Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 52

Aku harus pergi ke Wonsando. Aku harus pergi menemuinya dan memohon ampun padanya. Kumohon, ikutlah aku.

WONSANDO

Jang, Mojin, Wangoo, Maekdosu, Eunjin, dan Bumro, serta beberapa pengawal mengelilingi pantai Wonsando dalam rangka mencari Guru Mokrasu.

Mojin: Ini mungkin gua yang biasa digunakan oleh Guru.

Makdosu: Lihat, bukankah itu  asap yang datang dari arah sana?

(Jang terlihat terkejut.)

Maekdosu: Jika hantu tidak mungkin menyalakan api, pasti ada seseorang di sana.

Mojin: Mungkinkah …? Mungkinkah itu?

 

Mereka menuju ke arah asap dan menemukan sebuah gubuk. Jang melihat gubuk itu, berharap-harap cemas, dan pintu pun terbuka …. Mokrasu keluar dari gubuk, membungkuk, mengawasi rebusan obat. Tiba-tiba ia mendongak, dan menjadi kaget …
Maekdosu: Jika kau manusia, berbicaralah, jika kau hantu, menyingkirlah!

Mokrasu: Jang … Jang …!

Jang: Guru!

Mokrasu: Jang! (Mereka berlari menghampiri satu sama lain dan saling merangkul) Jang …

Jang: Guru … Guru, kau masih hidup, kau masih hidup! Terima kasih, terima kasih!

Mokrasu: (menyentuh wajah Jang dan melihat pakaiannya) Jadi Kau telah berhasil … Kau berhasil!

Wangoo: Ya, dia adalah raja sekarang.

Mokrasu: (berlutut) Pei Ha! … Pei Ha!

Jang: (mengangkatnya bangun) Kalau bukan karena dirimu, aku tidak akan bisa menapaki jalan ini. Aku berterima kasih kepadamu, terima kasih!

Eunjin: Pei Ha, kau terlalu berlebihan! Kami juga merasa senang melihatnya sekarang sama seperti dirimu!

Jang: Aku tak menyadarinya. Maafkan aku.

Bumro: Guru! (Mereka memeluk Mokrasu.)

Mokrasu: Bagaimana kabar dari kalian semua?

Maekdosu: Kami tidak tahu kalau kau masih hidup. Kami pikir kau telah mati  jadi kami  sudah mempersiapkan makanan untuk pemakamanmu.

Mokrasu: Siapa yang peduli kalau makanan itu untuk pemakamanku! Aku merindukan rasa makanan yang sesunggunya, jadi siapkan sekarang!

Bumro: Guru, Kau merindukan makanan lebih dari rasa rindumu pada kami?

Mokrasu: Ya, karena aku di sini sendirian, jadi aku hanya bisa memikirkan makanan.

Maekdosu: Kau tinggal di pulau ini selama 2 bulan dan kau sudah menjadi sepertku!

Eunjin: Kalian semua begitu tidak berperasaan! Siapa di antara kita yang merindukan guru sebanyak ibuku? Tapi kenapa semua orang melewatkannya?

Mokrasu: (melihat Mojin) Bagaimana kabarmu?

Mojin: Yah …

Maekdosu: (Pada Mojin) Bagaimana bisa kau cuma mengeluarkan kata itu? Kau seharusnya berlari kepadanya dan memeluknya … Tapi aku tidak dapat memahami bagaimana kau bisa menyukai orang seperti dia …

(Eunjin menyeret ibunya menghampiri Mokrasu)

KEMUDIAN

Mokrasu: Apa yang terjadi dengan raja perampas tahta?

Jang: Ketika ia berdiri di depan rakyat untuk diadili secara umum, aku pikir dia melihat arwah darih Raja Weeduk dan Aja Taeja, sehingga ia berlutut dan berteriak-teriak seperti orang gila, meminta pengampunan pada mereka. Heukjipyung tidak tahan melihat keadaanya, jadi dia membunuh rajanya dan kemudian dia sendiri bunuh diri.

Mokrasu: Bagaimana dengan Giroo?

Jang: Dia berhasil melarikan diri ke Shilla.

KEMUDIAN

Salah satu bangsawan Shilla datang untuk menyambut Sunhwa Gongju. Sunhwa merasa tidak begitu nyaman, tetapi bangsawan ini mengatakan kalau dia hanya mengucapkan salam demi menyambutnya karena telah kembali ke Istana.. Chunmyung Gongju datang menemui Sunhwa, dan dia marah ketika dia melihat bangawan itu menunjukkan rasa hormatnya kepada adiknya.

KEMUDIAN

Sunhwa: Silakan duduk.

Chunmyung: Apakah kau merencanakan untuk merebut posisiku sekarang? Raja dan ibu begitu bersikeras padaku untuk mengijinkan kau kembali sebagai seorang Gongju. Tapi sekarang kau berusaha menusukku dari belakang?

Sunhwa: Apa maksudmu?

Chunmyung: Apakah kau tahu dari awal kalau dia adalah seorang pangeran dari Baekje? Apakah Kau berencana untuk menggunakan kekuasaannya untuk merebut tahta dariku?

Sunhwa: Tidak ada rencana dariku untuk melakukan hal seperti itu!

Chunmyung: Aku pewaris tahta raja, tidak peduli apa yang akan kau lakukan! Kau bajingan! (Dia pergi)

Chogee: (memasuki) Gongj, apakah kau kelak akan mendapatkan lebih banyak kekuasaan setelah Yang Mulia Raja mengatakan kalau kau akan membuat persekutuan dua kerajaan dengan pernikahanmu?

Bomyung: Jika perkawinan aliansi berjalan mulus, kekuasaan politiknya secara otomatis akan kembali. Selain itu, Raja Baekje lebih kuat dan berkuasa daripada suami Chunmyung Gongju itu.

KEMUDIAN

Chunmyung: Para bangsawan sudah berpaling dari kita dan berbalik mendekat kepada Sunhwa.

Weesong (suami Chunmyung): Ya, jadi aku akan mempermasalahkan pengangkatan kembali Sunhwa pada sidang dewan nanti..

Chunmyung: Lakukanlah dengan segera. Jika pernikahan aliansi dilakukan, dia akan mendapatkan kekuasaan politik. Dengan demikian ia juga akan memiliki wilayah dan pasukan pribadi untuk dirinya sendiri … dan jika suaminya adalah Raja Baekje, dia akan bertanggung jawab atas semua politik luar negeri yang melibatkan Baekje. Kita harus menghentikan ini dengan segala cara!

KEMUDIAN

Raja Jinpyung: Jadi, kau sudah membahas pernikahan aliansi dengan Baekje dalam pertemuan tersebut?

Weesong: Belum.

Raja Jinpyung: Mengapa?

Weesong: Sebelum merencanakan pernikahan aliansi, aku merasa kita harus membahas kemungkinan pengkhianatan dari Sunhwa Gongju.

Raja Jinpyung: Apa yang sedang kau bicarakan?

Weesong: Sunhwa Gongju kehilangan gelarnya sebagai seorang Gongju karena ia membantu musuh. Tetapi karena waktu sudah lama berlalu, kita bersedia untuk memikirkannya sebagai sesuatu yang wajar ketika ia membuat kesalahan di masa mudanya, jadi kami sepakat untuk memanggilnya kembali.

Noble: Tapi jika pria yang dicintainya adalah raja Baekje … itu cerita yang berbeda. Kita tidak tahu apakah dia akan membocorkan informasi mengenai situasi pasukan kita pada Baekje.

Raja Jinpyung: Apa?

Noble: Dia sudah mengkhianati kita di masa yang lampau. Kita tidak dapat mempercayainya.

Weesong: Aku pikir Gongju harus diperiksa ulang,.Pei Ha, itu adalah hal yang sangat tepat untuk dilakukan.

KEMUDIAN

Suara Mokrasu: Apa? Raja Shilla mengirimkan pasukannya?

Jang: Ya.

Mokrasu: Kalau begitu kau seharusnya mengirim Gongju kembali ke Shilla …

Jang: Ya … Maafkan aku karena merahasiakan terus kebenaran ini darimu.

Mokrasu: Kau pasti telah banyak menderita. …

Jang: (Ingin mengatakan sesuatu yang lain) Guru …

Wangoo: (datang menyela) Pei Ha, hidangan telah disiapkan.

Jang: (Kepada Mokrasu) Hidangan sudah siap. Mari kita pergi.

KEMUDIAN

Eunjin dan Bumro berusaha menyeret Mojin ke kamar Mokrasumk, tapi Mojin justru  berusaha untuk pergi meninggalkan mereka.

Wangoo: Suara apa ini?!

Eunjin: Kami telah menyiapkan makanan untuk ibu dan guru Mokrasu di meja yang sama. Tapi ibu begitu keras kepala …

Bumro: Sebenarnya, jika kami bisa, kami ingin menikahkan mereka sekarang. Tapi aku rasa itu sulit dilakukan di tempat ini..

Jang: (dengan nada menggoda) Kenapa sulit? Aku suka ide itu.

Mojin: Pei Ha, janganlah menambahkan api!

Jang: Aku selalu merasa bersalah terhadapmu, itulah sebabnya!

Eunjin: Ibu, haruskah kita mempersiapkan pernikahan di sini?

Bumro:Ayo kita lakukan! Tempat ini terasa seperti Haneulchae. Dan di mana lagi kita akan dapat menghabiskan waktu yang intim seperti ini dengan raja?

Jang: Memang benar, Bumro memang seratus persen benar!

Eunjin: Apakah tidak apa-apa kalau mahkotanya terbuat dari bunga?

Bumro: Ya, Ayo kita pergi ke gunung untuk mencarinya!.

Mojin: Kalian sungguh keterlaluan! (Dia berlari pergi, sangat malu, sambil menangis)

KEMUDIAN

Mokrasu: (menyusulnya) Mojin … Semua orang sedang bercanda dan menggodamu. Janganlah kau menangis.

Mojin: Aku tahu mereka sedang bercanda denganku. Tapi tetap saja… Aku tidak tahu. Aku begitu bahagia … tapi aku kesal … dan sedih … Aku benar-benar tidak tahu. Benar-benar … Aku tidak tahu …

KEMUDIAN

Mokrasu: (memberinya sepasang sepatu sutra) Ada banyak kupu-kupu di sini. Aku membuat ini untukmu. (Ia menunjukkan padanya satu set sepatu yang sangat tidak serasi besarnya antara satu dan lain, dan keduanya terikat) Suatu hari aku menemukan ini di pantai. Aku menyadari kalau kau pernah kemari. Ketika aku melihat sepatumu terikat dengan sepatuku, aku memikirkanmu, Kau yang selalu ada di sisiku meskipun dalam  bahaya, dalam situasi yang menentukan hidup atau mati, selalu … (Dia berlutut, mengambil kaki Mojin, dan memasangkan sepatu baru itu ke kakinya) Apakah kau akan terus melangkah di sampingku mulai dari sekarang? Menikahlah denganku!

Eunjin dan Bumro mennyaksikan semuanya itu, mengatakan kalau mereka merasa hati mereka sangat berdebar keras. Maekdosu merasakan pahit manis …. Merasa kalau ia telah kehilangan cintanya di dalam hidupnya. Jang juga mengawasi Mojin dan Mokrasu ….

KEMUDIAN

Mantan ratu sedang bercakap-cakap engan ayahnya mengenai pesan yang telah mereka kirim kepada Wooyoung Gongju. Mereka mengeluh kaerna  dia masih belum menjawanya. Mereka juga mengirim pesan kepada Ibu suri,. Tetapi mereka merasa kalau ia hanya akan membantu dalam mendapatkan kembali tanah mereka dan para prajurti pribadi mereka, tetapi mereka sekarang menginginkan sesuatu yang lebih …

Penguasa distrik lain berkumpul dan bercakap-cakap, berbicara mengenai keluarga Hae yang kelihatannya tetap akan bertahan, karena adanya Ibu Suri dan Wooyoung Gongju.

Baekjang: Selain itu, jika Wooyung Gongju menikahi raja, keluarga Hae akan tumbuh menjadi lebih kuat.

Sadokwang: Sekarang, kita tidak perlu terlalu khawatir mengenaikeluarga Hae yang akan menjadi kuat atau tidak. Kita seharusnya lebih cemas mengenai struktur kekuasaan bangsawan dari seluruh distrik.

Baekjang: Apa maksudmu?

Sadokwang: Kita semua telah mendapatkan banyak keuntungan pada masa pemerintahan Raja Buyeo-Sun!

Baekjang: Ya, kita boleh mengatur pasukan dan tanah kita seseuai dengan keinginan kita.  Apakah dia juga akan melakukan hal yang sama?

Sadokwang: Raja yang sekarang adalah seorang pendukung kuat terhadap cita-cita dari Aja Taeja. Selain itu, dia tidak berhubunang secara pribadi dengan salah satu dari bangsawan penguasa distrik. Jadi prioritas utama sekarang adalah Raja akan menikahi Wooyung Gongju, sehingga Gongju yang akan memainkan peranan yang dilakukan oleh keluarga Hae semasa pemerintahan Raja Weeduk.

KEMUDIAN

Ibu Suri: (setelah membaca surat dari Haedoju) ha ha … saudaraku seharusnya telah bertindak dengan cara ini dari awal.

Dayang: Apakah tuan Haedoju  akan mengembalikan wilayah yang telah ia ambil darimu sebelumnya?

Ibu Suri: Ya, setelah menentang kami seperti ini … Memang, Wooyoungku sangat hebat, kecerdasannya yang telah menyelamatkanku.

Para bangsawan penguasa distrik datang untuk menemuinya. Para bangsawan itu akan mengadakan pertemuan mereka masing-masing, dan mereka merasa keluarga Hae masih layak untuk memimpin, sehingga menjadikan mereka faksi terbesar.. Tapi karena Haedoju dalam kesulitan sekarang, mereka meminta Ibu Suri untuk memimpin rapat. Dia mengatakan pada mereka mungkin akan sulit baginya untuk menghadiri semua pertemuan karena dia adalah Ibu Suri … Kemudian, para bangsawan meminta padanya untuk mengirimkan Wooyung Gongju menggantikan tempatnya, sehingga dia bisa berbicara atas nama ibunya, para bangsawan juga mengatakan kalau mereka akan mendukung apapun keinginannya, dan juga mereka harus mendiskusikan pernikahan Wooyung Gognju dengan raja.

Ibu Suri: Wooyoung, Kau harus menghadiri pertemuan para bangsawan penguasa distrik menggantikanku.

Wooyoung: Pertemuan para bangsawan?Tuhan?

Ibu Suri: Ya, karena kakakku dalam kesulitan, kita seharusnya yang pergi.

Wooyoung: Kau tidak akan membiarkan Haedoju tetap seperti ini selamanya?

Ibu Suri: Aku akan mencoba meyakinkan raja untuk memaafkannya, tapi aku tidak akan membiarkan dia memiliki kekuasaan atas keluarga Hae lagi. Kau harus menghadiri pertemuan-pertemuan dan berkenalan dengan para penguasa sehingga Kau dapat menggunakan persahabatan mereka untuk diri sendiri setelah Kau menjadi ratu. Aku tahu kalau para bangsawan menyetujui hal itu. Itulah sebabnya mereka akan mengajukan permohonan untuk melakukan pernikahanmu dengan raja segera.

Wooyoung: Pernikahan?

Ibu Suri: Ya, pernikahan. Itu jelas. Itulah mengapa kau mempertaruhkan hidupmu untuk menyelamatkan raja, bukankah begitu?

Wooyoung: Itu tidak benar …

Ibu Suri: Baiklah, siapa yang peduli mengapa kau melakukannya? Itu tidak masalah. Setelah kau menikah dengannya, kita akan memiliki dunia ini di tangan kita lagi!

Wooyoung: (kepada dirinya sendiri) Ya … siapa yang peduli kenapa? Selama aku dapat bersama-sama dengan raja … selama aku menikah dengannya.

Suara: Gongju, Pei Ha telah kembali.

KEMUDIAN

Sadokwang: Pei Ha, apakah kau telah melakukan pemakaman bagi Guru Mokrasu?

Jang: Ya.

Para bangsawan melihat Guru Mokrasu ada di antara iring-iringan raja, mereka menjadi sangat terkejut.
Wooyoung: Guru Mokrasu, bagaimana bisa?

Mokrasu: Bagaimana kabarmu Gongju?

Sisa keluarga Haneulchae yang tidak ikut ke pulau Wonsando datang dan menyambut Mokrasu.

Daejang: Guru, aku tidak tahu kalau kaumasih hidup, jadi maafkan aku karena tidak pergi ke sana untuk mencarimu.

Mokrasu: Jangan katakan itu. Aku merasa menyesal karena tidak membantu raja selama revolusi.

Daejang: Sebenarnya, jika bukan karena kau, semua orang dari Wonsando akan mati.

Mojin: Dia masih lemah. Bagaimana kalian bisa berbicara tentang pekerjaan sekarang?

Cendekiawan 1: Maafkan aku …

Mokrasu: Tidak, aku benar-benar ingin melihat buku kemakmuran negara sekarang.

(Mereka pergi bersama-sama)

Sadokwang: Guru Mokrasu masih hidup. Aku takut ini hanya akan membantu raja mendapatkan lebih banyak kekuasaan.

Baekjang: Selain itu, kita tidak bisa mengatakan apa yang direncanakan raja dengan buku kemakmuran negara yang mereka bicarakan. Kita semua jadi gelisah ….

KEMUDIAN

Mokrasu: Jadi, kesimpulannya adalah pembagian tanah kembali pada rakyat? Masalahnya sekarang kita harus menghadapi para penguasa distrik …

Daejang: Sadokwang dan Baekjung mendukung raja pada saat-saat yang terakhir. Jadi wilayah yang dapat kita pikirkan hanya tanah milik Haedoju, tapi kita harus berhati-hati karena ada Wooyung Gongju dan Ibu Suri. Selain itu, begitu banyak tanah Haedoju yang sudah dalam kepemilikan Ibu Suri.

Jang: Tidak dapatkah kalian menemukan bukti langsung yang melibatkan Haedoju dalam pembunuhan Aja Taeja atau Raja Weeduk?

Daejang: Kami tidak dapat menemukannya, Pei Ha. Dia pasti telah membantu dengan senjata dan kekayaannya, tapi kita tidak dapat menemukan hubungannya secara langsung …
Suara: Pei Ha, Ibu Suri ada di sini.

(Semua orang berdiri, dan mereka meninggalkan raja berdua dengan Ibu Suri.)

Ibu Suri: Apakah kau baik-baik saja dalam perjalananmu?

Jang: Ya. Aku baru saja berencana untuk datang menyambangimu!.

Ibu Suri: Kau pasti begitu sibuk, tidak perlu bagimu untuk melakukan itu. Sebaliknya, sering-seringlah pergi mengunjungi Wooyoungku.

Juga … Aku tahu kau memeriksa properti milik kakakku dengan seksama. Memang benar kalau dia telah membantu raja Buyeo-Sun. Namun, ia tidak punya pilihan lain karena anak perempuannya menikah dengan raja. Bahkan jika kau memang harus menurunkan dia dari posisinya yang sekarang, kembalikanlah propertinya kepadanya. Mengenai tanah dari ayah Younkyunghoo (Daejang), saudaraku menyesali apa yang telah ia perbuat padanya Jadi ia akan mengembalikan semua kepemilikan tanah yang memang menjadi miliknya/

KEMUDIAN

Wangoo (membacakan posisi baru bagi para pejabat dan penguasa)

Sadokwang: Sangjapyung, Kepala para bangsawan penguasa Distrik.
Baekjang: Joongjapyung, Wakil kepala para bangsawan penguasa Distrik.
Younkyunghoo (Daejang):Weesajapyung: Jenderal Pertahanan Militer
Wangoo: Chinidaejang. Kepala Pengawal Raja
Mokrasu Baeksanim: Direktur Akademi Taehaksa.

Jang: Selain dari ini, para cendekiawan yang bekerja membuat buku kemakmuran nasional akan tinggal di sebuah departemen khusus di Akademi Taehaksa dan terus bekerja untukku. Yurim yang akan memimpin mereka.

Sadokwang: Pei Ha, Kau belum memberitahu kami keputusanmu mengenai Sangjapyung sebelumnya, Haedoju.

Jang: Sangjapyung yang sebelumnya akan dicopot dari semua kekuatan politik, tapi dia akan tetap memiliki properti pribadinya. Biarlah ini diketahui oleh kalian semua!.

KEMUDIAN

Cendekiawan 1: Aku tidak ingin berpikir kalau raja sudah menyerah. Tapi mengapa ia melakukan hal seperti itu?

Cendekiawan 2: Ya, tindakan terbaik yang seharunysa dilakukan oleh raja adalah mengambil semua kepemilikan tanah dari Hedoju dan membagi-bagikannya kepada rakyat.

Mokrasu: Itu benar, tapi Wooyung Gongju menyelamatkan hidup raja. Selain itu, jika ia membagi-bagikan wilayah Haedoju, ia tidak akan mampu menyentuh wilayah dari para bangsawan yang lain setelahnya. Sistem yang sekarang tidak dapat diubah secara drastis seperti itu.

Cendekiawan 3: aku tahu, tapi ini adalah hal yang paling praktis untuk dilakukan olehnya. Jika raja kehilangan kesempatan ini, para bangsawan akan mulai menekan dirinya.

Mokrasu: Aku pikir juga begitu, tapi aku yakin raja memiliki sesuatu di dalam pikirannya.

KEMUDIAN

Sadokwang: Aku kira raja telah kembali ke akal sehatnya.

Baekjang: Ya, bagaimana lagi ia bisa memerintah bangsa ini tanpa dukungan kita?

Sadokwang: Tapi aku masih merasa ada sesuatu yang janggal dengan membiarkan para cendekiawan tinggal di Akademi.

Baekjang: Kita tidak perlu khawatir untuk itu. Wooyung Gongju akan mampu mengendalikan dirinya.

Sadokwang: Ya, jadi kita harus mengajukan  permohonan pada raja untuk menikah segera.

Baekjang: Wooyung Gongju akan menghadiri pertemuan bangsawan untuk pertama kalinya. Mari kita bicara tentang hal itu.

KEMUDIAN

Sadokwang: Selamat datang.

Wooyoung: Ibu Suri yang mengutusku.

Sadokwang: Kami tahu.

Baekjang: Omong-omong, aku benar-benar terkejut.

Wooyoung: Tentang apa?

Baekjang: Bagaimana mungkin tubuh yang rapuh sepertimu memiliki keberanian seperti itui?

Sadokwang: Kau memainkan kartu dan kau telah bertaruh dengan hidupmu. Jadi kami sangat penasaran.

Baekjang: Ya, sejak kapan kau tahu raja adalah Putera Ke-4?

Sadokwang: Melihat kau dapat membuatnya membawakan  Segel raja dan kalung Pangeran Ke-4 kepadamu, aku merasa kalau kau telah tahu sebelum itu. Di atas semuanya itu, kau pura-pura mencintainya untuk menyelamatkan hidupnya.

Wooyoung: Maaf, apa maksudmu?

Baekjang: Kau sangat cerdik. Dalam situasi seperti itu, ia tidak akan selamat jika  kau tidak memberikan alasan yang lain, selain ‘aku cinta mencintainya’.

Bangsawan yang lain: Karena kecerdasan dan keberanianmu, kau telah menyelamatkan tidak hanya keluarga Hae, tetapi juga sistem distrik yang sekarang.

Baekjang: Kami berencana untuk mengajukan permohonan pada raja untuk pernikahanmu dengan raja saat sidang Dewan Istana berikutnya!

Sadokwang: Ketika merencanakan masa depan kerajaan, tidak ada yang lebih mendesak selain menghasilkan keturunan bagi takhta.

Baekjang: Tentu saja, kita harus mengajukan petisi ini besok.

KEMUDIAN

Sadokwang: Kau telah menyaksikan ayahmu, Raja Hye, dan raja Buyeo-Sun, jadi aku tidak perlu memberitahumu apa yang harus dilakukan. Aku hanya ingin mengatakan bahwa kita harus menjaga kekuasaan yang telah diberikan kepada kita oleh raja Buyeo-Sun. Ketika menyaksikan keberadaan dari Guru Mokrasu dan semua cendekia, niat raja sudah terlihat cukup jelas. Dia ingin melemahkan kekuatan para bangsawan. Kau harus menghentikan ini.

Wooyoung: Kau ingin mengangkatku sebagai ratu sehingga aku dapat memainkan peranan yang telah aku lakukan selama pemerintahan kakakku?

Sadokwang: Ya, dan kami akan menghargaimu karenanya. Akhir dari Buyeosun sangat buruk, tapi ia juga telah menerima banyak hadiah dari kami selama pemerintahannya.

KEMUDIAN

Wooyoung: Ya, ini adalah dunia yang aku tahu, dunia di mana aku dapat mengambil keuntungan bagi diriku sendiri. Cinta? Tidak, ini adalah yang terbaik bagi raja juga … Raja harus menghadapi kenyataan ini.

KEMUDIAN

Jang sedang belajar … Dia pergi untuk menemui Mokrasu.

Mokrasu: Sudah sangat larut … Mengapa kau datang kemari?

Jang: Semakin aku memikirkannya, aku merasa satu-satunya cara bagiku untuk mendorong maju hal ini adalah dengan kekerasan.

Mokrasu: Masalah dengan para bangsawan distrik?

Jang: Ya. Aku harus menekan mereka ketika aku masih di atas angin. Kau harus pergi ke Shilla.

Mokrasu: Ke Shilla?

KEMUDIAN

Kim Saheum (ayah Giroo): Dooam, mengapa kau melakukan ini? Ke mana kau pikir kau akan pergi? Bangun, semuanya sudah berakhir.

Giroo: Aku masih hidup, dan Jang masih hidup Apa maksudmu semua sudah berakhir? Bagaimana?

Kim Saheum: Dooham …

Giroo: Aku memutuskan untuk menyelesaikan ini, jadi aku harus menyelesaikannya.

Kim Saheum: Dooam, kita telah kalah. Kau kalah!

Giroo: Tidak, aku belum kalah! Permainan belum selesai!

Kim Saheum: Terimalah kekalahanmu dan mari kita hidup dengan tenang.

Giroo: Ke mana? Shilla mengkhianati kita, dan kita adalah buronan dari Baekje. Ke mana kita bisa hidup dengan tenang? Haruskah kita pergi ke Ko-Kuryeo sekarang? Haruskah kita pergi ke Ko-Kuryo dan memulai semuanya dari awal lagi?

Kim Saheum: Jika kita memang harus, mari kita pergi ke sana … Mari kita menerima kekalahan ini dan pergi ke mana saja …

Giroo: Aku tidak bisa. Apa yang salah dari apa yang telah kulakukan selama ini? Aku mengikuti langkahku sendiri, dan aku bekerja untuk keuntungan pribadiku. Apa yang salah dengan itu? Semua orang hidup seperti itu, bahkan Jang. Mengapa aku harus berkata kalau aku adalah satu-satunya orang yang bersalah? Jika aku melakukan itu … setelah itu … aku tidak akan mampu melakukan apa-apa lagi! Aku akan menjadi … Aku akan menjadi bangsat nantinya  …. bangsat yang menyedihkan. Tidak, aku akan melakukan perlawanan balik!

Saehum: Dooham!

Giroo: Dunia hanyalah milik dari pemenang. Aku hanya perlu menang. Aku akan menang dan aku akan menunjukkan padanya bahwa aku yang benar! Aku akan menghancurkan Jang dan aku akan menghancurkan hubungannya dengan Sunhwa Gongju. Jika aku tidak bisa memilikinya, ia juga tidak akan bisa memilikinya!

Kim Saheum: Jang pun tidak akan bisa bersama-sama dengan Gongju sekarang. Sunhwa Gongju sudah kembali ke Shilla.

Goosan: Ya, raja memanggilanya kembali..

KEMUDIAN

Sadokwang: Pei Ha, kemarin dalam pertemuan para bangsawan, kami membahas perlunya pewaris takhta, dan perlunya kau menikah ……….

Jang: (menyela) Dengarkan aku! Aku akan menempatkan sistem kembali ke bagaimana itu seharusnya sebelum pertempuran Kwansangsung (Ketika kakek Jang, Raja Seonhwang dikhianati oleh Shilla).

Sadokwang: Apa? Pei Ha …

Jang: Aku telah mempelajari banyak dokumen dalam rangka untuk membantu stabilitas kerajaan dan rakyat!

Sadokwang: Lalu?

Jang: Aku menyadari kalau setelah pertempuran Kwansangsung 40 tahun lalu, para penguasa distrik telah memperkuat pasukan pribadi sebanyak enam belas kali dengan dalih peperangan, mengambil alih lahan rakyat untuk pelatihan pasukan. Selain itu, kalian telah mengumpulkan sejumlah besar pajak dari rakyat sehingga kalian dapat memberi makan pasukan pribadimu. Akibatnya, kau telah memperbudak rakyat. Apakah aku salah? Selain itu, setelah pertempuran Kwansangsung, hanya ada dua perang yang benar-benar terjadi. Inilah mengapa kita harus mengeembalkan semuanya seperti sebelumnya.

Baekjang: Tapi, Pei Ha …

Jang: Ketika aku mengirim perintah ini keluar, para cendekiawan harus mempersiapkan dokumen-dokumennya dengan masing-masing diberi petunjuk tentang apa yang harus diserahkan oleh masing-masing penguasa distrik.

Para cendekiawan: Baik!

Jang: Weesajapyung, bersiap-siaplah untuk menerima pasukan pribadi ke dalam pasukanmu!

Daejang: Baik!

KEMUDIAN

Sadokwang: Pei Ha, apa yang Kau minta tidaklah sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan!.

Baekjang: Benar, Pei Ha. Setelah pertempuran Kwansangsung, Shilla selalu mengancam perbatasan kita, sehingga kita harus memperkuat pasukan kami untuk mencegah serangan dari mereka!.

Jang: Bahkan sebelum terjadi pertempuran, selalu ada ancaman penyerangan, tapi Baekje telah berkembang pesat. Bahkan selama peperangan Kwansangsung, Baekje mengalami kemakmuran!

Sadokwang: Tapi Pei Ha, saat itu, ada aliansi antara Baekje dan Shilla. Itulah mengapa ada stabilitas di dalam kerajaan kita.

Jang: Jika kalian masih bersikukuh, aku akan mengembalikan semuanya itu bahkan sebelum peperangan Kwansangsung, selama pemerintahan Raja Sunghwan.

Semua: Pei Ha!

Jang: Atau seharusnya aku agak mundur, kembali ke zaman Raja Muryung?

Raja Weeduk telah mengirimkan  kepada masing-masing dari kalian sebuah dokumen yang telah distempel Segel Kerajaan, memerintahkan kalian untuk membunuh Buyeosun. Waktu itu, bukankah tidak ada satupun dari kalian yang melakukan perintah raja? Dengan itu saja, aku bisa menuduh kalian semua telah melakukan pemberontakan. Selain dari ini, aku tahu kalau kau menggunakan bantuan Raja Buyeo-Sun untuk mengenyangkan isi perutmu sendiri, dan kalian juga mengirim Aja Taeja ke pengasingan dan melemahkan kekuasaan Raja Weeduk. Apa hasil dari semua itu? Kalian telah merampas sumber harapan dari rakyat, tanah mereka. Dan walaupun mereka memiliki beberapa jengkal tanah yang masih tersisa, kalian mengambil segala sesuatu yang lain melalui pajak! Kalian membuat hidup mereka sengsara dan menghancurkan tujuan dari keberadaan mereka!

Aku ingin menghukum kalian semua untuk ini, tetapi jika aku mendiamkan saja semua ini, hanya karena aku ingin memberikan kalian satu kesempatan untuk mengakui kesalahan kalian!

Apakah kalian punya hal lain yang ingin ditambahkan? Apakah ada?

(Kepada Daejang) Beritahu para cendekiawan keputusan baruku sehingga mereka dapat mempersiapkan langkah-langkah yang tepat untuk itu.

KEMUDIAN

Para cendekiawan memberitahukan pada Daejang bagaimana mengurangi jumlah pasukan pribadi dan seberapa besar batasannya. Pasukan dari Haedoju dan  Sadokwang akan dikurangi setengahnya. Tapi mereka harus terus melakukan penelitian untuk menemukan cara bagaimana keamanan tetap dapat terjaga walaupun jumlah pasukan pribadi telah berkurang.

Daejang memerintahkan Dooil dan Yaksan untuk mengawasi para penguasa distrik berjaga-jaga jika mereka berencana untuk memberontak. Dan mereka harus mempersiapkan pasukan tambahan untuk hari di mana raja akan memutuskan untuk menerapkan hukum itu

Dooil: Setelah itu, jika semuanya berjalan dengan baik … apakah itu berarti bahwa orang seperti aku, yang dulu pernah menjadi budak, bisa memiliki lahan kecil untuk bertani?

Daejang: Ya, itulah yang sedang raja usahakan sekarang.

Dooil: Maka, walaupun aku mematahkan punggungku untuk melakukan hal ini, aku tetap akan melakukannya! Memiliki lahan sendiri walalupun kecil adalah mimpiku sejak aku masih kecil!

Daejang menginstruksikan para bangsawan berapa banyak jumlah prajurit yang harus mereka serahkan dan pada hari itu juga, ia memberi mereka dokumen yang menunjukkan bagaimana keadaan kerajaan Baekjae sebelum pertempuran Kwansangsung. Dia meminta mereka untuk mempelajari dokumen itu. Para bangawan sangat kebingungan seperti orang sinting.

Sadokwang kemudian menemui Ibu Suri dan memberitahu kalau Ibu Suri lah orang yang akan paling terpengaruh oleh hukum yang baru ini, selain dirinya. Ibu Suri mengatakan padanya kalau Wooyung akan berusaha membujuk raja.

KEMUDIAN

Wooyoung: Aku mengerti maksud dari Pei Ha, tetapi jika kau melakukan ini, Kau akan menjadi musuh dari semua penguasa distrik.

Jang: Aku tidak berniat untuk menjadi musuh dari para bangsawan, tetapi aku ingin menyelamatkan hidup rakyat.
Wooyoung: Pei Ha, Kau adalah raja sekarang! Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, kau tidak bisa memerintah hanya dengan bersikap baik kepada rakyat!

Jang: Dan seperti yang telah aku katakan saat itu, aku tidak mencoba untuk bersikap baik. Ini mengenai harapan rakyat. Jika aku berkompromi dengan para penguasa sekarang, aku mungkin akan merasa nyaman, tetapi rakyat  akan terus kelaparan.

Wooyoung: Di dalam Dewan Istana hal seperti “harapan bagi rakyat” tidak masuk dalam hitungan mereka. Satu-satunya hal yang penting di sini adalah kekuasaan.

Jang: Lalu, aku harus mengumpulkan kekuasaan tersebut.

Wooyoung: Pei Ha, apakah kau benar-benar berpikir kalau kau bisa mengalahkan semua bangsawan?

Jang: Jika aku harus …

Wooyoung: ini dapat menghancurkan kau.

Jang: Jika aku dapat mencapai semuanya itu, ini seperti pemenuhan cita-citaku!

Wooyoung: Ini adalah mimpi yang ditakdirkan untuk gagal. Ini tidak akan terjadi!

Jang: Jika Wooyung Gongju bermaksud untuk membantuku, ini bisa terjadi. Tapi kau lebih suka berpihak pada penguasa sekarang, dan menentang aku.

Wooyoung: Aku tidak menentangmu. Aku hanya berusaha untuk membantu … Kau harus menyadari darii mana asalnya kekuasaan dan menerima kenyataannya. Kau mungkin duduk di atas takhta sekarang, tetapi tidak ada bangwsawan yang  akan mendukungmu. Kau harus terlebih dahulu mendapatkan kesan baik dari mereka.

Jang: Pada saat itu, semuanya akan terlambat. Semakin banyak yang kudapatkan dari para bangsawan, semakin banyak kesengsaraan yang aku paksakan pada rakyat. Aku tidak akan melakukan itu. Jadi jangan mencoba meyakinkan aku untuk berpihak pada para  bangsawan penguasa distrik.

(Wooyoung berjalan keluar. Tapi kemudian ia kembali..)

Wooyoung: Apakah ini berarti … Kau tidak mau menikah denganku? Apakah kau tidak akan menikah denganku?

Jang: Kau benar. Aku tidak bisa menikah denganmu, dan aku tidak seharusnya melakukan itu. Alasanmu ingin menikah denganku adalah supaya aku berkompromi dengan para penguasa, bukan begitu? Aku tidak akan melakuan jenis pernikahan seperti ini!

Wooyoung: Jenis pernikahan seperti ini? Kalau begitu katakan padaku, jenis perkawinan macam apa yang Pei Ha impikan? Pernikahan dimana kau dapat menghabiskan keseharianmu dengan wanita yang kau cintai? Menikahi seseorang yang kau cintai? Pei Ha, Kau bukan lagi seorang Dalsol yang dulu! Kau adalah Raja yang perkasa dari Baekje.

Jika kau hanya seorang pria biasa, kau dapat membuang segalanya untuk cinta. Tapi sekarang, kau adalah seorang Raja dari Baekje yang besar. Kau tidak bisa melakukan ini. Yang mau kukatakan adalah menikahi seorang wanita biasa belaka hanya untuk cinta adalah impian yang bodoh. Selain itu, dia dari Shilla. Ini tidak akan terjadi. Aturan kerajaan tidak akan mengijinkannya. Ini bukan hanya aku, semua orang akan setuju denganku!

DI LUAR

Wooyoung: Di mana Pedagang Jin? (Eunjin dan Woosoo berpaling darinya) Bukankah aku bertanya padamu di mana Pedagang Jin?

Woosoo: Dia kembali ke Shilla.

Eunjin: Hei …

Woosoo: (Pada Eunjin) Apa? Lagipula ia sudah kembali ke sana. …

Wooyoung: Jadi itulah bagaimana semuanya berakhir ….

DI DALAM

Jang berpikir …

Wooyung: Yang mau kukatakan adalah menikahi seorang wanita biasa belaka hanya untuk cinta adalah impian yang bodoh. Selain itu, dia dari Shilla. Ini tidak akan terjadi. Aturan kerajaan tidak akan mengijinkannya

Jang: (Berdiri) Guru … Aku akan mempercayaimu..

KEMUDIAN

Raja Jinpyung: Biarkan dia masuk (Mokrasu masuk dan memberi hormat) Apakah Kau adalah benar-benar seorang utusan rahasia dari Baekje? Apakah kau benar-benar Mokrasu, Kepala Akademi Sains? Orang yang diasingkan dari Baekje dan hidup sebagai buronan di Shilla?

Mokrasu: Ya, Pei Ha

Raja Jinpyung: Aku sudah banyak mendengar mengenai dirimu sehingga aku merasa aku telah mengenalmu secara dekat.

Mokrasu: Aku juga merasa seakan di rumah ketika berada di Istana Shilla. Ketika kami lari dari Baekje, kami biasa mengirim barang dagangan ke Istana ini. Begitulah Raja Baekje dan Sunhwa Gongju bertemu. Juga, aku tahu kemudian kalau kau telah mengirimkan Hwarang Kim Dooham untuk memata-matai Haneulchae …

Raja Jinpyung: Itu benar. Aku menginginkan Baekjae Singi, warisan terbesar dari Baekjae. . Tapi karenanya, aku kehilangan orang yang sangat menjanjikan, Kim Dooham. Bagaimanapun juga, karena Kau berlindung di Shilla, begitu banyak peristiwa yang terjadi antara Sunhwaku dan keluarga kerajaan lainnyao. Sunhwaku sangat menderita. Tapi akhirnya, dia pulang kembali. Mengapa ada utusan rahasia sekarang? Untuk apa?

Mokrasu: Rajaku tidak memberikan perintah yang jelas untukku.

Raja Jinpyung: Dia tidak memberikan perintah yang jelas?

Mokrasu: Dia hanya mengatakan kalau ini adalah jawabannya kepadamu ketika kau mengirim pasukan Shilla kepadanya di masa lalu.

Raja Jinpyung: Sebuah jawaban untuk pasukan yang aku kirim dulu?

Mokrasu: Ya. Dulu, ia tidak bisa memberikan jawaban karena itu terjadi selama revolusi. Tetapi rajaku yakin kalau tindakanmu itu bermaksud baik dan tidak membahayakan dirinya..

Raja Jinpyung: Mengapa dia berpikiran seperti itu?

Mokrasu: Saat itu adalah masa-masa yang paling sulit baginya, tetapi Pei Ha tidak menyerangnya. Kau juga tidak berusaha memaksa Gongju pergi secara rahasia.  Sebaliknya, kau telah mengirim pasukan bermaksud untuk mendukungnya. Rajaku mengatakan padaku kalau aku datang menemuimu, kau akan memberikan petunjuk tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya. Tolong, beritahu aku. Jika sulit bagimu untuk memberitahuku sekarang, aku akan menunggu di dekat Istana..

Raja Jinpyung: Kalau begitu tunggulah dahulu! (Mokrasu memberi hormat kemudian pergi, kepada bawahannya) Jaga rahasia ini. Tidak boleh ada yang tahu kalau ada seorang utusan rahasia telah datang dari Baekje!.

KEMUDIAN

Chogee melihat Mokrasu. Dia berlari untuk memberitahu Sunhwa..)

Chogee: Gongju, Gongju! Aku sangat yakin akan hal ini, sangat yakin!

Bomyung: Berhentilah mengomel! Kau tidak pernah tumbuh dewasa!

Chogee: Itu bukan masalahnya, Guru Mokrasu datang ke Istana Shilla

Bomyung: Apa?

Chogee: Aku yakin kalau aku telah  melihatnya, sangat yakin!.

Bomyung: Bagaimana ini bisa terjadi?

Sunhwa: Mungkin …? Seodong Gong berjanji dia akan datang bagiku … Mungkinkah Seodong Gong …?

KEMUDIAN

Sunhwa: Di mana? Di mana Kau melihatnya?

Chogee: (menunjukkan tempat ia melihat Mokrasu) Di sana …

Sunhwa: Katamu siapa yang telah kau lihat tadi?

Chogee: Ah? Guru Mokrasu …

Sunhwa: Guru Mokrasu sudah mati.

Chogee: Itu benar … tapi aku yakin aku melihatnya …

Sunhwa: Dasar kau gadis yang nakal!

Chogee: Aku sangat yakin kalau itu dia …

Bomyung: Gongju kita telah cukup banyak menderita. Kapan kau akan tumbuh lebih dewasa?

KEMUDIAN

Raja sedang berbicara dengan menantu lelakinya tentang situasi di Ko-Kuryeo  Raja mengatakan kalau wilayah di Selatan sedang dalam ancaman bahaya, sehingga raja memerintahkan menantunya untuk membawa pasukan lebih banyak lagi untuk melindungi wilayah tersebut.

Pria:: Pei Ha! Apakah kau tetap berencana untuk bersekutu dengan Baekje karena peperangan kita melawan Ko-Kuryeo?

Raja: Lihatlah lebih seksama, itulah alasan yang paling mendesak. Tapi melihat gambaran yang lebih besar, aku ingin membuka pintu untuk penyatuan tiga kerajaan di masa yang akan datang, sehingga kau pergi besok untuk menemui Mokrasu dan memberinya pesanku. Jika para bangsawan dan Chunmyung tahu, mereka akan sangat menentang hal ini. Jadi berhati-hatilah.

(Pria itu memberikan surat kepada Mokrasu.)

Mokrasu: (Kepada Bumro) Dari mana saja kau?

Bumro: Aku sudah mencari Chogee  kemana-mana tapi aku tidak bisa menemukannya. Karena wanita itu dari lahir dengan status yang tinggi, dia seharusnya tinggal di sekitar sini …

Mokrasu: Kita harus kembali ke Baekje.

Bumro: Tidakkah kita seharusnya mencari  Chogee dan Pedagang Jin?

Mokrasu: Raja kita telah menunggu!

Bumro: Aku yakin raja juga ingin mendengar kabar dari Pedagang Jin.

(Mokrasu memberitahu dia kalau mereka akan tidur di Haneulchae sebelum kembali.)

KEMUDIAN

Goosan: Dia sudah seperti itu selama berhari-hari. Apa yang harus kita lakukan?

Kim Saheum: Tidak ada yang bisa kita lakukan. Dia harus menyelesaikan ini sendiri. Mengatasi semua perasaan kalah dan gagal dan menghukum diri sendiri. Itu semua apa yang dia bisa lakukan sekarang.

Goosan: Tapi aku khawatir.

Kim Saheum: Tidak, dia akan menyelesaikannya.

(Giroo mendengar nada ‘lonceng rahasia’  Itu Bumro, yang bermain-mai dengan bambu it. Giroo kemudian memata-matai mereka)

Goosan: Bagaimana ini bisa? Guru Mokrasu masih hidup!

Kim Saheum: Aku tidak berpikir kalau dia datang untuk mencari kita. Mari kita bersembunyi untuk saat ini.

Sasheum membawa mereka ke dalam gua, mengatakan mereka harus bermalam di sana Dia mengatakan pada Giroo untuk melupakan mereka dan tidur saja.. Tapi Giroo benar-benar pergi untuk memata-matai Mokrasu.

Bumro: Apa? Supaya raja kita dan Pedagang Jin dapat menikah, mereka membutuhkan persetujuan dari Raja Shilla?

Giroo: (kepada dirinya sendiri) Apa? Jang dan Sunhwa Gongju akan menikah?

Bumro: Apakah itu berarti aku juga harus mendapatkan persetujuan Raja Shilla juga jika aku ingin menikahi Chogee?

Mokrasu: Pergilah tidur!

Bumro: Tapi aku masih berpikir itu tidak akan terjadi.

Mokrasu: Apa?

Bumro: Sebelum pertempuran di Notijae, Raja Shilla mengirim pasukan untuk membawa kembali Pedagang Jin ke Shilla. Aku pikir dia tidak akan menyetujui pernikahan ini.

Mokrasu: Itulah tanda kalau ia akan menyetujuinya. Raja Shilla juga mencari kesepakatan damai.

(Giroo mendengarkan mereka.)

Kim Saheum: Ke mana saja kau?

Goosan: Aku pikir Guru Mokrasu dikirim oleh Jang sebagai kurir rahasia untuk menemui Raja Shilla.

Saheum: Untuk apa?

Goosan: Dalam rangka mengajukan pernikahan Sunhwa Gongju dengan Jang ….

Sahemu: Sungguhkah?

Goosan: Dan raja kita tampaknya menginginkan itu juga …

Kim Saheum: Itu berarti mereka akan melakukan pernikahan aliansi ?

KEMUDIAN

Para bangsawan sedang membahas cara untuk menghentikan raja dari penerapan sistem baru, tetapi Baekjang ingat kalau raja mengancam akan menuduh mereka berkhianat karena telah melanggar perintah Raja Weeduk untuk membunuh Buyeosun.

Baekjang: Kita mungkin harus menyenangkannya untuk saat ini. Kemudian, kita bisa mengubah kembali semuanya setelah raja menikahi Wooyung Gongju.

Bangsawan lain: Apakah Sadokwang setuju dengan itu? Haruskah kita hanya duduk di sini tanpa melakukan apa-apa?

KEMUDIAN

Haedoju memberitahu Ibu Suri kalau raja mengumum mengenai rencana barunya kepada rakyat, mereka tidak akan mampu menghentikannya Wooyoung mengatakan kepada mereka mereka tidak bisa menghasilkan keputusan yang penting pada pertemuan mereka ini.. Sadokwang kemudian mengatakan bahwa hanya ada satu cara  … menyatakan perang keapda Shilla.

Haedoju: Apakah kau mau mengatakan kalau kita harus pergi berperang?

Sadokwang: Kita tidak bisa melakukan itu. Tapi kita dapat menciptakan sebuah situasi seakan-akan perang akan terjadi.

Dia mengatakan kepada mereka kalau dia bisa mengadakan hubungan dengan bangsawan Shilla untuk membuat itu

KEMUDIAN

Sadokwang mencari Pedagang Abiji karena ia ingat Abiji tahu orang-orang dari Shilla, tetapi ia tidak dapat menemukannya. Seseorang mengirimkan pesan untuknya.. Itu dari Giroo. Sadokwang kemudian menemui Giroo.

Sadokwang: Apakah kau tidak takut tertangkap? (Giroo tersenyum) Aku bahkan tidak mempercayai Kau.

Giroo: Aku pikir kau akan penasaran untuk menemuiku, sehingga Kau tidak akan mengungkapkan keberadaanku.

Sadokwang: Ya, kau bilang kau bisa membantuku, kalau aku mungkin memerlukanmu.  Bagaimana kau dapat membantuku?

Giroo: Tidakkah kau perlu agar Shilla untuk berperang dengan Baekje sekarang?

Sadokwang: Dapatkah Kau melakukannya?

Giroo: Aku tahu beberapa bangsawan Shilla yang juga membutuhkan situasi seperti itu pada saat ini. Aku bisa mengatur supaya hal ini terjadi.

Sadokwang: Sungguh?

Giroo: Ya, Pedagang Abiji bersama-sama denganku sekarang. Aku dapat menghubungi  koneksi yang tepat. Katakan saja kapan.

Sadokwang: Walaupun kau melakukan ini untuk kami, ami tidak dapat memberikan imbalan padamu. Apa yang Kau inginkan?

Giroo: Aku tidak ingin apa-apa. Aku hanya ingin hidup sebagai bayangan di belakang raja.

KEMUDIAN

Jang: Kau sudah kembali.

Mokrasu: Ya, Pei Ha

Jang: Bagaimana hasilnya? (Mokrasu menyerahkan surat rahasia dari Raja Shilla)

Jang membaca surat itu, dan mengatakan pada Mokrasu kalau Raja Shilla ingin menemuinya, ia telah memberikan tempat dan waktunya di surat itu.

Jang: Aku akan meninggalkan Istana untuk perjalanan berburu. Jika perjanjian ini bisa terjadi, kita akan dapat membubarkan prajurit pribadi, yang jumlahnya semakin banyak, karena mereka berdalih adanya ancaman perang sehingga mereka terus merekrut prajurit.. Hal ini akan mengurangi kekuatan para bangsawan penguasa distrik.

Mokrasu: Ya, Pei Ha. Dan kau juga akan dapat membuat cintamu berhasil!.

KEMUDIAN

Sunhwa: Pei Ha? Apakah kau akan bertemu dengannya dalam lima hari?

Raja Jinpyung: Ya, jadi berhentilah mengancam dan memintaku untuk membiarkan Kau pergi.

Sunhwa: Kalau begitu, perjalanan berburu yang akan kau lakukan  pada lima hari yang akan datang ini …?

Raja: Ya, tapi karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi, bersiap-siaplah untuk segalanya …

Giroo menemui Chunmyung Gongju dan mengatakan padanya kalau raja akan bertemu Jang untuk membicarakan pernikahan aliansi. Chunmyung Gongju tidak mengerti mengapa Giroo membantunya sekarang,. Tapi Giroo menjawabnya kalau alasan tidak penting lagi sekarang

KEMUDIAN

Lima hari kemudian

Jang berangkat dari Istana melakukan perjalanan berburu, pada saat yang bersamaan Raja Jinpyung juga berangkat untuk melakukan perburuan. Mereka berdua bertemu pada waktu dan tempat yang telah dijanjikan. Ketika mereka saling berhadapan muka, mereka saling memberi hormat.

Jang: Akulah Raja Baekje.

Raja: Aku adalah Raja Shilla. Mari kita duduk.

Selain dari perjanjian perdamaian ini, aku benar-benar ingin melihat dirimu. Kau telah membuat Sunhwaku ingin membuang gelarnya dan pergi untuk dirimu.

Jang: Bagaimana kesan pertamamu tentangku, ayah mertua?

Raja: (tertawa keras) Aku pikir bangsawan Baekje tidak akan senang dengan aliansi ini.

Jang: Aku akan mengatakan hal yang sama juga berlaku untuk bangsawan Shilla, tetapi hanya keputusan raja-raja dari kedua kerajaan yang akan dihitung pada akhirnya. Aku yakin dengan alasanku utnuk melakukan hal ini.

Raja: Aku juga ingin tahu mengapa aku melakukan ini.

Jang: Namun, secara historis, ada aliansi 100-tahun antara Shilla dan Baekje yang kemudian dipatahkan oleh Shilla. Kau harus meminta maaf kepada rakyat Baekje untuk itu.

Seorang prajurit dari kedua kubu datang dan berbisik kepada komandan mereka. Raja Jinpyung dan Jang diberitahu oleh masing-masing komandan mereka kalau perang telah terjadi di perbatasan antara Shilla dan Baekjae…… Raja Jinpyung dan Jang saling melihat satu sama lain …

18 comments on “Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 52

  1. wadohh, bang andy jangan bikin penasaran kayak gini donkkk…….lanjut….kapan sunwa dan jang meried nih…………………………lajutttttttttttt dunk….tp sebelumnya makasih ya bang andy……………..dua jempol buat sinopsisnya!!!!

  2. Waaaaach tmbh seruuuu …..
    Mksh y snpsisx…
    Mas andy d tunggu loch snopsisx, dh gk sbar toek episode” slnjtx. . .

  3. ssssuuuuuuuuuueeeeeeebbbbbbbbbbeeeeeeeeeeeeeeelllllllllllllllllll, ……..GGGGGiiiiiirrrrrooooo kamu memang keterlaluan…….!!!, kapoknya diapain ya?? dasar bisang kerok…., !!! suka sekali cari musuh…..mmmmeeeennnnyyyyeeeballllkannnnn…..!!!! 53 bang andy….di tunggu….. lama2 aq darah tinggi nic…kalo ndak diselesaiin…., ;D

  4. Makin seru nih ceritanya!

    Sebenarnya setting ceritanya ini sama dengan Drama Queen Seon Deok, saat pemerintahan raja Jinpyeong!
    Dan putri Chun Myeong sendiri adalah saudara kembar putri Deokman, sedangkan Sunhwa adalah putri ketiga dari Raja Jinpyeong dan Lady Maya!
    Dan kalau aku tidak salah ini terjadi waktu sebelum Deokman kembali ke Istana (berdasarkan Sejarah aslinya, putri Deokman dari kecil tinggal diluar Istana hingga dewasa), tapi di Drama Queen Seon Deok tidak menceritakan adanya Putri Sunhwa begitupun di Drama ini tidak menceritakan adanya Putri Deokman!

    Jadi bisa dibilang kalau ke-2 drama itu saling berhubungan!

    • udah pernah kutulis khan pada beberapa episode yang lalu …. dah kuterangin koq … lupa episode berapa … heheheh😀 dan salah kalo bilang cerita ini pas deokman belum ke istana, di drama ini sempat ada sentilan dikit mengenai deokman, dia diutus ke luar negeri sama ayahnya untuk mengurusi masalah luar negeri, dan cerita ini berdasarkan periode waktu tertentu, jadi ya pasti ntar ketemu sama deok man sama kim yu shin yang asli …. mereka berperang sampai ke anaknya sunhwa dan jang … gitu … sayang jang terlalu memfokuskan pembangunan di dalam negeri, jadi emang pas dengan jang di film ini, sangat memperhatikan kehidupan rakyat, dan kurang memperkuat pasukannya, jadi pas diwariskan ke anaknya kekuatan militer Baekjae jadi lemah dan dapat dikalahkan sama Kim Yu Shin, jenderal dari Shilla. Sekian sekilas sejarah Baekjae😀

  5. setuju buat handa…….muaaaangkel alias gregetan ngeliat girooooo nyarik gara-gara lagi ma jang……g’ da kapok2x si girooo tu udh kalah mash tetep ja ngelawan pengen tak pecek-pecek mukanya…….g’ bs liat jang seneng dikit pa???….

    Ayooo mas andi episode 53 nya udh g’ sbar nih liat jang ma sunwa ketemu……..ternyata setelah Q liat2 diinternet nich drama mang ngetop…..terbukti bnyk org yg milih n dukung drama ni…….ayo smangat mas andi…….smangat tinggal diukit lagi peperangan akan berakhir…..^-^

  6. ayooooo…bang andy, jgan kecewkan penggemr beratmu….!!! kayaknya bener2 bang andy sibuuuuukkk tenan ki….sampe2 gak bisa dipandddiiing.😀 atau memang sngaja di tunda2 ya?? biar tambah penasaran gitu ….??!!!??….;-D. aq ndak pensaran ma seri ke 53, tetapi pensaran ma alasan bang andy …., knapa…knapa…knapa??!! ko’ belum di appload juga yg ke 53 nya……

    • kalo lom diupload berarti masih dalam proses, dan belum dapet setengah …. besok dapet keknya …. biasalah sibuk, ortuku punya home industri buat kue kering untuk lebaran, jadi dari pagi jam 5 pagi sampe sore jam 5 sore adalah jam sibuk-sibuknya diriku ini … lepas dari itu bisa buat sinopsis, kadang-kadang malah nyuri-nyuri ngetik di antara jam itu … hehehehh dan biasanya kena semprot … wkkwkwk (rada nakal ya😛 ) … jadi bukan karena ingin menahan-nahan, aku juga penginnya selese biar ga diburu terus sama kalian …. wkwkkwkw😛 ….. sampe kebawa mimpi loh ngetik sinopsis … sayang ga beneran ngetik … coba kalo dalam mimpi bisa ditransfer ke kompi :lol

  7. Ko Andy…..tetap semangat ya……biap malam minggu tetep ngetik ya….seruuuuu banget nih……mudah2an happy ending ya?????

  8. JJang: Bagaimana kesan pertamamu tentangku, ayah mertua?😀

    Raja: (tertawa keras) Aku pikir bangsawan Baekje tidak akan senang dengan aliansi ini.

  9. karna Song of The Prince, jadi tertarik sm sejarah korea,trutama ttg tiga kerajaan..

    ceritanya jg nyambung sm Dokman, jd tambah suka dehh..

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s