Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 49

Kim Mangyung mengingat saat ia dulu terakhir kali mengunjungi Bae yang menjadi komandan polisi di Yongchun. Bae tertawa tapi tiba-tiba sekilas memori melintas. Ia teringat dengan seseorang yang ia tangkap sebagai penyelundup di Yongchun, namanya Hur June, anak dari Hur Ryune, kepala daerah Yongchun.

Keesokan paginya di Hyemin, Bae Chunsoo datang lagi untuk mencari Hur June. Ia menemukan Hur June sedang memeriksa pasien dan memberi petunjuk pada asisten perawat.  Bae mengawasi Hur June dari kejauhan. Hur June selesai memeriksa pasiennya dan bermaksud untuk memeriksa pasien yang lain tapi kemudian menyadari kehadiran Bae Chunsoo di hadapannya dan menjadi terkejut. Bae bertanya mengapa Hur June terlihat terkejut melihatnya. Hur June menjawab karena kedatangannya yang tiba-tiba. Bae bertanya apakah Kim Mangyung ada, Hur June menjawab kalau Kim ada di dalam.  Bae mengatakan pada Hur June kalau ia dulu pernah bekerja sebagai komandan polisi di Yongchun, Pyungando sekitar 10 tahun lalu. Pada saat itu, ada sekelompok penyelundup di Yongchun dan setelah ia ingat-ingat, nama pemimpinnya adalah Hur June. Hur June terkejut. Bae melanjutkan kalau kenangannya ini sudah telalu lama dan ia masih tidak yakin, tapi Bae merasa kalau pemimpin penyelundup itu banyak kemiripan dengan Hur June. Hur June menjawab dengan gugup, ia percaya kalau Bae salah menganggapnya dengan orang lain. Bae bertanya apakah benar, Hur June mengiyakannya dan meminta diri pada Bae. Bae membiarkannya dan sambil mengawasi punggung Hur June, Bae berkata sungguh melegakan kalau Hur June bukanlah orang yang ia maksudkan, karena Hur June di Yongchun itu tidak hanya memimpin penyelundupan tapi juga kawin lari dengan anak gadis keluarga bangsaawan. Dia adalah penjahat yang jika tertangkap akan menghadapi hukuman mati. Jadi memang baik kalau orang itu bukanlah Hur June. Hur June sangat gugup dan gelisah, ia melangkah pergi dengan hati berkecamuk hebat …

Bae Chunsoo menemui Kim Mangyung di kantor Hyemin, Kim sangat senang melihatnya dan bertanya mengapa seorang jenderal sering datang ke Hyemin. Apakah ada seorang kriminal berbahaya di tempat ini atau ada sesuatu yang lan. Bae Chunsoo tertawa.

Hur June termenung di dekat bangsal Hyemin. Ye Jin lewat dan melihatnya, ia heran dengan sikap dari Hur June sekarang.

Kim Mangyung tidak mengerti maksud dari perkataan Bae Chunsoo, yanng mengatakan kalau ia yakin dr. Hur adalah Hur June dari Yongchun. Bae bertanya pada Kim apakah ia mendapati sesuatu yang aneh dan tidak biasa dari dr. Hur. Kim Mangyung tertawa dan berkata kalau itu tidak bisa jadi. Tidak mungkin. Ia rasa kali ini Bae salah. “Melakukan perdagangan gelap yang dilarang oleh hukum negera, menyembunyikan buronan pengkhianat tingkat tinggi dan menikahi gadis dari keluarga bangsawan?” Kim Mangyung tertawa sambil mengatakan kalau dr. Hur bukanlah orang yang dapat melakukan hal semacam itu. Dr. Hur berasal dari Sanum, Kyungsangdo. Bae punya teori sendiri, ia menduga kalau dr. Hur  demi menghindari kejaran polisi pasti melarikan diri ke tempat yang jauh. Bae menduga kalau dr. Hur pergi dari Yongchun dan dengan perahu menuju ke Sanum. Bae meminta Kim untuk berpikir seksama, apakah ia pernah mendemgarnya dari dr> hur. Kim bertanya jika semua itu benar, maka apa yang akan terjadi pada dr. Hur, jika dr. Hur  memang orang yang melanggar hukum negara dan melarikan diri seperti yang Bae katakan, Bae menjawab kalau perdagangan gelap adalah kejahatan serius yang  dilarang oleh hukum negara. Terutama jika dia benar menikahi seorang anak gadis dari keluarga bangsawan dan melanggar aturan, dia akan dipecat dan dihukum mati.

Kim mengantar Bae keluar Hyemin. Kim masih yakin kalau Bae pasti salah orang, tapi Bae menyahut kalau itu akan terbukti setelah penyelidikan. Kim menegurnya apakah Bae tidak ada hal penting lain yang akan ia lakukan sebagai seorang jenderal di biro polisi, tidak seharusnya Bae membuang waktu hanya untuk itu. Jika saja Bae mengenal kepribadian dr. Hur, ia tak akan mengatakan hal yang seperti itu. Bae hanya tersenyum dan berpamitan pada Kim. Kim Mangyung mengawasi kepergian Bae Chunsoo. Kemudian ia melihat Hur June yang sedang sibuk melayani para pasien. Kim tertawa dan bergumam kalau itu tidak mungkin. Bukan Hur June. Kim kembali masuk ke kantor Hyemin.

Bae memanggil salah satu kapten anakbuahnya dan memberinya tugas untuk menyelidiki secara rahasia mengenai latar belakang dari dr. Hur yang bekerja di Hyemin. Baik asal maupun keluarganya terutama mengenai istrinya. Kapten itu mengiyakannya dan segera pergi.

Duk Geum memanggil Chae Sun untuk menemuinya. Duk Geum memberitahu Chae Sun kalau ia baru saja menghadiri pertemuan para perawat Istana dan telah bertemu dengan kepala perawat Istana, yang memintanya untuk mencarikan seorang gadis yang pandai dalam memijat, jadi Duk Geum teringat pada Chae Sun dan merekomendasikannya.  Chae Sun berdebar dan bertanya apa yang akan terjadi pada dirinya. Duk Geum tersenyum dan mengatakan kalau ia sendiri masih belum yakin, tapi jika kepala perawat menyukai keahlian Chae Sun maka Chae Sun mungkin akan mendapatkan kesempatan untuk memijat Raja. Chae Sun sangat gembira.

Gaegeum bertanya apakah hal itu benar pada Chae Sun, yang memberitahu rekan-rekannya saat mereka istirahat bersama. Chae Sun mengiyakannya, mengatakan kalau ia mungkin akan ke Istana dan memijat Raja dengan tangan-tangannya yang terlatih itu. Apalagi jika nanti Raja berkenan padanya … Sungguh ia nanti akan sulit bernapas … Sehee ikut senang dan menyebutnya sangat beruntung, betapa Chae Sun berlatih keras dalam hal memijat dan sekarang akhrinya keberuntungan itu datang. Gaegeum bergumam kalau ia sendiri juga tidak terlalu jelek dalam memijat. Chae Sun segera menegurnya kalau Gaegeum tidak mengerti, ia direkomendasikan bukan hanya karena kepandaian memijatnya saja, tapi juga karena orang yang merawat kesehatan raja juga harus cantik.

Gaegeum tersinggung dan bertanya apakah maksud dari Chae Sun kalau kecantikannya kalah dengan Chae Sun. Gaegeum menyatakan kalau ia adalah pusat perhatian para pria saat ia lebih muda dari sekarang. Ye Jin tertawa melihat mereka berdua bertengkar. Chae Sun bertanya pada Gaegeum apa perkataannya itu benar…. Gaegeum benar-benar tersinggung apalagi setelah melihat Ye Jin dan yang lainnya tertawa. Ia segera menghardik mereka untuk berhenti berbicara dan kembali bekerja.  Su Yun tertawa kecil.

Ye Jin dan Chae Sun berjalan-jalan berdua. Chae Sun sebenarnya merasa khawatir, walaupun kepala perawat Hyemin memuji keahlian memijatnya tapi ia belum pernah melakukannya pada seorang pria. Chae Sun tersenyum dan menyemangatinya, sebenarnya pria juga tidaklah berbeda, Chae Sun hanya perlu melakukan apa yang selama ini ia lakukan. Chae Sun merasa kalau ini bukanlah kesempatan sembarangan jadi ia ingin melakukan yang terbaik. Ye Jin menepuk pundaknya dan mengucapkan semoga berhasil pada Chae Sun kemudian pergi. Chae Sun mau pergi untuk bertugas, tapi belum lagi ia melangkah, Chae Sun segera membalikkan diri karena melihat Sanghwa sedang berjalan ke arahnya sambil membawa sebuah kantung di pundaknya. Saat Sanghwa melewatinya, Chae Sun memegang dadanya yang berdebar tapi kemudian teringat kalau ia nanti akan bersama dengan Raja, tapi mengapa sekarang hatinya justru diambil oleh seorang staf gudang obat. Apakah ia sinting. Chae Sun pergi.

Beberapa orang sedang mengawasi Dahee yang bekerja memotong-motong sayuran di halaman rumahnya, tapi ketika Dahee menengok pada orang-orang itu, mereka segera pergi dan berpura-pura sedang lewat. Dahee heran tapi tak ambil pusing. Haman datang menitipkan anaknya karena ia akan pergi ke pasar.

Haman menuju ke pasar, di tengah jalan ia bertemu dengan seorang pria, samaran dari kapten polisi anakbuah Bae, yang bertanya apakah rumah itu adalah rumah dr. Hur dari Hyemin. Haman mengiyakannya tapi heran dan bertanya apa yang terjadi. Kapten polisi yang menyamar itu bertanya apakah Haman juga tinggal disana, Haman awalnya mengiyakan tapi segera meralat kalau ia hanya orang lewat, Haman curiga dengan pria di hadapannya jadi ia segera pergi.

Ilsuh sedang berseru-seru di depan tokonya untuk menarik perhatian pembeli, Yangtae hanya duduk di dekatnya dengan tampang lesu. Ilsuh menegur Yangtau dan menyuruhnya untuk membantunya berjualan. Yangtae mengiyakan dan segera bangkit berdiri kemudian menata dagangan. Haman datang dan berkata pada suaminya kalau ia mengalami kejadian aneh. Ilsuh bertanya apa itu. Haman bercerita saat ia keluar dari rumah ada seorang pria yang bertanya macam-macam mengenai Hur June. Yangtae yang mendengarnya segera berbalik dan bertanya apa yang ditanyakan orang itu. Mereka bertanya apakah kota asal Hur June itu Sanum ataukah Yongchun, di Pyong Ahn Do. Yangtae ingin tahu apa jawaban Haman. Haman menyahut bagaimana ia bisa menjawab kalau dirinya sama sekali tidak tahu apapun jadi ia mengatakan kalau kota asal Hur June bukanlah Sanum tapi entah dari mana. Yangtae segera menjadi lesu.

Ilsuh menyebut istrinya orang tolol, orang-orang itu kemari untuk membawa Hur June. Haman bertanya dibawa kemana. Ilsuh menyumpahi istrinya, apakah ia harus menjelaskannya lagi, bukankah sudah jelas, karena reputasi Hur June yang sudah tersebar luas ke mana-mana beberapa orang kaya ingin membawa Hur June.  Ilsuh tertawa dan mengatakan kalau sekarang Hur June akan menjadi kaya. Haman menyahut kalau Hur June tidak punya bakat seperti itu. (Andy: Stupid Ilsuh, big mouth Haman … Poor Hur June was doomed😦 ) Yangtae menunduk masygul selama percakapan kedua suami istri itu.

Kapten polisi itu ternyata mengikuti Haman sampai ke toko, dan melihat dari jarak agak jauh.

Haman bertanya pada suaminya kalau begitu mengapa orang kaya yang ingin membawa Hur June bertanya mengenai Dahee juga, bukankah ini aneh. Haman tak sengaja menoleh dan meliat kapten polisi bersama seorang anakbuahnya, Haman segera berpaling dan berbisik pada suaminya kalau itu mereka. Ilsuh menoleh dan melihat kapten dan anak buahnya, yang segera pergi setelah ketahuan. Yangtae terkejut dan segera berpamitan pada Ilsuh. Ilsuh dan Haman heran dengan kepergian Yangtae yang mendadak.

Waktu sudah menunjukkan sore hari, Hyemin sudah ditutup dan para pegawai Hyemin dan para dokter beranjak pulang. Yangtae menunggu Hur June dengan gelisah di depan pintu gerbang Hyemin, kemudain melihat Hur June baru saja keluar dari pintur gerbang, Yangtae segera menghampirinya. Hur June heran …

Hur June merenung di tepi sungai. Ia mengingat perkataan Yangtae, yang meberitahunya kalau Yangtae yakin ada seseorang yang sedang menyelidiki Hur June dengan diam-diam. Mereka tahu kalau istrinya adalah anak gadis dari keluarga bangsawan. Hur June mendesah … berupaya melegakan hatinya yang sesak seakan ditindih oleh ribuan ton beban berat.

Malam hari, Dahee dan ibu mertuanya sedang di kamar menyulam. Nyonya Son berseru kalau matanya terasa buram, sulit sekali untuk menyulam. Dahee meminta ibu mertuanya untuk menyerahkan sulaman itu padanya yang nanti akan ia kerjakan. Nyonya Son merasa kalau dirinya sekarang sudah tua. Beberapa hari ini ia bermimpi mengenai masa-masanya saat di Yongchun. Biasanya terasa menyakitkan saat ia memikirkan hal itu, tapi kini ia bertanya-tanya apakah ia akan mendapatkan kesempatan untuk kembali kesanasebelum mati. Dahee tersenyum, tiba-tiba terdengar suara Hur June yang menyatakan kalau ia sudah pulang. Mereka berdua segera berdiri menyambut Hur June yang masuk ke dalam ruangan. Dahee memintanya untuk menunggu sebentar karena ia akan mempersiapkan makan malam, tapi Hur June menahannya dan menyuruhnya duduk karena ada yang mau ia katakan pada mereka. Ketiganya duduk, kedua wanita itu heran dengan sikap Hur June yang tidak biasanya.

Hur June dengan berat hati mengatakan kalau seseorang yang mengetahui mengenai masa lalunya sudah muncul. Dahee terkejut, Nyonya Son juga dan bertanya siapa orang itu. Hur June menjawab kalau ia adalah komandan polisi yang dulu bertugas di Yongchun dan sekarang ia adalah Jenderal Polisi.  Jenderal sudah tahu kalau dirinya melakukan perdagangan gelap dan bahkan kenyataan kalau ia menikahi wanita dari keluarga bangsawan. Dahee dan Nyonya Son tidak bisa berkata apapun saking terkejutnya. Nyonya Son berseru apa yang harus mereka lakukan sekarang padahal mereka sekeluarga sudah bekerja keras sampai sekarang, mereka mencoba dengan begitu keras. Hur June mengira saat pertama kali ia bertemu dengan orang itu, yang tidak mengenalinya, ia kira mungkin dirinya akan aman. Tapi ternyata orang itu menyelidiki dirinya di belakang Hur June secara sembunyi-sembunyi. Hur June merasa kalau ia tidak akan dapat menghindarinya lagi.

Dahee kemudian bertanya lalu apa yang akan Hur June lakukan. Hur June menjawab dulu dirinya berpikir kalau masa lalunya akan dapat diampuni jika ia hidup dengan benar. Ia pikir kalau masa lalunya perlahan-lahan akan menghilang seiring dengan berjalannya waktu tapi ternyata semuanya itu hanyalah impian sia-sia belaka. Dahee mengatakan kalau Hur June hidup dengan benar lebih daripada orang lain. Hur June berkata kalau masa lalunya akan terungkap suatu hari nanti. Ia sudah menjadi orang yang tolol mengira dapat menyembunyikannya. Nyonya Son sangat merana, Dahee menahan tangisnya. Hur June melanjutkan perkataannya kalau ia nanti tetap harus membayar harganya …

Yangtae tiba-tiba masuk, ia sudah mendengar semua dari luar. Yangtae membujuk Hur June untuk melarikan diri sekarang ke tempat lain yang jauh. Hur June membalasnya, kemana … kemana mereka dapat pergi…  Kemana mereka dapat pergi dengan membawa ibunya, Dahee dan juga Gyum. Sampai kapan mereka harus hidup dengan bersembunyi.  Yangtae langsung bertanya kalau begitu apakah Hur June bermaksud untuk mendatangi dan menyerahkan diri pada polisi. Hur June diam tak menjawab, hatinya bimbang. Yangtae berujar kalau itu terlalu menyedihkan. Hur  June sudah meraih banyak hal selama 10 tahun ini. Bagaimana bisa Hur June mau menghanyutkan semuanya seketika itu juga. Ini sungguh tidak adil. Benar-benar tidak adil. Ibu Hur June dan Dahee menangis sedih. Hur June menyahut kalau itu adalah takdirnya. Ia harus membayar semua kesalahan yang telah ia perbuat di masa lalu. Tidak ada jalan lain lagi.

Hur June keluar kamar dan merenung di halaman….

Sementara Dahee, Nyonya Son dan Yangtae ada di dalam ruangan. Dahee dan Nyonya Son berpeganngan tangan menangis mengingat nasib Hur June dan juga keluarga mereka nantinya. Yangtae hanya terduduk diam terpekur….

Keesokan paginya di Hyemin, Jang Hak Do dan Lee Myung Won tampak sibuk melayani para pasien, masing-masing ditemani oleh beberapa asisten perawat.

Hur June masuk ke dalam kantor menemui Kim Mangyung. Kim Mangyung menyuruhnya menunggu sebentar, Hur June bimbang hatinya. Kim Mangyung kemudian mengatakan kalau ada pasien yang memakan jamur beracun, harusnya ada cara untuk mengenalinya dengan mudah, karena itulah Kim Mangyung mencarinya di buku pengobatan, tapi ternyata tidak ada cara lain selain membedakannya dengan kedua mata. Hur June menyahut kalau Kim bisa memotongnya dan mencampurnya dengan jus jahe, atau mencampurnya dengan nasi yang sudah ditanak. Jika warnanya berubah gelap maka jamur itu beracun. KimMangyung terkagum-kagum dan berkata seharusnya ia langsung saja bertanya pada Hur June, karena ternyata dirinya membuang usaha dan waktu lalu tertawa. Kim Mangyung bangun dari duduknya dan mau beranjak pergi. Tapi Hur June mengatakan kalau ada sesuatu yang perlu ia sampaikan. Kim Mangyung bertanya apa itu. Hur June menatapnya …

Di pelataran Hyemin, Jang Hak Do sedang memeriksa seorang pasien. Chae Sun yang menjadi asistennya sedikit lesu, tapi kemudian ia melihat Ohgun. Chae Sun menghampiri dan menyapanya, dan bertanya apakah Ohgun mau dipijat olehnya. Ohgun terkejut. Chae Sun membisikinya, Ohgun lalu berkata kalau begitu ia menjadi Rajanya dan akan memberikan tubuhnya kepada Chae Sun dengan senang hati.

Chae Sun mengajak Ohgun ke sebuah ruangan, tempat biasanya para perawat berkumpul kalau bertugas di Hyemin. Ohgun terheran-heran dengan semua yang ada di dalam ruangan itu karena biasanya ia tidak boleh kemari, demikian juga sekarang. Chae Sun mengatakan kalau tidak akan ada orang yang kemari karena semuanya sedang bekerja. Chae Sun menyuruhnya berbaring di lantai. Chae Sun kemudian memijatinya, tapi Ohgun selalu bersuara setiap Chae Sun memijatnya, Chae Sun menyuruhnya untuk diam, Ohgun mengiyakannya dan untuk beberapa saat ia memang diam, tapi kemudian mulutnya kembali bersuara, Chae Sun menegurnya untuk diam karena bisa saja seseorang mendengar suaranya yang berisik. Ohgun menahan suaranya, tapi ia merasa geli ….

Tiba-tiba Hongchun masuk dan menegur mereka berdua apa yang sedang mereka lakukan. Chae Sun terkejut demikian juga dengan Ohgun. Chae Sun segera berdiri menghadapi Hongchun, sementara itu Ohgun salah tingkah dan segera mengambil patung untuk menyembunyikan diri, tapi patungnya terlalu kekecilan jadi Ohgun membelakangi mereka berdua dengan tangannya masih memegangi patung itu di depannya. … awahahahhaah lucu banget … Chae Sun mengatakan kalau kepala perawat memberitahunya kalau ia mungkin dapat pergi ke Istana dan memijat Raja, jadi …  Hongchun bertanya jadi apa ….  Jadi karena Chae Sun belum pernah memijat seorang pria sehingga ia ingin mempraktekkanya pada Ohgun. Honchun menyebutnya gadis yang bodoh dan menyuruhnya segera keluar. Chae Sun lega dan dengan senang hati segera keluar, Ohgun juga mau keluar, tapi terhadang oleh Hongchun. Hongchun melengos, Ohgun mencoba menerangkan kalau ia tidak melakukan hal yang salah, sebenarnya dirinya mau berkata tidak tapi Chae Sun terlihat begitu putus asa …

Ohgun memohon diri dan beranjak pergi tapi Hongchun menyuruhnya berhenti. Ohgun memohon pada Hongchun agar diijinkan pergi. Hongchun menarik napas dan menyuruh Ohgun untuk berbaring lagi. Ohgun bertanya mengapa Hongchun melakukan ini padanya. Hongchun menatapnya dan menghampirinya, mengatakan kalau wajahnya terlihat gelap dan kelelahan dan kelihatannya memang Ohgun memerlukan pijatan dari seseorang. Ohgun bertanya tapi dari siapa. Hongchun menunduk dan tersenyum malu-malu. Ohgun melihatnya dan hatinya berdebar, ia menatap ke langit-langit dan wajahnya terlihat bersukacita kemudian tertunduk dengan tertawa bahagia … ahahahaha akhirnya Hongchun hatinya tergerak juga dengan usaha si Ohgun…. ahahaha salut salut, dua jempol bagi Ohgun  …😀

Hur June memberitahu semuanya pada Kim Mangyung, yang kemudian mengatakan kalau Bae ternyata benar. Hur June mengatakan kalau ia akan menemui Jenderal Polisi dan mengakui semuanya. Hur June meminta maaf karena telah menimbulkan masalah.  Hur June sudah bersiap menerima hukuman atas kesalahan yang telah ia lakukan pada masa lalu. Tapi Kim Mangyung tidak bisa menerimanya dan tak akan membiarkan Hur June dibawa pergi. Semua itu sudah 10 tahun berlalu, jadi mereka tidak bisa mengungkapkan itu dan menghukum Hur June sekarang.  Kim memutuskan kalau ia akan menemui Bae dan membujuknya dan memerintahkan Hur June untuk tutup mulut. Hru June menentangnya dan mengatakan kalau ia tidak bisa melakukan itu. Kim Mangyung berkata, “Apapun yang pernah dilakukan olehmu di masa lalu, itu bukanlah urusanku. Yang terpenting bagiku adalah masa sekarang! Merawat pasien dengan sekuat tenagamu dan berusaha untuk menjadi dokter yang baik. Itulah siapa dirimu yang sebenarnya!”   Kim Mangyung sekali lagi memerintahkan Hur June supaya tidak menemui Bae Chunsoo.  Jangan pernah.  Kim bangkit berdiri dan mengatakan kalau ia akan menangani masalah ini dan menegaskan pada Hur June untuk mengingat perkataanya. Kim segera pergi. Hur June terkejut dengan reaksi dari KimMangyung.

Hongchun memijat Ohgun di kakinya. Ohgun menahan rasa sakit juga senang. Hongchun memberitahunya kalau bagian yang cekung di tapak kakinya ini disebut Kl1. Jika Ohgun sering memijatnya maka kelelahannya akan menghilang. Ohgun sudah tidak bisa menahan hatinya lagi, ia segera bangun duduk dan memanggil nama Hongchun berulangkali, Hongchun terkejut dan bertanya apa yang akan dilakukan oleh Ohgun. Ohgun meminta agar Hongchun tidak mengatakan apapun  Ohgun memegang kedua tangan Hongchun, menarik tubuhnya dan memeluk Hongchun. Hongchun terperanjat dan berusaha melepaskan diri sambil berseru agar Ohgun tidak melakukan ini karena bisa saja orang lain melihat mereka. Ohgun melepaskan rangkulannya dan bertanya apakah Hongchun hanya begini saja, kemudian merangkul lagi lebih erat. Hongchun menjadi salah tingkah dan kembali berusaha melepaskan diri, Ohgun terus saja memanggil nama Hongchun.

Ahn Kwang Ik masih mengajari rakyat untuk melakukan gerakan-gerakan senamnya. Rakyat dengan tekun mengikuti semua gerakan Ahn Kwang Ik.

Dr. Jung Jak berpakaian biasa sedang menunggu Ahn Kwang Ik lewat seusai memberikan pelajaran senamnya. Ahn mengenali dr. Jung Jak dan sangat senang karenanya.

Dr. Jung Jak memberitahu Ahn kalau Istana berusaha menangkap Ahn karena menganggapnya menyesatkan dunia dan menipu rakyat. Dr. Jung Jak memintanya supaya meninggalkanSeoul. Ahn tersinggung karena ia dianggap menyesatkan dunia dan menipu rakyat, siapa yang mengatakan hal itu. Dr. Jung serba salah. Ahn mengatakan kalau para pejabat itu hanya tinggal di Istana dan minum ramuan yang mahal. Mana mereka tahu wajah rakyat miskinnya yang pucat. Bahkan sulit bagi mereka untuk memasuki pintu gerbang Hyemin, membutuhkan beberapa hari bagi rakyat miskin supaya dapat masuk dan bertemu dengan dokter. Karena itu jika mereka mempelajari teknik pengobatan dari Timur maka mereka dapat menjaga kesehatan mereka. Apakah dr. Jung Jak juga berpikir kalau dirinya berusaha menyesatkan dunia dan menipu rakyat. Dr. Jung mengatakan kalau dirinya tahu Ahn tidak akan pernah melakukan hal seperti itu. Tapi Istana tidak suka kalau ada rakyat banyak berkumpul bersama-sama di satu tempat  Ah menimpali kalau para pejabat itu pasti merasa bersalah karena sesuatu hal. Dr. Jung mengiyakannya dan menjelaskan karena itulah dirinya tak tahu apa yang akan mereka lakukan pada Ahn. Dr. Jung sekali lagi meminta pada Ahn supaya meninggalkanSeoul. Ahn akhirnya mau menurutinya.

Mentei Sung, Menteri Jung, dan Menteri Kesehatan (sori sampai sekarang masih lom tahu siapa nama orang ini L ) tergesa-gesa menuju ke kediaman Raja, tapi ternyata Raja ada di Paviliun Jinsook.Paramenteri itu ragu-ragu, tapi karena ada hal genting mereka menuju Paviliun Jinsook untuk menemui Raja.

Raja tidak enak hatinya melihat Gong Bin Mama menangis, ia menyuruh agar Gong Bin menghentikan tangisnya. Gong Bin bertanya apakah Raja tidak tahu berapa lama sudah saat Raja terakhir pergi ke tempatnya. Raja beralasan kalau ia banyak kerjaan. Tapi Gong Bin menyahut kalau ia tahu Raja sering pergi ke kediaman In Bin setiap malam. Raja tertawa kemudian menggeser badan mendekati Gong Bin dan memegang tangannya. Gong Bin masih merajuk. Raja mengatakan kalau Gong Bin punya dua pangeran kecil, bagaimana bisa ia tidak memikirkannya. Raja memintanya untuk tidak menangis lagi dan memeluk Gong Bin.

Saat keduanya sedang berasyik masyuk tiba-tiba terdengar seruan dari luar kamar kalau Menteri Sung datang. Raja dan Gong Bin terkejut, melepaskan pelukan mereka. Raja bertanya ada apa. Menteri Sung menyahut kalau ia harus melaporkan kalau ada wabah yang menyerang di Hwanghae.

Ketiga menteri dipersilahkan masuk. Mereka bertiga menghadap Raja dan Gong Bin. Raja bertanya wabah apa, dan menyuruh mereka memberitahunya secara detil. Menteri Jung menjelaskan kalau wabah itu dimulai dari Eunyool dan  menyebar, tidak hanya ke kota-kota pinggir laut seperti Jangsan dan Ongjjin tapi juga menerang ke Jaeryung dan Haejoo dan menyebar ke Pyung Ahn di sisi bagian atas. Menteri Sung menyambung kalauSeoulberjarak hanya 80 km dari Haejoo, sehingga mereka tidak tahu kapan wabah itu akan menyerangSeoul. Raja memutuskan untuk mendiskusikan hal ini jadi ia meminta supaya memanggil para pejabat senior dalam departemen medis lainnya untuk ke Istana. Menteri Sung mengiyakannya. Raja selanjutnya memerintahkan Menteri Sung  memilih orang yang cocok untuk diutus pergi ke wilayah di mana wabah sedang mengganas dan menginstruksikan departemen medis untuk memilih para dokter yang akan dikirim kesana. Menteri Sung sekali lagi mengiyakannya.

Semua pejabat medis senior berkumpul atas perintah dari Menteri Sung. Mereka bingung apa yang sebenarnya terjadi, kenapa mereka dipanggil untuk berkumpul. Menteri Sung datang kemudian memberitahu mereka kalau ada wabah sedang mengganas di Hwanghae, dan langsung memerintahkan dokter Raja untuk memilih para dokter yang akan diberangkatkan dan mengirim mereka ke tempat di mana wabah itu masih mengganas. Dokter Raja mengiyakannya.

Kapten yang menyamar untuk menyelidiki asal usul Hur June menemui Bae Chunsoo. Kapten itu mengatakan kalau ia telah menemukan pelayan yang dulunya pernah bekerja di rumah Tuan Lee Jungchan (Ayah Dahee) dan mengkonfirmasikan bahwa istri Hur June memang anak dari Tuan Lee. Dokter Hur di Hyemin memang benar adalah Hur June yang ia lihat di Yongchun. Bae Chunsoo mengajak kapten itu dan beranjak pergi saat Kim Mangyung datang menemuinya. Bae sangat senang dan bertanya apa yang sedang Kim lakukan di tempatnya. Kim meminta untuk berbicara berdua.

Bae Chunsoo dan Kim Mangyung berdua saja, Kim Mangyung bimbang hatinya, tidak tahu harus memulai dari maan. Bae heran dan bertanya apa yang ingin Kim bicarakan berdua dengannya. Kim dengan terpaksa meminta bantuan pada Bae Chunsoo. Bae heran, Kim melanjutkan dengan memohon agar Bae menutupi masa lalu dr. Hur. Bae tahu kalau ini sangat sulit bagi Bae, tapi Kim merasa terlalu disayangkan kalau Hur June hancur saat ini. Bae hanya diam, tapi tampangnya menunjukkan ketidaksetujuannya.

Kim melanjutkan bahwa Hur June memiliki potensi untuk menjadi dokter Raja, dan ini bukanlah guyonan. Hur June benar-benar memiliki kepribadian dan bakat yang menjadi syaratnya. Jika mereka menghentikannya di sini karena masa lalunya, bukankah itu sangat menyedihkan. Bae mengatakan kalau ia tidak bisa melakukannya. Hur June telah melanggar hukum dan hidup menyembunyikan diri selama 10 tahun. Dia telah menyembunyikan kebenaran mengenai dirinya dan menipu Istana. Bagaimana ia bisa membiarkan seorang pria, yang memalukan, hidup dengan anggaran pemerintah dan bekerja bagi negara.

Bae menyatakan kalau Kim juga dibodohi oleh Hur June. Kim menyahut itu karena Bae tidak mengenal dr. Hur dengan baik. Jika Bae melihat dr. Hur merawat pasien dengan sepenuh hatinya maka Bae akan tahu kalau semua pemikirannya selama ini adalah salah. Kim memohon agar Bae mempertimbangkannya lagi. Bae tetap bersikeras, ia menganggap tak pernah mendengar perkataan seperti itu dari Kim dan memintanya pergi. Kim bertanya apa sebenarnya tujuan dari Bae mengungkapkan masa lalu Hur June sekarang.  Apa yang akan ia dapatkan dengan melakukan ini. Bae justru balik bertanya mengapa Kim melakukan ini, yang tidak bisa membedakan mana yang resmi dan urusan pribadi, dan berkeras kepala.

Dr. Kim menyatakan kalau alasannya melakukan hal seperti itu justru bukan hanya untuk dr. Hur saja. Itu untuk orang-orang miskin dan tak berdaya. Itu untuk masyarakat yang menyerbu masuk Hyemin mencari dr, Hur, yang merawat pasien miskin seperti merawat dirinya sendiri. Tapi Bae masih tetap pada pendiriannya. Memang mungkin seperti yang dikatakan oleh Kim, bahwa dr. Hur adalah orang yang baik, tapi karena kejahatannya sudah terungkap maka dirinya tak bisa membiarkannya lagi, karena ia tidak bisa membeda-bedakan orang ketika melanggar hukum. Jadi ia tidak bisa membantu Kim. Bae meminta maaf pada temannya itu.

Bae Chunsoo bersama kapten dan beberapa anakbuahnya berlari dengan terburu-buru menuju Hyemin. Semua orang di pelataran Hyemin terkejut melihat kedatangan rombongan Bae yang langsung menggeledah dan mencari Hur June. Tapi Hur June yang dicari-cari tidak ada disana.

Bae menemui dr. Kim dan dr. Song, memperkenalkan dirinya sebagai Jenderal biro polisi. Dr. Kim terkejut dan segera bangkit berdiri, bertanya apa yang membawanya kemari. Bae bertanya keberadaan dr. Hur. Dr. Kim menjelaskan kalau dr. Hur diberangkatkan ke rumah sakit lain karena wabah yang mengganas di Hwanghae. Bae terkejut. Dr. Song penasaran dan bertanya mengapa Jenderal polisi mencari dr. Hur.

Hur June naik ke pelana kuda kemudian segera memacu kudanya bersama-sama dengan Jang Hak Do dan didahului oleh seorang pengawal.

Seorang petugas memacu kudanya di tengah-tengah pasar, orang-orang minggir memberi jalan, kemudian disusul oleh petugas lain di belakangnya yang juga menunggang kuda dengan tergesa-gesa. Yangtae mendorong Ilsuh sampai terjatuh. Tampaknya keduanya adalah kurir pembawa pesan kilat. Ilsuh dan Yangtae bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.

Pengawal yang mengiringi Hur June memberikan tanda pengenal pada penjaga pos, yang memeriksanya dan ternyata cocok.  Tiba-tiba kurir pembawa pesan kilat datang, turun dari kudanya dan meminta minum. Penjaga pos bertanya apakah wabah murrain juga menyerang Haejoo. Kurir itu menggoyangkan tangannya dan mengatakan kalau keadaan disanaseperti neraka. Kurir itu menyelesaikan minumnya kemudian naik ke atas kudanya dan segera memacunya. Hur June segera mengajak pengawal dan Jang Hak Do untuk berangkat.

Mereka bertiga juga memacu kudanya dengan kecepatan penuh.  Saat melewati sebuah kota mereka dihadang oleh para pengawal. Kota itu ditutup dan setiap orang dilarang masuk. Pengawal Hur June memberitahu kalau mereka adalah dokter Istana dan ingin lewat tapi pengawal kota memberitahu mereka kalau rombongan itu tidak dapat menggunakan rute ini dan harus memutar. Hur June melihat sekilas, di dalam banyak rumah dibakar dan para penderita sedang dipapah ke tempat lain. Jang Hak Do menghampiri Hur June dan mengatakan tampaknya wabah sudah sampai ke tempat itu. Hur June menyahut kalau mereka harus bergegas. Ketiganya segera naik kuda dan memutar lewat jalan lain.

Rombongan Hur June sampai di Hwanghae dan segera ke gedung pemerintahan. Disana terlihat kesibukan di mana-mana.

Gubernur sedang menulis surat dan menyerahkannya pada seroang kapten untuk mengirimkannya ke Seoul hari ini juga. Kapten itu segera menerima dan bergegas pergi.

Hur June dan Jang Hak Do dipersilahkan masuk menemui gubernur, yang sangat senang melihat mereka berdua. Kedua dokter itu memperkenalkan diri mereka. Gubernur merasa sekarang dirinya dapat sedikit bernapas lega setelah melihat mereka ada di sini.  Jang Hak Do bertanya bagaimana dengan situasinya. Gubernur menjawab tidak bisa lebih buruk lagi, ia tidak pernah melihat bencana demikian rupa.

Malam hari, diadakan rapat untuk membahas penyebaran wabah penyakit. Seorang kapten menunjukkan peta dan mengatakan kalau wabah itu dimulai dari Eunyool 10 hari lalu kemudian menyebar ke Jangsan dan Ongjin yang di tepi laut lalu mengganas di Jaeryung dan Namchun yang ada di pedalaman dan sekarang merata sejauh Haejoo. Ratusan orang sudah mati di kota-kota ini. Hanya memakan waktu 2 hari untuk wabah itu menyebar dari Jaeryung ke Haejoo dan jika berlanjut terus dengan kecepatan ini maka wabah itu akan sampai diSeoulsetelah 10 hari.

Seorang pejabat kabupaten bertanya pada Hur June, bagaimana Hur June melihat situasi ini dan apakah Hur June memiliki pemecahannya. Hur June menjawab segera setelah pagi tiba, mereka berdua akan turun ke kota dan mencari cara penyembuhannya. Untuk saat ini hanya itu yang bisa ia katakan. Pejabat itu menegur Hur June kalau begitu apakah Hur June hanya akan melihat saja rakyat mati. Jang berusaha membela Hur June karena Hur June tidak bermaksud itu, tapi pejabat itu tidak mau mendengarkannya, mengatakan kalau kecepatan dan kondisi dari penyebaran wabah berbeda setiap harinya, dan sekarang hanya itu saja yang dapat Hur June katakan.

Gubernur menenangkan mereka dan mengatakan kalau para dokter Istana itu baru saja datang hari ini bahkan belum sempat membongkar barang mereka. Dan seperti yang telah Hur June katakan, mereka tentunya harus melihat situasinya terlebih dahulu.Parapejabat menyadari kebenaran ucapan gubernur sehingga tidak mengucapkan perkataan pedas pada kedua dokter itu lagi.

Tiba-tiba salah seorang staf datang dan memberitahu kalau ia telah membawa orang yang Gubernur inginkan. Gubernur menyuruh mereka masuk. Dua orang biasa masuk dan memberi hormat pada Gubernur. Gubernur mengatakan kalau ia menemukan dua orang yang sembuh dari wabah yang menyerang Haejoo. Seorang pejabat bertanya apakah mereka berdua sungguh-sungguh sembuh dari penyakit itu. Pria A mengiyakannya dan menerangkan kalau pria B menderita demam tiba-tiba dan panas di kepalanya tapi sembuh hanya dengan jus udang laut sedangkan dirinya memercikkan darah ayam ke seluruh ruangan dan memakan daging ayam kalkun.

Gubernur memandang Hur June, yang kemudian memeriksa pria A dan B. Gubernur bertanya bagaimana dengan mereka. Hur June menjawab kalau kedua orang itu tidak terkena murrain. Tapi pria A membantahnya kalau dokter di desanya mengatakan kalau itu murrain. Hur June memandang pada gubernur dan menerangkan gejala pria A, rambutnya rontok dan mulutnya pecah-pecah sehingga pada pandangan pertama, gejalanya sama dengan gejala murrain. Tapi ketika melihat ada bekas pemborokan di antara jarinya, pria A itu menderita ascariasis bukan murrain. Hur June menunjuk pada pria B, dan mengatakan kalau ia menderita penyakit kuning tapi gejalanya sudah berkurang sekarang, jadi bukan murrain. Gubernur bertanya apa Hur June yakin, Hur Jun mengiyakannya. Gubernur menyuruh stafnya untuk membawa kedua orang itu keluar.

Seorang pejabat bertanya pada Gubernur apa yang harus mereka lakukan sekarang. Gubernur memanggil dr. Hur dan mengatakan seperti yang telah Hur June lihat kalau tempat ini seperti layaknya neraka. Gubernur menyadari kalau dokter tidak bisa menyembuhkan semua penyakit di dunia ini, tapi mereka harus menemukan penyembuhannya tak peduli apapun. Mereka harus menghentikan wabah ini menyebar keSeoul. Hur June berpandangan dengan Jang Hak Do.

Keesokan paginya, Hur June dan Jang Hak Do pergi menuju ke kota ditemani oleh Gubernur dan kaptennya. Mereka berpapasan dengan rombongan rakyat. Gubernur memberitahu Hur June kalau ia memerintahkan untuk memindahkan mereka yang sehat ke kota2 sebelah. Hur June mengawasi rombongan rakyat itu. Gubernur meminta perlengkapan pada stafnya karena ia juga akan pergi mengiringi dr. Hur dan dr. Jang tapi stafnya mencoba membujuknya dan mengatakan kalau nanti gubernur bisa terinfeksi. Tapi Gubernur menyahut kalau ia adalah gubernur daerah ini jadi ia tetap memutuskan untuk pergi mengiringi kedua dokter itu.

Semua orang memakai kain menutupi hidung dan mulut. Gubernur membawa mereka ke sebuah desa, dan mengatakan kalau semuanya itu dimulai dari tempat itu 5 hari yang lalu. Hur June kemudian dibawa ke tempat penampungan pasien dan melihat begitu banyak orang yang terkena murrain. Hur June miris hatinya melihat penderitaan mreka. Hur June menghampiri wanita tua dan memeriksanya. Jang Hak Do juga memeriksa pasien lain. Kemudian mereka melanjutkan perjalanannya ke satu rumah yang ternyata banyak orang yang mati. Hur June membelalakkan matanya melihat pemandangan itu. Gubernur mengatakan karena masih belum ditemukan pengobatannya, mereka terus saja kehilangan banyak orang.

Di Kantor Pemerintahan, Gubernur mengadakan rapat dengan semua pejabat dalam rangka membahas wabah yang menyerang wilayahnya.

Jang Hak Do:  Murrain disebut juga Dae Doo Jong, kelihatannya penyakit itu muncul karena musim dingin yang terakhir terlalu hangat dan virus yang seharusnya terbunuh, tidak mati. Jika kau terkena murrain, kau menderita panas tinggi pada mulanya seperti sangat kedinginan, kemudian kau merasa panas mendidih di kepala, dan banyak benjolan di tenggorokanmu. Semuanya berbeda-beda untuk tiap orang, dari permulaan serangan sampai matinya. Beberapa orang segera mati setelah mendapat serangan penyakit itu, tapi kematian seseorang terjadi paling lama dalam 10 hari.

Hur June: Hal yang aneh adalah pada tempat yang diserang pertama kali, Eunyool, korban yang jatuh lebih sedikit dan wilayah Ongjin yang terkena setelah 7 hari, banyak korban berjatuhan disana.

Gubernur: Apa yang menjadi penyebabnya?

Hur June: Itu mungkin dikarenakan kondisi geografis dari kota itu, atau resep yang diberikan oleh para doker di Eunyool mungkin efektif.

Gubernur: Ramuan apa yang mereka resepkan?

Jang Hak Do: Ramuan itu disebut Tak Lee So Dok San, dibuat dari 14 bahan obat, di antaranya adalah Angelica Gigantis Radix.

* Tak Lee So Dok San adalah ramuan untuk berbagai jenis tumor carperl, japonica Kitamura,

Pejabat: Kalau begitu kita dapat meresepkan obat itu, bukan?

Hur June: Obat yang sama tidak efektif di Ongjin. (Gubernur memandangnya) Kita harus menyelidiki Eunyool dan Ongjin dengan sangat teliti dan memeriksa kondisi dari para pasien. Aku akan pergi ke sana untuk 3 hari.

Gubernur: Tapi kau harus memberikan petunjuk pada para dokter di setiap kota. Jika kau pergi selama 3 hari, apa yang harus kami lakukan pada saat gawat?

Hur June: Lebih banyak dokter akan segera diberangkatkan dari Istana.

Hur June dan Jang Hak Do diiringi oleh rombongan pengawal menuju ke Eunyool dan Ongjin untuk memeriksa keadaan disana.

Sementara itu di Istana para pejabat medis mengadakan rapat untuk membahas mengenai wabah.

Di Hyemin, para perawat dikumpulkan. Chae Sun memberitahu Ye Jin kalau mereka akan dipilih untuk diberangkatkan ke Hwanghae di mana murrain menyerang, kemudian mengatakan kalau mereka memilihnya maka ia memilih untuk menggigit lidahnya dan mati saja. Lebih baik ia mati saja … tiba-tiba Duk Geum dan Hongchun datang, Chae Sun segera kembali ke tempatnya.

Duk Geum: Kami telah memilih para perawat yang akan diberangkatkan ke Hwanghae. (Pada Hongchun) Panggil nama mereka!

Hongchun: Baik! (Pada para perawat) Gaegeum, Ye Jin, Chae Sun, dan Sehee. Kalian akan pergi bersamaku jadi bersiap-siaplah.

Gaegeum: Kepala perawat …. Kepala perawat …

Sehee: .. Kepala perawat … aku … aku …

Chae Sun: Aku segera akan memijat Raja, jadi aku …

Hongchun: Diam semua! Kita akan segera berangkat saat siang hari bersama para dokter, perawat yang lain, staf gudang obat, dan kepala gudang obat jadi bersiaplah.

Chae Sun: Kepala perawat, aku tidak bisa!

Duk Geum: Diam! (Chae Sun tersentak kemudian menangis) Itu sudah diputuskan. Jangan berpikir kalau kalian akan menghadapi kematian, bantulah para dokter dengan kesungguhan hati.

Chae Sun: (menangis) Kepala perawat ….

Siangnya, Lee Myung Won memimpin rombongan untuk diberangkatkan ke daerah wabah. Lee berpamitan pada Kim Mangyung. Kim sangat menyesal karena ia ditinggal sendirian di Hyemin, tapi Lee menyahut justru lebih sulit bagi Kim karena sendirian yang bertanggungjawab di Hyemin. Kim bergurau mengatakan kalau itupun tidak lebih sulit daripada orang-orang di tempat kematian. Duk Geum menasihati para perawat agar bekerja keras. Duk Geum memberitahu Chae Sun kalau ia dapat merawat kesehatan Raja setelah kembali nanti, jadi tidak usah terlalu bersedih. Chae Sun mengiyakannya dengan hati sedih.

Dari bagian rumah sakit Istana, Sobi memimpin para perawat istana, termasuk di antaranya Onjin dan So Hyun, dan Ohgun juga ada dalam rombongan untuk diberangkatkan ke Hwanghae. Ohgun melihat Hongchun dalam rombongan Hyemin dan menjadi senang karenannya. Ye Jin melihat So Hyun dan memberi senyuman yang dibalas oleh So Hyun. Chae Sun masih menangis, merasa kalau dirinya tak akan kembali lagi.

Yang memimpin rombongan dari Istana adalah dokter Chung Tae Un (dr. Jung / dr. C). Ia menegur Lee karena terlambat, dan mengatakan setelah daftar nama diperiksa, mereka akan segera berangkat.

Jang Hak Do sibuk merawat para pasien murrain. Hur June sendiri sibuk dengan resep yang akan dibuatnya untuk mengatasi murrain, ia meminta bantuan pengawal untuk mengantarkan resep itu ke bagian ramuan. Hur June juga memeriksa sendiri bahan obat-obatan. Hur June mencatat semua hasil perkembangan pengobatan yang ia lakukan dan mengirimkannya melalui seorang kapten pengawal.

Hur June: (pada Jang Hak Do) Jika kita dulu lebih berhati-hati dan lebih memperhatikan penyakit ini, kita mungkin sudah bisa mencegah orang-orang mati dalam kelompok lebih besar. Tapi kita terlalu lamban, bergantung hanya pada beberapa buku medis, tertahan di Hyemin dan tidak melihat dunia yang luas ini.

Kapten yang dititipi surat Hur June segera berkuda dan pergi ke Kantor Pemerintahan Hwanghae …

Rombongan dokter Istana dipimpin oleh Chung Tae Un sudah sampai di Hwanghae …

Seorang staf pemerintahan memberitahu Gubernur, yang bercakap-cakap dengan Menteri Sung, kalau dr. Hur yang pergi ke Eunyool dan Ongjin selama 3 hari sudah kembali.

Rombongan dokter dari Istana dan Hyemin berkumpul di halaman depan Kantor Pemerintahan Hwanghae. Hur June menemui Lee Myung Won, ia sangat senang dan lega melihat Lee datang.  Jang Hak Do memanggil Lee, dan Lee segera pergi menemuinya. Hur June melihat Ye Jin, yang kemudian memberi hormat padanya, Hur June membalasnya.

Gubernur datang dan menyapa Hur June kemudian memberitahu kalau Menteri Sung juga datang, Hur June memberi hormat pada Menteri Sung. Menteri Sung sangat senang dan berterima kasih atas kerja keras dari Hur June. Hur June kemudian melihat di belakang Menteri Sung ada Bae Chunsoo, yang tersenyum, seakan-akan mengatakan kalau Hur June tak akan lolos darinya kali ini … Hur June terkejut dan menjadi gugup karenanya …..

15 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 49

  1. Kayaknya lucu banget adegan hongchun sama ohgun, ha.ha.ha… Emang JOON suka bikin degdegan yg baca, ga ditangkep kan? Lanjutannya hari ini ya kang, jgn nunggu besok, penasaran……..

  2. Raja ….. adalah titisan Tuhan dan hukum adalah …….. titah Raja. Apapun kebaikan, jasa dan pengabdian Hur June tidak dapat menghapus rekaman jalan sesat yang pernah ia lakukan ….. demikian gambarannya. Petugas hukum saat itu hanya terfokus satu hal …. berapa pun lama nya peristiwa hukum tersebut telah berlalu (atau mungkin kedaluarsa peristiwa hukum belum dikenal saat itu ) … hukuman mutlak tetap harus dilaksanakan !
    Disinilah pengampunan Raja berperan …….
    ( apakah ada dukungan moril dan empati dari Menteri Sung atau dari Gong Bin Mama ? …………..atau setelah wabah redah dan berhasil diatasi tuntas oleh Hur June akan berdampak pada nasib baik kemudian Hur June ? Atau ada peristiwa lain sehingga jalan salah Hur Jun… (sewaktu masih remaja ….. dikala emosinya tidak stabil) … akan dilupakan orang karena kebajikan yang telah dibuatHur June jauh lebih banyak …….. ?

    Koh Andy …. Sampai episode ini … rasanya aku nggak tega banget lihat Hur June menjadi seperti ini…
    Miris ……..

  3. hur joon memang tak putus dirundung malang. tapi dia dibebaskan dari hukuman krn berhasil mengobati penduduk yg terkena wabah penyakit. betul g’ Koh Andy?

  4. Pada segitunya (mw nangis sma nasibnya huh joon) (jengkel sma bae), para pemirsa, tenang aja, alur cerita emang dibuat naik turun, spy dinamika drama jd hidup, masa datar tok? hehehe,…

    • Sangat benar apa yang Mas Fans katakan………… apalagi kalau kita simak Sound Track Hur Jun ( 1999 – 2000 ) di You Tube, nampak adegan-adegan inti Huh Joon memakai busana kebesaran-nya sejak warna hijau menanjak ke warna biru dan terakhir warna merah ‘trade mark’nya Dokter Raja ……… Disinilah letak piawainya script director-nya mengatur ritme cerita untuk menguras emosi penontonnya ( maaf … tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada Koh Andy yang setia hadir, bersusah payah ….mengatur waktu nya untuk bisnis dan mengisi blog ini menghadirkan sinopsis Huh Joon,,……Salut buat Koh Andy. Maju terus …………… Good Luck!

  5. Oh……gitu…. Yah kalau yg nonton mah pasti geregetan khawatir idolanya kenapa2, he.he.he…. Kang lanjut 50…..dst biarin nyalip lbs juga da biar udah tahu sinopsisnya tetep aja film nya ditonton da seru……

    • Benar Mas Budi …. paling klop kalau Sinopsis dulu baru TV.
      Kalau sudah lihat di TV …eh… maunya Sinopsis lagi ……….
      biarpun episodenya Sama ! Bolak lagi balik lagi….. Abis Cara
      penulisan Sinosis Koh Andy memang bagus …Klop !
      Terima kasih Koh Andy…..Kita doa’kan … Bisnis Koh Andy
      tambah maju and… Koh Andy & Kel. sehat-sehat selalu.

  6. Rani, sabar ya, komentarnya lg dtunggu yg seru2 biar koh andy semangat. Apalagi kl yg ngasih komen buanyaaak. Artinya yg nunggu emang buanyak. Gt loh. Hahaha.. Sok tw gue…

  7. rusak susu sebelanga gara2 nila setitik, wah jan aku nggak terima bangets,…tapi ma apa lagi kejadian tahun 1600 san,…

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s