Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 43

Hur June mendatangi kamar Yejik, dayang kaget karena selarut ini pun dr. Hur masih mengantarkan obat. Dayang itu ragu-ragu untuk mengumumkan kedatangan Hur June karena lilin baru saja dimatikan. Hur June menyahut kalau ia yang akan membangunkanya.

Hur June dengan suara keras menyatakan kalau ia sedang membawa ramuan dan akan masuk ke dalam ruangan. Yejik terbangun dan sangat kesal pada Hur June. Dayang di luar mengatakan kalau tidak ada tanda kalau ia bangun jadi pasti sudah tertidur lelap. Hur June mengatakan kalau dirinya akan masuk dan membangunkan Yejik.

Hur June masuk dan melihat kalau ruangan terlalu gelap meminta pada dayang untuk menyalakan lilinnya. Yejik benar-benar sangat marah, ia mengambil meja kayu kecil dan melemparkannya ke arah kaki Hur June.

Ujung kaki Hur June tertimpa oleh meja kayu kecil itu. Hur June segera jatuh terduduk, baki ramuan jatuh dan semuanya berantakan. Hur June memegangi kakinya yang tertimpa meja dan mengerang kesakitanm, wajahnya merah dan pucat bergantian, menahan sakit tak terkira. Airmata kesakitan menetes di wajah Hur June. Yejik tidak menyadari perbuatanya telah menyakiti Hur June dan berteriak kalau ia tak pernah bertemu orang yang lancang seperti Hur June yang membuatnya merasa marah sekali. Gong Bin datang mendengar keributan itu diikuti oleh dayang yang membawa penerangan, kemudian ia melihat betapa berantakan kamar adiknya, Yejik segera berubah, dari sebelumnya tampangnya seperti serigala buas langsung menjadi kelinci jinak begitu melihat kakaknya datang sendiri. Gong Bin melihat Hur June dan kaget melihat Hur June sedang menahan rasa sakit dan memegangi kakinya .,,,

Gong Bin segera memerintahkan dayangnya untuk menyalakan lilin di kamar.

Lilin sudah dinyalakan, Gong Bin duduk dan bertanya pada Hur June apa ia tidak apa-apa. Hur June menjawab kalau dirnya tidak apa-apa, tapi sambil menahan sakit di jarinya. Gong Bin segera menatap adiknya dengan pandangan menusuk, Yejik segera mengkeret ditatap oleh kakaknya. Ternyata Gong Bin mendengar percakapan mereka sebelumnya dari paviliun wanita, dan mengatakan kalau adiknya memang yang tidak mengindahkan aturan Istana dan bertindak dengan kekerasan, Gong Bin meminta Hur June agar demi dirinya mau memaafkan adiknya. Tentu saja Hur June berkata tidak masalah, mau bilang apa lagi 😦 Gong Bin menyuruh Hur June untuk mengobati lukanya dulu dan memberitahu segera kapan waktu adiknya minum obat, Gong Bin akan menemani Hur June. Yejik meminta pada kakaknya agar Hur June diganti dokter lain, karena ia merasa Hur June mengabaikan keinginannya dan bersikap congkak. Gong Bin justru memarahinya karena bersikap tidak sopan dan bertingkah laku semau gue. Tempat ini Istana bukan rumahnya jadi Gong Bin mengancam akan mengeluarkan dari Istana dan tidak mengijikan Yejik untuk mendekati Istana lagi jika masih berlaku demikian. Tingkah laku Yejik sungguh kekanak-kanakkan dan menegurnya kalau dokter di Istana bertugas untuk melayani keluarga Raja bukan dirinya pribadi, tapi sekarang sekarang Yejik malah melukai dokter Istana yang tugasnya melayani anggota keluarga Raja yang sakit. Apa yang dilakukannya pada Hur June sama saja dengan Yejik telah melakukannya pada diri Gong Bin. Gong Bin menoleh pada Hur June dan sedikit terkejut melihat wajah Hur June yang pucat dan menyuruhnya untuk mendapatkan pengobatan pada kakinya dulu. Hur June menyahut kalau ia akan membawakan ramuannya lagi, Yejik berseru bahkan sekarang, Gong Bin memelototinya, Yejik segera mengkeret lagi ….

Kim Man Myung mengobati kaki dari Hur June. Ye Jin dan So Hyun sangat miris melihat luka Hur June yang cukup parah. Ohgun menahan kaki Hur June saat Kim Man Kyung memborehkan obat pada luka Hur June, yang merasa kesakitan hebat pada kakinya, keringat bercucuran dari tubuh Hur June. Kim Man Kyung kemudian membebat kaki Hur June yang terluka. Hur June merasa sakitnya sedikit mereda.  Kim Man Kyung sangat geram dan tidak terima karena Hur June dilukai, ia akan protes pada Menteri Sung mengenai kejadian ini. Hur June menahannya dan mengatakan kalau ia dapat menaggung ini. Kim Man Kyung masih mendebatnya dengan mengatakan kalau adik Gong Bin bukanlah keluarga Raja, seharusnya ia berterima kasih karena dirawat oleh dokter Istana, tapi sekarang mana bisa ia berbuat kekerasan terhadap dokter yang bertugas merawat keluarga Raja yang sakit. Hur June mencoba untuk menggerakah jemarinya dan ternyata bisa bergerak jadi kelihatannya tulang kakinya tidak kena. Semua orang sedikit lega. Hur June menyuruh So Hyun untuk menyalakan api, Ohgun bertanya apa ia kedinginan. Hur June menjawab kalau mereka harus merebut ramuan lagi. Kim Man Kyung kaget dan gusar, Hur June tidak menggubrisnya dan mengatakan pada dua asisten perawatnya kalau masih ada waktu 30 menit, ginsengnya harus dikurangi 0.375 gram.Ohgun sungguh tak habis pikir dengan perbuatan Hur June dan menyebutnya lebih menakutkan daripada Dolswe. Hur June tetap menjelaskan pada dua asistennya kalau perlakuan yang sama diberikan pada yang sehat dan sakit, saat senja energi seseorang berubah dari yang menjadi yin, dan berubah lagi menjadi yang saat malam hari. Karena itu lah mereka harus menyesuaikan ramuan obat sesuai dengan perubahan yang terjadi di dalam tubuh manusia. Hur June meminta kedua asistennya agar tidak menggunakan api dari arang juga. So Hyun cemas dengan kondisi Hur June dan mengusulkan  agar Hur June melakukannya di pagi hari saja. Hur June menyahut kalau dokter tidak punya alasan untuk mempedulikan mood dari pasien. Saat penyakit yang berat dapat disembuhkan  bagaimana bisa, bahkan seorang pasien yang sangat sulit, menyalahkan dokternya. Mereka segera pergi menuruti instruksi Hur June. Kim Man Kyung menatap Hur June dengan pandangan apa boleh buat dan menggelengkan kepalanya sambil mendesah putus asa …. Ahahahah, emang Hur June tak bisa dilawan deh  😛

Ye Jin dan So Hyun sedang memasak obat di luar ruangan.

So Hyun :Aku mendapatkan pelatihan ilmu pengobatan sejak umur 12 tahun, dan telah bertemu dengan beratus macam dokter ketika menjadi seorang perawat sejak 10 tahun yang lalu, tapi tak seorangpun yang seperti dokter Hur. (Ye Jin mengawasinya dengan sedikit rasa terkejut) Dia merendahkan dirinya sendiri untuk merawat pasien miskin tapi dia juga terlihat begitu tinggi dan percaya diri saat menghadapi para pasien dari kelas sosial yang tinggi. (Ye Jin tersenyum) Aku dengar kalau kau pernah bekerja di rumah sakit yang sama dengannya.

Ye Jin: Ya ..

So Hyun: Bagaimana dia saat di sana?

Ye Jin: Apakah kau tahu apa itu sebenarnya dokter yang sejati? (So Hyun heran dan bingung) Guruku mengacunya pada seorang dokter yang bersungguh-sungguh berbelaskasih pada pasien. Dokter sejati adalah dokter yang dengan konsisten bekerja demi para pasiennya, tidak melihat tingkat atau status seseorang. Dan dia sedang melangkah di jalan untuk menjadi seorang dokter yang sejati saat di Sanum, sama seperti yang sekarang ia lakukan di Istana.

So Hyun sekarang baru mengerti mengapa Hur June memiliki sikap demikian peduli pada pasien tanpa mempedulikan dirinya sendiri.

Hur June dengan melangkah terpincang-pincang mengantarkan ramuan obat pada Kim Ye Jik, dayang melihatnya dengan pandangan hormat. Hur June meminta agar dayang memberitahu Yejik kalau obatnya sudah datang. Dayang melakukannya dua kali tapi tidak ada sahutan untuk beberapa saat, dayang itu merasa serba salah sambil menatap Hur June, tapi kemudian terdengar suara Ye Jik untuk membawakannya masuk. Dayang itu sangat senang dan lega, demikian juga dengan Hur June. Hur June membawa ramuan itu ke dalam, Yejik yang melihat jalannya terpincang-pincang segera melihat kakinya yang dibalut, dan merasa sedikit bersalah. Yejik menyuruh Hur June untuk meletakkan ramuan itu dan segera pergi, tapi Hur June bersikukuh akan menunggu sampai ia melilhat Yejik menghabiskan ramuan itu baru mau pergi. Yejik menjadi kesal lagi, tapi Hur June tetap memandangnya dengan pandangan tidak mau kalah. Yejik merasa apa boleh buat, walaupun hatinya sangat kesal, ia mengambil mangkuk obat itu dan meminumnya sekaligus. Kemudian berseru pada Hur June apa ia senang sekarang. Hur June memberi hormat. Kim Yejik mengusirnya keluar. Hur June segera membereskan mangkok dan meninggalkan ruangan itu dengan terpincang-pincang.

So Hyun dan Ye Jin sedang  merebut obat untuk Kim Yejik atas instruksi dari Hur June. Sehee dan Onji datang ke ruang ramuan Istana untuk mengambil ramuan obat juga. So Hyun melihat Sehee dan memanggilnya untuk disuruh mengambilkan beberapa bahan obat di gudang obat sesuai dengan resep, tapi Sehee menolaknya dan mengatakan kalau mereka bukan lagi perawat Hyemin jadi So Hyun tidak bisa memerintah seenaknya. Mereka berdua berdebat beberapa kali dengan disaksikan semua orang di ruang ramuan ketika Doji dan dr. Jung datang. So Hyun dan Sehee segera menghentikan debat mereka, semua perawat memberi hormat pada Doji. Sehee menghampiri Doji dan melaporkan kalau perawat dari Hyemin sangat sering datang ke ruang ramuan, padahal tidak diperbolehkan sering-sering datang karena ruang ramuan adalah tempat untuk membuat obat bagi keluarga Raja. Doji yang meilhat Ye Jin di antara para perawat justru menyuruh Seehee untuk diam dan justru menyalahkan Sehee lah yang bermasalah, jadi mereka seharusnya kembali bekerja dan tidak memperpanjang masalah itu. Sehee kaget dan salah tingkah, ia segera keluar dari ruang ramuan. Onji menyusulnya.

Di luar Onji bertanya apa yang terjadi. Kalau mendengar cerita Sehee sebelumnya, maka bukankah seharusnya Doji ada di Sehee, tampaknya hal itu tidak benar dan rencana Sehee kelihatannya uga tidak berhasil. Sehee menyuruhnya tutup mulut dan bergumam lihat saja sampai kapan So Hun akan meremehkannya,

Doji bertanya pada Ye Jin yang sedang mempersiapkan ramuan dan membelakanginya,  apakah ramuan itu adalah ramuan untuk Paviliun Jinsook  Ye Jin mengiyakannya. Doji ingin melihat resepnya, Ye Jin segera memberikannya pada Doji. Tapi Doji sangat kaget ketika melihat kalau itu adalah resep Ban Ha Sa Sim Tang.

* Ban Ha Sa Sim Tang adalah ramuan untuk membuat seseorang muntah.

Dr. Jung mengatakan kalau ini bukanlah resep untuk Bell’s Palsy, Doji penasaran dan segera pergi mencari Hur June. Ye Jin dan So Hyun heran dengan sikap Doji.

Doji menyusul Hur June yang sedang berjalan terpincang-pincang dan bertanya mengenai resep itu, karena bahkan seorang dokter yang paling bodoh pun tahu kalau Chung Dam Soon Gi Tang digunakan untuk mengobati Bell’s Palsy. Tapi mengapa justru Hur June menggunakan Yang Wei Ei Gong Tang dan Chung Dam Soon Gi Tang bersamaan, juga beberapa obat yang para dokter Istana tidak pernah gunakan.

 

* Yang Wei Ei Gong Tang adalah resep/ramuan untuk peradangan di mana selaput lendir di jalur pernapasan dan perut mengerut dan mengering

Hur June mengatakan kalau pasiennya memiliki penyakit lain yang lebih mendesak untuk ditangani daripada Bell’s Palsy. Dr. Jung menyahut kalau mereka semua tahu pasien itu memiliki gangguan pada perutnya dan Hur June sendiri yang mengatakan kalau Bell’s Palsy diakibatkan oleh itu, tapi yang terpenting sekarang adalah mengobati Bell’s Palsy. Hur June dengan tegas mengatakan kalau itu bukanlah gangguan perut yang biasa saja. Dr. Jung dan Doji heran. Hur June melanjutkan kalau pasiennya sedang menunjukkan tahap awal dari Banwee ..  Doji dan dr. Jung terkejut, Doji bertanya apa itu benar, Hur June menjawab kalau ia sangat yakin. Doji segera meminta dr. Jung untuk meninggalkan mereka berdua. Dr. Jung segera pergi.

Doji bertanya apakah Hur June sudah memberitahu Gong Bin Mama dan pasien itu sendiri. Hur June menjawab kalau keduanya belum tahu. Doji sedikit lega dan meminta Hur June untuk tidak mengungkapkan ini. Hur June tidak mengerti. Doji dan dokter Raja adalah orang yang pertama merawat pasien Hur June, tapi mereka terlalu berfokus pada Bell’s Palsy dan tidak menemukan gejala Banwee, jadi jika mereka mengatakannya sekarang, maka mereka berdua akan dianggap yang paling bertanggungjawab karena tidak mampu mengenali penyakit yang sangat serius. Doji menyuruhnya untuk mengobati Bell’s Palsy dan tidak usah mencemaskan Banwee nya. Hur June terkejut dan segera menyahut bagaimana Doji bisa menyuruhnya untuk menyembunyikan penyakit yang sangat serius.  Doji mengatakan bagaimana lagi, apa yang bisa ia lakukan karena hidup mereka berdua lah yang dipertaruhkan di sini. Doji meminta Hur June untuk menolong dirinya dan dokter Raja. Dan Hur June masih bisa mengobati Banwee setelah selesai menyembuhkan Bell’s Palsy dan pasien mulai merasa kesakitan. Jadi untuk sementara biarkan berlalu saja. … Pembaca pasti bisa menebak …. Hur June menolaknya, bagaimana ia bisa berpura-pura tidak tahu mengenai penyakit dari seorang pasien. Hur June tidak bisa melakukannya dengan hati nurani seorang dokter. Hur June segera berpamitan dan pergi meninggalkan Doji yang kebingungan.

Hur June masih tetap mengurut perut dari Kim Yejik, yang sementara itu menatap terus pada Hur June sambil menahan rasa sakit.

Doji masih di tempat tadi, mondar-mandir dengan gelisah sambil memegang resep dari Hur June.  Doji akhirnya membuat keputusan, karena ini adalah tanggungjawabnya dan dokter Raja, maka Doji tidak mau menanggung ini sendirian, ia segera menemui dokter Raja untuk memberitahukannya. Dr. Yang sangat terkejut. Doji memberitahunya juga kalau ia sudah meminta dr. Hur untuk tidak mengatakannya nanti tapi ditolak. Jika nanti Gong Bin Mama atau Raja mengetahui ini maka bukan saja Doji tapi dr. Yang juga dianggap bertanggungjawab. Dr. Yang masygul hatinya. Doji bertanya apa yang harus mereka lakukan sekarang. Dr. Yang menyuruh untuk memanggil Hur June dan memberi peringatan jangan sampai ada orang lain yang tahu selain mereka bertiga.

Hur June menghadap dr. Yang dan mereka berbicara secara pribadi.  Dr. Yang membuka percakapan dengan bertanya apakah Hur June tahu mengapa ia mengirim Hur June ke Hyemin padahal lulus ujian dengan peringkat pertama dan penilaian yang sangat baik dalam pelatihan. Hur June tidak mengerti, karena walaupun ia memang merasa heran tapi Hur June tidak terlalu serius memikirkannya karena Hur June hatinya untuk pasien. Di mana ada pasien di situlah tempatnya. Dr. Yang melanjutkan kalau dokter seperti Hur June yang sangat berkomitmen dengan kewajibannya sebagai dokter harus segera terbiasa dan memahami aturan-aturan Istana secepat mungkin dan ditemani untuk melakukan pemeriksaan rutin pada keluarga Raja dan membuat mata dan telinganya terbuka. Tapi alasan sebenarnya mengapa dr. Yang mengirim Hur June ke Hyemin adalah karena keserakahan dirinya. Jika saja ia membiarkan seseorang masuk Istana karena hasil ujiannya yang sempurna, sangatlah mudah seorang muda menjadi congkak. Karena itulah dr Yang mengirim Hur June ke Hyemin untuk mendapatkan pengalaman mengobati para pasien di Hyemin baru kemudian memasukkan Hur June ke Istana. Itu artinya ia menunjuk Hur June sebagai calon penggantinya. Tidak setiap orang bisa jadi dokter Raja. Bukan hanya membutuhkan keahlaian medis yang baik, tapi juga harus mengerti segala urusan di dalam Istana secara detil, harus mengerti juga bagaimana perasaan dan pikiran dari keluarga Raja bertindak sesuai dengan keadaan yang ada. Sekarang Hur June sedang diperhatikan secara khusus oleh Raja dan itu berarti kesempatan untuk sukses, jadi Hur June tidak seharusnya menyia-nyiakan kesempatan itu dan menghilangkannya.

Dr. Yang mendengar kalau pasien di Paviliun Jinsook terkena Banwee. Nah ketahuan belangnya deh … setelah berpanjang lebar menasihati Hur June, baru sekarang ekornya muncul … Itu bukanlah penyakit yang mudah, walaupun masih dalam tahap awal. Dr. Jang menasihatinya kalau Hur June tidak seharusnya mencoba untuk melakukan perawatan dan terkena kesulitan karenanya. Jadi Hur June tidak boleh menyebutkan itu. Hal ini  bukanlah demi diri dr. Yang tapi demi Hur June sendiri. Dr. Yang bertanya apakah Hur June mengerti maksud dari semua perkataannya itu. Hur June langsung dengan tegas mengatakan kalau ia tidak bisa melakukan itu. Ia tidak bisa menyembunyikan penyakit demi kesuksesan kariernya. Dr. Yang menyahut kalau mereka bukanlah menyembunyikan tapi hanya menundanya  Pertama sembuhkan Bell’s Palsy dulu baru Banwee saat waktunya tepat. Tapi Hur June menyahut seiring dengan berlalunya waktu maka Banwee akan semakin memburuk. Apalagi Hur June sudah bersumpah di depan makam gurunya kalau ia hanya akan mellihat penyakitnya dan tidak melihat tingkat dan jabatan dari pasien. Hanya bekerja untuk mengusahakan kondisi yang lebih baik dan tidak mendambakan kehormatan sebagai gantinya. Apapun bahaya atau kesulitan yang mungkin ia hadapi, Hur June bersumpah kalau ia akan melakukan hanya yang terbaik. Ini adalah ajaran dari gurunya. Hur June memohon diri. Sepeninggal Hur June, dr. Yang menggumamkan nama Yoo Wee Tae dan mendesah …

Sukjoong dalam kondisi mau melahirkan, Nyonya Oh segera menemuinya dan berusaha menghibur dan menguatkannya sementara bidan sedang dipanggilkan. Dahee hanya melihat semuanya itu dengan hati sedih..

Dahee berjalan menuju rumahnya sambil mengingat ketika ia baru sadarkan diri setelah mengalami pendarahan. Ternyata ia mengalami keguguran. Hur June berusaha menghiburnya dan menyuruhnya melupakan bayinya dulu, lebih penting bagi Dahee untuk pulih.

Dahee sampai di rumahnya. Mertuanya keluar dan bertanya mengapa ia terlambat pulang ke rumah, Dahee menjawab kalau istri Yoo Doji melahirkan seorang bayi perempuan. Nyonya Son menyayangkannya karena keluarga itu kelihatannya sangat menginginkan bayi laki.laki. Nyonya Son menyuruh Dahee beristirahat dan ia akan mempersiapkan makan untuk Dahee. Dahee mau melakukannya sendiri tapi Nyonya Son menyuruhnya beristirahat karena Dahee pasti lelah setelah seharian bekerja. Kemudian Nyonya Son memberitahu kalau suami Dahee mengirim pesan, ia tak bisa pulang untuk beberapa hari jadi Dahee diminta untuk mengirimkan pakaian ganti melalui seseorang ke Istana.

Dahee menyulam sapu tangan untuk Hur June. Haman mendatanginya dan bersyukur (dengan niat jelek) karena kelahiran bayi perempuan di keluarga Doji. Akhirnya tidak semua hal baik bisa didapat oleh keluarga Doji. Haman berharap kalau generasinya habis sampai di sini. Dahee menegurnya tidak boleh mengatakan hal buruk seperti itu. Kemudian Haman melihat sulaman Dahee, ia mengira itu adalah gambar-gambar bunga, tapi Dahee menjawab kalau itu adalah karakter huruf Mandarin, ia sedang menyulam syair Mandarin. Haman menyerah karena ia tidak bisa membaca, tapi kemudian mengatakan kalau pikiran Hur June mana bisa berubah hanya denagn memberikan sapu tangan bertuliskan puisi, seharunya Dahee menjadi seperti dirinya, sedikit gila-gilaan agar suaminya tidak berpindah ke lain hati. Dahee justru menasihatinya, “ Hati seseorang cenderung untuk pergi menghindari tempat yang tidak nyaman dan menakutkan baginya dan justru mengalir ke tempat yang nyaman dan hangat.” Jadi jika dirinya menginginkan supaya hati Hur June terarah padanya maka dirinya harus menjadi tempat yang mana ia inginkan untuk bisa kembali. Haman antara mengerti dan tidak mengerti, kemudian dengan tampang bodohnya ia bertanya pada Dahee, bukankah tempat Dahee berada hawanya sedikit dingin?

Haman sudah dekat dengan tokonya ketika ia melihat dua orang wanita sedang bersenda gurau dengan suaminya. Ilsuh tampak sangat senang. Haman segera menjadi geram dan mau mendamprat mereka, tapi kemudian ia teringat dengan kata-kata Dahee kalau hati seseorang cenderung untuk pergi menghindari tempat yang tidak nyaman dan menakutkan baginya dan justru mengalir ke tempat yang nyaman dan hangat. Jadi jika dirinya menginginkan supaya hati Hur June terarah padanya maka dirinya harus menjadi tempat yang mana ia inginkan untuk bisa kembali. Haman kemudian berusaha memadamkan api cemburu dan amarahnya, mengatakan pada dirinya berulangkali kalau ia adalah tempat yang suaminya ingin kembali, Tapi Ilsuh justru semakin berani meminta seorang gadis untuk menempelkan pipi dengan pipinya. Haman menjadi sangat gusar tapi masih bisa menahan diri sambil mengatakan kalau ia harus menjadi tempat yang suaminya ingin kembali.

Haman kembali ke rumahnya yang sekaligus rumah Dahee. Nyonya Son bertanya mengapa ia begitu cepat kembali padahal ia mengatakan kalau mau ke toko. Haman bergumam siapa yang tahu hatinya yang terbakar… Haman kemudian menemukan akal, ia bertanya pada Nyonya Oh apa bisa menulis, Nyonya Oh menjawab kalau ia tahu sedikit saja….

Ilsuh sedang melayani pembeli wanita dan saling menggoda kemudian pembeli itu pergi, Ilsuh mengantarnya dengan hati senang tapi tiba-tiba wajahnya berubah menjadi ketakutan saat melihat istrinya sedang berkacak pinggang dan melotot padanya. Ilsuh segera duduk dengan alim di toko. Istrinya mendatangi dengan tersenyum dan menanyakan kabar serta mengusap keringatnya. Haman memberikan sapu tangan yang bertuliskan “Istri lama yang baik” dan menyuruh Ilsuh untuk menyimpannya.  Haman kemudian pergi tapi sebelum pergi ia berulangkali mengingatkan “Istri lama yang baik” Ilsuh bertanya-tanya mengapa istrinya berubah. Pelanggan datang ke tokonya, Ilsuh segera melayani dan melupakan saput tangan itu, Yangtae datang dan melempar sapu tangan itu ke pojokan.

Hyemin sudah mendekati waktu untuk tutup, dokter Kim dan dr. Song disertai dokter-dokter lain sedang berkeliling di Hyemin ketika mendengar keributan di pintu masuk Hyemin. Mereka semua segera pergi untuk melihat, ternyata Ahn Kwang Ik, Sanghwa dan Soo Yeon datang. dr. Kim Eun-taek bertanya apa yang terjadi. Petugas tiket menjawab kalau Ahn bersikeras ingin masuk padahal Hyemin sudah waktunya tutup. Ahn mengenali dr. Kim dan mengatakan kalau dulu Kim Eun-taek sangat cerdas tapi suka menjilat atasannya. Dr. Kim salah tingkah, sedangkan para dokter emnjadi tertawa geli, karena itu memang kenyataannya. Dr. Song segera menegur Ahn betapa ia tidak sopan berperilaku seperti itu. Ahn ternyata juga mengenali dr. Song Hak-gyu, sekarang gantian dr. Song yang salah tingkah. Kim Man Kyung lapa-lapat dapat mengenali Ahn dan segera menghampirinya sambil berseru dan mengatakan namanya. Ahn mengenalinya sebagai bangsawan bodoh, jadi ia masih ada di Hyemin sampai sekarang.  Kim tertawa dan berkata bukankah ia pernah bilang kalau ia akan di Hyemin sampai mati. Dr. Kim dan dr. Song tahu kalau mereka tidak bisa melawan orang ini jadi pergi. Chae Sun melihat mereka dan tertarik dengan wajah Sanghwa. Kim Man Kyung bertanya apa yang membuat Ahn datang ke Hyemin, Ahn menjawab kalau ia sedang mencari seseorang. Ia dengar kalau Hur June ada di sini. Semua orang terkejut, bahkan dr. Kim Eun-taek dan dr. Song berbalik ketika mendengarnya.

Hur June menyuruh Yejik untuk meminum obatnya, tapi ditolak. Hur June mngancam akan memberitahu Gong Bin sehingga dengan terpaksa Yejik dengan kesal meminumnya. Hur June kemudian menyuruhnya untuk membuka baju karena ia akan melakukan moxibustion. Yejik walaupun kesal dalam hatinya tapi takut kalau dilaporkan pada kakaknya sehingga menuruti Hur June. Tapi kemudian ketika ia merasa kesakitan dan mulai meronta-ronta, Hur June dan keuda asistennya, Ye Jin dan So Hyun segera memegangi kaki dan tangannya supaya tidak berontak dan moxibustion bisa berhasil. Hur June mengatakan kalau api dari moxibustion harus masuk ke dalam kulitnya supaya obatnya bekerja. Yejik berulangkali memerintahakn mereka untuk melepaskan dirinya dan berkata apa mereka mau mati, melakukan hal seperti ini kepadanya.. Yejik berteriak-teriak memanggil dayang, dayang datang dan kaget melihat situasinya, Yejik mengatakan kalau mereka ingin membunuhnya dan menyuruh untuk memanggil kakaknya segera, Hur June mengatakan kalau pasien tidak apa-apa dan menyuruh dayang itu keluar.  Yejik kesakitan karena moxibustion dan berulangkali mengatakan kalau ia akan membunuh Hur June dengan kedua tangannya sendiri. Hur June menyahut kalau Yejik boleh melakukannya tapi sesudah ia melenyapkan semua sumber penyakit dari tubuhnya dan mendapatkan kekuatannya kembali, maka Yejik dapat melakukan apapun yang ia mau. “Penyakit tidak akan sembuh tanpa ada rasa sakit” Dan jika Yejik tidak bisa menahannya sekarang maka penyakitnya akan menyebabkan rasa sakit yang lebih buruk nantinya. Itulah kebenaran dari penyakit. Yejik tidak mau mengerti dan tetap menyuruh Hur June melepaskannya.

Tiba-tiba terdengar suara seorang pria berwibawa mengatakan kalau perkataan dari Hur June benar. Hur June menoleh dan terkejut karena yang bersuara barusan tidak lain tidak bukan adalah Raja yang sedang berdiri di belakangnya bersama dengan Gong Bin Mama.  Ye Jin dan So Hyun segera melepaskan pegangan mereka dari kaki Ye Jik dan mau bangkit berdiri untuk menghormat pada Raja. Hur June juga mau berdiri tapi Raja  melarang mereka berdiri dan menyuruh mereka untuk melanjutkan saja, Hur June tertegun dan bingung, Gong Bin menegurnya bukankah raja sudah memerintahkannya untuk melanjutkan pengobatan. Ye Jin dan So Hyun kembali membantu Hur June untuk memegangi kaki Yejik. Raja yang melihatnya segera menyuruh kedua kasim di belakangnya untuk membantu Hur June sehingga mempermudah pengobatannya. Ye Jin dan So Hyun segera pergi digantikan dengan kedua kasim itu. Hur June dan kedua kasim itu menahan kaki dan tangan Yejik yang masih saja meronta-ronta. Raja mengawasi semua itu dengan hati penasaran demikian juga dengan Gong Bin.

Menteri Sung, penanggung jawab Rumah Sakit Istana, dan Menteri Jung menunggu di depan Paviliun Jinsook.

Hur June selesai membersihkan bekas obat dari moxibustion kemudian menyembah hormat kepada Raja. Raja bertanya apa sudah selesai. Hur June mengiyakannya. Raja dengan tertawa mengatakan pada Gong  Bin kalau Yejik pasti sangat menderita karena bertemu dengan dokter yang sangat tegas. Gong Bin berterimakasih pada Raja. Raja Sejong ternyata mengetahuui nama Hur June dan sudah mendengar apa yang telah ia perbuat di masa lalu dari cerita Menteri Sung.  Sebenarnya ia ragu-ragu dengan keahlian dari Hur June karena jabatannya yang rendah, tapi melihat semangatnya maka Raja mengatakan kalau ia sekarang sudah bisa berhenti meragukan Hur June.  Hur June berterima kasih atas kepercayaan itu. Tapi Raja memiliki satu pertanyaan, dokter Raja dan dokter Yoo menggunakan akupungtur, dan juga ia pernah mendengar kalau untuk menyembuhkan Bell’s Palsy harus menggunakan teknik akupungtur, tapi mengapa Hur June sebaliknya malah menggunakan teknik moxibustion. Hur June menjawab kalau ia tahu Bell’s Palsy dapat disembuhkan dengan akupungtur dan obat-obatan yang tepat dan ia juga dapat melakukanya. Gong Bin tidak mengerti, jadi ia bertanya apa alasannya Hur June menggunakan moxibustion. Hur June menjawab kalau ia melakukannya untuk mengobati penyakit kronis yang sedang diderita oleh Yejik. Gong Bin heran dan bertanya apakah yang ia maksudkan penyakit kronis itu gangguan perut pada adiknya.  Hur June ragu-ragu sejenak tapi kemudian ia mengatakan kalau Yejik menderita Banwee. Yejik kaget dan menatap pada kakaknya. Gong Bin terkejut. Ye Jin dan So Hyun juga tidak menyangka. Raja bertanya apa benar Banwee. Hur June mengiyakannya. Raja kemudian mengatakan kalau ia pernah mendengar kalau Banwee adalah penyakit parah yang dapat menyebabkan kematian pada penderitanya, tapi mengapa dokter Raja dan dokter Yoo tidak menyebutkannya. Hur June berusaha membantu mereka berdua, mengatakan kalau ia melakukan pengobatan ini berdasarkan instruksi dari keduanya. Keduanya tidak menyebutkan itu karena takut kalau Raja dan Gong Bin Mama cemas berlebihan.

Gong Bin sangat khawatir dengan kondisi adiknya. Raja bertanya apa yang akan terjadi pada Yejik, bisakah Hur June menyembuhkannya. Hur June menyahut untungnya Banwee ini masih dalam tahap awal, jadi ia akan berusaha sebaik mungkin untuk menyembuhkannya. Raja bertanya apa Hur June pernah mengobati pasien dengan penyakit yang sama sebelumnya. Hur June dengan terus terang menjawab kalau ia hanya pernah melihat gurunya mengobati penyakit ini. Gong Bin merasa ada sedikit harapan jadi ia bertanya dengan penuh ingin tahu apakah pasien itu akhirnya sembuh. Hur June tanpa menutupi mengatakan kalau gurunya gagal menyembuhkan seorang pasien yang telah kehilangan kekuatannya karena penyakit itu, tapi gurunya justru berduka karena satu kesalahan ini yang sebenarnya bukan dikarenakan olehnya. Tapi selanjutnya gurunya berhasil menyembuhkan pasien yang ke-2. Raja penasaran dan ingin tahu siapa guru Hur June yang demikian hebat, ia menyuruh Hur June untuk membawa gurunya menemui Raja. Hur June menjawab kalau gurunya adalah dokter Yoo Wee Tae tapi sudah meninggal. Raja dan Gong Bin terkejut. Hur June melanjutkan kalau gurunya meninggal juga karena Banwee. Raja dan Gong Bin menyayangkannya. Ye Jin meneteskan air mata mendengar Hur June menceritakan mengenai guru mereka.

Gong Bin berkata pada Hur June walaupun dirinya tahu sedikit saja mengenai pengobatan, ia sebenarnya meminta Hur June untuk mengobati penyakit Bell’s Palsy tapi tiba-tiba muncul penyakit Banwee. Jadi tidak tahu bagaimana harus menerima kabar ini. Yejik menghasut kakaknya dengan mengatakan kalau dr. Hur sedang mencoba untuk membunuhnya bahkan berusaha membakarnya sampai mati, dan karena ia gagal maka ia berusaha berbohong. Gong Bin segera menegurnya karena berkata tidak sopan.di depan raja. Raja membuat keputusan, seorang pasien seharusnya mempercayai dokternya, tapi pasien itu sendiri penuh dengan rasa tidak percaya, dan Gong Bin terlihat cemas demikian juga dengan dirinya. Raja bertanya apakah Hur June dapat membuat janji sehingga dirinya bisa mempercayai Hur June. Berjanji kapan ia bisa menyembuhkan sepenuhnya penyakit Yejik. Hur June meminta maaf karena seorang dokter tidak bisa berjanji di atas penyakit seseorang. Yejik masih berusaha menghasut dengan mengatakan kalau Hur June hanya mencari-cari alasan saja. Gong Bin cemas dan berkata kalau Hur June dapat dipercaya maka tidak ada alasan Hur June tidak bisa membuat satu janji. Raja menjelaskan kalau ia tidak menginginkan Hur June untuk menyembuhkan penyakit yang tak bisa disembuhkan, jadi kalau memang tidak bisa, maka tidak perlu berjanji. Hur June sedikit ragu-ragu … tapi kemudian ia memutuskan. Jika mereka semua mau mengikuti instruksinya maka Hur June berani membuat janji.

Ye Jin dan So Hyun kaget. Gong Bin segera menyetujuinya, bahkan akan menjadi yang pertama mematuhi instruksi dari Hur June. Hur June mengatakan kalau sebelum ini ia melihat sepiring mie di antara santapan Yejik, itu adalah salah satu jenis makanan yang dilarang untuk penderita penyakit serius.  Dari setiap masakan sampai ke metode pengobatan, jika Yejik mengikuti semua instruksinya maka Hur June berjanji kalau dalam waktu 5 hari akan sembuh sepenuhnya. Gong Bin dan Raja senang, Raja bahkan bertanya lagi apa benar dalam waktu 5 hari, termasuk Banwee. Hur June mengiyakannya. Raja mengatakan, “Tidak ada lelucon di Istana”. So Hyun sangat terkejut. Hur June tidak mengerti. Raja mengatakan kalau ia akan menunggu janji Hur June akan menjadi kenyataan.

Ye Jin membawakan bayam New Zealand dan lumut hijau pada Hur June yang sedang meracik obat dan memasaknya. Wajah So Hyun terlihat begitu khawatir dan memutuskan untuk memberitahu sesuatu pada Hur June. So Hyun menghampiri Ye Jin dan Hur June.  So Hun bertanya apakah Hur June tahu maksud yang sebenarnya dari ujar-ujar yang diucapkan oleh Raja, “Tidak ada lelucon di Istana”.Ye Jin yang bertanya apa ada arti lain dari ujar-ujar itu. So Hyun menceritakan kalau dalam masa pemerintahan Raja Sunjong, ada seorang perawat bernama Ae-yup yang berhubungan tidak pantas dengan salah satu keluarga raja. Tapi Ae-yup berdalih kalau ia hanya membantu pasien yang meminta resep padanya dan menyangkal kalau ia bersalah. Kemudian Ae-yup disuruh untuk menuliskan resep itu dan karena ternyata ia tak bisa melakukannya maka pergelangan tanganya dipotong dan diusir dari Istana dengan kata-kata, “Tidak ada lelucon di Istana” Ye Jin sangat kaget. So Hyun meneruskan kalau ada 1 dokter yang salah dalam merawat salah satu keluarga raja, pergelangan tangannya juga dipotong. So Hyun menangis karena mencemaskan Hur June dan nasib mereka bertiga, bertanya mengapa Hur June melakukan itu, mengapa ia berjanji seperti itu. Ye Jin juga khawatir. Hur June baru tahu arti sesungguhnya dari ujar-ujar itu, ia juga menjadi khawatir ….

Iklan

6 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 43

  1. wah senengnya bisa bc sinopsisnya scr detil spt ini.sy soalnya ge di luar kota,jd gk bs nnton.untung aja ada sinopsisnya.Thanks ya.. 😀

  2. Sejak awal …. baik setting maupun alur cerita sepertinya terjaga untuk membuat penontonnya terkesima dan menunggu kejutan apa yang akan timbul di episode berikutnya. Terus terang saya terganggu kalau adegan Huh Joon diselelingi dengan iklan……. Ingin nya saya mengoleksi videonya ……….Ada yang bersedia berbagi?

    • kenapa nda donlod aja di doramax264, bytenya kecil koq, 160-170 mb/episode, jadi cepat sekali kalo mau donlod apalagi kalo pake idm, aku biasanya donlod butuh 1-1.5 jam/episode dengan kompiku yang jadul dan konesi speedy yang angot-angotan 😛 Kalau kalian punya kompi yang lebih bagus dari pentium IV, ram >512MB dan koneksi internet yang cepat, dijamin 20-30 menit dapat 1 episode 😀

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s