The Slave Hunter [Chuno] – Episode 18

Dari uang yang diperoleh dari Dae Gil, Cheon Ji Ho membeli dan menjahit baju seragam. Dia bangga bisa membeli baju dari uang simpanan yang diberikan Dae Gil.

Dia ingin menyamar jadi polisi untuk menyelamatkan Dae Gil dari hukuman mati. Dia juga kali ini mengakui pada tukang kain bahwa Dae Gillah slave hunter no satu di Chosun. Saat Song Tae Ha dan Lee Dae Gil akan dieksekusi Cheon Ji Ho sudah berada di barisan di sekeliling panggung. Banyak warga datang menyaksikan terutama teman-teman Dae Gil yang prihatin akan dirinya. Selain itu juga sekumpulan budak termasuk Eop bok ada di sana. Dia masih dendam pada Dae Gil dan berharap bisa melihatnya mati di tempat.

Seol hwa dalam perjalanannya menyanyikan lagu cinta yang sedih
“Jika kau tiada kau akan terbang menjadi kupu-kupu dan aku juga akan menjadi bunga. Kita akan bersua lagi di taman abadi. Oh cinta..cinta..dialah yang kucinta”

Un Nyun sedang berjuang menghindari kecurigaan para penjaga gerbang yang kembali mengejar dan menanyainya.
Pada saat yang sama Dae Gil ditarik di tali gantungan. Dia berteriak dan berusaha bertahan tapi dia semakin tercekik. Saat kesadarannya mulai menipis dia teringat kenangan indahnya bersama Un Nyun. Dae Gil menangis.

Cheon Ji Ho begitu cemas melihat Dae Gil tergantung tak berdaya, dia ingin menolong. Saat dia keluar barisan, dia kepergok.
Tiba-tiba ada serangan tak terduga. Mereka membunuh penjaga dan para algojo. Pasukan penyelamat itu datang untuk menyelamat Song Tae Ha. Mereka membawa Song Tae Ha pergi dari situ.
Cheon Ji Ho panik melihat Dae Gil tak bergerak. Dia berusaha melepaskan tali gantungan, tapi terlalu panik dan tak lepas-lepas, saking paniknya dia sampai menggigit tali itu. (kenapa ga pake tombak atau pedang dasar!)
Song Tae Ha berbalik, dia ingat Dae Gil. Dia mengambil pedang dan meleparkannya ke arah tali gantungan. Tali gantungan Dae Gil putus.Cheon Ji Ho menolong Dae Gil. Dia
panik karena Dae Gil tidak bergerak. Dia memukul-mukul dada dae Gil sambil menangis. Akhirnya Dae gil tersedak dan sadar kembali. Mereka melumpuhkan para penjaga dan kabur dari situ.

Pasukan pemanah bantuan datang. Orang-orang pun berhamburan, termasuk Eop bok. Orang yan menolon Tae Ha juga banyak yang terluka. Dae Gil menghindar dari panah, tapi panah itu malah menembus punggung dan dada Cheon Ji Ho dari belakang. Cheon Ji Ho sempat jatuh , Dae Gil tak tega melihatnya. Tapi dengan gaya mereka yang selalu tertawa dalam setiap keadaan Dae Gil menyuruhnya segera bangun. Cheon Ji Ho dan Dae Gil lari ke hutan dengan terhuyung-huyung.

Song Tae Ha dan dua orang penyelamatnya mengamankan diri di suatu rumah. Penyelamat mereka adalah orang-orang Cina yang dikenal Tae Ha selama tinggal di Cina. Mereka curiga akan penahanan Tae Ha. Atasan mereka adalah sahabat Song Tae Ha. Salah seorang dari mereka meninggal di tempat terkena panah. Song Tae Ha akhirnya berganti baju agar mudah menyamar dan meloloskan diri.

Dae Gil membopong Cheon Ji Ho melarikan diri ke hutan. Eop bok masih mengincar Dae Gil, dia juga mencari Dae Gil. Cheon Ji Ho tak kuat lagi dia duduk bersandar di sebuah pohon. Cheon Ji Ho lalu berkata bahwa semua anak buahnya sudah dibunuh oleh Hwang Chul Woong
“Tidak ada yang tersisa sekarang tinggal kau dan aku? Kau ingat kan yang selalu diajarkan Kakakmu ini?”, kata Cheon Ji ho
“Mungkin kita tidak membalas jasa tapi kita selalu membalas dendam”, jawab Dae Gil
“Kau benar-benar hebat seperti anjing hutan”

“Bukan aku adalah macan”, kata Dae Gil. Mereka bercanda dan tertawa untuk menghilangkan sedih dan sakit.

Cheon Ji Ho sudah mulai kepayahan dia memeluk Dae Gil, dia senang karena di akhir hidupnya Dae Gil memberikannya baju bagus. Cheo Ji Ho kemudia minta Dae Gil mengelitik kakinya. Ji Ho berkata ia merasa geli. Tapi kemudian Dae Gil tak mendengar lagi suaranya. Ji Ho sudah tak bergerak lagi. Dae Gil cemas dia menggelitik kakinya lebih keras, meggosok dan menghangatkan kakinya, tapi Jiho tak juga bergerak. Dae Gil akhirnya berteriak dan menangis.
Polisi datang bermaksud menangkap dae gil, dae gil marah dan dengan mudah mengalahkan mereka. Dia lalu kembali menangis. Walau kadang suka tidak akur dengan seniornya tapi kali ini dia merasa kehilangan tak punya siapa-siapa lagi.
Eop bok menemukan Dae Gil dia bersiap menembak. Tapi melihat musuhnya tengah berduka dia membatalkan niatnya sementara.

Un Nyun kerepotan, di kota dia menemukan polisi berjaga di berbagai tempat. Dia akhirnya terpaksa pergi ke pinggiran kota dan mengaso di bawah pohon . Dia menyalakan api unggun kecil buatnya dan pangeran agar merasa hangat. dia juga menghangatkan batu untuk pangeran kecil dan menaruhnya di tangannya (seperti dia dan daegil dulu ya)
“Bagaimana rasanya?”, tanya Un Nyun
“Hangat…”, jawab pangeran (lucu si kecil ngomongnya)
Un Nyun juga menghangatkan kaki pangeran.

Lee Gyong Shik menemui Mr. Y (sampai sekrang belum tahu ini namanya sapa hehe). Lee Gyong Shik membebaskannya dari hukuman dengan alasan dia taidak bersalah tidak membunuh siapa-siapa. Dia ingin memanfaatkan Mr. Y untuk bekerja untuknya. Dia berbohong menaatakan pada Mr. Y bahwa Song Tae Ha pun sudah meninggal jadi dia tidak punya siapa-siapa lagi yang bisa menampung aspirasinya.

Song Tae Ha dibawa ke kedutaan Cina. Di sana dia bertemu utusan Cina yang juga sahabatnya. Tae Ha ikut berduka karena salah satu anak buahnya meninggal saat menyelamatkannya. Song Tae Ha diminta bersembunyi di kedutaan agar lebih aman tapi dia menolak. Dia berkata dia harus menyelamatkan istrinya yang membawa pangeran wong son sendirian ke YeoJu.
Song Tae Ha menyarankan agar utusan Cina mengajukan permohonan wisata berburu kepada pemerintah kerajaan agar di saat yang sama dia bisa kabur keluar ibukota untuk mencari Istrinya.

Wang Son dan Jendral Choi telah tiba di suatu perkampungan lereng gunung. Tetua kampung di sana adalah seorang bandit nyentrik dan galak bernama Jagwi (diperankan oleh Ahn Kil Kang alias Chil Sook di QSD). Wang Son lumayan keder dengan orang itu. Tapi Choi berani melawan agar dia tak sewenang-wenang pada mereka.

Rupanya Jagwi masih marah kepada Dae Gil, dan dia ahu mereka itu teman-teman Dae Gil. Dulu Jag wi adalah senior Dae Gil di jalanan, sewaktu Dae Gil masih belom berpengalaman dia banyak mengambil pelajaran bertarung dari Jagwi. Jagwi bercerita bahwa suatu saat mereka berduel. Dae Gil masih mudah dia kalahkan, tapi dia curang dan melukai telinga Jagwai saat dia sedang lengah. Jag wi memperlihatkan bekas luka di telinganya. Dia ingin membalaskan dendamnya pada Wang Son. Untunglah seorang gadis kecil bernama Eun Sil masuk, dia mencari dan berharap Dae Gil juga datang ke sana.

Gadis kecil itu adalah budak yang dulu pernah diselamatkan Dae Gil.

Hwang chul woong menemui Lee Gyong Shik. mereka sudah menebak bahwa pelaku pembebasan Tae Ha adalah profesional yang hanya mungkin dilakukan orang Cina. Lee Gyong Shik sudah mendapatkan permohonan wisata berburu dari kedutaan cina, dia ingin Chul Woong mengawal utusan itu karena kemungkina Tae Ha juga ada di sana. api Chul woong sudah lebih hafal cara berpikir Tae Ha, dia tidak mau menuruti mertuanya lagi, dia ingin mencarei Song Tae Ha dengan caranya sendiri.

Seorang gadis budak yang telah dijual majikannya tiba-tiba pulang lagi ke rumah lamanya untuk bertemu orang tuanya. Dia menangis dan berkata tak tahan atas perlakuan majikannya padanya (sptnya dijadikan gundik). Ayahnya sambil menahan sedih memarahi anaknya.
“Apa kau pikir semuanya di sini merasa enak? semuanya juga menderita. jangan berpikir macam-macam yang penting kamu bisa makan dan terus hidup!”, kata ayahnya
“Ibu juga dulu seperti itu. tapi ibu masih hidup sampai sekarang”, kata ibunya sambil menangis.

Song Tae Ha akan pergi mencari Un Nyun ke YeoJu. Sahabatnya jendral dari Cina menghadiahkan goloknya untuk Tae Ha. Golok itu yang pernah dipakai pada duel pertama kalinya dengan Tae Ha yang berakhir seri.

Lee Dae Gil menguburkan Cheon Ji Ho, dia berkata akan ke YeoJu mengawal Un Nyun dulu, baru stelah itu dia akan membalaskan dendam pada Hwang Chul Woong dan memindahkan makam Ji Ho ke tempat yang lebih layak.

Lee Dae Gil dan Song Tae Ha menempuh perjalanan yang sama menuju YeoJu. Mereka mendaki benteng yang sama.

Keesokan harinya Un Nyun melanjutkan perjalanannya. Dia melihat pos penjagaan, dia langsung berbalik menghindar. Seorang petugas melihatnya sekilas, dia memanggil Un Nyun. tapi Un Nyun panik dia malah lari, Petugas-petugas menjadi curiga dan mengejarnya. Sambil menggendong pangeran Un Nyun berlari sekuatnya sambil tersandung-sandung. Tapi dengan mudah dia terkejar dan terkepung.
“Mengapa kalian berani tidak sopan pada seorang bangsawan?!”, protes Un Nyun
“Lalu mengapa Anda lari dari kami”, sahut petugas curiga. Petugas lalu menggiring Un Nyun ke kantor polisi. Lee Dae Gil sekilas melihat Un Nyun ditangkap.

Dari arah berlawanan, Song Tae Ha  melihat Un Nyun digiring petugas. Dae Gil dan Tae Ha buru-buru lari untuk menyelamatkan Un Nyun (dah lama ga liat adengan tae ha ama dae gil lari bareng hehe). Belum sampai ke Un Nyun ke dua orang itu bertabrakan di tengah jalan.

Un Nyun ditanyai oleh kepala polisi di kepolisian.Un Nyun protes karena polisi berlaku tidak sopan dan menangkap seorang bangsawan seperti dirinya. Un Nyun ditanya nama dan asalnya, mereka curiga akan identitas Un Nyun.

Lee Dae Gil dan Song Tae Ha menepi di sebuah tempat. Keduanya tampak tak senang bertemu (rival karena suka cewe yang sama ya  hehe).
“Lebih baik kau tidak ikut campur urusanku”, kata Tae Ha. Dae Gil mengejek status Tae Ha
“Negara ini akan ambruk bila membiarkan budak pelarian berkeliaran sepanjang semenanjung korea”, kata Dae Gil. Padahal petugas ada di mana-mana mencari pangeran.
“Dia anakku!”, kata Tae Ha
“Bagaimanapun dia bukan anakmu! Sebenarnya siapa yang kau cari Un Nyun atau pangeran?” sindir Dae Gil
“Aku tidak pernah mendengar wanita dengan nama itu “, kata Tae Ha. Tae Ha mengenal Un Nyun dengan nama Hye Won dan dia belum bisa menerima kenyataan bahwa Hye Won adalah Un Nyun.

Mereka bersitegang dan terjadi kontak fisik. Mereka kembali siap berduel…(bukan buru-buru nolongin Un Nyun mereka teh.., malah berantem)

sumber: nana-catatanku.blogspot.com

Iklan
By andyfeby Posted in Chuno Dengan kaitkata

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s