirimi pemberitahuan itu juga!

Bangsawan 2: Kau lihat, Paduka … sementara kita tidak ada, mereka telah menggunakan dukungan rakyat untuk mengambil alih semua wilayah kami. Distrikku adalah Myungjoong … Jika mereka bergerak menuju ke sana, mereka akan sampai di sana dalam waktu kurang dari satu hari. Kirimlah kembali pasukan pribadikui. Aku akan pergi ke sana untuk melindungi wilayahku.

Bangsawan 3: Ya, Paduka. Kembalikan pasukan pribadi kami! Kami ingin melindungi wilayah kami.

Buyeo-Sun: Mengapa? Kalian ingin pergi dan bergabung dengan mereka? Di mana kalian ketika Jang menangkapku dan saat hidupku dalam bahaya? Apa yang kalian lakukan bersama dengan Pedagang Jin? Kalian bermaksud membantu Jang, bukan?

KEMUDIAN

Daejang dan anak buahnya telah sampai ke tempat tujuan mereka. Mereka akan menunggu malam tiba baru bergerak.

Daejang: Biasanya ada sekitar 50 prajurit di sana? (Lalu mereka berbicara tentang jarak dan waktu yang diperlukan …)

KEMUDIAN

Buyeo-Sun: Tulislah pesan sekarang untuk memerintahkan masing-masing dari distrik kalian untuk mengirimkan pasukan yang ada di sana kepada Wiesa Japyung. Dan mulai dari sekarang, tidak satupun dari kalian yang diijinkan untuk meninggalkan tempat ini. Apakah kalian mengerti?

Tuliskan pesan itu sekarang! Wiesa Japyung harus pergi sekarang dan membawa pasukan dari setiap distrik untuk pergi menangkap para pemberontak.

Apakah kalian semua mengerti?

Para Bangsawan: (dengan terpaksa dan hati penuh dengan kekesalan) Baik!

KEMUDIAN

Giroo: Aku akan pergi menangkap para pemberontak. Aku tidak akan punya waktu untuk menemui ayah, maka susullah aku setelah mengatakan kepadanya k mana aku akan pergi.

Eunsol: Japyung! Japyung! Kita dalam kesulitan sekarang!

Giroo: Mengapa?

Eunsol: Ada yang menyalakan sinyal asap!

Giroo: Sinyal asap … dari distrik mana? Distrik mana yang telah berhasil direbut?

Eunsol: Bukan dari distrik …Itu dari Savisong …

Giroo: Savisong? Apa maksudmu? Bagaimana sinyal asap naik dari sini ketika tidak ada yang terjadi? (Berpikir) Berapa banyak? Berapa banyak sinyal asap yang naik?

Eunsol: Empat!

Giroo: (kaget) Empat?

Eunsol: Semua distrik lain sekarang akan berpikir kalau Savisong telah direbut.

KEMUDIAN

Para prajurit yang berjaga di tempat lain melihat sinyal asap dari Savisong, dan kemudian para prajurit itu juga menyalakan sinyal asap mereka untuk menyebarkan pesan ke tempat yang jauh dan dengan cepat.

Giroo: Cepat! Matikan sinyal asap itu sekarang! Sebelum pesan mengenai ini menyebar, matikan sinyal asap itu!

Eunsol: Sudah terlambat. Tempat yang lain sudah melihatnya.

Giroo: Ini dia. Mereka melonggarkan hubungan antara bangsawan dan raja sementara mereka ternyata merencanakan ini.

Prajurit: Para pemberontak yang berada di Domoo telah bergerak sejak dua hari lalu. Mereka sudah berhasil mengambil alih Phaljoong dan sekarang mereka pergi menuju ke utara.

Giroo: Sejak dua hari lalu? Bagaimana bisa tidak ada sinyal asap dari sana?

Prajuritr: Mereka merebut dahulu lokasi dari sinyal asap, jadi aku datang berlari untuk memberitahumu. Tapi aku tidak bisa mengatakan sampai seberapa jauh mereka sekarang.

Eunsol: Dan sekarang karena empat sinyal asap naik dari arah Savisong, maka setiap distrik akan berpikir kalau para pemberontak sudah berhasil merebut Savisong.

KEMUDIAN

(Anak Bangsawan 2 diberitahu kalau sinyal asap itu naik dari Savisong.)

Anak Bangsawan: Aku sedang akan berupaya mengirimkan pesan yang memberitahu Istana kalau Phaljoong telah direbut dan sekarang mereka mulai bergerak menuju Myungjoong. Tapi sekarang … apakah ini berarti para pemberontak sudah berhasil menaklukkan Savisong?

Pria: Apa yang harus kita lakukan sekarang? Kita tidak memiliki banyak prajurit sekarang … Jika Savisong telah direbut, maka ….
(Distrik-distrik yang lain juga sedang membicarakan ini …)

KEMUDIAN

Jang dan tentaranya sedang berdiri di luar benteng Myungjoong, menyerukan teriakan perang kemenangan Mereka telah melihat empat sinyal asap dari arah Savisong!

Wangoo: Gaek-ju (Daejang) telah berhasil melakukannya!

Jang: Ya!

Wangoo: (kepada rakyat Myungjoong) Sinyal asap dari Savisong telah naik! Mugang Taeja tidak berniat untuk berperang dengan kalian. Letakkan senjata kalian dan menyerahlah. Banyak orang-orang dari distrik kalian telah bergabung dengan kami. Kuharap kalau kalian juga bergabung dengan pasukan Mugang Taeja!

Jang: Aku adalah Mugang Taeja! Jika kalian percaya kalau aku tidak punya hak untuk melakukan ini, kalian dapat memanahku sekarang! (Jang maju) Jika kalian tidak mau memanahku, maka letakkan senjata kalian dan datanglah bergabung denganku!.

Anak Tuan: Semua orang, letakkan senjata kalian! (Dia berjalan k luar benteng, dan berlutut di depan Jang.)

Cheon Na, aku adalah putra Bangsawan Naeshinja. Distrik kami sekarang adalah milikmu! Kami sekarang akan bergabung dengan revolusi yang kau pimpin.

Jang kemudian berjalan masuk ke kota, disambut oleh rakyat. Para penanggungjawab dari distrik lain terus menyerah tanpa perlawanan

Wangoo: Cheon Na, kita harus terus bergerak seperti ini!

KEMUDIAN

Buyeo-Sun: Bagaimana kau bisa membiarkan sinyal asap naik?

Giroo: Maafkan aku.

Heukjipyung: Aku mengirim pesan ke semua distrik menginformasikan mereka sinyal asap itu adalah tanda yang palsu. Jadi kita masih bisa menghentikan mereka.

Buyeo-Sun: Kita sudah kehilangan wilayah terlalu banyak!

Heukjipyung: Yang Mulia, kita tak dapat membuang-buang waktu lagi, Kau harus mengijinkan pasukan pribadi dari Haedoju dan Wiesa Japyung bergerak dan menghentikan para pemberontak.

Buyeo-Sun: (kepada Giroo) Pergilah ke sana dan tangkaplah mereka!

Giroo: Ya!

Sun: Bagaimana mereka bisa menyerah begitu saja dan percaya pada kebohongan mereka tanpa memeriksa ulang? Mereka memang berencana untuk menyerah dari awal. Itulah mengapa mereka terus memintaku untuk mengembalikan pasukan pribadi mereka. Dan mereka membuatku menunda mengirim Giroo untuk menangkap para pemberontak. Aku akan menunjukkan kepada mereka! Aku akan membuat mereka menyesali semua ini!

KEMUDIAN

Heukjipyung: Kau harus menghentikan mereka.

Giroo: Jagalah raja kita.

Heukjipyung: Dia tidak percaya padaku lagi.

Giroo: Dia tidak mempercayai siapa pun sekarang. Tapi kita berdua adalah semua yang dia miliki sekarang. Kau, karena kesetiaanmu terhadap raja kita, dan aku karena rasa dendamku  terhadap Jang.

Heukjipyung: Apa yang terjadi antara kalian berdua?

Giroo: Aku tidak tahu lagi. Yang bisa aku pikirkan sekarang adalah aku harus menang atas dia. Pemikiran ini sangat jauh lebih kuat sekarang karena Jang mungkin akan duduk di singgasana.

Heukjipyung: Ya, menanglah. Siapa lagi yang dapat menempatkan kehidupan mereka di garis depan seperti yang telah kita lakukan? Jadi menanglah, mari kita memenangkan perang ini! Bagaimana jika Langit tidak berada di pihak kita? Kita harus menang dan membuat Langit memihak kita!

KEMUDIAN

Jang: Berkat keberhasilan Daejang, kita bisa bergerak lebih jauh ke Wansanju tanpa banyak kesulitan.

Daejang: Orang-orangku memang berhasil menyalakan sinyal asap, Cheon Na, tetapi kaulah orangnya yang menggerakkan hati rakyat . Memang seebenarnya rakyat sedang menunggu dengan tidak sabar untuk hari dimana kau akan duduk di atas takhta. Di sisi lain … Savisong sedang panik sekarang.

Wangoo: Apa yang sedang terjadi di dalam Istana?

Daejang: Aku mendengar dari orang-orang kita yang ada di dalam Istana kalau ada semacam konflik antara raja dan para bangsawan penguasa distrik membuat prajurit pribadi menjadi tak berdaya sekarang..

Sunhwa: Apakah ini berarti kita dapat bergerak terus sepanjang jalan sampai ke utara?

Jang: Setelah sinyal asap naik, Giroo seharusnya akan memimpin pasukan dan turun ke selatan untuk menghadang kita.. Kita bisa beristirahat sekarang sebelum bergerak untuk mengambil alih Byukjoong.

Wangoo: Pasukan kita memang sudah merasa lelah sekarang.

Bumro: (memasuki ruangan) Cheon Na, Cheon Na.

Wangoo: Ada apa?

Bumro: Sebuah parukan bergerak menuju kemari dari arah Booking.

Wangoo: Apakah mereka berencana untuk menyerang kita?

Bumro: Aku tidak berpikir demikian. Sepertinya mereka datang untuk bergabung dengan kita.

Sunhwa: Apakah ini berarti bahwa Byukjoong telah menyerah kepada Taeja Cheon Na?

Bumro: Pasukan  itu tampaknya terlatih, tetapi tidak terlihat kalau mereka ingin menyerang kita..

Wangoo: Mari kita pergi melihatnya.

Ketika mereka pergi menemui pasukan itu, mereka menyadari kalau itu Borang, Rahib dari Shilla, sedang mempmpin sepasukan prajurit Shilla.

KEMUDIAN

Raja Buyeo-Sun sedang melakukan penyiksaan terhadap para bangsawan penguasa distrik-distrik di bagian selatan Savisong, yang distriknya telah menyerah kepada Jang.

Buyeo-Sun: (kepada para penyiksa) Hentikan siksaan! (kepada para penguasa) Berapa lama kalian sudah berhubungan dengan Jang?

Bangsawa 2 dari Myungju: Yang Mulia, itu tidak benar. Aku tidak pernah melakukan itu.

Buyeo-Sun: Apa? Kau belum pernah berbicara dengan Jang? Lalu bagaimana bisa puteramu menyerahkan wilayah distrikmu kepada Jang, tanpa memeriksa ulang apakah sinyal asap itu memang benar atau hanya tipuan?

Bangsawan 2: Yang Mulia, aku tidak tahu atas alasan apa puteraku bertindak demikian. Tapi aku tidak pernah memerintahkannya untuk menyerahkan wilayah kami Aku pikir puteraku menyadari kalau ia tidak bisa menang melawannya.

Buyeo-Sun: Dia tidak bisa menang? Bukankah aku sudah memerintahkan padamu untuk mengirimkan pasukan pribadimu padaku … karena Wiesa Japyung akan menangkap mereka?

Bangsawan 2: YangMulia …

Raja: Buyeo-Sun: Kau berhubungan dengan dia … Kau pasti telah melakukannya!harus

Bangsawan 2: Tidak, Yang Mulia, aku tidak melakukannya

Raja memberi perintah kepada prajurt untuk mengekseku penguasa distrik Myujung.

KEMUDIAN

Bangsawan 1: Apa yang harus kita lakukan sekarang. Byukjoong pasti menjadi sasaran berikutnya! Itu adalah distrikku! Sekarang Raja telah kehilangan kendali atas dirinya.

Sadokwang: Dia kehilangan kendali segera setelah ia mengetahui kalau Dalsol Jang adalah Putera Ke-4.. Aku akan seperti itu juga jika menjadi dia.

Bangsawan 1: Apa maksudmu?

Sadokwang: Ada perbedaan pandangan dunia antara seorang pria tak dikenal yang memiliki hak kerajaan hanya karena dia adalah Putera Ke-4, dan Dalsol Jang yang menjadi Putera Ke-4. Apa kau tidak tahu ini? Dalsol ini, bersama-sama dengan Guru Mokrasu, adalah sumber harapan bagi rakyat. Itu sebabnya ia mampu melaksanakan rencananya dengan sukses hanya dengan sinyal asap palsu. Biasanya, pemberontakan harus diselesaikan secepatnya untuk menghindari amarah rakyat, tetapi dalam kasus Dalsol, semakin banyak orang mengetahui mengenai dirinya, justru lebih banyak kekuatan yang didapatnya.

Bangsawan 1: Tapi mengapa fakta itu membuat raja dan kau kehilangan ketenangan diri kalian?

Sadokwang: Raja mengetahui bahwa rakyat tidak menganggapnya sebagai raja yang sah. Jadi, jelas dia akan kehilangan pikiran warasnya.

Bangsawan 1: Bagaimana dengan Dalsol Jang?

Sadokwang: Dia bukan musuh yang mudah dihadapi. Kita seharusnya tidak meremehkan dia. Dia jauh lebih hebat dan besar daripada raja kita. Dia berhak secara hukum, dan orang-orang mendukung dia. Ini berarti masa-masa para bangsawan penguasa distrik yang sekarang akan berakhir.

Bangsawan 1: Ini adalah alasanmu masih tidak bisa memutuskan apa yang akan kau lakukan sampai sekarang?

Sadokwang: Raja telah kehilangan pikiran warasnya, tetapi calon raja yang baru juga terlalu besar …

Bangsawan 1: Kau dapat dengan tenang mempertimbangkan hal-hal ini karena wilayah distrikmu ada  di utara Savisong. Wilayahku akan segera mendapatkan serbuan dari mereka. Tidak lama lagi!

KEMUDIAN

Haedoju: Kau harus menghentikan raja.

Ratu: Dia tidak akan mendengarkanku!

Haedoju: Jika kita terus seperti ini, kita akan berakhir dengan membuat semua bangsawan distrik berbalik menjauh dari kita. Setelah kejadian hari ini, para bangsawan pasti telah banyak mengubah pikiran mereka terhadap raja.

Ratu: Aku telah menyaksikan bagaimana rakyat mengikuti Dalsol Jang. Terutama ketika mengingat kalau ia tumbuh sebagai salah satu dari mereka.

Haedoju: Tetap saja, raja perlu untuk memulihkan ketenangan dirinya. Dia tidak bisa terus seperti ini! Bahkan jika Wiesa Japyung menangkap mereka semua, banyak kerusakan yang telah terjad. Dan jika Wiesa Japyung tidak bisa menghentikan mereka, ini adalah akhirnya. Pasukan dari Dalsol Jang telah merebut Wansanju.

KEMUDIAN

Rahib Borang: Sunhwa Gongju, Kau sudah diangkat kembali sebagai seorang Gongju, tetapi ketika raja memintamu untuk kembali kepadanya kau menolak. Raja mengatakan kalau kau tidak akan kembali, makak ia harus mengirimkan pasukannya untuk melindungi Kau. Selain itu, ia mengatakan kalau kau membutuhkan lebih banyak prajurit, ia akan rela mengirimkan prajurit sebanyak yang kau inginkan.

KEMUDIAN

Chogee: Ada sesuatu yang tidak beres, bukan?

Bomyung: Diamlah! Jika ada yang bertanya, katakan saja kalau kau belum pernah melihat sang Rahib sebelumnya. Hal yang sama juga berlaku bagi Seochoong.

Seochong: Ya.

KEMUDIAN

Wangoo: Apakah kau tahu siapa Rahib ini?

Bomyung: Tidak, kita belum pernah melihatnya sebelumnya.

Daejang: Taeja dan Pedagang Jin tampaknya sudah mengenalnya dengan baik. Apakah kalian telah mengatakan yang sebenarnya?

Bomyung: Ya

Daejang:  Bagaimana dengan kau, Chogee?

Chogee: Ahhh … bagaimana aku bisa mengenalnya sedangkan Nyonya Bomyung tidak mengenalnya?

KEMUDIAN

Chogee: Apa yang kalian inginkan?

Eunjin: Katakan kebenarannya. Dia itu adalah rahib yang memimpin Kuil Jingaksa, bukan?

Chogee: Yah … Aku tidak tahu …

Eunjin: Aku yakin itu dia. Aku pernah berkunjung ke Jingaksa beberapa kali karena ibu memintaku untuk mengamati Pedagang Jin. Dia bertanggung jawab atas kuil itu, bukan?

Chogee: Sudah kubilang aku tidak tahu.

Makdosu: Bagaimana mungkin seorang Rahib Shilla berani datang memasuki wilayah Baekjae bersama dengan prajurit?

Chogee: Sebenarnya, aku juga tidak begitu mengerti dengan baik …

Makdosu: Aku bilang khan , kalau dia pasti akan jatuh ke dalam perangkapku. Dia Rahib dari Jingaksa!

Dooil: (mendengar semuanya) Apakah dia benar-benar Rahib Shilla? Apakah itu benar?

(Dooil mengatakanmya pada Wangoo dan Daejang)

KEMUDIAN

Jang: Apakah kau tahu kalau kau akan dikembalikan statusmu sebagai seorang Gongju?

Sunhwa: Ya …

Suara Wangoo: Cheon Na, kami perlu masuk menemuimu!

Jang: Kembali lagi nanti.

Wangoo: … (memasuki ruangan) Aku benar-benar menyesal, tapi Pedagang Jin … bisakah kau meninggalkan kami sendirian?

(Setelah Sunhwa pergi) Cheon Na, dia benar-benar Rahib Shilla?

Daejang: Lalu … apakah mereka adalah pasukan dari Shilla?

Wangoo: Ini tidak boleh terjadi! Jika seseorang tahu, segala sesuatu yang telah kita lakukan sampai sekarang akan lenyap seperti asap.

Daejang: Walaupun Pedagang Jin sangat berarti bagimu, kita tidak akan mampu menjelaskan hal ini kepada rakyat Baekje, juga kita tidak bisa membiarkan ini terjadi.

Jang: Kalian keluarlah sekarang!.

Daejang: Cheon Na, aku sendiri tidak bisa membiarkan ini! Walaupun aku sangat membenci Buyeo-Sun, kita tidak bisa membiarkan pasukan dari Shilla membantu kita dalam revolusi ini!.

Jang: Bukankah aku sudah bilang pada kalian untuk meninggalkanku sendiri!!??.

Wangoo: Cheon Na, ini adalah masa-masa yang sangat penting bagi kita. Kumohon padamu untuk mempertimbangkan ini dengan hati-hati.

Daejang: Cheon Na, musuh-musuh kita akan menggunakan ini untuk melawan kita. Jika  rumor tersebar ……

Jang: Kita akan bergerak malam ini.

Semua: Cheon Na!

Jang: Kalian keluarlah dan siapkan penyerangan malan ini!

Semua: Cheon Na!

Jang meninggalkan mereka, membanting pintu keras-keras Daejang mencoba mengikuti Jang, tapi Wangoo menghentikannya.

KEMUDIAN

Sunhwa: Apakah raja tahu kalau Sodong Gong adalah Mugang Taeja?

Rahib Borang: Ya

Sunhwa:  Apakah dia juga tahu kalau dia sedang berjuang untuk mendapatkan tahta saat ini?

Rahib Borang: Ya

Sunhwa: Maka, jika aku mengatakan padamu untuk memimpin pasukan ini dan meninggalkan diriku, kau tidak akan pergi?

Rahib Borang: Walaupun aku pergi sekarang, raja akan tetap mengirimku lagi..

Sunhwa: Jadi raja ingin …

Rahib Borang: Raja mengatakan kalau Mugang Tajea tidak menerima para prajurit ini, maka kau harus kembali ke Istana..

Sunhwa: Jika aku tidak kembali, dia ingin mengambil jasa, mengatakan kalau ia telah membantu  Seodong Gong duduk di atas takhtanya, dan mendapatkan keuntungan diplomatik atas Baekje? Apakah dia benar-benar harus melakukan cara seperti ini?

Rahib Borang: Kau adalah Gongju Shilla.

KEMUDIAN

Bomyung: Maafkan aku, tapi aku harus memberitahu raja.

Sunhwa: Raja akan tahu cepat atau lambat …

Jang berada dalam gua …. Menangis

Jang: (berbisik) Tuanku Puteri… Tuanku Puteri … (Mendongak dan menangis) Guru, apakah aku benar-benar  .. benar-benar tidak boleh … apakah aku tidak boleh melakukan hal ini? Guru …

Suara Mokrasu: Jang, ini tidak boleh. Ini benar-benar sesuatu yang salah. Walaupun dia sangat berarti bagi dirimu, Kau tidak boleh melakukan ini. (Menangis lagi …)

(Dari kejauhan, Sunhwa Gongju berjalan ke arahnya.)

Sunhwa: Ini adalah aku … sesuatu yang harus aku tangani sendiri.

Jang: Ya … ini … sesuatu yang harus Tuanku Puteri tangani. Ini adalah masalah Shilla.

Sunhwa: Aku akan kembali ke Shilla … dan aku akan meyakinkan raja.

Jang: Aku akan menjemputmu.

Sunhwa: Aku akan kembali.

Jang: Aku akan pergi untuk mendapatkan dirimu.

Sunhwa: Aku akan kembali.

Jang: Aku akan menjemputmu.

Sunhwa: Kau akan datang untuk mendapatkan diriku?

Jang: Kau akan kembali.

(Mereka beruda saling berpelukan dengan erat seakan-akan berat untuk berpisah)

KEMUDIAN

Jang: Kita akan bergerak ke arah utara sekarang. Siapkan pasukan!

(Wangoo dan Daejang sedang bimbang, Jang melepaskan tangan Sunhwa, lalu berjalan pergi tanpa menengok ke belakang..)

Sunhwa: (kepada orang-orangnya) Kita akan kembali segera. Bersiaplah!

KEMUDIAN

Bomyung: Ini mungkin terakhir kalinya kau bertemu dengannya. Kau seharusnya mengucapkan selamat tinggal pada Seodong Gong. …

Sunhwa: Aku akan kembali, jadi kenapa aku harus melakukannya? Aku hanya akan pergi untuk sementara..

Sementara itu …

Sunhwa: Mari kita pergi.

Chogee: Kau akan menungguku, kan?

Bumro: Apakah kau benar-benar akan pergi?

Chogee: Kau akan menungguku?

Bumro: Kapan kau kembali? Beritahu aku kapan?

Chogee: Makanlah dengan baik, dan jangan bekerja terlalu keras.

Eunjin: Cheon Na dan kekasihnya begitu tenang. Mengapa kalian berdua seperti ini?

Chogee: Mengapa? Bukankah kita punya perasaan juga?

Makdosu: Ya, Chogee benar tentang itu.

Chogee: Apakah tidak demikian? Kau harus menjaga Bumro dengan baik.

Makdosu: Dia seharusnya  yang mengurusku. Aku sangat kesepian.

Chogee: Eunjin, Kau juga. Bumro itu lemah, Kau tahu itu khan!.

KEMUDIAN

Daejang: Cheon Na, Pedagang Jin sedang pergi meninggalkan kita.. Kau tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya jadi kau seharusnya melihat keberangkatannya.

Jang: Tidak tahu apa yang akan terjadi, itu tidak ada dalam kamusku! (kepada para prajurit) Suarakan tambur! Mari kita pergi!

Suara hati Jang: Jika aku harus menjadi seorang laki-laki yang kuat, aku akan menjadi laki-laki yang kuat… jika aku harus menjadi seorang diplomat, maka aku akan menjadi diplomat … Aku akan tetap menyalakan bara api cintaku. Janganlah menyerah, dan tunggulah diriku!..

KEMUDIAN

Giroo: Apakau persiapan para prajurti pribadi Haedoju dan pasukanku sudah siap?

Eunsol: Ya

Giroo: Apakah ada pasukan-pasukan pribadi lain yang bergabung dengan kita?

Eunsol: Kami telah mengirimkan perintah, tetapi belum mendengar jawaban dari mereka!
Giroo: (ketika Goosan masuk) Apa yang terjadi?

Goosan: Para pemberontak mulai bergerak. Tampaknya mereka akan berusaha untuk mengambil alih Booking segera.

Giroo: Ini berarti kalau kita harus berhadapan dengan mereka di antara Byukjoon dan Achak, di Notijae. Pertempuran akan terjadi di sana. Kita juga harus bergerak!

KEMUDIAN

Daejang: Cheon Na, Wiesa Japyung ada di Achak, memimpin sejumlah besar pasukan sekitar lima ribu orang.

Wangoo: Waktu untuk bertempur segera akan dimulai.

Jang: Ini berarti kita akan bertemu di Notijae. Siapkan seratus orang untuk menerobos garis depan !

KEMUDIAN

Giroo: (kepada Eunsol) Siapkan seratus orang untuk berperang di Notijae.

KEMUDIAN

Jang: (pada pasukannya) Kalian semua harus benar-benar menghancurkan musuh kita. Itulah satu-satunya cara supaya kita dapat mengambil alih Savisong. Apakah kalian mengerti? (prajurit bersorak)

Giroo: Dalam rangka untuk memenangkan perang ini, kalian harus mendobrak ‘tembok’ yang ada di sana! (menunjuk ke arah pasukan Jang berada)  Apakah kalian mengerti?

Prajurit: Ya!

Giroo: Sekarang, mari kita hancurkan musuh kita!

Pertempuran dimulai, di mana-mana para prajurti dair Jang dan Giroo saling membunuh, satu pedang bertemu dengan pedang lain, tombak menusuk tubuh, satu orang jatuh, dua orang jatuh, tiga orang …. dan seterusnya, darah mengalir di daerah perang seperti sungai … banyak korban berjatuhan, mayat-mayat berserakan di sana sini, pemandangan yang sangat mengerikan..

KEMUDIAN

Buyeo-Sun: Bagaimana itu bisa terjadi?

Heukjipyung: Mereka akan bertemu muka dengan muka pada wilayah Notijae.

Buyeo-Sun: Pada wilayah Notijae? Jika para pemberontak berhasil merebutnya, mereka hanya akan berselisih setengah hari untuk sampai ke sini!

Heukjipyung: Kami akan menang! Wiesa Japyung begitu ingin untuk membalas dendam kepada Jang, dan dia sangat cerdik. Jadi jangan terlalu khawatir, dia akan menang!

Buyeo-Sun: Ya, dia harus menang!

Heukjipyung: Dalam kasus ada sesuatu yang buruk terjadi, aku akan mencampur semua pasukan pribadi dan menyebarkannya ke sekelilling sehingga mereka tidak dapat bersatu untuk melawan kita.

KEMUDIAN

Heukjipyung: Wiesa Japyung sedang menangkap mereka pada saat ini di Notijae.

Haedoju: Benarkah? Bagaimana situasinya?

Heukjipyung: Dia mengambil yang terbaik di antara para pasukan pribadi, orang-orang Wiesa Japyung sendiri dan orang-orangmu, sehingga jelas siapa yang akan menang.

Sadokwang: Aku rasa begitu …

Heukjipyung: Kami akan mendengar berita tentang penangkapan pemberontak segera jadi santai saja dan hanya tunggu kabar baiknya.
Bangsawan 1: Baiklah …

Heukjipyung: Kalian semua harus menulis surat lagi sekarang.

Semua: Surat macam apa?

Heukjipyung: Memberitahu semua pasukan pribadimu untuk mendengarkan perintahku!…

Sadokwang: Baiklah, kami akan menulis surat itu.

KEMUDIAN

Pria1: Segala sesuatunya terlihat tidak begitu baik.

Bangsawan 1: Masalahku sekarang adalah,  walaupun raja memenangkan peperangan ini, wilayah distrikku masih berada di bawah kendali para  pemberontak.

Pria 2: Itu benar. Kita memang masih hidup, entah bagaimana, tapi Mugang Taeja berhasil mengambil alih distrik kita!.

Bangsawan 1: Lalu, kita harus mempersiapkan sesuatu, jika ada sesuatu yang buruk terjadi …

Pria1: Apa?

Bangsawan 1: Kita harus mengirim surat rahasia kepada Mugang Taeja.

Pria 2: Apa?

Bangsawan 1: Katakan kalau kita akan mendukung Mugang Taeja dengan segala cara, tapi kita sekarang ditahan sebagai sandera di dalam Istana sekarang.

Semua: Baik!

Bangsawan !: Aku akan menulis surat itu, jadi jangan biarkan orang-orang dari  Haedoju yang menjaga Istana menemukan ini! Berhati-hatilah.

KEMUDIAN

Sadokwang memerintahkan orangnya untuk menyuap para penjaga penjara untuk membebaskan Wooyung Gongju dan ibunya.

Sadokwang: Pertempuran ini tidak akan memakan waktu terlalu lama, jadi kalian tinggallah bersama denganku sampai aku memberikan tanda. (Kepada dirinya sendiri) Jika pemenangnya adalah … Dalsol Jang? Apakah itu akan terjadi?

KEMUDIAN

Heukjipyung: Dalam skenario terburuk, raja harus berlindung bersama denganmu..

Haedoju: Tentu saja.

Heukjipyung: Pimpinlah tiga ratus orangmu untuk bersiap di luar..

Haedoju: Aku akan membuat pengaturan yang tepat jadi jangan khawatir.

Heukjipyung: Aku akan mempercayai Kau.

Haedoju: Baiklah. (Heukjipyung pergi)

Ratu: Apakah keadaanya begitu buruk sekarang sehingga ia sudah membayangkan skenario yang terburuk?

Haedoju: Jika Wiesa Japyung tidak dapat menghentikan mereka di Notijae, Savisong satu-satunya yang tertinggal. Tetapi jika Sadokwang, Bangsawan Byukju dan aku bersatu, kita masih dapat melindungi Savisong. Masalahnya adalah bahwa kita tidak mengetahui apa yang dipikirkan olen masing-masing dari mereka sekarang.

Ratu: Jika kita gagal dan Mugang Taeja duduk di atas takhta, apa yang akan terjadi pada nama keluarga kita?

Haedoju: Kita akan dimusnahkan ….

KEMUDIAN

Pertempuran masih berlanjut …

Jang: Sekarang adalah waktunya!

Daejang: Apakah Kau membicarakan mengenai orang-orang kita di dalam pasukan Haedoju itu?

Jang: Ya. Jika sebagian besar pasukan dari Haedoju berpaling kepada kita sekarang, kita akan menang. Jadi kirimkan perintahnya sekarang!

Daejang: Aku akan melakukannya. Kita akan melambaikan bendera tinggi-tinggi sebagai pertanda dari kita.

Jang: Lakukanlah sekarang!

Daejang: Naikkan bendera tinggi-tinggi. Angkat tinggi-tinggi!

KEMUDIAN

Beberapa prajurit dari Haedoju melihat bendera isyarat itu dan bergabung denga pasukan dari Mugang.

Eunsol: Wiesa Japyung! Kita sedang dalam kesulitan sekarang. Banyak orang-orang dari pasukan Haedoju meninggalkan kita!.

Giroo: Apa!

KEMUDIAN

Jang dan Giroo berhadapan di tengah-tengah pertempuran, dan saling bertarung di atas kuda masing-masing, dan kemudian turun dari kuda, melanjutkan pertarungan, mereka berdua bertarung sendirian.

Jang: Aku tidak perlu memikirkan hal lain. Hanya dengan memikirkan Guru Mokrasu … saja aku seharusnya membunuhmu. Kau mampu membunuh siapa pun untuk keuntungan dirimu sendiri. Aku tidak bisa membiarkan kau menjadi seorang penguasa! Aku bisa melupakan segalanya. Aku bisa meletakkan segala sesuatu di belakangku dan mengampunimu. Tapi aku tidak akan mengampunimu … Aku tidak akan mengampunimu!

Giroo: Kau tidak akan mengampuniku? Bagaimana dengan segalanya termasuk kehidupanku yang telah kau rampas?

Jang: Aku tidak pernah merampas apa pun dari dirimu! (Berhasil melukai Giroo) Kau telah menyerahkan nasibmu ke tangan orang lain daripada menentukan sendiri nasibmu. Itulah yang selalu menjadi masalahmu selama ini!

Iklan

32 comments on “Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 50

  1. wow wow wow ……tunggulah aku aku akan menjemputmu..aku akan kembali..aku akan menjemputmu…bener22 romantis…org yg berjuang demi cintany bener2 hebat..jang ..adakah pemimpin sprt itu skrng ini…………………

  2. kurang 5 episode lg bang andy,,,,!!!! kesbukan jualan koenya di kurngi dulu…., hihihihih…: ) Aqqq ngiri ma kaaamuuuuu…… jangg….. Romantissss bgt…..; )

  3. astaga….benar2 tegang n terharu sunwa ninggalin jang……..emg bener2 siiip ceritanya….

    Mas Andi apa g’ berniat untuk buat sinopsisx “DAEMANG atau GREAT WISH” ????? coz tu pemeran utamanya jg JO HYUN JAE yg meranin tokoh jang seperti di seo dong yo n difilm tu dia jg jd seorang pangeran se ja, tp filmx ce emg dah lama bgt bahkan sebelumnya film Seo Dong Yo dirilis……tp menurut Q lok yg main tokoh utamanya JO HYUN JAE insyaallah bnyk peminatnya coz cakep n mantap abizzzzz, hehe

    Smangat Mas Andi Lanjut yaaaaa episode 51-55……thanksyu2

    • ntar … kucari filmnya dulu, kalau adapun .. ya terpaksa antri dulu … hehehe soalnya ini udah antri Yi San sama Huh Joon, terus Sangdo: The Merchant of Joseon, yang rencananya mau kubuatin sinopsis, belum lagi ntar kuselipkan sinopsis saeguk terbaru di korea: Gwanggaeto … jadi ya gitu deh … sabar-sabarin dulu… thks buat infonya 😀

  4. Wah dimana ya laki2 yg kaya jang q mau buanget he.he he super romantis 🙂 ayo mas andy lanjutanya dah palang tanggung tgl 5 episode lg 51 51 51ayo mas andy lanjutanya dah palang tanggung tgl 5 episode lg 51 51 51

    • maksudnya blog terfaforit ??
      Aku juga baru buat blog ini, ada kalau cuman sebulan koq, mulainya bulan kemarin tanggal 2 😛

  5. ayo Jang tebaskan pedangmu,cincang habis tuh giroo ! Balaskan dendam ayah & kakakmu,,sabet..sabet,,tusuk..tusuk..cacah,,cacah,,lumat..lumat.. ampek jadi pergedel!Mampus lo giroo aq ngk sabar liat lo mati,, kisah cinta jang ama putri sunhwa duh romantis buanget bisa munculin bnyk hati dimata q ,tapi si giroo adlh yg paling nyebelin,, penyebab akut sakit kepala q…

  6. Wk k k wa jangan2 waktu bikin sinopsis mas andy ngebayangin jd jang lg he.he.he mantap:-):-)ang lg he.he.he mantap:-):-)

    • loh koq tahu 😀 iya kebayang khan kalo jang itu aku …. aku akan lakukan sama dengan yang jang lakukan, ga bakalin lepasin Sunhwa sampe kapanpun dan bagaimanapun 😀

  7. yang 51 bang andy….?? tumben lama amat…, aq sampe selesai lo baca ceritanya Sungkyunkwan Scandal. sampe episode terakhir. 🙂

    • dari jam 8 tadi aku pergi ke jember, ada demo kue bakery japanese fusion tadi, mamaku sama sao-sao (kakak ipar perempuan) ku minta di antar untuk ikut …. apes deh …. aku sampe ngantuk-ngantuk nunggu selesainya demo sampe jam 3 sore tadi, pulang sampai di rumah jam 4 an …. mati listrik sampe jam 6 an …. double apesku ….. jadi baru aja hidup nih listrik setel kompi trus langsung buat dari awal sinopsis yang 51, … ini ntar jam 9 ada oven besar baru yang akan datang jadi triple apes deh …… bakalan sibuk nih malam …. tapi kuusahakan kalo dapat yang 51 hari ini …. hehehe …. 😀

      • DUHHHHHHHHHHHHHH…………….., MAS ANDY, TLGGGG BGT LAH BISA DISIAPIN MALAM INI YAH…………….., POKOKNYA MAU NGAPA2IN G ENAK LAH……., N EMG Q JG LG APES NI HARI, MO ADA MEETING DI JAMBI MALAH KE PENDING LAGI NIH NMPAKNYA DLL YG BUAT SEBEL PLUS…. GARA2 PENASARAN MA EP 51, CARI EP 51 DIYUOTUBE MLH DPT VIDEO SUNHWA MENINGGAL, N JD SEDIH BGT NI LIAT JANG YG MERANA DIIRINGI LAGU SENDU BGT, SMBL NGEBYGIN PRJLLNYA SMA PUTRI….!!!!! JD DEH HATI Q MKN DIOBOK2 MKN G ENK NGAPA2IN, MAS NTR SMS Y KLO DA SIAP EP 51 NYA ( 085274809093 DITUNGGU BGT MAS, WLO MAS SBK )….., N BUAT REKAN2 YGLAEN MDH2N JG SBR MENNTI…..

  8. cia yo ,bang andy ,kami setia menunggu mu dengan hati membara, harap-harap cemas. semoga bang andy cepetan bo eng nya, dan cukup semangat membuat sinopsis 51 – 55.. hehehehe. kamsahapnida

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s