Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 36

Chae Sun dan Ye Jin bercakap-cakap sambil memeriksa persediaan obat di gudang obat. Ye Jin kaget saat menemukan ada ketidakcocokan antara jumlah Angelica Gigas Nakai dalam catatan dan jumlah yang sebenarnya, selisihnya cukup besar, yakni 3 kilogram. Pada saat mereka berdua sedang kebingungan, dr. Kim datang bersama dengan dr. Song dan Hongchun untuk mengadakan inspeksi. Dr. Kim melihat Ye Jin dan Chae Sun yang sedang mengadakan pemeriksaan, kemudian ia bertanya pada Hongchun mengapa para perawat yang bertanggungjawab terhadap gudang obat, Hongchun menjawab kalau Hyemin kekurangan dokter sehingga perawat yang melakukan tugas itu. Dr. Song kemudian ingin melihat buku catatan persediaan. Chae Sun dan Ye Jin kaget dan mereka jadi panik, Hong Chun menegur mereka dan menyuruh untuk memberikan catatan itu.

Hur June sedang melakukan akupungtur pada seorang pasien dengan Soo Yeon sebagai asistennya.

Hur June: (pada Soo Yeon) Pasien ini menderita Huhro. Organ hatinya terluka sehingga wajahnya terlihat pucat. Ototnya kendur dan matanya terlihat gelap. Berikan padanya 4 macam ramuan obat

* Huhro adalah penyakit dengan melemahnya kondisi organ bagian demikian juga dengan energi yang ada di dalam tubuh.

* 4 macam ramuan obat termasuk di dalamnya Rehmanniae Radix, Paeoniae Radix, Cnidii Rhizoma,dan Angelica.

Soo Yeon: Baik.

Hur June berpindah pada pasien lain untuk memeriksa nadinya. Seorang perawat lain masuk dan membisikkan pada Soo Yeon kalau Ye Jin dan Chae Sun dipanggil oleh Penanggung Jawab Hyemin dan dibebastugaskan olehnya. Soo Yeon bertanya untuk apa. Seehee menjawab kalau di gudang obat yang menjadi tanggungjawab mereka diketahui kalau ada 3 kg Angelica Gigas Nakai yang hilang. Soo Yeon kaget, Hur June yang mendengarnya juga sedikit terkejut. Soo Yeon mengerti dan menyuruh Seehee kembali bekerja.

Di kantor Hyemin, Ye Jin dan Chae Sun dihadapkan pada dr. Kim dan dr. Song, Hongchun juga ada disana. Ye Jin dan Chae Sun dituduh oleh kedua dokter itu telah mencuri Angelica Gigas Nakai. Tapi Chae Sun dan Ye Jin menolak tuduhan itu dan bersikeras kalau mereka tidak mengetahui hilangnya 3 kg Angelica Gigas Nakai itu. Dr. Kim tidak mau bersusah payah berdebat, ia memerintahkan untuk membawa dua perawat itu ke kantor polisi, Hongchun berusaha menolong keduanya, tapi dr. Kim berkata kalau ia ingin menegakkan peraturan di Hyemin. Tapi kalau keduanya mengatakan hal yang sebenarnya, maka ia akan melupakan itum dan bertanya kemana mereka membawa pergi obat itu. Ye Jin menjawab kalau mereka tidak melakukannya. Dr. Kim memanggil polisi untuk membawa keduanya ke kantor polisi.

Ye Jin dan Chae Sun diikat dan digiring ke kantor polisi. Semua orang melihatnya, termasuk Hur June.

Beberapa gadis perawat senior menghadap Hongchun. Mereka membicarakan kejadian itu. Sebenarnya sudah rahasia umum kalau banyak dokter yang mengambil bahan obat dari gudang obat Hyemin dan menukarnya dengan minuman di kedai minum. Tapi kenapa mereka langsung menyalahkan para perawat dan bukannya menanyai para dokter. Hongchun juga bingung karena walaupun itu rahasia umum, tapi semuanya itu tetap saja rahasia dan tidak ada bukti yang nyata. Seehee menyahut kalau ia curiga pada seseorang, yakni dr. Han. Karena saat Seehee bertanggungjawab terhadap gudang obat, ia melihat dr. Han masuk dan sering mengambil bahan-bahan obat yang mahal, bahkan kadang-kadang menunjukkan resep dan mengatakan kalau itu untuk membuat ramuan, tapi ternyata setelah diselidiki oleh Seehee, dr. Han tak pernah membuatnya.  Perawat lain bertanya mengapa sekarang Angelica Gigas Nakai, yang sebenarnya bukan bahan obat yang mahal, yang hilang dan bukannya yang mahal. Semua orang juga bingung.

Seehee: Sebenarnya apa guna dari Angelica Gigas Nakai?

Soo Yeon: Itu untuk melancarkan peredaran darah.

Seehee: Kupikir pasti bisa digunakan untuk hal yang lain …

Hongchun: Ck … Ck … Ck …

… Tiba-tiba Hur June datang

Hur June: Angelica Gigas Nakai juga baik untuk kelumpuhan dan kekurangan gizi. (Semua perawat berdiri dan menghormat padanya), juga baik untuk para wanita yang tidak dapat hamil dan juga efektif untuk sakit perut karena disentri. (Pada Sehee) Tapi apakah kata-katamu tadi benar?

Sehee: (gugup dan takut-takut) … Uh ..

Hongchun: (menyela) Tuan, ia tidak mengatakan itu untuk menyalahkan para dokter, jadi tak udah khawatir karenanya.

Hur June: Aku juga berpikir kalau perintah itu terlalu berat jadi jangan takut padaku. Untuk menemukan siapa sebenarnya yang mencuri obat, kita harus tahu di mana obat itu berada. Aku sangat ingin tahu mengapa obat yang dicuri bukannya yang mahal, tapi Angelica Gigas Nakai.

Ye Jin dan Chae Sun dimasukkan ke dalam sel tahanan. Chae Sun bertanya pada Ye Jin apa yang akan terjadi pada mereka, yang sebenarnya dituduh tak berdasar…. Chae Sun kemudian teringat kalau Ye Jin kenal pada Inspektur Jenderal di kepolisian dan meminta Ye Jin untuk memberitahukan situasi mereka padanya. Ye Jin menolak dan mengatakan kalau ia tak bisa memberikan masalah lagi pada Lee. Chae Sun gelisah dan mengatakan kalau ini bukanlah sesuatu yang dapat diakhiri hanya dengan pukulan di betis.Adaseorang pasien yang mencuri di gudang obat dan akhrinya dihukum dengan kepalanya dicelupkan berkali-kali ke dalam air dan mati karena clostridium pertfringens. Ia tak bisa mati dengan tidak adil seperti ini. Ye Jin tampak berpikir ulang. Ketika ia melihat ada seorang penjaga lewat, Ye Jin memanggilnya dan meminta untuk bertemu dengan pejabat Lee Jung Myung, tapi penjaga itu menolak untuk melakukan permintaan dari Ye Jin dan tidak menanggapinya dengan serius, karena banyak orang hukuman selalu berkata yang sama dengan Ye Jin, menngatakan kalau mereka mengenal seorang pejabat ini itu padahal sebenarnya tidak. Chae Sun dan Ye Jin menjadi putus asa.

Seorang kepala pengawal mendatangi Lee Jung Myung di kantornya dan bertanya apakah dia ingin menengok para tahanan. Lee bertanya apa ada yang khusus. Kepala pengawal mengatakan kalau hanya ada seorang lelaki yang menggangu wanita di pelabuhan Samgae, dan dua orang perawat dari Hyemin. Lee bertanya apa kesalahan para perawat itu, dan dijawab kalau mereka dituduh mencuri obat dari gudang obat Hyemin. Lee menyuruh kepala pengawal saja yang menanganinya.

Malamnya, ditemani sang istri di kamarnya, Hur June membaca buku. Tapi kemudian Hur June mengingat kejadian Ye Jin digiring ke kantor polisi dan kata-kata dari Seehee kalau dr. Han sering sekali mengambil obat-obatan mahal dari gudang obat.  Dahee memanggil Hur June dan menyuruhnya untuk lekas tidur karena sudah larut malam. Hur June menurutinya. Tapi saat subuh, ketika Dahee bangun, Hur June juga ikut bangun. Dahee menyuruhnya untuk tidur sedikit lagi, tapi Hur June mengatakan tidak apa-apa. Dahee menduga kalau ada sesuatu yang mengganjal di hati suaminya, karena wajahnya terlihat muram dan tidak tidur cukup semalam. Hur June meminta istrinya untuk tidak khawatir. Dahee diam tapi hatinya tetap saja bertanya-tanya.

Pagi hari menjelang, Dahee keluar dan melihat Haman sedang mencelupkan sesuatu ke dalam air panas. Dahee menanyainya sedang apa dan Haman menjawab kalau ia sedang mencelupkan bubuk Angelica yang terbuat dari akar dan daun Angelica Gigas Nakai ke dalam air panas. Dahee bertanya untuk apa. Haman menjawab kalau ia membasuh mukanya dengan air yang dicelupi bubuk itu maka akan kulit wajahnya akan menjadi halus dan kerutannya hilang. Haman juga membawakannya untuk Dahee sehingga ia bisa menggunakannya agar Dahee lebih mempercantik diri sendiri supaya suaminya tidak melirik ke wanita lain. Dahee tersipu-sipu malu. Haman menggoda Dahee yang malu-malu. Hur June mendatangi mereka dan bertanya apakah Haman berbicara mengenai membasuh wajah dengan Angelica Gigas Nakai. Haman mengiyakannya. Hur June bertanya dari mana ia mendengar hal itu. Haman menjawab kalau seorang pesuruh dari gibing datang ke toko obat mereka untuk membeli Angelica Gigas Nakai. Haman bertanya pada pesuruh itu kenapa ia membeli begitu banyak Angelica Gigas Nakai untuk gibang dan dijawab kalau air yang dicelupi oleh Angelica Gigas Nakai membuat kulit halus dan kerutan di wajah hilang. Haman menambahkan kalau gisaeng di seluruhSeoultidak ada yang tidak menggunakannya. Hur June berpikir sesuatu. Dahee dan Haman heran dengan sikap Hur June.

Ohgun berlari masuk ke Hyemin dan mencari keberadaan Hongchun. Ohgun menemukannya dan melihat dari jauh sambil mengeluarkan perhiasan dan parfum musk sambil berkata-kata sendiri. Hur June menyapanya dari belakang, Ohgun mau berbalik tapi kepalanya kejeduk tiang … (matanya masih ketinggalan di Hongchun kayaknya …. Hehhehehe) …  Hur June bertanya ada keperluan apa ia di Hyemin, Ohgun mengatakan kalau ia tidak ada keperluan penting. Hur June merasa sangat kebetulan dan meminta tolong pada Ohgun. Mereka berdua ke tempat sepi. Hur June memberitahu mengenai situasi Ye Jin dan kecurigaannya pada gibang. Ohgun kemudian berencana untuk menyelidiki pada semua gibang, dimulai dari yang terdekat dengan Hyemin. Hur June tidak dapat ikut karena kondisi keuangannya, tapi Ohgun mengatakan kalau Hur June tidak usah cemas, apalagi ini untuk Ye Jin.

Hur June dan Ohgun mendatangi gibang dan memesan dua gisaeng untuk menemani mereka minum-minum. Ohgun yang bercakap-cakap dengan mereka. Hur June sementara menyerahkan semuanya pada Ohgun. Ohgun mengatakan pada seorang gisaeng yang menemaninya, Hongryun, betapa halus kulitnya dan bertanya apakah ia juga menggunakan Angelica Gigas Nakai. Hongryun balik bertanya bagaimana Ohgun bisa tahu, Ohgun menjawab kalau pokoknya ia tahu saja. Hur June bertanya pada gisaeng yang menemaninya apakah ia juga menggunakannya. Gisaeng itu membenarkannya. Hur June bertanya bagaimana mereka bisa mendapatkannya.  Gisaeng itu menjawab kalau ia membeli pada toko obat yang di pasar. Ohgun segera bertanya lebih lanjut apakah ada cara lain untuk mendapatkannya. Gisaeng itu mengatakan kalau sebenarnya ada seseorang yang menawarkannya langsung pada Hongryun. Ohgun kemudian menanyakan siapa orang itu pada Hongryun. Tapi Hongryun balik bertanya mengapa ia ingin tahu. Hur June menanyakan pertanyaan yang sama siapa orang itu, Hongryun menjawab kalau orang itu adalah salah satu dokter dari Hyemin. Hur June dan Ohgun saling menatap … mereka menemukan target mereka!

Dr. Han keluar dari gibang dan berjalan pulang … tapi ia dihadang oleh Hur June. Dr. Han mengenalinya dan bertanya mengapa ia kemari. Hur June mengatakan kalau ia ingin bertanya mengenai Angelica Gigas Nakai yang diberikan dr. Han pada para gisaeng. Dr. Han berpura-pura tidak mengerti maksud dari Hur June. Tapi Hur June tidak terkecoh dan tetap mengatakan kalau dr. Han lah yang mengambil dan memberikan Angelica Gigas Nakai pada para geisha. Dr. Han gugup tapi tetap keras kepala dan menanyakan bukti apa yang dimiliki oleh Hur June. Hur June mengancamnya dengan mengatakan apa ia perlu membawa Hongryun ke hadapan dr. Han. Dr, Han mati kutu, dan terpaksa bertanya apa yang Hur June inginkan. Hur June mengatakan karena tindakan dari dr. Han yang mengambil Angelica Gigas Nakai, maka 2 orang perawat terkena getahnya dan sekarang dibawa ke polisi dan dipenjara. Dr. Han menyahut kalau 2 orang perawat itu bukanlah apa-apa, mengapa Hur June melakukan ini padanya. Hur June menimpalinya dengan mengatakan kalau sesuatu yang dianggap oleh dr, Han tak berharga justru adalah kehidupan dari kedua perawat itu. Dr. Han gelisah bukan main dan tetap bertanya mengapa dan mengapa dr. Hur membuat masalah baginya. Hur June menyuruhnya untuk mengatakan pada pertemuan besok pagi kalau dirinyalah yang mengambil Angelica Gigas Nakai dan menjernihkan masalah ini, kalau dr. Han tidak mengatakan kebenarannya maka Hur June akan menyebarkan semua ini kepada semua dokter dan perawat di Hyemin. Hur June menyuruhnya untuk mengatakan kalau 2 perawat itu tidak bersalah. Jika dr. Han melakukan semua itu maka Hur June akan menutup rapat mulutnya. Hur June kemudian meninggalkan dr. Han.  Dr. Han gugup dan gelisah tak karuan …

Pertemuan pagi para dokter Hyemin. Dr. Kim berkata kalau ia akan membubarkan pertemuan jika tidak ada hal yang perlu disampaikan lagi. Jang Hak Do menyahut kapan para dokter yang menggantikan Tuan Yoon dan Tuan Ahn, yang dikirim ke desa, akan datang karena sekarang mereka kekurangan dokter dan kesulitan untuk menangani pasien sebegitu banyaknya. Dr. Kim menjawab kalau ia sudah melaporkannya pada dokter Raja, jadi mereka seharusnya menunggu sebentar lagi. Dr. Kim Man Kyung menyindir kalau Hyemin memang selalu seperti itu, coba kalau penanggung jawab turun tangan, tapi karena mereka banyak urusan maka tidak dapat bergantung pada harapan itu. Dr. Kim dan dr. Song geram, tapi tidak bisa mengatakan apapum karena Kim Man Kyung termasuk dokter yang berpengaruh di Hyemin. Dr. Song hanya menyuruh mereka pergi jika tidak ada yang ingin dikatakan lagi. Kim Man Kyung, Jang Hak Do dan Hur June melangkah pergi, dr. Han tetap tinggal tapi ragu-ragu, Hur June yang ada di pintu keluar menoleh padanya, dr. Han juga menatapnya dan menjadi lebih gugup lagi. Hur June kemudian melangkah keluar. Dr. Han dengan takut-takut dan ragu-ragu mau mengutarakan sesuatu, dr. Kim dan dr. Song menatapnya.

Ye Jin dan Chae Sun dilepaskan, Kepala Perawat Duk Geum, Hongchun, dan yang lainnya menyambut mereka. Ye Jin meminta maaf pada Duk Geum karena membuatnya cemas akan mereka. Chae Sun mau menangis, Duk Geum meraih tangannya dan menghibur. Duk Geum sangat senang karena semuanya berakhir baik seperti ini. Paraperawat yang lain terharu dan senang. Hur June mendatangi mereka dan memberitahu kalau ada satu efek lagi dari Angelica Gigas Nakai, jika mereka membasuh wajah mereka dengan air yang dicelupi Angelica Gigas Nakai, maka kulit wajahmu menjadi lebih halus dan kerutan di wajah akan hilang. Semua perawat tertegun tapi mereka tersenyum pada Hur June, yang kemudian pergi meninggalkan mereka. Ye Jin tersenyum senang.

Dr. C menemui Doji di kantornya dan bertanya apa mereka harus ke Hyemin. Doji menjawab walaupun sekarang dr. Kim ada di Hyemin, tapi suatu saat ia pasti kembali ke Rumah Sakit Kerajaan, jadi tidak baik membuat musuh. Dr. C menurutinya. Mereka berdua ke Hyemin untuk menemui dr. Kim.

Di Hyemin, banyak pasien dan sedikit dokter, membuat para dokter bekerja keras, Jang Hak Do sudah kelelahan, jalannya sempoyongan, sebelum ia beristirahat, ia melihat pada Hur June yang masih bersemangat seakan energinya tak ada habisnya dalam merawat para pasien, Jang Hak Do merasa tidak mampu lagi, ia pergi beristirahat.

Doji dan dr. C tiba di Hyemin. Mereka mengawasi ke sekitar, dan Doji melihat Hur June yang sedang merawat pasien. Dr. Song mendatangi Yoo dan dr. C dan mengajak mereka ke kantor Hyemin untuk menemui dr. Kim. Di kantor Hyemin mereka bercakap-cakap. Dr. Song mengatakan kalau Hyemin seperti neraka bagi mereka. Doji meminta mereka untuk bertahan sedikit lagi karena dokter Raja tidak akan membiarkan mereka tinggal di Hyemin untuk waktu yang lama. Dr. Kim bertanya bagaimana dengan dokter Raja, apakah ada yang dikatakannya mengenai mereka. Dr. Kim melanjutkan kalau ia tak pernah melihat dokter Raja begitu marah. Ini semua karena Hur June dan Jang Hak Do, dr. Kim bersumpah kalau ia tak akan membiarkan kedua orang ini. Ia akan membuat tidak hanya dirinya yang menderita tapi juga mereka berdua.

Hur June sedang mengguyur luka bakar seorang anak dengan air dingin. Ye Jin membawakan sebuah baki berisi obat-obatan.

Ye Jin: Ini adalah daun Sophora Flavescens dan Thuja Orientalis.

* Sophora Flavenscens digunakan untuk luka dan pyopoiesis (?)

* Thuja Orientalis digunakan untuk hemostat (?)

Hur June berusaha mengobati luka bakar anak itu tapi ia menjerit kesakitan.

Hur June: Tidak apa-apa … kau harus diobati dengan ini supaya luka bakarmu sembuh dengan cepat.

Anak: (menjerit) Tidak! Jangan … itu sangat sakit!

Ayah anak: (memukul kepalanya dan memarahinya) Tetap diam!

Ye Jin: Jangan memarahinya …

Ayah anak: Aku minta maaf ….

Ye Jin: Jangan khawatir, dokter tidak akan menyakitimu. Jika kau mau diobati, aku akan memberimu permen beras ….

Anak itu menatap Ye Jin dan menganggukkan kepalanya. Ye Jin mengelus kepalanya dan Hur June senang kemudian ia mengobati luka bakar anak itu.

Doji keluar dari ruangan kantor Hyemin dan berjalan ke lapangan tempat para pasien dirawat. Ia mengarahkan pandangan matanya pada Hur June dan hampir tidak mempercayai penglihatannya, ia melihat Ye Jin sedang bercakap-cakap dengan Hur June di samping seorang pasien, dan tampaknya sangat senang. Doji menghampiri mereka dan memanggil Ye Jin, Ye Jin sangat terkejut melihat Doji. Doji melihat Hur June, Hur June memberi hormat padanya.

Doji membawa Ye Jin ke tempat di mana mereka bisa berbicara dengan tenang.  Doji mengatakan betapa dekatnya ternyata mereka. Ia sudah mencari-cari Ye jin di seluruhSeoultapi tak menemukannya. Dan tiap hari ia merasakan menderita karena tidak tahu di mana keberadaan Ye Jin dan berharap-harap kalau Ye Jin masih hidup. Doji menegur Ye Jin mengapa tidak mencarinya saat diSeoul. Mengapa ia harus menetap di tempat yang kumuh seperti Hyemin. Doji menyalahkan dirinya sendiri. Ye Jin berusaha menghiburnya dan mengatakan pada Doji kalau sekarang ia merasa nyaman jadi tidak usah menyalahkan diri sendiri. Doji menyahut apakah itu artinya Ye Jin merasa nyaman di Hyemin yang seperti neraka ini membersihkan nanah pasien. Doji berusaha membujuk Ye Jin untuk pergi dengannya dan mengatakan kalau perawat di Hyemin lebih sulit kehidupannya daripada seorang dayang. Doji menduga kalau Ye Jin datang ke Istana dengan pikiran yang tulus untuk merawat para pasien tapi tetap saja Doji tidak dapat meninggalkan Ye Jin di tempat seperti ini. Ye Jin menjawab kalau ia baru saja tahu bagaimana hidup menjadi seorang perawat di Hyemin, dan menyadari kalau itu sangatlah sulit dan menyakitkan seperti yang Doji katakan, tapi Ye Jin memang ingin melakukannya. Ia melakukan ini karena memang mengharapkannya dan akan tinggal di Hyemin untuk merawat para pasien. Ye Jin meminta Doji untuk membiarkannya hidup seperti yang diinginkannya.

Doji pulang ke rumahnya, Sukjoong menyambutnya dan memberitahu kalau makan malam sudah siap. Doji mengatakan kalau ia lelah dan ingin beristirahat. Malamnya Doji mengingat saat ia melihat Ye Jin begitu bahagia di samping Hur June. Doji memutuskan menemui ibunya. Saat itu Sukjoong sedang ada di kamar ibunya. Doji memintanya untuk membiarkan dirinya berbicara dengan ibunya berdua saja. Sukjoong keluar kamar, tapi ia tetap di dekatsana.

Doji mengatakan pada ibunya kalau ia akan membawa Ye Jin ke kediaman mereka. Nyonya Oh menentangnya dan memberitahu kalau ia sudah beristri bahkan sekarang istrinya hamil, jadi Doji akan menjadi ayah. Doji mengatakan kalau ia melakukan ini bukan karena perasaaanya, tapi karena hubungan persahabatan di antara mereka berdua, dan lagi Doji ingin menyelamatkan Ye Jin dari kesengsaraan. Nyonya Oh tidak menjawab segera. Doji kemudian keluar dan melihat kalau istrinya ternyata mendengarkan semua percakapannya dengan ibunya. Sukjoong saling menatap dengan Doji, Doji salah tingkah, Sukjoong kemudian pergi ke kamarnya dengan duka di hatinya.

Keesokan paginya, Doji menemui Penanggung jawab kesehatan Ratu, dan memintanya untuk menerima seorang perawat di klinik Ratu. Penanggung jawab klinik Ratu menyetujuinya tapi mengatakan jangan sampai berita ini tersebar dan para pejabat tinggi mengetahuinya.

Ye Jin sedang mengepel lantai ruang pertemuan perawat ketika Seehee memberitahunya kalau ia dicari oleh seorang dokter Istana. Ye Jin meninggalkan tugasnya dan menemui dokter itu, yang ternyata Doji. Doji memberitahunya kalau ia sudah memberitahu ibunya mengenai Ye Jin dan menyetujui kalau Ye Jin tinggal di kediamannya, karena seorang perawat diijinkan tinggal di luar Istana. Dan juga Doji sudah mendapatkan jaminan sebuah lowongan di klinik Ratu bagi Ye Jin, dan perintahnya akan turun besok. Doji mengatakan kalau ia tidak akan menentang keinginan Ye Jin menjadi perawat tapi meminta Ye Jin agar memenuhi permintaannya itu. Tapi Ye Jin menolak semuanya dan bertanya mengapa Doji justru ingin mematahkan keinginannya. Ia bekerja di Hyemin semua adalah keputusannya sendiri. Ye Jin menyuruh Doji tidak usah mencemaskannya dan kembali ke tempatnya semula. Ye Jin meninggalkan Doji, tapi Doji bertanya apakah itu semua karena Hur June, mengapa ia mau jadi perawat di istana dan tetap di Hyemin. Ye Jin tidak habis mengerti dengan kengototan Doji. Doji mengatakan kalau ia tahu Ye Jin tidak pernah mendengarkannya, tapi ia juga tak dapat menghentikan perasaannya. Betapa kecil dan bodoh dirinya, berulangkali ia mengharapkan Ye Jin tapi selalu ditolak. (Sehee mengintip mereka berdua) Kemudian Doji bertanya apakah Hur June tahu perasaan Ye Jin. Ye Jin tidak menjawabnya. Doji melanjutkan bahkan jika Hur June tahu, apa yang bisa ia lakukan untuk Ye Jin. Doji mengatakan kalau lebih baik dirinya memutuskan hubungannya dengan Ye Jin dan tidak menengok pada Ye Jin lagi, tapi lagi-lagi ia seperti orang bodoh menggores luka di hatinya sendiri. (Ye Jin menangis sedih) Doji bertanya sampai kapan Ye Jin dapat menanggungnya, hanya melihat punggung Hur June tanpa memiliki hatinya. Doji juga berurai air mata kecewa, kemudian ia pergi meninggalkan Ye Jin. Ye Jin mengawasi kepergiannya dengan sedih. Seehee juga pergi dari tempat itu.

Doji berjalan-jalan di halaman rumahnya …. Hatinya kalut ….

Ye Jin ada di dalam kamarnya, memeluk lutut merenung …. Air mata menetes di pipinya …

Hur June dalam perjalanan pulang, beberapa orang mengikutinya dengan diam-diam dari jauh.

Hur June sedang makan malam bersama keluarganya …. Tiba-tiba Yangtae memanggil Hur June supaya keluar … Hur June bertanya ada apa tapi Yangtae menyuruhnya keluar dulu …

Hur June keluar diikuti keluarganya, di luar ada beberapa orang yang terlihat sakit … Hur June bertanya pada Yangtae ada apa sebenarnya. Yangtae menjawab kalau beberapa orang ini berharap agar Hur June mengobati mereka. Ternyata orang-orang itu adalah para penguntit Hur June, yang ingin tahu rumahnya dan meminta untuk diobati. Mereka ternyata sudah menunggu Hur June di depan Hyemin dan kemudian mengikutinya sampai ke rumahnya. Mereka sudah mendengar dari orang-orang yang pernah ke Hyemin kalau Hur June mengobati para pasien dengan baik dan tulus, jadi mereka ke Hyemin tapi ternyata banyak sekali orang yang antri di sana sehingga mereka tidak mendapatkan giliran. Mereka meminta agar Hur June tidak menolak mereka dan agar Hur June merawat sakit mereka. Hur June menolaknya karena itu bertentangan dengan aturan yang melarang seorang dokter Istana untuk menerima pasien secara pribadi. Seorang pasien mengatakan kalau ia tidak akan memohon seperti ini jika ia dapat menahan sakitnya. Ia memohon belas kasihan Hur June untuk mengobatinya. Semua pasien yang datang mengulangi kata-kata orang itu agar Hur June mengasihani mereka dan mengobati mereka. Hur June bingung. Ilsuh bertanya mengapa Hur June tidak memberi mereka pengobatan akupungtur saja. Hur June menjawab kalau tidak sesederhana itu, karena dokter Istana terikat oleh Hukum Negara, jadi ia tak bisa merawat pasien secara pribadi.  Dahee mengatakan kalau tidak akan ada masalah karena toh Hur June tidak menerima pembayaran. Semua pasien segera berlutut dan memohon belas kasihan dari Hur June.  Hur June masih bingung …  tapi akhirnya hati dokternya yang menang.

Hur June membuka praktek pribadi di rumahnya, menerima pasien dan mengobati mereka tanpa dibayar saat ia tidak bekerja di Hyemin.

Hur June memberikan penjelasan pada para perawat mengenai penyakit dari beberapa pasien di bangsal Hyemin dan menyuruh mereka untuk memberikan ramuan yang diresepkannya.

Hur June: (menunjuk pada satu pasien) Tubuhnya lemah, pinggang dan lututnya terasa sakit, buatlah Gyo Yang Dan dengan dodder, Eucommia Ulmoides dan Discocorea Batatas. Berikan itu setelah makan.

* Gyo Yang Dan adalah ramuan untuk mengobati encok yang disebabkan oleh lemahnya organ hati dan tubuh.

Hur June menghampiri seorang pasien dan memeriksa perutnya, ia sedikit khawatir…

Hur June: Apakah kalian memberikannya ramuan obat seperti yang telah kuresepkan?

Soo Yeon: (gelisah dan diam beberapa saat, Hur June menatapnya) Ia tak bisa minum ramuan.

Perawat A: Aku sudah ke gudang obat, tapi aku diberitahu kalau obatnya tidak ada.

Hur June: Tidak ada obatnya? Aku kemarin melihat Sol Poong Ryung sudah datang di gudang obat. Apa artinya itu?

* Sol Poong Ryung adalah jamur yang hidup di akar pohon pinus.

Soo Yeon: Hal ini cukup sering terjadi di Hyemin.

Hur June: (penasaran) Jelaskan padaku secara terperinci!

Soo Yeon: Orang-orang yang bertanggungjawab pada gudang obat atau yang memberi nomor urut obat mengatakan kalau obatnya tidak ada padahal sebenarnya mereka berusaha untuk mendapatkan uang dari para pasien. Saat pasien sudah tidak dapat  menanggung rasa sakit mereka lebih lama lagi memberikan uang, obat yang dibutuhkan akan muncul. Itulah Hyemin.

Hur June mengerti sekarang ….

Hur June segera mendatangi gudang obat dan bertanya siapa yang bertanggung jawab dengan nada marah. Seorang petugas menghampirinya dan bertanya apa yang Hur June inginkan. Hur June mengatakan kalau ia sudah memberikan resep dengan Sol Poon Ryung untuk mengobati pasien dengan perut yang penuh air, tapi pasien itu tidak mendapatkan ramuan tepat waktu sehingga sakitnya bertambah parah. Petugas itu tertawa dan mengatakan kalau ia sudah mengatakan kalau obatnya tidak ada jadi ramuan tidak bisa dibuat. Hur June menatapnya tajam dan mengatakan kalau ia sudah ke gudang obat dan memeriksanya sendiri. Obat itu ada disanatapi mengapa ramuan tidak bisa dibuat. Petugas itu dengan beraninya mengatakan kalau Hur June masih baru jadi tak tahu aturan main di sini.Adajumlah tertentu yang boleh dipakai setiap hari untuk setiap obat, dan ketika jumlahnya melebihi batas karena banyaknya pasien maka tidak ada jalan lain. Hur June tetap menatapnya tajam, menyahut kalau hanya ada 1 orang yang diresepkan dengan Sol Poon Ryung hari ini. Petugas itu terkejut … dan salah tingkah … Hur June dengan tegas menyuruhnya membawakan ramuan itu segera dan jika hal seperti ini terjadi lagi maka Hur June akan melaporkan dirinya karena berbicara yang bukan-bukan. Petugas itu kesal pada Hur June, petugas yang lain berbisik-bisik mengenai tindakan Hur June.

Tiba-tiba ada kegaduhan di luar gerbang Hyemin, seseorang berteriak-teriak memanggil-manggil ayahnya yang jatuh tak sadarkan diri. Hur June bergegas keluar dan langsung mendatanginya. Hur June memeriksa nadinya dan segera menusuk nadi di antara mulut dan hidung kemudian menggosok-gosok tangan pasien itu, tapi semuanya sudah terlambat, pasien itu tak lama kemudian meninggal. Dr. Kim Man Kyung menyusulnya dan bertanya ada apa, Ye Jin dan Jang Hak Do juga datang.  Hur June mengatakan kalau pasien itu sudah meninggal baru saja. Putra pasien itu kaget dan memanggil-manggil ayahnya.Parapetugas yang menjaga pintu Hyemin segera datang dan mau memindahkan tubuh orang yang sudah meninggal itu, tapi putranya menghalangi mereka sambil mengatakan kalau ia tak akan pergi sampai mereka menghidupkan ayahnya. Ia sudah menunggu selama 3 hari, tapi karena ia tak memiliki uang dan ayahnya sekarat maka mereka menolaknya. (Hur June menatap pada rekannya, dr. Kim Man Kyung, yang berpaling, tidak berani mengadu pandang) Katanya Hyemin mengobati para pasien miskin dengan gratis, kalau ini klinik lokal, paling tidak ia sudah bisa masuk. Betapa tidak adilnya ini. Ia tidak bisa masuk karena ada yang salah di Hyemin. Hur June menahan geramnya, tangannya mencengkeram tempat jarumnya dengan keras. Hur June didorong pergi oleh Kim Man Kyung ke dalam.

Hur June berjalan masuk ke kantor Hyemin dengan murka, disusul oleh Kim Man Kyun dan Jang Hak Do. Hur June bertanya apakah semua ini masuk akal, jika kau tidak memberikan uang maka kau tidak dapat tiket masuk dan bahkan pasien dengan penyakit serius tak bisa mendapatkan ramuan tanpa membayar. Padahal Hyemin didirikan untuk mengobati mereka yang miskin tapi sekarang sebaliknya malah memeras uang dari pasien. Bagaimana ini bisa terjadi?

Kim Man Kyung menatapnya kemudian menghela napas. Hur June bertanya tidakkah semua orang tahu mengenai ini. Kim menjawab kalau semua tahu hanya Hur June yang tidak. Mereka semua tahu tapi mereka tak dapat melakukan apapun. Dulu Kim juga seperti Hur June berusaha menegakkan aturan yang benar tapi tidak berhasil.Para petugas di Hyemin tidak takut dengan dokter dengan status yang rendah. Mereka sudah bekerja di Hyemin selama bertahun-tahun, tapi beda dengan para dokter, yang hanya ada di sini selama 3 tahun dan ada juga yang pergi sebelumnya. Yang paling menderita di Hyemin adalah mereka yang statusnya rendah, karena itu mereka menyuap para pejabat sehingga menjadikan praktek yang salah ini sebagai praktek yang umum dilakukan.

Hur June memutuskan untuk menentang praktek ini. Dr. Kim mengatakan kalau tidak ada cara untuk menentang praktek ini. Hur June bertekad untuk menemukannya, bagaimana ia bisa membiarkan mereka yang memperjualbelikan nyawa orang. Dr. Kim bertanya apa yang akan dilakukan oleh Hur June. Hur June berpikir sesuatu dan segera pergi….

Hur June ternyata memberi perintah untuk mengumpulkan semua petugas di dapur ramuan dan para petugas di pintu gerbang yang memberi tiker masuk bagi pasien.  Hur June menyuruh mereka memperhatikan semua yang dikatakannya mulai sekarang.

Hur June mengatakan kalau mereka semua telah menarik uang dari para pasien sebagai praktek yang umum, tapi mulai sekarang akan ada hukuman berat bagi mereka yang melakukannya. Dari ruang ramuan sampai pada mereka yang membagikan tiket di pintu masuk, jika mereka tertangkap basah sedang menerima uang secara pribadi dari pihak pasien maupun keluarganya maka mereka akan dilaporkan ke polisi dan kehilangan pekerjaan mereka.Parapetugas menertawakannya.

Seorang petugas, yang menjadi pimpinan dari semua orang itu, mengatakan kalau mereka tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Hur June karena mereka tidak pernah menarik uang dari para pasien. Dan bertanya pada rekannya apa mereka melakukan itu, dan tentu saja jawabannya tidak. Ia melanjutkan apakah salah jika ada pasien yang menaruh sedikit uang pada tangan mereka sebagai imbalan atas kerja keras mereka, dan jika menerimanya sebagai ungkapan rasa terima kasih adalah kejahatan maka mereka semua pasti akan keluar dari Hyemin.

Hur June kemudian dengan tegas menyatakan kalau mulai sekarang ia sendiri yang akan menemui para pasien dan mengatakan pada mereka kalau tidak perlu lagi melakukan hal semacam itu. Dan mulai besok mereka bertiga akan berpartisipasi, dari membagikan tiket di pintu keluar sampai ke ruangan ramuan. (Semua petugas terdiam dan salah tingkah) Jika mereka turun tangan sendiri maka akan terlihat sebenarnya apa yang terjadi selama ini.

Besoknya, seperti yang telah dikatakan Hur June, Hur June mulai ikut turun tangan dalam membagikan tiket, sehingga para petugas hanya menatapnya dengan pandangan kesal. Kim Man Kyung turun ke ruangan ramuan bersama Jang Hak Do untuk mengawasi persediaan obat dan pembuatan ramuan, petugas di ruang ramuan meliriknya kesal. Selain itu ketiga dokter itu masih dengan penuh semangat dan kegembiraan merawat para pasien yang datang ke Hyemin.

Ohgun sedang berjalan-jalan di jalanan Seoul, ia melihat Hadong dan bersembunyi, bergumam kalau hanya ada Hongchun yang di hatinya. Ohgun kemudian melarikan diri secepatnya supaya tidak terpergok Hadong.

Dr. Song meminta pimpinan para petugas Hyemin untuk mengaturkan satu perjamuan bagi dr. Kim yang akan mengundang para pejabat tinggi di gibang. Tapi pimpinan itu menjawab kalau ia sebenarnya mau saja tapi sekarang tidak bisa lagi dan melaporkan perbuatan Hur June.

Dr. Song bertemu dengan pimpinan petugas dan seorang petugas yang ada di ruangan ramuan, mereka mengeluh karena tindakan Hur June yang melarang mereka menarik uang dari pasien itu berarti mematikan penghidupan mereka. Dr. Song sangat geram. Petugas ramuan mengatakan kalau mereka akan mencari-cari kesalahan dari Hur June, tapi dr. Song harus membantu mereka untuk menjatuhkan Hur June.  Mereka bertiga bersepakat untuk membuat Hur June membayar atas semua perbuatannnya selama ini.

Hur June melakukan akupungtur pada pasien dan meresepkan Sang Hwa Tang. Seorang petugas memberitahu Hur June kalau dokter Raja ingin menemuinya jadi Hur June diharapkan kehadirannya di Istana segera. Hur June bertanya ada apa tapi petugas itu tidak tahu. Semua orang heran demikian juga dengan Hur June, tapi Hur June memenuhi panggilan itu. Ia pergi ke Istana. Hur June berpamitan pada Kim Man Kyung, yang menduga kalau dokter Raja memanggilnya untuk menarik kembali Hur June ke Istana. Hur June hanya tersenyum tapi di dalam hatinya bertanya-tanya…

Para dokter Istana, termasuk Lee Myung Won dan Yang Yesu sedang menunggu Hur June. Hur June masuk dan kaget melihat begitu banyaknya dokter yang menunggunya. Dr. Kim menyuruhnya berlutut tapi Hur June bingung. Melihat Hur June tidak melakukannya, dr. Kim membentaknya untuk berlutut, Hur June tidak mengerti dan memandang pada dr. Yang ….

8 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 36

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s