Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 47

Hur June sebelum ke Hyemin mampir dulu ke kediaman Doji. Hansang sangat senang melihat kedatangan Hur June dan berseru pada nyonya mudanya, Sukjoong kalau dr. Hur datang. Sukjoong menghampirinya dan memberi hormat, ia sangat senang dan menghargai kedatangan dari Hur June. Sukjoong kemudian mempersilahkannya untuk masuk. Hur June masuk ke kamar Nyonya Oh. Nyonya Oh sedang tidur, Hur June dan Sukjoong  duduk di dekatnya. Sukjoong mengatakan kalau ibu mertuanya masih mengalami pendarahan.

Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] 47 - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hur June kemudian segera memeriksa nadi dari Nyonya Oh. Nyonya Oh terbangun dan samar-samar ia melihat Hur June, saat ia benar-benar jelas melihat kalau itu benar-benar adalah Hur June, Nyonya Oh segera bangun duduk dan memaki Hur June dan mengusirnya pergi. Hur June serba salah dan tidak tahu harus berbuat apa ….. Tiba-tiba Nyonya Oh jatuh pingsan, Sukjoong terkejut dan memanggil-manggilnya.

Hur June menunggu di luar kamar, Yuwol, Hadong dan Hansang hanya bisa mengawasinya saja. Mereka merasa kalau Nyonya nya memang keterlaluan.  Dahee datang ke kediaman Doji dan mendengar semua perkataan dari Nyonya Oh yang menyalahkan Hur June atas penyakitnya ini dan tidak mau diobati oleh Hur June.

Sukjoong di dalam kamar berusaha menenangkan ibu mertuanya. Nyonya Oh masih melanjutkan apakah ia harus meneteskan air mata terima kasih. Ia tahu tujuan hina dari Hur June, yang datang menemuinya karena tidak sabar untuk melihat kemusnahan keluarganya. Bukankah ini yang diinginkan oleh Hur June, yang telah membalas kebaikan dengan kejahatan. Sukjoong berusaha menjelaskan kalau dr. Hur datang untuk memeriksa penyakitnya. Nyonya Oh tidak mau mendengar penjelasan menantunya dan tetap saja tidak mau bertemu dengan Hur June atau kalau tidak ia sendiri akan membunuh dirinya sendiri. Apakah Sukjoong tidak menyadari kalau Hur June lah yang membawa semua siksaan dan kehancuran ke dalam keluarga mereka. Nyonya Oh kembali berteriak pada Hur June yang menunggu di luar kamar untuk segera pergi karena ia tak mau melihat Hur June.

Sukjoong keluar dan menyuruh Hadong dan Yuwol untuk memasakkan air hangat dan diantarkan pada ibu mertuanya. Sukjoong kemudian menghampiri Hur June dan berkata kalau ia tidak bisa mengucapkan sepatah katapun untuk meminta maaf pada Hur June.  Dan pasti ini adalah keputusan yang sulit yang pernah diambil oleh Hur June. Sukjoong berjanji kalau ia akan membujuk ibu mertuanya agar tenang. Tapi Hur June sendiri merasa kalau tidak ada yang ia bisa lakukan untuk sementara ini jadi ia memberitahu kalau sebaiknya dirinya pergi dulu. Sukjoong dan Dahee terkejut. Hur June yakin kalau mereka berdua sudah mendengar apa yang dikatakan oleh Nyonya Oh, tapi Dahee meminta suaminya untuk melakukan ini karena Hur June sudah melakukan langkah yang besar  Tiba-tiba terdengar seruan di dalam kamar, Yuwol keluar dan memberitahu kalau Nyonya Oh pingsan dan mengalami pendarahan lagi. Dahee segera meminta suaminya agar memeriksa Nyonya Oh.  Sukjoong meminta dengan pandangan memohon…

Hur June memeriksa kondisi Nyonya Oh, Dahee dan Sukjoong mengawaninya. Sukjoong sangat cemas dengan kesehatan ibu mertuanya, ia berharap-harap agar Hur June menemukan sumber penyakitnya.

Hur June: Dia menderita Hyul Boong. Hal ini disebabkan karena demam tinggi, penggumpalan darah atau kerja berlebihan. Darah keluar dari bagian penting karena lemahnya  PV dan CV.  Gejala seperti ini biasanya dihasilkan karena duka yang mendalam, Porak yang kacau, energi ginjal yang terluka, dan sensasi lemas juga menyerang pembuluh darah.

Hyul Boong [Metrrorhagia] adalah pendarahan dari rahim bukan karena menstruasi.

PV dan CV adalah meridian yang berkaitan dengan organ kelamin wanita.

Porak adalah denyut nadi pelan yang ada di uterus

Sukjoong: Apakah dia bisa disembuhkan?

Hur June: 3 – 4 hari ke depan adalah waktu yang sangat menentukan. Untuk saat ini pendarahan telah berhenti tapi itu hanya untuk sementara saja. Dan jika masih berlanjut kendatipun mendapatkan pengobatan, hidupnya mungkin tidak dapat dipulihkan.

Sukjoong dan Dahee terkejut.

Sukjoong: Lalu apa yang harus kita lakukan?

Hur June: … (ragu-ragu)

Sukjoong: Dokter Hur …

Hur June: Jika kemarahannya dibangkitkan dan terkumpul, setiap energi di dalam tubuhnya akan terlukai. Mengistirahatkan tubuh dan pikiran adalah hal yang sangat penting bagi pasien. Tapi jika aku mengobatinya, maka gejala penyakitnya pasti akan memburuk.

Sukjoong: Semua dokter yang memiliki reputasi menggelengkan kepala mereka. Kaulah satu-satunya orang yang dapat menyelamatkannya.

Hur June: … (bingung)

Sukjoong: Dokter Hur, kumohon tolonglah dirinya.

Hur June: ….

Ye Jin sedang membaca buku medis di kamarnya. Chae Sun datang sambil berlari, menyuruh Ye Jin untuk segera bersiap keluar. Ye Jin terheran-heran dan bertanya ada kejadian apa, tapi Chae Sun menyuruhnya bersiap dulu baru ia akan mengatakannya pada Ye Jin.

Gaegeum dan perawat lainnya mau berangkat, tapi Chae Sun segera menyeret Gaegeum dan meminta agar membawa dirinya dan Ye Jin bersama dengan Gaegeum.  Gaegeum bertanya tidakkah Chae Sun melihat siapa saja yang pergi. Chae Sun merengek, Gaeguem merasa apa boleh buat dan membatalkan 2 orang rekannya, tapi setelah disogok oleh Chae Sun dengan kantung parfum.  Ye Jin tidak mengerti apa sebenarnya yang sedang Chae Sun lakukan sampai sebegitunya ingin ikut Gaegeum. Gaegeum menyuruh mereka berdua untuk mengikutinya. Chae Sun segera menyeret Ye Jin.

Para perawat keluar Istana dikawal oleh pengawal.  Ye Jin curiga dan bertanya pada Chae Sun kemana mereka akan pergi, apakah mereka akan menangkap kriminal wanita lagi. Chae Sun menyahut bagaimana ia bisa melibatkan Ye Jin dalam perkara buruk seperti itu lagi. Chae Sun menjamin kalau tugas yang sekarang ini akan membawa kesenangan pada mereka karena ini adalah hal terbaik menjadi seorang perawat di Hyemin.

Mereka ternyata mendatangi sebuah acara pernikahan. Seorang pria menghampiri mereka dan bertanya apa yang bisa ia bantu. Kepala pengawal menjawab kalau ini adalah pemeriksaansuratpernikahan. Pria itu segera memberitahu nyonya rumah kalau ada pemeriksaan surat pernikahan dari pihak kepolisian.

Chae Sun melihat pengantin wanita sedang memberi hormat, ia berujar kalau sangat iri pada pengantin itu. Ye Jin bertanya apa maksud dari pemeriksaan surat pernikahan.  Chae Sun menjawab kalau ini adalah salah satu tugas dari perawat Hyemin. Tanggal pernikahan diberitahukan pada polisi jadi para perawat kemudian datang untuk mengamati dan memeriksa dengan teliti. Bahkan orang kaya pun merendahkan diri mereka di hadapan para perawat.

Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Para perawat memeriksa barang-barang pesalin. Chae Sun menemukan kain Sara dan Neungdan. Chae Sun bertanya pada nyonya rumah apakah ia tidak tahu kalau sutra mewah seperti itu dilarang untuk dijadikan barang-barang pesalin. Nyonya rumah terkejut dan menyahut kalau semua orang juga membeli sutra itu. Tapi Chae Sun tetap bersikeras kalau itu dilarang. Dan juga beberapa barang dibuat dengan ornamen dari emas, perak dan juga permata. Bahkan tali topi dibuat dari koral dan batu amber bening cerah. Chae Sun dengan garangnya mengatakan kalau semuanya itu dilarang. Nyonya rumah itu serba salah dan meminta pada para perawat agar menahan kasus ini demi dirinya. Gaegeum menyahut kalau mereka akan mengurus ini. Chae Sun menegur Gaegeum apakah ia tidak mendengarkan perkataannya sendiri.  Memaafkan perbuatan seperti itu akan menyebabkan mereka sendiri yang dicambuk, mereka harus melaporkannya pada biro polisi. Nyonya rumah itu meminta waktu sebentar untuk berdiskusi dengan keluarganya.

Gaegeum bertanya pada Chae Sun apakah Chae Sun tidak terlalu keras, ia sudah pernah melakukan hal seperti ini, tapi belum pernah melihat orang semacam Chae Sun.  Chae Sun segera menyahut kalau mereka ini ditakdirkan untuk bekerja di Hyemin, jadi mengapa mereka tidak boleh memiliki sedikit kekuasaan saja. Beri mereka cubitan keras atau nantinya mereka  hanya akan menertawakan para perawat. Pokoknya hari ini adalah hari bagi mereka. Nyonya rumah datang dengan membawa hidangan mewah bagi para perawat. Nyonya rumah kemudian meminta bicara berdua saja dengan Chae Sun.

Nyonya rumah membawa Chae Sun ke tempat sepi dan memberikan sebuah kantung padanya. Chae Sun bertanya apa isinya, Nyonya rumah menyuruhnya untuk melihat sendiri isi kantung itu, Chae Sun segera membuka dan melihat isinya, yang ternyata perhiasan mahal.

Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Nyonya rumah memintahnya untuk menutup mulut sebagai imbalan ia memberikan benda itu pada Chae Sun. Chae Sun sangat senang dan menerimanya.

Chae Sun kembali ke rekan-rekannya yang sedang menikmati hidangan. Gaegeum bertanya dari mana saja Chae Sun, yang dijawab kalau tidak ada yang penting jadi tidak usah merasa terganggu. Gaegeum curiga tapi tidak memperpanjang masalah. Mereka makan dengan kenyang.

Para perawat kembali ke Istana dengan hati sedikit gembira, terutama Chae Sun. Tiba-tiba Ye Jin melihat Hansang lewat di depan mereka dengan terburu-buru. Ye Jin heran, kemudian karena penasaran ia meminta ijin pada Gaegeum kalau ada tempat yang mau ia kunjungi sebentar saja. Gaegeum mengijinkannya.

Ye Jin pergi ke kediaman Doji untuk melihat apa sebenarnya yang terjadi. Saat ia masuk ke dalam, Yuwol melihatnya dan berseru memanggil namanya. Sukjoong baru pertama kali ini bertemu dengan Ye Jin, yang dulu selalu disebut oleh suaminya. Yuwol memperkenalkan Ye Jin sebagai asisten dari dr. Hur di Sanum. Ye Jin membungkuk hormat padanya yang dibalas oleh Sukjoong. Ye Jin mendengar kalau Nyonya Oh sakit dan bertanya bagaimana kondisinya sekarang. Hansang menjawab kalau dr. Hur sudah datang untuk melakukan pengobatan.

Ye Jin menemui Hur June yang sangat senang dengan kehadiran Ye Jin. Hur June memberitahu kalau Nyonya Oh akan menentang semua tindakannya untuk merawat diri Nyonya Oh, padahal pengobatan harus dilakukan secepatnya. Tapi bagaimana ia bisa melakukannya. Ye Jin sebenarnya juga ingin merawatnya tapi Nyonya Oh juga sama saja tidak akan senang bertemu dengan Ye Jin.

Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Ye Jin kemudian mengusulkan bagaimana kalau mereka meminta pertolongan pada petugas farmasi Istana, karena ia terkenal sebagai perawat yang spesialisasinya menangani penyakit yang diderita kaum wanita. Tidak ada salahnya jika Hur June menemuinya, nasehatnya nanti pasti berguna.

Petugas farmasi Istana itu ternyata Hongchun, Hur June menemuinya dan memberitahu kondisi dari Nyonya Oh. Hongchun menjawab kalau Hyul Boong adalah penyakit yang ganas. Nyonya Oh bisa selamat hanya jika ia memutuskan untuk menerima perawatan. Duk Geum menyahut kalau mereka memang sudah seharusnya mengulurkan tangan mereka pada ibu dr. Yoo.  Tapi Duk Geum heran mengapa Hur June tidak merawat pasien itu sendiri. Hur June menjawab kalau keadaanlah yang tidak mengijinkannya untuk melakukan hal itu. Hongchun akhirnya menawarkan diri untuk membantu Hur June dan meminta ijin pada Duk Geum. Duk Geum mengijinkannya. Hur June sangat lega.

Saat mereka di luar ruangan, Hur June sangat berterima kasih karena Hongchun bersedia membantu dirinya. Hongchun justru yang merasa bersyukur karena Hur June menghargai kemampuannya. Hur June mau memberitahu Hongchun alasan mengapa ia tidak bisa mengobati pasien sendiri tapi ragu-ragu, Hongchun menyahut kalau Hur June tidak harus memberitahunya kecuali kalau Hur June berlega hati melakukannya. “Dalam merawat pasien tidaklah penting untuk mengetahui latar belakangnya.” Ujar Hongchun.   Hur June lega.

Chae Sun pergi ke gudang obat menemui Sanghwa yang sedang bekerja menjaga api untuk merebus ramuan, dan memberikan kotak makanan padanya. Chae Sun kemudian segera pergi. Sanghwa bingung. Chae Sun keluar dengan dada berdegup kencang. Ia bergumam kalau tidak pernah sebelumnya ia merasakan hal seperti ini. Saat itu Su Yun melewatinya, Chae Sun heran kemudian mengikutinya. Su Yun masuk ke gudang dan menemui Sanghwa. Sanghwa bertanya apa ia sudah makan siang, Su Yun menjawab belum karena saking banyaknya pasien yang datang. Sanghwa mengajaknya makan bersama dan membuka kotak bekal yang diberikan oleh Chae Sun, Su Yun senang melihat isinya yang kelihatan begitu enak.

Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Mereka berdua makan dengan senang dan lahap. Chae Sun masuk dan melihat keduanya makan dari kotak bekal pemberiannya dan kelihatannya mesra. Chae Sun sangat kesal dan marah. Ia segera keluar dan bersumpah kalau Su Yun akan membayar untuk semua ini.

Ohgun tiba-tiba datang menemui Chae Sun.  Ohgun memujinya sebagai sekuntum bunga cantik yang mulai berkembang. Chae Sun berpura-pura membuang muka. Ohgun bertanya apakah Hongchun bertanya-tanya tentang Ohgun. Chae Sun yang lagi kesal hatinya menjawab dengan ketus kalau tidak pernah. Ohgun sedikit tersinggung tapi tetap bertanya apa Chae Sun tahu di mana dr. Hur. Chae Sun semakin kesal dan berseru bagaimana ia bisa tahu, kemudian pergi secepatnya meninggalkan Ohgun yang kebingungan.  Ohgun jengkel dengan kelakuan Chae Sun dan mengatakan kalau seharusnya semua bunga yang cantik harus dibersihkan, atau mereka hanya ada bunga-bunga yang cantik dan tidak yang lain. Ohgun pergi mencari Hur June.

Hur June menarik Ohgun ke tempat sepi.

Hur June mengatakan kalau dirinya membutuhkan Excrementum, Wu Ji San, fang feng, dan schizonepeta. Koo (Ilsuh) pasti telah mendapatkan obat-obatan dengan kualitas bagus, tapi yang terutama adalah hasil pilihan dari Ohgun yang diperlukan.  Ohgun menyahut kalau keahlian dirinya tidak diragukan lagi memang dipastikan yang terbaik di dunia (dalam hal memilih bahan obat terbaik), tapi karena hinaan mereka (keluarga Doji) padanya maka sulit diharapkan kalau keahliannya bisa berfungsi dengan baik. Ohgun bahkan menyebut Hur June keterlaluan baik sifatnya. Apakah Nyonya Oh dan Doji layak mendapatkan dedikasi dari Hur June setelah apa yang mereka lakukan selama ini pada Hur June. Tapi Ohgun sangat menghormati Hur June sehingga ia akan melakukannya demi Hur June.

Hur June menemani Hongchun mendatangi kediaman Doji dan menemui Sukjong. Hur June mengenalkan Hongchun sebagai perawat yang akan membantunya mengobati ibu mertua Sukjoong. Hongchun memperkenalkan dirinya. Hadong terkejut saat mendengar namanya. Hur June dan Hongchun kemudian mengikut Sukjoong masuk ke dalam rumah. Hadong mengawasi dan menyebut Hongchun sebagai perempuan jahat. Yuwol membantahnya dan mengatakan kalau Hongchun terlihat cantik dan anggun. Hadong segera menyemprot Yuwol, apanya yang cantik, lihat saja betapa besarnya tahi lalat di wajahnya, dan masih berani mencoba menarik perhatian Ohgun. Hadong pergi. Yuwol bergumam kalau Hongchun memang terlihat cantik di matanya.

Hur June memberitahu Sukjoong kalau Hongchun yang akan maju memeriksa dan merawat Nyonya Oh, tapi Hongchun akan menyampaikan semua kondisi dan gejala, dan berdasarkan itu, Hur June akan memberikan resep obatnya. Ini adalah satu-satunya tindakan terakhir yang dapat ia lakukan. Hur June juga memuji Hongchun sebagai perawat yang ahli dalam penyakit wanita dan dalam keahliannya itu posisinya hanya setingkat di bawah para dokter. (Andy: dengan kata lain Hongchun itu keahliannya sama dengan dokter, hanya saja karena ia wanita jadi tidak boleh melebihi tingkat dokter). Hur June meminta Sukjoong agar meyakinkan ibu mertuanya mengenai hal ini. Karena penyakit pasien harus ditangani dengan tepat, Hur June berjanji akan datang segera setelah tugasnya di Hyemin selesai dan memeriksa kondisi pasien. Sukjoong sangat berterima kasih dan merasa tidak enak karena telah menyusahkan Hur June dan Hongchun. Sukjoong sungguh-sungguh menghargai bantuan mereka.

Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hongchun segera bertindak, ia memeriksa nadi Nyonya Oh. Nyonya Oh melihatnya dan tetap tenang karena melihat kalau yang memeriksanya bukan Hur June.

Hongchun melaporkan hasil pemeriksaannya, yang seperti telah disebutkan oleh Hur June, darah yang keluar berwarna ungu gelap, dan bagian bawah perutnya terasa sakit. Hur June menyahut kalau itu berarti penggumpalan darah adalah akar dari penyakit Nyonya Oh. Dan dikarenakan situasi mereka tidak mengijinkan untuk memakai jarum, Hur June meminta agar Hongchun membuat 2-3 pak ramuan sebelum mempersiapkan moxibustion. Hongchun mengiyakannya dan bertanya apakah Hur June sudah mendapatkan bahan-bahan obatnya. Hur June menjawab kalau akan segera disiapkan.

Hongchun sedang mengipasi api untuk merebus ramuan. Hadong mengambil sesuatu di daerah itu, saat melihat Hongchun ia menahan rasa cemburu dan kesal di hatinya.

Malamnya, Sukjoong sedang di luar, merasa tubuhnya lemas dan kepalanya pusing. Sukjoong mendengar suara orang di pintu gerbang dan menoleh, ia melihat dr. Hur sedang memikul air dari luar dan dituangkan ke dalam guci penampungan. Sukjoong sangat terkejut dan merasa heran tapi ia sangat respek pada tindakan Hur June, yang belum pernah ia lihat pada dokter lain, bahkan tidak juga suaminya.

Hur June sebelum ke Hyemin mampir dulu ke kediaman Doji. Hansang sangat senang melihat kedatangan Hur June dan berseru pada nyonya mudanya, Sukjoong kalau dr. Hur datang. Sukjoong menghampirinya dan memberi hormat, ia sangat senang dan menghargai kedatangan dari Hur June. Sukjoong kemudian mempersilahkannya untuk masuk. Hur June masuk ke kamar Nyonya Oh. Nyonya Oh sedang tidur, Hur June dan Sukjoong  duduk di dekatnya. Sukjoong mengatakan kalau ibu mertuanya masih mengalami pendarahan. Hur June kemudian segera memeriksa nadi dari Nyonya Oh. Nyonya Oh terbangun dan samar-samar ia melihat Hur June, saat ia benar-benar jelas melihat kalau itu benar-benar adalah Hur June, Nyonya Oh segera bangun duduk dan memaki Hur June dan mengusirnya pergi. Hur June serba salah dan tidak tahu harus berbuat apa ….. Tiba-tiba Nyonya Oh jatuh pingsan, Sukjoong terkejut dan memanggil-manggilnya.   Hur June menunggu di luar kamar, Yuwol, Hadong dan Hansang hanya bisa mengawasinya saja. Mereka merasa kalau Nyonya nya memang keterlaluan.  Dahee datang ke kediaman Doji dan mendengar semua perkataan dari Nyonya Oh yang menyalahkan Hur June atas penyakitnya ini dan tidak mau diobati oleh Hur June.  Sukjoong di dalam kamar berusaha menenangkan ibu mertuanya. Nyonya Oh masih melanjutkan apakah ia harus meneteskan air mata terima kasih. Ia tahu tujuan hina dari Hur June, yang datang menemuinya karena tidak sabar untuk melihat kemusnahan keluarganya. Bukankah ini yang diinginkan oleh Hur June, yang telah membalas kebaikan dengan kejahatan. Sukjoong berusaha menjelaskan kalau dr. Hur datang untuk memeriksa penyakitnya. Nyonya Oh tidak mau mendengar penjelasan menantunya dan tetap saja tidak mau bertemu dengan Hur June atau kalau tidak ia sendiri akan membunuh dirinya sendiri. Apakah Sukjoong tidak menyadari kalau Hur June lah yang membawa semua siksaan dan kehancuran ke dalam keluarga mereka. Nyonya Oh kembali berteriak pada Hur June yang menunggu di luar kamar untuk segera pergi karena ia tak mau melihat Hur June.   Sukjoong keluar dan menyuruh Hadong dan Yuwol untuk memasakkan air hangat dan diantarkan pada ibu mertuanya. Sukjoong kemudian menghampiri Hur June dan berkata kalau ia tidak bisa mengucapkan sepatah katapun untuk meminta maaf pada Hur June.  Dan pasti ini adalah keputusan yang sulit yang pernah diambil oleh Hur June. Sukjoong berjanji kalau ia akan membujuk ibu mertuanya agar tenang. Tapi Hur June sendiri merasa kalau tidak ada yang ia bisa lakukan untuk sementara ini jadi ia memberitahu kalau sebaiknya dirinya pergi dulu. Sukjoong dan Dahee terkejut. Hur June yakin kalau mereka berdua sudah mendengar apa yang dikatakan oleh Nyonya Oh, tapi Dahee meminta suaminya untuk melakukan ini karena Hur June sudah melakukan langkah yang besar  Tiba-tiba terdengar seruan di dalam kamar, Yuwol keluar dan memberitahu kalau Nyonya Oh pingsan dan mengalami pendarahan lagi. Dahee segera meminta suaminya agar memeriksa Nyonya Oh.  Sukjoong meminta dengan pandangan memohon…  Hur June memeriksa kondisi Nyonya Oh, Dahee dan Sukjoong mengawaninya. Sukjoong sangat cemas dengan kesehatan ibu mertuanya, ia berharap-harap agar Hur June menemukan sumber penyakitnya.   Hur June: Dia menderita Hyul Boong. Hal ini disebabkan karena demam tinggi, penggumpalan darah atau kerja berlebihan. Darah keluar dari bagian penting karena lemahnya  PV dan CV.  Gejala seperti ini biasanya dihasilkan karena duka yang mendalam, Porak yang kacau, energi ginjal yang terluka, dan sensasi lemas juga menyerang pembuluh darah.  * Hyul Boong [Metrrorhagia] adalah pendarahan dari rahim bukan karena menstruasi.   * PV dan CV adalah meridian yang berkaitan dengan organ kelamin wanita.   * Porak adalah denyut nadi pelan yang ada di uterus  Sukjoong: Apakah dia bisa disembuhkan?  Hur June: 3 – 4 hari ke depan adalah waktu yang sangat menentukan. Untuk saat ini pendarahan telah berhenti tapi itu hanya untuk sementara saja. Dan jika masih berlanjut kendatipun mendapatkan pengobatan, hidupnya mungkin tidak dapat dipulihkan.   Sukjoong dan Dahee terkejut.  Sukjoong: Lalu apa yang harus kita lakukan?   Hur June: … (ragu-ragu)  Sukjoong: Dokter Hur …   Hur June: Jika kemarahannya dibangkitkan dan terkumpul, setiap energi di dalam tubuhnya akan terlukai. Mengistirahatkan tubuh dan pikiran adalah hal yang sangat penting bagi pasien. Tapi jika aku mengobatinya, maka gejala penyakitnya pasti akan memburuk.   Sukjoong: Semua dokter yang memiliki reputasi menggelengkan kepala mereka. Kaulah satu-satunya orang yang dapat menyelamatkannya.   Hur June: … (bingung)  Sukjoong: Dokter Hur, kumohon tolonglah dirinya.  Hur June: ….   Ye Jin sedang membaca buku medis di kamarnya. Chae Sun datang sambil berlari, menyuruh Ye Jin untuk segera bersiap keluar. Ye Jin terheran-heran dan bertanya ada kejadian apa, tapi Chae Sun menyuruhnya bersiap dulu baru ia akan mengatakannya pada Ye Jin.   Gaegeum dan perawat lainnya mau berangkat, tapi Chae Sun segera menyeret Gaegeum dan meminta agar membawa dirinya dan Ye Jin bersama dengan Gaegeum.  Gaegeum bertanya tidakkah Chae Sun melihat siapa saja yang pergi. Chae Sun merengek, Gaeguem merasa apa boleh buat dan membatalkan 2 orang rekannya, tapi setelah disogok oleh Chae Sun dengan kantung parfum.  Ye Jin tidak mengerti apa sebenarnya yang sedang Chae Sun lakukan sampai sebegitunya ingin ikut Gaegeum. Gaegeum menyuruh mereka berdua untuk mengikutinya. Chae Sun segera menyeret Ye Jin.  Para perawat keluar Istana dikawal oleh pengawal.  Ye Jin curiga dan bertanya pada Chae Sun kemana mereka akan pergi, apakah mereka akan menangkap kriminal wanita lagi. Chae Sun menyahut bagaimana ia bisa melibatkan Ye Jin dalam perkara buruk seperti itu lagi. Chae Sun menjamin kalau tugas yang sekarang ini akan membawa kesenangan pada mereka karena ini adalah hal terbaik menjadi seorang perawat di Hyemin.   Mereka ternyata mendatangi sebuah acara pernikahan. Seorang pria menghampiri mereka dan bertanya apa yang bisa ia bantu. Kepala pengawal menjawab kalau ini adalah pemeriksaan surat pernikahan. Pria itu segera memberitahu nyonya rumah kalau ada pemeriksaan surat pernikahan dari pihak kepolisian.    Chae Sun melihat pengantin wanita sedang memberi hormat, ia berujar kalau sangat iri pada pengantin itu. Ye Jin bertanya apa maksud dari pemeriksaan surat pernikahan.  Chae Sun menjawab kalau ini adalah salah satu tugas dari perawat Hyemin. Tanggal pernikahan diberitahukan pada polisi jadi para perawat kemudian datang untuk mengamati dan memeriksa dengan teliti. Bahkan orang kaya pun merendahkan diri mereka di hadapan para perawat.   Para perawat memeriksa barang-barang pesalin. Chae Sun menemukan kain Sara dan Neungdan dan bertanya pada nyonya rumah apakah ia tidak tahu kalau sutra mewah seperti itu dilarang untuk dijadikan barang-barang pesalin. Nyonya rumah terkejut dan menyahut kalau semua orang juga membeli sutra itu. Tapi Chae Sun tetap bersikeras kalau itu dilarang. Dan juga beberapa barang dibuat dengan ornamen dari emas, perak dan juga permata. Bahkan tali topi dibuat dari koral dan batu amber bening cerah. Chae Sun dengan garangnya mengatakan kalau semuanya itu dilarang. Nyonya rumah itu serba salah dan meminta buburaya para perawat menahan kasus ini demi dirinya. Gaegeum menyahut kalau mereka akan mengurus ini. Chae Sun menegur Gaegeum apakah ia tidak mendengarkan perkataannya sendiri.  Memaafkan perbuatan seperti itu akan menyebabkan mereka sendiri yang dicambuk, mereka harus melaporkannya pada biro polisi. Nyonya rumah itu meminta waktu sebentar untuk berdiskusi dengan keluarganya.   Gaegeum bertanya pada Chae Sun apakah ia tidak terlalu keras, ia sudah pernah melakukan hal seperti ini, tapi belum pernah melihat orang macam Chae Sun.  Chae Sun segera menyahut kalau mereka ini ditakdirkan untuk bekerja di Hyemin, jadi mengapa mereka tidak boleh memiliki sedikit kekuasaan saja. Beri mereka cubitan keras atau mereka hanya akan menertawakan para perawat. Pokoknya hari ini adalah hari bagi mereka. Nyonya rumah datang dengan membawa hidangan mewah bagi para perawat. Nyonya rumah kemudian meminta bicara berdua saja dengan Chae Sun. Nyonya rumah membawa Chae Sun ke tempat sepi dan memberikan sebuah kantung padanya. Chae Sun bertanya apa isinya, Nyonya rumah menyuruhnya untuk melihat sendiri isi kantung itu, Chae Sun segera membuka dan melihat isinya, yang ternyata perhiasan mahal. Nyonya rumah memintahnya untuk menutup mulut sebagai imbalan ia memberikan benda itu pada Chae Sun. Chae Sun sangat senang dan menerimanya.  Chae Sun kembali ke rekan-rekannya yang sedang menikmati hidangan. Gaegeum bertanya dari mana saja Chae Sun, yang dijawab kalau tidak ada yang penting jadi tidak usah merasa terganggu. Gaegeum curiga tapi tidak memperpanjang masalah. Mereka makan dengan kenyang.  Para perawat kembali ke Istana dengan hati sedikit gembira, terutama Chae Sun. Tiba-tiba Ye Jin melihat Hansang lewat di depan mereka dengan terburu-buru. Ye Jin heran, kemudian karena penasaran ia meminta ijin pada Gaegeum kalau ada tempat yang mau ia kunjungi sebentar saja. Gaegeum mengijinkannya.   Ye Jin pergi ke kediaman Doji untuk melihat apa sebenarnya yang terjadi. Saat ia masuk ke dalam, Yuwol melihatnya dan berseru memanggil namanya. Sukjoong baru pertama kali ini bertemu dengan Ye Jin, yang dulu selalu disebut oleh suaminya. Yuwol memperkenalkan Ye Jin sebagai asisten dari dr. Hur di Sanum. Ye Jin membungkuk hormat padanya yang dibalas oleh Sukjoong. Ye Jin mendengar kalau Nyonya Oh sakit dan bertanya bagaimana kondisinya sekarang. Hansang menjawab kalau dr. Hur sudah datang untuk melakukan pengobatan.   Ye Jin menemui Hur June yang sangat senang dengan kehadiran Ye Jin. Hur June memberitahu kalau Nyonya Oh akan menentang semua tindakannya untuk merawat diri Nyonya Oh, padahal pengobatan harus dilakukan secepatnya. Tapi bagaimana ia bisa melakukannya. Ye Jin sebenarnya juga ingin merawatnya tapi Nyonya Oh juga sama saja tidak akan senang bertemu dengan Ye Jin. Ye Jin kemudian mengusulkan bagaimana kalau mereka meminta pertolongan pada petugas farmasi Istana, karena ia terkenal sebagai perawat yang spesialisasinya menagani penyakit yang diderita kaum wanita. Tidak ada salahnya jika Hur June menemuinya, nasehatnya nanti pasti berguna.   Petugas farmasi Istana itu ternyata Hongchun, Hur June menemuinya dan memberitahu kondisi dari Nyonya Oh. Hongchun menjawab kalau Hyul Boong adalah penyakit yang ganas. Nyonya Oh bisa selamat hanya jika ia memutuskan untuk menerima perawatan. Duk Geum menyahut kalau mereka memang sudah seharusnya mengulurkan tangan mereka pada ibu dr. Yoo.  Tapi Duk Geum heran mengapa Hur June tidak merawat pasien itu sendiri. Hur June menjawab kalau keadaanlah yang tidak mengijinkannya untuk melakukan hal itu. Hongchun akhirnya menawarkan diri untuk membantu Hur June dan meminta ijin pada Duk Geum. Duk Geum mengijinkannya. Hur June sangat lega.  Saat mereka di luar ruangan, Hur June sangat berterima kasih karena Hongchun bersedia membantu dirinya. Hongchun justru yang merasa bersyukur karena Hur June menghargai kemampuannya. Hur June mau memberitahu Hongchun alasan mengapa ia tidak bisa mengobati pasien sendiri tapi ragu-ragu, Hongchun menyahut kalau Hur June tidak harus memberitahunya kecuali kalau Hur June berlega hati melakukannya. “Dalam merawat pasien tidaklah penting untuk mengetahui latar belakangnya.” Ujar Hongchun.   Hur June lega.  Chae Sun pergi ke gudang obat menemui Sanghwa yang sedang bekerja menjaga api untuk merebus ramuan, dan memberikan kotak makanan padanya. Chae Sun kemudian segera pergi. Sanghwa bingung. Chae Sun keluar dengan dada berdegup kencang. Ia bergumam kalau tidak pernah sebelumnya ia merasakan hal seperti ini. Saat itu Su Yun melewatinya, Chae Sun heran kemudian mengikutinya. Su Yun masuk ke gudang dan menemui Sanghwa. Sanghwa bertanya apa ia sudah makan siang, Su Yun menjawab belum karena saking banyaknya pasien yang datang. Sanghwa mengajaknya makan bersama dan membuka kotak bekal yang diberikan oleh Chae Sun, Su Yun senang melihat isinya yang kelihatan begitu enak. Mereka berdua makan dengan senang dan lahap. Chae Sun masuk dan melihat keduanya makan dari kotak bekal pemberiannya dan kelihatannya mesra. Chae Sun sangat kesal dan marah. Ia segera keluar dan bersumpah kalau Su Yun akan membayar untuk semua ini.  Ohgun tiba-tiba datang menemui Chae Sun.  Ohgun memujinya sebagai sekuntum bunga cantik yang mulai berkembang. Chae Sun berpura-pura membuang muka. Ohgun bertanya apakah Hongchun bertanya-tanya tentang Ohgun. Chae Sun yang lagi kesal hatinya menjawab dengan ketus kalau tidak pernah. Ohgun sedikit tersinggung tapi tetap bertanya apa Chae Sun tahu di mana dr. Hur. Chae Sun semakin kesal dan berseru bagaimana ia bisa tahu, kemudian pergi secepatnya meninggalkan Ohgun yang kebingungan.  Ohgun jengkel dengan kelakuan Chae Sun dan mengatakan kalau seharusnya semua bunga yang cantik harus dibersihkan, atau mereka hanya ada bunga-bunga yang cantik dan tidak yang lain. Ohgun pergi mencari Hur June.  Hur June menarik Ohgun ke tempat sepi.  Hur June: Aku membutuhkan Excrementum, Wu JI San, fang feng, dan schizonepeta. Koo (Ilsuh) pasti telah mendapatkan obat-obatan dengan kualitas bagus, tapi yang terutama adalah hasil pilihan dari Ohgun yang diperlukan.  Ohgun menyahut kalau keahlian dirinya tidak diragukan lagi memang dipastikan yang terbaik di dunia (dalam hal memilih bahan obat terbaik), tapi karena hinaan mereka (keluarga Doji) padanya maka sulit diharapkan kalau keahliannya bisa berfungsi dengan baik. Ohgun bahkan menyebut Hur June keterlaluan baik sifatnya. Apakah Nyonya Oh dan Doji layak mendapatkan dedikasi dari Hur June setelah apa yang mereka lakukan selama ini pada Hur June. Tapi Ohgun sangat menghormati Hur June sehingga ia akan melakukannya demi Hur June.  Hur June menemani Hongchun mendatangi kediaman Doji dan menemui Sukjong. Hur June mengenalkan Hongchun sebagai perawat yang akan membantunya mengobati ibu mertua Sukjojong. Hongchun memperkenalkan dirinya. Hadong terkejut saat mendengar namanya. Hur June dan Hongchun kemudian mengikut Sukjoong masuk ke dalam rumah. Hadong mengawasi dan menyebut Hongchun sebagai perempuan jahat. Yuwol membantahnya dan mengatakan kalau Hongchun terlihat cantik dan anggun. Hadong segera menyemprot Yuwol, apanya yang cantik, lihat saja betapa besarnya tahi lalat di wajahnya, dan masih berani mencoba menarik perhatian Ohgun. Hadong pergi. Yuwol bergumam kalau Hongchun memang terlihat cantik di matanya.   Hur June memberitahu Sukjoong kalau Hongchun yang akan maju memeriksa dan merawat Nyonya Oh, tapi Hongchun akan menyampaikan semua kondisi dan gejala, dan berdasarkan itu, Hur June akan memberikan resep obatnya. Ini adalah satu-satunya tindakan terakhir yang dapat ia lakukan. Hur June juga memuji Hongchun sebagai perawat yang ahli dalam penyakit wanita dan dalam keahliannya itu posisinya hanya setingkat di bawah para dokter. (Andy: dengan kata lain Hongchun itu keahliannya sama dengan dokter, hanya saja karena ia wanita jadi tidak boleh melebihi tingkat dokter). Hur June meminta Sukjoong agar meyakinkan ibu mertuanya mengenai hal ini. Karena penyakit pasien harus ditangani dengan tepat, Hur June berjanji akan datang segera setelah tugasnya di Hyemin selesai dan memeriksa kondisi pasien. Sukjoong sangat berterima kasih dan merasa tidak enak karena telah menyusahkan Hur June dan Hongchun. Sukjoong sungguh-sungguh menghargai bantuan mereka.   Hongchun segera bertindak, ia memeriksa nadi Nyonya Oh. Nyonya Oh melihatnya dan tetap tenang karena melihat kalau yang memeriksanya bukan Hur June.   Hongchun melaporkan hasil pemeriksaannya, yang seperti telah disebutkan oleh Hur June, darah yang keluar berwarna ungu gelap, dan bagian bawah perutnya terasa sakit. Hur June menyahut kalau itu berarti penggumpalan darah adalah akar dari penyakit Nyonya Oh. Dan dikarenakan situasi mereka tidak mengijinkan untuk memakai jarum, Hur June meminta agar Hongchun membuat 2-3 pak ramuan sebelum mempersiapkan moxibustion. Hongchun mengiyakannya dan bertanya apakah Hur June sudah mendapatkan bahan-bahan obatnya. Hur June menjawab kalau akan segera disiapkan.  Hongchun sedang mengipasi api untuk merebus ramuan. Hadon mengambil sesuatu di daerah itu, saat melihat Hongchun ia menahan rasa cemburu dan kesal di hatinya.  Malamnya, Sukjoong sedang di luar, merasa tubuhnya lemas dan kepalanya pusing. Sukjoong mendengar suara orang di pintu gerbang dan menoleh, ia melihat dr. Hur sedang memikul air dari luar dan dituangkan ke dalam guci penampungan. Sukjoong sangat terkejut dan merasa heran tapi ia sangat respek pada tindakan Hur June, yang belum pernah ia lihat pada dokter lain, bahkan tidak juga suaminya.   Hongchun baru datang di kediaman Doji, ia bertemu dengan Yuwol, dan menanyakan kabar dari Nyonya Oh, Yuwol menjawab kalau hari ini sudah tidak mengalami pendarahan. Tiba-tiba Sukjoong, yang sedang memgang baki berisi mangkuk ramuan, jatuh pingsan, Hongchun dan Yuwol melihatnya dan terperanjat.   Sukjoong dibaringkan di kamarnya, Hur June datang dan bersama-sama dengan Hongchun memeriksa Sukjoong. Hur June mengatakan kalau Sukjoong bekerja keras sampai sakit. Hongchun juga berpikir sama, karena ia melihat kalau Sukjoong hanya sedikit beristirahat untuk beberapa malam ini. Hadong datang membawakan ramuan, Hongchun memintanya tapi Hadong tidak menggubris  Hongchun dan memberikannya pada Hur June. Hongchun merasa aneh dan mengawasinya sampai ia keluar ruangan. Hadong sendiri sebelum keluar melihat Hongchun dan melengos saat tahu Hongchun menatapnya. Hongchun tidak ambil pusing.  Hongchun menemui Nyonya Oh sedangkan. Hadong membawakan ramuan. Nyonya Oh duduk dan bertanya dengan heran pada Hadong mengapa Sukjoong tidak datang. Hadong menjawab kalau Sukjoong jatuh pingsan. Hongchun kaget karena Hadong memberitahu Nyonya Oh, yang bertanya apa maksudnya jatuh pingsan. Hadong melanjutkan kalau Sukjoong jatuh sakit untuk waktu yang lama karena telah bekerja siang dan malam untuk merawat Nyonya Oh. Nyonya Oh menjadi gelisah dan cemas, ia menatap pada Hongchun. Hongchun segera menenangkan Nyonya Oh kalau bukan penyakit yang serius, dengan istirahat yang cukup maka Sukjoong akan pulih kembali. Hadong membantah kalau Sukjoong tidak akan pulih dengan begitu mudahnya jadi pasti itu serius. Hongchun segera memelototinya. Nyonya Oh bertanya siapa yang merawat cucunya. Hadong menjawab Yuwol yang melakukannya. Nyonya Oh bergumam anak yang malang, Apa yang telah mereka lakukan sehingga pantas menerima semua ini. Doji dihukum pengasingan, dirinya menderita penyakit jahat ini, dan sekarang bahkan Sukjoong juga. Hongchun berusaha menenangkan Nyonya Oh karena jika ia cemas maka tidak baik bagi kesehatannya. Nyonya Oh mengeluh kalau ia sebaiknya mati saja sehingga terlepas dari semua kesengsaraan ini. Ribuan dosa yang telah ia perbuat di kehidupan sebelumnya sekarang menengadahkan mukanya untuk menyiksa makhluk kecil, Oh Dewi Maha Pengasih (- Dewi Kwan Im - ).  Hur June di luar kamar membawa bungkusan ramuan, mendengar itu dan menjadi tidak enak hatinya.  Hongchun menyeret Hadong keluar dan menegurnya untuk menjaga perkatannya. Hadong mencoba membantah kalau ia mengatakan hal yang sebenarnya. Hongchun memarahinya kalau perasaan yang terluka dan emosi yang bertumpuk-tumpuk adalah penyebab dari penyakitnya. Pendarahannya akan kembali muncul jika Hadong membuatnya tertekan lagi. Hadong terkejut dan merasa bersalah. Ohgun masuk rumah Doji dan melihat Hongchun kemudian memanggilnya, ketika kedua wanita itu menoleh, Ohgun sangat terkejut karena melihat Hadong ada di sebelah Hongchun. Hongchun hanya memandang Ohgun sekilas lalu pergi masuk ke dalam rumah. Hadong menyebutnya sebagai perempuan jahat ceroboh kemudian mendatangi Ohgun. Ohgun mau mengikuti Hongchun, tapi salah tingkah saat Hadong mendekatinya, ia segera memberikan bungkusan obat dan menipu Hadong, berpura-pura memberi salam pada Nyonya majikannya, Hadong menoleh, Ohgun segera berlari pergi untuk meloloskan diri, Hadong merasa tertipu dan segera mengejar Ohgun.   Ohgun berguling-guling di tanah karena saking takutnya dikejar oleh Hadong, tapi ia berhasil meloloskan diri. Sambil menyembunyikan diri di balik pohon, Ohgun bergumam, “ Sebidang kotoran menghalangi jalan menuju kebun bunga”, betapa kejam nasib mempermainkannya.  Dahee sedang memasak di dapur, ibu mertua dan Haman masuk. Haman bertanya bau sedap apa ini. Nyonya Son juga bertanya apa itu. Dahee menjawab kalau ia sedang memasak bubur tiram. Haman bertanya untuk siapa, apakah untuknya… Dahee menjelaskan kalau ibu dr. Yoo sedang sakit dan kehilangan selera makannya, dan bubur ini mungkin bisa membantu. Dahee pernah diberitahu kalau ia menyukai bubur tiram. Haman berujar kalau yang satu merawatnysa siang malam, yang lain memberikan bubur tiram, Tapi apakah ia akan merasa berterima kasih pada mereka berdua, tidak pernah. Nyonya Son ngeri melihat cara Nyonya Oh dalam memperlakukan Dahee, Nyonya Son pergi. Dahee memberitahu ibu mertuanya sebelum pergi kalau dirinya melakukan ini bukan untuk mendapatkan imbalan ataupun pujian, kemudian menyusul ibu mertuanya. Haman bergumam menyebut Dahee dengan nada sedikit menyindir benar-benar menantu yang berbudi luhur. Haman masuk ke dapur dan berkata paling tidak ia adalah orang yang tahu berterima kasih, Haman mengambil sendok dan mencicipi masakan Dahee tapi segera meludahkan sebagian karena kepanasan….  Hadong menjaga Nyonya Oh tapi ketiduran. Nyonya Oh bangun, ia ingin ke kamar kecil,  dan memanggil Hadong, mencoba untuk membangunkannya, tapi Hadong tetap saja tidur dengan nyenyaknya. (Andy: ohhh … how I love the way Hadong’s sleep … :P)  Nyonya Oh tahu kalau Hadong udah seperti itu pasti sulit dibangunkan, jadi ia bangun dengan susah payah untuk keluar kamar.   Hongchun ditemani Hur June sedang menunggu rebusan ramuan di luar. Hongchun bertanya karena sekarang pendarahannya sudah berhenti, tidakkah seharunnya Hur June melakukan akupungtur untuk menghilangkan akar dari penyakitnya, karena Hongchun tidak bisa akupungtur. Jika ada masalah maka Hongchun bersedia membicarakannya secara pribadi dengan Nyonya Oh.  Nyonya Oh keluar dari ruangan dan melihat mereka berdua, tapi masih belum jelas, Nyonya Oh menghampiri mereka dan mau menyapa, tapi kemudian ia melihat Hur June. Ketiganya sama-sama terkejut. Nyonya Oh menduga kalau semua ini pastilah tindakan dari Hur June, ia sangat marah karena mereka telah menipunya, tiba-tiba ia merasa kesakitan pada perutnya dan jatuh ke tanah. Hongchun dan Hur June segera menghambur ke arahnya, Hur June memeriksa nadinya, Hongchun menjadi kaget saat melihat darah keluar dari bagian bawah tubuh Nyonya Oh. Honchun memberitahu Hur June kalau Nyonya Oh mengalami pendarahan lagi, Hur June sangat terkejut.  Hadong segera terbangun ketika Hur June masuk menggendong nyonya Oh.  Hur June memerintahkan Hadong untuk segera membawakan air panas. Hur June memutuskan kalau ia akan melakukan akupungtur. Tapi Nyonya Oh dengan sekuat tenaga menolak Hur June dan bangun duduk, mengatakan kalau ia tidak akan mengijinkan Hur June untuk melakukannya, ia tak akan pernah mempercayakan tubuhnya pada Hur June selama ia masih bernapas. Hongchun berusaha menenangkannya dan mengatakan kalau ia tetap seperti ini dan pendarahannya terus berlanjut maka jiwanya akan dalam bahaya. Nyonya Oh berseru kalau ia juga tidak memerlukan bantuan dari Hongchun. Hur June yang mengerti betapa gawatnya situasi dari Nyonya Oh segera menyuruh Hongchun membawakan semangkuk air panas. Nyonya Oh berseru kalau Hur June sudah mendengar semua perkataannya tadi, ia merasa jijik setiap kali melihat, walaupun sedikit saja, diri Hur June karena Hur June telah menghancurkan kehidupan Doji dan dirinya sehingga tidak dapat diperbaiki lagi. Ia tak membutuhkan simpati dari Hur June. Sama sekali tidak mau mendengar perkataan dari Hur June dan Hongchun. Nyonya Oh mengusir mereka. Nyonya Oh menjatuhkan dirinya di tempat tidur, membelakangi keduanya. Hur June merasa masygul, dan Hongchun sendiri tidak tahu apa yang terjadi di antara keluarga mereka. Sukjoong dibantu oleh Yuwol menemui ibu mertuanya setelah mendengar keadaan ibunya dari Hadong. Sukjoong memohon agar ibu mertuanya mendengarkan Hur June. Hur June lah satu-satunya orang yang dengan sungguh-sungguh mendedikasikan diri untuk dapat menyembuhkan penyakitnya. dr. Hur lah yang memikul air dari sumur dan membuatkan rebusan ramuan. Hongchun menyambung kalau perawatan dari Hur June lah yang membuat kondisinya membaik, jadi Hongchun memohon agar ia memadamkan amarahnya dan mendengarkan nasihat dari Hur June. Sukjoong menimpali satu-satunya orang yang dapat menyembuhkannya adalah Hur June. Nyonya Oh tetap saja tidak tergerak.   Melihat ini, Hur June yang tahu kalau ia harus mengobati penyakit dari Nyonya Oh bagaimanapun caranya, segera mengubah posisinya menjadi berlutut, semua orang kaget melihatnya. Hur June menyadari bagaimana pandangan dari Nyonya Oh mengenai dirinya dan betapa ia menderita karena Hur June. Hur June berjanji kalau ia tidak akan muncul lagi di hadapan Nyonya Oh, tapi sebelum ia pergi, Hur June  meminta buburaya Nyonya Oh mengijinkannya untuk menyembuhkan penyakit Nyonya Oh. Hur June melakukan hal ini bukan karena mengasihani Nyonya Oh tapi lebih karena janjinya pada diri sendiri. Gurunya telah meninggal karena Banwee tanpa dirinya dapat melakukan apapun. Sekalipun itu adalah kewajiban yang mana ia berhutang pada gurunya, Hur June tidak dapat melakukan apapun terhadap kematian gurunya. Tapi berbeda dengan penyakit yang diderita oleh Nyonya Oh yang dapat disembuhkan sehingga Nyonya Oh dapat hidup terus. Apapun yang terjadi, Hur June bertekad akan menyembuhkannya. Hur June memohon, demi gurunya yang telah meninggal, agar diijinkan untuk merawatnya.  Sukjoong dan Hongchun juga memohon padanya.   Hongchun dan Hur June ada di luar kamar, menyerahkan pada Sukjoong untuk membujuk Nyonya Oh. Nyonya Oh tampak berpikir dan merenung, Sukjoong menemaninya.  Beberapa saat kemudian Sukjoong keluar dengan wajah gembira dan memberitahu Hur June kalau ibu mertuanya telah mengubah pikirannya. Sukjoong memohon agar Hur June masuk dan mengobatinya. Hur June merasa lega, Hongchun tersenyum senang.  Hur June memeriksa nadi Nyonya Oh ditemani oleh Hongchun.  Kemudian melakukan tusuk jarum. Nyonya Oh tetap diam dan menutup matanya selama Hur June melakukan pengobatan pada dirinya.   Sukjoong membawakan hidangan dan membantu ibu mertuanya untuk duduk.  Nyonya Oh mengatakan kalau ia tidak ada selera makan. Sukjoong membujuknya kalau begitu hanya sedikit saja. Sukjoong memberikan sendok dan memberikan mangkuk. Nyonya Oh sedikit terkejut melihat kalau itu adalah bubur tiram. Saat melihat ibu mertuanya makan sesendok, Sukjoong memberitahu kalau bubur ini dibuat oleh ibunya Gyum (Dahee).   Catatan: di Korea, ketika suami istri memiliki anak, maka mereka tidak lagi disebut dengan nama mereka sendiri, kecuali oleh keluarga atau teman dekat, masyarakat kebanyakan akan memanggil suami istri itu  dengan nama ibu ini, ayah ini. Sama seperti di daerah Timur Indonesia, aku sempat bekerja selama 2 tahun di Papua, di sana sudah terbiasa memanggil seseorang dengan embel-embel nama anaknya. Misal anaknya bernama Tomas dan nama ayahnya Yoseph, Yoseph dipanggil bukan lagi Yoseph tapi bapaknya Tomas, demikian juga dengan istrinya dipanggil ibunya Tomas. Dan kadangkala malah julukan itu yang melekat. Aku pernah bertanya rumah Yoseph  dan tidak ada yang tahu, tapi ketika aku sebut bapaknya Tomas, maka banyak orang segera menunjukkan rumahnya … kalo seperti ini sih aku harus kenalan dengan anaknya tanpa kenalan ayah ibunya .. wahahahha :P  Nyonya Oh terkejut dan segera menahan sendoknya yang sudah terangkat, Sukjoong mengatakan kalau nanti buburnya dingin, ia memohon agar ibu mertuanya menerima ketulusan hati Dahee dan mendapatkan kembali kesehatannya. Lidah Nyonya Oh terasa kelu, Sukjoong memohon lagi, Nyonya Oh akhirnya menyuapkan sesendok demi sesendok ke mulutnya, memakan bubur tiram itu.  Di Hyemin, Hur June sedang mengobati pasien di bangsal Hyemin, Hongchun masuk menemuinya dan bertanya bagaimana dengan kondisi dari ibu dr. Yoo. Hur June  menjawab dengan senang kalau ibu dr. Yoo sudah mendapatkan kembali kesehatannya. Hongchun juga senang dan lega mendengarnya karena ini adalah kabar yang baik. Hur June tersenyum mengiyakannya dan kembali merawat pasiennya.   Nyonya Oh sudah sehat dan berniat untuk keluar rumah dengan Hansang. Sukjoong berusaha menahannya karena ia baru saja sembuh dan seharusnya di dalam ruangan dulu. Tapi ibu mertuanya menyatakan kalau dirinya cukup sehat jadi tidak usah dikhawaitrkan.  Nyonya Oh segera mengajak Hansang untuk pergi. Sukjoong bertanya pada Hadong kemana tujuan Nyonya Oh, tapi Hadong juga tidak tahu.  Nyonya Oh ternyata ke rumah Hur June. Dahee, Haman dan Nyonya Son terkejut dan bertanya mengapa ia datang kemari. Nyonya Oh memberikan bungkusan berupa sutra dan juga serenceng uang sebagai imbalan atas semua kesulitan yang mereka alami selama dirinya terbaring sakit. Tapi Dahee menolak semua itu dan mengatakan kalau imbalan bukanlah tujuan suami dan dirinya melakukan semua ini. Karena hati yang tulus tidak dapat dilampaui oleh uang maupun pakaian mewah. Dahee hanya ingin agar Nyonya Oh mengingatnya saja dan meminta agar barang-barang itu ia bawa kembali. Nyonya Oh terheran-heran tapi ia kemudian mengembalikan rencengan uang itu pada Hansang dan menyuruh Hansang untuk membawa bungkusan sutra itu kembali, karena dirinya tak mau memaksakan melawan keinginan dari Dahee. Haman sangat menyayangkan itu. Nyonya Oh dan Hansang segera pergi, tapi sebelum pergi, Nyonya Oh berbalik dan mengatakan pada Dahee kalau dirinya sangat menikmati bubur tiram dan meminta Dahee agar menyampaikan rasa terima kasihnya pada suami Dahee. Dahee  mengiyakannya. Nyonya Oh segera pergi menyusul Hansang yang sudah pergi duluan. Dahee sangat senang karena Nyonya Oh untuk pertama kaliya bicara kepada Dahee begitu terbuka tanpa ada kepahitan sedikitpun di nada suaranya. Tampaknya ganjalan di antara kedua keluarga sudah mulai terkikis… Dahee bertukar pandangan dengan ibu mertuanya, yang mengangguk-anggukan kepalanya tanda setuju dengan tindakan dari Dahee. Haman berseru mengapa Dahee bisa-bisanya menerbangkan pergi keberuntungannya. Khan bisa saja hadiah itu diserahkan pada dirinya.   Di Istana, Raja sedang berjalan-jalan dengan Gong Bin Mama dan para menteri. Gong Bin mengawasi Raja kemudian bertanya mengapa Raja tampaknya hilang dalam pemikiran. Raja bertanya apakah Gong Bin juga menyadarinya. Gong Bin bertanya apa yang ada dalam pikirannya sekarang. Raja memberitahu kalau Duta Besar Dinasti Myung akan segera tiba. Gong Bin bertanya kalau begitu apa yang dirisaukan oleh Raja. Raja menenangkan Gong Bin karena tidak ada yang perlu dicemaskan. Raja berjanjji akan ke Paviliun Jinsook dan meminta Dayang Kim untuk menyiapkan meja minuman di sana. Gong Bin justru merasa tidak tenang.  Para menteri mengadakan pertemuan, Menteri Jung memberitahu kalau Duta Besar sudah sampai di Gaesung, yang hanya berjarak 2 hari dari ibukota Seoul. Menteri Kesehatan (Pejabat Penanggung Jawab Rumah Sakit Istana) mengatakan kalau mereka pasti meminta pasukan militer untuk menekan suku Yeojin lagi. Menteri Jung juga menyatakan kalau ini akan menjadi alasan untuk mengesahkan pewaris tahta bagi Raja. Menteri Sung menegurnya untuk menjaga perkatannya. Kemudian mengatakan kalau Raja juga risau akan hal ini, dan meminta pada para menteri untuk memperlakukan mereka dengan keramahan yang hangat dan membuat pikiran utusan itu tenang. Satu-satunya tindakan adalah membujuk mereka untuk membatalkan permintaan mereka. Menteri Sung meminta para menteri untuk mengingat hal ini dan memerintahkan untuk membuat persiapan yang pantas.   Sobi menemui dr. Yang dan para dokter lainnya, yang sedang berkumpul di kantor Departemen Medis. Sobi bertanya apa yang dapat ia lakukan. Dr. Yang tampak sangat kesulitan mengatakannya. Sobi heran dan bertanya apa maksud dari dr. Yang memanggil dirinya. Dr.Yang menghela napas dan memberitahu kalau Duta Besar Dinasti Myung akan segera sampai dan memerintahkan untuk menyuruh beberapa gadis perawat untuk melayani di tempat tidur. Sobi sangat terperanjat mendengarnya. Para dokter terdiam. Sobi menyatakan bukankah pelayanan di tempat tidur adalah tugas dari gisaeng, bagaimana bisa dr.Yang memerintahkan hal semacam itu pada perawat.   Di Hyemin, para dokter dan kepala perawat mengadakan pertemuan. Dr. Song memberitahu kalau dengan tata krama Istana yang dikuasai mereka dan juga pengetahuannya, para perawat sangat cocok daripada gisaeng dalam melayani pejabat penting. Apalagi ini adalah perintah dari atasan. Duk Geum dan Hongchun terkejut dan saling berpandangan. Semua dokter Hyemin, termasuk Hur June tidak dapat berbuat apapun karena ini berkaitan dengan masalah negara. Dr. Kim meminta agar Duk Geum memilihkan gadis-gadis perawat yang cantik.   Di Istana, Kepala Dayang Istana, dayang Kim, sendiri yang memilih gadis untuk melayani Duta besar dari antar beberapa perawat Istana. Yang terpilih adalah So Hyun. So Hyun tidak tahu untuk apa semua ini.  Di Hyemin, para perawat diperintahkan untuk berkumpul. Dayang Kim datang dan menyeleksi mereka. Ye Jin yang terpilih. Duk Geum menyuruh Ye Jin untuk mengikuti dayang Kim. Ye Jin heran dan tidak mengerti. Chae Sun terlihat kecewa.   Ye Jin mengikuti Dayang Kim ke Istana, tidak tahu apa sebenarnya yang sedang terjadi …  Hur June sedang berjalan menuju Istana, ia melihat rombongan dayang Kim, dan di antaranya ada Ye Jin, Hur June heran tapi kemudian ia menyadari sesuatu dan terperanjat …..

Hongchun baru datang di kediaman Doji, ia bertemu dengan Yuwol, dan menanyakan kabar dari Nyonya Oh, Yuwol menjawab kalau hari ini sudah tidak mengalami pendarahan. Tiba-tiba Sukjoong, yang sedang memegang baki berisi mangkuk ramuan, jatuh pingsan, Hongchun dan Yuwol melihatnya dan terperanjat.

Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] 47 - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Sukjoong dibaringkan di kamarnya, Hur June datang dan bersama-sama dengan Hongchun memeriksa Sukjoong. Hur June mengatakan kalau Sukjoong bekerja keras sampai sakit. Hongchun juga berpikir sama, karena ia melihat kalau Sukjoong hanya sedikit beristirahat untuk beberapa malam ini. Hadong datang membawakan ramuan, Hongchun memintanya tapi Hadong tidak menggubris  Hongchun dan memberikannya pada Hur June. Hongchun merasa aneh dan mengawasinya sampai ia keluar ruangan. Hadong sendiri sebelum keluar melihat Hongchun dan melengos saat tahu Hongchun menatapnya. Hongchun tidak ambil pusing.

Hongchun menemui Nyonya Oh sedangkan Hadong membawakan ramuan. Nyonya Oh duduk dan bertanya dengan heran pada Hadong mengapa Sukjoong tidak datang. Hadong menjawab kalau Sukjoong jatuh pingsan. Hongchun kaget karena Hadong memberitahu Nyonya Oh, yang bertanya apa maksudnya jatuh pingsan. Hadong melanjutkan kalau Sukjoong jatuh sakit untuk waktu yang lama karena telah bekerja siang dan malam untuk merawat Nyonya Oh. Nyonya Oh menjadi gelisah dan cemas, ia menatap pada Hongchun. Hongchun segera menenangkan Nyonya Oh kalau bukan penyakit yang serius, dengan istirahat yang cukup maka Sukjoong akan pulih kembali. Hadong membantah kalau Sukjoong tidak akan pulih dengan begitu mudahnya jadi pasti itu serius. Hongchun segera memelototinya. Nyonya Oh bertanya siapa yang merawat cucunya. Hadong menjawab Yuwol yang melakukannya. Nyonya Oh bergumam anak yangmalang, Apa yang telah mereka lakukan sehingga pantas menerima semua ini. Doji dihukum pengasingan, dirinya menderita penyakit jahat ini, dan sekarang bahkan Sukjoong juga jatuh sakit. Hongchun berusaha menenangkan Nyonya Oh karena jika ia terlalu cemas maka tidak baik bagi kesehatannya. Nyonya Oh mengeluh kalau ia sebaiknya mati saja sehingga terlepas dari semua kesengsaraan ini. Ribuan dosa yang telah ia perbuat di kehidupan sebelumnya sekarang menengadahkan mukanya untuk menyiksa dirinya, seorang makhluk kecil, Oh Dewi Maha Pengasih (- Dewi Kwan Im – ).  Hur June di luar kamar membawa bungkusan ramuan, mendengar itu dan menjadi tidak enak hatinya.

Hongchun menyeret Hadong keluar dan menegurnya untuk menjaga perkatannya. Hadong mencoba membantah kalau ia mengatakan hal yang sebenarnya. Hongchun memarahinya kalau perasaan yang terluka dan emosi yang bertumpuk-tumpuk adalah penyebab dari penyakitnya. Pendarahannya akan kembali muncul jika Hadong membuatnya tertekan lagi. Hadong terkejut dan merasa bersalah. Pada saat itu  Ohgun masuk rumah Doji dan melihat Hongchun kemudian memanggilnya, ketika kedua wanita itu menoleh, Ohgun sangat terkejut karena melihat Hadong ada di sebelah Hongchun. Hongchun hanya memandang Ohgun sekilas lalu pergi masuk ke dalam rumah. Hadong menyebutnya sebagai perempuan jahat ceroboh kemudian mendatangi Ohgun. Ohgun mau mengikuti Hongchun, tapi salah tingkah saat Hadong mendekatinya, ia segera memberikan bungkusan obat dan menipu Hadong, berpura-pura memberi salam pada Nyonya majikannya, Hadong menoleh, Ohgun segera berlari pergi untuk meloloskan diri, Hadong merasa tertipu dan segera mengejar Ohgun. (Ahahahha … Paling asik melihat cara larinya Hadong saat mengejar Ohgun, ga kuat nahan tawa …. 😀 )

Ohgun berguling-guling di tanah karena saking takutnya dikejar oleh Hadong, tapi ia berhasil meloloskan diri. Sambil menyembunyikan diri di balik pohon, Ohgun bergumam, “ Sebidang kotoran menghalangi jalan menuju kebun bunga”, betapa kejam nasib mempermainkannya.

Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] 47 - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Dahee sedang memasak di dapur, ibu mertua dan Haman masuk. Haman bertanya bau sedap apa ini. Nyonya Son juga bertanya apa itu. Dahee menjawab kalau ia sedang memasak bubur tiram. Haman bertanya untuk siapa, apakah untuknya… Dahee menjelaskan kalau ibu dr. Yoo sedang sakit dan kehilangan selera makannya, dan bubur ini mungkin bisa membantu. Dahee pernah diberitahu kalau ia menyukai bubur tiram. Haman berujar kalau yang satu merawatnysa siang malam, yang lain memberikan bubur tiram, Tapi apakah ia akan merasa berterima kasih pada mereka berdua, tidak pernah. Nyonya Son ngeri melihat cara Nyonya Oh dalam memperlakukan Dahee, Nyonya Son pergi. Dahee memberitahu ibu mertuanya sebelum pergi kalau dirinya melakukan ini bukan untuk mendapatkan imbalan ataupun pujian, kemudian menyusul ibu mertuanya. Haman bergumam menyebut Dahee dengan nada sedikit menyindir benar-benar menantu yang berbudi luhur. Haman masuk ke dapur dan berkata paling tidak ia adalah orang yang tahu berterima kasih, Haman mengambil sendok dan mencicipi masakan Dahee tapi segera meludahkan sebagian karena kepanasan….

Hadong menjaga Nyonya Oh tapi ketiduran. Nyonya Oh bangun, ia ingin ke kamar kecil,  dan memanggil Hadong, mencoba untuk membangunkannya, tapi Hadong tetap saja tidur dengan nyenyaknya. (Andy: ohhh … how I love the way Hadong’s sleep … :P)  Nyonya Oh tahu kalau Hadong udah seperti itu pasti sulit dibangunkan, jadi ia bangun dengan susah payah untuk keluar kamar.

Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] 47 - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hongchun ditemani Hur June sedang menunggu rebusan ramuan di luar. Hongchun bertanya karena sekarang pendarahannya sudah berhenti, tidakkah seharunnya Hur June melakukan akupungtur untuk menghilangkan akar dari penyakitnya, karena Hongchun tidak bisa akupungtur. Jika ada masalah maka Hongchun bersedia membicarakannya secara pribadi dengan Nyonya Oh.

Nyonya Oh keluar dari ruangan dan melihat mereka berdua, tapi masih belum jelas, Nyonya Oh menghampiri mereka dan mau menyapa, tapi kemudian ia melihat Hur June. Ketiganya sama-sama terkejut. Nyonya Oh menduga kalau semua ini pastilah tindakan dari Hur June, ia sangat marah karena mereka telah menipunya, tiba-tiba ia merasa kesakitan pada perutnya dan jatuh ke tanah. Hongchun dan Hur June segera menghambur ke arahnya, Hur June memeriksa nadinya, Hongchun menjadi kaget saat melihat darah keluar dari bagian bawah tubuh Nyonya Oh. Hongchun memberitahu Hur June kalau Nyonya Oh mengalami pendarahan lagi, Hur June sangat terkejut.

Hadong segera terbangun ketika Hur June masuk menggendong nyonya Oh.  Hur June memerintahkan Hadong untuk segera membawakan air panas. Hur June memutuskan kalau ia akan melakukan akupungtur. Tapi Nyonya Oh dengan sekuat tenaga menolak Hur June dan bangun duduk, mengatakan kalau ia tidak akan mengijinkan Hur June untuk melakukannya, ia tak akan pernah mempercayakan tubuhnya pada Hur June selama ia masih bernapas. Hongchun berusaha menenangkannya dan mengatakan kalau ia tetap seperti ini dan pendarahannya terus berlanjut maka jiwanya akan dalam bahaya. Nyonya Oh berseru kalau ia juga tidak memerlukan bantuan dari Hongchun.

Hur June yang mengerti betapa gawatnya situasi dari Nyonya Oh segera menyuruh Hongchun membawakan semangkuk air panas. Nyonya Oh berseru kalau Hur June sudah mendengar semua perkataannya tadi, ia merasa jijik setiap kali melihat, walaupun sedikit saja, diri Hur June karena Hur June telah menghancurkan kehidupan Doji dan dirinya sehingga tidak dapat diperbaiki lagi. Ia tak membutuhkan simpati dari Hur June. Sama sekali tidak mau mendengar perkataan dari Hur June dan Hongchun. Nyonya Oh mengusir mereka. Nyonya Oh menjatuhkan dirinya di tempat tidur, membelakangi keduanya. Hur June merasa masygul, dan Hongchun sendiri tidak tahu apa yang terjadi di antara keluarga mereka.

Sukjoong dibantu oleh Yuwol menemui ibu mertuanya setelah mendengar keadaan ibunya dari Hadong. Sukjoong memohon agar ibu mertuanya mendengarkan Hur June. Hur June lah satu-satunya orang yang dengan sungguh-sungguh mendedikasikan diri untuk dapat menyembuhkan penyakitnya. dr. Hur lah yang memikul air dari sumur dan membuatkan rebusan ramuan. Hongchun menyambung kalau perawatan dari Hur June lah yang membuat kondisinya membaik, jadi Hongchun memohon agar ia memadamkan amarahnya dan mendengarkan nasihat dari Hur June. Sukjoong menimpali satu-satunya orang yang dapat menyembuhkannya adalah Hur June. Nyonya Oh tetap saja tidak tergerak.

Melihat ini, Hur June yang tahu kalau ia harus mengobati penyakit dari Nyonya Oh bagaimanapun caranya, segera mengubah posisinya menjadi berlutut, semua orang kaget melihatnya. Hur June menyadari bagaimana pandangan dari Nyonya Oh mengenai dirinya dan betapa ia menderita karena Hur June. Hur June berjanji kalau ia tidak akan muncul lagi di hadapan Nyonya Oh, tapi sebelum ia pergi, Hur June  meminta supaya Nyonya Oh mengijinkannya untuk menyembuhkan penyakit Nyonya Oh. Hur June melakukan hal ini bukan karena mengasihani Nyonya Oh tapi lebih karena janjinya pada diri sendiri. Gurunya telah meninggal karena Banwee tanpa dirinya dapat melakukan apapun. Sekalipun itu adalah kewajiban yang mana ia berhutang pada gurunya, Hur June tidak dapat melakukan apapun terhadap kematian gurunya. Tapi berbeda dengan penyakit yang diderita oleh Nyonya Oh yang dapat disembuhkan sehingga Nyonya Oh dapat hidup terus. Apapun yang terjadi, Hur June bertekad akan menyembuhkannya. Hur June memohon, demi gurunya yang telah meninggal, agar diijinkan untuk merawatnya.  Sukjoong dan Hongchun juga memohon padanya.

Hongchun dan Hur June ada di luar kamar, menyerahkan pada Sukjoong untuk membujuk Nyonya Oh. Nyonya Oh tampak berpikir dan merenung, Sukjoong menemaninya.

Beberapa saat kemudian Sukjoong keluar dengan wajah gembira dan memberitahu Hur June kalau ibu mertuanya telah mengubah pikirannya. Sukjoong memohon agar Hur June masuk dan mengobatinya. Hur June merasa lega, Hongchun tersenyum senang.

Hur June memeriksa nadi Nyonya Oh ditemani oleh Hongchun.  Kemudian melakukan tusuk jarum. Nyonya Oh tetap diam dan menutup matanya selama Hur June melakukan pengobatan pada dirinya.

Sukjoong membawakan hidangan dan membantu ibu mertuanya untuk duduk.  Nyonya Oh mengatakan kalau ia tidak ada selera makan. Sukjoong membujuknya kalau begitu hanya sedikit saja. Sukjoong memberikan sendok dan memberikan mangkuk.

Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] 47 - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Nyonya Oh sedikit terkejut melihat kalau itu adalah bubur tiram. Saat melihat ibu mertuanya makan sesendok, Sukjoong memberitahu kalau bubur ini dibuat oleh ibunya Gyum (Dahee).

Catatan: di Korea, ketika suami istri memiliki anak, maka mereka tidak lagi disebut dengan nama mereka sendiri, kecuali oleh keluarga atau teman dekat, masyarakat kebanyakan akan memanggil suami istri itu  dengan nama ibu ini, ayah ini. Sama seperti di daerah Timur Indonesia, aku sempat bekerja selama 2 tahun di Papua, di sana sudah terbiasa memanggil seseorang dengan embel-embel nama anaknya. Misal anaknya bernama Tomas dan nama ayahnya Yoseph, Yoseph dipanggil bukan lagi Yoseph tapi bapaknya Tomas, demikian juga dengan istrinya dipanggil ibunya Tomas. Dan kadangkala malah julukan itu yang melekat. Aku pernah bertanya rumah Yoseph  dan tidak ada yang tahu, tapi ketika aku sebut bapaknya Tomas, maka banyak orang segera menunjukkan rumahnya … kalo seperti ini sih aku harus kenalan dengan anaknya tanpa kenalan ayah ibunya .. wahahahha 😛

Nyonya Oh terkejut dan segera menahan sendoknya yang sudah terangkat, Sukjoong mengatakan kalau nanti buburnya dingin, ia memohon agar ibu mertuanya menerima ketulusan hati Dahee dan mendapatkan kembali kesehatannya. Lidah Nyonya Oh terasa kelu, Sukjoong memohon lagi, Nyonya Oh akhirnya menyuapkan sesendok demi sesendok ke mulutnya, memakan bubur tiram itu.

Di Hyemin, Hur June sedang mengobati pasien di bangsal Hyemin, Hongchun masuk menemuinya dan bertanya bagaimana dengan kondisi dari ibu dr. Yoo. Hur June  menjawab dengan senang kalau ibu dr. Yoo sudah mendapatkan kembali kesehatannya. Hongchun juga senang dan lega mendengarnya karena ini adalah kabar yang baik. Hur June tersenyum mengiyakannya dan kembali merawat pasiennya.

Nyonya Oh sudah sehat dan berniat untuk keluar rumah dengan Hansang. Sukjoong berusaha menahannya karena ia baru saja sembuh dan seharusnya di dalam ruangan dulu. Tapi ibu mertuanya menyatakan kalau dirinya cukup sehat jadi tidak usah dikhawatirkan.  Nyonya Oh segera mengajak Hansang untuk pergi. Sukjoong bertanya pada Hadong kemana tujuan Nyonya Oh, tapi Hadong juga tidak tahu.

Nyonya Oh ternyata ke rumah Hur June. Dahee, Haman dan Nyonya Son terkejut dan bertanya mengapa ia datang kemari. Nyonya Oh memberikan bungkusan berupa sutra dan juga serenceng uang sebagai imbalan atas semua kesulitan yang mereka alami selama dirinya terbaring sakit. Tapi Dahee menolak semua itu dan mengatakan kalau imbalan bukanlah tujuan suami dan dirinya melakukan semua ini. Karena hati yang tulus tidak dapat dilampaui oleh uang maupun pakaian mewah. Dahee hanya ingin agar Nyonya Oh mengingatnya saja dan meminta agar barang-barang itu ia bawa kembali. Nyonya Oh terheran-heran tapi ia kemudian mengembalikan rencengan uang itu pada Hansang dan menyuruh Hansang untuk membawa bungkusan sutra itu kembali, karena dirinya tak mau memaksakan kehendaknya, melawan keinginan dari Dahee. Haman sangat menyayangkan penolakan Dahee itu.

Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] 47 - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Nyonya Oh dan Hansang segera pergi, tapi sebelum pergi, Nyonya Oh berbalik dan mengatakan pada Dahee kalau dirinya sangat menikmati bubur tiram dan meminta Dahee agar menyampaikan rasa terima kasihnya pada suami Dahee. Dahee  mengiyakannya. Nyonya Oh segera pergi menyusul Hansang yang sudah pergi duluan. Dahee sangat senang karena Nyonya Oh untuk pertama kaliya bicara kepada Dahee begitu terbuka tanpa ada kepahitan sedikitpun di nada suaranya. Tampaknya ganjalan di antara kedua keluarga sudah mulai terkikis… Dahee bertukar pandangan dengan ibu mertuanya, yang mengangguk-anggukan kepalanya tanda setuju dengan tindakan dari Dahee. Haman berseru mengapa Dahee bisa-bisanya menerbangkan pergi keberuntungannya. Khan bisa saja hadiah itu diserahkan pada dirinya.

Di Istana, Raja sedang berjalan-jalan dengan Gong Bin Mama dan para menteri. Gong Bin mengawasi Raja kemudian bertanya mengapa Raja tampaknya hilang dalam pemikiran. Raja bertanya apakah Gong Bin juga menyadarinya. Gong Bin bertanya apa yang ada dalam pikirannya sekarang. Raja memberitahu kalau Duta Besar Dinasti Myung akan segera tiba. Gong Bin bertanya kalau begitu apa yang dirisaukan oleh Raja. Raja menenangkan Gong Bin karena tidak ada yang perlu dicemaskan. Raja berjanjji akan ke Paviliun Jinsook dan meminta Dayang Kim untuk menyiapkan meja minuman disana. Gong Bin justru merasa tidak tenang.

Para menteri mengadakan pertemuan, Menteri Jung memberitahu kalau Duta Besar sudah sampai di Gaesung, yang hanya berjarak 2 hari dari ibukotaSeoul. Menteri Kesehatan (Pejabat Penanggung Jawab Rumah Sakit Istana) mengatakan kalau mereka pasti meminta pasukan militer untuk menekan suku Yeojin lagi. Menteri Jung juga menyatakan kalau ini akan menjadi alasan untuk mengesahkan pewaris tahta bagi Raja. Menteri Sung menegurnya untuk menjaga perkatannya. Kemudian mengatakan kalau Raja juga risau akan hal ini, dan meminta pada para menteri untuk memperlakukan mereka dengan keramahan yang hangat dan membuat pikiran utusan itu tenang. Satu-satunya tindakan adalah membujuk mereka untuk membatalkan permintaan mereka. Menteri Sung meminta para menteri untuk mengingat hal ini dan memerintahkan untuk membuat persiapan yang pantas.

Sobi menemui dr. Yang dan para dokter lainnya, yang sedang berkumpul di kantor Departemen Medis. Sobi bertanya apa yang dapat ia lakukan. Dr. Yang tampak sangat kesulitan mengatakannya. Sobi heran dan bertanya apa maksud dari dr. Yang memanggil dirinya. Dr.Yang menghela napas dan memberitahu kalau Duta Besar Dinasti Myung akan segera sampai dan memerintahkan untuk menyuruh beberapa gadis perawat untuk melayani di tempat tidur. Sobi sangat terperanjat mendengarnya.Paradokter terdiam. Sobi menyatakan bukankah pelayanan di tempat tidur adalah tugas dari gisaeng, bagaimana bisa dr.Yang memerintahkan hal semacam itu pada perawat.

Di Hyemin, para dokter dan kepala perawat mengadakan pertemuan. Dr. Song memberitahu kalau dengan tata krama Istana yang dikuasai mereka dan juga pengetahuannya, para perawat sangat cocok daripada gisaeng dalam melayani pejabat penting. Apalagi ini adalah perintah dari atasan. Duk Geum dan Hongchun terkejut dan saling berpandangan. Semua dokter Hyemin, termasuk Hur June tidak dapat berbuat apapun karena ini berkaitan dengan masalah negara. Dr. Kim meminta agar Duk Geum memilihkan gadis-gadis perawat yang cantik.

Di Istana, Kepala Dayang Istana, dayang Kim, sendiri yang memilih gadis untuk melayani Duta besar dari antar beberapa perawat Istana. Yang terpilih adalah So Hyun. So Hyun tidak tahu untuk apa semua ini.

Di Hyemin, para perawat diperintahkan untuk berkumpul. Dayang Kim datang dan menyeleksi mereka. Ye Jin yang terpilih. Duk Geum menyuruh Ye Jin untuk mengikuti dayang Kim. Ye Jin heran dan tidak mengerti. Chae Sun terlihat kecewa.

Ye Jin mengikuti Dayang Kim ke Istana, tidak tahu apa sebenarnya yang sedang terjadi …

Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] 47 - Sinopsis Drama Korea - https://sinopsisdramakorea.wordpress.com

Hur June sedang berjalan menuju Istana, ia melihat rombongan dayang Kim, dan di antaranya ada Ye Jin, Hur June heran tapi kemudian ia menyadari sesuatu dan terperanjat …..

19 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 47

  1. Iya, seru kang, gmn atuh ye jin kasihan?! Tp pasti ga jd korban kan kang? Aneh2 wae di istana teh…. Itu mah pelecehan thd profesi perawat! Gmn Ners, betul?!!

  2. Wuih……tugas wanita perawat ( bukan perawat wanita lho….! ) cukup berat,antara lain :
    1. Sebagai asisten medis dokter utk merawat pasien di Hyemin setiap saatdiperlukan.
    2. Meramu obat2an sesuai resep dokter sekaligus memasak menjadi jamu utk pasien.
    3. Sembunyi sembunyi memijat bos ( perawat kepala ) jika diperlukan…….
    4. Terang-terangan menangkap wanita kriminal.
    5. Menemani petinggi istana pada acara minum arak dan pesta.
    6. Jadi juru periksa kebenaran dokumen surat pernikahan di acara pernikahan pddk.
    7. Dalam kondisi terpaksa dalam hal bargaining position Negara, berperan sebagai gisaeng melayani ditempat tidur duta besar Negara lain.
    8. Kumpul setiap saat bersama perawat lain untuk penyaksian kalau ada warga yang mau dihukum.

    Apa lagi yang lain … ? Ada yang mau nambah kan ?………..
    Koh Andy ,,,,, apa lagi yaaaa …..?

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s