Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 24

Huh Joon yang tidak lulus Ujian Medis Nasional pergi kembali ke desa Budne, di provinsi Jinchen, dan mengobati orang-orang miskin disana seperti janjinya pada mereka sebelum berangkat ujian. Walaupun ia gagal mengikuti Ujian Nasional, ia tetap bersemangat dan penuh perhatian dalam merawat orang-orang desa yang datang kepadanya.

Sementara itu di Sanum, Nyonya Son terbaring sakit karena mendengar Hur June tidak lulus bahkan sudah begitu lama tapi masih belum pulang. Dalhee menghiburnya dan mengatakan kalau suaminya pasti pulang, walaupun sebenarnya Dalhee juga dalam hati bertanya-tanya dan merasa kecewa dengan tindakan suaminya.

Yangtae dan Ilsuh menanyakan kabar ibu Hur June pada Dalhee, Dalhee mengatakan kalau tidak apa-apa. Yangtae mengatakan pada Dalhee kalau ia percaya pada Hur June, dan tidak mungkin hanya dengan alasan gagal pada Ujian ia sudah tidak mau kembali lagi, pasti ada alasan lain, jadi Yangtae menghibur Dalhee dan mengatakan padanya supaya tidak khawatir.

Ilsuh dan Yangtae berjalan-jalan, Ilsuh sangat kecewa pada Hur June dan menganggapnya telah bertindak kurang pantas dengan mengkhianati kepercayaan darinya, karena Ilsuh percaya kalau Hur June mampu lulus Ujian Nasional dengan kemampuan medis yang dimilikinya, sehingga ia telah bertaruh untuk kelulusan Hur June di mana-mana tapi sekarang ia gagal dan menghilang, jadi Ilsuh seperti telah ditusuk dari belakang. Sekarang ia sepertinya mau bunuh diri saja karena jelas ia kalah banyak.

Para pegawai dr. Yoo Wee Tae: Yeongdal, Ohgun, Jangswee, dan  (?) mengadakan sedikit pesta kecil di kedai merayakan keberhasilan tuan muda mereka, Yoo Doji, yang lulus Ujian Nasional. Jangswe juga senang karena ia memenangkan 20 keping uang tembaga dari Koo Ilsuh. Ilsuh yang mau pergi minum melihat mereka di kedai dan segera mengajak Yangtae yang bersamanya lari, Jangswe mengejarnya mau menagih uang taruhan tapi tidak dapat menangkap mereka. Ia bersumpah akan terus menagih pada Ilsuh. Ilsuh sendiri setelah berhasil lolos dari Jangswee terpaksa bersembunyi lagi karena bertemu orang lain yang menang bertaruh dengan dirinya^^

Ibu Doji, Nyonya Oh, sangat senang dengan hasil yang dicapai oleh Doji. Ia mengeluh tentang ayah Doji, yang juga suaminya, dr, Yoo. Walaupun orang-orang mengatakan kalau dr. Yoo adalah orang baik dan lurus tapi ia tidak begitu peduli pada keadaan (dibaca: kekayaan) keluarga mereka, dan selalu mengurusi para pasien. Nyonya Oh mengatakan kalau bukan dia yang berusaha mengusahakan supaya mereka mendapatkan uang, keluarga mereka sekarang akan tinggal di jalanan. Tiada orang yang tahu bagaimana ia hidup selama ini. Yoo Doji mengatakan pada ibunya kalau mulai sekarang ia akan mengangkat beban itu dari pundak ibunya. Ibunya sangat senang dan bersyukur.

Doji menemui pelayan yang biasanya melayani Ye Jin dan menanyakan apa Ye Jin pernah mempir ke rumah sakit, pelayan itu mengiyakannya, tapi tak ada pesan yang disampaikan untuk Doji. Doji meninggalkan pelayan itu dan memasuki kamar yang biasanya dipakai Ye Jin. Dalam hatinya Doji sebenarnya ingin memberitahu Ye Jin sebagai orang pertama yang akan tahu mengenai kelulusannya. Walaupun ia harus meninggalkan Ye Jin dan pergi ke Seoul, dan tahu kalau dalam hati Ye Jin ada orang lain, tapi tetap saja ia tak dapat melepaskan perasaannya dan melupakan Ye Jin. Doji tidak tahu apa yang harus dilakukannya supaya dapat bersama dengan Ye Jin.

Ye Jin sedang memotong-motong tanaman obat di gudang obat, Rahib Samjeuk masuk dengan membawa guci yang berisi asap dari arang pohon oak yang telah didinginkan dan menjadi cairan. Para pembuat arang hidup lebih lama karena sering meminum cairan asap itu. Jadi Samjeuk membawanya untuk diberikan pada pasien.

[ Andy: Di Indonesia juga sudah ada teknik ini, namanya kalau ‘nda salah Asap Cair / Liquid Smoke dan pernah masuk Eagle Award, penghargaan untuk pembuatan dokumentasi film, dan aku lihatnya  di Kick Andy – bukan andy aku loh 😀 ]

Samjeuk menyuruh Ye Jin untuk menyimpan guci itu. Dan dengan sambil lalu Samjeuk mengatakan ketika di Haman ia mendengar berita kalau Doji telah lulus Ujian Nasional. “Seperti ayah demikian juga anaknya”, ujar Samjeuk. Ye Jin menanyakan kabar dari Hur June, Samjeuk menjawab, “Kelihatannya ia telah gagal karena tak ada seorangpun yang mendengar tentangnya” … Ye Jin bertanya-tanya dalam hati ….

Hur June berjalan pulang dengan gontai setelah selesai menepati janjinya pada orang-orang di desa Budne, di propinsi Jinchen.

Ilsuh dan istrinya di kamar menemani anak mereka yang tertidur. Istri Ilsuh menyindir suaminya karena tidak biasanya suaminya itu hanya tinggal di dalam kamar terus tanpa keluyuran.  Ilsuh mengomelinya karena ia juga sebenarnya  tidak mau di rumah saja, tapi di mana-mana ia menemui orang-orang yang menang taruhan dengannya jadi ia ditagih terus.

Istrinya menjawab, “Kau ingin kaya dengan cara seperti itu? Babi bisa terbang kalau begitu!” Ilsuh disuruh istrinya untuk menjaga anak mereka karena ia akan bekerja di rumah dr. Yoo yang akan mengadakan pesta jadi mereka bisa mendapatkan makanan sisa dari pesta itu. Ilsuh menyahutinya dengan mengatakan seseorang mengadakan pesta karena lulus ujian sedangkan Hur June tidak diketahui kemana batang hidungnya.

Istri Ilsuh menemui Dalhee, menanyakan kabar Nyonya Son dan mencela Hur June yang menghilang begitu saja. Dalhee menanyakan padanya ada keperluan apa ia datang ke rumahnya. Istri Ilsuh memberitahunya kalau dr. Yoo akan mengadakan pesta jadi ia mengajak Dalhee untuk ke rumah dr. Yoo dan bekerja disana.  Dalhee ragu-ragu sejenak tapi kemudian ia memutuskan untuk pergi bersama dengan istri Ilsuh.

Di rumah dr. Yoo sedang diadakan persiapan pesta. Istri Ilsuh dan Dalhee menemui Nyonya Oh yang sedang melihat persiapan pesta. Nyonya Oh melihat Dalhee dan mengatakan kalau seharusnya suami dari Dalhee, tidak menggigit sesuatu yang tidak mampu dimakannya. Dalhee hanya diam saja. Nyonya Oh menerima mereka berdua bekerja.

Tiba-tiba Hadong, si pengurus rumah tangga menemui Nyonya Oh dan membawa kabar kalau gubernur akan datang ke pesta mereka. Nyonya Oh sangat senang mendengarnya.

Dr. Yoo dan Doji ada di bangsal perawatan untuk memeriksa dan merawat pasien.

Doji: Perutnya sakit seakan-akan dipuntir, rasa sakit di rongga perut, berkeringat dingin, perut kembung, rasa berat di perut, semua gejala ini mengarah pada penyakit Gyeojangsae (?)

*Gyeojangsae (?) adalah penyakit dimana usus tidak bekerja normal, tidak dapat melakukan proses pencernaan makanan secara normal, mengakibatkan timbulnya racun dalam tubuh sehingga penderita tidak bisa makan. 

Dr. Yoo : Sebutkan gejala lain dari Gyeojangsae!

Doji: Ketika seseorang terkena penyakit ini, ia akan merasakan sakit kepala, muntah, pusing, demam terus menerus, ujung jari tangan dan kaki dingin, dan sakit perut.

Dr. Yoo: Resepnya?

Doji: Ambil abu dari lembaran daun, yang mana kupu-kupu ulat sutera telah meletakkan telurnya. Atau memberinya air garam yang telah direbus dan membiarkan pasien muntah, dan menusuk nadi kedua tangan yang terlihat di dalamnya ada darah hitam sehingga darah hitam itu keluar.

Dr. Yoo : (pada Ohgun) Resepkan yang dikatakannya!

Ohgun: Baik!

Nyonya Oh membuka pintu dan memanggil kedua orang itu, dr. Yoo dan anaknya dan memberitahu mereka kalau gubernur dan sekretarisnya serta Woo Jinsa dari Lembah Dooshi akan datang ke pesta mereka. Doji terkejut dan hampir tidak mempercayainya, ibunya kemudian mengatakan kalau sebenarnya gubernur dan Jinsa akan menghadiri pesta dari bangsawan lain, tapi kemudian mereka memutuskan untuk datang ke pesta syukuran Doji jadi mereka merasa dihormati. Yoo Wee Tae tidak tampak begitu senang.

Nyonya Oh meneruskan perkataannya, karena Doji akan menjadi dokter Istana maka kedua orang itu tidak akan memandang rendah pada mereka lagi. Ia menyuruh suami dan anaknya berhenti memeriksa pasien dan bersiap menghadiri pesta dan menyambut kedatangan gubernur dan Woo Jinsa. Doji juga setuju dengan usul ibunya, tetapi dr. Yoo dengan tegas menyatakan kalau mereka masih ada pasien yang harus dirawat jadi ia menyuruh istrinya untuk pergi. Nyonya Oh mengomel sendiri mengatakan kalau suaminya itu orang yang tidak peduli pada keluarganya hanya peduli pada pasien saja.

Dalhee sedang bekerja, beberapa wanita bergosip di belakang mengenai diri suaminya dan keluarganya, Dalhee hanya menahan semua itu dalam hatinya walaupun ia merasa hatinya seperti teiris-iris.

Dr. Yoo sekeluarga menyambut kedatangan gubernur dan Woo Jinsa. Gubernur mengucapkan selamat pada dr. Yoo atas keberhasilan anaknya masuk ke Rumah Sakit Istana. Mereka masuk ke dalam rumah. Dalhee mengawasi dari samping dan merasa sangat merana, tidak tahu kabar mengenai suaminya.

Hur June masih dalam perjalanan …

Di kediaman dr. Yuoo, Gubernur memuji Doji karena ia adalah orang pertama dari Sanum yang masuk ke dalam Istana sebagai dokter. Dan juga patut dirayakan karena siapa tahu Doji nantinya benar-benar menjadi dokter yang merawat kesehatan dari raja. Woo Jinsa mengatakan bahkan dr. Yoo Wee Tae yang dikatakan sebagai dokter nomor satu di Korea juga tidak dapat masuk ke Istana.

Gubernur menanyakan bagaimana perasaan dari Doji karena berhasil mencapai apa yang tidak bisa dicapai ayahnya sampai sekarang, tapi Doji mengatakan kalau ia masih harus melalui jalan yang panjang untuk menjadi seperti ayahnya. Gubernur menyahutinya dengan mengatakan kalau Doji suatu hari nanti pasti akan dapat melebihi kemampuan ayahnya. Dan itu pasti adalah sesuatu yang sangat membanggakan dan menyenangkan hati dari dr. Yoo karena impian dari seorang ayah adalah agar anaknya bertumbuh dan menjadi seseorang yang melebihi dirinya. Doji sangat senang karena melihat ayahnya memang bangga padanya.

Dalhee sedang mempersiapkan makanan untuk pesta, dan tertawa kecil ketika melihat Haman, istri Ilsuh memakan beberapa potong makanan untuk pesta. Haman mengatakan kalau Dalhee seharusnya juga memakan sedikit demi sedikit dari beberapa makanan itu selagi ada kesempatan. Belum lagi Haman puas makan, pengurus rumah tangga, Hadong telah menegur dan memarahi Haman karena mencuri-curi makan makanan pesta. Lalu pada Dalhee ia menyuruh untuk membawakan hidangan pada tamu-tamu di ruang tamu.

Hadong menemui Ohgun dan membawakannya makanan pesta, Ohgun sangat senang dan merayunya, tapi tiba-tiba seseorang datang membawa pesan untuk gubernur.. Ohgun menunjukkan jalan ke ruang tamu. Saat Ohgun kembali Hadong sudah pergi. Ohgun memanggil-manggil Hadong.

Di dalam ruang tamu, Dalhee sedang menyajikan hidangan, semua orang tampak senang dan bersuka cita, mereka saling bersulang.  Tiba-tiba ada seseorang di luar kamar mengabarkan kalau ada pesan untuk sang Gubernur dari Gubernur di Jinchen, semua orang heran, terutama Doji.

Pembawa pesan masuk dan menyerahkan surat pada sang Gubernur.  Dalhee masih di dalam kamar sedang mengemasi peralatan makan. Gubernur membaca surat itu. Doji sedang waswas. Gubernur berseru kagum saat membaca surat itu, kemudian ia bertanya pada dr. Yoo mengenai keadaan dari Hur June. Dr. Yoo, Doji, dan juga Dalhee heran dengan pertanyaan gubernur. Gubernur menyatakan kalau berita ini mungkin menjadi satu hal yang patut dirayakan juga.

Woo Jinsa: Ada apa sebenarnya?

Gubernur: dr. Hur dalam perjalanannya ke Seoul untuk mengikuti Ujian Medis Nasional, singgah di sebuah kota kecil di Jinchen, bernama Budne dan merawat orang-orang miskin yang sakit di sana. Dan orang-orang kota itu menahannya pergi sehingga ia tak dapat mengabaikan penderitaan mereka. (Dalhee mendengarnya dengan penuh perhatian), dan karenanya ia tak dapat mengikuti Ujian Medis itu tepat waktu. (Doji menundukkan kepalanya) Setiap dokter yang ada di penginapan saat itu tidak mengindahkan permohonan mereka (Dalhee baru memahami tindakan suaminya dari berita ini), tapi dia adalah satu-satunya orang yang dengan sukarela merawat para pasien (muka dr. Yoo berubah). Gubernur Jinchen memujinya dalam surat ini sebagai satu-satunya dokter yang benar-benar dokter di dunia ini.

Salah satu pria undangan bertanya apakah Hur June yang dimaksud itu adalah Hur June yang telah menyembuhkan sakit lumpuh dari istri mantan deputi perdana menteri dan salah seorang murid dari dr. Yoo. Dr. Yoo mengatakan kalau dia memang pernah menjadi muridnya.

Gubernur memujinya setinggi langit, karena keberhasilan dari anak dan muridnya. Ia mengatakan kalau dr. Yoo telah berhasil mendidik keduanya dengan baik. Tapi dr. Yoo tidak gembira dengan semua ini. Wajahnya menunjukkan rasa kurang senang dan kecewa. Yoo Doji menyadari hal ini. Dalhee segera pergi dari ruangan itu, menahan tangis harunya.  Ia mengingat kata-kata Gubernur …

“Setiap dokter yang ada di penginapan saat itu tidak mengindahkan permohonan mereka, tapi dia adalah satu-satunya orang yang dengan sukarela merawat para pasien. Gubernur Jinchen memujinya dalam surat ini sebagai satu-satunya dokter yang benar-benar dokter di dunia ini. “

Haman melihat Dalhee keluar dari ruang tamu dengan menangis, jadi menanyakan ada apa, apa Hadong menghinanya. Tapi Dalhee menjawabnya bukan seperti itu, kemudian ia segera pulang tidak peduli dengan teriakan Haman yang mengatakan kalau ia belum menerima bayaran atas kerjanya.

Dalam perjalanan pulang …

Suara hati Dalhee: Sobangnim (Suamiku) …Maafkan aku karena pernah merasa kecewa padamu. Kau telah melakukan hal yang benar, tapi aku seperti seorang perempuan yang berpikiran sempit dan berpikiran buruk terhadap suaminya. … Maafkan aku …

Pesta telah usai, Yoo Doji, Lim Ohgun, dan Yeongdal menghadap dr. Yoo Wee Tae.

Dr. Yoo: (pada Ohgun) Kau mengatakan kalau ia tak dapat masuk dan membuat keributan. Jadi kau pasti mendengar mengenai dirinya bukan?

Ohgun: (ketakutan dan gugup) Kami tidak pernah bertemu dengan Hur June dalam perjalanan kami ke Seoul, jadi Tuan Muda dan aku tidak pernah mendengar tentang semua ini.

Dr. Yoo: (Pada Doji) Apakah itu benar?

Doji: ….

Dr. Too: (menaikkan suaranya) Aku tanya padamu apakah itu benar?!

Ohgun: (berusaha menalangi) Itu benar ….

Doji: (menyelanya) Tak usah menutupinya! (pada Ohgun dan Yeongdal) Tinggalkan kami!

Ohgun dan Yeongdal: Baik! (Mereka pergi)

Doji: Aku tahu mengenai Hur June! Ketika dia mengikuti anak pasien itu, aku juga ada di sana. (Yoo Wee Tae sedikit kaget)

Dr. Yoo Wee Tae: Jika kau berada di sana… jadi apakah kau adalah salah satu dokter yang mengabaikan para pasien? Yang membutuhkan bantuan dari dokter?

Doji: …

Dr. Yoo: Kau sungguh jahat! (nada marah) Berapa jahatnya dirimu! Apakah kau tidak punya malu? Kau lulus ujian dengan seperti itu, dan memukul tambur dan gong?

Doji: Aku bukan orang jahat dan dia adalah orang bodoh! Jika aku yang ada di posisinya, akulah yang akan gagal. Kau ingin aku gagal, bukankah begitu?

Dr. Yoo: (melemparkan meja, membuat kotor baju and muka Doji) Awasi mulutmu!

Nyonya Oh mendengar keributan itu dan masuk ke kamar, melihat meja terbalik dan betapa kotornya Doji. Ia bertanya mengapa suaminya melakukan ini pada Doji.

Dr. Yoo: Seseorang memutar jalannya dan kembali untuk merawat para pasien, dan anakku sendiri mengabaikan para pasien dan hanya peduli dengan urusannya sendiri! Apakah itu jawabanmu atas semua didikan yang telah diberikan oleh ayahmu?

Doji: …

Dr. Yoo: Surat pengangkatan? Apakah kau bangga hanya dengan surat pengangkatan seperti itu? Kau mengabaikan teriakan para pasien yang membutuhkan pertolonganmu! Kau tidak layak menerima surat pengangkatan itu!

Nyonya Oh: Ada apa denganmu? Dia tidak melakukan sesuatu yang salah!

Dr. Yoo: Tinggalkan kami!

Nyonya Oh: Doji …

Dr. Yoo: (marah) Aku suruh kau keluar! … (pada Doji) Seorang doker tidak boleh ingin sukses, seorang dokter tidak boleh ingin kaya! Jika kau ingin sukses kau dapat belajar bahasa China dan menjadi penerjemah! Jika kau ingin kaya, kau bisa menjadi seorang pedagang!

Doji: …

Dr. Yoo: Tugas seorang dokter adalah merawat para pasien! Yang pertama, merawat pasien! Yang kedua, merawat pasien! Yang ketiga, merawat pasien! …… Kau kalah dengan Hur June! Walaupun kau dapat menjadi seorang dokter Istana, watak kalian begitu berbeda. Kau tidak akan bisa seperti dirinya!

Doji: (marah) Hur June! Hur June! Selalu saja Hur June! Siapa dirinya bagimu?

Dr. Yoo: …

Doji: (mengeluarkan surat pengangkatan) Ini adalah surat pengangkatanku untuk masuk ke Rumah Sakit Istana. Hur June lebih baik dariku? Kenapa kau berpikir begitu?

Nyonya Oh: (nada mencela) Dia telah bekerja keras untuk sukses seperti ini! Bagaimana bisa kau bicara buruk tentangnya!

Dr. Yoo: (diam)   …..  Dahulu kala Wang He Chi, seorang bijaksana dari China pernah berujar, “Bukan seorang lelaki sejati, tidak ada pelajaran!” Itu artinya, ”Jika dia bukan seorang yang benar, jangan ajarkan dia tata krama atau moralitas!” …. Aku tahu kalau kau bukan seorang yang benar tapi aku tetap  mengajarimu ilmu pengobatan karena kau adalah darah dagingku! Itu adalah kesalahanku! Seharusnya aku menuruti kata-kata orang bijaksana itu! …. Jangan pergi ke Seoul! (Doji dan Nyonya Oh kaget) Kau bukan orang yang tepat yang boleh memasuki Rumah Sakit Istana! Jika kau punya cita-cita, jadilah orang yang benar dahulu!

Doji: (marah) Aku tetap akan pergi! Surat pengangkatan ini adalah bukti dari diriku sebagai salah satu dari dokter yang terbaik di Korea! Apa yang tertulis di surat ini adalah namaku, bukan namamu! Yang berarti aku adalah seorang dokter yang hebat juga! Pendapatku berbeda dengan dirimu, aku akan melangkah di jalanku! (Bangkit berdiri) Tidak peduli apapun yang kau katakan, aku akan tetap pergi! (Doji keluar ruangan dengan marah)

Nyonya Oh: Doji! Doji! (berbalik menghadapi suaminya) Kau sungguh jahat! Kau adalah ayahnya, bagaimana bisa kau mengatakan kata-kata kejam seperti itu pada anakmu sendiri? Kelihatannya dia bukanlah anakmu di matamu! Hiduplah bersama dengan Hur June yang sangat kau cintai itu! Aku akan pergi bersama dengan Doji! (Ia pergi) Doji … !

Dr. Yoo termenung …  mungkin sedikit menyesal dengan kata-katanya pada Doji tapi juga merasa kecewa amat sangat pada anaknya itu, yang lebih mementingkan kesuksesan daripada pasien.

Dalhee pulang ke rumah dan memberitahu Nyonya Son mengenai keadaan yang sebenarnya dari Hur June yang belum pulang sampai saat ini, yang ternyata berkebalikan dari semua orang pikirkan. Hur June bukan lari tapi justru melakukan tindakan mulia dengan merawat para pasien di kota Budne.  Nyonya Son lega dan sangat senang. Walaupun Hur June gagal mengikuti ujian karena merawat orang-orang miskin, tapi itu memang perbuatan yang benar. Justru sekarang Nyonya Son sangat sedih dengan perasaan puteranya karena setelah ia berusaha sedemikian rupa tapi tetap gagal dalam ujian, betapa sangat kecewa, sedih dan merasa sendirian Hur June sekarang.

Semua orang di kota Sanum mendengar tentang perbuatan dari Hur June, “Mengorbankan dirinya sendiri untuk meraih rasa kemanusiaan” adalah kata-kata yang tepat bagi Hur June. Kata-kata itu begitu mudahnya untuk diucapkan, tapi siapa yang dapat melakukannya seperti Hur June. Bahkan Gubernur Jinchen dan rakyat Budne menyebutnya sebagai orang yang benar! Padahal dulu Hur June adalah pemetik tanaman obat di Gunung Jiri tapi bagaimana sekarang ia bisa jadi orang yang hebat seperti itu?

Ilsuh mendatangi para penagih utangnya dan mengatakan sejak Hur June gagal dalam ujian karena menolong orang, maka itu tidak bisa dibilang gagal! Bahkan ia mengatakan saat Hur June sedang menolong orang, Doji pergi ke Seoul meninggalkan para pasien itu untuk mengikuti ujian, jadi dari sini dapat diketahui siapa dari sisi moralitas yang terbaik dan menjadi pemenangnya, tentu saja Hur June! Jadi seharunya merekalah yang harus membayar padanya bukan dirinya pada mereka! Tapi Ilsuh tidak mau memperpanjang jadi lebih baik mereka putuskan saja perkaranya sampai di sini dan lebih baik minum bersama saja … Ketiga orang itu tak dapat berbuat apa-apa karena mereka kalah set^^ … wahahahah pinter omong dan pinter berkelit orang ini … ahahhaha 😛  …

Ibu dan istri Hur June, Nyonya Son dan Dalhee, berusaha menjual kue beras di pasar, tapi tidak ada seorangpun yang membelinya karena merasa terlalu mahal. Ada beberapa orang mengawasi pada kedua wanita itu, saling berbisik di antara mereka.  Seseorang disusul beberapa temannya  kemudian menghampiri keduanya dan bertanya apakah betul Nyonya Son adalah ibu dari Hur June …. Nyonya Son bingung dan saling bertukar pandang dengan Dalhee baru menjawab kalau memang benar ia adalah ibu Hur June.

Orang itu sangat senang dan berkata pada teman-temannya akhirnya mereka menemukan ibu Hur June. Ia segera membeli kue beras. Sementara ia dilayani, pria itu mengatakan kalau putera dari Nyonya Son adalah kebanggaan dari kota Sanum. Nyonya Son hanya bisa mengangguk-angguk. Pria itu kemudian berteriak kepada semua orang dan mengatakan kalau kedua wanita di hadapannya adalah ibu dan istri dari Hur June. Mereka berdua sedang menjual kue beras. Orang-orang segera berkerumun dan membeli kue-kue beras Nyonya Son dan Dalhee. Pria tadi tetap berteriak-teriak mengatakan kalau ibu dan istri Hur June menjual kue beras sehingga makin banyak orang yang datang dan membeli kue beras. Dalhee dan ibunya kewalahan memenuhi permintaan orang-orang tapi mereka juga sangat senang.

Hadong dan pelayan mengatakan pada Nyonya Oh kalau seluruh kota membicarakan tindakan dari Hur June dan mengatakan hal buruk tentang Tuan Muda, yang pergi ke Seoul meninggalkan para pasien demi mengikuti Ujian Nasional. Nyonya Oh menyuruh mereka tutup mulut. Doji di kamarnya sedang berpikir dan mengingat kata-kata ayahnya …

Yoo  Wee Tae:

“Kau kalah dengan Hur June! Walaupun kau dapat menjadi seorang dokter Istana, watak kalian begitu berbeda. Kau tidak akan bisa seperti dirinya!

“Dahulu kala Wang He Chi, seorang bijaksana dari China berkata, “Bukan seorang lelaki sejati, tidak ada pelajaran!” Itu artinya,” Jika dia bukan seorang yang benar, jangan ajarkan dia tata krama atau moralitas!” …. Aku tahu kalau kau bukan seorang yang benar tapi akau mengajarimua seni pengobatan karena kau adalah darah dagingku! Itu adalah kesalahanku! Seharunya aku menuruti kata-kata orang bijaksana itu!”

Nyonya Oh  datang menemui Doji di kamarnya, mengeluh betapa kekanak-kanakkannya masyarakat, dulu mereka begitu menyanjung Doji dan sekarang bagaimana begitu cepatnya mereka melupakan semua itu dan berbicara buruk tentang anaknya, jadi Nyonya Oh membujuk Doji untuk segera pergi dari Sanum dan tinggal di Seoul menghindari kata-kata kasar dari orang-orang di Sanum … Doji setuju.

Keesokan harinya terjadi kesibukan di rumah dr. Yoo, banyak barang yang dibawa keluar dan akan diangkut pergi.  Doji ingin berpamitan pada ayahnya tapi dr. Yoo melarang ia masuk ke kamar untuk berpamitan, jika ia ingin pergi maka pergi saja. dan kemudian mengatakan, “Karena kau sudah memutuskan untuk pergi maka kau bukanlah lagi anakku!”

Semua orang tentus saja menjadi terkejut, terutama Doji dan ibunya. Nyonya Oh ingin menegur dan memarahi suaminya tapi Doji menahannya, kemudian dari luar kamar ia, dengan hati penuh amarah, mengatakan karena ayahnya tidak mau menemuinya maka ia juga tidak akan menemui ayahnya dari sekarang. Karena ayahnya tidak mau mengakui dirinya sebagai anak, maka ia juga tidak akan mengakui ayahnya sebagai seorang ayah lagi. Doji kemudian pergi diikuti ibu dan para pelayan yang ikut ke Seoul.

Hur June sudah sampai di Sanum dan pulang ke rumah, di tengah jalan ia bertemu dengan rombongan Doji, Hur June memberi hormat, tapi tak digubris oleh Doji dan ibunya. Hur June melanjutkan langkahnya ke depan rumah. Hur June ragu-ragu untuk menemui istri dan ibunya, hanya berdiri di luar halaman, saat itu Dalhe keluar ingin memasak, ia berpaling dan melihat Hur June. Dalhee menangis senang, tapi Hur June masih tidak enak hati, Nyonya Son mendengar Dalhee memanggil seseorang dan melihat kalau ternyata itu adalah Hur June, anaknya, segera ia menghampiri dan memeluk anaknya.

Samjeuk dan Ye Jin membicarakan Hur June, dan memperkirakan kalau Hur June kemungkinan sudah sampai di Sanum sekarang. Samjeuk memberitahu Ye Jin kalau Hur June pergi ke Jinchen setelah gagal ikut ujian, jadi pasti ia sudah ada di Sanum sekarang. Ye Jin cemas dengan keadaan Hur June, tapi Samjeuk mengatakan kalau mereka seharusnya tidak terlalu khawatir pada Hur June, karena  ia kembali ke Jinchen untuk menuntaskan pekerjaannya itu berarti Hur June tidak penah menyesali keputusan yang telah ia buat. Samjeuk justru khawatir dengan dr. Yoo, Ye Jin heran. Dia tidak mau menemui anaknya tapi tidak mungkin begitu mudah ia akan dapat menghapus kenangan anaknya. Samjeuk menyuruh Ye Jin untuk kembali ke Sanum karena dengan bersama Ye Jin maka dr. Yoo akan merasa terhibur. Ye Jin memikirkan saran Rahib Sanjeuk.

Ohgun berjalan mondar-mandir di halaman, para pegawai datang, Ohgun menyuruh mereka memanggilnya “dokter” karena setelah Doji pergi tak ada lagi yang akan mewarisi tempat dari Doji, selain dirinya.

Seorang pria datang membawa seorang wanita yang tersiram air panas di kakinya, Ohgun berusaha mengobati, tapi ia tak dapat menentukan apa yang harus ia lakukan, dr. Yoo datang mendengar jeritan wanita itu saat Ohgun memeriksanya dan bertanya ada apa. Ohgun menjawab kalau wanita ini tersiram air panas dan ia berusaha memberikan pertolongan pertama. dr. Yoo menghampiri wanita itu.

Setelah melihat sebentar, dr. Yoo menyuruh membawakan air dingin. Sebaskom air dingin segera diantarkan. Dr. Yoo mengambil air dengan tangan dan mengucurkannya di kaki wanita itu yang melepuh.

dr. Yoo: (pada pria yang membawa wanita itu) Bersihkan lukanya dengan air dingin sampai panasnya turun, jika kau melakukan yang lain sebelum itu, maka luka bakarnya akan semakin meluas. (pada Ohgun) Campurkan sampai menyatu minyak musang dan daun mulberi yang telah dihancurkan dan oleskan pada luka bakar.

Ohgun mengiyakannya dan segera melakukan yang diperintahkan dr. Yoo.

Seseorang dengan diikuti oleh tandu menanyakan jalan kepada oran lewat  di mana rumah dr. Hur. Orang itu menunjukkan jalan ke rumah Hur June, yang ternyata banyak sekali orang yang antri di depan rumah Hur June.

Dalhee dan Nyonya Son sangat bingung menghadapi mereka. Dalhee kemudian memberitahu mereka kalau dr. Hur tidak ada jadi seharusnya mereka pergi ke dr. Yoo. Tapi orang-orang itu mengatakan kalau mereka hanya mau diperiksa dr. Hur. Dalhee memberitahu kalau dr. Hur sedang keluar melakukan perjalanan dan akan memakan waktu yang lama jadi tidak akan kembali untuk sementara waktu. Dalhee menyuruh mereka lagi untuk pergi ke dr. Yoo.  Semua orang sangat kecewa mendengar kalau dr. Hur tidak ada di rumah….

Tiba-tiba seseorang menyeruak di tengah kerumunan diikuti oleh tandu di belakangnya. Pria itu bertanya apakah itu betul rumah dr. Hur. Nyonya Son menjawab benar tapi orangnya sedang tidak ada. Orang itu mengatakan kalau orang di dalam tandu menderita kelumpuhan berat jadi tidak ada waktu yang boleh terbuang, ia bertanya bagaimana mereka dapat menghubungi dr. Hur. Dalhee dan ibunya saling berpandangan.

Dalhee berjalan menuju ke rumah Yangtae, Hur June ada di sana sedang membaca buku medis ditemani oleh Yangtae yang sedang membuat sesuatu.. Dalhee masuk dan Hur June bertanya ada apa, Dalhee memintanya untuk pulang karena banyak orang sedang menantikan Hur June. Ia sudah meminta mereka ke dr. Yoo tapi orang-orang itu hanya mau diobati oleh  suaminya dan mereka sangat keras kepala, Hur June menyelanya dan menolak untuk pulang dan mengobati mereka.

Hur June mengatakan kalau ia mulai memeriksa satu pasien maka banyak lagi yang akan datang kepadanya. Selama gurunya, dr. Yoo ada di Sanum maka Hur June memutuskan tidak akan menerima pasien. Tapi istrinya mengatakan kalau orang-orang itu sudah putus asa, bagaimana Hur June berkeras hati tidak mau menolong mereka. Hur June menjawab kalau ia justru tidak mengabaikan mereka bahkan ia sebenarnya memberi kesempatan pada mereka untuk mendapatkan dokter yang lebih baik dari dirinya. Yangtae menimbrung dan mengatakan kalau banyak orang yang bilang dr. Hur lebih baik daripada dr. Yoo.  Bahkan banyak orang berani bertaruh kalau dr. Hur memainkan ‘permainan 9 jarum’ dengan dr. Yoo, tidak akan diketahui siapa pemenangnya. Hur June marah dan menyuruh Yangtae menutup mulutnya.

Hur June kemudian menjelaskan pada mereka mengapa orang-orang berpikiran kalau ia lebih baik dari dr. Yoo. Itu karena orang-orang telah mendengar rumor yang terlalu dibesar-besarkan mengenai dirinya. Hur June bahkan mengakui kalau keahlian pengobatan dari dr Yoo adalah sesuatu yang hanya ia bisa impikan dan tidak akan dia dapatkan untuk saat ini. Demi kesembuhan, orang-orang itu harus berobat pada dr. Yoo.

Yejin pulang ke Sanum dan menemui dr. Yoo di kamarnya. Ye Jin sangat khawatir dengan dr. Yoo sehingga dr. Yoo mengatakan pasti Samjeuk telah mengatakan sesuatu yang bodoh, kemudian dr. Yoo mengatakan kalau ia baik-baik saja tidak usah dicemaskan.  Ia justru menyuruh Ye Jin beristirahat setelah menempuh perjalanan panjang dan melelahkan.

Tiba-tiba ada suara orang mencari dr. Yoo, dr. Yoo keluar dan menemui orang itu yang mengabarkan kalau gubernur sedang sakit parah dan kedatangan dr. Yoo sangat diharapkan disana. Dr. Yoo segera menyuruh Ohgun bersiap-siap.

Seorang pria dikawal dengan 2 pengawal menuju ke rumah Hur June. Pria itu memberitahu Hur June kalau gubernur sedang sakit parah jadi pria itu meminta Hur June untuk pergi bersamanya untuk memeriksa gubernur. Hur June menolaknya dan mengatakan kalau ia tidak bisa memeriksa pasien. Pria itu kemudian mencelanya dan mengatakan bagaimana seorang dokter tidak mau memeriksa pasien. Sudah tidak ada waktu lagi jadi Hur June disuruhnya bersiap dan pergi bersamanya karena jika ia menolak maka keluarga dan dirinya tidak akan terlepas dari tanggung jawab jika terjadi sesuatu pada gubernur.  Hur June dengan terpaksa berkemas dan mengikuti orang itu pergi.

Dr. Yoo beserta dengan Ohgun dan pria yang mengundangnya bergegas menuju kediaman gubernur.

Hur June bersama dengan pria yang mengundangnya dan kedua pengawal berjalan cepat-cepat menuju kediaman gubernur.

Dr. Yoo masuk melalui pintu depan …

Hur June masuk melalui pintu samping …

Keduanya bertemu di depan kamar gubernur, dan sama-sama terkejut …

Iklan

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s