Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 40

Hur June menemui Lee Jung Myung, yang gelisah karena kematian rekannya, di kantor biro kepolisian. Lee bertanya ada perlu apa. Hur June memberikan bungkusan kecil yang berisi bubuk hitam yang ia temukan dari barang peninggalan Park Manchool, staf medis yang dianggap bunuh diri. Lee membukanya dan heran dengan isinya. Ia bertanya pada Hur June mengenai bubuk itu. Hur June menjawab kalau itu adalah obat beracun yang dikenal dengan nama Banmyo.

* Banmyo adalah nama obat sekaligus nama dari serangga yang hidup di Hanam, Tiongkok. Dapat menyebabkan gastroenteritis (?) dan nephritis (radang buah pinggang) karena sifatnya yang beracun.

Lee kaget dan menatap Hur June, Hur June juga balas menatapnya

Hur June: Banmyo sebenarnya adalah serangga kecil, yang berukuran 1/3 jari, yang dikumpulkan di Hanam, Ming. Di sana mereka mengeringkan dan membuatnya jadi bubuk. Kemudian mereka menggunakannya sebagai bahan obat untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Tapi jika digunakan terus menerus dalam jangka waktu yang lama, racun akan terkumpul di ginjal dan menyebabkan seseorang mati. Di Korea sangatlah sulit untuk mendapatkannya dan jarang sekali digunakan sebagai obat karena sifatnya yang beracun.

Lee: Kalau begitu apakah ini bisa digunakan sebagai racun yang mematikan?

Hur June: Racun seperti arsenic akan menunjukkan efeknya secara langsung, tapi Banmyo tidak. Banmyo akan menunjukkan efeknya sangat lambat, sehingga kau tidak tahu kalau ada racun yang sedang digunakan.

Lee: Lalu mengapa kau menunjukkan padaku benda ini?

Hur June: Na Li, Tuan Ku tidak meninggal diakibatkan oleh penyakit kronis.

Lee: (kaget) Lalu apa?

Hur June: Selama 2 bulan terakhir, dia mendapatkan resep dari salah satu staf medis di ruang ramuan Hyemin untuk mengobati diabetesnya.  Tapi kami menemukan Banmyo di antara barang-barang staf medis itu. Dan ada orang yang melihatnya membubuhkan Bamyo ke dalam ramuan obat.

Lee: (geram) Siapa itu? Siapa dia?

Hur June: Dia sudah mati. (Lee lebih terkejut lagi) Orang yang menggantung dirinya di Hyemin adalah dia. (Lee menjadi bingung) Kematian Tuan Ku dan staf medis itu bukanlah kebetulan tapi hasil rekayasa seseorang. (Lee menatap Hur June, tertegun)

Doji sedang menjelaskan sesuatu pada staf medis di ruang ramuan Istana. Seehee mengawasinya dengan pandangan terpesona sambil mengipasi ramuan obat yang dimasak. Chae Sun menegurnya dan melihat arah pandangan mata Seehee, dan ia melihat Doji. Chae Sun menggodanya. Chae Sun kemudian mengatakan kalau hidupnya di Istana jauh lebih baik daripada di Hyemin yang setiap hari selalu mendengarkan teriakan para pasien, sekarang kulitnya menjadi lebih rileks karena tidurnya nyenyak, Seehee tertawa menyetujuinya. Ohgun datang dan heran mengapa mereka berdua ada di ruang ramuan Istana. Chae Sun mengatakan kalau mereka sekarang adalah perawat Istana. Ohgun menyahut kalau tidak mudah menjadi seorang perawat Istana, terutama bagi Chae Sun yang tidak begitu baik hasilnya saat pelatihan sebelumnya. Chae Sun tersinggung dan mengatakan kalau ia tahu apa yang harus dilakukannya. Ohgun tidak mau berdebat dan mau menanyakan kabar Hongchun ketika seorang staf ramuan memberikan ramuan untuk Gong Bin Mama pada Chae Sun untuk diantarkan ke kediamannya. Chae Sun menerimanya dan mau melangkah pergi ketika Sobi menghentikannya dan menanyakan mengenai ramuan itu. Chae Sun menjawab kalau itu untuk Gong Bin Mama tapi yang dimaksud Sobi adalah bahan-bahan ramuan itu. Beberapa perawat dan staf ramuan mendekat ke mereka, ingin tahu ada kejadian apa. Chae Sun tidak dapat menjawabnya. Sobi mengatakan kalau ada resep di atas bakinya dan menyuruh Chae Sun membacanya. Tapi Chae Sun salah tingkah karena tidak dapat melakukannya. Chae Sun buta huruf !! Sobi menegurnya dan mengatakan kalau seumur hidupnya ini tidak pernah menemui seorang perawat yang sangat tolol seperti dia. Sobi menyuruh perawat yang menemaninya untuk mengantarkan ramuan itu pada Gong Bin Mama. Chae Sun mau menangis karena telah dipermalukan di depan umum. Perawat lain menertawakan Chae Sun yang tak bisa membaca.

Chae Sun mengendap-endap sambil membawa buntalan masuk ke asrama perawat Hyemin.

Semua perawat sedang di aula asrama mengikuti pelajaran medis dari Hongchun.

Hongchun: Untuk memeriksa penyakit anak-anak, kalian dapat melakukannya dengan membaca denyutan nadi, mengamati wajah, memeriksa pupil mata, dan mendengarkan suara. Ketika kalian membaca denyut nadi, kalian menaruh satu jari di atas nadi, jika normal maka akan ada 6-7 denyutan setiap tarikan napas. (Terlihat Chae Sun ada di depan pintu, ragu-ragu)  Jika berdenyut 8-9 kali, maka anak itu menderita demam, dan jika 5 kali maka kemungkinan perut anak itu kedinginan.

Duk Geum melihat Chae Sun dan menjadi terkejut dan berseru, Chae Sun dengan sedikit menebalkan muka, tertawa malu-malu masuk ke dalam ruangan kemudian menanyakan kabar Duk Geum. Hongchun juga heran dan bertanya apa yang ia lakukan di sini.  Chae Sun menggunakan kesempatan ini untuk maju dan duduk di dekat Hongchun kemudian mengatakan kalau ia dulu berpikir kalau enak masuk ke Istana, ternyata kebiasaan disanakaku dan pekerjaannya berat jadi ia memohon dengan sangat pada kepala perawat di Istana untuk mengijinkannya kembali ke Hyemin. Tapi Duk Geum bisa menduga hal yang sebenarnya, sambil tersenyum geli ia mengatakan yang benar adalah Chae Sun sudah ditendang darisana. Semua teman-teman Chae Sun tertawa geli. Chae Sun salah tingkah dan tidak mau dikatakan seperti itu. Chae Sun dengan sedikit kesal mengatakan kalau Ia sendiri yang keluar darisana.  Duk Geum tertawa dan tidak mau memperpanjang jadi ia menyuruh Chae Sun ke kamar dan membongkar barangnya. Chae Sun menyerahkansuratdari Sobi, yang diterima oleh Hongchun dan dibacanya, kemudian dengan sedikit kesal meminta seorang perawat bernama Onji untuk mengemasi barangnya dan pergi ke Istana untuk menggantikan Chae Sun. Onji sangat senang ia segera melakukannya.

Chae Sun dan Ye Jin masuk ke kamar mereka. Chae Sun langsung duduk dengan kesal. Ye Jin menyuruhnya untuk membongkar barang, tapi Chae Sun tidak menjawab, hanya menunduk. Ye Jin heran dan mengawasinya, Chae Sun ternyata menahan tangis. Ia bertanya bagaimana ini bisa terjadi pada dirinya, kesempatan itu adalah yang diimpikannya tapi kenapa ia dengan mudahnya ditendang keluar. Padahal kepala perawat di Hyemin sangat memuji jari-jarinya yang pandai memijat tapi ia tidak sempat sekalipun memijat Gong Bin Mama. Chae Sun menangis keras. Ye Jin kelabakan. Chae Sun bertanya lagi apakah ia tak pantas menjadi perawat? Kemudian menangis lagi dengan keras ….

Hur June sedang memeriksa seorang pasien di bangsal Heymin dengan Ye Jin sebagai asistennya. Jang Hak Do menemuinya dan mengatakan kalau Kepala Biro Polisi sedang mencarinya. Hur June segera menemui Lee Jung Myung, yang meminta untuk berbicara berdua dengannya di tempat yang sepi.

Mereka ke tempat yang sepi. Lee bertanya pada Hur June apakah ia tahu macam apa posisi kepala literatur. Hur June tidak tahu. Lee melanjutkan kalau Kepala Literatur di Gerbang Merah menempati jabatan tingkat ke 5, tapi bukan tingkat tingginya yang penting, melainkan posisinya itu mewakili semua fungsi departemen medis dan memiliki kekuasaan khusus dapat memohon langsung pada Raja, dan dapat berpartisipasi dan mengutarakan pendapat mengenai semua hal yang berkaitan dengan Istana juga dapat memberikan usulan dan mengajukan pertanyaan.  Karena itu sejak dulu ada ujar-ujar kalau kau harus menjadi Kepala Literatur dulu. Hari-hari ini Istana sedang kacau karena kekuasan politik terbagi menjadi dua partai. Partai manapun yang kau pilih, Kepala Literatur adalah posisi yang sangat diinginkan. Jika saja Tae Hoon diracuni dengan obat Banmyo, maka ini pasti rencana dari seseorang yang mengincar posisinya.  Tapi Lee tidak dapat menemukan siapa orangnya.

Lee meminta bantuan Hur June untuk melacak kembali jalur Banmyo hingga sampai di staf medis Hyemin. Jika polisi yang melakukan penyelidikan langsung maka mereka akan melangkah lebih dahulu dan memusnahkan semua bukti yang ada. Jadi sebelum itu terjadi, Hur June harus menemukan lebih dahulu sumber dari Banmyo.  Lee tahu kalau ini adalah permintaan yang sulit, tapi tidak ada orang yang dapat membantunya selain Hur June. Hur June bingung …

Ye Jin melihat Hur June mengantar Lee Jung Myung, mereka bercakap-cakap sebentar, dan ketika Lee Jung Myung pergi, Hur June terlihat sangat kusust wajahnya. Ye Jin menduga-duga apa yang mereka bicarakan dan khawatir terhadap Hur June karena melihat betapa kusut wajahnya.

Hur June menemui Ohgun dan memberikan bungkusan berisi bubuk Banmyo, Ohgun membukanya dan mencicipinya, Hur June kaget dan mengatakan kalau itu beracun. Ohgun terperanjat dan segera meludahkannya kemudian berlaku seolah-olah sekarat, Hur June tersenyum geli melihatnya dan mengatakan kalau ia tidak akan apa-apa. Ohgun segera berhenti berlagak sekarat dan merasa lega karena tidak jadi mati …. Hehehheh 😀 …. Kemudian ia bertanya mengapa Hur June menunjukkan racun mematikan itu padanya bukan pada yang lain. Hur June meminta Ohgun untuk memeriksa apakah ada Banmyo di gudang obat Istana.

Ohgun berjalan menuju ke gudang obat Istana, saat bertemu dengan perawat, ia berlagak seorang yang penting tapi saat bertemu dengan pejabat, ia segera menyembunyikan diri. Ohgun masuk ke gudang obat Istana dan bertemu dengan staf medis, yang kemudian ia sogok dengan uang minum. Ohgun kemudian menggeledah kotak obat di belakang tempat duduk yang biasanya ditempati Doji. (Doji adalah Kepala Gudang Obat dan Ramuan Istana, sedangkan Ohgun hanya penanggungjawab sehari-hari)

Ohgun tidak menemukan Banmyo, saat ia sedang asik menggeledah, Dr. C datang dan menegurnya keras, apa yang sedang dilakukannya dengan kotak-kotak obat yang menyimpan obat-obatan keras. Obat-obatan itu hanya bisa keluar dengan seijin dari Kepala Gudang Obat. Ohgun sangat ketakutan…. Tapi bukan Ohgun namanya kalau ia tidak punya banyak akal licik 😛 … Ohgun segera berlutut dan memohon sambil menangis agar dr. C membunuhnya. Dr. C justru berbalik dari marah menjadi bingung … ahahahah ….. dr. C bertanya dengan nada lebih halus bertanya mengapa ia melakukan ini. Ohgun menjawab kalau ia mau mencari obat keras untuk membunuh dirinya sendiri. Dr. C kaget. Ohgun mengatakan kalau itu sangat memalukan untuk diceritakan tapi ia kehilangan istrinya beberapa waktu lalu sebelum malam pertama dan menjadi duda yang masih perjaka tiap malam. Dan satu hari …. Ia bertemu wanita cantik yang mencuri hatinya, tapi sangat dingin terhadapnya. (Dr. C jadi bingung dan tidak nyaman sekarang … 😀 ). Wanita itu berlaku dingin pada Ohgun seperti angin beku yang berhembus saat musim dingin. Jadi Ohgun bertekad untuk membunuh diri dengan racun.  Ohgun menangis keras … dr. C berdecak dan menyebutnya sebagai orang tolol, dan tidak seharusnya ia meninggalkan dunia ini dengan cara demikian. Dr. C menepuk-nepuk pundak Ohgun dan menasihatinya kalau ia tidak bisa mati hanya karena seorang wanita. Dr. C menyuruhnya bangun. Ohgun menolak dan meminta sedikit saja obat itu dan membiarkannya mati, Ohgun menangis tambah keras …… ahahahahha lucu, lucu banget 😀

Tiba-tiba adegan langsung berganti dengan Ohgun duduk di hadapan Hur June. (sangat kontras dengan saat ia menipu dr. C) Ohgun mengatakan kalau Banmyo tidak ada disana. Ia bertanya mengapa apa yang terjadi dan mengapa Hur June mencari Banmyo. Hur June menjelaskan kalau beberapa hari yang lalu Tuan Ku tiba-tiba mati mendadak di Istana. Ohgun juga mendengarnya. Hur June mengatakan kalau penyebab kematian diketahui disebabkan oleh diabetes tapi sebenarnya dia diracuni. Ohgun terkejut dan langsung bertanya apakah Ku diracuni dengan Banmyo. Hur June membenarkannya. Hur June menduga kalau tidak melalui gudang obat Istana, maka pasti masuk keKoreadengan cara ilegal. Ohgun kaget dan bertanya apa yang dimaksud dengan ilegal. Hur June menjelaskan kalau obat itu hanya bisa didapat di Tiongkok jadi satu-satunya cara adalah dengan perdagangan gelap yang ilegal. Ohgun kemudian mengatakan kalau ia pernah mendengar Hur June dulunya melakukan perdagangan ilegal saat masih muda.  Hur June kaget. Ohgun menyahut kalau ia mendengar itu semua dari Yangtae, dan katanya kalau Hur June menggoncangkan Yongchun dan Shin Ui Joo, dan mendapatkan keuntungan yang cukup besar. Jadi ia beru-baru ini melakukannya juga tapi malah kehilangan uang karena berpikir itu adalah usaha yang bagus. Hur June kaget, Ohgun tersadar kalau ia kelepasan bicara dan segera menutup mulutnya …. ketawa lagi deh …. Hahhaha ….

Hur June keluar Istana ditemani Ohgun yang takut kalau dr. Hur akan memukul Yangtae jadi meminta ampun untuk Yangtae, karena walaupun Yangtae gendut tapi tubuhnya lemah  Hur June berlagak tidak mendengarnya dan terus berjalan.

Di pasar, Ilsuh dan Yangtae sedang berjualan. Hur June menemui mereka, Yangtae menjadi terkejut apalagi ketika ia ditanyai Hur June apakah Yangtae membujuk Ilsuh dan Ohgun untuk melakukan perdagangan ilegal. Yangtae melirik Ohgun, yang berlaku apa boleh buat karena sudah ketahuan. Yangtae takut-takut mengakuinya dan berjanji tidak akan melakukannya lagi. Apalagi ia melakukan itu karena melihat Dahee melalui masa yang sulit, jadi ia bermaksud untuk mendapatkan sedikit untung sehingga Dahee tidak bekerja terlalu keras. Hur June justru marah dan membentaknya siapa yang suruh Yangtae melakukan hal itu. Yangtae menunduk dan meminta maaf. Ilsuh mencoba untuk membela Yangtae dan mengatakan kalau mereka malah tidak impas malah mereka bertiga terbakar. (Hur June mulutnya sedikit berkedut, kayaknya menahan geli, ia menduga kalau mereka melakukan hal yang sama yang pernah ia lakukan tapi kelihatannya bukannya berhasil malah terbakar sendiri). Yangtae berlutut dan berjanji kalau ia tidak akan melakukannya lagi. Kalau nanti ia melakukan lagi maka ia adalah adiknya Hur Gyum, sambil menatap takut-takut ke arah Hur June. Hur June menatapnya dan kemudian mengatakan kalau Yangtae perlu melakukannya sekali lagi. Ketiga orang rekannya terkejut dan tidak mengerti perkataan dari Hur June, Ohgun bertanya apakah mereka akan melakukan perdagangan gelap lagi. Hur June diam saja tapi otaknya berputar …. Otak pedagang gelap  … heheheheh 😀

Hur June menemui Lee Jung Myung di kantornya dan mengatakan karena Banmyo tidak ditemukan di gudang obat Istana, maka Hur June yakin kalau obat itu masuk dari perdagangan gelap. Jika mereka bisa menemukan jalur perdagangan gelap obat-obatan dari Tiongkok masuk keSeouldan bertanya pada pedagangnya, maka mereka akan dapat mengetahui bagaimana Banmyo masuk ke Istana. Lee mengangguk-angguk mengerti tapi kemudian bertanya bagaimana mereka bisa menemukan jalur itu.  Hur June menyahut kalau ia sudah melakukan kontak jadi mereka harus menunggu beberapa hari saja.  Seorang petugas datang dan memberikansuratkepada Lee, yang dikirim oleh Menteri Jung Sung Pil.

Lee menemui Tuan Jung, yang ternyata juga ada Tuan Yoon di ruangan itu, yang pernah ditemuinya di pesta sebelum ini. Tuan Jung berbicara ini itu, tapi yang terutama ia ternyata sedang membujuk Lee untuk berpihak padanya, bahkan jika memang Lee bersedia, maka posisi Kepala Literatur bisa menjadi milik Lee. Tapi Lee dengan tersenyum mengatakan kalau ia puas dengan jabatannya sekarang. Bahkan memberikan ujar-ujar yang biasa dikatakan ayahnya kepada dirinya, “Jika seorang terpelajar menginginkan kekuasaan, maka ia akan membuat dirinya terlibat dalam permainan yang kotor. Ketika ia mendapatkan kekuasaan, dia akan memutarbalikkan standar, mana yang benar dan mana yang salah, dan memerintah atas rakyat. Pada akhirnya ia akan menghadang semua kritik dan menutup mata Raja dengan tujuan supaya Raja tidak duduk di pusat kekuasaan. Jadi hamba yang rakus akan kekuasaan tidak ada bedanya dengan satu kelompok pemberontak yang merencanakan pengkhianatan.” Menteri Jung menyahut kalau begitu pemikiran dari Lee maka ia tak akan memaksa, tapi Menteri Jung mengingatkan Lee kalau ia sungguh berpikir baik mengenai Lee.  Lee memohon diri.  Yoon mengatakan kalau Lee sudah seperti saudara dengan Ku yang mati, jadi jika mereka membiarkannya tetap seperti ini maka suatu hari Lee akan membuat masalah bagi pihak mereka.

Pembaca masih ingat dengan pria yang mengikuti Dahee? Sekarang ia kembali lagi ke rumah Dahee bersama dengan seorang pria bangsawan yang sebaya dengan Hur June dan memberitahu kalau dia (perempuan) ada di sini. Pria bangsawan itu mengintip dari luar pagar keadaan rumah Hur June, dan kemudian melihat Dahee keluar kemudian berjongkok dan memilah-milah sayuran. Pria bangsawan itu terkejut dan mengenalinya, ia segera menghampiri Dahee dan memanggil namanya.  Dahee merasa kenal suara itu dan segera menoleh, kemudian terkejut melihat pria bangsawan itu, yang mengangguk dan memanggil namanya lagi. Dahee bangkit berdiri dan memanggilnya “Orrabuni” (kakak)

Haman datang dan terkejut melihat kehadiran seorang pria bangsawan yang sedang bercakap-cakap dengan Dahee, Haman mendekati mereka dan bertanya pada pria bangsawan itu siapa dia. Dahee terkejut dan segera mengajak kakaknya untuk keluar dan berbicara di tempat lain tanpa mempedulikan panggilan Haman. Haman memberitahu Nyonya Son mengenai pertemuan Dahee dan pria bangsawan itu, yang kelihatannya sangat akrab. Ini sangat aneh … benar-benar aneh. Nyonya Son menjadi cemas karenanya.

Dahee dan kakaknya berbicara di tepi sungai. Kakak Dahee mengatakan kalau ia sudah mencari Dahee kemana-mana tapi tidak dapat menemukan Dahee sehingga ia jadi cemas. Seorang pelayan di rumah memberitahu kalau Dahee bekerja di pasar jadi ia bertanya apa sebenarnya yang terjadi, mengapa Dahee hidup seperti ini. Kemudian ia bertanya apakah Dahee sudah menikah. Dahee mengangguk mengiyakannya. Kakak Dahee bertanya apa yang suaminya kerjakan. Dahee menjawab kalau suaminya bekerja sebagai seorang dokter di Hyemin. Kakak Dahee bertanya apa ia seorang dokter yang spesial? Dahee menjawab bukan. Kakak Dahee menduga dan bertanya apakah Dahee menikah dengan seseorang yang bukan dari kalangan bangsawan? Dahee terdiam beberapa saat sebelum menjawab kalau ia benar-benar menghormati dan mencintai suaminya, yang walaupun memiliki status sosial yang rendah, tapi statusnya akan naik jika berhasil menjadi dokter Raja suatu hari nanti. Kakak Dahee menawarkan bantuannya dan menyuruh Dahee sekeluarga untuk pindah rumah, karena ia tahu berapa penghasilah dokter Hyemin, kondisinya tidak akan menjadi lebih baik. Tapi Dahee menjawab, mungkin sekarang ia memang terlihat lusuh di mata kakaknya, tapi kehidupannya cukup baik jadi tidak usah dicemaskan. Tapi jika memang kakaknya mau menbantu dirinya, maka ia punya permintaan, agar putranya, yang sebenarnya cerdas tapi karena kondisi keuangan mereka maka putranya tidak bisa ke sekolah. Dahee meminta kakaknya agar mencarikan sekolah yang mana putranya bisa sekolah. Kakak Dahee menganggukkan kepalanya. Mereka berdua berdiam saja beberapa saat lamanya.

Nyonya Son menunggu dengan cemas di halaman rumah dan ketika dilihatnya Dahee datang, ia menghampirinya dan mengatakan kalau istri Ilsuh melihat kalau seorang pria bangsawan menemui Dahee, dan menanyakan apa yang terjadi. Dahee menjawab kalau dia adalah kakaknya. Nyonya Son terkejut dan cemas dan bertanya apa kakak Dahee bertanya mengenai pernikahannya dengan Hur June. Apalagi jika ia tahu kalau pernikahan mereka itu melanggar aturan status sosial. Dahee mengatakan kalau kakaknya tidak akan melakukan apapun yang merugikan mereka, jadi tidak perlu cemas. Mereka berdua hanya saling melepas kangen. Nyonya Son sangat lega. Dahee meminta ibu mertuanya untuk menyembunyikan hal ini dari Hur June, karena nanti Hur June pasti menjadi cemas. Nyonya Son tentu saja menyetujuinya. Dahee masuk ke kamarnya, menangis mengingat keluarganya dulu.

Lee Jung Myung, disertai dua pengawal (salah satunya Soochong-nya Sunhwa di SDY :p ) menemui Hur June, yang memberitahu kalau rekan-rekannya sudah siap dan sedang menunggu di dekat pelabuhan Yanghwa. Hur June yang melihat Lee hanya ditemani dua orang memberitahu kalau pihak lawan adalah orang-orang kejam jadi ia mau ragu-ragu dengan keselamatannya. Lee memberitahu Hur June kalau dua orang pengawalnya ini adalah orang-orang yang paling hebat dalam militer dan dalam pertarungan dan masing-masing mampu melawan 100 orang. (Soochong koq dilawan :P)

Hur June dan Lee Jung Myung serta dua pengawalnya segera menuju pelabuhan Yanghwa untuk menemui Yangtae dan yang lainnya. Tapi di tengah perjalanan kedua pengawal Lee mengetahui kalau ada orang yang sedang menguntit mereka, jumlahnya dua orang. Lee segera memerintahkan kedua pengawalnya membereskan penguntit itu. Lee dan Hur June berpura-pura pergi melanjutkan perjalanan, sedangkan kedua pengawal Lee bersembunyi untuk menghadang kedua penguntit mereka.

Tampak dua orang membawa pedang sedang mengendap-endap dalam menguntit Lee dan rombongannya. Saat mereka mau melanjutkan penguntitan, kedua pengawal Lee muncul dan pertarungan segera terjadi. Singkat cerita kedua pengawal Lee berhasil mengalahkan kedua lawannya dan menghajar mereka habis-habisan tapi kemudian dihentikan oleh Lee dan mengajak mereka untuk segera melanjutkan perjalanan karena waktunya sudah sangat sempit. Hur June mengatakan dengan adanya penguntitan ini menunjukkan kalau “mereka” tahu Lee sedang mengadakan penyelidikan. Lee gelisah …

Hur June memimpin Yangtae dan Ilsuh serta Lee bertiga ke tempat perjanjian mereka dengan para pedagang gelap. Mereka menanti, kemudian Lee mengusulkan kalau lebih baik dia dan kedua pengawalnya bersembunuyi di tempat lain saja. Hur June menganggukan kepalanya setuju. Lee bertiga segera pergi mencari tempat persembunyian lain.  Ilsuh ragu-ragu dan bertanya pada Hur June apakah nantinya mereka baik-baik saja, karena sekarang mereka melakukan perdagangan gelap di hadapan para polisi. Hur June menenangkannya. Yangtae bertanya apakah ini tidak mengingatkan Hur June mengenai kejadian masa lalu, saat mereka berhasil melakukan perdagangan gelap di Yuhwoon, Yongchun, kemudian disanajuga mereka bertemu dengan Dahee, dan syukur pada takdir mereka dapat mengadakan penguburan ayah Dahee. Hur June tersenyum saat mengingat peristiwa lampau.

Saat itu sehabis melakukan pemakaman ayah Dahee, Hur June dan Dahee duduk berdua menghadap matahari sore, Dahee meminta maaf, dikarenakan keadaannya maka ia terlambat memperkenalkan dirinya. Dahee menyebutkan marga dan namanya. Waktu itu Dahee menanyakan nama Hur June supaya dapat terus diingat Dahee, tapi Hur June menyahut kalau ia senang dapat membantu Dahee tapi ia berasal dari keluarga rendahan dan tiada faedahnya untuk diingat. Dahee mendebatnya kalau orang dapat dibagi tingkatannya tapi tidak semua orang mau membantu pada seorang yang benar-benar asing. Dahee menanyakan lagi nama Hur June supaya ia dapat mengingatnya. Hur June akhrinya mengatakan namanya. Dahee mengulangnya dalam hati dan berusaha mengukirnya. Kemudian mereka berdua saling berdiam diri dan melihat terbenamnya matahari.

Kembali ke masa kini, Ilsuh mengatakan kalau para pedagang gelap sudah ada di sini. Hur June melihat sebuah perahu di tengah sungai sedang meluncur ke arah mereka.  Setelah melihat mereka mendarat, Hur June memberi tanda pada Yangtae yang kemudian mengadu batu api sehingga terlihat percikan api. Pihak lawan melihat sinyal kemudian membalas dengan percikan api juga.

Hur June dan kedua rekannya menunggu pihak pedagang gelap.  Pedagang gelap itu ternyata adalah pedagang gelap yang dulu pernah bertransaksi dengan Yangtae dan kawan-kawan. Hur June menyuruh Yangtae untuk memeriksa barang-barang mereka demikian juga pihak pedagang, pimpinannya sendir yang turun tangan untuk memeriksa barang bawaan Hur June. Yangtae kembali dan berbisik kalau barang-barangnya cocok.  Pimpinan pedagang meminta pertukaran kalau semuanya dirasa cocok. Tapi Hur June, kembali ke sikapnya sebagai pimpinan sebuah kelompok pedagang gelap, mengatakan kalau ia ada satu pertanyaan dulu. Pimpinan pedagang itu bertanya apa itu. Hur June bertanya bagaimana ia bisa mendapatkan Banmyo. Pimpinan lawan terkejut tapi kemudian ia menuju ke belakang kelompoknya dan membisikkan sesuatu pada seseorang. Pimpinan itu kembali menghadap Hur June dan mengatakan kalau harganya tidak murah, apa Hur June masih tertarik. Hur June menjawab kalau dirinya bisa membayar berapapun yang pimpinan pedagang itu mau jadi Hur June minta supaya mereka mendapatkannya untuk Hur June. Pimpinan itu menyahut kalau itu jenis obat yang langka …. Pasti sekarang banyak klinik yang membutuhkannya diSeoul… Hur June menangkap maksud dari pimpinan pedagang itu dan langsung bertanya apakah ada orang lain yang menginginkannya juga. Pimpinan pedagang itu menjawab kalau ia pernah memberikan itu pada orang lain. Hur June bertanya siapa orang itu. Pimpinan pedagang itu mengatakan kalau Hur June tidak perlu tahu, sekarang yang perlu hanya menukar barang dagangan mereka.

Lee Jung Myung muncul bersama kedua pengawalnya dan bertanya siapa orang itu. Pimpinan pedagang kaget dan menatap Hur June kemudian membentak apa maksudnya ini. Lee memerintahkan kedua pengawalnya untuk menangkap semua pedagang gelap itu. Kedua pengawal Lee segera maju, kelompok pedagang gelap segera bersiap dan menghunus senjata, Hur June dan kedua temannya segera mundur dari tempat itu.

Pertarungan tidak seimbang terjadi, walaupun dua orang dan jumlah lawan lebih banyak tapi ternyata mereka berdua benar-benar hebat dapat mengatasi lawan-lawan mereka. Hur June melihat seorang pengawal terancam dari belakang oleh seorang dari pedagang gelap sehingga ia turun tangan dan menghajar orang itu. Pihak Hur June berhasil mengalahkan semuanya.

Doji sedang di gudang obat Istana mempersiapkan resep dan bahan-bahannya. Seehee mengamati Doji beberapa saat sebelum ia kemudian dengan perlahan mendekati Doji dan menyapanya. Doji kaget dan berbalik kemudian bertanya apa yang ia lakukan pada jam ini. Seehee mengatakan kalau ia mau mengambil Sa Mul Tang yang telah disiapkan oleh kepala perawat Istana. Doji kemudian kembali ke kesibukannya. Seehee mengambil guci dan menuangkan isinya ke sebuah mangkuk, sambil sekali-kali melihat ke arah Doji. Doji yang berkonsenrasi pada pekerjaannya sama sekali tidak merasa. Seehee kemudian berpamitan pada Doji yang sama sekali tidak melihatnya. Seehee merasa kecewa dan kemudian melakukan hal nekat, ia menumpahkan ramuan yang masih panas ke dadanya, berteriak dan jatuh. Doji kaget dan segera memburu ke arahnya dan bertanya apakah ada bagian tubuhnya yang terkena ramuan panas itu. Seehee mengiyakannya sambil memegangi dadanya. Doji sedikit kebingungan. Seehee mengerang kesakitan. Doji akhirnya memutuskan untuk melihat lukanya, Seehe membuka baju bagian dadanya untuk diperiksa. Doji melihat lukanya dan mengatakan kalau itu tidak begitu parah, jika ia menaruh Sophora Flavescens dan daun Thuja Orientalis maka lukanya akan tidak masalah. Doji segera pergi untuk mengambilkan obat-obat yang disebutkannya tadi dan menyuruh Seehee menunggu.  Sehee tersenyum gembira saat Doji sudah pergi. Tipuannya berhasil !!!

Pada pertemuan dokter di Hyemin, dr. Kim mengatakan kalau dokter Raja sangat senang karena melihat operasi dari Hyemin meningkat lebih dari waktu-waktu sebelumnya. Dr. Song tertawa senang dan bertanya pada para dokter mengenai kondisi setiap seksi. Lee Myung Won menjawab kalau ada 12 orang di ruang ramuan, 25 orang di ruangan untuk penyakit beraneka ragam. Dr. Kim bertanya bagaimana dengan ruangan akupungtur dan moxibustion. Hur June tenggelam dalam pikirannya sehingga masih diam sampai disenggol oleh Jang Hak Do, Hur June segera menjawab kalau ada 15 pasien di ruangan akupungtur dan moxibustion…..

Pertemuan berakhir, para dokter kembali ke lapangan Hyemin untuk bekerja, dalam perjalanan itu Kim Man Kyung bertanya pada Hur June apakah ada yang ia khawatirkan beberapa hari ini. Hur June menjawab  tidak ada. Jang Hak Do menimpali kalau seseorang tenggelam dalam pemikirannya, maka entah itu judi atau wanita. Lee Myung Won tertawa sambil mengatakan kalau dr. Hur tidaklah seperti dirinya.

Parapolisi mulai bergerak, mereka menangkapi beberapa orang, termasuk di antaranya para pejabat dan membawa mereka ke kantor polisi. Seorang pejabat memberi kisikkan mengenai peristiwa ini pada Menteri Jung, yang menjadi terkejut.

Orang-orang yang ditangkap dihadapkan pada Lee Jung Myung. Orang-orang itu bertanya pada Lee mengapa mereka ditangkap seperti ini dan dianggap seakan-akan mereka itu penjahat. Lee bertanya apa mereka benar-benar tidak tahu. Yoon mengatakan kalau ia benar-benar tidak tahu. Lee kemudian menuduhnya membunuh Park Manchool, seorang staf medis di Hyemin dan meracuni Ku Tae Hoon sampai mati. Yoon itu kaget tapi ia kemudian bertanya apa buktinya, bahkan ia juga tidak mengenal siapa itu Park Manchool. Lee menyahut kalau Yoon membujuk Ku Tae Hoon, yang sudah lama menderita penyakit kronis, kalau ia akan membantu Ku untuk mendapatkan ramuan dari staf medis di Hyemin. Kemudian ia menipu Manchool dan mengatakan kalau Banmyo adalah obat yang sangat berharga dan menyuruhnya untuk menaruh itu pada ramuan untuk Ku Tae Hoon. Ku Tae Hoon tidak curiga sama sekali dan meminum ramuan itu selama 2 bulan dan akhirnya terbunuh dengan racun yang tersebar di seluruh tubuhnya. Park Manchool pun dibunuhnya untuk menutup mulut dan membuatnya terlihat seperti bunuh diri. Pejabat itu bersikeras kalau ia tidak melakukannya. Lee memerintahkan anak buahnya untuk membawakan para saksi. Yoon tersenyum karena ia yakin kalau Lee tidak akan bisa membuktikan apapun.

Seseorang yang diikat digiring ke tempat interogasi diikuti oleh seorang lain yang berjalan di belakang mereka, orang yang diikat itu ternyata pimpinan para pedagang gelap yang bertransaksi dengan Hur June. Senyum dari Yoon segera hilang dan menjadi was was karena ia mengenali orang itu. Lee mengatakan kalau orang ini adalah pemimpin pedagang gelap yang memberinya Banmyo. Dan orang satunya lagi adalah saudara dari Park Manchool, kepada siapa telah dijanjikan pembatalan wajib militer. Lee bertanya apakah ia masih berusaha menyangkal perbuatannya. Yoon tidak percaya diri seperti sebelumnya, ia menyahut kalau ia tidak bersalah dan semua ini pasti perbuatan seseorang yang berusaha menjebaknya. Lee percaya kalau Yoon tidak melakukan semua ini sendirian dan bertanya siapa dalang di balik peristiwa itu.

Menteri Jung Sung Pil datang dan bertanya atas perintah siapa Lee menangkap orang-orang itu. Lee menjawab kalau orang-orang ini telah membunuh 2 orang yang tidak bersalah. Menteri Jung kaget dan berusaha membela Yoon dan mengatakan kalau ini pasti adalah rencana busuk seseorang untuk menyakiti Yoon. Lee menjawab kalau insiden ini bukan karena Yoon, maka pasti ada seseorang di balik semua ini yang memperalatnya. Lee mengusir Menteri Jung secara halus dengan mengatakan kalau mereka masih harus melakukan interogasi jadi diharapkan Menteri Jung untuk meninggalkan tempat ini. Menteri Jung sangat kesal dan memberikan peringatan, atau lebih tepatnya ancaman, kalau kecongkakannya seperti ini akan membahayakan jiwanya suatu hari nanti. Menteri Jung segera beranjak pergi, tapi Lee memberitahunya seseuatu, bahwa ada rumor kalau Menteri Jung memiliki hak untuk mengendalikan departemen Urusan Dalam Istana dan melakukan semua dengan semaunya. Lee mendapatkansuratkaleng berkaitan dengan praktek-praktek yang tidak benar dalam pekerjaan yang ada di bawah pimpinan Menteri Jung, jadi Lee mengharapkan supaya Menteri Jung berhati-hati. Menteri Jung dengan geram meninggalkan mereka semua.

Pejabat Penanggungjawab Rumah Sakit Istana menemui para dokter, dan bertanya langsung pada mereka siapa yang memeriksa tubuh Tuan Ku, yang mati mendadak. Doji menjawab kalau ia yang melakukannya. Doji ditanya apa penyebabnya. Dr. Yang mendengar kalau Tuan Ku mati karena kumatnya penyakit kronis yang diderita. Penaggungjawab dengan marah mengatakan kalau orang-orang di biro polisi mengatakan kalau bukan itu penyebabnya, dia mati diracuni. Doji dan dr. Yang terperanjat mendengarnya. Pejabat itu melanjutkan kalau Ku diracuni sampai mati dengan obat beracun yang disebut dengan Banmyo, dan yang menemukan ini adalah Hur June dari Hyemin. Doji dan dr. Yang bertambah terkejut lagi.

Lee Jung Myung akan berlatih panah di tempat latihan, tapi sebelum itu ia menyerahkan sebuahsuratpada anakbuah kepercayaannya untuk memberikannya kepada Ye Jin di Hyemin. Lee meminta supayasuratitu diserahkan secara langsung pada Ye Jin.  Petugas itu mengiyakannya dan segera pergi. Lee datang ke tempat latihan dan berlatih memanah, panahnya tepat di lingkaran merah tapi sedikit ke pinggir. Hur June datang. Lee bertanya apa Hur June juga mau mencobanya. Hur June mencoba memanah dua kali dan kedua-duanya hampir tepat di tengah-tengah sasaran. Lee kagum dan bertanya apa Hur June pernah berlatih militer sebelumnya. Hur June menjawab kalau ayahnya dulu adalah seorang pejabat militer. Lee memuji ayahnya dengan mengatakan dengan mengamati Hur june selama ini, dan melihat kepribadian dari Hur June maka Lee sudah bisa menebak seperti apa pribadi dari ayah Hur June. Lee percaya kalau dia pasti mempunyai integritas kuat dan baik hati, tak akan menoleh ke belakang jika itu tidak benar, persis seperti Hur June. Lee berkata kalau ada pepatah mengatakan anak menyerupai ayahnya, tapi tidak dengan diri Lee.  Walaupun Lee tahu siapa orang di balik Yoon Jungho, tapi Lee tetap tidak dapat melakukan apapun. Lee berhutang semua ini pada Hur June tapi tidak tahu apa yang mesti dikatakannya setelah situasinya berkembang seperti ini.  Hur June mengembalikan busur dan Lee mencoba untuk memanah lagi, tapi dua kali ia memanah dua kali juga hanya dapat membidik lingkaran putih. Lee mengatakan kaalu semuanya sepertinya meleset, sama seperti Hur June yang mendapatkan hati Ye Jin sedangkan Ye Jin mendapatkan hati Lee. Hur June terkejut dan bingung.

Lee mengajak Hur June minum-minum di rumahnya. Lee bertanya pada Hur June, apakah ia tahu kalau Ye Jin sudah menaruh perasaan mendalam pada Hur Jun untuk waktu yang sangat lama. Hur June memikirkan hal ini. Tapi ternyata Hur June hidup dengan tenang tanpa ada kecemasan sama sekali. Hal ini sungguh seseuatu yang kejam. Lee menyebut Hur June sebagai orang yang jahat, tapi kemudian meralatnya dan mengatakan kalau Hur June sebenarnya orang yang baik, karena itulah Lee merasa serba salah. Jika Hur June memang seorang yang jahat, maka Lee bisa dengan bebas membencinya sebanyak yang ia inginkan, tapi Hur June bukan, jadi ia merasa sangat sakit di hatinya. Hur June sangat kalut hatinya jadi ia diam saja.

Tiba-tiba beberapa pengawal Istana masuk dan menangkap Lee Jung Myung atas tuduhan berkhianat. Lee Jung Myung kaget demikian juga dengan Hur June …..

16 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 40

  1. semakin menarik saja kang,sinopsis nya hidup seperti jiwa dapat menghayati tiap bait kalimat
    kang andy ap tokoh hur jun ini sama yang memeran lim sang ok dalam merchant mansang?
    Ok kang tetap semangat,ku nantikan selanjut nya

  2. gimana nasib lee selanjutnya ya? apa dia mati di tangan penghianat? btw..klu g’ salah lee jadi kaisar dlm drama dae jang geum ya?

  3. ga sabar nunggu episode 41 dr 2 hari lalu… bentar2 ngecek sini terus,,nunggu postingan terbarunya koh andy..tp belum jua 😦

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s