Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 32

Doji lewat di belakang Hur June dan mengenalinya, ia merasa hatinya tidak tenang. Hur June telah selesai menuliskan jawabannya, ia melipat kertas jawabannya, mengambil tasnya, berdiri, dan mulai melangkah ke depan untuk mengumpulkan jawabannya di meja penguji. Semua orang sangat kaget dan terheran-heran. Seorang dokter bertanya pada Doji kalau sekarang khan masih jam 12 siang. Hur June mengamati sekelilingnya kemudian dengan mantap keluar dari tempat ujian. Para penguji tidak dapat menyembunyikan rasa heran mereka, bahkan Yang Yesu dan Tuan Lee Tae Sung membicarakan tindakan Hur June.  Yang Yesu penasaran sehingga memerintahkan untuk membawa kertas jawaban dari Hur June padanya. Yang Yesu kemudian membacanya dan tersentak kaget, ia memandang punggung Hur June yang sedang berjalan keluar dari tempat ujian.

Hur June keluar dengan rasa percaya diri yang tinggi….

Hur June menunggu Ohgun di depan pintu gerbang Istana. Beberapa jam kemudian Ohgun keluar dengan yang lain. Ohgun sangat senang karena 2 dari 5 pertanyaan sama persis dengan yang diberikan oleh Hur June, jadi tanpa keraguan ia menuliskan jawabannya. Ohgun menduga kalau Hur June pasti menulis semua jawabannya karena itu ia keluar lebih awal dari yang lain. Hur June merendah kalau mereka hanya beruntung saja. Ohgun menebak kalau ia mungkin lulus dari tes pertama karena saat keluar ia melihat banyak sekali dokter yang memegang kertas kosong dan yang benar hanya nama mereka saja.

Para dokter penguji memeriksa jawaban dari semua peserta ujian, seraya memeriksa mereka memperbincangkan Hur June, yang jawabannya sangat mencengangkan mereka bahkan dr. Yang, dokter pribadi raja, tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Salah satu dokter mengatakan kalau selama ini dokter yang hebat pun pasti memiliki satu dua kekurangan. Tapi tidak dengan Hur June, dari penyakit dalam, penyakit luar, ramuan, akupungtur, dan penyakit ringan, Hur June menguasai semuanya dengan sangat baik. Dokter Jang bercanda dengan mengatakan kalau dirinya tidak tahu bagaimana Hur June dalam ujian kedua, Baegang, tapi cukup hanya dengan masuk ke ujian saja, Hur June dapat mengancam posisi dokter itu. Mereka tertawa. Doji mendengar semuanya itu dengan hati cemburu dan gusar. Para dokter kemudian meninggalkan ruangan untuk makan malam, Doji merasa penasaran dengan jawaban Hur June jadi ia melihat kertas jawaban dari Hur June. Ia melihat kalau memang yang dikatakan para dokter itu benar, semua jawaban dari Hur June tidak ada satupun yang salah. Ia sangat kesal sehingga tangannya tanpa sadar meremas kertas jawaban Hur June.

Ohgun dan Hur June bercakap-cakap di kamar tempat mereka menginap bersama beberapa dokter lainnya. Ohgun mengatakan pada Hur June kalau ia menulis jawaban untuk penyakit luar dan akupungtur dengan sangat cepat, dan juga menuliskan sedikit jawaban pada ramuan dan penyakit ringan, tapi ia bermasalah pada bagian penyakit dalam. Tiba-tiba seorang pria membuka pintu kamar dan memberitahu pada para dokter yang ada di dalam kalau daftar mereka yang lulus ujian pertama sudah ditempel di depan Istana. Para dokter yang lain segera pergi, Ohgun juga pergi tapi Hur June dengan santai tetap tinggal di kamar.

Ohgun berlari ke tempat pengumuman, disana sudah banyak orang melihat daftar yang lulus ujian pertama. Ohgun menerobos sampai di depan daftar, ia mencari-cari namanya dan menemukannya, Ohgun sangat senang dan mengatakan pada orang-orang sekitarnya kalau Lim Ohgun yang tertulis di daftar itu adalah dirinya. Ohgun mau pergi tapi kemudian ia teringat untuk melihat nama Hur June.dan ia juga dengan cepat menemukannya, ia berkata pada diri sendiri kalau Departemen Medis sekarang adalah milik mereka berdua.  Ohgun segera kembali ke penginapan untuk memberitahu Hur June.

Hur June sedang membaca buku medis saat Ohgun datang dan mengatakan kalau namanya ada dalam daftar, Ohgun mengharapkan Hur June meluapkan kegembiraannya, tapi perkiraannya meleset, Hur June hanya berkata, “Baik” dan terus membaca. Ohgun bertanya apa Hur June tidak gembira, tapi kemudian ia menyadari kalau ini hanya ujian pertama jadi memang belum waktunya untuk bergembira.

Hur June bertanya bagaimana dengan Ohgun, Ohgun menyuruh Hur June menebak, ya tentu saja melihat kegembiraan dari Ohgun, Hur June dengan mudah menebak kalau dia juga lulus.  Ohgun tertawa dengan senang dan mengatakan kalau ia lulus dan namanya ada di daftar itu.  Hur June ikut senang dan memberi ucapan selamat.  Ohgun beterima kasih pada Hur June yang telah membantunya, namanya tidak akan ada di daftar itu seumur hidupnya jika tidak karena bantuan Hur June. Hur June tidak bermaksud mengurangi kegembiraannya, tapi ia mengatakan kalau itu hanyalah awalnya saja, ujian bagian kedua, Baegang, yang akan menentukan kelulusan mereka adalah ujian yang sulit, jadi Ohgun disuruhnya membaca lebih banyak buku. Ia memberikan  Youngchoogyung, ringkasan dari Baegang.

Youngchoogyung adalah buku pengobatan kuno dari Tiongkok, biasanya digunakan untuk ujian Baegang.

Melihat betapa tebalnya buku itu, Ohgun sangat terkejut dan bertanya apa ia harus menghapal semuanya, Ohgun meminta Hur June agar memilihkan beberapa bagian yang mungkin keluar di ujian dan menggarisbawahinya. Hur June hanya diam saja tapi ia menggelengkan kepalanya, Ohgun memohon.

Doji di kamarnya sedang merenung. Ibunya datang menemuinya, bertanya apa benar kalau Hur June juga mengikuti Ujian Nasional, Doji mengiyakannya. Nyonya Oh mengatakan kalau Hur June masih belum mengerti bagaimana status sosialnya, tapi Doji mengatakan kalau Hur June menjawab dengan sempurna di ujian yang pertama. Nyonya Oh kaget dan bertanya kalau begitu Hur June bisa saja masuk ke istana. Nyonya Oh berkata kalau Hur June merupakan masalah bagi Doji, dulu di Sanum ia juga yang menyebabkan putusnya hubungan antara dr. Yoo dan Doji, dan sekarang di departemen medis Istana juga. Tapi kemudian Nyonya Oh teringat kalau anaknya merupakan dokter pribadi yang merawat Gong Bin Mama dan menempati tingkat Bongsa, sedangkan Hur June adalah orang baru jadi percuma saja ia terlalu khawatir pada Hur June. Nyonya Oh belum tahu kalau anaknya sudah bukan lagi dokter pribadi dari Gong Bin Mama dan sekarang justru dimutasikan ke bagian Ramuan. Doji tidak berani memberitahukannya takut ibunya kecewa.

Ujian kedua dimulai, semua peserta ujian antri di tempat ujian kedua diadakan menunggu giliran mereka dipanggil untuk diuji secara Baegang.

Dr. Yang datang untuk menguji para dokter peserta ujian.

Dokter A: Kami akan memulai tes Baegang, ujian kedua dari departemen medis.

Ia mengangguk ke seorang dokter penguji yang kemudian membawakan 2 buku dan meletakkan masing-masing di depan kedua peserta yang akan diuji.

Dokter A: (pada Yang Yesu) Aku akan memulai tes. (Yang Yesu menatap pada dokter B)

Dokter B: (pada peserta tes pertama) Siapa namamu?

Peserta 1 : Namaku Kim Yong Soo dari Icheon.

Dokter Jang: Berbaliklah! (Kim Yong Soo membalikkan tubuhnya membelakangi semuanya) Sebutkan dalam Buku Youngchoogyung mengenai alur dari meridian Paru paru!

Kim Yong Soo: Dimulai dari tulang punggung, dan berhubungan dengan usus besar, kemudian naik ke perut dan masuk di paru-paru, dan setelah melewati paru-paru, keluar dari bawah ketiak.

Beberapa peserta telah dipanggil sampai pada giliran Ohgun dan Hur June.

Dokter B: Siapa namamu?

Ohgun: Namaku Lim Ohgun, aku dari Sanum

Dokter Jang: Duduklah menghadap ke belakang. (Ohgun membalikkan tubuhnya) Sebutkan alur dari meridian Usus Besar!

Ohgun: Baik Tuan.  (mulai mengulang) Dimulai dari dalam jari yang kedua (telunjuk) naik melewati pergelangan tangan … (Ohgun lupa dan mengulang-ngulang kata yang sama, makin lama makin pelan suaranya)

Dokter A: Apa yang sedang kamu lakukan?

Ohgun: Itu melewati pergelangan tangan, setelah pergelangan tangan ….

Dokter Jang: Ayo teruskan!

Ohgun: (mau menangis) Baik! Setelah melewati pergelangan tangan ….(sambil melihat tangannya) Jika ini adalah leher dari tangan maka itu melalui kepala dari lengan. (Doji dan Hur June meliriknya)

Dokter A: Itu adalah dasar dari tes Baegang, bagaimana kau bisa tidak mengetahuinya? Sangat aneh kau dapat melewati ujian pertama dengan pengetahuanmu itu.

Ohgun: (berbalik menghadap dokter penguji) Kumohon berikan aku pertanyaan yang lain dari yang ini.

Dokter A: Uh .. huh … Giliran selanjutnya.

Ohgun: Na Li … satu kesempatan lagi …

Dokter A: Diam! Dan pergi sekarang!

Ohgun pergi dengan berat hati, sebelum pergi ia menatap pada Hur June. Hur June mengawasinya pergi kemudian pindah ke tempat duduk yang sebelumnya diduduki Ohgun.

Dokter B: Siapa namamu?

Hur June: Namaku Hur June dari Sanum.

Dokter Jang: Berbaliklah! (Hur June membalikkan tubuhnya) Di dalam buku Youngchoogyung, Gwan Chim Pyun ada 9, 12, dan 5. Setiap kasus punya metode Sooja yang berbeda. Lakukan Baegang dari metode Sooja yang ke 5!

Hur June: Setelah melakukan akupungtur di Gorae, kau menarik kembali jarumnya.  Ini adalah metode untuk mengobati arthritis.

Dokter Jang: Yang berikutnya adalah Deuk Hyo Bang, bukunya ada di belakangmu. Lakukanlah im moon!

Im Moon adalah membaca buku dengan jangka waktu tertentu kemudian diuji.

Hur June: (masih tetap di posisinya) Aku akan melakukan Baegang.

Semua dokter penguji sangat kaget dan berpandangan satu sama lain.

Dokter Jang: Jika diuji selain dari buku Youngchoogyung, kau diijinkan untuk melakukan im moon. Apakah kau benar dapat melakukan baegang?

Hur June: Ya … (Doji menatapnya)

Dokter Jang: Kita dapat mengobati pulmonary tubercolusis (TBC paru-paru)  dan hematemesis dengan moxibustion (-Andy: dapet arti indonesianya dari LBS : Bekam 😀 ) beritahu kami bagaimana cara untuk melakukannya!

Hur June: Kau lakukan bekam pada B-13 tergantung pada umurnya, kau menyebutnya NWEAEK (?)  ketika bekam tidak menghentikan pendarahan dari mulut dan hidung. Dalam kasus ini kau lakukan 50 unit bekam pada Samsang.

Semua dokter sangat terkejut dan kagum dengan kemampuan Hur June. Yang Yesu akhrinya tak dapat menahan rasa penasarannya.

Dr. Yang : Aku akan bertanya tentang Hwang Jae Nae Gyung dan Youngchoo Ohggeun. Apakah kau juga akan melakukan Baegang?

Hur June: (penuh percaya diri) Ya Tuan!

Dr. Yang bermaksud mencobainya tapi ternyata Hur June tetap bersikukuh pada caranya. Sekarang semua orang tak dapat menyembunyikan rasa penasaran mereka atas kemampuan Hur June.

Dr. Yang: Lakukan Baegang untuk Otal.

Hur June: Kau menyebutnya sebagai penyakit 1, ketika salah satu bagian tubuh pasien mengecil. Penyakit 2, setelah pasien mengalami banyak pendarahan. Penyakit 3, setelah pasien berkeringat banyak. Penyakit 4, setelah seseorang menderita diare yang serius. Penyakit 5, jika pasien mengalami pendarahan hebat selama 3 hari pertama. Kesemuanya itu adalah gejala-gejala yang serius dan tidak boleh dianggap remeh.

Yang Yesu sangat kagum.

Doji merasa kalau Hur June memang saingan utamanya dilihat dari caranya menjawab ujian, ia merasakan hatinya kesal.

Para dokter penguji termasuk dr. Yang memeriksa kembali ujian tertulis para peserta yang lolos dan memberikan penilaian pada ujian Baegang, kemudian menyerahkannya pada dr. Yang.

Para peserta ujian kedua menanti dengan harap-harap cemas di depan Istana, menunggu pengumuman siapa yang lulus dari ujian kedua.

Petugas datang dikawal pengawal istana, Ohgun menerobos ke depan.. Pengumuman ditempel, dan nama Hur June muncul pada tempat pertama. Ohgun segera kembali ke Hur June dan membritahukannya kalau Hur June menempati posisi teratas dalam ujian. Ohgun juga mengatakan kalau ia sendiri tidak yakin bisa lulus ujian kedua. Hur June sangat senang, tapi ia sedikit tidak percaya jadi ia melihat sendiri ke depan untuk membaca pengumuman itu. Saat Hur June membaca pengumuman itu, ia melihat memang namanya yang tertulis di tempat pertama. Hur June sangat senang tapi juga terharu, ia kembali ke Ohgun. Yoo Doji menemui mereka berdua. Ia memberi selamat pada Hur June, yang membalasnya dengan ucapan terima kasih.

Doji meminta bicara empat mata dengan Hur June.  Ohgun mau ikut tapi ditatap oleh Doji sehingga membatalkan niatnya. Saat mereka berdua pergi, Ohgun berkata sendiri kalau ia tahu watak dari Doji, di luarnya berpura-pura mengucapkan selamat tapi di dalam hatinya merasa terancam dengan kemampuan Hur June.

Doji mengatakan pada Hur June kalau besok dokter pribadi Raja akan memberikan Baekpal sendiri pada Hur June. Saat itulah ia pasti menanykan asal usul dari Hur June

* Baekpal adalah surat bukti kelulusan atas keberhasilan seseorang melewati ujian bermacam-macam bagian dari ilmu pengobatan.

Doji meminta Hur June supaya tidak mengatakan pada dr. Yang kalau Hur June adalah murid dari ayahnya, dr. Yoo. Hur June tidak mengerti maksud dari Doji. Doji mengatakan pada Hur June mengenai insiden antara ayahnya dan Yang Yesu dahulu. Kemudian mengatakan kalau ia gagal pada ujian pertama yang ia ikuti karena insiden yang terjadi dulu iut. Sekarang luka hati dr. Yang sudah mulai sembuh jadi tidak baik jika Hur June mengatakan asal-usulnya pada dr. Yang, yang kemungkinan justru akan membuka lagi luka lama. Hur June hanya diam saja.

Keesokan harinya, Hur June bersama dengan para dokter lainnya yang telah lulus ujian menghadiri penyerahan Baekpal. Dr. Yang datang dan mengucapkan selamat atas keberhasilan mereka melewati ujian Dr. Yang juga mengingatkan kalau sertifikat yang akan diberikan pada mereka ini memberikan kuasa dan juga tanggung jawab sebagai seorang dokter Istana. Dr. Yang juga mengatakan kalau tanggungjawab yang besar menanti mereka. Dr. Yang kemudian menyerahkan sertifikat pada para peserta yang lulus. Di antara nama dokter yang lulus terdapat Lee Myung Woon dan Jang Hak Do, kedua dokter ini nantinya akan menjadi rekan setia dan seperjuangan Hur June sampai akhir. Terakhir disebut adalah Hur June. Dr. Yang sendiri yang memberikan sertifikat itu pada Hur June. Seperti yang telah diduga oleh Doji, dr. Yang bertanya pada Hur June mengenai asal usulnya.

Dr. Yang: Katamu kau berasal dari Sanum?

Hur June: Ya.

Dr. Yang: Siapa yang mengajarimu ilmu pengobatan?

Hur June: (menatap dr. Yang, dan penuh dengan kebanggaan) Guruku adalah dr. Yoo Wee Tae! (Doji menatapnya kesal)

Dr. Yang: Yoo Wee Tae …. Jadi apakah kau menjadi muridnya bersama-sama dengan dr. Yoo (Doji) ?

Hur June: Benar.

Dr. Yang: Baiklah. Kau boleh pergi!

Paradokter penguji berkumpul di satu ruangan (minus dr. Yang dan Doji), mengatakan kalau mimpi buruk Yoo Wee Tae datang lagi bahkan sekarang ada 2 dokter hasil didikannya di Istana. Doji menguping dari luar ruangan.

Hur June akan keluar Istana ketika Doji memanggilnya untuk berbicara.

Doji: Apa tujuanmu mengatakan hubungan antara ayahku denganmu saat aku memintamu untuk tidak mengatakannya?

Hur June: Tujuan? Dia adalah guruku yang membukakan jalan bagiku untuk menjadi seorang dokter! Jadi tidak ada alasan untuk menyembunyikan semuanya itu!

Dr. Yoo: Aku katakan kalau itu mungkin akan membawa kerugian bagimu!

Hur June: Jika ada kerugian karena itu, aku tetap akan mengambilnya!

Hur June meninggalkan Doji yang mengawasinya dengan kesal dan gusar.

Hur June mengemasi buku-bukunya, Ohgun duduk di sebelahnya dengan diam. Hur June mananyai Ohgun apa dia tidak akan kembali. Ohgun memutuskan untuk tidak akan kembali. Lagipula apa yang akan ia lakukan saat kembali, apakah ia harus menerima nasib menjual plester di Guhchang. Lebih baik kalau ia mencari cara untuk hidup diSeoul. Dan juga dalam sejarah hidupnya sudah ada catatan kecil mengenai kelulusannya pada ujian pertama dari ujian medis nasional, jadi ia akan mencari klinik pengobatan dan bekerja di sana, atau bertanggungjawap pada ruangan ramuan di Istana atau mengatur gudang obat.

Ohgun kemudian memberikan sebuah bungkusan besar pada Hur June, yang bertanya apa isinya. Ohgun mengatakan kalau itu adalah seragam resmi. Memang Hur June tidak bisa seperti Doji yang kembali ke Sanum dengan naik kuda dan membunyikan tambur di sepanjang jalan, tapi Hur June bisa mengenakan seragam itu saat pulang nanti.  Seragam itu menghabiskan hampir semua yang dimiliki oleh Ohgun jadi ia meminta supaya Hur June merawatnya dengan baik. Hur June sangat berterima kash pada Ohgun. Ohgun mengatakan betapa bahagianya nanti istri dan ibu Hur June, mereka sudah cukup banyak menderita selama ini. Hur June mengiyakannya dengan diam … memang sudah banyak penderitaan yang dialami oleh istri dan ibunya sehingga Hur June bisa sampai ke tahap ini.

Istri dan Ibu Hur June sedang bercocok tanam di ladang ….

Yangtae dan Ilsuh bermain perang-perangan …. Secara kebetulan Yangtae melihat Hur June lewat, mereka segera menyusulnya. Yangtae mendahului ke rumah Hur June dan memberitahu ibu dan istri Hur June yang sudah pulang ke rumah dari ladang. Hur June menemui keluarganya dan memberitahu kalau ia lulus ujian Nasional. Semua orang sangat senang. Tak terkira bahagianya istri dan ibu Hur June mendengar keberhasilan Hur June.

Malamnya Yangtae, Ilsuh, dan Haman berkumpul di rumah Hur June membicarakan keberhasilan Hur June yang menduduki tempat pertama di Ujian Nasional.

Beberapa saat kemudian, ketika mereka sudah pulang dari rumah Hur June, Yangtae mengatakan pada Ilsuh kalau  ia akan mengikuti Hur June dan tidak bisa membantu Ilsuh lagi, karena sebenarnya ia dari awal mengikuti Hur June dari Yongchun sampai Sanum, hidup atau mati, Yangtae tetap selalu akan mengikuti Hur June kemanapun ia pergi.  Ilsuh tak dapat mengatakan apapun.

Keesokan paginya, Ilsuh mencoba membujuk istrinya untuk keSeoulkarena keluarga Hur June dan Yangtae pergi keSeoulsemua, tapi Haman memarahinya apa mereka nanti akan menjilati jari saja disana. Ilsuh mencoba berargumen kalau nanti ia akan mencari jalan mendapatkan uang disana, tapi Haman mengusirnya pergi dan menyuruh untuk berburu.

Di Istana, seorang dokter rekan kerja Doji, yang lulus bersamanya, menemui Doji dan mengeluh sejak kapan disiplin di Istana menjadi longgar. Doji bertanya ada kejadian apa. Temannya menjawab kalau dr. Han yang menggantikan posisi Doji di kantor Imhae memperlakukan dirinya seakan-akan dirinya berada di tingkat yang lebih rendah daripada dr. Han. Temannya mengatakan memang dr. Han merawat kesehatan Gong Bin Mama dan pangeran kecil, tapi ia berlaku terlalu jauh …”Banyak orang mengatakan kalau kau merasa diperlakukan tidak adil, maka kau harus lebih sukses lagi” ujar teman Doji. Ia melanjutkan kalau bulan depan para dokter baru akan masuk dan mungkin akan mengejar kedudukannya tapi sekarang ia justru terpuruk di ruang ramuan. Teman Doji sangat cemas karena mendengar semua lulusan tahun ini lebih baik daripada tahun-tahun yang lalu. Apalagi Hur June yang sangat mengejutkan bahkan dokter pribadi Raja. Doji mengelak pembicaraan yang sudah menyerempet Hur June, karena nantinya pasti dirinya akan terkaitkan, ia segera berpamitan berpura-pura ada keperluan lain. Doji segera pergi dan berjalan keluar ruangan … ia melangkah dengan langkah gontai di halaman depertemen medis ….

Suara hati Doji: Sejak hari dimana Hur June datang kemari, orang-orang yang tahu akan hubungan kami akan mencoba untuk membandingkan kemampuan medisnya dan diriku. Tapi aku tertahan di ruang ramuan …

Doji pulang, istrinya menyambut kepulangannya, Doji hanya menatapnya dan memanggil ibunya, kemudian Doji meminta istrinya untuk masuk bersama dengannya menemui sang ibu. Nyonya Oh senang melihat Doji dan istrinya kelihatan rukun. Doji meminta ibunya untuk mengijinkan istrinya pulang untuk beberapa hari, karena kemungkinan besar ayah mertuanya ingin tahu kondisi anak perempuannya yang sudah lama keluar rumah sejak pernikahan mereka.. Doji sendiri beralasan kalau ia juga akan menyertai istrinya untuk memberikan salam pada ayah mertuanya. Ibunya setuju, istri Doji juga sedikitpun tak menyangka kalau Doji akan memintakan ijin untuknya, ia sangat senang karena dapat bertemu dengan sanak keluarganya.

Malam harinya istri Doji menemui Doji di kamar belajarnya, ia berterima kasih pada Doji yang memintakan ijin untuk pulang pada ibu mertuanya. Doji menghampiri istrinya dan memegang tangannya kemudian Doji meminta maaf karena kesibukannya di Istana ia jadi mengabaikan istrinya, dan pantaslah kalau istrinya kecewa pada dirinya. Tapi istri Doji mengatakan kalau itu tidak benar, ibu Doji sudah memperlakukannya seakan-akan ia adalah anak perempuan Nyonya Oh sendiri. Memang ia pernah kesepian sebelumnya. Doji mengatakan kalau selanjutnya istrinya tidak akan kesepian lagi. Doji memeluk istrinya. Istri Doji sedikit kaget … tapi ia juga senang …. Dan ………………………………………. (tebak sendiri :D)

KEMUDIAN

Doji dan istrinya meenmui ayah istir Doji, Kwon Hyuksoo. Kwon sangat senang melihat kedatangan menantu dan anak perempuannya.  Doji meminta maaf karena mereka tidak bisa terlalu sering menemuinya. Kwon mengatakan kalau itu bukanlah masalah, justru berterima kasih karena sudah mengunjunginya. Kwon Hyuksoo juga mengatakan kalau Kwon Sukjoong adalah anak perempuan satu-satunya, ia sangat cemas kalau anaknya itu justru yang melakukan kesalahan karena ia dibesarkan tanpa ibunya. Sukjoong sedikit malu … tapi sekarang setelah bertemu muka, ia merasa sangat lega. Doji kemudian mengatakan kalau mulau sekarang ia akan sering pergi mengunjungi ayah mertuanya.  Dan Dooji juga mengatakan pada ayah mertuanya supaya ia jangan berpikir kalau telah kehilangan seorang anak perempuan, melainkan justru mendapatkan seorang anak lelaki. Kwon Hyuksoo sangat senang dan berterima kasih atas ucapan dari Doji, ia mengatakan pada Sukjoong kalau anaknya itu sungguh beruntung mendapatkan ibu mertua yang sangat baik dan suami yang baik hati. Sukjoong tertawa senang …

Kwon Hyuksoo kemudian bertanya bagaimana keadaan Doji di Istana, dan mengatakan kalau ia telah memberitahu mengenai Doji pada Lee Tae Sung. Doji merasa ini waktu yang tepat, jadi ia mengatakan kalau ada sesuatu yang ia ingin bicarakan berkaitan dengan hal itu. Doji meminta istrinya untuk membiarkan dirinya dan ayahnya berbicara berdua. Sukjoong mengiyakannya dan segera pergi ke luar ruangan. Kwon merasa ada yang tidak beres jadi bertanya apakah ada yang salah. Doji berdiam sejenak ….

KEMUDIAN

Dr. Yang dan dr. A mendatangi ruangan ramuan … dan melihat beberapa ramuan …

Dr. Yang: Angelica gigas nakai, musk, cula badak, dan racun laquer yang dikeringkan. (pada Doji) Apa yang sedang kau lakukan?

Doji: Aku sedang mempelajari cara untuk meningkatkan efektivitas dari obat-obatan.

Dr. Yang: Apakah kau pernah bertemu dengan Tuan Lee Tae Sung sendirian?

Doji: Aku pernah melihatnya beberapa kali di kantor kementrian tapi tidak secara pribadi.(menundukkan kepalanya)

Yang Yesu: (menatapnya curiga) Kau dapat pindah ke kediaman Gong Bin Mama mulai besok.

Doji mendongak menatapnya. Dalam hati ia senang karena rencananya dengan menemui ayah mertuanya berhasil.

Yang Yesu pergi meninggalkan Doji, Dokter A mengatakan kalau perkataannya dulu sungguh tepat, jika Doji menjadi menantu Tuan Kwon maka ia akan memberi Doji sayap untuk terbang tinggi.  Doji sedikit malu …

Hur June dan keluarganya bersama dengan Yangtae pindah ke Seoul. Hur June membawa mereka ke tempat yang sedikit terpencil dan menunjukkan sebuah rumah pada keluarganya, mereka semua berkerut kening karena tidak menyangka kalau Hur June sudah membeli rumah. Walaupun rumah itu kelihatannya masih kacau balau, tapi jika dinding dan lantainya diperbaiki maka rumah itu dapat dihuni. Ibu Hur June menanyakan bagaimana Hur June bisa membeli rumah itu, Hur June menjawab kalau seorang pekerja di pelabuhan Samgae  di Sanum yang menjualnya. Dahee mengatakan kalau rumah ini lebih besar daripada rumah mereka di Sanum.  Yangtae sangat bersemangant dan ingin segera memperbaiki rumah sehingga mereka dapat segera beristirahat.

Dahee memasak dan menyiapkan hidangan untuk suaminya dan Yangtae kemudian memanggil mereka untuk bersantap. Yantae mengatakan kalau ia hampir mati karena kelaparan. Hur June bertanya pada Dahee di mana Gyeum. Dahee bingung mencarinya. Gyeum ternyata ada di ujung jalan menuju rumah mereka, dekat dengan jalan raya, sedang mencorat-coret huruf di tanah. Dahee menghampirinya dan mengajaknya untuk makan, tapi Gyeum diam saja. Dahee dengan lembut memanggilnya, Gyeum akhirnya membuka mulut dan bertanya apakah ia masih dapat terus bersekolah. Dahee terdiam. Gyeum mengatakan kalau teman-temannya di Sanum memberitahunya, sejak ayahnya menjadi dokter di Istana maka kehidupannya akan menjadi lebih baik, tapi setelah Gyeum melihat keadaan rumah baru mereka ia merasa kalau kehidupan mereka sama saja, tidak menjadi lebih baik, dan ia pikir kalau ia tak akan dapat bersekolah lagi.  Hur June juga menyusul untuk mencari Gyeum dan mendengar perkataan Gyeum. Dahee menghibur anaknya dan mengatakan kalau tidak usah mencemaskan hal itu, karena apapun yang terjadi Dahee akan menyekolahkan anaknya.  Gyeum sangat senang tapi ia juga menyadari keadaan ekonomi keluarganya jadi menambahkan kalau memang ia tak bisa sekolah itupun tidak masalah baginya walaupun nadanya sedih. Dahee dengan sedikit menangis sedih menghibur anaknya dan mengulangi perkataannya kalau tidak peduli apapun ia akan mengirim Gyeum ke sekolah. Hur June hanya bisa menghela napas panjang.

Malam harinya, Dahee sedang menidurkan Gyeum, sedangkan Nyonya Son bercakap-cakap dengan Hur June. Nyonya Son mengatakan kalau melihat masa lalu, dahulu itu adalah mimpi dan siapa menyangka kalau sekarang bisa seperti ini, Hur June menjadi seorang dokter dan bekerja sebagai dokter Istana. Dan jika seseorang berhasil menjadi dokter pribadi Raja, maka statusnya akan naik. Hur June menimpali ibunya dengan mengatakan walaupun ia bekerja sebagai dokter Istana tapi gajinya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka berlima (termasuk Yangtae), bahkan mungkin lebih sulit untuk hidup diSeouldaripada di Sanum. Istri dan Ibu Hur June tidak menyadari semua itu sampai Hur Jne menyatakannya sekarang.

Hur June melanjutkan kalau seseorang tidak akan naik statusnya jika ia tidak menjadi seorang dokter pribadi Raja, dan juga tak ada jaminan kalau dirinya bisa meraih kedudukan itu. Dahee kemudian menyahut kalau alasan mereka menginginkan Hur June lulus ujian bukan karena mereka menginginkan untuk memakai baju yang indah atau makan enak. Walaupun hidup diSeoulmungkin saja lebih sulit daripada di Sanum, Dahee mengatakan kalau ia tidak takut. Bahkan ia berujar “Pekerjaan apa di dunia ini yang mudah?” dan melanjutkan kalau dibandingkan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh suaminya, ini bukanlah kehidupan yang terlalu sulit. Jadi Dahee meminta Hur June supaya tidak terlalu mencemaskan keluarganya. Nyonya Son mengangguk-angguk tanda setuju.

Dahee kemudian menyambung perkataannya kalau impiannya dan ibu Hur June adalah supaya Hur June dapat menggapai cita-cita yang diimpikannya, jadi seharunya Hur June tidak ragu-ragu bermimpi untuk menjadi soerang dokter pribadi Raja. Untuk anaknya, Hur June harus meraih impiannya itu.  Nyonya Son mendukung menantu perempuannya itu dan meminta Hur June supaya tidak cemas dengan mereka. Hur June hanya bisa menahan rasa haru di dalam hatinya.

Keesokan paginya Hur June berpamitan kalau ia akan pergi ke Dosung untuk melihat catatan para pasien. Yangtae juga pergi untuk mencari kalau ada pekerjaan yang bisa dilakukan olehnya. Mereka berdua pergi. Nyonya Son berkata pada menantunya kalau ia khawatir dengan masa sulit pertanian nantinya, jadi ia juga akan mencoba untuk mencari kalau ada pekerjaan yang bisa dilakukannya, tapi Dahee mengatakan kalau ia yang akan melakukananya apalagi orang-orangSeoultidaklah sebaik orang-orang di desa. Orang-orangSeoultidak akan dengan mudah memberikan pekerjaan pada orang dari luarkota. Nyonya Son menyahut kalau ia tak dapat berdiam diri saja tanpa melakukan apapun. Dahee menjawab kalau ia tidakalah asing dengan keadaan diSeoul, jadi pasti lebih mudah baginya untuk mencari pekerjaan.

Dahee pergi berkeliling menanyakan pada orang-orang jika ada pekerjaan baginya, tapi semua orang mengatakan tidak ada. Dahee berjalan dengan gontai. Tiba-tiba Dahee menyadari kalau langkah kakinya membawanya ke sebuah rumah besar.  Ia melihat  beberapa orang sedang mengantarkan kepergian dua orang pria dari depan rumah. Ia teringat saat dirinya masih gadis, bersama dengan ibunya mengantarkan kepergian ayahnya yang akan berangkat ke istana. Dahee masih muda dan berpakaian indah, senyumnya masih tak ternoda oleh kegetiran hidup. Kembali ke masa kini, Dahee terenyum mengingat masa mudanya dulu. Kemudian membalikkan tubuhnya dan beranjak pergi, tapi kemudian membatalkan niatnya dan mendekati dan mengawasi rumah besar itu. Seorang pegawai menegurnya dan Dahee bertanya rumah siapa ini. Pegawai itu menjawab kalau rumah itu adalah rumah dokter pribadi Raja, dr. Yang Yesu. Seorang pria mau masuk ke rumah tapi kemudian ia melihat pada Dahee dan mengenalinya. Pria itu bertanya pada Dahee apakah ia adalah Dahee, anak dari Lee Jungchan. Dahee terkejut dan salah tingkah kemudian menyangkal perkataan orang itu mengatakan kalau ia adalah orang lain kemudian segera pergi. Pria itu penasaran dan merasa kalau tebakannya betul tapi ia tak berpikir panjang dan segera masuk ke dalam rumah itu.

Dahee duduk di teras sebuah rumah yang ada di pasar. Merenungkan kejadian tadi. Kemudian ia melihat ada perempuan yang membawa kotak-kotak kayu. Dahee kemudian bekerja membantu wanita itu. Kotak itu ternyata sangat berat sehingga Dahee cepat sekali merasa kecapaian, ketika ia mengangkat kotak selanjutnya, Dahee tak dapat menahan keseimbangannya dan menindih wanita rekan kerjanya. Seroang pengawas bertanya ada apa dan melihat kalau Dahee membuat masalah, ia mengatakan kalau Dahee tidak bisa melakukan pekerjaannya dengan baik lebih tepat kalau ia pergi saja. Pria itu berkata kalau ia menerima Dahee bekerja karena melihat keadaan Dahee yang kelihatannya sangat membutuhkan pekerjaan. Dahee hanya tertunduk diam. Pria itu pun pergi. Dahee merasa sangat kecewa pada dirinya sendiri.

Dahee pulang dengan membawa seikat daging, kemudian ia memasaknya dan menghidangkannya kepada keluarganya. Mertua dan suaminya sangat terkejut dan heran melihat masakan itu dan bertanya dari mana Dahee mendapatkannya. Dahee mengatakan kalau ia melakukan beberapa pekerjaan dan mendapatkan itu sebagai imbalannya. Apalagi besok adalah hari pertama suaminya akan bekerja di Istana jadi walaupun sebenarnya ia ingin menyimpan sebagian uangnya tapi Dahee ingin menghidangkan masakan yang enak walaupun melakukan sedikit pekerjaan ekstra. Hur June merasa hatinya dipenuhi kehangatan dan ibu Hur June menangis tapi beralasan kalau matanya kelilipan. Mereka segera makan.

Dahee membawa perlengkapan makan ke belakang untuk dicuci, tiba-tiba ia merasakan perutnya amat sakit. Dahee menahannya dengan sekuat tenaga. Di malam hari, Dahee tidur sambil menahan rasa sakit. Pagi harinya Hur June mengenakan seragam resmi dokter Istana dan memberikan penghormatan besar pada ibunya. Dahee memegangi perutnya menahan sakit. Matanya mulai berkunang-kunang. Hur June berpamitan, Nyonya Son merestuinya dan mengatakan kalau gurunya di surga seharusnya juga melihat ini …  Dahee merasakan sakit lagi di perutnya tapi ia menahannya dengan sekuat tenaga.

Yangtae sudah menunggu di luar saat Hur June diantar keluarganya akan berangkat ke Istana. Hur June sudah mulai beranjak pergi saat Dahee jatuh pingsan. Yangtae segera meraih tubuh Dahee sehigga tidak jatuh ke tanah. Nyonya Son dan Hur June kaget dan segera menghampirinya. Nyonya Son melihat darah merembes keluar dari sela-sela paha Dahee dan berseru pada Hur June kalau Dahee mengalami pendarahan.  Hur June melihatnya dan segera bersama dengan Yangtae membawa istrinya masuk ke dalam rumah.

Di dalam rumah, Hur June menanyai ibunya sebenarnya apa yang terjadi pada diri istrinya. Ibu Hur June mengatakan kalau Dahee sedang hamil, dan meminta dirinya untuk tidak memberitahu Hur June supaya tidak membuat Hur June cemas. Hur June terhenyak dan mengawasi istrinya yang terbaring tak sadarkan diri, wajahnya pucat.

Catatan: Kalau kalian pernah melihat Dae Jang Geum, maka kalian pasti tidak asing lagi dengan kondisi ini. Pada jaman itu semua dokter adalah pria, wanita yang ahli dalam bidang pengobatan tidak pernah jadi dokter (perkecualian hanya pada Jang Geum), mereka hanya bisa jadi perawat. Karena itu walaupun dokter dapat mengetahui kehamilan seorang wanita tapi mereka  tidak begitu mengetahui segala sesuatu mengenai kehamilan dan kelahiran, resiko dan bahayanya. Hanya para perawat saja yang tahu, karena ada batasan-batasan yang tidak bisa dilanggar oleh seorang dokter sekalipun, yakni batasan antara pria dan wanita yang sangat ketat pada jaman itu.

Di Istana semua dokter sedang menunggu kedatangan Hur June…

Sementara itu Hur June masih di rumahnya, sedang menuliskan resep dan memberikannya pada Yangtae untuk membelikan bahan-bahannya.  Yangtae segera pergi. Hur June merasakan hatinya gundah gulana. Dahee mulai sadar, Hur June memanggilnya. Dahee bertanya bagaimana dengan bayinya. Nyonya Son memalingkan wajahnya. Dahee mengerti kalau bayinya sudah tak terselamatkan, ia mengalami keguguran. Dahee menangis menyesal. Hur June menghiburnya dan mengatakan pada istrinya untuk melupakan bayinya yang sudah tidak ada, yang terpenting sekarang ia harus beristirahat. Dahee mengatakan kalau ia tidak apa-apa dan menyuruh suaminya untuk pergi ke Istana. Hur June bingung. Dahee menyuruhnya pergi sekali lagi.

Di Istana semua dokter mulai kebingungan dan tidak sabar, karena sebentar lagi dr. Yang Yesu dan Penanggung jawab Rumah Sakit Istana akan datang.  Dr. Yang dan Penanggung jawab Istana datang, semua dokter segera menyambutnya.

Hur June berlari menuju ke Istana secepatnya …. Tapi ia tetap terlambat, saat sampai di departemen medis, ia melihat dr. Yang Yesu sudah datang dan memimpin para dokter lainnya untuk berkeliling….

9 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 32

  1. aslinya pengangguran … 😀 jaga toko jamu ortu, kalau kamu liat infoku di FB pasti ada di sana, tapi mulai Desember tahun kemarin aku coba-coba terima murid les. Pas aku buat blog ini semua murid lesku lagi libur sekolahan jadi aku rada santai tapi sekarang anak2 lesku mulai masuk sekolah … jadi ya dimulai lagi kegiatan lesnya 😀 Selain itu ortuku juga pny usaha kue kering untuk lebaran, ya mau nda mau harus bantu khan 😦 ,,, gitu deh … 20 hari lagi selesai koq bikin kuenya … jadi masih belum bisa kebut sinopsis 😦

  2. Hehehe, sapa tahu ntar dkntrak lbs…lumayan nmbh status pkrjaan, menghapus “pengangguran” nya. Hehe, sorry, bcanda bos. Kutunggu lanjutannya..

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s