Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 26

Catatan: Aduh ampun-ampunan deh aku buat sinopsis Hur Joon ini, banyak istilah obat-obatan dan medis yang tidak kuketahui, apalagi banyak di antaranya dalam bhs. Inggris krn subtitlenya bhs. Inggris. Jika di antara kalian para pembaca adalah dokter/perawat/tenaga medis tolong koreksi ya … 😀 kalo bisa kasih komen aja di bawah supaya ntar aku perbaiki, maklum aku ini awam di bidang medis … mohon maklum 😀

Hur June datang dan berseru ada kejadian apa membuat Dolswe melepaskan cekikannya pada Ohgun dan menengok, ketika ia melihat Hur June yang dicarinya, ia segera berlutut di hadapan Hur June untuk menyembuhkan ibunya. Hur June mengenalinya, Ye Jin memberitahu kalau ibu dari Dolswe buta dan katanya itu karena resep yang diberikan oleh Hur June. Hur June kaget dan segera menengok ke ibu Dolswe.

Ibu Dolswe segera dibawa ke ruang perawatan pribadi dan diperiksa oleh Hur June, ia menduga kalau Dolswe telah melanggar larangannya untuk memberikan sup Bouja, yang sebenarnya beracun, secara berlebihan pada ibunya, dan ternyata benar. Karena mendengar penderitaannya, Gubernur Jinchun memberi Dolswe uang yang kemudian ia belikan bahan sup obat yang sebelumnya diberi oleh Hur June.

Dolswe mengira karena ibunya bisa sehat dengan sup itu maka ia pikir sup obat itu bagus jadi ia tetap memberikannya pada ibunya. Hur June menanyainya seberapa banyak, Dolswe menjawab 3 bungkus, Hur June menanyainya lagi apakah ia meminumkannya dengan madu, Dolswe menjawab saat itu bukan musimnya karena itu sulit mendapatkan madu dan karena ia kira madu tak begitu berguna maka ia melewatkan madu 1-2 kali saja, tak disangka itu justru menyebabkan kebutaan ibu Dolswe. Hur June sangat terpukul dan sangat kesal pada kebodohan Dolswe.

Dasar Dolswe bebal, ia tetap menyalahkan Hur June-lah yang menyebabkan kebutaan ibunya, Ohgun menegurnya dan mengatakan kalau itu salah dari Dolswe sendiri yang tidak menuruti perkataan dari Hur June.Dolswe tetap meminta Hur June untuk menyembuhkan ibunya tapi Hur June mengatakan kalau semuanya sudah terlambat karena racun Bouja sudah melukai liver dan membuat kebutaan pada Ibu Dolswe. Ibu Dolswe sudah pasrah dan tidak menyalahkan siapapun, sudah beruntung dia masih bisa hidup padahal sebelumnya ia sudah sekarat. Tapi Dolswe tetap ingin ibunya sembuh bahkan jika ia harus mengganti mata ibunya dengan matanya.

DI LUAR

Ye Jin menghibur Hur June dan mengatakan kalau itu bukanlah kesalahan dari Hur June, tapi Hur June mengatakan pada Ye Jin kalau ini memang kesalahannya, Ohgun bertanya bagaimana bisa itu kesalahan Hur June, itu semua terjadi karena kebodohan Dolswe. Hur June mengatakan karena ia berpikir Dolswe miskin dan tidak akan dapat membeli bahan-bahan sup Bouja maka ia memberikan resep itu. Karena pikirannya yang bercabang-lah yang menyebabkan kebutaan dari ibu Dolswe. Ye Jin mengatakan kalau itu semua adalah sesuatu yang tak bisa diduga dan dikontrol. Ohgun setuju dengan Ye Jin. Hur June menjelaskan pada mereka kalau Dolswe memang tidak memiliki pikiran yang jernih dan berpikiran terlalu sederhana sehingga mencuri kuda ketika Hur June mengatakan ia membutuhkan seekor kuda. Andai saja ia lebih perhatian … Ye Jin mengatakan apa gunanya memutuskan siapa yang salah, apa yang lebih penting sekarang adalah berusaha menyembuhkan pasien itu. Ye Jin memberinya semangat dan menyuruhnya jangan menyerah. Satu-satunya yang dipercayai oleh pasien adalah Hur June jadi Hur June tidak boleh patah semangat dengan kejadian seperti ini. Tapi Ohgun bertanya bagaimana menyembuhkan orang yang sudah kehilangan penglihatannya, kemudian ia pergi. Hur June memikirkan kata-kata Ye Jin dan pertanyaan dari Ohgun … bagaimana ia bisa menyembuhkan orang yang telah kehilangan penglihatannya ?

Di Istana, Doji melakukan pengobatan akupungtur pada pangeran yang masih bayi, mengeluarkan darah hitam. Ia melakukan semuanya dengan kesungguhan hati dan diawasi oleh Gong Bin Mama.

Sementara itu, di kantor dokter Istana terjadi kegaduhan karena mereka baru tahu kalau ada kejadian mendadak, pangeran kecil sakit saat mereka tidak ada disana. Ini bukan orang biasa, tapi pangeran! Dokter senior yang sebelumnya tinggal mengatakan kalau Doji pergi kesanauntuk mengobati pangeran kecil Semua orang sangat khawatir jika Doji gagal maka mereka semua akan menerima hukuman juga karena telah meninggalkan tugas..

Doji berhasil mengobati pangeran dan mengatakan pada Gong Bin Mama kalau masa kritisnya sudah lewat. Memang masih harus merawat kondisi pangeran, tapi sekarang pangeran sudah dalam kondisi yang baik jadi Gong Bin Mama tidak perlu cemas lagi. Gong Bin Mama sangat senang dan mengingat nama dr. Yoo.

Di kantor dokter Istana, kedua dokter senior yang pergi minum menanti Doji. Ketika Doji datang salah satu dokter menegur Doji kenapa ia yang pergi kesana, tapi dokter satunya menyuruh rekannya untuk menyudahi dan yang lebih penting sekarang apakah Pangeran sudah baik-baik saja. Doji mengatakan saat ia datang ke tempat Gong Bin Mama, pangeran dalam kondisi yang sangat serius, racun penyakit telah menyebar ke seluruh tubuh, jadi ia menggunakan akupungtur dan berhasil mengeluarkan racun dari tubuh pangeran, jadi sekarang ia tidak apa-apa. Dokter senior yang membelanya sangat senang dan memujinya. Setelah Doji pergi, dokter yang satunya mengatakan pada rekannya kalau ia tidak bisa percaya Doji berhasil melakukan akupungtur seperti itu karena seharusnya mengeluarkan racun dari tubuh bayi memerlukan teknik yang rumit dan bagaimana seorang dokter yang baru saja datang ke Istana dapat melakukan hal seperti itu.

Doji kemudian pulang ke rumahnya, memberitahukan ibunya mengenai kejadian di Istana. Ibunya sangat senang dan memuji Doji, mengatakan kalau ini adalah kesempatan dia untuk naik ke posisi yang lebih tinggi karena ia berhasil menyelamatkan pangeran.yang mungkin akan naik tahta karena ibunya adalah kesayangan Raja.

Keesokan paginya saat diadakan pertemuan pagi para dokter Istana, Yang Yesu, dokter keluarga Raja memuji kedua dokter senior yang berjaga tadi malam dan mengatakan kalau Raja sangat senang sehingga dia memberikan pesta bagi mereka. Kedua dokter senior itu sangat senang dan sedikit melirik pada Doji.

Kedua dokter senior itu menemui Doji saat ia sendirian dan menyuruhnya untuk menjaga mulut, karena kalau ia membuka mulut maka kedua dokter senior itu akan terlibat dalam masalah. Doji dengan rendah hati mengatakan kalau ia tidak punya ambisi seperti itu dan hanya berharap dapat mempelajari kemampuan pengobatan dari kedua dokter itu. Kedua dokter itu heran tapi sangat puas dengan jawaban Doji.

Di Sanum, berita mengenai dr. Hur June yang salah memberikan resep dan mengakibatkan buta seseorang sampai ke telinga Nyonya Son, Nyonya Son ingin menemui anaknya untuk menanyakan sendiri, tapi Dahee melarangnya karena itu justru dapat membebani pikiran dari Hur June.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Dolswe menghadang di pintu masuk rumah sakit menghalangi semua orang dengan mengayun-ayunkan sabitnya ke arah pasien yang mau masuk ke rumah sakit. Sampai dr. Hur dapat menyembuhkan mata dari ibunya, dr. Hur tidak akan menerima pasien. Semua orang merasa penasaran dengan Dolswe tapi mereka juga ketakutan melihat badannya serta senjata yang digenggamnya. Semua pegawai dr. Yoo bersembunyi ketakutan, hanya bisa mengomel tanpa henti mengenai kelakuan dari Dolswe.

Ye Jin masuk ke ruangan tempat ibu Dolswe dirawat dengan membawa ramuan obat, Hur June sedang melakukan pengobatan akupungtur. Ye Jin bertanya bagaimana dengan keadaan dari pasien, Hur June berhasil mengeluarkan racun dari tubuh ibu Dolswe dan mengatakan kalau kini permasalahannya hanya mengembalikan penglihatan dari ibu Dolswe.  Ye Jin tersenyum senang, ia mengatakan kalau Hur June pada awalnya pesimis bisa mengeluarkan racun Buija yang sudah menyebar, jadi sekarang Ye Jin yakin kalau Hur June juga pasti bisa memulihkan kembali penglihatan pasien.

Hur June meminta ibu Dolswe untuk meminum semua ramuan obat, tapi ibu Dolswe balik bertanya apakah benar ia bisa disembuhkan, Hur June tak bisa menjawabnya, Ibu Dolswe mengatakan kalau ia tidak apa-apa walaupun buta, dan meminta maaf karena perbuatan kasar dari Dolswe kepada Hur June yang telah menyelamatkan nyawanya. Dolswe memang sangat bebal daripada orang lain tapi itu karena ia telah kehilangan ayahnya saat masih kecil. Karena itulah ia menganggap ibunya adalah segalanya di dunia ini, Dolswe sebenarnya tidak buruk hatinya. Jadi ia pasrah dan walaupun ia tidak hidup laam, ia tak memiliki sesuatu yang patut disesalkan lagi. Ye Jin mengatakan padanya kalau ia harus memulihkan matanya demi anaknya. Hur June berjanji akan memulihkan penglihatannya apapun caranya jadi ia harus meminum ramuan obat yang diberikan.

Ohgun menemui Ye Jin dan mengatakan kalau semua pasien di bangsal perawatan tidak mau meminum obat yang diresepkan oleh dr. Hur karena ada seorang pasien yang menyebarkan rumor kalau dr. Hur menggunakan obat yang keras demi ambisinya. Ye Jin tidak habis pikir dengan semua itu, Ohgun juga mengatakan kalau kondisi pasien sangat lemah jadi tiap rumor kecilpun bisa memperngaruhi mereka, apalagi Dolswe sudah berlaku sedemikian rupa. Ye Jin sangat geram, ia meminta Ohgun tidak memberitahu dr. Hur karena pikirannya sudah penuh dengan permasalahan ibu Dolswe dan Ye Jin kemudian mendatangi bangsal perawatan. Disanapara pasien tidak mau meminum ramuan obat yang dibawa oleh Yeongdal dan Gukswe, Ye Jin mengetahuinya dan memerintahkan semua pegawai untuk memberikan sekali lagi pada para pasien ramuan obat dan mengusir keluar semua pasien yang tidak mau minum obat yang diresepkan,

Karena kata-kata dokter dan resepnya-lah yang menjaga hidup mereka di rumah sakit itu.  Jadi tidak ada alasan baginya untuk merawat mereka yang tidak mau mendengarkan kata-kata dokter. Semua pasien sangat terkejut, dan ketika mereka diberikan ramuan obat, mereka semuanya meminum ramuan itu.

Ilsuh dan Yangtae mangajak minum Dolswe, yang mulanya curiga tapi kemudian mau dan minum bersama mereka. Saat minum itu memberitahu kalau dirinya adalah seorang pemburu di Gunung Jiri dan ia menangkap banyak babi hutan liar dan beruang hanya dengan tangan kosong, jadi ia dan Yangtae mengancamnya untuk tidak menakut-nakuti pasien seperti itu. Dolswe segera pergi mengangkat batu yang sangat besar dan melemparkannya dengan cukup mudah, Ilsuh dan Yangtae kaget dengan kekuatan Dolswe, Dolswe mendatangi mereka berdua dengan sabitnya dan balik mengancam mereka, Ilsuh dan Yangtae segera lari.

Dr. Yoo dan Rahib Samjeuk kembali ke rumah sakit, dan dihadang oleh Dolswe yang mengatakan kalau Hur June tidak menerima pasien karena ia harus merawat ibunya sampai sembuh dulu. Ohgun datang dan memberi hormat pada dr. Yoo, yang kemudian bertanya ada kejadian apa. Ohgun hanya terdiam …

Di dalam,.ibu Dolswee merintih kalau matanya terasa sakit berulang-ulang. Hur June dan Ye Jin sedang merawatnya. Dr. Yoo dan Rahib Samjeuk masuk ke dalam, Hur June sedikit terkejut dan menyapanya

Dr. Yoo memeriksa nadi ibu Dolswe.

Dr. Yoo: Kalau sedikit lagi terlambat mengeluarkan racun Buja maka tidak akan ada lagi kesempatan untuk memulihkan penglihatannya

Samjeuk: Sangatlah sulit untuk dapat mengeluarkan racun Buja yang sudah beredar ke dalam tubuh. Kerja yang sangat bagus!

Hur June:  Mulai dari pagi ini, air mata terus keluar dari matanya dan ia merintih kalau matanya sakit terus menerus.

Dr. Yoo: Ia sudah banyak baikan dan mulai sembuh!

Hur June: Apakah dia dapat pulih penglihatannya?

Dr. Yoo: Apakah kau sudah menggunakan Bon Sa Bang Yang Gan Won?

Bon Sa Bang Yang Gan Won adalah resep obat dari buku Bon Sa Bang untuk mata.

Hur June: Sudah! Dan ia sudah meminumnya setengah jam yang lalu.

Dr. Yoo: (pada Ye Jin) Bukalah penutup matanya.

Ye Jin: Baik!

Ye Jin menghampiri ibu Dolswee dan membuka penutup matanya. Dr. Yoo kemudian mengecek mata dan berusaha membuka mata ibu Dolswe yang terpejam, tapi ibu Dolswee berteriak kesakitan.

Dr. Yoo: Tutuplah matanya lagi dengan 3 lapisan.

Ye Jin: Baik, Na Li! (Tuan)

Ye Jin segera menutup mata ibu Dolswe dengan 3 lapisan seperti yang diperintahkan oleh dr. Yoo.

Dr. Yoo: (pada Hur June) Setelah satu jam aku akan memberinya obat dan melakukan pengobatan akupungtur.

Hur June: Ya, Sesenim.

D.r Yoo meninggalkan ruangan diikuti oleh rahib Samjeuk.

Dahee dan ibu Hur June gelisah menunggu kabar dari Hur June, Yangtae menemui mereka dan memberitahu kalau dr. Yoo dan Rahib Samjeuk sudah datang dan merawat ibu Dolswe jadi mereka tidak usah terlalu khawatir. Tapi ibu Hur June tetap pergi kesanakarena terlalu khawatir, Dahee ingin mengikuti ibu mertuanya tapi Yangtae menahannya dan mengatakan kalau ia akan membawa kembali ibu mertuanya.

Satu jam telah berlalu, dr. Yoo kembali memeriksa keadaan Ibu Dolswe. Ye Jin membukanya, kemudian dr. Yoo menyuruh Hur June yang melakukan akupungtur, Hur June kaget. Dolswe meminta dr. Yoo yang katanya dokter terhebat di Korea yang mengobati ibunya, tapi dr.Yoo menyuruhnya tutup mulut dan keluar dari ruangan, ia mengatakan kalau yang dapat memulihkan penglihatan dari ibunya adalah Hur June bukan dirinya. Dolswe ditarik keluar. Dr. Yoo menyuruhnya memegang jarum dan melakukan akupungtur, tapi Hur June ragu-ragu, dr. Yoo kemudian mencelanya karena tidak memiliki kepercayaan diri, ia tetap menyuruh Hur June untuk memegang jarum. Ye Jin menyemangatinya dan menyuruhnya melakukan akupungtur. Hur June mendekati pasien dan mengambil jarum.

Dr. Yoo: Di mana kau akan melakukan untuk An Jung Tong?

An Jung Tong adalah sakit pada mata atau gangguan mata.

Hur June: Uh …. Di GV-16, G-31, H-5, dan L-14, dan B-62.

Dr. Yoo: Ada lagi!

Hur June: Di K-6 dan Liv-1.

Dr. Yoo: Di mana kau akan melakukannya?

Hur June: GB-44 dan BL-67.

Dr. Yoo: (mengangguk-angguk) Lakukanlah!

Hur June menetapkan hati dan melakukan pengobatan akupungtur pada ibu Dolswe.

Sementara itu di luar kamar, orang-orang berkumpul untuk menantikan hasil pengobatan. Yangtae datang disusul oleh ibu Hur June, Ilsuh yang sudah ada disanamengatakan kalau sekarang dr.Yoo menyuruh Hur June yang melakukan akupungtur, bukankah itu berarti dr. Yoo sangat mempercayainya.

Malam tiba…. Hur June masih melakukan pengobatan akupungtur.

Samjeuk: Samgyung terlalu lemah.

Dr. Yoo: Jadi mengontrol energi racunnya harus ditunda. Malam ini adalah masa yang paling menentukan. (Hur June menoleh padanya) Ikuti pernapasan dari pasien, lanjutkanlah pengobatan akupungturnya dengan menusukkan jarum di GV-20 dan B-10!

Hur June segera melakukannya.

Dr. Yoo: Samakanlah napasmu dengan napas pasien

Hur June melakukannya dan kemudian melakukan akupungtur sesuai dengan napas pasien …. Setelahnya ia tertunduk kelelahan.

Samjeuk: Kerja bagus!

Dr. Yoo: Sekarang tutuplah matanya lagi.

Hur June: Baik! (Hur June mnutup mata ibu Dolswe, setelah itu pada dr. Yoo) Akankah dia mejadi lebih baik

Dr. Yoo: Kita tidak bisa yakitn! Dia harus menunjukkan 2 gejala lagi.

Hur June: Apa saja itu?

Dr. Yoo: Ketika semua racun Buja hilang, dia akan mengeluh kalau leher belakangnya terasa sangat berat sehingga ia tak dapat memutar lehernya. Kalau itu terjadi, kau dapat menghilangkannya dengan Palmisan, tapi ada efek samping dari Palmisan, sakit kepalanya akan hilang, tetapi sakit yang amat sangat akan muncul seakan-akan perutnya dirobek, tapi itu tidak akan sehebat sakit kepalanya, kau kurang gejala-gejala seperti itu. (Hur June masih sedikit bingung) Di mana Gastroscope?

Hur June: Di meridian (tengah-tengah) lambung. Haruskah aku lakukan di bawah lutut? (dr. Yoo menganggukkan kepalanya) lalu apakah pasien akan mendapatkan penglihatannya kembali?

Dr. Yoo: Itu hanya akan meringankan sakit di perutnya. Selanjutnya, sakitnya akan pindah ke belakang dari tiap bahu, titik akupungtur di sini berkaitan dengan semua penyakit yang berhubungan dengan mata.

Hur June: Kalau begitu bagaimana kita meringankan sakitnya itu?

Dr. Yoo tidak menjawabnya tapi hanya memandangnya sangat lama ….

Dr. Yoo: Dengan Moxibustion. (Hur June, Ye Jin, dan Samjeuk sangat kaget mendengarnya.) Jika kau melanjutkan dengan moxibustion selama 21 hari, maka tidak akan timbul rasa sakit. (Hur June bingung, dr. Yoo hanya menatapnya)

Hur June: Tapi moxibustion itu ..  adalah masuk akal dalam ilmu pengobatan  untuk tidak menggunakan akupungtur bersamaan dengan moxibustion. Apakah mungkin untuk melakukan moxibustion di titik akupungtur Daechoo?

Dr. Yoo: Sampai kapan kau ingin aku menunjukkan segala sesuatunya dengan memegang tanganmu dengan tanganku? Aku yang memutuskan dan kau yang melakukan sisanya! (pada Samjeuk) Ayo kita keluar! (Ia bangun dan keluar kamar disusul oleh Samjeuk)

Hur June: (gugup dan gelisah) Sesenim … Sesenim …

Hur June sangat kebingungan, Ye Jin hanya bisa mengawasinya.

Dr. Yoo dan Rahib Samjeuk masuk ke ruangan dr. Yoo. Samjeuk bertanya mengapa dr. Yoo melakukan itu. Adalah prinsip mendasar dalam ilmu pengobatan untuk tidak menggunakan moxibustion dengan akupungtur tapi kau justru menyuruhnya untuk melakukannya secara bersama-sama, pantas saja ia sangat kebingungan. “Jika dia kebingungan hanya karena ini, maka penilaianku padanya salah!” sahut dr. Yoo.

Rahib Samjeuk tidak mengerti maksudnya, padahal yang mengatakan hal yang berlawanan dengan prinsip medis adalah dr. Yoo sendiri. “Dengan keahlian akupungturnya ia bisa menyembuhkan seorang pasien dengan akupungtur, yang seharusnya secara normal menggunakan mozibustion. Metode yang mana yang akan digunakannya terserah padanya.” Jawab dr. Yoo.

Rahib Samjeuk baru sedikit mengerti …dr.Yoo melanjutkan, ”Aku tidak membutuhkan reputasi sekarang! Untuk apa yang telah dilakukannya, ia harus menghapus aib itu dengan tangannya sendiri, benar bukan? Kemampuan akupungtur Hur June sangatlah luar biasa. Jika kau melakukannya di titik yang tepat 3 kali dari 10 percobaan, itu masih sangat efektif, tapi dia telah melakukannaya tepat seluruhnya selama ini. Dia bisa menjadi terkenal hanya dengan keahlian akupungturnya saja, tapi dia harus berdiri di atas kakinya sendiri, dia harus melupakan aku, dan berdiri teguh tanpa terikat dengan keberadaan dari Yoo Wee Tae” .Rahib Samjeuk kemudian bertanya jadi apakah ia menunggu saat itu. Saat di mana Hur June menentang perintahnya dan berdiri di hadapannya dengan keahlian medisnya sendiri. Dr. Yoo tidak menjawabnya, hanya tersenyum dan mengankat cawannya.

Ibu Dolswe mengerang kesakitan dan berguling-guling sambil mengatakan kalau bahunya sngat sakit. Hur June hanya mengawasi ibu Dolswe, Ye Jin bertanya pada Hur June apa yang akan dilakukannya. Hur June bingung dan masih ragu-ragu … ia mengingat perkataan dari dr. Yoo

Dr: Yoo Selanjutnya, sakitnya akan pindah ke belakang dari tiap bahu, titik akupungtur di sini berkaitan dengan semua penyakit yang berhubungan dengan mata.

Hur June: Kalau begitu bagaimana kita meringankan sakitnya itu?

Dr. Yoo tidak menjawabnya tapi hanya memandangnya sangat lama ….

Dr. Yoo: Dengan Moxibustion. Jika kau melanjutkan dengan moxibustion selama 21 hari, maka tidak akan timbul rasa sakit.

Suara hati Hur June: Adalah satu prinsip mendasar dalam ilmu pengobatan tidak menggunakan moxibustion bersama-sama dengan akupungtur. Sangat tidak mungkin untuk menggunakan keduanya secara bersamaan. Kenapa dia menyebutkan mozibustion? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan?

Ibu Dolswe masih berguling-guling memegang kedua pundaknya dan mengerang kesakitan …. Ye Jin tidak tega dan menaynyakan pada Hur June apakah ia akan menggunakan moxibustion seperti yang telah dikatakan oleh dr. Yoo. Ohgun mengatakan kalau dr. Yoo menyebutkan moxibustion pasti beralasan jadi seharusnya Hur June mengikuti perkataan dr. Yoo. Hur June masih belum dapat memutuskan….

Orang-orang di luar menunggu dengan gelisah, tiba-tiba terdengar suara teriakan kesakitan dari ibu Dolswe, Dolswe segera bergerak mau menerjang ke dalam kamar, tapi orang-orang lain segera menahan Dolswe.  Ibu Hur June mendoakan anaknya pada Buddha Maha Pengasih.

Hur June memutuskan untuk menggunakan akupungtur dan menentang perintah dari dr. Yoo. Ye Jin dan Ohgun sangat kaget dengan keputusan dari Hur June. Hur June mengatakan kalau dengan moxibustion kondisi pasien dapat menjadi lebih baik, sama juga jika ia menggunakan akupungtur. Jadi ia benar-benar memutuskan sendiri. Ohgun memegangi kepalanya, mendongak dan mendesah …

Ohgun mendatangi kamar dr. Yoo, dr. Yoo bertanya pada Ohgun apa yang sedang dilakukan oleh Hur June dan dijawab kalau Hur June menentang perintah dr. Yoo dan menggunakan akupungtur. Samjeuk berpandangan dengan dr. Yoo.

Hur June menggunakan akupungtur untuk mengobati ibu Dolswe.

Dahee di rumah menanti dengan gelisah .

Orang-orang di luar kamar menanti dengan gelisah …

Beberapa saat kemudian, Hur June menyuruh Ye Jin untuk melepaskan penutup mata ibu Dolswe. Setelah penutup mata dibuka, Hur June menyuruh ibu Dolswe untuk membuka matanya. Ibu Dolswe membuka matanya, pertama ia hanya dapat melihat samar-samar .. tetapi makin lama makin jelas sampai akhirnya ia benar-benar dapat melihat semua dengan normal.

Hur June: Dapatkah … Dapatkah kau melihatku? (berharap-harap cemas) Apakah kau dapat melihatku?

Ibu Dolswe: (menangis terharu dan senang) Aku dapat melihatmu  … Dokter, aku dapat melihat!

Hur June: Dapatkah kau melihat?

Ibu Dolswe: (berseru bahagia) Ya, aku dapat melihat lagi, dokter! (Hur June menangis lega dan terharu)

Ibu Dolswee berseru-seru ke arah luar kamar memanggil anaknya, dan mengatakan kalau ia bisa melihat …

Semua orang yang ada di luar kamar mendengar seruan ibu Dolswe, semua tertawa gembira dan bersukacita, Dolswe bergegas masuk menemui ibunya, mereka berdua saling berpelukan, Hur June mengawasi mereka dengan terharu.

Yejin pergi ke  kamar dr. Yoo dan memberitahu keberhasilan dr. Yoo dari luar kamar. Tapi tidak ada jawaban. Sekali lagi Ye Jin memberitahu keberhasilan dr. Yoo tapi tetap tidak ada sahutan dari dalam. Ye Jin merasa hatinya tidak enak dan curiga, jadi ia masuk ke dalam kamar dr. Yoo. Saat ia masuk ke dalam kamar, ia melihat dr. Yoo terbaring di tempat tidur sambil terbatuk-batuk begitu hebat dan darah keluar dari mulutnya, Ye Jin sangat terkejut melihatnya ….

Iklan

3 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 26

  1. Dolswee bener2 gk tau trima ksh ya.. Bnr2 bebal.. Ada ya org spt itu?? Ko andy.. Wlu kesulitan krn bnyk istlh medis.. Tp hrs TTP SMGT y Ko andy. (syg istlh medis ny gk dlm bhs latin) jd mmg ssh di mengertI)

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s