Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 51

Hur June menemui Bae, yang kelihatannya memang sedang menunggunya. Hur June menyapanya, Bae membalikkan tubuh. Hur June memberi hormat padanya. Bae mengatakan kalau ia menghargai semua yang telah dicapai dan juga kerja keras dari Hur June tapi ia tak dapat mengabaikan masa lalu Hur June. Hur June sendiri menyahut karena tugasnya sudah selesai maka ia meminta Bae untuk membawanya pergi.  Bae memerintahkan anakbuahnya untuk mengawal Hur June kembali ke Seoul. Para prajurit polisi mengiyakannya dan mau menahan Hur June, tapi tiba-tiba terdengar seruan memanggil dr. Hur. Jang Hak Do datang berlari menghampiri Hur June dan memberitahunya kalau gubernur ingin bertemu. Gubernur Hwanghae menyusul di belakang Jang, sambil tersenyum senang mengatakan kalau Hur June lebih baik pergi ke Seoul sekarang. Hur June tidak mengerti. Gubernur menjelaskan kalau itu adalah perintah dari Raja sendiri. Raja akan menjumpai para dokter dan perawat yang bekerja mengatasi wabah. Jadi ia menyuruh Hur June untuk segera bersiap. Hur June terkejut dan juga bimbang. Bae sendiri sedikit bingung. Kepala pengawal Gubernur Hwanghae menyuruh Hur June untuk segera pergi berkemas. Hur June menoleh pada Bae. Gubernur mengangguk senang kemudian pergi diiringi para pengawalnya. Jang berseru pada Hur June apa yang sedang dilakukannya, seharunya Hur June segera bersiap untuk pergi. Hur June bingung … Bae mengatakan kalau ia tak bisa menghentikan Hur June karena itu adalah perintah dari Raja, tapi ia akan menanyai Hur June mengenai masa lalunya di Seoul. Bae kemudian pergi meninggalkan Hur June diiringi anakbuahnya. Hur June sedikit lega tapi masih merasa bimbang, ia mengawasi kepergian Bae dengan hati bertanya-tanya apa yang akan terjadi pada dirinya di Seoul nanti …

Malam hari, di kediaman Doji, Sukjoong sedang menyulam dan menemani suaminya yang sedang membaca buku medis. Sukjong kemudian menyingkirkan sulamannya dan memberitahu Doji. Ketika Doji pergi sebagai dokter yang melayani utusan ke Dinasti Myung, ibunya sempat sakit parah. Doji terkejut. Ibunya didiagnosa menderita Hyul Boong. Doji lebih terkejut lagi. Sukjoong memberitahu kalau ibunya mengalami pendarahan hebat yang keluar dari vulva, dan itu sangat serius. Doji sangat menyesal karena ia tidak ada saat ibunya membutuhkan dirinya. Sukjoong mengatakan kalau semua dokter yang terkenal kembali pulang tanpa dapat mengobatinya. Dan kemudian ia menyuruh Hansang untuk meminta bantuan dr. Chung, yang dekat dengan Doji untuk merawat kesehatan ibu mertuanya, tapi ditolak dengan alasan sibuk. Doji bertanya, kemudian siapa yang merawat ibunya. Sukjoong dengan was-was menjawab kalau dia adalah dr. Hur. Doji terkejut tak menyangka. Sebenarnya ibu mertuanya menolak dirawat oleh dr. Hur, dan mengatakan kalau dr. Hur telah menghalangi langkah Doji, bahkan telah mempermalukan dr. Hur dengan hebat, tapi dr. Hur justru menyembuhkannya dengan sungguh-sungguh. Doji Doji merasa serba salah. Sukjoong melanjutkan kalau sebenarnya ibu Doji meminta dirinya untuk tidak memberitahu Doji karena hal ini bisa membuat Doji cemas, tapi Sukjoong justru merasa kalau Doji harus tahu mengenai hal ini. (Andy: pertama lihat tampangnya Sukjoong aku ga suka, sama sekali ga cantik dan lagi istrinya Doji. Tapi lama-lama setelah menyaksikan pribadinya yang lembut dan tuturkatanya yang halus, aku merasa kalau Sukjoong ini tambah lama koq tambah cantik saja 😛 …  Ini adalah tipe istri ideal yang kudambakan … hehehehe 😛 )

Doji kemudian segera menemui ibunya, yang sudah tidur. Doji masuk ke kamar kemudian duduk di hadapan ibunya, memeriksa nadinya. Nyonya Oh terbangun dan mau duduk, Doji menyuruhnya berbaring saja, tapi Nyonya Oh tetap bangun duduk dan menduga kalau Sukjoong pasti sudah memberitahu Doji. Doji bertanya apakah ibunya baik-baik, Nyonya Oh menjawab kalau ia baik-baik saja. Doji merasa serba salah. Nyonya Oh bisa menduga isi hati anaknya, ia mengatakan walaupun Hur June merawatnya demi kebaikan dirinya,  tapi ia rasa Hur June juga bersukacita melihatnya dalam keadaan seperti ini. Doji tidak mau memperpanjang lagi, ia meminta ibunya untuk beristirahat kemudian beranjak pergi. Nyonya Oh memanggilnya, Doji menoleh, Nyonya Oh mengatakan kalau ia terjebak dalam situasi yang mengharuskan dirinya bergantung pada Hur June. Ketika ia memikirkan itu lagi, itu membuatnya merinding. Doji kemudian pergi. Nyonya Son bergumam kalau ia tak rela melihat Hur June mendahului langkah anaknya. Bahkan ia lebih suka mati jika itu terjadi.

Di kantor Hyemin, Lee tersenyum senang dan mengatakan kalau ini adalah pertama kalinya ia akan melihat raja dengan begitu dekat. Dekat? Jang Hak Do berkata bahkan ia tidak pernah melihat bayangannya Raja. Ia menghirup napas dalam-dalam. Ia sangat gugup dan hampir-hampir tak dapat bernapas, berpikir kalau dia akhirnya akan melihat wajah Raja.  Hur June hanya diam saja. Kim Mangyung masuk ruangan dan menyuruh mereka keluar kalau sudah siap.

Sementara itu Hongchun dan para perawat Hyemin yang ikut membantu dalam penanganan wabah juga akan pergi menemui Raja. Duk Geum mengantarkan mereka dan memberi wejangan agar mereka berhati-hati dan tidak melakukan kesalahan di depan Raja. Hongchun mengiyakannya. Duk Geum kemudian mengatakan kalau saja Cae Sun masih hidup, ia akan merasa bahagia sekali sekarang. Hongchun dan Ye Jin juga merasakan hal yang sama. Duk Geum mengusap air matanya yang sempat meleleh karena mengingat Chae Sun, dan menyuruh mereka segera pergi. Hongchun berpamitan kemudian pergi diikuti oleh Ye Jin dan yang lainnya.

Kim Mangyung, Hur June, dan yang lainnya berjalan menuju ke Istana dan bertemu dengan Doji di tengah jalan. Hur June memberi hormat padanya kemudian mau melanjutkan perjalanan bersama dengan yang lain, tapi Doji meminta untuk berbicara berdua dengannya. Ye Jin dan Ohgun melihat Doji yang sudah kembali dari tugasnya. Hur June menghampiri Doji dan mengatakan kalau Ia tidak tahu kalau Doji sudah kembali. Doji menjawab kalau sudah beberapa hari. Perjalanan itu lebih sulit daripada yang pernah ia dengar, tapi ia juga mendapatkan hasil yang memuaskan. Sementara ia melakukan perjalanan yang jauh, ia dapat berpikir banyak hal, mengapa dirinya selalu dilampaui oleh Hur June tiap saat. Mungkin seperti yang ayahnya katakan, itu karena  wataknya sejak dilahirkan berbeda dengan Hur June. Lagipula ia merasa kalau keahlian medisnya tidaklah di bawah Hur June. Ia bersumpah akan kembali ke posisinya yang dulu. Selama itu Hur June hanya diam saja dan menunduk. Doji sudah mendengar kalau Hur June telah menyembuhkan ibunya. Doji mengatakan kalau ia akan membayar Hur June untuk semua itu, tapi Hur June menyahut kalau ia melakukan itu bukan untuk mendapatkan balasan. Doji tetap bersikeras kalau ia aakan membalas Hur June, karena ia tidak mau berhutang pada Hur June apapun alasannya. Doji pergi. Hur June hanya mengawasi punggung Doji yang melangkah dengan angkuh. Ia tahu kalau Doji pasti akan melakukan apa yang dikatakannya. Ternyata hubungan mereka tidak menjadi lebih baik seperti yang ia kira semula.

Semua dokter, perawat, petugas medis, bahkan para pengawal yang ikut serta dalam mengatasi wabah di Hwanghae berkumpul di depan kediaman Raja, menantikan kehadirannya.

Terdengar seruan memberitahu kalau Raja sudah datang. Mereka semua membungkuk memberi hormat. Raja Seonjong datang diiringi para menteri untuk menemui para dokter.  Raja Seonjong kemudian memerintahkan semuanya untuk menengadahkan wajah mereka. Mereka semua melakukannya. Raja ingin melihat wajah dari tiap-tiap orang itu dengan dekat. Jumlah korban dari wabah ini mencapai 5000 orang lebih, tapi oleh dikarenakan usaha merekalah maka wabah ini akhirnya bisa dihentikan dan itu meredakan ketegangannya. Raja berterima kasih pada Menteri Jung yang telah pergi ke wilayah yang terkena wabah sebagai utusan khusus dan memimpin para dokter.  Menteri Jung sangat senang dan berterima kasih.

Raja menuruni tangga dan menghampiri Hur June, Raja mendengar kalau Hur June telah melakukan kerja yang hebat dengan menemukan jus aprikot dan mengendalikan wabah. Jika saja Hur June tidak menemukan obatnya dengan cepat, wabah itu bisa saja menyerang seluruh kerajaan dan mengakibatkan bencana besar. Raja mengatakan kalau ia tak akan melupakan apa yang telah dilakukan oleh Hur June. Hur June merendahkan diri dengan mengatakan kalau mereka telah meraih semuanya itu dengan bekerja sama seia sekata. Jadi tidaklah tepat untuk mengatakan semuanya itu adalah prestasi dirinya seorangi. Raja sangat senang dengan perkataannya dan menepuk-nepuk pundak Hur June. Bae mendengar dan melihat semuanya itu dengan hati galau, bimbang. Raja memberitahu mereka semua kalau dirinya telah menyiapkan jamuan untuk mereka semua, dan meminta semuanya untuk pergi dan menikmati jamuan itu. Semua orang berterima kasih dan membungkuk hormat ke arah Raja.

Ohgun seperti biasa selalu “mendongeng” jika terjadi kejadian besar, kali ini ia “mendongeng” di ruang ramuan Istana tempatnya bekerja. Ohgun mengatakan kalau baru kali ini dirinya mengerti mengapa wajah Raja disebut dengan “Yong Ahn”. Ohgun merasa kakinya gemetaran dan sangat gugup, ia tak berani melihat wajah Raja. Saat itulah, ia tiba-tiba mendengar sebuah suara dewa, “Aku akan memberikan penghargaan atas usaha kalian”. Bagaimana bisa itu disebut suara manusia. Suara itu benar-benar suara Raja yang turun dari Surga.

Tiba-tiba Doji datang dan menegur apa yang sedang mereka semua lakukan. Para staf terkejut dan segera berlari ke pekerjaan mereka semula. Ohgun menyapanya dan menanyakan kabarnya selama melakukan perjalanan. Doji tidak menggubrisnya dan bertanya pada seorang petugas ramuan apakah ramuan yang ia minta sudah disiapkan. Setelah menerima ramuan itu Doji segera pergi tanpa menoleh pada Ohgun.

Ohgun merasa sangat jengkel, kemudian ia bertanya pada petugas mengenai obat yang diminta oleh Doji, ramuan apa itu. Tapi petugas ramuan menjawab kalau ia sendiri tidak tahu. Doji memberikan resep dan memintanya untuk menyiapkan bahan-bahan obat yang terbaik. Ohgun mengomel setelah Doji mendapatkan semua kesulitan itu, ternyata wataknya masih tidak berubah sedikitpun. Ohgun kemudian bertingkah kalau ia mau menemui Doji dan menegurnya, Ohgun mengomel apakah sulit hanya untuk menyapanya setelah lama tidak bertemu. Apakah Doji akan terluka jika melakukannya, Ohgun .bahkan membawa sendok kayu besar, yang biasa digunakan untuk mengaduk ramuan, berpura-pura akan menyusul Doji dan menggunakan sendok itu untuk memukul Doji. Petugas ramuan itu kaget dan segera menahan tubuh Ohgun, kemudian merampas sendok itu. Ohgun menenangkan dirinya dan mengatakan kalau ia hampir saja melakukan itu. Petugas ramuan itu lega. Ohgun membuka sebuah guci yang digunakan untuk merebut obat, dan segera menutup hidungnya karena baunya tidak enak kemudian memerintahkan petugas ramuan di belakannya untuk menuangkan sedikit air pada rebusan itu. Petugas itu mengiyakan dan segera melakukannya.

Doji sambil membawa ramuan obat, menemui dr. Yang dan dr. Jung Jak di kantor Departemen Medis. Dr. Yang ternyata sudah tahu tujuan Doji, meminta Doji untuk menyampaikan salam dari dirinya juga. Doji membungkuk hormat dan mengiyakannya sekaligus berpamitan. Doji pergi. Dr. Jung Jak mengawasinya pergi kemudian bertanya pada dr. Yang kemana perginya Doji. Dr. Yang menjawab kalau direktur administrasi mengalami gejala diabetes, jadi Doji pergi ke sana untuk menemuinya.  Direktur sendiri yang memanggil Doji untuk datang. Dr. Jung menduga kalau direktur itu pasti menyukai Doji saat dalam perjalanan misi. Dr. Yang tersenyun kecil dan menduga kalau kelihatannya ambisi Doji tidak dapat dihilangkan.

Doji berjalan menuju tempat direktur administrasi, tapi bertemu dengan dr. Chung Tae Un, yang senang melihatnya. Dr. Chung menghampirinya dan bertanya kemana ia akan pergi, Doji yang masih mengingat perkataan istrinya bahwa dr. Chung menolak untuk mengobati ibunya dengan alasan sibuk, bertanya dengan nada dingin, apa urusan dr. Chung ingin tahu kemana dirinya akan pergi. Doji beranjak pergi, tapi dr. Chung menghalangi jalannya dan bertanya apa ia telah melakukan kesalahan. Doji menyahut kalau ia tak akan lagi berhubungan dengan orang yang tidak setiakawan seperti dr. Chung. Dr. Chung tidak mengerti maksud perkataan Doji. Doji bertanya tidakkah ia tahu, saat ia dalam perjalanan misi, ia yakin kalau dr. Chung telah mendengar keadaan keluarganya saat itu. Dr. Chung baru ingat dan segera memalingkan wajahnya, merasa malu. Doji melanjutkan kalau waktu itu ibunya sakit parah, bahkan walaupun tidak memiliki hubungan, jika mendengar ada pasien yang sakit seharusnya dr. Chung pergi sebagai seorang dokter. Tapi yang ia dengar justru dr. Chung menolak dengan membuat alasan sibuk. Dr. Chung berusaha membela diri, tapi Doji tidak mau mendengar alasannya lagi. Mungkin pada penglihatan dr. Chung, masa Doji kelihatannya sudah berakhir tapi Doji menyuruhnya untuk menyaksikan dirinya terus. Doji pergi, Dr. Chung serba salah.

Doji memeriksa direktur administrasi di kediamannya.Doji mengatakan kalau pengobatan dengan akupungtur sudah bisa dihentikan. Direktur bertanya apakah kalau begitu dirinya sudah sembuh. Doji tersenyum dan mengatakan kalau direktur menjaga pola makannya maka ia tak akan menderita penyakit itu lagi. Direktur sangat berterima kasih, ia dulu berpikir kalau penyakitnya akan memburuk saat melakukan perjalanan misi, tapi syukurlah ada Doji sehingga ia bisa sembuh. Doji kemudian memberikan ramuan obat yang akan memulihkan kesehatannya kembali. Direktur berterima kasih sekali lagi pada Doji.

Tiba-tiba ada seruan memberitahu kalau direktur departemen keuangan datang berkunjung. Direkutr Administrasi mempersilahkannya masuk. Doji bangkit berdiri dan berpamitan, tapi direktur administrasi menahannya, karena ia dan direkutr keuangan akan minum-minum, jadi Doji dimintanya untuk tetap tinggal. Doji memberi hormat dan melihat pada direkutr keuangan, yang juga balas menatapnya.

Malam hari, ketiganya minum-minum. Direktur Adminisrasi meminta mereka berdua untuk saling berkenalan. Direkutr memperkenalkan Doji sebagai dokter Istana pada direktur keuangan. Doji sebagai tanda hormat kembali menyebutkan namanya pada direktur keuangan. Direktur keuangan memperkenalkan dirinya sebagai Kim Gongryang.

Direktur Administrasi memberitahu Doji kalau Kim Gongryang adalah saudara laki-laki dari Inbin Mama. Doji terkejut dan menatap pada Kim Gongryang. Direktur Administrasi menggoda Kim, kalau ia kini dianugerahi kekuasaan yang bahkan bisa membunuh burung yang sedang terbang. Kim menyahut, kekuasaan apa yang dimiliki pejabat departeman keuangan, ia meminta direktur administrasi untuk berhenti bercanda. Direktur membalasnya kalau setiap orang di Istana tahu perhatian khusus Raja pada Inbin Mama. Bukankah kekuasaan Inbin Mama berarti juga kekuasaan dari Kim. Kim hanya tersenyum kecil, kemudian ia menyinggung kesehatan direktur administrasi yang seharusnya ditangani oleh dokter Raja, tetapi mengapa sekarang oleh dokter tingkat rendah. Direktur Administrasi tertawa terbahak-bahak dan mengatakan kalau ia meminta dr. Yoo ada tujuannya. Dr. Yoo memang masih muda tapi sudah memiliki keahlian yang hebat. Doji tertawa dan menyahut kalau itu tidak benar. Direktur Administrasi berseru apakah dirinya melebih-lebihkannya, kemudian berkata pada Kim, syukur karena Doji sehingga dirinya sembuh dari penyakit kronis. Kim melirik pada Doji.

Doji pulang dan mau berpisah jalan dengan Kim, ia berpamitan pada Kim Gongryang. Kim bertanya apakah Doji akan kembali ke Istana. Doji menjawab tidak. Kim menyahut baguslah kalau begitu, ia mengajak Doji untuk pergi minum lagi. Doji tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, ia segera mengiyakan ajakan Kim.

Dalam perjalanan, Doji mengingat perkataan direktur administrasi mengenai asal usul dari Kim Gongryang, yang merupakan saudara laki-laki dari Inbin Mama, dan juga kalau Kim kini dianugerahi kekuasaan yang bahkan bisa membunuh burung yang sedang terbang.

Mereka berdua minum-minum di kediaman Kim. Kim menyatakan kalau Doji sudah pada tingkat Jubu seusianya, maka ia mendapatkan promosi dengan sangat cepat. Jika memang keahlian medisnya hebat seperti yang dikatakan oleh direktur administrasi, ia pikir akan merekomendasikan Doji pada Inbin Mama. Kim menanyakan pendapat Doji. Doji terkejut tapi juga senang, ini seseuai dengan pengharapannya, ia menjawab kalau memang dirinya diberi kesempatan maka ia akan melakukan yang terbaik untuk melayani Inbin Mama. Kim menyahut kalau melakukan yang terbaik itu tidak cukup, Doji juga harus menghilangkan rasa cemas Inbin. Doji heran dan bertanya cemas apa. Kim menjawab walaupun Inbin dikasihi oleh Raja, tapi masih belum menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Alasan mengapa Gong Bin Mama dapat berlaku seakan-akan ialah sang Ratu di Istana karena ia melahirkan pangeran Kwanghae dan Imhae. Jika Inbim hamil dan melahirkan seorang pangeran, Raja akan lebih mengasihinya lagi.  Kim bertanya apakah Doji dapat membantu Inbin untuk bisa hamil. Doji terkejut, ia menatap pada Kim yang balas menatapnya. Doji tampak berpikir keras…

Keesokan harinya, Doji sedang berjalan di Istana, mengingat perkataan Kim Gongryang, jika Inbin hamil dan melahirkan seorang pangeran, maka Raja akan lebih mengasihinya lagi. Bisakah Doji membantu Inbin untuk hamil. Doji mendesah …

Suara hati Doji: Ini adalah kesempatan dari Dewa. Ini mungkin adalah kesempatan terakhir bagiku dalam seumur hidupku. Aku harus mengambil kesempatan ini, apapun resikonya.

Doji memutuskan kalau ia akan memenuhi permintaan dari Kim Gongryang. Doji pergi ke ruang ramuan dan menyuruh seorang petugas ramuan untuk membuatkan ramuan sesuai dengan resep yang ia berikan. Doji mengatakan kalau ia sendiri yang akan memilih obatnya, jadi Doji meminta agar petugas itu memastikan agar tidak ada seorangpun yang melihatnya merebus obat itu.  Dr. Chung datang, dan curiga dengan Doji. Doji tidak menyadari kehadiran dr. Chung, ia masih memberikan instruksi pada petugas ramuan, mana yang boleh dicampur dan yang tidak. Dan meminta petugas ramuan itu untuk berhati-hati dalam membuatnya. Petugas itu mengiyakannya. Doji beranjak pergi, dr. Chung segera bersembunyi.

Setelah melihat Doji sudah pergi, Dr. Chung menghampiri petugas ramuan itu dan meminta resep Doji, petugas itu ragu-ragu, tapi Chung menatapnya tajam, petugas itu akhrinya menyerahkan resep pada dr. Chung. Dr. Chung membaca resep itu dan tidak mengerti dengan ramuan yang akan dibuat. Ia bertanya pada petugas itu, yang dengan terpaksa mengatakan kalau resep itu akan dibuatkan ramuan obat untuk disajikan pada Inbin Mama. Dr. Chung terkejut, ia memberikan kembali resep itu pada petugas yang segera pergi untuk membuatkan ramuan dari resep Yoo Doji. Dr. Chung bergumam, jika Doji membuatkan resep untuk ramuan bagi Inbin Mama padahal bukan seorang dokter Raja, tidakkah itu berarti Doji sudah berhubungan dengan pihak Inbin mama. Gong Bin adalah matahari yang mulai tenggelam, Inbin adalah matahari yang mulai terbit. Dr. Chung menduga sesuatu …

Kediaman Inbin Mama, Doji menyajikan ramuan obat ke hadapan Inbin, yang ditemani oleh saudaranya, Kim Gongryang. Inbin mengawasinya. Doji memperkenalkan dirinya. Inbin masih saja mengawasinya untuk beberapa saat seakan sedang menilai Doji, baru kemudian mempersilahkan Doji untuk duduk. Inbin sudah mendengar tentang Doji dari direktur administrasi, yang memuji Doji sebagai dokter yang hebat. Doji senang dan berterima kasih. Kim menimpali, ada yang aneh saat ia menyelidiki latar belakang Doji. Setelah Doji masuk ke Rumah Sakit Istana, ia mendapatkan promosi yang luar biasa, tapi belakangan hari ini sepertinya Doji justru menarik diri dari posisi dokter Istana dan bekerja menjadi dokter di rombongan utusan ke Dinasti Myung. Doji salah tingkah. Tapi Kim menenangkannya, justru Inbin Mama menyukai hal itu. Karena Doji jatuh dari tangga kesuksesan, maka Doji pasti menggeretakkan giginya dengan hati kesal. Doji terkejut tapi juga lega, kelihatannya cerita yang sebenarnya mengapa ia jadi dokter di rombongan utusan tidak dibongkar oleh dr. Yang. Inbin menyatakan kalau Doji membantunya maka ia akan memberi Doji kesempatan dan bertanya apa Doji memahami maksudnya. Doji hatinya melonjak kegirangan, ia segera menyahut kalau dirinya akan melakukan yang terbaik bagi Inbin.

Pertemuan rutin para pejabat medis senior dan dokter Istana, Menteri Sung datang bersama dengan Menteri Kesehatan. Menteri Sung memberitahu kalau ada perintah dari Raja untuk mempromosikan para dokter yang bekerja untuk mengatasi wabah. Juga ada perintah untuk mempromosikan dokter Raja yang memimpin departemen medis dan menaikkannya ke tingkat 2, tapi ada protes yang mengatakan kalau menjadikan dokter sebagai pejabat tingkat 2 adalah terlalu berlebihan jadi tidak bisa dilakukan. Menteri Sung meminta pengertian dari dr. Yang, yang sudah bisa menduga penolakan itu. Menteri Kesehatan memberitahu bahwa untuk dr. Hur yang telah membuat prestasi hebat dengan memerintahkan penggunaan jus aprikot, Raja akan memberikan kulit harimau.  Menteri Sung menimpali kalau ia pernah melihat Raja memberikan kulit rusa untuk dokter dengan prestasi hebat sebelumnya, tapi kulit harimau, bukankah ini untuk pertama kalinya… Menteri Kesehatan membenarkannya. Doji menahan rasa kesal di hatinya.

Jang Hak Do berlari dengan terengah=engah ke kantor Hyemin memanggil-manggil dr. Lee. Ia berhenti di samping dr. Lee dengan napas terengah-engah, Lee heran dan bertanya mengapa Jang berlari sampai kehabisan napas seperti itu. Jang menjawab kalau ia benar-benar kehabisan napas sekarang, Semua dokter yang diberangkatkan ke Hwanghae akan dipromosikan satu tingkat. Dr. Hur akan menjadi Jubu, dr. Lee akan menjadi Jikjang, dan dia sendiri akan menjadi Bongsa. Dan dr. Hur atau lebih tepatnya Hur Jubu, Raja akan memberikan kulit harimau padanya. Jang Hak Do memberi hormat dan mengucapkan selamat dengan nada guyon. Semua orang tertawa. Jang melanjutkan kalau satu hal yang lebih penting dari semua itu adalah bahwa dirinya dan Kim Mangyung dalam tingkat yang sama. Kim Mangyung segera membentak dan menepuk meja, apanya yang dalam tingkat yang sama, tingkatnya itu 10 tahun di Hyemin, itu adalah tingkat yang sama seperti  dokter Raja, jika Jang Hak Do berusaha menyamakan tingkat maka dirinya akan menghajar Jang Hak Do, Kim Mangyung tertawa demikian juga dengan yang lain, tapi Hur June masih berwajah kusut. Lee melihat itu dan bertanya mengapa wajah Hur June terlihat muram. Bukankah seharusnya Hur June senang karena dipromosikan dan mendapatkan kulit harimau. Hur June tidak menjawab sebaliknya ia justru memohon diri dan keluar ruangan. Lee dan Jang heran dengan sikap Hur June, sedangkan Kim mengetahui kenapa Hur June gelisah.

Kapten memberitahu Bae kalau para dokter di Istana mengatakan dr. Hur akan menjadi dokter Raja, dan bertanya sampai kapan Bae hanya melihat saja. Bae mengatakan kalau Raja menyukai dr. Hur. Jika masa lalu dr. Hur terungkap maka itu akan sampai ke Raja juga. Jika ia membuat keputusan yang terburu-buru, mungkin saja dirinya yang justru terkena masalah. Bae menyuruh kaptennya bersabar dan tetap memeriksa Hur June dengan diam-diam dan memastikan kalau semuanya itu benar.

Seorang prajurit masuk dan memberitahu kalau Kim Mangyung dari Hyemin ingin menemuinya. Bae berpikir sejenak dan menyuruh prajurit itu mengatakan kalau dirinya tidak ada.

Prajurit itu menemui Kim Mangyung. Kim Mangyung heran dan bertanya mengapa ia sendirian saja, di mana Jenderal Polisi. Prajurit itu memberitahu kalau Jenderal Polisi sedang keluar kantor. Kim Mangyung heran bukankah tadi ia mengatakan kalau Jenderal ada di dalam, prajurit itu menjadi serba salah. Kim mengerti, ia bertanya apakah Jenderal tak mau menemuinya, prajurit itu tak bisa menjawabnya. Kim menyadari kesulitan prajurit itu sehingga ia tak mau memperpanjang masalah dan pergi. Bae mengawasi kepergian Kim Mangyung. Hatinya merasa tidak enak pada kawannya itu.

Kapten anakbuah dari Bae ke Istana. Dr. Chung melihatnya dan bertanya apa ada yang ia ingin minta lakukan dari para dokter. Kapten menjawab tidak, ia hanya ingin mencari tahu sesuatu. Kapten itu bertanya bukankah ada dokter yang namanya Hur June di Hyemin. dr. Chung bertanya apakah bukan dr. Hur.

Ohgun berkumpul dengan keluarga Hur June (tanpa Hur June), keluarga Ilsuh dan juga Yangtae. Mereka membicarakan promosi dari Hur June, yang belum lama lalu dipromosikan. Dan juga pemberian kulit Harimau, Ilsuh sangat takjub, ia mengatakan kalau itu senilai dengan rumah 3 kamar, atau 5400 kg beras. Kulit harimau adalah benda yang sangat langka. Haman mengatakan kalau suaminya, yang sudah 10 tahun menjadi pemburu tapi belum sekalipun menangkap harimau. Dahee sungguh beruntung. Dahee dan Nyonya Son tersenyum paksa. Mereka sama sekali tidak gembira karena semua itu. Ilsuh bertanya pada Ohgun, apakah ia tahu mengapa kulit harimau sangatlah mahal. Ohgun menjawab karena itu benda yang sangat berharga. Ilsuh menyahut kalau bukan itu  Ia menjelaskan kalau seorang pria tidur di atas kulit harimau, maka kekuatan kencingnya akan berbeda, menurut gosip wadah kencing pun akan terbalik karenanya. Ohgun bertanya apa itu benar, Ilsuh menjawab kalau ia tidak pernah tidur di atasnya tapi ia mendengar itu dari orang yang pernah  tidur di atas kulit harimau. Ohgun menelan ludah dan berkata kalau begitu ia lebih baik meminta tolong pada dr. Hur dan tidur di atas kulit harimau itu. Yangtae tertawa dan bertanya sebagai seorang duda, bagaimana Ohgun berencana untuk mengendalikan “itu” Haman menyahut kenapa tidak, disini ada orang yang perlu tidur di atas kulit harimau, ia melirik suaminya. Ilsuh menegur istrinya untuk berbicara yang tidak perlu.

Mereka bertanya-tanya mengapa Hur June masih belum pulang sampai malam begini. Tiba-tiba terdengar suara panggilan pada Gyum. Ilsuh berkata bahkan seekor harimau muncul saat dibicarakan, Hur Junelah harimaunya. Hur June masuk dan duduk, ia heran dengan kehadiran teman-temannya itu dan bertanya apa yang sedang mereka lakukan di sini. Yangtae menjawab ia mendengar kalau Hur June dipromosikan menjadi Jubu jadi ia datang untuk memberi ucapan selamat. Tapi walaupun mereka tidak bisa berpesta paling tidak adakan saja jamuan minum kecil-kecilan. Hur June meminta maaf agar menunda semua itu. Ilsuh menyahut kalau sekarang adalah hari baik, apa yang terjadi pada Hur June, biarlah dirinya nanti yang akan membayar minumnya.  Yangtae menyadari perasaan hati Hur June, ia menarik Ilsuh dan mengajak Ohgun untuk keluar, serta menyeret Haman. Tapi Ohgun masuk kembali dan memohon, jika Hur June menerima kulit harimau, agar meminjamkannya semalam saja pada Ohgun.  Hur June mengiyakannya. Ohgun berterimakasih dan segera pergi. Di ruangan itu tinggal Hur June dengan istri dan ibunya.

Hur June dan Dahee berdua saja di dalam kamar peraduan mereka. Dahee mengatakan setelah ia mendengar kalau Hur June melakukan pekerjaan yang gemilang, berhasil menghentikan wabah, ia berharap kalau masa lalu Hur June dapat diampuni. Jika itu tidak dapat ditebus dengan prestasi sebesar ini, maka ia akan menemui Jenderal Polisi dan memintanya untuk membantu mereka. Dahee akan mencba untuk menjelaskan bagaimana ia datang ke Sanum untuk mencari Hur June dan akan memohon pada Jenderal Polisi. Ia akan memberitahu kalau itu semua adalah keinginannya sendiri untuk menikah dengan Hur June. Hur June  menyahut kalau itu sia-sia. Ini adalah jalan buntu dan tidak ada jalan keluarnya. Dahee menangis. Tiba-tiba terdengar suara Yangtae menyuruh Hur June untuk keluar sebentar, Hur June heran.

Hur June keluar dan menemukan Yangtae bersama dengan Ahn Kwang Ik sedang menunggunya di luar. Hur June sangat senang, Ahn mengira kalau ini sudah terlambat, tapi ia datang ingin memberitahu sesuatu pada Hur June. Dahee juga keluar untuk menyambut Ahn. Hur June mempersilahkan Ahn untuk masuk.

Hur June dan Ahn berdua di dalam kamar. Ahn mengatakan kalau ia baru saja datang dari wilayah Hwanghae yang sudah terserang wabah. Ia melihat dengan kedua matanya sendiri betapa parah kerusakan yang terjadi. Sangat melegakan karena Hur June meresepkan jus aprikot dan menghentikan wabah itu di sana. Ahn ingin mengatakan sesuatu padanya. Tahukah Hur June buku pengobatan berjudul Bo Je Bang,  ditulis oleh Joo Sok dari Dinasti Ming / Myung, Tiongkok.  Hur June menyambung kalau Joo Sok juga menulis Ku Hwang Bon Cho.

* Joo Sok (Cu Su / Zhu Su bergelar Prince Ding of Zhou) adalah anak kelima dari Joo Won Jang (Cu Goan Ciang / Zhu Yuanzhang), Kaisar pertama Dinasti Ming, bergelar Kaisar Hongwu.

Ahn mengatakan kalau resep yang dikumpulkan di buku itu mencapai 61.739 macam. Seorang dokter bernama Lee Si Jin dari Dinasti Myung, menulis sebuah buku pengobatan yang berjudul Buku Tanaman Obat. Buku itu mengelompokkan asal mula dan juga kemajuan dari semua penyakit yang ada di dunia ke dalam 6 kategori dan mencatat keampuhan obat-obatan termasuk 1892 jenis-jenis binatang, tumbuh-tumbuhan dan mineral.

* Lee Si Jin menulis Buku 52 Macam Tanaman Obat melengkapi tanaman-tanaman obat yang baru, setelah menilai dan mengubah buku-buku tanaman obat yang lama.

Ahn kemudian bertanya tahukah Hur June mengapa ia menyebutkan Joo Sok dan Lee Si Jin. Hur June menatapnya dengan pandangan bingung. Ahn menjelaskan kalau banyak orang membanggakan keahllian medis yang mereka miliki. Tapi sebenarnya tidak banyak orang yang benar-benar bekerja demi masyarakat dan generasi berikutnya. Ahn bertanya apa yang dirasakan oleh Hur June saat melihat begitu banyak orang mati di Hwanghae. Hur June tampak mulai membuka pikirannya. Ahn mengatakan jika banyak dokter melakukan usaha demi masyarakat sebelumnya maka tidak akan banyak orang yang mati dengan begitu sia-sia. Ahn menasihati Hur June untuk tidak membatasi dirinya sendiri dengan mengurung dirinya di dalam tembok Hyemin, dan Hur June seharusnya berpikir apa yang benar-benar ia ingin lakukan. Hur June memikirkan semua perkataan dari Ahn Kwang Ik. Inilah titik balik dari tujuan hidup Hur June, selain merawat pasien dengan segenap hatinya ia kini berpikir bagaiman acaranya memberikan warisan berharga bagi generasi selanjutnya sehingga banyak orang akan terselamatkan.

Doji di Istana sedang membaca buku medis di kantornya, dr. Chun datang dan memberi hormat padana. Doji bertanya tidakkah ia pulang ke rumah. Dr. Chung tidak menjawab sebaliknya ia mengatakn kalau ada sesuatu yang ingin ia katakan.  Doji tidak mau menatapnya dan menyahut kalau ia merasa tidak ada sesuatu yang ia ingin bicarakan dengan dr. Chung sekarang. Dr.Chung mengakui kesalahannya tapi jika Doji mendengarkannya ia rasa kesalahannya bisa ditebut beberapa bagian. Doji menatapnya. Dr. Chung yakin kalau mata dan telinga Doji akan terbuka.

Hur June tidak bisa tidur, ia merenung di kamarnya sedangkan Dahee tidur di sisinya. Hur June mengingat perkataan Kim Mangyung padanya.

Suara Kim: Jangan menyerah dengan begitu mudahnya. Sementara kau di Haejoo, masyarakat yang datang ke Hyemin mengamuk dan bertanya kemana perginya dr. Hur. Tidak hanya yang miskin di dalam dan luar ibukota tapi orang-orang di Istana juga membutuhkanmu. Masyarakat semuanya tahu betapa bernilainya seseorang seperti dirimu dan apakah kau sendiri yang akan membuang nilai dirimu?

Hur June mengingat juga perkataan dari Ahn Kwang Iks sebelumnya.

Ahn : Jangan membatasi dirimu dengan mengurung dirimu di dalam tembok Hyemin.Kau seharusnya tahu apa yang benar-benar kau ingin lakukan.

Hur June kemudian mengawasi punggung istrinya dan berkeputusan di dalam hatinya …

Suara hati Hur June: Benar, aku tidak bisa menyerah seperti ini. Aku masih ada pekerjaan yang harus dikerjakan. Untuk menepati janjiku yang kubuat di hadapan jenazah guruku, aku tidak dapat jatuh seperti ini.

Doji bangkit berdiri dan bertanya apakah yang dikatakan oleh dr. Chung itu benar. Dr. Chung menjawab kalau ia mendengarnya sendiri. Jadi bagaimana … bukankah itu jelas kalau kehidupan dr. Hur yang kau jaga dengan respek akan runtuh sekaligus. Doji bertanya mengapa dr. Chung memberitahunya ini. Dr. Chung heran. Doji menyuruhnya pergi dan menganggap kalau ia tak pernah mendengar semuanya itu. Dr. Chung tidak menyangka Doji tidak akan menggunakan kesempatan baik ini. Doji membentak menyuruhnya pergi sekali lagi. dr. Chung segera menghormat dan langsung pergi. Doji berpikir sesuatu.

Hur June pergi ke biro polisi untuk menemui Bae Chunsoo. Bae Chunsoo heran dengan maksud kedatangannya.

Dr. Chung menemui dr. Kim dan dr. Song dan memberitahu mereka mengenai masa lalu dr. Hur yang ia dengar dari kapten polisi.

Doji lewat di tempat itu dan melihat dr. Chung sedang berbicara pada dr. Kim dan dr. Song dengan serius.

Suara hati Doji: Banyak orang di Rumah Sakit Kerajaan dan Hyemin yang menjaga jarak dengan Hur June (alias tidak senang). Akhirnya itu terjadi juga.

Hur June menceritakan asal usulnya pada Bae Chunsoo.

Hur June: Aku terlahir dengan status sosial yang rendah dan menghabiskan hidupku dengan sia-sia saat muda karena melihat tiada ada harapan untuk menembus batasan dari statis sosialku. Sehingga aku terlibat dalam perdagangan gelap yang dilarang oleh hukum negara dan aku kemudian bertemu dengan anak gadis Tuan Lee Jungchan, istriku, yang difitnah dengan tuduhan melakukan konspirasi dan dikirim untuk diasingkan ke Bookchung  Tuan Lee meninggal dalam ketidakadilan. Dan sementara melakukan pemakaman, aku measa kasihan pada anak gadisnya yang menjadi sebatangkara dan aku jadi menyukainya. Setelah itu aku melanggar aturan status sosial dan harus menyembunyikan status sosialku, tapi aku berusaha dengan keras untuk hidup sebagai manusia yang seharusnya. Aku menjadi seorang dokter dan merawat pasien dengan itikad baik. Aku dapat keluar dari penderitaan semacam itu karena istriku.

Na Li, aku memang melanggar hukum negara tapi aku sama sekali tidak menyesal telah menikah dengan istriku.

Bae: Kalau begitu apakah kau berbohong saat kau mengatakan kalau kau akan menbayar semua tindakanmu?

Hur June: Perkataan itu timbul dari hatiku. Dan aku sama sekali tidak berpikir lain ssekarang.  Tapi kumohon untuk mengijinkanku menjalani hukuman dengan cara berbeda. (Bae tidak mengerti) Aku ada pekerjaan yang harus kulakukan sebagai dokter. Na Li, kau melihat sendiri banyak orang mati dengan begitu sia-sia di wilayah di mana wabah mengganas, bukankah demikian? Aku ada pekerjaan yang harus kulakukan bagi mereka yang telah mati.

Na Li, alasan mengapa aku mengajukan permintaan ini kepadamu bukan semata-mata untuk keuntungan atau kesuksesan diriku. Jika aku r ingin menjadi seorang dokter yang baik yang benar-benar berbelaskasih kepada para pasien, hidupku akan menjadi lebih sulit daripada menghabiskan hidupku terkurung di paenjara.

Na Li, kumohon agar mengijinkan aku menjalani hukuman dengan cara yang berbeda. Aku ada pekerjaan yang harus aku lakukan bagi pasien yang menderita karena sakitnya. Jika kau merasa kalau aku tidak cukup membayar dengan sepantasnya untuk semua kesalahan yang telah kulakukan maka silahkan menghukumku nanti.

Bae tampak bimbang dan ragu-ragu, ia menyadari kebenaran dari kata-kata Hur June, dan juga sudah melihat bagaimana kepribadian dan watak dari Hur June, tapi pikirannya sebagai seorang penegak hukum bertentangan dengan hatinya yang tersentuh oleh pendekatan Hur June ini. Bae bingung sekali, Hur June memanggilnya, Bae akhirnya memutuskan. Ia menyuruh Hur June pergi.

Para pejabat medis tingkat tinggi (yang berbaju merah saja) berkumpul untuk mendiskusikan kesehatan Raja dan keluarga Raja.

Menteri Sung bertanya pada dr. Yang apakah ia sudah menyiapkan ramuan bagi Inbin Mama. Dr. Yang mengiyakannya dan mengatakan kalau ia telah menyiapkan ramuan Baek Ja Boo Gwi Hwan dan Sa Mool Tang.

 

* Baek Ja Boo Gwi Hwan adalah ramuan untuk mengobati imsonia dan ketidakteraturan menstruasi.

* Sa Mool Tang terbuat dari 4 macam obat biasa digunakan untuk mengobati penyakit pada wanita.

Menteri Jung bertanya bagaimana pendapat dr. Yang, karena Inbin sudah menunjukkan kalau tiada tanda-tanda kehamilan sudah selama 10 tahun, tidakkah itu juga mustahil di masa yang akan datang. dr. Yang menjawab karena Inbin Mama masih sangat muda, mereka seharusnya tidak memutuskan hal seperti itu dengan mudah.

Menteri Sung menimpali kalau Raja ingin melihat Pangeran dilahirkan oleh istri yang sah. (Andy: Inbin adalah Ratu, Gong Bin Mama adalah selir utama) Jadi ia meminta agar dr. Yang mengingat ini dan memberikan pehatian khusus pada kesehtan Inbin Mama. Dr. Yang mengiyakannya. Tiba-tiba ada seruan mengabarkan kala dr. Kim dan dr. Song dari Hyemin ingin bertemu dengan Menteri Sung, yang kemudian menyuruh mereka untuk masuk. Dr. Song dan dr. Kim masuk, Menteri Sung bertanya ada apa. Dr. Kim mengatakan kalau ia ada sesuatu yang ingin disampaikan mengenai dr. Hur dari Hyemin. Menteri Sung heran dan menatap dr. Yang, yang juga tidak mengerti.

Doji menunggu di kantor Departemen Medis. Dr. Yang masuk diiringi oleh duo sirik, dr. Yang berjalan sambil menegur keduanya yang telah lancang memberitahukan hal semacam itu pada pejabat senior lain tanpa memberitahukannya dulu pada dirinya. Dr. Song beralasan kalau kasus ini sangat penting dan perlu penanganan secepatnya. Dr. Yang menyuruhnya tutup mulut, Apakah mereka tahu sebesar apa mereka membawa masalah ini. Apakah mereka tidak bisa melakukan tindakan yang lebih pantas. Duo sirik saling berpandangan tidak menduga hal itu. Dr. Yang duduk dan bertanya apakah semuanya itu benar. Duo sirik ragu-ragu, dr. Yang segera bertanya lagi apakah benar kalau dr. Hut telah melakukan perdagangan gelap, menyembunyikan penjahat dan melanggar aturan status sosial dengan menikahi anak gadis dari keluarga bangsawan. Dr. Kim menjawab seperti yang mereka katakan sebelumnya kalau biro polisi sedang melakukan penyelidikan secara rahasia. Dokter Hur akan mendapatkan hukuman yang berat. Dr. Yang mendesah dan bergumam apakah sungguh sulit untuk mendidik seorang dokter yang berguna.

Menteri Jung bertanya pada Menteri Sung bagaimana mungkin ini bisa terjadi, seorang penjahat bekerja sebagai dokter di Istana. Kecuali dia meremehkan Istana, bagaimana bisa ia melakukan hal seperti ini. Menteri Kesehatan menimbrung kalau ini diketahui oleh umum maka mereka bertiga juga akan ikut terseret dan dianggap bertanggungjawab sebagai pimpinan dari departemen medis. Menteri Sung mengangguk-angguk. Menteri Jung mengatakan kalau biro polisi sudah melakukan penyelidikan secara rahasia maka insiden ini pasti sudah diketahui oleh umum jadi mereka harus bertindak lebih dahulu. Mereka harus secara langsung menghukumnya sebelum polisi membawanya pergi  Kalau tidak mereka nantinya tidak akan bisa mengelak dari tanggungjawab membiarkannya bekerja sebagai dokter. Menteri Sung menyebut menteri Jung seorang yang bodoh, sebagai salah satu direktur dari rumah sakit kerajaan, yang bisa ia katakan hanya mencari cara untuk menghindari tanggungjawab. Menteri Jung menundukkan kepalanya. Menteri Sung mengatakan kalau mereka harus mengetahui kebenaran akan semuanya itu lebih dahulu, jadi Menteri Sung meminta mereka untuk tidak membuat kekacauan dengan ikut campur.

Kapten menemui Bae dan mengatakan kalau ada surat dari direktur umum Rumah Sakit Kerajaan kemudian menyerahkannya. Bae langsung membuka dan membacanya. Bae menjadi terkejut dan meremas suratnya.

Bae Chunsoo diiringi oleh beberapa anak buahnya pergi mendatangi Hyemin. Bae melihat Hur June dan menghela napas, hatinya tidak enak.

Kim Mangyung dan Ye Jin sedang bercakap-cakap sambil berjalan menuju pelataran Hyemin. Jang Hak Do berlari mendatanginya dan mengatakan kalau polisi menangkap dr. Hur dan membawanya pergi. Ye Jin dan Kim Mngyung sangat terperanjat mendengar itu.

Para petugas sedang mengikat Hur June. Semua orang tidak mengerti apa yang telah diperbuat oleh Hur June sehingga ia pantas menerima perlakuan seperti itu. Lee bertanya apa kesalahan dr. Hur. Bae tidak bisa menjawabnya dan mengajak anakbuahnya pergi. Lee berusaha bertanya pada Hur June, tapi Hur June diam saja. Kim datang dan menahan Bae pergi, ia bertanya apakah Bae harus melakukan hal seperti ini. Bae meminta maaf dan mengatakan kalau dirinya tak bisa menghentikan proses ini. Bae kembali mengajak anakbuahnya untuk pergi.  Ye Jin bertanya pada Kim Mangyung apa sebenarnya yang telah terjadi. Mengapa para polisi membawa Hur June pergi.  Kim Mangyung diam saja. Jang Hak Do bertanya apakah mereka hanya diam saja sementara menyaksikan dr. Hur dibawa pergi seperti itu. Kim hanya diam saja, lalu pergi meninggalkan mereka. Ye Jin sangat cemas.

Para polisi juga menangkap Dahee di rumahnya. Nyonya Son terkejut dan pingsan. Haman menjadi bingung antara mengikuti Dahee atau mengurus Nyonya Son.

Di Paviliun Jinsook, Gong Bin bertanya pada So Hyun mengapa pangeran bisa sakit. So Hyun menjawab kalau melihat pada demam ringan, ia menduga kalau pangeran menderita selesma. Gong Bin memerintahkan untuk memberitahu Hyemin dan memanggil dr. Hur. Dayang mengiyakannya tapi So Hyun segera menyahut kalau dr. Hur sekarang sudah tidak ada di Hyemin lagi. Gong Bin heran dan bertanya apa maksudnya itu. So Hyun ragu-ragu. Gong Bin tidak sabar dan bertanya lagi apa maksud dari perkataannya itu. So Hyun menjawab kalau dr. Hur dibawa ke kantor polisi. Gong Bin terkejut.

Di dalam penjara, Hur Jun merenungkan nasibnya. Dahee dibawa masuk ke dalam, Hur June terkejut melihat Dahee juga ditangkap. Dahee juga terkejut melihat suaminya ada di dalam sel. Hur June berteriak memanggil istrinya yang akan dimasukkan ke sel lain  ……

Iklan

11 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 51

  1. Episode yang penuh degan unsur motivasi bagi individu utama dalam episode ini. Kelihatannya perjalanan hidup Hur June makin teruji denga mental yang semakin matang…… perang sesungguhnya akan terbangun pada episode selanjutnya ……. Makin seru! Episode tinggal 14 lagi………………… Kita doakan Koh Andy … sehat-sehat saja.

    • Ha…ha….ha… Ketahuan kalau Koh Andy masih single dan termotivasi oleh Sukjoong. Pantas Koh Andy ketawa ngakak kalau saya pernah mengatakan ‘ Koh Andy kita ibarat kan posisinya seperti Bapaknya Sukjoong yang piawai sebagai penerjemah Istana ‘ ….
      Two thumbs Up …. untuk penulis Hur June. Koh Andy kalau boleh tau …. manalagi Karya lain penulis Hur June ( berupa Novel atau lainnya )….? Apakah nama judulnya dan apakah ada terjemahnya dalam Bahasa Indonesia ? Thanks atas info Koh Andy .

  2. Wah makin rame kang, sambil ngepak buat mudik nonton joon…. Selamat idul fitri, maafkan lahir batin, aku doain mdh2an kang andy cepat dpt jodoh, yg solehah kayak sukjoong, amin….

  3. Koh Andy…ada yang saya belum ngerti …. Di episode 46 tertulis :
    ……. bahwa ternyata dokter yang turut dalam rombongan adalah posisi yang paling rendah di Rumah Sakit Istana, yang artinya posisi Doji telah turun. Biasanya tingkat Jubu sampai Bongsa yang ditugaskan, jadi itu artinya Doji telah diturunkan posisinya……..
    Saat kejadian tersebut, Do Ji sudah mencapai level 7 = Jikjang. …. Kalau yang ditugaskan biasanya Jubu sampai Bongsa, mengapa disebut diturunkan posisinya, bukankah Jubu lebih tinggi satu tingkat dari Jikjang?
    Contoh Hur June yang saat ini telah dinaikkan posisinya menjadi Jubu plus hadiah kulit harimau ( atas prestasi memerangi wabah murrain di Hwanghae ). Artinya Jubu tersebut masih setingkat diatas Jikjang seperti posisi Do Ji saat berangkat ke Myung ? ( Walaupun memang ……. Bongsa lebih rendah setingkat dari Jikjang. Level 8 = Bongsa ). Jadi posisi Do Ji masih berada dilevel tengah ………………………

    • haha , waktu itu aku juga nda jelas di subtitle bhs inggrisnya, tapi betul koreksimu, abis ini langsung tak edit 😀 … urutannya Bongsa (tingkat 8), Jikjang (7), dan Jubu (6) ….. sori kalo buat kalian bingung 😀

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s