Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 21

Hur June menuruni gunung meninggalkan Kuil Samjeuk untuk mengikuti Ujian Medis Nasional.

Sementara itu, Ilsuh sedang berada di luar rumah menantikan istrinya yang mau melahirkan. Yangtae mendatanginya dan bertanya ada apa, Ilsuh saking gelisahnya tidak dapat menjawabnya.

Di dalam, Nyonya Son (ibu Hur June) membantu istri Ilsuh melahirkan. Ilsuh dan Yangtae bersama-sama menunggu kelahiran anak Ilsuh di luar rumah.

Tak berapa lama kemudian terdengar suara bayi menangis. Yangtae mengatakan  mendengar suaranya yang keras pasti itu adalah anak laki-laki, Nyonya Son membuka jendela dan memberitahu Ilsuh kalau anaknya perempuan, Ilsuh menjadi pusing kepalanya ^^.

Kemudian Ilsuh menemui istrinya, istrinya menangis sedih karena tidak dapat memberikan anak lelaki, tapi Ilsuh berusaha menghiburnya dan mengatakan kalau ia juga senag anak perempuan. Istrinya justru menangis tambah sedih, Ilsuh jadi ikut menangis. (Lucu … Lucu banget liat pasangan ini … hahahahha :D)

KEMUDIAN

Hur June sudah dekat dengan rumahnya, ia berjalan melewati seorang wanita yang memikul kayu bakar, Hur Junr awalnya tidak memperhatikan, tapi kemudian Hur June membalikkan badan dan menemukan wanita itu ternyata istrinya, Dalhee. Dalhee sangat senang bertemu dengan Hur June, ia menangis bahagia, sedangkan Hur June sendiri merasa miris hatinya melihat betapa Dalhee sampai memikul kayu bakar untuk keperluan memasak.

Hur June dan Dalhee pulang ke rumah, Hur June menjenguk anaknya yang tidur, membelai kepalanya dengan sayang. Hur June merasa menyesal karena sampai sebesar ini, ia sebagai ayah tidak melakukan apapun.

Hur June juga mengatakan kalau ia merasa malu untuk menatap Dalhee karena Dalhee semakin kurus dan menderita disebabkan olehnya. Dalhee dengan lemah lembut menghiburnya dan mengatakan kalau sebenarnya Hur June lah yang justru mengalami masa-masa yang lebih sulit daripada mereka. Hur June sangat tersentuh, ia menghampiri Dalhee dan memeluknya. Hur June mengatakan pada Dalhee untuk mengawasi semua usahanya. Hur June berjanji kalau ia tak akan membiarkan semua masa sulit yang dilalui oleh Dalhee berlalu begitu saja, Hur June berjanji kalau ia tak akan mengecewakan pengorbanan istrinya. Hati Dalhee merasa hangat dan bahagia.

Nyonya Son pulang dan memanggil Gyeum (anak Hur June dan Dalhee) dari luar kamar, sementara Hur June masih berpelukan dengan istrinya, sehingga mereka berdua saling melepaskan rangkulan. Nyonya Son melihat ada sepasang sandal lelaki di depan rumah, Dalhee membuka pintu dan Nyonya Son bertanya apa ada yang datang, Hur June keluar dari rumah menemui ibunya. Nyonya Son terkejut dan senang.

Hur June menanyakan kabar ibunya, dan dijawab kalau mereka baik-baik saja, ia melakukan beberapa pekerjaan menjahit dan sepele di sekitar desa dan jika musim panas tiba ia dan Dalhee akan bercocok tanam di ladang di Osipgol. Hur June meminta ibu dan istrinya menunggu untuk sedikit lama lagi dan ia akan meringankan beban hidup mereka sekeluarga. Ibunya mengiyakannya dan bertanya mengenai pelajaran medis yang ia pelajari dari Rahib agung. Hur June tersenyum bangga dan mengiyakannya, ia mengatakan kalau dirinya akan mengikuti Ujian Medis Nasional yang akan berlangsung sebentar lagi. Nyonya Son heran, karena Doji sudah pergi ke Seoul sejak 3 bulan lalu, bahkan ada beberapa dokter yang lebih dulu berangkat sebelumnya. Nyonya Son bertanya apakah ia tidak terlambat untuk mengikuti Ujian itu.

Hur June menjawab kalau masih ada waktu 10 hari, dengan jarak 300 km dari Seoul, maka ia akan bisa sampai di Seoul sebelum hari ujian  kalau ia berjalan 40 km setiap hari dengan mengambil rute Guhchang, Moojoo, Youngdong dan Beoun. Ibunya kuatir kalau ia terlalu lelah dalam perjalanan yang nantinya mempengaruhi dirinya dalam Ujian.

Dan ibu Hur June bertanya bagaimana dengan biaya perjalanannya. Hur June terdiam, tapi Dalhee menyerahkan sejumlah keping tembaga di hadapan mereka dan mengatakan kalau itu adalah tabungannya untuk menghadapi hal-hal penting seperti ini dari hasil menabung sedikit demi sedikit uang yang ia dapat dari pekerjaannya di kediaman dr. Yoo.  Nyonya Son kaget mendengar Dalhee mau bekerja di tempat itu yang telah mengusir Hur June dengan dingin. Dalhee mengatakan kalau ia bersedia menerima penghinaan apapun demi Hur June. Hur June dan ibunya hanya bisa mengawasi Dalhee dengan kekaguman dan rasa terharu.

Keesokan paginya, Hur June berpamitan pada ibu dan istrinya, Hur June memeluk anaknya sebelum pergi dan meminta Ynagtae untuk menjaga keluarganya selama ia pergi. Yangtae mengatakan padanya untuk jangan khawatir.

Hur June kemudian berangkat tapi belum lama ia keluar dari rumahnya, Hur June bertemu dengan dr. Yoo di tengah jalan, mereka saling mengawasi, Hur June memberi hormat pada dr. Yoo, dr. Yoo hanya melihatnya sekilas kemudian pergi.

Di tengah perjalanannya, saat sampai di suatu kedai minum, Hur June bertemu dengan Ahn Kwang Ik yang mengatakan kalau ia telah menduga kalau Hur June akan mengambil jalan ini menuju Seoul dan sengaja menunggunya seharian.

Ahn Kwang Ik memberikan sejumlah uang untuk bekal, Hur June menolaknya, tetapi Ahn Kwang Ik tidak mempedulikannya dan beranjak pergi menuju ke Kuil Samjeuk.

Dengan apa boleh buat, Hur June menerima uang bekal itu dan hatinya merasa berterimakasih pada gurunya yang satu ini. Sebelum meninggalkan Hur June, Ahn Kwang Ik menyerahkan sepucuk surat dari Ye Jin. Ahn Kwang Ik juga dengan bercanda kalau ia akan memberi selamat pada Hur June jika ia gagal dalam ujian ….

Suara Ye Jin:

“Di dalam puisi Lee Sang Eun, penyair dari kerajaan Tang (China), ada sebuah frasa :

Musim Semi yang kelima belas bersedih tanpa alasan, aku menangis dengan memegang tali yang berayun, menghadapkan wajahku ke arah lain.

Saat aku berumur 15 tahun, aku teringat kalau aku menangis saat membaca puisi itu. Sekarang …  aku menangis sambil tanganku memegang batangan bambu kering, melihat para pasien yang kembali ke Kuil dengan punggung mereka menghadap matahari yang terbenam setelah mengumpulkan tanaman obat. Dan aku merasa sangat malang karena tidak dapat berbagi nasib dengan mereka karena kurangnya keahlian pengobatanku, aku merasakan kekosongan yang ditinggalkan olehmu semakin besar.

Jika apa yang kau ambil  sekarang adalah jalan untuk menjadi seorang dokter yang sungguh-sungguh bersimpati dengan para pasien, maka aku akan bersungguh-sungguh mendoakan agar kau lulus dalam ujian ini. Kumohon jadilah dokter kerajaan, dan angkatlah penderitaan para pasien yang hidup dalam hukuman dari Dewa.”

Hur June melanjutkan perjalanannya menuju ke Seoul untuk mengikuti ujian.

Ia sampai ke suatu kedai dan menanyakan pada nyonya pemilik kedai tentang tempat menginap, yang dijawab kalau kamar di mana para dokter menginap sangatlah mahal, Hur June menyahutnya kalau ia tidak bisa tidur di luar dengan hawa sedingin ini, nyonya itu kemudian menawarinya kamar para asisten dokter itu, yang tentunya harga juga lebih murah.

Hur June bersedia mengambil kamar itu. Nyonya itu memanggil salah satu pesuruh, Dolswe yang disuruhnya mengantar Hur June ke kamar para asisten.

Hur June diantar ke kamar dan mau beristirahat, ternyata ada Yeongdal di sana. Yeongdal heran dan menanyainya kenapa ada di tempat itu. Hur June menjawab kalau ia mau ke Seoul untuk mengikuti Ujjian Medis.

Yeongdal kemudian ke kamar para dokter dan memberitahu Doji mengenai keberadaan Hur June yang juga akan ikut Ujian Nasional. Ohgun terheran-heran dan Doji menjadi tidak tenang  hatinya.

Hur June dan Yoo Doji, yang diiringi  Ohgun dan Yeongdal, berpapasan saat di kedai, Hur June memberi hormat pada mereka, Doji mengatakan pada Ohgun kalau ia akan berjalan-jalan, Yeongdal mengikutinya.

Ohgun menghampiri Hur June dan bertanya apakah ia benar-benar akan mengikuti Ujian Medis Nasional. Hur June mengiyakannya. Ohgun menanyainya apakah ia mendapatkan lagi surat rekomendasi dari mantan menteri yang tinggal di Changyung. Hur June menjawab tidak.

Ohgun tidak peduli apakah ia mendapatkan surat itu atau tidak tapi yang pasti sulit bagi Hur June untuk lulus dari Ujian Medis kalau hanya mengandalkan kemampuan Hur June saat ini, karena ternyata banyak sekali dokter di dunia ini, bahkan di tempat mereka menginap ada 10 dokter, dan penginapan di mana-mana penuh oleh para dokter yang akan ikut Ujian Medis. Jadi di antara mereka, yang seperti segerombolan anjing menuju Seoul, ada Hur June. Sangatlah sulit bagi seseorang seperti Hur June yang tidak belajar ilmu pengobatan secara teratur dan sistematis. Ohgun mengatakan padanya kalau jangan membuang waktunya sia-sia.

Tak berapa lama, Hur June melihat pesuruh tadi, Dolswe, bertingkah laku mencurigakan dan pergi ke belakang kedai. Di sana ia melihat seorang wanita tua yang ternyata ibu Dolswe. Dolswe membawakan makanan bagi ibunya, ketika ia akan pergi, Dolswe terkejut melihat Hur June sedang mengawasi mereka, dan memohon padanya supaya tidak memberitahu kejadian ini pada Nyonya pemilik kedai. Hur June mengatakan tidak akan melaporkannya dan bertanya mengapa ia membebat kepalanya seperti itu, Dolswe menjawab kalau ia sudah terkena sakit gigi selama 3 bulan tapi ia tidak punya uang untuk membayar dokter jadi terpaksa ia hanya dapat menahan sakit dan membiarkannya. Hur June berkata padanya kalau ia akan menyembuhkan sakit gigi Dolswe, menyuruhnya ke kamar tempatnya menginap setelah selesai bekerja dan ia akan mengobati Dolswe.

Malam hari …

Di kamar para dokter …

Para dokter termasuk Yoo Doji sedang tekun mempelajari buku-buku tentang pengobatan. Seorang dokter tertarik dengan buku yang dibaca oleh Doji, sehingga bertanya padanya buku apa itu. Doji menjawabnya kalau buku yang dibacanya adalah Patologi dari pengobatan Kaisar, semua orang terkejut.

*Patologi Pengobatan Kaisar adalah buku terbaik yang pernah dituliskan semasa Huhan di China.

Dokter lain menanyainya apakah itu benar adalah buku Patologi Pengobatan Kaisar. Dokter pertama yang bertanya pada Doji tidak mengetahuinya, dokter ketiga menegurnya bagaimana dokter itu bisa mengikuti ujian tanpa tahu buku Patologi Pengobatan Kaisar. Dokter kedua menjelaskan kalau buku itu adalah buku terbaik yang pernah ada di antara buku-buku kuno tentang pengobatan China.  Dokter ketiga mengatakan kalau Buku itu sangatlah langka dan hanya ada di perpustakaan Rumah Sakit Istana dan tidak boleh dibawa keluar. Doji menyahutinya kalau di antara para pejabat ada yang menjiplak dan menjualnya, dan ia membelinya dari mereka dengan harga yang sangat mahal.

Dokter pertama bertanya apakah soal-soal ujian nantinya akan keluar dari buku itu, dokter kedua menjengek, dan mengatakan kalau Doji bukanlah pengujinya jadi dari mana ia akan tahu. Tapi karena buku semacam itu sangat langka maka ada kemungkinan kalau soal-soal ujian akan keluar dari buku itu.

Dokter pertama meminta Doji untuk meminjamkan sebentar buku itu padanya, tapi Doji menolak dengan tegas, apalagi bukankah sebenarnya mereka itu adalah saingan, jadi mana mungkin ia akan memberikan kesempatan pada saingannya. Dokter pertama sangat jengkel dan ia merencanakan sesuatu.

KEMUDIAN

Larut Malam

Hur June masih membaca buku pengobatan miliknya, Dolswe mendatanginya. Hur June keluar kamar. Sementara itu di kamar para dokter, dokter pertama berusaha mencuri buku dari buntalan Yoo Doji. Hur June di luar sedang memeriksa gigi dari Dolswe. Ia kemudian memberikan resep dari bahan-bahan obat yang mudah dicari tanpa membeli.

Hur June: Kau dapat merebus saus kedelai dan menekannya di daerah yang membusuk atau menumbuk buah ash berduri menjadi bubuk dan rebus dengan garam kemudian berkumurlah dengan itu.

Dolswe: Buah ash berduri? Apakah kau maksudkan tanaman lada China?

Hur June: (mengangguk) Benar, kau juga dapat mengisi lubang dari sarang lebah dengan garam, bakar sampai terlihat keemasan di atas api kecil dan tumbuk sampai menjadi bubuk halus. Isilah lubang gigimu yang membusuk dengan bubuk itu, atau membubuhkannya ke atas permen karet yang kemudian kau kunyah juga akan membantu. Juga buatlah kodok kering sampai jadi bubuk halus, isilah lubang gigimu yang busuk dengan itu kemudian ludahkan keluar. Jangan pernah menelannya! Jika kau melakukan saranku ini, sakitmu akan hilang dan bengkakmu akan mengempis juga.

Dolswe: Terima kasih …

Tiba-tiba … Seseorang keluar dari kamar para dokter dengan disusul oleh beberapa orang yang berteriak pencuri, Hur June menjegalnya sehingga terjatuh. Ternyata orang itu adalah dokter pertama, semua orang bangun dan terheran-heran apa yang sedang terjadi.

Doji mengatakan kalau dokter pertama tadi berusaha mencuri bukunya, Dolswe menyahutinya kalau Hur June lah yang menangkap orang itu. Doji dengan hati berat mengucapkan terima kasih, Hur June memberi hormat kemudian pergi ke kamarnya.

Di kamar, Hur June teringat dengan isi surat dari Ye Jin.

Suara Ye Jin: Jika apa yang kau ambil  sekarang adalah jalan untuk menjadi seorang dokter yang sungguh-sungguh bersimpati dengan para pasien, maka aku akan bersungguh-sungguh mendoakan agar kau lulus dalam ujian ini. Kumohon jadilah dokter kerajaan, dan angkatlah penderitaan para pasien yang hidup dalam hukuman dari Dewa.

Tiba-tiba terdengar keributan di luar, suara orang yang memohon pertolongan para dokter di kedai. Sang nyonya pemilik kedai terlihat berusaha mengusir dua orang, suami-istri. Tetapi sudah terlambat karena semua orang menjadi terbangun karena suara permohonan itu dan juga karena teriakan dari nyonya pemilik kedai.

Para dokter keluar dan bertanya ada apa, suami-istri itu memohon pertolongan pada para  dokter untuk mengobati ayahnya yang terbaring sakit di rumah.

Para dokter menolak untuk ikut mereka karena mereka akan mengikuti ujian dan besok pagi mereka akan berangkat.  Kedua orang itu memohon dengan sangat …

Yoo Doji juga terbangun, ia membuka pintu kamar dan bertanya apa penyakit orang tua mereka. Mereka menjelaskan gejala-gejalanya, dasar tulang rusuknya seperti terluka dan sakit, perutnya sakit … Dooji menanyakan ini itu, seperti apakah ia cepat marah dan ada bercak biru di wajahnya …. kedua suami-istri itu sangat kagum dan mengiyakan semuanya,

Doji menduga kalau liver orang itu sakit, semua orang sangat kagum dengan diagnosa dari Doji, yang hanya mendengar gejalanya dapat menentukan penyakit yang diderita oleh pasien tanpa melihat pasien itu sendiri.  Yoo Doji mengatakan kalau ia akan menuliskan resep obat Hwajemoon dan menyuruh mereka membeli obatnya di toko obat.

*Hwajemoon adalah resep obat untuk mengobati penyakit liver

Suami istri itu sangat kecewa pada Doji dan semua dokter karena tak ada seorangpun yang mau menjenguk ayah mereka. Tapi Doji mengatakan kalau mereka semua akan menempuh perjalanan yang panjang sehingga tidak dapat menemui pasien.

Sang Istri menyahut kalau dokter di kota mereka sedang keluar kota sekarang sehingga walaupun mereka mendapatkan resep itu tak akan ada gunanya karena toko obat pasti tutup jadi ia minta supaya salah seorang dokter ikut mereka untuk melakukan akupungtur untuk mengobati ayah mereka.

Yoo Doji mengatakan kalau akupungtur hanya akan dilakukan pada mereka yang membutuhkan bukan pada sembarang orang.  Doji mengatakan kalau nereja  harus pergi besok jadi ambil resep itu atau pergi. Hur June hanya terdiam mengawasi semua kejadian itu.

Suami istri itu terus memohon untuk pertolongan dokter, tapi para dokter tidak mempedulikan permohonan mereka dan kembali ke kamar, Yeongdal mendorong si suami dan menyuruh mereka untuk diam. Suami istri itu merasa putus asa dan menangis dengan tersedu-sedu karena tak ada seorangpun yang mau menolong mereka.

Hur June akhirnya tak tega dan mengambil keputusan untuk menolong mereka. Ia mengatakan akan ikut dengan keuda suami-istri itu untuk menolong orang tua malang itu.

Mulanya kedua suami-istri itu meragukan Hur June karena ia terlihat seperti orang biasa bukan dokter, tapi Dolswe mengatakan kalau Hur June benar-benar dokter dan telah memberikan cara untuk mengobati sakit giginya tanpa ia harus pergi ke toko obat.

Tapi setelah ditanyakan, ternyata rumah suami-istri  itu berkebalikan dengan jalan menuju ke Seoul, sekitar 3 km dari kedai itu, tapi sang suami mengatakan kalau ada jalan pintas jadi sebenarnya tidaklah sejauh itu. Hur June mengambil semua barangnya dan pergi mengikuti kedua suami-istri itu, Yeongdal melihat semua itu.

DI KAMAR DOKTER

Dokter ketiga tidak bisa tidur jadi ia membaca buku, Yeongdal masuk ke kamar dan memberitahu Doji kalau Hur June pergi menolong kedua suami istri itu walaupun berarti harus jalan mundur sejauh 3 km. Ohgun mengatakan kalau memang Hur June seorang yang gila melakukan semua itu tanpa ada imbalan uang, jadi sia-sia saja.

Tapi dokter kedua mendengar mereka menyebutkan nama Hur June dan bertanya apa itu benar Hur June. Yeongdal mengiyakannya. Ohgun bertanya kenapa ia bertanya itu. Dokter ketiga balik bertanya apakah Hur June yang mereka maksud adalah Hur June yang menyembuhkan istri dari mantan deputi perdana menteri yang terkena sakit lumpuh yang kemudian menghilang seperti angin, tanpa kabar. Doji merasa hatinya kacau.

Ohgun mengatakan kalau Doji lah yang menyembuhkannya ketika penyakit itu timbul kembali. Dokter kedua menyesal tidak mengenali Hur June karena penampilannya yang lusuh sehingga gagal dari sejak awal untuk mengenalinya kalau di depan matanya ada seorang  dokter yang hebat, sehingga melewatkan kesempatan untuk mempelajari sesuatu darinya.

Ia kemudian mengajak dokter kedua, dr. Jung, untuk menyusul Hur June dan melilhat caranya merawat pasien. Dr. Jung ragu-ragu mengenai jaraknya, tapi dokter kedua memaksanya pergi dan mengatakan kalau kelumpuhan adalah penyakit yang sangat sulit untuk disembuhkan tapi penyakit liver juga sama, jadi bukan hal yang merugikan menyusul Hur June dan melihat bagaimana ia menyembuhkan penyakit itu. Bahkan mungkin ini akan membantu mereka dalam ujian. Akhirnya dr. Jung tergerak dan setuju. Mereka segera berkemas dan beranjak pergi. Doji hanya mengawasi mereka dengan hati yang tidak tenang.

Kedua dokter itu bertanya ke mana arah Hur June pergi pada nyonya pemilik kedai, Dolswa mengatakan kalau ia akan mengantar mereka. Mereka bertiga berhasil menyusul Hur June. Kedua orang itu memperkenalkan diri mereka pada Hur June sebagai Woo Gongbo dari Danyang dan Jung Sang Goo dari Bonghwa, mereka pergi bersama-sama dengannya ke rumah pasien ingin melihat bagaimana Hur June menyembuhkan pasien itu.

Mereka semua sampai di rumah kedua suami istri itu pada pagi harinya, sesampainya di sana Hur June berusaha memeriksa kondisi orang tua itu, tapi si orang tua keras kepala dan tidak mau diperiksa karena ia sudah pasrah karena kondisi mereka yang sangat miskin sehingga tidak bisa membayar obat dan dokter.  Hur June mengatakan hal yang sebaliknya, kalau tugas dokter yang utama adalah menyembuhkan penyakit bukan mencari uang. Hur June kemudian berusaha memeriksa penyakitnya tapi ditolak oleh orang tua itu dan mengatakan kalau tidak ada tulang yang tidak berderak di seluruh tubuhnya, jadi ia sudah pasrah jika mati.

Hur June: Piring yang retak dapat dipakai lebih lama lagi jika dirawat dengan baik.  Obat pertama untuk menyembuhkan penyakit  adalah keinginannya untuk berjuang melawan penyakit di tubuhnya sendiri! Kau masih punya cukup energi, jadi aku yakin kalau kau nanti dapat bangun lagi.

Anaknya, sang suami tadi, membujuk ayahnya dan mengatakan kalau Hur June adalah orang yang berhasil menyelamatkan orang yang hampir mati di Sanum.

“Kalau begitu apakah aku akan hidup?”, tanya orang tua itu. Hur June meminta ijin untuk memeriksa nadinya. dr. Jung mengatakan kalau wajahnya tidak bercahaya dan jari-jari orang ini mengering, jugA terlihat kalau wajahnya sedikit kebiru-biruan jadi pasti sulit.

Hur June menanyai apakah orang tua itu sering ketakutan tanpa sebab, orang tua itu menjawab kalau ia sering melihat hantu. Hur June melanjutkan menanyai apakah sakitnya tidak terasa saat pagi tapi memburuk saat siang dan berkurang saat tengah malam, dan sepertinya penglihatannya juga berkurang. Orang tua itu mengiyakannya.  Hur June mengatakan kalau itu semua karena livernya lemah, dan ia ingin melihat kaki orang tua itu, tapi ditolak oleHnya karena kakinya belum dicuci. Hur June tetap memaksanya dan mengatakan kalau ia ingin memeriksa nadi dari livernya. Anak dari orang tua itu keheranan sehingga ia bertanya mengapa ia memeriksa kaki padahal liver ada di dalam dada.

Hur June: Ini adalah Jogeumgyo, titik nadi  di mana semua nadi yang akan naik ke liver berkumpul. (memeriksa nadi di kaki orang tua itu, pada orang tua itu) Kau tidak terluka serius, (pada anaknya)  jadi jika kau merawatnya di rumah, ia akan menjadi lebih baik.

dr. Woo: Di rumah?

Hur June: Pertama-tama, kau tidak boleh terlalu cemas, atau menjadi marah di dalam hatimu atas apapun, jika kau marah yang akan terkena pengaruhnya pertama kali adalah livermu.

dr. Woo: Apa yang dapat mereka lakukan tanpa pergi ke toko obat?

Hur June: Ketika liver seseorang sakit, makanlah buah beri liar atau makan qunce China yang dikukus juga baik. Tapi melihat musimnya, kelihatannya akan sulit mendapatkannya sekarang, jadi carilah bawang pre. Cuci tanpa menghilangkan akarnya. Untuk 2 jengkal ukuran akar, tuangkan 3 cangkir air dan taruh 20 akar. Godoklah sampai airnya berkurang setengah dengan api kecil. Jika kau meminumnya 3 kali sehari, air itu akan menyerang bagian yang sakit dari livermu.

Orang tua itu berterimakasih, dr. Woo dan dr. Jung mengangguk-angguk karena mereka mendapatkan satu pelajaran berharga saat ini.

KEMUDIAN

Yeongdal mendatangi Doji dan Ohgun. Ia mengatakan kalau Hur June belum datang. Doji mengajak mereka semua berangkat.

KEMUDIAN

Hur June membuatkan ramuan obat dan memberikannya pada orang tua malang itu, yang kemudian meminumnya. Hur June mengatakan pada mereka kalau waktunya tepat, sangat baik untuk makan pogonyoung dan hweyang yang digodok.

Hur June menjelaskan Pogonyoung adalah dandelion dan hwehyang adalah dropwort (?). dr. Woo bertanya dropwort yang mana? besar atau kecil?  Hur June mngatakan kalau Dropwort yang besar berasal dari China, yang ada di Korea adalah dropwort kecil.

Hur June percaya kalau tanaman obat yang tumbuh di Korea adalah yang terbaik bagi tubuh orang Korea. Hur June juga menyuruh mereka untuk menggodok ranting dan daun dari pohon weeping (?) willow yang banyak tumbuh di tepi  sungai dan memberikannya pada pagi dan malam hari yang akan menghilangkan penyakit kuningnya.

Orang tua itu bertanya pada Hur June yang akan pergi, apa yang dapat mereka lakukan pada Hur June sebagai balasannya. Hur June menenangkan mereka dan mengatakan kalau ia melakukannya bukan untuk uang.

Keluarga orang tua itu sangat terharu dan menangis.  Anaknya meminta supaya Hur June dan yang lainnya makan pagi dulu sebagai tanda terima kasihnya, Hur June mau menolak tapi mereka bersikukuh sehingga Hur June menerimanya apalagi ia dan yang lain juga merasa lapar.

Di lain tempat …

Ilsuh dan Yangtae akan pergi berburu ke gunung. Tapi Yangtae justru mengajak Ilsuh pergi ke kedai minum daripada ke gunung dengan hawa sedingin itu bisa-bisa mereka mati beku di gunuhg. Ilsuh setuju jadi mereka berdua pergi ke kedai meinum, di sana mereka bertemu dengan kedua pegawai Yoo Wee Tae. Salah satu pegawai mengatakan kalau ada desas-sesus mengenai keberangkatan Hur June ke Seoul untuk ikut Ujian Medis. Ilsuh membenarkannya dan mengatakan kalau ia yakin Hur June pasti lulus ujian itu. Tapi pegawai dari dr. Yoo mengatakan kalau Yoo Doji lah yang akan berhasil sehingga mereka bertaruh untuk Doji maupun Hur June, tiba-tiba istri Ilsuh datang, Ilsuh sangat ketakutan melihat kemarahan istriya, sehingga ia dan Yangtae melarikan diri dan berusaha berburu di gunung.

KEMUDIAN

Dalhee sedang mencuci pakaian, Nyonya Oh mendatanginya dan mengatakan kalau suami Dalhee mengimpikan status sosial yang tinggi yang tidak mungkin digapainya dan Dalhee akan merasakan kesengsaran yang tanpa akhir karenanya. Dalhee terdiam saja. Dalhee juga disuruh membersihkan ruangan dr. Yoo.

Dalhee membersihkan ruangan dr. Yoo dan kemudian dr. Yoo datang.  dr. Yoo menatapnya dan teringat saat Hur June meminta pengampunannya karena telah menerima surat rekomendasi.

Sorenya …

Dalhee di rumahnya bersama-sama ibunya menyulam, di tengah-tengah pekerjaannya Dalhee mengingat … Hur June mengatakan pada Dalhee untuk melihat kalau ia tidak akan membiarkan semua masa sulit yang dilalui oleh Dalhee berlalu begitu saja, Hur June berjanji kalau ia tak akan mengecewakan pengorbanan istrinya.

Ibu Hur June khawatir dengan keadaan Hur June, tapi Dalhee menenangkannya dan mengatakan kalau Hur June akan melakukan yang terbaik.  Ibunya menyahut karena Hur June sudah bertekad bulat, maka akan sangat baik jika ia juga lulus.

KEMUDIAN

Hur June, dr. Woo, dan dr. Jung makan pagi. dr. Woo berkata kalau makan pagi ini adalah bayaran dari menyelamatkan jiwa orang, bagaimana Hur June bisa hidup dalam kesehariannya dan menafkahi keluarganya. Hur June memalingkan mukanya …

dr. Yung juga mengatakan kalau ia memberikan pengobatan gratis, maka semua orang akan berpikir demikian dan mereka tak akan bersyukur pada Hur June atas semuanya. Hur June mengelak semua itu dengan mengajak mereka untuk berangkat.  Mereka bertiga berkemas dan keluar dari ruangan.

Tapi mereka sangat terkejut karena di depan rumah sudah banyak orang berkumpul untuk minta disembuhkan, dengan berbagai alasan ketiga orang itu berusaha menolak, tapi akhirnya Hur June hatinya merasa iba melihat begitu banyak orang sakit di hadapannya sehingga ia memutuskan untuk tinggal setengah hari untuk membantu penduduk desa yang miskin itu. dr. Yung tidak mau ikut-ikutan karena waktunya yang sangat mepet untuk mengikuti Ujian Nasional,  jadi ia pergi, tapi dr. Woo karena respek terhadap Hur June akhirnya tetap tinggal untuk membantu tapi dengan batas waktu tengah hari untuk mereka berangkat. Semua penduduk berterima kasih pada kedua orang itu. Hur June menyuruh penduduk desa itu untuk antri dan kemudian membagi menjadi pria dan wanita, dr. Woo mengurus para wanita, sedangkan Hur June para pria.

4 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 21

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s