Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 39

Ohgun dan Hur June dalam perjalanan pulang dari asrama perawat Hyemin, mereka bercakap-cakap mengenai para perawat yang mendapatkan tugas di pesta, dan apakah mungkin Ye Jin juga ditugaskan kesana. Hur June memikirkan hal ini. Tiba-tiba staff medis di gudang ramuan berlari dengan tergesa-gesa menemui Hur June dan mengatakan kalau ada rekannya yang menggantung diri di ruang ramuan. Hur June dan Ohgun terperanjat, mereka segera menuju ke ruang ramuan. Sesampainya disana, Hur June melihat tubuh yang tergantung itu dan menjadi sangat terkejut.

Hur June segera berusaha menurunkan tubuh staf medis yang tergantung itu, ia meminta bantuan kedua rekannya. Hur June berhasil menurunkan orang itu dan segera memeriksa denyut nadinya ….

Pagi menjelang, pada pertemuan rutin para dokter Hyemin, Hur June memberitahu atasannya kalau tadi malam ada staf medis yang menggantung diri. Dr. Kim kaget demikian juga dengan dokter lain. Mereka semua segera menuju ke gudang obat, melewati para perawat yang sedang membersihkan halaman.Paraperawat keheranan dengan perilaku para dokter itu. Chae Sun datang dan memberitahu mereka kalau tadi malam ada kejadian mengerikan, seorang staf medis menggantung diri di gudang obat.Paraperawat kaget dan membicarakan mengenai yang tugas jaga malam, yakni dr. Hur, pasti tidak luput dimintai pertanggungjawaban atas kejadian ini. Ye Jin dan Soo Yeon sangat khawatir.

Dr. Kim memeriksa mayat dan memerintahkan untuk melaporkan kejadian ini pada biro polisi, karena kejadian ini terjadi dalam wilayah yuridis mereka. Dr. Kim menegur Hur June mengapa sampai kejadian ini terjadi tanpa ia berusaha mencegahnya. Dr. Kim menganggap Hur June yang bertanggungjawab. Kim Man Kyung tidak terima dan mengatakan bagaimana Hur June bisa menghentikan seseorang yang memang sudah berniat untuk bunuh diri. Dr. Song tetap bersikukuh kalau Hur June yang harus bertanggungjawab dan menyelesaikan insiden ini, mereka berdua tidak mau terseret dalam urusan ini. Dr. Kim dan dr. Song meninggalkan ruangan itu. Jang Hak Do berujar kalau mereka berdua itu berusaha menimpakan semuanya pada Hur June sedangkan mereka sendiri mencari cara menyelamatkan diri dari situasi ini. Lee berusaha menghibur Hur June dan mendukung perkataan Kim Man Kyung bagaimana mereka bisa menghentikan seseorang yang memang mau bunuh diri.

Lee Jung Myung dari biro polisi membuat sketsa TKP dan  memeriksa mayat, kemudian bertanya siapa yang menemukan mayatnya pertama kali, dr. Kim menunjuk staf medis ruang ramuan dan mengatakan kalau yang bertugas malam adalah Hur June. Lee hanya menatap Hur June.

Di kantor Hyemin, Lee telah memeriksa beberapa kondisi dan juga situasi di TKP, Ia mengatakan kalau seharusnya penanggungjawab Hyemin dan yang jaga malam yang dianggap bertanggungjawab, tapi dari penyelidikannya tidak ditemukan sesuatu yang ganjil jadi tampaknya memang disebabkan bunuh diri, jadi ia akan menganggapnya sebagai kematian biasa.. Dr. Kim sangat berterima kasih kemudian menegur Hur June yang masih tetap diam untuk mengucapkan terima kasih karena kebaikan Lee. Hur June memberi hormat padanya.

Ye Jin menunggu Lee Jung Myung di luar kantor Hyemin, yang kemudian menghampiri Ye Jin dan mengatakan kalau tidak akan ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi pada Hur June.  Lee kemudian pergi. Ye Jin mengawasi punggung Lee Jung Myung dan mengingat kata-katanya semalam, yang meminta Ye Jin untuk membuka hatinya sedikit supaya hatinya bisa meraih hati Ye Jin.

Hur June bercakap-cakap sendiri dengan Kim Man Kyung, mengatakan kalau ada sesuatu yang meragukan pada kematian staf medis itu. Dilihat dari  kondisi mayat, seharusnya staf medis itu sudah 2-3 jam meninggal, tapi anehnya bekas tali yang ada di lehernya, yang seharusnya membekas dalam, tidak seberapa kentara. Lee Myung Won juga mengatakan hal yang sama. Kim Man Kyung bertanya apakah Hur June curiga kalau staf itu tidak mati bunuh diri, tapi selama ini staf itu terlihat bukanlah jenis orang yang bisa membuat musuh. Kim bertanya apa Hur June memberitahu Insperktur polisi, Hur June menjawab ia memang ragu tapi tidak yakin jadi tidak mengatakannya. Kim lega dan menyuruh Hur June untuk melupakan insiden ini dan tidak ada perlunya membesarkan masalah ini ketika polisi menutup kasusnya. Hur June ragu-ragu dan bingung. Kim mengajak Hur June untuk merawat para pasien di luar.

Yangtae mendatangi Ilsuh yang sedang gelisah menantinya dan mengatakan kalau semuanya sudah siap, Haman ingin tahu apa yang dikasak kusukkan mereka di belakangnya tapi ditegur keras oleh suaminya. Ilsuh mengajak Yangtae untuk berbicara di kedai minum dan memberitahu istrinya untuk mengatakan pada Ohgun jika datang supaya menemui mereka di kedai minum.

Di kedai minum, Ilsuh masih ragu-ragu untuk melaksanankan rencana mereka melakukan perdagangan gelap. Yangtae mengatakan kalau Ilsuh tidak perlu cemas karena dirinya sudah biasa melakukan hal seperti ini dulunya. Ohgun datang. Ilsuh memberitahunya kalau mereka sudah melakuan kontak dan setuju untuk bertemu di pelabuhan Yanghwa nanti malam. Ohgun mengatakan kalau ia tidak mau melakukannya. Ilsuh dan Yangtae kaget dan bertanya mengapa Ohgun begitu mendadak membatalkan kesepakatan itu. Ohgun menjawab kalau ia melihat orang gantung diri tadi malam, jadi sekarang ia merasa sial dan tidak mau melakukan rencana mereka tapi mempersilahkan mereka berdua untuk melanjutkannya. Tapi Ilsuh bertanya apa Ohgun mau mereka mati, bunuh diri dengan mulut menjulur keluar di rumahnya. Ohgun ketakutan dan kemudian menyahut kalau ia akan memikirkannya sekali lagi.

Yangtae, Ilsuh, dan Ohgun membawa barang-barang mereka malam-malam melewat hutan. Ohgun dan Ilsuh ingin membatalkan dan pulang, Yangtae memarahi mereka dan melanjutkan perjalanan, keduanya terpaksa mengikuti. Ketiganya berjalan mengendap-endap dan berhenti di tempat yang agak jauh dari tempat pertemuan mereka dengan pihak pembeli. Yangtae mengatakan kalau kelihatannya dari pihaksanabelum datang jadi mereka harus menunggu. Yangtae tertidur lelap sedangkan Ohgun dan Ilsuh karena gelisah jadi tidak bisa beristirahat. Keduanya sungguh heran bagaimana Yangtae bisa tidur dalam kondisi seperti ini. Ohgun juga ingin tidur, Ilsuh sibuk sendiri tapi kemudian ia melihat perahut di sungai dan membangunkan Ohgun, yang kemudian melihat kapal itu juga dan membangunkan Yangtae.

Singkat cerita kedua pihak saling melihat barang dari pihak lainnya. Pihak lawan merasa cocok dengan jumlah barang dari pihak Yangtae tapi Ohgun, yang memeriksa barang pihak lawan, merasa kalau jumlah barang tidak sesuai dengan kesepakatan awal mereka. Yangtae mengatakan pada pihak lawannya kalau ia tidak bisa melanjutkan pertukaran ini karena jumlah barang tidak cocok dengan kesepakatan mereka. Tapi pihak lawan mengatakan kalau kali ini Yangtae lah yang akan kehilangan karena segera patroli polisi akan melewati tempat ini. Yangtae ragu-ragu tapi kemudian bersikeras kalau mereka tidak bisa melakukan pertukaran itu dan pihak lawan berkata sama. Ohgun dan Ilsuh gelisah bukan main melihat situasi berkembang seperti itu dan bertanya pada Yangtae apa yang harus mereka lakukan. Yangtae teringat pada cara Hur June saat Hur June juga dalam kondisi yang hampir sama, tidak ada kesepakatan pertukaran. Hur June membakar barangnya karena tidak mau membawa pulang tapi juga tidak mau memberikan dengan jumlah yang tidak mereka sepakati sebelumnya. Pihak lawan Hur June akhrinya menyerah dan menuruti kemaun Hur June, perdagangan mereka waktu itu sukses besar. Yangtae ingin meniru cara Hur June, ia membakar kayu dan membakar barangnya, tapi Yangtae kecele, situasinya saat ini tidak sama dengan situasi Hur June dulu. Sekarang yang butuh adalah Yangtae, sedangkan waktu itu yang sangat butuh adalah pihak lawan Hur June. Jadi walaupun ia membakar barangnya, pihak lawan tidak tergerak dan mengatakan kalau itu bukanlah urusan mereka kalau Yangtae mau membakar barangnya. Yangtae kaget, bersama dengan Ohgun dan Ilsuh, mereka bertiga berusaha memadamkan api yang mulai berkobar membakar barang-barang dagangan mereka. ….. wahahahahah …. Dasar Yangtae goblok …. Wakakkakaka ……  Pihak lawan tertawa melihat aksi dari ketiganya memadamkan api.  Akhrinya api bisa dipadamkan tapi banyak barang sudah terbakar … mereka rugi besar, belum lagi ternyata pihak lawan akan mengurangi jumlah barang mereka yang akan ditukar sebagai kompensasi dari barang-barang yang terbakar. Yangtae memohon agar jangan melakukan itu, mereka akan membayar barang-barang yang terbakar itu tapi jumlah barang yang ditukar tetap sama. Pihak lawan setuju. Ohgun sangat geram dan kesal pada kebodohan Yangtae, demikian juga Ilsuh.

Mereka bertiga ada di satu ruangan di kedai mimuh, Yangtae duduk di tengah-tengah, di kanan Ilsuh, kiri Ohgun sama-sama menatapnya dengan marah. Mata keduanya berapi-api …. Wahahahaha ….. Yangtae melirik ke kanan dan ke kiri, apa boleh buat, ia mengambil mangkok minuman di depannya dan minum. Ilsuh dan Ohgun segera memukuli kepala dan menampari pipinya dan memakinya …. Kasihan banget deh Yangtae … dihajar abis-abisan …  Kedua rekan Yangtae akhrinya bergelut dengannya di lantai … ahahahhaah ….. sakit perut aku …. Wahahahahh ….. asli kocak ….😀

Ye Jin di kamarnya sedang membaca buku medis. Chae Sun masuk dan menegur Ye Jin, seharusnya ia berpakaian bagus. Ye Jin bertanya apa ada pesta lagi kali ini. Chae Sun menyahut kalau dr. Hur akan datang untuk memberikan pelatihan bagi para perawat hari ini.  Ye Jin segera memerah mukanya … Chae Sun menggodanya dan kemudian menyuruh Ye Jin untuk menggunakan cermin dan berrdandan sedikit. Chae Sun berusaha mendandani Ye Jin, Ye Jin tertawa melihat betapa bersemangatnya Chae Sun.

Di aula asrama, Soo Yeon ternyata juga menghadiri pelatihan itu, ia bahkan berdandan sedikit dan melihat ke cermin. Seehee datang dan heran, ia sedikit menyindir Soo Yeon yang tidak mau menghadiri pesta, dan Seehee pikir kalau Soo Yeon tidak tertarik dengan pria, tapi ternyata sekarang Seehee melihat Soo Yeon sedang memandang wajahnya di cermin. Soo Yeon tidak mengerti dan bertanya apa maksudnya Seehee berkata demikian. Seehee menjawab bukankah Soo Yeon berdandan cantik karena dr. Hur akan datang memberikan pelatihan. Semua perawat lainnya menertawakan Soo Yeon. Soo Yeon sedikit salah tingkah tapi ia tak mau kehilangan harga dirinya dan menjawab kalau ia tidaklah sama seperti mereka yang ingin diambil oleh seorang pria untuk dijadikan seorang selir. Impian Soo Yeon adalah masuk ke Istana untuk menjadi seorang dokter wanita yang melayani ratu dan merawat kesehatan raja. Jadi tidak pantas membandingkan impiannya itu dengan hasrat mereka yang tak layak itu. Seehee marah dan berusaha membalas Soo Yeon tapi Hongchun datang sehingga semua langsung terdiam. Yee Jin dan Chae Sun datang kemudian duduk di belakang. Duk Geum masuk dan duduk di depan, kemudian menjelaskan pada semua perawat kalau bagi perawat, memeriksa nadi dan keahlian akupungtur adalah hal yang paling penting. Dan hari ini dokter dari Hyemin datang untuk memberikan pelatihan mengenai keduanya jadi mereka diharapkan untuk bersungguh-sungguh memperhatikan pelajaran yang diberikan. Hongchun melanjutkan kalau nanti pada akhir pelatihan akan dipilih 2 gadis paling baik untuk dikirim ke Istana.  Semua perawat menjadi heboh mendengar itu. Soo Yeon bertekad akan menjadi salah 1 dari 2 orang itu. Ye Jin hanya tersenyum saja.

Hur June sedang berjalan menuju ke asrama perawat Hyemin, Ohgun menyusulnya dan minta diperbolehkan untuk menyertai Hur June, Hur June mau menolak tapi Ohgun memohon hanya sekali ini saja, apalagi dia juga sebenarnya seorang penanggungjawab  di gudang obat, jadi bisa memberikan pelajaran mengenai ramuan dan obat-obatan. Hur June bertanya langsung ke sasarannya, apakah Ohgun ingin menemui seseorang di asrama perawat Hyemin. Ohgun awalnya tidak mau mengaku tapi kemudian ia menyebutkan nama Hongchun. Hur June bingung, Ohgun mengatakan kalau Hur June diam itu tandanya setuju maka Ohgun segera mengambil kesempatan itu dan mendorong Hur June untuk maju sedangkan ia mengikuti di belakangnya.

Para perawat menanti kedatangan Hur June, dan ketika Hur June datang diikuti oleh Ohgun, Duk Geum bertanya siapa Ohgun, Ohgun mengatakan kalau ia penanggungjawab gudang obat dan datang untuk mengajar mengenai ramuan dan obat-obatan.  Duk Geum mempersilahkannya duduk di depan. Hur June mengambil tempatnya demikian juga dengan Ohgun, yang langsung melotot mengawasi Hongchun, yang menjadi salah tingkah ….  Hur June memulai pelajarannya.

Hur June: Titik di mana energi dari 5 viscera dan 6 entrail dapat menyembuhkan penyakit dengan merangsangnya dengan akupungtur dan moxibustion. Ada beratus-ratus titik akupungtur di tubuh manusia (Ohgun mengawasi terus Hongchun, yang menjadi panas wajahnya dan salah tingkah) tapi tidak semuanya dapat digunakan untuk penyembuhan. Ada titik akupungtur yang terletak di bawah siku lengan dan di bawah lutut yang terpenting. Siapa yang dapat memberitahuku apa gejala yang harus dirawat melalui titik akupungtur itu?

Para perawat menundukkan kepala, tidak bisa menjawabnya….

Soo Yeon: LU11 mengendalikan gejala gangguan pencernaan terletak di ulu hati. LU 10 untuk badan panas. LU9 untuk nyeri di persendian. LU 8 untuk batuk-batuk dan asma, dan LU5 untuk diare.

Semua perawat sangat kagum dengan Soo Yeon, demikian juga dengan Ye Jin … Pelajaran terus dilanjutkna dan mendekati akhir dari pelatihan, Hur June menjelaskan beberapa hal penting.

Hur June: Yang paling penting ketika melakukan akupungtur adalah untuk mengontrol Yin dan Yang. Jika kalian menyelaraskan Yin dan Yang maka  jiwa akan menjadi bersih dan murni, bentuk dan energi akan seimbang dan gairah hidup akan tetap tinggal. (Ohgun tertidur) Ingat jika kalian tidak menyeimbangkan energi dan mengacaukan aliran darah, arus energi akan terpotong dan membuat hidup seseorang dalam bahaya.

Tiba-tiba terdengar suara aneh … para perawat segera mencari asal suara itu dan menemukan kalau sumber suara itu adaalh suara ngoroknya Ohgun. Para perawat terkejut dan geli, beberapa mulai tertawa, mendadak Ohgun bangun dengan tampang lucu, meledaklah tawa para perawat yang melihatnya, bahkan Soo Yeon terlihat tersenyum geli sambil menahan tawa. Duk Geum menegur mereka di mana kesopanan mereka. Para gadis segera terdiam walalupun masih merasa geli. Hur June melanjutkan pelajarannya.

Hur June: Hukum dari Sa adalah menarik keluar energi penyakit saat sedang tinggi-tingginya, dan Hukum dari Bo adalah mengobati penyakit dengan menguatkan energi ketika energi tubuh seseorang sedang tinggi-tingginya. Tergantung dari kondisi penyakit, kalian semua harus tahu bagaimana menggunakan dengan baik kedua metode ini.

Ye Jin: Aku tahu ada beberapa kasus di mana hukum Sa tidak boleh digunakan.

Hur June: Bisakah kau memberitahuku apa saja itu?

Ye Jin: Aku tahu kalau itu tidak boleh digunakan saat pasien sangat kurus, setelah menderita diare parah, setelah mengeluarkan banyak darah atau keringat, dan setelah mengeluarkan darah dari vulva sehabis melahirkan.

Hur June: (mengangguk dan tersenyum puas) Itu benar!

Soo Yeon: (tidak mau kalah) Aku mengerti ada perkataan, hanya ada hukum Sa di akupungtur. Menurut pendapat Ichun yang menulis buku Pengenalan Bidang Pengobatan (di jaman dinasti Ming Tiongkok), Hukum Bo di Naegyung tidak selalu berarti menguatkan. Di Naegyung, jika ada kekurangan dari semua bentuk, baik energi tubuh maupun energi penyakit, itu artinya kalau Yin dan Yang, keduanya tidak cukup. Jika kau menggunakan akupungtur, maka justru energinya semakin tidak cukup, yang artinya tidak ada hukum Bo melinkan hanya ada hukum Sa di akupungtur.

(Hongchun dan Duk Geum sangat kagum pada pengetahuan Soo Yeon dan keduanya saling berpandangan satu sama lain)

Hur June: Sangat hebat kau dapat mengutip pendapat Ichun dari buku Pengenalan Bidang Pengobatan. Tapi membicarakan mengenai konsep-konsep tidak akan ada habisnya, jadi mari kita meringkas itu semua dengan menyimpulkan kalau kita tidak bisa menggunakan hukum Sa untuk penyakit yang berbahaya atau berkepanjangan seperti Huhson.

Soo Yeon tersenyum senang karena dipuji, sedangkan Ye Jin di dalam hatnya mengakui keunggulan dari Soo Yeon.

Di  Hyemin, saat selesai merawat pasien, Soo Yeon yang menjadi asisten Hur June ternyata membawa buku pengobatan dan memanfaatkan sedikit waktu senggang itu untuk bertanya pada Hur June, yang kemudian menerangkannya pada Soo Yeon.  Ye Jin yang menjadi asisten Kim Man Kyung melihatnya dan tersenyum, hatinya tergugah melihat kesungguhan Soo Yeon dalam belajar.

Malam harinya, Ye Jin belajar buku pengobatan sampai larut malam sementara Chae Sun sudah tidur lelap.

Pelatihan terus berlanjut dengan Hur June sendirian yang memberikan pelatihan itu. Semua perawat memperhatikan dengan seksama dan belajar sungguh-sungguh darinya.

Hasil tes sudah keluar dan ternyata seperti yang sudah kita duga sejak semula, Soo Yeon dan Ye Jin yang menjadi 2 orang terbaik dan akan dikirim ke Istana sebagai dokter wanita. Sobi, kepala perawat / dokter wanita Istana datang menemui Duk Geum untuk memilih perawat yang akan masuk ke Istana, Duk Geum mengatakan kalau ia memilihkan 2 orang yang paling baik dalam tes tapi Sobi ternyata memilih berdasarkan wajah saja bukan otak dan kemampuan, yakni Seehee dan Chae Sun. Duk Geum terkejut dan mencoba berargumentasi tapi Sobi bersikukuh dan mengatakan kalau hasil tes tidak begitu penting karena ia bisa mengajari keduanya keahlian medis ketika sudah masuk Istana. Seehee dan Chae Sun sangat gembira. Hongchun kesal, Duk Geum tidak bisa berbuat apa-apa, Ye Jin tetap tenang, Soo Yeon sangat gelisah, perawat yang lain heboh sendiri. Sobi berpamitan lalu pergi. Duk Geum mengijinkan Seehee dan Chae Sun untuk pergi. Keduanya segera pergi untuk berkemas dan pindah ke Istana.

Soo Yeon bertanya pada Duk Geum mengapa ini bisa terjadi, padahal Duk Geum sudah menjanjikan kalau 2 orang yang terbaik yang akan ke Istana. Duk Geum diam saja tapi kentara kalau wajahnya sangat kesal dengan keputusan Sobi. Hongchun mengatakan kalau Sobi telah mempermainkan mereka. Sobi pasti khawatir kalau membawa 2 orang cerdas ke Istana maka posisinya akan terancam nanti makanya ia memilih yang “tumpul” otaknya. Duk Geum menjawab kalau ia juga tahu itu, tapi apa yang bisa ia perbuat. Soo Yeon tampak kecewa. Ye Jin biasa-biasa saja. Hongchun tampak menahan kesal di hatinya.

Dahee bekerja mengangkati peti-peti di pasar dan menatanya. Seorang pria berpapasan dengannya kemudian berbalik dan mengamati Dahee dari jauh. Saat Dahee pulang, pria itu mengikutinya dari jauh, Dahee tidak menyadarinya.  Dahee sampai di rumah, ketika melihat ibu mertuanya sedang membersihkan sayuran ia menggantikannya. Pria itu masih mengikuti dan melihat Dahee dari pagar. Hamam memergokinya, pria itu segera pergi.

Hur June ke Istana dan bertemu dengan Doji dan dr. C, yang bertanya ada keperluan apa Hur June ke tempat itu. Hur June menjawab kalau ia mau bertemu dengan dokter Raja untuk memberikan laporan mengenai hasil pelatihan para perawat Hyemin. Mereka berdua menyuruhnya masuk karena dokter Raja ada di dalam gedung itu.  Ketika Hur June pergi jauh, dr. C mengatakan apa gunanya menjadi orang yang pintar kalau sekarang ia tertahan di Hyemin dan hanya mengurusi pelatihan para perawat.

Hur June menemui dr. Yang dan dr. Jung, memberikan buku laporan mengenai hasil pelatihan para perawat. Dr. Yang bertanya sambil lalu apakah Hur June baik-baik saja di Hyemin. Hur June mengiyakannya. Dr. Yang bertanya lagi dengan menatapnya apakah ia benar-benar nyaman ada di Hyemin. Hur June tidak mengerti maksudnya. Dr. Yang mengatakan apakah Hur June mengatakan itu untuk menipunya atau memang Hur June tidak berambisi sama sekali. Hur June tampak berpikir….

Lee Jung Myung menemui temannya, Tae Hoon, seorang pejabat di sekretariat kerajaan. Mereka sangat senang bertemu satu sama lain. Tae Hoon mau menyelesaikan tugasnya dulu baru akan ikut dengan Jung Myung. Sambil menulis mereka bercakap-cakap mengenai kondisi politik di Istana. Tae Hoon mengatakan kalau ada pergerakan aneh di Istana. Jung Myung mengatakan kalau ia bersikap netral dan tidak peduli dengan semua itu, tapi temannya mengatakan kalau ia harus memihak kalau tidak mereka akan menyerangnya dengan mudah. Tiba-tiba saja Tae Hoon memegang dadanya dan mengerang kesakitan, Jung Myung kaget dan menghampiri temannya, seorang petugas masuk dan segera disuruh untuk mencarikan dokter. Petugas itu menemukan Hur June yang sedang berjalan keluar setelah menemui dr. Yang.

Hur June memeriksa nadi Tae Hoon yang sudah sekarat, mulutnya mengeluarkan darah dan napasnya sangat berat, suaranya seperti orang mengorok. Jung Myung bertanya apa sebenarnya yang terjadi pada temannya itu. Hur June menemukan keganjilan dan mau mengatakannya tapi kemudian ia membatalkan dan mau melakukan akupungtur untuk mengembalikan napas Tae Hoon kembali normal. Saat Hur June akan menusukkan jarum, dr. C dan Doji datang dan membentak apa yang mau dilakukan oleh Hur June. Lee Jung Myung lebih percaya pada Doji (ini adalah kebodohan dari Jung Myung!) sehingga menyuruh Hur June untuk minggir dan memberi tempat pada Doji. Saat Doji mau melakukan akupungtur, kepala Tae Hoon terkulai dan tangannya lemas, terjatuh ke samping meja …. Mati …. Semua orang terkejut….. Doji segera memeriksa tapi dengan berat hati mengatakan kalau teman Jung Myung sudah meninggal. Jung Myung tidak bisa mempercayainya dan terus memanggil-manggil temannya yang sudah meninggal itu.

Doji mengadakan pemeriksaan pada mayat Tae Hoon atas permintaan Jung Myung. Doji mengatakan kalau penyebab kematian mendadak bisa jadi karena muntah darah yang hebat atau diare yang parah, saat tenggorokan seseorang buntu karena junghoopoong atau ketika seseorang mendapatkan panas tinggi seperti murrain. Tapi dari pemeriksaannya terhadap tubuh Tae Hoon, Doji tidak menemukan semua tanda yang terkait dengan semuanya itu. Jung Myung bertanya kalau begitu apa sebenarnya penyebab kematiannya yang begitu tiba-tiba. Doji mendengar kalau Tae Hoon menderita diabetes kronis dan mungkin saja itulah penyebabnya. Jung Myung bertanya apa ada kemungkinan lain. Doji menjawab kalau karena diracuni, seseorang bisa saja mati mendadak. Tapi jika dia diracuni oleh buja atau arsenic trioxide, maka akan bereaksi pada sendok perak yang diujikan pada tubuhnya tapi ternyata tidak ada reaksi sama sekali.

Hur June masih di Istana, di sekitar tempat tadi. Ia mengingat bagaimana Tae Hoon meninggal begitu mendadak. Hur June menanyai seorang staf apakah Tae Hoon memiliki penyakit kronis, staf itu mengiyakannya. Hur June bertanya apakah itu sogal. Staf itu kaget karena Hur June bisa mengetahuinya, ia mengatakan kalau Tae Hoon menderita diabetes dan dirinyalah yang selalu membawakan ramuan kepada Tae Hoon. Hur June kemudian bertanya jika ramuan dibuat di Istana, apakah melalui gudang obat Rumah Sakit Kerajaan. Staf itu menjawab tidak, karena Tae Hoon merasa kalau departemen medis adalah untuk Raja dan keluarganya jadi ia menggunakan gudang obat Hyemin, karena Tae Hoon mengenal seseorang di sana dan ada staf medis dari ruang ramuan yang mengantarkan obat.

Hur June mendatangi ruang ramuan Hyemin dan bertanya pada staf medis di sana mengenai ramuan untuk Ku Tae Hoon, siapa yang bertanggung jawab membuatnya. Staf itu bertanya apa yang Hur June maksudkan Ku Tae Hoon dari Gerbang Merah … ia tidak pernah tahu kalau membuat ramuan di tempatnya. Tapi staf lain mendengarnya dan bertanya apakah mereka membicarakan ramuan untuk diantarkan ke Gerbang Merah, jika benar maka tuan Park lah yang bertanggung jawab. Tuan Park adalah staf medis yang mati karena gantung diri itu. Dan paginya sebelum ia gantung diri, tuan Park masih mengantarkan ramuan ke Gerbang Merah. Ini sudah berlangsung selama 2-3 bulan, setiap pagi dan sore. Hur June bertanya apakah ia bisa melihat catatan resepnya.  Staf medis menunjukkan buntalan kain, yang isinya adalah catatan-catatan dari Tuan Park semasa hidup. Hur June membukanya dan melihat kotak, kemudian membuka kotak itu yang ternyata berisi beberapa kertas bertulisan dan 2 bungkusan kecil. Hur June melihat catatan-catatan itu kemudian beralih pada bungkusan kecil. Hur June membuka dan ternyata berisi bubuk halus berwarna hitam … Hur June kaget karena mengenalinya … staf medis melihat keterkejutan Hur June, bertanya apa itu, yang lain mengatakan kalau ia melihat Tuan Park menaruhnya di dalam ramuan. Ia sudah bekerja selama 10 tahun tapi belum pernah melihat macam obat itu, jadi ia bertanya pada Tuan Park, yang ternyata juga tidak tahu.  Hur June sudah menemukan sumber “penyakit” nya ….

Hur June menemui Lee Jung Myung, yang gelisah karena kematian rekannya, di kantor biro kepolisian. Lee bertanya ada perlu apa. Hur June memberikan bungkusan kecil yang berisi bubuk hitam yang ia temukan dari barang peninggalan tuan Park, staf medis yang dianggap bunuh diri. Lee membukanya dan heran dengan isinya. Ia bertanya pada Hur June mengenai bubuk itu. Hur June menjawab kalau itu adalah racun yang dikenal dengan nama Banmyo. Lee kaget dan menatap Hur June, Hur June juga balas menatapnya ….

22 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 39

    • Ntar pas Hur June jadi Royal Doctor / Dokter Raja, ia membawa semua rekannya ke Istana, JHD, KMK, LMW, Ye Jin, Hongchun, bahkan Sanghwa bekerja di bawah pimpinannya😀

  1. SynopsisHur Jun, Hur Jun has often been called the male version of Dae Jang Geum. Also worth noting is that the original title of the show were never used outside of South Korea. In Taiwan, the title was re-worked to become”The Way of Medicine: The Epic Doctor Hur Jun”. The first half of the title stuck, and was used by TVB when it aired Hur Jun in 2005.The story is set in Joseon Korea, primarily during the reign of Seonjo. The story covers a time that is approximately 50 years after the death of Dae Jang Geum (the reputed first female doctor of Joseon Korea).Hur Jun is the son of a sangnom (Korea’s version of Untouchable) mother. Due to his mother’s social position he was also considered sangnom under Joseon law at the time, even though his father was from the ruling caste and held office as a local magistrate. As a result, he suffered many discriminatory treatments, causing him to lose focus and direction, and eventually led him to participate in smuggling operations. At this time, Hur Jun got to know an upper-class lady who wasin exile. The lady’s father was branded a traitor and died during exile. Hur Jun sympathized with the lady and handled all of her father’s funeral affairs. Not long after that, Hur Jun’s smuggling activities were discovered, and he was only saved from death by his erstwhile uncaring father, who rescued Hur Jun, his mother, and the lady in exile and sneaked them out of their town. Hur Jun and the lady in exile eventually got married and went to Gyeongsang Province to live a peaceful life.One time, Hur Jun’s mother fell ill, and Hur Jun sought help with a famous local physician, Yoo I-Tae (Liu Yi-Tai). It was during this time that Hur Jun became interested in medicine and became his pupil to study medicine. His intelligent nature began to manifest itself, and coupled with his industrious nature, he progressed very quickly. His intelligence attractedthe attention of an orphaned lady who lived with Hur Jun’s mentor. She began to mentor Hur Jun in the area of medicinal usage. Hur Jun’s medicinal prowess continued to progress, but he still had no chance topractice. His first patient came when an elderly couple brought their unconscious daughter to his house. Apparently, she tried to hang herself and almost succeeded in committing suicide. Hur Jun, with some innovativeremedies, managed to revive her, but refused to accept payment for his help. The grateful couple could only express their gratitude by spreading their benefactor’s deeds to their friends and neighbors. This unwittingly brought a huge followingof poor patients for Hur Jun, especially when they learned that he was a skilled physician who did not even expect payment for his services.His mentor was initially angry when he thought Hur Jun had not acquired sufficient medical knowledge to treat patients in the first place and was only making use of his own name to earn some quick money. Nonetheless,his mentor investigated Hur Jun’s diagnosis and prescriptions for each of the poor patients he treated and he realized Hur Jun was indeed skilledand correct in his treatment. He was further pleased that Hur Jun was an upright and honest man who had not profited at all from the poor patients. To reward Hur Jun, the mentor promoted him to be in charge of the drugs store.Later, by sheer luck, Hur Jun had an opportunity to treat the wife of a high-ranking and equally haughty gentry. She had suffered a stroke andas a result, became paralyzed and bedridden. All of the physicians who had seen her, had all deduced her condition as hopeless. Against all odds, a determined Hur Jun managed to cure her completely. This, obviously, earned the respect of the gentry, who wrote a letter of recommendation for Hur Jun to join the Imperial Hospital. However, this also aroused jealousy of Hur Jun’s mentor, who expelled Hur Jun from his mentorship.In the midst of all this, two other doctors began to mentor Hur Jun, andeventually, Hur Jun decided to join the medical examination in Hanyang (Modern Day Seoul). When Hur Jun arrived in Hanyang, he failed to join the examination because he decided to treat a critically-ill patient. This earned him a huge popularity, and also the re-acceptance of his original mentor. Conversely, the mentor’s own son, Yoo Do-Ji (Liu Dao-Zhi), whohad refused to treat the patient, came in first in the examination. The mentor rebuked his son’s lack of compassion for patients and his ambitious demeanor to use his medical skills to advance his political aspirations. The son was unrepentantand the mentor subsequently disowned him.Sadly, not long after that, Hur Jun’s original mentor became terminally ill with stomach cancer. Knowing his end was near, he committed suicide and instructed Hur Jun to dissect his body so that he could have a better understanding of how the human body works. This greatly advanced Hur Jun’s medical knowledge and made him even more committed to medicine and in an examination, he was easily placed first and was granted entry into the Imperial Hospital. In the Imperial Hospital, Hur Jun met his mentor’s son, Do-Ji, who had been diligently and unscrupulously moving up the ranks at the Imperial Hospital. Hur Jun also saw the Chief Imperial Doctor, Yeong, who participated in an acupuncture competition with Hur Jun’s mentor 20 years ago and lost. Knowing the connection between Hur Jun and the victor of that competition, the Imperial Doctor placed Hur Jun in an unimportant department in the Hospital. During this time, Hur Jun’s career was restricted by the Imperial Doctor in every way possible. This all ended when the Emperor’s favorite concubine’s brother suffered from stomach cancer. The doctors in the Hospital exhausted all treatments to treat the patient, but to no avail. It was because of this that Hur Jun competed with Yeong in treating the patient. The competition resulted in a huge victory for Hur Jun, who managed to treat the patient within 5days. This also ended the restrictions imposed by Yeong, who finally admitted defeat and that Hur Jun (and his late mentor’s) medical skills were superior.During the 22nd year of Seonjo’s reign, a national epidemic occurred. Itwas this time that Hur Jun was forced to face his past when the arresting officer then was transferred to the palace. Hur Jun, though troubled, went ahead to the epidemic areas to research for a cure, which he successfully found. Upon his return, Hur Jun surrendered himself to the arresting officer and was punished to be banished. Just when he was preparing to go, the Emperor’s concubine, Gong-Pin fell critically ill with heart problems and all the Imperial Doctors had no clue on how to cure her. In desperation, the Emperor recalled Hur Jun, who once again saved another member of the royal family. To reward Hur Jun, the Emperor absolved Hur Jun of all crimes and wrongdoings, and assigned him to be the personal physician for Gong-Pin. However, the Emperor started to shower his attention to another concubine, and heartbroken Gong-Pin’s condition deteriorated. Upon her death, Hur Jundecided to tour the country for herbs and other uncured illnesses, going away for several years. On his return, he hid in the imperial medical library to research and refine his skills.In the meantime, Do-Ji was steadily moving up the ranks in the Imperial Hospital, and was all set to take over the post of Chief Imperial Doctor. However, a prince he was in charge ofdeveloped a strange and serious illness. Not wishing to admit his mistake, which could cost his promotion, Do-Ji decided to assign the prince to Hur Jun and let him be his scapegoat. However, Hur Jun against all odds, was able to cure the prince. Much to the shock of Do-Ji, thegrateful Emperor promoted Hur Jun to 3rd grade officer and Chief ImperialDoctor.A war soon broke out; the Japanese invaded Joseon. Hur Jun was credited for saving the entire medical annals when the imperial court went into exile, and reorganizing the Imperial Medical Annals after the war was over, received massive praise from Seonjo, who promoted him to a first grade officer. A few years later, Hur Jun even recommended to Seonjo to make the entire Imperial Medical Annals available to the public, in an effort to make sure that all Joseon Korea citizens can prevent illnesses before they happen. The good times did not last long, however. An imperial battle between Prince Yeongchang and Prince Gwanghaegun began, and at first, HurJun refused to participate, reasoning that doctors should treat patients only, and not get involved in politics. The imperial battle was eventually won by Gwanghaegun, who ascendedto the throne after Seonjo’s death in 1608. Once installed as emperor, Gwanghaegun immediately branded Hur Jun a traitor, and sentenced him to exile in the Southern part of the country.In the South, Hur Jun, with the help ofimperial doctors who smuggle medical books to him, published a medical handbook that is considered as a classic among Oriental Medicine Literatures in the year 1610. In 1611, Gwanghaegun issued an imperial pardon to Hur Jun, and ordered him back to the palace. This time, Hur Jun refused, and returned to his hometown to treat patients. At this time, a national plague epidemic began, and Hur Jun was called back tothe Imperial Hospital to research for cures. The research bore successful fruit, but exhausted Hur Jun, who unknowingly contracted the plague himself. Eventually, Hur Jun died in 1615, amid national mourning

    • ahahaha … aku dulu juga baca itu … karena saking penasarannya jadi donlod, abis itu ketagihan sampe habis. cari-cari sinopsis di internet ga ada, ya terpaksa biar huh joon jadi terkenal, aku buatin aja sinopsisnya, apalagi ternyata banyak juga yang minta untuk dibuatin setelah aku selesai buat sinopsis SDY 😀

  2. Buatan KanG AndY mah kayanYa bukan sinopsis lG, tp 100% jln cerita..kata-katanya mirip dg yg d LBS.. Dua jempol saya buat kang Andy:)

    • Heheheh …. iya sih ini bukan lagi sinopsis tapi jalan cerita wong kutuliskan per adegan, tapi khan ga keren alamat blogku jadi jalanceritadramakorea …. makanya jadi sinopsisdramakorea😛

      Kalau soal kemiripan sama yg di LBS, aku sendiri juga heran ris, wong aku ambilnya dari http://doramax264.com dan subtitlenya yang bahasa inggris itu dikerjakan bukan sama tim profesional tapi sama fans nya kalo nda salah, tapi koq ya mirip pas kuterjemahin😀 apa LBS juga ambil dari doramax264 ya ?😛

  3. sinopsis koh andy tetap yg paling kutunggu. sehari bisa berkali2 ngeliat blog ini siapa tau udh ada kelanjutan sinopsisnya..hehe

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s