Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 25

Dr. Yoo datang ke kediaman Gubernur atas undangan salah seorang bawahan gubernur, ketika ia akan masuk ke dalam kamar untuk memeriksa, seorang pria lain datang dan mengatakan kalau ia berhasil mengundang dr. Hur. Dr, Yoo menoleh dan melihat kalau Hur June benar-benar datang. Hur June kaget melihat dr. Yoo, kemudian ia memohon diri untuk pergi karena dr. Yoo sudah datang untuk memeriksa, tapi dr, Yoo menegurnya, “Bagaimana bisa seorang dokter pulang tanpa memeriksa keadaan pasien?” kemudian ia  mengajak Hur June untuk masuk bersama dengannya memeriksa keadaan gubernur. Hur June yang masih sangat respek pada dr. Yoo menurut. Mereka berdua menemui Gubernur yang terbaring sakit.

Catatan: kalau ada  tanda (?) berarti aku lupa nama tempat atau orang itu, atau di filmnya yang udah subtitle bhs Inggris tak ada nama Korea sehingga aku tulis sesuai dengan yang aku dengar, contohnya nama penyakit kebanyakan udah diterjemahin ke dalam nama penyakit yang udah ada sebutannya dalam bahasa Inggris, jadi apa yang kudengan itu yang kutulis …. Mohon maaf kalau salah 😀

Dr. Yoo yang pertama memeriksa keadaan gubernur. Kemudian ia menyuruh Hur June memeriksa kondisi Gubernur.  Hur June sedikit ragu-ragu, tapi kemudian ia menghampiri gubernur dan mulai memeriksa.

Dr. Yoo: Bagaimana kondisinya?

Hur June: Dia terkena Gwangnan (?)

* Gwangnan (?) adalah penyakit kejang usus, penyakit dengan muntah dan diare yang hebat.

Pria: Apakah itu berbahaya?

Hur June: Gwangnan tanpa adanya muntah dan diare adalah penyakit yang berbahaya, yang dapat mengambil nyawa seseorang hanya dalam beberapa menit.

Dr. Yoo bangkit berdiri dan beranjak pergi.

Pria: Kemana kau akan pergi?

Dr. Yoo: Aku akan pergi sekarang. (Hur June kaget)

Pria: Pergi? Bukankah dr Hur barusan mengatakan kalau penyakit ini dapat mengambil jiwa seseorang dalam waktu singkat?

Dr. Yoo: Penyakit ini dapat disembuhkan dengan kemampuan pengobatan dr. Hur. Jadi janganlah khawatir.

( Ini pertama kalinya dr. Yoo memanggil Hur June sebagai dokter, jadi ia sudah menganggap Hur June bukan lagi seorang murid atau seseorang yang belum layak jadi dokter melainkan sesama dokter yang sederajat dengannya!)

Hur June: (bangkit berdiri) Sesenim! (Guru) ….

Dr. Yoo: Apa yang sedang kau lakukan? Beri dia perawatan medis!

Hur June: (mencoba mendebat) Aku …. (tapi dr. Yoo sudah keluar dari kamar)

Hur June terpaksa melanjutkan pemeriksaannya pada gubernur dan memberikan perawatan medis.

Dr. Yoo keluar dari kamar dan membangunkan Ohgun, yang heran kenapa begitu cepat dr. Yoo keluar,  mereka berdua pulang.

Hur June meminta pria yang menemaninya untuk membawakan air panas dan garam. Pria itu pergi mengambilkannya. Hur June melarutkan garam dalam semangok air panas dan meminumkannya pada Gubernur yang bangun duduk.  Gubernur muntah dan terbatuk-batuk dengan keras setelah minum air itu dan mengatakan kalau ia sudah tak sanggup lagi, tapi Hur June membujuknya untuk meminum lagi. Gubernur muntah-muntah lagi setelah minum air itu.

Dr. Yoo dan Ohgun sampai di kediaman dr. Yoo, Ye Jin sangat heran dan bertanya mengapa begitu cepat dr. Yoo kembali, tapi dr. Yoo hanya tersenyum puas dan kembali ke kamarnya. Ye Jin kemudian bertanya pada Ohgun bukankah penyakit Gubernur sangat serius … Ohgun menjawab kalau dr. Yoo telah dikalahkan oleh Hur June. Semua orang terkejut, dan mengatakan kalau tidak sepantasnya Hur June mlakukan hal itu karena keahliah pengobatan Hur June sebenarnya berasal dari dr. Yoo, jadi mereka harus melakukan sesuatu untuk membalas Hur June. Yeongdal mengatakan kalau banyak pasien yang datang ke rumah Hur June jadi bisa-bisa nanti rumah sakit dr. Yoo akan tutup, tapi Ye Jin menegur mereka dan mengatakan kalau hal itu tak akan pernah terjadi.

Hur June memasak obat untuk Gubernur, mempersiapkan obat-obatan, juga memberikan pengobatan akupungtur bagi Gubernur. Keadaan Gubernur sudah lebih baikan sekarang dan sudah melewati masa krisisna, bawahan Gubernur yang selalu mendampinginya memuji Hur yang memang terbukti keahlian pengobatannya tidak dibawah dr. Yoo seperti yang telah tersebar di mana-mana. Hur June mengatakan kalau kondisi Gubernur sudah tidak masalah, tapi masih ada efek setelah dia bisa bangun, jadi Hur June meminta bawahan itu untuk selalu memberitahunya gejala-gejala yang timbul setelahnya. Hur June berpamitan pulang.

Dalam perjalanan pulang …

Dalam hati Hur June: Mengapa dia meninggalkan pasien padaku? Jika sesuatu yang salah terjadi, dia sudah tahu kalau dia juga tak akan selamat! Apakah itu artinya dia mempercayaiku dan telah mengakuiku? Tidak mungkin! Dia dengan dinginnya membuangku, tidak pedulu bagaimana aku memohon pengampunan padanya. Itu adalah harapan yang sia-sia! Itu adalah keinginan yang tak mungkin terwujud!

Hur June mendatangi rumah dr. Yoo, di sana ia bertemu dengan Ye Jin, yang terkejut dengan kehadirannya, Hur June menanyakan pada Ye Jin apakah Sesenim (Guru) ada, Jangswee yang ada di sana dengan marah mencekal bajunya dan mengatakan bagaimana tidak tahu balas budi dirinya dengan berusaha menyingkirkan dr. Yoo yang ia sebut Sesenim. Ye Jin menegur dan menyuruh Jangswee melepaskan Hur June. Tapi Jangswee ingin memberi pelajaran pada Hur June. Dr. Yoo keluar dari kamarnya karena mendengar keributan, Hur June memberi hormat padanya dan mengatakan kalau ia ingin melaporkan perkembangan kesehatan dari gubernur. Dr. Yoo justru bertanya padanya, “Mengapa kau melaporkan perkembangan seorang pasien padaku?” Ye Jin tak mengerti, Hur June menjadi salah tingkah, tapi dr. Yoo kemudian mengundangnya masuk ke kamar. Ye Jin tersenyum senang, semua orang terkejut, Hur June sendiri masih heran, Ye Jin menyuruhnya untuk masuk ke dalam. Semua orang bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.

Hur June masuk ke dalam kamar dr. Yoo.Ye Jin dan Ohgun juga masuk ke dalam. Hur June memberikan penghormatan pada dr. Yoo. Dr. Yoo bertanya tentang kondisi dari Gubernur, Hur June menjawab kalau Gwangnan-nya sudah sembuh tapi gubernur masih berasa ada sesuatu yang mengganjal di dadanya, jadi dia meresepkan Samhosambaektang.

* Samhosambaektang adalah obat untuk menghilangkan rasa terganjal atau berat pada perut setelah terkena Gwangnan

Dr. Yoo: Apakah kau tahu tentang efek samping dari Gwangnan?

Hur June: Otot-otot dada sakit seperti terpuntir, atau sulit bernapas dan kadang-kadang penderita merasa amat kehausan.

Dr. Yoo: Bagaimana kau meresepkannya?

Hur June: Yijungtang, ketika otot dada seperti terpuntir, Samhosambaektang jika seseorang merasa ganjalan di dada, Gyeryungbaekchulsan jika merasa kehausan.

Dr. Yoo: Akupungtur atau Moxibustion, mana yang kau gunakan?

Hur June: Aku gunakan akupungtur.

Dr. Yoo:Ada2 cara untuk melakukan akupungtur …

Hur June: Ketika melakukan akupungtur ada cara untuk menarik keluar darah yang tak berguna dan ada cara untuk melancarkan peredaran energi. Aku menggunakan cara yang membantu dalam melancarkan peredaran energi.

Dr. Yoo hanya tersenyum dan mengangguk kecil, puas dengan jawaban dari Hur June. Ye Jin tersenyum senang. Dr. Yoo kemudian menyuruh Hur June untuk pergi ke rumah sakit dan menyuruhnya untuk mengecek pasien dengan penyakit Sogal dan Doochang.

* Sogal adalah penyakit kencing manis atau diabetes.

* Doochang adalah penyakit campak

Ye Jin sangat terkejut tapi senang, Ohgun menatap langit-langit sambil bergumam sesuatu, Hur June menatap dr. Yoo tidak percaya.

Hur June: Apakah kau …. (dr. Yoo hanya tersenyum dan membaca buku) Sesenim (Guru) …. (Ye Jin tersenyum senang, Hur June terharu, matanya berkaca-kaca) … Aku …. Aku tidak akan pernah menentang kehendakmu lagi.

Dr. Yoo tetap tersenyum, Ye Jin sangat puas dengan keputusan dr. Yoo, Ohgun hanya bisa menggaruk kepalanya, Hur June menundukkan kepalanya, hatinya terharu dan sangat berterima kasih.

Ye Jin dan Hur June keluar kamar dr. Yoo bersama, Ye Jin mengatakan kalau Sesenim (Guru) tahu kesungguhan hatinya. Hur June membalasnya dengan mengatakan kalau bukan karena bimbingan dari Ye Jin, dirinya akan menyerah menjadi seorang dokter dan akan hidup dengan penuh penyesalan dan kebencian terhadap dr. Yoo seumur hidupnya.

Ye Jin: Keputusan untuk menjadi seorang dokter dan keputusan untuk melangkah di jalan  menuju pada seorang dokter yang bersimpati pada pasien, kau yang berhasil melakukannya. … Kau seharusnya pulang ke rumah. Istrimu, Dalhee pasti akan sangat bahagia ketika ia mendengar berita ini.

Hur June memberi hormat dan pergi meninggalkan Ye Jin, pulang ke rumahnya. Ye Jin mengawasi punggungnya sampai ia menghilang.  Ye Jin merasakan manis sekaligus pahit di hatinya, manis karena merasakan kebahagiaan melihat keberhasilan Hur June, pahit karena dirinya bukanlah orang yang mana Hur June membagi keberhasilannya, melainkan wanita lain, yakni Dalhee istrinya.

Hur June pulang ke rumah sesekali ia menengok ke arah rumah sakit dr. Yoo, senyum selalu ada di bibirnya.  Hur June berlari menemui ibu dan istrinya, memberitahu mereka kalau ia kembali pada dr. Yoo, Dalhee bertanya apa itu berarti dr. Yoo menerimanya kembali, Hur June mengangguk dan membenarkannya. Dalhee sangat senang demikian juga Nyonya Son.

Yangtau memberitahu Ilsuh kalau Hur June kembali ke tempat dr. Yoo, Ilsuh tak mengerti mengapa Hur June memilih yang sulit, padahal namanya sudah begitu terkenal di Sanum, Haman bahkan sampai ke Guhchang. Sampai sekarang, 10 tahun sejak pertama melihat dr. Yoo, Ilsuh masih merasa bulu romanya berdiri dan tak dapat berbicara sepatahkatapun. Mengapa Hur June memilih untuk bekerja bagi dr. Yoo? Padahal dengan kemampuannya, Hur June pasti bisa membuka praktek sendiri dan menjadi kaya. Bukankah itu bagus… Dan juga ia tak bisa mengerti dengan kejadian Jinchen, mengapa Hur June bersusah payah merawat orang-orang sakit sehingga terlambat mengikuti Ujian Nasional. Yangtae menjawabnya itulah kenapa Ilsuh menjadi seorang pemburu yang hanya bisa menakuti para hewan, sedangkan Hur June adalah seorang dokter yang dipuji sebagai dokter yang dipuji sebagai dokter yang sesungguhnya! Memang benar, untuk rata-rata orang, perilaku June yang tidak biasa pasti terlihat aneh.

Parapegawai dr. Yoo berkumpul minum-minum, mereka sungguh tak mengira kalau dr. Yoo akan meerima Hur June kembali, Yeongdal bertanya kalau begitu apa yang akan terjadi dengan dr. Lim. Ohgun bertanya siapa dr. Lim, (?) mengatakan kalau Ohgun yang memberitahu mereka untuk memanggilnya dengan dokter.  Ohgun memberitahu mereka untuk tidak menyebut-nyebut perihal itu lagi, kelihatannya ia akan menjadi asisten yang menulis catatan kesehatan pasien lagi.

Jangswee tidak terima kalau ia harus bekerja di bawah perintah Hur June jadi ia menemui dr. Yoo untuk mengundurkan diri, tapi juga meminta uang sebagai balasan ia telah bekerja selama ini. Dr. Yoo menjawab kalau semua keuangan dipegang oleh Doji yang telah pergi keSeouljadi sekarang tidak ada cukup uang untuk memberi pesangon pada Jangswee. Jangswee kemudian meminta resep pembuatan plester turun temurun dari keluarga Yoo. Dr, Yoo menuliskan resepnya dan memberikan pada Jangswee. Jangswee keluar dari kamar dr. Yoo dengan membawa resep plester, kemudian ia masuk ke gudang obat, mengawasi kesana kemari, otaknya berpikir sesuatu….

Rombongan Doji dan ibunya sampai diSeoul, mereka sampai di depan sebuah rumah besar. Doji bertanya bagaimana bisa ibunya membeli rumah sebesar ini, yang dijawab kalau ibunya telah menjual tanahnya di Osigol dan Doosigol, juga telah menghabiskan beberapa simpanannya selama ini. Ibunya memberitahu Doji supaya tidak mencemaskan apapun juga, dan seharunya Doji cepat beradaptasi di Rumah Sakit Istana dan menjadi dokter Istana.

Doji memulai pelatihannya di dalam Istana bersama-sama dengan lulusan yang lain untuk menjadi dokter Istana, selama pelatihan ini mereka akan dinilai perilaku dan kemampuan medis mereka sebelum ditempatkan di bagian-bagian medis di istana. Penilaian selama pelatihan ini justru lebih berbobot daripada Ujian Medis. Ini adalah penilaian yang sebenarnya mengenai kemampuan para dokter, jadi para dokter baru yang baru diterima harus melakukan yang terbaik dalam pelatihan.

Dokter-dokter baru juga dibawa berkeliling ke bagian-bagian Istana, termasuk perpustakaan Rumah Sakit Istana. Semua dokter diijinkan untuk membaca semua buku yang ada di perpustakaan itu.

Dalhee dan Nyonya Son menemui istri Ilsuh, Haman dan mengajaknya untuk bekerja di tempat dr. Yoo, karena sejak semua pelayan wanita dibawa oleh Nyonya Oh jadi tidak ada yang melakukan pekerjaan bersih-bersih dan mencuci di tempat dr. Yoo. Juga Dalhee mengatakan kalau mereka tidak perlu khawatir dengan makanan. Haman akhrinya setuju untuk membantu mereka.

Yangtae menjadi penjaga pintu dan mengurutkan pasien yang antri untuk dipanggil sesuai dengan giliran mereka.  Dalhee, Nyonya Son dan Haman sangat senang melihat kesibukan yang kembali di Rumah Sakit dr. Yoo.

Ohgun berlari menemui Hur June yang sedang merawat pasien dan mengatakan kalau ada kejadian gawat, Hur June menanyakan ada apa, Ohgun menjawab kalau buku catatan kesehatan dari pasien dan beberapa bahan obat yang berharga telah hilang dari gudang obat, kelihatannya ini hasil perbuatan dari Jangswee. Hur June bertanya pada Ohgun apa dia sudah memberitahu dr.Yoo tapi Ohgun menjawab kalau orang yang bertanggung jawab atas gudang itu adalah dirinya, jadi jika dr. Yoo tahu maka ia akan membunuh Ohgun dan menendangnya keluar dari tempat itu. Jadi Ohgun memohon pertolongan dari Hur June.

Hur June, Ye Jin dan Ohgun menemui dr. Yoo dan memberitahu kejadian itu, dr. Yoo tidak terlihat marah, justru ia menggunakan kesempatan ini untuk mengajari Hur June. Dr. Yoo menyuruh Hur June untuk membuat catatan kesehatan yang baru dari awal. Hur June kaget.

Dr. Yoo: Tanyakan sejak kapan mereka mendapatkan sakitnya. Periksa kondisinya sekarang, tuliskan obat-obatan yang akan kau gunakan pada mereka, dan kau juga perlu menuliskan pandanganmu mengenai bagaimana pengobatan yang tepat bagi mereka.

Hur June: Maksudmu apakah aku seharunya menulikan obat-obatan yang akan kugunakan berdasarkan pandanganku pada pengobatan?

Dr. Yoo: Benar! (Ye Jin tekejut)

Hur June: Aku dapat menuliskan resepnya berdasarkan pendapatuku, tapi … ada banyak orang yang telah menderita penyakitnya sejak lama dan beberapa sangat parah, bagaimana bisa diriku ….

Dr. Yoo: Aku tidak memintamu untuk menuliskan semua obat-obatan yang dapet menyembuhkan mereka.  Cukup dengan menuliskan kondisi pasien saat kau memeriksa mereka.

Hur June: Baik.

DI LUAR

Ohgun: Aku tidak dapat mengerti maksud dari Sesenim. Sejak dia mengetahui semua riwayat dari pasien, ia bisa saja keluar dan memberitahu kalau pasien ini menderita ini, pasien itu menderita itu. Aku tidak tahu mengapa ia memberimu pekerjaan yang sangat membutuhkan waktu banyak ini. Ini hanya pendapatku saja, tapi untuk mengerti maksudnya mungkin seperti ini: Perpisahan antara dr. Yoo dan Doji murni karena dirimu, benar bukan? Jika bukan karenamu tidak mungkin ada perpisahan antara ayah dan anak itu.  Jadi Sesenim marah dan dia melakukan ini seperti sedang mengatakan, “Dasar kau bajingan, kau harus mendapatkan balasannya!” Bukankah ini yang sedang dia pikirkan saat ini? (Hur June merasa terganggu juga) Lagipula, untuk membuat kembali semua catatan itu, akan sangat sulit. Semoga berhasil! (Ohgun pergi)

Ye Jin: (Tersenyum geli) Jangan kau pikirkan apa yang telah ia katakan padamu. Seperti yang telah kau ketahui selama ini, Sesenim tidak pernah memperlakukan orang dengan emosi pribadi.  Kupikir alasan dia menyuruhmu untuk membuat catatan yang baru karena dia sedang memberimu ujian.  (Hur June memikirkan kebenaran dari kata-kata Ye Jin).

Kemudian, selama beberapa waktu, Hur June disertai oleh Ye Jin mendatangi pasien satu persatu dan menanyakan ini itu pada mereka, kemudian memberikan pandangannya pada Ye Jin yang kemudian menuliskannya. Dr. Yoo melihat semua itu dengan senyum puas.

Dalhee bekerja dengan giat dan rajin, tanpa kenal lelah ia berjalan kesana kemari membersihkan disana, mencuci di sini, mengeringkan itu, membawa ini, semuanya dilakukan dengan hati gembira. Tapi suatu malam ia melihat suaminya bersama dengan Ye Jin sedang membahas sesuatu, dan keduanya tertawa, terlihat akrab satu sama lain. Hati Dalhee serasa tenggelam ….  Dalam perjalannanya mengembalikan kain dan baju yang telah ia cuci, ia teringat Yejin pernah berkata padanya, saat ia menjaga anaknya yang masuk ke rumah sakit  ….

Suara Yejin: Aku ingat hari itu, ketika kau datang ke Sanum untuk mencari dr. Hur. Kau terlihat begitu lelah dari melakukan perjalanan yang jauh dan akhrinya jatuh sakit kelelahan, aku bertanya padamu, “Siapakah yang hendak kau cari?” Jawabmu, “Aku mencari kekasihku.” Kau datang dari jauh untuk menemui cinta hidupmu. Walaupun kau sangat sakit dan sangat lelah karena perjalanan jauh, kau terlihat sangat cantik dan bahagia.  Dan aku ingin mengetahui siapa pria yang bahagia yang ada di dalam hatimu.  Ketika aku tahu kalau pria itu adalah dr. Hur, aku pikir dia memang layak untuk menerima cintamu. Dr. Hur yang aku tahu memang sepantasnya menerima pengabdianmu dan cintamu.

KEMUDIAN

Hur June sedang memeriksa seorang pasien, Ye Jin menjadi asistennya. Dr. Yoo datang untuk melihat dan mengetes Hur June.

Dr. Yoo: Apa ini?

Hur June: Jari kelingkingnya dan bagian belakang dari kaki bagian luar telah membengkak jadi menyakitkan dan ia tak dapat menggerakkannya. Otot di belakang lehernya kaku dan ia tak dapat mengangkat bahunya.

Dr. Yoo: Ototnya kemungkinan besar terluka. Di mana kau harus melakukan akupungtur?

Hur June: Otot Gyeung di tungkai!

Dr. Yoo: Lakukanlah!

Hur June: baik!

Sementara Hur June melakukan akupungtur, dr. Yoo memberikan ‘kuliah’

Dr. Yoo: Ahli akupungture terbagi menjadi tiga tingkat: Tingkat tinggi, menengah, dan tingkat rendah.

Ahli yang sebenarnya di tingkat tinggi mengacu pada suatu tingkat di mana seseorang tidak hanya mampu menemukan jalan darah, tapi juga tahu seberapa dalam menusukkan jarum, memilih waktu yang tepat untuk melakukan akupungtur, dan seberapa lama jarum ditinggalkan di tubuh pasien. (Hur June mengangguk tanda memahami)  Untuk penyakit-penyakit yang berkaitan dengan pembuluh darah, kau harus melakukan akupungtur dengan ringan, tapi dalam untuk 6 entrails (nadi di perut), dan lebih dalam lagi untuk 5 viscera (nadi di dada)  Dalam melakukan akupungtur, yang paling penting adalah melancarkan nadi 5 viscera yang akan menyeimbangkan yin dan yang di dalam tubuh pasien, dan juga dengan melihat keseluruhan kondisi dari pasien.  Inilah apa yang dapat dilakukan oleh ahli tingkat tinggi.

Hur June: Aku tidak akan melupakannya.

Ye Jin: Dr. Hur sudah selesai melakukan penulisan kembali catatan para pasien.  Aku akan pergi mengambilnya sekarang.

Dr. Yoo: Tidak apa-apa, aku akan pergi untuk bertemu dengan rahib di Kuil Samjeuk.

Ye Jin: Kapan kau kembali?

Dr. Yoo: Aku tidak menentukan tanggal yang pasti, jadi aku tidak tahu kapan.

Hur June: Jika kau pergi, bagaimana kami merawat para pasien yang ada di sini dan para pasien yang tiap hari akan datang kemari?

d. Yoo: Bukan hanya diriku yang dokter di sini! Itu adalah tugasmu sebagai dokter yang tinggal di sini!

Dr. Yoo pergi, Hur June bingung dengan jawaban dr. Yoo, ia memandang Ye Jin yang ternyata sedang tersenyum gembira padanya.

Ye Jin: Kupikir dia percaya padamu dan akan menyerahkan semuanya di tanganmu.

KEMUDIAN

Dr. Yoo menemui Rahib Samjeuk. Dr. Yoo menunjuk ke sebuah gunung dan mengatakan kalau sangat bagus jika ia membangun kuburannya disana.  Samjeuk mengatakan kalau dr. Yoo kelihatannya memang bertambah tua karena ia bergurau, yang sebelumnya hampir tidak pernah ia lakukan.  Mereka berdua berjalan di tepi pantai. Dr. Yoo mengatakan dengan merasakan angin yang membuat bajunya berkibar, ia merasa hidup.  Ia sudah lama melupakan apakah dirinya ini masih hidup atau sudah mati.  Walaupun ia sudah hidup dalam ilmu pengobatan selama ini, tapi dia belum pernah memiliki waktu sedikitpun untuk melihat bagaimana hidup yang sebenarnya. Semua orang pasti mati, tapi menjadi dokter yang melihat pasiennya yang kadang-kadang mati, adalah ujian baginya.  Kita tidak dapat menghindari kematian, berapapun banyak pekerjaan yang masih tersisa yang harus dikerjakan, kematian tak akan menunggu kita untuk menyelesaikannya. Samjeuk menyahuitinya tidak peduli seberapa banyak seseorang berusaha, manusia tak dapat tinggal di dunia ini selamanya. Tapi bukanlah masalah walaupun tidak hidup abadi, karena kita sebagai manusia memiliki lingkaran kehidupan. Jika kita mati maka generasi berikutnya akan menggantikan kita. D.r. Yoo mengangguk setuju dan mengatakan kalau kita hidup dan melakukan yang terbaik di hidup kita, ia akan menggantikan yang sudah mati, dan nantinya ada seseorang yang akan dapat mencapai apa yang dirinya masih belum sempat ia lakukan. Samjeuk dapat menebaknya, “Apakah dia Hur June?”. Dr. Yoo mengelak menjawab dan mengajaknya melanjutkan perjalanan. Mereka berdua menyusuri kembali tepi pantai itu.

Yoo Doji dan beberapa dokter baru sedang belajar. Teman-teman Doji merasa bosan dan mereka mau keluar untuk melepas rasa tegang dan lelah di rumah hiburan. Doji menolak ikut karena masih ada yang belum selesai ia baca.  Para Dokter baru kemudian berusaha mengajak senior-senior mereka yang juga sedang kena tugas jaga malam untuk minum-minum di rumah hiburan juga. Awalnya mereka menolak ajakan itu tapi akhirnya setelah salah satu dokter senior bersedia tinggal dan memanggil mereka jika ada sesuatu yang terjadi para dokter itu pergi untuk minum-minum.  Tapi tak berapa lama kemudian dokter senior yang berjaga itu merasa mulas dan sakit perutnya sehingga meninggalkan tugas jaganya dan pergi untuk membuang hajat.

Beberapa saat kemudian Doji mengembalikan buku di tempat tugas jaga, tak disangka beberapa kasim Istana datang dan menanyakan dokter keluarga Raja, Doji menjawab kalau ia sudah pergi, kasim kemudian menyuruh Doji mengikutinya, tapi Doji ragu-ragu dan mau mengatakan kalau ia masih dalam pelatihan, tapi kasim memaksanya dan mengatakan kalau pangeran sangat sakit. Doji terpaksa mengikuti kasim itu.  Mereka segera bergegas ke kediaman Gong Bin Mama (selir Gong Bin)

Pangeran Gwanghae, anak Gong Bin sedang sakit keras, Gong Bin tidak sabar lagi dan menyuruh seseorang untuk ke Rumah Sakit Istana untuk memanggil dokter, tapi sebelum seseorang pergi, kasim dan Doji sudah datang. Selir Gong Bin menanyakan siapa orang ini, kasim menjawab kalau dokter keluarga Raja, Yang Yesu, telah pulang jadi ia mambawa dokter yang betjaga malam ini. Selir Gong Bin memarahi kasim itu karena yang sakit adalah Pangeran jadi seharunya dokter keluarga Raja yang memeriksanya bukan dokter biasa. Kasim membela diri dengan mengatakan kalau pangeran membutuhkan penanganan segera, tapi Gong Bin hanya ingin dokter keluarga Raja yang memeriksa anaknya jadi ia memerintahkan untuk memanggil Yang Yesu.  Doji mau pergi bersama dengan kasim, tapi ia memberanikan diri untuk mengajukan dirinya memeriksa pangeran, karena dengan melihat sekilas ia menemukan beberapa bintik di tubuh pangeran seperti penyakit Bandekdou (?)

* Bandekdou (?), atau disebut Ersypelas, adalah penyakit, yang mana timbul warna kemerah-merahan pada tubuh dan menimbulkan demam tinggi.

Doji mengatakan kalau darah kotor yang ada di dalam tubuh Pangeran tidak cepat dikeluarkan dengan akupungtur, penyakitnya akan menyebar ke seluruh tubuh dan akan terlambat nantinya untuk mengobati. Dayang penanggungjawab wisma Selir bertanya apakah itu benar. Doji menjawab bagaimana ia berani berbohong mengenai kondisi Pangeran. Akhirnya Gong Bin merestui Doji untuk merawat anaknya, tapi jika sesuatu yang buruk terjadi maka Doji akan menanggungnya. Doji dengan sedikit ragu-ragu mulai mengobati dengan akupungtur, sambil melakukan pengobatan ia berpikir dalam hatinya, bahwa pangeran ini adalah anak dari selir yang dicintai Raja, jadi ada kemungkinan kalau pangeran ini akan naik ke tahta, tapi jika seseuatu yang salah terjadi, maka ia akan kehilangan nyawa. Ia merasa ini adalah kesempatan dari Dewa tapi semua bergantung pada ujung jarum yang akan ia tusukkan pada tubuh pangeran.

Di Sanum, rumah sakit dr. Yoo masih ada pasien yang dalam perawatan Ye Jin. Ohgun mengatakan kalau matahari sudah terbenam jadi seharusnya mereka menghentikan layanan. Ye Jin mengatakan kalau ia akan merawat pasien sampai dr. Hur selesai dengan pemeriksaan pasien lainnya. Ia menyuruh Ohgun pulang, tapi Ohgun menjawab bagaimana ia bisa pulang lebih awal daripada dokter yang bertugas di Rumah Sakit.

Tiba-tiba ada suara pria berteriak keras mencari dr. Hur, Dolswe sambil menggendong ibunya berteriak-teriak memanggil Hur June, ia membuat keributan dan kekacauan di Rumah Sakit, dan menyalahkan Hur June karena memberikan resep yang salah sehingga mata ibunya buta. Dolswe mencekik Ohgun sambil berteriak untuk menyembuhkan mata ibunya …. Ye Jin kaget dan hanya bisa mengawasi ….

Iklan

3 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 25

    • ga nutut waktunya kalo dikasih dialog full, aku cuman kasih dialog yang penting-penting atau saat ada pemeriksaan pasien. Kalo gambar kalo sempat tak usahakan …. soalnya huh joon ini asli kubuat sendiri nda nerjemahin jadi ga isa cepat kayak SDY

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s