Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 56

Ohgun seperti biasa jika ada kejadian luar biasa pasti menjadi pendongeng, sekarang ia  mengisahkan pada perawat dan petugas di gudang ramuan mengenai insiden di Paviliun In Gyung, bagaimana lintah-lintah digunakan untuk menyedot darah nanah dari luka tumor Pangeran Shin Sung. Dan tebak siapa yang mengumpulkan lintah-lintah itu? Orang-orang tidak tahu, Ohgun mengatakan, “Aku!” Semua orang terkesan ….  Seorang petugas mengatakan kalau ia tidak pernah mendengar kalau lintah bisa digunakan untuk mengobati tumor. Ohgun menyahut bagaimana mereka bisa memahami kepandaian dr. Hur. Penyakit Pangeran Shin Sung pasti akan disembuhkan olehnya.

Ohgun membawa anakbuahnya ke sawah dan menugaskan mereka untuk mencari lintah-lintah. Ia bermimpi tadi malam sedang memancing ikan besar, dan berpikir kalau itu mungkin pertanda ada yang hamil, tapi ternyata itu adalah mimpi tentang menangkapi lintah-lintah. Ohgun berseru pada anakbuahnya untuk lekas-lekas karena dr. Hur sedang menunggu mereka untuk menyerahkan lintah-lintah itu padanya.

Ohgun membawa sebuah guci, yang berisi lintah-lintah,  ke Paviliun In Gyung. Hur June menemuinya dan mengambil guci itu, berterima kasih atas bantuan Ohgun. Ohgun menyahut kalau itu dikumpulkan atas bantuan dari rekan-rekannya. Ohgun merasa seperti gatal di dalam tubuhnya. Hur June tersenyum geli. Ohgun kemudian pergi, dan Hur June beranjak masuk, tapi ada seseorang memanggilnya, Hur June segera menoleh dan melihat Pangeran Gwanghae sedang menghampirinya.

Pangeran Gwanghae bertanya apakah di dalam guci itu berisi lintah. .Hur June mengangguk mengiyakan. Pangeran Gwanghae mendengar banyak orang yang berkuatir dengan pengobatan Hur June, tapi semuanya akan diam saat penyakit Shin Sung sembuh jadi ia meminta Hur June agar tidak memikirkan semua itu dan hanya merawat adiknya dengan sungguh-sungguh. Hur June menyahut kalau ia akan melakukan yang terbaik.

Hur June melanjutkan pengobatan dengan lintah, menempatkan lintah-lintah di borok tumor di punggung Shin Sung. Mengganti lintah-lintah tersebut dengan yang baru saat mereka sudah gemuk menghisap darah nanah. Kelihatannya Pangeran Shin Sung sudah tidak takut lagi dengan  lintah-lintah itu karena tidak memberontak lagi dan malah enak tidur.

Hur June berdiskusi mengenai tanaman obat dengan Ye Jin di ruangan ramuan Istana. Doji masuk dan melihat mereka, hatinya masygul melihat Ye Jin. Doji tidak mau bertemu dan segera pergi keluar.

Malam hari, Hur June mulai membubuhkan bubuk obat di borok tumor yang sudah dihisap nanahnya.  Ye Jin mengawasi pekerjaan dr. Hur dengan seksama.

Beberapa hari kemudian ….

Dr. Chung bergegas menemui Doji dan memintanya untuk segera ke Paviliun In Gyung.  Doji heran dan bertanya ada apa.

Raja dan Inbin Mama memeriksa anak mereka, tampak kalau pada punggung Pangeran Shin Sung borok-borok tumornya sudah menghilang hanya tinggal noktah-noktah gelap bekas luka. Raja meraba-raba punggung anaknya yang sudah tidak ada tumornya dan menoleh pada Hur June, tertawa senang. Inbin juga sangat lega dan senang melihat penyakit anaknya ternyata sembuh.

Raja mengatakan pada Hur June, kalau menurut pendapatnya, penyakit Pangeran Shin Sung sudah sembuh. Jadi apakah sekarang ia boleh mempercayai penglihatannya itu. Hur June  Hur June memberitahu kalau nanah yang masuk ke dalam tubuhnya dan “bedsore” sudah hilang sekarang. Yang diperlukan hanya merawatnya lebih lanjut untuk menghilangkan bekas lukanya. Raja tertawa gembira menatap Inbin, yang juga gembira. Kim Gongryang sangat terkesan. Ye Jin tersenyum senang karena hasil dari kerja keras Hur June telah membuahkan hasil yang manis. Hur June sendiri seperti biasa tetap adem ayem, karena merasa ini bukan hal yang luar biasa. Sudah menjadi tugasnya menyembuhkan penyakit, baik itu keluarga Raja maupun rakyat miskin.

Raja keluar dari Paviliun Pangeran Shin Sung bersama dengan Inbn, Kim Gongryang, Hur June, dan Ye Jin serta para perawat dan dayang lainnya. Para menteri sedang menunggu Raja di halaman. Raja bersama rombongannya menghampiri mereka.  Doji dan dr. Chung berada di barisan belakang para menteri, bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.

Raja berhenti di depan para menteri, membalikkan tubuhnya dan memuji Hur June karena telah melakukan kerja yang sangat bagus. Hur June menunduk memberi hormat.  Walaupun Raja telah mengijinkan Hur June melanjutkan pengobatan tapi sebenarnya di dalam hatinya Raja tidak sepenuhnya yakin. Tapi sekarang ia sangat senang karena melihat sendiri kalau Hur June berhasil menyembuhkan penyakitnya secara keseluruhan.  Inbin berterima kasih pada Hur June. Hur June merasa tersanjung dan memberikan hormat sambil berterima kasih pada Raja.

Raja kemudian membalikkan tubuhnya, menatap pada para menteri yang sedang menunggunya, memberikan keputusan kalau ia ingin memberikan penghargaan pada Hur June atas prestasi gemilangnya ini. Raja memerintahkan agar Hur June dipromosikan ke jabatan DIREKTUR dari TINGKAT 3  dan mengangkatnya sebagai DOKTER RAJA.

* Dokter Raja adalah sembarang orang di Departemen Medis yang ada di posisi direktur dengan tingkat 3, yang berarti kalau orang itu hanya berselisih 2 orang saja dari Raja dalam piramida kekuasaan. Jadi menurutku dokter Raja bisa saja tidak hanya satu orang tapi 2-3 orang😀

Semua orang terkejut mendengar keputusan mendadak dan mengejutkan itu. Bahkan Hur June sendiri merasa kalau penghargaan ini terlalu berlebihan. Tapi Ye Jin justru tersenyum senang. Hur June memberanikan diri  mengutarakan keberatannya pada Raja, mengatakan kalau mengangkatnya sebagai dokter Raja adalah lebih daripada yang ia layak terima. Tapi Raja tidak menggubrisnya, ia mengatakan kalau dirinya sudah mengamati Hur June beberapa tahun belakangan ini. “Alasanku menganugerahkan itu pada dirimu adalah karena aku lebih percaya pada kepribadianmu daripada keahlian medismu.”  (Persis seperti  jawaban yang diberikan  dr. Yoo Wee Tae saat ditanya oleh Samjeuk mengapa mengutus Hur June untuk mengobati istri dari Tuan Sung / Menteri Sung sekarang) Raja melanjutkan, “Jangan berpikir kalau kau tidak layak untuk itu tetapi lakukanlah yang terbaik sehingga tidak mengecewakanku” Hur June tahu kalau ia tak bisa menolak lagi, segera berterima kasih atas kepercayaan yang begitu besar padanya. Ye Jin tersenyum senang dengan kesuksesan Hur June. Raja tertawa gembira menatap Inbin yang mendukung keputusannya. Doji tidak percaya kalau Hur June benar-benar berhasil menyembuhkan Pangeran Shin Sung dan sekarang justru melampaui dirinya, Hur June lah yang berhasil menjadi dokter Raja bukan dirinya. Doji sangat shock, badannya gemetar tiada henti. Dr. Chung pasrah menatap ke atas. Hur June tampak tersenyum lega dan puas pada pencapaiannya ini.

Doji di kantornya, tampak masih sangat shock.

Suara hati Doji: Inti tidak bisa jadi! Ini tidak boleh terjadi … !

Dr. Chung datang menemuinya dan memberitahu kalau ia mendengar para menteri sedang membicarakan kenaikan pangkat dari Hur June. Seharunya Dojilah yang diangkat menjadi dokter Raja dan tidak bisa mempercayai kalau hal ini bisa terjadi. Bagaimana bisa terjadi sebaliknya, justru Hur June yang menjadi dokter Raja. Doji menyuruh dr. Chung untuk meninggalkannya sendiri, tapi dr. Chung tetap nyerocos saja, mengatakan kalau para menteri akan berdebat dan menaikkan protes mereka pada Raja tentang pengangkatan Hur June jadi Doji tidak usah terlalu cemas. Tapi Doji yang sedang kesal segera menggebrak meja mengatakan kalau ia ingin sendirian, dr. Chung kaget. Doji segera bangun dan pergi dari ruangan kantornya.

Para menteri dan direktur (yang berjubah merah – tingkat 3 senior ke atas) sedang berkumpul membicarakan pengangkatan Hur June ke posisi direktur tingkat 3 senior sebagai dokter Raja. (Kelihatannya Perdana Menteri sudah berganti, dan sekarang Menteri Sung lah yang menjadi Perdana Menteri). Wakil Perdana Menteri tidak bisa menerima kenaikan pangkat Hur June, bukan 1 tingkat tapi langsung 2 tingkat dan memberi gelar direktur. (Jadi tidak melewati Naeuijeong – tingkat 3 junior di mana Doji sekarang berada). Dr. Jung Jak mencoba meredakan suasana kalau sebetulnya mereka tidak boleh berpikiran negatif, dr. Yang yang menjadi dokter Raja juga bergelar direktur. Jika memang dr. Hur membuat prestasi dan layak mendapatkan pengangkatan itu maka tidak ada alasan bagi mereka untuk memperdebatkannya. Menteri Jung menyahut kalau dr. Yang Yesu sudah bekerja sejak sebelum Raja Seonnjo, itu adalah pencapaian yang besar. Tidak pantas membandingkan dr. Yang dengan dr. Hur. Wakil PM menimpali ketika dr. Yang sendiri diangkat menjadi direktur, saat itu juga banyak protes menentangnya juga khan. Sekarang mereka tidak bisa membiarkan Hur juga. Menteri Kesehatan mendukung Wakil PM, jika mereka hanya menyaksikan seorang kelas menengah menjadi direktur dengan begitu mudahnya, bagaimana hukum negara dan disiplin dapat ditegakkan … (Itu lagi .. itu lagi …. Selalu alasan itu yang diajukan oleh pejabat … bosen jadinya … hehehehe😛 ) Wakil PM bertanya bagaimana pendapat PM Sung.  PM Sung merasa kalau mereka seharusnya mengikuti keputusan dari Raja. Hur June bukan menyembuhkan sembarang orang, tapi ini Pangeran Shin Sung. Jika mereka tidak mengakui hasil kerja dr. Hur maka mereka juga akan dianggap tidak mengakui kasih sayang Raja kepada Pangeran Shin Sung.  Semua pejabat baru menyadarinya. Jadi jika mereka mengajukan protes maka Raja mungkin akan menjadi murka. Wakil PM masih bersikeras dan menyarankan agar PM Sung untuk minggir saja kalau PM Sung tidak ingin terlibat karena ia akan pergi dan menemui Raja sendiri.

Wakil PM, Menteri Jung, dan Kim Gongryang menemui raja dan mengajukan petisi menentang pengangkatan Hur June. Raja sangat marah dan tidak bisa mengerti mengapa mereka begitu menentang dan memberikan alasan itu akan melemahkan disiplin kerajaan. Wakil PM mengakui kalau dr. Hur yang berhasil menyembuhkan penyakit Pangeran Shin Sung memang layak untuk diberi penghargaan, tapi mengangkatnya sebagai seorang direktur adalah terlalu berlebihan. Para pejabat senior yang lain sudah membicarakan ketidakadilan ini dan memohon agar Raja memahami pemikiran mereka. Tapi Raja tidak mau mendengar alasan itu, bahkan menyindir para pejabat, saat mereka membicarakan persoalan negara, mereka, para pejabat itu, saling gontok-gontokan satu sama lain. Tapi menghadapi persoalan semacam ini mereka justru menjadi satu suara, sungguh bodoh. Raja tidak mau menerima petisi semacam itu lagi dan menyuruh mereka bertiga untuk membawnya pergi. Ketiga pejabat itu memohon agar Raja mempertimbangkan lagi. Kim Gongryang membuka suara dan mengatakan kalau petisi mereka itu masuk diakal, walaupun keahlian dr. Hur sangat hebat seperti yang telah terbukti, tapi mengangkatnya sebagai direktur maka akan membuat disiplin negara keluar jalur.

Raja memberitahu mereka kalau ia sudah banyak melihat para menteri yang bekerja begitu keras demi keuntungan pribadi mereka, tapi segera menghindari berkata apa adanya untuk menyelamatkan hidup mereka, padahal itu demi kepentingan negara. Tapi dokter Hur berbeda…. Dia tahu bagaimana harus bertindak atas keyakinannya dan bersiap mati untuk mempertahankan itu.

Raja kemudian menitahkan, apapun yang mereka katakan,  ia tidak akan mengubah pikirannya untuk mengangkat dr. Hur sebagai direktur dan juga dokter Raja. Bahkan ia sendiri yang akan menyerahkan surat pengangkatan itu pada dr. Hur dan menyuruh mereka untuk mempersiapkannya. Ketiga pejabat itu terkejut tapi mereka hanya bisa diam saja karena sudah terlihat kalau Raja tidak akan menggubris protes mereka.

Para anggota Naeuiwon berkumpul di halaman kantor Departemen Medis, menantikan kedatangan Raja. Hur June sedikit gelisah. Dr. Kim memandang sirik pada Hur June, Doji tampak termenung. Hongchun tersenyum tipis memandang pada Hur June. Tiba-tiba terdengar seruan kalau Raja datang. Semua orang segera membetulkan posisi mereka dan memberi hormat pada Raja.

Raja datang dan langsung memanggil Hur June mendekat padanya. Hur June maju, seorang kasim membawa nampan berisi surat pengangkatan ke hadapan Raja. Raja mengumumkan kalau ia memberi Hur June pernghargaan atas apa yang telah dilakukannya untuk keluarga Raja dan juga Istana, kemudian mengangkat Hur June sebagai dokter Raja dan juga direktur di Tingkat 3. Raja mengambil surat itu dan menyerahkannya pada Hur June. Ye Jin mengawasi semuanya itu dengan hati bersukacita. Doji hanya menunduk terus. PM Sung tersenyum senang. Raja meminta agar Hur June melakukan yang terbaik untuk membantu dirinya. Hur June sangat berterima kasih dan membungkuk dalam pada Raja. Jang dan Lee tampak tersenyum di belakang Hur Juen.  Raja tersenyum senang. Hur June merasa bahagia tapi juga terharu.

Malam harinya, Hur June memanggil semua anggota keluarganya untuk berkumpul. Dahee dan Nyonya Son heran dan bertanya ada apa, tapi Hur June tidak menjawab, ia masih menunggu anaknya. Hur Gyeum masuk ke ruangan, Hur June menyuruhnya duduk kemudian menyerahkan surat pengangkatannya pada Gyeum, yang tidak mengerti apa isi surat itu. Hur June menyuruh anaknya untuk membuka dan membaca surat itu, Gyeum melakukannya dan menjadi sangat terkejut saat selesai membacanya. Hur June tersenyum senang. Nyonya Son heran dan bertanya mengapa Gyeum tampak terkejut, apa isi surat itu sebenarnya. Hur June memberitahu kalau Raja telah mengangkatnya menjadi dokter Raja hari ini dan juga sebagai direkutr tingkat 3. Hur June juga menjadi pejabat pemeriksa naskah di departemen administrasi pemerintahan. Nyonya Son masih tidak mengerti dan menatap Dahee. Dahee sangat terkejut tapi juga senang mendengar berita itu, karena itu artinya …. Hur June menyambung, itu artinya keluarga mereka sudah naik status menjadi keluarga bangsawan dan Gyeum bisa mengikuti ujian sastra. Mereka sangat senang sekali. Nyonya Son berseru kalau ia tidak pernah bermimpi akan bisa seperti ini. Tidak pernah mengimpikan kalau suatu hari impian mereka akan terwujud. Gyeum sangat ingin mengikuti ujian sastra, para dewa pasti telah membukakan jalan bagi mereka sehingga Gyeum dapat mencapai apa yang tidak bisa diraih oleh ayahnya. Nyonya Son menangis terharu bercampur bahagia. Gyeum meraih dan memegang tangan neneknya, ia juga menangis karena bahagia bisa ikut ujian sastra. Dahee juga meneteskan air mata bahagia. Hur June tersenyum senang melihat semua anggota keluarganya, walaupun mereka menangis tapi itu adalah ungkapan kebahagiaan.

Dahee merenung di luar ruangan, masih menangis antara rasa terharu, sedih, dan bahagia bercampur aduk menjadi satu. Hur June menghampirinya. Dahee mendengar langkah kakinya dan segera berbalik melihat suaminya. Hur June memeluk istrinya sambil mengatakan bagaimana bisa duka mendalam di hati Dahee dan dirinya hilang hanya dengan beberapa kata saja. Ia tahu bagaimana perasaan Dahee dan meminta Dahee tidak mengatakan apapun. Dahee merasa hatinya hangat dengan perhatian dan kasih sayang yang ditunjukkan oleh suaminya. Hur June memeluk erat istrinya.

Doji datang pagi ke Istana dan bertemu dengan duo sirik dan dr. Chung yang memang sedang menunggunya.. Dr. Song dan dr. Kim bertekad untuk lebih baik berhenti dan kembali ke kampungnya daripada bekerja di bawah dr. Hur mengingat hubungan mereka dengannya yang tidak begitu baik. Jadi jika Doji mau memimpin mereka untuk berhenti dari pekerjaan  maka mereka akan segera mengikuti Doji melakukannya. Tapi Doji menjawab kalau ia tidak akan melakukan itu, sebaliknya ia akan menunggu waktu yang tepat. Ketiga dokter itu terbuka pikirannya, mereka mengangguk-angguk setuju.

Hur June datang melewati mereka, yang memberi hormat padanya. Hur June membalas hormat kemudian meneruskan langkahnya. Jang Hak Do menemuinya dan memberitahu kalau dokter Raja ingin menemui dr. Hur. Hur June segera beranjak pergi, tapi ia membalikkan tubuhnya memandang pada Doji yang juga sedang mengawasinya, Hur June memberi hormat dulu tapi Doji tidak membalasnya langsung pergi. Hur June bergegas menemui dr. Yang di kantor Departemen Medis.

Dr. Yang memberitahu Hur June untuk menengok kondisi Raja karena barusan ia mendapatkan pesan kalau Raja sedang sakit. Hur June heran karena seharusnya jika Raja sakit maka dr. Yang yang menanganinya, tapi dr. Yang mengingatkan kalau Hur June sekarang adalah dokter Raja juga jadi ia menyuruh Hur June untuk memeriksa Raja.

Hur June ke kamar Raja, tapi Kepala Dayang Istana memintanya untuk menunggu sebentar. Hur June heran demikian juga dengan Ye Jin yang menjadi asistennya.

Tiba-tiba terdengar seruan Raja kalau  tidak ada yang perlu dikatakan lagi. Tapi terdengar suara Gwanghae memohon agar Raja mendengarkannya.

Pangeran Gwanghwa sedang di dalam kamar Raja membicarakan mengenai surat balasan dari Hwang You Gil, utusan yang dikirim ke Jepang, akan adanya invasi dari Jepang, yang akan menyerang Dinasti Ming melalui jalur Joseon. Ini sama saja dengan menyatakan perang terhadap Joseon. Tapi Raja mengatakan kalau tidak akan ada perang, dan itu semua hanya bualan mereka saja. Gwanghwa bersyukur kalau memang seperti itu tapi mewaspadai jika perang benar-benar terjadi, apa yang harus mereka lakukan. Raja menatapnya. Gwanghae meminta agar Raja mengirim utusan ke Dinasti Ming dan menagih janji mereka. Raja bertanya janji apa. Gwanghae menjelaskan, janji kalau mereka akan mengirimkan pasukan untuk membantu Joseon jika terjadi perang. Dan juga memberitahu ini pada Jepang, jika mereka sadar kalau akan menghadapi Joseon dan juga Dinasti Ming pada saat yang bersamaan, maka mereka tidak akan menggerakkan pasukannya dengan mudah. Raja sedikit bimbang, tapi kemudian mengatakan kalau persoalan ini sudah didiskusikan dan diputuskan dengan para menteri jadi tidak usah menyebutkan hal ini lagi. Gwanghae masgyul.

Gwanghae keluar dan melihat Hur June ada di luar, Hur June memberi hormat padanya. Gwanghae segera pergi keluar dengan menahan perasaan hatinya.

Seusai memeriksa Raja, Hur June menemui Pangeran Gwanghae dan Puteri Ryu. Mereka berdua sangat senang melihat Hur June. Hur June menanyakan kabar Puteri Ryu, yang justru memberi selamat pada dr. Hur yang menjadi dokter Raja. Hur June berterima kasih. Pangeran Gwanghae  langsung bertanya pada Hur June apakah dr. Hur juga berpikir sama seperti ayahnya. Apakah Hur June berpikir kalau nasihat yang ia berikan pada ayahnya karena ia ingin menjadi Pangeran Mahkota. Hur June terkejut dan segera menyangkalnya, itu tidak masuk akal. Tapi semua orang berpikir demikian, kata Pangeran Gwanghae. Hur June tidak bisa menerima ini, bagaimana para pejabat dan menteri bisa salah mengartikan itu. Itu tidak benar. Pangeran Gwanghae menggelengkan kepalanya dan menyatakan kalau Hur June tidak mengenal orang-orang itu. Jika saja ia tidak dilahirkan sebagai seorang Pangeran, maka ia tidak akan begitu kesal dengan situasi di Istana sekarang. Ketika ia mengutarakan apa yang ada di dalam pikirannya, maka ia tidak akan dituduh melakukan segalanya karena ambisi. Ia sangat sedih karena ayahnya tidak dapat membaca apa yang ada di dalam pikirannya.  Hur June serba salah ….

Hur June sedang di Kantor Departemen Medis membaca buku-buku medis. Kim Mangyung masuk ruangan dan berseru menyapanya. Hur June mendongakkan kepalanya dan sangat senang saat melihat Kim dan segera bangkit berdiri untuk menyambutnya. Kim menghormat kemudian berbicara sopan padanya dan mengatakan kalau ia baru saja dari Kyung Sang Do, Hur June memintanya agar berbicara biasa saja dengannya. Kim tertawa dan segera menggoyang-goyangkan tanganya mengatakan kalau sekarang ia tidak bisa melakukan itu.

Malamnya, Hur June dan Kim Mangyung berbicara di kedai minum. Kim menyatakan kalau wilayah Kyung Sang Do dalam situasi yang gawat. Semua orang Jepang yang ada di sana menghilang, dan banyak orang berpikir kalau pecahnya perang hanya menunggu waktu saja. Jadi sekarang tiap gubernur lokal sedang sibuk menenangkan rakyatnya tapi ia mendengar kalau ada orang-orang yang sudah berkemas. Tapi para pejabat hubungan luar negeri telah ke Jepang dan mengatakan kalau tidak ada perang. Kim menyahut kalau itu adalah apa yang dikatakan oleh Tuan Kim Sung Il, tapi wakil kepala rombongan, Tuan Hwang Yoon Gil yakin kalau nanti akan ada invasi. Hur June nampak sedikit terkejut. Kim menuangkan minuman dan mengatakan kalau ini akan menjadi kekacauan yang besar.

(lihat: Wikipedia Indonesia )

Hur June pulang ke rumahnya disambut oleh Dahee yang juga mau masuk ke dalam. Saat mereka berdua baru mau melangkah, Hur June mendengar suara anaknya sedang membaca buku Sastra Klasik. Dahee mengatakan sejak Gyeum tahu kalau ia dapat mengikuti ujian Satra, ia belajar semakin giat. Hur June sangat senang demikian juga dengan istrinya.

Yangtae sudah menjadi seorang pemilik toko obat-obatan sendiri di pasar dan sudah menikah dengan Yuwol, yang sedang hamil sekarang.  Ilsuh mendatangi Yangtae dan mengajaknya untuk melihat suatu keanehan, ada asap di Gunung Mok Myuk dari semalam dan masih berasap ketika ia keluar saat ia keluar tadi pagi.  Yangtae menjawab kalau itu karena ada menara suar di sana. Dulu Yangtae pernah menjadi penjaga menara suar di Yongchun. Ia menjelaskan kalau mereka membakar tahi kuda yang kering maka asapnya mudah kelihatan. Ilsuh menyahut kalau ia sudah tahu itu …  yang ia maksudkan adalah biasanya hanya terlihat satu jalur asap tapi ini tidak. Yangtae memberitahunya kalau ada satu jalur asap maka itu berarti tidak ada masalah. Jika dua maka mereka bersiaga. Jika ada tiga, maka itu berarti Jepang atau Jurchens ada dekat, dan jika empat maka itu berarti mereka telah melintasi perbatasan. Ilsuh bertanya bagaimana kalau lima, yang dijawab Yangtae kalau itu berarti mereka menginvasi dan ada perang. Ilsuh tampak bingung. Yangtae bertanya berapa sih sebenarnya jalur asap yang dilihat oleh Ilsuh tadi. Ilsuh menjawab lima … Yangtae berpikir kemudian langsung sadar kalau lima berarti akan ada perang. Tiba-tiba seorang utusan berkuda terlihat memacu kudanya dengan kencang lewat di pasar …

April 1592, Tahun ke 25 Masa Pemerintahan Raja Seonjo. Pecahnya Perang Korea – Jepang / Perang 7 tahun.

Kepala Pasukan Kerajaan Baek Chun Soo datang ke Istana bersama para prajurit. Ye Jin dan para perawat yang sedang lewat menjadi keheranan dan bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.

Hur June, Dahee, dan Nyonya Son mengantarkan Gyum yang akan mengikuti Ujian Sastra. Gyum berpamitan pada neneknya, yang memintanya agar lulus dan membuatnya bahagia, Nyonya Son kemudian menangis karena teringat akan Hur June yang dulu tidak dapat mengikuti ujian dan menangis di pelabuhan. Hur June memberitahu anaknya agar tidak mengikat dirinya pada ujian belaka. Tidak masalah kalau Gyum gagal dalam ujian dengan umurnya yang masih muda, jadi Hur June meminta anaknya untuk bersabar dan tidak terburu-buru. Hur Gyeum mengerti. Hur June mengajaknya berangkat bersama-sama, tapi tiba-tiba Yangtae menerobos masuk ke dalam pekarangan kediaman Hur June dan memberitahu kalau ada 5 jalur asap di Gunung Mok Myuk  Hur June terkejut. Yangtae melanjutkan kalau Jepang menginvasi Joseon dan pelabuhan Pusan sudah direbut. Ada kekacauan di mana-mana. Semua orang terkejut.

Hur June di Istana segera menujuk ke kantor Departemen Medis. Di dalam kantor ada dr. Chung, Jang, dan Lee, Hur June masuk dan segera bertanya apakah mereka sudah mendengar kalau Jepang menyerang Joseon dan pelabuan Pusan direbut. Tapi ketiganya tampak tenang-tenang saja walaupun sudah mendengar itu. Hur June tidak mengerti. Lee menyahut kalau ini bukan pertama kali para perompak Jepang menyerang wilayah bagian Selatan. Dr. Chung menyambung kalau Istana sudah melakukan sesuatu dan pasti akan memukul mundur mereka dan semuanya akan kembail baik-baik saja. Jang dan Lee mengangguk setuju. Hur June masih bimbang.

Paviliun In Gyung. Kim Gongryang menemui adik perempuannya, Inbin Mama dan berbicara berdua saja dengannya. Inbin bertanya apakah para penyerbu Jepang yang berhasil merebut pelabuhan Pusan dapat dipukul mundur. Kim dengan terpaksa memberitahu kalau situasinya tidak baik. Para penyerbu yang berhasil merebut pelabuhan pusat juga berhasil menguasai Benteng Dong Lae, kemudian terus ke atas ke Milyang dan sekarang sudah berhasil menduduki Benteng Sangjoo. Inbin terkejut. Kim memberitahu kalau hanya para menteri dan Raja yang mengetahui hal ini. Jadi jika para pejabat lainnya tahu mengenai hal ini, maka akan terjadi kekacauan besar. Lalu Inbin bertanya apa yang harus mereka lakukan jika Jepang mulai bergerak ke Seoul. Kim menyahut kalau ia akan menyiapkan sesuatu

Kim menyuruh seorang kasim kepercayaan untuk membeli banyak kuda dan sepatu rami secepat mungkin dan tidak usah mencemaskan uangnya. Tapi ini harus tetap rahasia jangan sampai orang mengetahuinya. Kasim itu mengiyakan lalu segera pergi.

Kim Gongryang juga memanggil Doji, memerintahkannya untuk mulai mempersiapkan bahan-bahan terbaik dari gudang Istana dan mengumpulkannya untuk kepentingan pengobatan saat mereka nanti melarikan diri. Doji terkejut. Kim juga memberitahunya agar tidak mengatakan ini pada orang lain.

Doji mengutus orang untuk memberitahu Haman kalau ia ingin bertemu. Doji kemudian keluar dari Istana dan mencari Hansang, menyuruhnya membeli 2 ekor kuda dan beberapa sepatu rami. Hansang tampak tidak mengerti. Doji menjelaskan kalau mereka bisa jadi harus melarikan diri. Hansang tampak kaget.

Hur June sedang berjalan menuju ke kediamnnnya tapi tiba-tiba dua utusan berkuda saling susul-mehyusul melewatinya, Hur June tersentak kaget …

Keluarga Hur June dan Ilsuh, sera Yangtae sedang menantikan kedatangannya. Mereka sangat lega begitu melihat kedatangan Hur June. Hur June heran mengapa mereka berkumpul seperti itu. Ilsuh dan Yangtae mendengar kalau Jepang menginvasi Joseon, jadi mereka bertanya pada Hur June apa itu betul. Hur June berusaha menenangkan mereka, mengatakan kalau tidak ada yang perlu dicemaskan. Prajurit Josen  akan dapat mengusir Jepang keluar dari wilayah mereka bahkan jika Jepang datang ke Seoul, mereka akan mempertahankannya sampai titik penghabisan.. Mereka semua dapat menerima alasan itu dan menjadi tenang. Haman lega karena jika mereka pergi maka ia akan sangat bersedih karena kehilangan berbagai macam barang dan juga rumahnya. Hur June juga mengatakan pada Gyeum kalau ujian akan segera dilaksanakan segera setelah situasi terkendali. Gyeum mengiyakannya. Yangtae nyeletuk bagaimana kalau mereka semua sekarang minum-minum saja karena tidak mudah untuk berkumpul begini, dan juga ini untuk merayakan promosi Hur June menjadi dokter Raja. Semua orang tampak sangat setuju dan senang.

Hongchun bersama Ye Jin ke Istana tapi di tengah perjalanan Sehee menemuinya dan memberitahu kabar buruk kalau Jepang sudah mencapai Choong Joo. Semua perawat kaget.

Dr. Yang kaget mendengar kabar kalau Jepang mencapai Choong Joo dari dr. Chung, yang juga mengatakan kalau mereka tidak usah cemas. Dr. Kim menegurnya, bagaimana mereka tidak cemas sedangkan Choong Joo berjarak 110 km dari Seoul, dan jika pasukan berkuda memimpin di depan maka mereka akan mencapai Seoul hanya dalam sehari saja. Dr. Chung memberitahu kalau di pinggir sungai Dalchun, Choong Jo, Jenderal Shillip dan pasukannya sedang bertempur dengan pasukan Jepang. Jang Hak Do mengatakan kalau Jenderal Shilllip itu adalah Jenderal pemberani yang mengejar pasukan barbarian dan membawa kepala pemimpinnya. Dr. Chung menyahut itulah mengapa mereka tidak usah cemas, dengan keberanian dari Jenderal Shillip, ia yakin kalau Jepang akan dikalahkan. Seorang menteri mengatakan, menurut Jenderal Lee Il / Yi Il, perahu mereka mencapai 10 ribu buah banyaknya dan pasukan mereka lebih dari 150 ribu orang. Menteri Jung tidak mempercayai itu, paling-paling Jenderal Yi Il salah melihatnya atau sedang melebih-lebihkannya untuk menutupi kekalahanya. Tapi Wakil PM tidak yakin kalau perkataan Yi Il dikemukakan tanpa bukti yang jelas, kalau tidak bagaimana pasukan Jepang bisa begitu cepat menguasai beberapa wilayah Joseon. Menteri Jung menyatakan jika Jenderal Shillip yanga berjaga di Dalchun kalah maka itu akan menjadi akhir dari segalanya dan mengusulkan mengajukan petisi pada Raja untuk melarikan diri. PM Sung menegurnya, bagaimana ia bisa memikirkan untuk melarikan diri terlebih dahulu dan bukannya berusaha untuk mempertahankan Ibu kota dengan hidupnya. Menteri Jung membela diri kalau ia hanya memikirkan keselamatan dari Raja, tapi PM Sung menganjurkan mereka semua untuk mempercayai Jenderal Shillip. Dr. Jung Jak setuju, jika Raja melarikan diri terlebih dahulu maka rakyat akan bingung dan suasana akan menjadi kacau tak terkendali  jika mereka mendengarnya. PM Sung menjelaskan pada semua pejabat klaau hal yang paling penting sekarang adalah meminta Raja untuk mengangkat seorang Pangeran Mahkota. Wakil PM mendukungnya. PM Sung menginginkan untuk mengumpulkan suara para pejabat senior, siapa yang layak untuk menjadi Raja selanjutnya.

Paviliun In Gyung, Inbin terkejut mendengar dari Kim Gongryang yang memberitahunya kalau Pangeran Gwanghae yang akan menjadi Pangeran Mahkota. Inbin tidak bisa menerimanya dan akan menemui Raja, Ia tidak bisa menerima hal itu, seharusnya yang menjadi Pangeran Mahkota adalah Pangeran Shin Sung bukannya Pangeran Gwanghae, raja juga menyetujui hal ini. Tapi Kim menjelaskan kalau itu justu hal yang baik untuk memberikannya pada Pangeran Gwanghae sekarang karena tugas seorang Pangeran Mahkota selama perang adalah menggantikan Raja, yang harus diselamatkan, dan mengurusi persoalan negara. Pada kejadian terburuk, Raja dapat mundur dan mengamankan jiwanya tapi berbeda dengan Pangeran Mahkota yang akan berada di tengah-tengah peperangan. Inbin baru mengerti. Kim menyarankan agar Inbin mencari jalan untuk menyelamatkan jiwa Pangeran Shin Sung. Karena Pangeran Mahkota akan diangkat selama perang, maka tidak ada waktu untuk mendapatkan pengakuan dari Dinasti Ming. Seorang Pangeran Mahkota yang tidak mendapat pengakuan dari Dinasti Ming bukanlah apa-apa. Kim meminta Inbin untuk mundur selangkah sekarang menunggu kesempatan selanjutnya. Inbin mengangguk-angguk tanda mengerti dan setuju dengan usul kakaknya. Terdengar seruan menyatakan kalau Raja datang. Inbin dan Kim segera bangkit berdiri memberi hormat pada Raja yang masuk ke ruangan dan langsung menempati tempat duduk utama. Mereka dipersilahkan duduk.

Inbin mendengar kalau para pejabat mengusulkan agar Pangeran Gwanghae diangkat menjadi Pangeran Mahkota, Raja membenarkannya dengan wajah kusut. Inbin melirik pada Kim Gongryang yang menganggukkan kepalanya, kemudian Inbin menyatakan kalau ia juga berpikir pendapat dari semua pejabat itu benar. Raja tidak mengerti, karena ia berpikir kalau Pangeran Shin Sung lah yang pantas untuk itu. Apakah benar itu yang diinginkan oleh Inbin, yang langsung menjawab kalau Pangeran Shin Sung masih berumur 13 tahun dan tidak mungkin dapat menerima tanggung jawab berat semacam itu saat nasib negara masih tidak bisa ditebak. Inbin menyatakan kalau Pangeran Gwanghae sangat cerdas, penuh pertimbangan, dan juga sangat baik dalam menangani urusan negara. Jadi Inbin percaya kalau itu adalah benar untuk mengangkata Pangeran Gwanghae sebagai Pangeran Mahkota. Raja tampak berpikir ulang.

Hur June sedang berjalan menuju ke kantor Departemen Medis, Kim Mangyung menemuinya dan bertanya apakah Hur June mendengar kalau Pangeran Gwanghae akan diangkat menjadi Pangeran Mahkota. Hur June terkejut dan menjawab kalau ia belum mendengarnya. Kim memberitahu kalau Pangeran Gwanghae diangkat pada hari ini. Situasinya tidak bagus, jadi tidak semua pejabat dapat hadir, dan juga itu adalah upacara pengangkatan yang senyap tanpa adanya surat perintah tersegel ataupun pidato. Hur June merasa bersimpati pada Pangeran Gwanghae. Tiba-tiba Kepala Pasukan Kerajaan lewat, Kim memanggilnya, Bae Chunsoo segera berhenti dan menoleh. Kim dan Hur June menghampirinya, Kim bertanya bagaimana situasi sekarang. Chunsoo tampak sangat masygul, Kim bertanya apakah buruk. Bae menjawab kalau Jenderal Shillip telah dikalahkan. Kim terkejut dan bertanya apa yang akan terjadi kemudian…. Bae menjawab kalau Raja akan mengungsi. Kim dan Hur June terkejut, Hur June bertanya apakah Raja benar-benar akan menyerahkan Ibu kota. Bae hanya menganggukkan kepalanya.

Ilsuh dan Haman melihat para penduduk yang sudah berkemas dan pergi mengungsi, menyebut mereka bodoh karena tidak mau menunggu dahulu Yangtae datang dan merasa kalau ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi. Ilsuh menegurnya, apa Yangtae tidak mendengar apa kata Hur June “Kita akan melindungi Ibukota apapun yang terjadi”  Tapi Yangtae menyahut, sebelumnya harga sepasang sepatu jerami cukup jika ditukar dengan semangkuk beras, tapi sekarang bahkan 18kg masih kurang. Haman menyahut jika mereka tahu begini, mereka lebih baik menjual sepatu jerami saja. Keduanya tertawa, Yangtae menyebut mereka begitu bodoh, ia maksudkan kalau ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi. Apa mereka pikir harga naik tanpa ada suatu alasan yang jelas. Itu berarti para bangsawan sedang mempersiapkan diri untuk mengungsi. Ilsuh gelisah dan bertanya apa yang harus mereka lakukan kalau begitu. Yangtae menyarankan agar mereka semua mengemasi barang-barang sebelum terlambat. Haman dan Ilsuh saling berpandangan.

Pertemuan dokter Istana, dokter Yang datang dan mengatakan pada semuanya kalau pengungsian keluarga kerajaan sudah diputuskan pada pertemuan militer. Semua orang terkejut. Dr. Yang melanjutkan, berdasarkan keputusan yang dibuat oleh Perdana Menteri, maka mereka akan membagi para dokter Istana menjadi beberapa kelompok. Kelompok 1 akan membantu Raja, Kelompok 2 akan membantu Pangeran Imhae yang pergi ke Ham Kyung Do, dan kelompok 3 akan mengikuti Pangeran Soon Hwa ke Kang Won Do. Semua dokter Istana tampak gelisah menunggu keputusan siapa akan di kelompok mana.

Dr. Yang memutuskan anggota-anggota dari setiap kelompok:

  • Kelompok 1 yang akan mengikuti Raja adalah Hur June, Yoo Doji, Lee Myung Won, Kim Mangyung, Lee Yong Ku, Ban Jin Woo.
  • Kelompok 2 yang akan mengikuti pangeran Imhae adalah Song Hak-gyu, Jang Hak Do, Oh Kwang Ho, Ahn Jae Hyung, Yang Kwang Ryul, Kim Joong Kin.
  • Kelompok 3 yang akan mengikuti pangeran Soon Hwa adalah Kim Eun-taek, Chung Tae Un, Choi Seok Min, Yoon Seok Jun, Lee Byeung Un.

Dr. Kim Eun-taek bertanya apa dasarnya membagi kelompok seperti itu, mengapa ia harus pergi ke Kang Won Do. Dr. Song Hak-gyu juga merasakan sama. Dr. Yang menjawab kalau itu mereka melakukan pembagian itu berdasarkan tugas-tugas dan kemampuan mereka di masa lampau dan menghardik mereka berdua agar mengikuti saja pembagian ini. Hur June segera membuka suara, meminta agar menyatukan saja mereka semua. Dr. Yang heran dan bertanya apa maksud perkatannya. Hur June beralasan, ketika pengungsian dilaksanakan maka Ibukota akan kosong, dan menjadi buruk oleh tindakan kasar dari pasukan Jepang. Doji menentangnya, apakah maksud Hur June mereka harus mengangkat pedang dan bertarung, mengapa Hur June bermaksud membatalkan apa yang sudah diputuskan. Hur June merasa kalau itu semua tidak masuk akal, memang hal yang benar mengikuti Raja dengan membawa semua tanaman obat, tapi bagaimana dengan buku-buku langka dan catatan medis yang sudah ditulis melalui begitu banyak generasi. Untuk Hyemin, itu semua lebih berharga dari apapun juga. Khususnya memorandum dan catatan pasien di perpustakaan harus disimpan dan dipelajari.  Jika semua itu terbakar atau rusak, maka itu berarti akan menghentikan perkembangan ilmu medis di Joseon. Seharusnya mereka, para dokter, membawa itu semua.  Doji membantahnya, untuk berjaga-jaga akan hal itu, semua buku medis dan catatan pasien telah dipindahkan ke perpustakaan Istana. Hur June menjawab kalau ialah yang melakukannya. Tapi ia juga tidak yakin dengan keamanan dari perpustakaan Istana. Dr. Kim mengatakan kalau semuanya itu tidak masuk akal, jiwa semua orang sedang terancam sekaarang, apa gunanya buku-buku medis itu. Dr. Song mendukung dr. Kim, tidak masuk akal membawa buku-buku yang begitu berat ketika mereka mengungsi karena gawatnya keadaan. Jika memang itu sangat berharga, biarlah Hur June sendiri yang membawanya.  Hur June menatapnya. Dr. Yang menghentikan perdebatan itu, menyatakan kalau ia sendiri merasa sayang kalau kehilangan buku-buku itu, tapi itu tidak mungkin kalau mereka harus membawanya. Dr. Yang segera memerintahkan para dokter Istana untuk bergabung dengan masing-masing kelompoknya, dan memberitahu kalau kelompok 1 yang mengikuti Raja akan pergi pada jam 8 besok pagi, mengingatkan untuk membawa semua obat-obatan yang mana merupakan tanggung jawab mereka dan berkumpul di depan Gerbang In Hwa.. Semua orang segera beranjak pergi. Hur June meminta agar dr. Yang mempertimbangkannya lagi. Tapi dr. Yang hanya menatapnya kemudian meninggalkan Hur June bersama dengan yang lainnya. Hur June sangat masygul melihat mereka hanya mempedulikan keselamatan diri sendiri.

Hur June bergegas menyusul ketiga rekannya, dan meminta agar Kim, Jang, dan Lee membawa beberapa buku, tapi mereka dengan berat hati menolak karena permintaan Hur June terlalu berat untuk dipenuhi. Mereka pergi dengan meninggalkan Hur June yang kecewa. Doji baru saja keluar dari Departemen Medis mengawasi punggung Hur June. Hur June membalikkan tubuhnya dan memandang pada Doji, yang langsung pergi.

Hur June masuk ke perpustakaan Istana, sangat gugup dan gelisah, bingung akan menyelamatkan buku yang mana karena ia merasa semuanya sangat berharga bagi para dokter sedangkan hanya ia sendiri yang bersedia membawanya jadi hanya beberapa buku saja yang dapat ia bawa.

Banyak rakyat mengungsi, melewati kediaman Hur June, Dahee melihat semuanya ini dan menjadi cemas serta gelisah. Nyonya Son bertanya mengapa masih belum ada kabar dari Hur June sampai sekarang. Gyeum mengusulkan agar mereka mengemasi barang jadi ketika ayahnya datang mereka dapat segera pergi. Ibu dan neneknya setuju. Mereka bertiga segera masuk ke rumah.

Ilsuh dan keluarganya juga telah mengemasi barang-barang mereka. Haman sungguh berat untuk meninggalkan semua barang-barang mereka yang mahal itu, sehingga membawa begitu banyak barang. Ilsuh menegurnya buat apa istrinya membawa begitu banyak barang, siapa yang akan membawanya, sudah ia katakan kalau hanya membawa barang-barang mahal yang bisa dibawa saja. Ilsuh menendangi bungkusan besar itu. Unyun mengomel karena ia harus membawa barang sehingga bajunya berkerut. Ibunya segera memarahinya, bajunya saja yang lebih mahal ia relakan untuk berkerut demi keselamatan dirinya. Yangtae datang bersama dengan istrinya, Yu Wol, yang sedang mengandung. Yangtae menyarankan agar mereka pergi ke rumah Gyeum. Jika mereka mengikuti Hur June, itu pasti langkah teraman. Ilsuh setuju dan mengajak mereka segera pergi. Haman menjadi yang paling akhir, dengan tampang mengenaskan ia melihat ke sekeliling rumahnya untuk yang terakhir kalinya. Ilsuh membentaknya untuk segera pergi, Haman mengiyakan tapi masih sempat mengambil sebuah kotak dan mengguncangnya untuk melihat apa ada isinya, dan melemparkannya lagi baru pergi menyusul suaminya.

Hur June berusaha memilih beberapa buku yang akan ia bawa, antara ini dan itu, merasa kesulitan menentukan yang akan ia piliih.  Saat Hur June sedang sibuk, terdengar seseorang memanggilnya, Hur June terkejut dan bertanya sedang apa mereka di perpustakaan. Ternyata Ohgun, Ye Jin, dan dua orang perawat menemui Hur June. Ohgun menyatakan kalau istrinya adalah Kepala Perawat jadi ia mengikuti Raja dan  mendengar mengenai Hur June dari Kim Mangyung, Ohgun menduga kalau Hur June pasti ada di perpustakaan jadi ia dan yang lain segera kemarii. Ohgun dan yang lainnya memutuskan untuk membawa buku-buku itu juga. Ye Jin mengatakan untungnya mereka tidak membawa banyak barang jadi mereka akan berbagi barang yang akan dibawa. Sanghwa juga menyatakan kalau ia akan mengikuti Hur June. Ohgun mendesaknya agar mereka segera bergegas dan meminta Hur June untuk memberitahu mereka buku medis dan catatan pasien apa saja yang harus mereka bawa. Hur June merasa terharu dan berterima kasih atas kesediaan mereka membantunya.

Keluarga Hur June, Ilsuh, dan Yangtae menunggu dengan gelisah kedatangan Hur June sampai malam. Tapi Hur June yang mereka tunggu-tunggu belum datang-datang juga. Yangtae bertanya pada Ilsuh apa yang membuat Hur June begitu lama. Ilsuh juga tidak tahu. Hur Gyeum meminta ijin pada ibunya untuk pergi ke Istana mencari ayahnya tapi Dahee menentangnya dan mengatakan kalau Gyeum bisa saja berselisih jalan dengan ayahnya, jadi lebih baik mereka menunggunya saja. Haman bertanya sampai kapan, ia sangat ketakutan dan sekarang sudah mulai gelap. Ilsuh mengeluh kalau ia lapar ….

Hur June dan yang lain sedang sibuk memilih buku medis dan catatan pasien untuk dibawa. Hur June kemudian memberitahu mereka kalau mereka masih harus ke Hyemin dan mengambil beberapa catatan pasien yang penting. Sanghwa mengatakan kalau ia dan yang lain akan ke sana dan menganjurkan agar Hur  June pulang dan menemui keluarganya. Ye Jin dan Ohgun mendukung Sanghwa, menyuruh Hur June pulang karena sekarang pasti anak dan isterinya sedang cemas menantinya. Hur June bimbang tapi kemudian menyatakan kalau ia akan segera kembali dan meminta mereka untuk menunggunya. Hur June segera pergi.

Hur June sedang dalam perjalanan pulang saat ia mendengar teriakan “Bunuh semua para bangsawan!” dan melihat beberapa orang, pria dan wanita berpakaian indah, sedang dipukuli dengan kayu oleh orang banyak. Hur June terkejut dan segera menghampiri mereka, menghardik mereka dan menyuruh mereka untuk menghentikan tindakan mereka memukuli orang-orang itu. Tapi seseorang berseru sambil menunjuk Hur June kalau ada bangsawan juga di sana. Banyak orang segera mengejar Hur June yang berlari menyelamatkan diri, tapi Hur June terkepung oleh orang-orang yang tiba-tiba muncul di sekelilingnya. Orang-orang itu membawa celurit, garu, pentungan kayu dan obor, menakut-nakuti Hur June. Hur June menjadi ketakutan dan bingung ……

13 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 56

  1. Koh Andy …… Mungkin Koh Andy setuju kalau kita perhalus terjemahan frasa kalimat yang saya kutip dibawah ini :
    Raja kemudian menghadap pada para menteri yang sedang menunggunya, memberikan keputusan kalau ia ingin memberikan penghargaan pada Hur June atas prestasi gemilangnya ini ………………………

    Kata ‘menghadap’ kita perhalus dengan kata lain, seperti : menuju ke para menteri yang sedang menunggunya ……… atau terserah Koh Andy pakai kalimat terjemahan lain …..
    Bukakankah yang sering menghadap hanya bawahan ? …….
    Mohon maaf Koh Andy……saya tidak rela kalau sinopsis Koh Andy yang bagus ini menjadi janggal karena kata-kata tadi. Ciaooooo ……….

  2. ……… Raja tertawa gembira menatap Gong Bin, yang juga gembira. Kim Gongryang sangat terkesan. Ye Jin tersenyum senang karena hasil dari kerja keras Hur June telah membuahkan hasil yang manis. ……..

    Koh Andy …… Saya merasakan kesibukan Koh Andy dengan sinopsis kejar tayang ini pasti salah ketik lagi …… Oh My Gong Bin …. yg dimaksud In Bin Mama kan?

  3. ………. Hur June menyambung, itu artinya keluarga mereka sudah naik status menjadi keluarga bangsawan dan …………..

    Ketika membaca paragraf ini ….. tidak terasa penglihatan saya agak kabur … maaf.. saya terbawa emosi ….. inilah yang saya tunggu tunggu, seharusnya orang berprestasi daan ikhlas menjalankan tugasnya mendapatkan penghargaan yang layak …………….

  4. Adegan awal perang yang Koh Andy gambarkan seolah membuat detak jantung saya berhenti ….. perasaan was-was, jiwa heroik … mengharu biru jadi satu. Saya seolah terlibat perang ………….. Hur June …. saya yakin dia selamat… banyak orang yang empati terhadapnya dan dia juga punya ilmu dasar dan kecakapan berperang. ……

  5. Waduh, seeeeereeeeeemmmmmmm…. Gmn nanti pas perang beneran ya?! coba kalo nurut sama pangeran gwanghae ga akan tjd perang…. Lanjut 57 kang, ga sabar nih lanjutannya,,,,,,,,,,

  6. kang andy mau tanya dong,,
    kang andy lg ga sibuk ato sibuk tp nyuri2 waktu buat nulis cerita huh joon ini??
    aq susah ngebayanginnya,,soalnya kalo nulis cerita ini,pasti disambi nonton kan ya..kalo banyak kerjaan,,kan repott..
    Hehehe,,,maaf ya,,kami yg baca ngerepotin…
    maaf lahir batin..🙂

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s