Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 35

Hur June bertemu dengan Ye Jin dan menjadi terkejut, demikian juga dengan Ye Jin. Mereka berdua tidak menyangka kalau akan bertemu dengan cara seperti ini. Lee Jung Myung melihat mereka berdua terlihat saling mengenal. Hur June segera sadar dan melanjutkan langkahnya menuju Lee Jung Myung, mengatakan kalau ia adalah dokter yang masih dalam pelatihan dan dikirim untuk membantunya.  Lee Jung Myung meminta Hur June supaya memeriksa tahanan wanita, apakah ia hamil atau tidak. Hur June mengiyakannya.

 

Hur June kemudian memeriksa nadi Nyonya Yoon. Hur June memberitahukan pada Lee kalau memang benar Nyonya Yoon sedang hamil. Lee terkejut tapi juga sekaligus lega, karena tidak pantas kalau wanita hamil dipenggal, jadi ia membatalkan sementara hukuman Nyonya Yoon. Saat para perawat pergi, Ye Jin sedikit tertinggal di belakang, menoleh pada Hur June. Hur June memberi hormat ke arahnya, Ye Jin bergegas pergi. Lee melihat keduanya dengan pandangan heran.

 

Hur June kembali ke Hyemin bersama Ohgun. Saat dalam perjalanan Ohgun dan Hur June membicarakan Ye Jin. Hur June ingin menemui Ye Jin, Ohgun berkata kalau sulit menemui perawat wanita di asramanya, tapi ia akan mengusahakan sesuatu.

Ye Jin di kamarnya bersama Chae Sun. Ye Jin sambil membaca buku mengingat pertemuannya dengan Hur June di kantor kepolisian. Ye Jin sangat senang dan bahagia. Chae Sun melihatnya dan menggodanya, Ye Jin tersipu-sipu malu. Seorang perawat masuk ke kamar dan memanggil Ye Jin. Ye Jin menemui Hongchun, yang kemudian memarahinya karena tidak memberitahukan perihal kehamilah Nyonya Yoon. Dengan perbuatan Ye Jin itu berarti ia tidak mempedulikan struktur perawat. Ye Jin dihukum untuk menjahit baju untuk para pasien di Hyemin.

 

Jang Hak Do dan Lee Myung Won sedang gelisah di kantor Departemen Medis, Hur June datang membawa buku menemui mereka. Ternyata pengumuman mengenai tingkat dan posisi para dokter baru ditunda. Padahal sebelumnya dikatakan kalau yang perlu dilakukan hanyalah memberikan surat keputusan saja, tapi penundaan ini membuat semua orang menjadi bingung. Hur June mengatakan kalau tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Jang menyahut karena Hur June lulus pada peringkat pertama dan juga hasil pelatihannya bagus makanya ia bisa bicara demikian dengan entengnya. Jang Hak Do cemas kalau ia ditransfer ke Hyemin.

 

Doji bertanya pada dr. C yang menemuinya mengenai alasan penundaan itu. Dr. C tak tahu tapi dr. Yang, dr. Jung, dr. Kim Eun-taekdan dr. Song sedang sibuk berdiskusi mengenai nasib Hur June. Dr. Jung mendukung Hur June dan menolak ide untuk mentransfernya ke Hyemin, sedangkan dr. Kim tidak senang pada Hur June karena menentang perintahnya saat insiden pemberian obat pada bangsawan.  Tapi tampaknya sulit untuk mengubah keputusan yang telah dibuat walaupun dr. Jung menentangnya.

 

Dr. Jung mengatakan kalau Hur June berada pada posisi pertama di Ujian Nasional dan hasil dari pelatihannya sungguh bagus, jadi tidak layak kalau ditransfer ke Hyemin, dan lagi orang-orang akan meragukan keadilan dari Rumah Sakit Istana. Dr. Song tetap bersikukuh kalau itu karena karakternya bukan kemampuannya. Jika saja Hur June menjadi dokter Istana maka orang-orang justru akan meragukan martabat dari Rumah Sakit Istana. Dr. Kim mendukung dr. Song dan mengatakan kalau saja seorang dokter Istana berbuat kesalahan, maka dokter Raja, dr. Yang, juga akan terkena dampaknya. Dr. Jung tidak setuju dengan penilaian mereka terhadap karakter Hur June, bakat dan karakternya sudah lebih dari cukup untuk menjadi seorang dokter Istana. Dr, Kim tersinggung dan bertanya apakah kalau begitu yang mereka katakana hanyalah omongan kosong belaka. Dr. Yang menengahi mereka dan mengatakan kalau dia yang akan memutuskannya.

 

Hur June dengan santainya masih ada di perpustakaan mencari buku dan membacanya. Ohgun menemuinya dan mengatakan kalau ia menemukan cara untuk bertemu dengan Ye Jin. Ada 3 macam perawat yang ada di Istana, yang merawat Ratu dan Selir disebut dengan Perawat Istana, yang merawat para bangsawan dan pejabat disebut Perawat Bangsawan, dan terakhir adalah para perawat yang ada di Hyemin, yang membantu para dokter Hyemin, yang merawat para pasien dan disuruh ke sana ke mari untuk melakukan tugas adalah perawat magang. Dan Ye Jin adalah perawat magang. Hur June bertanya pada Ohgun bagaimana caranya ia bisa bertemu dengan Ye Jin, dan dijawab kalau Hur June bisa bertemu dengan Ye Jin di ruang ramuan jam 4 sore, karena Ohgun sendirian berjaga di sana pada jam itu, jadi mereka berdua bisa bertemu muka.

 

Dengan akalnya, Ohgun memasuki asrama para perawat Hyemin, yang kemudian akan mengusirnya, Ohgun berseru memberitahu pada semua orang, yang sebenarnya ditujukan pada  Ye Jin, kalau jam 4 sore, dr. Hur akan menunggu di ruang ramuan. Semua perawat, kecuali Ye Jin, tidak mengerti dengan siapa ia berbicara. Ohgun segera bergegas pergi setelah berhasil memberitahu Ye Jin, sebelum ia diusir pergi. Semua perawat menertawakan tingkah Ohgun saat pergi. Duk Geum menegur mereka.

 

Ye Jin sedang melaksanakan hukumannya menjahit pakaian untuk para pasien.  Ia mengingat perkataan dari Ohgun kalau jam 4 di ruang ramuan, dr. Hur akan menunggu. Chae Sun dating dan mengatakan kalau ia sebenarnya ingin membantu Ye Jin tapi saying ia sangat buruk dalam menjahit. Ye Jin kemudian meminta tolong pada Chae Sun …

 

Chae Sun memijati badan kepala perawat Hyemin, Duk Geum  Duk Geum sangat menyayangi Chae Sun, dan jika bukan karena keahlian memijatnya itu, Chae Sun pasti sudah ditendang keluar sejak lama, karena bukan saja ia tidak menguasai 1000 karakter China, tapi juga tidak peduli dengan keahlian medis, jadi bagaimana bisa pijatannya sungguh baik. Chae Sun mengatakan kalau ia bercita-cita memijat Raja suatu hari nanti. “Babi pasti bisa terbang!”, ujar Duk Geum. Chae Sun kemudian meminta bantuan dari Duk Geum supaya ia bisa masuk ke Istana, Duk Geum pertama menolaknya tapi dasarnya ia sayang pada Chae Sun dan juga karena Chae Sun beralasan kalau ingin menunjukkan Istana pada Ye Jin yang belum pernah sama sekali maka ia menyuruh Chae Sun untuk mengatakan kalau Chae Sun disuruh untuk mengambilkan ramuan Duk Geum di ruang ramuan Istana. Chae Sun sangat senang dan memeluk Duk Geum, yang geli melihat tingkahnya.

 

Chae Sun menemui Ye Jin sedang menunggunya di kamar. Ye Jin segera menariknya duduk dan bertanya bagaimana hasilnya. Chae Sun tersenyum gembira dan mengatakan kalau Kepala Perawat Hyemin menyetujuinya.

 

Chae Sun dan Ye Jin ke Istana untuk mengambilkan ramuan Duk Geum.  Chae Sun memberitahu ini itu pada Ye Jin yang baru pertama kali masuk ke Istana. Ohgun menemui mereka dan menunjukkan tempatnya pada Ye Jin, di mana Hur June sedang menunggunya. Ohgun sendiri ingin berbicara dengan Chae Sun.

 

Hur June sedang menunggu di dalam ruang ramuan Istana menunggu Ye Jin. Beberapa waktu kemudian Ye Jin masuk tanpa sepengetahuan Hur June, mengawasi Hur June beberapa saat. Hur June merasa seseorang ada di tempat itu dan berpaling, ia melihat Ye Jin, keduanya saling bertatapan, Ye Jin sangat terharu dan memanggil Hur June….

 

Ohgun membawa Chae Sun ke tempat lain, bertanya nama, umur Chae Sun yang dijawab 18, apakah kedua orangtuanya masih hidup, dijawab ya. Ohgun kemudian bertanya apakah perawat boleh menikah, karena Ohgun pikir perawat sama dengan dayang Istana, yang tidak boleh menikah seumur hidup mereka. Chae Sun menjawab kalau mereka boleh menikah kalau memang sudah saatnya. Ohgun kemudian dengan sambil lalu bertanya pada Chae Sun apakah perawat dengan tahi lalat di wajahnya sudah menikah atau belum, karena terlihat sudah menjadi wanita matang. Chae Sun menjawab kalau Hongchun belum menikah. Ohgun terkejut dan senang, ia bertanya apa itu benar, seorang perawat cantik seperti dia masa masih belum menikah? Chae Sun heran dan bertanya mengapa ia ingin tahu mengenai Wakil Kepala Perawat? Ohgun segera saja menyahut kalau ia khan bebas saja untuk bertanya apapun.

 

Ye Jin dan Hur June duduk berhadapan, ia mengisahkan kejadian di gunung saat mengetahui kematian gurunya. Hur June percaya dengan mengikuti wasiatnya adalah satu-satunya cara agar ia dapat hidup untuk selamanya. Ye Jin meneteskan air mata. Dan di depan makam gurunya, Hur June berjanji, “Aku tidak akan melupakan kebaikan yang kau berikan padaku dan dunia ini. Jika aku berpikir bahwa jalan menjadi seorang dokter adalah jalan yang menyakitkan, atau jika aku mengabaikan para pasien, hukumlah aku.” Ye Jin menangis tambah sedih. Hur June berkata kalau ia sudah berjanji pada Ye Jin untuk menyelamatkan guru mereka, tapi ternyata ia tidak bisa menepatinya. Hur June meminta maaf. Ye Jin tersedu-sedu. Hur June menanti Ye Jin melampiaskan perasaan dukanya.

 

Ye Jin mengusap air matanya dengan ikat pinggangnya. Hur June membuka percakapan lagi, ia mendengar kalau menjadi seorang perawat sangat sulit. Dan Ye Jin tidak akan bisa merawat para pasien sepanjang waktu.  Ye Jin menyahut kalau ia tahu apa yang dikhawatirkan oleh Hur June. Hur June mengawasinya. Ye Jin mengungkapkan kalau ia dulu juga tidak tahu keadaan yang sesungguhnya sebelum menjalani kehidupan seorang perawat. Tapi ia sudah memulainya karena memang menginginkan itu.  Jika ia dapat merawat para pasien seumur hidupnya, ia dapat menghadapi semua kesukaran yang menghadang di jalannya. Hur June tahu kalau sekali Ye Jin memutuskan tidak mungkin seorangpun mengubahnya, ia kemudian mengalihkan pembicaraan, bertanya apakah Doji tahu mengenai Ye Jin yang sekarang ada di Istana.  Ye Jin tidak yakin mengenai hal itu dan meminta Hur June agar tidak memberitahu Doji karena ia tidak ingin melukai hati Doji. Mereka berdua kemudian duduk diam, Hur June gelisah karena Ye Jin menatapnya dengan pandangan kasih … tiba-tiba Ohgun masuk dan memberitahu mereka berdua kalau sebentar lagi yang lain akan segera datang dan meninggalkan mereka lagi. Hur June menatap Ye Jin yang balas menatapnya. Ye Jin merasa pertemuan singkat ini masih belum cukup, tapi ia tahu kalau berlama-lama di sini mereka akan mendapatkan masalah demikian juga dengan Ohgun.

 

Malam hari di kediaman Hur June, Ohgun berbincang-bincang dengan keluarga Ilsuh dan Yangtae mengenai Ye Jin yang menjadi perawat. Ohgun memberitahu mereka kalau perawat itu tugasnya membantu para dokter atau para petugas seperti Ohgun. Haman bertanya kalau begitu apakah nantinya Ye Jin akan membantu dr. Hur, Ohgun menjawab kemungkinan besar di masa depan. Ia juga mengatakan kalau ia telah berkorban demi mengadakan pertemuan antara Ye Jin dan Hur June. Haman tampak kesal dan berpikir.

 

Haman memberitahu Dahee yang ada di kamarnya sedang menyulam dan bertanya apakah Dahee mendengar kabar dari Ye Jin baru-baru ini. Dahee heran dan menjawab kalau ia mendengar Ye Jin akan menikah dengan Doji. Haman membantahnya, memberitahu kalau Doji menikah dengan wanita yang lain dan membisiki Dahee kalau sekarang Ye Jin bekerja bersama dengan suaminya di Istana sebagai perawat. Apakah ini hanya kebetulan saja… Dahee terkejut dan merasa gelisah. Haman berdecak dan berujar, “Lebih mudah untuk mengukur dalamnya air daripada hati pria”. Ia masih mau berbicara tapi berhenti saat melihat tampang Dahee, Haman segera pergi keluar …

 

Dahee mengingat saat ia melihat Ye Jin dan Hur June berdiskusi di Rumah Sakit dr. Yoo, Ye Jin saat itu tertawa dan suaminya tersenyum.

 

Suara hati Dahee: Apa yang sedang kupikirkan? Jika ia bekerja dengan suamiku, maka itu kebetulan … hanya kebetulan saja… (matanya berkaca-kaca)

 

Dahee menahan perasaan hatinya dan berusaha meneguhkan hati untuk mempercayai suaminya, ia melanjutkan pekerjaan menyulamnya.

 

Pertemuan para dokter Istana, dr. Yang segera menyuruh dr. Jung Jak untuk memberikan surat pengangkatan pada para dokter baru. Dr. Jung Jak mengiyakan dan memberitahu pada para dokter baru kalau tingkat dan posisi mereka akan segera diumumkan kemudian menasihati agar semua dokter baru itu memenuhi kewajiban mereka sebagai dokter di posisi mereka nantinya dengan sungguh-sungguh. Satu persatu dokter magang dipanggil sampai pada Hur June yang terakhir. Dokter Kim dan Doji waswas menanti apa yang ada di surat pengangkatan Hur June. Jang Hakdo tampak shock melihat surat pengangkatan dirinya. Hur June membuka suratnya ….

 

Hur June, Jang Hakdo, dan Lee Myungwon masuk ke satu ruangan.

 

Jang Hakdo: Apakah ada aturan menentukan tingkat dan posisi kita? Mengapa aku dan dr. Hur harus pergi ke Hyemin?

 

Lee Myungwon: Seperti yang dikatakan dr. Jang, aku merasa ada yang salah dalam keputusan ini. Dr. Hur seharusnya yang mendapatkan tingkatku karena aku tidaklah sebagus itu. Untuk dr. Hur yang hebat, itu adalah penghinaan dengan mengirimmu ke Hyemin.

 

Hur June: (tersenyum geli) Aku tidak menganggapnya sebagai penghinaan, tidak usah dipikirkan. Bermacam-macam pasien datang ke Hyemin dan itu bisa menjadi kesempatan untuk belajar lebih banyak lagi.

 

Jang Hakdo: Ohh… kau terlalu polos! Tidakkah kau tahu apa Hyemin itu?  Ya .. mungkin kita dapat bertahan dengan semua pekerjaan berat di sana tapi masalahnya adalah, sekali kau dikirim ke Hyemin maka sangatlah sulit untuk bisa kembali lagi ke Naeuiwon (Rumah Sakit Kerajaan). Kebanyakan orang akan berhenti, kembali ke kota mereka. Itu yang kebanyakan terjadi. Apakah kau benar-benar ingin seperti itu? (Hur June tersenyum simpul) Apakah kau lulus dari ujian nasional hanya untuk menjadi seperti itu? Pasti ada orang yang berbicara buruk mengenai dr. Hur.  Bukankah kau telah melawan dr. Kim sebelum ini? Ini adalah pembalasan darinya! Aku akan melakukan sesuatu!

 

Hur June: dr. Jang!

 

Jang Hakdo: Walaupun aku akan dipecat, aku akan mengungkapkan kebusukan mereka dan meluruskan ini!

 

Jang segera pergi menemui dr. Yang di kantornya yang sedang sendirian.

 

Dr. Yang: Ada masalah apa?

 

Jang Hakdo: Aku ada sesuatu yang harus kuberitahukan padamu.

 

Dr. Yang: (heran) Lanjutkan …

 

Jang Hakdo segera maju menghampiri dr. Yang dan memberitahukan insiden sebelumnya.

 

Dr. Yang: Apakah maksudmu dr. Kim berusaha memfitnah Hur June karena itu?

 

Jang Hakdo: Maafkan aku, tapi menurut pendapatku, memang demikian.

 

Dr. Yang: (membentak dan menggebrak meja, gusar) Tutup mulutmu! Dr. Kim dan dr. Song tidak akan menggunakan obat-obatan untuk kepentingan pribadi. Dan insiden semacam itu tidak akan mempengaruhi keputusan mereka. Beraninya kau berbicara buruk tentang atasanmu!

 

Jang Hakdo: Jika kau tidak mempercayaiku kau dapat menyelidiki apa yang sebenarnya sedang terjadi. (dr. Yang tersentak) Jika aku berbohong padamu, jika ada kata-kataku yang tidak benar, maka kau dapat memecatku.

 

Dr. Yang menatapnya tajam kemudian tampak berpikir sebentar sebelum memanggil orang di luar.

 

Dr. Yang: Ada orang di luar?

 

Seseorang masuk, rupanya seorang dokter Istana yang sedang berjaga, menemui dr. Yang.

 

Dokter : Ya Tuan…

 

Dr. Yang: Bawa dr. Kim kemari menghadapku!

 

Dokter: Baik Tuan ..

 

dr. Kim dan dr. Song berjalan-jalan di luar, berbincang mengenai Hur June, pada awalnya dr. Song khawatir kalau terjadi di luar dugaan mereka, tapi dr. Kim yakin kalau memang akan terjadi seperti ini dan bertanya pada rekannya apa ia masih belum mengenal watak dari dokter Raja setelah 10 tahun berlalu. Dr. Song tidak mengerti. Dr. Kim memberitahunya kalau itu adalah keinginan dari dr. Yang yang ingin menjauhkan Hur June, bukan dirinya. Walaupun ia telah menerima Doji, kemarahannya pada Yoo Wee Tae belumlah padam. Dr. Song tidak yakin. Dr. Kim mengulang, itu belum padam. Sejak pertandingan 9 jarum waktu itu, dokter Raja tidak pernah minum soju yang sangat ia sukai. Dia terpaksa menyatakan pengakuan bahwa Yoo Wee Tae adalah dokter nomor 1 se-Joseon.  Bagaimana dia bisa menghapus rasa malunya saat itu? Saat anak Yoo Wee Tae muncul 10 tahun kemudian, dia menjadi gelisah. Tapi Yoo Doji tidaklah sebaik ayahnya. Tentu saja Doji memang lebih baik daripada dokter magang lainnya, tapi dia tidak memiliki semangat berapi-api dan keahlian akupungtur yang dimiliki oleh ayahnya dulu. Tapi Hur June berbeda. Dia cukup hebat sehingga membuat dokter Raja yang termashyur pun merasa terancam. Suatu hari nanti, Hur June pasti menjadi ancaman terbesar bagi dirinya, karena itulah ia ingin memotongnya dari awal. Dr. Kim yakin, setelah mengalami berbagai kesulitan di Hyemin maka Hur June pasti tidak akan tahan dan segera keluar. Dr. Song mulai mengerti.

 

Tiba-tiba terdengar seruan memanggil mereka, dr. Chung datang berlari-lari menghampiri mereka dan memberitahu kalau dokter Raja ingin melakukan inspeksi pada Naeuiwon. Dr. Kim terkejut dan bertanya apa maksudnya ia melakukan inspeksi? Dr. Chung menjawab kalau dokter Raja sedang memeriksa keluar masuknya obat-obatan dengan dr. Jung. Dr. Kim terperanjat dan menatap dr. Song.

 

Dokter Raja dan dr. Jung memeriksa gudang obat. Doji memberikan catatan keluar masuknya obat pada dr. Yang, yang langsung memeriksanya. Dr. Jung menemukan sesuatu yang janggal pada buku catatan yang ia pegang dan menunjukkannya pada dr. Yang. Dr. Yang tampak terkejut dan langsung menatap pada Doji, yang menjadi gugup.  Sementara itu dr. Kim, dr. Song dan dr. Chung datang dan mengintip, terkejut melihat dr. Yang sedang memeriksa jumlah bahan-bahan obat yang ada di gudang obat dan sedang memarahi para pejabat yang bertugas di sana. Dr. Kim dan dr. Song erhenyak dan pasrah, “Mati deh aku” mungkin begitu …

 

Yoo Doji, dr. Kim, dan dr. Song menunggu dengan gugup dan gelisah di kantor dokter Raja. Dr. Yang datang dan menyebut mereka sungguh menyedihkan. Dr. Kim mencoba memohon maaf, tapi dr. Yang justru membentaknya, bagaimana ia bisa menggunakan obat-obatan itu untuk keuntungan pribadi mereka. Itu adalah pelanggaran terhadap hukum negara. Dr. Kim mencoba membela diri, mengatakan kalau mereka menggunakannya bukan untuk keuntungan pribadi mereka tapi untuk keselamatan istana dan menjaga kesehatan dari para pejabat tinggi. Dr. Song menimpali, jika mereka memeriksa kesehatan para pejabat itu dan memberikan obat-obatan pada mereka, maka itu juga akan menguntungkan dokter Raja. Dokter Raja justru menjadi gusar dan menyuruh mereka tutup mulut sambil menggebrak meja. Apakah mereka bermaksud menjadikan dirinya satu dari mereka. Dr. Kim meminta agar dr. Yang memahami ketulusan hati mereka. Dr. Yang menyahut, ia mempercayai orang-orang yang ternyata berbalik menjadi sangat menyedihkan. Bagaimana ia bisa mempercayakan Naeuiwon pada mereka dan menegakkan disiplin. Dr. Kim dan dr. Song terdiam. Dr. Yang memutuskan akan mengirim mereka ke tempat lain. Dr. Kim dan dr. Song terkejut dan berusaha memohon, tapi dr. Yang memberitahu kalau mereka seharusnya dihukum dengan hukum negara dan menyuruh mereka berpikir kalau mereka beruntung kali ini. Ia kemudian mengusir kedua dokter itu keluar. Keduanya masih berusaha memohon, tapi dr. Yang membentak mereka untuk segera pergi. Keduanya tertunduk lesu dan segera pergi.

 

Doji gelisah, sekarang gilirannya. Dr. Yang mengerti kalau Doji tidak bisa melawan atasan tapi juga tidak akan lepas dari hukuman karena sudah terlibat dalam peristiwa ini.  Doji merendahkan diri dan mengakui kalau ia berbuat salah dan bersedia menerima apapun hukuman yang akan dijatuhkan padanya. Dr. Yang menyatakan kalau dr. Chu akan mengambil alih ruang ramuan dan gudang obat dan Doji akan ditunda kenaikan pangkatnya. Doji mengiyakannya.

 

Jang kembali dengan hati masygul, Lee bertanya bagaimana hasilnya, Jang menjawab kalau ia datang untuk mendapatkan wool tapi justru pulang dengan dirinya sendiri sudah gundul. Ahahahah … lucu banget perumpamaannya … Jang menyatakan kalau tidak akan ada perubahan pada keputusan yang telah dibuat. Tapi dr. Kim dan dr. Song akan dikirim ke Hyemin. Mereka berdua menganggapnya sebagai pengganggu dan sekarang akan bertemu setiap hari di Hyemin, sungguh mengerikan. Hur June memujinya karena berani memberitahu dokter Raja mengenai tindakan kedua orang itu, jadi seharunya ia tidak usah takut pada apapun. Hur June menganjurkan agar mereka tidak usah kecewa pada keputusan yang sudah dibuat dan segera melaksanakannya saja. Jang Hakdo masih kecewa dan berujar kalau ia seperti telah mengaduk sebuah sarang tawon (baca: seluruh Naeuiwon) kemudian meminta maaf pada Hur June.

 

dr. Chung dan Doji sedang minum-minum di sebuah gibang, dr. Chung sangat menyesali karena Doji ikut terlibat dalam peristiwa ini sehingga dicopot dari jabatannya. Tapi Doji justru merasa senang. Dr. Chung bingung. Doji memberitahunya kalau dengan kepergian dr. Kim dan dr. Song siapa yang akan menjadi tangan kanan dr. Yang. Tidak ada! Walaupun masih ada dr. Jung, tapi ia tidaklah peduli dengan kesuksesan. Jadi ini adalah kesempatan yang sangat bagus bagi mereka berdua untuk mendekati dr. Yang dan mendapatkan kepercayaannya. Dr. Song setuju. Mereka berdua minum dengan perasaan puas.

 

Ohgun membawakah toko Ilsuh beberapa bahan obat dari propinsi Julla, Kyungsang, dan Choongchung yang diperlukan oleh Naeuiwon. Dan orang-orang itu akan mengirim barang-barang bagus semacam ini lagi pada pengiriman berikutnya. Ohgun memerintahkan Ilsuh dan Yangtae untuk menjualnya ke toko-toko obat di Seoul. Ilsuh sangat senang dan berterima kasih. Ohgun juga memberitahu kalau kiriman dari Hamgyung dan Hwanghae akan mereka terima di bulan April, dan di dalamnya akan ada obat-obatan mahal dari Tiongkok. Jika mereka bisa menjualnya maka mereka akan menjadi kaya. Ilsuh, Yangtae dan Ilsuh tertawa sangat senang. Tapi Ohgun memberitahu mereka kalau sampai pedagang obat lainnya mengetahui mengenai hal ini maka mereka akan iri, jadi menyuruh ketiganya untuk menutup rapat mulut mereka.  Ohgun kemudian mau pergi, tapi Yangtae mengajaknya untuk minum arak beras di kedai minum.  Ilsuh juga setuju, tapi Ohgun menolak karena ia tidak dalam mood untuk minum. Ilsuh heran dan bertanya apa maksudnya. Ohgun mengeluh mengapa sulit sekali menjalani hidup ini kemudian beranjak pergi, tapi tiba-tiba menutup matanya dan mengerang, rekan-rekannya kaget dan bertanya ada apa. Ohgun  meminta agar mereka menyingkirkan kain sutra merah yang ada di hadapannya yang dipegang oleh seorang pedangang. Haman segera menghusah pedangang itu untuk menyingkirkan kain merah. Ilsuh bertanya apa yang terjadi. Ohgun menyahut kalau itu mengingatkannya pada nama “Hong”, yang berarti merah. Ohgun kemudian pergi, tapi Ilsuh dan Yangtae memanggilnya, menunjukkan arah belakang mereka, arah yang seharusnya dituju oleh Ohgun jika mau kembali. Ohgun terkejut dan segera berbalik, berjalan ke arah yang benar.  Ilsuh dan istrinya sangat gembira sampai berloncat-loncatan.

 

Malam harinya, Ohgun tidak bisa tidur karena merindukan Hongchun, dan mengingat wajah dan senyumannya. Tiba-tiba terdengar seruan wanita memanggil Ohgun, yang bertanya siapa di luar. Wanita itu menjawab kalau ia Hadong. Ohgun terkejut, Hadong masuk membawa sebuah buntalah, Ohgun bertanya apa yang dilakukannya di sini. Hadong menjawab kalau tidak ada yang merawat dan memberi makan pada Ohgun. Setiap kali ia memikirkan Ohgun, hatinya seprti remuk redam. Ohgun serba salah. Hadong membuatkan makanan untuk Ohgun dan membuka buntalannya. Tapi Ohgun membentaknya dan menyuruhnya keluar karena ia tidak bisa makan semua itu. Hadong terpana. Ohgun memarahinya, ia tidak pernah menyuruh Hadong untuk melakukan semua ini dan jika ada orang yang tahu, maka mereka akan berbicara buruk mengenai dirinya.  Ohgun sekali lagi menyuruhnya keluar dan tidak usah melakukan ini lagi …. Oh kejamnya dikau Ohgun … Hadong terhenyak dan tidak bisa mempercayai sikap Ohgun padanya ….

 

Keesokan paginya, Hur June memberi hormat pada ibunya kemudian memberitahu Dahee kalau ia akan bertugas jaga malam setiap 3 hari, jadi tidak bisa pulang setiap hari.  Ia kemudian memberitahu keluarganya letak Hyemin, yang berada pada simpang tiga menuju ke Seosomun dan Jongno, di jalan menuju ke 6 departemen. Jadi jika ada sesuatu yang mendesak, Hur June menyuruh mereka mengirim Yangtae. Dahee mengerti. Nyonya Son kemudian menyuruh cucunya untuk berpamitan, bukankah hari ini adalah hari pertama ayahnya akan bekerja di Hyemin. Gyeum maju dan berpamitan pada ayahnya. Hur June tertawa dan berpamitan juga. Nyonya Son memberitahu Hur June kalau cucunya sangat kecewa. Hur June heran. Gyeum ternyata dengan sangat bangganya memberitahu teman-temannya kalau ayahnya akan bekerja sebagai dokter di Naeuiwon sebagai dokter Istana tapi ternyata Hur June justru bekerja di luar Istana. Hur June tersenyum mengerti, kemudian ia berlutut memegang anaknya.

 

Hur June: Di manapun ayahmu ini ditempatkan, tugas dari seorang dokter adalah merawat para pasien, jadi kau dapat bangga dengan hal ini. (Gyeum mengangguk tanda mengerti)

 

Nyonya Son menyuruh anaknya untuk segera berangkat. Hur June mengiyakannya kemudian segera keluar rumah.

 

Hur June dengan langkah mantap dan bersemangat berjalan menuju ke tempat tugasnya yang baru: Hyemin. Di dekat Hyemin ia menemui banyak pasien sudah antri, Hur June menyapa dan membalas sapaan mereka. Ia sampai ke depan pintu gerbang Hyemin yang masih tertutup dan menggedor-gedor pintunya, berseru-seru untuk dibukakan pintu. Terdengar suara wanita menjawab kalau pintu akan dibuka pada jam 8 pagi. Hur June menyahut kalau ia bukanlah pasien tapi seorang dokter dan menyuruh wanita itu untuk membukakan pintu. Pintu kemudian dibuka oleh seorang perawat (Sehee) yang memberi hormat padanya. Hur June segera masuk dan pintu kemudian ditutup. Para perawat dan petugas lainnya sedang menyapu halaman, Hur June mengawasi keadaan sebentar dan menemukan Ye Jin di antara para perawat yang sedang menyapu. Ye Jin juga melihatnya, berhenti menyapu dan membalas anggukan hormat dari Hur June. Hatinya sangat senang. Hur June kemudian segera melanjutkan langkahnya ke kantor Hyemin. Chae Sun terperangah melihat Hur June dan mengenalinya sebagai dokter magang yang aneh, memberitahu Ye Jin. Sungguh aneh, jika seseorang lulus ujian dengan hasil memuaskan dan pelatihannya bagus maka tidak akan pernah dikirimkan ke Hyemin. Apa yang terjadi dengannya? Tapi apapun itu Ye Jin pasti sangat bahagia sekarang. So Hyun menegur mereka untuk bergegas karena sebentar lagi ada pertemuan dengan kepala perawat.

 

Hur June melangkah masuk ke kantor Hyemin, Kim Mangyung tampak sedang membaca buku medis dan tidak menyadari kedatangannya. Hur June mendekatinya dan berdehem kecil. Kim Mangyung mengangkat kepalanya dan terkejut.

 

Hur June: Aku adalah Hur June, dikirim ke Hyemin.  (memberi hormat)

 

Kim Mangyung: Uh huh…. Bukankah aku sudah bilang padamu untuk menghindari tempat ini jika ingin sukses?  Tidakkah kau ingin menjadi dokter Raja? Ataukah kau tidak sehebat yang dikatakan oleh orang-orang?

 

Hur June: (tersenyum geli) Aku ingin belajar banyak darimu mengenai seni pengobatan.

 

Kim Mangyung tertawa keras, menghampiri Hur June dan meraih tangannya untuk digenggam.

 

Kim Mangyung: Hebat…. Selamat datang !

 

Mereka berdua tertawa senang.

 

Ye Jin melirik sedikit pada Hur June, dan tersenyum senang. Para dokter dan perawat serta petugas medis lainnya berkumpul di halaman untuk diperkenalkan pada pimpinan Hyemin yang baru. Dr. Kim dan dr. Song datang dan langsung menemui mereka.

 

Dr. Song: Ini adalah dr. Kim yang akan bertanggungjawab mengepalai Hyemin mulai hari ini.

 

Semua orang memberi hormat pada dr. Kim.

 

Dr. Kim: Pengabaian dari Naeuiwon terhadap Hyemin menyebabkan manajemen yang buruk dari Hyemin. Tapi selama aku ada di sini, aku tidak akan mengijinkannya lagi. Jadi jangan lupakan ini! (Kim Mangyung tertawa geli) Pertama, untuk menegakkan disiplin dari sistem yang ada, aku akan memeriksa properti yang dimiliki oleh Hyemin. Jadi persiapkanlah semuanya!

 

Pertemuan usai, Kim Mangyung dan Hur June berjalan ke tempat tugas mereka. Kim tertawa terbahak-bahak mengatakan kalau dia (dr. Kim) sudah mengguanakn obat-obatan demi kepentingan pribadi, bagaimana dia sekarang akan menegakkan disiplin dari sistem? Anjing pun akan menertawainya. Kim Mangyung kemudian bertanya pada Hur June apakah ia tahu mengapa dr. Kim tiba-tiba ingin memeriksa properti dari Hyemin? Hur June diam karena tidak tahu. Kim menjawabnya sendiri, itu karena dia ingin sesuatu yang dapat ia gunakan demi kepentingan pribadinya.  Hur June tidak mempercayai itu, tapi Kim yakin dan menyuruh Hur June untuk melihat kelanjutannya saja. Kim pergi meninggalkan Hur June.

 

Pintu gerbang Hyemin sudah dibuka, para pasien segera saja berbondong-bondong masuk ke Hyemin. Hur June mengamati sebentar kemudian segera menuju para pasien.

 

Hur June melakukan tugasnya merawat para pasien dengan dibantu oleh seorang perawat (So Hyun).  Hur June dengan bersungguh hati memeriksa semua pasiennya.

 

Hyemin sudah memulai kesibukannya seperti hari-hari sebelumnya ….

 

Dokter Kim dan dr. Song berkeliling Hyemin disertai oleh Kepala Staf Medis dan Hongchun.

 

Ye Jin dan Chae Sun sedang berada di gudang obat memeriksa persediaan bahan-bahan obat di sana. Chae Sung berujar kalau sekarang Ye Jin pasti sedang bahagia. Seroang pejabat dari biro polisi mendukungnya dan sekarang ia bekerja dengan seseorang yang ia puja dalam hatinya sedangkan ia tetap dibalik perlindungan roknya Kepala Perawat. Ye Jin hanya mendengarkan saja sambil memeriksa, tiba-tiba ia merasakan kejanggalan. Chae Sun bertanya mengapa ia begitu terkejut. Ye Jin memberitahunya kalau jumlah Angelica Gigas Nakai tidak cocok dengan apa yang tertulis di buku. Chae Sun tersenyum geli dan menjawab kalau perbedaan sedikit saja tidak menjadi masalah. Tapi Ye Jin menyahut kalau ini bukan sedikit, tapi 3 kg. Chae Sun terkejut, 3 kg? Mereka berdua sangat bingung.

 

Pada saat mereka berdua sedang kebingungan, dr. Kim datang bersama dengan dr. Song dan Hongchun untuk mengadakan inspeksi. Dr. Kim melihat Ye Jin dan Chae Sun yang sedang mengadakan pemeriksaan, kemudian ia bertanya pada Hongchun mengapa para perawat yang bertanggungjawab terhadap gudang obat, Hongchun menjawab kalau Hyemin kekurangan dokter sehingga perawat yang melakukan tugas itu. Dr. Song kemudian ingin melihat buku catatan persediaan. Ye Jin kaget ……

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s