The Slave Hunter [Chuno] – Episode 09

Oh ya…ceritanya udah mulai musim dingin. Baju2 chunnokun kita udah tertutup ga seksi kyk dulu. Pemain2nya ganti kostum.

Ikat kepala Song Tae Ha lepas, dahinya terbuka. Un Nyun dapat melihat jelas cap “Budak laki-laki” di dahinya. Un Nyun terhenyak dia tak menyangka Song Tae Ha punya cap seperti kakaknya dulu. Dia teringat saat dia dulu dan kakaknya ingin menghilangkan cap budak mereka dengan besi panas. Song Tae Ha merasa bersalah, tapi dia harus konsentrasi dulu menghadapi lawannya. Yoon Ji idak cukup tangguh bagi Tae Ha. Dengan mudah, Tae Ha bisa mengembalikan belati dan menusukkan balik ke perutnya. Yoon Ji tak bergerak lagi. Tae Ha membawa Un Nyun lari dari situ.

Dae Gil sedang berlari menuju Tae Ha, tiba-tiba datang Baek Ho menerjangnya. Dae Gil melayani Baek Ho (g jd deh ktemu Un Nyun..). Baek Ho tiba-tiba bicara
“Kamu slave hunter Lee Dae Gil?”. Dae Gil kaget jg identitasnya diketahui. “Kamu mengenal wanita ini?”, kata Baek Ho sambil menunjukkan gambar Un Nyun.
Dae Gil terhenyak, dia terdiam mematung, pikiriannya kosong. Ada orang lain yang mengenal kekasihnya yang ia cari 10 tahun. Baek Ho menyerangnya, gambar Un Nyn terbelah jadi dua. Dae Gil masih linglung, dia tidak menyadari nyawanya dalam bahaya. Tombak Choi yang mengenai jantung Baek Ho menyelamatkan nyawa Dae Gil.

“Dimana Un Nyun, dimana dia, bagaimana kau mengenalnya”, Dae Gil mengguncang-guncang tubuh Baek Ho yang sudah tak bernyawa. “Dia sudah menemui ajalnya”, kata Choi berusaha menyadarkan Dae Gil. Dae Gil terduduk lemas sambil memandang potongan gambar Un Nyun.
Dae Gil menggeledah baju Baek Ho, dia menemukan kampung halaman Baek Ho. Dia lari ke kudanya, lalu memacu kudanya. Seol Hwa kaget dia mengejar Dae Gil dengan kuda. Choi dan Wang Son tertinggal di sana tanpa kuda dan bekal.

Tae ha dan Un Nyun menyusuri sungai dengan perahu. Dua-duanya terdiam kaku tanpa bicara. Un Nyun akhirnya bicara
“Tuan, apa kita terus naik perahu sampai P. Jeju”, kata Un Nyun
“Sebenar lagi kita akan bertemu laut, kita naik kapal dari sana”. Un Nyun akhirnya tahu bahwa tahu dari erita Tae Ha bahwa dia pernah bertugas di angkatan laut lalu di akademi militer
“Kau dikejar orang tetapi kau berkata kau tidak melarikan diri, kau ternyata seorang budak tapi berkata tidak
diperbudak. Aku tidak mengerti”, Un Nyun protes.Tae Ha dengan tenang bercerita bahwa setelah 8 tahun di china lalu pulang ke korea, keadaan politik sudah berubah. Dia bercerita sampai  akhirnya dia difitnah, ditangkap dan disiksa sampai kakinya pincang.

Tae ha teringat ketika dia dan anakbuahnya dipenjara dan  mereka siap mati dengan terhormat daripada mengakui hal yang tidak mereka kerjakan. Mentri Im Young menemui mereka di penjara. Dia dengan menangis memohon pada mereka agar untuk saat ini mengorbankan kehormatan mereka dan pura-pura mengakui tuduhan itu agar mereka tak kehilangan nyawa.
“Putra mahkota meninggalkan surat wasiat untukmu sebelum dia wafat. Bagaimanapun kau tidak boleh mati!”   pesan mentri pada Tae Ha.
Tae ha sadar dari lamunannya terhenti ketika Un Nyun bertanya “Apa kau ke P. jeju untuk menghapus
kembali status budakmu?”
“Tidak. Ada yang jauh lebih penting. Untuk itu aku rela menjalani apapun termasuk perbudakan atau bahkan yang lebih buruk dari itu”, kata Tae Ha. Un Nyun tidak terlalu mengerti
“Menurutku tidak ada hal yang lebih buruk selain perbudakan”, kata Un Nyun, dia dulu seumur hidup pernah menjadi budak.
Un Nyun menyobek sebuah tali dari baju luarnya untuk dijadikan ikat kepala baru buat tae Ha.

Mentri Im Young Ho sebelum dia dibunuh telah menyebarkan pesan rahasia ke seluruh mantan pengikut/kelompoknya tentang misi menyelamatkan anak putra mahkota. Pesan rahasia itu berupa kertas /kain kosong yang sandinya muncul jika dicelupkan ke dalam air.Wang Son ternyata memungut satu kertas dari rumah mentri. Dia akan menggunakannya untuk cebok. Choi penasaran. Dia curiga itu pesan rahasia. Dia mengambil kertas itu dari wangson mencelupkan kertas itu ke dalam air. Choi merasa harus memberitahukan isi pesan itu kepada Dae Gil.

Malam hari Dae Gil dan Seol hwa istirahat di suatu tempat.Dae Gil heran dengan seol hwa yang hidup senang asal bisa makan dan tidur. Seol Hwa penasaran apa tujuan dae gil menjadi chuno kkun.
Dae Gil menunjukkan bekas luka di mukanya (bekas luka saat kakak Un Nyun hampir membunuhnya)
“Aku akan menangkap semua orang budak yang lari dari tuannya”, kata Dae Gil dendam.
“Apa karena itu juga kau mencari terus gadis itu (Un nyun)?”, tanya Seol hwa penasaran. Dae gil tak menjawab. “Paling tidak kau ada seseorang yang ditunggu dan dicari”
Malam hari ketika Dae Gil tidur, SEol Hwa membaringkan kepalanya di dada Dae gil.

Un Nyun dan tae Ha akhirnya berlayar di lautan dengan menumpang sebuah kapal. Mereka mulai dekat satu sama lain. Jika salah seorang diantara mereka tidur, mereka saling memperhatikan. Ketika tae ha tidur. Un Nyun merapikan ikat kepala Tea.Ketika Un Nyun tidur, Tae Ha menyelimuti Un Nyun dengan baju luarnya.

pagi hari Un Nyun terbangun dan mendapati, baju tae Ha telah menyelimutinya. Dia melipat baju itu dan mengembalikannya ke tae Ha. Tae Ha mengamati baju dan simpul tali di atasnya. tae ha terharu. (simpulnya bentuk hati gitu?)

Hwang Chul Woong juga berlabuh dengan kapal ke P. Jeju. Dalam menjalankan misinya, dia membayar Choen Ji Ho (slave hunter senior Dae Gil yang benci ama Daegil) untuk membantunya.

Di P. jeju Han Seom, anak buah Tae Ha yang diceritakan tidak tahan siksaan lalu berkhianat, mendapat pesan rahasia di kertas putih. Ternyata dia tidak benar-benar berkhianat, dia menjalankan suatu misi untuk berada di dekat putra mendiang putra mahkota. Dari pesan rahasia, dia tahu keadaan sudah mendesak dan harus pergi membawa pangeran kecil pergi dari situ. Dia mengajak dayang pengasuh untuk pergi bersamanya, tapi dayang dia tidak percaya. Tiba-tiba Hanseom melihat Hwang Chul Wong datang, dia buru-buru membunuh para penjaga dan membawa pangeran kecil pergi dari situ. Dayang pengasuhnya panik dia berteriak-teriak meminta pangeran dikembalikan padanya. Han seom terus lari sambil menggendong pangeran, dayang itu terus mengejarnya dengan khawatir.

Hwang Chul Wong tiba di tempat , dia melihat beberapa penjaga telah terbunuh, dia meneliti sekitar tempat itu mencari petunjuk. Hanseom pergi dengan meninggalkan sandi, Chul Woong bisa mengerti dan tahu Hanseom pergi ke utara (mereka dulu dari pasukan yang sama , sama-sama anak buah Tae ha, jadi sudah hafal prosedurnya). Chul Woong pergi mengikuti jejak Han Seom.

Dae Gil dan Seol hwa tiba di kampung asal Baek Ho. Dae Gil meminta Seol Hwa mencari tahu  rumah pendekar Baek Ho dan kalau bisa mencari informasi tentang Un Nyun.

Tae Ha dan Un Nyun telah sampai di P. Jeju, mereka lalu menuju tempat pangeran kecil diasingkan. Sampai di sana mereka kaget karena hanya memenemukan mayat-mayat.

Dan pangeran kecil pun sudah tidak ada di sana. Tae ha segera mencari petunjuk yang pasti ditinggalkan anakbuahnya. Dia menemukannya, ketika mereka akan pergi pasukan inspeksi kerajaan datang ke tempat itu. Begitu melihat korban berjatuhan mereka langsung mengepung Tae Ha dan Un Nyun.

Seol hwa pintar mencari informasi. Dia tahu bahwa baek Ho bekerja pada bangsawan baru (mirip2 OKB kakanya Un Nyun itu). Dae Gil mendatangi rumah bangsawan itu, dia minta Seol Hwa menjaga di luar. Dae Gil masuk ke dalam rumah dengan waspada, dia menanyakan Baek Ho pada pemilik rumah. Dia kaget melihat bangsawan itu.

Dia mengenali itu adalah Keun nom, mantan budaknya, yang menghancurkan keluarganya dan hampir membunuhnya. Keun nom kaget tak menyangka Dae Gil bisa menemukannya. Dae Gil mengarahkan belatinya dengan marah, dia ingin balas dendam.

sumber: nana-catatanku.blogspot.com

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s