Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 53

Lima hari kemudian

Jang berangkat dari Istana melakukan perjalanan berburu, pada saat yang bersamaan Raja Jinpyung juga berangkat untuk melakukan perburuan. Mereka berdua bertemu pada waktu dan tempat yang telah dijanjikan. Ketika mereka saling berhadapan muka, mereka saling memberi hormat.

Jang: Akulah Raja Baekje.

Raja: Aku adalah Raja Shilla. Mari kita duduk.

Selain dari perjanjian perdamaian ini, aku benar-benar ingin melihat dirimu. Kau telah membuat Sunhwaku ingin membuang gelarnya dan pergi untuk dirimu.

Jang: Bagaimana kesan pertamamu tentangku, ayah mertua?

Raja: (tertawa keras) Aku pikir bangsawan Baekje tidak akan senang dengan aliansi ini.

Jang: Aku akan mengatakan hal yang sama juga berlaku untuk bangsawan Shilla, tetapi hanya keputusan raja-raja dari kedua kerajaan yang akan dihitung pada akhirnya. Aku yakin dengan alasanku utnuk melakukan hal ini.

Raja: Aku juga ingin tahu mengapa aku melakukan ini.

Jang: Namun, secara historis, ada aliansi 100-tahun antara Shilla dan Baekje yang kemudian dipatahkan oleh Shilla. Kau harus meminta maaf kepada rakyat Baekje untuk itu.

Seorang prajurit dari kedua kubu datang dan berbisik kepada komandan mereka. Raja Jinpyung dan Jang diberitahu oleh masing-masing komandan mereka kalau perang telah terjadi di perbatasan antara Shilla dan Baekjae…… Raja Jinpyung dan Jang saling melihat satu sama lain …

KEMUDIAN

Jang: Apakah benar kalau pasukan Shilla melintasi perbatasan?

Prajurit Baekjae: Ya, Pei Ha!

Jang: Ceritakan padaku secara rinci!.

Prajurit: Pagi ini, pasukan Shilla tiba-tiba menyeberang perbatasan, dan satu pertempuran pecah. Mereka sekarang dalam posisi bersiaga!

Wangoo: Pei Ha, tidakkah ini berarti kalau Shilla berpura-pura ingin mengadakan perdamaian sementara berencana untuk menyerang kita?

Jang: Aku tidak akan berpikir begitu. Jika memang benar seperti itu, kita pasti telah tertangkap.

Mokrasu: Ya, itu tidak masuk akal.

Wangoo: Tetap saja, kau tidak dapat melanjutkan pertemuan ini seolah-olah tidak ada yang terjadi. Kau harus membatalkannya dan kembali ke Istana.

Jang: Guru, kau harus pergi dan dapatkan informasi lebih banyak dari mereka.

KEMUDIAN

Raja Jinpyung: Apakah kau benar-benar yakin kalau pasukan Baekje yang pertama menyerang?

Soldier: Ya, Pei Ha. Pagi-pagi, pasukan Baekje menyeberangi perbatasan dengan maksud menyerang.

Pria: Bagaimana situasi sekarang?

Prajurit: Sebelum aku pergi, kedua belah pihak tampaknya akan bersiap untuk melakukan serangan balik.

Manusia: Apakah mereka sedang merencanakan sesuatu?

Raja Jinpyung: Aku tidak berpikir seperti itu. Siapa yang akan bertemu untuk melakukan perjanjian perdamaian dan menyatakan perang di belakang? Maka mereka pasti telah menangkapku. Aku akan kembali ke Istana sekarang. Pergi dan ndapatkan informasi lebih banyak dari mereka.

KEMUDIAN
Mokrasu: Aku perlu memeriksa beberapa hal.

Suruhan Jinpyung: Aku juga.

Mokrasu: Kami mendengar kalau prajurit Shilla menyeberangi perbatasan.

Suruhan Jinpyung: Kami mendengar pasukan Baekje juga melakukannya.

Mokrasu: Apakah Kau mengatakan kalau raja Shilla tidak mengetahui hal ini sebelumnya?

Suruhan Jinpyung: Ya, dia tidak tahu. Bagaimana dengan Raja Baekje?

Mokrasu: Dia juga tidak tahu. Raja kami mengatakan kepadaku untuk menginformasikan rajamu kalau ia tidak berniat menyatakan perang terhadap Shilla.

Suruhan Jinpyung: raja kami mengatakan kepadaku untuk mengatakan hal yang sama pada rajamu.

Mokrasu: Karena kita sudah memastikan kalau masing-masing dari raja kita tidak merencanakan ini, kita harus kembali kepada raja kita. Setelah memeriksa bagaimana insiden ini bisa terjadi, kami akan menghubungi kalian lagi.

KEMUDIAN

Sadokwang: Bagaimana bisa hal besar seperti ini terjadi selama ketidakhadiran raja?

Baekjang: Kapan raja kembali?

Daejang: Pesan sudah dikirim keluar, jadi ia seharusnya segera kembali.

Baekjang: Kita tidak dapat menunggu sampai ia kembali. Sangjapyung (Sadokwang), Kau harus mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengatasi hal ini.

Sadokwang: Weesajapyung (Daejang), siapkan pasukanmu dan kirimlah perintah ke setiap pasukan pribadi untuk datang ke Savisong.

Bangsawan: Ya. (Daejang tidak menjawab)

Sadokwang: Yah … Apa yang Kau lakukan? Pergi lakukan seperti yang telah aku katakan. Kita harus bersiap-siap untuk perang. Apakah Kau mengerti?

Prajurit: Baik!

Sadokwang:  Baekjang, pergi dan panggil semua anggota Dewan Istana untuk pertemuan resmi.

Baekjang: Baik!
KEMUDIAN

Chunmyung: Perang?

Weesong: Baekje memprovokasi ini!

Chunmyung: Kau mengatakan Raja Baekje mencintai dirimu. Sekarang apa ini? Apakah ini bukti cinta antara kau dan raja Baekje itu? Raja kita tidak tahu tentang hal ini, dan dia berencana untuk mengatur pernikahan aliansi. Itu akan menjadi kesalahan yang sangat besar.

KEMUDIAN

Ibu suri: Sadokwang melakukan pekerjaan yang hebat.

Haedoju: Ya, jika kita menggunakan ‘rumor perang’ ini, raja tidak akan mampu mengubah sistem kembali ke sebelum pertempuran Kwansangsung.

Ibu suri: Mencegah dirinya dari melakukan hal ini tidaklah cukup. Kita harus mengubah  sama sekali pikirannya. Bagaimana sebenarnya yang dia pikirkan, membagi-bagikan tanah para bangsawan kepada rakyat? (Kepada Wooyung) Setelah menikahinya, kau harus membenarkan cara berpikirnya.

(Wooyung ingat …)

Suara Jang: Alasanmu ingin menikah denganku adalah sehingga aku berkompromi dengan para bangsawan penguasa distrik, bukankah demikian? Aku tidak akan melakukan pernikahan semacam itu.

Ibu suri: Apa yang sedang kau pikirkan sekarang? Aku memberitahumu kalau kau harus mengubah cara berpikirnya raja.

Wooyung: Ya, aku harus melakukannya. Aku pasti akan melakukan itu …

Haedoju: Jika raja tahu kalau kita yang membuat ini, kita akan berada dalam masalah besar. Dapatkah kita percaya orang yang menghubungkan kita dengan Shilla?

Ibu suri: Ya, aku diberitahu kalau dia orang yang bisa dipercaya.

KEMUDIAN

Chunmyung: Sampai perkawinan aliansi ini dibatalkan, aku harus tetap berhubungan erat dengan para bangsawan Baekjae itu. Tapi bagi bangsawan di Baekje, jika pembagian tanah tidak terjadi, mereka pasti ingin memotong komunikasi yang telah kita miliki. Apa yang bisa kita lakukan?

Giroo: Jangan khawatir. Ada seseorang di Baekje yang memiliki pemikirant yang sama sepertimu

Chunmyung: Siapa itu?

Giroo: Wooyung Gongju.

Chunmyung: Wooyung Gongju … Anak perempuan dari Raja Hye?

Giroo: Para bangsawan bersatu dengan Wooyung Gongju mengajukan petisi untuk pernikahannya dengan raja.

Chunmyung: Ya?

Kurir: Raja telah kembali.

KEMUDIAN

Raja Jinpyung: Apa yang sebenarnya telah terjadi?

Weesong: Sekarang, kedua belah pihak telah tenang, menunggu tindakan selanjutnya. Tapi pasukan Baekje tampaknya sangat siap untuk menyerang lagi. Sepertinya mereka benar-benar ingin berperang.

Raja Jinpyung ingat …

Utusannya: Raja Baekje ingin kau tahu kalau dia tidak berniat mendeklarasikan perang.

Raja Jinpyung: Apakah ini benar, kalau pasukan Baekje menyeberang perbatasan ke Shilla?

Weesong: Ya, Pei Ha. Aku diberitahu kalau pasukan Baekjae telah menyerbu  perbatasan.

Chunmyung: Maaf untuk mengatakan ini, tapi apa pun cinta Raja Baekje yang dinyatakan pada Sunhwa tampaknya hanya untuk menutupi motif yang sesungguhnya..

Bangsawan: Pei Ha, jika kita tidak bertindak cepat, mereka mungkin menyerang lagi. Kau harus menyerang mereka terlebih dahulu.

Raja Jinpyung: Kita masih harus mengawasi setiap gerakan Ko-Kuryo yang terjadi sekarang. Apakah Kau berpikir berperang dengan Baekje adalah  baik bagi kita? Apakah kalian benar-benar berpikir demikian?

Chunmyung: Tapi Pei Ha, ini bisa jadi sebuah rencana yang dibuat oleh Baekje dan Kog-Kryo untuk merebut wilayah Arisoo.

Weesong: Ya, Pei Ha. Ada kemungkinan seperti itu.

Bangsawan 2: Pei Ha. Kami ingin melakukan perjanjian damai dengan Baekje juga, tapi aku takut Baekje memiliki niat yang berbeda.

Weesong: Pei Ha, silakan mempertimbangkan ini dengan seksama.

KEMUDIAN

Raja Jinpyung: Apakah Kau sudah memeriksanya dengan seksama?

Suruhan Jinpyung: Memang benar kalau pasukan Baekje melintasi perbatasan sebagai pihak yang pertama, tapi aku baru mengetahui kalau mereka adalah pasukan pribadi..

Raja Jinpyung: Pasukan pribadi?

Manusia: Ya. Juga, segera setelah pasukan kita menyerang mereka, mereka lari menjauh.

Raja Jin-Pyung: Mereka melarikan diri begitu mereka diserang?

Manusia: Ya. Dan kemudian, oranmg-orang kita menyeberangi perbatasan, dan tampak seperti mereka akan bertempur, tetapi mereka kemudian diperintahkan untuk kembali tanpa bertempur.

Raja Jinpyung: Siapa yang memimpin pasukan itu?

Manusia: Kak Hoong … orangnya Weesong …

Raja Jinpyung: Chunmyung. Dia tahu rencana kami.

KEMUDIAN

Bomyung: Aku takut ini tidak akan terjadi. Fakta kalau pertempuran pecah ketika raja kita  dan Seodong Gong bertemu mungkin berarti Chunmyung Gongju telah mengetahuninya
Sunhwa: (pada dirinya) Benarkah … ini sangat mustahil? Mengapa hal ini begitu sulit, Seodong Gong?

KEMUDIAN

Jang: Apakah kalian mau mengatakan kalau kita  tidak bisa kembali ke sistem sewaktu sebelum pertempuran Kwansangsung?
Sadokwang: Ya, Pei Ha. Pei Ha menyebutkan kalau sejak saat itu, kita hanya berperang dua kali dengan Shilla, sehingga kita dapat mengurangi pasukan pribadi kita. Namun, karena dalam peristiwa terakhir adalah buktinya, kita bisa pergi berperang dengan Shilla setiap saat. Aku bahkan tidak perlu menyebutkan Ko-Kuryo. Kau ingin perjanjian damai dengan Shilla dan mengurangi keamanan pribadi kami? Itu adalah hal yang mustahil!.

Baekjang: Ya, Pei Ha. Aku tidak ingin melanggar perintahmu, tapi aku harus melindungi rakyat dan harta benda mereka. Tolong mempertimbangkan ini dengan seksama!

Bangsawan: Ya, Pei Ha. Kami akan menawarkan pasukan kami untuk melindungimu. Tapi mari kita membangun tentara yang lebih kuat sekarang, sehingga kebanggaan dan keagungan Baekje dapat kembali.

Sadokwang: Ya, Pei Ha mari kita membangun tentara yang kuat sekarang.

DI LUAR

Wooyung: Pei Ha, Kau seharusnya merasa  khawatir setelah mendengar berita serangan Shilla itu. Ambillah bantuan dari penguasa distrik dan hancurkan musuh kita.

(Jang meninggalkannya, Wooyung menatapnya …, pada dirinya sendiri) Pei Ha. pada akhirnya, Kau akan datang kepadaku.

KEMUDIAN

Jang: Apakah kau sudah mengirim seseorang untuk memeriksa situasi dengan seksama?

Daejang: Ya. Aku mengirim Dooil. Ia seharusnya sudah kembali sekarang.

DI DALAM

Buyeo Jang duduk diam dalam perenungannya.

Suara: Pei Ha, Guru Mokrasu ada di sini. (Mokrasu masuk menemui Jang)

Jang: Shilla terlalu sibuk melindungi Arisoo dari Ko-Kuryo. Mereka tidak memiliki kekuatan militer lebih untuk berperang dengan kita. Begitu banyak pasukan bersiaga di perbatasan dengan Ko-Kuryo. Aku telah memeriksa semua ini sebelumnya. Ini adalah alasanku kaerna aku merasa kita dalam keadaan yang cukup aman untuk mengubah sistem kembali ke tempatnya sebelum pertempuran Kwansangsung. Namun, untuk mencegah perang sebenarnya terjadi, aku akan membuat perjanjian damai. Ini bukan hanya untuk pernikahanku sendiri.

Mokrasu: Aku tahu itu, Pei Ha.

Jang: Lalu, bagaimana semua ini bisa terjadi?

Mokrasu: Aku pikir kalau ini semua taktik dari para penguasa distrik….

Jang: Apakah benar mereka? Apakah mereka berani melakukan sampai sejauh itu?

Suara: Pei Ha. Weesajapyung dan Dooil di sini.

Jang: Biarkan mereka masuk (Kepada Dooil) Kau suadh mencari tahu?

Dooil: Sepertinya orang-orang kitalah yang memulai peperangan

Jang: Apa?

Dooil: Tentu saja mereka mengatakan kalau pasukan Shilla yang melintasi perbatasan dahulu, yang memang benar dalam satu sisi.

Jang:  Tapi kemudian?

Dooil: Aku menanyai orang-orang di sekitar sana, dan aku mendengar kalau 50 orang kita tiba-tiba menyerang para prajurit Shilla di malam hari.

Wangoo: Apakah itu benar?

Dooil: Shinman melihat ini. Dia pikir itu adalah awal dari pertempuran, tetapi keesokan harinya, setelah beberapa pertarungan kecil,, mereka bubar. Dia pikir itu benar-benar aneh.

Daejang: Apakah para bangsawan penguasa distrik benar-benar di balik semua ini? Aku akan menahan mereka semua.

Wangoo: Aku yakin semua orang yang terlibat pasti sudah bersembunyi. Semua orang yang tertinggal di sana pasti adalah orang-orang yang menyaksikan pasukan Shilla menyerang.

Mokrasu: Pei Ha …

Jang: Guru … Kau harus pergi ke Shilla lagi.

KEMUDIAN

Jang: (menyerahkan sebuah amplop pada Mokrasu) Jika pertempuran semacam ini  pecah lagi, kita akan terperangkap jebakan mereka. Satu-satunyanya cara kita adalah mempercepat perjanjian ini. Kali ini, kau harus pergi bukan sebagai utusan rahasia, tapi sebagai duta resmi dari kerajaan. Aku akan menginformasikan para bangsawan pada saat yang tepat.

Mokrasu: Ya, aku akan segera pergi.

Jang: Tolong lakukan! Juga, aku harus memintamu untuk melakukan sesuatu yang lain …

KEMUDIAN

Ratu Maya: Aku bilang ini tidak bisa. Mengapa kau begitu keras kepala?

Sunhwa: Kumohon … Kumohon, usirlah aku keluar dari sini.

Ratu Maya: Raja berusaha untuk mengatur pernikahan aliansi, tetapi pertempuran pecah di antara negara kita dengan Baekjae.

Sunhwa: Itu terjadi karena ini akan menjadi pernikahan aliansi. Aku tidak peduli dengan gelar Gongju, atau kekuasaan, tidak ada yang berarti bagiku.

Ratu Maya: Itu apa yang ada dalam pikiranmu. Bagaimana mungkin Gongju dari sebuah kerajaan membuang segalanya untuk menikah dengan raja dari kerajaan lain? Siapa yang dapat memikirkan hal seperti itu? Siapa yang bisa percaya kalau ini darimu?

Sunhwa: Aku akan mengatakannya. Aku akan mengatakan kalau aku akan melakukannya. Mengapa kau tidak percaya padaku? Kenapa tidak ada yang percaya padaku?

Ratu Maya: Walaupun aku percaya padamu, Chunmyung, Deokman, atau para bangsawan tidak akan percaya padamu. Dan raja tidak akan membiarkan ini terjadi!

Sunhwa: Ibu …

Ratu: Kau menyakiti dirimu sendiri. Kembali ke kamarmu dan makanlah sesuatu.

Sunhwa: Ibu …

Ratu: Apa yang kalian lakukan? Bawa Sunhwa pergi!  (Mereka membawanya pergi)

KEMUDIAN

Raja Jinpyung: Sunhwa masih seperti itu?

Ratu Maya: Ya.!

Raja Jinpyung: Baiklah! …

Pria: (masuk) Pei Ha. Pei Ha. Sebuah pesan datang mengatakan kalau Raja Baekje telah mengirimkan iring-iringan utusan resmi.

Raja Jinpyung: utusan resmi? Bukan utusanrahasia?

Pria: Ya. Dan … ini …  (Ia menyerahkan surat)

(Raja membaca surat itu)

KEMUDIAN

Bomyung: (Sunhwa menolak untuk makan) Gongju, kenapa kau melakukan ini? Sudah beberapa hari ini kau tidak makan..

Chogee: Gongju, jika kau terus seperti ini, kau akan pingsan sebelum menemui Seodong Gong. Dia bilang dia akan datang menjemputmu. Kau bilang kalau kau akan kembali. Kau harus kuat. Kau tidak bisa menyerah sekarang.

Sunhwa: Lalu apa yang bisa aku lakukan? Apa?

KEMUDIAN

Mokrasu: (kepada Bumro) Di setiap jalan Shilla yang kita lewati, lakukan seperti yang telah diperintahkan oleh raja!.

Bumro: Rencana Itu? Ya, aku akan melakukannya!
KEMUDIAN

Suara hati Jang: Maafkan aku karena tidak akan menemuimu secara pribadi.

Suara hati Sunhwa: Maafkan aku karena tidak akan kembali. Apa yang bisa kita lakukan sekarang?

Suara Chogee: Gongju nim …. Gongju nim …!

KEMUDIAN

Bomyung: Kau tidak tahu di mana Sunhwa Gongju sekarang?

Chogee: Dia tidak ada di sini?

Bomyung: Bukankah aku sudah bilang padamu untuk tetap mengawasinya?

Chogee: Aku telah mendengar kalau sebuah iring-iringan utusan resmi datang dari Baekje. Aku datang untuk mengatakan ini kalau-kalau ….

Bomyung: Apa, utusan dari Baekje?

Chogee: Ya, itulah yang aku dengar. Mereka sudah ada di Seorabol.(Ibukota Shilla).

Bomyung: Benarkah?

Chogee: Ya. Tapi di mana sebenarnya Gongju kita dengan tubuh yang lemah seperti itu?

Bomyung: Mungkin …? Tidakkah dia pergi ke Paviliun Chunmyung Gongju?

Chogee: Maka aku akan pergi menemuinya!.

KEMUDIAN

Sunhwa: Kumohon tolonglah aku. Aku sudah membuang gelarku sebagai esorang Gongju dan semua hak istimewa sejak aku memilih Seodong Gong. Aku akan pergi diam-diam. Yang aku inginkan hanyalah untuk dapat bersama-sama dengannya. Niatku sungguh murni!

Chunmyung: Tidak ada kemurnian dalam pernikahan kerajaan. Niatmu mungkin begitu, tapi tidak dengan ayah. Bahkan jika kau meninggalkan Shilla dan pergi ke Baekje, membuang gelarmu, ayah tidak akan membiarkanmu bertindak sendiri. Selain itu, setelah kau menjadi Ratu Baekje, Kau bisa saja mengubah pikiranmu.

Sunhwa: Tidak, aku tidak akan mengubahnya …

Chunmyung: Aku tidak bisa mempercayai ayah, kau atau Raja Baekje. Ini adalah takdir kita. Jadi kembalilah. Aku harus menyelesaikan pekerjaan aku.

KEMUDIAN

Sunhwa sedang berjalan, mengingat masa-masa ketika dia berjalan di jalan yang sama saat mereka, dirinya dan Seodong Gong, masih anak-anak.

Pria: Pei Ha. Iring-iringan dari Baekjae sudah hampir sampai di sini.

Raja Jinpyung: Apakah benar?

Pria: Tapi, Pei Ha … Pada setiap jalan yang dilalui oleh iring-iringan itu … …

Raja Jinpyung: Di setiap jalan? Apa? (Pria itu membisikkan sesuatu kepada raja)

KEMUDIAN

Sunhwa sedang mengingat Seodong saat masih kecil, yang membuat Lagu Seodong dan siapa yang merencanakan ‘pembalasan dendam’ pada Gongju karena telah mempermainkan perasaannya Tiba-tiba, ia mendengar lagu  ….

Chogee: Gongju.

Sunhwa: Chogee … Sekarang, aku bahkan mendengar hal-hal yang sebenarnya tidak ada …

Chogee: Apa?

Anak-anak kecil berlari-lari sambil menyanyikan Lagu Seodong

Chogee: Dia datang untukmu dengan menyebarkan lagu itu. Aku telah mendengar kalau iring-iringan  utusan resmi datang dari Baekje. Dia pasti datang untuk menemuimu!

KEMUDIAN

Mokrasu: Pei Ha. Aku Mokrasu, utusan yang dikirim oleh Raja Baekje

KEMUDIAN

Bomyung: Gongju nim…, Gongju nim… . Guru Mokrasu datang sebagai utusan resmi dari Baekje.

Sunhwa: Dia masih hidup? Apakah itu benar-benar dia.

Chogee: Bukankah sudah aku katakan sebelumnya?

KEMUDIAN

Mokrasu: Rajaku ingin kau tahu kalau apa yang terjadi di perbatasan baru-baru ini dilakukan oleh pihak pasukan pribadi, dan ia akan mengambil tindakan untuk menghukum mereka. Juga, ia akan memberikan ganti rugi untuk kerusakan yang telah kau derita. Dia juga ingin memintamu untuk mengadakan komunikasi yang terbuka di antara kedua pasukan, sehingga mereka dapat mencegah pertempuran kecil yang mungkin meluasr dan menyebabkan perang yang sebenarnya.

Sunhwa berjalan masuk ke ruangan, dan ia tersenyum pada Mokrasu. Mokrasu tersenyum ke arahnya.

Selain itu, Raja Baekje telah mengirimkan proposal pernikahan resmi untuk Sunhwa Gongju. Ini adalah proposal pernikahan dengan Baginda Raja kami. Bolehkah aku membacanya keras-keras?(Mokrasu membacakannya dengan suara keras).

Pada masa yang lalu, sebuah lagu berjudul Seodongyo telah menyebar luas di seluruh pelosok Shilla, akulah pengarang lagu itu, Raja dari Baekjae, Buyeo-Jang.

Karena adanya perbedaan kerajaan dan status sosial, kami telah mengalami perpisahan yang menyakitkan, yang sudah tak terhitung lagi. Tapi justru karena adanya kenangan yang menyakitkan itu, membuatku selalu teringat betapa berharganya Tuanku Puteri bagi diriku.

Walaupun di sana ada perbatasan antara Shilla dan Baekjae, kami berdua tidak memiliki garis pembatas di antara kedua hati kami.

Bahkan setelah menjadi seorang Raja, aku tak pernah memikirkan kalau kami tidak seharusnya mengikuti takdir kami untuk bersama.

Sebelum diriku menjadi seorang Raja, aku telah mencintainya sebagai seorang pria. Sebelum aku menjadi seorang pria Baekjae, aku akan melindunginya sebagai seorang suami. Sebelum menjadi seorang suami baginya, aku akan menghormatinya sebagai seorang sahabat kekal.

Aku mengajukan lamaran ini  dengan penuh rasa hormat, meminta Puteri Sunhwa dari Kerajaanmu, menjadi isteriku selama hidupku dan Ratu dari Baekjae yang Agung. Puteri Sunhwa akan menjadi wanitaku yang pertama dan terakhir.

Terimalah proposalku ini dan biarlah ini menjadi simbol dari persatuan kedua kerajaan.

Dengan penuh rasa hormat

Raja Baekjae

Buyeo-Jang

(Aku lebih suka terjemahan bahasa Inggrisnya, jadi kutampilkan juga di bawah ini)

KEMUDIAN

Chogee: Oh Ya Ampun …..Para dewa dan dewi …. Ini akan membuat epos kisah cinta tidak berarti apa-apa. Di mana mereka akan menikah? Di Baekje? Atau di Shilla?

Bomyung: Diamlah.

Chogee: Ketika Gongju kita menikah, dia harus membantuku dengan Bumro. Dia akan membantuku, benar khan?

Bomyung: Hei, Guru Mokrasu ada di dalam!

KEMUDIAN

Sunhwa: Guru, aku pikir kau meninggal, jadi sekarang saat aku melihatmu, aku merasa kalau mungkin aku sedang bermimpi.

Mokrasu: Sementara aku sendiri, aku tidak pernah bermimpi bertemu denganmu sebagai seorang Gongju.

Sunhwa: Maafkan aku karena terus menyembunyikan ini darimu.

Mokrasu: (menyerahkan surat) Pei Ha menitipkan ini padaku untuk diserahkan padamu

Sunhwa menerimanya dan langsung membaca surat itu….

Suara Jang:

Aku telah memikirkan apa yang seharusnya kusertakan dengan iring-iringan untuk membawamu kembali, dan tiba-tiba ada yang muncul dalam pikiranku

Anak laki-laki yang marah setelah mengetahui kalau dirimu adalah seorang Gongju. Anak kecil yang mengalami banyak kesengsaraan, menyadari kalau status sosial dirimu akan sulit untuk diraih selamanya. Anak kecil yang membuat lagu itu dengan penuh kemarahan dan penderitaan.

Walaupun lagu itu memiliki niat yang jelek, tapi itu adalah lagu yang timbul dari keputusasaan karena sangat ingin untuk dapat bersama dengan tuan puterinya. Itu adalah lagu patah hati. Aku menyebarkannya sepanjang jalan yang dilalui oleh  iring-iringan itu atas namaku.

Biarlah semua rakyat Shilla mendengar lagu ini. Dan aku berdoa terus berdoa kalau rakyat Shila dan Langit akan merestui kita!

Aku sangat merindukanmu!

(Kutampilkan juga surat Jang ini dalam bahasa Inggris)

KEMUDIAN

Raja Jinpyung: Dengarkan aku. Karena Lagu Seodong yang telah menyebar kemana-mana, rakyat menjadi sangat gembira dan bersukacita.  Selain itu, Raja Baekje berjanji kalau ia akan membayar kembali kerusakan dari peristiwa terakhir. Dia juga meminta pemantauan lebih dekat dari kedua pasukan untuk mencegah perang yang sebenarnya akan pecah. Apakah kalian  masih melawan rencana kami untuk melakukan perjanjian damai?

Sementara aku sendiri, sebagai balasannya, aku akan mengirimkan Sunhwa Gongju ke Baekje sebagai duta besar.

KEMUDIAN
Goosan: Lagu Seodong menyebar di seluruh Shilla. Ketika banyak orang mengetahi kisah dari Sunhwa Gongju dan Raja Baekje, mereka seperti sedang merayakan pernikahan kedua orang itu..

Kim Sahheup: Dooham, hentikanlah!

Dohoam: … (Giroo meninggalkan kamar, sangat marah)

KEMUDIAN

Sadokwang: Apa yang kau maksudkan dengan itu?

Jang: Aku akan membuat perjanjian damai dengan Shilla.

Sadokwang: Pei Ha.

Bangsawan lain: Pei Ha!

Sadokwang: Hal ini tidak boleh terjadi. Apakah kau sudah lupa apa yang terjadi setelah Raja Jin dari Shilla mengkhianati perjanjian damai kita?

Baekjang: Kita tidak perlu melihat sejauh itu. Baru-baru ini, pasukan Shilla menyerang perbatasan Baekjae.

Sadokwang: Kita masih belum mendengar permintaan maaf dari Shilla atas apa yang mereka lakukan kepada raja Baekje yang sebelumnya (Raja Seonhwang). Dan apa yang terjadi di perbatasan bukanlah berita yang baik. Tapi kau sekarang justru membicarakan perjanjian damai dengan mereka? Tidak ada satupun jalan yang dapat  mewujukan ini!.

Bangsawan: Pertimbangkanlah ini dengan seksama!

Jang: Jika Shilla meminta maaf kepada kita atas pengkhianatan mereka di masa lalu, akankah masalah ini terselesaikan?

Sadokwang: Ya … Pei Ha. Kami tidak akan menentang perjanjian damai itu.

Daejang: Ya, Pei Ha. Jika keamanan nasional stabil, kita dapat mengarahkan banyak sumber daya kita untuk membantu rakyat. Perjanjian masa lalu dengan Shilla telah berlangsung selama 100 tahun membuat kita dapat memakmurkan rakyat. Namun, itu tidak akan mudah.

Baekjang: Ya, Pei Ha. Itu tidak akan mudah. Selain itu, kita tidak bisa mempercayai Shilla karena mereka pernah mengkhianati kita sebelumnya.

Sadokwang: Ya, Pei Ha. Selain itu, melakukan perjanjian damai berarti kita harus membuat janji kehormatan atau pernikahan kerajaan. Akankah Shilla setuju dengan hal  itu?

Baekjang: Ya. Itu tidak mungkin terjadi

Jang: Kalian benar. Aku kira aku mungkin telah melakukan usaha yang sia-sia.

Sadokwang: Apa maksudmu?

Jang: Aku sudah mengirim Guru Mokrasu ke Shilla sebagai utusan resmi. Tapi setelah mendengarkan kalian semua, aku ragu dia akan membawakan aku berita yang baik..

Sadokwang: Itu benar, Pei Ha. (Bangsawan lain mengatakan hal yang sama.)

KEMUDIAN

Ibu suri: Dia mencoba untuk membuat perjanjian perdamaian untuk melemahkan kekuatan para bangsawan.

Wooyung: Itu tidak mudah. Kepentingan nasional kedua negara harus sesuai.

Ibu Suri: Benar!

Wooyung: Aku yakin kejadian terakhir dengan Shilla akan memblokir setiap kesempatan dari hal ini akan terjadi. Selain itu, jika Shilla memahami situasi Baekje yang sekarang, mereka tidak akan melakukan itu.

KEMUDIAN

Sadokwang: Sepertinya ia mengirim Mokrasu setelah perperangan kecil pecah dengan Shilla.

Baekjang: Karena ia kehilangan kata-kata setelah peperangan itu pecah, ia pasti sangat  menginginkan perjanjian damai dengan mereka sehingga ia dapat memaksakan sistem baru pada kita.

Sadokwang: Bagaimana jika ia berhasil?

Wooyung: Dia hanya mengirim utusan. Perjanjian antara kedua negara tidak akan  terjadi segera. Selain itu, para bangsawan Shilla yang membantu kita juga akan menentang hal ini.

Sadokwang: Itu benar …

Baekjang: Aku pikir dia membuang-buang waktu. . Seperti yang telah kita katakan kepada raja kita, agar perjanjian damai terjadi, harus ada perjanjian kehormatan secara kenegaraan atau pernikahan kerajaan. Ini tidak akan mudah.

Wooyung: (kepada dirinya) Pernikahan Kerajaan?

KEMUDIAN

Wooyung: Pei Ha, jangan seperti ini. Mengapa kau membuang-buang waktumu merencanakan perjanjian damai yang tidak mungkin dapat terjadi? Sulit bagi seorang raja untuk bertahan tanpa dukungan dari para bangsawan. Berhentilah menekan mereka!

Jang: Berhenti menekan mereka? Itu adalah pekerjaanku. Itulah Baekjeku yang harus kubangkitkan lagi. Aku harus menekan bangsawan sehingga mereka akan berhenti menindas rakyat dan berhenti menekan raja mereka. Itulah pekerjaan yang harus aku selesaikan!.

Wooyung: Kau tidak akan berkompromi?

Jang: Aku akan mengajukan petisi untuk pernikahan aliansi.

Wooyung: Apa? Tidak dengan Jin Gakyung, ataupun denganku … tapi dengan Puteri dari Shilla? … Ini sangat menakutkan bagaimana Kau berubah begitu banyak. Sekarang karena kau telah menjadi raja, kau tidak peduli tentang cinta lagi? Itu kabar baik. Pei Ha tidak akan mengkritik aku lagi, memikirkan kalau aku menginginkanmu karena kekuasaan bukan cinta!

KEMUDIAN

Wooyung: (kepada dirinya) Pernikahan alianse … dengan Puteri dari Shilla? Mungkinkah …? Tidak …  itu tidak mungkin!

Sadokwang: (memasuki ruangan) Apakah kau memanggilku?.

Wooyung: Hubungilah orangmu yang dapat menghubungi bangsawan di Shilla dan cari tahu apa yang terjadi di sana!
Sadokwang: Apakah ini karena perjanjian damai?

Wooyung: Kita perlu mempersiapkan diri!

Sadokwang: Ya. Aku juga ingin tahu jadi aku sudah mengirim orang untuk menyelidikinya.

KEMUDIAN

Jang: Bagaimana situasi mengenai pasukan pribadi?

Daejang: Kami sedah menghitung jumlah pasukan pribadi tambahan dari masing-masing distrik yang akan dimasukkan ke pasukan kerajaan..

Dooil: Kami telah melakukan ini sebelumnya, jadi itu mudah.

Jang: Ketika aku menandatangani perjanjian perdamaian, ini harus disesuaikan sampai seturut dengan setiap kata dari hukum.. Jadi bersiap-siaplah untuk bergerak serentak ketika aku memerintahkan untuk melakukan ini.

Daejang: Ya, Pei Ha. Kami akan melakukannya, jangan khawatir.

Wangoo: Pei Ha. (Memasuki ruangan) Pei Ha, kami menerima pesan yang memberitahu kalau Guru Mokrasu telah kembali. Dia datang dengan iring-iringan utusan Shilla.

Jang: Utusan dari Shilla ?

Wanggo: Benar!

KEMUDIAN

Pria: Gongju, Guru Mokrasu dan iring-iringan dari  utusan  Shilla telah tiba di Savisong.

Wooyung: Apa? Utusan Shilla datang?

Pria: Benar!

Ibu suri: Cepat kita pergi melihat mereka..

KEMUDIAN

Dooil: (kepada para bangsawan) Iring-iringan utusan dari Shilla telah tiba di Savisong, sehingga raja memerintahkan semua orang untuk menunggu di depan Istana Raja..

Sadokwang: Apa?

Baekjang: utusan dari Shilla?

KEMUDIAN

Iring-iringa terus berjalan, membawa tandu kerajaan. Sesampainya di depan Istana mereka meletakkannya di atas tanah. Jang dan seluruh bangsawan, termasuk Ibu Suri dan Wooyung Gongju menyambut iring-iringan itu.

Mokrasu: Pei Ha. Aku, Mokrasu, telah kembali setelah menyelesaikan misiku.

Jang sedang mengawasi dengan penuh perhatian. Sunhwa keluar dari tandu dan berjalan menuju raja. Semua orang sangat terkejut karena mengenalinya sebagai Jin Gakyung yang sering keluar masuk Istana bertindak sebagai seorang pedagang.

Wooyung: (kepada dirinya) Pedagang Jin? Bagaimana dia bisa berada di sini?

Mokrasu: Aku telah mengirimkan pesan Pei Ha kepada Raja Shilla, dan ia mengirim jawabannya segera.

Sunhwa Gongju: Pei Ha. Aku datang sebagai utusan resmi dari Shilla. Aku Puteri ketiga dari  Shilla, Sunhwa. (Semua orang sangat terkejut dan shock)

Pertama-tama, tentang kejadian baru-baru ini pada perbatasan kita, raja kami memerintahkanku untuk memberitahumu kalau peperangan adalah hal terakhir yang ada dalam pikirannya, jadi dia benar-benar menyesal karena kejadian itu..

Selanjutnya, ia ingin menerima proposalmu untuk melakukan pemantauan lebih dekat pada kedua pasukan untuk mencegah peperangan yang sebenarnya pecah. Juga, tentang peristiwa Raja Baekje terdahulu, Shilla mengakui kesalahannya, dan akan mengambil langkah untuk mengoreksi kesalahan kami di masa lalu.

Jang: Aku mengerti. Aku juga akan menerima usulan Raja Shilla.

Mokrasu: Selain itu, mengenai proposal pernikahan Pei Ha untuk Puteri ketiga Shilla, Sunhwa Gongju, Raja Shilla telah menerimanya dengan sukacita.
(Semua orang lebih shcok lagi, Jang tersenyum dengan penuh kepuasan..)
KEMUDIAN

Jang: Sunhwa Gongju dan aku telah jatuh cinta untuk waktu yang lama. Kalian semua seharusnya masih ingat waktu raja Buyeo-Sun dan para pasukan pribadinya membantai anggota-anggota Academi Sains. Dan kemudian, saat Guru Mokrasu dan aku melarikan diri ke Shilla. Itulah saat di mana kami mulai sering mengunjungi Istana Shilla, dan aku bertemu Sunhwa Gongju di sana untuk pertama kalinya.

Kemudian, dalam rangka untuk menyelamatkan aku, seorang pria dari Baekje, Sunhwa Gongju mengancam akan bunuh diri dengan pisau. Karena itu, ia dituduh melakukan pengkhianatan, kehilangan gelarnya sebagai seorang Puteri, dan dia kemudian datang ke Baekje mencari aku.

Kemudian, setelah mengetahui kalau aku adalah Putera Ke-4, ia meletakkan hidupnya pada garis terdepan demi aku. Sebenarnya, dia selalu bersama denganku di setiap langkah yang kujalani, membantuku keluar dari bahaya terbesar. Bahkan selama masa-masa di mana aku ditinggalkan oleh raja Buyeo-Sun, rakyat Baekje, dan juga oleh kalian semua … dia tetap menjagaku. Bahkan tanpa perjanjian damai, itu adalah hal yang pantas bagi kami untuk menikah!
KEMUDIAN

Wooyung mengawasi Jang dan Sunhwa berjalan berdampingan. Sunhwa hampir terjatuh,  Jang segera membantunya ….

Di dalam ruangan raja, setelah memperhatikan satu sama lain dengan seksama, mereka saling berpelukan

Jang: (menyentuh wajahnya) Mengapa kau tampak begitu kurus? (Sunhwa meniup wajah Jang, membuatnya tertawa.) Aku tidak bisa sabar menunggu sampai kita menikah.

DI LUAR

Wooyung berjalan dengan gontai..

Bumro: Lihat. Bukankah sudah kukatakan sebelumnya?

Maekdosu: Melihat Wooyung Gongju seperti tiu, kau mungkin benar …

Bumro: Aku katakan itu benar.

Eunjin: Benarkah? Dia seorang Tuan Puteri dari Shilla?

Bumro: Aku sudah mengatakannya padamu. Ketika aku pertama kali mengetahuinya, aku seperti akan pingsan.

Eunjin: Bagaimana ini bisa terjadi? Aku tidak percaya itu …

Maekdosu: Itulah yang mau aku katakan. Jika kau mengatakan hal yang sebenarnya, itu berarti kalau dia membuang gelarnya dan datang ke sini untuk tinggal bersaman denganya.

Bumro: Betul itu! Berapa kali aku harus memberitahumu?

Maekdosu: Jika memang seperti itu kejadiannya, kita telah melakukan hal yang baik dengan berteman dengannya.

Eunjin: Itu bukanlah masalahnya sekarang.

Wangoo: Suara berisik apa ini di depan Istana Raja?

Maekdosu: Kami tidak bisa percaya kalau Pedagang Jin adalah seorang Gongju. Apakah itu benar?

Sunhwa: (berjalan keluar) Apakah kalian terkejut?

Maekdosu: Terkejut bukanlah kata yang tepat. Aku dulu selalu bertanya-tanya bagaimana kau tampak begitu tenang dan begitu bijaksana.

Eunjin: (pada Maekdosu) Kau terlalu banyak berkata-kata. (pada Sunhwa) Sekarang aku menyesali apa yang pernah aku katakan kepadamu sebelumnya …

Sunhwa: Walaupun Pei Ha memutuskan untuk datang padamu, aku harus membiarkannya ?

Eunjin: …

Sunhwa:  Cinta adalah sama untuk setiap orang. Aku sangat gelisah ketika kau mengatakan ini padaku ….

Wangoo: Maafkan kami atas semua perlakukan kami kepadamu sebelumnya ….

Sunhwa: Jangan khawatir. Maafkan aku karena terus menyembunyikan ini darimu. Jika aku berada di posisimu, aku akan melakukan hal yang sama demi raja.

Daejang: Aku tahu kau emmang berbeda dari kebanyakan orang saat pertama kali aku bertemu denganmu.

Sunhwa: Sungguh?

Daejang:  Benda-benda yang kau tunjukkan padaku saat memaksaku untuk membuka usaha dan karaktermu yang kuat sangat mengesankan.

Sunhwa: Jika kau tidak membantu aku saat itu, aku tidak tahu di mana aku berada sekarang. Terima kasih.

Maekdosu: Memang, cinta antara Pei Ha dan Sunhwa Gongjui adalah cinta yang terbesar dari seluruh umat manusia.

Semua: Itu benar!

KEMUDIAN

Sunhwa menemui Wooyung.

Sunhwa: Maaf … Aku tidak bisa memikirkan hal lain yang bisa aku katakan. Meskipun aku seorang Gongju, dalam keadaan itu aku tidak bisa memberitahumu. Dan saat itu aku telah membuang gelarku sebelum datang kemarii. Aku tidak peduli jika aku adalah seorang pedagang atau seorang budak, semua yang aku inginkan adalah bersama dengan raja.

Lagipula, aku percaya kalau Wooyung Gongju benar-benar peduli kepada Pei Ha. Juga, aku berterima kasih untuk membantu Pei Ha sampai akhir.

Wooyung: Apakah kau benar-benar … membuang gelarmu sebagai seorang Gongju untuk cinta? Untuk seorang anggota akademi yang diasingkan dari Baekje … dan siapapun  tidak tahu kalau ia adalah Putera Ke-4 dari Raja Weeduk?

Sunhwa: Aku memang melakukannya. Di depan kekasihku, gelarku sebagai Gongju adalah sebuah batu sandungan. (Dia pergi)

Ibu suri: Apakah Pedagang Jin benar-benar seorang Gongju dari Shilla? Apakah pernikahan aliansi akan benar-benar terjadi?

Wooyung: …. (berpikir mengenai kata-kata Sunhwa)

Sunhwa: Di depan kekasihku, gelarku sebagai Gongju adalah sebuah batu sandungan..

KEMUDIAN

Baekjang: Bagaimana ini bisa terjadi? Apa yang bisa kita lakukan sekarang? Perjanjian perdamaian dapat ditandatangani segera. Apa yang bisa kita lakukan?

KEMUDIAN

Haedoju: Dapatkah kita membiarkan dia memukul kita seperti ini tanpa kita melakukan apapun?

Sadokwang: Kau harus memikirkan sesuatu. Para penguasa sekarang dalam kesulitan atas apa yang terjadi di perbatasan. Jika Kau kehilangan posisi ratu, kami akan kalah. Kau telah berteman dengan Pedagang Jin sebelumnya. Pikirkanlah dengan seksama. Jika dia seorang Gongju dari Shilla, Kau mungkin menemukan sesuatu dari masa lalunya yang bisa kita gunakan untuk melawan Raja. Pikirkan dengan seksama!.

Haedoju: Wooyung Gongju.

KEMUDIAN

Sadokwang: Apakah kau sudah mengirim pesan ke Sataek Giroo?

Pria: Ya.

Sadokwang: Lalu, mengapa dia masih belum mengirimkan jawabannya? Dia pasti memiliki jawabannya. Aku yakin itu …

KEMUDIAN

Goosan: Chunmyung Gongju sedang mencarimu …

Giroo: Shilla sedang mencariku; Baekje juga mencariku. Kau tidak mengerti aku, kan? (Berdiri) Aku mengambil satu langkah … kemudian satu lagi … kemudian yang lain … langkah lain … Sekarang, jalan kegelapan ini telah menjadi milikku. Aku tidak bisa berhenti sekarang. Dan memang  aku tidak akan berhenti. Mengapa aku satu-satunya yang harus berhenti?

KEMUDIAN

Chunmyung: Baekje belum menghubungimu?

Giroo: Baekje tahu segala hal tentang Sunhwa Gongju. Itulah mengapa para bangsawan mencoba untuk memunculkan masalah untuk menentang perjanjian damai ini.

Chunmyung: Masalah apa?

Giroo: Sunhwa Gongju aktif di Baekje sebelumnya, jadi jika kita bisa memunculkan sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain berpikir kalau mereka berkomunikasi dengan raja Shilla pada saat itu. Jika tidak, lakukanlah apa saja untuk menodai nama baik dari raja Baekje itu.

Chunmyung: Ya. Ini pasti cukup. Pergilah dan kirim pesan ini.

KEMUDIAN

Sunhwa: Kita harus berpisah sekali lagi.

Jang: Tapi kali ini, ada batasan waktunya.

Sunhwa: (menghela napas) Ya …

Jang: Kau mendesah begitu keras aku takut kita tidak bisa menikah karena kau menghilang.

Sunhwa: Tidak …

Jang: Aku khawatir tentang itu juga!

Sunhwa: Itu tidak akan terjadi lagi.

Jang: Jangan menghela napas lagi. Sebaliknya, tunggulah waktunya  kau akan datang ke sini, setelah aku menyelesaikan semua persiapan menyambutmu.

Sunhwa: Ya, aku tidak akan menghela napas lagi. Sebaliknya, aku akan menunggu hari itu dengan tekun.

Jang: Bagaimana seseorang menunggu dengan tekun?

Sunhwa: Jika kau melakukan sesuatu dengan tekun, waktu akan berjalan cepat.

DI LUAR

Jang dan Sunhwa saling memberi hormat satu sama lain.  Setiap orang mengawasi kepergian Sunhwa.
KEMUDIAN

Sadokwang: Apakah Chunmyung Gongju benar-benar mengatakan itu?

Giroo: Ya. Ini tidak akan menjadi peristiwal yang dibuat-buat yang direncanakan oleh kedua belah pihak seperti dalam kasus sebelumnya. Ini memang benar-benar terjadi. Aku juga pikir ini adalah peristiwa besar. Pertimbangkan ini.

KEMUDIAN

Jang: Kapan hukum sistem yang baru siap?

Mokrasu: Menurut Yurim, mereka hanya perlu untuk menyelesaikan rencana tentang pembangunan bendungan air. Yang mungkin siap sekitar dua minggu lagi.

Jang: Begitu undang-undang baru ditetapkan, semua pasukan pribadi akan dikurangi sesuai dengan jumlah yang telah ditetapkan sebelumnya.. Bersiaplah untuk itu.

Sadokwang: Ya, Pei Ha. Namun Pei Ha, aku pernah mendengar desas-desus yang aneh, tapi aku takut untuk memberitahumu.

Jang: Apa itu?

Sadokwang: Selama revolusi, sementara kau sedang bergerak menuju ke Savisong, aku mendengar kalau pasukan Shilla membantumu.

Baekjang: Apa? Omong kosong macam apa itu?

Sadokwang: Aku pikir juga begitu. Tapi aku mendengar ini dari sumber yang terpercaya. Pei Ha. Apakah ini benar?

Jang: Tidak, itu tidak benar.

KEMUDIAN

Bangsawan: Apa itu?

Baekjang: Aku pikir Sadokwang menemukan sesuatu.

Bangsawan: Apa? Jika itu benar, maka …

Baekjang: Jika itu benar, ini akan memecahkan semua masalah kita.

Bangsawan: Bagaimana?

KEMUDIAN

Wangoo: Ia berbicara tentang fakta mengenai pasukan Shilla telah datang ke Wansangoo.

Mokrasu: Apakah itu benar-benar terjadi?

Daejang: Ya. Pasukan Shilla datang untuk mengawal Sunhwa Gongju pergi. Karena sejumlah besar pasukan melalui Wansang, itu tidak aneh kalau mereka tahu. Tapi tetap saja itu tidak benar kalau kami mendapatkan bantuan dari mereka.

Wangoo: Aku tahu, tapi seperti yang kita takutkan waktu itu, fakta kalau pasukan Shilla datang akan menjadi masalah besar bagi dirinya sendiri.

Jang: Aku bisa menjelaskannya.

Daejang: Kau akan terlihat seperti ingin berdalih. Itu bukan pertemuan resmi, tetapi dilakukan secara rahasia … kita tidak punya alasan yang kuat!

KEMUDIAN

Ibu suri: Apa maksudmu?

Haedoju: Apakah itu benar-benar terjadi?

Sadokwang: Ya. Sementara Pei Ha sedang bergerak menuju Savisong, pasukan Shilla bertemu mereka di Wansang.

Ibu suri: Jika itu benar, itu masalah besar.

Haedoju: Kita tidak seharunya membiarkan dia lolos untuk yang satu ini.

Wooyung: Dari mana kau mendapatkan informasi ini? Bisakah kau membuktikan ini?

Sadokwang: Ya, Kau dapat mempercayai sumbernya. Kita semua tahu dia.

Ibu suri: Siapa itu.

Sadokwang: Mantan Weesajapyung, Sataek Giroo. Pedagang Abiji, yang memiliki kontak dekat dengan Shilla, sedang membantu Sataek Giroo berhubungan dengan Chunmyung Gongju. Chunmyung Gongju sedang menentang pernikahan aliansi juga, jadi dia memeiliki niat yang sama dengan kita. Itu sebabnya dia bersedia membantu kita. Ini bukan cerita yang dibuat-buat.

Wooyung: Apakah kau mengatakan kalau pasukan Shilla benar-benar membantu selama revolusi?

Sadokwang: Itu tidak benar. Raja Shilla yang mengirim pasukan untuk mengawal Sunhwa Gongju, dan Pei Ha segera mengirim mereka kembali..

Haedoju: Itu tidak penting. Fakta kalau pasukan Shilla menginjak tanah Baekje, adalah yang terpenting.

Sadokwang: Ya, kita bisa menuduh raja melakukan pengkhianatan untuk itu. Kita juga dapat mengatakan kalau ia diam-diam berkomunikasi dengan raja Shilla. Raja sudah menyangkal kalau hal seperti itu terjadi.

Haedoju: Hal pertama yang harus kita lakukan adalah melakukan pertemuan para bangsawan untuk meminta sidang resmi dari raja. Dalam situasi ini, kita memiliki hak untuk meminta raja muncul di Dewan Istana.

Ibu suri: Untuk memanggilnya ke Dewan Istana?

Haedoju: Ya. Hal ini ada hubungannya dengan keamanan nasional, sehingga kita pasti dapat melakukan hal ini.

KEMUDIAN

Suara: Pertemuan para bangsawan dimulai. Setiap orang harus datang menghadirinya.
Sadokwang: aku mendapat tahu kalau raja bertemu prajurit Shilla selama revolusi. Sebagai rakyat Baekjae, itu tidak bisa dibayangkan!

Baekjang: Itu benar.

Sadokwang: Itu bisa berarti kalau ia berhubungan dengan Raja Shilla sebelum perjanjian damai ini muncul. Raja telah menyembunyikan ini dari kita. Aku menulis dokumen untuk memanggil raja untuk audiensi publik. Baca ini dengan seksama, dan semua orang di antara para bangsawan distrik harus menandatanganii ni.

Semua: Ya, pasti!

KEMUDIAN

Wangoo: Pei Ha. Kita sedang dalam kesulitan.

Jang: Ada apa?

Wangoo: Para bangsawan penguasa distrik engadakan rapat resmi untuk memanggilmu untuk audiensi publik.

Jang: Apa? Mereka mengambil langkah sejauh ini?

Wangoo: Ya, Pei Ha. Sebuah sidang terbuka adalah sesuatu yang tidak dapat kau tolak.

KEMUDIAN

Sadokwang: (Kepada Wooyung) Tanda tangani ini, dan sebagai pemimpin kami, kau harus menjadi juru bicara kita selama sidang raja. Dengan ini, pernikahanmu dengan raja terjamin. Di sini …

KEMUDIAN

Sadokwang: Pei Ha, pertanyaan-pertanyaan ini diajukan dalam pertemuan para bangsawan. Tolong, jawablah dengan sejujurnya.

Wooyung: Apakah benar kalau selama pemberontakan, pasukan Shilla menemui kau di Wansang ketika Pei Ha sedang bergerak menuju Savisong?

Jang: Ya.

Wooyung: Dalam pertemuan sebelumnya, kau telah menyangkal ini.

Jang: Itu karena …

Wooyung: Pasukan datang, tapi mereka tidak melakukannya untukmu?

Jang: Itu benar.

Wooyung: Apakah Kau berkomunikasi dengan pasukan Shilla sebelumnya?

Jang: Tidak, aku tidak melakukannya.

Wooyung: Lalu apa alasan tentara Shilla ada di sana?

Jang: Raja Shilla mencemaskan keselamatan Sunhwa Gongju.

Wooyung: Apakah itu berarti Kau berkomunikasi dengan Raja Shilla?

Jang: Tidak

Wooyung: Lalu, apakah Kau memperlakukan mereka sepertii kau harus memperlakukan mereka sebagai pasukan musuh?

Jang: Tidak, aku tidak melakukannya.

Wooyung: Raja Shilla mengirim tentaranya tanpa persetujuanmu. Jika Kau tidak mengambil tindakan yang tepat untuk memperbaiki hal ini, berarti kau berkomunikasi dengan dia sebelum itu.

Jang: Apa sebenarnya yang ingin kalian ketahui?

Sadokwang: Pei Ha, kita memiliki hak untuk mengetahui segala sesuatu selama audiensi publik. Kita harus mendengar dari kau terlebih dahulu agar kita dapat mengambil keputusan yang tepat.

KEMUDIAN

Daejang: Pengunduran diri secara paksa?

Mojin: Mereka dapat menurunkan raja karena masalah ini!

Mokrasu: Apapun tindakan raja, masalah sesungguhnya terletak pada semua bangsawan yang telah bersatu melawan dia.

Mojin: Itulah yang aku katakan. Jika mereka memutuskan audiensi publik dengan kesepakatan bulat, mereka dapat membawa hal ini ke Ibu suri, dan dia akan memiliki hak untuk memutuskan.

Daejang: Apakah mereka benar-benar melangkah sejauh itu?

Mojin: Ini adalah pertarungan di antara kekuasaan. Raja Jinji dari Shilla diturunkan setelah bangsawan bergabung melawan dia, menyerahkan tahta kepada raja yang sekarang ini. Raja Baekje Savang diturunkan karena satu-satunya alasan dia masih terlalu kecil untuk menjadi raja.

Daejang: Tapi apakah mereka benar-benar akan menurunkan dia?

Mokrasu: Mungkin tidak melakukan penurunan tahta. Tapi mereka akan meminta kompromi.

KEMUDIAN

Sadokwang: Kami akan menulis keputusan dari pertemuan bangsawan kami,  Berikutnya ibu suri, kau harus memutuskan apa yang harus dilakukan.

Ibu suri: Baiklah, aku akan memberitahumu. Kau lakukan semuanya dengan cepat.

Sadokwang: Jangan khawatir.

KEMUDIAN

Jang: Kapan mereka akan membawa keputusan mereka tentang kasus ini?

Wangoo: Besok.

Para cendekiawan meminta ijin untuk bertemu dengan Jang.

Jang: Apa yang terjadi?

Cendekiawan 1: Pei Ha. Kami benar-benar benci untuk menunda pelaksanaan hukum yang baru, tapi Pei Ha … ini bukan waktu yang tepat. Sekarang, Kau harus menenangkan para bangsawan.

Mokrasu dan Daejang masuk ke ruangan

Jang: Ada apa?

Daejang: Pei Ha … ini bukan waktu yang tepat. Ini sangat berbahaya untuk mendorong diterapkannya undang-undang baru tanpa dukungan siapa pun.

Jang: Apa pendapatmu, guru?

Mokrasu: Pei Ha. Semua dari kita akan berada di belakang dan mendukungmu ketika saatnya tiba. Tapi sekarang …

Jang: Jika tidak sekarang, kapan?

Daejang: Pei Ha, kami akan menunggumu. Tapi sekarang, Kau harus bertahan terhadap serangan ini.

Mokrasu: Ya, Pei Ha. Jika tidak …

Jang: Mereka akan menurunkan aku?

Mokrasu: Mungkin tidak, tetapi jika para bangsawan penguasa mengumumkan ini kepada masyarakat umum, itu menjadi cerita yang berbeda. Rakyat akan menarik dukungan mereka padamu setelah ini. Tidakkah kekuasanmu ada pada rakyat? Rakyat tidak bisa memahami seperti yang telah kami lakukan. Dan tanpa dukungan mereka, hukum yang baru ini dan semua impianmu tidak akan masuk akal lagi. Kita semua akan menunggumu. Dan kami akan bekerja untukmu kapanpun masa-masa itu datang. Tapi sekarang, berkompromilah dengan mereka.

KEMUDIAN

Wooyung berpikir.

Suara Ibu suri: Kau pergi dan buatlah kesepakatan dengannya. Entah dia menikahimu dan menyerah untuk mengembalikan sistem ke masa sebelum peperangan Kwansangsung, atau ia akan diturunkan dari tahta. Katakan padanya itu adalah keputusan akhirku.

KEMUDIAN

Wooyung: Pei Ha … hanya ada satu solusi.

Jang: Mari kita lakukan. Jika Kau benar-benar bersikeras akan melakukan jenis perkawinan itu, mari kita lakukan. Jika Kau ingin menghancurkan rencanaku, dan menghancurkan harapan rakyat,  mematahkan cinta dan hidupku … jika Kau masih harus melakukan ini, mari kita lakukan. (Berdiri dan memandangnya) Sebenarnya, aku akan melakukannya! (Dengan nada penuh kemarahan) Aku pasti akan menikahimu!

Wooyung terkejut dan memandangnya dengan mata terbelalak, Jang menatapnya dengan marah.

17 comments on “Song Of The Prince [Seo Dong Yo] – Episode 53

  1. deh giroo gitu gitu amat sih. makanya aku lebih suka cek, ngak berbelit-belit, bisa langsung cair, apalagi cash, to the point , jujur terang-terangan.

  2. weleh…weleh…weleh…..apa2an ini….!!! masalah apalagi yg akan terjadi….,aaammmmpppyyiiuuunnn,….hah….cape’ aq bacanya…., !!! langsung saja dec…55…!!!…lg ppuuyyyeeeennggg…niccc….keburu dikejar deadline…..!!! nanti ndak sempat baca….!!! 55 ya?? ditunggu….!!!

  3. gak sabar nih ko andy nunggu selanjutx…..tetap semangatx…..udah gak sabar….. Awaasss ya Giroooo….ntar kalo ketemu di jalan hehehe…….

    • ga buat sinopsis modern, tapi kalau kamu mau liat sinopsis kayak gitu coba cari di kadorama-recaps.blogspot.com, princess-chocolates.blogspot.com, zoladiaries.blogspot.com, ato meylaniaryanti.wordpress.com …. dan masih banyak blog lain yang sediakan sinopsis drama modern … aku fokus ke drama kerajaan … hehehehe … ini aja masih banyak yang kurencanakan ku buatin sinopsisnya😀

    • ho oh … udah tamat liatnya …. hehehehe …. ini juga banyak banget yang minta …. jadi ntar kulanjuit huh joon dulu sambil coba buat Yi San😀

  4. aku paling sneng sm ep satu ini,gk bosen2 dibaca..soalny pernah inget jang bilang klo krn maslah status dia akan jd raja beakje..n klo krn masalah negara..mk dia akn mnyatukan 2 negara…ternyata terwujud jg..sigh…btw huh joonny msh dilanjutin kan?

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s