Hong Gil Dong – Episode 01

Drama ini dimulai  dengan semacam festival yang diselenggarakan oleh kepala daerah setempat, di mana para undangan yang termasuk kelas bangsawan makan dan minum sambil menikmati pertunjukan tari dan tambur.

Melayang ke arah pesta yang meriah itu adalah seorang wanita yang menggunakan layangan besar (seperti hang glider), dia mendarat persis di tengah-tengah lapangan, kemudian memimpin para penari menarikan tarian yang lebih energik dan kepala daerah menikmati pertunjukan itu.

 

 

Dia adalah Heo Enok, dan dia ternyata bukan seorang penari karena dia adalah seorang bandit yang menyusup ke pesta para bangsawan itu. Dua penyususp tambahan melayang melewati tembok dan mengalahkan para penjaga, kemudian mereka melakukan serangan serentak dengan banyaknya para bandit yang menyerbu ke dalam.

Para bandit kalah banyak dengan para pengawal kepala daerah, tapi mereka memiliki kemampuan bertarung yang lebih unggul. Panah-panah yang dilepaskan para pengawal dihalau bersih oleh sebuah bumerang.

— dilempar oleh pria terkeren di serial ini, HONG GIL DONG. (waaaaa …. kacamatanya boq … omong-omong film ini banyak yang ngelantur ya😛 mana ada kacamata kayak gitu pas jaman HGD … hehheh :D)

Yup, dia memang terlihat begitu lemah lembut, tapi anakbuahnya tahu dia dengan baik sehingga bergumam, “Dia datang terlambat dengan tujuan membuat dirinya terlihat begitu mencolok saat datang”

Gil Dong berjalan dengan lagak angkuh ke dalam ke dalam pertempuran yang terus berlanjut; kelompok bandit kita menang. Mereka berjalan keluar, menegur penguasa daerah yang korup atas semua yang pelanggaran kekuasaan yang dibuatnya, dan rakyat jelata di luar bersorak kepada para pahlawan mereka. Karena, tokoh sejarah Hong Gil Dong, diangkat statusnya menjadi seorang mitos oleh seorang penulis buku fiksi pada akhir era dinasti Chosun, menjadi seperti legenda yang melingkupi Robin Hood, mencuri dari pejabat korup dan membagikan hasil curiannya kepada masyarakat yang tertindas.

Tapi kita kembali dulu ke beberapa waktu ke belakang …..

 

… kembali ke masa ketika Gil Dong hanya seorang bajingan pemalas, menikmati para wanita dan judi dan masalah. Dia memiliki perilaku cuek dan tidak peduli maupun takut pada siapapun, sangat cepat menemukan alasan untuk berkelahi, dan sama sekali tidak memiliki sesuatu yang mendorongnya untuk melakukan yang berguna bagi dirinya. Tapi sebenarnya, dia sangat tampan, namun tampangnya yang kekanakan tidak cukup untuk menutupi masalah yang ia sebabkan bagi semua orang. Para ibu menyebut namanya untuk menakuti gadis-gadis kecil supaya menurut. (“Jika kau tidak menurut, aku akan menikahkanmu dengan Gil Dong” – tapi kurasa para gadis jaman sekarang pasti akan tidak menurut supaya dinikahkan sama HGD yang keren😛 ) dan para penjaga toko segera tergesa-gesa menutup usaha mereka ketika ia mendekat, karena dia melakukan banyak perkelahian dan memecahkan banyak barang. Gil Dong adalah teror yang sangat menakutkan!

Setelah melakukan kekacauan dan membuat ribuk sepanjang hari, Gil Dong menyusup masuk ke dalam sebuah kediaman kelas tinggi di mana para pelayan yang melihatnya, bereaksi dengan campuran antara takut dan gusar. Ini adalah kediaman ayahnya, dan para pelayan mengernyitkan dahi mereka saat ia berkeliling di antara mereka dan mengambil makanan, yang sebenarnya disediakan secara khusus untuk ritual sembahyang pada leluhur.

 

Gil Dong menyaksikan ritual itu yang dipimpin oleh ayahnya yang bermartabat tinggi (Pejabat negara, Menteri Hong) dan kakat tirinya, Hong In Hyung, dari luar ruangan. Gil Dong ternyata bukannya tidak berperasaan seperti yang selama ini terlihat, wajahnya yang congkak sedikit berubah, dan kita lihat tanda betapa seorang pria yang berkemampuan berubah menjadi seorang yang tak pernah melakukan segalanya dengan benar. Karena, seperti yang kita lihat, Gil Dong adalah seorang anak haram.

Kemudian Gil Dong mengingat masa kecilnya, ketika dia masih seorang anak laki-laki kecil cerdas yang penuh dengan impian untuk menjadi seoran gyang berguna dan berharga. Tetapi ayahnya menghancurkan seluruh impiannya itu, dengan mengatakan kalau Gil Dong tidak dapat mencapai semua impiannya itu, jadi lebih baik kalau ia menyerah saja. Dia memang seorang anak bangsawan tapi statusnya sebagai anak haram menjadikannya sama dengan kelas para pelayan, jadi apapun impiannya, ia tak kan dapat melakukan semua itu. “Kau tidak perlu melakukan apapun dalam hidupmu!”, itulah yang selalu dikatakan ayahnya pada Gil Dong.

 

Tapi Gil Dong tidak membiarkan dirinya tenggelam dalam rasa mengasihani diri sendiri, dan kemudian kita sekarang mengikuti cerita Enok, yang sedang dalam sebuah perahu yang menuju ke Korea dengan kakeknya. Mereka dalam perjalanan pulang dari China, dan sedang kelaparan. Atau paling tidak Enok yang kelaparan, kakeknya menyembunyikan sebuah roti manis dan mengeluarkannya diam-diam saat perutnya berkeruyukan. Enok mendapat tahu kalau kakenya telah menyembunyikan makanan dari Enok, dan akhirnya mereka berdua, Enok dan kakeknya, berkelahi untuk mendapatkan roti manis itu. Enok menang, dan keluar kamar untuk menikmati ketenangan, dan tidak sengaja melihat seorang asing yang keren dan misterius, yakni Lee Chang Wee, yang sedang mengenang memorinya yang menyedihkan di masa lalu.

Sama sekali tidak terpengaruh, Chang wee memberitahu Enok dengan dingin supaya tidak bermain-main dengannya … atau dia akan membunuh Enok. Chang Wee nyata terlihat sebagai orang dari kelas tinggi dan penting (diamnya dan namanya adalah tanda utamanya) dan juga ia berpergian dengan diiringi oleh seorang pengawal/tangan kanannya, Chisu.
 

Gil Dong bertemu dengan seorang rahub Buddha, yang menantangnya untuk bertarung (ini rahib bengal kayaknya, soalnya biasanya rahib Buddha itu jarang bertarung, apalagi ini menantang duluan), jika Gil Dong kalah, dia harus melakukan sesuatu bagi si rahib (Pemerasan! Jalan baru Buddha menuju nirvana). Sehingga Gil Dong diikat dengan tali dan menggali sebuah kuburan kecil, yang ternyata kuburan dari kepala seorang pencuri yang dipenggal, yang dieksekusi oleh pengadilan. Masa-masa itu sangat berat dan banyak pencuri, semuanya berusaha untuk bertahan hidup. Rakyat tahu situasi ini dikarenakan kesalahan dari Raja mereka yang tidak mampu, tapi tidak ada seorangpun yang berani membicarakannya karena takut dieksekusi.

Gil Dong bertanya mengapa rahib itu selalu membuatnya melakukan pekerjaan semacam ini. Rahib menjawabnya, “Karena itu adalah tugasmu. Raja sibuk sendiri dengan pemerintahan tiraninya, para pejabat korup, dan ratapan rakyat mencapai ke Surga …. Gil Dong, ketika kau menyaksikan semua kejadian yang tidak benar ini, tidakkah kau merasakan sesuatu?” Gil Dong: ” Nggak! Kenapa aku harus merasakan sesuatu untuk negeri ini? Aku akan meninggalkannya segera!” Gil Dong ingin meninggalkan hidupnya yang tidak berguna dan pergi ke China.

Si rahib mengutuknya karena keegoisannya, kemudian bertanya-tanya pada dirinya sendiri, “Apakah aku salah menilai dirinya?”

Perahu yang ditumpangi Enok berlabuh, dan dia (tidak dengan sengaja) bertemu dengan Chang Wee lagi di dermaga. Walaupun itu sebuah kebetulan, tapi ternyata Chang wee masih mengingat Enok dan bertanya apa Enok mengikutinya sebelum kemudian dengan dingin mengusirnya pergi.

Enok dan kakeknya telah membawa kembali bersama mereka yang mereka pikir adalah tiket mereka menuju gerbang kekayaan, yakni beberapa obat-obatan dari China yang spesial. Tapi ketika mereka mencoba untuk menjualnya pada Tuan Wang, salah satu pedagang di pasar, Tuan Wang mengatakan pada Enok dan kakeknya kalau mereka telah ditipu dan menolak untuk membeli obat-obatan itu.

Untuk menutup kerugian mereka, Enok dan kakaeknya mencoba untuk melakukan penipuan dengan cara mereka sendiri, berpura-pura menjadi orang China, sang kakek mengumumkan kalau cucu perempuannya yang malu-malu ini akan menikah dengan pria yang dapat mengalahkannya di dalam pertarungan. Karena kenapa seseorang ingin mengencani seorang gadis sampai kau tahu bagaimana baiknya dia dalam menerima pukulan? Para pria yang bersemangat segera berbaris, hanya untuk dikalahkan dengan mudah. Berlawanan denagn penampilannya, Enok adalah seorang petarung yang ahli (dan juga kakeknya kadang-kadang menggunakan serangan gelap untuk membantunya saat dalam kesulitan)

Mereka kemudian mengungkapkan “rahasia” kekuatan dari Enok, yakni obat-obatan yang mereka bawa, dan menawarkannya berkeliling pada para penonton. Gil Dong juga ada di sekitar tempat itu, saat Gil Dong mendengar kalau ada seorang gadis dari China sedang menjual banyak obat-obatan, dia segera memburu ke tempat Enok. Gil Dong kemudian menemui Enok, yang sedang berkeliling menawarkan obatnya, dan memintanya untuk mengajarinya bahasa Mandarin. Tapi Enok tidak mengacuhkannya karena sibuk menjual obat-obatannya dan kemudian mengusirnya pergi, jadi Gil Dong berusaha untuk menarik perhatian Enok dengan cara lain : dengan menantang Enok dalam pertarungan!

Enok memang petarung yang baik, tapi Gil Dong lebih baik darinya. Segera dia dapat mengatasi semua serangan Enok dengan mudah di hadapan semua orang, tidak hanya dapat mengatasinya, Gil Dong juga mempermalukannya. Si kakek berusaha untuk membantu, tapi justru menjadi bumerang baginya, dan kemudian pertarungan berakhir dengan Gil Dong menjadi pemenang yang sesungguhnya.

 

Yang berarti …. sekarang Enok harus menikah dengan Hong Gil Dong, karena itu adalah aturan dari tantangan itu.

Hal selanjutnya yang kita tahu, mereka berdua sendirian di kamar Gil Dong dan Gil Dong terburu-buru melepaskan bajunya sementara Enok memohon untuk dilepaskan dari persetujuan mereka. Gil Dong mengatakan padanya dengan satu lirikan, “Sekarang  karena kita telah menikah, cepatlah dan lakukan segera! Aku sedang terburu-buru!” Dia merengkuh Enok sementara Enok berusaha menghindarinya, dan kejadian itu sangat lucu dan juga sedikit menjijikkan😛 , sampai Gil Dong akhirnya mendudukkan Enok ke meja dan menjelaskan kalau dia ternyata hanya ingin segera memulai pelajaran bahasa Mandarinnya!

Tapi sebenarnya itu juga bukan sepenuhnya salah paham, karena Enok bertanya, “Apakah hanya pelajaran bahasa Mandarin saja yang kau inginkan dariku?” Gil Dong menjawabnya, “Baiklah, jika kau merasa kecewa, aku akan mencobanya … ” sambil mencoba untuk melepaskan celananya … (waahhahahah ….. )

Enok menghentikan Gil Dong, dan setuju untuk memberinya pelajaran Bahasa Mandarin jika Gil Dong mau melakukan satu hal baginya, yang disalah mengerti oleh Gil Dong, lagi-lagi dengan senang hati mencoba melepaskan celananya …. OMG … it’s very funny … LOL …. wahahahaha …. Gil Dong kelihatannya sangat nafsu banget ya ….😛 … Tapi ternyata bukan, Enok hanya ingin supaya Gil Dong membantunya untuk menjualkan obat-obatan, karena itu adalah kesalahan Gil Dong sehingga Enok kehilangan banyak pelanggan yang potensial.

Sementara itu, kita melihat sedikit kilasan masa lalu Chang Wee, kembali ke kebakaran besar di Istana ketika dia dulu menjadi seorang pangeran kecil dan ibunya adalah sang ratu.

 

Mengetahui kalau seseorang diutus untuk membunuh Chang Wee, Ratu mengirimkan anaknya bersembunyi dengan dayang Noh.  Ibunya mengorbankan dirinya demi keselamatannya sehingga Chang Wee dapat meloloskan diri (karena jika ia diketahui masih hidup, maka percobaan pembunuhan secara gelap akan terus berlangsung). Ibunya memberi Chang Wee jepit rambutnya dan mengatakan padanya untuk tetap bertahan hidup, karena Chang Wee adalah pewaris tahta yang sah.

Beberapa tahun telah berlalu, dan Chang Wee menjadi seorang anak muda, Chang Wee menduga kalau orang yang di belakang usaha pembunuhan padanya adalah kakak tertuanya sendiri, yang sekarang menjadi raja, seorang pria yang suka berfoya-foya dan korupsi. kakankChangwee sebagai seorang anak yang bukan dari istri yang sah, posisinya tidak memungkinkan dirinya untuk menjadi raja saat Chang Wee masih hidup, karena Chang Wee adalah anak dari permaisuri, tapi saat Chang Wee dipercaya telah mati, maka secara normal ia adalah pilihan berikutnya.

 

Gil Dong berhasil menjual obat-obatan Enok, walaupun secara praktek, dia memaksanya kepada para penduduk desa yang takut padanya. Kalau jaman sekarang pasti Gil Dong ini adalah seorang preman atau mafia😛 . Tak lama, kedua orang itu telah terbiasa melakukan pertengkaran rutin, Enok mencoba untuk memukul Gil Dong, ketika Gil Dong mengejeknya, yang kemudian mengakibatkan Enok bersenggolan dengan Chang Wee lagi. Kali ini Chang Wee merasa sangat terganggu dan memberitahu Enok kalau lain kali dia melihat Enok, dia akan berasumsi kalau Enok menguntitnya dan akan mematahkan kakinya. Tanpa disadari oleh Chang Wee, jepit rambut kerajaan milik  ibunya terjatuh, yang kemudian ditemukan oleh Enok dan dipakainya.

Gil Dong mampir ke rumahnya, dan mendatangi ayahnya. Ketika ayahnya bertanya apa yang telah ia lakukan selama ini, Gil Dong menjawab, “Aku tidak melakukan apapun” seperti yang ayahnya selalu tekankan sampai sekarang. Gil Dong tidak sakit hati, tapi kata-katanya menunjukkan beban di hatinya.

Ayahnya meminta Gil Dong untuk menyalakan pipanya, dan kemudian kita lihat kalau ini bukan sesuatu adegan yang biasa! Bahkan gerakan sekecil apapun yang dibuat oleh ayahnya tampaknya sangat mempengaruhi Gil Dong, menunjukkan kalau dalam dirinya Gil Dong merasa kalau dirinya seseorang yang  tidak diinginkan dan tidak pernah dicintai. Ayahnya berkomentar kalau Gil Dong menyerupai dirinya (yang kelihatannya sangat mempengaruhi Gil Dong), kemudian dengan lembut menyuruhnya pergi.

Kakak tiri Gil Dong, Ih Hyung datang, dan kedua bersaudara itu tidak memiliki hubungan yang baik. In Hyung sedikit dangkal dan picik pikirannya, sebaliknya Gil Dong, walaupun kelihatannya ceroboh di luarnya, menyembunyikan pemikiran yang dalam, yang kurang pada kakaknya. Sang ayah mengenali perbedaan yang mencolok di antara keduanya, dan cemas sendiri, anaknya yang sah terbatas kemampuannya, sementara anaknya yang memiliki kemampuan yang hebat terhalang oleh sistem sosial dan talentanya menjadi tersia-siakan.

Di sebuah tempat hiburan, Chang Wee dan pengawalnya, Chisu sedang mengamati ke sekelilingnya, mereka mengumpulkan informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Istana, sementara Enok datang terpisah mencari kakeknya.

 

Enok melihat Chang Wee, mengingat peringatannya, dan menyusup ke sana kemari untuk menghindari Chang Wee, tapi itu justru menyebabkan dirinya menabrak lain meja. Tamu yang ada di meja itu adalah In Hyung yang berkepala panas, dan sekarang sedang mabuk sambil mengejek Enok. Enok mendorongnya kembali ke meja, yang membuatnya semakin marah sehingga bersikeras kalau ia seharusnya mencabut nyawa Enok.

Chang Wee melihat jepit rambut yang ia kenakan dan menyadari kalau dirinya harus mendapatkan itu kembali sebelum seseorang mengenali kalau itu adalah barang milik keluarga raja. Tapi, dia tak dapat melakukan itu tanpa banyak perhatian yang tertuju padanya, dan mulai untuk mengikuti Enok pergi keluar, yang kemudian berteriak pada siapapun juga untuk membantunya sementara dia diseret pergi oleh anakbuah In Hyung.

 

Dan kemudian, seseorang melompat masuk ke dalam untuk menyelamatkannya – Gil Dong!

Gil Dong menarik Enok, dan keduanya berlari sementara In Hyung dan anakbuahnya mengejar mereka keluar.

18 comments on “Hong Gil Dong – Episode 01

  1. aku sudah keburu.gembira ngeliat sinopsis berikutnya..kukira lanjutan episode huh joon.tp rupanya lain drama. huaaaaa..jd nangis lagi..

  2. Saran: mending ntar ngeluarin hong gil dong, energi n wkt buat huh joon ampe kelar. Mengganggu antusiasme pembaca setia huh joon. Sekian saran…anyway, semaumu lah…

    • hong gil dong dah ada sinopsis dalam bhs inggrisnya …. jadi pas bosen buat huh joon aku buat ini, HGD episode 01 ini kubuat di warnet selama 3 hari, kalo Huh Joon aku buat sinopsis butuh liat filmnya, sedangkan filmnya hilang, makanya donlod dulu …. kemaren nglembur dapet episode yang 36-37 …. 35 terpaksa kuloncat dulu😦

  3. bang andy… ko’ lama sekali episode 2 untuk hong gil dong blum di buat-buat?? ndak sabar nic…..!! untuk huh joon terakhir episode brapa?? tolong dibuat juga sinopsis untuk warrior baek dong soo nya ??

  4. Saat bk situs ini… Begitu bermanfaat buat Aq…. Makasih chingu ats kerja krs nya. Gumawo Pingin liat drakornya…. Tp blm ketemu DVD… Taon buatnya 2008 ya admin…

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s