Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 54

Catatan: Ini adalah keluarga dari Raja Seonjo

Orangtua :

Ayah : Deokheung Daewongun (덕흥대원군)
Ibu : Hadong, Puteri Selir Pangeran istana yang Agung, dari klan Jeong (하동부대부인 정씨)

Selir-selir :

  1. Ratu Uiin dari klan Bannam Bak (의인왕후 박씨)
  2. Ratu Inmok dari klan Yeonan Gim (인목왕후 김씨)
  3. Selir Gong dari klan Gimhae Gim (공빈 김씨) —-> Gong Bin Mama
  4. Selir In dari Suwon Gim (인빈 김씨) —–> In Bin Mama
  5. Selir Sun dari klan Gim (순빈 김씨)
  6. Selir Jeong dari klan Yeoheung Min (정빈 민씨)
  7. Selir Jeong dari klan Hong (정빈 홍씨)
  8. Selir On dari klan Han (온빈 한씨)

Keturunan :

  1. Pangeran Besar Yeongchang (영창대군), Putra Tunggal Ratu Inmok dari klan Yeonan Gim.
  2. Pangeran Imhae (임해군), Putra Pertama Selir Gong dari klan Gimhae Gim.
  3. Pangeran Gwanghae (광해군), Putra Kedua Selir Gong dari klan Gimhae Gim.
  4. Pangeran Uian (의안군), Putra Pertama Selir In dari klan Suwon Gim.
  5. Pangeran Sinseong / Shin Sung (신성군), Putra Kedua Selir In dari klan Suwon Gim.
  6. Pangeran Uichang (의창군), Putra Ketiga Selir In dari klan Suwon Gim.
  7. Pangeran Jeongwon (정원군), Putra Keempat Selir In dari klan Suwon Gim.
  8. Pangeran Sunhwa (순화군), Putra Tunggal Selir Sun dari klan Gim.
  9. Pangeran Inseong (인성군), Putra Pertama Selir Jeong dari klan Yeoheung Min.
  10. Pangeran Inheung (인흥군), Putra Kedua Selir Jeong dari klan Yeoheung Min.
  11. Pangeran Gyeongchang (경창군), Putra Tunggal Selir Jeong dari klan Hong.
  12. Pangeran Heungan (흥안군), Putra Pertama Selir On dari klan Han.
  13. Pangeran Gyeongpyeong (경평군), Putra Kedua Selir On dari klan Han.
  14. Pangeran Yeongseon (영선군), Putra Ketiga Selir On dari klan Han.
  15. Puteri Jeongmyeong (정명공주), Putri Tunggal Ratu Inmok dari klan Yeonan Gim. Nenek buyut Hong Bong-han, ayah Lady Hyegyeong dan kakek maternal Raja Jeongjo
  16. Puteri Jeongsin (정신옹주), Putri Pertama Selir In dari klan Suwon Gim.
  17. Puteri Jeonghye (정혜옹주), Putri Kedua Selir In dari klan Suwon Gim.
  18. Puteri Jeongsuk (정숙옹주), Putri Ketiga Selir In dari klan Suwon Gim.
  19. Puteri Jeongan (정안옹주), Putri Keempat Selir In dari klan Suwon Gim.
  20. Puteri Jeonghwi (정휘옹주), Putri Kelima Selir In dari klan Suwon Gim.
  21. Puteri Jeongin (정인옹주), Putri Pertama Selir Jeong dari klan Yeoheung Min.
  22. Puteri Jeongseon (정선옹주), Putri Kedua Selir Jeong dari klan Yeoheung Min.
  23. Puteri Jeonggeun (정근옹주), Putri Ketiga Selir Jeong dari klan Yeoheung Min.
  24. Puteri Jeongjeong (정정옹주), Putri Tunggal Selir Jeong dari klan Hong.
  25. Puteri Jeonghwa (정화옹주), Putri Tunggal Selir On dari klan Han.

sumber: Wikipedia Indonesia

Jika kalian membaca pada bagian keturunan,  maka kalian akan mendapati Selir In memiliki 9 anak (4 putera, 5 puteri) yang mungkin menandakan Raja Seonjo memang mencintai Inbin daripada istri-istrinya yang lain, tapi yang kuherankan kenapa di drama ini koq Inbin jadi mandul ya😛 (apa terus gara-gara minum obatnya Doji jadi kebablasan😛 )

————————————————————————————————-

Dr. Yang: Tuan Hur, berkemaslah dari Hyemin, dan menjadi dokter Istana dari Paviliun Jinsook dan merawat Gong Bin Mama.  (Hur June dan Doji kaget)

Hur June: Tuan, Aku rasa ini terlalu dini bagiku untuk menjadi seorang dokter Istana.

Dr.Yang: Gong Bin Mama mengajukan permintaan pada Raja dan telah mendapatkan persetujuan jadi tidak usah membicarakan lagi mengenai hal ini dan lakukan saja. (Dr. Jung mengangguk-angguk setuju, Hur June terdiam). Dr. Yoo, kau menjadi dokter Istana di Paviliun In Gyung dan merawat Inbin Mama yang sedang mengandung.

Doji: Aku akan melakukan yang terbaik.

Hur June memandang Doji, dan Doji balas memandangnya dengan pandangan kemenangan.

Hur June menemui rekan-rekannya di Hyemin dan memberitahukan perintah dr. Yang pada kedua duo sirik. Dr. Song bertanya kapan Hur June akan pindah tugas. Hur June menjawab segera setelah ia berkemas dari Hyemin. dr. Kim mengeluh karena ini terlalu mendadak, bagaimana mereka nanti akan mengoperasikan Hyemin tanpa Hur June (secara tidak langsung dr. Kim mengakui keberadaan Hur June sangat penting di Hyemin) karena banyak pekerjaan yang harus dilakukan disebabkan masalah yang dibuat oleh Hur June sebelumnya. Tapi kemudian dr. Kim menyuruh Hur June pergi. Hur Jun memberi hormat kemudian pergi. Dr. Song mengatakan pada ketiga dokter lain kalau nanti ada pertemuan seusai jam kerja, jadi sekarang mereka sebaiknya kembali bekerja. Kim, Lee, dan Jang mengiyakannya kemudian juga pergi.

Seperginya semua orang itu dr. Kim mendesah berat. Dr. Song bertanya apakah dr. Kim mendengar kalau dr. Yoo menjadi dokter Istana di In Gyung, kediaman Inbin Mama. Dr. Kim menyahut kalau orang-orang muda mulai mendominasi dan mendapatkan kekuasaan.  Ia tidak tahu lagi apa yang sedang terjadi pada Departemen Medis hari-hari ini.

Ketiga dokter menyusul Hur June, Jang sangat kesal sekali dengan perkataan dr. Kim yang menyatakan kalau banyak masalah di pekerjaan dikarenakan dr. Hur. Apakah sulit untuk mengucapkan kata “Selamat”. Kim menyahut kalau pikiran mereka itu sangat sempit jadi sulit bagi mereka untuk melakukan itu. Sebenarnya Jang juga iri, ia sangat ingin bekerja di Istana tapi Kim tidak mengijinkannya, tapi orang seperti dr. Hur yang bersikeras ingin tinggal di Hyemin, Kim mendorongnya untuk pergi ke Istana. Mengapa dunia sungguh tidak adil padanya. Lee tesenyum geli dan menudingnya kalau Jang seharusnya bersyukur karena masih diperbolehkan tinggal di Hyemin. Semuanya tertawa. Hur June meminta maaf, tapi Kim mengatakan kalau Hur June tidak usah mengatakan itu, menjadi seorang dokter Istana adalah kesempatan yang sungguh bagus bagi seorang dokter. Selama Hur June tidak memburu tugas yang mudah, Hur June dapat berkonsentrasi pada ilmu pengobatan dengan mempelajari tanaman obat, ramuan, dan juga efeknya. Pikirkan kalau itu adalah kesempatan dari Surga. Hur June merasa sangat berterima kasih dan berjanji kalau ia tak akan melupakan semuanya itu.

Lee mengatakan kalau satu kesalahan yang kecil pun dapat mengambil nyawanya. Itulah bagaimana tak berperasaanya Istana. Tapi ia yakin kalau itu tidak akan terjadi pada Hur June dengan keahliannya itu, Lee hanya meminta agar Hur June berhati-hati setiap saat. Hur June sangat senang dengan perhatian yang diberikan rekan-rekannya.

Su Yun menemui Ye Jin yang sedang melipati kain-kain pasien dan memberitahu kalau dr. Hur dipindahtugas ke Istana. Ye Jin menjadi masygul. Su Yun bertanya apakah Ye Jin tidak mau menemui dr. Hur. Ye Jin tetap melipati kain-kain, wajahnya muram. Su Yun heran.

Hur June sudah mengemasi barang-barangnya dan akan pergi ke Istana. Ia diantar oleh para dokter, perawat, dan juga staff medis. Para staff medis sangat senang karena promosi dari Hur June, dan akan mengingat saat-saat mereka bekerja dengan Hur June dan semua pengajaran yang diberikan oleh Hur June pada mereka. (Saat insiden di episode 37)  Para perawat mendoakan kesehatannya. Hur June sangat berterima kasih pada mereka. Lee menyatakan pada semuanya kalau ini demi yang lebih baik sehingga tidak usah terlalu bersedih. Kim mengajak Hur June berangkat. Hur June sedikit berat meninggalkan Hyemin dan merasa kehilangan sesuatu, Ye Jin tidak datang untuk mengantarkan dirinya. Beberapa kali Hur June menengok ke belakang untuk melihat apakah Ye Jin akan menampakkan dirinya. Tapi sampai sebegitu jauh, Ye Jin tidak ada. Hur June akhirnya memutuskan untuk pergi.

Ye Jin sebenarnya melihat kepergian Hur June dari jauh tapi tidak menampakkan dirinya sehingga Hur June tidak menemukannya. Ye Jin memandang punggung Hur June dengan hati bersedih, walaupun ia senang dengan pengangkatan Hur June ini tapi tetap saja ia tak dapat menyingkirkan kesedihan berpisah dengan Hur June. Kehadiran Hur June di Hyemin menjadikan Ye Jin seperti menemukan tempat bersandar dan hal yang membuatnya semangat. Tapi kini Hur June pergi … walaupun mereka bekerja dalam satu departeman namun dalam tempat berbeda. Ye Jin membalikkan tubuhnya dan melanjutkan pekerjaannya.

Hur June menuju ke Paviliun Jinsook dan bertemu dengan So Hyun, yang baru saja membawakan ramuat obat bagi Gong Bin Mama. So Hyun sangat senang dan mengucapkan selamat atas promosi Hur June menjadi dokter Istana. Hur June berterima kasih kemudian bertanya bagaimana kondisi Gong Bin Mama. So Hyun tampak khawatir karena kondisinya tidak begitu baik. Setelah mendengar kalau Inbin Mama sedang mengandung, ia tampak begitu gelisah. Hur June tampak mencemaskan Gong Bin.

Gong Bin duduk di kamarnya, tampak muram dan kusut, seperti bunga yang mulai layu. Seseorang memberitahukan kedatangan dr. Hur. Gong Bin tampak senang dan mempersilahkan masuk. Hur June masuk, memberitahu kalau dirinya telah diangkat menjadi dokter Istana dan ingin menyampaikan salam pada Gong Bin. Gong Bin tampak berseri dan menyuruhnya duduk. Hurr June duduk di hadapan Gong Bin. Gong Bin tampak senang dan mengatakan kalau ia sangat lega mendengar Hur June menjadi dokter Istana, ia sangat khawatir kalau Hur June akan menolak permintaannya lagi kali ini. Hur June sangat berterima kasih atas kebaikan dan kepercayaan dari Gong Bin. Gong Bin tampak tenggelam dalam lamunan kembali. Hur June mengawasinya dan melihat betapa muramnya wajah dari Gong Bin.

Hur June: Yang Mulia …

Gong Bin” (menoleh pada Hur June) Ya …

Hur June: Kau tampak muram …

Gong Bin: Tapi aku sedang tersenyum

Hur June: Ketika kau murung di dalam hatimu maka kau tampak murung di luar. Untuk melawan penyakit maka kau harus merasa nyaman di dalam.

Gong Bin: Itu tidaklah mudah. Aku pasti berpikiran picik  Aku berharap kau akan dapat menyembuhkan kemurunganku di dalam juga.

Hur June serba salah …

Paviliun In Gyung, Raja sangat senang mendengar kabar kalau Inbin Mama akhirnya mengandung. Inbin menyatakan kalau bukan karena Doji yang memberinya ramuan membantu kesuburannya maka ia tidak bisa hamil secepat ini. Raja memuji Doji, apalagi Doji sekarang sudah menjadi Dokter Istana, Raja meminta agar Doji bekerja lebih keras untuk membantu Inbin. Doji mengiyakannya.

Kim Gongryang mengajak Doji minum-minum di kediamannya. Dalam perbincangan empat mata itu, Kim meminta agar Doji mengusahakan Inbin mendapatkan seoarng pangeran, bagaimanapun caranya. Jika Inbin melahirkan seorang pangeran maka tak dapat disangkal lagi, Raja mungkin akan mewariskan tahta pada anak Inbin, bukan pada anak Gong Bin. Jika itu terjadi maka Inbin akan menjadi Ratu, dan bukankah dengan demikian kekuasaan Rajt juga akan menjadi kekuasaan dari Doji. Doji tampak berpikir …

Doji pulang ke rumahnya dan memberitahu ibunya kalau ia sudah menjadi dokter Istana dan bertugas di Paviliun In Gyung, melayani Inbin Mama. Nyonya Oh sangat senang demikian juga dengan Sukjoong. Memang Doji pasti tidak akan diam saja saat ia jatuh karena suati hari nanti pasti akan menjadi dokter Raja.  Sukjoong mengatakan kalau begitu perjalanan yang dilakukan Doji pada waktu itu menjadi keuntungan bagi Doji. Nyonya Oh menyuruh agar Sukjoong tidak mengungkit masa itu lagi karena ia masih merinding saja setiap kali mengingatnya. Doji berjanji kalau ia tidak akan mengecewakan ibunya lagi. Nyonya Oh sangat senang.

Dahee menyulam, menemani suaminya yang sedang membaca buku medis. Tapi Hur June tampak hilang dalam lamunan, mengingat saat ia menemui Gong Bin …

Hur June: Untuk melawan penyakit maka kau harus merasa nyaman di dalam.

 

Gong Bin: Itu tidaklah mudah. Aku pasti berpikiran picik  Aku berharap kau akan dapat menyembuhkan kemurunganku di dalam juga. 

Hur June menghela napas dan tampak susah, Dahee heran dan bertanya apa yang sedang dirisaukannya. Hur June menjawab kalau ia mencemaskan kesehatan dari Gong Bin Mama, karena sebenarnya sakitnya yang di dalam lebih parah daripada yang kelihatan di luar. Dahee tidak mengerti. Hur June menjelaskan setelah kasih sayang Raja berpindah pada Inbin Mama, yang mengandung, Hur June merasa kalau Gong Bin menjadi kesepian. Setelah melahirkan para pangeran, Gong Bin menjadi selir dan bergelimang dengan kekayaan dan kehormatan, tapi tampaknya semuanya itu tak ada gunanya sekarang. Dahee menyahut kalau begitu kelihatannya dirinya lebih bahagia daripada Gong Bin. Hur June menatapnya kemudian tersenyum, tangannya meraih tangan Dahee dan menepuk-nepuknya. Dahee tersenyum puas ….

Ohgun bertemu dengan Hongchun di luar Istana dan melamarnya, ia berjanji walaupun tidak memiliki banyak dan tidak berpenghasilan banyak tapi ia tidak akan membiarkan Hongchun dalam kesulitan lagi, Honchun salah tingkah dan mau mengatakan sesuatu tapi Ohgun menyuruhnya untuk diam karena ia sudah tahu perasaan dari Hongchun, karena ia sendiri sudah muak hidup sendirian, dan menurut dr. Hur, Hongchun juga membutuhkan dirinya, jadi Ohgun meminta agar Hongchun menikah dengannya, Hongchun masih mencoba untuk berbicara tapi Ohgun segera memeluknya  …

Haman mendatangi toko suaminya di pasar, tapi hanya ada Yangtae yang sedang menjaga toko, Haman bertanya kemana perginya suaminya. Yangtae keceplosan bicara kalau Ilsuh sedang ada di kedai minum.

Haman mendatangi kedai minum yang biasa didatangi oleh suaminya, dan menemukan kalau suaminya sedang berjudi di dalam suatu ruangan. Haman sangat marah dan segera menarik suaminya ke toko di pasar dengan ditonton banyak orang. Haman mengajak Ilsuh bunuh diri bersama saja dengan racun karena ia sudah tidak tahan lagi, sudah banyak kali dibodohi oleh suaminya … Orang-orang menonton pertengkara suami istri itu dengan terkesima, Haman akhirnya sadar dan mengusir orang-orang itu pergi. Ilsuh mengeluh kalau ia sangat dipermalukan di depan orang-orang itu saat diseret tadi oleh istrinya. Sungguh ia iri pada Ohgun yang beruntung masih hidup sendirian dan tidak punya istri. Tak dinyana Ohgun datang.

Ohgun memberitahu mereka kalau ia ingin menikah dan meminta bantuan Ilsuh dan istrinya untuk mempersiapkan pernikahannya. Tlsuh dan Yangtae terkejut, Yangtae memberinya ucapan selamat, sedangkan Ilsuh langsung menegurnya dan mengatainya sinting, mengapa ia mau menghancurkan kehidupannya yang sudah baik. Ohgun gantian yang terkejut dan bertanya apa maksud Ilsuh. Ilsuh mengatakan kalau hidup membujang itu sungguh baik, jika Ohgun mendapat bayi maka itu adalah akhir dari kebahagiaannya. Kemudian menasihati Ohgun agar menghentikan maksudnya untuk menikah. Ohgun marah dan bertanya apa maksud dari Ilsuh yang menyumpahi kesempatan baiknya. Ia ingin menikahi wanita yang dicintainya, Ohgun mencekal baju Ilsuh dan bertanya sebenarnya Ilsuh punya perasaan buruk apa padanya sehingga mengatakan perkataan jelek semacam itu. Ilsuh kaget dan terbata-bata mengatakan kalau Ohgun salah paham. Ohgun menyebutnya sebagai bangsat tak berguna, jika ia masih berhubungan lagi dengan Ohgun maka ia bukan manusia. Ohgun melepaskan cekalannya dan beranjak pergi dengan murka. Ilsuh segera berseru kalau ia tidak bermaksud seperti itu, Ohgun membalikkan tubuh dan bertanya kalau begitu maksudya apa ….

Duk Geum sangat senang mendengar kalau Hongchun akan menikah. Saat Duik Geum mengingat Hongchun yang jatuh sakit karena penyakit kesepian, hatinya terasa sakit, memikirkan betapa kesepiannya diri Hongchun sehingga jatuh sakit seperti itu. Hongchun merasa tidak enak karena memikirkan Duk Geum yang juga sendirian, tapi Duk Geum mengatakan kalau takdirnya memang hidup tanpa pria. Hongchun merasa kalau ia menikah maka mungkin saja ia berhenti menjadi seorang perawat. Duk Geum juga berpikir sama. Duk Geum mengatakan kalau Hongchun dan Ohgun harus menentukan tanggal pernikahan mereka.

Haman dengan Nyonya Son dan Dahee sedang berjalan di pasar sambil membicarakan pernikahan Hongchun dan Lim Ohgun. Tak sengaja mereka bertemu dengan Nyonya Oh yang diiringi oleh Yuwol dan Hadong. Nyonya Oh mendengar kalau Dahee dan suaminya dibawa ke Kementerian Kehakima dan mengalami masa sulit. Nyonya Son menyahut syukur pada kebaikan Raja mereka berdua dibebaskan dan kini Hur June bekerja untuk Gong Bin Mama di Istana.

Nyonya Son berkata kalau itu bagus,  Doji juga bekerja di Istana bagi Inbin Mama yang sedang mengandung  Nyonya Son mengucapkah selamat. Nyonya Oh percaya kalau Nyonya Son tidak memahami situasi di Istana tapi Inbin Mama wanita yang paling dicintai oleh Raja saat ini. Dan ia dengar kalau Gong Bin Mama sedang sakit jadi tidak ada gunanya bekerja untuknya. Nyonya Son menunduk “kalah bicara”. Nyonya Oh melanjutkan, kalau sesuatu terjadi pada Gong Bin Mama maka dokter Istana yang merawatnya lah yang akan dianggap bertanggungjawab jadi ia yakin kalau Hur June pasti banyak sekali pekerjaan yang harus dilakukan.  Nyonya Son tidak tahu harus bicara apa, tapi muncullah penyelamat😛 ….

Haman sangat kesal dari tadi melihat keangkuhan dari Nyonya Oh dan ketika melihat Nyonya Son tidak bisa membalasnya, ia turun tangan.

Haman: (pada Dahee) Mamanim. (Nyonya, panggilan untuk wanita bangsawan) Kenapa kita tidak berjalan terus saja? Kau seharusnya memikirkan status sosialmu. Tidak ada alasan bagimu untuk berbicara dengan orang-orang rendahan seperti mereka ini.

Nyonya Oh terperangah, Dahee segera mengikuti “alur Haman” dengan meminta diri pada Nyonya Oh. Nyonya Oh tergagap salah tingkah dan tanpa sadar membungkuk hormat, mempersilahkannya untuk lewat …. Heheheh pembalasan setimpal … wahahaha …. Dua jempol untuk Haman😀

Nyonya Oh baru sadar saat mereka lewat, tapi ia tetap bersikap angkuh dan mengajak para pengiringnya pergi. Hadong tertinggal di belakang dan mengawasi Haman dan yang lainnya. Haman menoleh ke belakang dan melihat Hadong sedang mengawasi mereka, ia menghampiri Hadong dan membisikkan seseuatu padanya, kalau  Tuan Lim dan Hongchun akan menikah. Hadong kaget. Haman segera pergi dengan hati riang, menyusul Dahee dan ibu mertuanya.  Hadong merasa dikhianati, terduduk dan bergumam kalau Tuan Lim pengkhianat. Nyonya Oh datang menghardiknya karena lamban. Hadong, yang merasa hatinya sakit, segera diseret oleh Yuwol mengikuti Nyonya Oh.

Haman menyusul Dahee dan Nyonya Son, bertanya apa mereka tidak melihat betapa putih wajah Nyonya Oh dan kemudian memberi  hormat pada Dahee.  Dahee dan Nyonya Son tersenyum geli. Haman mengatakan kalau sepertinya semua rasa kesalnya pada mereka seketika itu juga hilang.

Hongchun didandani sebagai pengantin wanita, menelan ludah beberapa kali karena merasa gugup. Duk Geum tertawa dan mengatakan betapa berbedanya diri Hongchun saat di hadapan para pasien dengan keadaannya sekarang. Ye Jin sangat senang dan memberinya ucapan semoga hidupnya bahagia. Sehee dan Gaegeum datang dan membawakannya hadiah, baju dari pangeran, supaya Hongchun mendapatkan bayi laki-laki. Hongchun sangat malu …

Upacara Pernikahan dilaksanakan. Para dokter, perawat, dan juga staf medis dari Hyemin datang dan menyaksikannya. Semuanya merasa senang untuk kedua pengantin itu. Jang Jak Do menjadi instruktur upacara, memberikan perintah ini itu sesuai dengan adat yang berlaku, tapi lihat si Ohgun, ia sangat bahagia sampai-sampai bertingkah konyol dalam upacara itu … semua orang tertawa melihatnya. Kecuali satu orang, Hadong yang menangis melihat dari kejauhan … poor Hadong😛

(Andy: Kalau kalian sadar, yang jadi Hadong ini yang jadi istri pejabat Oh Tae Pung di Dong Yi😀 dan Hongchun adalah ibu dari Jang Hee Bin, Ilsuh adalah pegawai biro Musik, Kim Mangyung adalah guru P. Yeoning, memang banyak sekali aktor/aktris pembantu yang justru berkesan di hati kita walaupun mereka bukanlah pemeran utamanya)

Hur June memberikan resep dan menyuruh So Hyun untuk memilihkan bahan-bahan obat terbaik dan merebusnya. So Hyun mengiyakan.. Hur June masuk kembali ke Paviliun Jinsook.

So Hyun pergi ke gudang obat dan meminta pada petugas di sana untuk diambilkan bahan-bahan obat sesuai dengan resep dari Hur June. Tapi saat ia melihat semua bahan itu, ternyata adalah bahan-bahan yang kualitas biasa-biasa saja, So Hyun memprotes petugas, ia tidak bisa membuat ramuan jika menggunakan bahan-bahan seperti itu, tapi petugas memberitahunya kalau sudah tidak ada lagi bahan obat lain. Jadi So Hyun So Hyun heran dan bertanya bagaimana itu mungkin padahal kemarin ia masih melihat masih banyak. Petugas itu mengatakan kalau  ada perintah untuk memberikan bahan-bahan obat terbaik bagi Inbin Mama yang sedang mengandung. Bahan-bahan obat baru datang sebulan lagi. Jadi So Hyun mau atau tidak hanya itu yang ada. So Hyun bertanya atas perintah siapa, Petugas itu menjawab oleh dokter Istana Paviliun In Gyung, dr. Yoo. So Hyun terkejut.

So Hyun pergi ke ruang ramuan dengan bahan-bahan obat yang ada tadi, tapi di sana ia melihat kalau ternyata bahan yang sama tapi dengan kualitas terbaik sedang akan dibuatkan ramuan untuk Inbin Mama, So Hyun meminta pada Ongjin agar bahan itu dibagi dua untuk Gong Bin Mama, apalagi bahan-bahan obat akan datang bulan depan dan bahan yang ada cukup untuk dibagi dua. Tapi Ongjin menolak dan mengatakan kalau ia hanya menuruti perintah dan tidak leluasa. So Hyun memahami kalau Inbin Mama sedang mengandung dan membutuhkan ramuan tapi saat ini Gong Bin sedang sakit dan sangat membutuhkan bahan-bahan obat itu untuk memulihkan kekuatannya. Jadi seharusnya yang menjadi prioritas utama bukankah Gong Bin Mama. Saat itu Dayang Kepala dari Paviliun In Gyung datang dengan Sobi untuk mengambil ramuan untuk Inbin, mendengar perkataan So Hyun dan menjadi gusar. Ia bertanya apakah So Hyun bermaksud merendahkan In Bin Mama karena ia adalah perawat dari Paviliun Jinsook. Dayang kepala memerintahakna dayang pengiringnya untuk membawa So Hyun keluar. Sobi berusaha membela So Hyun tapi dayang itu menyuruh Sobi tidak turut campur.  So Hyun dibawa keluar. Sobi mendelik pada Ongjin, yang merasa bersalah.

Gong Bin mengatakan kalau para pangeran, anak-anaknya, pasti kesepian selama ia sakit. Mereka sangat menyukai Hur June dan mengikuti kemanapun Hur June pergi, jadi Gong Bin meminta agar Hur June mau menjaga mereka. Hur June mengiyakannya. Seorang dayang masuk untuk membawakan sebuah bungkusan berisi obat-obatan. Hur June heran. Gong Bin mengatakan kalau itu untuk Inbin Mama kemudian memberitahu Dayangnya untuk bersiap menemui Inbin. Hur June memintanya agar tidak keluar, tapi Gong Bin mengatakan kalau ia baik-baik saja dan tidak perlu dicemaskan. Gong Bin memberitahu Hur June kalau waktu ia sakit, Inbin sudah menjenguknya, jadi suatu hal yang pantas jika sekarang ia membalasnya. Hur June meminta agar orang lain saja yang membawa obat-obatan itu pada Inbin. Tapi Gong Bin ingin dirinya sendiri yang pergi menemui Inbin. Dan jika Hur June mencemaskannya maka Hur June boleh ikut menemaninya ke sana.

So Hyun sedang diinterogasi di depan Paviliun In Gyung. Dayang Kepala bertanya apa sebenarnya maksud dari So Hyun tadi. So Hyun menjawab kalau Gong Bin menderita penyakit serius, dan ia hanya berusaha mengatakan karena Gong Bin menderita penyakit yang serius maka ia membutuhkan bahan-bahan obat dengan kualitas tinggi, hanya itu. Dayang itu bertanya kalau begitu apakah dia bermaksud untuk meminta bahan obat-obatan itu pada perawat dari Paviliun In Gyung. So Hyun menjelaskan kalau ia yakin Inbin Mama bukanlah satu-satunya orang yang sakit di antara keluarga Kerajaan … Dayang itu mengatakan kalau ia tidak mau mendengar alasan So Hyun dan menamparnya.

Gong Bin menghampiri mereka dan bertanya apa yang sedang mereka lakukan. Dayang Kepala menoleh dan terkejut melihat Gong Bin. Gong Bin mengenali So Hyun sebagai perawat di tempatnya, dan bertanya mengapa ia di sini. Dayang Kepala salah tingkah dan memberi alasan kalau ia sedang memberi pengajaran pada So Hyun karena berkata kasar. Gong Bin heran dan bertanya apa yang dikatakannya. Dayang itu serba salah … Gong Bin bertanya lagi apa yang dikatakan oleh So Hyun. Dayang Kepala tidak berani memberitahunya. Gong Bin menahan emosinya yang muali keluar dan meminta agar dayang itu memberitahu kalau dirinya datang untuk menemui Inbin. Tapi Dayang Kepala mengatakan kalau Inbin Mama sedang tidur siang. Hur June kaget dengan kelancangan dari Dayang Kepala In Gyung itu. Dayang Kepala Jinsook gusar dan menyuruhnya untuk memberitahukan Inbin. Dayang Kepala Jinsook mengiyakan dan segera masuk ke dalam. Gong Bin sangat gusar tapi berusaha menahan dirinya. Hur June mengawasinya.

Inbin sedang bercakap-cakap dengan Kim Gongryang dan Doji saat diberitahu kalau Gong Bin Mama mau menemuinya. Tapi Inbin tidak mau menemuinya dan menyuruh dayangnya untuk memberitahu kalau ia sedang menderita “morning sickness” sehingga tidak bisa menemui Gong Bin. Kim Gongryang dan Doji terkejut.

So Hyun sudah dibebaskan karena sudah tidak ada di halaman saat Dayang Kepala In Gyung menemui Gong Bin Mama. Ia meminta maaf kalau Inbin tidak bisa menemui Gong Bin karena mengalami “morning sickness” yang parah. Dayang Kepala Jinsook menegur Dayang Kepala Ing Gyung, tapi Gong Bin menyudahinya dan meminta semuanya untuk kembali saja ke Jinsook. Gong Bin memutar badan dan mulai berjalan, tapi beberapa langkah kemudian ia merasakan sakit di ulu hatinya, Hur June dan yang lainnya sangat terkejut. Gong Bin mengatakan kalau tidak apa-apa pada Hur June dan tidak usah cemas. Gong Bin melangkah lagi sambil memegang dadanya. Hur June sangat cemas.

So Hyun keluar dari Paviliun Jinsook menemui Hur June. Hur June bertanya bagaimana keadaannya. So Hyun menjawab kalau Gong Bin sudah meminum ramuannya dan tampak sudah lebih tenang sekarang, dan mengatakan ia kalau ingin bertemu dengan Hur June. Hur June heran.

Hur June menemui Gong Bin di kamarnya. Begitu Hur June duduk, Gong Bin memberitahunya kalau ia ingin pergi ke gunung untuk beberapa hari dan bertanya pendapat Hur June. Hur June tampak bingung.  Gong Bin melanjutkan, jika saja ia pergi ke mata air panas dengan kedua pangeran saat perjalanan kembali, ia rasa tubuhnya akan lebih baikan. Hur June menyahut kalau perjalanan yang cukup panjang ini akan terlalu membebani Gong Bin dengan kondisinya saat ini. Gong Bin menberitahunya kalau ia ingin menghabiskan waktu bersama dengan kedua putranya selama dirinya masih dapat bergerak. Hur June tahu kalau keputusan Gong Bin sudah bulat jadi tidak bisa mendebatnya lagi. Gong Bin berjanji kalau ia akan mendapatkan persetujuan dari Raja dan menyuruh agar Hur June juga bersiap-siap. Hur June tidak membantahnya….

Gong Bin, kedua pangeran, Hur June dan rombongan menunggu kedatangan Raja untuk mengantarkan Gong Bin, tapi setelah ditunggu beberapa lama hanya Kepala Dayang Istana yang datang dan memberitahu kalau Raja tidak bisa datang dan hanya menitipkan salam supaya perjalanan Gong Bin menyenangkan. Gong Bin bertanya di mana Raja sekarang. Kepala Dayang serba salah. Gong Bin dengan nada lebih menuntut kembali bertanya di mana Raja. Kepala Dayang Istana terdesak dan dengan terpaksa mengatakan kalau Raja ada di Paviliun Ing Gyung. Gong Bin sudah menduganya. Gong Bin kemudian memutuskan untuk berangkat.

Gong Bin naik tandu kebersaran dan kedua putranya di tandu lain. Rombongan mulai berangkat meninggalkan Istana. Kedua pangeran bersenda gurau di dalam tandu, masih belum mengerti sepenuhnya apa yang sedang terjadi kepada ibunya. Hur June dalam rombongan dengan berjalan kaki.

Rombongan sudah sampai di tempat peristirahatan di gunung, Gong Bin tampak sangat gembira demikian juga dengan kedua putranya. Hur June selalu mengawasi gerak-gerik dari Gong Bin Mama.

Malam hari, Hur June sedang berjaga di dekat kamar Gong Bin Mama ketika seorang perawat memberitahunya kalau Gong Bin Mama ingin bertemu dengannya.

Gong Bin tampak termenung dengan Hur June di depannya duduk mengawasi. Gong Bin kemudian menatapnya dan bertanya berapa lama lagi ia akan hidup. Hur June kaget. Gong Bin merasa kalau waktunya sudah tersisa tidak lama lagi. Hur June membantahnya, mengatakan kalau itu tidak benar. Jika Gong Bin memulihkan kekuatan tubuhnya maka ia akan dapat mengatasi penyakit itu. Gong Bin menggelengkan kepalanya, mengatakan tidak. Ia yakin kalau takdir semua orang sudah diputuskan. Jika dirinya mencoba untuk melawannya maka itu akan berakhir lebih buruk. Gong Bin merasa malu pada Hur June yang selalu ada di sampingnya, mengawasinya. Ia tidak tahan pada dirinya sendiri yang merasa sangat marah karena kehilangan kasih sayang Raja. Ia merasa sangat murung dan kehilangan harapan.

Sementara ia berdoa di Kuil Buddha  Ia merasa kalau kekesalannya ini juga merupakan sebuah karma. Saat ia dikasihi oleh Raja di masa lalu, Ratu pasti merasakan penderitaan yang sama. Ratu pasti merasa lebih menderita lagi saat dirinya hamil. Ia tidak menyadari waktu itu kalau kebahagiannya dapat menyebabkan orang lain menderita. Tapi ia pikir ia menyadari hal itu sekarang. Rasa sakit itu dimulai ketika ada keinginan untuk tetap berpegang pada sesuatu. Dan saat ia melepaskan keserakahannya, ia merasa lebih baikan. Ia menyadari kalau ia menghadapi kematian yang sedang mendekat. Hur June tidak tahu harus bagaimana lagi …

Tiba-tiba terdengar seruan kalau para pangeran sudah datang. Gong Bin tersentak dari lamunannya dan menyuruh mereka masuk.

Kedua pangeran masuk dan duduk di samping Gong Bin. Gong Bin memberikan wasiat pada Hur June, meminta pada Hur June untuk menjaga kedua putranya. Bukan hanya merawat kesehatan mereka, tapi juga keseluruhan hidup mereka dengan kepribadian Hur June yang tulus. Hur June tidak menyangkanya … Ia mengawasi kedua putera Gong Bin yang juga sedang menatapnya, kemudian ke arah Gong Bin yang kembali termenung sedih.

Keesokan subuh, Hur June mengawasi Gong Bin Mama yang sedang bersembahyang khusyuk di Kuil Buddha.

Beberapa saat sudah berlalu, Hur June sedang menuju ke kantor Departemen Medis dan tidak sengaja bertemu dengan Kim Mangyung di tengah jalan. Mereka berdua sangat senang dapat bertemu. Hur June bertanya apa yang sedang dilakukan oleh Kim Mangyung di Istana. Kim menjawab kalau ia ingin meminta tambahan dokter lagi untuk Hyemin, kemudian bertanya apakah sungguh menyenangkan menjadi seorang dokter Istana. Hur June hanya tersenyum saja. Kim geregetan padanya, menyebutnya kadangkala menjadi orang sungguh membosankan. Kemudian bertanya bagaimana dengan kondisi Gong Bin Mama, yang ia dengar sangat lemah. Hur June menjawab kalau ia memang tidak dalam kondisi baik. Rumor itu memang benar kalau begitu, kata Kim. Hur  June menyahut, dengan penyakit yang ditimbulkan oleh kegelisahan, maka akan bertambah buruk jika merasa cemas berlebihan dan dia tidak menemukan ketenangan di dalam hatinya sehingga obat-obatan tidak berguna baginya. Ini pasti karena Inbin Mama, kata Kim Mangyung. Hur Jun mengangguk membenarkannya. Kim mengatakan kalau Gong Bin sudah menerima kasih sayang Raja selama 10 tahun lebih, tapi ia kehilangan itu dalam semalam saja. Justru aneh jika ia baik-baik saja. Hur June berkata, ketika ia ada di dekat Gong Bin dan mengawasinya, Hur Jun merasa kadangkala kehiduupan di dalam Istana terlalu kejam. Kim menjelaskan kalau itu bukan hanya untuk Gong  Bin Mama, jika seorang wanita terpilih oleh Raja, yang sebenarnya sangat sulit, maka ia menjadi bangsawan dan seorang selir. Di antara 300 orang dayang, di antara mereka menjadi tua tanpa sedikitpun diperhatikan oleh Raja. Nasib semua wanita di dalam Istana adalah serupa.

Kim mengalihkan pembicaraannya, bertanya kemana Hur June mau pergi. Hur Jun menjawab kalau ia ingin  menemui dokter Raja.

Hur Jun menemui dr. Yang, yang seperti biasa ditemani oleh dr. Jung Jak. Hur June memberitahu dr. Yang kalau ia ingin pergi ke wilayah Kang Won Do untuk mencari tanaman obat bagi Gong Bin Mama. Dr. Yang mengatakan kalau banyak sekali macamnya tanaman obat di gudang obat. Hur Jun emenyahut kalau sulit sekali untuk melihat perkembangan yang berarti dari ramuan yang telah ia sajikan bagi Gong Bin Mama sekarang. Dr. Yang bertanya bisakah ia pergi sekarang sementara kesehatan Gong Bin semakin lama semakin memburuk. Karena Gong Bin tidak menunjukkan perkembangan maka lebih baik mereka harus menemukan cara baru.  Dr. Yang berpikir sejenak, kemudian menyetujui permintaan Hur June dan akan menugaskan dr. Chung untuk menggantikan posisi Hur June untuk sementara jadi Hur June bisa pergi sekarang.

Hur June bersama dengan Sanghwa menuju ke wilayah Kang Won Do untuk mencari obat di daerah gunuhg dan hutan.

Sementara itu dr. Chung menangani kesehatan Gong Bin Mama. Suatu kali saat dr. Chung sedang mengawasi seorang perawat menyajikan ramuan dan Gong Bin akan meminumnya, tiba-tiba Gong Bin kesakitan dan menekan dadanya. Dr. Chung terkejut dan bertanya berulangkali apakah Gong Bin baik-baik saja. Gong Bin menahan sakit teramat sangat.. tapi kemudian rasa sakit itu mereda dan mengataakn kalau ia baik-baik saja.

Dr. Chung sangat cemas dan menemui Doji. Dr. Chung khawatir dengan kondisi Gong Bin Mama yang semakin memburuk. Jika sampai terjadi sesuatu maka ia akan dianggap bertanggungjawab. Doji menyahut kalau itu adalah tanggung jawab dari dokter Istana bukan dr. Chung. Dr. Chung mengatakan kalau dr. Hur sudah pasti dianggap bertanggungjawab tapi dirinya juga akan tersangkut. Ia meminta tolong agar Doji membantunya untuk merawat Gong Bin Mama. Tapi Doji tidak pernah merawat pasien dengan Jin Shim Tong sehingga tidak bisa membantunya, tapi ia akan berusaha mencari caranya dan untuk sekarang mereka hanya bisa mengamati perkembangannya saja.

Dr. Chung membaca berbagai buku pengobatan tapi tidak menemukan apapun, ia sangat kesal dan juga cemas dengan nasibnya nanti ….

Doji berjalan dan mengingat perkataan dr. Chung kalau dr. Hur sudah pasti dianggap bertanggungjawab tapi dirinya juga akan tersangkut. Ia meminta tolong agar Doji membantunya untuk merawat Gong Bin Mama.

Suara Yoo Wee Tae: Itu sudah terlambat bagi obat-obatan untuk bekerja secara efektif. Tapi jika kau telah melakukan akupungtur dengan menusukkan jarum panjang di B-15 dan menaruh moxibustion di CV-17 maka mungkin saja ia akan hidup.

Suara hati Doji: Aku hanya perlu menyerang energi yang terhalang dan membuatnya bersirkulasi lagi dalam tubuh Gong Bin Mama.

Dr. Chun menemui Doji lagi dan bertanya apakah Doji sudah menemukan caranya. Tapi Doji menjawab belum. Tapi Doji memberinya petunjuk, jika rasa sakitnya bertambah parah dan Gong Bin mengalami kejang, maka lakukan akupungtur di B-15 dengan jarum panjang dan melakukan moxibustion di CV-17, dan meletakkan 1 sendok musk di bawah lidahnya juga akan membantu. Dr. Chung sangat senang dan berterima kasih, ia segera pergi.

Hur June dan Sanghwa masih mencari tanaman obat di gunung….

Dayang Kepala Jinsook menemui dr. Chung yang baru sampai dan memberitahunya kalau Gong Bin Mama dalam keadaan serius. Dr. Chung kaget dan segera masuk.

Gong Bin tampak menahan rasa sakit di dadanya. Dr. Chung masuk dan segera berlari menghampirinya. Melihat keadaan Gong Bin, dr. Chung segera menyuruh perawat yang mengiringinya untuk memberitahukan dokter Raja. Perawat itu segera lari ke kantor Departemen Medis, dan memberitahu dokter D yang ada di sana kalau Gong Bin Mama mengalami sakit yang parah. Dr. D terperanjat dan mengatakn kalau dokter Raja sedang keluar dari Istana bersama-sama dengan Raja. Apa yang harus mereka lakukan …

Hur June membawa bungkusan menuju ke Pavilun Jinsook. Ia heran melihat para dayang tampak berlarian ke sana kemari. Hur June segera menuju ke Jinsook dan bertemu dengan perawat asisten dr. Chung, yang memberitahunya kalau Gong Bin Mama dalam kondisi serius. Hur June kaget dan segera masuk ke dalam.

Di dalam, dr. Chung mau menusukkan jarum akupungtur tapi tangannya gemetaran begitu keras sehingga tidak dapat menentukan titik yang tepat. Hur June berlari masuk dan segera bertanya apa yang terjadi. Dr. Chung menoleh dan melihat dr. Hur, ia sangat lega dan segera menyingkir, memberitahu kalau Gong Bin berteriak kesakitan dan mengalami kejang. Hur June kaget dan segera menyuruh dr. Chung minggir, kemudian memeriksa nadi Gong Bin Mama, dan menjadi terkejut.

Hur June melakukan akupungtur pada Gong Bin Mama. Kemudian memeriksa kembali nadi dari Gong Bin, tapi Hur June mendapati hal yang membuatnya masygul. Hur June segera memerintahkan Dayang Kepala untuk membawa para pangeran untuk menemui ibu mereka. Dr. Chung ketakutan dan segera keluar kamar.

Hur june memohon agar Gong Bin membuka matanya dan memohon agar melihat anak-anaknya sebelum pergi. Ia sudah membawakan tanaman-tanaman obat yang akan menyembuhkan penyakitnya. Gong Bin harus meminumnya. Hur June berulangkali memohon agar Gong Bin membuka matanya. Hur June sangat masygul dan mencucurkan air matanya.

Raja mendengar kabar Gong Bin dalam kondisi kritis dan segera bergegas menuju ke Paviliun Jinsook.

Di Paviliun Jinsook, kedua pangeran menangisi ibunya, semua orang juga menangisi kepergian Gong Bin yang begitu mendadak. Gong Bin sendiri tampak begitu tenang seperti orang yang sedang tidur. Hur June tampak termenung sedih.

Raja datang dan melihat keadaan Gong Bin, ia segera menghampirinya sambil menangis menyesali kelakuannya sebelum ini. Raja tampak sangat berduka.

Hur June berada di taman, duduk meneteskan air mata saat merenungkan perkataan Gong Bin pada dirinya saat di gunung. Gong Bin mengatakan kalau rasa sakit itu dimulai ketika ada keinginan untuk tetap berpegang pada sesuatu. Dan saat ia melepaskan keserakahannya, ia merasa lebih baikan. Ia menyadari kalau ia menghadapi kematian yang sedang mendekat.

Menteri Sung datang menemui para pejabat lainnya dan Perdana Menteri di kantor Perdana Menteri. Menteri Sung meminta agar dr. Yang menjaga kesehatan Raja yang sedang sangat berduka, dan memberitahu mereka kalau Raja telah memerintahkan secara khusus untuk tidak menganggap dr. Hur yang bertanggungjawab atas kejadian itu. Menteri Jung tidak terima, bagaimana bisa tidak menganggapnya bertanggung jawab padahal dia yang menangani kesehatan Gong Bin Mama. Menteri Sung menegurnya dan meminta mereka untuk menerima keputusan Raja. Menteri Jung diam. Perdana Menteri juga menghimbau agar mendengarkan permintaaan dari Raja. Menteri Sung kemudian memerintahkan dokter Raja untuk mempertahankan tingkat Hur June dan memberinya tempat kerja yang baru.

Dr. Yang memanggil Hur June dan memberitahunya karena itu adalah kehendak dari Raja maka mereka tidak akan menganggap Hur June yang bertanggungjawab. Jika Hur June menangani Ruangan Ramuan maka ia akan memindahkannya ke tempat para pangeran nantinya. Tapi Hur June justru meminta ijin pada dr. Yang untuk melakukan perjalanan ke seluruh negeri, mengumpulkan berbagai macam tanaman obat dan mempelajari efeknya. Kemudian menyelidiki kondisi dari setiap wilayah dan penyakitnya saat ia memiliki kesempatan. Sungguh ia merasa malu menjadi dokter Istana saat ia tidak tahu mengenai tanaman obat yang tumbuh di negerinya sendiri dan dari penyakit apa rakyat menderita sakit. Tapi dr. Yang mengatakan kalau Hur June juga bisa melakukannya di Istana. Ini tidak mudah. Bahkan bisa saja seseorang nantinya mengambil alih posisi dari Hur June. Semuanya itu membutuhkan waktu 3-4 tahun bahkan bisa saja lebih. Hur June menyadari hal itu. Akhirnya dokter Raja memberinya ijin. Hur June sangat terharu dan berterima kasih atas pengertian dari dokter Raja.

Hur June, ditemani oleh Sanghwa, berpamitan pada keluarganya. Ia membuat segalanya lebih sulit lagi bagi Dahee. Tapi Dahee mengatakan agar Hur June tidak usah menguatirkan keluarganya. Yangtae menyahut kalau semuanya tidaklah lebih sulit daripada saat di Sanum, apalagi gaji Hur June tetap dikirmkan pada keluarganya. Yangta juga meminta agar Sanghwa menjaga Hur June. Hur June berangkat dengan Sanghwa.

Hur June memulai perjalanannya mengelilingi negeri. Mengumpulkan berbagai macam tanaman obat dan menyelidiki efeknya. Hur June dalam perjalanannya itu mampir di Sanum, dan mengunjungi bekas kediaman keluarga Yoo, rumah sakit dr. Yoo Wee Tae. Hur June mengingat perkataan gurunya …

Dr. Yoo Wee Tae: Tidak peduli apakah dunia menghormati dokter apa tidak, yang terpenting adalah pekerjaan dokter itu sendiri karena mereka berurusan dengan nyawa manusia. Tapi betapapun berharganya itu, kau bukanlah dokter yang sejati jika tidak menyadari satu hal terakhir, yaitu kasih sayang.  Hati yang mengasihi, yang mengasihani para pasien. Apa yang dunia nantikan dan inginkan hanya satu orang. Yaitu dokter yang sejati!

 

Seorang pelayan lewat di muka Hur June dan heran dengan keberadaan mereka, bertanya apakah mereka berdua ingin bertemu dengan dokter. Hur June menjawab tidak, ia hanya orang yang lewa, kemudian mau berlalu, tapi teringat sesuatu dan bertanya pada pelayan itu macam apa dokter yang tinggal di tempat itu. Pelayan itu menjawab kalau tidak ada orang lain yang seperti dia, dia menyembuhkan bahkan mereka yang tidak punya uang. Hur June sangat senang. Mungkin itu karena lokasinya, kata pelayan, dr. Yoo atau seseorang sama seperti itu, dah dr. Hur yang menjadi muridnya juga seperti itu.  Pelayan itu kemudian masuk ke dalam. Hur June sangat puas dan melanjutkan perjalanannya kembali.

Hur June dan Sanghwa naik gunung di mana terdapat makam dr. Yoo Wee Tae. Hur June memberi hormat pada makam gurunya.

Hur June: Guru, Ini Hur June. Guru … hukumlah aku. Aku sudah berjanji kalau aku tidak akan melupakan kebaikan yang telah kau berikan padaku dan dunia, tapi di sini sekarang aku berada untuk menemuimu.

Di masa lalu, aku tidak menepati janji yang telah kuucapkan di depan jenazahmu dan aku rasa sungguh menyakitkan menjadi seorang dokter yang baik, dokter sejati. Aku telah malas untuk menyelamatkan orang-orang sakit. Kimohon ampunilah aku … Kumohon ampunilah diriku ini.

Hur June menyentuh makam gurunya sambil menangis mengingat semua hal tentang dr. Yoo Wee Tae.

Suara hati Hur June: Aku tidak akan menunggu diam, terpenjara di balik pagar Istana, sampai aku menyebarkan pengajaranmu pada dunia, aku akan menggali gunung dan daratan dengan tanganku sendiri dan melangkah di atasnya dengan kakiku sendiri. Aku akan memeriksanya dnegan mataku sendiri dari penyakit apa rakyat miskin menderita dan mati. Aku akan menemukan semua efek yang terkandung dari rerumputan dan tanah dan menggunakannya untuk para pasien. Kumohon jadilah pembimbingku, kumohon jadilah kekuatanku…. Guru … Oh Guru ….

Hur June menangis terguguk di depan makam dr. Yoo Wee Tae …

18 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 54

    • aku ga ngikutin yang di LBS, baru liat hari ini dan baru sadar kalo dah disusul, ternyata aku terlalu santai ya … sori deh … koq malah tambah loyo ya … heheueheueu …. tapi kuusahakan besok bisa selesai sore …. tidak libur saat sabtu dan minggu (biasanya libur sehari … hehehe habis cape liat kompi terus😛 dan mengistirahatkan jari😀 ) biar lebih 2 episode ….

  1. huhuhuhu….huhuhu….orang baik sepertinya cepat berlalu meninggalkan dunia ini…..dan hidupnya kedungsang-dungsang,….selalu saja lebih banyak orang jahatnya,….kenapa yah…????

  2. Eh, budi, jgn gt ah, koh andy jg org baik loh, mw bikin sinop. Tanpa digaji, tp jgn cepet ninggal dlu y…yaa paling ga’ kelarin dlu trainingnya…hahaha

  3. Iya betul ,…makasih koh andy, kamu baik deh,….semoga panjang umur,..jadi bisa men”sinopsiskan drakor-drakor y laen,…camsiah,…

  4. iya ya..tq koh andy dh mau bkn sinopsis.q sngt trbantu krn tdk slalu bs mngikuti(kerja).salut jg mensinopsisny bner2 plus cr literatur jg.tq ya..

  5. klo in bin mama selir dibawahx gong bin mama tp koq sering dibilang istri yang sah dari raja dan klo in bin mama dapat anak laki-laki bisa jd penerus raja…
    mungkin in bin mama itu ratu inmok kali….hehehe, nebak aja sih

    • bukan … itu maksudnya kalau pangeran lahir dari rahim In bin yang disukai oleh Raja maka ada kemungkinan anaknya itu akan jadi pangeran mahkota, lagian ntar di episode 55 ada keterangan di subtitlenya kalau Inbin adalah 2n Royal Concubine sedangkan Gong Bin adalah 1st Royal Concubine, jadi emang Inbin itu selir kedua, tapi tingkatnya sama dengan Gong Bin — sama sama tingkatan Bin — ingat dengan Dong Yi ? Jang Hee Bin dan Sook Bin itu setingkat, selir tingkat pertama … gitu … Untuk Inmok sendiri pny putra yaitu Pangeran Yeongchang tapi nda diperlihatkan di drama ini.

  6. Cinta …. Apa gerangan yang tersurat …….

    Raja Seonjo ….. hatinya bagai tertusuk sembilu, menangisi kepergian Gong Bin Mama …. Walaupun ia tahu Gong Bin Mama sebenarnya lebih layak diperhatikan karena hatinya yang tulus mencintai……………

    Hur June …… dalam kesehariannya cintanya tak pernah lekang oleh perubahan waktu kepada Da Hee demikian sebaliknya ………

    Do Ji …….. Kalau bukan karena tata karma, Sukjoong pasti sudah teriak … Oh Do Ji …. Tidak ada kehangatan dalam sikapmu, saya Cuma jadi objek pelampiasanmu ……. Oh Do Ji …. Rupa rupanya sifat dingin Ny Oh menurun kepadamu …………

    Yo Wee Tae ….. pasangan dengan sifat yang bertolak belakang…..Ny Oh seolah olah mencintai karena dapat mengambil manfaat mengumpulkan harta atas profesi suaminya ….. Ny Oh meninggalkan pergi suaminya disaat Yoo Wee Tae tidak bisa membagi waktu antar pasien dan urusan ditempat tidur ……. Ny.Oh menuduh Yoo Wee Tae Lelaki Dingin……

    Il Suh …. Pasangan serasi … perang tiap hari …. Damai tiap malam ……

    Oh Gun ….. Lebih professional memilih yang sebenarnya pantas untuk dirinya …. Demikian pula Hong Chun yang jinak-jinak merpati ……. Kali ini Cakar elang Oh Gun tidak bisa kuat menancap…… Selamat menikmati malam pertama.

    Koh Andy … kalau menjadi Juri pilih yang mana ?

      • Ada yang bilang …… Cinta abadi adalah
        cinta dalam bayangan, cinta dalam ingatan
        Oh …. Inikah Cinta ……………………….
        Ye Jin …. senyummu ….. tatapanmu ……
        desahanmu menggema dalam relung hatiku…..
        Ye Jin … walaupun kau sendiri …. sampai
        akhir hayat Huh Joon terbalut dalam kenangan ……

  7. oh begt….kasiannya gong bin mama….gak rela dya meninggal…
    prasaan di drama ini yg cantik cm gong bin mama.hehehe
    semoga anakx inbin perempuan, biar tau rasa tu doji…

    • yang cantik kayaknya Gong Bin sama So Hyun doank tuh😀 Dahee lumayan tapi terlalu tirus wajahnya😛 cocok kalau diurai rambutnya tapi ga pantes kalo digelung ke atas … heheheh😛

      • Koh Andy …… Sukjoong juga tirus
        ( makin keujung makin kecil ) …….
        yang caem emang Gong Bin Mama
        seorang…….. Biar tirus …………….
        Sukjoong tetap di hati Koh Andy !

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s