Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 41

Tiba-tiba beberapa pengawal Istana masuk dan menangkap Lee Jung Myung atas tuduhan berkhianat. Lee Jung Myung kaget demikian juga dengan Hur June …..

Petugas biro kepolisian yang diminta untuk menyerahkan surat pada Ye Jin menemui Ye Jin di Hyemin dan memberikan surat dari Lee Jung Myung itu. Ye Jin bertanya-tanya dalam hati apa maksud dari semua ini.

Ye Jin membawa surat itu ke dalam kamar, ia mau membukanya tapi ragu-ragu, akhrinya Ye Jin memutuskan untuk membacanya.

Suara Lee Jung Myung: Aku memutuskan untuk menulis surat ini padamu setelah merasa bimbang untuk beberapa hari lamanya, tapi sungguh sulit untuk mengisi selembar kertas di hadapanku  Aku sungguh malu disebut sebagai seorang pria. Aku menyesal telah memberitahumu mengenai perasaanku kepadamu. Walaupun aku tidak dapat menghapuskan perasaanku sejak pertama aku berjumpa denganmu, walaupun aku ribuan kali mengulangnya dalam pikiranku … aku seharusnya tidak memberitahumu …. Maka hatiku tidak akan menjadi sakit ketika melihatmu menghindari diriku. Maka aku tidak akan begitu sangat gelisah karena tidak dapat membuatmu berada di sampingku. Seharusnya aku tetap menyimpan kerinduanku padamu hanya dalam pikiranku dengan hasrat untuk melindungimu, dan hanya mengawasimu dari kejauhan. Hubunganku denganmu dimulai secara kebetulan. Aku punya firasat kalau itu akan berakhir dengan menunggu dalam kesepian. Aku mengatakan pada diriku sendiri kalau aku tidak dapat mengharapkan apapun, tapi …aku tak dapat menahan diriku sendiri kalau aku ingin menemuimu saat ini.  Aku akan menunggumu di pelabuhan Yanghwa pukul 4 sore. Kau boleh menyebutku seorang yang tolol tapi tetap saja aku masih ingin bertemu denganmu.

Ye Jin hatinya merasa tersentuh tapi juga bimbang … ia sungguh dalam satu pilihan yang sulit.

Lee Jung Myung ditangkap dan digiring keluar dari kediamannya, Hur June menemuinya dan bertanya apa sebenarnya yang terjadi. Lee dengan nada pasrah menyahut kalau ia telah melakukan pengkhianatan, Hur June kaget. Itu adalah pengkhianatan karena tidak mengikuti satu pun kelompok yang haus kekuasaan pada saat ini. Hur June baru mengerti, karena sikapnya yang netral dan tidak memihak justru Lee mudah menjadi korban finahan.

Ye Jin sedang bertugas di Hyemin. Di sela-sela pekerjaannya, Ye Jin teringat isi surat Lee Jung Myung dan hatinya gundah. Chae Sun melihat wajah Ye Jin terlihat muram sehingga menegurnya. Kim Man Kyung menyuruh Ye Jin beristirahat. Ye Jin menolak dan tetap bekerja seperti biasa.

Hur June di kantor Hyemin, memikirkan perkataan Lee Jung Myung saat mereka berdua minum-minum, mengenai perasaan Ye Jin pada Hur June. Hur June sekarang justru menjadi bingung sendiri …

Hur June merawat pasien di Hyemin, Ye Jin mengawasinya, Hur June merasakan tatapan Ye Jin dan menoleh untuk melihat. Ye Jin masih saja menatapnya, tatapannya mengandung sejuta makna … Hur June gelisah sendiri …

Duk Geum bercakap-cakap dengan Hongchun kalau ada berita sekelompok orang telah ditangkap karena ditunuh berkonspirasi melawan Raja dan sekarang sedang diinterogasi, dan nanti pasti banyak yang akan dihukum minum racun. Duk Geum menyuruh Hongchun untuk menyeleksi siapa saja yang akan mengirim racun itu. Ye Jin masuk dan meminta ijin pada mereka untuk keluar Asrama. Hongchun bertanya apa Ye Jin mau menemui Inspektur polisi yang memasukkannya ke Hyemin. Ye Jin mengiyakannya. Hongchun bertanya apa hubungan mereka. Ye Jin menjawab kalau Lee pernah membantunya saat ia dalam kesulitan. Duk Geum mengatakan kalau di masa lampau banyak hubungan yang tak patut terjadi dan mengakibatkan banyak perawat mati muda, jadi ia menasihati Ye Jin untuk menjaga dirinya. Ye Jin mengiyakannya. Hongchun mengijinkannya keluar Hyemin. Ye Jin berterima kasih dan segera memohon diri. Hongchun mengatakan pada Duk Geum kalau ia tak bisa membaca pikiran Ye Jin. Duk Geum tersenyum dan menyahut kalau orang seperti Ye Jin dengan mata yang dalam pasti menyimpan banyak cerita dan takdir yang menyedihkan…

Ye Jin menuju ke tempat pertemuan yang dijanjikan oleh Lee Jung Myung. Ye Jin menunggu …

Sementara Lee Jung Myung sendiri sedang disiksa ….

Ye Jin tidak mengetahui nasib Lee Jung Myung dan masih menunggu kedatangannya …

Lee Jung Myung disiksa sampai ia tidak tahan lagi dan pingsan, Petugas mengguyurnya dengan air sehingga Lee siuman. Pejabat pemeriksa menunjukkan sebuah surat, yang katanya ditulis oleh Ku Tae Hoon sebelum kematiannya, yang mengatakan kalau Lee membentuk kelompok dengan Song Minho dan Kim Kwangryool untuk merencanakan pemberontakan. Apakah Lee masih mau menyangkal padahal bukti ada di depan mata.  Lee justru bertanya mengapa pejabat itu memiliki surat yang akan dikirm kepadanya, padahal orang mati tidak bisa berbicara. Karena mereka tidak bisa bertanya apakah benar Ku yang menulis surat itu, bukankah ada kemungkinan seseorang bisa menuliskannya sesuka hatinya. Pejabat itu  mengatakan kalau Lee menangkap Yoon, yang sebenarnya sedang melakukan investigasi pada Ku, dan berusaha menyembunyikan kejahatan mereka berdua. Menteri Jung Sung Pil mengamati pengadilan itu dari jarak agak jauh. Lee tertawa geli dan meminta pejabat itu untuk berhenti menodai nama Raja dan Istana dengan alasannya yang mengada-ada, lebih baik langsung membunuhnya saja.  Pejabat itu marah dan mengatakan kalau Lee tidak pernah bertobat. Lee menyahut kalau ia tidak pernah melakukan perbuatan dosa sehingga tidak perlu bertobat. Satu-satunya dosa yang ia perbuat adalah tidak tertarik dengan kekuasaan. Jika ia dituduh berdosa, itu karena Lee tidak mengikuti satu kelompok pun. Jika ada dosa, itu karena ia telah mengabaikan tugasnya sebagai Kepala Biro Polisi walaupun sebenarnya ia tahu ada orang-orang di luar sana yang menodai kehormatan Raja.

Lee kemudian menoleh pada Menteri Jung yang sedang mengawasi dari jauh, dan berseru padanya untuk menunjukkan dirinya dan maju ke depan, bukankah ini adalah rekayasanya. Lebih baik Jung sendiri yang menghukumnya. Menteri Jung tidak berani menatap Lee. Pejabat pemeriksa segera memerintahkan untuk menyiksa Lee lagi sebelum ia  berbicara omong kosong lebih banyak. Petugas penyiksa segera melakukannya.

Ye Jin masih menunggu sampai lewat waktu yang dijanjikan tapi Lee masih belum datang. Ye Jin sedikit kecewa dan pulang ke asrama.

Hur June sedang merawat pasien dan melihat pengawal Istana, yang menangkap Lee, menemui atasan Hur June. Hur June bertanya-tanya dalam hati. …

Jang Hak Do sedang mengomel karena ditugasi lagi, mentang-mentang mereka adalah dokter Hyemin jadi mereka harus bekerja seharian penuh, dan sekarang masih harus mengurusi kondisi para kriminal. Kim Man Kyung tertawa dan menyahut kalau Jang merasa diperlakukan tidak adil maka Jang harus sukses. Lee Myung Won menyindir Jang kalau Jang tidak akan bisa walaupun ia mau, disebabkan oleh mulut Jang sendiri. Mereka tertawa. Hur June datang dan bertanya apa yang sedang terjadi. Lee menjelaskan kalau mereka mendapatkan permintaan untuk mengirim dokter untuk merawat para kriminal supaya tidak mati dulu sebelum selesai diadili. Kim menimpali karena para kriminal itu ditangkap dengan tuduhan konspirasi, maka pasti sekarang dalam kondisi yang buruk. Jang Hak Do akan pergi melakukannya tapi Hur June bilang kalau ia yang akan menggantikannya, Jang senang-senang saja dan menyetujuinya.  Hur June langsung berpamitan pada ketiga rekannya dan pergi. Ketiga rekan Hur June saling berpandangan, heran dengan sikap Hur June.

So Hyun, Ye Jin, dan seorang rekan mereka sedang menjahit. Rekan mereka mengatakan kalau ia ingin berganti suasana dan melihat bunga, So Hyun menyahut kalau di bukit di belakang Hyemin ada pepohonan bunga jadi tidak usah jauh-jauh. Rekan mereka mengatakan kalau ia hanya ingin pergi ke tempat yang lain, karena Seehee dan Onji sekarang pasti sedang bersenang-senang di Istana sedangkan mereka tertahan di tempat ini…. So Hyun tersenyum mendengarnya kemudian ia melihat wajah Ye Jin yang muram dan bertanya ada apa, karena nampaknya ada yang dipikrikan Ye Jin sejak ia keluar Istana. Ye Jin menjawab kalau tidak ada apa-apa …Tiba-tiba Chae Sun masuk dengan tergesa-gesa mengatakan kalau ada banyak orang yang dituduh berkhianat sedang diinterogasi, pasti di sana keadaanya sangat parah … So Hyun menegurnya karena Chae Sun tidak bisa membedakan mana yang harus dikatakan dan tidak. Chae Sun menutup mulutnya tapi kemudian bertanya apa mereka akan mengirim racun lagi. So Hyun menjawab mungkin saja. Ye Jin tidak mengerti. Chae Sun menyahut kalau tugas mengantar racun untuk para kriminal yang dituduh konspirasi jatuh kepada mereka. Perawat lain mengatakan kalau ia tidak sanggup untuk melakukannya lagi. Karena setelah melihat orang minum racun kemudian mati dengan memuntahkan darah, wajah orang yang mati itu terus muncul dalam mimpinya selama banyak hari selanjutnya.  Chae Sun menyambung kalau ia dulu ikut tanpa mengetahui tujuan mereka, dan sangat ketakutan setengah mati aaat melihatnya …  Ye Jin tampak tak tenang.

Hur June ke penjara dan ditunjukkan sel tahanan yang berisikan para kriminal yang akan dihukum minum racun atas perintah Raja. Hur June terkejut saat melihat Lee Jung Myung ada di antara para tahanan itu. Hur June masuk dan menemuinya, Lee sangat senang melihatnya dan mengatakan kalau dirinya telah menyusahkan Hur June lagi. Hur June tidak tahu harus bilang apa. Lee meminta Hur June agar merawat kondisinya, sebab sekarang hidupnya bukanlah kehendaknya lagi. Ia harus hidup sampai menerima hukuman mati. Hur June serba salah. Sebelum ini hati Lee dipenuhi dengan amarah karena berpikir kalau tidak adil ia harus mati seperti ini. Tapi setelah Lee menetapkan pikirannya untuk pasrah mati, sekarang justru ia merasa tenang dan damai.  Tapi satu hal yang disesalinya sekarang adalah setelah ia dengan ceroboh mengatakan perasaanya pada Ye Jin, ia akan pergi dengan begitu mendadak. Sungguh-sungguh ia adalah orang yang tolol. Hanya dengan mengamatinya saja, tampak Ye Jin adalah seorang yang berharga, dan sekarang ia telah memberinya masa sulit. Lee meminta Hur June agar tidak memberitahu Ye Jin mengenai situasinya. Lee juga mengatakan kalau ia akan mengingat selalu hubungan singkat dirinya dengan Hur June bahkan setelah ia mati. Lee selanjutnya mengerti mengapa Ye Jin menyukai dan menghormati Hur June. Mata Hur June berkaca-kaca melihat nasib yang akan menimpa Lee Jung Myung, dan juga merasa iba pada Ye Jin.

Hari pelaksanaan hukuman mati dengan minum racun, Duk Geum menemui para perawat di halaman asrama dan memutuskan kalau So Hyun dan Ye Jin yang pergi mengantarkan racun.  Ye Jin dan So Hyun kaget, perawat yang lain lega. Duk Geum mengingatkan mereka kalau mereka sedang melakukan perintah dari Raja jadi jangan sampai membuat kesalahan.

Ye  Jin dan So Hyun menunggu ramuan racun yang sedang dimasak oleh staf medis di ruang ramuan Hyemin.

Lee Jung Myung berada di sel tahanan sedang bermeditasi….

Ye Jin dan So Hyun mengantarkan racun dikawal oleh pengawal Istana….

Hur June dan Kim Man Kyung menanti di tempat eksekusi. Hur June terkejut ketika melihat perawat yang mengantarkan racun, salah satunya adalah Ye Jin, dan mengingat permintaan dari Jung Myung supaya tidak memberitahu Ye Jin mengenai situasinya. Tapi ternyata takdir menentukan lain, sungguh ironis karena yang membawakan racun bagi Lee Jung Myung adalah Ye Jin sendiri, wanita yang dicintainya.

Lee dibawa ke tempat eksekusi, keadaanya sangat menyedihkan karena siksaan yang ia alami sebelumnya. Hur June tidak bisa berbuat apapun untuk  mencegah pertemuan antara Jung Myung dan Ye Jin. Ye Jin menunduk dan memalingkan sedikit wajahnya tidak berani melihat orang hukuman itu, tidak mengetahui kalau orang itu adalah Jung Myung, Jung Myung sendiri masih belum menyadari keberadaan Ye Jin.

Lee dengan hati mantap maju, menatap pada Menteri Jung, yang langsung mengalihkan pandangannya, dan berlutut di depan meja kecil dimana racun akan diletakkan. Pengawal Istana menyuruh Ye Jin untuk memberikan ramuan racun itu pada Jung Myung. Hur June gelisah. Ye Jin maju ke arah Jung Myung sambil membawa ramuan racun, dan kaget saat melihat Jung Myung lah yang akan ia bawakan racun, ia tak sanggup lagi melangkah dan tubuhnya gemetar dengan keras. Pengawal membentak Ye Jin dan menyuruhnya untuk memberikan racun itu pada Jung Myung. Jung Myung menoleh dan terperanjat saat melihat Ye Jin lah yang akan memberikan racun itu. Ye Jin menatapnya dengan menangis. So Hyun segera maju dan mengambil alih baki yang berisi mangkuk racun dan meletakkannya di meja kecil di depan Jung Myung. Ye Jin masih gemetar tiada henti, ia dipapah oleh So Hyun untuk kembali ke tempat mereka. Jung Myung terus menatap Ye Jin. Hur June sungguh tidak tega melihat keadaan Ye Jin yang shock berat. (Andy: Aku dulu liat adegan ini ga tega, jadi kuloncati, tapi sekarang terpaksa deh gara-gara buatin sinopsis jadi liat adegan menyedihkan sekaligus mengharukan ini … hiks … hiks  …😦 )

Pengawal Istana memerintahkan Jung Myung untuk meminum racun. Jung Myung mengalihkan pandangannya dari Ye Jin dan menatap mangkuk racun di hadapannya.  Jung Myung sudah menenangkan hatinya, bangkit berdiri dan melakukan penghormatan di depan mangkuk itu.

Jung Myung: Ayah, maafkan aku, aku mencoba untuk mengikuti pengajaranmu, hidup sebagai seorang terpelajar tapi aku sekarang akan mati tanpa menyadari cita-citaku yang sesungguhnya. Aku tidak ada sesuatu yang harus dimalui, tapi sekarang aku mendapatkan perintah Raja dan melakukan sesuatu yang butuh keberanian. Kumohon …. Kumohon maafkan aku karena tidak berbakti.

Jung Myung berlutut, air mata menetes, ia kemudian menoleh pada Ye Jin, yang masih gemetaran dan sedang melihatnya dengan berurai air mata.

Suara hati Jung Myung: Maafkan aku. Maaf karena aku tidak dapat menepati janjiku padamu kalau aku akan selalu melindungi dirimu. (Jung Myung menatap mangkuk, tangannya gemetaran mengambilnya, kemudian menatap Ye Jin lagi) Dulu aku ingin membuatmu menengok padaku, tapi bukanlahpada saat seperti ini … (Ye Jin tidak tahan dan memalingkan wajahnya, menahan tangisnya) Aku berharap kalau aku adalah seseorang lain yang hanya melewatimu dan tidak memiliki suatu perasaan pada dirimu.  Aku berharap kalau kau tidak menangis karena diriku. Aku harap kau tidak menderita dikarenakan kematianku yang mendadak … (Ye Jin menatapnya lagi) Aku hanya berharap kalau hubungan kita bukanlah apa-apa.

Jung Myung menatap mangkuk racun di tangannya, Ye Jin memalingkan wajah lagi dan menangis, Hur June hatinya terasa seperti tenggelam ke dasar lautan dalam, Jung Myung menatap langit kemudian mengangkat mangkuk dan meminum racun sekali teguk. ….. Mangkuk jatuh ke tanah …. Tubuh Lee Jung Myung masih dalam posisi duduk dengan kepala tertunduk, tapi jiwanya sudah melayang ….

Hari berganti malam …  Ye Jin di kamarnya menangis mengingat peristiwa tadi siang. Hatinya sungguh terasa sakit dan pedih. Ia sudah kehilangan satu orang berharga di hatinya, yang telah banyak menolong dan mungkin akan menjadi sandaran hidupnya di kemudian hari.

Hur June ada di kantor Hyemin, minum banyak soju (?) untuk meredakan kegelisahan dan kemarahan di dalam hatinya, tapi tetap saja tidak cukup untuk menutupi rasa amarah dalam hati Hur June melihat ketidakadilan terhadap Lee Jung Myung.

Malam menjelang, Sehee bermufakat dengan Onji untuk melakukan rencananya pada Doji yang akan berjaga malam ini. Sehee membawakan hidangan malam dan minuman bagi Doji. Doji bertanya apa maksudnya ini, Sehee mengatakan kalau ini untuk membalas kebaikan Doji yang telah merawat luka bakarnya. Sehee kemudian menaruh hidangan itu di hadapan Doji. Doji menegurnya bagaimana bisa seorang dokter berjaga malam minum minuman keras. Doji menyuruhnya pergi. Sehee kemudian sambil menangis mengungkapkan perasaannya. Doji terkejut dan bingung.

Ohgun pergi ke tempat Doji dan bertemu dengan Sehee yang keluar dari ruangan sambil menangis. Ohgun menemui Doji dan menyerahkan buku catatan mengenai keluar masuknya obat dari gudang obat Istana hari ini. Ohgun melihat hidangan yang dibawakan Sehee kemudian menghubungkannya dengan peristiwa Sehee keluar dari ruangan, mengatakan kalau banyak perawat yang lebih cantik daripada gisaeng. Doji menatapnya, Ohgun melanjutkan kalau ia mendengar banyak hal mengenai para pejabat yang terkena skandal karena berhubungan dengan para perawat dan sangat menyesalinya.Adaseorang dokter dalam pelatihan yang dihukum dengan berat karena telah menghina seorang perawat, dan juga ada seorang dokter yang bertugas jaga malam memanggil seorang perawat ke kantor kemudian melakukan hal yang memuakkan tapi tertangkap basah sehingga digiring ke kantor polisi dan dipukuli dengan hebat, dicopot jabatannya dan diusir keluar. Doji sangat kesal dan menggebrak meja, ia bangun dan bertanya dengan suara keras apa yang ia maksudkan. Ohgun dengan takut-takut menyahut kalau ia hanya merasa khawatir pada Doji. Doji menyuruhnya untuk menjaga mulut dan mengusirnya. Ohgun segera pergi dan tidak sengaja merubuhkan dinding kertas pemisah ruangan.

Onji menunggu di gudang obat Istana dan bertanya pada Sehee bagaimana hasilnya. Seehee menjawab kalau ini tidak mudah, dan justru itu maka ia menjadi sangat serakah untuk memiliki Doji. Sehee menantikan saat yang tepat sehingga bisa melakukan rencananya.

Yangtae menghadap Nyonya Son dan Dahee ditemani oleh Ilsuh dan istrinya. Yangtae ragu-ragu untuk mengatakan isi hatinya. Haman tidak sabar dan mengatakan kalau Yangtae mau menikah. Dahee dan ibu mertuanya sangat gembira dan bertanya siapa calonnya. Ilsuh menjawab kalau itu Yuwol, pembantu Nyonya Oh, ibu Doji. Ternyata selama ini Yangtae secara diam-diam telah rutin menemui Yuwol. Yangtae memohon bantuan dari Nyonya Son.

Nyonya Son, Dahee dan Yangtae mendatangi kediaman Doji dan bermaksud menemui Nyonya Oh. Nyonya Oh heran mengapa mereka ingin menemuinya. Mereka berdua segera berbasa-basi sedikit, dengan Nyonya Oh mengekspresikan ketidaksenangannya.

Di luar ruangan, Yangtae berusaha memegang tangan Yuwool, yang berulangkali menolaknya karena malu, tapi Yangtae akhrinya berhasil.

Nyonya Son kaget mendengar kalau Yangtae mau menikahi Yuwol. Ia tidak menyetujuinya karena Sukjoong sedang hamil, yang pasti nanti sangat repot. Tapi ia akan memikirkannya lagi setelah nanti Sukjoong melahirkan anaknya. Nyonya Oh kemudian menyindir kondisi keuangan Dahee sekeluarga, karena ia mendengar dari Hadong kalau Dahee sampai melakukan pekerjaan kasar di pasar. Nyonya Oh dengan nada sedikit menghina mengatakan kalau ia tahu Hur June gajinya rendah jadi pasti mereka tidak bisa makan dengan itu. Kalau seperti itu keadaanya Dahee lebih baik datang kemari dan membantu menantunya yang sedang hamil dan merawat kandungannya. Ia akan membayar Dahee dengan cukup. Sukjoong merasa tidak mengerti dengan perbuatan mertuanya yang demikian terhadap kedua tamunya. Dahee dan Nyonya Son saling berpandangan.

Pertemuan besar para dokter, perawat dan staf medis diadakan di Istana untuk memperkenalkan Menteri yang baru yang akan bertanggungjawab atas  Depertemen Medis. Para dokter, perawat, dan staf medis dari Hyemin juga datang, kecuali Hur June, Yejin, So Hyun, dan Duk Geum dan beberapa orang lainnya karena sedang mendapatkan giliran untuk bertugas dan tidak mungkin meninggalkan Hyemin tanpa ada seorang dokterpun.

Seorang pejabat diperkenalkan sebagai Menteri Pengobatan Istana yang baru, yang ternyata adalah Tuan Sung Il Suh, yang istrinya sekarat dan lumpuh tapi berhasil diobati oleh Hur June dan dapat berjalan kembali. Doji dan Ohgun terkejut mengenalinya.

Dr. Yang Yesu memperkenalkan pada Menteri Sung Il Suh masing-masing bagian dari Departemen Medis, mulai dari Hyemin. dr. Kim (Eun-taek) dan dr. Song (Hak-gyu) memperkenalkan diri mereka. Kemudian berlanjut pada dr. Jung (Jak), yang bertanggung jawab memimpin dokter di Istana, mewakili dr. Yang, dan pada Doji, yang ditugasi menjaga kesehatan Gong Bin Mama dan putera-puteranya. Menteri Sung mengenali Doji sebagai anak dari dr. Yoo Wee Tae di Sanum. Dr. Yang heran karena mereka berdua saling mengenal. Menteri Sung ternyata masih ingat juga kalau ia telah memberikan surat rekomendasi dan mau mengatakan nama …. Tapi tiba-tiba ada panggilan mendadak dari kediaman Gong Bin Mama kalau ada seseorang yang sakit di sana. Menteri Sung dan beberapa orang pejabat lainnya segera menuju kediaman Gong Bin Mama. Dr. Yang menyuruh Doji dan dr. Jung ( dr. C ) untuk ikut dengannya menyusul Menteri Sung.  Semua orang heran dan bertanya-tanya ada apa sebenarnya.

Dr. Yang Yesu bertanya pada kasim di kediaman Gong Bin kalau ia dengar keadaan Gong Bin Mama tidak baik, tapi kasim itu meluruskan kalau sebenarnya yang sakit bukan Gong Bin Mama tapi adik laki-lakinya, yang juga paman dari pangeran jadi Raja menyuruh para dokter untuk merawatnya.

Dr. Yang dan Doji menemui Gong Bin Mama dan adiknya. Mereka berdua dipersilahkan duduk, kemudian terlihat kalau adik laki-laki Gong Bin selalu menutupi bagian mulutnya dengan kain.

Hur June di Hyemin sedang memeriksa seorang pasien anak.

Hur June: (pada sang ibu) Anak kecil berkeringat banyak saat tidur karena dia tidak bisa mengendalikan panas tubuhnya jadi kau tidak perlu cemas. Sering-seringlah usap keringatnya dan beri dia selimut tebal jadi tidak terkena hawa dingin.

Ibu anak: Terima kasih!

Hur June: Jika kau masih menguatirkannya, rebuslah Doonglae dan berikan padanya sebelum makan.

Ibu anak: Baik dokter.

Sepasang suami istri datang menemui Hur June, sang suami tampangnya aneh, mulutnya miring, istilahnya “perot”, ga tau bahasa Indonesianya😛,

Di kediaman Gong Bin Mama …

Adik Gong Bin Mama masih menutup mulutnya. Gong Bin Mama menyuruhnya untuk menurunkan kain itu dan menunjukkannya pada dokter Raja. Adik Gong Bin menolak karena ia sudah bertemu banyak orang yang sudah menusukkan jarum dan memberikan banyak obat untuk diminum tapi tanpa hasil, jadi jika dokter Raja tidak dapat menyembuhkannya lebih baik mereka pergi saja. Dr. Yang dengan sabar mengatakan kalau tidak ada penyakit yang tidak bisa ia sembuhkan jadi ia minta supaya adik Gong Bin menunjukkan penyakitnya. Adik Gong Bin masih berlaku keras kepala sehingga Gong Bin Mama menegurnya. Adik Gong Bin akhirnya walaupun dengan ragu-ragu dan menahan malu mau menunjukkan penyakitnya yang ternyata terletak pada mulutnya yang miring alias “perot”.

Dr. Yang menyuruh Doji yang memeriksanya.  Doji melaksanakannya, ia maju dan memeriksa nadi di tangan kanan kemudian mengamati wajah. Doji mengatakan kalau ini adalah Bell’s Palsy. Dr. Yang tersenyum membenarkannya.

* Bell’s Palsy adalah penyakit yang mana mengakibatkan mulut dan mata berubah bentuk menjadi aneh dari yang aslinya, alias jadi “perot”

Gong Bin bertanya bagaimana adiknya bisa mendapatkan penyakit semacam itu.

Doji: Itu disebabkan karena kelumpuhan menyerang pembuluh darah di wajah.

Gong Bin Mama: Kelumpuhan?

Kembali ke Hyemin….

Hur June sedang memeriksa nadi orang yang “perot” mulutnya.  Istri pasien itu mengatakan kalau ini sudah berlangsung 10 hari lamanya sejak pertama kali ia mengatakan kalau dagu dan matanya sakit. Pasien itu mengatakan kalau sudah 15 hari, sejak ia pergi ke sawah saat siang hari dan tidur  di atas batu sehingga menjadi seperti ini. Istri pasien itu memohon pada Hur June agar menolong suaminya.

Hur June: Ini adalah penyakit yang disebut dengan nama Bell’s Palsy. Penyebab yang sesungguhnya adalah kelumpuhan, tapi dia juga punya gangguan di perutnya. Kita dapat menggerakkan kedua lengan dan kaki kita dengan bebas karena 5 viscera dan 6 entrail kita dalam kondisi sehat, tapi ketika kita berkeringat karena makanan pedas atau sehabis bekerja berat tanpa persiapan dan terpapar oleh angin dingin secara tiba-tiba, kelumpuhan akan menyerang bagian tubuh yang memiliki beban kerja berlebihan. Saat kau sedang tidur di atas batu, hawa dingin dari batu memasuki tubuhmu. Itu prinsip yang sama.

Beralih ke kediaman Gong Bin Mama.

Doji: Baik angin basah, energy dingin, dan udara lembab dapat menyakiti tubuh, energi, dan titik akupungtur kita yang disebut kelumpuhan, menyerang ke bagian tubuh yang kekurangan energi. Meminum alkohol untuk mengusir hawa dingin hanya dapat membuatmu hangat untuk sementara tapi ketika semuanya kembali normal, maka rasa dingin itu akan memburuk. Suatu hal yang salah mencoba mengobati kedinginan di atas gunung.

(Tampaknya tempat tinggal orangtua Gong Bin Mama aslinya ada di daerah bergunung, dan adiknya diobati disana, makanya Doji mengatakan seperti itu.)

Gong Bin Mama bertanya kapan wajah adiknya bisa pulih seperti sedia kala. Doji berpandangan dengan dr. Yang … tampak ada sedikit kebimbangan …

Kembali ke Hyemin…

Istri pasien Bell’s Palsy bertanya pada Hur June kapan wajah suaminya akan bisa pulih. Hur June menjawab kalau mereka melakukan seperti yang dikatakannya maka wajahnya akan pulih dalam waktu 3 hari. Semua orang terkesan.

Beralih ke kediaman Gong Bin Mama

Doji masih ragu-ragu, Gong Bin Mama mengatakan kalau ia katanya bisa menyembuhkannya, tetapi mengapa tidak dapat menjawab bukankah itu tandanya ia tidak percaya diri dapat menyembuhkan penyakit adiknya. Doji akhirnya membuat keputusan, ia memberitahu kalau adik Gong Bin akan menunjukkan perkembangan dalam waktu 7 hari. Gong Bin Mama dan adiknya menatap senang pada Doji, Dr. Yang terkejut dan tidak mengerti. Gong Bin bertanya apakah itu artinya dalam waktu 7 hari wajah adiknya akan kembali seperti semula. Doji mengiyakannya. Gong Bin Mama setuju dan menyerahkan semuanya pada Doji.

Doji dan dr. Yang keluar, dr. Yang bertanya mengapa Doji mengatakan 7 hari padahal 5 hari saja sudah cukup. Doji membenarkannya. Doji menjelaskan alasannya, kalau di Istana tidak ada penyakit, maka para dokter tidak diperlukan dan hanya bertanggungjawab saat ada keluarga Raja yang sakit. Betapapun hebatnya perkerjaan yang telah mereka lakukan, tetap saja tidak dapat memasuki tingkat yang dimiliki oleh pejabat literatur dan militer, tapi justru tanggungjawab mereka lebih berat. Jadi mumpung sekarang banyak anggota keluarga raja yang memiliki tingkat tinggi sedang mengamati kerja mereka, tidak ada waktu yang lebih baik lagi daripada saat ini untuk menunjukkan keberadaan dokter Istana. Jika sekarang ia mengatakan akan sembuh dalam waktu 7 hari tapi ternyata bisa sembuh dalam waktu 5 hari maka itu akan memperlihatkan seolah-olah keahlian medis dr. Yang dan Doji sangat hebat. Doji meminta agar dr. Yang mempercayakan perawatan adik Gong Bin Mama padanya. Dr. Yang tersenyum dan mengatakan kalau ia sudah menjadi dokter Raja sejak raja terdahulu tapi belum pernah menemukan seseorang yang menakutkan seperti Doji. Ia mengatakan itu bukan untuk menegur Doji, dan memintanya agar melakukan yang terbaik. Doji sangat senang.

Tiba-tiba terdengar seruan kalau Raja datang …. Gong Bin Mama segera keluar untuk menyambut Raja. Raja bertanya bagaimana kabar adiknya, Gong Bin menjawab kalau menurut dokter Raja adiknya menderita Bells’s Palsy dan akan segera sembuh dalam waktu 7 hari.  Raja bertanya apakah itu benar, dr.Yang menjawab kalau itu memang benar. Raja memberitahu mereka kalau Gong Bin sangat menyayangi adiknya jadi mereka harus berhati-hati dalam merawat adik Gong Bin. Dr. Yang mengiyakannya.

Dr. Jung ( C ) dan Doji kembali ke tempat mereka bertugas. Dr. Jung berkata kalau sekarang Doji tidak hanya merawat Gong Bin Mama dan anaknya tapi juga adik ipar Raja, jadi kelihatannya hubungan Doji dengan Paviliun Jinsook semakin dekat saja. Apalagi pasien Doji itu adalah adik ipar kesayangan Raja, jadi Doji sekarang tidak jauh lagi akan merawat kesehatan Raja dengan dukungan dari Gong Bin Mama. Doji mengatakan kalau seseorang mungkin mendengarnya. Ia kemudian menyuruh dr. Jung untuk ke ruang ramuan dan mempersiapkan Chung Dam Soon Gi Tang.

* Chung Dam Soon Gi Tang adalah obat untuk menyembuhkan penyakit Bell’s Palsy.

Doji mulai melakukan perawatan pada adik Gong Bin Mama.

Kembali ke Hyemin …

Sementara itu Menteri Sung disertai Penanggung Jawab Departemen Medis dan dua orang pejabat lainnya mengadakan kunjungan diam-diam ke Hyemin. Penanggungjawab mengatakan kalau seharusnya Menteri Sung memberitahukan kedatangannya dulu. Menteri Sung menjawab jika mereka ingin mengetahui keadaan yang sesungguhnya dari Hyemin maka lebih baik tanpa pemberitahuan sama sekali.

Dr. Song membangunkan dr. Kim yang tertidur dan mengatakan kalau Menteri Sung mengadakan kunjungan ke Hyemin. dr. Kim terkejut, ngantuknya langsung hilang …😛

Menteri Sung berkeliling Hyemin sampai ke bagian dalam, dr. Kim dan dr. Song menemuinya. Menteri Sung mengatakan bukankah hal yang wajar jika dirinya mengadakan kunjungan sejak ia bertanggungjawab atas semua bagian medis. Dan kemudian berkata kalau kelihatannya jumlah dokter tidak cukup dibandingkan dengan jumlah para pasien yang datang, jadi apa yang mereka berdua lakukan, mengapa tidak merawat para pasien. Dr. Kim kelabakan dan menjawab kalau mereka melakukan pekerjaan lainnya. Menteri Sung segera menegur mereka. Keduanya salah tingkah. Tiba-tiba terdengar suara teriakan keras, Menteri Sung penasaran.

Suara itu ternyata berasal dari pasien yang sedang dalam perawatan Hur June. Pundak bagian belakang pasien terluka bernanah, Hur June sedang mengisap nanahnya dan melakukannya berulangkali sambil berkumur. Menteri Sung mendatanginya dan langsung mengenalinya, demikian juga dengan Hur June yang terkejut melihat Menteri Sung. Dr. Song menegur Hur June dan para perawat untuk memberi hormat karena Menteri Sung adalah Menteri Pengobatan Istana yang baru. Para perawat dan Hur June segera bangkit berdiri dan memberi hormat. Menteri Sung sangat senang melihat Hur June dan memanggilnya dengan sebutan Dokter Hur, ternyata ia masih ingat dengan Hur June. Hur June juga sangat senang bertemu dengan Menteri Sung. Mereka berdua berbasa-basi sejenak, semua orang terkejut, apalagi dr. Kim yang tampak sangat keheranan. Menteri Sung mengatakan kalau saja ia tahu Hur June ada di sini maka ia segera kemari tanpa menunda.

Menteri Sung melihat ke arah pasien-pasien dan melihat seorang pasien yang sedang tertidur tapi tampangnya terlihat aneh. Hur June mengatakan kalau pasien itu menderita Bell’s Palsy dan sedang dalam rawatannya sekarang. Menteri Sung bertanya kapan pasien itu datang, Hur June menjawab sudah dua hari. Menteri Sung bertanya lagi kapan ia akan sembuh, Hur June menjawab kalau wajahnya akan pulih dalam waktu 1 hari lagi.  Menteri Sung bertanya kalau begitu hanya dalam waktu 3 hari? Hur June mengiyakannya. Menteri Sung segera berpikir dan mengingat perkataan dr. Yang mengenai penyakit adik Gong Bin Mama, yang juga menderita Bell’s Palsy, tapi dr. Yang mengatakan kalau penyakitnya akan sembuh dalam waktu 7 hari. Menteri Sung segera menduga kalau ada maksud tersembunyi dari perkataan dr. Yang dan menjadi geram. Hur June tidak tahu mengenai hal ini.

Di Paviliun Jinsook, kediaman Gong Bin Mama…

Doji sedang mengobati adik Gong Bin Mama kemudian mengatakan kalau ia harus menahan sehari lagi. Gong Bin bertanya apa itu artinya besok adiknya akan pulih.  Doji menyahut bukankah itu justru lebih baik jika ia sembuh lebih cepat, karena Raja dan Gong Bin Mama sendiri sangat mengkuatirkan adiknya. Gong Bin sangat senang dan berterima kasih karenanya. Doji melakukan pengobatan akupungtur pada wajah pasiennya.

Besoknya, Raja sedang berjalan-jalan diikuti oleh para menterinya, termasuk Menteri Sung. Seorang kasim menemui Raja dan mengatakan kalau wajah adik Gong Bin Mama sudah pulih. Kasim itu mengatakan kalau sebenarnya dr. Yang mengatakan semula 7 hari tapi karena ilmu pengobatannya dr. Yang dan dr. Yoo sangat hebat jadi dalam waktu 3 hari sudah bisa sembuh. Ia disuruh Gong Bin Mama untuk memberitahu kabar baik ini pada Raja. Raja sangat senang dan mengatakan kalau ini memang kabar yang sangat baik.

Gong Bin Mama, adiknya, dr. Yang, Doji, dr. Jung (dr. C) keluar dari Paviliun Jinsook untuk menemui rombongan Raja.

Beralih ke Hyemin

Hur June melakukan pengobatan akupungtur pada wajah pasien Bell’s Palsy. Pasien itu bertanya pada Hur June mengapa justru Hur June melakukan akupungtur pada sisi yang berlawanan dengan sakitnya. Hur June menyuruhnya untuk diam karena kalau ia berbicara titik akupungtur akan bergerak. Pasien itu bertanya sejak Hur June mengatakan kalau dalam 3 hari ia akan sembuh seharusnya hari ini ada kemajuan tapi apakah itu benar, karena Hur June selalu menusukkan jarum saja. Hur June menjawab kalau itu sangat sulit, suami istri itu terkejut, sang istri menegur Hur June bagaimana dengan janjinya yang katanya dalam waktu 3 hari akan sembuh, mengapa ia tidak bertanggungjawab dengan perkataannya. Ye Jin dan So Hyun juga heran dan menatap Hur June. Hur June berpikir dan menatap pasien itu dengan pandangan tajam ….

12 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 41

  1. Wah,, trnyt andy org ny gk tegaan jg y.. pake nangis dong nntn ny..(he..he..) Kirain cewek2 aja yg bgtu.. Btw.. Drama ny mmg keren,. Pintar ngaduk2 perasaan qt..

  2. koh Andy tq y usahany dah bisa bikin sinopsis lbh dulu dibanding lbs walau cuma 1 episode hehehehhehe….nyebelin jg koq dokter Yang tnyata jahat??? tapi mmg diakui ceritanya bagus bgt,semua perasaan ada disini….walau bnyk harunya hiks…hiks…. Sukses buat koh Andy

  3. baca sinopsisnya aja udh bikin aku nangis.apalagi nonton serialnya..kasian sama lee..kenapa harus mati dgn cara gitu..hiks..hiks

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s