Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 50

Rombongan dokter dari Istana dan Hyemin berkumpul di halaman depan Kantor Pemerintahan Hwanghae. Hur June menemui Lee Myung Won, ia sangat senang dan lega melihat Lee datang.  Jang Hak Do memanggil Lee, dan Lee segera pergi menemuinya. Hur June melihat Ye Jin, yang kemudian memberi hormat padanya, Hur June membalasnya.

Gubernur datang dan menyapanya kemudian memberitahu kalau Menteri Sung juga datang, Hur June memberi hormat pada Menteri Sung. Menteri Sung sangat senang dan berterima kasih atas kerja keras dari Hur June. Hur June kemudian melihat di belakang Menteri Sung ada Bae Chunsoo, yang tersenyum, seakan-akan mengatakan kalau Hur June tak akan lolos darinya kali ini … Hur June terkejut dan menjadi gugup karenanya …..

Hur June menemui Bae yang sedang mengadakan pertemuan dengan kedua anakbuahnya. Bae bertanya ada apa, Hur June mengatakan kalau ada yang ingin ia bicarakan. Bae menyuruh kedua anakbuahnya untuk pergi. Setelah keduanya pergi, Bae bertanya apa yang ingin Hur June katakan padanya. Hur June mengakui kalau ia adalah Hur June dari Yongchun, yang ia bicarakan sebelumnya. Sebenarnya Hur June ingin mengakui segalanya pada Bae, tapi tiba-tiba ia dikirim ke tempat ini. Jika saja Bae kemari untuk menangkap dirinya, Bae menyela, tentu saja ia kemari untuk menangkap Hur June dan membuat Hur June membayar segala kesalahan yang telah Hur June perbuat.

Bae kemari sebenarnya ditugaskan untuk menemani Menteri Sun dan Menteri Keamanan, tapi dirinya tidak bisa membiarkan seorang penjahat seperti Hur June memimpin di tempat ini. Adalah kejahatan sangat serius melakukan perdagangan gelap dan melarikan diri, tapi Hur June layak dihukum mati karena menikahi seorang gadis dari keluarga bangsawan dengan paksa. Bukankah istrinya adalah anak dari Tuan Lee Jungchan. Hur June menatapnya. Bagaimana bisa seorang yang berstatus sosial rendah seperti Hur June melanggar aturan status sosial. Hur June menjawab kalau dirinya sudah siap membayar semua kesalahannya, tapi ia ada permintaan pada Bae. Hur June memohon agar Bae mengijinkan dirinya melakukan tugasnya sebagai dokter, sampai ia dapat menemukan penyembuhan untuk murrain.

Bae tampak berpikir ulang, Hur June mengatakan kalau banyak orang sekarat tiap hari, tapi mereka masih belum dapat menemukan penyebab ataupun penyembuhannya. Kemampuannya mungkin masih rendah, tapi ia memohon agar diijinkan membantu untuk menghentikan wabah. Setelah itu ia akan menerima hukumannya. Bae bertanya bagaimana ia dapat mempercayai Hur June. Hur June dulu melarikan diri sebelum dikirim ke Kamyoung, Pyungyang. Dan karena insiden itu, untuk sejenak dirinya terkena masalah. Bagaimana ia bisa mempercayai orang seperti itu dapat memegang janjinya. Hur June hanya meminta agar Bae percaya padanya. Bae memandang Hur June, kemudian berkata kalau ia sudah melihat kota-kota yang diserang oleh wabah and tahu kalau situasinya sangat serius. Tiap dokter sangat diperlukan di sini dan ia tidak bermaksud untuk menangkap Hur June saat Hur June memimpin pada dokter lain. Hur June merasa sedikit lega. Tapi itu hanya untuk sementara, segera setelah keadaan membaik maka ia akan memulai penyelidikan kembali. Ia akan terus mengawasi gerak-gerik Hur June setiap saat jadi jangan coba-coba untuk membodohinya.  Hur June menunduk memberi hormat. Ia lega karena Bae telah berjanji tidak akan menangkapnya selama mengatasi wabah ini jadi pikirannya bisa fokus dan hatinya lebih tenang dalam melaksanakan tugasnya.

Malam hari, pertemuan diadakan untuk membahas apa yang telah ditemukan oleh Hur June.

Hur June: Dalam kasus Eunyool, kondisi wabah tidaklah begitu parah jadi bisa dikendalikan dengan Tak Lee So Dok San. Tapi berbeda dengan Ongjin dan kota-kota yang lain, yang keadaannya parah sehingga obat yang sama tidak berhasil. Ini disimpulkan dari kenyataan bahwa pasien di Eunyool mati setelah 10 hari mengalami sakit tapi pasien di kota lain mati dalam 3 hari.

Menteri Sung: (terkejut) Kalau begitu wabah itu semakin parah tiap hari?

Hur June: (menganggukan kepalanya) Benar, Na Li!

Gubernur: Apakah ada solusi lainnya?

Hur June: Aku sedang merencanakan untuk menggunakan Bang Poong Tong Sung San dan Jang Dal Hwan. 5 tahun yang lalu murrain yang menyebabkan gejala yang sama menyerang desa-desa di dekat Sanum, Kyung Sang Do.Saat itu orang-orang menggunakan tanaman obat itu untuk menghentikan menjalarnya wabah.

* Bang Poong Tong Sung San adalah tanaman obat yang biasanya digunakan untuk area dimana panasnya berkumpul.

Menteri Sung: (merasa ada harapan) Apakah itu benar?

Hur June: Kondisi dari para pasien di Hwanghae memiliki gejala yang sama. Aku rasa ini adalah cara yang paling efektif untuk sekarang. Kami akan mulai dari kota dengan penyebaran penyakit yang paling cepat. Dokter Chung akan menangani Hwangjoo, dokter Lee di Haejoo, dan dokter Jang di Ongjin.

Gubernur Bongsan: Aku adalah Gubernur Bongsan, siapa yang akan menangani kotaku.

Hur June: Aku yang akan menanganinya.

Pertemuan telah usai, Hur June merenung sendirian di sudut halaman, mengingat perkataan gurunya saat ia datang untuk membantu mengatasi wabah murrain, bahwa murrain adalah penyakit yang menular, bahkan seorang dokter pun tidak dapat menghindarinya, dan memerintahkan Hur June agar kembali. Tapi Hur Jun waktu itu menentang perintahnya dan mengatakan kalau ia tak dapat meninggalkan gurunya an para pasien di belakang, bahkan jika ia mati di sana, ia tak akan pergi. Tapi Yoo Wee Tae menegurnya, mengambil resiko menghadapi kematian bukan hanya itu saja yang dapat Hur June lakukan. Banyak pasien lain yang menunggu Hur June di luar sana. Dirinya dan Samjeuk dapat menangani para pasien murrain dan memerintahkan Hur June untuk kembali. Tapi Hur June masih tidak bergerak dari tempatnya, memohon pada dr. Yoo Wee Tae. Dr. Yoo Wee Tae membentaknya untuk pergi dari tempat itu. Tapi Hur June tetap bersikeras kalau ia tak akan pergi, dr. Yoo Wee Tae menjadi marah dan menampar Hur June. Hur June kaget, Samjeuk juga terkejut, dr. Yoo Wee Tae mengatakan pada Hur  June kalau masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh Hur June, jadi Hur June harus tetap hidup. Kembali ke masa sekarang, mata Hur June berkaca-kaca saat mengingat gurunya.

Ye Jin mendatanginya dan mengatakan kalau sudah larut malam, Hur June seharusnya masuk dan beristirahat. Hur June menyahut kalau ia sedang mengingat gurunya. Ketika ia menyusul gurunya dan pergi ke kota yang terkena wabah, gurunya membuangnya dan mengatakan kalau ia harus hidup karena ada pekerjaan yang harus ia lakukan. Pada waktu itu Hur June tidak memahami maksudnya, tapi ia rasa sekarang ia sedikit mengerti apa maksudnya. Namun sekarang Hur June tidak percaya diri kalau dapat menangani bencana sebagai orang yang bertanggungjawab untuk menghentikan  wabah ini. Ye Jin meminta Hur June agar tidak kehilangan semangat karena ia yakin guru mempercayai Hur June.  Hur June hatinya terhibur oleh dukungan dari Ye Jin

Keesokan paginya, Hur June ditemani para pengawal dan perawat mulai melakukan pekerjaan mereka. Hur June menyuruh Hongchun untuk memberitahu orang-orang supaya membuang semua benda yang telah dipakai oleh para pasien dan melarang semua orang untuk meminum air dari sumur atau sungai. Hongchun mengiyakannya kemudian menyuruh Ye Jin untuk mengikuti dr. Hur. Hur June mengatakan kalau ia akan memindahkan para pasien yang dalam kondisi serius ke kantor pemerintahan dan merawat mereka di sana. Bae mengawasinya. Chae Sun gelisah. Hur June meminta pada komandan pengawal agar membantunya untuk memindahkan para pasien. Komandan mengiyakannya. Chae Sun mau menyendiri tapi kemudian melihat mayat korban murrain di sisi sebuah rumah, ia terkejut dan ketakutan kemudian berlari kembali ke rombongan.

Hwangjoo, dr. Chung sedang memeriksa pasien dibantu oleh para perawat Istana. Seorang pria datang dengan menggendong pria lain di punggungnya, menemui dr. Chung dan memintanya untuk memeriksa kawannya itu. Dr. Chung menyahut apakah ia tidak melihat para pasien di dekatnya. Tapi pria itu mengatakan kalau orang ini adalah dokter yang merawat para pasien. Dr. Chun kaget dan segera bangkit berdiri, bertanya apakah penyakit juga menjangkiti dokter.  Pria itu mengiyakannya. Dr. Chung ketakutan dan segera pergi tanpa pamit, tapi Sobi bertanya apa yang akan dr. Chung lakukan, yang dijawab kalau ia membutuhkan istriahat. Sobi kemudian menyuruh pria itu membaringkan kawannya ke sebuah dipan.

Bongsan, Hur June dan Ye Jin sibuk merawat para pasien yang sangat banyak. Chae Sun membawakan obat bagi para pasien dan tidak mau menyentuh mereka, takut tertular. Satu saat ada seorang pasien memegang tangannya, Chae Sun kaget dan segera mengusap-usapkan tangannya ke bajunya berulang-ulang seakan-akan ingin membersihkan penyakit dari tangannya yang dipegang penderita murrain. Hoangchun melihatnya dan menegurnya apa yang sedang dilakukannya, Chae Sun menjawab sambil menangis kalau orang itu memegang tangannya. Hongchun menyuruhnya diam, betapa tak pantasnya Chae Sun melakukan hal seperti itu di hadapan para pasien. Chae Sun merengek kalau ia tidak bisa melakukan ini. Hongchun kesal dan menyuruhnya untuk berhenti bersikap cengeng. Hur June datang dan memberitahu kalau penyakit akan menyerang orang yang takut terhadapnya. Jika Chae Sun tidak takut, maka wabah akan melewatinya. Jika Chae Sun menjadi lemah hatinya maka tubuhnya akan lemah juga. Chae Sun meminta maaf, Hur June dengan lembut menyuruhnya untuk pergi beristirahat dan menenangkan diri. Chae Sun mengusap air matanya, Ye Jin melihat semuanya itu dan bersimpati dengan Chae Sun. Hongchun masih kesal pada Chae Sun yang cengeng.

Tiba-tiba terdengar teriakan pengawal yang menyuruh seorang tawanan untuk menutup mulutnya dan berhenti melakukan masalah. Tawanan itu berseru jika mereka mengabaikan para tahanan seperti itu, semua orang yang satu tahanan dengannya akan mati. Pengawal tetap menyuruhnya untuk diam. Hur June bertanya apa yang sedang terjadi. Pengawal itu terkejut dan menjawab kalau bukan apa-apa. Tapi tahanan itu segera berseru memohon bantuan karena ada yang sakit di dalam tahanan. Hur June menghampiri sel itu dan melihat kalau benar ada yang sakit dan bukan seorang saja, tapi banyak. Tahanan yang membuat keributan itu adalah satu-satunya orang yang masih sehat. Tahanan itu mengatakan kalau teman-temannya ditinggal dengan kondisi seperti ini maka mereka semua akan mati. Semua orang sedang sakit di dalam sel itu. Hur June terkejut dan memerintahkan kepala pengawal agar membuka pintu, tapi kepala pengawal bimbang, Hur June tidak sabar dan segera mengambil kuncinya kemudian membuka pintu sel itu sendiri.

Hur June berhasil membuka pintu sel dan segera masuk untuk memeriksa para tahanan yang sakit. Hur June sangat terperanjat melihat kondisi dari para tahanan itu, kemudian berseru kepada kepala pengawal apa yang telah ia lakukan. Bagaimana bisa dia membiarkan orang-orang itu sehingga sampai menjadi seperti itu.  Seorang pejabat masuk dan mendengar keributan itu, bertanya pada kepala pengawal tahanan apa yang terjadi. Kepala pengawal menunjuk pada sel di mana Hur June berada. Pejabat itu segera mengintip dan melihat Hur June tampak sedang memeriksa para tahanan yang sakit.

Pejabat itu bertanya apa yang sedang dilakukan oleh Hur June, Hur June menoleh dan melihat pejabat itu, ia segera bangun dan keluar dari sel, memberi hormat pada pejabat itu dan meminta agar para tahanan itu dikeluarkan dari sel tahanan. Pejabat itu terkejut. Hur June mengatakan kalau para tahanan itu perlu diisolasi dan mendapatkan perawatan. Bahkan orang sehatpu akan segera mati jika ditinggal di tahanan. Tapi pejabat itu menolak usulnya, hal itu dikarenakan mereka semua adalah penjahat. Bahkan orang sehatpun sekarat karena tidak ada obatnya. Ia tidak dapat melepaskan orang-orang jahat itu dari kurungan mereka hanya untuk menyelamatkan hidup mereka. Hur June membantahnya, penjahat pun adalah orang. Bae masuk dan mendengar perdebatan itu.

Hur June melanjutkan kalau para penjahat itu sudah kehilangan kekuatannya sehingga tidak punya energi untuk melarikan diri. Hur June sekali lagi meminta agar para tahanan itu mendapatkan perawatan. Tapi pejabat itu justru menegur Hur June karena ini sudah diluar batas wewenang Hur June. Hur June masih berusaha membujuk, tapi pejabat itu menyuruh Hur June pergi, Bae menimbrung, ia berpendapat kalau mereka seharusnya melakukan apa yang telah dikatakan oleh dr. Hur . Hur June tidak menyangka akan mendengar itu dari Bae. Bae sekali lagi berkata kalau ia berpikir lebih baik mereka mendengarkan pada dr. Hur. Pejabat itu ragu-ragu. Bae melanjutkan kalau dr. Hur mengatakan kalau para penjahat juga adalah manusia. Mereka tidak bisa membiarkan orang-orang itu mati seperti ini.  Pejabat itu akhirnya mau mendengarkan Bae, menyuruh kepala pengawal tahanan untuk melepaskan para penjahat yang sakit itu. Hur June lega. Tapi pejabat itu mengatakan kalau Ia tak bisa melepaskan tahanan yang masih sehat itu untuk keluar. Hur June menyahut kalau virus penyakit itu pasti sudah menyebar di dalam pernjara, jadi mereka itu akan mati jika ditinggal di dalam. Pejabat itu menjelaskan kalau tahanan itu adalah penjahat yang sangat brutal. Hur June menatap tahanan itu yang balas menatapnya dengan mata memelas. Bae mendukung Hur June dan mengatakan kalau para polisi akan mengawasi tahanan itu jadi ia meminta pejabat itu agar melepaskannya.  Hur June berdebar. Bae melanjutkan karena penjagaan begitu ketat, tahanan itu tidak akan dapat pergi keluar apalagi mereka kekurangan tenaga, jadi bisa menggunakan tahanan itu untuk membantu bekerja.

Pejabat itu masih ragu-ragu tapi bertanya bagaimana jika sesuatu terjadi, Bae menjawab kalau ia yang akan bertanggungjawab. Pejabat itu akhirnya memutuskan untuk mengabulkan permintaan dr. Hur dan Bae, melepaskan tahanan yang sehat itu. Hur June berterima kasih dan memberi hormat pada keduanya, kemudian segera masuk kembali ke dalam penjara, tahanan yang sehat itu berterima kasih pada Hur June, yang kemudian menyuruh tahanan itu untuk membantunya dalam merawat pasien di penjara itu. Tahanan itu mengiyakannya dan segera membantu Hur June. Pejabat itu pergi tapi Bae masih tetap tinggal dan mengawasi Hur June.

Pertemua para pejabat medis senior. Seorang petugas masuk dan mengatakan kalau surat dari Hur June di Hwanghae sudah sampai di Istana, ia  segera memberikan surat itu pada dr. Yang, yang langsung membuka dan membacanya. Para dokter dan Menteri Sung tak sabar .. Menteri Sung bertanya apakah Hur June berhasil menemukan cara untuk menyembuhkan wabah. Dr. Yang menjawab, setelah memeriksa Eunyool dan Ongjin sekarang mereka memulai pengobatan dengan Bang Poong Tong Sung San dan Jang Dal Hwan. Menteri Sung bertanya apa itu Bang Poong Tong Sung San. Dr. Jung Jak menjawab kalau itu adalah ramuan yang direbus dengan jahe dan lebih dari 10 macam obat, seperti akar licorice, Cnidium Ofiicinale, Angelicae Gigantis Radix, dan mint. Menteri Sung bertanya lalu apakah wabah dapat dihentikan dengan obat itu. Dr. Yang menjawab kalau mereka harus menunggu dan mengamatinya sedikil lebih lama lagi. Menteri Kesehatan menimbrung kalau sangat bagus mereka masih memiliki obat saat wabah itu menyerang ketika mereka tanpa persiapan sama sekali. Menteri Sung mencemaskan jika berita mengenai wabah sedang berjangkit menyebar di ibukota maka rakyat akan kebingungan. Jadi sampai obatnya ditemukan mereka harus mengontrol kedatangan orang-orang dari wilayah Barat dan Utara dan jangan sampai berita ini bocor.  Kemudian Menteri Sung akan melaporkan berita ini pada Raja.

Di Hyemin, dr. Kim mengumpulkan para dokter, perawat dan pegawai Hyemin dan memberitahu mereka agar para pasien di Hyemin tidak mengetahui kalau para dokter sedang dikirim ke Hwanghae di mana wabah sedang mengganas. Dan dr. Song menekankan pada Duk Geum agar memberitahu larangan ini kepada mereka yang ringan mulut alias tukang gosip. Duk Geum mengiyakannya.

Petugas ramuan (yang dulu memusuhi Hur June tapi kemudian berbalik menghormatinya setelah mellihat kesungguhan Hur June) datang ke kediaman Hur June dan tampak bingung, Haman menemuinya dan bertanya sedang apa ia di sini. Petugas itu bertanya apakah benar ini adalah rumah dr. Hur dari Hyemin. Haman mengiyakannya dan bertanya siapa dia, petugas itu terkejut dan segera berlutut menghormat, Haman juga kaget dan berlutut menghadapinya. Petugas itu memperkenalkan dirinya sebagai Oh, petugas di ruangan ramuan yang bekerja dengan dr. Hur. Haman segera menyahut kalau ia bukan istri dr. Hur. Petugas Oh salah tingkah dan segera bangkit berdiri. Haman memanggil Dahee. Dahee yang ada di dalam membuka pintu …

Petugas Oh menemui Dahee dan nyonya Son di ruang tamu. Petugas Oh memberitahu kalau Hur June mendapat tugas jadi mungkin tidak bisa pulang untuk beberapa waktu. Nyonya Son bertanya untuk berapa lama. Petugas Oh sedikit gugup dan menjawab mungkin dalam sepuluh hari… Nyonya Son heran dan bertanya sebenarnya apa yang sedang terjadi, petugas Oh bimbang … Nyonya Oh mengatakan dengan melihat wajahnya petugas Oh, Nyonya Son menduga pasti telah terjadi sesuatu. Dahee juga heran. Petugas Oh ragu-ragu…

Haman di luar ruangan, mencoba untuk menguping … dan mendengar sesuatu yang mengejutkan, Haman segera berlari ke pasar untuk menemui suaminya yang sedang menjaga toko. Ternyata Haman benar sudah menguping pembicaraan Oh dengan Dahee dan Nyonya Son. Ia menberitahu Yangtae dan suaminya kalau ada wabah, dan sekarang Hur June dan para dokter Istana lainnya pergi ke Hwanghae di mana wabah itu sedang berjangkit. Ilsuh bertanya di mananya Hwanghae, Haman menjawab Haejoo di mana gitu … Ilsuh bertanya pada Yangtae berapa jauh Haejoo dari Seoul. Yangtae berpikir dan menjawab kalau mungkin sekitar 80-100 km, tapi yang jelas itu sangat dekat. Haman panik dan bertanya apa yang harus mereka lakukan jika wabah itu dekat, mereka tidak tahu kapan wabah itu akan menyerang Seoul. Ilsuh justru menjadi senang dan mengatakan kalau ini luar biasa. Haman segera menegurnya bagaimana suaminya bisa mengatakan itu luar biasa sedangkan ribuan orang sudah mati karena wabah itu. Ilsuh menjawab kalau yang hidup tetap harus melanjutkan hidupnya. Ilsuh mengingatkan Istrinya mengenai wabah yang terjadi di Doosigol, Sanum, bukankah Haman memiliki jimat. Haman mengiyakannya, Ilsuh bertanya berapa banyak yang dibayar oleh Haman untuk itu. Haman mengingat-ingat dan mengatakan kalau ia membayar 6 nyang untuk suaminya, dirinya sendiri, dan Unyun anaknya. Ilsuh mengatakan kalau rumor mengenai wabah ini menyebar maka 6 nyang, 10 nyang bukan apa-apa. Yangtae terkejut dan bertanya apakah Ilsuh akan melakukan jual beli jimat .. Ilsuh membenarkannya, dan lagi jjika mereka menjual obat herbal yang baik untuk wabah, maka mereka akan segera menjadi kaya dengan singkat. Ilsuh tertawa terbahak-bahak senang dengan rencana briliannya. Yangtae dan Haman berpikir mengenai itu.  Ilsuh kemudian berpikir karena masih tidak terdengar pada perbincangan orang-orang di pasar mengenai wabah ini maka ia yang akan menyebarkannya dulu. Ilsuh menyuruh Yangtae dan Istrinya mendekat.

Ohgun menemui Chae Sun dan bertanya di mana Hongchun …

Hongchun sedang bersama para perawat mengecek resep, para perawat lain sedang bersantai. Gaegeum heran mengapa Chae Sun tidak ada, kemana perginya, tapi kemudian ia meminta Ye Jin untuk memijatinya. Tiba-tiba Sobi datang dan menegur para perawat karena bersikap terlalu santai dan tidak menegakkan tubuh mereka, di mana martabat mereka sebagai perawat Istana. Jika mereka berlaku demikian apa yang akan diteladani para perawat baru dari mereka.  Hongchun kesal, membanting kainnya dan kemudian mengatakan pada perawat yang dari Hyemin untuk beristirahat. Sudah cukup bekerja keras sepanjang hari, jadi tidak perlu menjaga gengsi mereka. Sobi tersinggun dan merasa kesal ia menatap Hongchun sedangkan  Hongchun juga menatapnya, pandangan mata bertemu pandangan mata, terlihat percikan saat pandangan mata mereka berdua beradu.

Tiba-tiba Chae Sun berlari masuk, mengatakan pada Hongchun kalau kepala gudang obat Istana sedang mencarinya, Hongchun terkejut dan salah tingkah. Chae Sun menyuruhnya untuk pergi keluar karena Ohgun menunggunya di luar. Hongchun wajahnya panas dan malu-malu.

Hongchun keluar untuk menemui Ohgun. Ohgun kemudian mendorongnya ke tempat sepi dan mengatakan kalau ia sungguh takut kalau Hongchun terkena wabah itu dengan tidak sengaja. Hongchun meminta Ohgun juga berhati-hati. Ohgun memberitahunya kalau ia ada metode rahasia hari-harinya yang dulu. Ohgun mengeluarkan bungkusan kecil yang berisi orpiment. Ia memberi petunjuk pada Hongchun untuk menaruhnya di kedua lubang hidung dan menyedotnya sehingga bersin. Ohgun memeragakannya dan bersin dengan keras. Ohgun kemudian menyuruh Hongchun melakukannya, dan Hongchun menurutinya, ia bersin dengan keras. Ohgun senang. Ia kemudian menyuruhnya duduk di dekat tugu. Ohgun mengambil semangkuk nasi dan semanngkuk besar masakan ayam dari dalam lubang tugu dan menghidangkannya di depan Hongchun yang terkejut dan menjadi senang saat melihat hidangan itu. Ohgun mengatakan kalau selama wabah, menjaga kesehatan sangatlah penting di antara semuanya. Jika seseorang sehat maka virus tidak akan menyerang, jadi Ohgun menyiapkan hidangan itu untuk Hongchun. Hongchun sangat senang sehingga tak dapat mengucapkan apapun. Ohgun menyobek ayam itu dan menyerahkan bagian paling besar pada Hongchun untuk di makan, Hongchun menerimanya dan merasa sangat berterima kasih. Ohgun menyuruhnya makan dan mau menyuapi Hongchun, tapi tiba-tiba pengacau datang, Chae Sun berlari mendatangi mereka dan berseru memanggil Hongchun.  Ohgun dan Hongchun kaget. Hongchun masih memegang daging ayam, Ohgun berusaha menutupi hidangan itu, tapi Chae Sun justru bertambah curiga dan menghampiri mereka kemudian memaksa melihat dan ia menemukan hidanngan ayam. Chae Sun sangat senang. Hongchun dengan wajah terpaksa menyerahkan daging ayam di tangannya pada Chae Sun dan menyuruhnya makan. Chae Sun segera menerima daging itu dan memakannya. Ohgun jengkel pada Chae Sun, sudah mengganggu waktu berduanya dengan Hongchun, sekarang mengambil daging ayam itu, yang sebenarnya sudah dimasak dengan obat untuk kesehatan Hongchun. Chae Sun masih makan dengan lahap daging ayam itu dan menatap wajah Ohgun dengan pandangan mata tak bersalah. Chae Sun kemudian menyuruh Hongchun supaya makan juga, dan ia bermaksud untuk mengambil daging ayam lagi, tapi Ohgun segera menghalanginya, menyuruhnya berhenti makan, kemudian memberikan tulang-belulang ayam pada Chae Sun dan menyuruhnya pergi ke tempat lain. Chae Sun melihat tulang itu dan mengatakan kalau tidak ada dagingnya … tapi Ohgun membentaknya menyuruhnya makan itu dan pergi. Chae Sun berusaha mengambil daging lagi, tapi Ohgun memukul tangannya. Ohgun segera membawa hidangan ayam sambil menarik tangan Hongchun untuk pindah ke tempat lain.Chae Sun bertanya kemana mereka pergi, kemudian menatap tulang di tangannya dan mengatakan kalau tidak ada daging di tulang itu … ahahaah …. Membuat orang tersenyum saja adegan ini 😀

Malam hari, Ye Jin sedang mengipasi api rebusan obat, para perawat lain sibuk membantu para dokter, termasuk dr. Hur yang terlihat paling sibuk memberi petunjuk pada para perawat di sana sini tanpa lelah. Tiba-tiba Hur June sempoyongan hampir jatuh, Hongchun segera membantunya dan bertanya apa dr. Hur baik-baik saja, dan memintanya untuk pergi beristirahat. Hur June mengatakan kalau ia tidak apa-apa dan melanjutkan lagi. Bae Chunsoo melihat semua itu dengan jelas dan tampak berpikir.

Pagi hari, Ohgun membawakan ramuan pada Ye Jin yang kemudian memberikannya pada pasien. Ohgun beranjak pergi, tapi tiba-tiba ia mendengar seorang pasien merintih meminta air. Ohgun terkejut dan segera membalikkan badannya, melihat seorang pasien sedang merintih dan menjulurkan tangan padanya. Ohgun bertanya apakah pasien itu berbicara padanya, Ye Jin juga mendengarnya dan terperanjat, ia segera menghampiri pasien itu dan bertanya apakah pasien itu dapat berbicara. Pasien itu berusaha menganggukkan kepalanya sambil meminta air… Ye Jin segera menyentuh dahi pasien itu kemudian tersenyum  senang….

Hur June sedang sibuk berkonsultasi dengan kepala gudang obat lain dan petugas ramuan. Ye Jin tergesa-gesa masuk disusul oleh Ohgun, Hur Jun heran dan bertanya ada apa, Ye Jin memandang pada Ohgun yang mengatakan kalau baru saja seorang pasien yang sekarat mulai berbicara. Hur June dan kedua orang staff gudang obat terkejut, Ye Jin memberitahu kalau pembengkakannya mengempis, dan demamnya mulai turun.

Hur June memeriksa pasien itu, dan menemukan kalau gejala penyakitnya sudah mereda, Gubernur Bongsan bertanya pada Hur June apakah memang benar ada kemajuan. Hur June tersenyum senang dan mengiyakannya..Hur June kemudian memberitahu kalau fakta bahwa demam dan benjolan di dalam leher mengempis berarti kalau murrain sudah bisa disembuhkan. Semua staf medis merasa lega dan gembira, mereka tertawa senang termasuk gubernur Bongsan dan Bae Chunsoo.

Tiba-tiba seorang staf pemerintahan berlari menemui Hur June dan mengatakan kalau ada surat tiba dari dokter di Haejoo. Hur June segera mengambil dan membaca surat itu. Hur June kemudian memberitahu Gubernur Bongsan kalau surat itu dari dr. Lee di Haejoo, yang mengatakan kalau para pasien di sana juga mulai bertambah baik. Gubernur segera memberitahu kalau ini harus diberitahukan pada Menteri Sung  Hur June mengiyakannya.

Hur June menemui Menteri Sung dan Gubernur Hwanghae, memberitahu kalau mereka sudah mulai menemukan cara untuk menghentikan wabah. Menteri Sung sangat senang dan menulis surat kilat untuk Menteri Kesehatan memberitahukan kalau penyembuhan wabah telah ditemukan. Gubernur Hwanghae mengusulkan kalau penyembuhan ini juga seharusnya diteruskan ke kota-kota lain yang terserang sehingga wabah bisa dihentikan. Menteri Sung menyahut kalau itu pasti, karena ini sangat bagus. Mereka terselamatkan. Menteri Sung berterima kasih atas usaha keras dari Hur June sehingga dapat menemukan penyembuhan dengan begitu cepat. Kerja yang sangat bagus. Menteri Sung tertawa senang. Tapi Hur June walaupun senang tapi tidak berlebihan, ia merasa ada yang mengganjal di hatinya, sesuatu tidak beres …. Ada yang aneh tapi ia tidak tahu apa itu …

Haman memberitahu orang-orang di pasar kalau ada wabah yang mengganas di Hwanghae dan ribuan orang mati karenanya. Wabah itu menyebar ke Haejoo, Gaesung, dan hanya menunggu waktu saja sampai mencapai Seoul.  Orang-orang gempar, Tapi tidak perlu panik. Haman bertanya apa yang baik untuk melawan wabah … apakah ada yang tahu … tidak ada yang tahu? … Haman mengeluarkan sebuah kertas jimat dan mengatakan kalau jimat-jimat ini adalah yang terbaik untuk menghadapi wabah.

Ilsuh di tokonya, sedang menjelaskan kalau jimat yang dipegangnya itu digambar oleh peramal hebat di gunung Keryong dan jimat itu sangat baik. Jika mereka menempelkannya pada ambang pintu atau membawanya di pinggang. Wabah? Apa itu wabah? Bahkan setanpun tidak dapat mendekati mereka. Kemudian giliran Yangtae yang menjelaskan kalau ia memiliki obat yang baik untuk melawan wabah. Jadi jika mereka membuat ramuan dari obat itu, maka mereka tidak perlu khawatir lagi tentang wabah.  Orang-orang tertarik dan segera beramai-ramai membeli jimat dan obat itu. Haman sangat senang melihat semua berjalan sesuai dengan rencana mereka.

Ilsuh menghitung berpuluh-pulung keping uang tembaga, sedangkan Yangtae melayani pembeli jimat sampai ke lembar yang terakhir. Mereka bertiga sangat senang dengan hasil yang telah mereka dapatkan. Ilsuh mengatakan kalau ia akan pergi ke peramal lagi dan mendapatkan lebih banyak jimat lagi kemudian menjual semuanya itu. Yangtae juga memberitahu kalau obat-obatan mereka sudah hampir habis, Haman sangat senang. Uang … banyak sekali uang yang mereka dapatkan…. Mereka akan segera kaya .. .. Tapi tiba-tiba, sementara mereka bertiga bersenang-senang, para prajurit datang dan menangkap mereka bertiga. Haman, Yangtae, dan Ilsuh kaget dan mengatakan kalau ini pasti keliru, mereka pasti keliru dalam menangkap orang. Tapi prajurit tetap saja menyeret mereka tidak peduli dengan alasan maupun bujukan dari ketiganya.

Ilsuh dan Yangtae dipukuli disaksikan oleh Haman, yang berlaku seakan-akan ia juga dipukuli setiap Ilsuh dipukul. Ilsuh tidak tahan lagi dan memohon agar Kepala prajurit mengampuninya. Haman juga memohon pengampunan karena mereka tidak melakukan kesalahan apapun. Tapi Kepala prajurit membentaknya dan menyuruhnya tutup mulut, mereka bertiga telah menyebarkan rumor di pasar mengenai wabah sedang mengganas dan menipu rakyat, dan bukan itu saja, mereka menggunakan kesempatan itu untuk menjual jimat dan obat-obatan. Apakah mereka tetap menyangkal kejahatan mereka, yang sudah membingungkan moral publik dan masyarakat. Kepala prajurit menyuruh anakbuahnya untuk memukul lagi.

(Silahkan ketawa duluan sebelum membaca :P)

Ketiganya pulang ke rumah dengan sedikit membungkuk dan memegang punggung mereka sambil berjalan tertatih-tatih, kelihatannya Haman juga dipukuli :P. Haman berjalan sambil menangis, sia-sia saja semua janji dari Ilsuh yang akan membuatkannya rumah sebesar ikan paus dan membungkus dirinya dengan kain sutra indah … apa semua ini…Haman memaki suaminya sebagai pembuat masalah. Ia sudah tahu kalau akan berakhir seperti ini saat suaminya menyebut rencananya itu luar biasa. Kelihatannya ia tidak memiliki nasib untuk kaya. Dahee keluar halaman dan heran dengan mereka bertiga. Ketiganya mau masuk ke dalam, Yangtae tertinggal di belakang, kelihatannya kondisinya paling parah tuh… Dahee mendekati Yangtae dan bertanya apa sebenarnya yang terjadi, Yangtae menjawab kalau tidak ada apa-apa dan tidak perlu mencemaskan mereka. Yangtae segera pergi tertatih-tatih dengan menahan rasa sakit.

Chae Sun masuk ke kamarnya, duduk kemudian memukul-mukuli lengannya. Chae Sun bergumam kalau tubuhnya terasa sakit semua. Jika saja ia di Istana, maka dirinya sudah merawat kesehatan Raja sekarang.  Sungguh kerja yang sangat berat. Chae Sun merasa tenggorokannya kering, ia berdehem, kemudian memegang dahinya dan membaringkan tubuhnya. Hongchun membuka pintu kamar dan melihat Chae Sun yang tiduran, ia menegur kalau ia tahu pasti akan begini. Chae Sun terkejut dan segera duduk. Hongchun mengatakan kalau semua orang sedang bekerja, apa yang dilakukan Chae Sun di kamar. Chae Sun takut-takut menjawab kalau ia baru saja di sini, dan itu benar. Hongchun membentaknya untuk bangun. Chae Sun menurutinya dan mengatakan kalau ia menderita demam dan merasa sakit. Hongchun tidak mau mendengarnya, menyuruhnya berhenti bersikap kekanakkan dan segera keluar. Hongchun keluar kamar. Chae Sun merasa letih, ia memegang dahinya dan berjalan gontai keluar kamar menyusul Hongchun yang keluar duluan.

Menteri Sung mengadakan perjamuan kecil-kecilan bagi para dokter. Menteri Sung menyuruh Hur June untuk minum dan mengatakan kalau saja ini di Seoul, maka ia sudah memanggil “gisaeng” perawat dan menyuruhnya untuk memanfaatkan waktu dengan baik, tapi di sini tidak mungkin melakukannya. Menteri Sung meminta pengertian dari Hur June. Ia berterima kasih atas kerja keras semua dokter dan mengajak minum. Hur June tampak sedang berpikir dan tidak meminum yang ada di cawannya. Gubernur Hwanghae melihatnya dan bertanya mengapa Hur June tidak minum. Hur June meminta maaf lebih dahulu kemudian ia mengatakan kalau wabah belum sepenuhnya dapat dikendalikan. Ia sangat berterima kasih karena Menteri Sung telah menyiapkan jamuan ini tapi ia merasa kalau ini terlalu awal untuk melakukannya. Bae tampak heran dengan perkataan Hur June. Menteri Sung tertawa dan mengatakan kalau secawan saja tidak akan membuat Hur June mabuk. Dan dari apa yang ia lihat, para pasien sudah menunjukkan kemajuan dari sebelumnya. Jadi ia rasa mereka sudah tidak perlu khawatir dengan wabah itu, bukankah demikian. Gubernur Hwanghae mengiyakannya dan mengajak semua orang untuk minum.

Tiba-tiba seorang staf pemerintahan masuk dan meminta pada Menteri Sung untuk keluar. Menteri Sung bertanya apa yang terjadi. Staf itu mengatakan kalau para pasien yang sebelumnya sudah menunjukkan kemajuan tiba-tiba dalam kondisi yang serius lagi. Semua orang menjadi terkejut.

Hur June berlari menghampiri tenda tempat pasien yang sebelumnya membaik, Hongchun menjumpainya. Hur June bertanya apa yang terjadi, Hongchun menjawab kalau demamnya muncul lagi. Hur June segera memeriksa pasiennya. Menteri Sung bertanya apa yang terjadi pada pasien itu, katanya pasien itu sudah membaik tapi mengapa menjadi seperti ini.  Hur June segera menyuruh para perawat untuk membuatkan resep Jang Dal Hwan. Ye Jin mengiyakannya dan segera pergi. Tiba-tiba seorang pasien lain bergetar tiada henti, Ohgun berseru menyuruh untuk melihat pasien itu. Hur June berpaling untuk melihatnya dan terkejut melihat begitu banyak bercak di seluruh tubuh pasien itu, yang bergetar tiada henti. Hur June mendekatinya dan sedikit bingung mengapa pasien itu bisa berlaku seperti ini, kemudian teringat dengan jarumnya dan mau mengambil kotak jarum, tapi tiba-tiba pasien itu mendadak berhenti bergetar dan kepalanya terkulai, Hur June kaget.demikian semua orang. Hur June meraih tangan pasien itu untuk memeriksa denyut nadinya. Menteri Sung bertanya apa dia mati. Hur June tidak menjawabnya, Jang dan Lee memanggilnya, Hur June segera teringat, ia bangun dan bertanya bagaimana dengan kondisi di daerah lain. Hur June segera memerintahkan rekan-rekannya yang bertanggung jawab di daerah lain untuk segera kembali dan merawat para pasien karena mungkin saja hal yang sama akan terjadi di sana. Jang dan Lee mengiyakanya dan segera pergi. Menteri Sung bertanya apa sebenarnya yang terjadi. Apa alasannya para pasien menjadi sekarat lagi padahal sebelumnya di pagi hari mereka sudah baikan. Hur June gelisah dan menjawab kalau ia juga tidak yakin dengan penyebabnya. Menteri Sung segera menegurnya jika seorang dokter saja tidak tahu maka siapa yang tahu. Hur June berpikir keras tapi tidak menemukannya, tiba-tiba Chae Sun merasa dirinya pusing, memegang kepalanya, kemudian tiba-tiba terjatuh. Semua orang terkejut, para perawat segera berseru dan menghampirinya. Hur June terkejut. Chae Sun tidak sadarkan diri….

Chae Sun dibawa ke kamarnya dan Hur June memeriksanya. Hongchun mengelus-elus tangan Chae Sun dan bertanya apa yang terjadi pada Chae Sun. Hur June membuka sedikit baju bagian depan Chae Sun dan tampak bercak-bercak di sana. Semua orang di kamar terkejut, Hur June mengatakan kalau murraine. Hongchun kaget dan berkata dengan gugup kalau itu tidak mungkin. Ye Jin memohon agar Hur June memeriksanya lagi. Hongchun memohon dengan sangat agar Hur June menolong Chae Sun, Ohgun melihatnya dengan pandangan mata memohon. Hur June berdiam sejenak kemudian bangkit berdiri dan keluar kamar. Hongchun dan Yejin memanggilnya, tapi Hur June tetap keluar. Mereka berdua dan Ohgun bingung dan bersedih dengan keadaan Chae Sun.

Doji menemui dr. Yang di kantornya dan mengatakan kalau ia berhasil mengirimkan pesan pribadi ke negeri Myung. Dr. Yang menyuruhnya duduk. Dr. Yang bertanya apa ada yang terjadi selama perjalanannya. Doji menjawab kalau pejabat utusan yang memimpin perjalanan itu menderita Sogal tapi ia telah merawatnya jadi sekarang pejabat itu baik-baik saja. Dr. Yang mengangguk dan menyahut kalau pejabat itu sudah memberitahunya, kerja yang bagus. Dr. Yang kemudian bertanya apa Doji menyadari kalau ada wabah di Hwanghae. Doji mengiyakannya, ia mendengar berita itu saat dalam perjalanan kembali sehingga rombongan mereka memutar untuk sampai ke Seoul. Doji bertanya bagaimana sekarang keadaannya. Dr. Yang menjawab kalau dr. Hur yang memimpin para dokter dan perawat di sana tapi itu masih belum cukup. Doji berpikir sebentar kemudian meminta dr. Yang untuk mengirimkannya juga ke Hwanghae. Dr. Yang terkejut dengan permintaannya.

Hongchun dan Ye Jin merawat Chae Sun. Chae Sun keadaanya bertambah buruk, kondisinya melemah dan bercak-bercak sudah menjalar sampai ke seluruh tubuhnya bahkan juga ke wajahnya. Hongchun berulangkali memanggil-manggil Chae Sun, Chae Sun masih memejamkan matanya, napasnya berat seperti sedang bersusah payah padahal hanya sekedar bernapas. Chae Sun menggerakkan bibirnya dan memanggil Hongchun. Hongchun bertanya apa ia sudah sadar. Ye Jin memanggil Chae Sun. Chae Sun memanggil Hongchun dan Ye Jin kemudian mengatakan kalau ia tidak bisa mati seperti ini. Ia ingin masuk ke Istana dan menjaga kesehatan Raja. Chae Sun sekali lagi mengatakan kalau ia tidak mau mati seperti ini. Chae Sun menangis. Ia memanggil Hongchun dan Yejin memohon agar menyelamatkannya. Ye Jin menangis dan Honchun mengatakan kalau Chae Sun tidak akan mati. Dia tidak akan mati. Tidak akan mati. Chae Sun berbisik setelah semua penderitaan yang ia lalui ini, ia akan memberikan pijatan pada Raja. Hongchun membenarkannya, ia memang harus memijat Raja. Chae Sun meminta agar mereka menyelamatkannya. Ye Jin dan Hongchun meyakinkannya kalau ia tidak akan mati dan akan baik-baik saja. Chae Sun tertidur.

Hur June merenung di halaman. Lee dan Jang menghampirinya. Lee mengerti dan dapat membayangkan betapa bingungnya Hur June sekarang tapi tidak bisa menyerah seperti ini. Jang Hak Do menimpali, mari mereka mengulang lagi dari awal.

Hur June bersama-sama dengan Lee Myung Won, Jang Hak Do, dan Chung Tae Un berkumpul di satu ruangan untuk berdiskusi.

Lee: Kita sudah menggunakan berbagai macam obat dan telah melakukan apa yang kita bisa. Tapi kelihatannya itu tidak efektif, jadi bagaimana dengan memberikan resep yang berbeda yang cocok untuk setiap gejala penyakit.

Chung: Ini adalah situasi genting, kita tidak bisa mengira-ngira semuanya. Sangatlah buruk memberikan resep tanpa sebelumnya ada contoh dan menyebabkan kekacauan. Mari kita gunakan saja gosam seperti yang tertulis di buku pengobatan.

Jang: Itu adalah obat yang sangat keras, seperti obat beracun. Air rebusannya sangat keras sehingga dapat digunakan untuk membinasakan cacing usus. Kita tak dapat menggunakan itu pada pasien yang telah kehilangan kekuatan fisiknya.

Lee: Jika kau cemas dengan sifatnya yang beracun, bagaimana dengan biji-bijian gardenia.

Chung: Itu biasanya digunakan untuk sakit kuning, sakit kepala, hernia kantung buah pelir.

Lee: Dan itu juga baik untuk meredakan panas di kepala anak-anak atau pembengkakan di dalam leher orang dewasa. (Jang mengangguk-anggukkan kepalanya) Bagaimana menurutmu dr. Hur?

Hur June: …. (menghela napas)

Lee: Dokter Hur!

Hur June: … (tampak berpikir dan bimbang)

Tiba-tiba Ye Jin masuk ruangan …

Ye Jin: Dokter Hur … Chae Sun … Chae Sun …

Hur June terkejut dan segera bangkit berdiri kemudian bergegas ke kamar Chae Sun.

Di kamar, Hongchun sedang memanggil-manggil Chae Sun. Hur June masuk dan segera memeriksanya. Ye Jin memohon agar Hur June menyelamatkannya. Chae Sun tampak diam dan dadanya tidak bernapas lagi. Hur June tidak merasakan denyut nadi kemudian melihat matanya yang ternyata sudah membalik putih. Hur June masygul, mengatakan kalau Chae Sun sudah meninggal. Hongchun berkali-kali memanggil nama Chae Sun dan tidak mempercayai kalau Chae Sun sudah meninggal. Ye Jin menangis berduka karena Chae Sun. Hur June tampak shock… Hongchun menangis sambil memanggil-manggil Chae Sun, kemudian meminta agar Hur June menyelamatkan Chae Sun.  Hur June terdiam terhenyak menghadapi kenyataan salah satu perawat yang membantunya sudah meninggalkan mereka … Hongchun terus saja memanggil-manggil Chae Sun, Ye Jin menangis terguguk …. (Andy: wasem …. Nangis juga deh …. )

Para dokter dan perawat mengawasi prosesi pemakaman Chae Sun dari kejauhan. Tampak Sanghwa yang memanggul tubuh Chae Sun yang dibungkus tikar, dan para perawat Hyemin maupun yang pernah mengenal Chae Sun mengikuti di belakang Sanghwa.

Seperti yang pernah dikatakan oleh Ilsuh, yang hidup harus melanjutkan hidup mereka, walaupun merasa kehilangan karena kematian Chae Sun, para perawat dan dokter tetap harus melanjutkan tugas mereka : menghentikan murrain dengan segala cara!

Hur June sedang merawat seorang pasien ketika seseorang pria lusuh menghampirinya dan ingin berbicara padanya. Hur June bertanya ada apa, pria itu meminta Hur June agar tidak menganggapnya lancang, dan menyuruh Hur June untuk mencoba menggunakan aprikot Jepang pada pasien. Hur June heran dan tidak mengerti. Pria itu melanjutkan kalau di masa lampau, ada wabah yang serupa terjadi di kota asalnya dan semua pasien yang meminum jus aprikot Jepang tersembuhkan. Hur June merasa ada harapan, ia bertanya benarkah semua pasien yang meminum jus aprikot menjadi lebih baik setelahnya. Pria itu mengangguk membenarkannya. Hur June merasa kalau inilah jawabannya…

Malam hari, Hur June mengadakan pertemuan dengan kedua rekannya, Jang dan Lee.

Hur June: Aprikot baik untuk demam tinggi, diare dan disentri, dan adalah hal yang bisa dipercaya mendengar aprikot Jepang menyembuhkan murrain.

Lee: Tapi kau menderita panas tinggi di kepala disebabkan oleh murrain, dan aku belum pernah mendengar kalau aprikot Jepang baik untuk itu. (Jang Hak Do juga sama).

Hur June: Aku rasa demam tinggilah yang menyebabkan panas tinggi di kepala dan pembengkakan di leher.

Jang: Jadi jika kita meredakan demam, semua gejala itu akan juga dapat disembuhkan?

Hur June: Benar, Aku yakin dengan itu. Demam disebabkan karena ketidakmampuan menelan makanan pada saat yang tepat,  jadi mari kita mengosongkan perut yang sakit  dengan kacang kastor (?) dan menggunakan aprikot Jepang.

Lee: (mengangguk-anggukkan kepala) Baiklah!

Jang: Tapi bagaimana dengan rencana kita untuk menggunakan biji-bijian gardenia dan sophora?

Hur June: Karena keefektifan penggunaan aprikot Jepang masih belum terbukti, mari kita membagi para pasien ke dalam 3 kelompok, dan memberi sophora dan biji-bijian gardenia.

Jang: Mari kita lakukan itu!

Hur June meminta bantuan para prajurit untuk mencari jus aprikot Jepang. Mereka segera membawakannya pada Hur June. Hur June memberitahu para perawat untuk memberikan jus aprikot Jepang pada para pasien. Para perawat segera melakukan perintah Hur June, memberikan semangkuk jus aprikot Jepang bagi masing-masing pasien.

Pria yang memberitahu Hur June untuk menggunakan aprikot Jepang sangat senang karena Hur June ternyata seorang dokter yang mau menerima saran. Ia gembira sekali melihat para perawat memberikan jus aprikot bagi para pasien.

Malam hari, Hur June dikamarnya sedang menulis, Hongchun dan Ye Jin menemuinya. Hur June bertanya bagaimana situasinya. Ye Jin menjawab kalau pasien yang mendapatkan jus aprikot menunjukkan penurunan demam. Hongchun menimpali kalau para pasien yang mendapatkan biji-bijian gardenia dan sophora tidak menunjukkan kemajuan sama sekali. Hur June langsung memutuskan agar mereka menggunakan jus aprikot pada para pasien yang sebelumnya diberi biji-bijian gardenia dan sophora.

Pagi harinya, semua pasien yang sebelumnya diberi biji-bijian gardenia dan sophora kini diberi jus aprikot. Semua perawat dan dokter bekerja dengan keras untuk membantu mengatasi penyakit murrain.

Seorang utusan berkuda diutus ke Seoul.

Menteri Sung dan Menteri Kesehatan berunding dengan dr.Yang dan Doji, saat seorang dokter Istana masuk dan memberitahu kalau surat dari dr. Hur baru sampai.

Dr. Yang segera mengambil dan membaca surat dr. Hur. Menteri Sung menanti dengan berdebar. Dr. Yang berseru pada Menteri Sung kalau dr. Hur berhasil mengendalikan wabah itu. Menteri Sung bertanya apa itu benar. Dr. Yang menyahut kalau surat ini menjelaskan dr. Hur menggunakan aprikot Jepang untuk meredakan penyakit. Semua pasien di kota-kota yang diserang oleh wabah menunjukkan kemajuan dan sudah tidak ada lagi yang mati. Menteri Sung sangat senang dan berkata berulangkali kalau ini bagus … benar-benar bagus dan ia akan memberitahu Raja mengenai berita melegakan ini. Menteri Sung dan Menteri Kesehatan segera bangkit berdiri dan pergi menemui Raja. Dr. Yang membaca lagi surat dari Hur June seakan ingin meyakinkan dirinya lagi kalau berita itu memang benar. Doji dalam pada itu merasa kesal dan iri.

Beberapa hari kemudian, para dokter, perawat dan staf medis berkumpul di halaman kantor pemerintahan Hwanghae. Menteri Sung dan gubernur Hwanghae menemui mereka. Menteri Sung berterima kasih atas kerja keras dari mereka semua dari pagi sampai malam. Karena kelihatannya wabah sudah bisa dikendalikan maka mereka diperintahkan untuk bersiap kembali ke Seoul. Semua orang merasa lega. Menteri Sung menghampiri Hur June menyentuh pundaknya dan memuji kerjanya yang baik. Hur June memberi hormat. Gubernur Hwanghae mengatakan untuk menghargai hasil kerja mereka, ia telah menyiapkan perjamuan dan meminta mereka untuk melepaskan beban berat mereka sebelum pergi. Gubernur memerintahkan seorang pengawalnya untuk mengantar para dokter, perawat, dan staf medis ke tempat perjamuan yang telah dipersiapkan. Semua orang sangat senang dan gembira. Hur June melihat ke sekeliling dan akhrinya menemukan Bae yang sedang menatapnya.

Hur June menemui Bae, yang kelihatannya memang sedang menunggunya. Hur June menyapanya, Bae membalikkan tubuh. Hur June memberi hormat padanya. Bae mengatakan kalau ia menghargai semua yang telah dicapai dan juga kerja keras dari Hur June tapi ia tak dapat mengabaikan masa lalu Hur June. Hur June sendiri menyahut karena tugasnya sudah selesai maka ia meminta Bae untuk membawanya pergi.  Bae memerintahkan anakbuahnya untuk mengawal Hur June kembali ke Seoul. Para prajurit polisi mengiyakannya dan mau menahan Hur June, tapi tiba-tiba terdengar seruan memanggil dr. Hur. Jang Hak Do datang dan memberitahunya kalau gubernur ingin menjumpai dr. Hur. Gubernur Hwanghae menemui Hur June, sambil tersenyum senang mengatakan kalau Hur June lebih baik pergi ke Seoul sekarang. Hur June tidak mengerti. Gubernur menjelaskan kalau itu adalah perintah dari Raja sendiri. Raja akan menjumpai para dokter dan perawat yang bekerja mengatasi wabah. Jadi ia menyuruh Hur June untuk segera bersiap. Hur June terkejut dan juga bimbang. Bae sendiri sedikit bingung. Kepala pengawal Gubernur Hwanghae menyuruh Hur June untuk segera pergi berkemas. Hur June menoleh pada Bae. Gubernur mengangguk senang kemudian pergi diiringi para pengawalnya. Jang berseru pada Hur June apa yang sedang dilakukannya, seharunya Hur June segera bersiap untuk pergi. Hur June bingung … Bae mengatakan kalau ia tak bisa menghentikan Hur June karena itu adalah perintah dari Raja, tapi ia akan menanyai Hur June mengenai masa lalunya di Seoul. Bae kemudian pergi meninggalkan Hur June diiringi anakbuahnya. Hur June sedikit lega tapi masih merasa bimbang, ia mengawasi kepergian Bae dengan hati bertanya-tanya apa yang akan terjadi pada dirinya di Seoul nanti …..

9 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 50

  1. aduh…kasian banget chae sun ,jadi nangis….mulia banget,meninggal demi menyelamatkan pasien yg terkena wabah…
    tetap semangat dr.hur…!

  2. turut bela sungkawa untuk chae sun,,,jadi sedih gini,,,sangat mulia,,,jasa mu pasti akan sllu dikenang,,,
    untuk dr.hur,,,walaupun masih dlam keadaan bimbang,,,harus teta smangadzz..!!!

  3. krna sifat mu yg mulia, baik hati, suka menolong, bijaksana, pengertian, and lain sbagai’y..
    Dok. Hur june
    saya mengagumi mu…dan saya ingin sprti mu,, tetap sprti itu buat Dok. Hur june….

    Kalau bisa flim ini hrs mncapai seribu episod atau mungkin lbih…
    Dan yg mnjadi pmeran utma Dok.Hur june jngan smpai di gntikan dgn yg laen..
    Thanks for all

  4. Koh Andy …. Sinopsis nya saya balap. Eh … tidak terasa sudah habis…. barangkali sinopsis 50 ini masih setengah dan ada sisipannya lagi ?…… Penasaran !
    Belasungkawa bagi Chae Sun ……

    Kalimat Koh Andy begini : …………………
    Hur June datang dan memberitahu kalau penyakit akan menyerang orang yang takut terhadapnya. Jika Chae Sun tidak takut, maka wabah akan melewatinya. Jika Chae
    Sun menjadi lemah hatinya maka tubuhnya akan lemah juga. ……….

    Sebenarnya kata-kata sederhana ini biasa juga diucapkan oleh sembarang orang, namun arti filosofisnya sangat dalam. …….
    Marilah kita melakukan pekerjaan dengan penuh keikhlasan dan do’a ……………….. Thanks Koh Andy ………..

  5. Sedih buat kepergiannya chae sun….hilang satu pemain bagus dan lucu. Duh, kayaknya obat jaman dulu susah banget ya? Ga kyk skr, mau generik at yg mahal komplit…..lanjut lg kang….

  6. ya sayang sekali kalau orang berbakat penuh talent, selalu kegulung trouble (dr. hur joon)
    kamu benar2 dokter mulia,….gak ada di jaman sekarangs…..
    Dia pinter dan jujur, berkawan dan dernawan, patuh dan utuh (tumaninah),………..
    kalau di negeri ini …1 kabupaten ada 1 hur joon, baguslah,……

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s