The Slave Hunter [Chuno[ – Episode 17

Hwang Chul Woong mengancam Lee Dae Gil agar mengaku di mana dia melihat pangeran. Hwang Chul Woong menakut-nakutinya dengan besi panas. Dae Gil tidak mau badannya terkena besi panas, dia memberontak.
“Kau ini sama keras kepalanya seperti dua orang temanmu”, kata Chul Woong. Dae Gil kaget
“Jadi kau ini orangnya yang membantai temanku. katakan di mana mereka!”, Dae Gil baru sadar dan sangat marah.
“Apa mungkin mereka bisa bertahan hidup?”, balas chul woong.
Chul woong pamer pada Dae Gil bahwa ada titik2 sensitif di tubuh manusia, dia menunjukkan titik2 itu pada dae gil. Dia lalu memukul perut Dae gil pas di titik itu. Dae gil kesakitan dan lemas.

Chul Woong juga menekan titik di leher Dae gil sehingga dia langsung lemas dan pingsan.

Song Tae Ha sebal. Dia memanas-manasi Chul Woong untuk ga ragu menyiksa dia karena dia tidak akan mnyerah atau berkata apapun. Chul Woong menyiksanya dengan besi panas. Tae Ha menyadari bahwa Chul woon juga lah yang membantai anak buahnya
“Hanya satu orang yang berhasil lolos”, kata Chul woong
“Mengapa kau tega melakukannya bukankah mereka itu orang-orangmu juga?”, kata Tae Ha prihatin
“Orang-orangku?! mereka hanya menurut padamu!”, kata Chul Woong
Song Tae Ha benar-benar marah kali ini. dia tak mau menanggap pernah mengenal chul woong.

Un Nyun pergi mengungsi dari rumah karena rumah itupun sudah tidak aman lagi. Dia berjuang sendiri membawa pangeran won son bersamanya. ditengah dinginnya cuaca dan salju tebal di jalanan.
Seol hwa berusaha mengatasi rasa sedihnya, dia juga pergi meninggalkan kota , ke pegunungan sesuai yang diberitahukan dae gil tempat yang aman untuknya.

Eopbok dan Geun bo  melakukan misi pemberontakan bersama. Mereka kali ini lebih percaya diri dan menyerang rumah seorang bangsawan. Geun bo memimpin para budak yang masih takut-takut untuk berani berhadapan dengan kaum bangsawan.

Mereka mengambil peti harta dan dokumen budak mereka. Sehingga para budak di rumah itu bisa bebas dan kabur.

Hwan Chul Woong telah memerintahkan polisi untuk membawa tubuh Wang son dan Choi dari hutan. Tubuh mereka ditarik  gerobak sapi. Sesampai di kota mereka sadar, mereka ternyata hidup. Jendral Choi membangunkan Wang Son. Dia berkata bagaimanapun caranya mereka harus kabur sekarang, karena akan lebih berbahaya jika mreka tertangkap.

Dengan sisa2 tenaga mereka bekerja sama melumpuhkan petugas. Mereka lalu kabur dengan gerobak sapi.

Di istana terjadi 2 macam kubu yang menatakan pendapatnya pada raja. Kubu Lee Gyong shik ingin mereka mandiri dari cina. yang lain ingin mereka mengakui pangeran Won Son dan bekerja sama dengan Cina.
Lee gyon shik sekaran sepertinya punya strategi baru.
Anak buah lee gyong shik ke penjara, dia minta chul woong berhenti menginterogasi mereka.  Tae Ha dan Dae Gil yang pingsan lalu digiring ke penjara.

Utusan dari kaisar Cina, curiga karena karena pihak kerajaan korea menyembunyikan tentang keberadaan pangeran Won Son. Dari informannya dia berhasil mendapat informasi tentang peristiwa P. Jeju yan melibatkan tae ha dan pangeran beberapa waktu yang lalu. Utusan ini kebetulan bersahabat baik dengan mendiang putra mahkota dan Song Tae Ha sewaktu mereka ada di Cina. Mereka juga mendapatkan informasi bahwa Song Tae Ha telah ditangkap. Utusan ini semakin curiga.

Malam harinya Lee gyong shik memanggil menantunya Hwang chul woong. dia kali ini menghargai jasa menantunya. Dia menawarkan jabatan bagi chul woong di militer tapi chul woong menolaknya, dia hanya ingin mnyelesaikan tugas yang terlanjur dia kerjakan. Lee gyong shik ternyata menubah taktiknya dia merasa tidak perlu membunuh pangaren won son lagi. dia hanya ingin menutup jejak di p. jeju. Tidak ada yang tahu peristiwa P. Jeju kec. Tae Ha, istrinya dan Dae gil.

Dae Gil akhirnya sadar di selnya. Dia menghampiri Tae Ha dan dia menyalahkan Tae Ha karena membawa Un Nyun dalam bahaya.

Tae Ha berkata itu resiko dalam hubungan cinta atau pasangan. Dae Gil tertawa mengejek.

Chul Woong kali ini menemui istrinya dan bicara padanya untuk pertama kalinya. Dia berkata pada istrinya bahwa ayahnya memang menakutkan. Istrinya dengan bahasa yang belepotan minta suaminya berhenti dari misi mengerikannya ini.
“Aku ingin melihat ayahmu jatuh dahulu”, katanya sambil menyimpan dendam.
Slave hunter Cheon Ji Ho menunggu Chul Woon di depan rumahnya, dia ingin membalas dendam pada Chul woong karena telah membunuh anak buahnya. Tapi panah dan sabetan pedangnya dengan mudah dihindari oleh Chul Woong. Cheon Ji Ho lansung lari bersembunyi.

Dae Gil akhirnya merenung. Dia sekarang setuju saja jika Tae Ha ingin berusaha mengubah dunia. Supaya tidak ada lagi oran yan perlu dikejar-kejar dan melarikan diri. Juga tak ada orang yang ditangkap seperti dirinya.
“Tapi kita sebentar lagi akan mati”, kata Tae Ha. Dae Gil kaget. Tae Ha sudah hafal tindak tanduk penguasa.
“Tak usah terlalu takut setiap orang pasti akan mati”, kata Tae Ha
“Tapi aku juga punya alasan untuk masih ingin hidup”, kata Dae Gil.

Cheon Ji Ho lalu menemui Dae Gil di tahanan. Dae Gil tertawa terkesan pada kemampuan seniornya yang bisa menemuinya di sini. Walau Cheon Ji Ho selalu iri pada Dae Gil tapi sekarang temannya khususnya yan seprofesi hanya Dae Gil yang dia miliki. Anak buahnya telah mati. Dia berkata pada Dae Gil dia ingin membebaskan Dae Gil. (Dae Gil sama Ji Ho ini lucu dan aneh klo mereka berdua bicara sedih atau senang tetep aja pada tertawa).

Un Nyun berhasil mendapatkan tempat menginap di rumah wanita seorang bangsawan. Pagi harinya dia kembali melanjutkan perjalanan. Polisi banyak di tempatkan di banyak tempat untuk mencarinya dan pangeran Won Son. Un Nyun cemas saat harus mengantri di pemeriksaan. Dia lalu sadar bahwa polisi telah menyebar gambarnya dan mencari mereka. Dia harus memutar otak di saat kritis. dia lalu menggigit tangannya sampai berdarah dan melumurkannya di mulut pangeran. Di depan petugas dia berkata bahwa dia harus menamankan anak ini karena terkena penyakit menular berbahaya batuk berdarah.

Di penjara petugas membawa Dae Gil dengan paksa dari selnya. Ternyata mereka telah menetapkan hukuman untuk Dae Gil dan Song Tae Ha. Panggung dengan tiang gantungan telah disiapkan untuk mereka berdua. Para penduduk datang ke tempat itu. Teman-teman Dae Gil terkejut dan prihatin mendengar berita Dae Gil akan dieksekusi. Song Tae Ha dan Dae Gil sudah dibawa ketempat eksekusi. Song Tae Ha tampak pasrah, tapi tidak dengan Dae Gil.

“Apa kesalahanku, aku tidak melakukan kejahatan!”, kata Dae Gil berteriak. Dia berusaha melepaskan diri,  dia lalu dihajar para petugas. Petugas langsung menaruh tali di leher Dae Gil dan menariknya ke atas. Tae Ha sangat prihatin melihat kondisi Dae Gil yang mengenaskan.

Seol Hwa sedang menuju ke gunung, sambil berjalan sendiri dia menari dan menari lagu yang sedih. Dia merasa cintanya telah hilang.
Pada saat yang sama, Dae Gil ditiang gantungan mulai tercekik lehernya. Dia berteriak…

 

sumber: nana-catatanku.blogspot.com

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s