Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 42

Hur June melakukan pengobatan akupungtur pada wajah pasien Bell’s Palsy. Pasien itu bertanya pada Hur June mengapa justru Hur June melakukan akupungtur pada sisi yang berlawanan dengan sakitnya. Hur June menyuruhnya untuk diam karena kalau ia berbicara titik akupungtur akan bergerak. Pasien itu bertanya sejak Hur June mengatakan kalau dalam 3 hari ia akan sembuh seharusnya hari ini ada kemajuan tapi apakah itu benar, karena Hur June selalu menusukkan jarum saja. Hur June menjawab kalau itu sangat sulit, suami istri itu terkejut, sang istri menegur Hur June bagaimana dengan janjinya yang katanya dalam waktu 3 hari akan sembuh, mengapa ia tidak bertanggungjawab dengan perkataannya. Ye Jin dan So Hyun juga heran dan menatap Hur June. Hur June berpikir dan menatap pasien itu dengan pandangan tajam ….

Hur June mencabuti jarum-jarum akupungtur pada wajah pasiennya kemudian mengatakan kalau wajahnya akan pulih seperti semula pada esok pagi. Pasien itu tidak terima karena Hur June berjanji kalau pengobatannya hanya memakan waktu 3 hari tapi besok adalah hari ke-4. Mana bisa ia percaya pada Hur June.  Hur June dengan tegas menyahut kalau penyebab penundaan bukanlah dirinya. Janji 3 hari itu bisa terwujud kalau si pasien menuruti semua perkataannya, tapi ternyata si pasien lah yang tidak menepati perkataannya. Si pasien bersikeras kalau ia telah melakukan semua yang diminta oleh Hur June, bahkan tinggal di Hyemin dari hari pertama sampai sekarang. Hur June tertawa kecil. Si pasien tambah marah dan bertanya mengapa Hur June menertawakannya, jangan-jangan Hur June tidak bisa menyembuhkannya. Hur June mengatakan kalau ia telah memeriksa denyut nadinya sebelum melakukan akupungtur tadi, dan ternyata denyut nadinya tidak teratur. Ini dikarenakan perutnya penuh dengan makanan.

Si pasien dan istrinya kaget dan salah tingkah. Ye Jin dan So Hyun kesal dengan pasien itu. Hur June bertanya apakah si pasien benar-benar tidak makan makanan lain dengan diam-diam selain yang diperbolehkannya. Si pasien dengan malu-malu mengakui kalau ia sebelumnya sangat kelaparan jadi makan sekali saja … Hur June menyahutinya karena denyutnya tidak teratur, maka Hur June mau menunggu sebentar dan melakukan akupungtur tapi ketika Hur June memeriksanya di lain saat ternyata ia telah makan lagi. Jadi Hur June melewatkan sesi akupungturnya. Hur June kemudian menasihati kalau untuk menyembuhkan penyakit, maka bukan saja usaha dari dokter tapi usaha dari pasien juga penting. Hur June juga memintanya untuk mengingat dalam hati, mungkin aturan-aturan yang diberikan sangat berat tapi itu adalah jalan pintas untuk melawan segala penyakit. Pasien itu meminta maaf pada Hur June. Hur June tersenyum.

Gong Bin Mama dengan adiknya, diiringi oleh dr. Yang dan Yoo Doji menemui Raja dan para menteri di halaman Istana.  Gong Bin mengatakan kalau wajah adiknya, Kim Yejik, sudah sembuh dan kembali normal. Raja sangat senang apalagi ternyata hanya membutuhkan waktu 3 hari saja, dari 7 hari yang dijanjikan, sungguh luar biasa. Apalagi Gong Bin sangat cemas dengan keadaan adiknya, maka mereka berdua telah memecahkan satu masalah yang membebani Raja, Raja berterima kasih pada keduanya.  Raja ternyata masih mengingat usaha Yoo Doji saat membantu Gong Bin Mama dalam proses melahirkan bayinya. Raja sekali lagi berterima kasih pada Doji, yang merasa sangat senang dan tersanjung karena mendapatkan ucapan  terima kasih dua kali secara pribadi oleh Raja. Tiba-tiba wajah Kim Yejik berkedut-kedut dan kemudian posisi mulutnya kembali miring alias ‘perot”. Doji juga melihatnya dan terperanjat. Yejik segera memanggil kakaknya, Gong Bin Mama, yang menjadi terkejut karena wajah adiknya kembali tidak normal. Gong Bin segera menegur Doji mengapa bisa terjadi seperti ini. Doji sendiri juga tidak mengerti sehingga kebingungan dan tidak dapat menjawab. Dr. Yang memberikan alasan kalau mereka seharusnya menunggu sedikit lagi, dan karena terpapar oleh hawa dingn dan angin basah pagi hari sehingga menjadi seperti itu. Dan akan kembali normal dalam waktu 3 hari lagi, jadi Gong Bin Mama tidak perlu terlalu cemas. Menteri Jung menyebut mereka sebagai orang-orang yang bodoh karena membawa pasien yang belum sembuh dan membuat bingung Raja, Menteri Jung kemudian meminta Raja untuk memberi sanksi, tapi Raja masih percaya pada keduanya dan mengatakan kalau penyakit baru benar-benar dikatakan sembuh kalau mereka berhasil mencabut sampai ke akar-akarnya. Raja meminta kedua dokter itu untuk tenang dan tidak terburu-buru dan melakukan yang terbaik untuk menyembuhkan adik iparnya.  Dr. Yang dan Doji membungkuk hormat, mereka merasa sangat lega. Menteri Sung menatap mereka sebelum pergi mengikuti Raja dan pejabat lainnya.

Setelah kepergian Raja dan para pejabat, dr. Yang segera menegur Doji dan mengatakan, “Otak yang cerdas harus diimbangi oleh kemampuan yang mumpuni supaya dapat bersinar”, tapi ternyata Doji hanya bersikap sok pintar. Doji membela diri dan beralasan kalau ini bukan salahnya tapi salah si pasien sendiri, dr. Yang tidak mau mendengarkan alasannya dan akan menangani penyakit Kim Ye Jik sendiri.  Doji memohon agar diberikan kesempatan sekali lagi tapi dr. Yang tidak menggubrisnya.

Menteri Sung dan penanggung jawab Rumah Sakit Istana memanggil dr. Jung (Jak). Menteri Sung mengatakan kalau ia telah ke Hyemin. Dan di sana ia bertemu dengan dr. Hur yang sedang merawat pasien dengan penyakit Bell’s palsy. Penyakit ini sama dengan  yang diderita oleh Kim Ye Jik, adik Gong Bin Mama. Tapi yang sungguh mengejutkan adalah Dr. Hur mengatakan kalau ia bisa menyembuhkan penyakit itu dalam waktu 3 hari. Dan anehnya dr. Yang dan dr. Yoo mengatakan 7 hari.  Menteri Sung bertanya pendapat dari dr. Jung (Jak) mengenai perbedaan waktu itu, apakah ia percaya kalau Bell’s Palsy dapat disembuhkan dalam waktu 3 hari. Dr. Jung berpikir sejenak, kemudian menjawab kalau ilmu pengobatan dokter itu hebat, maka hal itu bukan tidak mungkin. Meskipun Bell’s Palsy membuat dokter gugup karena mata dan mulut tidak dalam posisi normal, tapi itu bukanlah penyakit yang serius. Dr. Jung menghitung kalau dengan kemampuan Doji sekarang maupun dokter Raja, maka 5 hari sudah cukup. Menteri Sung kemudian bertanya kalau begitu alasan apa sehingga mereka mengatakan 7 hari. Dr. Jung bingung sendiri. Menteri Sung menyuruhnya pergi. Dr. Jung memberi hormat kemudian pergi.

Pejabat penanggungjawab Rumah Sakit Istana bertanya pada Menteri Sung apa maksud dari dokter Raja menentukan waktu pemulihan 7 hari. Menteri Sung menjawab kalau ada dokter yang cukup hanya dengan melihat para pasiennya sembuh, tapi ada juga dokter yang ingin meraih kekuasaan dan reputasi setelah menyembuhkan penyakit yang sulit disembuhkan. Dr. Yang sudah menjabat posisinya dari masa raja terdahulu dengan kemampuan medisnya yang luar biasa, tapi yang paling penting adalah dia tahu apa yang terbaik baginya untuk mempertahankan posisinya.

Menteri Sung menyuruh seorang stafnya untuk pergi ke Hyemin dan melihat dengan seksama bagaimana Hur June menyembuhkan pasien dengan Bells Palsy.

Ketiga dokter rekan dari Hur June, yakni Kim Man Kyung, Jang Hak Do, dan Lee Myun Won mengadakan pertaruhan pada kemampuan Hur June, apakah Hur June berhasil tidak dalam menyembuhkan pasien Bell’s Palsy pada hari ini, hari ke-4. Lee bertaruh kalau Hur tidak akan dapat menyembuhkan pasien itu hari ini, Jang dan Kim bertaruh kalau Hur June bisa menyembuhkan pasien itu. Mereka sepakat kalau yang kalah harus mentraktir minum yang menang. Mereka segera pergi untuk melihat Hur June merawat pasien Bell’s Palsy di bangsal Hyemin.

Hur June sedang melakukan akupungtur pada pasien Bell’s Palsy yang berbaring.  Ketiga dokter rekan Hur June datang dan mengamati kerja dari Hur June. Hur June mencabut jarum dan menyuruh pasiennya untuk bangun duduk dan membetulkan dagunya yang “perot”. Pasien itu melakukan perintah dari Hur June, duduk dan membetulkan bagian mulut yang “perot” dan ternyata ia berhasil melakukannya. Semua orang terkesan dan kagum. Hur June tersenyum senang dan puas. Istri pasien itu sangat senang, Hur June kemudian memberikan sebuah cermin pada pasien itu, yang melihat wajahnya di cermin dan sangat senang ketika melihat wajahnya kembali normal, ia sangat berterima kasih pada Hur June.

Hur June: Ada sesuatu yang harus kau tahu supaya mencegah penyakit ini muncul lagi.

Pasien: Katakan saja dokter, aku akan melakukan apapun yang kau perintahkan.

Hur June: Untuk bulan pertama kau tidak boleh terkena embun malam atau mengenakan baju basah, terutama jangan keluar rumah kalau hujan. Kau tidak boleh berkeringat berlebihan, tidak boleh ada hubungan intim.

Istri pasien: Apa itu hubungan intim?

Kim Man Kyung dan yang lainnya menertawakannya dan menyebutnya sebagai wanita bodoh … itu artinya kalau si wanita tidak boleh berdekatan dengan suaminya di tempat tidur. Istri pasien itu terkejut dan menjadi malu karenanya. Semua orang tertawa melihat tingkahnya.  Ye Jin dan So Hyun juga tertawa geli.

Hur June: Juga, kau seharusnya menghindari makan ikan, mie, alkohol, anggur, daging babi, ayam, dan makanan pedas atau asin selama 2 bulan.

Si pasien mencoba menawar kalau satu gelas alkohol saja. Hur June menegaskan tidak boleh, apapun itu namanya, meminum segala jenis minuman beralkohol. Hur June menjelaskan kalau si pasien memang akan merasa sulit untuk melakukannya tapi jika ia menuruti semua perkataan Hur June maka ia tidak akan ke Hyemin lagi dengan penyakit yang sama.  Si pasien mengiyakannya dan saling menatap dengan istrinya, semua orang tertawa senang. Staf dari Menteri Sung melihat semuanya itu di dekat pintu masuk bangsal.

Jang Hak Do menyebut Hur June sebagai orang yang jenius saat ia, Lee Myung Won, dan Kim Man Kyung keluar dari bangsal. Keahlian Hur June telah membuat semangatnya ebagai seorang dokter tertekan. Lee menyahut kalau justru seharusnya Jang meningkatkan kemampuan medisnya. Karena setiap Lee melihat cara Hur June mengobati pasien, ia selalu berkata dalam hatinya kalau ia akan mempelajari kemampuan itu suatu hari nanti. Jang Hak Do langsung dengan setengah berlutut memohon agar Lee tidak melakukannya. Lee dan Kim tertawa geli.  Jang Hak Do mengatakan kalau mereka melakukan itu maka mereka membuatnya tertekan dari dua sisi.  Ia kemudian tertawa. Kim Man Kyung melihat staf dari kantor Menteri Sung dari kejauhan dan keheranan mengapa orang itu ada di sini. Jang Hak Do dan Lee Myung Won juga tidak mengerti.

Staf itu melaporkan pada Menteri Sung kalau ia telah melakukan pemeriksaan dengan teliti, dan memang benar Hur June berhasil menyembuhkan sepenuhnya pasien Bell’s Palsy, tapi mundur 1 hari dari 3 hari yang dijanjikan. Tapi si pasien mengakui kalau penundaan itu disebabkan karena dirinya yang melanggar pantangan dari Hur June, sehingga 1 hari terlewat begitu saja.  Menteri Sung memikirkan hal ini.

Di Paviliun Jinsook, dr. Yang melakukan akupungtur pada wajah Kim Yejik, adik Gong Bin Mama. Menteri Sung bertanya apa ada kemajuan. Dr. Yang tidak langsun menjawab, justru ia mengisahkan sebuah cerita. Ada kisah mengenai tanya jawab dari seorang kaisar Tiongkok dam dokter Gibaek yang berkaitan dengan kelumpuhan. Kaisar mengatakan ketika bagian tubuh seseorang tiba-tiba saja bergeser dari tempatnya yang semula dan mengakibatkan perubahan bentuk, singkatnya “perot”, penyakit ini bisa saja berlangsung lama sampai menyebabkan kematian atau sebaliknya bisa sembuh dengan mudah, dan bertanya apa sebabnya. Gibaek menjawab kalau gejala penyakit “perot” itu ketika  menyerang ke perut, dapat mengakibatkan kematian. Dan ketika menyerang ke sumsum tulang belakang, penyakit ini dapat berlangsung lama, dan jika menyerang kulit maka bisa dengan mudah disembuhkan.

Gong Bin Mama menjadi cemas dan bertanya apakah kalau begitu adiknya akan mati dan juga bertanya bagian mana yang diserang. Kim Yejik sangat ge;osaj mendengar kisah dr. Yang dan berseru kalau ia lebih baik mati meminum racun daripada hidup dengan wajahnya seperti itu terus. Gong Bin memarahinya.  Dokter  Yang menjawab kalau penyakitnya sudah masuk ke bagian sumsum tapi masih ada waktu untuk menyembuhkannya. Gong Bin sangat cemas dan bertanya apa benar dr. Yang mampu melakukannya. Dr. Yang meminta Gong Bin untuk mempercayainya. Menteri Sung curiga…

Menteri Sung menemui dr. Jung (Jak) dan menyuruhnya untuk ke Hyemin dan mengambilkan catatan pengobatan pasien Bell’s Palsy yang telah disembuhkan oleh Hur June dalam waktu 4 hari. Menteri Sung ingin membandingkan penyakit yang diderita oleh pasien Hur June dengan penyakit yang diderita oleh Kim Yejik, yang ditangani oleh dr. Yang. Dr. Jung Jak segera melakukannya.

Dr, Yang masih mengobati dengan melakukan akupungtur pada wajah Kim Yejik….

Menteri Sung bertanya jawab dengan dr. Jung Jak mengenai catatan Hur June dan membandingkannya dengan pengobatan yang dilakukan oleh dr. Yang.

Dr. Yang diikuti oleh Doji dan dr. Junb (dr. C) masuk ke kantor Departemen Medis. Dr. Yang menyuruh dr. Jung untuk membuatkan ramuan Chung Dam Soon Gi Tang pada waktinya. Mereka bertiga duduk. Dr. Yang menjelaskan kalau ia pada waktu yang lalu membentak pada Doji karena waktu itu mereka menghadapi masalah yang penting. Doji menyadarinya dan akan menerima apapum bentuk hukuman yang akan diberikan. Dr. Yang tersenyum dan mengatakan walaupun ia telah menyuruh Doji untuk melepaskan Kim Yejik tapi mulai besok Dooji yang akan melakukan akupungtur.  Doji kaget dan bertanya apa ia diberi kesempatan lagi. Dr. Yang menyahut kalau sekarang dirinya sudah tidak butuh penghargaaan lagi. Dr. Yang  menasihati kalau satu kali ia berbuat salah maka semuanya akan berakhri jadi Doji harus mencamkan hal ini. Doji sangat senang.

Tiba-tiba Menteri Sung masuk ditemani dr. Jung Jak, ketiga orang itu berdiri, dr. Yang menyambutnya. Menteri Sung mengatakan kalau ia emmang ingin menemui dr. Yang, kemudian menyerahkan sebuah buku, yang tidak lain adalah buku catatan medis dari Hur June mengenai proses pengobatannya pada pasien dengan Bell’s Palsy di Hyemin. Dr. Yang dan Dooji terkejut dan menjadi tidak enak hati mereka. Dr. Yang memeriksa buku itu kemudian bertanya apa maksud dari Menteri Sung memperlihatkan buku itu. Menteri Sung dengan tandas mengatakan kalau seperti yang telah dilihat oleh dr. Yang, Hur Juen berhasil menyembuhkan pasien dengan Bell’s Palsy dalam waktu 4 hari, setelah menunda 1 hari. Penyakit yang katanya dr. Yang bisa disembuhkan dalam waktu 7 hari ternyata hanya dalam 3 hari berhasil disembuhkan oleh Hur June. Jadi apa alasannya dr. Yang mengatakan waktunya sebegitu lama. Dr. Yang mengemukakan alasan kalau gejala dan sifat dari penyakit berbeda pada orang yang berbeda pula walaupun penyakitnya sama. Alasan mengapa ada perbedaan waktu antara Hur June dengannya karena penyakit itu sudah masuk ke sumsum. Doji berusaha membantu dan mengatakan kalau Bell’s Palsy bukanlah penyakit yang serius jadi bukan suatu hal yang harus dipuji-puji. Bell’s Palsy sendiri sebenarnya adalah gejala bukan penyakit. Dr. Yang menimpali kalau itu seperti seorang wanita yang mengandung yang merasa tidak nyaman bukan karena penyakit, demikian juga sama dengna Bell’s Palsy. Dan rasa tidak nyaman itu akan hilang ketika wanita itu melahirkan, Bell’s Palsy setengah sembuh saat energi dalam tubuh diperkuat dan hanya tinggal menunggu saja untuk sembuh seluruhnya. Menteri Sung bertanya bukankah ia mengatakan di depan Gong Bin Mama kalau itu adalah kelumpuhan. Dr. Yang salah tingkah dan berusaha berdebat, mengatakan memang bisa dikatakan sebagai kelumpuhan. Menteri Sung segera menegurnya mengapa dr. Yang satu saat mengatakan gejala, di lain saat mengatakan kelumpuhan. Bagaimana bisa ia mengubah-ubah perkataannya dengan mudah seperti itu dan bagaimana penjelasan mengenai perkataannya kalau Bell’s Palsy adalah penyakit yang serius karena telah menyerang sumsum. Dr.Yang kelabakan dan berusaha menjelaskan kalau penyakit sepele bisa saja menjadi penyakit serius. Menteri Sung langsung menyelanya dan mencela dr. Yang, seharusnya perkataan seorang pejabat tinggi harus jelas, bagaimana ia bisa melebih-lebihkan keadaan pasien, bagaimana bisa perkataan seorang dokter Raja begitu konyol. Menteri Sung kemudian memberitahu kalau sekarang dr. Hur sudah ada di kediaman Gong Bin Mama dan sekarang Menteri Sung akan memberikan tanggungjawab untuk merawat pasien pada Hur June. Dr. Yang, Doji, dan dr. Junb (dr. C) sangat terkejut dan gelisah. Dr. Yang dan Doji segera ke Paviliun Jinsook untuk melihat sendiri.

Hur June benar-benar ada di Paviliun Jinsook, sedang mengurut pelan bagian perut dari Kim Yejik. Gong Bin Mama mengawasinya. Ada suara mengumumkan kedatangan dokter Raja, Hur June mau memberi hormat pada dr. Yang, tapi dicegah oleh Gong Bin dan disuruh melanjutkan kerjanya. Dr. Yang dan Doji masuk. Dr. Yang melihat metode memijat urut yang digunakan sama persis dengan metode yang pernah digunakan oleh Yoo Wee Tae pada Kim Min Suh (?). dr. Yang bertanya apa yang sedang dilakukan Hur June. Hur June menjawab kalau ia sedang memeriksa gastroscope (rongga perut ?), karena banyak penyakit yang tinggal di area perut makanya ia melakukan metode ini. Dr. Yang mendampratnya karena ia tidak mendengar hal seaneh ini. Penyakit Yejik disebabkan karena kelumpuhan, dan sekarang Hur June mengatakan penyakit perut. Gong Bin tampak berpikir sesuatu. Dan sekarang Hur June berusaha mengobati penyakit Bell’s Palsy dengan mengurut di bagian perut. Hal ini tidak pernah dilihat ataupun didengar oleh dr. Yang. Hur June menyahut kalau ini adalah metode yang diturunkan dari gurunya. Dr. Yang mengatakan kalau pasien ingin disembuhkan tanpa ada waktu yang terbuang bagaimana sekarang Hur June berusaha membingungkan mereka semua dengan menirukan metode dari dokter desa. Hur June meminta maaf kalau ia mengobati pasien tanpa seijinya tapi dengan tegas Hur June meminta dr. Yang untuk tidak meremehkan kemampuan medis dari gurunya. Dr. Yang terkejut dengan keberanian Hur June. Hur June kemudian melanjutkan kalau penyakit Bell’s Palsy dari Kim Yejik disebabkan karena adanya gangguan hebat pada perutnya. Jadi setelah ia mengobati perut dengan metode urut dan memberikan ramuan obat, Hur June akan melakukan moxibustion untuk menyingkirkan sumber penyakitnya. dr. Yang menentangnya dan mengatakan kalau satu-satunya pengobatan adalah dengana akupungtur. Sungguh tidak masuk akan menyisihkan akupungtur untuk mengobati Bell’s Palsy. Hur June hanya diam saja. Doji menimpali kalau di Istana, sebelum melakukan pengobatan ia harus berdiskusi dan mendapatkan persetujuan bahkan untuk pengobatan yang sangat sepele. Doji bertanya dengan keras apakah Hur June bermaksud memandang rendah kemampuan medis dari dokter Raja dengan melakukan pengobatan mengabaikan aturan yang berlaku.

Menteri Sung masuk ke dalam ruangan itu dan segera menegur Doji untuk menjaga kata-katanya di depan Gong Bin Mama. Dr. Yang berusaha mencari muka dan mau meminta pada Gong Bin untuk mengganti Hur June, tapi Gong Bin segera menyelanya dan mempercayai Hur June. Karena Gong Bin Mama telah mendengar kalau Hur June berhasil menyembuhkan orang yang terkena penyakit Bell’s Palsy. Dr. Yang berusaha mendebat dengan bertanya bagaimana Gong Bin bisa percaya pada Hur June hanya dengan satu kali keberhasilan saja yang terbukti. Gong Bin juga berpikir begitu awalnya, tapi kata-kata dari Menteri Sung sangat yakin dan tegas. Apalagi Gong Bin juga mendengar kalau beberapa tahun lalu saat Menteri Sung di Changnyung, istrinya terkena penyakit kelumpuhan dan ternyata Hur June lah yang berhasil menyembuhkannya. Dr. Yang sangat terkejut. Hur June sendiri sedikit malu hati, justru karena insiden itulah ia menerima surat rekomendasi dari Sung Il Suh dan diusir oleh gurunya. Semua orang terdiam dalam heran. Gong Bin melanjutkan kalau ia tidak mengerti mengenai pengobatan, tapi memang benar kalau adiknya sudah sering menderita sakit perut sejak kecil dan percaya dengan diagnosis Hur June yang mengatakan kalau adiknya menderita gangguan perut. Dr. Yang masih berusaha mendebat kalau yang terpenting adalah wajah bukan perut. Gong Bin menyahut bukannya ia tidak percaya pada kemampuan dr. Yang tapi Gong Bin membiarkan Hur June yang menangani karena percaya kalau Hur June sangat bagus dalam mengobati kelumpuhan.dan memberi perintah supaya tidak mendebatnya lagi. Hur June serba salah.

Hur June mengikut Menteri Sung dan mengatakan kalau ia tidak seharusnya menerima usul ini. Menteri Sung mengatakan kalau ia tahu posisi dari Hur June tidak akan mudah tapi ia menempatkan Hur June sedemikian karena tahu Hur June tidak akan terobsesi oleh reputasi dan akan menemukan dan menghilangkan akar penyakit.  Apalagi sekarang Gong Bin Mama sudah memberikan ijin jadi Hur June tidak perlu khawatir dan tidak usah memikirkan hal lain. Menteri Sung segera pergi. Hur June hanya bisa menatap punggungnya.

Dr. Yang mondar-mandir dengan gelisah di kantornya.

Malam tiba, Doji sedang merenung sendirian di gudang obat. Ia mengingat perkataan Hur June yang tidak malu bahkan bangga dengan keahlian medis yang didapat dari gurunya, walaupun diremehkan sebagai dokter dari desa, tapi justru Hur June dengan beraninya menegur dokter Raja.

Sehee mengintip dari luar ruangan dan sangat senang ketika melihat Doji sedang sendirian. Ia segera masuk dan berpura-pura mengambil ramuan obat sambil memperdengarkan suara keras, sehingga Doji menengok. Doji memintanya untuk mengambilkan minuman seperti yang Sehee dulu pernah hidangkan baginya. Sehee sangat senang dan akan melakukannya. Ia menyuruh Doji ke kantor Departemen Medis dan nanti ia akan mengantarnya ke sana.

Seehee menemui Onji untuk meminjam kantung parfum, Onji keheranan. Sehee segera pergi begitu mendapat kantung parfum itu.

Sehee melayani Doji yang minum-minum. Doji sedang gundah gulana hatinya sehingga minum banyak sekali. Sehee mengawasinya dengan heran tapi ia merasakan hatinya sedang berbunga-bunga.

Hur June masih menguruti perut dari Kim Yejik.  Yejik menahan rasa geli sekaligu sakit dari urutan Hur June, ia mengawasi terus Hur June.

Sehee masih melayani Doji minum-minum. Doji mulai mabuk, kepalanya bergoyang-goyang dan matanya sudah tidak terfokus. Sehee yang melihatnya mulai cemas dan meminta agar Doji tidak minum lagi karena kelihatannya Doji sudah mabuk, tapi Doji tidak menggubrisnya dan justru mengambil poci dan menuangnya sendiri ke gelasnya.

Suara hati Doji: Ayah, jiwamu bergentayangan di Istana, sampai kapan kau akan menggangguku? Tapi tetaplah saksikan! Aku tidak akan dikalahkan oleh Hur June. Aku tidak akan dikalahkan di tempat ini!

Doji ambruk karena mabuk, Sehee menghampirinya dan berusaha membangunkannya tapi kemudian ia memikirkan sesuatu … akalnya mulai bekerja …

Seehee tidur di samping Doji. Sehee sudah mengatur sedemikian rupa sehingga saat Doji bangun, ia berpura-pura tidur dengan punggung membelakangi Doji. Doji merasakan kepalanya sangat sakit dan mau bangun, tapi terkejut saat melihat Sehee ada di dekatnya. Doji sangat bingung, ia membangunkan Sehee, yang sebenarnya pura-pura tidur. Sehee berpura-pura baru bangun dan tersentak kaget melihat Doji, Sehee membalikkan tubuhnya, berpura-pura malu … Doji bertanya mengapa Sehee bisa ada di tempat itu. Sehee menjawab kalau Doji yang menahannya, Doji terkejut dan mengatakan kalau hal itu tidak mungkin terjadi. Sehee mengatakan untuk apa ia berbohong, tapi ia bahagia bisa menghabiskan satu malam bersama Doji. Sehee segera mengambil baju luarnya dan berpamitan pergi. Doji benar-benar bingung.

Dahee memutuskan kalau ia akan menerima tawaran Ibu Doji untuk bekerja di rumahnya, untuk melakukan pekerjaan serabutan. Ibu mertuanya tidak setuju karena mereka telah dihina oleh Nyonya Oh begitu rupa. Tapi Dahee bersikeras bahkan mengutip kisah Tiongkok mengenai Hanshin. Hanshin rela menerima hinaan dan merangkak di antara kedua kaki para bandit, bukan karena ia tidak punya prinsip atau harga diri, tapi dikarenakan itu adalah kemauannya untuk meraih cita-citanya yang lebih besar. Dahee mengatakan kalau ia tidak takut dengan segala panghinaan yang akan ia hadapi nanti. Karena Dahee percaya saat ia berhasil mewujudkan cita-citanya, semua orang yang telah mempermalukannya akan datang padanya dengan menundukkan kepala mereka rendah-rendah.

Dahee benar-benar datang ke kediaman Doji, Sukjoong dan Hadong sangat terkejut dan heran melihat kenekatan Dahee. Sukjoong menyurunhya untuk membuat baju bayi dan popok, juga nanti Dahee disuruh membantu di dapur. Nyonya Oh melihatnya dari jauh. Dahee bekerja dengan rajin. Yuwol sangat senang dan juga sedikit salah tingkah.  Dahee melakukan semua pekerjaan, dari membersihkan dapur sampai ke pelataran rumah.

Ilsuh berusaha menghentikan Yangtae yang sedang minum-minum karena kesal pernikahannya gagal, tapi Yangtae tak bisa dihentikan. Ilsuh berusaha menghiburnya, Yangtae mengatakan kalau sudah cukup ia dilahirkan dengan status rendahan dan hidup menderita, tapi jika sampai ia gagal menikah maka ini tidaklah adil. Ilsuh bertanya apa yang bisa Yangtae lakukan. Hur June masih ada kesempatan untuk mengubah statusnya jika ia menjadi dokter Raja, tapi mereka berdua hanya bisa menerima nasib. Ilsuh bertanya apa yang bisa Yangtae lakukan. Hur June masih ada kesempatan untuk mengubah statusnya jika ia menjadi dokter Raja, tapi mereka berdua hanya bisa menerima nasib. Yangtae menangis sedih …

Dokter Istana heboh dengan insiden di Paviliun Jinsook, mereka membicarakan mengenai Hur June yang menentang dokter Raja, betapa kasarnya dia. Penyebar gosip itu siapa lagi kalau bukan dr. Jung (dr. C)

Pada pertemuan dokter Hyemin, Dr. Song memberitahu dr. Kim kalau Hur June akan absen untuk beberapa hari di Hyemin karena merawat adik Gong Bin Mama di Paviliun Jinsook. Dr. Kim kaget dan bertanya apa Hur June mengabaikan dokter Raja dan melakukannya dengan kemauan sendiri. Dr.Song mengatakan kalau Menteri Sung yang memerintahkannya dan disetujui oleh Gong Bin Mama. Dr. Kim mau menemui dokter Raja untuk membicarakan hal ini.  Dr. Kim segera pergi dan disusul oleh dr. Song. Jang Hak Do heran apa benar sakit perut dapat menyebabkan Bell’s Palsy. Lee Myung Won membenarkannya dan mengatakan kalau itu mungkin karena ia pernah membacanya di buku-buku medis, tapi yang mengherankan ialah Hur June menggunakan metode bukan akupungtur.  Kim Man Kyung cemas dan mengatakan kalau Hur June harus menyembuhkannya, entah dengan akupungtur atau moxibustion, karena ia sudah menentang dokter Raja dalam bidang medis. Jika Hur June tidak dapat menyembuhkannya maka itu adalah akhri bagi Hur June. Lee Myung Won dan Jang Hak Do sekarang baru mulai cemas, menyadari kalau persoalan ini tidak sesederhana seperti yang semula mereka duga.

Ohgun seperti biasa menceritakan insiden di Istana Jinsook  dengan kata-katanya sendiri yang sudah berbumbu ini itu pada para staf dan perawat di Hyemin.  Ye Jin dan Soh Yun serta para staf medis dan perawat lainnya sangat senang mendengar kalau Hur June dipercaya oleh Gong Bin Mama dan Menteri Sung. Hanya seorang perawat, yakni Gaegum yang mengatakan sebaliknya, bagaimana seorang dokter dengan tingkat rendah dapat mengungkuli dokter Raja dalam keahlian medis. Ohgun menegur Gaegum dan mau melanjutkan tapi ternyata Duk Geum dan Hongchun datang,

Duk Geum memberitahu mereka kalau ada pesan dari Istana, mengabarkan kalau dr. Hur sekarang bertanggunjawab terhadap kesehatan adik Gong Bin dan pihak Istana berkata kalau ia membutuhkan asisten, dan menurut pandangan Hongchun kalau lebih baik dr. Hur mendapatkan bantuan dari perawat yang sudah lama menjadi asistennya di Hyemin. Yang diutus adalah So Hyun dan Ye Jin. Keduanya sangat senang.  Ohgun menanti sampai Hongchun sendirian, ia segera menemuinya dan mau memberikan surat ungkapan cintanya tapi Hongchun tidak menggubrisnya dan langsung pergi. Ohgun kecewa tapi tidak putus asa.

Ye Jin dan So Hyun menemui Hur June dan langsung diberi tugas untuk membuatkan ramuan Yang Wei Ei Gong Tang untuk mengobati sakit perutnya dan kemudian menggunakan Chung Dam Soon Gi Tang untuk penyakit Bell’s Palsynya. Ye Jin dan So Hyun segera melakukannya.

Hur June membakar ramuan obat di dalam kamar Kim Yejik, yang keberatan dengan baunya yang tidak enak dan sangat memualkan itu. Tapi Hur June memintany auntuk menahan bau ini karena sangat bermanfaat bagi tubuhnya dan juga bahan-bahannya susah dicari, yakni ulat kayu terbaik yang dikumpulkan pada bulan Maret dan dikeingkan di bawah bayangan.  Yejik tetap tidak mau tapi Hur June bepergang teguh pada prinsipnya dan tetap membakar ramuan itu.

Kawan dari Yejik datang dan menemuinya, mereka berdua bercakap-cakap, teman Yejik bertanya mengapa masih belum ada perubahan, Yejik mengatakan kalau dokter-dokter Istana ternyata juga orang bodoh. Pemborosan uang, tidak ada seorangpun yang benar-benar berguna. Hur Jun mau keluar ruangan, Yejik menyurruhnya untuk mengatakan pada dayang di luar untuk dibawakan papan baduk  Hur June memberitahunya kalau ia seharusnya beristirahat, tapi Yejik tetap bersikeras untuk bermain baduk dengan temannya

Beberapa jam kemudian Hur June datang kembali dengan kedua asistenya yang membawakan ramuan obat untuk Yejik. Dayang memberitahukan keadanya, tapi Yejik menolak kedatangan Hur June, jadi Hur June memutuskan untuk masuk, yang membuat Yejik menjadi sangat jengkel. Hur June menyuruhnya untuk meminum obat, tapi Yejik mengatakan kalau ia baru saja minum obat yang sangat pahit beberapa jam yang lalu. Hur June menjelaskan kalau ramuan itu digunakan untuk meredakan sakit perut dan sekarang adalah ramuan utama yang harus diminum. Hur June berkata kalau ia merekomendasikan obat itu memang ada tujuannya. Obat yang pahit baik untuk perut agar berfungsi dengan baik. Yejik tidak mau meminum obat itu karena yang sakit adalah wajahnya bukan perut. Hur June menyahut kalau ia diperiksakan ke dokter, maka sakit perutnya tetap harus disembuhkan. Yejik mengatakan kalau obatnya sangat pahit, bukankah itu juga salah satu tugas dari dokter agar membuat ramuan obat bisa diminum. Hur June menyahut kalau ia tidak bisa mengikuti keinginan dari pasien. Penyakit itu salah satu dari budaya dalam waktu yang lama, jadi ia harus bisa menahannya.

Kedua belah pihak saling tidak mau mengalah, yang pihak pasien, si Yejik tidak mau minum obat karena pahit dan merasa kalau yang sakit adalah wajahnya, ngapain ia harus minum obat untuk perut. Sedangkan Hur June bersikukuh kalau yang terpenting sekarang adalah menormalkan ganguan di perut Yejik maka wajahnya akan bisa kembali dengan mudah. Dasar Yejik masih anakmuda dan arogan yang tak bisa mendapatkan sikap tegas, jalan satu-satunya adalah marah dan melampiaskanya pada Hur June. Yejik melemparkan sebuah perabotan kayu pada Hur Juen dan kena pada obat ramuan yang dibawakanya sehinga berantakan. Yejik tampak sangat kesal dan marah pada Hur June.

Malam sudah larut, Kim Man Kyung gelisah ingin mengetahui kabar dari Hur June, jadi ia menemui Ohgun dan menyuruhnya membantunya untuk menunjukan jalan ke Paviliun Jinsook untuk mencari kabar mengenai keadan Hur June. Keduanya segera ke Paviliun Jinsook tapi dihadang oleh dayang kepala, ternyata setelah lewat jam 6 sore tidak seorangpun boleh masuk. Tapi sekali lagi bukan Ohgun namanya kalau ia tidak bisa menemukan akal, Ohgun mengeluarkan surat, yang sebenarnya adalah surat cintanya pada Hongchun, dan mengatakan kalau ia harus mengantarkan surat pada Hur June, apa dayang itu mau bertanggungjawab jika terjadi sesuatu pada pasien di Hyemin. Dayang itu ragu-ragu dan saling berpandangan dengan rekannya kemudian mengijinkan mereka berdua masuk.

Ye Jin dan Soh Yun ada di luar kamar sedang menunggu ketika Kim Man Kyung datang menemui mereka. Kim bertanya di mana Hur June, Ye Jin menjawab kalau Hur June sedang mengantarkan ramuan. Kim terkejut dan bertanya pada jam selarut ini.

Hur June mendatangi kamar Ye Jik, dayang kaget karena selarut ini pun dr. Hur masih mengantarkan obat. Dayang itu ragu-ragu untuk mengumumkan kedatangan Hur June karena lilin baru saja dimatikan. Hur June menyahut kalau ia yang akan membangunkanya.

Hur June dengan suara keras menyatakan kalau ia sedang membawa ramuan dan akan masuk ke dalam ruangan. Ye Jik terbangun dan sangat kesal pada Hur June. Dayang di luar mengatakan kalau tidak ada tanda kalau ia bangun jadi pasti sudah tertidur lelap. Hur June mengatakan kalau dirinya akan masuk dan membangunkan Ye Jik.

Hur June masuk dan melihat kalau ruangan terlalu gelap meminta pada dayang untuk menyalakan lilinnya. Ye Jik benar-benar sangat marah, ia mengambil meja kayu kecil dan melemparkannya ke arah kaki Hur June.

Ujung kaki Hur June tertiimpa oleh meja kayu kecil itu. Hur June segera jatuh terduduk, baki ramuan jatuh dan semuanya berantakan. Hur June memegangi kakinya yang tertimpa meja dan mengerang kesakitanm, wajahnya merah dan pucat menahan sakit tak terkira. Airmata kesakita menetes di wajah Hur June. Yejik tidak menyadari perbuatanya telah menyakiti Hur June dan berteriak kalau ia tak pernah bertemu orang yang lancang seperti Hur June yang membuatnya merasa marah sekali. Gong Bin datang mendengar keributan itu dan melihat betapa berantakan kamar adiknya, Yejik segera berubah, dari sebelumnya tampangnya seperti serigala buas langsung menjadi kelinci jinak begitu melihat kakaknya datang sendiri. Gong Bin melihat Hur June dan kaget melihat Hur June sedang menahan rasa sakit ….

6 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 42

    • wah ya ga bisa donk …. gimana tuh cara buatnya ? Aku buat sinopsis ini karena tidak ada sinopsis Huh Joon di internet, karena itulah aku hanya bisa buat sinopsisnya satu-satu. Coba kalau dah ada sinopsis terjemahan dlm bhs Inggris, dalam sehari bisa saja 2-3 episode yang kuterbitkan. Jadi ya harap maklum deh kalau sehari cuman satu …

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s