Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 46

Pada pertemuan dokter Istana, Hur June dinaikkan tingkatnya ke tingkat 7 (Jikjang) atas talenta dan kerja kerasnya selama ini ( Andy: terutama karena telah berhasil menyembuhkan adik ipar Raja). Dr. Yang meminta Hur June agar melakukan yang terbaik sehingga tidak memalukan atasannya. Doji sangat kaget, karena dengan kenaikan tingkat ini, maka Hur June hanya setingkat di bawahnya. (Doji ada di tingkat 6 – Jubu – ). Di lain pihak, semua rekan-rekan Hur June di Hyemin bergembira atas promosi ini. Setelah itu Yoo Doji ditugaskan menjadi dokter yang mengantarkan pesan pribadi ke negara Myung (? – Mungkin Ming / Tiongkok – ?). Doji terkejut, dr. Chung segera bertanya bukankah tugas itu biasanya diberikan pada dokter tingkat Bongsa (tingkat ke-8). Dr. Yang menjawab kalau tidak selalu seperti itu, hal ini sudah diputuskan jadi tidak usah berdebat. Doji bertanya mengapa dr. Yang memperlakukannya dengan begitu kejam.  Dr. Yang segera menyemprotnya, apakah Doji tidak tahu kalau ada rumor memalukan di Istana yang melibatkan Doji. Pikirkan betapa beruntungnya Doji masih boleh tinggal di Rumah Sakit Istana. Doji kaget demikian juga dengan dr. Chung Tae Un, Hur June tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada Doji, ia heran dan menatap Doji .. Doji menundukkan kepalanya shock …

Duo sirik memimpin para dokter Hyemin kembali ke Hyemin.  dr. Song dan dr. Kim bercakap-cakap di tengah perjalanan, dokter yang lain hanya mendengarkan. Dr. Song dengan bersuka hati membicarakan bahwa dr. Yoo yang selalu berjaya tak akan dapat menghindari tugas itu, ia sudah melakukan  kesalahan besar di Paviliun Jinsook, belum lagi affairnya dengan perawat Istana. Dokter Raja memang benar, mengatakan kalau dr. Yoo masih beruntung saat ini. Dr. Song bertanya apakah rumor itu benar, “ Tidak akan ada asap tanpa api” ujar dr. Kim, dan memang ini lebih baik karena dr. Kim tidak senang dengan kenaikan tingkat Doji yang terlalu cepat.

Saat di Hyemin, Hur June diberi ucapan selamat oleh para staf medis dan perawat atas promosinya. Ye Jin juga memberikan selamat. So Hyun mengawasi mereka berdua dengan perasaan galau.

Kantor Hyemin, Rekan-rekan Hur June melihat surat pengangkatan Hur June ke tingkat Jikjang, mereka menggoda Hur June, yang kesal tapi geli dengan tingkah mereka. Hatinya juga senang dengan keakraban yang masih diperlihatkan oleh rekan-rekan dokternya. Terakhir Kim Mangyung menyatakan kalau mereka semua adalah dokter yang tetap harus merawat pasien, apapun tingkat mereka. Rekan-rekan Hur June mau keluar untuk merawat para pasien, Hur June menahan mereka, bertanya mengapa Doji bersikap sedemikian ketika ditugaskan oleh dr. Yang ke negara Myung (Ming/Tiongkok). Menurut Hur June itu adalah hal yang baik karena dengan demikian maka Doji dapat belajar budaya Myung. Kim Mangyung mengatakan kalau Hur June tidak tahu apa-apa. Tugas itu walaupun kelihatannya sangat baik, berkunjung ke luar negeri, menikmati pemandangan baru, tapi begitu ia keluar perbatasan antara Seoul dan Weeju (Uiju), ada jarak 2700 km dari Weeju ke Beijing, tidak ada kuda yang dapat ditunggangi, hanya 30 pasang sandal jerami dan sepatu rami. Seorang dokter yang melakukan perjalanan saat menempuh 2-300 km tidak akan mendapatkan penghormatan, sungguh-sungguh suatu perjalanan yang seperti neraka. Hur June baru mengerti. Kim Mangyung melanjutkan kalau banyak dokter yang akhirnya keluar setelah dipilih untuk menjadi dokter yang akan pergi ke negeri Myung. Tapi reaksi apa yang akan dr. Yoo lakukan, ia tidak tahu.

Doji menegur keras dr. Chung, yang katanya akan menangani masalah ini dengan diam-diam, tapi justru membuat semuanya menjadi skandal yang tersebar luas. Dr. Chung menyahut kalau ia sendiri tidak menyangka akan terjadi seperti ini, kemudian mengusulkan untuk menahan dan membuatnya menghadap pada dokter Raja dan mengatakan kalau semua itu tidak benar, dan bahkan jika perlu mereka bisa saja menghancurkan Sehee sehingga Doji tidak akan diutus sebagai dokter ke Myung.  Doji segera menyuruhnya melakukan itu dengan segera.

Sehee ditangkap oleh para petugas kantor disiplin, Doji dan dr. Chung mengawasinya, Sehee memandang mereka dengan pandangan mata berapi-api penuh dengan dendam. Dr. Chung berujar pada Doji, “Kalau kau menyalahi seorang wanita, dia akan mampu membekukan dirimu walaupun di musim panas” Doji segera memelototinya. Ia gelisah tidak karuan.

Sehee dihadapkan ke hadapan dr. Yang yang menginterogasinya apakah semua rumor itu benar adanya. Sehee menjawab kalau kehormatannya sudah hancur jadi tidak ada yang tertinggal lagi untuk disembunyikan. Duk Geum dan Hongchun saling berpandangan. Dr. Jung Jak bertanya pada dr. Yang apa yang akan ia lakukan pada Sehee. Dr. Yang menyuruh Sehee untuk diturunkan ke Hyemin lagi. Sobi bertanya bukankah mereka harus menghukum Sehee dengan berat karena kelalaiannya dan membawanya ke kantor disiplin. Dr. Yang menjawab kalau ia juga tahu itu, tapi jika mereka melakukannya maka itu akan bisa menjadi bumerang bagi Departemen Medis, karena para pejabat tingkat tinggi tidak boleh tahu akan hal ini. Dr. Yang berujar kalau mereka seharusnya membersihkan debu dan mengikat apa yang longgar. Dr. Yang sekali lagi menyuruh agar Sehee dikirim kembali ke Hyemin dan meminta ganti perawat pada Duk Geum, kemudian dr. Yang teringat sesuatu, ia meminta supaya yang dikirim adalah perawat yang melakukan akupungtur pada insiden sebelumnya. Hongchun menyebutkan nama So Hyun. Dr. Yang setuju memilihnya. Hongchun mengiyakannya.

Dr. Chung Tae Un mengusulkan pada Doji agar menemui para dokter dan pejabat medis senior dan meminta pengampunan. Doji meminta agar dr. Chung  meninggalkanya sendirian, tapi dr. Chungmasih berusaha untuk membujuk sehingga Doji membentaknya untuk keluar dan meninggalkannya sendirian. Dr. Chung kaget dengan sikap Doji. Ia menjadi geram pada Doji. Doji sendirian, mengingat perkataan dr. Yang yang menganggapnya masih beruntung karena diperbolehkan tinggal di Rumah Sakit Istana. Tangannya gemetar menahan rasa kesal dan amarah serta merasa tidak berdaya.

Duk Geum dan Hongchun membawa Sehee kembali ke Hyemin.Para perawat membicarakan Sehee yang kembali tanpa malu ke Hyemin.

Pertemuan perawat, Hongchun menegur Sehee di depan rekan-rekannya karena Hongchun merasa dirinya dan semua perawat di Hyemin dipermalukan dengan perilaku Sehee yang tidak pantas. Duk Geum menyuruh Hongchun untuk berhenti memarahi Sehee karena sebenarnya orang yang paling frustasi dengan semua ini adalah Sehee sendiri dan sebenarnya juga bukan salah dari Sehee sepenuhnya. Memang sudah menjadi kebiasaan buruk para pria di Istana menganggap perawat sama dengan gisaeng.

Sehee merasa tersentuh dengan kehangatan dariDuk Geum,iamenunduk dan menangis. Duk Geum menasihati Sehee untuk sementara bersembunyi dan tidak usah datang ke Hyemin dahulu. Tinggal di rumahnya dan melakukan tugas rutin, maka rumor akan hilang sendirinya dengan berjalannya waktu. Sehee dengan perasaan menyesal meminta maaf karena telah membuat banyak kekacauan. Duk Geum menghiburnya, mengatakan kalau semuanya sudah berakhir jadi Sehee seharusnya menenangkan dirinya sendiri. Duk Geum juga menyatakan kalau posisi Sehee di Istana akan digantikan oleh So Hyun, yang terkejut tapi juga senang. Hongchun memberitahu kalau dr. Yang sendiri yang memilih So Hyun, jadi sekarang adalah kesempatan bagi So Hyun untuk menunjukkan kemampuannya tapi Hongchun menasihatinya untuk tidak terburu-buru.  So Hyun menyahut kalau ia akan mengingatnya. Ye Jin memandang So Hyun, So Hyun memandang Ye Jin, keduanya saling memahami dan tersenyum senang.

Chae Sun menyesal mengapa Ye Jin juga tidak terpilih, padahal Ye Jin khan juga setara dengan So Hyun dalam kemampuan medis. Tapi Ye Jin menjawab kalau ia memang lebih senang merawat pasien di Hyemin. Chae Sun menggodanya, bagaimana ia tidak senang kalau orang yang dicintainya juga ada di tempat yang sama … Ye Jin tersenyum. Tiba-tiba Soo Yeon / Su Yun datang berpapasan dengan mereka. Chae Sun memanggilnya dan bertanya siapa pria tampan yang bersama Su Yun saat mereka baru masuk Hyemin, Su Yun menjawab kalau itu kakaknya, Chae Sun bertanya lagi apa benar dia kakak Su Yun, Su Yun gelagapan .. Chae Sun menegurnya jika tidak mau nasibnya seperti Sehee maka perilaku Su Yun harus dijaga. Su Yun menganggukkan kepalanya. Chae Sun kemudian menyuruhnya untuk pergi membersihkan kamarnya dan Ye Jin, setiap lekukan dan pojokannya. Su Yun mengiyakan dan segera pergi.

Ye Jin menegur Chae Sun karena berlaku keras pada Su Yun, yang sebenarnya berwatak baik. Chae Sun menjawab kalau ia harus menumpahkan kejengkelan pada seseorang, dan juga para perawat senior bersekongkol mengerjainya karena Chae Sun adalah yang termuda sebelum Su Yun datang, jadi Su Yun harus menerima semua yang telah Chae Sun alami sebelum ini. Ye Jin membertahunya kalau Su Yun itu wataknya sangat lembut, dan meminta agar Chae Sun tidak berlaku keras padanya. Chae Sun hanya tersenyum dan menarik Ye Jin pergi…

Doji memberitahu ibunya kalau ia akan pergi sebagai dokter dalam rombongan utusan ke negeri Myung untuk melayani pejabat utusan. Sukjoong sangat senang karena suaminya berperan penting dalam rombongan itu, melayani pejabat yang nantinya akan baik bagi karier Doji. Ibu Doji sangat senang anaknya mendapatkan kesempatan baik ini karena sebelumnya ia mengira kalau Doji akan turun posisinya karena Hur June berhasil menyembuhkan adik Gong Bin Mama. Sungguh sia-sia ia khawatir, tampaknya Hur June memang bukan tandingan sepadan bagi anaknya. Nyonya Oh bertanya kapan Doji akan berangkat, Doji menjawab dalam tiga hari. Nyonya Oh menyahut kalau begitu mereka harus bergegas karena pasti banyak barang yang akan dibutuhkan Doji dalam perjalanannya ke negeri Myung. Sukjoong membenarkannya.

Doji sendirian di kamarnya, mengingat kata-kata dr. Yang pada Hur June saat akan menyerahkan surat promosi, karena talenta dan usaha keras dari Hur June maka Hur June diangkat ke tingkat 7, promosi istimewa ini dikarenakan talenta dari Hur June yang terpercaya, dan Hur June diharapkan supaya melakukan yang terbaik dan tidak mengecewakan mereka yang telah memberi keputusan promosi ini. Kembali ke masa sekarang, Doji menundukkan kepalanya.

Sementara itu, Sukjoong menemui ibu mertuanya untuk meminta ijin menengok ayahnya, karena ayahnya sudah berkali-kali mengunjungi Myung sebagai pejabat utusan, jadi pasti banyak petunjuk yang akan ia bagikan. Nyonya Oh bertanya bukankah ia sedang dalam keadaan pasca melahirkan, Sukjoong menjawab kalau ini sebenarnya untuk suaminya, jadi ini juga adalah tanggungjawabnya. Nyonya Oh merestui tindakannya.  “Dorongan yang kuat dari seorang istri akan menjadikan suaminya seorang yang hebat” Sukjoong mengiyakannya.

Di Hyemin, Hur June sedang mengobati seorang pasien.

Hur June: Ketika lututmu terasa sakit, rebutlah akar aralia dalam air, kemudian minumlah air rebusan itu 3 kali sehabis makan. Araliaceous Epimedium Koreanum juga bisa bekerja dengan baik terhadap gejalanya. Bubuknya diminum dan nantinya sakit pada lututnya akan hilang.

* Akar aralia digunakan utamanya untuk penyakit arthritis dan myalgia.

Araliaceous digunakan untuk luttu yang lemah dan sakit pada otot.

Epimedium koreanum digunakan untuk menguatkan ginjal dan mengurangi nyeri yang timbul mendadak.

Hur June menyuruh pasien itu untuk menunggu resepnya. Hur June menyuruh Ye Jin untuk menangani obat-obatan dalam resepnya dengan hati-hati… Ye Jin mengiyakannya.

Yangtae dan Ilsuh menemui Hur June di Hyemin, memberitahu kalau Ohgun sedang sakit parah.

Hur June segera pergi dengan Yangtae dan Ilsuh ke rumah Ohgun. Hur June bertanya bagaimana sebenarnya sakit dari Ohgun. Ilsuh menjawab kalau Ohgun dari luar tampak baik-baik saja tapi sebenarnya sangat kelelahan, selalu mengerang dan tidak makan apapun. Yangtae menimpali menurut pandangannya, Ohgun menderita penyakit serius yang parah. Lebih kasihan lagi karena Ohgun adalah seorang duda dan tidak ada orang yang merawatnya dan menolak usul Ilsuh untuk membawa Hadong. Ilsuh heran karenanya. Hur June sudah bisa sedikit menebak…

Ohgun sedang berbaring di tempat tidur ketika Ilsuh datang dan berseru kalau mereka mau menemuinya, Ohgun menyahut kalau mereka itu terlalu sering menemuinya. Yangtae masuk dan memberitahunya kalau mereka membawa Hur June. Ohgun terkejut dan berusaha bangun duduk kemudian mengatakan kalau Hur June sudah sangat sibuk jadi seharusnya membiarkan dirinya mati saja dalam kesendirian. Hur June sedikit heran dengan Ohgun, Hur June memeriksa nadi Ohgun dan bertanya apakah Ohgun tidak makan, Ohgun menjawab tidak sedikitpun. Ilsuh bertanya apakah penyakitnya serius, tapi Hur June menjawab kalau denyut nadinya tidak ada masalah. Ohgun mengakuinya, Yangtae terkejut dan bertanya kalau begitu mengapa Ohgun berbaring saja sepanjang hari seakan-akan mau mati. Ohgun menyahut kalau hatinya yang sakit. Yangtae dan Ilsuh tidak mengerti. Ohgun melanjutkan kalau hatinya terluka dengan goresan penuh darah dikarenakan pandangan mata sedingin batu dari wanita, yang ia bersedia mati untuknya. Ilsuh baru sadar dan berseru apakah Ohgun sedang sakit karena cinta, Hur June tersenyum geli. Ohgun melihatnya dan segera berkata apanya yang lucu dari seorang yang sedang sekarat, karena ia percaya kalau ia akan mati dalam beberapa hari lagi.

Ohgun meminta bantuan dari Hur June untuk menyelamatkan dirinya, karena keahlian pengobatannya yang luar biasa akan menyembuhkan penyakit dalam hatinya. Saat Ohgun melihat Hur June diam saja, ia berkata karena Hur June tidak mau, baiklah kalau begitu ia meminta Hur June untuk menyampaikan sayangnya pada Hongchun setelah ia mati, bahwa Lim Ohgun menyintai Hongchun sampai menutup mata. Hur June jadi serba salah …

Hur June pergi ke gudang obat Hyemin, menemui Kim Mangyung yang sedang berbincang-bincang dengan Honchun. Kim melihat kedatangan Hur June dan bertanya apakah kondisi Ohgun parah, Hongchun mendengarnya. Hur June menjawab kalau Ohgun terkena Shin Pyung (Sakit di Hati). Kim bertanya apa yang Hur June maksud Shin Pyung itu sakit cinta? Chae Sun tertawa kecil, Hongchun salah tingkah, para staf medis menahan tawa. Kim melanjutkan perkataannya, ia mendengar kalau seseorang sedang sakit karena cinta, rebuslah sepatu orang yang dicintainya, meminumnya dan orang itu akan menjadi sembuh. Kim Mangyung melirik Hongchun , yang menundukkan kepalanya. Kim kemudian menghadapinya dan berkata kalau Hongchun seharusnya memberikan salah satu sepatunya pada Ohgun. Semua orang tertawa, Hongchun menjadi salah tingkah. Kim mengatakan kalau Hongchun seharusnya tidak menanggapi dengan dingin kasih sayang yang murni dari seorang pria. Semua orang pergi sambil tertawa, tinggal Hongchun, yang mau pergi ke kiri, terhalang Chae Sun, mau pergi ke kanan, terhalang Hur June. Hongchun menjadi serba salah. Saat Hongchun beranjak pergi, Hur June memanggilnya dan dengan perasaan apa boleh buat, Hur June bertindak menjadi mak comblang, mengatakan kalau ia telah mengenal Ohgun lebih dari sepuluh tahun dan Ohgun benar-benar seorang pria yang baik. Hongchun memerah wajahnya dan menyahut kalau Hur June telah benar-benar membuatnya malu. Hongchun segera pergi. Hur June jadi serba salah … wahahahah … tampangnya Hongchun dan Hur June  lucu banget pas adegan-adegan ini 😀

Sukjoong sudah pergi ke rumah ayahnya kemudian kembali dengan segera untuk memberitahukan sesuatu pada ibu mertuanya, bahwa ternyata dokter yang turut dalam rombongan adalah posisi yang paling rendah di Rumah Sakit Istana, yang artinya posisi Doji telah turun. Biasanya tingkat Bongsa ke bawah yang ditugaskan, jadi itu artinya Doji telah diturunkan posisinya (bukan tingkatannya ya!). Nyonya Oh tidak dapat emenerimanya. Sukjoong melanjutkan kalau Doji tidak menunggangi kuda dan melakukan perjalanan itu dengan berjalan kaki. Sakit di dalam perjalanan sudah umum terjadi jadi banyak orang yang akhirnya mengundurkan diri dari posisinya. Nyonya Oh menjadi gelisah tak karuan.

Doji pulang dan Nyonya Oh langsung menemuinya untuk menanyakan sebenarnya apa yang sedang terjadi, apa yang telah dilakukannya sehingga menerima perlakuan seperti ini. Doji tidak mengerti. Nyonya Oh kemudian mengatakan kalau Sukjoong yang memberitahu semuanya, dan mengatakan kalau perjalanan ini seperti neraka.  Doji segera menegur istrinya karena telah mengatakan hal yang tidak benar pada ibu mertuanya. Nyonya Oh menduga kalau Hur June pasti di balik semua ini. Doji membantahnya kalau bukan seperti yang ibunya duga. Doji memarahi Sukjoong yang ia anggap telah melakuakn hal yang ceroboh sehingga membuat ibunya sekarang jadi khawatir. Doji pergi meninggalkan mereka untuk berkemas.

Doji membawa barang-barangnya dan berpamitan pada ibunya. Nyonya Oh dengan air mata meleleh mengatakan kalau ia mendengar perjalanan ini sangatlah berat. Jadi kenapa Doji tidak keluar dari Rumah Sakit Istana saja, tapi Doji mengatakan kalau ia tidak dapat melakukan itu. Karena ia tak bisa menyerah sampai di sini dan akan mendapatkan kembali kepercayaan dari para pejabat jadi Doji menghibur dan meminta ibunya untuk percaya dan menunggu kedatangannya.  Doji berpamitan dan segera pergi.

Doji berpamitan pada dr. Yang, yang tidak memgindahkannya dan menjawab sambil lalu. Doji berusaha menemui Gong Bin Mama untuk berpamit, tapi Gong Bin Mama menolak untuk bertemu dan berseru dari dalam kalau ia sudah mengetahuinya dan meminta Doji untuk segera pergi melakukan tugasnya. Doji hatinya masygul, ia meminta diri pada dayang Kim.

Dr. Chung menemui Hur June dan walaupun sedikit terlambat ia mengucapkan selamat pada Hur June atas promosinya.  Doji datang, dr. Chung segera berpamitan dan mengatakan kalau ia nanti akan ke Hyemin dan mengadakan perjamuan kecil-kecilan bagi Hur June kemudian pergi meninggalkan Hur June dan Doji. Hur June menemui Doji, memberi hormat, kemudian melangkah pergi, tapi Doji memberitahunya kalau ini belum berakhir dan menolak untuk mundur, kemudian Doji pergi.

Dahee berpamitan pada ibu mertua dan Haman untuk pergi bekerja di kediaman Yoo Doji. Ibunya bertanya mengapa Dahee tidak berhenti saja melakukan pekerjaan disana. Haman menimpali sekarang hidupnya sudah meningkat, seharusnya memang berhenti saja darisana. Dahee menjawab kalau Sukjoong sedang dalam masa pemulihan sehabis melahirkan, jadi ia akan terus bekerja disanasampai kesehatan Sukjoong pulih. Dahee pergi.

Dahee sampai di rumah Doji. Hadong menemuinya dan memperingatkannya supaya tidak dekat-dekat dengan kamar Nyonya Oh. Dahee heran.

Hur June dan ketiga rekannya sedang berbincang-bincang di kantor Hyemin ketika petugas tiket datang sambil membawakan sebotol soju. Ketiga rekan Hur June heran melihat Hur June memesan minuman. Apa Hur June ingin bertukar tugas jaga malam dengan sebotol minuman itu. Hur June tersenyum geli dan menyahut kalau ini bukan untuk diminum tapi untuk ritual. Lee Myung Won bertanya ritual untuk siapa. Hur June hanya tersenyum saja.

Hur June bertemu dengan Ye Jin, yang bertanya apakah Hur June sedang dalam perjalanannya, Hur June mengiyakannya, Ye Jin menitipkan salam untuk Nyonya Oh. Hur June menyahut kalau Nyonya Oh mungkin saja tidak enak hati melihatnya, jadi ia bertanya- tanya apakah tidak masalah jika ia datang kesana. Ye Jin menyahut kalau Nyonya Oh tidak akan membuat masalah karena Hur June datang kesanauntuk memperingati kematian dari gurunya yang sudah tiada.  Ye Jin percaya kalau dr. Yoo Wee Tae akan menyambut Hur June disanadari surga. Hur June melanjutkan perjalanannya.

Nyonya Oh ternyata berbaring dalam keadaan sakit, tenggorokannya kehausan dan mau minum, mengambil mangkuk air di dekatnya tapi ternyata kosong. Nyonya Oh memanggil-manggil Hadong, tapi Hadong tidak ada di sekitarsana, justru Dahee yang ada. Nyonya Oh yang tidak mendengar adanya sahutan, dengan tubuh lemas bangkit berdiri dan berjalan keluar ruangan. Dahee memberi salam padanya, Nyonya Oh heran mengapa Dahee ada di sini. Tidakkah suami Dahee sudah cukup menghancurkan keluarganya. Dahee terkejut tidak mengerti maksud perkataan dari Nyonya Oh.

Sementara itu, Hur June sudah sampai di dekat kediaman Doji.  Hansang menemuinya dan bertanya apa yang membawanya kemari. Hur June menjawab kalau ia membawakan minuman untuk melakukan ritual bagi gurunya. Hur June kemudian memberikan botol minuman itu pada Hansang. Hansang menerimanya dan terkejut dan bertanya apakah hari ini adalah hari di mana dr. Yoo Wee Tae meninggal. Hur June heran dan bertanya apakah Hansang tidak mengetahuinya. Hansang menjawab kalau ia tidak tahu dan yakin kalau Nyonya-nya juga tidak tahu. Hur June heran. Hansang berujar kalau sekarangpun keadaan di dalam rumah seperti di kuburan dan mempersilahkan Hur June untuk masuk. Hur June mengiyakannya.

Hansang diikuti dengan Hur June masuk ke dalam, tapi di dalam Hur June melihat istrinya dimaki-maki dan diperlakukan dengan kasar oleh Nyonya Oh. Nyonnya Oh sambil mencengkeram baju Dahee dan menariknya kesana kemari, berteriak marah menyatakan kalau suami Dahee selalu menghalangi di setiap langkah anaknya, dan karena Dahee dan suaminya maka sekarang anaknya harus  pergi ke negeri Myung. Sukjoong, Hadong, dan Yuwol segera berusaha menarik Nyonya Oh yang mencengkeram baju Dahee. Nyonya Oh kemudian menarik kepala Dahee dan menunduk-nundukkan Dahee dengan kasar. Hur June melihat semua itu. Sukjoong akhirnya berhasil melepaskan Dahee dari ibu mertuanya dan memerintahkan Yuwol untuk membawa Dahee keluar. Dahee dipapah oleh Yuwol. Di belakangnya Nyonya Oh berteriak mengatakan kalau kedua suami istri, Dahee dan Hur June, adalah pembawa sial baginya dan betapa mereka tidak berterima kasih.

Dahee dan Yuwol terkejut, mereka baru menyadari kalau Hur June ada di dekat pintu. Nyonya Oh juga melihat Hur June, ia memaki dan mengusir Hur June dari rumahnya. Hur June menghampiri istrinya yang terlihat kusut dan memeluknya dengan hati marah. Nyonya Oh berteriak karena Hur June maka anaknya putus hubungan dengan ayahnya, sekarang Hur June pergi keSeouldan menghalangi setiap langkah karir dari anaknya. Setelah apa yang ia lakukan bagi mereka yang miskin, bagaimana semua ini bisa terjadi. Hur June sedang membimbing istrinya keluar saat mendengar itu, ia berbalik dan mau membalas semua hinaan ini tapi kemudian Hur June menahan dirinya.

Hur June dan istrinya pulang dengan wajah kusut.  Haman menemui mereka, ia menyapa Hur June tapi Hur June lewat saja dengan wajah garang, Haman merinding kemudian ia bertanya pada Dahee apa yang terjadi, tapi Dahee juga lewat saja tanpa menjawabnya.  Haman keheranan dengan sikap keduanya.

Malamnya, Hur June bertanya pada Dahee mulai kapan ia melakukan pekerjaan kasar disana. Dahee dengan sedikit takut-takut menjawab kalau sudah ada dua bulan. Hur June menahan amarahnya dan bertanya mengapa Dahee tidak memberitahu dirinya. Dahee tidak bisa menjawabnya. Hur June memerintahkannya untuk tidak pernah menapakkan kaki ke rumah itu lagi.  Dahee menangis. Hur June menyalahkan dirinya sendiri, semua ini karena adalah kesalahan Hur June sendiri. Ia menyadari kalau sebagai kepala rumah tangga, ia telah mengecewakan Dahee. Tapi Hur June tidak tahan dengan cara Dahee diperlakukan disana.  Hur June sungguh tidak dapat menerimanya, Dahee telah diperlakukan sedemikian rupa karena dirinya.

Hur June keluar dari kamar. Ia mengingat perkataan Doji, yang menyatakan kalau semua ini belum berakhir dan ia tak akan mundur.  Kemudian mengingat perlakuan Nyonya Oh pada istrinya, dan juga makian darinya yang memaki mereka berdua sebagai pembawa sial bagi masa depan Doji. Karena Dahee dan suaminya maka anaknya sekarang harus pergi ke negara Myung.

Suara hati Hur June: Kumohon ampuni aku, Guru. Muridmu yang tidak berbakti bahkan tidak bisa melayanimu dengan minuman yang layak. Hal yang kulakukan untuk keluargamu hanyalah melukai mereka. Apa yang harus kulakukan? Apa yang bisa kulakukan?

Dahee di kamar hanya bisa menangis dan bersedih, menyesali semua yang telah terjadi …

Hyemin, Su Yun sedang melayani para pasien. Duk Geum dan Chae Sun mendatanginya. Duk Geum bertanya bagaimana keadaan Su Yun. Kemudian Duk Geum mengatakan kalau untuk pertama memang terasa berat, tapi dengan berjalannya waktu semuanya akan membaik. Chae Sun menyahut kalau ia memperhatikan Su Yun dengan khusus dan mengajari Su Yun apa yang seharunya Su Yun ketahui, jadi Chae Sun meminta Duk Geum untuk tidak cemas lagi. Duk Geum heran dan bertanya apa Chae Sun bisa mengajar. Su Yun tersenyum geli. Chae Sun tertawa salah tingkah dan mengatakan kalau ia mengajar tentang obat-obatan dan tata krama yang harus dipunyai oleh perawat.  Duk Geum menegurnya kalau sekarang Chae Sun belum ada di posisi itu, seharusnya Chae Sun mengurus dirinya sendiri dulu. Tapi kemudian Duk Geum dengan tersenyum geli mengijinkan Chae Sun untuk mengajari Su Yun berbagai hal. Duk Geum pergi.

Chae Sun segera menyuruh Su Yun untuk mengikutinya. Chae Sun membawa Su Yun ke tempat sepi. Chae Sun kemudian memberitahu kalau perawat memang harus terbiasa dengan obat-obatan, tapi Chae Sun menyarankan kalau Su Yun harus jago dalam hal memijat dan menari. Chae Sun akan mengajari Su Yun cara memijat, tapi Su Yun sekarang harus belajar menari. Chae Sun menyuruh Su Yun memperhatikan caranya menari karena ia yang terbaik dari antara para perawat. Su Yun merasa aneh. Chae Sun mengeluarkan sapu tangan dan kemudian mulai menari. Setelah beberapa gerakan, Chae Sun menyuruh Su Yun untuk menirukannya. Su Yun merasa serba salah, ia kemudian dengan terpaksa mengikuti gerakan Chae Sun. Chae Sun merasa kalau gerakan Su Yun sama sekali tidak lentur jadi ia menyuruh Su Yun untuk lebih memparhatikan caranya menari, seperti seekor kupu-kupu … Tiba-tiba Hongchun dan Ye Jin datang. Hongchun menegur Chae Sun apa yang sedang ia lakukan. Chae Sun menjawab kalau ia sedang mengajari Su Yun cara menari. Honchun heran dan bertanya untuk apa. Chae Sun menjawab kalau Su Yun cepat atau lambat akan dipanggil untuk mengikuti pesta, jadi ia mengajari satu-dua gerakan…. Ye Jin tersenyum geli, Hongchun segera menegur Chae Sun dan meminta Ye Jin agar mengambil alih untuk membimbing Su Yun. Hongchun menyuruh Chae Sun untuk ikut padanya.

Hongchun dan Chae Sun bertemu dengan Ohgun, Ohgun mau menyapa Honchun tapi suaranya tak bisa keluar, Hongchun salah tingkah tapi ia kemudian tersenyum dan segera pergi, Chae Sun tertawa geli. Ohgun memanggil Chae Sun dan bertanya apa ia sedang bermimpi karena Hongchun berlaku cukup baik padanya sejauh ini. Chae Sun menyuruh untuk segera mengambil kesempatan in. Chae Sun sungguh tidak mengerti apa yang bagus pada Hongchun sehingga Ohgun bisa jatuh sakit karena cinta, padahal Hongchun itu pahit dan masam. Hongchun yang selama perbincangan mereka di kejauhan berseru pada Chae Sun mengapa ia begitu lama. Chae Sun segera pergi meninggalkan Ohgun dan menyusul Hongchun yang sudah melangkah pergi lebih dahulu. Ohgun memandangi mereka berdua sambil bergumam, apanya yang pahit dan masam, padahal ia begitu manis dan sedap dipandang.

Yangtae sedang melakukan gerakan-gerakan aneh di depan tokonya diikuti oleh beberapa orang, Ilsuh dan Haman yang melihatnya dari jauh sangat heran dan bertanya-tanya apa yang sedang Yangtae lakukan. Haman menyahut kalau Yangtae mungkin saja sedang berlatih untuk menguruskan badannya.

Gerakan-gerakan yang dilakukan Yangtae ternyata dari Ahn Kwang Ik yang sedang melakukan gerakan-gerakan senam (Andy: Yang kumaksud senam di sini adalah gerakan-gerakan yang bertujuan untuk melancarkan peredaran darah dan menyehatkan tubuh sehingga dapat mencegah berbagai penyakit muncul)  dan diikuti oleh banyak orang, baik tua muda, pria maupun wanita dari kalangan rakyat jelata. Beberapa orang petugas melihat kumpulan orang-orang itu yang melakukan gerakan-gerakan aneh.

Menteri Jung menemui Menteri Sung dan memberitahu kalau ada peristiwa aneh di luar Istana, ada orang sinting yang mengajari rakyat gerakan-gerakan aneh dan meluas penyebarannya sama seperti api. Menteri Sung berpandangan dengan Pejabat Penanggung Jawab Rumah Sakit Kerajaan.

Sukjoong membawakan ramuan obat bagi ibu mertuanya dan memanggil dari luar kamar. Tapi beberapa kali ia memanggil tidak ada jawaban, sehingga Sukjoong yang merasa cemas segera masuk untuk melihat keadaan dari Nyonya Oh. Sukjoong terkejut melihat keadaan dari Nyonya Oh dan segera menghampirinya, saat itu ia melihat ada darah di tempat tidur di bagian bawah tubuh Nyonya Oh, Sukjoong lebih terkejut lagi. Sukjoong kebingungan dan berseru memanggil Hadong dan Yuwol, yang datang kemudian. Mereka berdua terkejut melihat kondisi Nyonya Oh. Sukjoong segera menyuruh keduanya untuk memberitahu Hansang untuk memanggil dokter secepatnya. Yuwol dan Hadong mengiyakan dan segera keluar untuk mencari Hansang.

Beberapa waktu kemudian, Sukjoong merawat ibu mertuanya. Hansang datang bersama seorang dokter, yang segera masuk ke dalam kamar untuk memeriksa keadaan Nyonya Oh. Sukjoong mengamatnya dari belakang. Dokter itu berulangkali menggelengkan kepalanya saat memeriksa nadi dari Nyonya Oh.

Saat dokter itu mau pergi Sukjoong bertanya padanya apa yang sebenarnya terjadi. Dokter itu menjawab kalau ia tidak tahu penyebabnya dan berpamitan. Sukjoong menyuruh Hansang untuk ke Istana dan menemui Dr. Chung, teman dekat suaminya dan memberitahu betapa serius keadaan ibu mertuanya. Hansang mengiyakannya.

Hansang menunggu di depan pintu gerbang, Dr. Chung menemuinya dan bertanya ada apa. Hansang memberitahunya kalau ibu Yoo Doji sedang dalam kondisi yang serius jadi ia memohon agar dr. Chung menengok dan memeriksanya. Dr. Chung meminta maaf tapi ia tidak bisa menjenguknya karena sangat sibuk dan tidak ada waktu, tapi kalau ada waktu luang ia akan segera datang kesana. Dr. Chung segera pergi.

Hansang kembali ke kediaman Doji dan memberitahu Sukjoong, yang gelisah, mengenai jawaban dari dr. Chung. Sukjoong bergumam bagaimana situasinya menjadi buruk saat suaminya tidak ada di rumah. Ia bertanya bagaimana mereka bisa melalui situasi ini. Yuwol memberanikan diri untuk bertanya mengapa mereka tidak meminta pada dr. Hur. Sukjoong tertegun dan kemudian menyahut kalau itu sangat bagus jika ia mau datang, tapi setelah apa yang dilakukan ibu mertuanya pada mereka Sukjoong tidak yakin lagi. Hadong menimpali kalau sekarang sudah tidak ada jalan lain. Sukjoong memikirkannya.

Ohgun dengan senang menyeret Hur June dan menyebut Hur June sebagai dokter yang sangat jenius karena sekarang Hongchun perilakunya berubah 180 derajat menjadi seperti bunga yang mekar. Tiba-tiba Ohgun melihat Hansang melewati tempat mereka tanpa menyadari kehadiran Ohgun dan Hur June. Ohgun memanggil Hansang dan bertanya ada keperluan apa ia datang ke Hyemin. Hansang menoleh dan tertegun melihat Hur June. Hur June sendiri heran dengan kedatangan Hansang.

Haman memberitahu keadaan dari Nyonya Oh pada ibu Hur June dan Dahee, kalau ia mengeluarkan berliter-liter darah bahkan dokter yang dipanggil untuk memeriksa pun tidak tahu apa yang sedang terjadi pada Nyonya Oh. Ibu Hur June dan istrinya sangat terperanjat. Nyonya Son bertanya apa yang Doji lakukan sehingga tidak mengetahui kondisi ibunya. Haman memberitahu kalau Doji sedang ditugaskan melayani pejabat yang diutus ke Myung. Haman merasa kalau sekarang keadilan sedang ditegakkan untuk semua hal-hal pahit yang telah ia lakukan pada keluarga Hur June.  Nyonya Son segera menegur Haman untuk menjaga perkataannya karena bisa saja ibu Doji “pergi” sewaktu-waktu. Tiba-tiba terdengar suara Hur June memanggil nama anaknya. Dahee segera pergi keluar menemui Hur June.

Malam harinya, Dahee sedang menjahit sedangkan Hur June membaca buku medis. Dahee menatap Hur June kemudian memberanikan diri untuk memberitahu kondisi ibu Doji yang sakit parah. Hur June menyahut kalau ia juga sudah mendengarnya. Dahee menyarankannya untuk menjenguk dan melihat keadaan Nyonya Oh. Hur June bimbang.  Dahee memanggilnya, Hur June menyatakan kalau ia tidak menyukai usul dari Dahee. Dahee terdiam. Hur June mengingat saat ia melihat sendiri istrinya diperlakukan dengan kasar oleh Nyonya Oh baru-baru ini.

Sukjoong merawat ibu mertuanya dengan penuh perhatian … ia sangat masygul…

Hur June mondar-mandir di halaman rumahnya kemudian berhenti dan berdiri terpekur menatap ke arah luar rumah.  Dahee mau keluar dan melihatnya sehingga kembali masuk.

Keesokan paginya, Dahee membantu suaminya berpakaian. Hur June mau keluar tapi sebelum ia membuka pintu, ia berbalik dan mengatakan pada istrinya kalau ia mau pergi ke rumah Doji. Jika Hur June memikirkan apa yang telah Nyonya Oh lakukan pada Dahee dan dirinya, Hur June tidak mau menginjakkan kakinya kembali di rumah itu. Tapi ia mengubah pikirannya karena ingin sedikit mengembalikan budi yang ia terima dari gurunya. Paling tidak ini adalah hal yang bisa ia lakukan bagi gurunya.  Dahee mengetahui isi hati suaminya dan mendukungnya.

Hur June sebelum ke Hyemin mampir dulu ke kediaman Doji. Hansang sangat senang melihat kedatangan Hur June dan berseru pada nyonya mudanya, Sukjoong kalau dr. Hur datang. Sukjoong menghampirinya dan memberi hormat, ia sangat senang dan menghargai kedatangan dari Hur June. Sukjoong kemudian mempersilahkannya untuk masuk. Hur June masuk ke kamar Nyonya Oh. Nyonya Oh sedang tidur, Hur June dan Sukjoong  duduk di dekatnya. Sukjoong mengatakan kalau ibu mertuanya masih mengalami pendarahan. Hur June kemudian segera memeriksa nadi dari Nyonya Oh. Nyonya Oh terbangun dan samar-samar ia melihat Hur June, saat ia benar-benar jelas melihat kalau itu benar-benar adalah Hur June, Nyonya Oh segera bangun duduk dan memaki Hur June dan mengusirnya pergi. Hur June serba salah dan tidak tahu harus berbuat apa …..

26 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 46

  1. Koh Andy…….jaga kesehatan. Saran saya sebaiknya tidak ditampilkan dulu sebagian …( penasaran deh jadinya ) ….. sebaiknya secara utuh saja. Jangan tepengaruh pada fans lain untuk mempercepat terbitnya sinopsis tersebut. Lumayan khan kalau sehari sebelum penayangan di LBS kita sudah baca ……….? Bagaimana pendapat teman-teman yang lain ?

    휴식 축하합니다. 항상 건강

    • Kita ibaratkan Koh Andy posisinya sama dengan Bapaknya Sukjoong yang piawai menerjemah utk urusan Sastera Istana…. jadi harus memohon supaya kesehatannya dijaga dan selalu relax. Dengan begitu Koh Andy tidak memasukkan sinopsisnya ke blog sepotong sepotong ….. Para teman dan Fans ……… Enak khan kalau full ? Iya khan ?……Koh Andy juga puas kalau sinopsisnya ramai dikomentari ……….. Haiyya……………….

      • wahauahuhauahuahu …. koq tahu aja … ahahahah …. ga seperti itu koq, aku bukannya mau sepotong-sepotong, tapi karena tidak tega .. ya udah deh kalau ga mau sepotong-sepotong ntar kukasih full deh 😀

    • Kepalanya juga keras…. ( ? )
      dan Hatinya seperti batu….
      semua keras termasuk kata-katanya….
      pedesss……. lebih pedes dari lombok terpedas
      yang ada di Hanyang ………

    • Sharing …….
      Kalau membaca utuh paragraf kedua…. yang dimaksud
      kelihatannya adalah Do Ji ….. Yoo adalah nama marga.
      Karena dalam paragraf ini ada disebut Dr. Yoo ( …. dan dr. Yoo
      We Tae sudah meninggal ) maka konteksnya adalah Dr. Yoo Do Ji.
      Dr. Yoo = Do Ji ( sekali lagi hanya dalam konteks paragraf ini ).
      ( kalau kebetulan terlihat Koh Andy …. mungkin beliau akan meluruskan
      kalau penjelasan ini keliru ….. )

      • Penjelasan alika benar koq 😀 ini penjelasanku ya

        Kalo orang2 Istana nyebutin dr. Yoo = Yoo Do Ji, kalo dulu sebelum Yoo Wee Tae mati, dr. Yoo = Yoo Wee Tae. .

  2. Apapun bolehlah, mw sepotong, 2 potong, 3 ptg ato full, seikhlasnya koh andy aja dah…koq ngatur ya? Hahaha., coba alikamart ada sambil mijitin koh andy…dijamin full kuadrat dah…he

    • Mas Fans ada ada aja ………..
      Inilah kelebihan blog Hur June …… semua seperti gayung bersambut
      Ramai dan meriah …………………… Salut buat Koh Andy ……………

  3. Iya, setuju, makasih kang udah ada lanjutannya lagi. Tp kang andy tega, td mlm sampe tengah mlm dicari2 ga ada, ga taunya lg kerja buka hp eh ada, yg komen dah banyak jd aku ketinggalan info deh. Dit4 kerjaku udah dibilangin sm dokternya ada cerita bagus tg dr, buat inspirasi……kang, yg eps awalnya kapan mo dibuat? Trus klimaks ceritanya kapan? kenapa? jwb dong kang, da bageur, he.he.he…

    • episode awal sehabis namatin huh joon, biar ga kepikiran kesusul ama lbs 😀 … makasih buat saran, kritik, dan dukungan semuanya 😀 kayaknya aku rada bisa ngebut nih mulai hari ini, soalnya udah selesai usaha kue kering buat lebarannya…. jadi waktu lowongku rada banyakan dikit dari hari2 sebelumnya 😀

  4. Trims kang, dua jempol buat kerja kerasnya bikin sinops, selamat juga krn bikin kuenya dah beres, kami nunggu lanjutannya JOON….

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s