Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 38

Doji menemui Duk Geum dan Hongchun dan memberitahukan pada mereka mengenai kondisi Gong Bin Mama dan meminta tolong pada mereka bagaimana cara mengatasi kondisi genting ini. Hongchun bertanya apakah departemen bersalin Istana memanggilnya secara resmi. Doji tidak bisa menjawabnya. Hongchun kemudian menolak untuk membantunya, Doji mencoba untuk membujuknya kalau ia akan menghargai bantuan Hongchun dan juga akan memberikan penghargaan yang setimpal. Hongchun menyahut kalau proses melahirkan dari Gong Bin Mama adalah tanggungjawab dari departemen bersalin Istana, kemudian ia mohon diri dan pergi. Doji gelisah tidak karuan.

Hur June sedang melakukan akupungtur pada seorang pasien di bangsal Hyemin. Tiba-tiba dua orang petugas ramuan Hyemin memapah seseorang masuk sambil berseru memanggil-manggil dr. Hur, Hur June menoleh untuk melihat mereka dan mengenali orang yang dipapah itu adalah pimpinan petugas tiket (yang sedikit picak matanya). Kondisi orang itu sangat payah dan banyak lubang-lubang luka di wajahnya. Hur June kaget, demikian juga dengan Ye Jin,. Hur June segera menunjukkan tempat untuk membaringkan pasien itu dan memeriksanya.

Para perawat menyaksikan Hur June memeriksa petugas tiket. Hur June memeriksa nadi kemudian segera membuka baju petugas itu, dan tampak banyak bercak-bercak, bahkan beberapa di antaranya menjadi luka, di dada pasien itu. Hur June tercengang. Beberapa perawat tidak tahan melihatnya dan segera pergi. Jang Hak Do dan Kim Man Kyung datang menemuinya dan bertanya apa yang salah dengan pasien itu. Hur June menjawab kalau penyakitnya seperti penyakit kulit bernanah (?). Kim bertanya sejak kapan pasien itu menderita penyakit ini. Petugas ramuan menjawab kalau sebenarnya sudah beberapa hari, tapi tidak begitu parah awalnya. Hur June mengatakan kalau ini adalah luka bernanah yang dapat dengan mudah menular dan mereka harus mengisolasi pasien. Petugas ramuan takut dan segera pergi ketika mendengar kalau itu menular.

Hongchun di kamarnya sedang menangis mengingat masa-masa ia masih menjadi perawat Istana. Duk Geum masuk menemuinya. Duk Geum berusaha melunakkan hati Hongchun, mengatakan kalau ada tempat yang membutuhkan keahliannya, seharusnya Hongchun tidak ragu lagi. Duk Geum menyuruh Hongchun untuk melupakan masa lalu. Hongchun menolak, mengatakan kalau mereka telah menendangnya keluar dan membuangnya ke Hyemin tapi sekarang mereka meminta bantuannya, perbuatan macam apa itu. Padahal dulu bukanlah salahnya menggunakan ramuan yang keliru. Semua orang di departemen bersalin tahu kalau dia yang menjadi kambing hitam bagi dokter yang salah memberikan resep. Hongchun sudah membuat banyak jasa sejak raja terdahulu, tapi mengapa mereka bisa berbuat jahat demikian padanya. Mereka seenaknya membuatnya tampak bersalah hanya karena ia seorang perawat. (Hongchun merasa sakit hati mengingat masa lalu dan menangis karenanya). Duk Geum berusaha menasihatinya bahwa perasaan diperlakukan tidak adil perlahan-lahan akah hilang seiring dengan berlalunya waktu dan jika sudah seumurnya maka itu semua akan hilang tanpa bekas sedikitpun. Duk Geum memintanya untuk mengubah pikiran, bukankah prioritas utama mereka adalah nyawa manusia, apalagi ini berkaitan dengan kesejahteraan keluarga Raja.

Hongchun tampaknya mengubah pikirannya karena kemudian ia menemui Doji, yang masih menunggu hasil bujukan Duk Geum.

Doji: Apakah kau akan membantuku? (Hongchun diam) Terima kasih. Aku tidak akan melupakan kebaikanmu ini.

Hongchun: Alasan kenapa air ketuban Gong Bin Mama berwarna kebiruan dan berbau tidak enak karena bayi mengeluarkan faeces (tahi).

Doji: (tampak kaget) Apakah itu mungkin?

Hongchun: Saat janin kehabisan udara, hal seperti ini mungkin saja terjadi, dan jika kau menunda beberapa jam, bukan hanya itu dapat membunuh sang bayi tapi juga akan membuat hidup ibunya dalam bahaya. Dia harus segera melahirkan bayinya sesegera mungkin supaya keduanya bisa selamat.

Doji: Tapi masih belum ada tanda-tanda persalinan. Bukankah tidak mungkin melahirkan tanpa adanya tanda-tanda persalinan?

(Andy: Sori ya, aku belum pernah liat persalinan, jadi tak seberapa tahu. Cuma kalau tidak salah itu kayaknya yang biasanya bidan bilang bukaan 1, bukaan 2, bukaan 3, dll. Para pembaca wanita pasti tahu deh😀 )

Hongchun: Kita harus mengusahakan tanda-tanda persalinan itu dengan menggunakan akupungtur!

Doji memikirkan semua yang dikatakan oleh Hongchun. Nyawanya tergantung dari pengalaman Hongchun ini.

Gong Bin Mama berkeringat banyak tapi sudah sadar, napasnya sangat berat dan menahan rasa sakit.

Dr. Yang Yesu, dr. Jung, dan dr. C gelisah menanti di luar kediaman Gong Bin Mama. Doji menemui mereka. Dr. Yang menegur Doji yang berkeliaran, paling tidak jika ia tidak bisa menyelamatkan Gong Bin Mama, Doji seharusnya tetap di tempatnya.  Doji menyahut kalau ia sudah menemukan cara untuk menyelamatkan Gong Bin Mama dan membuat bayinya lahir. Semua orang terpana. Dr. Jung bertanya apa benar Doji tahu. Doji mengiyakannya. Dr. Yang berkata kalau hidup Doji dipertaruhkan jadi apa benar ia yakin. Doji membungkuk hormat, menandakan kalau ia siap.  Dr. Yang menyuruh dr. C memanggil Sobi (nama dari Dokter Wanita Istana / Kepala Perawat Istana – posisi yang dulu dipegang oleh Dae Jang Geum)

Doji memberikan instruksi dari luar kamar pada Sobi untuk melakukan akupungtur pada Gong Bin Mama.

Doji: Pertama, lakukan akupungtur dan usahakan tanda-tanda persalinan. (Sobi melakukan seperti yang diinstrusikan)

Dr. Yang, dr. Jung, dr. C dan Doji menunggu dengan tidak sabar di luar kamar, tiba-tiba terdengar suara Gong Bin Mama mengeluh dan merintih keras, mereka semakin gelisah. Sobi keluar dan memberitahu kalau Gong Bin Mama sudah mengeluarkan tanda-tanda persalinan.

Doji: Kalau begitu, saat kau meraba perutnya dan jika bagian atas terasa keras dan bagian dasar terasa lunak, sepertinya itu Yeoksan. Dia bisa melahirkan seperti keadaan normal jika pinggul bayi yang keluar dulu, tapi jika kakinya yang keluar dulu, maka kau harus berhati-hati.

* Yeoksan adalah kondisi bayi sungsang, kakinya yang dekat dengan jalur keluar.

Dr. Yang menyuruh Sobi untuk memeriksa. Sobi segera masuk dan meraba perut Gong Bin Mama untuk memeriksa posisi bayi. Dr. Yang tidak dapat menahan gelisah dan bertanya dari luar apakah Sobi sudah memeriksanya. Sobi menjawab dari dalam kalau persis seperti yang dikatakan oleh Doji. Yang berarti itu adalah Yeoksan. Dr. Yang terkejut, ia menjadi gelisah dan gugup tak keruan.

Sementara itu para perawat Hyemin sedang diberikan pelajaran mengenai proses persalinan. (Ini pinternya sutradara Korea Selatan, dua adegan yang sebenarnya tidak berkaitan bisa dihubungkan hanya dengan beberapa kalimat saja … saluuut deh😀 )

Hongchun: Kaki janin keluar dahulu disebut dengan Yeoksan, tangan atau lengan janin yang keluar dahulu disebut dengan Hwengsan, ari-ari keluar dahulu kemudian diikuti oleh janin disebut Banjangsan. Semua ini adalah persalinan yang sulit yang dapat mengambil jiwa baik ibu maupun si bayi. Ada ujar-ujar umum di masyarakat kalau untuk mencegah persalinan sulit, otak kelinci atau kulit ular sangat baik digunakan. Jika titik akupungtur utama bergabung dan saling berkaitan, memberi Acyranthes Bidentata Blume, Gyeshim, atau jahe adalah baik. Jika kalian membuat Yeo Shin Dan dengan padoo, jamur primaja, dan meletakkannya di bawah naval (?), itu akan membantu keluarnya bayi.

 

* Yeo Shin Dan adalah obat luar yang digunakan untuk persalinan yang sulit.

Gong Bin Mama mulai mengalami proses melahirkan, kaki bayinya keluar lebih dahulu. Sobi sangat cemas dan segera berseru ke arah luar mengatakan kalau kaki bayi yang keluar dahulu.

Doji: Kalau begitu tusuk kaki bayi 3-4 kali dengan 3 jarum dan secepatnya usapkan garam pada kaki bayi, menggaruknya, dan dengan hati-hati mendorongnya. Pada saat yang sama, taruh garam pada daerah perut sang ibu dan gosok pelan-pelan, maka bayi akan berputar ke arah yang benar. Jadi lakukan seperti yang kukatakan.

Sobi segera memerintahkan salah seorang perawat untuk menggosok bagian perut Gong Bin Mama. Ia sendiri segera melakukan akupungtur.

Kepala Dayang Istana datang menemui dr. Yang dan yang lainnya, menanyakan kabar dari Gong Bin Mama yang katanya dalam persalinan tapi kenapa sampai sekarang belum ada kabar. Dr. Yang mengatakan kalau penundaan itu karena bayinya sungsang. Kepala Dayang mengatakan kalau Sang Gwang Mama tidak sabar dan mungkin malah akan turun sendiri mendatangi tempat itu. Tiba-tiba saat itu juga terdengar Sobi menyemangati Gong Bin Mama kalau kurang sedikit lagi. Semua orang terdiam dan menunggu dengan tegang. Tak berapa lama terdengar jeritan panjang dan langsung berhenti mendadak. Para dokter bingung dan gelisah, tak tahu apa yang telah terjadi. Tapi kemudian terdengar suara tangisan bayi, semua orang di luar kamar sangat lega dan senang, mereka saling menatap dengan tersenyum. Sobi berseru kalau Gong Bin Mama melahirkan bayi laki-laki. Dr. Yang bertanya bagaimana dengan kondisi bayinya. Sobi keluar dan dengan senyum gembira mengabarkan kalau keduanya, baik ibu maupun bayi, dalam keadaan sehat walafiat.  Doji merasa sangat lega, hatinya terasa enteng setelah selama satu hari ini dalam kecemasan berlebihan akan nasibnya. Dr. Yang terlihat sangat senang karena persoalan ini berakhir dengan baik. Kepala Dayang Istana mau memberitahu Raja mengenai kelahiran seorang pangeran dan mengajak dr. Yang. Kepala Dayang pergi, dr. Yang meraih tangan Doji dan mengucapkan kerja bagus padanya dan Dojilah yang akan mendapatkan semua jasa ini, lalu ia segera menyusul Kepala Dayang. Doji menangis gembira dan lega.

Doji pulang dan menemui ibu dan istrinya. Doji telah bertemu dengan Raja dan diberi tugas untuk menjaga kesehatan sang bayi Pangeran juga. Ibu dan Istri Doji sangat gembira mendengarnya. Ibu Doji mengatakan kalau minuman yang diberikan oleh Raja seharusnya dipersembahkan untuk ayahnya jika masih hidup, sambil menahan tangis ibu Doji melanjutkan, apa yang akan dikatakan ayahnya jika tahu kalau Doji telah melakukan hal yang hebat seperti ini.

Dr. Song memberitahu dr. Kim, yang sedang memeriksa catatan, kalau Doji lagi-lagi dipromosikan setelah berhasil membantu kelahiran Pangeran baru, anak dari Gong Bin Mama. Dr. Kim tidak bisa mempercayainya, baru saja Doji dipromosikan dan sekarang dipromosikan lagi. Dr. Song mengatakan kalau itu adalah kata-kata dr. Jung jadi tidak disangsikan lagi kebenarannya. Sementara mereka berdua ada di Hyemi, Doji sudah menjadi kaki dan tangan yang terpercaya dari dokter Raja. Apalagi sekarang setelah Doji menyelamatkan jiwa dan posisi dari dokter Raja, semuanya akan semakin mudah bagi Doji. Sebenarnya yang harus mereka perhatikan bukanlah Hur June tapi Yoo Doji. Hur June tidak ingin menonjol tapi tidak demikian dengan Doji. Dr. Kim mulai berpikir ulang mengenai siapa musuh mereka sebenarnya sekarang.

Hur June mengobati petugas tiket yang menderita penyakit kulit bernanah dengan penuh perhatian dan kesungguhan hati. Petugas ramuan membawakan obat dan menyaksikan itu dengan takut-takut. Ia mengatakan kalau ramuan sudah tiba, Hur June menyuruhnya untuk menaruhnya di dekatnya. Petugas itu menaruhnya dengan gemetar dan segera pergi dengan berlari keluar ruangan.

Jang Hak Do, Kim Man Kyung, dan Lee Myung Won, yang surat perintahnya sudah turun untuk bertugas di Hyemin, mendatangi Hur June. Saat Jang Hak Do melihat Hur June membelek luka nanah di tubuh pasien, Jang Hak Do menegurnya apa ia sudah sinting melakukan hal semacam itu. Hur June menyahut kalau ia membiarkan nanah itu pecah, maka itu akan menyebar ke bagian lain. Kim mengatakan dengan suara keras kalau begitu Hur June lah yang akan tertular nantinya. Hur June menyahut kalau penyakit nanahnya sudah menyebar ke otot dan periosteum (?). Jika ia tidak berbuat apapun, jiwa pasien akan dalam bahaya. Ketiga rekannya tertegun dan saling berpandangan satu sama lain. Pasien itu memohon agar Hur June menyelamatkan nyawanya. Kim memarahinya tidak percaya kalau kata-kata seperti itu bisa keluar dari mulutnya yang telah menyusahkan Hur June demikian banyaknya.

Ketiga rekan Hur June kembali ke kantor Hyemin, mereka memanggil petugas ramuan dan memberikan resep untuk petugas piket yang sakit itu. Hur June masuk dan bertanya siapa yang mendapat giliran jaga malam. Jang menjawab dirinya. Hur June meminta Jang untuk melihat dan merawat kondisi dari petugas tiket itu. Jang terpaksa mengiyakannya. (Aku senang sekali melihat akting Jang ini, perubahan wajahnya bagus sekali … cocok deh😀 ) Kim bertanya apa yang akan dilakukan Hur June. Hur June mengatakan kalau ia sudah meresepkan foxglove (?) dan elecampane (?)  tapi tidak bekerja baik. Hur June tahu kalau getah pohon pinus, Eucommia Ulmoides efektif untuk nongajin (?) jadi ia akan mencarinya. Ketiga orang itu hanya bisa tertegun mendengar alasan Hur June. Jang Hak Do mengatakan kalau orang itu sudah dengan diam-diam membuatnya dalam masalah dan juga membuatnya menderita, jadi tidak ada alasan bagi Hur June untuk melakukan semuanya ini bagi orang semacam dia. Dr. Lee sendiri tahu kalau dia tak pantas mengatakan ini untuk keselamatan jiwa seseorang, tapi ia sendiri juga tidak nyaman merawat petugas tiket itu. Hur June secara tegas mengatakan kalau baginya petugas tiket itu adalah salah seorang pasien di matanya. Ia kemudian segera pergi. Ketiga rekannya merasa apa boleh buat juga merasa mereka telah ditegur oleh Hur June, karena telah membedakan pasien karena pasien itu musuh mereka. Kim Man Kyung kemudian tertawa terbahak-bahak dan mengatakan kalau Hur June selalu mengatakan hal yang benar …. Ia tertawa keras …

Para petugas ramuan sedang membicarakan tindakan Hur June dengan petugas ramuan yang menjadi musuh Hur June, di mana Hur June menempatkan pasien lebih daripada dirinya sendiri. Apalagi pasien itu ternyata orang yang pernah menyakitinya. Petugas yang lain mengatakan kalau selama 10 tahun ia bekerja di Hyemin, tidak pernah ia mendengar atau melihat dokter yang seperti Hur June. Jadi mereka tidak mau mengikuti rencana dari petugas ramuan, musuh dari Hur June. Petugas itu berusaha mempengaruhi mereka dengan mengatakan kalau Hur June berusaha membodohi dan menipu mereka. Tapi mereka mengatakan kalau mulai sekarang mereka hanya akan mendengarkan dr. Hur June seorang. Petugas itu kesal dengan mereka. Tapi saat ia sendirian, ia mengingat ketika Hur June dengan penuh perhatian merawat petugas tiket, yang notabene adalah teman karibnya. (Mungkin dalam hatinya ia sendiri mulai ragu-ragu dan mempertanyakan apakah benar tindakan seperti itu bermaksud menipu mereka semua? Apa bukan itu merupakan watak asli dari Hur June?)

Hur June keluar istana dan mencari bahan obat-obatan, ia mengambil getah pohon pinus.

Malamnya Hur June membubuhkan getah pohon pinus yang telah dicampuri obat lain pada luka bernanah pasiennya. Tiba-tiba ia merasa ada yang sakit pada bagian belakang telinga kirinya, tangannya meraba dan merasakan ada seperti lendir, Hur June kaget dan segera membuka baju di pergelangan tangan kanannya, dilihatnya mulai ada bercak-bercak di sana, pertanda ia telah tertular oleh pasiennya. Hur June menjadi bingung.

Ibu Hur June menemui menantunya dan bertanya apa Hur June sudah pulang, Dahee menjawab belum. Nyonya Son khawatir dengan anaknya yang sudah beberapa hari lamanya tidak pulang ke rumah, takut kalau Hur June merusak kesehatannya sendiri. Tapi tak lama terdengar suara Hur June pulang. Nyonya Son melihat wajah Hur June tidak begitu baik dan menegurnya bisa-bisa ia sendiri sakit setelah merawat mereka yang sakit. Hur June tersenyum dan menyahut kalau ia baik-baik saja jadi tidak usah dicemaskan. Saat Hur June akan mengambil pakaian ganti di atas lemari, luka di tangan kanannya terlihat oleh Nyonya Son yang bertanya apa itu. Hur June tidak mau membuat mereka cemas menjawab kalau semuanya baik-baik saja, dan itu hanyalah luka bernanah yang ringan, tapi Hur June meminta Dahee supaya anaknya tidak masuk ke kamar selama ia masih menderita luka itu supaya tidak tertular. Dahee cemas tapi tidak menunjukkan di wajahnya dan segera mempersiapkan sarapan. Ibu Hur June masih tidak yakin tapi Hur June sekali lagi mengatakan kalau itu hanya luka ringan jadi ia tidak apa-apa.

Hyemin seperti biasa ramai dengan para pasien. Jang Hak Do keluar dari bangsal sambil berseru kalau ia tidak pernah melihat orang sebodoh itu sebelumnya. Lee bertanya ada apa lagi dengannya. Jang menjawab kalau dr. Hur sekarang akhirnya terinfeksi penyakit pasiennya. Semua rekan-rekan Hur June termasuk Ye Jin  dan petugas ramuan yang tidak senang pada Hur June terpana dan kaget mendengarnya.

Para perawat membicarakan tindakan dr. Hur yang dikatakan oleh beberapa dari mereka sungguh bodoh dan ceroboh sehingga bisa tertular penyakit pasien. Tapi Chae Sun menentangnya dan mengatakan kalau sebaliknya hal itu adalah tindakan berani, dan bayangkan betapa ia sungguh perhatian pada pasien, yang semua tidak mau dekat-dekat, sehingga terinfeksi. Ye Jin dan Soo Yeon sangat khawatir dengan keadaan dr. Hur.

Hur June selesai membebat tubuh pasiennya dan kemudian membubuhkan bubuk obat pada pada lukanya sendiri. Petugas ramuan diam-diam ada di belakangnya menyaksikan semua itu. Ia menundukkan kepalanya, merasa malu pada dirinya sendiri dan merasa bersalah pada Hur June.

Hadong dan Yuwol berjalan-jalan di pasar melakukan suruhan majikan mereka. Hadong ingin pergi ke satu tempat dan menyuruh Yuwol untuk pergi sendiri sementara. Yuwol mengatakan kalau Nyonya Yoo (Istri Doji) sangat marah padanya karena sering pergi ketika ada kesempatan. Hadong menyahut kalau itu urusannya. Hadon pergi menemui Haman yang menjaga toko obat miliknya. Hadong ingin bertemu dengan Ohgun, tapi Haman mengatakan kalau sekarang Ohgun bukan jodohnya karena lagi tergila-gila dengan seorang perawat bernama Hong Chun. Hadong menyebut Ohgun sebagai penghianat.

Ohgun sedang berjalan-jalan di pasar, mau ke toko obat Ilsuh, tapi ia kemudian melihat Hadong dan Hadong juga melihatnya …Ohgun segera lari …. Dikejar oleh Hadong yang memanggil-manggilnya .. Ohgun terus berlari seperti dikejar oleh setan …. Sedangkan setann .. eh Hadong terus mengejarnya (wahahahhahaha …  semua pasti ketawa deh liat adegan Ohgun dikejar-kejar sama Hadong, lucu banget, apalagi Hadong ngejarnya sambil sedikit-sedikit loncat … ehheheh😀 ). Sampai suatu saat Ohgun sampai di kedai minum di mana Ilsuh dan Yangtae sedang bersantai. Yangtae bertanya mengapa dia terengah-engah seperti itu. Ohgun berkata tidak ada yang terjadi.

Ohgun bertanya pada mereka mengapa ingin bertemu dengannya. Yangtae membisikkan sesuatu pada Ohgun, yang menjadi terkejut. Ohgun menyebut Yangtae sinting karena memintanya untuk melakukan perdagangan gelap. Jika saja mereka tertangkap maka mereka akan di “ngek” (Ohgun memeragakan tangan memenggal kepalanya) Ilsuh menjawab kalau ia sendiri kurang yakin tapi Yangtae terlihat sangat percaya diri. Yangtae mengatakan kalau Ilsuh tidak perlu cemas karena itu dulu adalah pekerjaannya saat ia masih di Yongchun. Yangtae kemudian menceritakan tentang penghidupan Hur June dan dirinya dulu saat di Yongchun. Ohgun dan Ilsuh hampir-hampir tidak mempercayainya, kalau dulu Hur June ternyata adalah penyelundup. Yangtae membujuknya untuk ikut serta dalam proyek ini, apalagi jika Ohgun ingin bersama Hongchun, ia harus mencari sumber penghasilan lain supaya dapat menghidupi kehidupan mereka berdua nantinya, karena dengan gaji Ohgun yang sekarang tidak mungkin. Ohgun bingung….

Hur June ke ruang ramuan dan bertanya pada petugas, yang dulu memusuhinya, mengenai ramuan yang ia minta dibuatkan.  Petugas itu menunjukkannya dan mencoba untuk membawakannya tapi Hur June bersikeras akan membawanya sendiri. Kemudian petugas itu dengan sedikit malu hati memberikan seguci getah pinus dan mengatakan kalau ia mengumpulkannya sendiri. Melihat Hur June terinfeksi, jadi ia pikir nanti Hur June pasti membutuhkan itu sangat banyak… dan lebih lanjut petugas itu mengatakan kalau sembarang waktu Hur June membutuhkan getah pinus lagi, Hur June hanya tinggal mengatakannya saja dan ia akan mencarikannya bagi Hur June. Hur June menatapnya kemudian berterima kasih.

Petugas tiket itu wajahnya dibalut karena luka nanah di wajahnya telah menjadi borok setelah diobati. Hur June meminumkan obat padanya. Pasien itu bertanya tidakkah Hur June membencinya, ia sudah memberikan banyak kesulitan dan penderitaan bagi Hur June bahkan sekarang juga terinfeksi karenanya. Hur June tersenyum dan menjawab kalau ia memang membencinya. Pasien itu terkejut. Hur June melanjutkan kalau ia juga manusia, bagaimana mungkin ia tidak memiliki perasaan seperti itu. Tapi untuk sekarang justru Hur June meminta maaf karena sebagai dokter ia tak bisa meredakan rasa sakit yang teramat sangat yang ia rasakan di tulang-tulangnya. Pasien itu menangis mendengarnyua.

Hur June ingin membuka perban pada petugas tiket itu, semua dokter dan perawat tidak mau ketinggalan untuk menyaksikannya. Mereka segera berkumpul di bangsal Hyemin. Hur June membuka balutan perban dan ternyata penyakitnya sudah sembuh, walaupun bercak-bercak masih ada tapi itu adalah bekas borok yang dalam taraf penyembuhan dan akan menghilang dengan berjalannya waktu. Petugas tiket itu sangat terharu. Hur June kemudian memerintahkan pada petugas ramuan untuk membawakan ramuan seperti yang telah ia resepkan. Sementara Hur June berpaling, pasien itu berdiri dan kemudian mengadakan penghormatan besar pada Hur June. Hur June menyuruhnya berdiri. Pasien itu menangis dan meminta maaf pada Hur June dan tidak akan pernah melupakan pengajaran yang telah diberikan oleh Hur June, untuk kebaikan Hur June yang telah merawatnya, padahal ia pantas mati, jadi mulai sekarang ia akan menjadi seorang manusia yang sebenarnya. Kim Man Kyung tertawa dan menyuruhnya berdiri, semua orang sudah mendengar perkataannya jadi jika ia ingin melakukan hal buruk, ia tidak mungkin bisa karena semua orang mengawasinya. Sekarang Hur June benar-benar berhasil menaklukkan Hyemin!!!!

Lee Jung Myung berada di kantornya, membaca buku, tapi ia tidak berkonsentrasi jadi menutup bukunya dan mengingat kejadiaan saat Ye Jin merawat Hur June yang habis dihukum 1000 kali membaca tulisan Raja. Seorang kepala polisi menghadap dan mengatakan kalau ia sudah menyelidiki mengenai Hur June, walaupun Hur June ditempatkan di Hyemin tapi banyak orang mengatakan kalau Hur June berhasil lulus Ujian dengan hasil yang sempurna yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Hur June tidak disukai oleh para atasannya karena berbicara tegas tanpa tedeng aling-aling tapi justru dihormati oleh para pasien di Hyemin karena bersungguh hati dalam melakukan tugasnya sebagai dokter. Jung Myung bertanya keluarga Hur June, yang dijawab kalau ia memiliki ibu, istri, dan seorang putra.

Ye Jin dipanggil oleh perawat senior, yang sementara itu sedang berdandan dan memakai pakaian bagus. Ye Jin disuruh berganti pakaian dan mengikuti mereka untuk menghadiri sebuah pesta. Seehee bertanya apa mereka harus mengajak Ye Jin juga. Rekannya menjawab kalau Ye Jin harus melalui ini juga supaya ia juga tahu darimana sebutan perawat gisaeng itu muncul. Ye Jin kembali ke kamarnya bermaksud ganti pakaian, tapi sesampainya di kamar, ia melihat rekan sekamarnya, Chae Sun, sudah berganti pakaian dan sedang menari. Ye Jin bertanya apa artinya itu. Chae Sun menjawab kalau ia berlatih menari khusus untuk hari seperti ini, ia berharap akan diambil istri oleh seorang pejabat tinggi yang tampan apapun caranya. Ye Jin tidak mengerti dan bertanya mengapa mereka harus ke pesta. Chae Sun menjawab kalau mereka harus menemani dan melayani para pejabat minum-minum.  Ye Jin terkejut.

Soo Yeon (Sohyun) tidak mau ikut dan mengatakannya pada Duk Geum dan Hongchun, Hongchun berusaha membujuknya. Sohyun bertanya mereka bukanlah gisaeng tapi mengapa justru mereka disuruh tersenyum dan menuangkan minuman saat pesta. Duk Geum menegurnya mengapa mengungkit hal ini lagi yang sebenarnya sudah tradisi sejak lama. (Ingat Dae Jang Geum? Kondisi di drama ini dan Dae Jang Geum sama karena masa Dae Jang Geum hanya berselisih sekitar 50 tahun di muka dengan masa Hur June) Hongchun menegurnya boleh saja ia tidak ikut, tapi ada gadis-gadis yang memimpikan untuk menjadi istri dari para pejabat yang ikut pesta semacam ini. Tidak usah menyalahkan dunia yang seperti ini. Soo Yeon tetap bersikeras kalau tidak akan pergi, Duk Geum mengalah dan akan mengutus gadis lain sebagai gantinya.

Para gadis perawat sudah bersiap dan segera pergi ke pesta pejabat. Di pesta mereka duduk di samping para pejabat dan melayani minum seperti layaknya seorang gisaeng. Ye Jin hanya duduk dan tidak bergerak sedikitpun, hatinya gelisah. Di pesta itu ternyata ada Lee Jung Myung yang melihat kehadiran Ye Jin dan terkejut. Saat pesta dimulai dan Ye Jin masih saja bersikap dingin, pejabat yang ditemaninya justru tertarik dan bertanya siapa namanya Ye Jin diam saja, pejabat lainnya mengulang pertanyaan itu. Rekan Ye Jin yang kemudian menyebutkan namanya. Ye Jin digoda terus dan para pejabat tertawa, Lee Jung Myung gelisah.

Duk Geum menemui Soo Yeon yang sedang belajar di kamarnya. Duk Geum mengatakan kalau ia mengerti maksud dari Soo Yeon kalau mereka bukanlah gisaeng, tapi masalahnya kondisi memalukan ini sudah berlangsung begitu lama, Duk Geum sendiri juga membenci itu tapi tak dapat melakukan apapun, karena jika ia berhenti maka ia akan menari dan menyanyi menjadi seorang gisaeng.

Soo Yeon gelisah sehingga ia mencari udara segar di luar. Soo Yeon merenungkan kata-kata Duk Geum. Ohgun dan Hur June mendatangi tempat Soo Yeon, yang kemudian bertanya ada keperluan apa mereka datang. Hur June mengatakan kalau ia bertanggunjawab untuk memberikan pelatihan pada para perawat Hyemin dan datang sekarang untuk membicarakan mengenai hal ini dengan Kepala Perawat Hyemin. soo Yeon menyahut kalau ia akan mengantar mereka. Saat berjalan menemui Kepala Perawat, Ohgun heran karena tempat itu sangat sepi lain dari biasanya. Soo Yeon menyahut kalau mereka pergi ke pesta. Ohgun dan Hur Jun heran.

Di tempat pesta, beberapa perawat menari untuk menghibur para pejabat diiringi musik.  Lee Jung Myung terlihat menahan perasaannya. Pejabat yang ditemani Ye Jin minta dilayani minum oleh Ye Jin, tapi Ye Jin diam saja sehingga pejabat itu marah dan membentak Ye Jin untuk menuangkan minuman baginya. Ye Jin takut. Lee Jung  Myung segera berseru memanggil pejabat itu, semua orang tegang. Lee Jung Myung mengatakan kalau Ye Jin pastinya tidak merasa nyaman di pesta ini dan sepertinya ia dipaksa untuk datang kemari, mengapa tidak mengirimnya kembali saja.  Seorang pejabat lain menegur Lee karena bersikap kasar. Seorang Gisaeng untuk menuangkan minuman sangatlah mudah ditemukan dan jika pejabat itu bersedia maka Lee akan memanggilkan satu untuk pejabat itu dan meminta agar Ye Jin dikirim pulang.  Semua orang tegang…. Tapi pejabat itu justru tertawa dan mengatakan kalau ia telah melakukan kesalahan yang besar. Lee tidak mengerti maksudnya. Pejabat itu melanjutkan tampaknya Lee telah mengincar Ye Jin dari semula dan pasti kesal karena telah didahului olehnya. Pejabat lain menggodanya dan mengatakan selama ini walaupun ia kelihatannya tak tertarik dengan gadis-gadis ternyata itu semua hanyalah kepura-puraan belaka. Lee terus digoda oleh kedua pejabat itu. Ye Jin tidak tahan lagi ia segera berdiri dan mengundurkan dirinya dari pesta. Lee hanya bisa menahan perasaanya mendengar semua godaan itu.

Ye Jin menyendiri dan menangis di tempat sepi, Lee menyusulnya dan meminta maaf padanya. Ye Jin menatapnya. Lee meminta Ye Jin untuk berhenti menjadi perawat. Ia tidak tahan melihat Ye Jin dihina seperti itu. Lee kemudian bercerita kalau ia sudah kehilangan istrinya 3 tahun yang lalu, dan ia pikir kalau dirinya tak mungkin memiliki seseorang di hatinya lagi. Tapi sekarang ia tak pernah berpikir kalau ia bisa gelisah karena merindukan seseorang lagi. Lee mengungkapkan perasaannya, ia ingin melindungi Ye Jin tapi bisakah Ye Jin menerimanya. Ye jin terkejut. Lee tahu kalau Ye Jin memiliki Hur June di hatinya dan tidak memintanya untuk menerimanya sekarang, tapi hanya meminta untuk membukakan hati sedikit saja baginya sehingga hatinya bisa menyentuh hati Ye  Jin.  (Jadi ingat lagu Bukalah Hatimu punya Armada : “Bukalah hatimu …. Bukalah sedikit untukku … sehingga diriku … bisa memilikimu …. Betapa sakitnyaaa aa aa …. Betapa pedihnya hatiku … selalu dirimu …. Tak menganggapku ada ….” Koq jadi nyanyi ya ? Hehehhe :P)

Ohgun dan Hur June dalam perjalanan pulang, mereka bercakap-cakap mengenai perawat yang mendapatkan tugas di pesta, apakah mungkin Ye Jin juga ditugaskan ke sana. Hur June memikirkan hal ini. Tiba-tiba petugas ramuan berlari dengan tergesa-gesa menemuinya, kemudian mengatakan kalau ada seorang staf ruang ramuan menggantung dirinya di ruang ramuan. Hur June dan Ohgun terperanjat, mereka segera ke ruang ramuan dan melihat tubuh yang tergantung. Hur June sangat kaget ….

7 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 38

  1. huaaaaaaaaaaaaaaaahhhh pengen lanjutannyaaaaa
    koq skrg koh andi nya kalah 1 langkah ama lbs ya? kayak dlu lg dunk cpt 1 series jd agak berkurang penasarannya

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s