Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 44

Ye Jin membawakan bayam New Zealand dan lumut hijau pada Hur June yang sedang meracik obat dan memasaknya. Wajah So Hyun terlihat begitu khawatir dan memutuskan untuk memberitahu sesuatu pada Hur June. So Hyun menghampiri Ye Jin dan Hur June.  So Hun bertanya apakah Hur June tahu maksud yang sebenarnya dari ujar-ujar yang diucapkan oleh Raja, “Tidak ada lelucon di Istana”.Ye Jin yang bertanya apa ada arti lain dari ujar-ujar itu. So Hyun menceritakan kalau dalam masa pemerintahan Raja Sunjong, ada seorang perawat bernama Ae-yup yang berhubungan tidak pantas dengan salah satu keluarga raja. Tapi Ae-yup berdalih kalau ia hanya membantu pasien yang meminta resep padanya dan menyangkal kalau ia bersalah. Kemudian Ae-yup disuruh untuk menuliskan resep itu dan karena ternyata ia tak bisa melakukannya maka pergelangan tanganya dipotong dan diusir dari Istana dengan kata-kata, “Tidak ada lelucon di Istana” Ye Jin sangat kaget. So Hyun meneruskan kalau ada 1 dokter yang salah dalam merawat salah satu keluarga raja, pergelangan tangannya juga dipotong. So Hyun menangis karena mencemaskan Hur June dan nasib mereka bertiga, bertanya mengapa Hur June melakukan itu, mengapa ia berjanji seperti itu. Ye Jin juga khawatir. Hur June baru tahu arti sesungguhnya dari ujar-ujar itu, ia juga menjadi khawatir ….

Ahn Kwang Ik berbicara berdua dengan Kim Man Kyung. Mereka berdua membicarakan Hur June yang sekarang sedang mengobati adik Gong Bin Mama, yang telah melukai kaki Hur June. Ahn Kwang Ik percaya kalau suatu ketika kekeraskepalaan Hur June akan membuat kondisinya serba terbalik dari keadaannya sekarang. Kim Man Kyung menyetujuinya, tindakan dari Ye Jik tidak mematahkan semangat dari Hur June, sepertinya memang tidak ada yang ditakuti oleh Hur June di dunia ini. Ahn menyahut kalau Hur June memang pasti begitu karena ada yang ditakutinya daripada kematian. Kim Man Kyung heran, Ahn mengatakan kalau Hur June takut tidak dapat memenuhi janji yang telah ia ucapkan di depan makam gurunya, dr. Yoo Wee Tae. Lebih sulit baginya untuk bertindak tidak sesuai dengan apa yang ia percaya daripada menghadapi kematian. Kalau cuma Bell’s Palsy, dengan kemampuan Hur June sekarang 3-4 hari sudah cukup, jadi jika Anh minum-minum dengan Kim maka waktu akan cepat sekali berlalu. Mereka berdua tertawa, Kim menimpali lebih baik Hur cepat-cepat menyembuhkan penyakit pasien itu, sebab kalau tidak dirinya akan bangkrut …  Tiba-tiba Lee Myung Won dan Jang Hak Do menemui mereka berdua sambil mengatakan ada kabar buruk. Kim bertanya ada apa….

Dr. Jung (dr. C)  menemui Doji di gudang obat Istana dan memberitahu mengenai janji yang diucapkan oleh Hur June pada Raja, kalau dalam 5 hari ia akan menyembuhkan penyakit adik Gong Bin Mama. Bahkan Raja juga telah mengucapkan, “Tidak ada lelucon di dalam Istana”. Ohgun mendengarkan percakapan keduanya.  Hal ini justru akan mendatangkan kebaikan bagi Doji karena jika gagal maka kedua tangan Hur June akan dipotong. Hur June telah membuat perangkap bagi dirinya menyangka kalau ini adalah kesempatan baik. Doji pergi mau menemui dokter Raja. Ohgun bertanya pada dr. Jung apa maksud perkataan Raja itu, dr. Jung menjawab kalau seseorang berjanji dan ternyata gagal maka tangannya akan dipototong. Ohgun kaget dan masygul.

Doji menemui dokter Raja dan membicarakan mengenai janji dari Hur June, Doji merasa hanya dalam waktu 5 hari mana mungkin bisa menyembuhkan Banwee sekaligus dengan Bell’s Palsy. Dokter Raja juga berpikir sama. Doji bertanya mengapa dokter Yang tidak menemui Raja dan membuka kepalsuan itu, jadi nanti pasien akan kembali ditangani oleh dokter Raja. Dr. Yang menyahut kalau itu semua dilakukan atas inisiatif Hur June sendiri, jadi ia tidak bisa berbuat apapun. Doji menimpali kalau Hur June tidak bisa menyembuhkan pasien itu maka kemarahan Raja juga akan sampai pada mereka berdua. Dr. Yang pasrah dan mengatakan kalau memang harus menguliti kulit luar, energi buruk dari tubuh harus dicabut dari akarnya. (Dokter Yang membicarakan mengenai praktek buruk dari para dokter di Istana dan mengaitkannya dengan tindakan Hur June, Hur June diaanggapnya sebagai energi buruk) Hur June memang seperti gurunya, memiliki kepercayaan diri berlebih terhadap kemampuannya. Doji serba salah, karena guru Hur June adalah ayah kandungnya sendiri.

Ye Jik sangat kesal dan marah sekali melihat masih belum ada perubahan pada wajahnya, padahal ia sudah menderita kesakitan dan juga perutnya sudah berlubang karena moxibustion. Ye Jik bersumpah kalau ia tidak hanya akan memotong tangan Hur June tapi juga akan memuntir lehernya. Hidangan makan siang datang dan dipersiapkan di depan Yejik, saat Yejik menyendok dan mau menyuapkan pada mulutnya, Hur June datang dan melarangnya makan sebelum diperiksa oleh dirinya. Ye Jik terpana dan kesal tapi tak bisa berbuat apa-apa. Ia mengawasi Hur June yang sedang memeriksa jenis hidangannya dengan kesal. Hur June menyuruh dayang untuk mengambil kembali semua hidangan kecuali sup tofu, nasi dan sayuran. Ye Jik sangat marah, para dayang tidak berani melakukannya tapi Hur June segera menegur mereka. Para dayang segera melakukan instruksi Hur June. Hur June kemudian memberitahu kalau Ye Jik harus menghindari makanan berminyak untuk sementara, karena buruk bagi kesehatannya. Ye Jik makan sambil menatap Hur June dan mengancamnya kalau ia akan makan supaya Hur June tidak bisa membuat alasan lagi. Kemudian mengingatkan kalau tinggal 4 hari lagi dari janjinya. Hur June walaupun sedikit khawatir tapi tetap memegang prinsipnya, melakukan yang terbaik bagi pasien.

Ohgun menemui Hur June dan asistennya di ruangan mereka. Hur June sangat senang melihatnya dan bertanya mengapa Ohgun datang ke tempatnya. Ohgun menjawab kalau ia kemari sebagai utusan membawakan pakaian gantinya. Hur June meminta maaf karena telah merepotkannya Ohgun mengatakan kalau Hur June tidak usah berkata seperti itu karena ada 2 kebahagiaan di dalam hidupnya, yang satu adalah membantu Hur June dan yang lain … Ohgun tidak mau mengatakannya.  Ohgun meminta Hur June untuk memeriksa bungkusan itu, kalau-kalau masih ada yang kurang maka ia akan kembali dan membawakannya lagi. Hur June menemukan sapu tangan bersulamkan puisi yang dibuat oleh Dahee. Hur Jun membuka dan membacanya, kemudian ia termenung. So Hyun melihat sapu tangan bersulam itu dan wajah dari Hur June. Ohgun bertanya apakah semuanya lengkap, Hur June sedikit tergagap dan menjawab kalau semua ada.  Ohgun meminta berbicara berdua dengan Hur June di luar.

Di luar Ohgun memberitahu Hur June kalau rumor mengenai perjanjiannya dengan Raja sudah tersebat di seanteoro Istana. Ohgun bertanya mengapa Hur June berjanji seperti itu.  Ohgun sangat mencemaskan Hur June. Hur June tersenyum dan mengatakan kalau seharusnya Ohgun tidak usah cemas. Ohgun menjawab bagaimana ia bisa tidak cemas kalau ia sekarang sudah cemas setengah mati. Seharusnya Hur June berdiskusi dulu dengannya, sekarang ia tidak bisa tidur nyenyak di malam hari karena memikirkan keadaan Hur June. Karena setiap kali ia tidur, ia bermimpi kalau tangan Hur June diikat dibawah alat pemenggal. Hatinya jadi tidak tenang. Ohgun meraih tangan Hur June dan bertanya tangan macam apa ini, apa cuma untuk mengangkat sendok? Tangan ini adalah tangan dokter, yang digunakan untuk menyelamatkan orang-orang sakit.

So Hyun memberesi bungkusan yang tadi dibuka oleh Hur June dan menemukan saputangan bersulam. So Hyun bergumam kalau mereka suami istri sangat terbuka. Ye Jin heran dan melihatnya yang sedang membaca sulaman itu. So Hyun membacakan tulisan itu dalam bahasa Mandarin dan bertanya apakah Ye Jin mengetahui artinya, Ye Jin menerjemahkannya, “Embun malam telah jatuh di atas tangga berbatu, dan kaos kaki menjadi basah karenanya. Ketika aku melangkah turun bertanya-tanya apakah malam akan gelap dan cahaya bulan mengikuti dan bersinar” Itu adalah puisi yang dinamakan Ok Gye Won dikarang oleh Lee Baek (Li Po). Puisi itu mengisahkan kerinduannya kepada seseorang yang dicintainya. So Hyun tersenyum dan mengatakan kalau melihat dari perbuatan istri dr. Hur  yang mengirimkan puisi ini, ia seakan-akan dapat membayangkan orang macam apa istrinya itu. Ye Jin tersenyum menyetujuinya. So Hyun menghela napas, melipat sapu tangan itu dan menaruhnya kembali ke dalam bungkusan. Ye Jin menatap So Hyun,

Dahee sedang sibuk mencuci baju dan popok bayi.  Ia juga merawat dan memijati Sukjoong di kamarnya. Sukjoong sangat menghargai Dahee.

Hur June di ruang ramuan memberikan instruksi pada Ye Jin dan So Hyun yang segera melakukannya.  Ye Jin sedang memeriksa ramuan obat dan melihat Hur June memegang sapu tangan dan membaca sulaman istrinya kemudian tersenyum lembut. Ye Jin merasa masygul dalam hatinya, ia segera pergi.

Hur June ditemani oleh Ye Jin menemui Doji di gudang obat Istana. Ia datang untuk mengambil bahan obat untuk ramuan. Doji bertanya apakah itu artinya Hur June sendiri yang akan memilih bahan obatnya, Hur June mengiyakannya. Doji bertanya lagi apakah Hur June benar-benar yakin dapat menyembuhkan Banwee dalam 5 hari? Doji menasihatinya supaya tidak berlaku sia-sia dan seharusnya menyerahkan semuanya pada dokter Raja. Hur June hanya menanggapi dengan mengatakan kalau ia akan merawat pasien dengan kesungguhan hati. Doji menatapnya sejenak dan kemudian mengijinkannya untuk memilih bahan-bahan obat sendiri. Hur June berterima kasih dan segera berlalu, Ye Jin menyusulnya.

Hur June membawakan ramuan obat pada Ye Jin yang mengingatkan kalau sisa 3 hari lagi dari perjanjian, tapi tidak terjadi perubahan apapun malah terjadi peradangan pada semua tempat yang ia lakukan moxibustion. Hur June menyahut kalau peradangan bukanlah penyakit, bahkan Hur June akan melakukan moxibustion lagi jadi ia menyuruh Yejik bersiap. Yejik sangat kesal.

Menteri Sung menunggu dengan gelisah, dokter Jung Jak menemuinya. Menteri Sung bertanya bagaimana situasi Hur June. Dr. Jung Jak menjawab kalau ini tidak akan mudah. Selesai melakukan moxibustion, Hur June juga melakukan akupungtur pada sorenya. Saat jarum ditusukkan, wajah pasien kembali normal, tapi ketika dicabut wajahnya kembali “perot” Waktu yang dijanjikan sudah mendekat, tapi bahkan tanda-tanda penyakit Bell’s Palsy nya sembuh juga tidak ada. Jadi dr. Jung sendiri tidak tahu harus berbuat apa. Menteri Sung menyahut kalau mereka harus mempercayai dr. Hur, sudah tidak ada jalan lain. Dr. Yang dan Doji menemui mereka, Menteri Sung merasa sedikit”kalah” jadi ia pergi dengan menunduk, tapi dr. Yang mengatakan kalau masih ada sisa hari jadi seharusnya ia tidak perlu cemas dan pasti dr. Hur di Paviliun Jinsook berhasil menyembuhkan pasiennya. Mengabaikan tingkat dan susunan dari rumah sakit Istana dapat dimaafkan tapi tidak demikian dengan membuat janji palsu. Jika Hur June gagal, mereka semua akan dianggap bertanggungjawab. Jadi Hur June harus bisa menyembuhkan pasiennya bagaimanapun caranya. Menteri Sung memberi lirikan saja pada dr. Yang kemudian pergi, dr. Jung Jak menyusulnya. Dr. Yang mengawasi kepergiannya dengan tersenyum senang.

Hur June memeriksa nadi dari Ye Jik, yang terlihat lemah. Ye Jin dan So Hyun masih menemani Hur June. Hur June kemudian menyuruh mereka berdua untuk beristirahat dan tidur sementara ia yang akan merawat pasien. So Hyun mencemaskan keadaan Hur June ia mengusulkan kenapa mereka tidak mengobati Bell’s Palsy dahulu karena efek dari pengobatan terhadap penyakit Banwee tidak nampak secara fisik.  Ye Jin menyetujui pendapat So Hyun. So Hyun melanjutkan klaau esok adalah hari yang sudah dijanjikan, jadi Hur June harus mencari cara untuk keluar dari situasi yang sulit ini.  Jika Hur June menyembuhkan Bell’s Palsy dahulu maka mungkin ia dapat memperpanjang beberapa hari untuk mengobati Banwee. Hur June tampak memikirkannya juga.

Ye Jin dan So Hyun memasak obat di ruang ramuan. Mereka berdua mencemaskan situasi yang dihadapi Hur June.

Hur June sendiri ada di tempat ia dan asistennya beristirahat, melihat kembali lukisannya yang menggambarkan bagian tubuh, terutama bagian lambung. Saat melihat lukisan itu  Hur June mengingat surat wasiat dari gurunya, yang menginginkan agar ia mengambil alih impiannya, dan menyerahkan jenazahnya pada Hur June, memerintahkan supaya Hur June memeriksa dengan detil setiap bentuk dan fungsi dari ke 5 viscera (organ dalam tubuh) dan 6 entrail (organ dalam yang berhubungan dengan lambung), dan menemukan kaitan dari 360 tulang juga elemen dari 12 jalur meridian. Harapan dari dr. Yoo Wee Tae adalah supaya Hur June menjadi dokter yang lebih hebat dan melangkah maju dalam bidang pengobatan. Hur June kembali ke masa sekarang. Ye Jin masuk dan membawakan ramuan bagi Yejik, yang ternyata masih panas jadi Hur June harus menunggu sedikit lagi.  Ye Jin mengiyakannya dan melihat lukisan di lantai dan terkejut, Hur June menjelaskan kalau lukisan ini adalah lukisan yang ia gambar saat ia membedah jenazah guru mereka. Guru mereka ternyata telah mencatatkan perubahan tubuhnya dengan detil saat Banwee menyebar, dan terakhir ia memberikan tubuhnya kepada Hur June. Ye Jin matanya berkaca-kaca dan mulai menangis sedih dan haru. Alasan mengapa dr. Yoo menyerahkan tubuhnya karena dr. Yoo tidak ingin pasien yang lain menderita karena penyakit yang sama. Dan Hur June telah bersumpah pada gurunya kalau ia akan menemukan cara untuk menyembuhkan penyakit ini dengan segala kemampuan yang ia miliki. Tapi Ye Jin mengatakan kalau sudah tidak ada waktu lagi, seperti yang telah So Hyun katakan, mereka harus mengobati penyakit yang kelihatan dulu. Kalau mereka sudah mendapatkan pengakuan dari pengobatan itu maka ada jalan untuk mengobati Banwee nantinya. Hur June sendiri bersikeras kalau dengan berjalannya waktu, penyakit Banwee akan memburuk. “Di mana ada penyakit pasti ada cara untuk menyembuhkannya”, ujar Hur June. Dan melanjutkan perkatannya,  “Menemukan cara penyembuhan dari penyakit adalah tugas dari seorang dokter.”  Jadi ia tidak akan menyerah. Ye Jin hanya bisa memandangnya apa boleh buat, Hur June sudah memutuskan dan tiada seorangpun yang bisa mengubahnya.

Yejik sendirian di kamarnya, merasa sangat kesakitan di perutnya kemudian ia muntah, memuntahkan gumpalan darah berwarna hitam, kemudian memanggil orang di luar kamarnya. Seorang dayang masuk bersama Ye Jin dan sangat terkejut melihat Yejik memuntahkan darah. Dayang itu segera menyuruh Ye Jin untuk memanggil dokter. Ye Jin segera pergi untuk memanggil Hur June.

Hur June bersama dengan So Hyun, yang membawa ramuan, sedang berjalan menuju ke Paviliun Jinsook. Ye Jin berlari menemui mereka dan memberitahu kalau pasien memuntahkan darah. Hur June terkejut, ia menatap So Hyun yang juga terkejut.

Hur June berlari masuk diikuti oleh kedua asistennya ke kamar Yejik. Hur June terpana melihat darah berceceran di lantai sedangkan Yejik berguling-guling kesakitan di tempat tidur.

Menteri Sung, Menteri Jung dan Penanggungjawab Rumah Sakit Istana sedang menuju ke Paviliun Jinsook, mereka bertemu dengan Gong Bin Mama. Ternyata Gong Bin sudah mendapat kabar keadaan adiknya, ia segera menegur Menteri Sung mengapa keadaan adiknya bertambah buruk. Menteri Sung hanya bisa meminta maaf. Gong Bin menatapnya kesal.

Yejik memarahi Hur June, apa yang akan dilakukan Hur June sekarang, seluruh tubuhnya panas demam, ia memuntahkan darah bahkan kotorannya pun bercampur darah. Ye Jin dan So Hyun terkejut. Dulu ketika ia hanya diobati karena Bell’s Palsy, setidaknya secara fisik ia masih baik-baik saja. Tapi saat Hur June mengacaukannya dengan mengatakan kalau ia menderita Banwee, tubuhnya mengalami kerusakan. Hur June segera berseru padanya untuk tenang dan menyuruhnya untuk berbaring dengan kepala membujur ke arah Timur.  Yejik sangat marah dan menyatakan kalau sekarang Hur June bahkan berlaku seperti seorang dukun. Tapi Hur June membentaknya untuk melakukan apa yang ia katakan. Yejik murka dan mau berkomentar tapi Gong Bin datang.

Hur June dan kedua asistennya segera berdiri dan memberi hormat pada Gong Bin Mama yang masuk ke dalam ruangan diikuti oleh ketiga menteri yang bertemu dengannya di tengah jalan.

Mereka bertanya bagaimana keadaan pasien, karena wajahnya tampak tidak baik. Apakah ia mengalami kemajuan dalam pengobatannya. Hur June menjawab kalau ia percaya memang begitu. Yejik segera berseru apakah ia terlihat lebiih baik, setelah Hur June yang bertanggungjawab mengobatinya, justru ia memuntahkan darah dan mengeluarkan kotoran berdarah. Semua orang menjadi terperanjat mendengarnya. Gong Bin Mama bertanya apa itu benar. Hur June menjawab kalau muntah darah dan keluarnya darah bersamaan dengan kotoran adalah bukti nyata bahwa tumornya sudah terlepas.  Yejik segera membantahnya dan mengatakan kalau Hur June hanya berusaha membuat alasan dan membingungkan mereka semua. Mulutnya, perutnya, dan seluruh tubuhnya seperti terbakar hebat. Padahal ia datang kemari untuk menjadi lebih baik tapi kelihatannya ia akan mati di sini. Gong Bin sangat marah. Menteri Jung menyuruh Hur June untuk memberitahukan kebenarannya pada mereka karena dilihatnya kalau mulutnya Yejik yang “perot” masih belum ada perubahan sedikitpun. Hur June menyahut dibandingkan dengan penyakit Banwee, Bell’s Palsy adalah penyakit sepele. Walaupun proses pemulihannya lambat, tapi sepanjang yang ia amati, berak darahnya akan berhenti setelah 2-3 kali lagi dan setelah itu mulutnya akan kembali normal dengan sendirinya.  Gong Bin masih mengingat kalau perjanjian Hur June dan Raja masih sampai besok jadi ia memutuskan untuk menunggu dan menyuruh adiknya untuk mempercayai dan melakukan apapun yang dikatakan oleh dr. Hur sampai besok siang, waktu yang telah dijanjikan oleh Hur June. Yejik seperti mau menangis…. Ketiga menteri penasaran apa yang akan terjadi besok, lain halnya dengan Ye Jin dan So Hyun yang menjadi cemas. Hur June sendiri tetap teguh.

Bulan purnama di atas langit …

Keesokan paginya, Dr. Kim Eun-taek dan dr. Song mau menemui dokter Raja, tapi bertemu dengan dr. Jung (dr. C) di halaman dan bertanya apakah dokter Raja ada di kantornya, dr. Jung menjawab kalau dokter Raja bersama dengan Doji, kemudian dr. Song bertanya bagaimana dengan situasinya Hur June, dr. Jung dengan gembira mengatakan kalau kondisi pasiennya justru semakin memburuk. Dr. Kim dan dr. Song sangat senang.

Doji menceritakan kalau menurut dayang yang melayani di sana, terdengar pasien berteriak kesakitan sepanjang malam dan tidak tidur sama sekali. Dr. Yang bertanya bagaimana dengan wajah pasien, Doji menjawab kalau masih belum ada perubahan sedikitpun bahkan beberapa orang mengatakan kalau semakin “perot”.

Dr. Kim dan dr. Song datang memberi salam kemudian dr. Kim bertanya bukankah suatu masalah besar jika seseorang yang penting di hati Raja tidak dapat disembuhkan. dr. Yang menyahut kalau masih ada waktu jadi mereka masih harus menunggu sedikit lagi. Dr. Song mencemaskan situasi dari dr. Yang yang mungkin mendapatkan masalah karena tindakan Hur June. Dr. Kim segera menyahut kalau itu tidak masuk akal, karena Hur June dan Menteri Sung lah yang bekerja sama dan apa hubungannya itu dengan dokter Raja. Dr. Kim kemudian mengatakan kalau mereka tidak bisa membiarkan Hur June lolos begitu saja setelah ini. Semua orang di departemen Medis protes dan menginginkan agar Hur June dihukum. Doji meminta dr. Yang untuk memberikan hukuman berat pada Hur June, karena walaupun dr. Yang tidak menghukumnya, tapi Hur June tidak akan selamat, karena sudah mengucapkan janji palsu pada Raja. Dr. Yang memejamkan matanya …

Di Hyemin, Jang Hak Do sedang menatap matahari, Kim Man Kyung menegurnya kalau matahari tidak akan melambat walaupun Jang memandanginya terus, jadi lebih baik ia merawat para pasien. Jang mengatakan kalau sekarang sudah jam 8 pagi, dan mereka mengatakan kalau kondisi pasien masih saja sama.  Lee Myung Won mengusulkan agar mereka pergi menemui dokter Raja, karena bila dokter Raja memintanya maka mungkin ada cara supaya dr. Hur selamat. Jang Hak Do gantian menegurnya sekarang, tidak usah berbicara omongan kosong, karena mereka semua berusaha setengah mati untuk membalas dendam pada dr. Hur, bahkan Jang Hak Do berani bertaruh kalau mereka sedang bersukacita sekarang. Lee Myung Won menyahut kalau sudah tidak ada cara lain lagi. Kim menyela dan menyuruh mereka yang merawat para pasien karena dirinya akan pergi menemui seseorang.

Kim Man Kyung berpakaian biasa keluar Istana mencari Ahk Kwang Ik. Ia menceritakan kondisi Hur June dan pasiennya serta situasi yang sekarang sedang dihadapi oleh Hur June. Apakah Ahn tidak dapat melakukan sesuatu untuk membantu dr. Hur. Ahn bertanya, membantu dr Hur supaya selamat atau membantu untuk menyembuhkan penyakit Banwee. Keduanya tidak bisa ia lakukan. Karena Hur June sudah berjanji pada Raja jadi tidak bisa menghindari hukum potong tangan, sedangkan Banwee sendiri bukanlah penyakit yang bisa sembuh hanya dengan pengobatan tunggal, jadi tidak ada jalan lain sekarang. Kim man Kyung sangat gelisah mengingat situasi yang dihadapi Hur June. Ahn menyuruhnya menunggu saja, karena sekarang hari masih belum beranjak siang dan mengatakan kalau Hur June paham mengenai Banwee dengan baik lebih daripada semua orang di dunia. Ahn kemudian meminta bantuan dari Kim agar menjaga Soo Yeon dan Sanghwa. Kim bisa menjadikan Soo Yeon sebagai perawat, sedangkan Sanghwa sebagai staf medis di Hyemin. Kim Man Kyung tidak menjawab, ia hanya menatap mereka berdua …

Hur June sedang melakukan akupungtur pada wajah Yejik. Teman Yejik datang dan melihatnya. Ia mengatakan kalau sebelumnya setiap Hur June menusukkan jarum, wajahnya akan kembali normal, tapi sekarang bergerakpun tidak. Waktu yang dijanjikan kurang 2 jam lagi. Yejik menyahut kalau ia sudah menunggu dengan sabar selama 5 hari, jadi 2 jam itu bukanlah apa-apa, ia masih bisa bersabar menunggu. Ye Jin dan So Hyun sangat cemas. Hur June tidak menggubris semua itu dan tetap berkonsentrasi pada tugasnya.

Hur June di ruang ramuan bersama kedua asistennya, mengambil ramuan untuk ia bawa sendiri ke Yejik, dan memerintahkan kedua asistennya untuk merebus ramuan yang sama satu jam lagi. Ramuan itu akan menjadi ramuan terakhir yang harus diberikan pada pasien jadi mereka harus berhati-hati. So Hyun dan Ye Jin tidak bisa melakukan apapun untuk menghilangkan kecemasan mereka. Ohgun menghadang Hur June dan bertanya apakah pasiennya menjadi lebih baik. Hur June mengiyakannya. Ohgun menyahut kalau itu harus sembuh sepenuhnya. Hur June hanya tersenyum saja kemudian pergi. Ohgun kemudian mengatakan kalau Hur June tersenyum dan tidak menjawab itu artinya ia percaya kalau berhasil menyembuhkan pasien.  Ye Jin dan So Hyun tidak bisa diyakinkan, wajah mereka masih kusut karena gelisah. Ohgun melihatnya dan bertanya mengapa wajah mereka sangat kusut.

Hur June membawa sendiri ramuan obat dari ruang ramuan untuk diberikan pada Yejik. Dalam perjalanan menuju Paviliun Jinsook, ia bertemu dengan dr. Yang, dr. Kim, dr. Song dan Dooji. Mereka saling menatap. Dr. Yang bertanya apakah itu ramuan terakhir, Hur June menjawab kalau masih ada sisa satu lagi. dr. Yang hanya menyuruhnya melakukan yang terbaik.  Hur June meninggalkan mereka. Dr. Yang memandangi punggunnya dan kemudian memandang ke angkasa, matahari sudah mendekati ke posisi puncaknya.

Hur June memberikan ramuan pada Yejik, yang langsung meminumnya tanpa berkata, hanya terus memandangi Hur June sambil tertawa kecil.

Suara gong berdentang menandakan waktu tengah hari …  rekan-rekan Hur June mengawasi angkasa dan melihat kalau matahari memang sudah berada di puncaknya. Mereka sangat berdebar-debar dan mencemaskan Hur June, berharap Hur June berhasil ….

Dr. Jung (dr. C) memberitahu dokter Raja kalau gong penanda tengah hari sudah berbunyi. Semua dokter yang menjadi musuh Hur June juga berdebar-debar dan berharap akan  kegagalan Hur June…..

Hur June mencabut jarum-jarum dari wajah Yejik sampai pada jarum terakhir, tapi ternyata setelah ditunggu beberapa saat tidak ada perubahan pada wajah Yejik.  Yejik meminta cermin pada temannya, dan kemudian melihat ke cermin. Ia sangat marah melihat wajahnya masih tetap sama, dan mengatakan kalau sekarang gilirannya, giliran untuk memuntir leher Hur June. Ye Jin dan So Hyun terkejut. Hur June diam saja.

Gong Bin datang dan duduk di antara mereka. Hur June menghadap Gong Bin dan mengatakan kalau ia telah melakukan semua keahlian yang ia ketahui sampai tengah hari ini tapi ternyata ia tidak bisa memenuhi harapan dari Gong Bin Mama.  Hur June mengatakan kalau ia akan ke kantornya dan mencatat semua obat-obatan dan pengobatan  yang ia gunakan dan menunggu hukumannya di sana. Yejik mengingatkannya akan ujar-ujar “Tidak ada lelucon di Istana”. Hur June menyahut kalau ia tidak bisa mengatakan hal yang bertentangan dengan kata-katanya sebelum ini. Dan lagi karena ia sudah melakukan yang terbaik maka tak ada penyesalan di hatinya. Yejik menyuruhnya tutup mulut dan mengatakan kalau ia sendiri yang menjadi pasien dan menderita karenanya. Ia sudah memuntahkan darah karena pengobatan yang tidak masuk akal dari Hur June. Yejik akan menuntutnya karena telah menipu orang dengan mengatakan kalau bisa menyembuhkan penyakit yang tak tersembuhkan dan memotong satu lengannya karena telah melakukannya tanpa berpikir. Ye Jin sangat terperanjat dan memberanikan diri berbicara pada Gong Bin bahwa Hur June sudah melakukan yang terbaik dan bekerja dengan sekuat tenaga dari siang sampai malam untuk menyembuhkan penyakitnya dan memohon untuk mengampuni Hur June. So Hyun juga angkat bicara dan memohon supaya Gong Bin mengampuni Hur June. Gong Bin menyuruh mereka tidak usah bicara lagi dan mengusir mereka. Gong Bin kemudian memanggil Dayang Kim dan memberikan kata-katanya, bahwa ia  sudah terbutakan oleh orang lain dan membuat dosa karena membuat raja membuat keputusan yang salah dan membiarkan seorang dokter yang tidak berkemampuan merawat adiknya. Jadi dirinya akan menerima hukuman dari raja, tapi untuk Hur June yang berani berjanji palsu tanpa adanya keahlian tetap tinggal di Istana, maka akan menimbulkan kerusakan besar. Jadi Gong Bin memerintahkan dayang Kim untuk memberitahu dokter Raja dan menangani masalah ini dengan sepantasnya. Tapi sebelum dayang itu pergi, Yang Yesu datang. Gong Bin mempersilahkannya masuk.  Yang Yesu masuk dan dipersilahkan duduk. Yejik mengatakan pada dr. Yang pasti sudah mendengar kalau Hur June telah menipu Raja dan Gong Bin Mama saat dr. Yang ada di luar kamar, jadi Yejik memintanya untuk menangani ini dengan layak.  Dr. Yang mengatakah kalau Bell’s Palsy bukanlah penyakit yang sulit jadi sebetulnya siapapun yang mengobatinya tidak akan menemui kesulitan berarti.  Tapi sekarang ia sangat marah pada hasil yang ia dengar. Hal ini tidak boleh diabaikan jadi ia akan menanganinya dengan tegas. Dr. Yang berseru ke luar kamar dan memberitahu untuk membawa Hur June ke kantor Departemen Medis. Dr. Song segera menarik bangun dan mendorong Hur June pergi. Ye Jin memohon pada Gong Bin untuk mengampuni Hur June. Yejik justru menegur mereka dan memberitahu pada dr. Yang untuk menghukum dua gadis perawat itu karena telah merawatnya dengan kasar dan menipunya. Dr. Yang menyuruh untuk membawa Ye Jin dan So Hyun juga untuk dihukum. Doji tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan Ye Jin.

Hur June dan kedua asistennya dibawa ke halaman kantor departemen medis dan disuruh berlutut di sana. Semua dokter dan perawat Istana mengelilingi mereka bertiga. Dr. Yang datang kemudian duduk di tempatnya.

Dr. Yang: Apa kau tahu dosamu?

Hur June: Aku tahu!

Dr. Yang: Kau tidak akan dapat meloloskan diri walaupun kau mencoba untuk menyangkalnya. (Pada petugas) Persiapkan alatnya!

Petugas: Baik (mereka membawa alat pemotong di hadapan Hur June)

Dr. Kim: Ada contoh sebelumnya untuk menangani orang sepertimu, (pada petugas) Angkat pisaunya!

Petugas: Ya (Ia mengangkat pisau pemotong)

Dr. Yang: Tangan kananlah yang melakukan moxibustion dan akupungtur. Letakkan di atasnya! (Hur June ragu-ragu)

Dr. Kim: Sekarang!

Hur June mengangkat tangan kanannya dan menatapnya sejenak kemudian dengan hati tetap ia meletakkannya ke bawah pisau pemotong. So Hyun gemetaran, Ye Jin segera maju dan menyembah di depan dr. Yang untuk mengampuni Hur June. Dr. Song menegurnya tapi Ye Jin tetap meminta dr. Yang untuk mengampuni Hur June. Doji terkejut melihat Ye Jin sampai melakukan hal seperti ini. Dr.Song menyebutnya sebagai gadis kasar dan disuruh menyingkir lagi. Ye Jin tidak menggubrinya dan tetap saja meminta dr. Yang untuk mengampuni Hur June dan lebih baik ia yang menggantikan Hur June dipotong tangannya. Hur June kaget mendengar permintaan Ye Jin. Ye Jin sambil menangis mengatakan kalau ada dosa yang dr. Hur perbuat… maka itu adalah karena dia hanya merawat pasien dengan sungguh-sungguh dari siang sampai malam. Ye Jin memohon agar dr. Yang mengampuni Hur June. Dr. Kim segera memerintahkan para perawat untuk menyeret pergi Ye Jin, Sehee dan Onji yang melakukannya. Ye Jin meronta-ronta tapi kemudian pingsan dan dibawa pergi oleh para perawat lainnya. Hur June terkejut. So Hyun juga diperintahkan untuk dibawa. So Hyun sangat ketakutan. Hur June merasa bersalah pada So Hyun dan Ye Jin karena telah menyeret mereka pada masalah seperti ini.

Dr. Jung Jak melapor pada Menteri Sung kalau Hur June dibawa ke kantor Departemen Medis dan dengan perintah dari Gong Bin Mama serta peristiwa sebelumnya maka dapat dipastikan kalau mereka akan memotong lengan dr. Hur. Dr. Jung meminta Menteri Sung untuk menolong Hur June. Menteri Sung menghela napas dan mengatakan kalau Hur June tidak dapat menepati janjinya untuk menyembuhkan Yejik, bahkan dirinya pun akan terkena akibatnya karena telah merekomendasikan Hur June, jadi walaupun kejadian ini menyedihkan tapi ia tak dapat berbuat apapun.

Dr. Yang menyuruh untuk melaksanakan hukuman, petugas sudah memegang pisau pemotong dan akan melakukan hukuman setelah ada aba-aba, tapi tiba-tiba terdengar seruan untuk menghentikan hukuman … seseorang berlari ke tempat itu … (kupikir kalau ini adalah penyelamatan Hur June .. tapi … ) ternyata dr. Jung Jak berlari menuju Hur June dan segera mengambil alat pemotong itu, menyingkirkan dari Hur June dan kemudian berbalik menghadap dr. Yang. Dr. Jung bertanya apakah ini satu-satunya cara. Dr. Yang segera bangkit berdiri dan bertanya apa maksud dari dr. Jung ini, seharusnya dr. Jung tahu dengan baik darimana perintah ini berasal jadi mengapa dr. Jung bermaksud menghentikannya dan menegur dr. Jung, yang terhitung sebagai salah satu dokter terbaik,  kalau ia tidak dapat mencampuri urusan ini. Apalagi dirinya sudah mendapatkan persetujuan dari Gong Bin Mama dan juga ini sebagai contoh bagi para dokter dan pejabat medis mengenai prinsip dari Departemen Medis, dr. Jung disuruh minggir. Tapi ada seruan beberapa orang yang mendatangi tempat itu … (lagi-lagi kupikir ini penyelamatan buat Hur June … tapi ….) ternyata rekan-rekan Hur June di Hyemin datang, Kim Man Kyung, Jang Hak Do, dan juga Lee Myung Won menghampiri dr. Yang. Kim Man Kyung mengatakan kalau ia akan memohon pada Gong Bin Mama dan meminta dr. Yang untuk tidak memotong lengan Hur June.

Tapi dr. Yang tidak menggubris semua itu, sambil duduk ia mengatakan kalau ia tidak bisa mengampuni Hur June. Seharusnya seorang dokter bisa dengan mudah menyembuhkan penyakit mudah seperti Bell’s Pasly dalam beberapa hari, tapi Hur June menipu Raja dan sama sekali tidak melakukan perkembangan yang berarti. Karena insiden ini maka Hur June sudah merusak martabat dari para dokter Istana dan juga dirinya. Jadi walaupun bukan perintah dari Gong Bin Mama, ia sendiri tidak akan mengampuni Hur June. Apalagi ada alsan lain ia tak bisa memaafkan Hur June.  Setelah melihat catatan Hur June mengenai teknik pengobatannya yang berkaitan dengan moxibustion, banyak hal yang belum pernah ia lihat maupun dengar. Itu merendahkan pengetahuannya mengenai obat-obatan dan keahlian pengobatan dirinya. Jadi jika saja ia melewatkan ini, bagaimana ia bisa menegakkan prinsip di masa depan. Dilihat dari posisi sebagai seorang dokter yang merawat kesehatan Raja dan keluarga Raja, jika ia tidak menghukum kesombongan dan kecongkakannya maka itu artinya ia tidak melakukan hal yang sesuai dengan perannya sebagai dokter Raja. Dr. Yang menyuruh Kim Man Kyung untuk tidak terlibat dengan perasaan pribadi dan menyingkir dari sana.  Tapi Kim Man Kyung tidak pergi bahkan menceritakan kalau ia bersama dengan Hur June pada malam di hari pertama dari perawatan, dan walaupun perngobatannya sangat unik tapi itu berdasarkan keyakinan yang teguh. Kim Man Kyung meminta agar hukuman berat ini ditunda untuk beberapa hari, memotong lengannya yang dapat mengakhiri prospeknya.  Lee Myung Won dan Jang Hak Do berlutut di depan dr .Yang. Jang Hak Do meminta pengampunan bagi Hur June. Lee Myung Won memohon agar Hur June diberikan waktu untuk beberapa hari saja, jika memang tidak ada perubahan maka Hur June tidak akan dapat lagi menghindari hukuman apapun yang dr. Yang berikan. Dr. Yang menyahut kalau tidak ada sesuatu yang bisa diharapkan walaupun ia memberikan beberapa bulan. Karena pasien mengidap Banwee dan tidak ada keahlian pengobatan seorangpun yang dapat menyembuhkannya. Dengan tegas dr. Yang mengatakan kalau Banwee adalah penyakit mematikan yang tak dapat disembuhkan.

Hur June tidak terima dan segera berseru kalau ada penyembuhan untuk Banwee. Dr. Yang menyatakan kalau tidak ada seorangpun yang sembuh dari penyakit itu, jadi apakah Hur June mau membodohi dirinya. Hur June mengatakan kalau ada bukti bahwa pasien menjadi lebih baik kondisinya. Dr. Yang bertanya bukti apa. Hur June menyebutkan muntah dan berak darah. Setelah memuntahkan darah dan mengeluarkan daging terakhir yang mati, pasien akan sembuh. Semua orang terkejut. Hur June menyatakan kalau ia pernah melihat gurunya mengobati pasien dan memuntahkan daging mati, dengan kedua matanya sendiri. Dan ia melihat kalau pasien itu terbukti menjadi lebih baik kondisinya dari resep yang dibuat oleh gurunya.

Dr. Yang bertanya apakah dasar dari keahlian medis Hur June adalah hanya ajaran dari dr. Yoo Wee Tae, kalau begitu dr. Yang dapat membayangkan kemampuan dari Hur June, karena ia tahu kalau Yoo Wee Tae itu orang yang congkak dan penuh dengan omong kosong. Dan dengan demikian Hur June telah menghina kebanggaan dokter Istana dengan menggunakan metode dari orang desa. Tapi Hur June segera berseru dan meminta maaf kalau ia telah melukai perasaasn dari dr. Yang, yang menjawab kalau terlambat sudah. Tapi Hur June melanjutkan kalau ia mengatakan ini bukan untuk menghindari lengannya dipotong, karena ia dapat menerima semua hukuman yang ditimpakan padanya, tapi Hur June meminta pada dr. Yang untuk menarik kata-katanya yang menyebutkan metode dari gurunya sebagai metode orang desa. Dr. Yang terheran-heran dengan keberanian Hur June. Hur June pantang mundur, ia berseru mengatakan kalau ada cara untuk menyembuhkan Banwee. Tapi dr. Yang bertanya apakah ia berhasil menyembuhkan Yejik? Waktu yang dijanjikan sudah lewat. Tapi Hur June tetap bersikeras kalau ia mempercayai cara pengobatannya. Dr. Yang berkata kalau Hur June tidak mengetahui bentuk dari lambung, bagaimana bisa ia menyembuhkannya. Betapa bodohnya …

Hur June :Aku … aku pernah melihat lambung manusia! (Semua orang sangat terkejut)

Dr. Yang: Kau melihat lambung orang? Apakah itu berarti kau telah membedah tubuh orang? (Hur June ragu-ragu) Katakan padaku! Apakah kau benar-benar telah melihat bentuk dari lambung manusia?

Hur June: Bentuk dari lambung adalah … Jika kau turun 33 cm dari kerongkongan, lambung terletak di tengah-tengah pusar, melingkupi daerah lebih dari 120 cm. Panjang lambung adalah 48 cm, jika dibentangkan lurus maka akan mencapai 78 cm dan ukuran lebarnya 45 cm. Diameternya 15 cm dan lambung dapat menampung 63 liter air dan gandum, dan selalu ada 36 liter makanan dan air simpanan sebanyak 27 liter.  Ketika 63 liter air dan makanan mengisi lambung, seseorang akan merasa kekenyangan. Dan seorang yang sehat akan mengeluarkan 4.5 liter ketika ia membuang hajat sekali sehari. Jadi jika kau tidak makan maupun minum tapi tetap buang hajat, maka 63 liter air dan makanan akan habis dikeluarkan dalam waktu 2 minggu, dan seseorang mati karena tidak ada makanan simpanan dalam perutnya. Ini adalah ciri dari lambung!

Dr. Yang: (tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya) Bagaimana kau bisa mengetahui semua ini?

Hur June: (menangis) Aku membedah jenazah tubuh guruku yang menderita Banwee. (Semua orang lebih terkejut lagi) Dia meninggalkan tubuhnya untukku … dan memberitahuku untuk memahami semua penyebab semua penyakit yang ada di dunia. Dan aku … aku berpikir kalau itu adalah cara satu-satunya supaya guruku dapat hidup untuk selamanya dan memberanikan diri untuk membedah tubuh guruku.

Dr. Kim menegur dr. Yang buat apa mereka mendengarkan semua kebohongan dari Hur June lagi jadi ia akan melakukan hukumannya sekarang. Dr. Yang menganggukkan kepalanya, tapi masih tidak dapat menghilangkan rasa shocknya. Dr. Kim segera memerintahakn untuk melakukan hukuman. Petugas meletakkan kembali alat pemotong di depan Hur June. Semua orang berseru pada dr. Yang ……

Tapi …. tiba-tba ada seseorang berseru untuk menghentikan hukuman… semua orang menoleh melihat sumber suara itu … (kupikir ini adalah penyelamatan Hur June lagi … tapi … ) ternyata seorang kasim berlari dan Ohgun di belakangnya, mendatangi tempat itu dan menyuruh mereka menghentikan hukuman sekarang juga. Ia melihat pada Hur June dan lega karena hukuman belum dilaksanakan kemudian menatap pada dr. Yang sambil mengatakan kalau hukuman harus dihentikan. Dr. Kim bertanya apa maksudnya itu. Kasim itu mengatakan kalau pasien sembuh! Pasiennya sudah sembuh jadi hukuman harus dihentikan! (Hahahahah …. Ternyata seruan ketiga baru benar …. Wasem … heheheeh 😛 hatiku plong bolong kayak permen Polo … 😀 ) dr. Yang masih tidak paham dan bertanya apa maksudnya kalau pasien sembuh. Kasim itu dengan senang hati menjelaskan kalau penyakit dari adik Gong Bin Mama telah sembuh. Dr. Yang kaget. Kim Man Kyung sangat senang dan menatap pada Hur June sambil memanggil namanya …  “Dokter Hur!”. Lee Myung Won dan Jang Hak Doo juga memanggil namanya, “Dokter Hur!” Hur June masih tidak percaya. Ohgun bersidekap dan tersenyum geli. Kasim itu mengajak dr. Hur untuk menemui Raja yang sedang berada di Paviliun Jinsook dan memanggil Hur June.

Hur June: Beritahukan padaku bagaimana ia menjadi sembuh?

Kasim: Setelah kau pergi, pasien yang sangat marah mulai berteriak meminta minuman beralkohol dan tiba-tba saja mulutnya kembali normal.  Gong Bin Mama sangat terkejut, jadi ia menyentuh dan menarik-narik wajah adiknya tapi mulutnya tetap saja normal. (Dr. Yang sudah memahami apa yang terjadi demikian juga dengan dr. Kim, kasim itu tertawa senang) Benjolan di bawah dadanya yang kau katakan sebelumnya sudah tidak terasa lagi.

Hur June: (mulai menangis) Apakah… apakah benar kalau benjolan itu sudah tidak ada lagi di bawah dadanya?

Kasim: Aku sendiri juga sudah merabanya tapi benjolan itu tidak ada lagi. Bahkan Raja sendiri memeriksa demikian juga dengan Gong Bin Mama merabanya tapi di sana sudah tidak ada lagi benjolan!

Hur June menangis, bercampur lega, senang, haru dan juga sedih karena ternyata pengorbanan gurunya terbukti tidak sia-sia … Hur June berhasil untuk pertama kalinya menyembuhkan seorang pasien yang menderita Banwee, yang disebut sebagai penyakit yang tak mungkin bisa disembuhkan! (Andy: air liurnya Hur June beneran sampai netes loh! … bener-bener nangis sungguhan … aku juga nangis … sialan …. Air mata tak terasa meleleh …. Hiks hiks …. L ) dr. Yang tak bisa berkata dan berbuat apapun selain mengawasi langit … Doji memalingkan wajahnya … Hur June menyebut guru berulangkali.  Kasim itu menyuruh Hur June untuk segera pergi ke Paviliun Jinsook Ohgun mengatakan kalau Raja sedang menunggunya sekarang.  Kim Man Kyung mengatakan kalau Hur June seharusnya pergi dan melihat hasil dari pengobatannya dengan matanya sendiri. Hur June mengalihkan pandangannya pada dr. Yang dan bertanya apakah ia boleh pergi…. Apakah sekarang ia boleh pergi…. Dr. Yang tidak menjawabnya, ia bangkit dengan sempoyongan dan melangkah pergi …. Dr. Jung Jak segera menyuruh Hur June untuk pergi menemui Raja. Rekan-rekan Hur June segera membantunya berdiri. Hur June segera melangkah pergi bersama dengan kasim untuk menemui Raja.  Dr. Song, dr. Kim, dan Doji tidak menyangka kalau perkembangannya sungguh di luar dugaan mereka. Dengan ini maka bisa dipastikan kalau Hur June karirnya akan semakin melesat. Mereka bertiga hanya bisa pasrah….

Ohgun menemui Ye Jin dan So Hyun yang ternyata sudah dilepaskan dan tidak menderita apapun. Ye Jin bertanya bagaimana Hur June. Ohgun menjawab kalau dr. Hur berhasil menyembuhkan pasien. So Hyun dan Ye Jin lega dan sangat senang. Ohgun mengatakan kalau hukuman sudah dibatalkan dan Hur June pergi menemui Raja. Ohgun kemudian pergi … So Hyun dan Ye Jin tersenyum senang ….

Hur June menemui Raja dan Gong Bin Mama juga Yejik ada di sana. Raja bertanya asal usul Hur June apa dari Yongchun. Hur June membenarkannya. Raja mengatakan kalau ia akan mengingat nama Hur June. Bahkan walaupun penyakit Yejik tidak sembuh, Raja sudah melihat kalau Hur June bekerja dengan keras, dan berpikir kalau hukuman itu terlalu berat, tapi karena mulutnya sudah kembali normal dan benjolan di bawah dadanya hilang maka Raja sangat berbahagia sekarang.  Menteri Sung terlihat sangat senang. Hur June berterima kasih. “Ketika Tuhan memberikan talenta yang luar biasa, itu artinya harus digunakan untuk kebaikan” jadi Hur June harus seharusnya bekerja lebih giat lagi dan menyelamatkan para pasien dari penderitaan yang disebabkan oleh penyakit.  Gong Bin Mama juga meminta maaf pada Hur June karena telah salah paham pada Hur June dikarenakan ketidaksabaran dari adiknya. Tapi Hur June tidak terlena dengan semua pujian itu, ia justru mengingatkan kalau masih terlalu dini mengira dia telah sembuh sepenuhnya hanya karena wajahnya kembali normal. Sungguh tidak mudah untuk menjaga kesehatan pasien selama waktu pemulihan jadi mereka harus lebih memperhatikannya dengan baik. Gong Bin menyahut kalau mereka akan melakukan seperti yang dikatakan oleh Hur June, sesuai dengan istruksinya. Gong Bin selanjutnya mengatakan kalau adiknya tidak akan melupakan usaha dari Hur June seumur hidupnya.  Kim Yejik mengangguk membenarkan kata-kata kakaknya. Raja tertawa. Ia mendengar kalau Hur June memiliki seorang ibu yang sudah tua, jadi Menteri Sung diperintahkan untuk memberikan hidangan pesta untuk Hur June, dan memberikan libur bagi Hur June yang pasti merasa letih karena telah bekerja demikian keras untuk beberapa hari ini dan menyuruhnya untuk beristirahat. Menteri Sung berterima kasih. Raja juga tidak melupakan orang-orang yang sudah bekerja dengan keras bersama-sama dr. Hur jadi Raja memerintahkan untuk menghidangkan hidangan pesta bagi mereka yang ada di Hyemin maupun Rumah Sakit Istana sebagai ungkapan terima kasih dari Raja. Menteri Sung sekali lagi berterima kasih. Hur June juga sangat senang hatinya, ia memberikan hormat sebagai ucapan terimakasihnya pada Raja.

Banyak makanan pesta dihidangkan di Hyemin, semua orang, dari staf medis di ruang ramuan, para petugas piket, para perawat, dan juga para dokter menikmati hidangan yang disediakan oleh Raja. Terdengar tawa dan gurauan di sana sini.  Dr. Lee Myung Won mengatakan kalau tidak ada yang lebih baik daripada dr. Hur yang demikian ahlinya mengejutkan orang. Jang Hak Do setuju, saat ia mengingat tangan Hur June diletakkan di bawah pisau hukuman, itu membuatnya merinding dan tidak mengerti mengapa Hur June membuat mereka sangat khawatir padahal ia dapat menyembuhkan penyakit itu dengan mudah. Mereka semua tertawa …  Duk Geum sangat senang dengan kerja dari Ye Jin dan So Hyun, Hongchun mengatakan kalau nanti ada hadiah terpisah buat mereka berdua.  Ye Jin dan So Hyun tersenyum senang. Kim Man Kyung melihat duo dokter sirik (dr. Kim Eun-taek dan dr. Song Hak-gyu) sedang melintasi halaman tempat mereka bersantap hidangan Raja. Kim Man Kyung menyapa mereka dan mengatakan kalau ini adalah hidangan dari Raja, apakah mereka tidak mau mencicipinya. Dr. Kim menjawab kalau ia kenyang dan pergi dengan dr. Song. Kim Man Kyung menutupi mulutnya dan tertawa, Jang Hak Do dan yang lainnya tertawa melihat perilaku dari duo dokter sirik itu …..

Haman pergi ke rumah Doji, menemui Dahee dan menyeretnya, menyuruhnya pulang, Nyonya Son datang dan bertanya kemana Dahee mau pergi di tengah-tengah pekerjaannya. Haman menjawab kalau  ada Gong apa gitu … pokonya ia adalah selir Raja. Sukjoong bertanya apakah bukan Gong Bin Mama, Haman merasa itu benar dan mengiyakannya dan mengatakan kalau dr. Hur berhasil menyembuhkan penyakit serius dari adik Gong Bin Mama dan sekarang ada orang yang akan mengantarkah hidangan dari Raja di rumah Dahee. Sukjoong senang dan menyuruh Dahee pulang, Nyonya Son serba salah tapi akhrinya juga mengijinkannya pergi. Haman tidak membuang waktu segera menyeret kembali Dahee. Ketika meilhat keduanya pergi, Nyonya Son mengatakan kalau mereka berdua bereaksi terlalu berlebihan, bukankah Doji pernah mendapatkan minuman dari Istana. Tapi kemudian Nyonya Son teringat, bukankah yang mereka sebutkan tadi Gong Bin Mama adalah selir yang pada siapa Doji bekerja. Sukjoong membenarkannya. Nyonya Son sangat terkejut…

Yangtae dan Ilsuh sudah ada di rumah dan menunggu bersama dengan Ibu Hur June ketika Haman kembali dengan Dahee.  Tak berapa lama  Hur June kemudian datang diikuti oleh Ohgun dan beberapa pegawai Istana membawa kotak-kotak berisikan makanan dari Raja. Hur June menghadapi ibu dan istrinya kemudian memberikan penghormatan besar pada ibunya. Hur June bangun berdiri dan menatap pada ibunya dan Istrinya, ia merasa sangat bahagia …..

Iklan

37 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 44

  1. Mendebarkn & rasa haru baca ljtn sinop ini.. Akhr yg m’ bahagia kn.. Rasa penasaran Q t’ jwb sdh.. Jd..bisa tidur enak mlm ini.. TQ bwt Andy sinop ny y..

    • heeheh … biasanya aku kasih tanda juga koq, kalo habis pasti pas Hur Joon sedang melakukan sesuatu dan kukasih tanda titik-titik di akhir kalimatnya seperti ini ….. 😀

  2. Sama … saya penasaran juga. Nunggu yang 45. Mas Andy….. ayp Dong……
    Kejutan apa lagi ya?….. Saya ingin lihat keluarga Huh Joon menjadi bahagia…
    Gyum udah sekolah apa belum ya ?…..

    • loh episode ini Hur June udah berhasil ngobatin Yejik koq, Dojinya ga isa ngomong lagi, apalagi Hur June membela mati-matian nama baik ayahnya … Doji nya langsung bungkam 1000 bahasa 😀

  3. syukurlah biar tau rasa si doji kasihan huh joon nasibnya susah terus..oke ditunggu episode selanjutnya..mudah2an koh andy sehat terus biar bisa nyelesaikan seluruh episodenya..

  4. lanjutin lg ms andi… penggemr setia sinopsis huhjoon stiap hri buka blog mas andi cuma pengen baca ni sinopsis…

    o.. y.. kalo sabtu n minggu tetep bikin dong mas andi.. soalnya kepikiran terus kalo ndak baca sinopsis ni

  5. selain ada dokter yg menyebalkn ada jg pasien yg super mnyebalkn…br kali ini liat dokter super sabar kyk huh joon….mas andy ada kenalan dokter kyk huh joon gk?

  6. KOH ANDY ….. PERTANYAAN SAYA SUDAH DIJAWAB OLEH ANDYFEBY THANKS YA………………. SAYA TERKESAN ACTINGNYA HUH JOON … ILERNYA BENERAN YA… LUAR BIASA! Ekspressi Dr. Yang juga tak kalah bagus. Wuih .. Gong Bin Mama cantik banget ya…..Perannya juga sebagai Ratu cukup tegas ! Suka…. Raja yang hanya sesekali ditampilkan menambah gambaran wibawa seorang Raja di drama ini. Tentang Dr. Yoo, penulis cerita juga selalu menampilkan ingatan pd tiap episode a.l. dialog ( eps 44 🙂 …. Aku membedah jenazah tubuh guruku yang menderita Banwee…….YANG BELUM MELIHAT EPISODE INI …. PASTI INGIN KILAS BALIK…….. THANKS KOH ANDY…. sehat-sehat Ya …. kami tunggu yang 45……

  7. 45-nya lum nongol-nongol nich ….. apa dianggap selesai yah ……
    Yo wis ta anggap selesai aja yah ….mumpung happy ending …..

  8. Iya nich, please…..45 cepetan dong, hari ini udah 5x buka situs ini blom ada si JOON, penasaran baca sinops, cepet mas andy bisi ga bisa tidur mikirin lanjutannya, he.he.he….

  9. Mas episodeeeee yang 45 Donkkkkkk…………. Please…………… lagi penasaran nie…. kapan masuknya minggu ato sabtu ini……

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s