Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 60

Inbin Mama dan Kim Gongryang tergesa-gesa menuju ke kamar Raja, menemui dr. Chung yang sedang menunggu di luar. Inbin bertanya bagaimana keadaannya. Dr. Chung menjawab kalau masih dalam proses pengobatan. Inbin cemas demikian juga dengan Kim Gongryang.

Doji mulai melakukan pengobatan akupungtur. Hur June mengawasinya dan merasa lega karena Doji melakukan semuanya dengan mantap dan benar. Pengobatan akupungtur dilanjutkan terus sampai malah hari. Doji berkeringat banyak karena sangat berkonsentrasi dalam melakukan akupungtur, mengetahui kalau hidupnya tergantung dari keberhasilannya kali ini. Hur June tetap mengawasi semua tindakan Doji.

Kim Gongryang menemui para pejabat dan memberitahu mereka kalau Yang Mulia sudah mulai pulih. Para pejabat sungguh lega dan senang mendengar berita itu.

Hur June dan Doji masih menunggui Raja di kamar. Raja sudah sadar dan duduk. Hur June memberikan ramuan yang sudah dipersiapkan dan memberikannya pada Raja. Doji menanti dengan hati berdebar. Raja meminum ramuan itu sekaligus, kemudian bertanya apakah ia sekarang boleh bangun dan pergi keluar.  Hur June menjawab kalau Raja harus tetap menjaga dengan ketat cara hidupnya maka ia akan pulih sepenuhnya dan tidak akan ada lagi penyakit yang membayanginya. Raja mengatakan kalau Hur June melakukan kerja yang sangat bagus dan meminta maaf karena pernah meragukan sejenak kesetiaan dari Hur June. Hur June merasa lega tapi belum sepenuhnya, ia menyahut kalau dr. Yoo telah melakukan akupungtur dengan sepenuh hatinya, dan itu bekerja seperti jimat yang membantu menyembuhkan penyakit Raja. Hur Jun memohon agar Raja menghargai jasanya kali ini.

Raja memandang Doji dengan pandangan menusuk, Doji menunduk dalam, Raja menyatakan kalau sebelumnya ia ingin memberikan hukuman yang sangat berat pada dr, Yoo karena kurangnya rasa tanggungjawab terhadap Pangeran Shin Sung. Tapi permintaan tulus dari Hur June membuat dirinya mau tidak mau mengampuni kesalahan dr. Yoo.

Doji segera mengangkat mukanya menatap pada Raja, hampir-hampit tidak mempercayai pendengarannya, Raja telah mengampuninya? Hur June menatap Raja, juga tidak menyangka, walaupun ia telah memintakan ampunan Doji, Hur June merasa kalau kesempatannya tipis karena pelanggaran berat dari Doji, tapi ia masih mau mencoba keberuntungan dan ternyata Raja mengetahui kesungguhan hatinya. Hur June merasa sangat berterima kasih. Raja kemudian memberitahu Doji kalau mulai sekarang janganlah ia mengabaikan tugasnya sebagai dokter. Doji matanya berkaca-kaca dan menyahut kalau ia tidak akan melupakan kemurahan hati Raja padanya. Hur June juga menyatakan rasa terima kasihnya, mengatakan sungguh besar kemurahan hati Raja. Doji melirik Hur June, hatinya dipenuhi rasa ungkapan terima kasih yang sangat besar. Ye Jin menatap keduanya dengan tersenyum, senang karena Doji berhasil selamat dari hukuman berat.

Hujan mulai turun, Hur June berjalan menuju ke kantornya, diikuti oleh Doji. Di tengah perjalanan Doji mengungkapkan perasaannya. Ia meminta maaf pada Hur June karena sudah membuat Hur June banyak menderita dan banyak sekali kesalahan yang ia lakukan pada Hur June. Doji mau berlutut memberi penghormatan besar, tapi Hur June segera mencekal kedua tangannya dan mencegahnya melakukan ini. Doji menjelaskan mengapa Yang Mulia Raja bisa salah paham pada Hur June, itu karena saat Raja menanyakan keberadaan Hur June selama pengungsian, ia bahkan telah memfitnah Hur June kalau Hur June mungkin saja sudah melarikan diri sehingga meninggalkan tugas untuk melayani Yang Mulia Raja. Hur June tahu kalau Doji sekarang bukanlah Doji yang dahulu, ia menyahut, “Yang lalu biarlah berlalu”.

Doji merasa hatinya hangat, ia kemudian mau mengakui semua hal yang ia lakukan untuk mempersulit Hur June saat di Naeujiwon, tapi Hur June menyela dan menyuruhnya berhenti membicarakan itu. Doji terkejut, Hur June tersenyum dan berkata kalau dulu ia juga mungkin sudah melakukan hal yang sama. Mungkin saja ia sudah menyebabkan semua ini dengan mengetahui semua kebencian yang ada di dalam hati Doji. Ia melanjutkan kalau dirinyalah yang mengakibatkan Doji terasing dari ayahnya, dan ia juga ada di jalan di mana Doji sedang menapak menuju kesuksesan. Adalah sifat alami manusia kalau Doji merasa diperlakukan tidak adil karena dirinya. Doji tidak menyangka kalau justru Hur June lah yang mengakui kesalahannya terlebih dahulu, Ia merasa terharu.”Yang lebih menyedihkan adalah kita berdua terus saja saling memakan satu sama lain dengan terperangkap dalam perasaan emosi yang kuat. Bakatmu yang luar biasa  menjadi terhalang oleh karena kebencian itu. Dan yang lebih membuat kesal adalah karena bakatmu tidak dapat digunakan dengan tepat.” kata Hur June. Doji sangat terharu … Hur June meraih tangan Doji dan mereka berdua saling menggenggam tangan, sama seperti hati mereka berdua yang sekarang bertaut tanpa kebencian dan dendam di hati, yang ada hanya saling menghargai dan mengerti satu sama lain. Hujan turun dengan derasnya tapi keduanya tak mempedulikan itu, karena mendung dan hujan di hati mereka sudah hilang, yang ada hanya hangatnya perasaan. (Andy: Untuk selanjutnya, Doji adalah salah satu pendukung paling setia dan paling perhatian pada keselamatan Hur June … Tak pernah sekalipun ia berpaling dari Hur June. 😀 )

Seorang utusan berkuda memacu kudanya dengan tergesa-gesa …..

Dr. Chung memberitahu Hur June kalau Istana Pyeongyang jatuh di tangan prajurit Jepang. Hur June dan Ye Jin terperanjat. Ohgun kaget dan bertanya bagaimana dengan Hongchun nya. Dr. Chung bertanya bukankah keluarga Hur June masih ada di dalam Istana. Hur June sangat shock dan masygul.

Menteri Jung memberitahu bukankah ia sudah mengatakan pada mereka kalau jatuhnya Istana Pyeongyang hanya tinggal menunggu waktu saja. Sekarang mereka harus menyeberangi Sungai Amnok dan meminta perlindungan pada Dinasti Ming. PM Sung tampang bimbang. Semua orang terdiam. Menteri Jung penasaran dan menyindir mereka, apakah kucing menggigit lidah mereka, ia berbicara pada siapa sekarang. Tiba-tiba terdengar seruan kalau Yang Mulia Raja datang. Semua pejabat segera bangkit berdiri memberi hormat pada Raja yang masuk ke dalam.

Raja bertanya pada mereka, bagaimana dengan Pangeran Mahkota, apakah ia masih hidup. PM Sung meminta maaf karena ketidakbecusan mereka, mereka masih belum dapat mengkonfirmasikan hal itu. Raja terkejut. Tiba-tiba terdengar seruan memanggil Yang Mulia, Kim Gongryang datang dan meminta maaf karena harus mengatakan hal seperti ini, tapi Tuan Kim dan Pangeran Sunhwa yang melarikan diri ke Hamgyung telah ditangkap oleh pasukan Jepang. Raja shock. Para pejabat mengkhawatirkan kondisi Raja, yang baru saja sembuh. Menteri Jung mengatakan kalau Istana Pyeongyang direbut oleh pasukan Jepang maka Istana Weeju jauh dari kata aman. Ia meminta agar Raja menganjurkan pada semua orang untuk menyeberangi Sungai Amnok. Raja berseru, ia bahkan belum tahu bagaimana keadaan Pangeran Mahkota, dan hidup Pangeran Sunhwa ada di tangan pasukan musuh, jadi ia tidak dapat dan tidak akan pergi! Para pejabat bersedih atas keadaan keluarga Raja. Raja sangat masygul.

Pangeran Mahkota Gwanghae memimpin rombongan pengungsian dari Istana Pyeongyang dengan berjalan kaki, hanya istrinya, Puteri Ryu yang ditandu. Wajah Pangeran Mahkota dan semua orang tampak berduka dan menunjukkan tampang kalah perang. Bae Chunsoo mengiringi Pangeran Mahkota di belakangnya. Kim Mangyung, Lee Myungwon dan para petugas medis lain ikut dalam rombongan itu. Ohgun, Ye Jin, dan Sehee menghampiri rombongan itu, memberi hormat. Pangeran Gwanghae berjalan terus, matanya menerawang kosong. Ohgun mencari-cari istrinya di antara rombongan dan menemukannya. Ohgun memanggilnya, Hongchun sangat lega dan terharu melihat suaminya, Ye Jin dan juga Sehee yang menjemputnya. Hongchun menangis di pelukan suaminya. Ye Jin dan Sehee sangat lega melihat beberapa rekan mereka yang tertinggal di Istana Pyeongyang ternyata selamat semua, tak kurang seorangpun.

Hur June dan Doji (Doji sekarang menjadi tangan kanan Hur June) baru saja dari kantor Medis dan terkejut saat melihat kedatangan Pangeran Gwanghae ditemani Puteri Ryu, mereka berdua segera berlari menemui Pangeran Gwanghae. Hur June dan Doji memberi salam. Para pejabat berlari di belakang Hur June, menemui Pangerang Gwanghae.  Pangeran Mahkota Gwanghae menyatakan dengan wajah apa yang harus ia tunjukkan setelah mengalami kekalahan begitu besar. Para pejabat meminta ampun. Pangeran Gwanghae bertanya pada Hur June bagaimana kabar ayahnya.. Hur June menjawab kalau Yang Mulia sudah pulih tapi kembali terbaring sakit saat mendengar berita mengenai Pangeran Sunhwa dan Tuan Lim. Gwanghae cemas dengan kesehatan ayahnya, dan segera pergi untuk menemuinya. Semua pejabat segera mengirinya, hanya Hur June dan Doji yang masih tinggal. Kim Mangyung, Lee Myung Won, Hongchun dan yang lainnya segera menemui Hur June dan menyapanya.

Hur June sangat lega melihat mereka semua dan memuji hasil kerja mereka yang sangat bagus. Semua orang berduka dan menundukkan kepala mereka, karena tahu itu hanyalah hiburan semata, Istana Pyeongyang sudah jatuh dan mereka tidak bisa melakukan apapun. Hur June ragu-ragu bertanya mengenai kabar keluarganya. Lee menyatakan kalau tidak ada yang bisa mereka katakan. Kim menimpali, segera setelah Istana Pyeongyang kalah, mereka semua, termasuk para petugas medis segera diperintahkan untuk mundur, jadi ia berusaha mencari keluarga Hur Juen, tapi suasana saat itu sangat kacau balau dan ia tidak dapat menemukan mereka. Hur June shock berat, ia tidak mempedulikan apapun lagi dan segera melangkah gontai dan sempoyongan pergi dari tempat itu. Semua orang melihatnya pergi dan turut bersimpati dengan dr. Hur.

Hur June keluar Istana dan menemui para pengungsi, mencari keluarganya di antara mereka, tapi ia tidak dapat menemukan keluarganya. Hur June masygul.

Hur June duduk termenung di sudut halaman, di bawah pohon rindang memikirkan keselamatan keluarganya yang tidak diketahui kabarnya. Ye Jin mengawasi Hur June dari jauh, ia dapat merasakan kesedihan yang dialami oleh Hur June, tapi tak dapat menghiburnya.

Pangeran Gwanghae memberikan perintah pada Jenderal dan para komandan militer, yang segera pergi untuk melakukan tugas mereka. Gwanghwa kemudian berpaling dan melihat Hur June, ia memanggil dr. Hur dan segera menghampiri Hur June, memberitahunya dengan senang kalau Dinasti Ming akhirnya memutuskan untuk membantu mereka dengan mengirimkan pasukannya. Hur June terkejut dan senang. Gwanghae melanjutkan, sebenarnya sekarang pasukan bantuan dari Dinasti Ming dipimpin oleh Jenderal Lee telah sampai di dekat Istana Pyeongyang dan bersiap untuk merebutnya kembali. Hur June kembali terkejut. Gwanghame menduga kalau mungkin karena itulah maka pergerakan pasukan Jepang melambat menuju Utara, padahal seharusnya hanya butuh waktu 3 hari mencapai Istana Weeju. Hur June juga sangat senang. Gwanghae mendengar juga kalau para pasukan setia dari seluruh negeri memenangi pertarungan melawan pasukan Jepang, dan lagi angkatan laut yang dipimpin oleh Admiral Lee Shunsin berhasil menghancurkan banyak kapal pasukan Jepang dan memutus jalur rangsum pasukan darat mereka. Dengan pergerakan yang sangat cepat ini, maka mereka pasti akan berhasil memukul mundur Pasukan dari Jepang segera. Hur June sangat senang dan sedikit lega mendengar berita ini. Pangeran Gwanghae ternyata juga mendengar kalau Hur June kehilangan berita dari keluarganay, ia bertanya pada Hur June apakah sudah ada kabar mengenai keluarganya. Hur June yang tersenyum senang, ekspresinya langsung berubah sedih dan menjawab kalau ia sudah bertanya pada orang-orang di sekitar tapi tampaknya tidak ada yang tahu di mana keluarganya berada. Gwanghae juga turut bersimpati.

Yangtae berusaha memberitahu penjaga Istana kalau dokter Raja adalah temannya, tapi para penjaga tidak mempercayai perkataan Yangtae dan mengusirnya pergi. Ohgun lewat di depan pintu gerbang dan mendengar keributan itu dan merasa kalau suara itu sangat dikenalnya, ia segera menghampiri pintu gerbang dan terkejut saat melihat Yangtae, ia segera berseru memanggil Yangtae, yang sedang memeluk penjaga.  Yangtae segera menoleh dan sangat senang melihat Ohgun.

Hur June tampak sedang gundah memikirkan keselamatan keluarganya. Ohgun berlari menemuinya diikuti oleh Yangtae, Hur June terkejut melihat Yangtae dan sangat senang. Ia segera menghampiri Yangtae dan memegang tangannya, sangat senang Yangtae hidup dan baik-baik saja. Ia kemudian bertanya bagaimana dengan Gyeum, Dahee, dan ibunya. Yangtae sangat terharu, matanya berkaca-kaca, menjawab kalau mereka semua baik-baik aman dan baik-baik saja, tidak ada yang perlu dicemaskan.  Hur June matanya juga berkaca-kaca, ia sangat senang mendengar kabar mereka dan bertanya di mana keluarganya sekarang. Yangtae menjawab kalau mereka ada di Yongchun, Hur June terkejut, Yongchun? Yangtae mengiyakannya, sebenarnya mereka semua berhasil melarikan diri dari Istana Pyeongyang dan berencana ke Weeju untuk bertemu dengan Hur June, tapi ibu Hur June bersikeras untuk kembali ke Yongchun, katanya Weeju adalah tempat di mana semua pengungsi akan berkumpul dan Hur June sibuk merawat Raja sehingga ia meminta pada mereka semua untut tidak mempersulit Hur June lagi.  Hur June sekarang benar-benar merasa lega dan terharu mendengar ibunya masih sempat-sempatnya memperhatikan dirinya dalam keadaan genting seperti itu. Ohgun meminta pada Yangtae agar pergi memberitahu mereka semua kalau pasukan bantuan dari Weeju sudah berangkat dan pasukan lokal di seluruh negeri menang atas pasukan Jepang, jadi mereka semua segera akan kembali lagi ke Seoul. Yangtae terkejut dan bertanya pada Hur June apa itu benar, Hur June mengiyakannya dengan wajah sumringah. Dan ia segera akan mengajukan cuti untuk dapat mengunjungi Yongchun.  Yangtae menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

Hur June menemui dr. Yang dan meminta bantuannya …..

Hur June dan dr. Yang menemui Raja, yang sedang bersama-sama dengan Pangeran Gwanghae. Tampak di depan Raja banyak sekali gulungan perkamen, Raja juga kelihatan sangat gembira, bertanya pada mereka sambil menunjuk pada perkamen-perkamen itu, tahukan mereka apa ini semua.  Hur June dan dr. Yang diam saja, tapi mereka dapat menebaknya dari kegembiraan yang terpancar pada wajah Raja yang sebelum ini sangat lesu dan murung. Raja memberitahu mereka kalau gulungan-gulungan perkamen sebanyak ini adalah berita kemenangan dari seluruh penjuru negara. Pasukan bantuan dari Dinasti Ming berhasil merebut kembali Istana Pyeongyang dan maju terus dengan mengalahkan pasukan Jepang di Hwanghaedo. Tanpa menyebutkan pasukan setia yang dipmpin oleh Kwak dan Cho. Pasukan pemerintah dari Jenderal Gwon Yul berhasil mengalahkan mereka di Istana Haengju yang terletak di atas bukit. Armada laut Admiral Lee Shun Sin berhasil memenangkan pertempuran laut berturut-turut tanpa terkalahkan di Okpo, Hansanpo, dan Dangpo. Dr. Yang menyahut kalau itu  patut disyukuri, semua adalah karena keberanian dari Yang Mulia. Tapi Raja menolaknya, ia merasa tidak pantas menerima pujian itu. Raja kemudian bertanya ada urusan apa mereka menemui dirinya. Dr. Yang menyuruh pada Hur June untuk mengatakan sendiri pada Yang Mulia.

Hur June mulai mengutarakan niatnya, saat ia dalam perjalanan pengungsian dengan membawa buku-buku medis, ia melihat banyak rakyat yang mati dengan menderita karena perang ini. Sebagian besar di antara mereka mati bukan karena senjata api dan pedang tapi disebabkan oleh penyakit endemis dan penyakit  dalam perang. Raja dan Gwanghae terkejut karena mereka baru tahu akan fakta ini. Hur June melanjutkan, jadi ia berpikir kalau sebuah buku pengobatan baru harus disusun. Untuk mereka yang mati sia-sia, untuk penghiburan bagi amarah arwah-arwah itu, untuk mereka yang bahkan tidak sempat menerima perawatan dokter. Raja tampak mendapatkah satu pencerahan. Hur June memberitahu Raja kalau ia tahu banyak sekali buku pengobatan kuno dari leluhur mereka yang masih digunakan sampai saat ini dan juga banyak buku dari China yang menjadi rujukan dari para dokter Joseon, tapi Hur June tidak melihat adanya buku yang bisa menjadi rujukan bagi rakyat biasa. Karena sekarang Raja sudah pulih dan akan segera kembali ke Istana Seoul, jika Raja memberikan perintahnya maka ia akan segera memulai untuk menyusun sebuah buku pengobatan baru, dipimpin oleh dokter Raja dan juga para dokter Istana lainnya. Hur June memohon agar Raja mempertimbangkan usulannya ini.

Raja tersenyum senang dan ternyata ia juga dulunya pernah berpikiran sama dengan Hur June. Raja kemudian memerintahkan mereka berdua untuk menerbitkan sebuah buku pengobatan baru yang akan bertahan untuk beberapa generasi. Hur June dan dr. Yang sangat senang dan berterima kasih atas dukungan dari Raja. Hur June tampak sangat bahagia, salah satu tujuan hidupnya akan segera terpenuhi. (Andy: Tujuan ini adalah tujuan hidup yang kedua ketika Ahn Kwang Ik menanamkan pemikiran ini pada Hur June … lupa episode berapa, ntar kucari lagi 😛 )

Seoul, beberapa tahun telah berlalu.

Para dokter Istana berkumpul mengadakan rapat dengan dipimpin oleh Hur June.

Hur June: Kita sudah selesai mengelompokkan buku-buku pengobatan dari arsip bersejarah di Eui Bang Go dan Chun Won Ok Chaek sampai hampir 200 buah buku pengobatan dari China. Kita akan segera memulai menyunting buku pengobatan yang baru berdasarkan semua ini.

Semua dokter mengangguk-anggukan kepalanya menyetujui usulan Hur June.

Myungwon: Ada sesuatu yang ingin kutanyakan … Berdasarkan standarmu dalam menyusun garis besarnya, kau katakan kalau itu dapat dibagi menjadi penyakit dalam, penyakit luar, beraneka macam penyakit, ramuan, akupungtur dan moxibusiton. Untukku, standar itu sendiri aku merasa asing.

Mangyung: Aku juga, aku tidak pernah melihat standar seperti itu dalam buku-buku medis lainnya. Semuanya itu tidak apa-apa hanya dengan macam-macam penyakit dan bagaimana cara untuk menyembuhkannya, tapi mengapa kau membaginya menjadi penyakit dalam dan penyakit luar?

Hur June: Alasan mengapa aku menetapkan seperti itu adalah untuk mengulas pikiran, jiwa, tubuh, bentuk dari bagian-bagian tubuh, seperti kepala, wajah, tungkai, pembuluh darah, otot-otot, denyut nadi, tulang-tulang, dan daging. Jadi kita mendiskusikan bagaimana caranya agar seseorang dapat memelihara kesehatan tubuhnya sendiri. Buku pengobatan yang kita susun ini bukan hanya meyebutkan penyakit dan cara penyembuhannya belaka, kita harus mengatur dan menata seluruh pengobatan yang dilakukan.

Para pejabat mengangguk-anggukan kepalanya baru mengerti maksud dan tujuan dari standarisasi yang ditentukan oleh Hur June.

(Adegan ini menunjukkan kesibukan dari Hur June dan tim dokter Istana untuk menyusun buku-buku medis dengan dilatarbelakangi suara Hur June)

Suara Hur June: Ada tak terhitung banyaknya buku-buku pengobatan di dunia ini. Tapi teknik pengobatan telah menjadi lebih banyak kabur,  banyak dokter yang lamban pikirannya, gagal untuk memahami prinsip yang mendalam dari keseluruhan pengobatan itu sendiri. Dan mereka menjalankan cara mereka sendiri atau bertahan pada cara lama. Itu adalah masalah yang sangat gawat karena dapat mengorbankan nyawa orang. Itulah prioritas utama kita dalam menyusun buku pengobatan kita.  Sementara kita berusaha mengacu pada sebanyak mungkin buku-buku medis yang telah ada, tapi kita juga harus menetapkan standar yang jelas.

Yang lebih penting adalah penelitian mengenai bahan-bahan obat kita. Aku percaya kalau bahan-bahan obat yang tumbuh di atas tanah ini, adalah yang paling cocok untuk tubuh kita. Sekalipun usaha untuk menyebarluaskan fakta ini tidak cukup, sebagai akibatnya ada ratusan orang tak berdosa mati padahal bahan-bahan obat yang berkualitas sebenarnya ada persis di depan mata mereka. Bahkan orang-orang miskin yang tidak mampu pergi ke dokter harus diberikan jalan keluar yang mudah. Itu adalah tugas penting lain yang harus kita ambil

Hur June tampak sedang bekerja sendirian di kantornya, Ye Jin membawakan minuman untuk Hur June, yang langsung meminumnya.

Ye Jin: Aku dengar kalau kau sudah bekerja lembur selama 3 malam berturut-turut. Aku takut kalau kau melukai kesehatanmu sendiri.

Hur June: (tersenyum) Ternyata banyak hal yang harus aku lakukan lebih dari apa yang semula kusangka. Sudah memakan waktu bertahun-tahun hanya untuk mengelompokkan buku-buku acuan saja. Jika aku menyunting isi dari setiap buku itu dan menyimpulkan hasil penyelidikan dari bahan-bahan obat maka itu akan memakan waktu beberapa tahun lagi.

Ye Jin: Karena itulah kau seharusnya menjaga kesehatamu.

Hur June: (Tertawa kecil) Aku merasa ketidaksabaranku meningkat setiap kali berpikir kalau aku memulainya sudah terlalu terlambat. (Ye Jin tersenyum karena ia tahu watak Hur June memang seperti itu. ). Aku yakin kalau ini adalah tugas yang maha penting yang harus aku lakukan sebagai seorang dokter. Aku bertekad akan menghasilkan sebuah buku pengobatan yang disusun dengan baik sehingga orang biasa pun dapat memahaminya. Itu adalah cita-cita terbesar yang dimiliki oleh guru dan Rahib Agung dan itu juga yang kemudian akhirnya menjadi gairah impianku! Aku akan menyelesaikan tugas ini!

Ye Jin: (tersenyum) Aku mengingat masa lampau, ketika aku masih belajar dari guru. Matamu berkilat-kilat dengan gairah seperti itu. (Hur June tertawa kecil mengingatnya juga) Kau membawakan jenis air yang salah sehingga kau ditegur oleh guru. Jadi kau meninggalkan rumah sakit saat subuh dan bertanya padaku air jmacam apa yang seharusnya digunakan untuk membuat ramuan obat.

Hur June: (tersenyum) Ketika aku mendengar kalau ada 33 jenis …  (tertawa kecil)  … aku menjadi terkejut. Apa yang kau ajarkan padaku masih terukir di dalam hatiku.

Ye Jin: (merasa senang dan terharu) Dokter Hur ….(menatap Hur June dengan penuh perasaan)

Hur June balas menatapnya ….

Tiba-tiba Kim Gongryang masuk, mereka berdua terkejut dan segera bangkit berdiri memberi hormat. Ye Jin sedikit salah tingkah. Kim heran dengan keberadaan Ye Jin. Ye Jin tahu diri dan segera meminta diri pada mereka. Kim tampak memikirkan sesuatu, dan bertanya bukankah yang barusan itu adalah perawat dari Istana Ratu. Kim kembali berpikir. Hur June bertanya apa yang membawa Kim datang menemuinya. Kim menyatakan kalau ia ingin berbincang-bincang dengan Hur June.

Kim Gongryang ternyata mengadakan perjamuan untuk mempertemukan dr. Hur dengan Menteri Jung. Menteri Jung minum dan kemudian tertawa, mengatakan kalau seharusnya pekerjaan menyunting buku pengobatan adalah tugas dari bawahan bukan tugas dari seorang dokter Raja. Membagi tugas adalah sangat penting jika seseorang ingin menjadi seorang pemimpin. Hur June tidak mau berbasa basi dan langsung bertanya apa tujuan dari Menteri Jung memanggilnya. Menteri Jung melirik pada Kim, yang kemudian memberitahu Hur June kalau besok Yang Mulia akan memerintahkannya untuk merawat Tuan Sung In Chul. Hur June menatapnya tidak mengerti. Kim menyatakan kalau Hur June akan tahu nanti saat bertemu dengannya secara pribadi, tapi Kim sudah diberitahu kalau kondisi Tuan Sung sangat sulit untuk dapat bertahan hidup. Hur June baru mendengarnya dan sangat cemas dengan kondisi Tuan Sung. Menteri Jung memberitahunya, karena alasan itulah makanya ia ingin bertemu dengan Hur June. Banyak ungkapan keprihatinan dinaikkan atas kesewenang-wenangan Tuan Sung. Dan berjaga-jaga jika ia sembuh karena pengobatan dari Hur June, bisa saja itu justru menjadi bumerang bagi Hur June dan membuat Hur June dalam masalah besar. Sungguh menggelikan kalau terjadi seperti itu. Hur June gelisah, karena ia mulai bisa menduga ke arah mana pembicaraan ini terarah.

Menteri Jung kemudian menyatakan kalau posisi dokter Raja bukan saja mengenai pengobatan tapi juga jabatan politik yang dapat digunakan untuk mengawasi situasi. Menteri Jung bertanya apa Hur June mengerti maksud perkatannya itu. Hur June tidak menjawabnya langsung, tapi memberitahu kalau gurunya biasa memberikan wejangan padanya kalau seorang dokter harus melihat penyakit dan tidak memandang status sosial pasien. Kemudian ia memandang tajam pada Menteri Jung, dengan tegas mengatakan, “Dengan segala hormat, Tuan Menteri. Aku akan melakukan yang terbaik untuk merawat pasien sebagai seorang dokter. Aku tidak punya pengetahuan untuk membentuk faksi. Untukku, merawat pasien adalah yang pertama, dan yang terutama adalah menyelamatkan jiwa pasien. Jika kau bertanya padaku mana yang akan kupilih antara pasien dan kekuasaaan, aku akan memilih pasien tidak peduli berapa banyak kau bertanya padaku! Dengan begitu aku telah melakukan tugasku sebagai seorang dokter.” Menteri Jung menatap tajam pada Hur June. Kim Gongryang tidak tahu harus bilang apa. Hur June kemudian merasa kalau pertemuan ini sudah cukup, ia segera berpamitan. Keduanya hanya bisa mengawasi kepergian Hur June. Kim kemudian memberitahu Menteri Jung kalau Hur June memiliki hubungan khusus dengan Tuan Sung, jadi memang mereka meminta terlalu banyak pada Hur June.  Menteri Jung menahan kesal di dalam hatinya.

Menteri Jung sedang di kantornya, Kim datang dan memberitahunya kalau Tuan Sung sedang menuju ke Istana. Menteri Jung terkejut dan bertanya apakah ia benar-benar sudah pulih kembali. Kim tidak mengetahuinya, tapi ia sedang menemui Raja  bersama dengan dokter Raja. Menteri Jung bertambah kesal.

Raja sangat lega melihat PM Sung telah sehat kembali, dan semua itu karena keahlian medis dari dokter Raja. Hur June berterima kasih atas pujiannya. Raja mendengar kalau PM Sung seharusnya beristirahat untuk beberapa hari lagi, tapi ada sesuatu yang ingin ia diskusikan dengan PM Sung. PM Sung heran dan bertanya-tanya dalam hatinya. Raja mengemukakan kalau buntut dari perang sudah menjadi tenang dan ia pikir kalau ia akan memberikan penghargaan pada mereka yang berjasa pada negara. Raja menyerahkan semua ini pada PM Sung dan menyeleksi dengan ketat mereka yang layak untuk menerimanya sehingga semua yang berjasa mendapatkan apa yang memamg layak mereka terima. PM Sung mengiyakannya. Raja melanjutkan, terutama pada dr. Hur June harus dipromosikan karena kepahlawanannya karena telah menyembuhkan penyakitnya dan berjasa untuk menyelamatkan negara ini. Hur June menengadahkan kepalanya, terperanjat mendengar perkataan Raja. PM Sung juga terkejut.

Hur June dan beberapa dokter sibuk melanjutkan pekerjaan mereka menyusun buku pengobatan, Kim Mangyung datang dan berseru-seru memberitahu kalau sesuatu yang luar biasa sedang terjadi. Hur June menyuruhnya tenang dan memberitahu dengan jelas apa yang terjadi. Kim Mangyung tak menjawabnya, sebaliknya mulutnya membentuk senyuman kemudian tertawa senang. Semua orang penasaran, Lee tidak sabar lagi dan menyuruhnya agar memberitahu mereka segera, sebenarnya apa yang sedang terjadi. Kim menundukkan kepalanya pada Hur June sambil memberinya ucapan selamat, kemudian mengatakan kalau jasa Hur June selama perang dengan menyembuhkan Raja diakui sebagai persoalan yang paling patut dihargai dan Hur June dinaikkan ke TINGKAT SATU,  sederajat dengan PERDANA MENTERI. Hur June hanya tersenyum saja melihat tingkah Kim Mangyung itu.

Kim Gongryang, Menteri Jung, dan PM Sung berkumpul di ruangan Wakil PM. Kim tidak bisa menerima pengangkatan Hur June, bahkan Tuan Park dan Tuan Lee yang berjasa besar juga hanya diangkat ke TINGKAT DUA, bagaimana bisa Hur June diangkat ke TINGKAT SATU. Wakil PM juga tidak bisa menerima itu, dan lebih jauh lagi, orang-orang mereka (kelihatannya dari Faksi Utara Besar) dikecualikan dari kenaikan pangkat ini. Kim bertanya dengan emosi apakah Wakil PM akan duduk diam dan hanya berdiam diri saja mengenai ini. Apakah mereka tidak akan melakukan apapun mengenai ini. Menteri Jung tiba-tiba membuka suara dan menyatakan kalau Hur June harus pergi. Kim Gongryang heran. Menteri Jung mengatakan kalau Hur June adalah anak dari seorang gundik, jika seseorang dengan status yang rendah seperti itu menjadi seorang Perdana Menteri maka para pejabat yang lain tidak akan berdiam diri saja. Menteri Jung menyuruh Kim untuk menyelidiki lebih jauh segala hal mengenai Hur June. Tidak ada orang yang tidak bersalah.

Keluarga Hur June sudah kembali ke rumah mereka yang lama. Dahee dan yang lain sedang berkumpul di halaman, Ohgun berlari-lari mendatangi mereka dan tiba-tiba saja ia mengucapkan selamat pada Dahee, dan menyebutnya sebagai Nyonya Perdana Menteri kemudian membungkuk dalam sebagai tanda penghormatan bagi kalangan tingkat atas. Haman terkejut dan bertanya apa yang Ohgun katakan. Dahee dan lainnya juga heran. Ohgun tersenyum senang dan memberitahu mereka kalau jasa dr. Hur selama peperangan telah diakui dan dia dipromosikan ke posisi Perdana Menteri.  Haman tidak tahu posisi apa itu dan bertanya pada Dahee. Ohgun menyambung kalau Hur June naik ke tingkat Perdana Menteri karena itu sekarang Dahee adalah Nyonya Perdana Menteri. Keluarga Hur June sangat berbahagia mendengar kabat ini. Haman yang masih tidak mengerti juga ikut-ikutan senang dan bergembira.

Haman memberitahu suami dan anaknya juga Yangtae mengenai kenaikan tingkat Hur June ke posisi Perdana Menteri. Ketiganya sangat terkejut dan hampir-hampit tidak bisa mempercayainya. Ilsuh menyatakan kalau Dewa pasti sudah memberikan sayap pada Hur June karena Hur June terus saja dipromosikan semakin tinggi. Posisi Dahee yang sekarang saja sungguh membuatnya segan, tapi Istri dari Perdana Menteri? Ia bisa-bisa gemetar ketakutan. Yangtae menyatakan kalau Dahee bukanlah orang semacam itu, dia selalu menjadi orang yang sama tidak peduli apapun yang terjadi padanya. Haman mengatakan kalau Unyun sekarang harus menyerah dengan Gyeum karena ia sekarang adalah anak seorang Perdana Menteri sedangkan Unyun dari status sosial yang lebih rendah. Unyun menyahut kalau ia tidak peduli Gyeum itu Raja atau Tuan tanah berkuasa, ia tetap akan menikah dengan Gyeum. Haman memarahi anaknya dan menyuruhnya menjaga bicara karena bisa saja orang mendengar itu. Unyun cemberut.

Wakil PM, Menteri Jung, dan Kim Gongryang berkumpul di luar Istana berdiskusi mengenai Hur June. Tapi Kim Gongryang melaporkan kalau dari hasil penyelidikan yang dilakukannya ternyata tidak ditemukan kesalahan ataupun kelemahannya. Wakil PM tidak mempercayai itu, bagaimana bisa tidak ditemukan kesalahan atau kelemahan dari Hur June. Wakil PM menyebutnya orang tidak berguna. Menteri Jung kemudian mengusulkan jika mereka tidak bisa menemukan apapun kesalahnnya maka mereka yang akan membuatnya. Kim dan Wakil PM tidak mengerti. Menteri Jung memberitahu kalau untuk mengubur karier seseorang dengan baik, tidak ada jalan lain selain dengan bergantung pada pelanggaran etika. Kim kemudian teringat sesuatu, Hur June diketahui secara luas sangat intim dengan perawat Istana bernama Ye Jin, selama lebih dari satu dekade, mulai dari Hyemin mereka telah begitu akrab. Wakil PM mengangguk-angguk senang. Menteri Jung setuju jika mereka menggunakannya, skandal antara dokter Raja dan perawat, ada satu orang yang dipecat saat Raja terdahulu. Hanya mengemukakannya sedikit saja maka para pejabat tidak lama kemudian akan mengajukan protes. Kim tidak enak hatinya, tapi Wakil PM mengangguk-angguk terus sangat senang …. (Andy: mentolo lek nggaplok rupa’ne … mangkel atiku  wahahahahaha 😛 … boso jowone metu 😛 )

Kim Gongryang membawa banyak surat petisi yang mengajukan protes atas skandal yang melibatkan Hur June dan Ye Jin, pada Raja. Raja sangat kesal dan gusar membaca semua surat itu. Tapi Raja tampak tak berdaya menghadapi protes itu karena jika benar terjadi skandal seperti apa yang dikatakan dalam surat, Raja harus memecat dan menghukum Hur June.

Jang Hak Do menemui dr. Hur dan kedua rekannya yang baru saja kembali menginspeksi Hyemin dan Naeuiwon. Dr. Hur tetap melanjutkan perjalanannya, Kim sangat senang karena melihat Jang lagi, menyuruhnya membawa barang, tapi Jang Hak Do sedang merasa cemas jadi tidak melayani guyonan dari Kim, mengatakan kalau bukan waktunya untuk bercanda. Kim dan Lee heran, Kim bertanya apa yang terjadi, Jang  memberitahu kedua rekannya kalau dr. Hur sekarang dalam serangan para pejabat yang mengajukan protes dan berusaha untuk melengserkannya dari posisinya sekarang. Lee tidak mengerti mengapa mereka mengajukan protes. Kim menduga kalau ini jelas mengenai status sosial kelahirannya jadi mereka mau menentang promosinya ini. Tapi Yang Mulia sudah menolak pendapat mereka mengenai hal ini, jadi tidak usah cemas. Tapi Jang menggoyangkan tangannya dan mengatakan kalau bukan itu. Kim heran dan bertanya kalau begitu mereka mengajukan protes mengenai apa lagi. Jang menelan ludah dan memberitahu kalau mereka bersikeras kalau dr. Hur dan perawat Raja Ye Jin memiliki affair sejak lama. Keduanya terkejut.

Berita itu ternyata sudah tersebar luas, bahkan para perawat junior pun menggosipkan berita ini di antara mereka. Semua perawat segera terdiam saat Ye Jin datang untuk memberikan pelajaran pada mereka, tapi beberapa dari mereka masih berbisik-bisik. YE Jin heran dengan tingkah laku juniornya itu. Hongchun dan Sehee datang dan mengajaknya berbicara pribadi. Ye Jin heran tapi ia mengikuti keduanya ke tempat tenang. Hongchun kemudian memberitahu Ye Jin mengenai berita yang tersebar di Istana mengenai dirinya dan dr. Hur. Ye Jin sangat terkejut.

Para dokter Istana membicarakan juga mengenai hal ini. Dr. Kim bertanya apakah berita ini benar. Dr. Chung mengiyakannya. Dr. Song kemudian mengingatkannya, hari-hari saat mereka masih di Hyemin, dr. Hur memang intim dengan perawat Ye Jin. Dr. D bertanya lalu bagaimana dengan promosinya ini yang belum pernah terjadi sebelumnya.  Dr. Chung menjawab kalau itu tidak bisa dilakukan karena banyaknya protes dari para pejabat. Dr. Kim tersenyum senang.

Para petugas ramuan dan perawat Istana saling bergosip dan membicarakan berita itu. Ohgun datang dan memukuli kepala seseorang dari mereka. Semua orang terkejut dan segera melakukan pekerjaan mereka kembali. Ohgun menegur merka, setiap kali ia keluar pasti semuanya bergosip belaka dan tidak melakukan pekerjaannya, tapi kemudian Ohgun bertanya apa sih sebenarnya yang mereka bicarakan tadi. Petugas yang dipukul kepalanya berpura-pura tidak mengerti. Ohgun membuka rahasianya, bukankah tadi ia bergosip meengenai dr. Hur dan perawat Ye Jin. Petugas itu garuk-garuk kepala. Ohgun menyatakan kalau ia bertanya bukan karena keinginantahunya tetapi karena ingin menegakkan disiplin dan aturan di tempat itu. Ohgun memerintahkannya untuk bercerita secara terperinci. Petugas itu akhirnya membisiki Ohgun, pertama Ohgun masih tertawa geli tapi kemudian ia kaget dan lebih kaget lagi saat mendengar yang terakhir. Ohgun segera memarahinya mengapa ia membuat gosip yang tidak masuk akal seperti itu. Petugas itu membantahnya kalau itu bukannya tidak masuk akal. Berita itu sudah tersebar di seluruh Istana. Ohgun kaget, seluruh Istana?

Hur June dan ketiga rekannya berkumpul di kantor Hur June. Kim Mangyung sangat gusar dengan tipuan kotor yang dilakukan oleh para pejabat itu. Ia bersumpah akan menemukan siapa yang menyebarkan gosip keji ini dan akan menyiksanya dengan siksaan berat, merenggangkan kaki dengan tongkat. Hur June gelisah, tapi bukan untuk dirinya melainkan bagi Ye Jin.

Kepala Dayang Istana menemui Ye Jin dan menyuruh Ye Jin untuk ikut padanya.  Ye Jin terkejut.

Raja sedang berbincang dengan PM Sung, kemudian terdengar seruan kalau perawat dari Istana Ratu sudah datang. Raja menyuruhnya masuk. Ye Jin masuk dengan wajah tertunduk dan melangkah perlahan-lahan kemudian memberi hormat pada Raja. Raja menyuruhnya duduk.  Raja kemudian memandang Ye Jin dan menyuruhnya mengangkat kepala, Ye Jin perlahan-lahan mengangkat kepalanya.

Ohgun dan Hur June ke asrama perawat dan bertanya pada salah satu perawat di sana mengenai Ye Jin. Perawat itu menjawab kalau Ye Jin mengikuti Kepala Dayang Istana. Hur June berterima kasih dan menyuruhnya pergi. Ohgun menyimpulkan kalau Ye Jin pasti menemui Yang Mulia jika ia mengikuti Kepala Dayang Istana. Hur June cemas dengan situasi yang dihadapi oleh Ye Jin. Ohgun mengatakan karena gosip itu tersebar luas membuat keadaan semakin memburuk. Hur June berpikir apa yang akan terjadi pada Ye Jin.

Raja mulai menginterogasi Ye Jin.

Raja: Apakah namamu Ye Jin?

Ye Jin: Benar, Yang Mulia.

PM Sung: Dia adalah perawat yang seharusnya menghibur Duta Besar dari Dinasti Ming di Mohwagwan. Dia telah menunjukkan kemampuannya dan membantu meredakan krisis di Istana waktu itu. Dia telah mencapai prestasi yang luar biasa.

Raja: (mengangguk) Aku juga masih mengingatnya dengan baik. Saat dalam pengungsian di Weeju, kau merawat diriku dengan dr. Hur.

Ye Jin: … (mengangguk)

Raja: Apakah kau tahu mengapa aku memanggilmu ?

Ye Jin: Tidak, Yang Mulia, mohon ampun karena ketidaktahuanku.

Raja: Aku mengakui jasa dari dr. Hur selama terjadinya perang dan memerintahkan agar ia dipromosikan ke posisi perdana menteri. Tapi itu ditentang dengan kuat oleh para pejabat di Istana. Aku telah mengenalnya sudah lebih dari sepuluh tahun sampai sekrang, jadi aku tidak mengambil pusing semua kritik yang muncuk pada dirinya. Tapi skandal yang terjadi sekarang atasnya terlalu serius untuk diabaikan mempertimbangkan beberapa bukti yang diberikan.

PM Sung: Dan skandal itu melibatkan dirimu. (Ye Jin tampak sedikit terkejut) Apakah benar kau telah intim dengannya selama beberapa tahun ini?

Ye Jin: ….

PM Sung: Apa yang sedang kau tunggu? Katakan pada Yang Mulia kebenarannya!

Raja menunggu penjelasan dari Ye Jin.

Ye Jin: Yang Mulia, Ayahku dulu adalah seorang dokter. Dia mengembara ke seluruh negeri hanya dengan segenggam jarum akupungtur, merawat para pasien, tapi dia meninggal karena wabah, jadi aku menghabiskan masa kecilku di rumah sakit yang terkemuka milik dr. Yoo (Wee Tae). Ketika aku menginjak umurku yang ke 19 …aku bertemu dengan dr. Hur sebagai murid dari dr. Yoo (Wee Tae). Dari hari-hari di mana ia berkeliling di Gunung Jiri sebagai pencari tanaman obat, sampai ke hari-hari di mana ia menjadi penjaga dan kemudian pengurus di rumah sakit, ia melakukan yang terbaik untuk menjadi dokter yang welas asih, dengan bersungguh-sungguh berusaha memahami kondisi pasiennya. Dia tidak pernah ragu-ragu untuk menghisap darah nanah dari luka pasien dengan mulutnya. Dia menghabiskan bertahun-tahun hidup dengan para penderita lepra dan berusaha untuk menyembuhkan mereka, yang orang-orang bahkan enggan sepenuhnya untuk mendekati mereka. Aku telah mendekapnya dalam hatiku sampai hari ini. Aku dengan sesungguhnya benar-benar menghormati dan memujanya.

Tapi Yang Mulia, apa yang kurasakan mengenai dirinya, adalah perasaan yang mana aku  sangat beruntung bisa berdekatan dengan dirinya, di bawah langit yang sama, di tempat yang sama. (Mata Ye Jin mulai berkaca-kaca) Dr. Hur tidak takut menghadapi kematian demi cintanya yang melebihi status sosialnya. Istrinya juga telah banyak mengalami penderitaan demi suaminya, yang tak dapat aku bayangkan. Bagaimana bisa aku  menodai cinta sejati mereka? (Raja tampak tergugah)

(Ye Jin menangis) Yang Mulia, aku dengan setulus hati menghormati dan memuja dr. Hur. Tapi itu adalah sesuatu yang harus aku hargai dan hanya bisa aku simpan dalam hatiku. Jika itu yang dipersalahkan, aku dengan sukarela akan menerima hukumannya. Tapi aku tidak rela kalau ia dipersalahkan karena skandal yang mencolok ini. Kumohon mempertimbangkannya kembali.

Raja dan PM Sung baru mengerti apa yang sebenarnya terjadi dari penjelasan Ye Jin dan juga bagaimana sebenarnya dr. Hur itu. Raja tampak mulai berpandangan lain terhadap Ye Jin dan Hur June. Ye Jin menahan tangisnya, sangat kesal dengan gosip yang memojokkan orang yang dikasihinya. Raja masih termenung.

Hur June menanti di dekat kediaman Raja. Ye Jin menghampirinya menatapnya dengan pandangan kasih, Ye Jin membungkuk hormat, Hur June membalasnya. Hur June bertekad akan menemui Yang Mulia dan akan membicarakan semua fitnahan keji ini yang secara tidak adil telah ditimpakan pada Ye Jin. Ye Jin menatapnya, dalam hatinya merasa senang karena tidak sia-sia ia membela pria ini. Hur June menyatakan kalau semuanya itu tidak berarti apapun bagi dirinya, ketika ia menjadi seorang pahlawan masyarakat dan perdana menteri, dengan mengorbankan kehormatan dari Ye Jin. Tapi Ye Jin dengan tersenyum meminta dr. Hur agar tidak mencemaskannya. Hatinya sungguh sakit karena dirinya menghalangi langkah Hur June. Hur June mau membantah tapi Ye Jin memintanya agar tidak mengucapkan sepatah kata apapun karena ia tahu bagaimana perasaan dari Hur June. Hur June masygul, Ye Jin memberi hormat kemudian meninggalkan Hur June.

Raja memerintahkan PM Sung untuk melanjutkan kembali proses pengangkatan Hur June seperti yang telah direncanakan semula. PM Sung tidak menentang, tapi ia bertanya bagaimana dengan protes para pejabat. Raja memintanya dengan tegas untuk melakukan persis seperti yang ia katakan. PM Sung mengiyakannya.

Hur June tampak termenung dekat kolam Istana, di anak tangga sebuah gardu peristirahatan.  Ia mengingat kembali perkataan Lee Jungmyung padanya beberapa tahun yang lalu.

Lee Jungmyung: Tidakkah kau tahu? Kalau Ye Jin memiliki perasaan padamu untuk waktu yang sangat lama .. Tapi kau hidup begitu tenangnya tanpa ada sedikitpun yang kau cemaskan. Kau pria yang jahat, kau tahu?

Hur June meneteskan air mata penyesalan, menyesal karena tidak bisa melakukan apapun untuk Ye Jin dan membalas perasaan kasih sayang Ye Jin pada dirinya. Sudah banyak yang telah dilakukan Ye Jin untuk dirinya tanpa ssedikitpun ia bisa membalas Ye Jin dengan sepantasnya.

Malam hari, Ye Jin merenung di tepi kolam di asrama perawat. Air mata meleleh turun ke pipinya. Sanghwa menghampirinya dan melihat Ye Jin menangis sedih. Sanghwa adalah satu-satunya orang, selain Ohgun,  di masa lalu keduanya yang mengerti betapa Ye Jin sangat mencintai Hur June, dan sekarang Ye Jin justru menderita karenanya.  Ye Jin menyadari kedatangan Sanghwa dan merasa sedikit malu karena Sanghwa memergokinya sedang menangis. Ye Jin mengusap air matanya kemudian bertanya ada apa. Sanghwa duduk di sebelah Ye Jin dan memanggilnya. Ye Jin memberinya sebuah frase di sajak kuno,

“Ketika aku berumur 8, aku dengan diam-diam memandang cermin dan melukis alis mataku sedikit lebih panjang.

Ketika aku berumur 11, aku memakai baju dengan lukisan bunga teratai dan aku suka mencari sayuran di gunung.

Ketika aku berumur 12, aku belajar memainkan Geumungo, aku tidak melepaskan kotak peraknya.

Ketika aku berumur 14, aku sering bersembunyi di belakang orangtuaku, karena aku merasa malu di depan anak-anak laki-laki.

Ketika aku berumur 14, aku sering bersedih karena musim semi, jadi aku memalingkan wajahku dan menangis dengan memegangi tali ayunan.”

Ye Jin memberitahu Sanghwa kalau itu adalah sajak yang dibuat oleh Lee Sang-Eun dari Dinasti Tang. Sanghwa masih tidak mengerti mengapa Ye Jin mengutip sajak itu. Ye Jin memberitahunya ketika ia melihat seseorang di suatu musim semi, ia merasa sedih karena musim semi tanpa alasan. Kapanpun ia memikirkannya, ia merasakan sakit di dadanya. Ye Jin kemudian memanggil Sanghwa dan memutuskan kalau sekarang mungkin waktunya untuk meninggalkan Istana. Sanghwa terkejut. Ye Jin berpikir kalau ia seharusnya kembali ke Kuil Samjeuk. Ia akan menghabiskan sisa hidupnya merawat para pasien dan membantu Rahib Agung. Sanghwa tahu kalau Ye Jin sudah memutuskannya, ia tidak bisa mengatakan apapun untuk menahannya. Ye Jin ingin meminta bantuan pada Sanghwa sebelum ia pergi. Ye Jin memintanya agar membantu dr. Hur dengan sepenuhn hatinya. Ye Jin merasa untuk menyelesaikan penyusunan buku medis yang dilakukann oleh dr. Hur, akan dibutuhkan bertahun-tahun usaha yang telaten. Dan mungkin hal yang sangat baik jika dirinya tetap tinggal dan membantu Hur June, tapi tampaknya segala sesuatunya tidak mengijinkan dirinya untuk melakukan itu. Ye Jin kemudian meminta agar Sanghwa tetap ada di samping Hur June menggantikannya. Sanghwa menatap Ye Jin dengan pandangan sedih.  Ye Jin mendengar suara burung hantu dan mengawasi ke sekelilingnya, mengatakan bahkan burung hantu scops pun suaranya penuh dengan kesedihan.

Para anggota Naeuiwon berkumpul di halaman Kantor Departemen Medis, bahkan para pejabat senior pun juga berkumpul menantikan pengumuman Raja. Hur June ada di antara mereka merasa sangat gundah.

Ye Jin sudah mengemasi barang-barangnya dan sedang menyusuri sungai di luar Istana, melakukan perjalanan menuju ke Kuil Samjeuk….

Raja sudah hadir di halaman Kantor Departemen Medis dan ia sendiri yang memberikan surat pengangkatan Hur June ke posisi Perdana Menteri, Pangeran Gwanghae juga menghadiri upacara itu. Hur June maju untuk menerimanya dengan hormat kemudian mundur kembali ke tempatnya, tapi wajahnya sama sekali tidak menunjukkan perasaan gembira, sebaliknya justru tambah murung.

Ye Jin masih dalam perjalanan menuju ke Kuil Samjeuk, sesekali ia menengok ke belakang seakan-akan masih sedikit berat meninggalkan Istana dan Hur June. Ye Jin berhenti sejenak mengingat beberapa kenangannya bersama Hur June:

saat Hur June menjadi pesuruh,

saat Hur June dipergokinya membaca buku medis di gudang obat Rumah Sakit dr. Yoo padahal seharusnya dilarang,

saat pernikahan Hur June dan Dahee,

saat mereka berdua merawat istri Tuan Sung,

saat Hur June menyemangati istri Tuan Sung agar tetap terus berjalan melatih otot-otot kakinya yang sebelumnya lumpuh,

saat Hur June diusir dari rumah sakit dr. Yoo,

saat ia menyelimuti Hur June yang kelelahan akibat merawat siang dan malam istri dari Tuan Sung,

saat ia mengawasi kepergian Hur June menuju ke Kuil Samjeuk untuk belajar pengobatan pada Rahib Samjeuk,

saat ia berdiskusi dengan Hur June mengenai efek dari tanaman obat ketika masih di rumah sakit dr. Yoo.

Ye Jin masih mengingat semuanya itu dengan jelas dan akan mengingatnya terus sampai kematian menjemputnya, Ye Jin kemudian menetapkan langkahnya kembali berjalan menuju ke tempatnya yang baru …..

31 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 60

    • Nevi …… ada catatan penting YE JIN …….

      Karena ada 3 laki-laki ganteng yang menyintainya :

      Dr. YOO DO JI, Selapik seketiduran, sebantal sekalang hulu. Berteman dengan Ye Jin sejak kecil. Cinta monyet dan cinlok nya Ye Jin. Cinta kandas karena Ny Oh menentang hubungan ini. Do Ji sangat cemburu kepada Hur June karena perhatian Ye Jin lebih besar ke Hur June.

      Dr. HUR JUNE, Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Sudah takdir, tak dapat dihindarkan lagi. …….. Dengan Ye Jin saling membutuhkan namun …… sebenarnya Hur June sudah menikah. ……….
      Perasaan cinta yang bersemi walaupun terselubung dihati Ye Jin digambarkan pada waktu pertama kali bertemu dengan Lee Da Hee yang terus terang dengan begitu berani mengutarakan isi hatinya untuk mempersuamikan Hur June. Lee Da hee sengaja mencari Hur June yang datang sejauh 300 km dari Hanyang ke Sanum.

      Suara hati Ye Jin ke Da Hee : ……. Dan aku ingin mengetahui siapa pria yang bahagia yang ada di dalam hatimu. Ketika aku tahu kalau pria itu adalah dr. Hur, aku pikir dia memang layak untuk menerima cintamu. Dr. Hur yang aku tahu memang sepantasnya menerima pengabdianmu dan cintamu.

      Disinilah uniknya kisah cinta mereka. Ye Jin tak kuasa berucap. Hur June diam berdegup seribu bahasa.

      Ketika dipanggil oleh Raja Ye Jin pun berkata lirih seperti ini : …… Aku telah mendekapnya dalam hatiku sampai hari ini. Aku dengan sesungguhnya benar-benar menghormati dan memujanya.

      LEE JUNG MYUNG ( Perwira Polisi setara posisinya dengan Perwira Bae ).
      Jinak-jinak merpati. Bahasa diam Ye Jin yang membuat Lee Jung Myung bertekuk lutut. Kisah cinta ini kandas di tengah jalan karena juga cinta Ye Jin hanya untuk Hur June seorang. Lee Jung Myung meninggal karena terhukum dan tertuduh konspirasi kekuasaan di Istana, terkena hukum paksa minum racun.

      Inilah takdir Ye Jin ………

  1. Saya rasa …. ini salah satu episode yang terbaik selama Koh Andy membuat sinopsis Hur June. Kata per kata sangat menyentuh. Semua jalinannya indah untuk dikenang. Persahabatan, kasih sayang, pengabdian, petuah …. banyak tercurah dalam rangkaian sinopsis ini.

    • Kutipan ………..
      Menteri Jung minum dan kemudian tertawa, mengatakan kalau seharusnya pekerjaan menyunting buku pengobatan adalah tugas dari bawahan bukan tugas dari seorang dokter Raja. Membagi tugas adalah sangat penting jika seseorang ingin menjadi seorang pemimpin.

      Kalau kita cermati …. sebenarnya kita diajarkan intisari dari Ilmu Manajemen ……….. Benar nggak Koh Andy ……..

      • Kutipan ………
        Hur June tampak sangat bahagia, salah satu tujuan hidupnya akan segera terpenuhi. (Andy: Tujuan ini adalah tujuan hidup yang kedua ketika Ahn Kwang Ik menanamkan pemikiran ini pada Hur June …

        Koh Andy …….. Kilas balik adegan ini ada di episode 51 ………. kita perhatikan :
        ………………………………………………………………………………………………………………..
        Ahn menjelaskan kalau banyak orang membanggakan keahllian medis yang mereka miliki. Tapi sebenarnya tidak banyak orang yang benar-benar bekerja demi masyarakat dan generasi berikutnya. Ahn bertanya apa yang dirasakan oleh Hur June saat melihat begitu banyak orang mati di Hwanghae. Hur June tampak mulai membuka pikirannya. Ahn mengatakan jika banyak dokter melakukan usaha demi masyarakat sebelumnya maka tidak akan banyak orang yang mati dengan begitu sia-sia………………………..

      • Ada beberapa alasan masuk akal mengapa Hur June tidak memperdebatkan hal ini dan dia terlibat langsung dalam penyusunan proyek buku tersebut :

        1. Feeling Hur June menyiratkan Ye Jin yang pintar dan mengerti apa yang di ingin i Hur June dan sering mendampinginya untuk proyek penyusunan buku kesehatan ini kemungkinan besar akan meninggalkan dirinya karena ‘affair’ yang digossipkan lawan-lawannya telah merebak keseluruh bagian istana. Dia tahu betul Ye Jin rela berkorban jiwa dan raga untuk Hur June.

        2. Dokter muda Sang Hwa masih perlu dibimbing langsung untuk proyek ini dan sulit mendapatkan generasi muda yang tertarik pada dokumentasi buku kesehatan.

        3. Dr Yoo Do Ji tidak begitu antusias untuk proyek seperti ini walaupun sudah menjadi partner setia Hur June ( ingat perintah Yo Do Ji yang tidak memperioritaskan mengangkut dokumentasi kedokteran pd saat perang? Dan meminta Hur June agar menyimpan sendiri gambar bagian organ tubuh yang masih langka saat itu ? ).

        4. Sudah menjadi komitmen Hur June mengenai penyelesaian proyek tersebut kepada Pangeran dan Raja. Karena akan digunakan juga akan digunakan masyarakat luas dan Hur June lah ‘mascot’ nya maka tidak ada jalan lain untuk terjun langsung. Sulit memang. Dilema … kata orang. Bandingkan dengan Menteri menteri lain ? Lebih asyik bergosip dan berpolitisasi.

        5. Ingat kalau Hur June berkelahi ? Semua terjadi cepat dan tepat sasaran kebagian fatal dan vital. Inilah pembawaan Hur June yang sulit hilang dari keperibadiannya. Apa yang ditargetkan harus cepat selesai, walaupun sedikit menyimpang dari saran Menteri Jung tapi orientasinya sasaran bukan ? ( Cailah ….. saya mendukung terus Hur June ….. I’m Sorry ). Tapi inilah faktanya.

      • Ini tentang Ye Jin …….. Jauh dilubuk hatinya… cinta tidak berarti harus memiliki seperti perkataan kawan-kawan kita di blog ini. Dia pergi membawa gundah cintanya ke Kuil Sam Jeuk. Jauh ….. jauh dimata dekat dihati. Rahib Agung sudah seperti ayahnya sendiri ….. apa kepedihannya tidak segan dia ceritakan kepada Rahib. Ingat Ye Jin di RS Dr Yoo ? Apabila ada konflik dengan Ny Oh …. dia akan menenangkan diri disana dengan menyibukkan diri merawat ‘pasien-pasien’ Rahib Agung. Pribadinya mirip dengan Hur June. Makanya dia sangat respek dan hormat pada Hur June karena tujuan hidupnya sama, mengabdi tanpa pamrih. Ye Jin lah wanita Korea sesungguhnya …. penurut tapi tetap menjaga harga dirinya sebagai wanita.

  2. to yE jin…
    NY ye jin,, mendingan sama aku aja ya.!
    Hehehe

    kpd smua tokoh huh jOon untk trus brkmbang pda tugs’y msing-masing.. Dan berkarya di dunia pengoBatan.!

    Lw bisa,, Aq pngen di obati sma dokt huh joon dan di rawat sma ye jin

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s