Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 29

Ye Jin meninggalkan kediaman dr. Yoo untuk pergi menemui Doji, melaksanakan permintaan dari dr. Yoo dan rahib Samjeuk.

Hur Joon berpisah dengan Yeongdal dan Gukswe dan membagi tugas untuk menemukan beberapa jenis tanaman obat yang akan digunakan untuk mengobati dr. Yoo, dan sepuluh hari kemudian mereka harus berkumpul di pondok Byuksoryung. Hur Joon melakukan pencarian tanaman obat sendirian.

Ye Jin melakukan perjalanan ke Seoul lseorang diri …

Hur June masih melakukan pencarian tanaman obat …

Ye Jin masih melakukan perjalanan…

Hur June beristirahat melepaskan lelah … tiba-tiba ia mencium bau sesuatu dan mencari sumbernya, Hur June sangat kegirangan karena ternyata ia menemukan ginseng gunung liar dan berteriak, “Aku menemukannya … aku menemukannya …”.

Gukswe dan Yeongdal mendengar teriakan Hur June dan segera menyusulnya. Dengan hati-hati Hur June mengambil ginseng itu. Kedua rekannya berhasil menemukan dirinya. Gukswe melihat ginseng itu dan sangat kagum karena ia sudah pernah melihat ginseng gunung liar tapi belum pernah sebesar itu dan harganya sangat mahal, 40 keping emas. Yeongdal bertanya apakah ginseng itu dapat menyembuhkan Banwee. Hur June menjawabnya kalau ginseng gunung liar adalah obat ajaib, jadi sangat efektif untuk mengobati Banwee. Gukswe membenarkannya.  Yeongdal ingin menjualnya tapi Hur June mengatakan kalau obat ajaib ini tidak untuk diperjualbelikan. Hur June kemudian menaruh ginseng itu ke dalam tasnya, Yeongdal mengawasi ginseng itu. Karena hari sudah sore jadi pasti terlambat untuk turun gunung sebelum malam, karena itu Hur June ingin mereka tinggal di pondok dan baru subuh besok turun gunung.

Tengah malam, Yeongdal bangun dan mengambil ginseng gunung dari tas Hur June dan kemudian berlari turun gunung.

Keesokan harinya Gukswe membangunkan Hur June, dan mengatakan kalau ia tak menemukan Yeongdal, Hur June segera memeriksa tasnya dan benar … ia menemukan tasnya kosong dan ginseng itu sudah hilang. Hur June sangat murka dan bersama-sama dengan Gukswe, ia berusaha mengejar Yeongdal. Mereka mencari begitu lama tapi tak menemukan jejak Yeongdal. Hur June pun menjadi masygul. Tiba-tiba Gukswe seperti mendengar suara orang merintih, ia memberitahu Hur June dan mereka segera mendatangi sumber suara itu, yang ternyata Yeongdal sedang terbaring penuh luka di tanah. Hur June segera memukulinya dan mau membunuhnya, Gukswe menahan tangan Hur June, Yeongdal meminta ampun dan mengatakan kalau ia dalam perjalanan untuk mengembalikan ginseng itu karena ia telah sadar dari keserahakannya, tapi di tengah perjalanan ia dirampok oleh para pencari obat lainnya dan ginseng itu dirampas mereka.

Hur June mengampuninya tapi menyuruh Yeongdal agar tidak pernah kembali lagi ke Sanum atau ia akan membunuhnya jika bertemu lagi. Hur June beranjak pergi, Yeongdal berteriak mengatakan kalau kakinya patah jadi ia tak bisa bergerak, dan jika Hur June tidak membantu mengobatinya maka ia akan dibunuh oleh binatang liar. Hur June tidak mempedulikannya dan mengajak Gukswe pergi. Yeongdal berteriak-teriak meminta belas kasihan Hur June.

Hadong dan Yuwol pergi ke pasar melihat ini itu, tak sengaja mereka mellihat Ye Jin dan terheran-heran dengan maksud kedatangan dari Ye Jin. Saat mereka pulang, mereka memberitahukan itu pada Nyonya Oh. Nyonya Oh tidak senang dan khawatir kalau Ye Jin mungkin akan mengacaukan pernikahan yang sebentar lagi diadakan, kemudian  ia menyuruh Hansang untuk mencari keterangan mengenai maksud kedatangannya kekota

Ye Jin menunggu di depan gerbang Istana untuk menemui Doji …

Sementara itu, Doji sedang menemui Gong Bin Mama. Gong Bin Mama mengatakan pada Doji kalau ia meminta pada Yang Yesu agar Doji merawat pangeran. Doji sangat berterima kasih atas penghargaaan dari Gong Bin Mama. Gong Bin kemudian menghadiahkan bingkisan pada Doji sebagai balasan atas usahanya yang telah menyembuhkan penyakit pangeran sebelumnya.  Doji sangat senang.

Ye Jin masih menunggu di pintu gerbang Istana. Seorang Menteri Kejaksaan lewat di depannya dan memperhatikannya sambil berlalu.  Ye Jin menundukkan kepalanya. Hansang dan seorang preman melewati Menteri dengan tergesa-gesa, menteri itu mengamati mereka berdua yang kelihatannya sedang merencanakan sesuatu terhadap Ye Jin, tapi Ye Jin tidak menyadarinya, tapi kemudian menteri itu melanjutkan perjalanannya.

Malam hari, Ye Jin mencari penginapan, Hansang dan seorang pria mengawasi Ye Jin.

Doji pulang ke rumah dan membuka bingkisan yang diberikan oleh Gong Bin Mama di hadapan ibunya. Ibunya sangat senang, walaupun pemberiannya berisikan barang-barang yang umum, tapi ini adalah dari Gong Bin Mama, yang berarti dia sangat menghargai Doji. Nyonya Oh mengatakan kalau Doji akan menjadi pria terkaya dan berpengaruh di antara kelas menengah nantinya, apalagi sebentar lagi ia menikah dan menjadi dokter Istana, sungguh suatu hal yang sangat menyenangkan. Wajah Doji berubah ketika ibunya menyinggung tentang pernikahan, Nyonya Oh menangkap perubahan itu dan bertanya apakah ia sedang memikirkan orang lain, padahal besok adalah pernikahannya, jadi Nyonya Oh mengatakn kalau Doji harus memutuskan semua perasaannya pada Ye Jin dan  Tiba-tiba Hansang berseru dari luar kamar. Nyonya Oh segera menyuruh Doji beristirahat dan menyuruh Hansang masuk. Hansang kemudian memberitahukan semua penyelidikannya dan membenarkan kalau Ye Jin ada dikotaSeoul. Nyonya Oh segera mememrintahkan agar Hansang, tidak peduli menggunakan cara apapun, untuk menahan Ye Jin agar tidak bertemu dengan Doji.

Doji di kamarnya mengatakan dalam hati kalau ia mencintai Ye Jinm jadi bagaimana bisa ia mencintai wanita lain.

Ye Jin di kamarnya merenung ….

Hansang mendatangi tempat Ye Jin menginap dan meminta bantuan nyonya pemilik penginapan untuk memancing Ye Jin keluar. Ye Jin tertipu dan mengikuti orang suruhan nyonya pemilik penginapan. Ye Jin diantar ke suatu tempat yang ternyata sudah ada orang suruhan Hansang yang diperintahkan untuk menangkap Ye Jin.  Ye Jin berusaha mengancam mereka, tapi ia dipukul pingsan dan akan dibawa pergi, tapi ternyata Menteri yang bertemu dengan Ye Jin siaan tadi menemui para penjahat itu dan menyuruh mereka untuk melepaskan Ye Jin.  Kedua penjahat tidak mau sehingga menteri itu menyuruh pengawalnya menghajar mereka. Kedua penjahat itu dihajar oleh pengawal menteri. Menteri segera menolong Ye Jin. Hansang serba salah melihat semua kejadian itu dari kejauhan.  Menteri itu mencoba membangunkan Ye Jin tapi tidak berhasil.  Ia segera menggendong Ye Jin dan membawanya ke kediamannya.

Ye Jin sadar dan terkejut, ia bertanya pada perempuan yang merawatnya di mana dirinya, menteri yang menyelamatkannya masuk ke kamar, Ye Jin sangat cemas dan takut.

Hansang menemui Nyonya Oh dan menceritakan peristiwa itu, Nyonya Oh terkejut dan bertanya siapa pira yang menyelamatkan Ye Jin. Hansang tidak tahu hanya mengatakan kalau pria itu seperti seorang bangsawan. Nyonya Oh menegru keras Hansang mengapa ia tidak bisa menangani hal kecil seperti itu. Hansang mengatakan kalau semuanya itu tidak bisa diduga dan disangkan.  Berjaga-jaga kalau Ye Jin ingin menemui mereka, Nyonya Oh memberitahu Hansang agar mencegah hal itu terjadi. Hansang mengiyakannya.

Ye Jin mengerti duduk permasalahan yang sebenarnya dan berterima kasih atas bantuan pria bangsawan itu pada dirinya yang sebenarnya seorang yang masih asing. Pria itu mengatakan kalau ia melakukan apa yang memang harus dilakukan, kemudian ia bertanya pada Ye Jin kalau sedang mencari seorang dokter di Istana. Ye Jn mengiyakannya. Pria itu melanjutkan dengan mengatakan kalau Ye Jin pasti punya suatu kisah karena ia telah datang dari jauh untuk menemui dokter itu.  Ye Jin hanya diam. Pria bangsawan itu bersedia mencarikan dokter yang ingin ditermui oleh Ye Jin. Ye Jin sangat terkejut. Pria itu lalu mengatakan kalau ia sebenarnya juga bekerja di Istana dan justru lebih mudah bagi dirinya untuk mencari dokter itu daripada Ye Jin dan menyuruh Ye Jin supaya tidak khawatir dan menjaga baik-baik kondisi tubuhnya. Ye Jin sedikit curiga tapi juga merasa sangat berterima kasih atas niat baik dari pria itu.

Hur June dalam perjalanan pulang ke Sanum, beristirahat dan bertemu dengan rahib Samjeuk yang diikuti oleh seorang anak muda. Hur June kemudian mengenali anak itu, anak muda itu memberi hormat dan menanyakan kabar Hur June. Hur June masih sangat terkejut, Rahib Samjeuk mengatakan sepertinya di rumah sakit Sanum kekurangan orang jadi ia membawa Sanghwa untuk membantu disana. Penyakit lepra Sanghwa sembuh berkat obatnya jadi ia tidak perlu sembunyi lagi. Rahib Samjeuk menyerahkan pendidikan dan perawatan Sanghwa pada Hur June. Samjeuk kemudian bertanya apakah Hur June sudah mendapatkan tanaman obat, dan Hur June menjawab kalau ia sudah mendapatkan beberapa. Samjeuk juga mengatakan kalau ia tak dapat membiarkan dr. Yoo pergi begitu saja dengan keadaan seperti tiu, jadi ia sungguh ingin bertemu lagi dengan Ahn Gwang Ik karena Ahn Gwang Ik, yang suka membedah tubuh hewan, mungkin saja memiliki pendekatan yang berbeda dalam mengobati Banwee. Mereka berempat bersama-sama pulang ke kediaman dr. Yoo

Saat kakinya menginjakkan di kediaman dr. Yoo, Ohgun mendatanginya dan mengatakan kala ada keadaan gawat, dr. Yoo keadaannya bertambah kritis dan sekarang sedang kehilangan kesadarannya. Samjeuk dan Hur June segera bergegas menuju ke kamar dr. Yoo. Hur June segera memeriksa nadi dari gurunya. Samjeuk menanyai Ohgun sejak kapan dr. Yoo tidak sadar. Ohgun mengatakan kalau ia membuat ramuan obat untuknya tadi malam dan dr. Yoo sudah tidak sadar sejak saat itu. Samjeuk segera menyuruh Hur June untuk melakukan Gyukgoo atau melakukan akupungtur di area pusar untuk membangunkan dr. Yoo

Gyukgoo adalah salah satu metode untuk  melakukan moxibustion.

Hur June: Aku akan melakukan akupungtur pada GV-20, pada philtrum, LI-14, dan LR-3. Jika itu semua tidak berhasil maka aku akan melakukan di Ki-1.

Samjeuk: Baiklah lakukan saja!

Hur June segera melakukan pengobatan dengan teknik akupungtur sesuai yang telah dikatakannya.  Setelanya ia memasak ramuan obat dan meminumkannya dengan tangannya sendiri, sambil memohon agar dr. Yoo tidak pergi meninggalkannya seperti ini.

Subuh menjelang, dr. Yoo mulai menggerakkan pelupuk matanya. Hur June melihatnya dan memanggil-manggilnya. Dr. Yoo sadar sepenuhnya dan bertanya apa yang telah terjadi. Samjeuk menjawab kalau dr. Yoo telah tidak sadarkan diri selama dua malam, dan karena keahlian akupungtur Hur June dan ramuan obat sehingga ia bisa sadar lagi.

Ohgun tertidur menunggu dan terbangun ketika mendengar pintu ditutup. Ternyata Hur June yang mendatanginya. Ohgun menanyai bagaimana keadaan dr. Yoo, Hur June menjawab kalau semuanya sekarang sudah lebih baik. Hur June mengatakan pada Ohgun kalau ia akan pergi tidur. Ohgun juga menyahut kalau ia juga tak dapat tidur karena memikirkan dr. Yoo, lalu menyuruh Hur June untuk beristirahat. Saat ia mau beranjak pergi, Hur June berbalik dan bertanya mengenai Ye Jin, Ohgun menjawab kalau Ye Jin sudah pergi ke Seoul untuk menemui Doji saat Hur June pergi ke gunung mencari tanaman obat-obatan dan memberikan sepucuk surat pada Hur June sebelum pergi juga menyerahkan kotak jarum, yang sebenarnya adalah warisan dari ayah Ye Jin, yang dulu pernah akan diberikan pada Hur June tapi ditolak karena merasa kalau benda itu adalah kenangan ayah Ye Jin jadi ia merasa tidak pantas untuk menyimpannya. Tapi sekarang Hur June mau tidak mau harus menerimanya karena Ye Jin telah pergi.

Hur June kemudian membacasuratperpisahan Ye Jin itu. Kemudian ia menaruh kotak jarum di atas sebuah buku. Dahee masuk dan melihatnya kemudian mengatakan kalau ia tidak pernah meilhat kotak jarum itu. Hur June menjawab kalau itu milik dari Ye Jin yang diberikan padanya sebelum pergi keSeoul. Hur June keluar dari kamar. Dahee hatinya berkecamuk, antara senang dan sedih.

Ye Jin mengemasi barang-barangnya, tak berapa lama pria yang menolongnya memasuki ruangan dan mengatakan kalau ia sudah menemukan tempat tinggal dari dokter yang dicari oleh Ye Jin dan menyuruh Ye Jin untuk mengikuti pelayannya yang akan menunjukkkan tempatnya. Lebih lanjut, pria itu mengatakan kalau ia tidak tahu kisah yang sebenarnya dari Ye Jin tapi turut senang karena Ye Jin akan dapat bertemu dengan dokter yang dicarinya.Ye Jin sangat senang dan lega, ia sangat berterimakasih pada pria itu yang sedemikian baiknya pada dirinya.

Ye Jin mengikuti pelayan pria bangsawan itu yang menunjukkan tempat tinggal Doji, kemudian meninggalkan Ye Jin setelah sampai di depan rumah. Ye Jin merasa lega karena sudah sampai di tujuannya dan sedikit merasa senang karena akan bertemu dengan Doji yang dianggapnya sebagai kakak sendiri. Ketika Ye Jin akan beranjak masuk ke dalam rumah, ia melihat serombongan orang sedang mengarak sepasang pengantin, dan di antara rombongan itu ada Doji, yang menjadi pengantin prianya. Ye Jin terkejut dan membatalkan niatnya untuk menghampiri rumah Doji. Ia melihat ibu Doji menyambut kedatangan Doji dan pengantin perempuan, yang kemudian dibawa masuk ke dalam rumah. Ye Jin sangat gundah dan berduka, karena hilang sudah harapannya menemukan sandaran hidup dan juga karena ia tidak bisa memehuhi permintaan terakhri dari dr. Yoo, juga merasa kecewa pada Doji yang dianggapnya telah berpaling hati.

Pria bangsawan yang menolong Ye Jin ternyata bernama Lee Jung Myung, wakil direktur departemen urusan dalam istana, dan berusaha menemui Doji, Doji merasa tidak pernah mengenal Lee Jung Myung dan bertanya mengapa ia ingin bertemu, Lee menanyainya apa ia sudah bertemu dengan Ye Jin, Doji sangat kaget.

Doji pulang ke rumahnya dan dengan marah menanyai Hansang mengenai keberadaan Ye Jin di Seoul, tapi Hansang bersikeras kalau ia tak pernah mendengar berita Ye Jin. Ibu Doji, istrinya, Hadong, dan Yuwol keluar ketika mendengar seruan dari Doji. Doji kemudian menanyakan pada ibunya mengenai Ye Jin, tapi Nyonya Oh menjawab tidak tahu, demikian juga dengan Hadong dan Yuwol, istri Doji sangat keheranan mengenai sikap Doji pada seseorang bernama Ye Jin. Doji segera keluar rumah dan berusaha mencari Ye Jin. Istri Doji bertanya-tanya pada ibu mertua dan para pelayan mengenai Ye Jin tapi semuanya dengan gugup menutupi cerita yang sesungguhnya.

Ilsuh dan istrinya, dan Yangtae menemui Hur June untuk memberitahu ada seorang dukun wanita yang hebat dalam menyembuhkan penyakit dan mungkin saja kalau penyakit dr. Yoo dapat disembuhkan, tapi Hur June menimpalinya dengan mengatakan banyak orang di Doosigol yang mati karena percaya dengan jimat daripada dokter sejak mula sehingga banyak jatuh korban di sana, Hur June juga dengan marah berujar bagaimana ia seorang dokter menemui dukun untuk menyembuhkan penyakit, Hur June menyuruh mereka untuk kembali ke tempat masing-masing dan tidak usah berbicara omong kosong. Hur June kemudian pergi. Ilsuh dan istrinya, serta Yangtae bergumam kalau mereka hanya berusaha membantu, ibu Hur June mengatakan pada mereka kalau pikiran Hur June sekarang penuh dengan kecemasan terhadap kondisi dr. Yoo. Mereka bertiga kemudian pergi.

Sanghwa memikul air untuk kediaman dr. Yoo, Soo Yeon telah menunggunya di depan pintu gerbang rumah sakit dan segera datang menemuinya, Sanghwa kaget. Soo Yeon mengatakan kalau ia akan mengikuti Sanghwa, tapi Sanghwa menyuruhnya pulang ke kuil Samjeuk, Soo Yeon menolak, Sanghwa membentaknya untuk pulang kemudian meniggalkannya, Soo Yeon menangis sedih. Ohgun melihatnya dari balik pintu gerbang. Saat Sanghwa masuk, Ohgun memanggilnya ke gudang obat dan menegurnya untuk tidak bermain-main dengan gadis dan memusatkan pikiran untuk mempelajari efek dari bahan-bahan obat. Sanghwa menyahut kalau ia sudah mengetahui berbagai macam efek obat-obatan. Ohgun tidak memepercayainya dan mengujinya, tetapi ternyata jawaban dari Sanghwa benar semua sehingga Ohgun salah tingkah sendiri dan menyuruhnya pergi. Ohgun kemudian bergumam kalau Sanghwa lebih menakutkan daripada Hur June pada masa mudanya. Ohgun juga mengkhawatirkan posisinya jika Sanghwa bisa melampauinya dalam bidang pengobatan.

Ahn Gwang Ik datang ke kediaman dr. Yoo, ia dibawa menemui dr. Yoo dan Samjeuk. dr. Yoo mengatakan kalau ia sudah sering mendengar tentang Ahn dari Samjeuk, yang kemudian disahutnya dengan tertawa kalau Samjeuk pasti mengatakan dirinya adalah jenis pria penjagal. Samjeuk menimpalinya bukankah itu benar. Ahn Gwang Ik tertawa dan mengatakan kalau seorang rahib gadungan tidak seharusnya menyebutkan seseorang penjagal …. dr. Yoo tertawa mendengar mereka berdua saling ejek kemudian mengajak mereka untuk minum, Sanjeuk berusaha melarangnya tapi dr. Yoo mengatakan walaupun ia tidak minum pun penyakitnya tidak akan sembuh, Samjeuk masih mau mengatakan sesuatu dan memandang Ahn, tapi Ahn hanya mengangguk menyetujui kata-kata dr. Yoo. dr. Yoo mengatakan kalau Samjeuk tidak menyebutnya sebagai seorang penjagal, tapi sebagai seorang yang gila Boosool dan memahamni anatomi tubuh.

Boosool adalah pembedahan.

Dr. Yoo kemudian bertanya apakah Ahn pernah membedah tubuh manusia. Ahn tertawa dan berkata kalau ia sangat mengharapkannya, tapi sayangnya ia tak pernah membedah tubuh manusia hanya hewan. dr. Yoo menyatakan kalau organ dalam hewan sangat berlainan dibandingkan dengan manusia. Ahn membenarkannya dan mengatakan kalau setelah membedah banyak tubuh hewan ia hanya bisa mengira-ngira organ dalam manusia berdasarkan pengetahuannya mengenai organ dalam hewan. Kemudian dengan tertawa geli ia menyatakan keinginannya yang tak mungkin tercapai karena dilarang oleh hukum, yakni membedah tubuh manusia dan meilhat organ dalamnya. dr.Yoo kemudian mengatakan walaupun ia mendapatkan kesempatan untuk membedah orang yang telah mati, tapi semuanya tetap sulit karena hanya mengira-ngira saja, dan nantinya semuanya terlambat karena orang yang mati, organ bagian dalam tubuhnya akan menyusut dan peredaran darahnya berhenti setelah penguburan. Samjeuk menegurnya apa tujuan dr. Yoo berbicara mengenai pembedahan manusia. dr. Yoo menjawab kalau semua dokter pasti ingin melihat ke dalam tubuh manusia yang hidup dan dr. Yoo juga. dr. Yoo mengatakan kalau para dokter menghadapi banyak penyakit tapi tidak dapat maju lebih jauh kalau hanya melihat organ tubuh dari gambar di buku. Samjeuk menimpalinya bagaimana mereka bisa membedah seorang manusia yang masih hidup dan lagi pasti orang itu juga tidak akan bersedia dibedah. dr. Yoo menjawabnya kalau memang diperlukan maka seseorang harus melakukannya. Ahn dan Samjeuk menatapnya dengan pandangan terkejut.

Malam harinya, dr. Yoo menulis sebuahsurat. Mengecek guci-guci penyimpanan, menjenguk para pasien di bangsal perawatan. Melihat-lihat di gudang obat dan memeriksa catatan kesehatan pasien yang dibuat Hur June.

Samjeuk masuk ke dalam kamar dr. Yoo dengan terburu-buru, melihat dr. Yoo sudah berkemas mau pergi. Samjeuk menanyainya kalau ia mau pergi dan apa tujuannya. dr. Yoo menjawab sebisa mungkin selama ia masih mampu melakukan perjalanan, ia akan pergi menjenguk makam ayah dan kakeknya. dr. Yoo kemudian memberikan beberapa pucuk amplopsuratdan mengatakan pada Samjeuk, menjaga sesuatu yang buruk mungkin saja terjadi padanya, Samjeuk dimintanya untuk menyerahkan semua amplopsuratitu pada Ohgun dan yang lainnya.Suratitu berisikan formula keluarga Yoo untuk membuat plester. Dan jika semua pegawainya menuruti formula persis yang telah ia tulis, maka mereka akan dapat membuatnya dan menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Samjeuk terkejut dan mau mencegahnya tapi dr. Yoo kemudian menenangkannya dan mengatakan kalau ia akan mengajak Sanghwa bersamanya jadi Samjeuk tidak usah terlalu cemas. Ketika ia mau keluar, dr. Yoo mengatakan kalau banyak orang yang telah ia usir karena tidak cukup baik di matanya, Samjeuk bertanya apakah ia menyesal. dr. Yoo melanjutkan kata-katanya, kalau seharunya ia merangkul mereka, dan mungkin saja karena wataknya yang seperti itu, Doji akhirnya seperti sekarang.

dr. Yoo meninggalkan rumahnya bersama dengan Sanghwa. Hur June berpesan pada Sanghwa untuk menjaga dr. Yoo dengan baik, Sanghwa mengiyakannya kemudian menyusul dr. Yoo. Hur June mengawasi mereka berdua sampai hilang dari pandangannya.

Dr. Yoo dan Sanghwa naik ke gunung, ketika sampai di tempat tujuannya, dr. Yoo menyuruh Sanghwa untuk menurunkan barang-barang bawaanya dan memerintahkannya untuk pulang dan memberitahu Hur June untuk datang ke tempat itu pada siang hari ke 7 bulan depan. Sanghwa menyahutnya kalau dr. Hur telah menugaskannya menjaga dengan baik dr. Yoo, tapi dr. Yoo tetap menyuruhnya pulang. dr. Yoo kemudian masuk ke gua di depannya ….

Iklan

3 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 29

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s