Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 37

Hur June masuk dan terkejut melihat banyak dokter yang menantinya di ruangan itu. Dr. Kim menyuruh Hur June berlutut, Hur June bingung, dr. Kim kemudian membentak menyuruhnya berlutut. Hur June tidak mengerti, ia menatap pada dr. Yang. Dr. Yang bertanya apa benar Hur June membuka klinik pribadi di rumahnya. Hur June tidak menjawabnya. Dr. Yang bertanya apa itu benar. Hur June membusungkan dadanya dan menjawab kalau itu memang benar. Dr. Kim dan dr. Song senang karena kali ini Hur June pasti kena batunya. Dr. Jung menegur Hur June kalau staff medis tidak diperbolehkan menerima pasien secara pribadi tanpa seijin raja. Dr. Song menimpali dengan mengatakan kalau Hur June orang yang congkak dan memang layak untuk ditugaskan di Hyemin walauupun sebenarnya ia masuk ke Istana dengan peringkat pertama dalam ujian. Dr. Song kemudian meminta untuk memberikan hukuman pada Hur June karena dianggap telah meremehkan hukum yang berlaku. Juga karena mengejar keuntungan dan penghargaan  dengan memanfaatkan posisinya di pemerintahan. Hur June membela diri dengan mengatakan kalau ia hanya memberikan resep tunggal dan melakukan akupungtur untuk mereka yang menemuinya, tapi tidak mengharapkan keuntungan pribadi maupun penghargaan. Hur June kemudian menjelaskan keadaan di Hyemin, di mana banyak pasien yang bahkan meninggal saat menunggu giliran mereka, Hur June mengatakan kalau ia tidak bisa meninggalkan mereka, yang masih dapat terselamatkan jika dirawat tepat pada waktunya, hanya karena dianggap melanggar peraturan. Dr. Jung menimpalinya dengan mengatakan berdasarkan penyelidikan pribadi, Hur June memang menolak segala macam pembayaran.Walaupun Hur June melanggar peraturan dan merawat pasien, ia melakukannya dengan penuh kesadaran. dr.Kim menegur dr. Jung bagaimana ia bisa mengatakan seseorang dengan penuh kesadaran melanggar hukum … dr. Yang menyuruh mereka semua berhenti berdebat.

Dr. Yang mengatakan pada Hur June kalau praktek medis harus diputuskan selaras dengan kebijakan negara dan kewajiban terhadapnya bukan karena niat pribadi. Dr. Yang menegur Hur June kalau ia melakukan segala sesuatunya hanya berdasarkan keinginannya, maka Hur June tidak usah datang ke Istana. Walaupun Hur June melakukan itu dengan kesadaran hati tapi itu tetap melanggar peraturan dan kareannya ini tidak bisa didiamkan. Dr. Yang menyuruh Hur June untuk membaca tulisan Raja di papan 1000 kali, berjalan dari gerbang dalam sampai kantor Departemen Medis.  Dr, Song dan Kim saling berpandangan dan tersenyum senang. Dr. Yang melanjutkan perkataannya kalau sangat mudah melupakan kata-kata, jadi Hur June harus memahaminya secara utuh dan merenungkan kesalahannya melalui hukuman ini.

Hur June berdiri di hadapan dr. Yang dan semua dokter lainnya, bersiap melakukan hukumannya. Dr. Yang kemudian memberi tanda pada dr. Kim yang memberitahu penghitung untuk melakukan tugasnya dengan ketepatan 100 %, baru kemudian menyuruh Hur June untuk memulai hukumannya. Hur June mulai melangkah ke gerbang dalam untuk membaca tulisan di papan : Membuat obat untuk Raja dan menjaga kesehatannya. Hur June kembali ke tempat semula dan membaca papan yang ada disana: keinginan dan jiwa pasien lebih penting daripada obat penyembuh untuk memulihkan kesehatan. Penghitung menghitungnya satu.

Chae Sun dan Soo Yeon akan mengambil bahan-bahan obat di gudang obat, tapi Ohgun datang dan bersikap baik terhadap mereka dan mengatakan kalau tidak pantas gadis membawa barang yang berat yang juga nanti akan membuat tangan mereka yang halus menjadi kasar. Soo Yeon dan Chae Sun kemudian menyerahkan semuanya pada Ohgun, tapi sebelum mereka pergi, Ohgun menanyakan mengenai keadaan Hongchun, yang dijawab Chae Sun kalau baik-baik saja. Ohgun menitipkan bingkisan untuk Hongchun pada mereka dan meminta untuk mengatakan kalau itu dari dirinya. Kedua perawat itu segera pergi …

Chae Sun dan Soo Yeon dalam perjalanan kembali ke Hyemin, mereka bercakap-cakap mengenai Hongchun yang begitu keras pada Chae Sun, tidak boleh tersenyum pada pria, tapi sekarang justru seorang pria memberikan bingkisan pada Hongchun, entah bagaimana reaksinya nanti jika bingkisan itu diserahkan padanya. Chae Sun kemudian bertanya-tanya apakah kabar mengenai sebab pemindahah Hongchun ke Hyemin karena menyukai seorang pejabat, benar adanya? Soo Yeon menyuruhnya tutup mulut.  Tiba-tiba Chae Sun merasa ada yang aneh, ia mendekati pintu samping kantor medis dan melihat kalau banyak orang sedang berkumpul kemudian Chae Sun dan Soo Yeon juga melihat Hur June yang sedang menjalani hukumannya. Mereka berdua sangat terkejut.

Jang Hak Do dan Kim Man Kyung sedang merawat pasien di bangsal Hyemin. Chae Sun  masuk disusul oleh Soo Yeon, menghadap Kim Man Kyung dan mengatakan kalau ia tak akan percaya dengan apa yang terjadi. Dr. Jang bertanya ada apa … Chae Sun mengatakan kalau ini mengenai dr. Hur … Dr. Kim bertanya ada apa dengan dr. Hur. Soo Yeon menjelaskan kalau dr. Hur mendapatkan hukuman membaca tulisan Raja. Kim bertanya kesalahan apa yang diperbuat dr. Hur sehingga mendapat hukuman seperti itu. Soo Yeon tidak tahu masalah apa, tapi jumlah hukumannya itu yang membuatnya cemas, yaitu 1000 kali. Kim gusar karena hukuman yang tidak masuk akal itu, apa mereka berusaha untuk membunuh dr. Hur. Dr. Kim Man Kyung segera pergi untuk meilihat, Jang Hak Do menyusulnya. Ye Jin sangat bingung dan cemas, kemudian bertanya pada rekannya apa sebenarnya hukuman itu, mengapa dr. Kim sangat marah. Seorang perawat menjawab kalau itu adalah hukuman membaca tulisan Raja, berjalan dari gerbang dalam sampai ke kantor Departemen Medis. Ini adalah hukuman yang sangat berat, biasanya orang-orang tidak tahan dan pingsan hanya dengan membaca 300 kali. Seehee mengatakan dulu ada seorang staf medis yang dihukum karena mengganggu seorang perawat dan dalam kondisi kritis setelah selesai membaca 500 kali. Dan sekarang mungkin saja sebelum 1000 kali dr. Hur akan pingsan. Mendengar penjelasan teman-temannya, Ye Jin sangat khawatir dengan Hur June.

Hur June naik tangga dan membaca tulisan di kantor Departemen Medis, penghitung menghitung 365 kali. Hur June kembali berjalan ke gerbang dalam. Langkahnya sudah mulai sempoyongan. Lee Myung Won tidak tahan jadi ia berusaha meminta keringanan bagi Hur June tapi disuruh minggir oleh dr. Kim. Kim Man Kyung dan Jang Hak Do sampai ke tempat pelaksanaan hukuman dan melihat betapa Hur June sudah mulai payah, hidungnya mimisan, tapi Hur June tetap berjalan maju. Kim Man Kyung melihatnya dan segera berlari ke hadapan dr. Yang dan bertanya mengapa Hur June mendapatkan hukuman seberat itu. Dr. Song menegur perilaku Kim Mang Kyung yang tak sopan dan mengatakan kalau Hur June membuka klinik di luar Istana, yang berarti melanggar hukum. Kim Man Kyung segera menyahut kalau hal seperti itu dianggap kejahatan, maka dirinya juga melanggar hukum dan meminta dihukum juga. Dr. Kim menyuruhnya pergi.  Kim Man Kyung tidak mempedulikannya dan terus mengatakan kalau dr. Yang mengenal kondisi di Hyemin dengan baik, maka ia tak akan tega memberikan hukuman berat seperti ini. Karena kurangnya dokter, banyak pasien di Hyemin tidak bisa mendapatkan pengobatan walaupun sudah 3-4 hari menunggu, jadi mereka mengikuti para dokter yang pulang ke rumah dan meminta untuk diobati. Bagaimana bisa mereka bertega hati melihat para pasien yang sudah hampir mati di depan mata mereka. Inilah kebenaran yang sesungguhnya di Hyemin, tapi para penanggungjawab justru tidak mau turun tangan untuk merawat para pasien bahkan bermain baduk (?) Jika ada kesalahan, maka merekalah yang melakukan kesalahan tapi kenapa justru dr. Hur yang mendapatkan hukuman. (Dr. Song dan dr. Kim gugup dan gelisah sendiri) Kim Man Kyung mengakui kalau dia juga merawat para pasien di rumah jadi seharusnya dr. Yang menghukumnya juga. Tapi dr. Yang tak tergerak dan bersikeras dengan alasan apapun Hur June tetap melanggar hukum dan tak termaafkan, jadi hukuman tak akan dihentikan. Dr. Yang dan yang lain pergi. Kim Man Kyung ingin menghajar dr. Kim dan dr. Song tapi dihentikan oleh Jang Hak Do. Ye Jin menunggu dengan cemas di Hyemin.

Malam sudah tiba, Hur June tetap melaksanakan hukumannya walaupun badannya sudah oleng kesanakemari. Rekan-rekannya menyaksikan semua itu.

Doji sedang menulis catatan di buku, dr. C datang menemuinya. Doji menanyakan bagaimana Hur June. Dr. C menjawab kalau orang lain mungkin sudah memohon pengampunan, tapi walaupun dengan kondisi hidungnya mimisan, ia akan bangkit lagi dan melanjutkan. Tak dinyana Hur June memiliki kemauan sangat kuat. Tapi dr. C menduga kalau Hur June takkanbertahan lama, karena bagi seorang manusia bagaimana bisa ia menyelesaikan hukuman itu 1000 kali. Doji hanya diam saja tapi pikirannya berkecamuk.

Hur June berhasil melakukan hukuman sebanyak 700 kali, Doji melihatnya (Andy: entah apa yang dipikirkannya, tapi aku yakin bukan kemarahan atau iri hati, mungkin sedikit kagum, sedikit berharap agar Hur June berhasil menyelesaikan hukuman ini, karena walau mereka berdua tidak memiliki hubungan baik, bagaimanapun juga mereka pernah tinggal satu atap dan belajar pada guru yang sama, ayahnya Doji, dr. Yoo Wee Tae). Hur June terguling saat menuruni tangga, ketiga rekannya segera memburu datang, mereka tidak berani membantu berdiri karena nanti hukuman Hur June akan dianggap gagal dan harus diulang. Mereka menyuruh Hur June untuk berbaring saja dan melanjutkan hukuman ini besok karena bisa-bisa ia mati kalau melanjutkan dengan kondisinya yang payah itu. Ohgun sambil menangis meminta Hur June untuk menuruti kata-kata mereka. Tapi Hur June menguatkan hatinya, bersusah payah bangun duduk, kemudian berdiri, membetulkan topinya yang terjatuh, dan kembali melangkahkan kakinya melanjutkan hukuman itu. Tubuhnya sudah sempoyongan, berjalan miring ke kanan kemudian miring ke kiri bergantian.

Ohgun melihat Doji, ia segera mendatanginya dan meminta bantuan Doji untuk menyelamatkan Hur June, Doji sendiri walaupun ingin membantu tapi ia tak berdaya karena itu adalah perintah langsung dari dokter Raja, jadi ia tak bisa berbuat apapun. Doji pergi. Ohgun sangat kesal padanya dan menyebutnya sebagai orang yang dingin.

Dahee sedang gelisah menunggu di rumahnya karena banyak pasien yang sudah datang untuk minta diobati oleh Hur June.Parapasien menanyakan kapan Hur June akan pulang, Dahee sendiri menjawab tidak tahu, tapi mungkin saja ia terlambat jadi meminta mereka untuk menunggu sedikit lagi. Yangtae dan Ilsuh datang, bertanya apa Hur June masih belum kembali, Dahee menjawab kalau suaminya tidak bilang kalau ada tugas jaga malam, jadi ia tak tahu apa yang terjadi. Ilsuh mencoba menghiburnya dengan mengatakan kalau Hur June mungkin saja sedang sibuk di Hyemin. Ilsuh dan Yangtae kemudian memberitahu para pasien kalau mereka tidak mungkin dirawat hari ini, jadi lebih baik mereka pulang dan kembali besok.Parapasien segera pulang.

Keesokan paginya, para dokter berkumpul di kantor Departemen Medis. Dr. Yang Yesu datang dan kemudian bertanya siapa yang berjaga malam, Doji menjawab kalau ia yang bertugas. Dr. Yang bertanya lagi berapa kali hitungan yang sanggup diselesaikan sebelum Hur June pingsan. Doji menjawab kalau Hur June masih menjalani hukumannya. Dr. Yang kaget. Dr. Jung menimpali kalau Hur June bahkan merangkak naik turun tangga sekarang. Dr. Yang tambah kaget dan segera bergegas pergi melihat sendiri.

Hur June sudah tidak kuat berjalan, jadi ia melakukan hukumannya dengan merangkak.  Saat topinya jatuh, Hur June mengambil dan memasangnya lagi.  Hur June merangkak naik tangga, kemudian berusaha berdiri dengan susah payah. Suaranya sudah sangat lemah dan terlihat bersusah payah saat membaca tulisan di papan di bagian atas kantor Departemen Medis. Penghitung menyebutkan kalau sudah 999 kali. Dr. Jung tidak tega melihat Hur June, dokter yang lain bahkan termasuk musuh Hur June mau tidak mau mengagumi tekad kuat dari Hur June. Hur June merangkak turun tangga tapi terguling dan telentang di tanah. Rekan-rekan Hur June berseru memanggilnya.  Hur June telentang berdoa pada gurunya.

Hur June: Guru, aku sedang menjalani hukuman karena melanggar hukum tapi aku mencoba untuk memenuhi tugasku sebagai seorang dokter. Aku berusaha untuk mengikuti ajaranmu dan menjadi seorang dokter yang baik. Jika aku terus terbaring di sini maka mereka akan meremehkan kelalaian mereka terhadap pasien di bahwa hukum yang tidak adil. Kumohon berilah aku kekuatan. Berilah aku kekuatan.

Hur June memaksa tubuhnya yang sudah dalam kondisi kepayahan untuk duduk, kemudian merangkak melanjutkan hukumannya, menuju ke istana bagian dalam, membaca, kembali ke kantor Departemen Medis. Matanya mulai berkunang-kunang saat sudah mendekati tangga terakhir. Ia merangkak naik tapi terguling, rekan-rekannya kemudian berseru memanggil namanya. Hur June bangun dan merangkak lagi ke atas, kemudian sesampainya di atas ia berusaha bangun dan berdiri dengan susah payah. Hur June membaca. Setelah selesai dan penghitung menyebut 1000 kali, rekan-rekan Hur June sangat lega dan senang karena Hur June berhasil. Hur June memberi hormat dan kemudian  terguling jatuh. Semua orang tertegun, dr. Yang segera memerintah untuk membawa dan merawat Hur June secepatnya. Rekan-rekan Hur June segera menggendong Hur June dan membawanya pergi untuk dirawat di bangsal Hyemin.  Kemudian dr. Yang memberitahu semua dokter kalau mulai sekarang selama para dokter tidak memburu uang dan penghargaan maka mereka boleh menerima pasien di luar Istana secara pribadi di rumah mereka. Dr. Kim mau mengingatkan kalau itu melanggar hukum tapi dr. Yang menyahut kalau ia akan mengurus hal itu.  Dr. Yang kemudian mengatakan pada dr. Jung kalau ia akan menambah jumlah dokter di Hyemin, jadi dr. Jung disuruhnya menugaskan 2 orang dokter yang mumpuni dari ujian sebelumnya untuk dikirim ke Hyemin.  Lee Myung Won yang mendengarnya segera mengajukan dirinya sendiri. Dr. Yang merestuinya. Dr. Yang kemudian berpaling pada dr. Kim dan dr. Song dan menegur mereka, salah satu penyebab yang menjadikan semua masalah ini karena mereka berdua tidak mengatur Hyemin dengan baik, jadi jika dr. Yang masih mendengar kalau mereka berdua tidak turun tangan merawat pasien karena berlindung di bawah bayangan jabatan mereka, maka dr. Yang sendiri yang akan mencerca mereka nanti.

Ye Jin di Hyemin sedang  merawat pasien, menunggu-nunggu dengan gelisah. Ia melihat dr. Kim menggendong seseorang, yang ternyata dr. Hur dan sangat terkejut. Dr. Kim segera meminta Jang Hak Do untuk membawakan alkohol dan permen beras, sementara ia tetap berlari menuju bangsal. Ye Jin mengikutinya.

Pimpinan petugas dan salah satu petugas ramuan sangat senang melihat kondisi Hur June dan mengira sejak saat ini Hur June akan kapok dan tidak akan berkutik lagi. Mereka berdua kemudian mau menemui dr. Kim dan dr. Song untuk mengucapkan selamat.

Hur June dibaringkan di bangsal, dr. Kim Man Kyung sendiri yang turun tangan melakukan akupungtur pada Hur June. Jang Hak Do datang membawa ramuan obat, bertanya bagaimana kondisi Hur June. Kim menjawab kalau denyut nadinya lemah. Semua orang sangat khawatir dengan kondisi Hur June. Dr. Kim Man Kyung kemudian meminta satu orang untuk menjaga dan merawat kondisi dr. Hur. Soo Yeon mau mengajukan diri, tapi Ye Jin mendahuluinya. Dr. Kim kemudian memerintahkannya untuk memberitahu setiap perkembangan dari Hur June. Ye Jin mengiyakannya. Semua orang pergi, Soo Yeon yang terakhir pergi, sebelum pergi ia menatap pada Hur June dan Ye Jin. Ye Jin  mengusap keringat di dahi Hur June.

Ohgun menemui keluarga Hur June dan memberitahu mereka kalau Hur June mendapatkan tugas jaga malam untuk beberapa hari. Yangtae mengatakan kalau itu tidak adil karena Hur June tidak mendapatkan gaji yang setimpal. Ohgun memarahinya dan mengatakan kalau Hur June tidak melakukan semua itu demi uang ekstra. Nyonya Son meminta Dahee untuk mengirimkan pakaian bagi Hur June. Dahee ternyata sudah mengepak dan memberikannya pada Ohgun.

Ye Jin dengan telaten memasak obat dan meminumkannya pada Hur June.

Malam hari, Lee Jung Myung gelisah menunggu di luar asrama perawat, Chae Sun melihatnya dan segera menghampiri Lee, yang meminta untuk bertemu dengan Ye Jin.  Chae Sun mengatakan kalau Ye Jin masih belum pulang karena masih merawat seorang pasien di Hyemin. Lee tahu kalau seharusnya Hyemin sudah tutup pada jam sekarang. Lee bertanya apakah Ye Jin masih merawat pasien pada jam seperti ini. Chae Sun dengan ragu-ragu mengatakan kalau itu bukan sembarang pasien…. Lee penasaran…

Ye Jin membawa sebuah baskom berisi air bersih. Ye Jin sedang memeras handuk yang dibasahi denagn air, Hur June sadar dan melihat ke arah Ye Jin dan kemudian bersuara. Ye Jin kaget dan segera mendekat dan memanggilnya. Hur June bertanya di mana dirinya sekarang.  Ye Jin yang melihat kalau Hur June benar-benar sudah sadar sangat senang, ia menjawaba kalau Hur June ada di Hyemin dan tidak sadar selama sehari semalam. Hur June mencoba untuk bangun duduk tapi dicegah oleh Ye Jin yang melarangnya dan menyuruhnya beristirahat. Hur June menyahut kalau ia sudah baikan. Hur June kemudian bangun duduk dan bersandar pada dinding. Ye Jin dengan tersenyum senang memberitahu Hur June kalau dokter Raja mengijinkan para dokter untuk merawat pasien secara pribadi di rumah selama tidak memburu uang dan penghargaan.  Hur June tertegun. Ye Jin melanjutkan dengan perasaan gembira kalau dokter Raja juga akan mengirimkan beberapa dokter lagi ke Hyemin. Ini berarti dokter Raja bisa menerima kemauanmu yang benar. Hur June menjawab kalau itu bukan kemauannya tapi kemauan guru mereka, dr. Yoo Wee Tae. Ye Jin mengambil handuk basah dan membasuh dahi Hur June.

Saat itu Lee datang ke bangsal perawatan bersama Chae Sun dan melihat Ye Jin sedang membasuh wajah Hur June dengan penuh perhatian. Lee segera keluar disusul oleh Chae Sun. Mereka berdua berjalan di luar. Chae Sun bertanya apa ia harus memanggilkan Ye Jin, tapi Lee menjawab kalau tidak perlu. Chae Sun memberi hormat dan mau pergi, Lee segera bertanya apa hubungan antara Ye Jin dan dr. Hur. Chae Sun dengan sedikit ragu-ragu menjawab kalau ia mendengar mereka dulu bekerja di klinik yang sama di Sanum. Chae Sun ragu-ragu mau melanjutkan, Lee menyuruhnya mengatakannya. Chae Sun kemudian mengatakan kalau sepertinya Ye Jin sangat mengaguminya untuk waktu yang lama. Lee menghela napas, kemudian menyuruh Chae Sun pergi karena sudah larut.

Hur June minum obat dan kemudian berkata pada Jang Hak Do, Kim Man Kyung, dan Ye Jin kalau kondisinya sudah lebih baik jadi ia mau menemui para pasien. Ye Jin tersenyum karena ia tahu watak Hur June. Jang Hak Do melarangnya dan menyuruh Hur June untuk beristirahat beberapa hari. Hur June berkata kalau ia baik-baik saja. Kim Man Kyung ikut bicara dengan menyebut Hur June sebagai orang yang keras kepala. Kim Man Kyung mengatakan kalau dirinya terkenal karena keras kepalanya di Hyemin, tapi sekarang ia menyerah dengan Hur June. Mereka tertawa. Jang menimpalinya kalau bukan itu saja, tidak ada seorangpun yang memiliki watak yang kaku seperti Hur June, mereka tertawa lagi. Kim Man Kyung menyahut karena itulah maka dokter Raja pun tergerak karenanya. Ohgun datang menemuinya membawa ramuan seikat obat-obatan dan menanyakan kabar Hur June. Hur June menjawab kalau ia baik-baik saja sekarang. Ohgun mengatakan kalau ia memilihkan bahan-bahan obat terbaik dari gudang obat Istana dan membuatkan ramuan bagi Hur June, dan mengatakan kalau obat dengan kualitas ini tidak akan ada di Hyemin, jadi Hur June sebaiknya segera meminumnya.  Hur June berterima kasih pada Ohgun, Ohgun mengatakan kalau semuanya itu bukan apa-apa. Ohgun kemudian memberitahu Kim Man Kyung siapa yang melaporkan Hur June pada dokter Raja, yakni kepala administrasi dan pembagi tiket yang mencari kesalahan Hur June di belakangnya. Ohgun mendengar itu saat di gudang obat. Mereka berdua mengatakan kalau ini semua mereka lakukan sebagai bentuk komplain karena Hur June ingin membersihkan prakterk busuk yang ada di Hyemin. Jang Hak Do dan Kim Man Kyung mengumpati kedua pengacau itu. Kim Man Kyung mengatakan seharusnya mereka mengikuti keinginan Hur June demi kebaikan mereka juga. Kim Man Kyung ingin menghajar keduanya, tapi Hur June menahannya dan mengatakan kalau mereka tidak melakukan kesalahan maka orang-orang itu akan mengerti suatu hari nanti. Ye Jin tersenyum, Kim masih kesal hatinya.

Tiba-tiba Hongchun datang tergesa-gesa dan memberitahu ketiga dokter itu kalau mendadak banyak sekali para pasien yang menyerbu masuk ke Hyemin. Kim bertanya macam apa. Hongchun menjawab kalau itu adalah anak-anak kecil. Mereka menderita demam tinggi dan menderita banyak ruam di tubuh dan wajah. Kim dan yang lainnya segera beranjak pergi demikian juga dengan Hur June, Man Kyung berusaha menahan Hur June supaya beristirahat, tapi Hur June malah mendahului mereka pergi keluar.  Semua orang kesal dengan kekeraskepalaan Hur June, tapi juga sedikit geli melihat Kim Man Kyung yang memang keras kepala tidak bisa melakukan apapun pada Hur June. Hongchun membereskan mangkuk obat dan handuk yang digunakan untuk merawat Hur June. Ohgun memanggilnya dan berusaha mengutarakan isi hatinya tapi Hongchun dengan tegas menolaknya dan tidak mau bercakap-cakap dengan Ohgun sehingga ia pergi. Ohgun memanggilnya berulang-ulang tapi Hongchun berlagak tuli dan keluar ruangan. “Kesempatan datang seperti kura-kura, tapi perginya seperti kelinci”, ujar Ohgun.

Di lapangan Hyemin, banyak pasien anak-anak yang berdatangan didampingi orangtua mereka masing-masing.Paradokter sibuk memeriksa anak-anak itu. Kim Man Kyung segera mendatangi Hur June yang baru saja selesai memeriksa seorang anak.

Kim Man Kyung: Penyakit apa itu?

Hur June: (menoleh) Itu campak!

Kim Man Kyung: Aku juga menduga itu.

Hur June: (pada Hongchun) Beritahu pada petugas di ruang ramuan untuk menyiapkan Seungmagalgeuntang

 

* Seungmagalgeuntang biasa digunakan untuk demam mendadak, demam karena wabah, ruam-ruam di kulit.

Hongchun menyuruh seorang perawat untuk melaksanakan perintah Hur June. Perawat itu pergi untuk melaksanakannya.

Keadaan juga sama di kediaman Hur June, Unyun, anak Haman dan Ilsuh juga terkena penyakit campak, demikian juga dengan Gyum, anak Hur June. Dahee dan Haman beserta Yangtae dan Ilsuh segera bergegas menuju ke Hyemin, tapi ternyata saat mereka sampai disanasudah ada banyak pasien anak-anak yang diiringi orangtua mereka mengantri untuk dapat masuk ke Hyemin. Dahee mencoba mendapatkan tiket, tapi ia disuruh kembali menanti gilirannya, kepala petugas tiket yang melihat Dahee bersusah hati mengatakan kalau ia bisa membantu Dahee memajukan urutan mereka asalkan Dahee mau membayar 2 nyang. Dahee menegurnya bagaimana ia bisa melakukan tawar menawar dengan pasien, Dahee menolak usulnya dan kembali ke rombongannya. Haman bertanya bagaimana, Dahee menjawab kalau mereka harus menunggu giliran. Ilsuh bertanya apa Dahee memberitahu para petugas itu kalau Hur June, yang menjadi dokter di Hyemin, adalah suaminya. Dahee diam. Ilsuh kesal dan mengatakan kalau seharusnya mereka menggunakan itu untuk mendapatkan perawatan lebih dahulu. Ilsuh mengajak Yangtae untuk menemui Hur June.

Ye Jin sedang membawakan ramuan obat dan memberikannya pada Hur June yang kemudian meminumkannya pada seorang anak. Ilsuh dan Yangtae dibawa oleh petugas tiket menemui Hur June. Hur June heran dengan kedatangan mereka. Yangtae mengatakan kalau Gyum dan Unyung sedang sakit. Dahi mereka panas dan demamnya sangat tinggi dan juga kulit wajahnya seperti ada sesuatu yang menyerupai gandum yang dikuliti. Jang Hak Do menghampiri mereka dan mengatakan kalau itu campak, kemudian menyuruh petugas tiket untuk membawa keluarga Hur June masuk. Tapi Hur June menentangnya dan memberitahu supaya keluarganya juga menunggu, sama seperti keluarga yang lain. Jang Hak Do tidak bisa mengerti Hur June. Ilsuh sangat geram. Yangtae hanya bisa pasrah. Ye Jin memahami hati Hur June. Hur June kembali memeriksa pasien anak dan tidak mempedulikan Ilsuh dan Yangtae lagi.

Petugas tiket kembali ke tempatnya dan bergumam kalau dr. Hur adalah orang yang sinting.

Hur June sendiri masih berkeliling memeriksa pasien anak-anak.

Keluarga Hur June masih antri di luar menunggu giliran mereka untuk masuk.

Hari menjelang sore, pasien sudah mulai berkurang. Kim Man Kyung merenggangkan badannya sesudah memeriksa pasien terakhirnya. Jang Hak Do selesai dan menggerakkan lehernya yang kaku. Hur June memeriksa seorang pria.

Hur June: Pasien ini memiliki kandung kemih yang menekan dasar dari tulang pinggul sehingga menghentikan air seninya keluar. Gunakan moxibustion dengan garam di atas tulang pinggul dan gunakan Pohwangsan.

* Pohwangsan adalah obat yang digunakan untuk menghentikan pendarahan, dan sakit perut.

Soo Yeon mengiyakan dan segera melakukannya. Hur June kecapekan, tapi ia segera bangkit saat melihat keluarganya datang. Dahee menemuinya sambil menggendong anaknya. Hur June meminta maaf pada istrinya. Ia mengambil Gyum dari gendongan istrinya dan dibaringkan pada dipan kemudian diperiksa. Hur June memandang anaknya dengan peraasaan menyesal.

Suara hati Hur June: Gyum, aku minta maaf. Ayahmu ini sangat mencintaimu tapi tidak bisa menganggapmu lebih berharga daripada orang lain. Satu hari kau akan mengerti diriku. Maafkan aku, Gyum.

Dahee menangis gembira tapi juga sedih karena mengerti betapa menderitanya Hur June yang menyayangi putranya tapi tak bisa pilih kasih. Ye Jin membawa ramuan obat, mengawasi dari jauh keluarga kecil itu. Hur June sedang memeriksa anaknya, sedangkan Dahee ada di sisinya membelai Gyum. Ye Jin tidak tahan jadi ia pergi.

Dr. C tergesa-gesa menemui dr. Yang dan memberitahu ada berita besar. Dr. Yang bertanya ada apa. Dr. C mengatakan kalau Gong Bin Mama menunjukkan tanda-tanda kelahiran. Dr. Yang justru bingug karena harusnya masih ada sebulan lagi menurut kalender kehamilan yang normal.

Gong Bin Mama sedang berjuang untuk melahirkan anak keduanya, yang lahir sebelum waktunya.

Yang Yesu menemui Doji yang menunggu di luar kediaman Gong Bin Mama dan bertanya apa yang terjadi, bagaimana bisa terjadi kelahiran sebelum waktunya. Doji menjawab ia tak tahu penyebabnya. Dr. Yang membentaknya karena tidak tahu, kalau dokter yang merawat kesehatan Gong Bin Mama saja tidak tahu, siapa yang tahu kalau begitu. Dr. Jung bertanya apakah Doji tidak salah menghitung tanggal kelahiran. Doji mengatakan kalau itu tidak mungkin.

Kepala perawat Istana menemui mereka. Dr. Yang bertanya bagaimana kondisi Gong Bin Mama. Kepala Perawat menjawab cemas kalau Gong Bin Mama sudah mulai menunjukkan tanda bayi sungsang, ada bau tidak enak dari air ketuban dan warnanya kebiruan Dr. Yang mengatakan kalau seharusnya air ketuban berwarna jernih seperti air cucian beras. Bagaimana itu bisa terjadi. Kepala perawat mengatakan ia juga tidak tahu alasannya, air ketuban keluar tapi tidak ada tanda-tanda perut mulas, semua gejala tidak ada yang normal. Kemungkinan ada yang salah dengan bayi di dalam rahimnya.

Kepala dayang istana datang dan menanyakan apa yang terjadi, dan Raja mengutusnya untuk mencari tahu. Yang Yesu salah tingkah.

Dr. C berusaha menenangkan Doji, apalagi sekarang dokter Raja sendiri yang menangani Gong Bin Mama. Doji bertanya apa dr. C tidak melihat wajah dr. Yang yang kebingungan. Kelahiran biasanya ditangani oleh perawat Istana, dan dokter tidak tahu banyak mengenai kelahiran, bahkan bidan desa yang membantu kelahiran bayi tahu lebih banyak daripada mereka.

Yang Yesu keluar dan menemui Doji. Ia bertanya apakah ada sesuatu yang khusus saat Doji merawat Gong Bin Mama. Yang Yesu menegur Doji apa sebenarnya yang ia lakukan sampai kejadiannya menjadi buruk seperti ini. Situasinya sungguh parah dan tidak ada seorangpun yang tahu penyebabnya. Ini sungguh tidak masuk di akal.

Setelah berpikir beberapa saat, Yang Yesu memutuskan untuk memanggil Hongchun dari Hyemin, tapi Kepala Perawat Istana berusaha menentangnya. Yang Yesu mengatakan kalau tidak ada yang lebih baik darinya di bidang kelahiran. Tapi Kepala Perawat tetap tidak setuju karena Hongchun pernah memberikan resep yang salah sehingga membahayakan jiwa seseorang, jadi jika mereka memanggilnya dan kemudian terjadi kesalahan yang sama maka dr. Yang tidak akan dapat menghindar untuk bertanggungjawab. Tiba-tiba seorang perawat Istana menemui mereka dan berseru kalau ada kabar buruk, Gong Bin Mama tidak sadarkan diri. Semua orang kaget.

Kepala Perawat segera masuk ke dalam. Dr. Yang memberikan ultimatum pada Doji, kalau sampai terjadi kematian saat melahirkan, maka Doji juga akan mati.

Doji gelisah dan kebingungan, berjalan berputar-putar di kantornya, kemudian teringat dengan kata-kata dr. Yang kalau Hongchun ahli dalam kelahiran. Doji segera pergi ke Hyemin untuk meminta pertolongan Hongchun.

Doji menemui Duk Geum dan Hongchun dan memberitahukan mereka kondisi Gong Bin Mama dan meminta tolong pada mereka bagaimana cara mengatasi kondisi genting ini.  Hongchun bertanya apakah departemen bersalin Istana memanggilnya secara resmi. Doji tidak bisa menjawabnya. Hongchun menolaknya, tapi Doji memohon dan berkata kalau ia menghargai bantuan Hongchun dan akan memberikan penghargaan yang setimpal. Hongchun mengatakan kalau proses melahirkan dari Gong Bin Mama adalah tanggungjawab dari departemen bersalin Istana. Hongchun mohon diri dan pergi. Doji gelisah tidak karuan.

Hur June sedang melakukan akupungtur pada seorang pasien. Tiba-tiba para petugas ramuan Hyemin membawa seseorang masuk sambil berseru-seru memanggilnya, Hur June menoleh untuk melihat mereka ….

11 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 37

  1. Mantaff bro, kata2 sinopsisnya sdh kayak nnton aja, lengkap n hidup plus tafsiran dlm hati pemain, kyaknya u aja yg bikin nih film, apalagi kalo episodenya lbh dlu nongol dari lbs, jempol buat andy

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s