Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 27

Ye Jin masuk ke dalam kamar dr. Yoo dan melihat dr. Yoo sedang terbaring sambil terbatuk-batuk keras sampai keluar darah. Ye Jin sangat terkejut melihatnya, ia segera menghampiri dr. Yoo dan berseru-seru memanggil “Sesenim” berulangkali.

Huh Joon - Sinopsis Drama Kerajaan Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Dr. Yoo meminta Ye Jin untuk memanggil Rahib Samjeuk.  Ye Jin pergi memanggil Rahib Samjeuk. Rahib Samjeuk segera memeriksa keadaan dr. Yoo dari nadi di lengan kemudian memeriksa perutnya. Ye Jin mengawasi semua itu dengan cemas. Rahib Samjeuk selesai memeriksa, dr. Yoo yang batuknya sudah reda, bangun duduk dan bertanaya pada Samjeuk mengenai keadaanya. Samjeuk hanya bertanya sejak kapan ia sakit. Dr. Yoo menjawab sudah sekitar 1-2 tahun. Ye Jin bingung tidak tahu penyakit apa yang diderita oleh dr. Yoo. Dr. Yoo bertanya pada Samjeuk apakah Banwee.

*Banwee adalah kanker lambung, timbulnya benjolan pada lambung bagian dalam dan ke 5 viscera mengering, dan dapat mengambil jiwa pasien.

Rahib Samjeuk hanya diam, Ye Jin sangat terkejut mendengar kalau dr. Yoo menderita penyakit Banwee karena 8-9 dari 10 penderita akan mati terkena penyakit ini. Samjeuk mencoba untuk memeriksa kembali kalau ada kemungkinan dia salah periksa, tapi dr. Yoo menolaknya karena tidak ada gunanya. Samjeuk mencelanya dengan mengatakan bagaimana bisa seorang dokter menelantarkan kesehatan tubuhnya sendiri sampai pada kondisi yang seperti ini. Dia yang membenci kematian orang lain bagaimana bisa menganggap ringan keadaan penyakitnya. Ye Jin sangat sedih.

Dr. Yoo dengan tenang bertanya pada Samjeuk berapa lama waktu yang ia miliki. Samjeuk sangat marah dan menegurnya bagaimana ia bia berpikir mati.Tapi Dr.Yoo dengan sederhana menjawab kalau ia adalah dokter, dan bertanya pada Samjeuk apakah ia merasakan benjolan pada perutnya. Ye Jin mencoba untuk berargumen dengan mengatakan kalau Banswee dapat disembuhkan jika masih pada tahap awal, tapi dr. Yoo menjawab sudah terlambat kalau sudah tahap hemoptysis. Ye Jin sangat berduka …

Hemoptysis adalah kondisi pasien yang memuntahkan darah dari mulut.

Dolswe memberikan penghormatan besar pada Hur June sebagai ungkapan terima kasihnya. Hur June mengatakan pada Ohgun kalau ia akan menemui dr. Yoo untuk memberikan kabar mengenai perkembangannya. Setelah Hur June pergi, Ohgun bergumam apakah benar keahlian pengobatan dari Hur June sudah mengalahkan dr. Yoo seperti yang telah tersebar selama ini.

Samjeuk menasehati dr. Yoo supaya tidak menyerah, tapi dr. Yoo mengatakan kalau Banwee adalah salah satu penyakit yang tidak dapat diketahui tanpa membuka lambung penderitanya. Dari pengalamannya melihat banyak pasien yang datang kemari pada masa lampau, dia mencoba menyelidiki penyakit ini tapi tak dapat menemukan sumbernya ataupun pengobatan yang tepat. Ia sering menggunakan resep Yak Hwa Je untuk meringankan penderitaan para pasien yang terkena Banwee. Rahib Samjeuk hanya bisa menatapnya sedangkan Ye Jin menangis sedih.

Yak Hwa Je adalah resep untuk meringankan sakit bagi penderita Banwee.

Dr. Yoo meminta keduanya untuk tidak memberitahukan keadaanya pada Hur June supaya ia tidak menelantarkan  segalanya demi menyembuhkan dirinya.  Ye Jin dengan terpaksa mengiyakannya.

Tiba-tiba terdengar suara Hur June di luar kamar yang akan memberikan laporan mengenai perkembangan penyakit mata dari ibu Dolswe. Semua orang itu sedikit terkejut, tapi kemudian dr. Yoo menyuruh Hur June masuk. Hur June masuk dan sedikit merasa ada sesuatu yang ganjil dengan suasana di ruangan itu, tapi ia tak begitu memperhatikan. Ye Jin memalingkan mukanya sehingga Hur June tak dapat melihat air matanya. Hur June melaporkan kalau penglihatan pasien sudah kembali, ia menggunakan akupungtur bukan moxibustion, jadi Hur June minta maaf pada dr. Yoo karena telah menentang perintahnya. Dr. Yoo sangat senang dan melirik sekilas pada Samjeuk, dan mengatakan kalau pasien itu sebenarnya adalah pasien Hur June sejak awal, jadi cukup kalau Hur June memperlakukannya dengan baik, mengapa harus minta maaf.  Dr. Yoo kemudian menyuruhnya keluar. Hur June tak mengertii dengan sikap dari gurunya, ia kemudian keluar.

Yangtae dan Ilsuh memeragakan peristiwa Doswe dan ibuna saat ibunya dapat melihat pada Dalhee yang tidak melihat. Mereka semua sangat gembira pada Hur June, Hur June menjawab kalau itu semua karena ia merawat pasien seperti yang diberitahukan oleh gurunya. Ilsuh menegur Hur June agar jangan bebohong karena mereka ada disanamenyaksikan juga. Nyonya Son juga mendukung perkataan Ilsuh, dan mengatakan kalau Hur June yang melakukan akupungture berdasarkan yang ia percaya daripada mengikuti istruksi dari dr. Yoo untuk melakukan moxibustion. Banyak orang yang memuji kalau kemampuan Hur June lebih baik daripada dr. Yoo. Tapi Hur June mengatakan pada ibunya kalau mereka jangan berpikir seperti itu. Yangtae menyahut dengan mengatakan kalau tidak karena Hur June tetap pada kata-katanya, maka pasien itu akan bermasalah.  June menyuruh mereka menghentikan semua perkataan itu.

Dalam kamar, Hur June sedang termenung sementara istrinya menyiapkan tempat tidur bagi mereka.  Dalhee kemudian bertanya pada Hur June mengapa ia termenung, Hur June berkata kalau ia sangat khawatir karena tidak mengerti niat dari dr. Yoo. Sudah menjadi prinsip mendasar kalau akupungtur tidak dapat digunakan bersama dengan moxibustion.  Dahee juga bingung mendengarnya.

Hur June melanjutkan dengan mengatakan kalau banyak orang yang tidak tahu mengenai prinsip itu akan mengira kalau dia menentang perintah dr. Yoo dengan menggunakan akupungtur. Mereka juga mengatakan kalau ilmu akupungturnya lebh hebat daripada dr. Yoo. Tapi itu bukanlah yang sebenarnya! Ilmu pengobatan bukanlah suatu keahlian! Tanpa banyaknya pengalaman dan kebijaksanaan kau tidak dapat menilai seberapa dalamnya ilmu pengobatan seseorang. Hur June mengatakan kalau kemampuannya masih kalah dibandingkan  dengan dr. Yoo, tapi Hur June tak dapat menebak mengapa dr. Yoo bisa melakukan hal seperti itu. Dahee menjawab kalau mungkin itu karena dr. Yoo ingin menguji kepercayaannya pada ilmu pengobatan yang dimiliki oleh Hur June sendiri.

Hur June tidak dapat menduga maksud perkataan istrinya, ia menengok pada Dahee. Dahee melanjutkan kalau mungkin saja dr. Yoo memberikan petunjuk yang salah karena ada tujuannya dan menanti sampai kau menentang perintahnya.  Hur June mulai memikirkan kemungkinan ini. Dahee masih menambahkan kalau rumor mengenai seorang pasien menjadi buta karena meminum resep obat yang diberikan oleh Hur June sudah banyak tersebar dikota. Dan lagi rumor itu juga mengatakan kalau Hur June memberikan obat yang sangat kuat demi ambisi pribadi sehingga dapat menyembuhkan pasien dengan cepat. Tapi rumor ini segera menghilang begitu suaminya menentang perintah dr. Yoo dan berhasil menyembuhkan pasien buta itu. Hur June terbuka jalan pikirannya. Dahee mengatakan pasti dr. Yoo melakukan itu demi diri Hur June walaupun mungkin reputasinya terpengaruh karenanya. Semua perkataan Dahee telah menyingkapkan teka-teki yang ada di pikiran Hur June mengenai alasan dr. Yoo memberikan perintah itu.

Sementara itu, dr. Yoo di kamarnya membaca buku, tiba-tiba ia merasa rasa sakit di pertunya.

Dolswe merasa sangat berutangbudi pada Hur June dan ingin bekerja pada Hur June walaupun ia kelaparan karenanya. Tapi Hur June bersikukuh tidak akan menerimanay, apapun alasan dan bagaimanapun ia memohon, Hur June tak akan mengubah keputusannya. Dolswe dengan hati berat akhrinya kembali bersama ibunya ke Jinchun sambil menangis dan beberapa kali menoleh ke belakang, melihat pada Hur June dan Ohgun yang mengantar mereka pergi. Ohgun merasa lega ….Saat masuk ke dalam rumah sakit, Ohgun dan Hur June melihat Yeongdal dan Gukswe memindahkan beberapa ikat buku, Ohgun bertanya kemana mereka akan memindahkannya, Gukswe menjawab kalau dr. Yoo menyuruh mereka memindahkan beberapa buku di kamarnya untuk ditaruh di kamar Doji. Ye Jin datang memberitahu Hur June kalau dr. Yoo memintanya untuk menemui dr. Yoo.

Dr. Yoo ada di kamar Doji sedang mengatur Yeongdal dan Gukswe untuk menaruh buku.  Selesai menaruh buku-buku itu mereka pergi.

Huh Joon - Sinopsis Drama Kerajaan Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hur June dan Ye Jin menemui dr. Yoo  dr. Yoo mengatakan kalau kamar ini mulai sekarang adalah kamar belajar Hur June. Ye Jin dan Hur June kaget. Dr. Yoo juga mengatakan kalau keahlian Hur June dalam bidang akupungtur sangat baik, tapi belum cukup karena Hur June belum memiliki semua keahlian yang diperlukan untuk benar-benar menjadi seorang dokter. Sangatlah penting untuk mengembangkan kemampuan pengobatan melalui membaca banyak buku pengobatan. Jadi Hur June harus bekerja keras untuk menambal kekurangannya.

Hur June sangat terharu dan bersyukur, dr. Yoo berkata kalau ia akan menguji Hur June sewaktu-waktu jadi Hur June harus selalu siap.  Dr. Yoo pergi. Hur June mangawasi punggungnya kemudian mengawasi sekeliling kamar. Ye Jin mengawasi Hur June dengan sedikit gundah.

Yang Yesu memberikan ‘kuliah’ pada para dokter.

Yang Yesu: Aku membagi tahapan ilmu pengobatan menjadi 4, yakni Shin, Sung, Gong, dan Gyo. Tahapan pertama, tahapan Shin adalah mengetahui gejala penyakit seseorang hanya dengan mengamati pasien. Mengamati berarti mengacu pada 5 warna pada bagian tubuh pasien, hidung, mata, dahi, pipi, kulit dan mengetahui semuanya.  Yang kedua adalah tahapan Sung yang mana seseorang mengetahui penyakit yang tersembunyi dengan mendengarkan 5 suara. Yang ketiga, tahapan Gong adalah tahu dengan bertanya pada pasien mengenai kondisi dan sakitnya. Yang terakhir, Gyo adalah mencari penyakit dengan memeriksa denyut nadi dan area yang diragukan. Jika ada seseorang di antara kalian ingin menjadi dokter dari Raja, maka ia harus menguasai di atas tahapan Shin dan Sung.

Doji mendengarkan semua ini dengan seksama….

Sementara itu, dr. Yoo juga sedang mengajari Hur June mengenai 4 tahapan juga, Shin, Sung, Gong, dan Gyo.

Dr. Yoo: Setiap orang dapat menguasai semua tahapan itu dengan mendapatkan pengalaman dan latihan. Walaupun kau dapat menguasai tahapan akhir, jika kau tidak memiliki pikiran untuk berbagi penderitaan dengan pasien, maka kau hanya akan menjadi dokter yang biasa-biasa saja.  Jika kau tidak sungguh-sungguh bersimpati dengan pasien maka kau tidak dapat menyebut dirimu sendiri seorang dokter.

Beralih ke Doji yang sedang berjalan-jalan di Rumah Sakit Istana.

Suara hati Doji: Apa tujuan dari seorang dokter? Jika aku harus tinggal di desa dan hanya merawat orang-orang dengan statur rendah, aku tidak akan pernah memulai semua ini dari awal. Aku akan menjadi dokter yang akan bertanggung jawab terhadap kesehatan Raja. Lihatlah aku!

Doji bertemu dengan kedua dokter senior yang pernah meninggalkan tugas malam, dan mengajak mereka untuk menghadiri pesta kecil yang diadakannya, sebagai ucapan  terima kasih pada kedua dokter senior itu. Saat pesta diadakan salah satu dokter senior mengajukan diri untuk menjadi mak comblang bagi Doji dan dipasangkan dengan anak gadis Tuan Kwon Hyuksoo, yang memiliki tingkat tertinggi sebagai penerjemah di Istana.  Ibu Doji sangat senang, tapi Doji kelihatan malah kalut.

Malamnya, Doji termenung di kamarnya, mengingat penolakan Ye Jin saat di kuil Samjeuk. Tiba-tiba ibu Doji ada di luar dan memberitahu kalau ia akan masuk. Nyonya Oh masuk dan kemudian membicarakan mengenai tawaran di pesta mengenai pernikahan itu, Nyonya Oh bertanya pada Doji apa ia masih belum melupakan Ye Jin. Doji menjawab kalau bukan itu alasannya, melainkan ia seharunya mengirimkan seseorang untuk mengirimkan kabar kepada ayahnya mengenai pernikahan ini. Ibunya menyahutinya dengan mengatakan kalau ayahnya sudah memutuskan hubungan ayah dan anak jadi apa gunanya memberitahu. Doji tetap bersikeras dan mengatakan walaupun ia sudah memutuskan hubungan mereka, tapi Doji akan tetap melakukan apa yang seharusnya dilakukan seorang anak. Ibunya menyerah dan mengusulkan Hansang untuk pergi memberitahu suaminya.

Keesokan paginya Hansang diutus pergi ke Sanum untuk memberitahu rencana pernikahan antara Doji dan anak perempan dari Kwon Hyuksoo. Tapi Doji secara diam-diam memberikansuratuntuk Ye Jin pada Hansang dan memberitahunya untuk memberikannya langsung pada Ye Jin. Hansang mengiyakannya kemudian pergi.

Yangtae dan Ilsuh menemui Ohgun, Yeongdal, dan Gukswe, mereka berdua berpura-pura bercakap sendiri, dan mengatakan karena Doji sudah putus hubungan ayah dan anak dan pergi ke Seoul, maka ada kemungkinan dr. Yoo akan mengangkat Hur June sebagai anak angka sejak dr. Yoo menyuruh Hur June untuk berdiam di kamar Doji. Jika itu terjadi maka rumah sakit ini akan menjadi milik Hur June. Ohgun segera menyangkalnya dan memarahi mereka, Yangtae dan Ilsuh pergi. Kemudian Ohgun mengatakan ada seseorang yang sudah 10 tahun berada di rumah sakit ini selama 10 tahun yang mungkin akan mewarisi rumah sakit ini dan bertanya pada teman-temanya apa itu mungkin, Yeongdal dan Gukswe hanya memandanginya lalu melanjutkan pekerjaan mereka. Karena tidak ada jawaban dari keduanya, Ohgun menjadi semakin marah dan menyuruh mereka bekerja lebih cepat.

Ye Jin sedang di gudang obat dengan berbagai macam bahan obat di depannya, ia menjumput satu demi satu dan kemudian menggerusnya. Hur June datang dan melihatnya .

Hur June: Melihat bahan-bahan obat yang kau gunakan, orpiment, borax, Ampelopsis japonica, dan belerang .. (Ye Jin kaget dan salah tingkah) kau sedang membuatkan Shin Sun Tal Myung Dan? (Ye Jin memalingkan mukanya) Itu digunakan untuk meredakan sakit pada penderita kanker lambung, muntah-muntah, dan sakit perut. Sepanjang yang kuketahui tidak ada pasien yang dirawat menggunakan obat ini. Untuk siapa ini? (Ye Jin memalingkan wajahnya) Akashi….

Ye Jin tidak menjawabnya, ia sambil melelehkan air mata dan memalingkan wajahnya tetap menggerus bahan-bahan obat.

Istri Ilsuh, Haman datang ke rumah sakit dengan tujuan mencari suaminya …

Hur June masih mendesak Ye Jin untuk mengatakan untuk siapa obat ini.  Ye Jin menangis. Hur June berusaha menanyainya .. tapi Haman masuk dan melihat mereka berdua, ia segera menutup mukanya dan meminta maaf karena sedang mencari suaminya kemudian langsung keluar.

DI LUAR

Haman mau pulang tapi penasaran dengan apa yang terjadi di dalam tadi, jadi ia mengendap-endap dan mengintip dari jarak jauh, ia melihat Hur June sedang berbicara pada Ye Jin yang sedang menangis, seakan-akan sepasang kekasih yang sedang melakukan pertemuan rahasia.

DI DALAM

Hur June mangatakan kalau beberapa hari ini Ye Jin terlihat sangat muram, jadi ia menanyakan apa yang sebenarnya sedang terjadi. Ye Jin tidak menjawabnya dan memalingkan mukanya.  (Adegan ini yang dilihat oleh Haman) Ia menutupi mulutnya dan kemudian pergi berlalu dengan menangis.

Saat Ye Jin keluar, ia tak sengaja menabrak pintu yang kemudian membentur kepala Haman yang ternyata bersembunyi di balik pintu gudang. Hur June merasa bingung dengan sikap Ye Jin dan kemudian melihat bahan-obat-obatan yang diambil Ye Jin. Hur June bertanya-tanya siapa yang dibuatkan obat oleh Ye Jin dan mengapa Ye Jin begitu sedih ketika ia menanyakannya.

Di rumahnya, Ilsuh sedang mengemong anaknya, istrinya datang sambil mengelus-elus dadanya. Ilsuh menanyainya tapi beberapa kali Haman batal memberitahu Ilsuh sehigga Ilsuh tambah penasaran dan menegurnya keras, Haman memberitahau kalau kelihatannya ada perhubungan rahasia antara Ye Jin dan dr. Hur. Ilsuh mengancam supaya Haman tutup mulut sehingga tidak membuat kacau sebuah keluarga yang bahagia hancur karena mulutnya. Haman hanya bergumam sendiri dan kemudian mengambil keputusan.

Dahee sedang mencuci, Haman mendatanginya dan mengajaknya bercakap-cakap, pertama ia mengatakan walaupun suaminya sudah sukses tapi kondisi keluarga mereka tetap sama saja, kemudian ia menanyakan Nyonya Son apakah ia menjual kue beras lagi di pasar. Dahee mengiyakannya. Kemudian dengan sedikit nada menyindir Haman mengatakan kalau di pikiran Hur June tidak ada keluarganya jadi mengapa ia harus menghasilkan uang. Dahee heran. Haman menanyakan bagaimana suaminya beberapa hari ini. Dahee menjawab kalau ia tidak bisa pulang beberapa hari ini karena sedang bekerja keras di rumah sakit. Haman berseru kalau begitu kalian berdua berpisah …. Haman beredecak-decak dan membisikkan sesuatu pada Dahee, tapi Dahee hanya tersenyum geli, Haman justru yang kesal dan mengatakan inilah mengapa suaminya berpikiran lain. Lanjutnya kalau semua pria itu sama, demikian juga dengan dr. Hur. Dahee tersenyum tapi ia juga sebenarnya memikirkan sesuatu di dalam hatinya.

Malam harinya, Dahee menyulam … di saat menyulam itu ia mengingat kata-kata Haman sore tadi, semua pria itu sama demikian juga dengan dr. Hur. Kemudian ia mengingat kejadiaan ketika malam hari ia melihat Hur June dan Ye Jin sedang berdiskusi, mereka berdua terlihat sangat akrab. Tapi kemudian Dahee tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

Hur June sedang belajar di kamar bekas Doji, yang sekarang menjadi kamar belajarnya. Ye Jin memanggilnya dari luar kamar dan mengatakan kalau dr. Yoo sedang menantikannya.  Hur June menyahut kalau ia segera menemui dr. Yoo segera.

Dr. Yoo sedang memeriksa seorang pasien di bangsal perawatan, ia menekan-nekan perut bagian bawah … dan menemukan sesuatu … Hur June datang, dr. Yoo segera menyuruhnya untuk memeriksa keadaa pasien.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hur June memeriksa nadi pasien itu, tapi heran dengan hasilnya, ia memandang dr. Yoo yang menyuruhnya untuk memeriksa bagian pusar di perutnya. Hur June memeriksanya. Ia menemukan adanya benjolan seperti darah yang menggumpal. Dr. Yoo menjawab kalau itu bukanlah darah yang menggumpal tapi otot-otot yang mati. Hur June tertegun, Ye Jin kaget, Hur June kemudian bertanya apakah itu artinya pasien menderita Banwee. Dr. Yoo balik bertanya apakah ia pernah melihat pasien dengan penyakit Banwee. Hur June menjawab kalau ini adalah pertama kalinya ia memeriksa.

Dr. Yoo menyuruh Hur June memeriksa pasien sekali lagi.  Hur June melakukannya, istri pasien bertanya apa maksud Banwee. Dr. Yoo tidak menjawabnya justru bertanya pada Hur June mengenai resep apa yang akan dia resepkan. Hur June menjawabnya untuk Hemoptysis ia dengar kalau loquat atau panax notoginseng baik untuk pengobatan. Dr. Yoo menggelengkan kepalanya dan mengatakan kalau ia salah. Hur June dan Ye Jin tertegun. Dr. Yoo melanjutkan, untuk pasien seperti ini maka semua obat-obatan adalah sia-sia saja.

Istri pasien sangat kaget dan bertanya apa maksud dari dr. Yoo dan bertanya apakah suaminya akan mati begitu saja. Dr. Yoo hanya menyuruhnya untuk membawa suaminya pulang. Istri pasien itu memohon pada dr. Yoo untuk menyelamatkan suaminya. Dr. Yoo menjawabnya dengan mengatakan satu-satunya yang bisa ia lakukan hanyalah dengan memberikan obat untuk meringankan penderitaan suaminya saat sakitnya kambuh. Istri pasien itu sangat sedih dan menangis tersedu-sedu. (Salut deh buatKorea, bahkan pemain figuran juga total aktingnya, nangisnya beneran dan seperti istri orang itu beneran yang kuatir sama suaminya … salut … salut !)

Dr. Yoo (pada Ye Jin) Gunakan orpiment, borax, ampelopsis japonica, dan belerang dan buatlah Shin Sun Tal Myung Dan.

Ye Jin: baik!

Hur June merasa ganjil karena bahan-bahan obat itu sama dengan yang telah disiapkan Ye Jin. Istri pasien meminta sambil menangis tersedu-sedu pada dr. Yoo untuk sekali saja melakukan akupungtur pada suaminya. Dr. Yoo tidak menjawab dan meninggalkan ruangan itu. Istri pasien memohon terus pada dr. Yoo dan ketika melihat dr. Yoo tidak menggubrisnya, ia menangis lebih keras lagi memanggil-manggil suaminya.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Dr. Yoo keluar dan mendengarkan tangisan istri pasien itu. Mendongak menatap langit.

Istri pasien itu meminta pada Hur June untuk menyelamatkan suaminy. Hur June mengatakan kalau ia akan memberikan obat yang harus diminum sebanyak 3 kali dalam sehari. Istri pasien bertanya apakah suaminya akan hidup jika meminumnya, dan meminta agar diberikan hanya obat yang dapat menyembuhkan suaminya. Hur June tidak bisa menjamin kalau obat ini akan menyembuhkan suaminya tapi bukannya tidak ada kesempatan sama sekali, jadi Hur June menyuruh istri pasien untuk memberikan obat itu pada suaminya.  Istri pasien itu mengiyakannya dan berterima kasih pada Hur June ketika mendengar masih ada kesempatan hidup bagi suaminya walaupun sangat sulit.  Ye Jin hanya mengawasi Hur June.

Hur June keluar dan menemui dr. Yoo, yang langsung menegurnya karena memberikan harapan sia-sia karena pasien itu pasti akan segera mati.  Hur June menjawab kalau mereka tidak bisa begitu saja menyerah dan membiarkan orang itu mati tanpa mengusahakan sesuatu untuk mencoba mencari pengobatannya. Dr. Yoo menoleh dan menyuruhnya untuk mengemasi barang dan ketika matahari mulai terbit, Hur June diminta untuk mengikutinya ke suatu tempat. Hur June heran dan tak bisa mengerti dengan tindakan dari dr. Yoo.

Keesokan paginya, Dr. Yoo ditemani Hur June pergi ke satu tempat.  Ye Jin mengawasi kepergian mereka.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Mereka berjalan ke gunung dan sampai di satu rumah, yang ditemukan oleh Rahib Sanjeuk dan dr. Yoo ketika mereka berjalan-jalan. Dr. Yoo mengatakan kalau penghuni rumah ini telah mengusahakan tanah di sekitar rumah selama 3 generasi dan sekarang ada 2 orang di dalam rumah yang menderita Banwee.  Mereka akan segera meninggal jadi dr. Yoo menyuruh Hur June untuk menemani mereka sampai ajal menjemput. Hur June terkejut, dr. Yoo melanjutkan kalau banyak penyakit di dunia ini yang tidak dapat disembuhkan oleh dokter. Dan dengan mengalami penderitaan dan keputusasaan karena penyakit itu, dr. Yoo percaya kalau Hur June akan memahami sesuatu. Dokter tidak boleh mundur dengan mudahnya dari penyakit tapi juga tidak boleh terlalu sombong berpikir kalau dokter itu dapat menyembuhkan semua penyakit. Dr. Yoo menyuruh lagi Hur June untuk masuk ke dalam rumah dan Hur June menurutinya.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hur June masuk ke dalam rumah dan melihat suami istri terbaring sakit sedangkan anak perempuan mereka duduk di pojok.  Hur June sangat shock dan merasa iba pada anak itu, sambil memeriksa kedua suami-istri itu, ia teringat pada kata-kata dr. Yoo kalau sekarang ada 2 orang di dalam rumah yang menderita Banwee.  Mereka akan segera meninggal jadi dr. Yoo menyuruh Hur June untuk menemani mereka sampai ajal menjemput, dan juga pada perkataan dr. Yoo kalau banyak penyakit di dunia ini yang tidak dapat disembuhkan oleh dokter. Dan dengan mengalami penderitaan dan keputusasaan karena penyakit itu, dr. Yoo percaya kalau Hur June akan memahami sesuatu. Dokter tidak boleh mundur dengan mudahnya dari penyakit tapi juga tidak boleh terlalu sombong berpikir kalau dokter itu dapat menyembuhkan semua penyakit.

Dr. Yoo pulang kembali ke kediamnnya, meninggalkan Hur June merawat kedua pasien Banwee itu.  Baru saja ia menapak di pintu gerbang, Ohgun berlari memberitahunya kalau ada pasien gawat di bangsal perawatan. Rahib Samjeuk sedang memeriksa pasien itu yang sedang menggigil dengan keras. Dr. Yoo bertanya keadaan pasien itu pada Samjeuk, tapi ia menjawab kalau dirinya juga baru saja sampai dan menyuruh pada dr. Yoo untuk memeriksa.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Dr. Yoo segera memeriksa pasien itu. Ia memeriksa nadi, memegang pipi, memeriksa dada dan ditemukan noktah besar di dadanya. Samjeuk sangat kaget … Dr. Yoo menoleh pada Samjeuk dan berseru, “Murrain!”  Semua orang sangat kaget dan ketakutan.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Murrain adalah nama umum untuk semua penyakit yang menular dan berbahaya karena kecepatan penyebarannya dan sangat mematikan.

Dr. Yoo segera memerintahkan untuk memindahkan semua pasien di bangsal yang satu ini ke ruang utama. Ohgun dan Yeongdal segera melakukan perintah dr. Yoo, memindahkan semua pasien yang tadinya ada di bangsal yang sama dengan penderita murrain.

Dr. Yoo segera melakukan akupungtur dan menyuruh Ye Jin untuk membuatkan No Gun Shin Myung San. Ye Jin segera pergi untuk membuatnya, tapi sebelum ia pergi, penderita murrain itu terbatuk-batuk dengan keras sampai mukanya merah dan kemudian mati.

No Gun Shin Myung San adalah resep untuk murrain.

Pria yang bersama penderita itu berteriak-teriak memanggil “Kakak .. kakak” dan mau menjamah penderita itu tapi Samjeuk mencegahnya. Dr. Yoo bertanya padanya berapa banyak pasien yang seperti ini di kotanya. Pria itu menjawab kalau banyak sekali orang yang sudah terkena sampai kemarin. Samjeuk menegurnya dengan keras mengapa baru sekarang ia pergi ke rumah sakit dr. Yoo. Pria itu menjawab kalau dukun mengatakan dewa cacar telah datang dan dengan jimatnya maka semua akan hilang.

Dr. Yoo kemudian meminta maaf pada pria itu dan dengan tegas mengatakan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut maka tubuh kakaknya ini akan dikremasi, dan kemudian memerintahkan Ohgun untuk mengremasi tubuh penderita murrain itu dan membakar semua pakaian dan handuk yang telah digunakan untuk membasuh dan juga bantalnya.  Ohgun sangat ketakutan dan berlambat-lambat sehingga dr. Yoo menghardiknya. Ohgun dengan gemetaran pergi keluar kemudian masuk ke gudang obat dan mencari jimat untuk ia simpan di dalam pakaiannya. Baru kemudian ia menjadi tenang.  Ia kemudian membawa beberapa lembar jimat ke tempat masak obat dan membakarnya kemudian berlaku seolah-olah dukun mengusir roh jahat dan penyakit.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Semua benda-benda yang bersentuhan dengan penderita murrain yang mati itu dibakar. Dr. Yoo segera menulis suratdan menyuruh Yeongdal untuk memberikannya pada Gubernur.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Gubernur yang menerima suratitu segera mengumpulkan para pegawainya dan mengatakan kalau wabah penyakit telah muncul di Doosigol. Semua orang kaget. Gubernur menyatakan kalau murrain ini adalah wabah yang sangat menakutkan dan jika menyebar luas akan banyak memakan jiwa. Ia juga mengatakan kalau tidak ada penderita terlihat di luar Doosigol, jadi untuk mencegah wabah ini menyebar kekotalain maka ia memerintahkan untuk menutup semua akses menuju ke Doosigol.  Ia sendiri akan ke Doosigol dan meminta beberapa anak buahnya, Ibang dan Hyunbang, untuk menemaninya, yang lain ditugaskan untuk mengawasi semua jalan yang ditutup. Dan menyuruh mereka untuk berhati-hati agar jangan mengejutkan rakyat.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Dr. Yoo akan pergi sendiri ke Doosigol dan menyuruh rahib Samjeuk untuk menjaga kediamannya karena Dosigool hanyakotakecil jadi ia sendiri sudah cukup. Tapi Samjeuk menolaknya dan mengatakan kalau ia juga seorang dokter, dan ia pergi bukan karena dr. Yoo. Ye Jin juga mau ikut tapi dilarang oleh Samjeuk dan dr. Yoo mendukungnya, dan mengatakan kalau ia harus menantikan Hur June dan memberitahunya kalau ia tidak boleh ke Doosigol karena itu perintah dari dr. Yoo. Mereka berdua segera pergi ke Doosigol.

Semua jalan ke Doosigol dipenuhi oleh prajurit yang menyetop semua orang yang akan ke Doosigol dan membeitahu kalau ada wabah di Doosigol jadi mereka harus balik atau memutar arah. Seorang dokter sedang gelisah dan gugup menanti. Gubernur menantikan kedatangan dr. Yoo dan ketika ia melihatnya segera ia menghampiri dr. Yoo.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Dr. Yoo segera bertanya bagaimana keadaan dikota, Gubernur menjawab kemungkinan sudah banyak jatuh korban. Samjeuik meminta bantuan Gubernur untuk mengumpulkan orang-orang muda yang akan digunakan tenaganya untuk mengangkut tubuh korban dan membakar rumah para penderita murrain. Gubernur tidak bisa melakukannya karena tidak akan ada orang yang mau pergi kekotayang terkena wabah, jadi mereka harus mencari di dalam kota Doosigol sendiri.

Dr. Yoo segera mau berangkat, tapi Gubernur menunjuk pada seseorang yang gelisah dan gugup dari tadi dan mengatakan kalau orang itu adalah dokter dari Hanchungol., gubernur meminta dr. Yoo untuk bekerjasama untuk menghentikan penyebaran wabah.  Tapi dokter itu berlutut di depan Gubernur dan mengatakan kalau ia tidak mau pergi ke Doosigol dan memohon Gubernur untuk menyelamatkannya. Gubernur sangat marah dan berupaya memenggal kepalanya tapi dr. Yoo mencegah dan mengatakan kalau mereka berdua, dr. Yoo dan rahib Samjeuk, sudah cukup jadi dr. Yoo memohon pada Gubernur untuk melepaskan dokter itu.  Gubernur mencela dokter itu dan memerintahkannya untuk pergi dari hadapannya.

Dr. Yoo dan Rahib Samjeuk masuk kekotaDoosigol, yang ternyata keadaankotaitu lebih parah daripada yang mereka bayangkan. Mereka berdua segera melakukan koordinasi dengan para orang-orang muda untuk melakukan tugas-tugas mengangkut tubuh yang telah mati kemudian mengremasi tubuh-tubuh itu dan memerintahkan orang-orang muda itu untuk membakar rumah yang menjadi tempat tinggal penderita murrain.

Dr. Yoo mengecek tiap-tiap rumah untuk menemukan para penderita murrain dan membawanya ke tempat perawatan sementara, pada suatu rumah ia melihat seorang wanita sedang mencorat-coret tembok dengan huruf-huruf okultis dan menempeli dinding dengan jimat, dr. Yoo segera merobek semua jimat itu dan mengatakan kalau jimat-jimat itu tak akan dapat menolong. Dr. Yoo memerntahkan orang-orang yang mengiringinya untuk membawa para penderita murrain di rumah itu ke tempat perawatan.

Di tempat perawatan pasien murrain, dr. Yoo dan Samjeuk berupaya keras untuk menolong para penderita. Samjeuk mengatakan kalau para pasien harus berkeringan dan membuang hajat. Dr. Yoo dan Samjeuk membagi tugas, Dr. Yoo yang mengurusi para pasien dan Rahib Samjeuk yang membuatkan No Gun Shin Myung San dan Tae Chang Gong Byuk Ong Dan.

Tae Chagn Gong Byuk Ong Dan adalah salah satu ramuan obat untuk mengatasi murrain.

Pengumuman disebarkan di beberapa tempat dikotaSanum, Haman melihat kerumunan orang yang melihat pengumuman dan menyeruak ke depan sambil bertanya ada apa.  Seseorang menjawab kalau ada wabah yang menjangkit di Doosigol. Haman kaget dan segera pulang memberitahu suaminya. Ia memberikan kantung jimat pada anak dan suaminya dan mengatakan kalau ini bisa mengusir roh jahat.

Dahee dan Nyonya Son khawatir dengan Hur June, kalau ia mendengar kabar wabah ini dan berlaku sebagai dokter dan pergi kekotayang terjangkit oleh wabah.

Hur June menutupi tubuh kedua penderita Banwee yang sudah meninggal dan menatap pada anak kedua orang itu. Hur June kemudian menguburkan kedua orang itu.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Sementara itu di Doosigol, banyak penderita murrain berdatangan ke tempat dr. Yoo dan Samjeuk. Mereka berdua sekuat tenaga mengobati para pasien. Dr. Yoo tiba-tiba saat memeriksa merasakan sakit di perutnya dan duduk di pinggiran. Samjeuk melihatnya dan menyuruhnya beristirahat. Dr. Yoo berkata kalau ia tidak apa-apa. Samjeuk menegurnya dan menyuruh dr. Yoo beristirahat atau bisa-bisa dr. Yoo dulu yang mati sebelum para pasien itu. Dr. Yoo menyuruhnya tidak usah mencemaskan dirinya dan tetap merawat para pasien. Dr. Yoo kemudian berdiri dan menghampiri seorang wanita tua dan mmeriksanya.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hur June pulang ke Sanum tapi ia keheranan melihat jalan-jalan begitu lengang dan tidak ada seorangpun yang lewat. Ia meneruskan langkahnya ke kediaman dr. Yoo, saat ia masuk, Ye Jin sedang membawa mangkuk obat ke bangsal perawatan dan memanggil Hur June.

Hur June segera masuk ke bangsal perawatan dan bertanya apakah rahib Samjeuk dan gurunya pergi ke Doosigol. Ye Jin mengiyakannya. Hur June berniat untuk pergi ke Doosigol. Ye Jin menghadangnya dan mengatakan kalau dr. Yoo memerintahkan Hur June untuk tetap tinggal dan melarangnya pergi ke Doosigol.  Hur June bertanya apakah gurunya benar-benar memerintahkan itu. Ye Jin mengatakan kalau mungkin itu artinya dr. Yoo meminta Hur June untuk merawat para pasien yang ada di rumah sakit. Hur June membantahnya karena tidak ada pasien dengan kondisi yang gawat yang sedang dirawat di rumah sakit, apalagi murrain adalah penyakit yang sangat menular, jadi jika mereka tidak melakukan sesuatu dengan cepat banyak orang yang akan kehilangan nyawa mereka. Bahkan satu dokter pun merupakan bantuan yang sangat besar di tempat wabah, jadi Hur June memutuskan tetap pergi. Ye Jin tidak dapat mencegah niat Hur June.

Hansang dihadang saat ia ada di jalan menuju ke Sanum yang melewati Doosigol sehingga ia tidak dapat meneruskan perjalanannya. Hansang diberitahu kalau ada wabah di Doosigol, dan karena Sanum sangat dekat maka ia dianjurkan juga tidak pergi ke Sanum karena ada kemungkinan wabah menyebar juga kesana.

Hur June menuju ke Doosigol, di perbatasan antara Sanum dan Doosigol ia dihadang oleh para penjaga, tapi ketika ia mengatakan kalau namanya Hur June dan ia seorang dokter, kepala penjaga mengijinkan ia masuk. Hur June segera bergegas pergi ….

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s