Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 55

Catatan: Untuk para perawat, baik di Hyemin (Rumah Sakit Umum Istana), maupun di Naeuiwon (Rumah Sakit Kerajaan) memiliki tiga tingkat ditandai dengan warna pada topi perawat yang dipakai mereka :

Topi warna hitam menandakan kalau ia adalah perawat biasa

Topi warna hijau menandakan kalau ia adalah salah satu wakil kepala perawat.

Topi warna merah hanya dipakai oleh Kepala Perawat, baik Hyemin (Duk Geum) maupun Naeuiwon (Sobi, dan dilanjutkan oleh Hongchun).

—————————————————————————————————

Beberapa tahun telah berlalu ….

Kuil Istana, Pangeran Gwanghae dan istrinya, Puteri Ryu sedang bersembahyang pada arwah ibunya, Gong Bin Mama.

Tahun 1591 – Masa Pemerintahan Raja Seonjo, tahun ke 24.

Seorang kasim tampak tergesa-gesa berlari menuju ruang ramuan Istana. Ia berseru seru memanggil dr. Hur dan bertanya pada orang-orang di ruang ramuan mengenai keberadaan dr. Hur, Tapi petugas di sana juga tidak tahu. Kasim itu dengan panik berusaha mencari Hur June.

Kita melihat kali ini Lee Myung Won dan Jang Hak Do menjadi dokter Istana dan berjubah biru (mungkin sudah naik ke Jubu), dan Sanghwa juga sudah menjadi dokter Istana dengan jubah hijau. Hur June sudah naik ke Chumjong (Tingkat 4).

Hur June dan ketiga rekannya tampak sedang sibuk meneliti tanaman obat. Tiba-tiba kasim tadi mendatanginya sambil berseru-seru memanggilnya. Hur June heran dan bertanya ada apa. Kasim itu menjawab kalau Pangeran Gwanghae tiba-tiba saja jatuh sakit. Semua orang kaget, Hur June tidak membuang waktu segera membawa bungkusan dokternya dan bergegas mengikuti kasim itu ke tempat Pangeran Gwanghae.

Pangeran Gwanghae dan istrinya sedang memandang kolam Istana, Hur June mendatanginya dan terkejut. Ternyata Pangeran Gwanghae menipunya, ia baik-baik saja tapi ingin bertemu dengan dr. Hur. Pangeran Gwanghae tahu kalau dr. Hur sangat sibuk dan sulit sekali bertemu denganya jadi ia mencari alasan untuk bertemu dengan dr. Hur. Pangeran Gwanghae meminta maaf. Puteri Ryu menyambung kalau dr. Hur adalah satu-satunya orang yang akan segera datang saat mendenger Pangeran dalam keadaan sakit. Hur June sangat lega tapi sedikit kesal merasa tertipu.

Pangeran bertanya bagaimana situasi dr. Hur sekarang, apakah ia amasih tetap saja bergumul dengan buku-buku di perpustakaan Istana. Hur June menyahut kalau ia sedang mempelajari efek dari tanaman obat. Pangeran Gwanghae bertanya apakah Hur June mengelompokkan buku berdasarkan penyakitnya seperti yang telah dikatakan sebelumnya. Hur June mengangguk mengiyakannya. Pangeran Gwanghae sebenarnya sangat kesal karena Hur June tertahan di perpustakaan dan ruangan ramuan saja, tapi sekarang ia sangat lega melihat kalau Hur June tetap melakukan bagiannya kemanapun ia pergi. Hur June berterima kasih.

Pangeran Gwanghae mengeluh tampaknya dirinya lah satu-satunya orang yang tidak berguna. Puteri Ryu menegurnya karena mengatakan hal seperti itu. Pangeran masygul karena ayahnya sudah melupakan dirinya seperti ayahnya sudah melupakan ibunya. Para menteri Istana juga sama. Walaupun ia hidup tapi tidak lebih baik daripada orang mati.

Hur June segera membantahnya, “Itu tidak benar, aku yakin kalau Yang Mulia peduli dengan kehidupanmu”.

Pangeran Gwanghae hanya menggelengkan kepalanya, “Sekarang adalah hari di mana ibu telah meninggal, tapi aku justru mendengar kalau Aba Mama ada di kediaman Inbin Mama sekarang.”  Lanjutnya, “Aku dengar kalau Aba Mama sangat cemas kalau Shin Sung tidak menjadi lebih baik.”

Pangeran Gwanghae menatap Hur June, “Hur Chumjong, aku tidak suka Istana! Aku tidak suka diriku yang cemburu pada adikku dan aku tidak suka pada Aba Mama yang telah melupakan ibuku dan aku.”

“Ketika ibuku masih hidup, dia sering mengatakan kalau kau menyembuhkan bahkan penyakit di dalam hati seseorang. Hur Chumjong, kumohon sembuhkan penyakit di hatiku …”

Hur June bersimpati dengan Pangeran Gwanghae dan mengerti kegelisahannya, tapi ia tak bisa melakukan apapun untuk menghibur putra kedua dari Gong Bin ini.

Malam hari, Hur June sedang menulis di kamarnya, teringat perkataan Gwanghae.

“Ketika ibuku masih hidup, dia sering mengatakan kalau kau menyembuhkan bahkan penyakit di dalam hati seseorang. Hur Chumjong, kumohon sembuhkan penyakit di hatiku …”

Hur June kemudian teringat pada wasiat dari Gong Bin Mama …

“Hur Jikjang, kumohon jagalah para pangeran. Tidak hanya merawat kesehatan mereka tapi juga seluruh kehidupan mereka dengan kepribadianmu yang tulus.”

Hur June menghela napas.

Dahee masuk ke dalam kamar, membawakan kudapan dan minuman untuk suaminya. Hur June mengatakan kalau ia akan menyantapnya setelah selesai. Dahee dengan sedikit ragu-ragu berkata kalau ia ingin memberitahu Hur June sesuatu, “Tampaknya Gyeum lebih memfokuskan dirinya pada ilmu sastra daripada ilmu pengobatan. Walaupun ia tahu kalau sulit baginya untuk mengikuti ujian dengan status sosialnya, tapi kurasa sulit baginya untuk menyerah. Aku cemas semakin ia belajar semakin ia akan menjadi kecewa nantinya”

Hur June keluar dari kamarnya dan menuju kamar anaknya , Hur Gyeum.  Ia mendengarkan suara anaknya yang sedang membaca buku sastra klasik. Hur June kemudian masuk ke dalam kamar anaknya. Hur June mendengar kalau ujian nasional akan diadakan dan meminta anaknya untuk mempersiapkan mengikuti ujian nasional medis atau kalau tidak ujian administrasi. Tapi Gyeum mengatakan kalau ia ingin mengikuti ujian sastra. Ia tahu kalau sulit bagi dirinya dengan status sosialnya sekarang, tapi ia tetap akan memilih ilmu sastra. “Lebih dalam kau belajar sastra, maka akan lebih dalam lagi penyesalan yang akan kau alami”  Hur June menyuruh anaknya menyerah walaupun ia tahu kalau itu sulit bagi Gyeum untuk melupakan sastra.

Gyeum tahu kalau ayahnya cemas dengan dirinya, tapi ia tidak akan menyesali walaupun ia bahkan tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti ujian sastra. Gyeum meminta pengertian ayahnya. Hur June memberitahunya, “Aku dulu juga seperti itu. Kupikir aku akan cukup puas hanya dengan membaca buku saja. Tapi itu berubah seiring dengan berjalannya waktu. Aku dipenuhi hasrat ingin mengikuti ujian sastra dan setiap kali aku tidak dapat meraihnya, aku menjadi patah semangat. Setiap kali aku melihat murid-murid bangsawan yang menjadi teman sekelasku pergi ke Seoul untuk mengikuti ujian sastra, aku selalu mengucurkan air mata. Pada akhirnya, aku membenci kedua orangtuaku dan hidup dengan penghidupan yang memalukan, mengutuki status sosialku yang rendah.” Menatap pada anaknya, “Jangan menaruh harapanmu pada tempat di mana tidak ada jalan tembus. Kau harus memutar selagi kau bisa.” Tapi Hur Gyeum menolaknya, “Aku tidak bisa melakukan hal itu. Jika aku harus membuat keputusan dan menentukan pilihan, aku tidak akan menyerah untuk melangkah di jalan ini, tapi akan mencoba untuk menahan rasa sakit itu karena pasti suatu saat nanti kesempatan itu akan datang padaku.”. Hur June tidak bisa bicara lagi melihat tekad dari anaknya.

Paviliun In Gyung, Doji memeriksa kondisi dari Pangeran Shin Sung, yang mengerang kesakitan, tapi menjadi terkejut melihat begitu banyak borok di tubuhnya, terutama di punggungnya. Ia kemudian membubuhkan bubuk obat pada borok-borok tersebut.

Doji keluar dari Paviliun dan memberitahu Sehee, yang sekarang menjadi Wakil Kepala Perawat Naeuiwon (Rumah Sakit Kerajaan), kalau penyakit yang diderita oleh Pangeran Shin Sung tidaklah separah yang kelihatan di luar. Ia menyuruh Sehee untuk menjaga mulutnya kemudian pergi. Tapi seorang perawat yang membantu Sehee bertanya bukankah penyakit dari Pangeran semakin hari semakin memburuk tapi kenapa dikatakan oleh Doji tidak serius? Sehee menegurnya dan mengatakan, “Jika kau ingin menjadi perawat di Istana maka banyak hal yang mana kau harus berpura-pura tidak melihat maupun mendengar”

Raja memanggil Doji dan bertanya bagaimana kondisi Shin Sung, apakah ada kemajuan, Doji menjawab kalau Pangeran Shin Sung semakin membaik dengan pengobatan yang telah ia lakukan. Tapi Inbin Mama tidak mempercayainya karena ketika ia menjenguk anaknya pagi ini, borok tumor itu sudah menyebar sampai ke leher dan ini sudah sebulan lebih, tapi setiap kali ia bertanya selalu dijawab menjadi lebih baik terus. Berapa lama lagi ia  harus sabar menunggu. Doji mencoba berkelit dengan mengatakan kalau memang benar borok tumor itu menyebar tapi nanahnya sudah berhenti dan lukanya sudah mulai sembuh jadi mereka tidak perlu mencemaskannya. Raja menyadari kalau dr. Yoo sudah melakukan banyak hal sehingga Pangeran Shin Sung tumbuh dengan sehat, jadi ia akan mempercayai perkataan dr. Yoo dan berharap agar dr. Yoo melakukan yang terbaik untuk menyembuhkan Shin Sung. Doji berterima kasih.

Doji menemui petugas di gudang obat dan memerintahkannya mempersiapkan ramuan obat dan mengingatkan agar dandelion yang dikeringkan dan Portulaca Oleracea untuk direbus tapi Pinnelia ternata, Aconiti Tuber, dan foxgloves harus ditumbuk. Dr. Chung datang dan mendengar semua bahan itu, bertanya bukankah itu untuk penyakit bernanah. Jadi apakah penyakit Pangeran Shin Sung menjadi memburuk. Jika itu benar maka kalau penyakit nanahnya semakin dalam bisa-bisa kulitnya akan membusuk dan … Doji menegurnya betapa kata-katanya itu kasar dan tidak hormat pada Pangeran Shin Sung. Penyakit itu tidaklah serius seperti yang terlihat jadi tidak ada yang perlu dicemaskan dan lebih baik dr. Chung pikirkan saja urusannya sendiri. Dr. Chung terkejut dan heran dengan sikap Doji.

Doji keluar dari gudang obat, membatin “Pangeran Shin Sung adalah pangeran yang paling dikasihi oleh Raja. Jika aku melakukan kesalahan sedikit saja, aku akan kehilangan semuanya yang telah aku kumpulkan selama ini dalam sekejap saja. Memakan waktu selama 10 tahun kerja keras untuk melampaui Hur June dan sampai pada posisiku ini. Aku tidak dapat jatuh seperti ini saat aku sudah dekat dengan posisi dokter Raja yang sudah ada di depanku. Aku tidak akan terdorong jatuh lagi.”

Dokter Yang mengutus orang menemui Doji dan memberitahu kalau ia ingin bertemu dengan Doji.

Doji segera menemui dokter Raja. Nah … kita melihat lagi duo sirik, yang kelihatannya sudah kembali bertugas di Istana. Dr. Yang mengatakan kalau ia baru saja bertemu dengan Raja. Dengan sakitnya Pangeran Shin Sung, Raja sangat khawatir. Dr. Yang tidak memberitahu Raja, tapi seharusnya Doji dapat menyembuhkannya hanya dalam beberapa hari saja tapi mengapa masih tidak ada perkembangan. Doji beralasan kalau penyakit itu telah menembus cukup dalam tapi dr. Yang tidak perlu terlalu cemas. Dr. Yang mengingatkannya kalau Doji sekarang sudah mewakili dr. Yang bertanggungjawab atas Departemen Medis jadi jangan samapai ada kesalahan. Doji mengiyakannya. Dr. Yang menyuruhnya pergi. Doji mau pergi tapi kemudian membalikkan tubuhnya dan memberitahu kalau ia berpikir untuk memberi dr. Hur kesempatan merawat Pangeran Shin Sung. Duo sirik dan dr. Yang terkejut.

Pada pertemuan para pejabat, dr. Yang memberitahu kalau ia akan memberikan dr. Hur tanggungjawab atas kesehatan dari Pangeran Shin Sung. Kim Gongryang bertanya apa alasannya. Dr. Yang menjawab kalau dr. Hur sangat ahli dalam tumor  Para pejabat menyetujuinya karena tidak ada di antara mereka yang tahu akan ilmu pengobatan, dan juga memperingatkan kalau Shin Sung adalah pangeran yang sangat dikasihi oleh Raja jadi harus dirawat dengan seksama. Dr. Yang mengiyakannya.

Duo sirik dan juga dr. Chung menemui dr. Yoo dan bertanya mengapa ia membiarkan dr. Hur yang menangani Pangeran Shin Sung, yang sangat dikasihi oleh Raja dan mungkin saja akan menerima tahta. Doji mengatakan kalau seperti yang mereka ketahui semua kalau dr. Hur memiliki kehalian hebat dalam bidang pengobatan, sungguh disayangkan kalau ia tetahan di perpustakaan dan juga ruangan ramuan, membuat keahliannya menurun, jadi ia akan memberikan kesempatan bagi dr. Hur menunjukkan keahliannya dan menjadi dokter Istana. Apalagi dr. Hur ada di bawah kekuasaannya, bukankah itu adalah tugasnya untuk membukakan jalan baginya di masa depan sehingga dapat berkembang menjadi lebih besar. Doji kemudian meninggalkan mereka bertiga, yang kebingungan dan masih tidak paham apa yang ada di balik semuanya ini.

Hur June sedang memberikan penjelasan mengenai bahan obat dan efeknya pada para petugas ramuan ketika Sehee mendatanginya dan mengatakan kalau sudah waktunya Hur June memberikan pelatihan. Hur June mengiyakannya kemudian segera pergi ke asrama para perawat.

Di asrama perawat, Hongchun dan Ye Jin sedang memberikan pelajaran. Hongchun menyerahkan pada Ye Jin untuk mengajari para perawat baru.

Ye Jin :Tanaman obat dibagi menjadi tiga kelas: tinggi, menengah, dan rendah berdasarkan efeknya. (pada seorang perawat) Ok Jung beritahu pada kami mengenai kelas tinggi.

Ok Jung: Ada 120 jenis dan dianggap sebagai tanaman obat yang utama.

Ye Jin: Dan?

Ok Jung: Itu adalah tanaman obat dengan kualitas terbaik digunakan untuk memperpanjang hidup seseorang dan  juga karena itu terhubung dengan energi dari Langit jadi tidak beracun dan tidak melukai orang walaupun digunakan untuk waktu yang lama.

Ye Jin: (mengangguk puas, kemudian pada perawat yang lain) Chae Ryung beritahu mengenai kelas menengah!

Chae Ryung: Ada 120 tanaman obat sama dan digunakan sebagai tanaman utama.

Hongchun mengangguk membenarkan , kemudian melihat kalau Hur June ternyata sudah datang dan mengamati mereka. Ia menghentikan sementara sesi pelajarannya dan mengalihkannya pada Hur June. Hur June memberi selamat pada Hongchun yang batu diangkat menjadi kepala perawat Naeuiwon. Hongchun menjawab kalau itu adalah beban tambahan dari apa yang sudah ditanganinya selama ini. Hur June kemudian duduk di kursi utama dan memulai pelajarannya.

Hur June: Seperti yang sudah dikatakan oleh perawat Ye Jin, ada 3 kelas tanaman obat, tinggi, menengah, dan rendah.  Satu yang perlu diperhatikan penggunaannya adalah kelas rendah, karena beracun dan efeknya sangat kuat jadi itu dapat melukai energi seseorang jika tidak digunakan secara tepat. Di antara para dokter dan juga perawat ada orang-orang yang menyalahgunakan obat-obatan kelas rendah demi pengobatan yang cepat tanpa mempedulikan masa depan pasien. Ini sama saja dengan memberikan racun pada para pasien

Sanghwa menemuinya dan mengatakan kalau dr. Yoo ingin bertemu. Hur menjawab kalau ia sedang dalam pelatihan. Sanghwa menyahut kalau ia sudah melakukannya tapi dr. Yoo memaksa untuk bertemu segear.

Hur June menemui Doji, yang memberitahunya kalau Ia akan bertanggungjawab merawat Pangeran Shin Sung bersama dengan Jang Hak Dong. Doji beralasan kalau ia sangat menyayangkan kalau Hur June tetap tertahan saja di ruang ramuan dan perpustakaan, menyia-nyiakan bakatnya yang hebat. Jadi Doji meminta ini pada dokter Raja dan disetujui olehnya.

Hur June berterima kasih karena membiarkannya selama ini berdiam di perpustakaan untuk mempelajari banyak buku pengobatan. (Padahal memang itu maksud Doji, biar Hur June tidak menonjol) Hur June merasa kalau seharusnya Doji lah yang merawat Shin Sung karena Raja sangat sayang padanya. Doji beralasan karena ia sekarang yang bertanggungjawab atas Departemen Medis dan sudah mendapatkan kepercayaan dari dokter Raja, ia sudah tidak menginginkan yang lebih lagi. Doji meminta agar Hur June melakukan yang terbaik dan merawat kesehatan Pangeran Shin Sung dan menjadikan ini sebagai batu loncatan bagi dirinya untuk menjadi dokter Raja. Doji kemudian meninggalkan Hur June yang keheranan.

Jang Hak Do curiga, karena biasanya Doji selalu merencanakan hal yang buruk pada Hur June tapi kenapa sekarang ia bertindak seakan-akan sedang membantu Hur June, pasti ada rencana jahat di balik semua ini. Hur June menegurnya, mengapa ia menduga buruk pada kebaikan orang lain. Hur June menyuruh Sanghwa untuk mempersiapkan semuanya dan memanggil para perawat asistennya. Sanghwa mengiyakannya.

Hur June memeriksa keadaan dari Pangeran Shin Sung dan terkejut melihat kondisi penyakitnya.

Jang Hak Do, Hur June, dan Ye Jin berdiskusi di luar Paviliun In Gyung.

Jang: Ada nanah di semua borok tumor, dan juga pada tumor yang menyebar ke leher Pangeran. Dan Pangeran juga menderita “bedsore” di punggungnya.  Aku tidak pernah melihat tumor serius semacam ini. Jika kau tidak berhati-hati, hidupnya mungkin dalam bahaya.

* Bedsore adalah luka baring, yaitu lecet-lecet di kulit seorang pasien karena terlalu lama berbaring tanpa dibalik.

Ye Jin menatap cemas pada Hur June. Hur June sendiri juga sedikit bingung.

Jang: Apa yang sudah kubilang, alasan mengapa dr. Yoo  merekomendasikanmu bukanlah perhatiannya padamu tapi rencana jahat. Dia mendorongmu ke tebing sehingga dirinya bisa hidup.

Hur June: Perkataanmu terlalu berlebihan!

Jang: Aku akan pergi menemui dokter Raja! Kau tidak bisa diseret ke dalam situasi seperti ini.

Hur June: Itu sudah diletakkan di atas pundakku sekarang! Aku tidak dapat berkata kalau aku tidak bisa melakukannya bahkan sebelum aku mencobanya.

Jang: Berhentilah bersikap bodoh! Apakah kau ingin melangkah menuju perangkap yang sedang dipasang untukmu?

Hur June tampak bimbang.

Hur June memijit borok tumor di punggung Pangeran Shin Sung berusaha untuk mengeluarkan nanah yang ada di dalam borok itu. Pangeran Shin Sung berteriak kesakitan. Tapi setelah beberapa saat Hur June mengatakan kalau sudah terlambat, nanahnya sudah menembus terlalu dalam dan tidak bisa dikeluarkan hanya dengan tangan saja.  Tiba-tiba terdengar seruan kalau Inbin Mama datang.

Inbin masuk ke kamar dan terkejut melihat banyak handuk berlumuran darah dan nanah, kemudian menghampiri anaknya dan lebih terkejut lagi melihat kondisi anaknya. Pangeran Shin Sung menangis memanggil-manggil ibunya. Inbin hatinya bagaikan diiris dan segera membentak dr. Hur, apa yang sedang dilakukannya. Semua orang termasuk dr. Hur terkejut.

Inbin memanggil Hur June ke kamarnya. Ia sudah pernah mendengar reputasi Hur June yang dikatakan kalau memiliki keahlian medis yang hebat, tapi mengapa ia memperlakukan anaknya dengan kasar, bukankah Pangeran masih kecil dan sedang sakit. Hur June meminta maaf, kalau ia melakukan pengobatan dengan biasa saja maka itu akan menyembuhkannya untuk sementara saja dan hidupnya mungkin dalam bahaya. Inbin terkejut dan bertanya apa maksud perkataanya itu. Menurut penglihatannya, Hur June mengatakan kalau itu bukanlah tumor biasa. Nanah sudah menyebar ke seluruh bagian yang terkena tumor dan di bagian yang serius kulitnya mulai membusuk. Itulah alasannya mengapa Pangeran menderita kesakitan.

Tapi Inbin tidak mempercayainya karena Doji mengatakan kalau itu hanyalah tumor biasa. Tapi sekarang Hur June mengatakan kalau Pangeran Shin Sung bisa saja mati. Bagaimana bisa dua orang dokter sangat berbeda perkataannya. Kim Gongryang bertanya apakah dr. Hur yakin dengan diagnosanya ataukah ia hanya ingin mencari alasan karena tidak percaya bisa menyembuhkan pangeran Shin Sung. Hur June menjawab kalau ia hanya melaporkan apa yang dilihatnya. Inbin dan Kim kaget.

Doji menemui Inbin Mama di Paviliun In Gyung. Inbin bertanya mengapa perkataaan dari dr. Hur dan Doji berbeda, dr. Hur mengatakan kalau tumornya sangat berbahaya sedangkan Doji beberapa hari yang lalu mengatakan kalau itu hanya tumor ringan. Jadi mana yang benar. Doji sudah mempersiapkan jawaban ini, menjawab kalau perkataannya dan juga dr. Hur sama-sama benar. Inbin kaget dan bertanya apa maksudnya. Doji mengatakan kalau saat dia menangani Pangeran Shin Sung, tumornya masih termasuk skala ringan tapi setelah dirawat oleh Hur June justru menjadi semakin parah. Inbin segera bertanya kalau begitu apakah cara pengobatan Hur June yang salah, mengapa bisa Doji memilih dokter seperti itu untuk menangani Pangeran Shin Sung. Doji berpura-pura membela Hur June, mengatakan kalau dr. Hur memiliki keahlian medis yang luar biasa, apalagi ia sangat ahli dalam tumor jadi Doji meminta agar Inbin memberi Hur June waktu.

Hur June bersama beberapa asisten perawat, termasuk Ye Jin sedang menuju ke Paviliun Inbin bertemu dengan Doji yang baru saja keluar dari menemui Inbin. Doji segera mencela Hur June, seharusnya Hur June sebagai dokter Istana bukan saja tugasnya untuk menyembuhkan penyakit keluarga Raja tapi juga memperhatikan suasana hati dan menghilangkan kecemasan mereka. Tapi mengapa justru Hur June melaporkan kalau keadaan Pangeran sangat serius sehingga membuat Inbin Mama sangat cemas.  Hur June mencoba membela diri tapi Doji segera menyela walalupun tumor Pangeran bukan tumor biasa tapi tidak serius sehingga bisa  membuatnya mati. Doji memperingatkan Hur June untuk menjaga mulutnya lain kali. Hur June terperangah. Doji kemudian meninggalkan Hur June dan para perawat itu. Hur June mengawasi punggung Doji, sekarang ia baru mengerti kebenaran dari perkataan Jang Hak Do.

Kita menuju ke sebuah rumah besar milik orang kaya, beberapa pelayan sedang menunggu di halaman. Seorang wanita keluar dari dalam rumah dan memarahi para pelayan, wanita itu ternyata adalah Haman, yang bersolek dan berpakaian bagus dan sangat cerah, baju kuning dan rok merah … sungguh mencolok mata … whhahahah …

Ia memarahi para pelayan karena rumahnya sungguh kacau, apa sebenarnya yang mereka lakukan akhir-akhir ini. Haman menegur pelayan perempuan yang bernama Sam Wol yang sering keluyuran di luar. Tentu saja Sam Wol membantahnya. Haman memperingatinya jika saja ia mendengar Sam Wol keluyuran lagi maka Haman akan memberikan pelajaran padanya. Haman tiba-tiba merasa gatal di hidung dan membuang ingus, persis seperti yang dilakukan oleh para pelayan, sama sekali tidak menunjukkan kalau ia adalah seorang Nyonya kaya. Semua pelayan menahan geli. Haman menjadi marah dan mengejar mereka.

Ilsuh dan Yangtae datang menyaksikan semua itu. Yangtae mengatakan kalau teriakan istri Ilsuh memang seperti Nyonya dari rumah orang kaya. Ilsun menyahut bukankah memang demikian. Yangtae berujar, “Seekor katak tidak dapat mengingat masa-masa ia menjadi kecebong” Yangtae menyuruh Haman untuk mengingat masa lampau dan jangan terlalu galak pada para pelayan.

Tiba-tiba Haman melihat anaknya sedang mengendap-endap pergi dengan menenteng sebuah bungkusan. Haman berteriak memanggil anaknya, “ Unyun-ah!” Unyun terkejut dan segera lari, dikejar oleh ibunya. Unyun tersandung dan jatuh, kemudian bangun. Haman datang bertanya kemana ia akan pergi. Unyun menjawab kalau ia akan pergi keluar sebentar saja. Haman melihat bungkusan yang dibawa oleh Unyun dan bertanya apa itu. Unyun menjawab kalau itu bukanlah apa-apa. Haman mendesaknya, Unyun dengan terpaksa menjawab kalau ia meminta tukang masak untuk memasak kuah ayam panas dengan ginseng untuk diberikan pada Gyeum. Haman menegurnya, sudah berapa kali dibilangi kalau ia akan memilihkan suami yang cocok dengan Unyun jadi lebih baik Unyun melupakan saja Gyeum. Unyun cemberut dan menjerit keras kalau ia tetap akan menikah dengan Gyum. Haman menutup telinganya dari jeritan Unyun. Unyun menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri.

Haman tidak bisa melakukan apapun dan menyebut anaknya gadis yang tolol sekali. Ilsuh dan Yangtae datang dan bertanya ada apa. Haman menjawa kalau Unyun sangat keras kepala mengatakan kalau ia akan menikahi Gyum. Yangtae menyahut kalau itu tidak bisa jadi, keluarga Hur June sangat spesial, bagaimana mereka bisa bermimpi seperti itu. Ilsuh dan Jaman tidak terima dan bersatu menghadapi Yangtae, bukankah Hur June menikahi Dahee, yang dari keluarga bangsawan, padahal ia adalah dari keluarga berstatus sosial rendah. Dan sekarang keluarga mereka kaya jadi mengapa mereka tidak bisa melakukan itu. Haman mendukung suaminya. Yangtae menggelengkan kepalanya dan tidak tahu mesti berbuat apa dengan kedua orang itu.

Unyun masuk ke kediaman Hur June dan bertemu dengan Nyonya Son. Unyun memberi hormat dan menanyakan kabarnya. Nyonya Son sangat senang dan memujinya kalau Unyun sekarang bertingkah laku seperti seorang wanita dewasa kemudian bertanya untuk apa ia datang kemari. Unyun malu-malu bertanya di mana Gyum Orrabuni, Nyonya Son menjawab kalau Gyum ada di kamarnya dan menyuruh Unyun ke sana. Unyun memberi hormat kemudian segera ke kamar Gyum.

Nyonya Son masuk ke dapur, Dahee juga sedang ke sana dan bertanya apa yang barusan itu bukannya Unyun. Nyonya Son menjawab kalau Unyun pergi menemui  Gyum. Wajah Dahee tampak berubah, Nyonya Son bertanya ada apa. Dahee menjelaskan saat mereka berdua kecil tidak masalah kalau mereka begitu dekat, tapi sekarang Unyun sudah bertumbuh menjadi seorang gadis jadi seharunya berhenti berkumpul dengan laki-laki. Nyonya Son tertawa dan menjawab kalau itu tidak masalah.

Unyun masuk ke kamar Gyum dan menyapanya. Gyum tersenyum melihat Unyun tapi tetap melanjutkan membaca. Unyun segera membuka bungkusan dan mengatakan kalau ia memasakkan Gyum hidangan kuah ayam panas dengan ginseng. Gyum menolaknya dengan halus, mengatakan kalau ia tidak lapar lebih baik Unyun memberikannya pada neneknya. Apalagi ia masih banyak buku yang harus dibaca dan dipelajarinya jadi meminta Unyun untuk meninggalkannya. Unyun bersedih dan mengatakan kalau ini khusus ia buatkan bagi Gyum. Dan apakah Gyum tidak tahu apa yang dirasakannya. Unyun berdiri dan mengatakan kalau ia membenci Gyum lalu segera keluar. Gyum tersenyum geli melihat perilaku dari Unyun lalu melanjutkan membaca buku.

Hongchun mendatangi ruang ramuan dan meminta seorang petugas ramuan untuk memberitahukan pada semua petugas ruang ramuan untuk keluar menemuinya.

Ohgun sedang memarahi anakbuahnya karena mencampur bahan obat berkualitas tinggi dengan yang berkualitas sedang, menegur seorang petugas yang ketiduran dan mengatakan kalau dr  Yoo melihatnya, maka petugas itu akan mati …. Tiba-tiba petugas yang di luar mendatangi Ohgun memberitahu kalau Kepala Perawat Istana meminta semua orang untuk keluar menemuinya, Ohgun bertanya apakah itu juga termasuk dirinya ….

Hongchun menunggu di halaman ruangan ramuan sampai semua orang keluar, termasuk Ohgun, suaminya. Ohgun bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Hongchun langsung menjawabnya ke semua orang, kalau ia mendengar ada pria yang menghina satu di antara perawat anakbuahnya di antara para petugas gudang ramuan, dan bertanya pada Ohgun siapa orang itu. Ohgun terkejut . Hongchun melanjutkan kalau itu bukan satu orang saja. Ohgun segera membalikkan badannya dan dengan marah bertanya pada anakbuahnya apakah ada di antara mereka yang melakukan itu. Jika memang ada maka ia akan mengikat tangannya dan menaruhnya di alat pemenggal, mengangkat pisaunya dan menjatuhkan pisau pemotong itu. Ohgun kemudian berjanji pada Hongchun kalau itu tidak akan terjadi lagi jadi ia meminta pada Ohgun agar mengakhiri itu di sini dan kembali. Tapi Hongchun justru memanggil seorang perawat bernama Jang Duk dan menyuruhnya untuk mencari orang yang telah menghinanya. Ohgun tampak terkejut melihat Jang Duk.

Jang Duk segera memperhatikan para petugas itu satu-satu dan sampai pada Ohgun yang salah tingkah berusaha menutupi jenggotnya. Jang Duk justru semakin curiga dan mengamati Ohgun, yang membuka mulutnya dan membengkokkan bibirnya berkata kalau ia tidak mengenali Jang Duk jadi mengapa Jang Duk mengawasinya seperti itu. Jang Duk memanggil Hongchun, yang menjadi salah tingkah, dan meminta untuk berbicara berdua dengan Ohgun.

Hongchun segera memarahinya betapa memalukan perbuatannya itu. Ohgun membela diri kalau ia tidak pernah menyentuh ataupun menghina Jang Duk. Bagaimana ia bisa melirik gadis lain kalau ia sudah punya Hongchun. Jang Duk itu hampir seperti anak perempuan bagi Ohgun jadi … Hongchun menyela dan mengancamnya, jika sampai ia mendengar kalau Ohgun melirik seorang perawat lagi, maka ia tidak akan tinggal diam saja. Hongchun segera pergi. Ohgun bergumam kelihatannya ia harus bertugas malam lagi hari ini.

Hur June dibantu oleh ketiga rekannya, Jang, Lee, dan Sanghwa mencari cara untuk menyembuhkan penyakit dari Pangeran Shin Sung dari berbagai buku medis yang ada.

Hur June memberikan beberapa resep yang harus dibuat bagi Pangeran Shin Sung pada para perawat di ruang ramuan.

Hur June menyuapi Pangeran Shin Sung dengan obat kemudian memeriksa kembali kondisi borok tumornya.

Hur June sedang menuju ke ruang ramuan ketika bertemu dengan Inbin Mama dan Kim Gongryang, yang bertanya bagaimana kondisi Pangeran, apakah ada kemajuan. Hur June yang tidak terbiasa berbohong mengatakan yang sebenarnya kalau masih tidak ada.  Kim Gongryang tidak terima, bagaimana bisa tidak ada kemajuan padahal dr. Hur sudah menanganinya sekian lama.

Doji lewat di tempat itu dan melihat kejadian itu dan segera menyembunyikan diri di balik pohon.

Inbin Mama mendengar kalau dr. Hur sering mengunjungi Pangeran Gwanghae dan memiliki hubungan yang dekat dan bertanya apa itu benar. Hur June serba salah. Inbin kemudian melanjutkan apakah mungkin kelambatan ini dikarenakan Hur June lebih memperhatikan Gwanghae daripada Shin Sung. Hur June segera membantahnya, ia sudah melakukan yang terbaik bagi Shin Sung. Kim Gongryang mengancamnya, jika masih tidak ada kemajuan maka lebih baik Hur June bersiap untuk menerima hukumannya. Inbin dan Kim serta pengiring mereka segera pergi meninggalkan rombongan Hur June.

Doji yang melihat semua itu merasa lega dan senang. Lega karena bukan dirinya yang menjadi tertuduh dan senang karena ia berhasil membuat Hur June dalam kesulitan.

Hur June mencari pengobatan yang pas bagi Shin Sung siang dan malam, membaca banyak buku medis. Satu malam ia dan Sanghwa, sedang membaca-baca buku pengobatan. Sanghwa merasa lehernya kaku sehingga memukul-mukulnya dengan tangan, Hur June melihat dan menyuruh Sanghwa untuk pergi beristirahat. Sanghwa menyahut kalau ia tidak apa-apa dan melanjutkan membaca.

Subuh menjelang, Sanghwa dan Hur June masih asik membaca buku-buku medis. Tiba-tiba ada yang menarik perhatian dari Hur June, ia membacanya lagi dan kemudian dengan gembira berseru kalau ia telah menemukannya, Sanghwa terkejut. Hur June berseru lagi kalau ia telah menemukan cara untuk menyembuhkan Pangeran Shin Sung. Sanghwa yang mendengarnya sangat senang.

Hur June diikuti oleh Sanghwa menuju gudang obat untuk mencari Ohgun, bertanya pada Ye Jin yang ada di sana, kemudian mendapati Ohgun sedang memasukkan kepalanya ke dalam perapian, Ohgun menemuinya dengan wajah kotor dan mengatakan kalau ia bermimpi tadi malam sedang memancing ikan dengan Hur June dan mendapatkan ikan besar sepelukannya, jadi apa artinya itu … ( heheheh mimpi si Ohgun ini tepat tapi bukan ikan yang ia pancing melainkan …… lanjut baca aja ya 😛 ). Hur June meminta bantuan padanya untuk melakukan sesuatu.

Paviliun In Gyung, Hur June menanti Ohgun dengan gelisah. Ohgun kemudian datang membawa sebuah guci kecil dan menyerahkannya pada Hur June yang kemudian memeriksa isinya dan cocok. Hur Juen berterima kasih lalu membawa guci itu ke dalam Paviliun. Dr. Chung mendatangi Ohgun dan bertanya apa itu. Ohgun menjawab kalau itu adalah metode rahasia untuk menyembuhkan penyakit Shin Sung. Dr. Chung heran dan mendesak terus pada Ohgun untuk mengatakan apa isi guci itu, Ohgun tampak terintimidasi dan membisikkannya pada dr. Chun yang menjadi terkejut.….

Ye Jin membersihkan punggung Pangeran Shin Sung, Hur June dan Sanghwa menunggu. Selesai membersihkan, Ye Jin segera membawa mangkuk besar bertutup pada Hur June. Hur June membuka tutupnya dan mengaduk mangkuk itu, yang ternyata berisi ….. LINTAH ….  Para dayang dan perawat lainnya segera merasa jijik melihat binatang itu. Hur June tidak mempedulikan mereka, mengambil seekor dan mau menaruhnya ke borok tumor di punggung Pangeran Shin Sung. Tapi pangeran Shin Sun ketakutan dan memberontak saat melihat Hur June akan menaruh lintah di punggungnya. Ye Jin dan Sanghwa dengan sigap langsung memegangi kedua tangannya. Hur June menaruh satu demi satu lintah di setiap borok tumor di punggung Shin Sung. Dayang kepala paviliun pangeran tidak tahan dan segera pergi keluar.

Dayang itu ternyata berlari ke Paviliun In Gyung dan memberitahu Inbin Mama mengenai dr. Hur June yang menggunakan lintah untuk mengobati anaknya. Inbin Mama dan Kim Gongryang terkejut.

Pangeran Shin Sung pingsan, Hur June masih melanjutkan metode pengobatan dengan lintah. Mengganti setiap lintah yang sudah menjadi gemuk karena menghisap darah bercampur nanah dari setiap borok tumor di punggung Shin Sung. Tiba-tiba Inbin datang dan membentak apa yang sedang dilakukan oleh Hur June. Semua orang segera bangkit berdiri memberi hormat pada Inbin. Inbin menghampiri anaknya dan terkejut melihat banyak lintah sedang mengeliat kesana kemari di punggung anaknya. Kim Gongryang langsung bertanya apakah Hur June sinting, bagaimana bisa ia melakukan ini kecuali kalau Hur June memang sinting. Hur June menyahut kalau ini untuk menyembuhkan penyakit pangeran.

Inbin memerintahkan Hur June untuk segera mengambil semua lintah itu. Hur June menentangnya. Inbin kaget. Hur June mengatakan kalau ini adalah satu-satunya cara untuk menyembuhkan penyakitnya. Kim bertanya bagaimana dengan metode akupungtur dan ramuan, Hur June menjawab kalau lukanya terlalu dalam untuk diobati hanya dengan akupungtur dan ramuan saja. Tapi Inbin tidak dapet menerimanya, apa hanya ini saja yang dapat dilakukan oleh Hur June, meletakkan ular menjijikkan di punggung pangeran. Perbuatan ini berarti menghina pangeran.  Inbin memerintahkan untuk menghentikan pengobatan ini. Tapi Hur June tetap menentangnya dan mengatakan kalau ia tetap harus melanjutkan pengobatan ini, Inbin tak menyangka, Kim menuduh Hur June apa ia berusaha menentang perintah dari Inbin. Hur June beralasan jika ia menghentikan pengobatan ini sekarang maka hidup pangeran akan dalam bahaya. “Orang yang berusaha menyembuhkan penyakit adalah seorang dokter, Yang Mulia!” Karena Inbin sendiri yang memberinya tanggung jawab maka ia meminta agar Inbin mempercayainya dan menunggu sampai ia selesai dengan pengobatan ini. Inbin tidak bisa apa-apa karena Hur June sudah mengatakan kalau pengobatan ini dihentikan maka hidup anaknya dalam bahaya.

Hur June melanjutkan pengobatannya, hanya ada Hur June, Ye Jin, dan para perawat lain yang ada dalam ruangan itu.

Tiba-tiba Kim Gongryang datang bersama dengan dokter Raja dan Doji masuk ke dalam. Kim menunjuk pada Hur June dan lintah-lintahnya, mengatakan kalau dr. Yang sekarang pasti sudah melihat semua ini. Doji terkejut dan bertanya apa yang sedang dilakukan oleh Hur June. Hur June menjawab kalau ia menggunakan lintah untuk menghisap darah bercampur nanah dari luka tumor. Doji tidak bisa menerima, bagaimana Hur Juen bisa menggunakan lintah untuk menghisap darah nanah dari luka… Hur June menjawab kalau lintah dapat menghisap banyak darah yang cukup untuk membuat seekor sapi atau kuda jatuh tak berdaya. Inilah satu-satunya cara untuk menghentikan nanah menembus ke dalam bagian lukanya. Dr. Yang hanya mengawasi dr. Hur, Doji menuduh Hur June berusaha menghina Pangeran dan menipu semua orang dan meminta agar dokter Raja untuk memerintahkan Hur June menghentikan pengobatan ini. Hur June segera menyangkalnya kalau ia melakukan ini tidak untuk menghina pangeran, tapi justru untuk menyelamatkan pangeran. Mereka berdua saling berdebat, Doji meminta dr. Yang untuk menghentikan pengobatan Hur June, sedangkan Hur June mengatakan kalau ini adalah satu-satunya cara.

Perdebatan itu berhenti ketika terdengar bentakan menegur mereka yang berteriak-teriak di depan pasien. Semua orang kaget dan segera berdiri memberi hormat. Raja masuk dan segera menghampiri Pangeran Shin Sung. Raja terkejut melihat banyak lintah di punggung Shin Sung dan menatap Hur June …. Inbin memandang Raja dengan memelas … dr. Yang tidak dapat ditebak … Doji tersenyum senang….. Hur June serba salah dan sedikit salah tingkah …

Kepala dayang Istana dan Kepala Kasim Istana menunggu dengan gelisah di luar. Lee Myung Won, Jang Hak Do, dan juga Sanghwa juga menunggu dengan tidak sabar….

Lintah-lintah sudah diambil dari punggung Shin Sung, tapi si pangeran kecil masih tetap pingsan. Raja mengelus-elus punggung anaknya kemudian memandang Hur June. Inbin dengan nada memelas meminta Raja mengamati Pangeran Shin Sung, bayangkan bagaimana sakitnya itu sehingga membuatnya pingsan. Inbin tidak bisa memaafkan Hur June. Bagaimana bisa seorang dokter melakukan hal konyol seperti ini. Dr.Yang berusaha membela kalau Hur June melakukan semuanya ini dengan tujuan untuk menyembuhkan penyakit pangeran …. Tapi raja berseru kalau ia tidak mau mendengar itu. Semua orang tersentak kaget. Raja sebenarnya beranggapan kalau keahlian Hur June sangat spesial dan berpikir berbeda mengenai integritasnya. Tapi untuk kali ini ia tidak bisa menerima pengobatan yang dilakukan oleh Hur June. Hur June mencoba mengobati penyakit Pangeran dengan lintah. Apa perbedaannya pengobatan yang dilakukannya dengan pengobatan yang dilakukan pada rakyat yang biasa dipraktekkan di antara orang-orang tidak terpelajar. Hur June ragu-ragu….. Inbin memandangnya dengan pandangan marah, dr. Yang tak bisa membantu, Doji tersenyum senang sekilas.

Hur June memberanikan diri meminta maaf karena telah menambah kegelisahan pada Raja, ia memang pantas mati. Raja menoleh padanya. Tapi Hur June punya keyakinan teguh kalau hanya pengobatan ini yang dapat menyelamatkan pangeran. Jika Raja menganggapnya bersalah karena tidak setia, Hur June bersedia menanggung hukumannya, tapi ia memohon agar Raja mengijinkannya untuk menyelesaikan pengobatannya sebelum menerima hukuman. Jika ia tidak melanjutkan pengobatannya sekarang maka nanahnya akan menembus ke bagian yang lebih dalam dan tidak akan dapat memulihkan kesehatan Pangeran seperti sedia kala. Tapi Inbin Mama tidak bisa menerima itu dan menyuruh Hur June berhenti membingungkan Raja. Tapi Hur June menyahut, kalau Inbin tidak bisa mempercayainya, maka Hur June meminta agar  Raja menaruh tangannya di atas dahi Pangeran, itu seharusnya sangat panas seperti api.

Raja segera meletakkan tangannya di atas dahi pangeran dan terkejut merasakan dahi anaknya panas sekali persis seperti yang dikatakan Hur June. Hur June melanjutkan  alasan mengapa Pangeran pingsan bukan dikarenakan rasa sakit karena disedot darahnya oleh lintah-lintah tapi dikarenakan demam tinggi. Jika mereka membiarkannya seperti ini  maka nanah akan menembus lebih ke dalam ke tulangnya dan jika terjadi demikian maka hidupnya akan dalam bahaya.  Hur June memohon agar Raja mempertimbangkannya lagi. Raja tampak bimbang. Dokter Raja membuka suara, memohon agar Raja mempercayai dr. Hur dan mengijinkannya untuk melanjutkan kemudian menceritakan kalau ia pernah melihat catatan bahwa Raja Joongjong juga pernah menggunakan lintah untuk mengeluarkan darah nanah saat ia menderita tumor dan menyembuhkan penyakitnya.

Raja tampak bimbang untuk beberapa saat. Semua orang sangat tegang menantikan keputussannya. Raja kemudian bertanya pada Hur June apa ia percaya dapat menyembuhkan penyakit pangeran. Hur June mengiyakannya dengan tegas. Raja memandangnya kemudian memutuskan agar Hur June melanjutkan pengobatan seperti yang Hur June percayai. Ye Jin sangat lega dan senang. Inbin terkejut tapi pasrah. Doji dan Kim Gongryang tidak menyangka. Raja mengatakan kalau ia akan mempercayai perkataan dari Hur June. Penderitaan Shin Sung juga penderitaannya, jadi Raja meminta agar Hur Jun menyembuhkannya apapun caranya. Hur June lega dan berjanji akan melakukan yang terbaik untuk menyembuhkan Pangeran Shin Sung…..

Iklan

33 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 55

  1. Trimakasih koh Andy atas kerja keras dan jerih payahnya membuat Sinopsis Huuh Joon. Kami sekeluarga, saya, suami dan kedua anak kami menjadi penggemar berat cerita drama Huh joon dan berusaha tidak ketinggalan menonton setiap tayangannya di LBS, sekaligus juga menjadi penggemar berat Blog ini karena menjawab rasa penasaran ttg episode berikutnya. Penghargaan setulusnya kami sampaikan untuk kerja kerasnya memberikan informasi lain seputar sinetron ini sampai-sampai membuka sejarah dan informasi seputar kehidupan di masa tersebut. Trims berat dan salut. Semoga Koh Andy mendapat berkat karena memberikan kesenangan buat orang lain melalui tulisannya.

    • wah … jadi semangat … hehehehe …. emang aku buat sinopsis ini untuk mempopulerkan dr. Huh Joon yang jalan cerita nya yang bagus banget, banyak pesan moral yang mendidik yang bisa diambil dan sangat relevan dengan kehidupan kita … thanks ya …. semoga keluarga mbak lina sehat-sehat saja dan semoga sukses 😀

    • Salah satu contoh, Koh Andy begitu detil menggambarkan situasi dan perasaan seorang pemain maupun pemain penyerta sekelilingnya dan sesekali Koh Andy mengomentari dengan pendapat dan gayanya sendiri sehingga saat menonton serialnya rasanya ‘ kita ‘ begitu menyatu dengan adegannya. Apalagi kalau ada yang lucu, rasanya lebih lucu membaca disinopsinya dari pada adegannya sendiri. Two thums Up …. Semangat Koh Andy !

  2. Tahun 1591.Loncat 8 tahun kedepan (Sejak Hur June memperoleh pengampunan Raja) :
    Wuih …… Tega banget ( bisakah kita mengerti alur pemikiran Sutradara ? )

    Alasannya mungkin :
    1. Mungkin kurun waktu tersebut tidak ada peristiwa penting menurut literature. Tapi sebenarnya penulis scenario bias improve ….. ( barangkali masalah biaya untuk tidak nambah episode ). Bukankah masa kanak-kanak banyak hal menarik misalnya casting cikal bakal calon istri Pangeran dan bukankah Korea banyak pemandangannya dan budaya yang indah dikenal dunia seperti adegan episode awal The Legendary Police Woman ? Ataukah memang pemeran Pangeran kecil tidak bisa improve (acting) ?
    2. Pemerataan. Episode tinggal 9 jadi actor aktris lain perlu diberi kesempatan mengisi casting Pangeran maupun anak-anak Hur June sendiri dan Il Suh Haman yang berjanjak remaja. Etc.
    3. Bagaimanan dengan aktris utama dan pemeran pembantu lainnya, jawabannya mungkin : tambah jenggot , rambut diputihkan, make up wajah bibir (ngasih pupur hitam dan kerutan) dan gigi ompong. Haiyyaaaaaaa !
    4. Lokasi syuting (shoot area). Bosen …. Dengan lokasi atau setting yang itu-itu. Pindah yuuuuuk! Mungkin dengan lokasi baru pemain tambah semangat …..

    Lainnya ? ….. Nanti Koh Andy yang melengkapi.

    • 5. Mungkin budgetnya udah hampir habis, ini khan drama produksi dari TV dan biasanya dikasih budget tertentu …
      6. Ratingnya tidak begitu bagus ???
      7. Penulis skenarionya pusing kepala … wkwkkw

  3. Koh Andy selain hur joon ada g’ drama lain yg bagus buat ditonton di LBS? tolong kasi saran dong..masalahnya ntar lg hur joon kan tamat ceritanya.mksh sblmnya yaaaa…

  4. Wahwahwah…..kang andy dan mas alika kompak banget ngoment joon, 2jempol!!! Emang kang, sinopsnya lebih hidup drpd dramanya, satu lirikan mata dan helaan nafas sangat berarti bagi kang andy… Terus semangat kang, rasanya kalo lg ngasih koment kayak ketemu langsung, pdhal ga tau asalnya drmn? emangnya kang andy dan mas alika asli drmn?(tolong jawab ya, penasaran) aku dr sumedang, asli kota tahu, tau kan?!

    • Benar Mas Budi kita tunggu ……. Doa’ kan Koh Andy Sehat-sehat
      dan bisnisnya lancar-lancar ………..
      Semasa kecil usia SMP saya banyak berteman dengan Chinese
      makanya saya senang lihat …. semua … yang sipit-sipit…. Hahaha ……………
      Saya berada ditengah Indonesia – Makassar. Asli Bugis. Bhinneka
      Tunggal Ika – Nusantara Bersatu. Mari … jangan persoalkan ras!
      Kita semua Bangsa Indonesia – Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh!
      Di Makassar ini banyak yg mempopulerkan Tahu Sumedang di resto lokal
      nyam …. nyam …..Enaaak! Kalau aku supaya makan tahu banyak ….
      ya ….. sambil dengerin muzieknya Maher Zain ……. Mmmmm

      • Maher Zain itu apa yang nyanyi Insya Allah ??? musiknya enak itu, walaupun non-muslim tapi aku juga suka dengerin lagunya … heheheheh 😀 kadang malah dengerin Sulis nyanyi atau Opick 😛 ….. ga peduli lagu apa, yang penting enak didengar ya kudengerin wahahahha …. 😛

        • Musik itu bersifat universal Koh Andy ……….
          Saya sendiri senang lagu Mandarin, Jepang
          dan Korea ….. ( walaupun kerepotan mengenai
          makna lagu yang didengar ) …. pokoknya Easy
          Listening lah ……….

  5. Setuju mas alika, the merchant dan polwan, pokonya kalo setting klasik semangat nonton, kalo dulu ada dongyi, seondeok, janggeum trus yg penari wanita, satu lg tamra yg ga jd diputer indosiar, pdhl dah beli kaset bajakan tp ga semangat nontonnya… Kalo kaset joon asli ga ada di jalanan, hehehe…. Biarin ah nunggu janji kang andy bikin sinops eps awal dan semua yg kelewat ya kang?! Ditunggu…

    • ceritanya juga kurang gereget … makanya aku nda suka 😛 … walaupun udah 2 kali tayang tapi aku cuman liat episode 1-3 abis itu ga tertarik, lain halnya dengan papaku yang suka dengan segala berbau saeguk … ahahahah … beliau yang justru lebih tergila-gila pada saeguk dari korea, bela-belain bangun pagi untuk liat Huh Joon (ga mau nonton yang malam, ngantuk katanya, juga nda mau lihat hasil donlodku, ga enak soalnya bahasa inggris mending liat di TV aja, gitu katanya 😀 )

      • Salam sama Papanya Koh Andy ……….
        sama dengan saya ….. setelah Sholat
        Subuh …. Nunggu sebentar ( Jam 6.00
        waktu Makassar ) nembak LBS ………..
        Sama dengan malam … Jam 23.00 waktu
        sini … walaupun ngantuk setia didepan
        LBS …. He he he……………………………..

  6. Koh Andy udh jam segini gua msh bolak balik nungguin sinopsis ke 56..tp blm muncul juga..tp gua maklum ini kan malam minggu..mungkin koh andy ngapel dulu baru bikin sinopsis huh joon yg makin seru..hehehe

  7. Ntar kalo malam minggu ga usah dtunggu ep. baru muncul dong. Soalnya koh andy punya “kegiatan khusus” yg lbh pnting. Hahaha…

    • wahahahah bisa aja … akakaka 😀 …. sori deh ya banyak banget janjiku tidak kutepati tapi jangan anggap aku orangnya suka ingkar, dan jangan anggap aku suka mencari-cari alasan, karena banyak kejadian di luar dugaan di rumahku, mohon maklum ya 😀

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s