Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 34

Ohgun kemudain berpamitan, tapi belum 10 langkah ia sudah disuruh berhenti, dokter itu kemudian mencengkeram bajunya dan memakinya. Ohgun ketakutan dan bertanya mengapa ia melakukan ini.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Dokter galak itu mengatakan bagaimana bisa ia memberikan obat-obaran yang sudah lama pada pasien di tempatnya. Bahkan obat-obatan ini pun tidak layak diberikan pada babi. Hur June hanya mengamati dari samping.  Ohgun mengatakan kalau ia hanya mengirimkan apa yang diperintahkan oleh penanggung jawab gudang obat yang baru. Dokter itu bertanya siapa orangnya. Ohgun mengatakan kalau dia adalah dr. Yoo Doji. Dokter itu melepaskan cengkeramannya pada baju Ohgun sambil mendorongnya sampai jatuh.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Dokter itu segera memanggul karung obat dan pergi menuju gudang obat dengan berlari.  Hur June menolong Ohgun bangun. Ohgun kemudian mengajak Hur June untuk menyusul dokter galak tadi.

Huh Joon - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Melihat ada sedikit ribut-ribut, Ye Jin yang sedang membawakan ramuan obat untuk pasien di Hyemin, menoleh dan hanya melihat punggung dari Ohgun dan Hur June. …

Dr. Kim menyerbu masuk ke gudang obat, membanting satu kantung obat yang dibawanya dan membuang ke tanah yang satunya lagi. Dr. C dan Doji terkejut dengan kemunculannya yang begitu heboh. Dr. C bertanya apa yang sedang ia lakukan. Dr. Kim segera menghampiri Doji dan bertanya apa ia yang menyuruh untuk mengantarkan obat-obatan itu ke Hyemin. Doji mengiyakannya. Dr. Kim mencekal bajunya, dr. C segera membantu Doji untuk menahan dr. Kim. Hur June dan Ohgun hanya melihat saja dari sudut ruangan. Dr. C mengatakan kalau dr. Yoo hari ini baru diangkat menjadi penanggungjawab dari gudang obat, tapi dr. Kim tidak peduli karena ia tidak dapat memberikan sampah pada pasien dan meminta obat-obatan yang baru. Doji menolaknya dan mengatakan kalau ia mau komplain harusnya komplain secara resmi bukan melakukan tindakan yang brutal seperti ini. Dr. Kim segera membantingnya jatuh.

Doji dibantu bangun oleh dr. C. dr. Kim kemudian mengatakan kalau ia akan melakukan komplain secara resmi seperti yang Doji minta, karena dengan obat-obatan jenis itu, para dokter di Hyemin tidak akan bisa menyembuhkan penyakit yang serius pada pasien di Hyemin. Jika ia tidak memberikan obat-obatan yang terbaik yang dipunyainya di gudang obat, dr. Kim akan menghukum secara pribadi karena Doji telah mengabaikan tugas dari seorang dokter.  Doji membantahnya dan mengatakan kalau dia telah mengirimkan semua kecuali obat-obatan yang digunakan di Istana. Tugas dari dokter Istana adalah menjaga kesehatan dari Raja dan keluarganya, kemudian iDoji menuduh dr. Kim lah yang justru mengabaikan tugasnya sebagai seorang dokter Istana. Dr. Kim sangat marah dan berusaha memukul Doji, tapi kena dihalangi oleh dr. C.

Dr. B datang dan membentak apa yang terjadi. Mereka bertiga segera saling melepaskan diri. Dr. B kemudian membenarkan tindakan dr. Yoo karena mereka tidak bisa mengabaikan kebutuhan Istana hanya untuk menyediakan obat-obatan yang baik bagi Hyemin. Dr. Kim bertanya, apakah para pasien di Hyemin itu binatang? Bahkan binatang pun tidak mau makan sampah seperti itu.  “Jika tak ada rakyat maka tidak akan ada Raja”, ujar dr. Kim. Doji, dr. C, dan dr. B terkejut. Dr. B menegur dr. Kim karena mengucapkan kata-kata tidak hormat semacam itu.  Dr. Kim menyadari kalau ia sedikit keterlaluan, jadi ia mengatakan pada Doji untuk mengirimkan obat-obatan yang lain atau kalau tidak Doji akan bertemu dengan muka yang membuatnya tidak nyaman ini lagi. Dr. Kim pergi. Doji mengawasi kepergiannya … (mungkin sambil berpikir koq ada orang yang seperti itu ya … hehehehe😀 )

Hur June dan Ohgun mengikutinya sampai setengah jalan. Ohgun mengatakan kalau dr. Kim adalah pria terkasar yang pernah ia temui selama ini, bahkan Dolswe pun kelihatan lebih lembut.  Banyak yang mengatakan kalau dr. Kim berasal dari keluarga bangsawan, tapi siapa yang bisa menduganya. Dr. Kim justru lebih tepat kalau menjadi seorang perampok gunung.

Kemudian Hur June berjalan kembali ke Hyemin, sambil berjalan ia mengingat kata-kata Ohgun.

Suara Ohgun: Sudah hampir 10 tahun sejak ia lulus dari Ujian Medis Nasional, tapi dia selalu ada di Hyemin selama itu.  Dan kalau ada sesuatu yang menurutnya tidak benar, dia lebih suka berkelahi, tidak peduli siapapun orangnya, pria atau wanita. Para atasannya tidak menyukainya tapi dia secara sukarela telah bekerja di Hyemin, jadi mereka tidak dapat memecatnya dengan sembarangan.

Hur June sampai di Hyemin, disana ia melihat keadaannya masih sama, banyak rakyat miskin yang ada di Hyemin. Kemudian Hur June melihat dr. Kim sedang mengobati seseorang pria. Setelah selesai diobati, pria itu memberikan sebutir telur pada dr. Kim, yang bertanya apa itu, kenapa dia tidak memberinya seekor ayam saja. Dr. Kim kemudian memecahkan telur itu dan memakannya, setelah itu ia memberikan beberapa keping nyang pada pria itu yang sangat terkejut. Dr, Kim menyuruhnya membeli daging karena makanan juga merupakan obat baginya. Pria itu berterimakasih kemudian pergi.

Dr. Kim melilhat Hur June dan bertanya siapa dirinya. Hur June memperkenalkan dirinya. Ternyata dr. Kim juga sudah mendengar tentang Hur June, yang membuat dokter Raja terkejut pada ujian kali ini. Dr. Kim mengatakan kalau Hur June tidak cocok di tempat seperti Hyemin, dan menyuruh Hur June pergi, karena sepertinya Hur June mirip dengan seseorang yang ingin sukses, dan juga memiliki wajah calon dokter Raja. Dr. Kim menasihatinya supaya menghindari Hyemin. Kedua perawat yang melayani dr. Kim tersenyum ingin tahu. Hur June salah tingkah.

Tiba-tiba seorang pria membawa anak usia tanggung di punggungnya berseru-seru pada dr. Kim untuk menyelamatkan anak itu. Dr. Kim memeriksanya sebentar kemudian menyuruh membawanya ke bangsal rumah sakit. Hur June mengikutinya karena tertarik dengan kepribadian dr. Kim.

Dr. Kim memeriksa anak itu dan bertanya pada pria yang membawanya berapa lama sudah anak itu menderita demam. Pria itu menjawab kalau sejak kemarin sore. Dr. Kim bertanya mengenai gejala yang lain. Pria itu mengatakan dengan gugup kalau ada luka bernanah di punggungnya. Dr. Kim segera membuka baju bagian punggung anak itu, yang ternyata terdapat luka besar yang sudah bernanah. Semua orang terkejut, dr. Kim memarahi pria itu dan mengatakan apa ia mau membunuh anak itu, mengapa tidak dari pertama membawanya ke Hyemin. Tapi pria itu dengan menangis mengatakan kalau mereka sudah menunggu giliran mereka selama 3 hari. Dr. Kim menyadari kalau keadaan di Hyemin memang seperti itu jadi ia tidak jadi memarahi lagi.

Dr. Kim meminta pisau dan akan merobek bagian luka di punggung anak itu ketika ada seorang dokter lain yang masuk dan mengatakan kalau ada pasien gawat, dr. Kim menyahut kalau ia sekarang sedang menangani pasien yang juga keadaanna buruk. Tapi dokter yang baru datang itu mengatakan kalau pasien ini baru diselamatkan dari dalam air dan sedang sekarat. Dr. Kim kebingungan, tapi kemudian ia memberikan pisau pada Hur June dan mengatakan kalau Hur June harus membantunya, dan kemudian dr. Kim berlari bersama dokter tadi keluar dari kamar untuk memeriksa pasien gawat itu.

Hur June serba salah, tapi ia memutuskan untuk melanjutkan pekerjaan dr. Kim. Hur June membelek luka anak itu, membersihkannya dan kemudian menyedot nanah di luka di punggung anak itu dengan mulutnya, meludahkannya kemudian berkumur, dan mengulangi lagi dengan menyedot luka, begitu terus. Kedua perawat yang dari tadi disanauntuk membantu dr. Kim dan kemudian tetap disanauntuk membantu Hur June terpana. Hur June tidak mempedulikan mereka, ia terus menyedot nanah dari luka di punggug pasien. Beberapa saat kemudian dr. Kim kembali dan melihat tindakan Hur June yang mengobati luka di punggung pasien tadi, ia juga kaget, tapi kemudian mengangguk-angguk. Hur June selesai membersihkan nanah dari luka kemudian membalutnya dengan kain bersih. Dr. Kim yang melihatnya mengajak Hur June untuk ikut padanya. Hur June bingung tapi ia menurut. Kedua perawat tadi menatap Hur June dengan kagum.

Dr. Kim mengajak Hur June ke kantor dan mempersilahkannya untuk duduk. Ia mengambil sebotol soju dan duduk di hadapan Hur June, menuangkan minuman soju ke cangkirnya. Hur June pertama menolaknya tapi kemudian dr. Kim mengatakan kalau soju yang ini hanya bisa didapatkan di Istana. Tapi berhubung dr. Kim sangat menyukai Hur June jadi ia menghormatinya dengan secawan soju itu. Hur June terpaksa menerimanya dan meminumnya, tapi tersedak. Dr. Kim tertawa dan mengatakan kalau soju ini memang keras. Dr. Kim mengatakan kalau mereka harus mabuk supaya dapat bertahandi Istana,iasendiri minum langsung dari botol itu. Dr. Kim menasihati Hur June kalau ia ingin sukses maka harus berhati-hati dalam setiap tindakannya. Saat orang-orang yang sakit datang padamu, maka sukses akan menghilang.

Di tengah perjalanannya kembali ke departemen medis, Hur June mengingat perkataan dari dr. Kim, saat ia menyebut Hur June mirip dengan seseorang yang ingin sukses, dan juga memiliki wajah calon dokter Raja, dan menyuruh Hur June untuk menghindari Hyemin.

Soreanya, Hur June berada di kamar bersama istrinya. Dahee sedang menjahit sementara Hur June merenungkan kejadian tadi. Dahee bertanya pada suaminya apa yang sedang dipikirkan olehnya dengan serius. Hur June tersenyum dan bertanya pada Dahee apakah dirinya mirip dengan seseorang yang ingin sukses, apakah ia terlihat seperti orang yang ingin menjadi dokter Raja. Dahee menjawab dengan tertawa kalau suaminya tidak kelihatan seperti itu. Hur June justru mengatakan kalau baru-baru ini saja ia seperti itu, terutama setelah Dahee mengalami keguguran. Hur June menginginkan untuk menjadi dokter Raja secepat mungkin yang ia bisa supaya dapat mengeluarkan keluarganya dari penderitaan kemiskinan. “Apa yang akan dikatakan Sesenim jika ia melihatku seperti ini?” ujar Hur June. Dahee mengatakan kalau Hur June memiliki pengharapan dari dr.Yoo tertanam dalam pikirannya, maka itu bukanlah masalah. Karena suaminya bukanlah jenis orang yang menginginkan uang atau ketenaran atau kenaikan pangkat. Jadi Hur June tidak seharunya menyalahkan dirinya sendiri.

Tiba-tiba Yangtae bereru dari luar kalau ia ingin berbicara. Hur June dan Dahee segera keluar dan ternyata keluarga Ilsuh datang menemui mereka. Ilsuh dan keluarganya sangat lega akhrinya mereka bisa bertemu dengan Hur June.

Ilsuh dan keluarganya makan dengan lahap. Nyonya Son mengatakan kalau mereka makan saja pelan-pelan karena nasi dan sayuran masih banyak. Ilsuh dan istrinya mengenyangkan perut mereka. Haman kemudian bertanya bukankah Hur June bekerja di Istana dan dikiranya kalau Hur June akan tinggal di rumah yang bagus, tapi ternyata mereka tinggal di rumah yang kondisinya sama dengan yang di Sanum. Nyonya Son bertanya apa yang membawa mereka kemari. Haman menjadi bersedih dan mengatakan kalau mereka melarikan diri pada malam hari. Semua ini karena ulah suaminya. Ilsuh mengatakan kalau mereka ingin hidup di Seoul. Nyonya Son bertanya apa mereka ada kenalan di Seoul, Haman menjawab kalau mereka tidak punya, ini adalah pertama kalinya mereka ke Seoul, yang mereka tahu hanyalah keluarga Hur June. Hman mengungkit kembali kejadian masa lampau ketika Hur June datang pertama kali ke Sanum, di mana Haman membantu (?) mereka, jadi sekarang giliran mereka membantu keluarganya. Dahee dan Nyonya Son merasa tidak nyaman karenanya, Hur June hanya tersenyum. Haman melihat wajah mereka dan bertanya mengapa tampang mereka tidak enak dilihat, apa mereka sakit, Ilsuh menariknya keluar ruangan.

Di luar, Ilsuh menegur istrinya, yang sebenarnya memiliki uang,  mereka bisa membeli rumah dan bisa hidup dengan itu, jadi tidak seharusnya membutuhkan bantuan dari Hur June dan keluarganya dan apakah mata Haman tidak melihat kondisi rumah Hur June. Tapi Haman balik memarahi Ilsuh dan mengatakan kalau uang itu akan ia gunakan untuk menghidupi keluarga mereka sendiri nantinya, apalagi mereka berdua sudah pernah membantu keluarga Hur June sebelumnya. Haman meminta Ilsuh untuk tidak peduli dengan semua itu.

Nyonya Son bertanya pada anak dan mantunya bagaimana mereka bisa menghidupi satu keluarga lain lagi padahal kondisi merekas sendiri tidak begitu bagus. Hur June menyahut kalau Ilsuh dan istrinya pernah membantu mereka, jadi sekarang memang giliran mereka membantu keluarga Ilsuh. Hur June kemudian menyuruh Yangtae untuk memperbaiki lumbung di belakang untuk tempat tinggal keluarga Ilsuh.  Yangtae mengiyakannya dan segera pergi. Nyonya Son dan Dahee menyadari kalau kesulitan baru sudah datang pada keluarga mereka.

Malam hari, Ye Jin dan Chae Sun berada di tempat tidur.

Chae Sun: (tiba-tiba bertanya) Apa kau sudah tidur?

Ye Jin: Suara burung hantu membangunkanku. (Ia bangun duduk)

Chae Sun: Aku bertemu dengan seorang yang aneh di bangsal Hyemin tadi. Tiba-tiba saja, seorang dokter baru yang masih dalam pelatihan muncul dan dia menyedot nanah dan darah kotor dari luka pasien dengan mulutnya. (Ye Jin merasa kalau cerita ini amat mirip dengan seseorang.). Bahkan seorang dr. Kim yang sangat peduli pada pasen miskin tidak berani melakukan hal semacam itu, tapi bagaimana dokter itu bisa? …. Dokter itu lulus dengan peringkat pertama pada ujian baru-baru ini, selain itu ia kelihatan sangat tampan.

Ye Jin merangkul lututnya.

Ye Jin: (Sambil tersenyum) Aku mengenal seseorang yang seperti pria itu. (Chae Sun menoleh menatapnya). Pria itu sudah biasa meletakkan mulutnya ke bagian yang terluka tanpa keraguan. Dia benar-benar memiliki hati yang mengasihani para pasien.

Chae Sun: Apakah kau mencintai orang itu.

Ye Jin tersenyum … ia diam beberapa saat,

Ye Jin:  Aku menghormatinya, kapanpun aku melihatnya merawat pasien, dia  membuat hatiku terasa hangat. (Chae Sun menguap) Dia adalah seorang dokter yang menyembuhkan penyakit pada tubuh dan menyambung kembali hati yang patah. Aku belajar darinya kalau hatilah yang terpenting daripada keahlian medis dalam merawat para pasien.

Hening beberapa saat, Ye Jin menoleh pada Chae Sun dan melihat kalau temannya itu sudah tertidur. Ye Jin membetulkan selimut Chae Sun dan kemudian menumpukan dagunya pada lutut, sambil mengingat kejadia-kejadian masa lalu antara dirinya dan Hur June saat di rumah sakit dr. Yoo. Saat pertama kali ia memergoki Hur June mencuri lihat buku medis. Ketika ia menyelimuti Hur June yang tertidur kelelahan akibat bergadang merawat istri mantan deputi menteri di Changnyung. Saat dirinya memberikan buku medis hasilnya menyalin pada Hur June untuk dibaca. Saat mereka bertukar pikiran mengenai ilmu pngobatan.

Keesokan paginya rapat dokter Istana membahas mengenai perbuatan dari dr. Kim Man Kyung, yang dinilai oleh beberapa dokter sudah kelewatan. Dokter B memeinta dr. Yang untuk memberikan hukuman yang setimpal atas tindakan dr. Kim yang melawan atasannya dan mengatakan kalau dr. Yang masih membiarkannya maka disiplin di rumah sakit Istana akan menjadi kendur. Dr. A juga mendukung dan mengatakan kalau dr. Kim sudah banyak melakukan berribu-ribu kali kesalahan selama beberapa tahun ini, tapi dr. Yang selalu melindunginya yang akhrinya membuat dr. Kim menjadi congkak. Dan meminta dr. Yang untuk menegur dr. Kim kali ini. Dr. Yang bertanya, jika ia menghukum dr. Kim apakah mereka akan pergi menggantikannya di Hyemin. Dr. A dan B terdiam. Dr. Yang mengatakan kalau mereka tidak mau pergi ke Hyemin menggantikan dr. Kim maka tidak usah mendiskusikan hal ini lagi. Dr. Yang kemudian menyuruh seorang dokter untuk menjemput perawat Inbin Mama. Kepala perawat Istana masuk.

Catatan: Di dalam Istana ada dua bagian dokter dan perawat, yang pertama mereka yang bertugas merawat keluarga raja atau raja sendiri. Aku menyebut para dokter dan perawatnya dengan dokter Istana dan perawat Istana.  Yang kedua yang bertugas di Hyemin (Rumah Sakit Umum Istana),yang biasanya diperuntukkan bagi para dokter dan perawat Istana yang dibuang dari Istana tapi masih dibutuhkan keahlian medisnya. Aku menyebutnya sebagai dokter Hyemin dan perawat Hyemin mulai sekarang.

 

Dr. Yang menanyai kepala perawat Istana mengenai gejala penyakit Inbin. Kepala perawt menjelaskan gejalanya, kalau Inbin mama batuk-batuk terus dan takut dengan angin di luar, denyut nadinya lemah, dan menderita sedikit demam sepanjang hari. Dr. Yang mengangguk dan bertanya pada dokter baru, apa menurut mereka penyakit dari Inbin Mama. Tidak ada yang menjawab. Dr. Yang bertanya pada Hur June, apa pendapatnya.

Hur June: Berdasarkan dari batuk yang sering, dan takut dengan angin, kelihatannya ia menderita asma karena disebabkan dingin, ramuan Ephedra Sinica akan menghilangkan hawa dinginnya dan meredakan batuknya.

Dr. Yang: apa ada pendapat lain?

Doji: Aku ada satu , tuan. (bertanya pada kepala perawat istana, Hur June mengawasi Doji) Apakah ia berkeringat?

Kepala perawat: Ya.

Doji: Mulut dan tenggorokannya terasa kering?

Kepala perawat: Ya.

Doji: Bagaimana dengan lidahnya?

Kepala perawat: Merah, dan denyut nadinya lemah.

Doji: Berdasarkan keluarnya keringat, mulut dan tenggorokan kering, lidah berwarna merah dan denyut nadi lemah, aku pikir kalau itu adalah asma yang disebabkan karena kurangnya energi Yin (dengan kata lain tubuhnya panas) jadi untuk menyembuhkan ini, kita harus meredakan panas di organ hati dan menambahkan energi Yin ke ginjal. Kita lebih baik mencampur 4 obat dan ekspektoran.dan menggunakan jeruk pahit, skullcap (?), Anemarrhena Asphodeloides, dan Ephedra Sinica.

* Ephedra Sinica, skullcap, Anemarrhena Asphodeloides biasanya digunakan untuk menurunkan panas hati.

 

Dr. Yang: Aku setuju denganmu (Hur June merasa sedikit malu) Buatlah ramuan seperti yang telah ia katakan.

Kepala perawat: Baik! (Kepala perawat pergi, Doji tersenyum senang karena berhasil mempermalukan Hur June)

Hur June sedang berjalan-jalan di halaman dan berpikir mengenai kejadian tadi, dr. Jang dan dr. Lee datang menemuinya. Dr. Jang memanggilnay, dr. Lee mengatakan kalau dr. Yoo kali ini berhasil ‘menendang’ Hur June, kemudian memberitahu Hur June saat ia mendapatkan tugas jaga malam, ia melihat dr. Yoo begadang membaca buku medis. Dr. Jang mengatakan kalau itu bukan cuman sekali saja, sejak dr. Yoo berhasil naik ke posisi Jikjang dan menjadi penanggungjawab gudang obat Istana pada usia muda juga sangat dihargai oleh dokter Raja, tak heran ia selalu begadang. Tapi itu sangat melelahkan.

Hur June datang ke perpustakaan Istana dan berniat meminjam beberapa buku, tapi petugas perpustakaan mengatakan kalau semua buku itu sudah dipinjam lebih dahulu oleh dr. Yoo. Hur June merasa kalau setiap langkahnya kali ini sudah didahului oleh dr. Yoo.

Hur June belajar dengan giat.

Suara hati Hur June: Aku terlalu dini untuk merasa bangga. Tanpa sadar aku percaya kalau aku lebih baik darinya (Doji). Jika aku tetap saja malas seperti ini, dia akan lebih maju dariku.

Doji di kamarnya membaca buku medis. Istrinya datang membawakan camilan dan minuman, kemudian bertanya apakah Doji tidak tidur karena malam sudah larut. Doji menyuruhnya tidur lebih dulu. Sukjoong tampak kecewa, ia kemudian keluar. Doji menatap kepergiannya dengan sedikit merasa bersalah. Kemudian ia mengingat kejadian tadi pagi saat dr. Yang setuju dengan apa yang dikatakannya. Doji tersenyum senang.

Ilsuh dan Yangtae menunggu di depan pintu gerbang Istana, terkagum-kagum dengan bentuk Istana yang besar dan megah. Ohgun mau keluar dan melihat mereka berdua, ia segera menyembunyikan dirinya. Tapi kemudian Ohgun keluar, dan berpura-pura memerintah ini itu pada penjaga pintu. Penjaga pintu menganggapnya orang gila. Ilsuh dan Yangtae menghampirinya dan berteriak senang. Mereka tertawa senang bersama-sama.

Ohgun mengajak mereka ke kedai dan menraktir mereka dengan makanan enak dan minuman.  Ohgun menyombongkan dirinya kalau ia bertanggung jawab atas ramuan dan obat-obatan yang akan diberikan pada raja dan keluarganya. Ilsuh mengatakan kalau ini hebat, Hur June dan Doji adan di Rumah Sakit Istana dan sekarang Ohgun menangani tugas penting, seakan-akan bayangan dr. Yoo menaungi seluruh Istana. Ohgun kemudian bertanya pada mereka bagaimana mereka hidup diSeoul. Yangtae dan Ilsuh kalau mereka sudah berkeliling ke pelabuhan dan jalan-jalan tapi tidak ada pekerjaan bagi mereka.  Ohgun memberitahu mereka cara untuk hidup diSeouldengan membisikkannya di telinga mereka.

Haman masuk ke rumah Doji, iab bertemu dengan Yuwol dan Hadong, Nyonya Oh kemudian mendengar ribut-ribut dan keluar, ia melihat Haman dan bertanya apa yang ia inginkan, Haman berkata kalau ia hanya ingin menyapanya saja, tapi Nyonya Oh berkata kalau ia tidak butuh sapaannya dan menegurnya karena sekarang mereka bukan lagi di Sanum yang semua orang bebas keluar masuk dan Haman tidak usah datang lagi ke rumahnya. Hadong mengatrakan sejak Doji menjadi penanggung jawab di Istana, perilaku Nyonya Oh berubah drastis, Hadong mengusir Haman … Haman menangis dan berteriak memanggil-manggil suaminya.

Ye Jin sedang merawat seroang pasien di bangsal Hyemin, Chae Sun mendatanginya dan mengatakan kalau Kepala perawat ingin menemuinya. Ye Jin pergi menemui Kepala Istana, di tengah perjalanannya ia melihat para prajurit dan merasa heran. Ye Jin menghadap Kepala perawat, yang kemudian menyuruhnya mempersiapkan diri untuk perjalanan keluar dari Istana. Ye Jin kaget tapi ia melihat para perawt lainnya sudah bersiap, hanya ia seorang yang masih berpakaian kerja.

Rombongan perawat dikawal oleh prajurit meninggalkan Istana. Ye Jin bingung dan bertanya pada Soo Yeon kemana mereka akan pergi, tapi Soo Yeon mengatakan kala Ye Jin nanti akan tahu. Rakyat di jalan minggir semua dan mengawasi rombongan itu. Mereka sampai ke satu rumah besar.Parapengawal menggedor pintunya berteriak pada orang di dalam untuk membuka pintu. Pintu dibuka dari dalam, rombongan itu masuk. Kepala prajurti memerintahkan Hongchun untuk menggeledah dan mencari penjahatnya. Hongchun  dan para gadis perawat segera berpencar untuk menggeledah seisi rumah.  Ye Jin kebingungan tidak tahu harus bagaimana. Seorang wanita bangsawan keluar dan bertanya apa yang sedang para perawat lakukan. Hongchun segera memerintahakn para perawat untuk menangkap wanita itu. Wanita itu meronta-ronta dan bertanya apa kesalahannya, mengapa mereka menangkap dirinya. Hongchun menjawab kalau semuanya akan jelas saat di biro polisis, wanita itu digiring dan dihadapkan pada kepala prajurit. Kepala prajurit segera memerintahkan untuk mengikat wanita itu. Ye Jin tertegun dan tidak mengerti akan semuanya ini.

Rombaongan prajurit dan perawat yang berhasil menangkap buruan mereka segera pergi ke kantor biro polisi.  Di halaman biro polisi terdapat tempat hukuman pukul. Wanita itu diikat dengan telungkup diatasnya. Ye Jin tidak tahan melihatnya sehingga ia menundukkan kepala. Lee Jung Myung datang sebagai pemeriksa, Ye Jin terkejut saat melihat Lee tapi Lee sudah menyangka kalau suatu hari mereka akan bertemu seperti ini, ia tetap melaksanakan tugasnya. Lee berpaling kepada wanita bangsawan yang telah diikat di tempat hukuman. Lee bertanya apakah wanita itu tahu apa kesalahannya. Wanita itu menjawab kalau ia tidak tahu. Lee kemudian mengatakan kalau perzinahannya dengan pembantu laki-lakinya telah mengacaukan adat istiadat yang berlaku dan melanggar undang-undang. Wanita itu menyangkalnya. Tapi Lee segera membawa seseorang ke tempat itu. Seorang pria yang diikat dibawa ke hadapan mereka. Wanita itu kaget saat melihat pria tadi dan segera memalingkan wajahnya. Lee bertanya apakah wanita itu mengenap pria yang ada di depannya. Wanita itu mengatakan kalau ia tak pernah mengenalnya. Lee mengatakan kalau pria itu mengaku kalau ia kenal padanya, sekarang bagaimana wanita itu mengatakan yang sebaliknya. Tapi wanita itu tetap saja menyangkal kalau ia pernah mengenal pria itu. Lee mengatakan kalau semua bukti sudah jelas mengapa ia masih terus menyangkal.

Lee mengatakan kalau menjaga kemurnian dirinya sebagai seorang janda adalah keutamaan seorang wanita. Tapi mengapa justru ia melakukan perzinahan dengan pelayannya dan membuat para bangsawan merasa terhina karenanya. Lee memerintahkan orangnya untuk memukul wanita itu sampai ia mengakui perbuatannya.

Wanita itu dipukuli selama beberapa saat ia masih bersikukuh tidak melakukannya. Ye Jin memegangi dadanya memalingkan wajah.karena tidak tahan melihat semuanya itu. Ye Jin meninggalkan tempat itu, Hongchun melihatnya dan memberi tanda pada Soo Yeon untuk menyusul Ye Jin. Ye Jin kemudian bertanya pada Soo Yeon mengapa seorang perawat harus melakukan semua ini. Soo Yeon mengatakan kalau salah satu tugas dari perawat adalah menangkap kriminal wanita. Banyak sekali hal-hal yang mengejutkan nantinya, jika ini saja mengejutkannya, maka Ye Jin sebaiknya menyerah dan keluar saja. Soo Yeon pergi.

Ye Jin kemudian mengingat perkataan Lee Jung Myung saat sebelum ia masuk ke Istana untuk menjadi seorang perawat. Lee mengatakan kalau ia ingin menghentikan Ye Jin karena Ye Jin tidak tahu bagaimana sulitnya menjadi seorang perawat wanita. Tapi ia menjawab kalau ingin merawat pasien seumur hidupnya jadi ia sudah siap menghadapi semua macam kesulitan. Kemudian Lee mengatakan kalau tugas perawat bukan hanya merawat pasien saja.  Ketika ia bertanya apa maksud perkataaanya, Lee tidak memberitahunya hanya mengatakan kalau nanti Ye Jin akan mengetahuinya sendiri perlahan-lahan. Sekarang Ye Jin mulai mengerti sedikit maksud dari Lee Jung Myung, kalau perawat wanita tidak hanya merawat pasien saja.

Kembali ke tempat hukuman, wanita bangsawan itu masih dipukuli dan ia menjerit kesakitan setiap kali pukulan itu mendarat ke tubuhnya, dan akhrinya wanita itu pingsan. Lee Jung Myung memerintahakan untuk memenjarakan wanita itu dan meminta Hongchun untuk memeriksa kesehatan dari wanita itu supaya dapat bertahan sanpai diadili. Lee melihat pada Ye Jin yang gelisah. Hong chun kemudian menyuruh Ye Jin untuk memerkisa kondisi wanita itu di penjara. Ye Jin menolak tapi Hongchun menyuruhnya tutup mulut dan mengatakan kalau ia nanti akan melalui hal-hal seperti ini, terus dan terus.

Ye Jin pergi ke penjara, ia memeriksa nadi wanita bangsawan tadi, yang masih terbaring tak sadarkan diri. Dan menemukan seseuatu yang mencengangkannya.

Hur June, Lee Myung Won dan Jang Hak Do sedang berada di kantor departemen medis. Kemudian dr. C memberitahu kalau dr. A meminta mereka untuk datang ke gudang obat. Di gudang obat, mereka bertiga diberi tugas oleh dokter A untuk mengunjungi orang-orang terhormat dengan membawa sekotak obat yang dibungkus kain indah. Hur June disuruh pergi ke wakil perdana menteri, Yoo Jongchul. Jang Hak Do ke wakil profesor dari Hongmungwan, Yang Sangil. Lee Myung Won pergi ke pimpinan bagian pemerintahan, Lee Sangtae. Dr. A meminta mereka untuk memeriksa kesehatan masing-masing orang itu dan memberikan pijatan yang telah mereka pelajari pada masa pelatihan, juga memberikan pada mereka obat-obatan penambah tenaga yang ada di kotak. Jang bertanya apakah dokter yang dalam pelatihan harus melakukan seperti ini, dr. A berkata kalau ini adalah kebiasaan dari dulu. Dr. B menegurnya agar jangan banyak bertanya dan hanya melakukan apa yang diperintahkan saja.

Hur June menemui Yoo Jongchul, wakil perdana menteri dan memeriksa kondisinya. Hur June mengatakan kalau tidak ada yang salah.dari hasil pemeriksaan denyut nadi. Hur June kemudian berpamitan, tapi Yoo Jongchul bertanya apa hanya itu. Hur June menanggapinya dengan bertanya apa ada pasien lain di rumahnya. Yoo Jongchul menjawab tidak ada. Hur June segera berpamitan kemudian mengemasi barangnya dan beranjak pergi. Yoo Jongchul mengatakan kalau dokter sebelumnya biasanya memijatnya secara sukarela dan memberikan obat penambah tenaga.  Hur June tidak menyahut hanya menoleh dan kemudian melangkah keluar dari ruangan.

Hur June kembali ke gudang obat dan mengembalikan obat-obatan penambah tenaga. Doji mengatakan kalau obat-obatan itu untuk Yoo Jongchul mengapa dikembalikan. Hur June menjawab kalau tidak ada yang salah dari pemeriksaan nadinya jadi dia tidak membutuhkan obat penambah tenaga.  Doji menegurnya dan mengatakan kalau seharusnya Hur June tidak membawa obat-obatan itu kembali dan bertanya apa Hur June tidak mengetahui maksud dari dr. A memberikan itu pada Yoo Jongchul.  Hur June dengan tampang tak berdosa mengatakan kalau ia sudah memeriksa dengan teliti seperti yang telah diperintahkan dan bertanya apakah ada alasan yang lain di balik itu. Doji dan dr. C ternganga …. Hur June kemudian berpamitan dan pergi. Doji dan dr. C menyebut Hur June sebagai seorang bodoh … dan jika dr. A mengetahui hal ini maka habislah mereka…

Dr. Lee bertanya pada Hur June apa benar ia membawa kembali obat-obatan itu. Hur June mengiyakannya. Jang Hak Do tertawa terbahak-bahak. Dr. Lee menegurnya, kemudian bertanya pada Hur June apa benar ia tidak tahu maksud sebenarnya dari pemberian obat itu. Hur June hanya memandangnya. Lee menjelaskan kalau dr. A mengirim mereka sebagai wakilnya dan memberikan obat kepada para bangsawan itu untuk kemajuannya sendiri. Jang tertawa lagi dan mengatakan kalau Hur June telah membuat mereka bangga.dr. B dan dr. A datang menemui mereka. Dr. B mau memarahi Hur June, tapi dr. A menghentikannya.  Dr. A menegur Hur June dan mengatakan bagaimana Hur June bisa bersikap sedemikian tak sopan pada wakil perdana menteri. Tapi Hur June mengatakan kalau ia tidak berlaku kurang sopan pada wakit perdana menteri karena ia sudah memeriksa dengan sangat teliti seperti yang telah diperintahkan oleh dr. A. dr. B menegurnya karena perbuatannya itu membuat nama dr. A menjadi tercela. Dr. A memerintahkan Hur June untuk kembali kesanadengan membawa obat dan meminta maaf pada wakil perdana menteri karena telah mengabaikannya. Hur June mengatakan kalau ia pikir dirinya tidak mengabaikan apapun yang memang harus ia lakukan. Dr. A sangat marah … Hur June mengatakan kalau ia tahu maksud dari dr. A dengan memberikan obat itu pada para bangsawan, tapi dirinya tak dapat membawa keluar obat-obatan yang berharga keluar dari Istana demi kepentingan pribadi.  Dr. A dan dr. B meninggalkan Hur June, tapi sebelum itu mereka mengatakan kalau suatu hari Hur June akan menyesali perbuatannya hari ini. Kedua rekan Hur June hanya bisa terpana melihat ketegasan Hur June, bahkan kepada atasannya sekalipun.

Ye Jin membawakan makanan pada tahanan wanita. Saat di luar ruangan penjara dari tahanan wanita itu, ia mendengar suara orang muntah, dan ketika mendekati ruangannya, ia melihat wanita itu menutup mulutnya dan suara muntah itu ternyata berasal darinya. Ye Jin masuk ke dalam sel dan menaruh baki makanan di hadapan tahanan wanita itu dan menyuruhnya untuk makan. Ye  Jin masih belum pasti dengan pemeriksaan sebelumnya karena wanita itu masih tidak sadar, jadi sekarang ia meminta ijin untuk memeriksa nadinya. Wanita itu berkata kalau semuanya itu tidak ada gunanya karena ia akan mati juga dan menyuruh Ye Jin membawa kembali makanan itu.

Ye Jin keluar dari penjara dengan membawa kembali makanan yang dibawanya tadi. Saat di luar Ye Jin merenungkan sesuatu.

Paraperawat Hyenim sedang belajar dari Kepala perawat mereka, Duk Geum.

Duk Geum: Jika kau hamil, meridian Ginjal akan berdenyut dengan kuat. Denyut negatif lebih kuat daripada denyut positif, dan 3 bulan setelah menstruasi berhenti, skala denyutnya menjadi lebih kuat. Apakah kalian tahu gejala lainnya dari kehamilan?

Soo Yeon: Walaupun kau tidak dapat merasakan denyutnya, ketika tak ada menstruasi untuk 3 bulan, atau ketika darah menggumpal, itu bisa jadi adalah kehamilan.

Duk Geum: Dam?

Ye Jin: Kita dapat menggunakan Shinbanghumtaesan atau Aechotang.

Duk Geum: Jelaskan padaku …

Ye Jin: Ambil Shimbanghumtaesan yang terbuat dari angelica, dan 4-5 jam kemudian jika masih ada sesuatu yang bergerak di bawah pusar, maka itu adalah kehamilan. Jika tidak ada gerakan maka bukan kehamilan. Dan jika daun dari apsintus membuatmu sakit perut, itu adalah kehamilan, jika tidak maka bukan.

* Angelica berguna untuk meningkatkan peredaran darah dan membantu teraturnya menstruasi.

Duk Geum: Semuanya, tanamkan apa yang barusan dikatakan oleh Ye Jin dalam pikiran kalian! (Soo Yeon kelihatan kesal karena Ye Jin berhasil mengalahkannya)

Seorang gadis perawat (Sehee) datang dan mengatakan kalau Nyonya Yoon yang ditangkap karena perzinahan telah mengakui perbuatannya. Dan memberitahu kalau dia akan dipenggal besok jam 10 pagi. Duk Geum mengatakan kalau ia akan dipenggal maka mereka pasti akan disuruh pergi kesana. Ye Jin merasa ada ganjalan di hatinya.

Lee Myung Won mengatakan kalau dokter Raja dan semua dokter senior lainnya berkumpul untuk membicarakan mengenai tingkat dan posisi mereka. Jang mengatakan karena Hur June menjadi peringkat pertama dalam Ujian nasional dan hasil pelatihannya sangat bagus, maka tidak diragukan lagi kalau Hur June akan menjadi dokter Istana. Keinginan Jang Hak Do hanya satu, agar ia tidak dikirim ke Hyemin.

Paradokter senior dan dokter Raja membahas mengenai hasil dari para dokter baru berdasarkan hasil ujian dan pelatihannya. Dr. Jang (tua) mengatakan kalau Hur June mendapatkan peringkat pertama dalam Ujian Nasional dah hasil pelatihannya sangat bagus jadi mereka seharusnya mengirimnya ke Rumah Sakit Kerajaan dan mengangkatnya sebagai dokter Istana. (Andy: Dan seperti yang telah kita duga sejak semula) Dr. A menyatakan keberatannya dan mengatakan kalau karakter dari Hur June tidaklah sebagus hasilnya karena Hur June sangat congkak. Jadi jika ia menjadi dokter Istana maka ia akan merusak kehormatan Rumah Sakit Kerajaan. Yang Yesu bertanya pada dr. B, yang tentu saja membicarakan kejelekan dari Hur June dan mengatakan kalau Hur June tidak dapat diserahi tanggung jawab dan tidak cocok menjadi dokter Istana.  Yang Yesu bertanya pada Doji dan dr. C karena mereka berdualah yang memberikan pelatihan jadi seharunya tahu mengenai karakter Hur June. Dr. C bersepakat dengan Doji dan menyetujui perkataan kedua dokter sebelumnya mengenai karakter dari Hur June.

Lee Jung Myung datang ke penjara diiringi para prajurit dan perawat Hyemin. Nyonya Yoon yang ditahan dibawa keluar untuk dipenggal, tapi Ye Jin memberanikan diri untuk memanggil Lee Jung Myung, yang kemudian bertanya ada apa. Hongchun menegur Ye Jin karena tidak sopan, tapi Lee berkata kalau tidak masalah. Ye Jin memberitahu kalau Yoon sedang hamil, semuanya terkejut.

Hur June ada di kantor medis sendirian, sedang membaca buku medis. Ohgun di luar ruangan membawa sebuahsuratdan mengintip apa ada orang lain, ketika dilihatnya di ruangan itu Cuma ada Hur June, Ohgun segera memanggilnya. Hur June bertanya ada apa. Ohgun mengatakan kalau ia membawasuratdari biro polisi. Hur June memberitahu kalau semua atasannya sedang pergi. Ohgun lega dan mengatakan betapa konyolnya semua etiket di Istana, setiap bertemu orang ia harus membungkuk sehingga punggung dan tulangnya sakit semua.  Mereka berdua tertawa. Ohgun kemudian bertanya jika mereka semua sudah membuat keputusan maka apa yang akan terjadi pada Hur June. Hur June sendiri tidak tahu, tapi Ohgun menebak kalau Hur June pasti bisa menjadi dokter Istana. Ohgun membicarakan ini itu dan terakhir membicarakan ketidaksenangannya pada Doji, tepat pada saat Doji dan dr. C masuk ke ruangan dan membentaknya apa yang sedang dilakukannya. Ohgun mengatakan kalau ia membawakansuratdari biro polisi. Ohgun memberikannya pada Doji. Doji membacanya kemudian menyuruh Hur June untuk pergi ke biro polisi.

Ohgun dan Hur June pergi ke biro polisi. Lee Jung Myung  dan yang lainnya sedang menantikan kedatangan dokter dari Istana.  Saat Hur June sampai di biro polisi, Hur June melihat Ye Jin dan menjadi terkejut, Ye Jin melilhat Hur June dan juga sangat terkejut….

39 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 34

  1. numpang nanya .
    kapan lepra punya sunwa hilang??
    kan di filmnya episode brpa lupa sunwa di panggil joon buat nyari obat??

    • bukan sunhwa =.=a …. nyasar ke seodong ya ? …😛 … sanghwa sebenarnya saat pertama bertemu huh joon itu lepranya sudah tidak kambuh walaupun masih harus menutup muka dan tubuh supaya tidak terpampang boroknya, tapi baru benar-benar sembuh sebelum episode 29, saat Hur June bertemu dengan rahib Samjeuk, Sanghwa sudah membuka penutup dirinya, dan ayah angkatnya mengatakan pada Hur June kalau obatnya berhasil menyembuhkan lepranya… lihat aja deh ke episode 29.

  2. kyk ny lama bgt nunggu ljtn sinop ini.. dan skrg hny beda 1 episode aja dg lbs.. wlu udh tau klu andy ny sibuuuk bgt…& bnyk job nya.. tp aq ttp kecewa… (sorry yach)

    • ahahahah … mau gimana lagi …. kalau aku langsung loncat ke episode yang 40 an ntar kamunya malah penasaran dengan yang sebelumnya …. ya gini deh nasibnya sinopsis kejar tayang …. aku sendiri udah cari2 di internet, sinopsis huh joon yang bahasa inggris tapi nda nemu, jadi di seluruh dunia ya aku doank yang buat sinopsisnya kali😛 ….

  3. aku penasaran dg doji biarpun udh baca sinopsis singkatnya di wikidrama tp gak dijelasin gmn nasib doji. pingin liat dia kalah ilmu dengan huh joon.

    • hehehe iya, itu ada di episode 19, aku emang belum buat😀 …. kedua orang tua dan adik perempuan Sanghwa dibunuh sama Kim Min Se (nama asli rahib Samjeuk) karena mereka telah membunuh Sanghwa yang asli (anak kandung Kim Min Se) untuk dimakan. Kim MIn Se kemudian bertemu dengan Gaedong, (nama asli Sahgwa yang sekarang). Kim Min Se merasa bersalah, jadi dia membawa pulang dan mengangkatnya sebagai pengganti Sanghwa anak kandungnya, dan memberikan nama Sanghwa kepada Gaedong…. Sanghwa akhirnya bertumbuh besar dan mengerti kalau ayah angkatnya yang membunuh orangtuanya, ia mendendam di dalam hatinya, berulangkali mau membunuh Kim Min Se, yang karena sangat bersalah menjadi rahib dan memakai nama Buddha, Samjeuk. Tapi nanti pas episode 20 ada insiden Samjeuk memakan obat percobaannya untuk menguji efeknya demi menyembuhkan penyakit lepra Sanghwa, Sanhwa akhrinya menyadari ketulusan hati dari ayah angkatnya, ia meminta ampun dan akhrinya mengikuti Samjeuk dengan segenap hati sebelum akhrinya dititipkan ke Hur June … begitu sekilas kilas ballik😀

  4. Kebetulan ada yg nanya ttg sanghwa, aku jg penasaran sbb ga nonton n ga ada sinopsisnya ttg hubungan sanghwa dg samjeuk, kenapa samjeuk membunuh kedua ortu sanghwa…

    • hehehe iya, itu ada di episode 19, aku emang belum buat …. kedua orang tua dan adik perempuan Sanghwa dibunuh sama Kim Min Se (nama asli rahib Samjeuk) karena mereka telah membunuh Sanghwa yang asli (anak kandung Kim Min Se) untuk dimakan. Kim MIn Se kemudian bertemu dengan Gaedong, (nama asli Sahgwa yang sekarang). Kim Min Se merasa bersalah, jadi dia membawa pulang dan mengangkatnya sebagai pengganti Sanghwa anak kandungnya, dan memberikan nama Sanghwa kepada Gaedong…. Sanghwa akhirnya bertumbuh besar dan mengerti kalau ayah angkatnya yang membunuh orangtuanya, ia mendendam di dalam hatinya, berulangkali mau membunuh Kim Min Se, yang karena sangat bersalah menjadi rahib dan memakai nama Buddha, Samjeuk. Tapi nanti pas episode 20 ada insiden Samjeuk memakan obat percobaannya untuk menguji efeknya demi menyembuhkan penyakit lepra Sanghwa, Sanhwa akhrinya menyadari ketulusan hati dari ayah angkatnya, ia meminta ampun dan akhrinya mengikuti Samjeuk dengan segenap hati sebelum akhrinya dititipkan ke Hur June … begitu sekilas kilas ballik

    • hahaha … buka rahasia dikit nih … aku pas buat sinopsis ini juga banyak salah ngetik sanghwa jadi sunhwa, tapi untung langsung ingat jadi langsung kuganti😛

  5. mksh banget udh dibuatin sinopsis per episode..sayangnya mesti nunggu per hari hehe..oya ntar klu udh makin dekat lebaran jangan2 Koh Andy malah g’ s4 ngetik gara2 sibuk bikin kue..'(

    • heheheh …. emang gitu deh … nasib orang sibuk😛 ….. maaf untuk 2 hari ini aku lagi ga bisa buat sinopsis, kompi direparasi …. =.=a …. tanganku gatel jadi ini ol di warnet, besok kompi baru selese direparasi … moga-moga bisa lanjut lagi😀

    • hah? … kok gitu deh …. aku kalo pelit ga bakalan bela-belain buat sinopsis huh joon, mending buat yang lain …. tapi karena dah nanggung ya kulanjutin. Kalau masalah aku ga buat sinopsis 2 hari ini, kompiku jebol, aku emang ga kasih tau … lagian ini khan masalahku sendiri, mana kalian bisa bantu? …. Dan ini masih direparasi besok katanya baru selese …. gara2 20 jam on terus belain buat sinopsis sama donlod film …. apa itu namanya pelit? Dan sekarang aku baru ol di warnet, mau cek blog … ternyata dikomen seperti ini .. walah ….😦

  6. Tenang andy, itu biasa, dinamika hdup, ada yg suka ada yg benci, ada yg setia, sirik, dll. Lanjut sinopsisnya..semangat!

    • asal kompiku beres … ini tadi ke tempat reparasi, ga nemu driver kompiku .. kelewat jadul katanya …. baru ketemu tadi pagi … jadi besok baru selesai kata temenku, dianya lagi repot hari ini … wasem … tanganku bener2 gatel sekarang, ga buat sinopsis 3 hari … mumet deh …😦

  7. Kmaren kirain andy dimarahin lbs…; “andy! Kl bikin sinopsis jgn lwt 2 episode, ntar lbs ga dtonton, pnjualan lejel hme shopphing jadi menurun.” hahaha

  8. jelas aja jebol kompinya…
    di paksa OL 24 jam buat nonton ma buat sinopsis😀
    ditunggu episode 35nya…
    tambah kipas biar ga jebol OL 24 jam😛

  9. koh andy..ditunggu nih sinopsis lanjutannya..firasatku sdh g’ enak,jangan2 huh joon dipindahkan ke rmh sakit hyemin..tambah angkuh tuh si Doji. Trus kayaknya hidup huh joon g’ ada senengnya! susaaah melulu. mudah2an penontonnya g’ ketularan susah terus..hehehe..

  10. PARA PEMIRSA SINOPSIS DIMOHON SABAR UNTUK SINOPSIS SELANJUTNYA. NUNGGU KOMENTAR SAMPAI 50 BARU DILANJUT LAGI. HEHEHE…

  11. Andy, masa ga bs nyervis kompi sndiri? Separah apa sih? Ampe brhari2? Hehe…ntar bikin sinopsis “JEBOLNYA KOMPUTER SINOPSISOR HUH JOON”. Hehehe

  12. Sedih abis nich,,;( yang di tunggu gak nonggol2 di permukaan,,;(…kalo kompix wes selesai kejar tayang ya om heheheheheh:D

  13. mas andy kebelet pengen ngerti akhirnya kayak apa sehhh, cepetan dunk dituntaskan sinopsisnya, asli loh baca sinopsis mas andy sama serunya dng nonton langsung *suwer*

  14. Mas Andy yg sinopsis 35 manaa? kok lsg 36 tempo hari aku ngantuuuk bgt krn bnyk kerjaan, jd nontonnya ga smp slese, aku mengandalkan sinopsis dr mas andy , waduuuw tnyt malah ga ada yg 35. makasiiih…

  15. mas andy mksih atas sinopsis huh joon,,,yg sangat berarti bgku ,,,,pingen cepat seleAI DEH CRTA,,,,,Nih ,,di tunggu ya mas andy lanjutannya,,

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s