Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 52

Catatan: Tingkat Pejabat Medis dari paling rendah sampai paling tinggi (dan warna pakaian) :

Tingkat 9 – Chambong (hijau)

Tingkat 8 – Bongsa (hijau)

Tingkat 7 – Jikjang (hijau)

Tingkat 6 – Jubu (biru)

Tingkat 5 – Pangwan (biru)

Tingkat 4 – Chumjong (biru)

Tingkat 3 junior – Naeuijeong (biru)

Tingkat 3 senior – (?) Dokter Raja (merah)

Untuk Pejabat Medis termasuk Departemen yang dianaktirikan, mereka paling mentok sampai Pejabat Tingkat 3. Dan biasanya tingkat ini disebutkan setelah nama marga, seperti : Yoo Jubu, Hur Jikjang, Kim Bongsa, dll cuman ga kutulis di sinopsis ini, tapi kalau kalian teliti saat melihat dramanya maka akan kedengaran koq 😀

Tambahan : baru di tingkat 3 senior seseorang bisa dinaikkan status sosialnya menjadi kalangan Yangban / Bangsawan …

————————————————————————————————–

Di dalam penjara, Hur Jun merenungkan nasibnya. Dahee dibawa masuk ke dalam, Hur June terkejut melihat Dahee juga ditangkap. Dahee juga terkejut melihat suaminya ada di dalam sel. Hur June berteriak memanggil istrinya yang akan dimasukkan ke sel lain  ……

Jang Hak Do, bersama dengan Lee Myung Won menghadap Kim Mangyung.

Jang: Ini sangat berlebihan. Apa alasannya para polisi menangkap dr. Hur? (pada Kim) Dokter!

Kim: ….

Lee: Kau pernah mengatakan kalau Jenderal Polisi dan kau dulu pernah belajar bersama. Jika kau tahu sesuatu, tolong beritahu kami.

Kim: … Itu karena apa yang pernah dilakukan dr. Hur di masa lampau … (Jang tampak kaget)

Lee: Kau maksudkan dr. Hur memang bersalah atas sesuatu?

Kim: Kelihatannya ia pernah memimpin perdagangan gelap di Yongchun, yang melanggar hukum negara. (Lee terkejut demikian juga dengan Jang)

Jang: Perdagangan gelap? Maksudmu dr. Hur melakukannya?

Kim: Dia membantu seorang pengkhianat tingkat tinggi yang diasingkan untuk melarikan diri dan menikahi putrinya. Istri dokter Hur adalah anak gadis dari Tuan Lee , yang dulu menjabat Direkutr Urusan Politik.

Jang dan Lee terkejut, Gaegeum yang baru masuk mendengar semua itu, menjadi terkejut juga.

Gaegeum memberitahu kepala perawat Duk Geum dan Hongchun saat pertemuan perawat.

Duk Geum: Benarkah itu?

Gaegeum: Itu Benar Ibu Kepala.

Hongchun:  Sebaiknya itu benar, kalau tidak kau yang akan dihukum.

Gaegeum: Itu sungguh-sungguh benar. Aku mendengar percakapan mereka dengan jelas. Aku sungguh-sungguh mendengarnya dengan jelas.

Duk Geum: (merasa cemas) Jika Gaegeum benar, maka itu masalah besar.

Gaegeum: Dia melakukan perdagangan gelap, betapa jahatnya dia bukan? Orang-orang berkata kalau mengetahui pikiran seseorang lebih sulit daripada yang lainnya.  Siapa yang akan menyangka dokter Hur memiliki kisah seperti itu di masa lalunya?

Ye Jin hatinya cemas dan gelisah, ia tak tahan lagi mendengar celotehan Gaegeum dan bangun berdiri untuk keluar.

Ye Jin keluar dan merenung …

Yangtae datang dan bertanya pada petugas tiket di mana dr. Hur. Petugas itu menjawab kalau dr. Hur tidak ada di Hyemin. Yangtae terkejut dan bertanya ke mana dia pergi. Petugas tiket mengira kalau Yangtae juga seorang keluarga pasien sehingga ia mengatakan kalau dr. Hur tidak dapat menemui pasien untuk sementara dan meminta Yangtae untuk menemui dokter lain saja. Yangtae heran…. Kemudian melihat Ye Jin yang sedang termenung dan memanggilnya. Yangtae menghampiri Ye Jin, yang bertanya apa yang ia lakukan di sini. Yangtae menjawab kalau ia ingin menemui June, tapi ia mendengar kalau June tidak dapat menemui pasien untuk sementara waktu, ada apa sebenarnya. Ye Jin terdiam seribu bahasa, Yangtae langsung menduga apakah June juga ditangkap oleh polisi. Ye Jin terkejut dan bertanya bagaimana Yangtae tahu. Yangtae menjawab kalau Dahee juga ditangkap polisi sekarang. Ye Jin terperanjat, Yangtae memberitahunya kalau Nyonya Son kehilangan kesadaran karenanya. Ye Jin bingung.

Haman merawat Nyonya Son, Ilsuh menemaninya. Mereka berdua bingun dengan keadaan Nyonya Son, belum lagi Yangtae begitu lambat, bisa-bisa Nyonya Son mati lebih dulu. Haman menyuruh suaminya untuk mencari dokter, tapi Yangtae sudah datang lebih dahulu membawa Yejin. Haman dan Ilsuh heran dan bertanya mengapa dr. Hur tidak datang, Yangtae menjawab kalau June juga dibawa polisi. Mereka berdua terkejut. Yangtae mempersilahkan Ye Jin untuk memeriksa Nyonya Son yang masih tidak sadar. Ye Jin memeriksa kemudian melakukan akupungtur pada Nyonya Son.

Setelah selesai dengan akupungtur, Ye Jin memeriksa lagi nadinya. Nyonya Son mulai sadarkan diri. Ye Jin merasa sangat lega. Nyonya Son sadar dan melihat Hur June tidak ada, ia bertanya di mana June. Semua orang berdiam seribu bahasa. Nyonya Son kemudian berusaha bangkit berdiri. Semua orang heran. Nyonya Son meminta mereka membawanya ke kantor polisi. Haman dan Yangtae berusaha menenangkannya. Nyonya Son menangis dan bertanya apa yang harus ia lakukan sekarang. Nyonya Son membaringkan tubuhnya lagi. Ye Jin merasa iba dan menyesal karena tidak dapat melakukan apapun untuk menyelamatkan Hur June suami istri.

Ye Jin keluar dan menemukan Hur Geum sedang menangis di luar.  Ye Jin memeluk Hur Gyeum untuk menghiburnya.

Nyonya Oh terkejut mendengar kalau Dahee, isteri Hur June yang biasanya melakukan pekerjaan kasar, adalah seorang anak dari bangsawan. Haman mengiyakannya bahkan bukan sembarang bangsawan, tapi Direktur Urusan Pemerintahan. Sukjoong memang sudah merasa kalau Dahee itu memiliki harga diri yang tinggi tidak seperti wanita lain. Dirinya tidak mengetahui asal-usulnya itu dan menganggapnya sebagai pelayan biasa. Apa gunanya, kata Nyonya Son. Jika dia menikahi seorang pria berstatus rendah maka dirinya juga otomatis berstatus rendah.

Kapten memberitahu Bae Chunsoo, yang sedang menulis, kalau Kim Mangyung datang untuk menemuinya. Bae tahu kalau ia tidak bisa menghindar lagi, menyuruh untuk mempersilahkan Kim masuk.

Kim masuk dan langsung memandangnya tajam, Bae mempersilahkannya duduk. Kim duduk dan langsung bertanya apakah Bae harus melakukan hal itu. Jika Bae tahu mana yang terbaik untuk rakyat dan juga kalangan Istana, seharusnya Bae membiarkannya saja, dan memberinya kesempatan untuk menyelamatkan lebih banyak pasien lagi dan hidup untuk orang lain. Bae membenarkannya. Kim tidak menyangka, dan bertanya lalu mengapa ia masih memenjarakannya. Bae menjawab kalau dirinya sebenarnya juga bermaksud untuk menutupi masa lalu Hur June. Tapi ia tak dapat melakukan itu sesuai dengan keinginannya. Kim tidak mengerti. Alasan mengapa Bae memenjarakan Hur June adalah adanya perintah dari atas, perintah dari direktur departemen medis. Kim terkejut dan bertanya bagaimana bisa direktur mengetahui  masa lalu dr. Hur dan mengeluarkan perintah seperti itu. Bae menggelengkan kepalanya dan mengatakan kalau ia juga tidak tahu. Tapi yang terpenting sekarang adalah bagaimana direktur bisa mengetahui hal ini. Ini sudah terjadi dan mereka tidak bisa mundur lagi. Kim kaget ….

Hur June di pernjara duduk dengan lutut menekuk dan wajah tertunduk …

Dahee di sel tahanan wanita, bekas air mata masih tertera jelas di pipinya…

Bae mengantarkan Kim keluar kantor. Kim bertanya apakah ia boleh bertemu dengan dr. Hur… Bae menjawab karena Istana sedang mengamatinya maka ia tidak bisa bebas bertindak dan menunduk sambil meminta maaf. Kim menghela napas dan pergi. Bae memandangi kepergian temannya kemudian berbalik masuk ke kantornya.

Lee Myung Won, Jang Hak Do, dan Ye Jin sedang menanti kedatangan Kim Mangyung dari kantor polisi. Saat Kim datang mereka bertiga segera memburu dan bertanya apakah Kim bisa menemui dr. Hur . Kim menggelengkan kepalanya dan mengatakan kalau situasinya buruk. Masalah ini menjadi terlalu besar. Ketiganya cemas.

Gong Bin diberitahu oleh Dayang Kepala Paviliun kalau Hur June dituduh melakukan perdagangan gelap yang dilarang oleh negara, dan melarikan seorang yang sudah melakukan pengkhianatan tingkat tinggi. Karena ia melanggar hukum status sosial dengan menikahi anak gadis keluarga bangsawan, bukan hanya akan dipecat tapi juga akan menerima hukuman yang lebih berat daripada itu.  So Hyun gelisah. Gong Bin tampak berpikir kemudian mengatakan kalau dr. Hur telah menghentikan bencana wabah dan juga merawat para pangeran. Terlalu disayangkan kalau Hur June dikorbankan begitu saja. Jika Raja mengetahui hal ini, ia akan mengampuninya. Jadi Gong Bin akan pergi untuk menemui Raja dan menyuruh para dayangnya untuk bersiap.

Gong Bin mau bangkit berdiri, tapi tiba-tiba ia merasakan sakit di ulu hatinya. Semua orang kaget. So Hyun mau memeriksa nadinya, tapi Gong Bin menolak dan mengatakan kalau ia baik-baik saja dan menyuruh bersiap-siap. Wajahnya berkeringat dan pucat.

Gong Bin keluar dari kediamannya untuk menemui Raja dan menemukan rombongan Raja ada di taman Kerajaan. Gong Bin menemui Kepala Dayang Kim dan bertanya apakah Raja ada disini. Dayang Kim mengiyakannya. Gong Bin menyuruhnya untuk memberitahukan kedatangannya pada Raja, tapi Dayang Kim serba salah. Gong Bin heran dan bertanya mengapa ia ragu-ragu, dan meminta agar memberitahukan Raja.  Dayang Kim dengan terpaksa memberitahu kalau sekarang Inbin juga bersama-sama dengan Raja. Gongbin terkejut dan ia mau melangkah menemui Raja, tapi tiba-tiba ulu hatinya terasa sakit lagi, dayang pengiringnya cemas dan bertanya apa ia tidak apa-apa. Gong Bin memaksakan diri dan menyahut kalau ia tidak apa-apa. Gong Bin membalikkan diri dan mau beranjak pergi, tapi kemudian membatalkannya. Ia meminta Dayang Kim untuk memberitahukan kedatangannya pada Raja. Dayang Kim ragu-ragu dan serba salah. Kasim Kepala juga demikian. Gong Bin memaksa mereka untuk pergi menemui Raja dan mengatakan kedatangannya.

Dayang Kim menemui Raja dan Inbin yang sedang berjalan-jalan di taman, memberitahu Raja kalau Gong Bin Mama datang untuk menemuinya.  Raja heran dan memandang Inbin, yang berlagak angkuh. Raja kemudian memberitahu dayang Kim untuk mempersilahkan Gong Bin masuk.

Gong Bin menemui Raja dan Inbin, Gong Bin memberi hormat pada Raja, kemudian menatap Inbin, yang tersenyum sinis padanya. Inbin meminta diri pada Raja. Setelah Inbin pergi, Raja bertanya apa yang terjadi. Gong Bin mengatakan kalau ada sesuatu yang ia ingin katakan pada Raja. Raja heran …

Para pejabat senior medis (yang berjubah merah) mengadakan rapat. Menteri Sung masih mencoba untuk menyelamatkan Hur June. Ia memberitahu mereka keahlian Hur June sangat baik dan terlalu disayangkan kalau dibuang begitu saja. Ia mengusulkan kalau Hur June diijinkan tetap menjadi dokter, walaupun nantinya ia diturunkan peringkatnya atau dihukum yang lain. Ia menanyakan ini pada dokter Raja. Dokter Yang mengiyakannya, dan mengakui kalau keahlian dr. Hur memang sangat bagus, bahkan di antara para dokter Istana. Mereka seharusnya mengijinkannya untuk melakukan tugasnya, bukan saja untuk merawat anggota keluarga Raja tapi juga orang-orang yang sakit… Menteri Jung menyelanya kalau begitu apakah dr. Yang mau mengatakan kalau mereka seharusnya menutupi kejahatannya. Dia melakukan perdagangan gelap dan menyembunyikan orang yang melakukan pengkhianatan tingkat tinggi. Dia adalah seorang penjahat yang layak untuk dipenggal. Menteri Sung menyela, Tuan Lee Jungchan terbukti telah dituduh secara salah, jadi tidak pantas menuduh Hur June telah membantu seorang penjahat untuk melarikan diri. Menteri Jung tampak tidak terima dan bertanya mengapa Menteri Sung berdiri di pihak orang yang jahat seperti itu. Menteri Sung menolak anggapannya itu dan mengatakan kalau ia hanya menghargai kemampuan dari Hur June. Menteri Jung bersikukuh, walaupun apa yang dikatakan oleh Menteri Sung benar, tapi tetap saja mereka tidak dapat mengampuni Hur June karena telah memaksa anak gadis bangsawan menikah dengannya. Bagaimana ia bisa bertindak demikian kecuali Hur June meremehkan martabat para bangsawan. Menteri Sung mencoba untuk menjernihkan tapi kemudian terdengar seruan kalau Raja datang. Semua pejabat segera bangkit berdiri untuk memberikan penghormatan mereka pada Raja.

Raja masuk dan langsung duduk di kursi utama dan mempersilahkan mereka duduk. Raja mendengar kalau dr. Hur dipenjara di kantor polisi dan bertanya apa yang terjadi. Metneri Jung langsung menjawab kalau masa lalunya tidak bisa dikatakan baik dan tidak layak untuk menjadi seorang dokter untuk merawat keluarga raja. Dia telah menyembunyikan masa lalunya dan mencoba untuk mendapatkan gaji yang diberikan oleh Raja. Itu sudah cukup untuk menghukumnya dengan berat. Raja sudah mendengar apa yang telah dilakukan oleh dr. Hur, tapi ia juga mengetahui keahliannya medisnya yang sangat hebat. Mengingat keahliannya dan hasil kerja dr. Hur sampai sejauh ini maka Raja meminta mereka untuk mengampuni Hur June. Semua pejabat kaget dengan pernyataan Raja.

Para dokter Istana sudah menunggu dr. Yang saat ia kembali ke kantor Departemen Medis. Dr. Jung Jak bertanya bagaimana hasilnya. Dr. Yang mengatakan kalau Raja telah mengeluarkan perintah untuk mengampuninya. Semua orang (yang tidak suka Hur June) terkejut. Dr. Jung Jak tersenyum senang. Dr. Song bertanya bagaimana orang macam Hur June bisa diampuni. Dr. Kim menyambung kalau Hur June sudah mempermalukan para dokter di Istana. Bagaimana mereka bisa mengabaikannya dan menegakkan disiplin Istana. (Andy: munafik, padahal dia sendiri banyak melanggar aturan) Tapi dr. Yang menyuruh mereka semua menghentikan ini, mengatakan kalau mereka mencoba untuk memojokkan Hur June daripada mencoba untuk memahami situasinya. Dr. Yang kemudian menyuruh semua orang pergi.

Kim merawat pasien dibantu oleh Ye Jin. Lee juga merawat pasien lain dengan dibantu oleh Sehee dan Su Yun. Jang Hak Do berlari-lari menemui Kim Mangyung sambil berseru-seru  memanggilnya. Kim bertanya ada apa. Jang memberitahu kalau ada perintah dari Raja untuk mengampuni dr. Hur. Ye Jin tersenyum senang. Kim juga senang dan  bertanya apakah itu benar. Jang Jak Do mengiyakannya, ia mendengar itu saat lewat di kantor Departemen Medis di Istana. Lee dan Su Yun terlihat senang dan lega. Kim tertawa keras dan mengatakan kalau ini memang yang seharusnya terjadi. Tidak benar membuang orang seperti Hur June. Ye Jin menghela napas lega.

Ohgun memberitahu Nyonya Son kalau Raja telah mengeluarkan perintah untuk mengampuni anaknya. “Akui keahlian dan kerja keras Hur June sejauh ini, dan bebaskan dia”, itulah yang dikatakan oleh Raja, kata Ohgun. Semua orang sangat senang. Ohgun menyebut kala Raja memiliki pandangan tajam memilih orang yang tepat, jadi Nyonya Son tidak perlu cemas lagi. Nyonya Son sangat lega dan menangis gembira.  Yangtae ingin mengirimkan makanan ke penjara pada Hur June dan Dahee, dan bertanya pada Ohgun apa ada cara untuk membawakannya masuk. Ohgun tampak berpikir. Ilsuh tidak yakin itu bisa dilakukan karena polisi sangat tegas dan ketat. Tapi Ohgun menyahut kalau mungkin saja ada caranya.

Ohgun menemui Oh, petugas di gudang ramuan Hyemin, dan bertanya bukankah ia pernah mengatakan kalau mengenal seorang penjaga di biro polisi, siapa itu. Oh menjawab kalau itu adaalah  pamannya. Ohgun bertanya pada Oh, bisakah ia mengaturkan pertemuan dengan pamannya itu.

Oh mengaturkan pertemuan pamannya dengan Ohgun di sebuah kedai minum. Ohgun, Ilsuh, dan Yangtae menunggu Oh dan pamannya di kedai minum. Saat Oh dan pamannya datang, mereka bertiga segera menyambutnya. Oh memberitahu pamannya kalau Ohgun adalah kepala gudang obat di Istana. Ohgun memperkenalkan dirinya sebagaii Lim Ilgun, Yangtae heran. Pamannya Oh mengawasi Ohgun sebentar dan menyebutkan namanya sebagai Jang Manchool. Mereka mempersilahkannya duduk. Jang Manchool tanpa basa-basi bertanya mengapa mereka ingin menemuinya. Ilsuh mengatakan kalau Jang terlalu terburu-buru, bukankah lebih baik minum dulu untuk menghilangkan rasa hausnya baru bercakap-cakap. Yangtae menuangkan minum bagi Jang bahkan menyuapinya daging. Jang Manchool sudah bisa menduga dan bertanya apakah mereka ingin meminta dirinya agar mengijinkan mereka untuk menemui seseorang di penjara bukan. Jangan bermimpi bisa melakukan itu. Semua orang terkejut. Ohgun bertanya bagaimana Jang bisa tahu maksudnya. Jang menjawab kalau ia sudah bertemua banyak orang seperti mereka. Dulu memang ia melakukannya bahkan menjadikan itu sebagai penghasilannya tapi sekarang ia berhenti karena Jenderal Polisi yang sekarang sangat tegas. Jika ia tertangkap basah maka itu adalah akhir dari dirinya.

Ohgun tertawa dan berkata kalau tidak akan ada akhir karena semuanya berputar seperti kincir air. Ohgun mengeluarkan bungkusan ramuan dan memberikannya pada Jang, yang bertanya apa itu. Ohgun menjawab kalau ini adalah ramuan, terbuat dari bahan-bahan obat terbaik di Istana. Tapi Jang tidak tertarik. Ohgun menyebutkan bahan-bahan ramuan itu, empedu beruang, kulit rusa, bezoar (?) sapi dan Ol Nool Jae.  Jang penasaran apa yang disebut dengan Ol Nool Jae. Itu adalah Hae Goo Shin, kata Ilsuh. Jang terkejut dan bertanya bukankah Hae Goo Shin adalah … Ilsuh menyambung “itu”nya beruang laut. Ohgun mengatakan kalau Jang tidak dapat melangkah di jalan lurus selamanya. Hanya ada dua orang di dunia ini yang memiliki benda ini di dunia. Yang satu adalah Raja dan yang lain adalah Jang. Jang tampak tergoda dan bernafsu memiliki ramuan itu.

Ye Jin menemui Nyonya Son untuk merawatnya lagi dan mnembuatkarn ramuan obat. Nyonya Son merasa sangat berterima kasih dan meminta maaf karena telah menyusahkan Ye Jin. Ye Jin tersenyum dan mengatakan kalau ramuan obat itu bagus, tapi yang terpenting adalah ketenangan pikiran sehingga ia akan lebih baik. Nyonya Son meminum ramuan itu.

Haman memasakkaan hidangan ayam dan juga sup tulang sapi (kikil) kemudian menyerahkannya pada Yangtae. Ohgun mau berangkat tapi Ye Jin, yang baru keluar kamar, bertanya kemana mereka akan pergi. Ohgun memberitahunya kalau ia ingin menemui dr. Hur. Ye Jin terkejut dan bertanya apakah mereka benar-benar dapat menemui dr .Hur. Ohgun menjawab kalau ia sudah mengusahakan untuk dapat masuk. Ohgun kemudian mengajak rekan-rekannya pergi, tapi Ye Jin meminta untuk ikut menemui dr. Hur juga. Keempatnya tak menyangka.

Mereka berempat, Ohgun, Ilsuh, Yangtae serta Ye Jin menunggu di pintu belakang kantor polisi. Jang datang menemui mereka dan menyuruh mereka untuk mengikutinya dengan diam-diam. Keempatnya segera mengikut Jang.

Hur June sedang di selnya terkejut melihat kedatangan keempat orang itu.  Jang menyuruh mereka untuk tetap diam dan segera pergi setelah selesai. Hur June heran dan bertanya apa yang terjadi. Mereka berempat sangat prihatin dengan Hur June yang kondisinya tampak kurus dan lusuh. Ohgun menyerahkan hidangan yang mereka pada Hur June dan menyuruhnya untuk makan. Ohgun kemudian bertanya apa Hur June tidak mendengar kabar kalau Hur June akan dilepaskan atas perintah Raja. Hur June mengiyakannya, dan bertanya pada Yangtae bagaimana keadaan ibu dan anaknya. Yangtae menjawab kalau ibunya sangat mencemaskan Hur June, tapi kemudian Ye Jin datang dan merawatnya. Hur June menatap Ye Jin yang tersenyum manis padanya dan menunduk.

Jang datang tiba-tiba dan menyuruh mereka segera keluar karena sesuatu yang tak diharapkan terjadi. Yangtae meminta Hur June agar tidak cemas. Ia akan menjenguk Dahee.

Jang mendorong mereka keluar dari kantor polisi. Ohgun menegurnya karena buakn ini yang dijanjikannya. Jang mengatakan kalau penyelidik dari Departemen Kehakiman datang, sehingga semua polisi dan penjaga bersiap-siap. Jika sesuatu yang salah terjadi, maka keadaan akan menjadi lebih serius. Jang meninggalkan mereka. Yangtae tidak bisa menerima ini, bahkan Dahee belum sempat menikmati hidangan hangat. Ia akan pergi masuk kembali untuk menemui Dahee, tapi Ilsuh menegurnya dan bertanya apa ia tidak melihat para penjaga begitu gelisah. Jika mereka tertangkap maka kepala mereka akan hilang. Ilsuh mengajak  pergi. Tapi tiba-tiba ia melihat sesuatu di pintu depan kantor polisi.

Tampak rombongan prajurit menggiring Hur June dan Dahee keluar dari kantor polisi.

Ohgun bertanya kemana mereka pergi membawas kedua orang itu. Yangtae menduga apakah para polisi sedang berpikir untuk melepaskan keduanya. Tapi Ohgun mengenali arah yang diambil dan berkata dengan gugup kalau mereka pergi ke Kementrian Kehakiman. Semua orang terkejut.

Di Hyemin, pertemuan rutin dokter diadakan. Dr. Kim menegur Kim, Lee, dan Jang, hanya karena kehilangan Hur June, apakah mereka mengabaikan tugas mereka. Hyemin sangat kacau hari-hari ini. Kim menyindir kalau dr. Song pasti tidur dengan nyenyak beberapa malam ini tapi mereka bertiga tidak dapat, itulah penyebabnya. Dr. Kim tidak bisa menerimanya dan mau berdebat, tapi Lee segera menimbrung kalau mereka akan lebih berhati-hati lagi dari sekarang. Tiba-tiba dr. Song masuk dan memberitahu kalau dr. Hur  telah dibawa ke Kementerian Kehakiman. Semua orang terkejut. Kim bertanya bukankah seharusnya Hur June dilepaskan atas perintah Raja. Dr. Song menjawab saat berita itu mencapai telinga orang-orang, banyak permintaan banding di kantor pemerintahan. Dan akhirnya raja terpaksa menyerah. Dr. Song sangat senang demikian juga dr. Kim, yang akan pergi ke Istana lagi untuk mencari tahu lebih detil.

Jang Hak Do sangat geram pada keduanya, ia rasanya ingin memukul wajah mereka yang terlihat bahagia. Bagaimana bisa orang-orang yang menyebut dirinya bangsawan berpikiran sempit. Apakah dr. Hur membunuh seseorang atau apakah dia merencanakan konspirasi? Mereka hanya ingin melihat dr. Hur menderita. Sungguh jahat. Lee menyuruhnya berhenti bicara. Jang bertanya apakah ia salah? Ia tahu kalau Kim Mangyung dari kalangan bangsawan dan meminta maaf atas perkataannya itu, tapi ia benar-benar sudah tidak dapat menahan dirinya lagi atas rencana keji dari para bangsawan itu. Kim mengenal Jang dan mengerti kebenaran perkataannya jadi ia tidak memearahinya, justru ia setuju dengan pendapat dari Jang. Kim segera pergi.

Gong Bin menemui Raja dan mengatakan kalau ia mendengar dr. Hur dibawa ke Kementrian Kehakiman. Raja sendiri juga hatinya tidak enak tapi ia tidak bisa menghentikan itu. Gong Bin tidak mengerti. Alasan mengapa ia melaporkan situasi dr. Hur adalah bukan saja karena keahlian medisnya yang hebat, tapi juga untuk para pangeran. Raja heran. Gong Bin menjelaskan saat ia meminta dr. Hur menjadi dokter Istana, dr. Hur menolak mengambil jalan yang lebih mudah dan bersikeras tinggal di Hyemin dan membantu mereka yang miskin. Ketika dia dipanggil ke Paviliun Jinsook, tidak hanya dia merawat para pangeratn, tapi juga menjadi seorang teladan yang baik bagi mereka dengan kepribadiannya yang lurus. Raja baru tahu mengenai hal ini. Gong Bin meminta agar Raja memahami pemikirannya lagi. Raja menyetujui pendapat Gong Bin tapi para pejabat seniur juga benar mengatakan kalau kejahatan yang sesungguhnya harus diputuskan. Ia mengangkat Perdana Menteri untuk memimpin investigasi, dan karena dia memiliki pertimbangan yang adil dalam segala hal, ia akan memberikan keputusan yang pantas.

Hur June diinterogerasi oleh Perdana Menteri, Menteri Jung, dan seorang pejabat senior lain. Perdana Menteri memberikan persetujuannya supaya Menteri Jung yang mewakilinya menanyai Hur June.

Menteri Jung: Apakah kau dari keluarga dengan status sosial rendah?

Hur June: (tampak kuyu dan lemas) Ya …

Menteri Jung: Aku dengar kalau kau memimpin perdagangan gelap di wilayah Yongchun, jelaskan pada kami secara terperinci!

Hur June: Aku patah semangat karena lahir dengan status rendah, dan menghabiskan masa mudaku dengan sia-sia dengan keberanian yang keliru dan pemikiran yang bodoh.  Karena aku memimpin perdagangan gelap yang dilarang oleh negara.  Aku memang melakukan kejahatan yang serius.

Menteri Jung: Apa alasanmu membantu penjahat.yang melarikan diri dari pengasingannya dan melakukan pemakaman baginya? Apakah kau berusaha memberontak terhadap kekuasaan Istana?

Hur June: Dalam penglihatanku, Tuan Lee Jungchan bukanlah seorang penjahat, tapi seorang tua yang telah menderita penyakit berkepanjangan. Dia melarikan diri dari tempat pengasingannya hanya untuk menyembuhkan penyakitnya. Dan ketika aku melihatnya meninggal karena sakit di Yongchun, di mana ia tak memiliki kerabat, aku mengadakan pemakaman untuknya dan aku tidak ada maksud lain.

Menteri Jung: Lalu apakah kau melakukan itu dengan pikiran menginginkan anak gadisnya?

Hur June: Aku hanya merasa kasihan pada seorang gadis yang tidak tahu harus berbuat apa dengan jenazah ayahnya di depan matanya tapi aku tidak pernah menginginkannya.

Menteri Jung: Tutup mulutmu! Jika kau tidak pernah memikirkannya, bagaimana mungkin seorang sepertimu dari status sosial rendah menikahi anak gadis dari keluarga bangsawan? Itu terjadi karena kau yang memaksa anak gadis Tuan Lee menikah denganmu!

Hur June: Na Li! Bagaimana bisa kau menyebut perasaan suka seseorang dengan perkataan memaksanya jatuh cinta? Istriku dan aku saling mencintai dan saling mengandalkan satu sama lain.

Menteri Jung: Hukum status sosial sudah jelas! Bagaimana bisa kau berani berbicara demikian?  Baiklah aku akan mencari tahu apakah kau benar atau salah! (Pada petugas) Petugas!

Petugas: Ya, Tuan!

Menteri Jung: Pergi dan bawa kemari anak gadis Tuan Lee Jungchan!

Petugas: Baik, Tuan!

Hur June kaget, ia memandang ke arah istrinya,  yang juga sedang menatapnya., yang digiring ke kursi di sebelah Hur June. Dahee menatapnya dengan pandangan menyesal dan memohon maaf karena menyusahkan Hur June. Dahee menahan tangis.

Menteri Jung menghampiri Dahee.

Menteri Jung: Direktur Urusan Pemerintahan dan aku berteman lama. Aku bahkan pernah berkunjung ke rumahnya. Apakah kau masih mengenaliku?

Dahee: Aku tidak mengingatnya, Na Li.

Menteri Jung: Sungguh memalukan. Kau menderita tanpa alasan karena pria semacam ini.  Jika kau menjawab dengan sejujurnya semua pertanyaanku, kau akan langsung dibebaskan.

Dahee: ….

Menteri Jung: Alasan kau menikah dengannya karena dia telah memaksa untuk jatuh cinta padanya, benar demikan?

Dahee: (menatapnya tajam) Jangan menghina cinta kami! Suamiku tidak pernah memaksaku untuk jatuh cinta padanya! (Menteri Jung terkejut) Aku dengan sungguh-sungguh menghormati dan mencintai suamiku!

Menteri Jung: Mengapa kau mau menikahi pria macam ini yang berstatus sosial rendah?

Dahee: Aku menempuh jarak yang sangat jauh dari Seoul hanya untuk menemukan dirinya di Sanum, Kyung Sangdo.  (Menteri Jung tidak menyangka jawaban Dahee.) Aku pergi karena aku memang mengnginkannya.

Menteri Jung: Aku tidak dapat mempercayai perkataanmu. Beritahu kami secara terperinci!

Dahee: …. (menoleh pada Hur June, Hur June juga balas memandangnya) Aku ….

Kediaman Inbin Mama, Doji membawakan ramuan obat sendiri pada Inbin Mama. Inbin Mama sangat senang dan berkata kalau sebenarnya Doji dapat menyuruh perawat untuk membawakannya. Ia berterima kasih pada Doji karena bersedia mengantarkannya sendiri setiap saat. Inbinkemudian meminum ramuan obat itu. Doji mengawasinya dengan senang.  Kim mendengar kalau Istana menjadi kacau dikarenakan seorang dokter bernama Hur June dan Inbin juga mengetahui mengenai hal itu. Inbin mengatakan kalau kelihatannya Gongbin berdiri di pihak Hur June. Sebenarnya alasannya apa. Doji menjawab kalau dr. Hur berhasil menyembuhkan adik Gong Bin Mama yang menderita Bell’s Palsy. Sejak saat itu ia mengerti mengapa Gong Bin selalu memanggil dr. Hur untuk merawat kesehatan para pangeran. Inbin juga mendengar kalau masa lalunya sangat buruk. Jika Gong Bin berdiri di pihaknya hanya dengan alasan pribadi seperti itu, maka itu akan merusak reputasi Raja. Kim Gongryang menyatakan kalau mengangkat orang seperti itu sebagai dokter Istana bukanlah keputusan yang tepat. Direktur yang menginvestigasi Hur Juen mengatakan kalau Hur June tidak akan dapat lolos. Inbin tersenyum senang. Doji tiba-tiba mengatakan kalau Hur June adalah dokter yang hebat, walaupun mungkin ia telah melakukan kejahatan serius yang tidak dapat diampuni, tapi Doji meminta agar Inbin membantu Hur June agar diampuni karena kerja kerasnya di masa lalu.

Kim tidak menyangka dan mengatakan kalau Hur June bekerja untuk Gong Bin, maka itu berarti dia adalah orang yang mendepak Doji. Dan sekarang Doji memintakan ampun untuknya? Inbin tersenyum senang dan mengatakan kalau ia percaya hatinya Doji baik tapi Inbin percaya kalau Hur June harus dihukum berat. Dia melayani pengobatan pada keluarga Raja sebagai penjahat. Dia tidak bisa diampuni.

Doji membawa kembali mangkuk obat ke ruang ramuan, dalam perjalanannya Doji mengingat perkataan Kim kalau direktur yang menginvestigasi Hur June mengatakan kalau ia tak akan lolos. Doji tersenyum puas.

Dr. Yang menyuruh dr D. untuk pergi ke Kementerian Kehakiman dan melihat apa yang terjadi pada dr. Hur. Tubuhnya mungkin terluka dan pecah-pecah karena penyiksaan saat investigasi. Dr. Yang sendiri yang akan memberitahu Menteri Kehakiman lalu beranjak pergi. Doji memberitahu dr. D kalau ia yang akan menggantikannya menemui dr. Hur. Dr. D terkejut karena ia mengetahui perselisihan keduanya, dan juga dr. Chung tidak menyangka.

(Kelihatannya semua orang sudah merasa kalau nasib dr. Hur sudah habis dan tak akan dapat dipulihkan kembali)

Dr. Chung menemui Doji yang sedang berkemas di gudang obat. Ia mengatakan kalau Doji telah membuat keputusan yang bagus, jika Doji menemui dr. Hur yang dalam keadaann lemah dan dipenjara maka Doji pasti akan merasa lebih baikan. Doji menatapnya tajam. Dr. Chung berpura-pura menangis saat mengingat apa yang telah dialami Doji selama ini. Doji menegurnya apa yang sedang ia bicarakan. Dr. Chung kaget. Apakah dr. Chung berpikir kalau dirinyaa begitu berpikiran sempit dengan memukul seorang anak kecil yang sedang berteriak menangis. Doji menyatakan jangan menilai dirinya berdasarkan pemikiran dr. Chung yang kekanakkan, Doji kemudian pergi. Dr. Chung terkejut dan mau memberikan alasan tapi Doji sudah menghilang.  Dr. Chung bergumam tidak masalah kalau Doji mau menyangkalnya dan berteriak padanya, ia mengenal dengan baik pribadi Doji. Ia bertaruh kalau Doji pasti sedang bersukacita sekarang.

Doji ke Kementerian Kehakiman untuk menemui Hur June yang ada di penjara. Ia melihat Hur June yang terlihat kurus dan lemah di dalam sel, kemudian memerintahakn pengawal untuk membuka pintu sel baginya. Hur June heran dengan kedatangan Doji. Hur June sedikit malu dengan keadaan dirinya saat berhadapan dengan Doji yang begitu percaya diri.

Doji merawat luka Hur June dan mengatakan kalau tubuh Hur June terluka berat. Hur June meminta maaf karena membuat Doji cemas. Doji menjawab kalau dokter Raja justru yang lebih cemas daripada dirinya. “Jika pikiranmu lemah, maka tubuhmu juga akan menjadi lemah jadi tetaplah kuat!” ujar Doji. Hur June hanya menunduk hormat padanya.

Doji keluar dari penjara

Suara hati Doji: Kau sudah berakhir, tapi aku baru saja memulainya.

Doji tersenyum puas. Ia bergegas meninggalkan kantor polisi.

Duk Geum menemui Hongchun di kamarnya, dan menemukan kalau Hongchun sedang sakit, tubuhnya penuh dengan keringat dan panas membara. Duk Geum berteriak memanggil anakbuahnya yang ada di luar.

Jang Hak Do sudah selesai dengan pasiennya hari ini, demikian juga dengan Lee Myung Won. Tiba-tiba Sehee datang dan memberitahu mereka berdua kalau Hongchun jatuh sakit, dan tubuhnya panas membara. Jang dan Lee terkejut, Lee segera ke pergi untuk melihat keadaan Hongchun. Ohgun mendengar kalau Hongchun sakit serius dari Gaegeum dan menjadi cemas.

Lee memeriksa nadi Hongchun.

Duk Geum: Bagaimana keadaannya.

Lee: (tersenyum) Karena dia menderita kedinginan dan kepanasan secara bersamaan, ia pasti menderita Hak Jil. Jika ia mendapatkan Shi Ryung Tang, dia akan membaik dalam beberapa hari. Jadi tidak usah khawatir.

* Hak Jil penyakit  sejenis Malaria

Duk Geum: Sungguh melegakan.

Catatan : Kayanya itu malaria tersiana, malaria ada 2 macam, tropica dan tersiana.

Kalau tropica penderitanya akan merasakan kepalanya sangat pusing dan sakit kaya dipukuli, dan lehernya berat. Badannya panas dan tidak ada napsu makan. Virus malaria jenis ini bisa masuk ke otak, disebut dengan Malaria Otak, kalau begini maka orang yang bisa pulih biasanya paling sedikit jadi “telmi”, gila, dan paling parah mati.

Tersiana lain lagi, penderitanya akan merasakan tubuhnya begitu dingin kaya dicemplungkan ke bak air es, sehingga ia menggigil, walaupun sudah memakai pakaian beberapa lapis dan menumpuk selimut banyak dan berkeringat deras, tapi tetap saja akan menggigil. Namun jika ada orang memegang penderita itu maka ia akan merasa badan penderita itu sangat panas sekali dan keringatnya dingin. Selain tanda itu, biasanya penderita menderita ngilu-ngilu di tubuh, tidak napsu makan, sedikit pusing. Jenis ini bisa mengakibatkan penderita muntah darah dan mati.

Aku bisa menjelaskan hal ini dengan lumayan detil karena pernah mengalami keduanya, bahkan pernah juga langsung kedua-duanya sekaligus saat bekerja di Papua. 😀

Ohgun menanti di pintu asrama wanita dengan gelisah, berdoa supaya Hongchun baik-baik saja. Ia tidak mau kalau Hongchun meninggalkannya seperti ini dan meminta agar mengajaknya pergi.

Dalam rapat, Perdana menteri mengatakan kalau sepertinya tidak ada kejahatan lain yang dilakukan oleh Hur June jadi ia akan menyelesaikan investigasinya sampai di sana. Menteri Sung bertanya bagaimana ia akan melaporkan itu pada Raja. Perdana Menteri menjawab kalau kejahatannya itu layak dihukum berat seperti dipenggal atau 100 kali dipukul, tapi berdasarkan hasil kerjanya di masa lalu dalam wabah dan merawat para pangeran maka Perdana Menteri mengatakan kalau ia  hanya akan mengambil kembali posisi dan tingkat dari Hur June dan mengakhiri semua ini dengan  mengasingkannya. Menteri Jung sangat senang. Menteri Sung masih berusaha membantu Hur June dengan mengatakan kalau untuk seorang dokter dengan masa depan yang cemerlang, mengambil posisinya kembali adalah sama dengan memenggalnya. Menteri Sung mengusulkan bagaimana kalau mereka membiarkannya melakukan tugasnya sebagai dokter walaupun menurunkan tingkatnya. Perdana Menteri juga berpikir kalau Hur June adalah dokter yang sangat disayangkan jika kehilangan dirinya, tapi Hur june sudah menyembunyikan dosanya untuk banyak tahun jadi dia seharusnya menerima hukuman semacam itu. Semua menteri kecuali dr. Yang dan Menteri Sung, sangat senang dengan keputusan itu, terutama Menteri Jung.

(Andy: Pemain yang jadi menteri Jung ini berulangkali kulihat di berbagai drama serial lainnya, di Seodongyo dia jadi Sadohwang yang licik, di Sangdo dia jadi Menteri Park yang haus kekuasaan, di Phoenix dia jadi bawahan yang akhirnya berkhianat pada pimpinannya, wes pokok’e karakter yang menjengkelkan, jadi tiap liat dia pengin banget nimpuk dengan sepatu deh, tapi koq sayang TV ku ya .. wkwkwkwk … 😛 )

Tiba-tiba seorang kasim mengatakan kalau ia ada pesan penting yang harus disampaikan, ada yang sakit di Paviliun Jinsook. Bukan pangeran tapi Gong Bin Mama yang sakit. Dr. Yang terkejut dan segera memohon diri untuk pergi ke Paviliun Jinsook.

Di Paviliun Jinsook, dr. Jung Jak dan dr. Chung Tae Un sudan menunggu di depan kamar Gong Bin Mama. Mereka berdua memberi hormat melihat dr. Yang. Dr Yang bertanya apa yang terjadi, dr. Chung melapor kalau Gong Bin terkena serangan jantun dan sekarang sedang tidak sadarkan diri. Dr Yang terkejut.

Dr. Yang memeriksa nadi di tangan Gong Bin Mama, yang terbaring tak sadarkan diri.

Bae menemui Hur June di penjara. Memberitahukan pada Hur June kalau kelihatannya kasus ini ditutup dengan memecat dan mengasingkan Hur June.  Hur June tampak pasrah dan menerima apapun hukumannya. Bae meminta maaf karena tidak bisa menjaga keinginan Hur June untuk tetap merawat pasien. Hur June menyahut, “Posisi tidaklah penting bagiku. Kemanapun aku pergi, aku dapat merawat para pasien selama aku masih sehat.”

Bae menyatakan kalau sekarang ia tahu mengapa Mangyung bekerja begitu keras demi Hur June. Bae memberitahu penjaga untuk mengijinkan dr. Hur bertemu dengan istrinya.

Hur June dibawa ke depan sel istrinya. Keduanya dipisahkan oleh batang kayu. Dahee menangisi nasib suaminya. Hur June memgang tangan istrinya. Mereka berdua hanya berdiam saja, Dahee menangis dan Hur June menatap Dahee seakan ingin mematri wajah istrinya dalam ingatannya karena sebentar lagi ia harus berpisah.

Napas Gong Bin tampak berat. Ia masih belum sadar. Dr. Yang dan dr. Jung Jak menunggui perkembangannya. Terdengar seruan dari luar kamar kalau Raja datang. dr. Yang, dr. Jung dan yang lainnya segera berdiri dan memberi hormat pada Raja yang masuk ke dalam kamar. Raja melihat kondisi Gong Bin yang parah dan menjadi khawatir. Raja kemudian duduk dan mempersilahkan lainnya untuk duduk. Raja kemudian bertanya pada dr. Yang bagaimana kondisi Gong Bin. Dr. Yang menjawab kalau Gong Bin menderita Jin Shim Tong.

* Jin Shim Tong = myocardial infarction (?)

Raja tidak tahu apa itu, Dr. Yang meminta maaf dan menjelaskan kalau itu adalah penyakit yang serius, yang biasa dikatakan orang “jika kau mendapatkannya di pagi hari maka kau akan mati di malam hari. Dan jika kau mendapatkannya di malam hari maka kau akan mati di pagi hari.” Raja terperanjat dan bertanya apakah dr. Yang dapat mengobati penyakit Gong Bin Mama. Dr. Yang menjadi serba salah. Dan menjawab kalau ia berusaha melakukan yang terbaik untuk Gong Bin Mama, tapi ia rasa sangat sulit untuk Gong Bin Mama tetap hidup.

Raja menatap Gong Bin Mama dan kemudian bertanya apakah benar tidak ada cara lain. Dr. Yang menyembah dan meminta maaf.  Raja bertanya apakah mereka hanya bisa menyaksikannya mati. Itu sungguh tidak masuk akal! Raja segera berseru dan memerintahkan Kepala Kasim Istana untuk membawakan dr. Hur. Dr. Yang terperanjat.

Hur June (sudah berpakaian dinas) berlari mengikuti kasim ke Paviliun Jinsook. Tapi sesampainya di depan Paviliun ia mendengar seruan-seruan memanggil-manggil Gong Bin Mama, Hur June terkejut …..

Iklan

19 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 52

  1. Saya melihat ….. akar demokrasi sebenarnya sudah tumbuh di era tersebut ….. walaupun raja sudah mengampuni Hur June namun masih ingin mendengar masukan dari para Menterinya.

    In Bin Mama ? Dia tak kenal Hur June maka tak sayang kepadanya …… Gampang menilai sesuatu, kalau Raja banyak meminta pertimbangan In Bin … maka Negara akan gampang mengambil keputusan untuk berperang……
    Do Ji ? Lagi-lagi menampakkan muka palsu…pura-pura prihatin…namun sebenarnya sangat senang dengan penderitaan Hur June.
    Gong Bin Mama ? Walaupun hanya selir utama ….. otaknya lebih brillian dari Permaisuri In Bin Mama. Mudah-mudahan sakitnya bisa disembuhkan oleh Hur June ( Dr. Yang sudah angkat tangan ).

    Kalau saya dapat mengatakan inilah Romeo and Juliet Korea versi Abad 16, Hur June dan Lee Da Hee. Saya terkesan dengan cara Da Hee menyatakan respek cintanya untuk Hur June sewaktu adegan penyidikan di Kemeterian Kehakiman.

    Lagi-lagi sinopsis ini rasanya masih kurang deh Koh Andy ….. pengen disambung !
    Saya ada pertanyaan untuk Koh Andy di Episode 51,

    • pertanyaanmu di ep 51 dah kujawab dan kuperbaiki langsung di sinopsisku, makasih ya … aku lupa mengeditnya … heheheh …. aku senang deh kalo ada yang teliti 😀

      • Benar … karena copy Sinopsis 46 pernah saya simpan dan dicompare tenyata sudah berubah Koh Andy ( malah tambah detil ) dan saya jauh lebih mengerti. Khusus Episode 52 telah diedit juga dan dilengkapi urutan jabatan dokter pada paragraf pertama agar kita lebih faham………… Dan ada lagi yang saya tidak faham, kenapa Hur June yang sudah sekian lama di tingkat Jikjang bajunya hijau teyus …….apakah layar TV saya yang sudah buram ? Coba … kita amati bersama dari episode lalu ke episode sekarang ……. atau Petugas unit Wardrobe Production House ‘Huh Joon’ yang buta warna ? ………….

        • huh joon belum menerima surat pengangkatan resmi jadi Jubu (biru) udah keburu tersandung masalah dan dipenjara, jadi dia masih “hijau” 😀 oh kalau jikjang aku salah kasih warna .. ahahahah … satu lagi dikoreksi 😀 …. tak cek emang tulisanku biru … harusnya hijau … terburu posting tadi heheheh :d

          • Terima kasih Koh Andy ……..
            Dengan revisi tersebut kami
            jadi jauh lebih mengerti ……..
            Selamat melaksanakan aktivitas rutin ..
            Saya doakan Koh Andy tambah banyak
            rezeki dan sehat sehat selalu .

  2. aduuhhh,,,makin seruuu ajach nehh,,,sangat menegangkan,,,
    untuk dr, hur,,tetap smangadz….
    ditunggu kang,,episode slanjutx,,,,

  3. Duuuch ga tahan aku …… cepetan di goyang donk kang Andy ….. maksudnya digoyang tangannya loch ….. biar cepet ke episode 53 …….

  4. di episode berapa hur joon menggantikan dr.yang?! gua pingin ngeliat reaksi doji?! habis sebel banget sama kelakuannya!!

  5. Mari kita simak tuliasan Koh Andy sebagai berikut : ……………………………
    Raja terperanjat dan bertanya apakah dr. Yang dapat mengobati penyakit Gong Bin Mama. Dr. Yang menjadi serba salah. Dan menjawab kalau ia berusaha melakukan yang terbaik untuk Gong Bin Mama, tapi ia rasa sangat sulit untuk Gong Bin Mama tetap hidup. …………………………………

    Dr. Yang sangat faham arti ‘Tidak ada lelucon di Istana’ dengan kata lain Mental nya tidak sekuat Hur June. Harus diakui Hur June selain pintar juga sedikit sableng, Hur June tahu kekuatannya sehingga berani menetapkan target ( Hur June selain berguru pada suhu orang Korea juga hapal herbal Korea dan pandai membaca buku kesehatan Cina kuno ).

    Dr. Yang takut berjanji, kalau dia salah berjanji maka dianggap mencoreng nama baik semua dokter di Departemen Medis dan akan dipotong tangan …… Dr. Yang ? Mana tahan ! ……. Mana mau ! Takuuut…..! Keputusan Raja sangat tepat dan cepat untuk memanggil Dokter June secepatnya……. Pasti Raja sangat berharap melalui tangan emasnya akan berbuat sesuatu menyelamatkan Gong Bin Mama Ibunda Pangeran.
    Raja terobsesi janji 5 hari untuk menyembuhkan Ye Jik ipar Raja dalam waktu 5 hari pada episode yang lalu. …..

  6. terima kasih ,,saya nonton film ini waktu lebaran dikampung halaman saya,hanya 5 episode,,namun hati saya benar2 terharu ada film yang ajarkan kecerdasan,tapi kerendahan hati…..kalau ada saya minta format filmnya dari awal sampai akhir episode…semoga bisa saya unduh……….terima kasih

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s