Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 28

Hur June dihadang saat ia akan masuk ke Doosigol, tapi ketika ia menyebutkan namanya, kepala penjaga mengenali dan membiarkan dia masuk.

Hur June sampai di Dosigol dan menemui dr. Yoo, tetapi dr. Yoo memarahinya dengan keras dan menyuruhnya pergi, Hur June bersikeras untuk tinggal, ia mengatakan bagaimana ia bisa pergi meninggalkan gurunya sementara gurunya membutuhkan bantuannya untuk merawat pasien penderita murrain. Dan juga gurunya mengajarkan padanya kalau seorang dokter tidak boleh meninggalkan pasien yang menderita. Dr. Yoo mengatakan kalau banyak pasien di luar sana yang membutuhkan Hur June. Tapi Hur June tetap bersikeras untuk tinggal bahkan walaupun ia mati tak akan meninggalkan para pasien.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

dr. Yoo sangat marah dan  menamparnya dengan keras dan mengusirnya pergi, Samjeuk terkejut dengan tindakan dr. Yoo tapi mengerti maksudnya. Hur June merasa sangat shock dan sedih hatinya dan dengan terpaksa ia menuruti permintaan dari gurunya dan pergi dengan gontai.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Tapi sebelum Hur June sampai di perbatasan, ia mendengar suara tangis anak kecil, hatinya bimbang antara menyelamatkan anak kecil itu atau menuruti perintah gurunya untuk kembali ke Sanum. Tapi akhirnya hati dokter memenangkan pergumulan itu, Hur June segera pergi mencari sumber suara tangisan dan berusaha menolong yang tertimpa musibah.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Dr. Yoo sangat kelelahan sehingga ia terjatuh tak sadarkan diri  saat merawat pasien, beberapa orang dan juga Samjeuk segera menghampiri dan membantunya bangun, Hur June datang dan melihatnya juga.

Dr. Yoo diungsikan ke satu kamar di dalam rumah yang digunakan untuk merawat para pnnderita murrain.

Hur June dan Samjeuk bercakap-cakap, Hur June mengatakan kalau beberapa hari ini dr. Yoo terlihat sangat buruk keadaannya. Hur June menduga kalau mungkin ada penyakit lain, Samjeuk kaget dengan pandangan tajam dari Hur June. Sebelum Samjeuk merespons, dr. Yoo mengerang dan perlahan-lahan mulai sadar.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ketika dr. Yoo sadar, ia melihat Hur June juga ada di samping Samjeuk, mengawasi dirinya. Dr. Yoo bertanya mengapa Hur June masih belum pergi. Hur June mengatakan sebenarnya ia tidak mau menentang perintah dr. Yoo tapi hatinya tidak mengijinkannya pergi. Hur June memohon sekali lagi supaya diijinkan untuk membantu di tempat itu merawat para pasien, dan kelihatannya dengan kondisi dr. Yoo maka mereka berdua tak akan cukup untuk menangani semua pasien disini, apalagi jika ia sekarang meninggalkan pasien apa yang bisa ia lakukan di masa yang akan datang. Lebih lanjut Hur June mengatakan kalau dr. Yoo nantinya tetap menyuruhnya pergi, maka itu sama saja dr. Yoo menyuruhnya meninggalkan jalan untuk menjadi dokter. Dr. Yoo menyadari kondisinya, dan mengingat  penderitaan para pasien, maka ia memperbolehkan Hur June untuk tinggal dan membantunya merawat para pasien. Hur  June sangat senang, ia segera keluar ruangan untuk langsung turun tangan. Samjeuk menyindirnya dengan bergurau, “Bahkan Yoo Wee Tae yang hebat juga menjadi lemah hati karena dirinya”. Dr. Yoo menimpalinya, “Aku sangat menghargainya karena hatinya”

Hur June dan kedua gurunya merawat dengan sungguh-sungguh para pasien penderita murrain. Di sela-sela merawat para pasien, Samjeuk menanyai dr. Yoo kapan ia akan memberitahu Hur June mengeani kondisinya. Hur June sangat menghormati dan respek pada dr. Yoo jadi jika ia tahu yang paling akhir, ia akan menjadi yang paling shock nantinya. Dr. Yoo menjawab kalau Hur June akan tahu ketika dirinya mati, ia tidak boleh mengetahuinya lebih awal. Dr. Yoo menatap Hur June yang sedang merawat seorang pasien dengan sungguh-sungguh. Pandangannya menunjukkan rasa sayang dan tidak tega.

Hur June masih bekerja walahupun malam telah tiba, dengan diikuti dua orang pembawa obor, ia memeriksa para pasien. Ia bekerja tanpa kenal lelah bahkan tidur pun di antara para pasien, dr. Yoo mendatanginya dan menyelimutkan kembali selimut ke badannya.

Ohgun sedang membuat ramuan obat untuk dirinya sendiri, Gukswe dan Yeongdal menghampirinya dan bertanya obat apa itu, tapi Ohgun menjawab kalau itu adalah obat untuk pasien di bangsal perawatan, Gukswe dan Yeongdal mengatakan kalau itu seharusnya adalah tugas mereka berdua, tapi Ohgun mengelak dan justru memberikan kantun yang berisi bubuk orpiment, menghirupnya dan bersin. Jika mereka melakukan itu maka murrain tidak akan masuk ke tubuh mereka. Yeongdal dan Gukswe sangat berterimakasih. Ohgun menyuruh mereka kembali bekerja. Ketika rekannya sudah pergi, Ohgun melanjutkan untuk minum obat yang telah dibuatnya, tetapi tiba-tiba Ilsuh dan Yangtae menerobos masuk dan mengejutkannya, Ilsuh mengatakan kalau Ohgun tidak kelihatan sakit tapi kenapa minum obat. Yangtae menanyakan keberadaan Hur June. Ohgun menjawab kalau Hur June pergi ke desa Doosigol. Yangtae kaget demikian juga Ilsuh.

Ilsuh dan Yangtae pergi ke perbatasan Sanum dan Doosigol, mereka dilarang masuk ke Doosigol oleh para penjaga, Ilsuh mengatakan kalau mereka tidak akan masuk, dan kemudian bertanya bau tidak enak apa yang tercium oleh mereka. Kepala penjaga memberitahu kalau itu bau mereka membakar mayat para korban wabah. Tiap hari 3-4 orang mati karena murrain, jadi para penjaga tidak sempat menghilangkan bau bekas pembakaran mayat. Kedua orang itu langsung pergi.

Yangtae memberitahu ibu dan istri Hur June, sehingga mereka menjadi sangat khawatir. Yangtae menceritakan kejadian saat di perbatasan. Yangtae berusaha menghibur mereka dengan mengatakan kalau Hur June adalah dokter, jadi seharusnya tidak akan apa-apa. Ibu Hur June menyahut kalau Hur June juga manusia, jadi bisa saja terkena murrain. Dahee dan Nyonya Son gelisah hatinya mencemaskan keselamatan Hur June.

Haman, Istri Ilsuh menegur Ilsuh yang katanya pergi ke Gunung Jiri tapi kenapa pulang lagi. Ilsuh menjawab seluruh kota panik karena murrain bagaimana ia bisa berburu. Haman mencium bau daging terbakar dari tubuh Ilsuh dan bertanya padanya, Ilsuh heran dan ikut mencium lengannya, dan menduga apakah bau itu juga melekat padanya. Haman sangat senang dan bertanya apakah ia membakar anjing, karena ia ingin makan daging anjing dengan pasta kedelai dan memarahi suaminya kenapa tidak membawa daging itu. Suaminya memberitahu kalau itu adalah bau daging manusia yang dibakar. Haman memarahi suaminya karena pergi kekotaitu, tapi Ilsuh menyahut kalau ia tidak masuk ke dalam hanya di perbatasan saja dan menceritakan kejadian di perbatasan itu. Haman menanyakan jimat dan Ilsuh mengeluarkannya, Haman sangat lega. Ilsuh kemudian meminta “jatah” tapi didorong oleh Haman.

Malamnya, Ilsuh merintih dan mengatakan kalau ia kedinginan, istrinya sangat kaget.

Paginya, Yangtae dipanggil dan diminta membawa Ilsuh di punggungnya untuk diantarkan ke rumah sakit dr. Yoo. Haman sangat panik dan ketakutan.  Ia menemui Ohgun dan lainya dan bertanya apakah ada dokter di sini, tapi Yeongdal menjawab kalau semuanya pergi ke Doosigol, Haman sangat cemas dan bertanya tentang Ye Jin tapi Ye jin ternyata juga tidak ada. Ohgun menyatakn kalau dia juga dokter, menyuruh Yangtae membawa Ilsuh ke ruang perawatan.

Ilsuh dibawa ke ruang perawatan. Ohgun memeriksanya, tapi dasar ia bukan dokter beneran jadi tak dapat memeriksa dengan merasakan  denyut nadi, jadi ia bertanya pada istrinya tentang gejalanya, yang dijawab Haman kalau kemarin sore masih baik-baik saja, tapi mulai malam tadi suaminya mulai menggigil kedinginan. Ohgun bertanya apa ada hal lain. Yangtae menyahut kalau mereka berdua kemarin ke perbatasan Doosigol. Ohgun kaget dan memeriksa pipi dan dada kemudian menyatakan kelihatannya Ilsuh sudah terkena juga.  Ia mengatakan kalau mereka perlu mengucilkan Ilsuh dan bersiap-siap yang terburuk dengan mengremasinya jika perlu. Yangtae dan Haman sangat terkejut dan menangis memanggil-manggil Ilsuh. Ye Jin datang dan bertanya ada apa. Haman lega dan meminta Ye Jin untuk menyelamatkan suaminya yang tiba-tiba saja terkena murrain. Ye Jin memeriksa Ilsuh, dan menyatakan kalau itu bukanlah murrain tapi Hanjeung, karena tidak ada noktah merah di badannya, hanya demam dan menggigil kedinginan. Jika diberi ramuan obat yang tepat dan beristirahat maka semuanya akan baik-baik saja. Haman menatap gusar pada Ohgun.

* Hanjeung adalah penyakit disebabkan oleh hawa dingin.

Haman sangat berterima kasih pada Ye Jin. Ye Jin pergi. Haman menyindir Ohgun kalau pengetahuan yang cetek bisa menjadi berbahaya, dan mengatakan kalau Ohgun adalah seorang dokter gadungan. Ohgun tidak terima dan mengatakan kalau tadi ia memberitahu kalau ‘kelihatannya” penyakit murrain bukan penyakit murrain. Tiba-tiba Ohgun teringat saat Hur June menyiramkan air dingin pada seseorang yang menggigil kedinginan dan justru orang itu sembuh. Ohgun kemudian mengatakan kalau ia bisa menyembuhkan penyakit kedinginan, menyuruh mereka mengeluarkan Ilsuh di halaman, dan menyuruh untuk membuka pakaian Ilsuh. Ohgun membisiki Yeongdal untuk membawakan seember air dingin. Ketika Yeongdal datang dengan seember air, tanpa ba bi bu Ohgun segera menyiramkannya ke Ilsuh. Ilsuh pingsan. Ohgun berkata dengan ini akan kelihatan kalau ia dokter gadungan apa bukan.

Kepala distrik datang di perbatasan dan bertanya pada para penjaga apa sudah ada kabar, tapi dijawab kalau masih belum ada. Kepala distrik mau menyuruh seseorang masuk dan mencari kabar, tapi seorang penjaga memberitahu kalau dr. Yoo sudah datang. Kepala distrik segera menanyakan keadaan Doosigol pada dr. Yoo.  Dr. Yoo menyatakan kalau wabah sudah mereda, kecuali wabah itu mulai menyebar di lainkota, kepala distrik tidak perlu cemas.  Kepala distrik sangat gembira demikian juga dengan yang lain mereka sangat bersyukur.

Di Istana, Dooji sedang giat belajar di perpustakaan. Seorang dokter datang dan memberitahu kalau hari ini adalah hari terakhir pelatihan mereka, dan tingkat serta penempatan mereka akan diberitahukan. Dooji mengatakan kalau semua itu akan ditentukan berdasarkan hasil yang telah mereka pelajari selama ini, apakah nantinya mereka akan masuk ke Rumah Sakit Kerajaan atau ke Rumah Sakit Umum Istana.

Suara hati Dooji: Walaupun aku mendapatkan kepercayaan dari para juri selama pelatihan, tapi keputusan akhir tetap pada Yang Yesu. Jika dia tetap memiliki perasaan yang buruk terhadap ayah yang dikarenakan permainan “9 jarum”, aku akan pergi ke Rumah Sakit Umum Istana. Jika aku menjadi dokter di Rumah Sakit Umum lebih baik aku berhenti. Aku lebih suka membuka rumah sakit sendiri di luar Istana daripada berurusan dengan pasien-pasien yang bodoh.

Para dokter baru berkumpul dan Menteri Kesehatan dan Yang Yesu datang membawa surat keputusan bagi mereka. Satu persatu dipanggil dan diberikan surat keputusan itu. Kemudian setelah semuanya mendapatkan surat, Yang Yesu menyuruh mereka membuka dan memeriksanya. Doji dengan sedikit cemas membuka suratnya….

Doji pulang dan menemui ibunya. Doji mengatakan kalau ia sekarang sudah menjadi dokter istana dan akan bertanggunjawab terhadap kesehatan pangeran, anak Gong Bin Mama. Ibunya sangat terharu dan senang. Doji juga mengatakan kalau ia mendapatkan pekerjaan pelayanan umum yang berarti tingkatannya lebih tinggi dua tingkat daripada semua dokter baru. Nyonya Oh terlebih senang mendengar itu, impas sudah semua pengorbanan yang telah mereka lakukan selama ini. Dalam pada itu Hansang tiba dan mengabarkan kedatangannya. Nyonya Oh menyuruhnya masuk, dan kemudian bertanya bagaimana keputusan dr. Yoo dengan pernikahan Doji. Hansang menerangkan kalau terjadi wabah di Doosigol sehingga ia tidak bisa pergi ke Sanum dan bertemu dengan dr. Yoo.Ia mencoba menunggu beberapa waktu berharap kalau wabah akan segera reda, tapi karena melihat hal itu tidak akan terjadi, maka Hansang memutuskan untuk pulang ke Seoul. Nyonya Oh tetap tenang dan mengatakan kalau begitu tidak ada yang dapat mereka lakukan, jadi pernikahan akan segera dilakukan. Doji menjadi muram wajahnya.

Doji menanyai Hansang di luar apa ia sudah memberikan suratnya pada Ye Jin, Hansang menjawab kalau Ye Jin sudah pergi dari Kuil Samjeuk dan pergi ke Sanum. Jadi ia tidak bisa menyerahkan surat itu pada Ye Jin. Hansang mengembalikan surat pada Doji. Doji merasa masygul hatinya. Malamnya Doji termenung dan memikirkan kalau ia sudah berusaha sedemikian rupa tapi masih tidak bisa bersama dengan Ye Jin, jadi kelihatannya ini memang takdir mereka berdua.

Yoo Doji menemui dokter senior  yang akan menjadi mak comblangnya di Istana dan meminta waktu beberapa hari untuk mempersiapkan hatinya. Dokter senior itu setuju. Dokter senior itu sangat senang dan mengatakan pada Doji kalau ia menikahi puteri dari Kwon Hyuksoo maka Doji seperti sedang melecut kuda yang sudah berpacu dengan cepat.

Hur June membawa buku ingin menemui dr. Yoo, tapi setelah berulangkali dipanggil dari luar kamar tidak ada jawaban. Hur June merasa janggal tapi ia pikir kalau dr. Yoo mungkin masih tidur jadi ia pergi.  Ketika ia sedanb menuju bangsal perawatan sambil membenahi bajunya, Hur June tiba-tiba teringat kejadian saat ia memergoki Ye Jin sedang membuatkan ramuan obat Shin Sun Tal Myung Dan dan Ye Jin tidak dapat menjawab justru menangis. Kemudian ia juga teringat saat dr. Yoo memerintahakan untuk membuat obat Shin Sun Tal Myung Dan untuk pasien. Lalu ia juga teringat saat dr. Yoo jatuh tak sadarkan diri saat merawat pasien murraine.  Hur June menyadari sesuatu sehingga ia berbalik dan kembali menuju ke kamar dr. Yoo.

Samjeuk dan Ye Jin ada di kamar dr. Yoo sedang merawat dr. Yoo yang memuntahkan darah. Ye Jin menatap duka pada dr. Yoo. Kemudian Ye Jin membwa semua kain yang terkena muntahan darah dr. Yoo keluar tapi tiba-tiba Hur June datang, Ye Jin kaget dan mencoba untuk menyembunyikan barang-barang itu, tapi sudah terlambat karena Hur June talah melihat kain berdarah itu. Hur June terpana  melihat kain berdarah itu dan menatap Ye Jin yang memalingkan mukanya. Hur June menatap kamar dr. Yoo

Dr. Yoo sedang memakan pil Shin Sun Tal Myung Dan.  Hur June memburu masuk dan ia melihat baju putih dr. Yoo bernoda darah, melihat mangkuk obat dan beberapa pil. Hur June sangat shock dan berdiri gontai di depan dr. Yoo sambil memanggilnya. Dr.Yoo hanya bisa pasrah. Ye Jin menyusul masuk dan melihat kalau semuanya sudah terlambat. Dr. Yoo menyuruh Hur June duduk dan memeriksa dirinya. Hur June ragu-ragu, dr. Yoo menyuruhnya lagi dengan tegas untuk memeriksa dirinya. Hur June mendekat dan memeriksa nadi dr. Yoo. Hur June terlihat kaget karena ia mengenali keadaan aliran darah di nadi dr.Yoo. dr. Yoo kemudian berbaring dan menyuruh Hur June memeriksa di bagian pusarnya. Hur June dengan ragu-ragu dan takut memeriksanya dan menemukan tanda yang telah dicurigainya, yakni benjolan dan terasa otot-otot yang mati, yang berarti itu Banwee. Ia sangat shock dan masygul. Ye Jin juga berduka. Dr. Yoo bangun duduk dan menegaskan kalau ini seperti yang telah Hur June duga, yakni Banwee.

Hur June sangat berduka, matanya berkaca-kaca. Dr. Yoo mengatakan kalau semua sudah terlambat, jadi jangan bersedih, jangan terkejut karena semua orang suatu hari pasti nanti mati dan tidak ada seorangpun yang dapat menghindarinya. Sekarang waktunya telah tiba, takdirnya telah datang. Dr. Yoo mencoba untuk menguatkan Hur June dengan mengatakan kalau Hur June tidak boleh merasa kecewa dan terguncang. Hur June manangis diam-diam …. dr. Yoo kemudian melanjutkan kalau penyakit yang tak dapat disembuhkan di dunia ini lebih banyak daripada yang dapat disembuhkan.  Hur June menyangkalnya dengan mengatakan kalau penyakit memang pada awal ditemukan tidak dapat disembuhkan tapi seiring dengan berjalannya waktu maka pengobatan yang tepat pasti dapat ditemukan dan ia berjanji akan menemukan cara untuk menyembuhkan penyakit dr. Yoo. Tapi dr. Yoo sudah pasrah dan mengatakan kalau semuanya itu sia-sia.

Hur June berseru sambil menangis kalau ia tidak dapat membiarkan dr. Yoo pergi seperti ini…. Dr. Yoo mengatakan kalau ada satu hal yang bisa dilakukan oleh Hur June, yakni menerima kematiannya karena dirinya pasti akan mati tidak peduli bagaimanapun caranya.  Dan sekarang yang dilakukan oleh Hur June justru membebaninya. Hur June menahan tangisnya sekuat tenaga … tapi tetap saja ia tak dapat menahan lelehan air matanya turun ke pipi dengan deras. Ye Jin menahan tangis juga, matanya berkaca-kaca, air mata mengalir ke pipi.

Hur June keluar dari kamar diikuti oleh Ye Jin, mereka berdua saling diam …

Dr. Yoo beristirahat di kamarnya …

Malamnya, Hur June berkumpul dengan keluarganya dan memberitahu mengenai penyakit dari dr. Yoo. Dahee bertanya kalau  dr. Yoo akan meninggal. Hur June membulatkan tekad kalau ia tak dapat membiarkan dr. Yoo pergi dengan cara seperti ini, jadi ia akan mempelajari banyak buku pengobatan dan bahan-bahan obat sehingga mungkin tak bisa pulang setiap hari.  Dahee menimpalinya dengan mengatakan kalau Hur June tak usah khawatir dengan keluarganya dan harus mencari cara untuk menyembuhkan dr. Yoo.

Ye Jin menemui dr. Yoo di kamarnya. Dr. Yoo bertanya mengenai Hur June, Ye Jin memeberitahunya kalau Hur June tidak keluar sama sekali dari kamarnya selama 2 hari ini. Hur June sedang menyelidiki buku-buku pengobatan untuk menemukan cara menyembuhkan penyakit dr. Yoo.

Sementara itu dr. Yoo bercakap-cakap dengan Ye Jin. Ia menceritakan mengenai ayah Ye Jin, karena pertemuannya dengan ayah Ye Jin lah dr. Yoo akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang dokter. Ayah Ye Jin adalah orang yang tulus dan baik terhadap para pasiennya. Ia selalu berkeliling dengan membawa kotak jarumnya. Rumahnya di mana para pasien berada. Dia adalah seorang dokter yang sungguh-sungguh mengasihani para pasiennya. Sekarang dr. Yoo khawatir kalau bertemu dengannya nanti. Dr. Yoo  mengatakan kalau dirinya sudah tak punya keinginan atau penyesalan di hidupnya sekarang, tetapi ia sungguh khawatir dengan kehidupan Ye Jin kelak setelah ia meninggal. Ye Jin menyahutnya kalau dr. Yoo tidak usah merasa cemas padanya, karena Ye Jin akan hidup dengan merawat para pasien. Tapi dr. Yoo menyarankan Ye Jin untuk menemukan seseorang dan bersandar padanya sehingga ia tidak lagi kesepian. Dr. Yoo mendengar dari Samjeuk kalau Ye Jin jatuh cinta pada Hur June, dan jika saja Hur June seorang lelaki yang tidak beristri, maka dr. Yoo pasti akan mengatur pernikahan mereka. Tapi Hur June sudah beristri, istrinya pun seorang yang cerdas dan baik. Jadi dr. Yoo menyarankan Ye Jin untuk menemui Doji. Walaupun Doji orang yang keras kepala dan bebal tapi ia mencintai Ye Jin sepenuhnya, jadi Ye Jin dapat bersandar padanya seumur hidup, dan juga dengan melakukan itu, Ye Jin dapat membimbing Doji menjadi seorang yang benar. Itu adalah harapan terakhir dari dr. Yoo dan ia meminta Ye Jin supaya tidak menolaknya. Ye Jin hanya bisa memandangnya.

Ye Jin merenung di gudang obat, menangis memikirkan Hur June, dirinya dan keadaan dr. Yoo serta cinta Doji. Rahib Samjeuk menghampirinya dan mengatakan kalau perasaan cinta memang tidak bisa dikendalikan. Tapi kadangkala waktu dapat menumbuhkan perasaan cinta. Samjeuk meminta Ye Jin untuk melakukan keinginan dari dr. Yoo karena Samjeuk yakin ini juga hal yang baik bagi Ye Jin. Ye Jin tertunduk dan air matanya meleleh diam-diam.

Tiba-tiba Hur June masuk dan mengatakan kalau ia menemukan cara penyembuhan, bayam dari New Zealand sangat baik untuk mengatasi Banwee. Dan juga lumut  (?) yang tumbuh di atas plafon atap yang tua juga efektif. Dan juga jika memakan Phellinus linteus untuk waktu yang lama, kanker lambung dapat dikendalikan. Wajah Samjeuk dan Ye Jin tak berubah. Hur June melanjutkan kalau cairan yang didapat dari asap arang yang dibakar juga baik untuk penderita Banwee. Dan loquat dan akar dari panax notoginseng baik juga untuk muntah darah.  Rahib Sanjeuk menjawabnya kalau ia juga tahu itu semua, tapi sudah terlambat. Tapi Hur June tetap tidak menyerah dan akan mencari obat-obatan keesokan harinya di gunung.

Ye Jin termenung di kamarnya, mengingat kata-kata dr. Yoo mengenai Doji sebelumnya. …

Hur June masih dengan giatnya mencari dari berbagai macam buku mengenai cara menyembuhkan Banwee dan membuat ramuan obat darinya … Ye Jin mengawasinya dari luar, air mata meleleh di pipinya, mengingat beberapa momen yang tak terlupakan ….

Saat ia dan rahib pertama kali bertemu dengan Hur June …

Saat ia memergoki Hur June membaca buku pengobatan di gudang obat …

Saat ia menyelimuti Hur June yang tertidur kelelahan karena telah merawat istri mantan deput di Changnyung …

Saat ia dan Hur June saling bertukar pikiran mengenai ilmu pengobatan dan ramuannya….

Ye Jin menangis ketika mengingat semua itu.

Keesokan paginya, Hur June, Yeongdal dan Gukswe pergi ke gunung untuk mencari tanaman obat yang akan digunakan untuk mengobati dr. Yoo. Mereka bertiga berpisah dengan tugas masing-masing untuk mempersingkat waktu.  Dalam sepuluh hari mereka harus sudah berkumpul.

Ye Jin menemui dr. Yoo dan mengatakan kalau ia akan memenuhi permintaan dari dr> Yoo tapi ia akan melakukannya setelah merawat dr. Yoo sampai ia meninggal. Tapi dr. Yoo menyuruh Ye Jin untuk secepatnya mendapatkan seseorang yang dapat menjadi tempat bersandar bagi Ye Jin sehingga dirinya dapat pergi tanpa mencemaskan keadaan Ye Jin. Ye Jin mengawasi dr. Yoo dengan rasa sedih dan terharu, air mata meleleh ke pipinya, ia menangis mengingat kalau ia tak akan dapat bersama dengan dr. Yoo lagi. Dr. Yoo juga merasakan kesedihan di hatinya sambil mengawasi Ye Jin. Ia sendiri juga melelehkan air mata.

Ye Jin sudah mengambil keputusan untuk pergi dan menemui Doji seperti yang telah diminta oleh dr. Yoo, sebelum pergi ia menuliskan surat perpisahan pada Hur June.

Suara Ye Jin: Kumohon, maafkan aku karena menulis surat ini daripada mengucapkan selamat tinggal padamu. Dr. Hur aku menyerahkan perawatan guru kita pada tanganmu. Setengah dari keahlian penyembuhan medis adalah kesungguhan dan ketulusan hati dari seorang dokter. Aku percaya maksud hatimu akan mencapai Surga dan guru kita dapat diselamatkan.  Aku merasakan kebahagiaan karena aku pernah  bersama-sama dengan seseorang yang kuhormati. Masa-masa itu adalah masa-masa paling bahagia dalam hidupku. Kenangan akan dirimu …. Kenangan akan dirimu yang tak dapat dinilai harganya … aku tidak akan pernah melupakannya.  Aku akan terus menyimpannya dalam pikiranku melampaui semua keabadian.

Ye Jin tak dapat menahan lagi air matanya saat menuliskan surat itu, ia menangis tersedu-sedu mengingat perpisahan yang entah kapan mereka akan dapat  bertemu lagi.

Hur June sedang mencari tanaman obat dengan sekuat tenaganya  …

Ye Jin meninggalkan kediaman dr. Yoo …. Ia berpaling untuk melihat terakhir kalinya kediaman dr. Yoo yang telah menjadi rumahnya selama belasan tahun dan orang yang ada di dalamnya, dr. Yoo dan juga Hur June. Ye Jin menetapkan hatinya kemudian berbalik dan pergi menapaki jalan yang membentang di hadapannya ….

7 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 28

  1. maksi sinop ny ya.. Jd terharu baca nasib ny dr. Yoo yg udh Terminal.. bisa gk ya dr. Huh bikin sejarah baru utk menyembuhkan penykt gurunya..

    • nda …. tapi nanti berkat ‘jasa’ gurunya, Huh Joon berhasil menyembuhkan penyakit Banwee dari adik laki-laki Gong Bin Mama yang masih stadium awal … 😀

  2. suka sekali,….semua perasaan disini ad semua.haru biru,…penasaran apa y prestasi gemilang huh joon yg membuat takjub semua orang?

    • dia menjadi salah satu dokter legendaris karena yang pertama kali membedah tubuh orang dan menggambarkan isi dalam tubuh, dan juga membuat sebuah kompilasi buku pengobatan yang cocok dengan kondisi tubuh orang Korea, yang disebut sebagai East Medicine Book [Buku Pengobatan dari Timur] yang sejajar dengan North Medicine Book dan South Medicine Book (keduanya dari Tiongkok) yang merupakan buku-buku terhebat dalam dunia pen\gobatan pada masa itu. Makanya Huh Joon dihormati sedemikian rupa karena sumbangsihnya itu menjadikan para ahli medis Korea sejajar dengan Tiongkok yang dianggap ilmu pengobatannya paling maju saat itu 😀

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s