Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 31

Nyonya Oh benar-benar menjual rumahnya, beberapa hari kemudian ia menyewa beberapa orang untuk mengemasi barang-barang yang dianggapnya berharga yang ada di Rumah Sakit Sanum dan akan dibawanya pergi ke Seoul. Hur June dan yang lainnya hanya bisa mengawasi semua kesibukan orang-orang yang mengangkuti barang-barang dari rumah sakit Sanum.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Nyonya Oh datang menginspeksi apakah barang-barangnya sudah selsesai dikemasi. Hansang mengatakan kalau sudah hampir selesai. Hansang kemudian bertanya apa yang harus ia lakukan pada buku-buku medis yang ada di kamar dr. Yoo, apakah akan dikemasi juga supaya dibaca oleh Doji. Nyonya Oh berpikir sebentar dan melihat Hur June, kemudian menyuruh Hansang untuk meninggalkannya saja karena Doji bisa membaca buku-buku medis di Perpustakaan Istana, banyak buku langka disana dan kapanpun dia mau, Doji bisa membaca semua itu dengan bebas. Nyonya Oh pergi. Hansang melaksanakan seperti yang diminta Nyonya Oh. Hur June mengawasi untuk yang terakhir kalinya bagian dalam rumah sakit dr. Yoo.

Nyonya Oh naik tandu dan kembali ke Seoul bersama banyak barang-barang yang telah diambilnya dari rumah sakit Sanum.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Trio pengacau melihat semua itu. Haman sangat senang karena Hur June tidak jadi mengambil alih Rumah Sakit dr. Yoo. Ilsuh memarahinya. Haman tidak mempedulikannya dan pergi dengan tertawa gembira. Yangtae mengatakan pada Ilsuh kalau istrinya itu sungguh kekanakan jadi pasti sulit untuk hidup bersamanya, tapi Ilsuh justru menampar kepala Yangtae, dan mengatakan kalau dia itu istrinya.

Rumah sakit dr. Yoo di Sanum sekarang telah resmi ditutup. Hur June masih ada di dalam, melihat-lihat semua bagian di dalam rumah sakit itu sambil mengenang dr. Yoo …

Saat pertama kali dr. Yoo memergokinya berkelahi dengan para pegawai lainnya dan mengatakan kalau  ia seperti Jangwee dariChinayang ahli dalam bertarung dengan memukul tepat pada bagian vitas mush-musuhnya dan kemudian pada akhirnya Jangwee belajar pengobatan dan menjadi dokter yang termashyur. Jika dr. Yoo tidak menjadikan Hur June sebagai seorang dokter maka bisa saja dengan bakatnya itu ia menjadi seorang pembunuh.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hur June berada di dalam kamar dr. Yoo yang sudah berantakan, ia mengambil sebuah buku kemudian mengenang saat ia diajak dr. Yoo untuk mengobati seseorang miskin yang terkena tandukan babi hutan di punggunnya. Saat dr. Yoo mengobatinya, luka itu sudah bernanah, tapi dr. Yoo tanpa ragu dan jijik menyedot nanah di lukanya.  Hur June sangat terkejut tapi juga kagum saat itu.

Ohgun, Sanghwa dan Gukswe berjalan-jalan di dalam rumah sakit sambil mengawasi sekeliling mereka. Ohgun mengatakan kalau mereka ini seperti anjing yang ditendang keluar setelah majikannya mati. Gukswe masih bersyukur karena dr. Yoo memberinya resep untuk membuat plester, Ohgun kecewa karena mengira kalau ia satu-satunya yang diberi resep rahasia plester keluarga Yoo.

Tiba-tiba ada orang yang menggedor pintu dan berseru apakah ada orang di dalam rumah sakit. Ohgun berteriak kalau rumah sakit sudah tutup. Tapi orang yang di luar tetap menggedor, Sanghwa membukakan pintu.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Seorang pria berpakaian kuning keemasan masuk ke dalam dengan lagak angkuh. Ohgun membentaknya kalau rumah sakit sudah tutup jadi mereka tidak menerima pasien lagi, tapi orang itu mengatakan kalau ia adalah pemilik baru dari rumah sakit dr. Yoo sekarang. Ohgun kaget dan segera menutup mulutnya dengan tangan.

Hur June masih di kamar dr. Yoo mengemasi buku-buku medis milik dr. Yoo, Sanghwa masuk dan memberitahunya supaya keluar sebentar karena pemilik rumah yang baru sudah datang.

Pemilik baru itu pergi ke gudang obat dan meeriksa isinya. Ia merasa puas. Kemudian ia pergi ke tempat gentong-gentong besar yang berisikan air bersih. Pemilik baru itu bertanya buat apa gentong-gentong besar itu, Ohgun menjawab kalau gentong-gentong itu berisikan air berbagai jenis. Pemilik baru mengatakan kalau air bersih itu semuanya sama saja tidak ada sesuatu yang istimewa. Ia kemudian memerintahkan anak buahnya untuk menyingkirkan gentong-gentong itu dan akan menjadikan sebagai tempat penyimpanan saus kacang.

Ohgun bertanya apa orang itu benar-benar dokter, karena ia tidak tahu betapa berharganya air bersih yang ada di gentong-gentong itu. Tapi pria itu menjawab kalau ia memang seorang dokter. Hur June melihat semua kejadian itu dari jauh, kemiudian ia mengingat saat dr. Yoo memarahninya karena membawakan jenis air yang salah, dan menegurnya karena bisa saja seseorang mati karena airnya yang tercemar. Hur June mencoba membela diri dengan mengatakan kalau ia masih baru dengan pekerjaan itu jadi ia tidak tahu air mana yang biasa digunakan untuk pengobatan. Dr. Yoo menyiramnya dengan segayung air dan mengatakan kalau ia hanya bisa  memberikan alasan saja setelah membunuh seorang pasien karena airnya. Dr. Yoo mengatakan lebih tegas kalau tangan seorang dokter justru lebih menakutkan daripada petarung dengan pedangnya ataupun seekor benatang dengan niat yang jahat. Tangan seorang dokter tak dapat dimaafkan jika membuat satu kesalahan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

Pemilik baru itu mendatangi Hur June yang sedang termenung dan bertanya apakah ia benar dr. Hur. Hur June terbangun dari lamuanannya dan mengiyakan kalau ia adalah Hur June. Pemilik baru itu memperkenalkan dirinya sebagai Jang Mansoo, dokter dari desa Chunsoo.

Jang Mansoo dan Hur June bercakap-cakap di halaman rumah sakit. Jang mengatakan dengan melihat kondisi rumah yang dalam keadaan kurang baik, Jang menyatakan kalau dr. Yoo yang katanya dokter nomor satu diKoreakelihatannya tidak seberapa hebat. Hur June hanya terdiam tapi hatniya tidak terima. Ia kemudian bertanya pada Jang Mansoo mengapa ingin bertemu, Jang Mansoo bertanya apakah Hur June berencana membuka klinik pengobattan sendiri.di Sanum. Jang memberitahu kalau ia menjual semua asetnya untuk membeli rumah sakit ini, yang artinya ia memang mempertaruhkan segalanya di rumah sakit ini. Tapi jika Hur June membuka klinik pengobatan di Sanum, maka Jangsoo akan benar-benar bangkrut. Hur June mengatakan kalau ia tidak ada rencana seperti itu. Jang Mansoo senang dan bahkan menawarinya untuk bergabung dan membantu dirinya menjalankan rumah sakit ini. Ia berjanji akan membayar Hur June dengan sepantasnya. Hur June tidak menjawabnya bahkan memberinya peringatan dengan mengatakan kala rumah sakit ini sudah dikelola oleh pendahulu dr. Yoo, Hur June hanya meminta pada Jnag Mansoo supaya ia merawat para pasien yang datang ke rumah sakit ini demi nama baik dr. Yoo. Hur June kemudian berpamitan pada Jang Mansoo dan pergi.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hur June, Ohgun, Gukswe dan Sanghwa minum di kedai. Hur June bertanya pada rekan-rekannya apa yang akan mereka lakukan mulai dari sekarang. Ohgun mengatakan kalau ia tidak punya keluarga untuk diberi makan jadi ia bebas ke mana saja, tapi ia berencana untuk ke Guhchang bersama Gukswe untuk menjual plester. Ohgun kemudian bertanya apa rencana dari Hur June. Hur June menjawab kalau ia akan beristirahat sejenak di rumahnya.

Ohgun mengatakan kalau ia dulu pernah bermimpi untuk menjadi dokter yang hebat seperti dr. Yoo tapi pada akhrinya, mimpinya berakhir saat ia menjadi seorang asisten penulis catatan kesehatan pasien. Gukswe mencoba menghiburnya dengan mengatakan kecuali memeriksa nadi dan keahlian akupungturnya, Ohgun bisa dianggap sebagai dokter seperti yang lain dan ia bisa membuka klinik di Guhchang. Ohgun justru semakin marah dan menyahut kalau seseorang tak menguasai pemeriksaan nadi dan tak memiliki keahlian akupungtur tak bisa disebut sebagai dokter. Hur June menyuruh Sanghwa kembali ke Kuil Samjeuk dan akan memanggilnya kembali kalau keadaan memungkinkan. Sanghwa menurutinya.

Hur June, Gukswe, Ohgun dan Sanghwa akhrinya berpisah jalan, mereka berempat saling berat hati untuk berpisah, tapi apa mau dikata, keadaan tak mengijinkan mereka bersama-sama.

Hur June kemudian memberitahu keluarganya mengenai keputusannya, yakni berkonsenterai belajar untuk mempersiapkan diri menghadapi Ujian Medis Nasional selanjutnya. Ibu Hur June tidak menyetujuinya karena ia merasa kalau dengan keahlian pengobatan yang dimiliki oleh Hur June sekarang ia bisa membuka klinik sehingga Dahee tidak perlu bekerja keras untuk menghidupi keluarga kecil mereka. Tapi Hur June mengatakan walaupun ia belajar, tapi ia juga akan naik ke gunung Jiri untuk mencari obat-obatan dan dengan menjualnya serta bercocok tanam di kebun, maka Hur June dapat menghidupi mereka sekeluarga. Dahee mendukungnya dan berkata kalau saja ia merajut impian Hur June sebagai impiannya maka ia dapat menanggung semua kesulitan yang menghadang. Hur June menatap istrinya dengan penuh sayang dan hormat.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hur June dan Dahee mecangkuli kebun mereka untuk memperisapkan tanah sebelum ditanami. Nyonya Son dan Hur Gyeum datang membawakan makanan bagi mereka. Saat mereka makan, Ibu Hur June mengatakan kalau ia menemui guru Gyeum di sekolah dan mendengar kalau Gyeum adalah murid terpandai di antara anak-anak sebayanya di sekolah. Dahee dan Hur June sangat senang mendengarnya. Nyonya Son kemudian menyuruh Gyeum untuk memberitahu kedua orang tuanya apa yang baru saja ia pelajari di sekolah. Gyeum menurut dan mengatakan pelajaran itu di depan orang tuanya. Dahee sangat senang dan bangga, Hur June juga senang tapi kemudian ia teringat dengan masa kecilnya ketika belajar di sekolah dan menjadi yang terpandai, ia kemudian dihina hanya karena status sosialnya.

Mereka telah selesai makan, semua piring dan mangkok dikemasi kemudian Ibu Hur June membawa semuanya pulang. Gyeum berusaha membantu dengan mengatakan kalau ia yang akan membawakan keranjang makanan, Nyonya Son tertawa dan memujinya serta mengatakan kalau Gyeum sudah bertumbuh lebih dewasa karena dapat memikirkan neneknya. Tapi keranjang itu tetap dibawa oleh Nyonya Son yang kemudian berpamitan dan pulang dengan Gyeum.

Dahee melihat Hur June seperti sedang penuh pikiran jadi ia menanyakannya. Hur June bertanya jika anak mereka terus seperti itu, belajar prinsip-prinsip dasar dan kemudian belajar menulis, apa yang akan dilakukan oleh Dahee. Dahee bingung tidak mengerti maksud dari suaminya. Hur June mengatakan kalau orang dengan stataus seperti mereka sekarang ini, semakin mereka tenggelam dalam pelajaran maka semakin banyak pula air mata yang akan tercurah. Dan itu bukan cuma air mata biasa, tapi air mata dengan rasa dendam. Pengalaman yang seperti itu cukup dialami oleh dirinya saja dan ia tak ingin anaknya mengalaminya juga.

Dahee bertanya apakah kemudian Hur June akan membiarkan anak merek buta aksara. Hur June menjawab kalau mungkin itu adalah yang terbaik.Dahee menentangnya walaupun ia mengerti alasan suaminya berkata demikian, tapi Dahee tidak akan membesarkan Gyeum sebagai seorang bodoh yang buta aksara. Dahee melanjutkan perkataannya kalau biaya sekolah 4 karung gandum setahun masih bisa diupayakan, bahkan walaupun ia kelaparanpun ia tetap akan mengirim anaknya pergi ke sekolah.

Hur June mengatakan kalau anak mereka mulai menginjak pelajaran tingkat menengah, maka lebih banyak penderitaan yang akan ia alami. Hur June kemudian melanjutkan dengan mengingatkan Dahee kalau Dahee dibesarkan dalam lingkungan bangsawan jadi Dahee tidak tahu bagaimana menyakitkan saat-saat itu. Dahee juga mengingatkan pada Hur June, justru karena Hur June mampu mempelajari ilmu pengobatan dengan pesat daripada yang lainnya karena Hur June mengerti filosofi. dan juga alasan Hur June dapat mengikuti Ujian Nasional karena ia mengerti baca tulis. Dan lagi Hur June telah mengatakan kalau mereka memiliki kesempatan untuk merubah status mereka jika Hur June berhasil menjadi dokter keluarga raja. Jadi Dahee yakin kalau anaknyakanmenyukai keputusannya nanti. Hur June kemudian pasrah dan menyerahkan semuanya pada istrinya, namun ia berpesan suapay Dahee tidak serakah dan mengharapkan yang berlebihan bagi anak mereka karena bagi orang dengan status seperti mereka, hal itu merupakan jalan yang panjang dan sangat sulit untuk dilalui. Hur June melanjutkan pekerjaannya. Dahee sedikit kecewa pada sikap suaminya tapi ia juga mengerti mengapa Hur June sampai bersikap demikian.

Doji membawa berita gembira pada dokter keluarga Raja, Yang Yesu, dan beberapa dokter yang bersamanya di kantor dokter Istana. Doji memberitahu mereka kalau Gong Bin Mama menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Yang Yesu dan yang lainnya sangat senang. Yang Yesu segera pergi untuk memberitahu raja mengenai berita bagus ini. Dokter senior memberikan selamat pada Yoo Doji, karena jika Gong Bin Mama berhasil melahirkan bayi tanpa masalah berarti, maka itu berarti kenaikan tingkat sudah menanti untuk Doji. Dokter Jang juga menimpali kalau itu juga berarti jika ada yang salah terjadi maka akan membawa keitdakberuntungan bagi mereka.

Doji pulang ke rumahnya dan memanggil-manggil Hansang, yang kemudian menemuinya. Doji menyuruhnya untuk membeli seekor kepiting yang besar dan gemuk di pasaar atau pelabuhan. Hansang segera pergi untuk melaksanakannya. Nyonya Oh dan istri Doji menemui Doji, Nyonya Oh bertanya untuk apa kepititng itu. Doji memberitahukan kalau Gong Bin Mama sedang hamil jadi dia ingin memberikan kepiting itu untuk dibuat masakan padanya. Nyonya Oh senang mendengarnya tapi ia mengatakan kalau ia juga ingin memberikan sup kepiting itu untuk menantunya juga. Doji dan istrinya sudah menikah lama dan seharusnya mereka sudah punya bayi sekarang. Doji dan istrinya berubah wajahnya mendengar perkataan Nyonya Oh.  Nyonya Oh masuk ke dalam, Doji dan istrinya bertatapan muka, Doji menyusul ibunya ke dalam.

Doji kemudian membawa bungkusan besar berisikan kepiting, dan dibawanya ke dapur obat untuk diolah menjadi ramuan obat yang diresepkan olehnya. Petugas dapur obat mengiyakannya.

Yang Yesu beserta beberapa dokter lainnya sedang mengadakan inspeksi di dapur obat.  Saat ia masuk ke dalam, dr. Yang mencium bau yang khas, dan bertanya bau apa itu. Petugas daput obat mengatakan kalau ia sedang merebus kepiting, dr. Yoo yang menyuruh mereka dan akan memberikannya pada Gong Bin Mama.  Yang Yesu mengangguk-angguk setuju. Ia kemudian memeriksa beberapa bahan obat dan bertanya untuk siapa. Petugas mengatakan kalau itu juga untuk Gong Bin Mama. Dr. Yang kaget dan bertanya sekali lagi dengan nada tinggi apa benar ramuan itu untuk Gong Bin Mama. Petugas ketakutan dan  mengiyakannya dan mengatakan kalau sudah diberikan selama 10 hari. Dr. Yang sangat marah dan bertanya di mana dr. Yoo sekarang.  Petugas mengatakan kalau dr. Yoo akan menemui Gong Bin Mama dengan membawa kepiting yang direbus. Dr. Yang Yesu sangat kaget dan segera pergi tergesa-gesa untuk menyusul Doji.

Doji sedang di ruangan Gong Bin Mama dan menghidangkan sup kepiting rebus di hadapannya. Gong Bin mengatakan kalau ia sudah minum ramuan obat di pagi hari, dan apakah sekarang ia harus minum lagi. Doji mengatakan kalau yang dihidangkan sekarang adalah kepiting yang direbus dengan obat yang dibuatkan khusus untuknya. Gong Bin kemudian mengangkat mangkuk dan akan meminumnya. Tapi ia membatalkanya saat mendengar seorang dayang mengumumkan kedatangan dokter pribadi Raja, dr. Yang Yesu.

Dr. Yang masuk dan lega melihat mangkuk di hadapan Gong Bin Mama masih belum tersentuh. Gong Bin menyuruhnya duduk dan bertanaya ada keperluan apa dr. Yang menemuinya. Yang Yesu menjawab kalau Raja secara khusus memerintahkannya untuk menjaga kesehatan dari Gong Bin Mama jadi ia sekarang datang langsung. Gong Bin mengatakan kalau Doji telah melakukannya dengan baik, bahkan ia membawakan rebusan kepiting untuknya sekarang. Gong Bin kemudian akan meminumnya, tapi Yang Yesu mencegahnya. Gong Bin dan Doji keheranan. Gong Bin bertanya apa ada yang salah dengan rebusan itu, tapi Yang mengelak untuk mengatakan yang sebenarnya justru mengatakan kalau ia menyiapkan resep yang lain selain ramuan berbentuk cairan. Gong Bin sangat senang karena ia sedikit bosan dengan ramuan berbentuk cairan tiap hari.  Doji tidak mengerti dengan maksud dari dr. Yang.

Yang Yesu meninggalkan paviliun kediaman Gong Bin Mama, Doji menyusulnya dan menanyakan mengenai kejadian tadi, Yang Yesu sangat marah dan menegurnya dengan keras dengan mengatakan kalau Doji hampir saja menempatkan hidup Gong Bin Mama dalam bahaya. Doji tidak mengerti. Yang Yesu kemudian menyuruh Doji menyebutkan obat-obatan yang diberikan pada Gong Bin Mama selain sup kepiting itu. Doji mengatakan karena Gong Bin Mama menderita sakit batuk yang berkepanjangan jadi ia menggunakan asparagus conchichinensis  merrill. Dr. Yang segera menimpalinya dengan menanyakan apakah Doji tidak mengerti kalau sup kepiting dan asparagus jika disajikan bersama-sama dapat menyebabkan kecanduan. Dan jika terjadi sesuatu pada Gong Bin dan bayinya maka Doji akan mati. Doji kaget dan segera menyadari kesalahannya, ia kemudian meminta maaf dan berkata kalau pengetahuannya belum sampai sejauh itu. D. Yang menugaskan seorang dokter yang lain untuk mengambil alih tugas Doji dalam mengurus Gong Bin Mama dan bayinya, sedangkan Doji dimutasikan ke Ruangan Ramuan sehingga Doji dapat belajar lagi dasar-dasar dari ramuan. Doji sangat kesal dan kecewa, tapi ia tak dapat mengatakan apapun karena jelas ini memang kesalahannya.

Hur June ada di gunung mencari tanaman obat dan di setelahnya dengan ditemani oleh Dahee, Hur June belajar dari buku-buku medis.  Ilsuh dan Yangtae menemui June dan menanyakan kalau ia mendengar kabar dari dr. Jang yang mengambil alih rumah sakit dr. Yoo. Ilsuh menyambung perkataan Yangtae, memberitahu June kalau dr. Jang tidak memperbolehkan pasien miskin yang tidak punya uang untuk masuk berobat. Hanya orang berduit saja yang boleh masuk, tapi biaya pengobatan dan obatnya sangat gila-gilaan tingginya, sampai-sampai orang-orang mengatakan “sekali kau masuk ke dalam maka keluarnya dengan telanjang”. Yangtae menyambung kalau ada penjaga di depan pintu masuk rumah sakit itu. Jika tidak membayar dulu maka para penjaga tidak akan mengijinkan para pasien masuk. Bahkan saat Ilsuh ingin menjual empedu beruang dan kantung empedu babi liar, orang-orang disanasangatlah pelit. Semua orang sekarang mengatakan kalau mereka benar-benar merindukan dr. Yoo. Hur June berpikir sesuatu.

Hur June kemudian keluar bersama dengan Ilsuh dan Yangtae menuju bekas rumah sakit dr. Yoo. DisanaHur June melihat para penjaga melarang seorang pria miskin untuk maauk jika tidak memiliki uang walaupun pria itu memohon dengan sangat. Hur June sangat marah dan akan menemui mereka, tapi Ilsuh menahannya. Hur June kemudian menyuruh Ilsuh untuk mengantarkan pria itu padanya di kedai.

Hur June  memeriksa pria miskin itu,

Hur June:  Untuk mengobati peradangan lambung, kau harus meredakan demamnya dahulu dengan meminum rebusan akar imarrow (?) dan juga rebusan kulit pohon gabus Amur, atau bubuk Codonopsis pilosula  dan Polygonatum odoratum var. pluriflorum dan memakannya bersama dengan madu maka kau akan menjadi lebih baik.

Pria itu berterima kasih pada Hur June lalu pergi dengan hati senang dan lega. Hur June kemudian mengatakan pada Yangtae dan Ilsuh kalau ia akan membuak klinik pengobatan. Untuk membukanya maka ia akan membutuhkan pencari tanaman obat dan asisten penulis catatan. Hur June mengutus Yangtae untuk ke Samjeuk dan memanggil kembali Sanghwa, sedangkan Hur June sendiri akan ke Guihchang untuk menemui Ohgun dan Gukswe. Hur June juga meminta tolong pada Ilsuh supaya mencari tukang kayu untuk membuat gudang obat di kebunmya dan membuat klinik disana.

Yangtae melakukan perjalanan ke Kuil Samjeuk …

Hur June melakukan perjalanan ke Guhchang …

Ilsuh memanggil tukang-tukang kayu dan mulai membuat klinik dan gudang obat di kebun Hur June. Ibu Hur June dan istrinya sangat bersemangat.

Gukswe sedang memberikan plester pada seorang pria ketika Hur June datang menemuinya. Gukswe terkejut tapi sangat senang kemudian ia berseru ke arah rumah kalau dr. Hur datang. Ohgun mendengarnya dan membuak pintu sambil berseru senang memanggil Hur June. Hur June menanyakan kabarnya.

Mereka bertiga berkumpul di satu ruangan sambil minum-minum. Ohgun berujar bersimpati dengan sungguh-sungguh pada pasien dan menyembuhkannya adalah tugas sesungguhnya dari seorang dokter. Jadi jika Ohgun disuruh memilih seseorang yang ingin dibunuhnya, maka ia akan memilih dr. Jang Mansoo. Gukswe menimpalinya dengan mengatakan walaupun keadaan dirinya dan Ohgun tidak begitu berada tapi mereka masih memberikan plester gratis pada pasien yang miskin. Ohgun menyambung apakah itu juga merupakan kasih dokter kepada para pasien. Dan memang itulah yang telah mereka pelajari selama ini dari guru mereka, dr. Yoo. Ohgun sekali lagi mengatakan kalau ia akan mengikuti Hur June dengan sepenuh hatinya.

Hur June, Ohgun, dan Gukswe meninggalkan Guhchang dan kembali ke Sanum untuk membuka klinik pengobatan. Semua orang sedang menunggu mereka, Yangtae sudah pulang membawa Sanghwa. Hur June menanyakan kabar dari Rahib, Sanghwa memberitahu kalau ayahnya baik-baik saja bahkan ayahnya langsung menyuruhnya pergi begitu ia mendengar rencana dari Hur June. Ilsuh memberitahu kalau gudang obat sudah selesai, ibu Hur June juga mengatakan kalau ruangan di dalam sudah dibersihkan jadi bisa digunakan untuk memeriksa pasien.

Hur June sangat senang karena melihat rencanaya akan mulai bekerja. Ia segera memerintahkan Gukswe dan Sanghwa untuk mulai mengumpulkan tanaman obat yang diperlukan untuk menjalankan klinik. Yangtae dan Ilsuh diberi tugas untuk memberitahu pada orang-orang kalau klinik mereka sekarang sudah dibuka. Hur June juga meminta istrinya untuk menyiapkan handuk-handuk yang diperlukan untuk merawat pasien.  Dahee mengiyakannya dengan senang karena melihat suaminya begitu bersemangat.

Ohgun dan Sanghwa segera pergi ke gunun dan mencari tanaman obat yang diperlukan …

Ohgun memberikan label pada setiap kotak obat dan memeriksa semua persediaan di gudang obat.

Dahee dan ibu Hur June membuat handuk-handuk kecil yang akan digunakan untuk merawat pasien.

Beberapa waktu kemudian …

Dr. Jang sedang memarahi para pegawainya dan menanyakan mengapa tidak ada seorang pasienpun yang datang ke rumah sakit mereka.Parapegawainya juga tidak tahu mengapa itu terjadi. Seorang pegawai datang dari luar dan memanggil-manggil dr. Jang kemudian mengatakan kalau dr. Hur telah membuka klinik di Sanum sehingga semua pasien memburu kesana. Dr. Jang kaget.

Di klinik Hur June, banyak orang antri untuk mendapatkan pengobatan.  Gukswe dengan bersemangat membagikan nomor urut pada mereka. Sanghwa memasak ramuan obat. Dahee membantu mengelap keringat pasien dan Ohgun menulis catatan kesehatan para pasien, Hur June sendiri sibuk memeriksa kondisi pasien.

Dr. Jang mendatangi klinik Hur June, ia melihat begitu banyak pasien yang datang dan menjadi kesal karenanya. Dr. Jang segera berseru-seru memanggil Hur June. Hur June menemuinya dan bertanya maksud kedatangannya. Dr..Jang kemudian mengingatkan perjanjian mereka kalau Hur June tidak akan membuka klinik di Sanum. Tapi Hur June balik menegurnya dengan menanyakan bagaimana dengan persetujuannya untuk merawat para pasien miskim dengan baik sehingga tidak merusak nama baik dr. Yoo. Dr. Jang tidak dapat menjawabnya hanya berdehem saja. Hur June melanjutkan perkataannya kalau dr. Jang lah yang tidak mengijinkan para pasien miskin yang tidak memiliki uang untuk masuk ke kliniknya dan memasang biaya tinggi untuk pengobatan dan obat-obatannya. Dr. Jang sendirilah yang menyebabkan para pasien miskin tidak dapat pergi ke kliniknya.  Jadi dr. Jang lah yang pertama kali melanggar perjanjian di antara mereka berdua. Dr. Jang berdalih kalau seorang dokter khan juga butuh uang untuk hidup.  Hur June justru mengutip perkataan dr. Yoo, “Menjadi seorang dokter bukanlah cara untuk menghasilkan uang. Tugas dokter yang pertama, kedua, dan yang ketiga adalah untuk merawat para pasien.” Lanjut Hur June, “Ia juga mengatakan padaku untuk tidak menjadi seorang dokter yang hanya melihat keadaan ekonomi dari pasien bukan penderitaannya!” Hur June kemudian menyuruh dr. Jang untuk bertanya sendiri pada para pasien yang pernah dr. Jang rawat, dokter macam apa dirinya itu. Parapasien menatap dengan pandangan menghina dan kemudian memalingkan wajah mereka.  Dr. Jang merasa tidak enak sendiri sehingga ia diam saja kemudian pergi.

Beberapa hari kemudian, di malam hari Hur June sedang membaca dan membandingkan keterangan di buku medis. Dahee memberitahunya kalau dr. Jang datang untuk menemuinya. Hur June menemuinya dan bertanya apa lagi yang ia inginkan sekarang. Dr. Jang mengaku kalau ia salah. Selama beberapa hari dan malam tidak ada pasien yang datang ke tempatnya. Seperti kata Hur June ia memang terlalu sibuk menghasilkan uang. Tapi mulai sekarang hal itu tak akan terjadi lagi, jadi ia memohon Hur June untuk mengirimkan beberapa pasien ke tempatnya.

Hur June menolaknya karena itu adalah hak dari pasien untuk berobat pada dokter yang mereka percayai. Dr. Jang berlutut di hadapan Hur June dan memohon belas kasihannya. Ia tidak dapat hidup kelaparan. Dr. Jang mengatakan kalau ia akan memasang biaya tinggi pada yang kaya dan biaya yang murah pada yang miskin sehingga menjadikan kliniknya sebagai tempat yang nyaman untuk dikunuingi oleh setiap orang. Hur June memberikan nasihat padanya kalau ia mengenakan biaya yang sangat murah pada mereka yang tidak mampu, maka para pasien tanpa disuruh pun akan datang ke tempatnya. Tapi semuanya itu bukanlah urusannya.

Dr. Jang menyembah-nyembah dan mengatakan  kalau ia akan menuruti semua perkataan dari Hur June, ia tidak akan mengenakan biaya sepeserpun pada mereka yang miskin. Dr. Jang berjanji akan melakukannya dan bersumpah di depan Hur June. Dr, Jang memohon-mohon dengan menyembah-nyembah sampai berbaring di tanah menarik-narik baju Hur June. Hur June yang melihat dr. Jang sampai berlaku seperti itu berarti dia benar-benar sudah putus asa. Hur June tahu sekarang kalau rencananya berhasil. Ia mengatakan pada dr. Jang kalau akan memikirnkannya dan menyuruh dr. Jang untuk pulang. Dr. Jang seperti mendapatkan pengampunan, ia menyembah lagi, kemduain berdiri dan berterima kasih sambil mengucapkan akan menunggu keputusan Hur June berulang-ulang kemudian ia pulang. Dahee menganggukkan kepalanya pada Hur June yang tampak termenung.

Sepulang dr. Jang, Ohgun datang dengan berlari sambil memanggil-manggil Hur June. Ia bercerita kalau baru saja ia dari pasar dan bertemu dengan dokter yang tinggal di Guhchang yang mengatakan kalau Ujian Medis Nasional sudah ditentukan tanggalnya. Dahee terkejut dan senang. Hur June menanyakan kapan itu. Ohgun menjawab kalau tersisa sebulan lagi sebelum ujian dilangsungkan, tapi tidak seperti ujian yang telah lalu-lalu, ujian kali ini akan ada 2 ujian yang dilakukan. Ujian pertama, setiap peserta diharuskan menuliskan jawabannya dari  5 pertanyaan berbeda yang diberikan saat ujian. Ujian kedua adalah baegang. Jadi artinya, ujian kali ini adalah ujian terberat yang penah dilaksanakan oleh Rumah Sakit Istana.

*Baegang adalah suatu sistem ujian dengan memilih secara acak tema ujian dan kmeudian peserta ujian boleh membuka buku, menghapalkannya, kemudian mengulangnya kembali tanpa membaca buku.

 

Ohgun kemudian dengan sedikit malu-malu mengatakan kalau ia juga akan berusaha mengikuti ujian kali ini. Ohgun mengingatkan Hur June kalau ia juga pernah mengiringi Doji pada ujian yang lalu dan mendapatkan tiket untuk ikut ujian, tapi ia tidak bisa mengikuti ujian itu.

Jadi sekarang ia akan mencoba mengikuti ujian lagi dan memohon agar Hur June membantunya, karena Ohgun merasa kalau ia juga memiliki hati seorang dokter dan ia tidak peduli apakah lulus atau tidak yang penting ia sudah pernah mengikuti ujian itu sekali. Ohgun merasa sangat malu, tapi ia memohon agar ketika Hur June belajar dan merasa kalau bagian itu mungkin akan keluar di ujian, Hur June memberitahunya sehingga ia akan mempelajari bagian itu. Ohgun meminta dengan sangat pada Hur June. Hur June melihat kesungguhannya, apalagi sebenarnya itu juga baik karena walaupun nantinya Ohgun lulus karena bantuan Hur June, tapi semua itu juga hasil kerja keras dari Ohgun., Hur June akhrinya tersenyum dan mengiyakannya, ia akan membantu Ohgun belajar. Dahee tersenyum geli dengan tingkah laku Ohgun yang sebenarnya memang sangat lucu ketika ia memohon bantuan Hur June.

Doji sedang berada di dalam ruang Ramuan.

Suara hati Doji: Sampai kapan aku harus terperangkap di bagian Ramuan? Sampai kapan?

Hur June dan Ohgun memulai perjalanan mereka keSeouluntuk mengikuti ujian nasional. Kali ini tidak ada halangan berarti sehingga Hur June dan Ohgun dapat sampai ke Istana tepat waktu dan mendapatkan tiket masuk untuk mengikuti ujian nasional. Doji ternyata menjadi salah satu petugas yang membagikan tiket itu. Doji sedang bercakap-cakap dengan rekannya di tempat lain saat Ohgun dan Hur June mengambil tiket itu. Ohgun kemudian melihat Doji yang sedang bercakap-cakap dengan rekan-rekannya dan kemudian memberikan perintah pada beberapa orang yang terlihat sangat tunduk padanya. Ohgun sangat iri melihat Doji kelihatannya sudah menjadi orang yang memiliki posisi tinggi di Istana.

Padahal saat itu Doji sedang dinasihati oelh rekan-rekannya sesama dokter supaya tidak berbuat kesalahan lagi karena sekarang kepala dokter Istana, dr. Yang, masih tidak menyukai Doji karena insiden sebelumnya, jadi Doji haruslah hati-hati dan melakukan pekerjaannya dengan baik.

Ohgun dan Hur June menginap di kamar yang sama dengan beberapa orang dokter lainnya. Mereka belajar dengan tekun berharap untuk dapat lulus ujian.  Ohgun merasa tidak betah kemudian ia teringat seseuatu dan bangkit berdiri mau keluar, ketika Hur June bertanya, Ohgun mengatakan kalau ia mau berjalan-jalan di luar.mencari hawa segar.

Ternyata Ohgun pergi mengunjugi kediaman Doji, saat ia masuk ke dalam ia bertemu degan Hadong, dan ketika mereka akan berpegangan tangan, Istri Doji datang memanggil Hadong dan bertanya siapa diri Ohgun. Hadong memberitahu kalau Ohgun dulunya adalah asisten dr. Yoo yang menuliskan catatan kesehatan pasien di rumah sakit Sanum. Hadong menyuruh Ohgun untuk memberi salam pada istri Doji, tapi Ohgun justru balik bertanya di mana keberadaan Ye Jin. Istri Doji merasa tersinggun dan kembali masuk ke rumah. Saat Hadong mau menegur Ohgun, Doji datang. Ohgun segera menghampirinya dan memberi salam, Doji heran dengan kedatangan Ohgun dan bertanya alasannya keSeoul. Ohgun memberitahunya kalau ia mau mengikuti ujian nasional, Doji meremehkannya dan menyindirnya kalau ia masih tak menghilangkan harapannya yang sia-sia itu. Tapi Ohgun menjawab kalau ia sudah mempersiapkan diri dengan bantuan dr. Hur. Doji bertanya apa Hur June juga datang untuk ujian. Ohgun membenarkannya. Doji kemudian mengajak Ohgun untuk masuk ke dalam.

Ohgun meminta pertolongan Doji untuk membocorkan soal ujian nanti. Doji tidak begitu mengerti maksudnya. Ketika Ohgun menjelaskan kalau ia ingin tahu pertanyaan ujian, Doji memarahinya dan mengatakan kalau Istana bukanlah tempat yang cocok bagi seorang dokter yang datang dari desa kecil yang berpikir bisa masuk ke Istana dengan meencoba-coba. Dengan nada menghina ia mengatakan kalau Ohgun tidak akan bisa melewati ujian pertama hanya dengan keberuntungan semacam itu. Doji mengatakan kalau ia tidak tahu pertanyaan ujian itu, dan bahkan jika ia memang tahu, ia tak mungkin memberitahukannya pada Ohgun. Doji mengusir Ohgun pergi. Ohgun terhenyak dan merasa terhina….

Saat di luar kediamanYoo Doji,iaberbicara sendiri, mengatakan kalau bakat Doji membuat orang marah menjadi semakin hebat saja. Ohgun juga mengatakan kalau Doji tidak menyadari kalau dia sendiri juga dari desa kecil, bagaimana bisa menganggapnya seorang dokter dari desa kecil tidak pantas masuk Istana. Dan Doji yang lulus karena menyuap dengan emas masih bisa menganggap Ohgun mengandalkan keberuntungan untuk masuk ke Istana. Ohgun memanggil-manggl Hadong tapi tidak ada jawaban, Ohgun bergumam seharusnya ia tidak usah kemari tadi.

Doji di kamarnya mengingat kata-kata ayahnya saat ayahnya tahu kalau ia mengabaikan permintaan tolong para pasien di Jinchun. Dr. Yoo mengatakan kalau Doji kalah terhadap Hur June. Dr. Yoo juga mengatakan kalau watak keduanya berbeda. Dan meramalkan kalau Doji tidak akan dapat melampaui Hur Jne pada akhirnya. Doji bersumpah kalau ia tak akan kalah dengan Hur June apapun cara yang akan diambilnya nanti.

Hur June masih belajar di kamar penginapan. Dokter yang lain sudah beristirahat. Hur June mengantuk dan akan beristirahat ketika Ohgun datang.  Ohgun mengela napas sedih, Hur June heran, kemudian Ohgun berseru pada nyonya rumah untuk menghidangkan minuman. Hur June kaget dan megatakan kalau Ohgun masih harus mengikuti ujian besok. Ohgun mengatakan kalau dia sudah tak ada harapan. Dan membenarkan kata-kata Doji mengenai bagaimana seseorang seperti dirinya berpikir akan dapat masuk ke Istana dan bekerja di departemen medis Istana. Hur June menebak kalau Ohgun baru saja dari rumah Doji. Ohgun mengatakan kalau Doji menghinanya habis-habisan kali ini, dan menyarankan supaya ia tidak memimpikan harapan yang palsu. Hur June tersenyum dan bertanya bukankah selama ini Ohgun sudah belajar dengan keras dan mengatakan kalau Ohgun melakukan yang terbaik, maka hasilnya juga pasti baik. Jadi Hur June menyarankan Ohgun untuk tidak mudah menyerah  Ohgun tergerak hatinya dan kemudian membatalkan pesanan minumannya pada nyonya rumah. Hur June memberikan beberapa soal yang harus dipelajari oleh Ohgun.  Ohgun menjadi bersemangat lagi dan belajar dengan giat.

HARI UJIAN

Semua dokter yang mendapatkan tiket masuk untuk mengikuti ujian.  Hur June dan Ohgun ada di antara para dokter itu. Mereka menanti dengan hati berdebar-debar menantikan pejabat yang berwenang untuk memulai untuk memberikan pertanyaan. Ohgun mencoba mengajak berbicara seorang peserta lainnya tapi tak digubris.

Dr. Yang Yesu dan beberapa dokter lainnya datang, mereka mengambil tempat masing-masing. Setelah semua siap maka dr. Yang memberikan tanda untuk memeulai ujian.

Yoo Doji: Pada pukul 10 pagi, 13 November 1633, ujian akan dimulai sekarang!

Tambur dibunyikan …

Kelimapertanyaan segera dibentangkan di tempatnya masing-masing. Semua orang ingin tahu pertanyaan yang akan diajukan, mereka menanti dengan rasa waswas dan cemas.

Ke 5 pertanyaan sudah dibentangkan semua …

Ohgun membaca pertanyaan itu dan terkejut, ia berusaha menahan tawa senangnya. Hur June mulai menuliskan jawabannya di atas kertas.Parapengawas ujian mulai berkeliling. Ohgun mulai menulis juga. Hur June menulis dengan lancar tanpa keraguan sedikitpun. Adabeberapa orang dokter yang dengan hati menyesal hanya dapat mengamati kertas kosong di hadapan mereka karena tidak dapat menjawab. Doji lewat di belakang Hur June dan mengenalinya, ia merasa hatinya tidak tenang. Hur June telah selesai menuliskan jawabannya, ia melipat kertas jawabannya, mengambil tasnya, berdiri, dan mulai melangkah ke depan untuk mengumpulkan jawabannya di meja penguji. Semua orang sangat kaget dan terheran-heran. Seorang dokter bertanya pada Doji kalau sekarang khan masih jam 12 siang. Hur June mengamati sekelilingnya kemudian dengan mantap keluar dari tempat ujian.Parapenguji tidak dapat menyembunyikan rasa heran mereka, bahkan Yang Yesu dan menteri kesehatan membicarakan tindakan Hur June.  Yang Yesu penasaran sehingga memerintahkan untuk membawa kertas jawaban dari Hur June padanya. Yang Yesu kemudian membacanya dan tersentak kaget, ia memandang punggung Hur June yang sedang berjalan keluar dari tempat ujian.

Hur June keluar dengan rasa percaya diri yang tinggi….

3 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 31

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s