Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 64 [Finale]

Kepala Daerah menemui Hur June bersama para pengawal dan pegawainya. Hur June memberi hormat padanya. Kepala Daerah menyuruhnya untuk mendengarkan dengan seksama aturan selama ia diasingkan, tidak boleh mengadakan kontak dengan orang luar kecuali seijinnya. Tidak boleh pergi ke kota sekitar, dan jika ia pergi dengan sengaja dan sadar, maka Hur June akan dihukum dengan berat. Kepala Daerah memintanya untuk bertobat dari segala dosa, mengerjakan apa yang bisa ia kerjakan, dan bersikap baik. Hur June memberikan hormat lagi padanya. Kepala Daerah mengajak rombongannya untuk pulang.

Dalam perjalanan pulang, Kepala Daerah memerintahkan seorang pegawainya untuk memeriksa Hur June secara berkala.

Hur June sekarang sendirian, ia melangkah ke tepi pantai dan memandang lautan yang luas di hadapnnya, termenung ….

Dahee merawat ibu mertuanya yang jatuh sakit dan menangis mengingat suaminya yang diasingkan …. Hatinya sungguh sakit dan menderita ….

Hur June memenuhi kebutuhannya sendiri, ia mencari kayu bakar dan membawanya ke gubuk tempat tinggalnya. Di tengah perjalanan ia melihat ada tanaman seperti tanaman obat, Hur June segera menaruh tumpukan ranting di punggungnya dan menghampiri tanaman itu, mencabutnya dengan hati-hati dan memeriksanya. Ternyata itu bukan tanaman obat yang diharapkannya. Hur June tersenyum geli dan membuang tanaman itu.

Seorang pria, yang menggendong seorang wanita tua di punggungnya, ditemani oleh istrinya menghampiri gubuk tempat Hur June diasingkan, dan mengintip ke dalamnya. Mereka mencari-cari keberadaan Hur June dan melihatnya baru saja datang dengan membawa kayu bakar di punggungnya. Mereka berdua segera pergi menemuinya.

Pria: Eh … permisi … aku mendengar kalau kau dulunya adalah seorang dokter Raja. Kumohon selamatkanlah ibuku.

Istri pria: Dia sudah terbaring sakit ada lebih dari sebulan dan kami tidak dapat memberinya obat-obatan karena kami miskin.

Pria: Aku mohon kau mempertimbangkan situasi kami.

Hur June: (mengawasi mereka dengan simpati) Aku adalah penjahat yang diasingkan. Aku tidak dapat mengobati pasien.

Pria: (berseru) Dokter …

Hur June: Kuminta kalian kembali saja.

Hur June beranjak pergi, tapi pria itu segera berlari ke depan Hur June, berlutut di hadapannya.

Pria: Dokter .. Kumohon periksalah hanya sekali ini saja. Kumohon selamatkanlah ibuku. (Si istri juga turut berlutut)

Hur June: … (serba salah)

Pria: Jika ibuku meninggal tanpa mendapatkan pengobatan dari dokter, perasaan menyesal itu tidak akan hilang dari hatiku. (Meraih tangan Hur June) Kumohon … kumohon agar kau menyelamatkannya, dokter. (menangis)

Hur June bingung dan serba salah …. Di satu sisi hatinya bersimpati dengan mereka tapi di sisi lain ia teringat dengan aturan yang menyatakan kalau seorang yang diasingkan dilarang mengadakan kontak dengan orang luar. Tapi akhirnya hati dokter dari Hur June yang menang, ia menyuruh pria itu membaringkan ibunya di dipan di depan gubuknya dan memulai memeriksa nadi wanita tua itu. Suami istri itu melihat Hur June memeriksa ibu mereka. Hur June bertanya pada si pria apa ia bisa mencari akar bawang pre dan minyak jarak. Pria itu mengangguk mengiyakan.

Hur June: Kalau begitu dengarkan baik-baik apa yang akan kukatakan dan lakukan sesuai dengan kata-kataku ini.

Pria: Baik Dokter …

Hur June: Dia menderita penyakit yang disebut dengan Sang Han. Itu disebabkan oleh rasa dingin di tubuh seseorang. Untungnya Sang Han yang terjadi di musim panas bukanlah penyakit yang membahayakan jiwa jika diobati dengan tepat.

* Sang Han adalah semacam penyakit di mana panas tubuh keluar secara berlebihan diakibatkan oleh cuaca.

Suami istri itu berpandangan dan tersenyum lega, mereka sangat senang ternyata ibu mereka dapat disembuhkan.

Hur June: Pertama, bawa ia kembali ke rumah dan campurkan akar bawang pre dalam nasi sop panas dan biarkan dia memakannya. Lalu ia harus mengeluarkan keringat sampai seluruh tubuhnya basah, tapi jika ia berkeringat terlalu lama maka energi tubuhnya akan lemah, jadi tidak boleh lebih dari satu jam.

Suami istri itu berulangkali mengatakan kalau mereka mengerti dan sangat lega juga berterima kasih pada Hur June. Hur June juga senang dapat membantu mereka tapi tetap hatinya masih berkuatir.

Raja memanggil Doji (sekarang ia adalah dokter Raja, bajunya merah, sebagai pengganti Hur June) dan bertanya padanya bagaimana dengan kondisi keluarga Hur June. Doji terkejut. Gwanghaegun mendengar kalau ia punya ibu, istri, dan juga seorang anak laki-laki yang bekerja bagi pemerintah. Doji menjawab kalau ibunya jatuh sakit saat mengetahui Hur June diasingkan dan anaknya, Hur Gyeum adalah Gubernur di Jin Chun. Raja terkejut dan bertanya apa penyakit ibu Hur June sangat serius. Doji menjawab kalau ia sendiri juga tidak begitu tahu.

Gwanghaegun kemudian meminta Doji untuk pergi menengoknya sendiri dan merawatnya. Doji terkejut dan senang karena ternyata Raja masih perhatian pada Hur June dan keluarganya. Gwanghaegun sendiri menyatakan penyesalannya karena harus mengirimnya pergi jauh. Raja sebenarnya ingin langsung memanggilnya kembali tapi para pejabat yang lain sangat kuat menentang keinginannya jadi ia tidak bisa melakukan itu. Kemudian Gwanghaegun memerintahkan Doji, seperti Doji sudah merawat dirinya, ia menyuruh Doji mengambil bahan-bahan obat berkualitas paling baik dan merawat ibu Hur June dengan sungguh-sungguh. Doji dengan gembira segera menyahut kalau ia akan melakukan perintahnya.

Dahee sedang merebus obat di halaman, sedangkan Nyonya Son terbaring sakit di dalam, dan Doji sedang memeriksanya. Ohgun, yang mendampingi Doji, mengawasi Nyonya Son dengan hati sedih.

Dahee masuk dengan membawa ramuan obat dan bertanya bagaimana keadaan ibu mertuanya. Doji menjawab kalau dia sudah lemah dan kemudian terjadi insiden pada Hur June sehingga ia mengalami shock yang parah. Dahee sangat cemas dengan kondisi ibu mertuanya.

Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu gerbang, Dahee mau keluar, tapi Ohgun menahannya dan mengatakan kalau ia yang akan keluar membukakannya. Ternyata Ilsuh, Haman, dan juga Yangtae yang datang. Ohgun menyuruh mereka untuk tenang, Ilsuh heran dan bertanya apa yang dilakukan Ohgun di tempat ini. Ohgun menjawab kalau dokter Raja ada di sini sedang merawat Nyonya Son. Ilsuh terkejut dokter Raja? Apakah Yoo Yeonggam? Ohgun menjawab kalau Sang Gwang Mama sendiri yang menyuruhnya. Haman berseru dia yang mengirim Hur June ke pengasingan dan sekarang mengirim dokter Raja? Itu seperti membuat seseorang sakit kemudian berusaha mengobatinya. Ohgun berdecak dan menegurnya karena berbicara tidak sopan. Haman sadar dan menunduk.

Ohgun kemudian bertanya apa yang sedang mereka semua lakukan di sini. Yangtae menjawab, mereka mendengar kalau Nyonya Son sakitnya parah jadi mereka datang sambil membawakan ramuan obat baginya. Ohgun sangat senang dan memuji mereka. Ilsuh bertanya apa ada kabar dari Hur June. Ohgun menjawab bagaimana ia bisa tahu kabar dari orang yang dalam pengasingan. Dahee mendengarkan mereka dari tempat tersembunyi. Ohgun kemudian memberitahu mereka, ia sudah memberitahu istri Hur June kalau Hur June pasti baik-baik saja dan mewanti-wanti agar mereka tidak mengatakan apapun yang membuat cemas istri Hur June. Ilsuh menuding hidung istrinya dan berkata, “Apa kau sudah mendengarnya?” Haman bertanya, “Mendengar apa?” Ilsuh menggunakan jari telunjuknya mendorong mulut istrinya, “Jaga mulutmu ini!” Haman cemberut.

Dahee berlari pergi dan, menangis sedih, berjongkok di bawah sebuah pohon….

Hur June bermimpi buruk dan terbangun dari tidurnya, mengawasi sekeliling kamarnya. Kemudian ia mendengar suara di luar, Hur June segera bangun dan pergi melihatnya.

Ternyata seseorang sedang membelah kayu bakar di halaman. Hur June segera menghampirinya dan bertanya apa yang sedang ia lakukan. Orang itu ternyata pria yang baru-baru ini ibunya diperiksa oleh Hur June. Pria itu segera memberi hormat pada Hur June dan minta maaf kalau ia membuatnya terbangun. Hur June bertanya lagi apa yang ia lakukan. Pria itu menjawab dengan sangat bersemangat kalau ia melakukan apa yang dikatakan dokter dan ibunya sembuh dengan segera. Sebagai seorang manusia, bagaimana mungkin ia mengabaikan kebaikan yang telah ia terima dari Hur June, kemudian ia segera berlutut menyembah pada Hur June. Hur June terkejut dan memintanya agar tidak melakukan ini, ia segera mengangkat bangun si pria.

Tiba-tiba si istri datang dengan membawa meja makan kecil dan mengatakan kalau sarapan sudah siap. Si suami menyuruh istrinya untuk menaruh di teras, kemudian meminta Hur June agar bersantap. Hur June cemas dan mengatakan kalau petugas pemerintah tahu mengenai ini maka mereka berdua akan terkena masalah. Si suami meminta Hur June tidak mencemaskan mereka berdua. Ia menyuruh Hur June untuk bersantap. Bukankah ia mati hanya sekali, bukannya dua kali? Si istri menyatakan kalau hidangan ini mungkin tidak banyak tapi itu merupakan ungkapan terima kasih mereka dan meminta agar Hur June menerimanya. Hur June gelisah dengan tindakan kedua orang di depannya ini dan merasa serba salah.

Sang suami kemudian bertanya apakah ada orang lain selain mereka berdua yang mengunjungi Hur June. Hur June tampak bingung. Melihat perubahan muka Hur June, pria itu bergumam kalau mereka pasti belum datang. Hur June bertanya apa maksud perkataannya itu. Pria itu menjawab kalau istrinya yang bodoh memberitahu orang sekampung mengenai kejadian itu. Si Istri menunduk merasa bersalah. Hur June shock dan kebingungan.

Dua orang prajurit berlari-lari datang ke tempat Hur June ingin memeriksa tapi terkejut melihat begitu banyak orang sedang berkerumun di depan gubuk Hur June tinggal. Mereka berdua segera menghampiri orang-orang itu.

Orang-orang sekampung dari suami istri tadi, yang menderita sakit datang semua menemui Hur June.

Hur June terkejut melihat mereka dan meminta mereka untuk kembali, seorang tetua dari rombongan orang-orang itu memohon pada Hur June untuk mengobati penyakit yang mereka derita. Ia berjanji kalau mereka tidak akan menyebarkan berita mengenai perbuatan Hur June dan memohon agar Hur June memeriksa mereka. Sekali ini saja.

Hati Hur Jun sebenarnya tidak tega tapi jika ia melakukannya maka tidak lama kemudian pasti para pasien akan berbondong-bondong ke tempatnya dan itu nanti akan mengundang kedatangan petugas pemerintahan. Hur June ragu-ragu.

Dua petugas tadi datang dan seorang dari mereka segera membentak dengan garangnya di hadapan orang banyak itu. Hur June terkejut …

Tak dinyana si tetua ternyata ayah mertua dari si petugas itu …

Tetua tadi menyeret petugas yang membentak dengan garang, yang sekarang justru mati kutu, ke tempat lain. Tetua itu sekarang justru gantian membentaknya dengan garang,

Tetua: (nada garang) Tidakkah kau bisa mengerti diriku?

Petugas 1: (memelas) Aku mengerti, tapi .. tapi jika kepala daerah mengetahui akan kejadian ini, kami berdua akan mati!

Tetua: (dengan nada masih garang) Kami menutup mulut kami, dan kalian menutup mulut kalian, bagaimana dia bisa tahu?


Kedua petugas tadi menundukkan kepalanya serba salah ….

Tetua: Bukankah istrimu sudah sakit selama 2 tahun sehabis melahirkan?

Petugas 1: (lebih memelas lagi) Itu .. itu benar … tapi …

Tetua: (menuding ke arah Hur June berada) Dokter yang berada di sana adalah orang yang dikirim oleh para dewa untuk menyelamatkan orang miskin seperti kita! (Menatapnya tajam) Jadi lakukanlah sesuai dengan yang kukatakan !!! (Tetua itu segera pergi)

Petugas 1: (nada memohon) Oroshiiiiii …………. (tidak bisa berkutik) …

(Andy: ahahahaha … aku senang sekali dengan adegan ini … ahahaha …. Apalagi aktingnya si tetua yang ompong itu bagus banget walaupun sekilas … hehehehehe …. 😀 Inilah kelebihan drama Korea, sampai pada figurannya pun aktingnya alami tidak kelihatan dibuat-buat, semoga Indonesia bisa belajar banyak dari para sutradara maupun aktor dan aktris Korea bagaimana berakting yang baik dan memikat, dan nanti mudah-mudahan akan ada Indonesian Wave – bukan hanya Chinese Wave, Japanese Wave, Taiwanese Wave, ataupun Korean Wave – )

Petugas 2 mengawasi ke sekelilingnya, berjaga-jaga bagi Hur June.

Tidak tahu bagaimana caranya si tetua menyakinkan Hur June karena akhirnya Hur June mau memeriksa mereka.

Hur June sedang memeriksa seorang pasien laki-laki dan memberitahu pengantarnya.

Hur June: Jika diarenya masih tetap berlanjut dan tidak berhenti, memakan biji pohon ek akan membantu. Kuliti kulitnya kemudian keringkan lalu buatlah menjadi bubuk, dan campurkan dengan air kemudian minumkan padanya 3 kali sehari sesudah makan.

Pengantar: (mengangguk) Baik, dokter.

Petugas 1 datang dengan memapah istrinya yang sakit untuk menemui Hur June.

Kantor Departemen Medis Istana, walaupun Hur June tidak ada, para dokter berusaha melakukan yang terbaik demi memenuhi harapan Hur June dengan melanjutkan penyusunan buku medis yang baru.

Lee Myung Won: 8 titik nadi Meridian bertempat di titik akupungtur, CV dan GV bertempat di titik akupungtur. Jadi nadi Meridian bisa dikelompokkan ke dalam 14 macam, termasuk di dalamnya CV dan GV.

* CV atau GV adalah salah satu dari 8 nadi, CV mengendalikan energi Yin dan GV mengendalikan energi Yang.

Dr. Chung: 14 macam? Itu tidak mungkin benar! Bahkan dokter yang lamban pun tahu kalau hanya ada 12 titik nadi yang berkaitan dengan jalur aliran energi dalam tubuh manusia.

Kim Mangyung: (Pada Lee) Karena CV dan GV dimasukkan ke dalam 8 nadi Meridian, itu menjadi berbeda dari ke 12 nadi lainnya. Pernyataanmu sangat sulit untuk diterima.

Lee Myung Won: Tapi Dokter Raja sudah mengulas mengenai masuknya CV dan GV dengan 12 nadi yang lain.

Dr. Chung: Dokter Raja? Kapan ia mengatakan hal seperti itu?

Lee Myung Wong: (sedikit salah tingkah) Hur June Daegam yang dulu menangani penyusunan buku yang mengatakan hal itu.

Dr. Chung memandang pada Doji, yang kelihatannya tidak memperhatikan dan justru hilang dalam lamunan.

Dr. Chung: Apa yang akan kau lakukan, Yeonggam?

Doji: ….. (melamun)

Tiba-tiba Jang Hak Do masuk dan memberitahu Doji kalau sebaiknya ia pergi keluar. Doji lepas dari lamunan dan heran.

Doji menuju gudang obat menemui Sanghwa dan Ohgun.

Doji: Apa yang terjadi?

Sanghwa: Kami punya masalah karena kami tidak dapat membagi yang mana yang akan dikeringkan di bawah terik matahari dan yang di bawah bayang-bayang.

Ohgun: Apa ada alasannya mengapa kita harus membaginya seperti itu ketika kita biasanya hanya mengeringkan begitu saja?

Jang Hak Do: Supaya kita dapat mempelajari perbedaan khasiatnya! Tapi sekarang kau mengubahnya, apa kau tahu apa yang sudah kau lakukan ?

Doji: Apakah itu dari Hur June Daegam?

Jang Hak Do: (salah tingkah) Ya, Yeonggam.

Doji masuk ke tempat biasanya Hur June berkantor, dan melihat begitu banyak buku medis bertumpukan di atas meja panjang …..

Doji kemudian memandang ke arah kursi yang biasanya ditempati Hur June, dan terkejut melihat Hur June ada duduk di sana sedang memilah-milah catatan dan membaca buku

Doji menunduk kemudian melihat kembali, kursi itu kosong, ternyata tadi hanya bayangannya saja. Doji tampak sangat masygul. Doji kemudian memutuskan sesuatu.

Wakil PM Choi menentang usul Doji mengenai penunjukan Hur June sebagai penanggungjawab dalam penyusunan buku medis yang baru. Doji memberikan alasan kalau Hur June telah menangani pekerjaan ini selama lebih dari 10 tahun. Tapi sekarang tanpa pimpinannya, maka usaha itu sulit mengalami kemajuan. Wakil PM Choi dengan entengnya menjawab kalau begitu hentikan saja pekerjaan itu. Doji terkejut mendengarnya. Wakil PM Choi mengatakan kalau Hur June sekarang bukanlah seorang dokter lagi tapi seorang penjahat. Jadi ia tidak bisa membiarkannya menangani pekerjaan untuk Istana. Kemudian ia mengatakan, entah Doji yang akan menyelesaikan pekerjaan itu di bawah pimpinannya atau menghentikan pekerjaan itu.

Doji keluar dari ruangan Wakil PM Choi dan berjalan kembali menuju ke kantornya.

Dr. Chung: Yeonggam, bagaimana bisa kau mau membiarkan Hur June yang menangani pekerjaan ini?

Doji: Aku akan mengirimkan beberapa buku medis dan bahan-bahan untuk dipelajari ke tempatnya berada.

Kim Mangyung: (cemas) Yeonggam, jika kau mengadakan hubungan dengannya yang dalam pengasingan maka itu akan dapat menimbulkan masalah. Jika kau tertangkap maka kau akan dituduh karena secara diam-diam telah berhubungan dengan penjahat.

Doji: Buku ini dimulai dengan seluruh hidupnya didedikasikan pada pekerjaan penyusunan buku ini, jadi ia yang harus menyelesaikannya. Dan karena usaha kita juga ada di dalamnya, maka buku itu harus dibuat dengan baik. Untuk bisa melakukan itu, kita semua membutuhkan bantuan dari Hur Daegam. (semua orang mengangguk-anggukkan kepalanya). Ini harus dilakukan secara rahasia, jadi kuminta kalian semua tetaplah diam.

Ohgun menemui Dahee dan memberitahunya rencana mereka itu. Dahee sangat senang dan bertanya apakah itu benar. Ohgun mengiyakannya, bahkan ia sendiri yang akan ditugaskan untuk membawa barang-barang demikian juga dengan beberapa dokter lain dalam satu jam lagi. Jadi jika ada sesuatu yang Dahee ingin ia sampaikan pada suaminya maka ia akan membawakannya. Dahee sangat gembira.

Dahee segera pergi ke kamar belajar Hur June tapi bingung barang yang mana dan benda apa yang akan ia titipkan pada Ohgun. Dahee akhirnya memutuskan akan membawakan Hur June pakaian-pakaiannya. Saat Dahee mengemasi beberapa pakaina, ia memeluk pakaian itu dan menangis, merindukan suaminya. Dahee sambil menangis membungkus semuanya dalam satu buntalan sedang.

Para dokter yang pergi adalah Sanghwa, Lee Myung Won, dan Kim Mangyung serta Ohgun. Mereka berangkat menuju ke tempat pengasingan Hur June.

Hur June dibantu oleh petugas 1, yang mencatat, memeriksa dan mengobati para pasien yang banyak sekali datang ke tempatnya.

Kim, Lee, dan Ohgun menunggu di tepi pantai agak jauh. Sanghwa bertugas memeriksa situasi di sekitar tempat Hur June diasingkan. Beberapa saat kemudian Sanghwa menemui mereka. Lee bertanya bagaimana situasinya. Sanghwa menjawab kalau para petugas polisi menjaganya jadi ia tidak bisa masuk ke dalam. Kim sangat cemas. Tapi Sanghwa melihat sesuatu yang aneh. Semua orang heran dan menoleh padanya. Sanghwa memberitahu mereka kalau banyak pasien yang keluar masuk dari tempat tinggalnya. Kelihatannya ia menerima para pasien. Kim, Ohgun, dan Lee terkejut dan saling berpandangan.

Ohgun, dengan menyamar sebagai pasien, mengintip dari gubuk di sebelah gubuk tempat Hur June tinggal dan mengawasi para penjaganya, kemudian ia pergi.

Ohgun mendatangi tempat tinggal Hur June, menyamar sebagai orang yang sakit gigi. Petugas 2 mendatanginya dan mengatakan kalau ia tidak pernah melihat Ohgun sebelumnya, Ohgun menyahut tidak jelas berusaha memberikan penjelasan. Petugas 2 tidak mengerti dan bertanya lagi, ia rasa kalau Ohgun bukan dari kota sekitar sini, dari mana asalnya. Ohgun kembali menjawab dengan tidak jelas, ber ah ih uh eh oh berpura-pura sebagai orang yang sakit gigi. Petugas itu tidak mengerti. Ohgun berpura-pura memaksakan dirinya, mengatakan kalau ia mendengar rumor dan datang dari …. tidak jelas lagi. Suami istri yang dulu menemui Hur June, sekarang membantunya, menemui si petugas 2 dan bertanya ada apa. Petugas 2 menjawab kalau ia merasa orang ini bukan berasal dari kota sekitar tapi ia tidak dapat mengerti sama sekai apa yang dikatakan orang ini. Ohgun berakting seakan-akan mulutnya sangat sakit sekali dan mengerang. Si suami merasa kalau orang ini pasti sangat sakit, dan menganjurkan petugas 2 agar membiarkannya masuk. Petugas2 mengawasi Ohgun dari atas ke bawah kemudian merasa kalau tidak ada yang mencurigakan, menyuruh Ohgun untuk masuk ke dalam. Ohgun merasa senang dan berpura-pura berterima kasih pada mereka dengan suara yang tidak jelas, kemudian segera masuk ke dalam.

Hur June sedang memeriksa seorang pasien anak dipangku oleh ayahnya, di dalam kamar, ditemani petugas 1 yang mencatat.

Hur June: Jika dia mulai berlendir karena pilek, rebus bunga lonceng, dan berikan padanya 3 kali sehari sehabis makan. Alasan mengapa dia merasa pusing dan seakan-akan mau muntah karena dia mendapat serangan panas. Buatlah nasi sop kacang dan biarkan itu terkena embun malam kemudian berikan padanya 3 kali sehari. Jika itu masih tidak berhasil, buatlah jus dengan akar dari bunga ararut (arrowfoot) dan diminum saat perut kosong.

Orangtua gadis kecil: Baik, Tuan.

Petugas 1: (menyerahkan catatan resep obat) Kau harus melakukan persis seperti apa yang ia katakan padamu!

Orangtua gadis kecil: Baik, Tuan.

Orangtua dan si gadis kecil keluar dari ruangan. Ohgun masuk dan melihat Hur June, Hur June sendiri masih menulis beberapa catatan kecil di sebuah kertas. Ohgun masuk dan menahan rasa harunya, matanya berkaca-kaca. Hur June masih menunduk, bertanya apa keluhannya, lalu mendongak melihat pada pasien di depannya, tapi menjadi sangat terkejut ketika mengenali Ohgun. Ohgun memberi tanda pada Hur June mengenai Petugas 1. Hur June menguasai dirinya dan segera meminta Petugas 1 untuk memeriksa berapa banyak lagi pasien yang tersisa di luar. Petugas 1 mengiyakannya dan segera kelur ruangan.

Setelah petugas keluar, Hur June segera bertanya mengapa Ohgun datang kemari. Ohgun segera mengeluarkan kapas dari mulutnya dan memanggil Hur June dengan menangis sedih karena melihat keadaan Hur June yang begitu sederhana. Hur June sendiri juga sangat senang dan terharu melihat Ohgun di hadapannya.

Lee, Kim, dan Sanghwa menunggu-nunggu dengan gelisah. Sanghwa melihat kedatangan Hur June dan Ohgun, berseru memberitahu kedua rekannya. Mereka segera bergegas menemui Hur June yang berjalan ke arah mereka. Hur June mengawasi ketiga rekannya dengan terharu. Sangat senang masih bisa melihat ketiganya, Hur June menyalami mereka satu persatu.

Hur June duduk di tepi pantai bersama rekan-rekannya, memeriksa semua buku yang telah dibuat oleh para dokter Istana sepeninggalnya. Kim memberitahu kalau dokter Raa yang sekarang menginginkan agar Hur Jnne yang menyelesaikan usaha penyusunan buku ini, demikian juga dengan pemikiran semua dokter Istana yang lain. Hur June mengkhawatirkan keselamatan mereka, karena bisa saja mereka mendapatkan masalah dengan menemuinya seperti ini. Sanghwa menyatakan kalau mereka semua sudah mempersiapkan diri. Hur June menoleh padanya. Sanghwa teringat kalau Dahee menitipkan buntalan untuk suaminya, ia segera memberikannya pada Hur June dan mengatakan kalau itu dari istrinya. Hur June kemudian bertanya pada Ohgun bagaimana keadaan ibu dan istrinya. Ohgun menjawab kalau mereka berdua dalam keadaan baik. Raja sendiri yang mengirim dokter Raja untuk merawat ibu Hur June. Lee memberitahunya kalau dokter Raja mengatakan Raja sangat berduka telah mengirim Hur June kemari. Kim menimpali, walaupun Hur June dikirim kemari karena para pejabat yang lain memintanya tapi karena Raja sangat memikirkan Hur June, Kim rasa kalau Hur June akan segera dibebaskan dari tempat ini segera. Hur June kelihatan senang tapi tidak terlalu berharap.

Malam hari, Hur June berhasil menyelundupkan masuk beberapa bungkusan buku ke tempat tinggalnya. Ia segera membuka buntalan itu, mengambil beberapa buku dan langsung membukanya dan memeriksa isinya. Hur June mengambil pena bulu, memandanginya sejenak, kemudian mulai menulis.

Suara Hur June: Mengapa kepala manusia bulat dan mengapa telapak kaki manusia memiliki tepi adalah karena kita belajar dari Langit yang bulat dan bumi yang memiliki tepi. Seperti ada Langit memiliki 4 musim, manusia memiliki 4 tungkai. Seperti Langit memiliki 5 unsur, demikian juga manusia memiliki 5 organ dalam rongga dada. Karena di Langit ada 6 titik ekstrim (?), maka manusia memiliki 6 organ dalam isi perut.

Di Istana, Doji bersama-sama dengan Kim Mangyung dan Sanghwa serta Ohgun kembali mengemasi beberapa buku dalam jumlah yang cukup banyak. Mereka berangkat kembali menuju tempat pengasingan Hur June dengan bersemangat.

Hur June sendiri bekerja terus siang dan malam, menulis intisari dari buku medis. Tanpa kenal lelah Hur June mendedikasikan waktunya di luar waktu prakteknya untuk menyelesaikan usaha penyusunan buku baru.

Beberapa waktu kemudian ketika para dokter Istana datang, Hur June menemui mereka, yang membawakan buku-buku medis baginya di tempat pertemuan biasanya. Hur June sangat senang bertemu dengan mereka.

Beberapa bulan telah berlalu, Raja mengadakan pertemuan dengan PM Sung, Kim Gongryang dan Jungjak. Gwanghaegun ingin agar mereka memanggil kembali Hur June dari pengasingannya dan menangani kesehatan dari dirinya dan keluarga Raja. Wakil PM Choi menentangnya dan berkata kalau itu tidak bisa terjadi. Gwanghaegun mulai kesal dan bertanya sampai kapan mereka berkata tidak. Hur June adalah orang yang sangat spesial baginya dan meminta mereka menuruti keinginannya kali ini. Wakil PM Choi dengan alasan klise (bosen nulisnya: menegakkan prinsip dan aturan di Istana) menolaknya. Raja merasa kalau mereka sudah cukup melakukan hal itu. Wakil PM Choi memohon agar Raja mempertimbangkannya kembali. Tapi Gwanghaegun justru bertambah gusar dan tetap akan melakukannya dan menyuruh mereka semua keluar. Ketiganya segera pergi keluar.

Seorang bawahan Kepala Daerah memberitahunya kalau penjahat yang diasingkan itu bertemu diam-diam dengan beberapa orang yang mencurigakan, yang tampaknya dari Seoul. Kepala Daerah heran, Seoul? Kemudian ia menyuruh bawahannya itu untuk menyelidiki kejadian ini dengan diam-diam.

Wakil PM Choi menerima surat dari Kepala Daerah tempat Hur June diasingkan dan memberitahukan rekan-rekannya kalau Hur June berhubungan secara rahasia dengan para dokter dari Istana, ia segera melaporkan hal ini kepada Raja. PM Sung dan Jungjak tampak justru cemas dengan reaksi Raja. Mereka berdua sepertinya sudah mulai melunak mengenai hukuman pada Hur June.

Seorang kapten dikawal dengan dua orang prajurit memacu kudanya dengan cepat.

Hur June yang sekarang tampak sudah tua, rambut dan jenggotnya sudah memutih semua, sedang menulis kata-kata terakhir pada bukunya, kemudian menutup buku itu yang sampul depannya masih polos.

Ia kemudian menuliskan judul buku itu, “Dongui Bogam” [Cermin Pengobatan dari Timur]. Hur June menaruh pena bulunya kemudian mengusap buku itu, seakan-akan itu adalah harta terbesar di dunia ini. Hur June tersenyum senang, selessai sudah. Perasaan puas terpancar di wajah Hur June, karena semua kerja keras dan pengorbanannya selama ini, bersama-sama dengan semua rekan-rekan dokter Istana terbayar lunas. Ia berhasil menyelesaikan penyusunan buku pengobatan yang baru, dan kelak akan bertahan sampai ke beberapa generasi berikutnya. Mata Hur June berkaca-kaca, terharu karena semuanya sudah berakhir sekarang. Impian terbesarnya sudah tercapai.

Hur June keluar dari gubuknya, membawa bukunya di tangan kanan, memandang ke lautan luas di hadapannya. Ia mengangkat buku itu dan memandangnya.

Suara hati Hur June: (dengan nada terharu) Sekarang aku sudah menyelesaikan penyusunan buku-buku pengobatan. Walaupun Joseon terletak di ujung semenanjung Timur, pembelajaran mengenai ilmu pengobatan tidak pernah berhenti sejak dari berabad-abad sebelumnya.

Buku-buku pengobatan ini tidaklah di bawah buku-buku pengobatan di Utara dan Selatan di China. Karena ini akan bersinar melalui banyak generasi seperti cermin yang sangat jernih, dan penuh dengan keberuntungan dan respek. Aku menyebutnya sebagai Dongui Bogam.

(Hur June berlutut dan menyembah ke arah di mana gurunya dimakamkan) Aku ingin mempersembahkan buku ini padamu, Guru, dan juga pada orang-orang, yang akan dilahirkan dah hidup di tanah ini.

Kapten dan anakbuahnya yang berkuda tadi, berlari menuju ke gubuk tempat Hur June tinggal dan segera memerintahkan anak buahnya untuk menggeledah seisi gubuk itu. Hur June menemui mereka dan bertanya apa yang sedang mereka lakukan. Kapten itu bertanya, tidakkah ia tahu alasannya? Bukankah ia mengadakan kontak dengan para dokter dari Istana secara diam-diam dan berusaha untuk berdiskusi mengenai urusan negara. Raja sekarang memerintahkan untuk menyelidiki mengenai hal ini. Hur June terkejut. Kapten itu segera menyuruh anakbuahnya bergerak, menggeledah seisi gubuk.

Kapten segera masuk ke kamar Hur June, melihat begitu banyak buku ia segera memerintahkan anakbuahnya mengambil semuanya. Hur June yang menganggap buku-buku itu lebih berharga dari nyawanya, berusaha menghalangi mereka. Tapi ia kalah kuat dan kalah banyak, Kapten dan anakbuahnya membawa banyak sekali buku-buku dari kamar Hur June, termasuk Dongui Bogam yang baru ia selesaikan. Hur June berusaha menyusul mereka sambil berteriak pada mereka untuk mengembalikan buku-buku itu. Tapi Kapten dan anakbuahnya segera pergi…. Hur Jun sangat shock.

Ternyata buku-buku itu diserahkan pada Raja, Gwanghaegun melihat satu-persatu buku-buku itu sambil tersenyum senang dan puas. Kemudian ia mengambil salah satu buku, bangun dan pergi keluar.

Para menteri sedang ada di kantor Perdana Menteri Sung ketika terdengar seruan kalau Raja datang. Semua orang segera bangkit berdiri dan memberi hormat pada Gwanghaegun yang masuk dan langsung duduk di kursi utama. Raja mempersilahkan mereka duduk.

Gwanghaegun: (menunjukkan buku pada mereka) Perdana Menteri, tahukah kau apa ini?

PM Sung: (melihat buku) …..

Gwanghaegun: Wakil PM, apakah kau tahu?

Wakil PM Choi: ….

Gwanghaegun: Buku-buku ini adalah buku pengobatan yang disebut Dongui Bogam. Ini adalah buku-buku yang dikerjakan dengan penuh usaha keras oleh dr. Hur dan para dokter Istana lainnya dan telah diselesaikan oleh dr. Hur. (Doji terkejut dan senang). Bahkan setelah ia ditinggal sendirian di tempat terisolasi, dia telah menyelesaikan penyusunan buku medis yang akan bersinar kepada banyak generasi selanjutnya.

Wakil PM Choi: Cheon Na, dia tidak punya hak untuk melakukan hal itu.

Gwanghaegun: Dengar! Aku ingin memberikan penghargaan pada para dokter yang telah menyelesaikan buku ini setelah usaha keras yang berlangsung banyak tahun, jadi kalian panggil Hur June yang diasingkan kembali ke Seoul sekarang juga!

PM Sung: (tersenyum, mengangguk) Baik, Cheon Na….

Doji: (benar-benar gembira) Terima kasih banyak, Cheon Na.

Beberapa hari kemudian.

Raja di kamarnya sedang membaca Dongui Bogam, terdengar seruan memberitahu kalau Hur June datang. Raja terkejut dan sangat senang, ia segera mempersilahkannya masuk. Hur June (memakai jubah merah) masuk ke dalam ruangan.

Gwanghaegun segera bangkit berdiri dan menyambutnya. Hur June terkejut dan meminta agar Gwanghaegun tidak melakukan hal semacam itu. Raja kemudian kembali ke tempatnya dan duduk. Raja memandangi Hur June sejenak yang terlihat bertambah tua.

Raja: Kau bertambah kurus. Pasti sangat berat di sana. Aku minta maaf karena tidak dapat melindungimu disebabkan diriku kekurangan keberanian. Tapi sekarang perasaan menyesal itu hilang saat melihatmu sudah kembali. Aku minta agar kau tidak pergi lagi dari sisiku dan jagalah kesehatan diriku dan keluarga Raja. Kau harus hidup lebih lama daripada diriku.

Raja benar-benar merasa senang karena Hur June sudah kembali ke Istana. Hur June sangat terharu dengan perhatian Raja, tapi ia telah memutuskan.

Hur June: Cheon Na, aku ingin mengajukan permintaan

Gwamghaegun: Katakanlah! Aku akan melakukan apapun untuk memenuhinya!

Hur June: Kebaikanmu untuk memanggilku kembali seperti sungai yang mengalir dan lautan yang luas, tapi aku ingin berhemti menjadi pejabat medis dan pergi ke desa.

Gwanghaegun: (terkejut) Pergi ke desa?

Hur June: Aku ingin pergi ke Selatan, ke wilayah Sanum, tempat asal guruku. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku merawat para pasien yang ada di sana. Kumohon ijinkan aku.

Gwanghaegun: Aku sangat sedih ketika mengirimmu pergi, dan sekarang aku memanggilmu …. Aku tidak dapat mengabulkannya! Aku tidak bisa!

Hur June: Ada banyak dokter muda yang lebih baik daripada diriku. Aku percaya kalau mereka memiliki keahlian medis yang baik untuk menjaga kesehatan keluarga Raja dan dirimu.

Gwanghaegun: Alasan mengapa aku percaya dan sangat bergantung padamau bukan hanya karena keahlian medismu. Sampai sekarang kau adalah seorang guru dan seorang sahabat bagiku. Kau adalah satu-satunya orang yang mengetahui kekuatiran apa yang ada di dalam hatiku dan bagaimana caranya supaya aku dapat menyelesaikan itu. Aku masih mengingatnya dengan jelas saat ibuku memintamu untuk merawat kakakku dan diriku sebelum ia meninggal, benar khan dia begitu? Tidakkah kau telah berjanji padanya bahwa kau akan melakukannya?

Hur June: Cheon Na ….

Gwanghaegun: Alasan mengapa aku sangat gelisah berlebihan karena tidak dapat memanggilmu dari pengasingan adalah mungkin dikarenakan diriku, bukan karena dirimu! Aku membutuhkanmu, tolong tariklah permintaanmu itu!

Hur June: (berdiam sejenak, terharu) … Aku minta maaf … Tapi aku telah membuat sumpah di hadapan makam guruku bahwa apapun yang terjadi, aku tidak akan meninggalkan para pasien yang miskin. Aku bekerja seumur hidupku untuk menepati sumpah itu tapi ternyata ada sesuatu yang lama tidak kusadari. (Raja menyimak) Bahwa aku harus mencari mereka dahulu dan hidup di antara mereka daripada menunggu mereka untuk datang dan mencariku. (Raja tampak tidak setuju) Sumpahku kepada guruku lebih penting daripada hidupku. Aku seorang yang tolol, berusaha mencari jalan untuk memenuhi sumpahku itu ketika aku sudah tidak punya banyak waktu yang tersisa. Kumohon ampuni ketidaksetiaanku ini dan ijinkan aku untuk pergi ke desa.

Gwanghaegun: (tampak sangat beduka) Apakah benar-benar tidak ada jalan lain? Apakah tidak ada cara lain menepati sumpah itu dengan berada di sisiku?

Hur June: Cheon Na …

Gwanghaegun: (tidak rela) Jika aku tetap keras kepala mungkin aku justru membuatmu tambah sedih.

Hur June: Cheon Na …

Gwanghaegun: Jika aku membuat sumpah kepadamu, aku akan berusaha untuk memenuhinya tidak peduli apapun yang terjadi. Jadi aku akan membantumu untuk dapat menepati sumpahmu kepada gurumu.

Hur June: (terkejut) Cheon Na …

Gwanghaegun: Tapi saat aku ingin bertemu denganmu, kau harus segera berlari untuk menemuiku! Kuminta kau bersumpah padaku!

Hur June: (matanya berkaca-kaca) Cheon Na ….

Gwanghaegun: Maukah kau membuat janji?

Hur June: Aku ini adalah hambamu, bagaimana aku bisa mengabaikan perintahmu?

Gwanghaegun: Baiklah, kau boleh melakukan apapun keinginanmu…

Hur June: (senang dan lega, bercampur haru) Terima kasih banyak Cheon Na…

Gwanghaegun tampak sangat masygul, sebenarnya ia benar-benar tidak rela melepaskan Hur June, tapi ia merasa banyak membuat kesalahan pada Hur June, sehingga tidak mau membuat Hur June bersedih. Jadi walaupun tidak rela, ia mau mengabulkan permintaan dari Hur June.

Dahee sedang memilih-milih sayuran dan memotonginya di halaman rumah dekat dapur. Hur June datang dan mengawasinya beberapa saat dari jauh. Ia tersenyum melihat istrinya kelihatan sehat-sehat saja.

Hur June kemudian melangkah mendekati istrinya dan memanggilnya. Dahee mendengar suara suaminya dan segera menoleh, terkejut, hampit saja tidak mempercayai penglihatannya. Suaminya telah kembali. Ia bangun dan memanggil suaminya dengan mata berkaca-kaca. Hur June segera memegang tangannya. Dahee menangis karena senangnya. Hur June kemudian ingin menemui ibunya dan bertanya di mana dia sekarang. Dahee tambah menangis mendengar itu. Hur June heran dan firasat buruk menghampirinya.

Hur June segera membuka pintu kamar ibunya dan terkejut, tidak percaya penglihatannya. Kamar ibunya telah bertambah dengan meja sembahyang dan di atas meja itu terdapat papan nama ibunya. Dupa menyala di depan meja sembahyang. Hur June sangat shock dan terduduk berlutut di hadapan meja sembahyang. Air mata menetes di pipi Hur June. Dahee mengawasi suaminya dari belakang dan sangat berduka.

Hur June mengadakan upacara penghormatan di makam ibunya. Dahee dan Yangtae menghadirinya. Hur June sangat bersedih dan kehilangan atas kematian ibunya.

Keluarga Ilsuh mengantarkan kepergian Hur June dan Dahee. Ilsuh sebenarnya ingin pergi bersama dengan Hur June, tapi istrinya tidak mungkin akan mendengarkannya. Tapi ia berjanji kalau ia akan turun menyusul Hur June. Hur June berterima kasih pada Ilsuh karena telah menjaga ibu dan istrinya semasa dirinya dalam pengasingan. Ilsuh memintanya untuk tidak membicarakan hal itu, bukankah mereka keluarga? Haman bersama Dahee menghampiri keduanya. Haman lebih senang kalau Hur June menjadi dokter di Seoul saja. Dahee meminta diri pada mereka. Haman menyatakan kalau saja suaminya tidak selalu membuatnya marah maka ia mungkin akan hidup lebih lama. Ilsuh tersinggung dan segera mau bertengkar, tapi Unyun segera menyeruak di tengah-tengah mereka sehingga menghentikan niat kedua orangtuanya untuk bertengkar. Dahee dan Hur June tersenyum geli. Hur June kemudian mengajak istrinya untuk berangkat. Mereka berdua berpamitan dan segera pergi. Ilsuh dan keluarganya mengantar kepergian mereka. Ilsuh sangat bersedih.

Hur June dan istrinya sama sekali tidak menoleh ke belakang, mereka berdua melangkah dengan mantap maju ke depan, tidak menyesali keputusan yang dibuat, meninggalkan segala kemewahan dan kekuasaan di belakang menyongsong masa datang yang tenang dan bersahaja….

Hur June dan istrinya menikmati perjalanan mereka menuju ke Sanum. Beberapa hari kemudian mereka sampai di Sanum, Hur June mengawasi ke sekitarnya, sangat lega karena sampai di Sanum.

Kesibukan terjadi di bekas rumah sakit dr. Yoo, yang telah dibeli oleh Hur June dari pemiliknya yang lama, entah siapa. Ohgun ternyata sudah terlebih dahulu di sana dan memberikan perintah pada para kuli untuk membersihkan dan mengatur rumah itu. Hongchun menghampiri suaminya, yang bertanya padanya mengenai bangsal pasien dan gudang obat. Hongchun menjawab kalau semuanya sudah siap. Ohgun sangat senang, mengatakan kalau dr. Hur datang pasti akan tersentuh. Yangtae datang membawakan buntalan Hur June, memberitahu mereka kalau June sudah datang. Hur June muncul bersama istrinya, masuk ke dalam halaman rumahnya yang baru. Ohgun dan Hongchun segera memberikan ucapan selamat datang pada mereka. Hongchun menduga mereka pasti lelah karena perjalanan jauh. Hur June menjawab tidak, mereka baik-baik saja.

Hur June mengawasi rumah barunya, Ohgun mengatakan pada Hur June bukankah sekarang penampilan rumahnya sudah seperti waktu yang lampau. Hur June mengawasi dengan hati gembira.

Ohgun membawa Hur June ke belakang dan memberitahu kalau di belakang ruangan belakang mereka telah membangun bangsal yang lain untuk pasien. Yangtae memberitahu Hur June kalau berita mengenai kedatangannya dan sekarang para pasien, bukan hanya dari Sanum tapi juga rakyat dari kota sekitarnya akan datang kemari. Yangtae sangat senang. Hur June biasa saja.

Hur June memeriksa gudang obat dan bahan-bahan obat yang tersedia, ia puas dengan semuanya. Kemudian Ohgun membawanya ke tempat yang biasa digunakan untuk para pencari tanaman obat menumbuk bahan-bahan obat. Beberapa orang tampak sudah melakukan pekerjaan menumbuk. Hongchun memberitahu kalau mereka sudah mempersiapkan bahan-bahan obat yang bisa langsung digunakan. Hur June berterima kasih. Ohgun menyuruh para pegawai itu bangun berdiri dan mengucapkan salam pada dr. Hur, mereka melakukannya. Ohgun memberitahu kalau ini adalah pencari tanaman obat, kemudian bertanya pada mereka ke mana Guk Swee, ketiga orang pencari tanaman itu juga bingung. Ohgun segera berseru memanggil Guk Swee. Terdengar suara orang menyahut. Seorang tua datang, ternyata dia adalah rekan Hur June dan Ohgun dulu, si Guk Swee, yang menjual plester dengan Ohgun dulunya. Hur June terkejut dan sangat senang bertemu dengan rekan lamanya ini. Guk Swee juga sangat senang melihat Hur June masih mengingatnya. Ohgun menggoda Guk Swee, walaupun beberapa giginya ompong, tapi mata dan telinganya masih setajam dulu. Hur June tertawa demikian juga yang lain.

Ohgun membawa Hur June ke kamar yang dulu ditinggali dr. Yoo (Wee Tae) dan mengatakan kalau mereka meninggalkan barang-barang yang biasa digunakan oleh guru. Hur June mengawasi kamar itu.

Hur June masuk ke dalam kamar pribadi bekas dr. Yoo (Wee Tae) dan memandangi seisi kamar. Hur June mengenang gurunya dan mengingat saat ia mengetahui gurunya terkena Banwee:

Dr. Yoo Wee Tae: Janganlah terkejut, Itu seperti yang telah kau lihat, seperti yang sudah kau rasakan. Itu adalah Banwee. (Hur June sangat shock.) Itu sudah terlambat, (Hur june menangis sedih) Janganlah terkejut, dan jangan menjadi sedih. Setiap orang pasti mati, Itu sudah suratan takdir, tidak ada seorangpun dapat menghindarinya. Sekarang waktuku telah tiba. Itu adalah takdirku. Jadi janganlah kecewa dan terguncang.

Hur June kemudian menghampiri meja kecil di depan pembaringan.

Suara hati Hur June: Sesengnim, aku kembali. Aku akan melanjutkan keinginanmu di tempat ini di mana kau tinggal seumur hidupmu.Aku akan berusaha dengan keras untuk menjadi seorang dokter bagi rakyat sampai hari di mana aku akan mati nantinya. Kumohon padamu untuk mengawasiku.

Rakyat di seluruh pelosok Sanum dan juga kota-kota sekitarnya segera saja berbondong-bondong menuju ke Rumah Sakit Dr. Hur saat mendengar kalau dr. Hur, bekas dokter Raja, telah membuka Rumah Sakitnya. Yangtae menjadi petugas pembagi tiket dan ia meminta pada rakyat itu untuk antri.

Di dalam rumah sakit, banyak sekali pasien yang berobat sampai halaman menjadi penuh. Hongchun sibuk merawat mereka yang sakit demikian juga dengan Ohgun. Hur June masih memeriksa seorang pasien ketika ia mendengar keributan di pintu gerbang.

Yangtae sedang berdebat dengan seorang pria, Hur June mendatanginya dan bertanya ada apa. Yangtae menjawab kalau pria ini setiap hari datang meminta obat dengan tangan kosong. Pria itu segera memohon agar dr. Hur mempertimbangkan situasinya, ia benar-benar tidak memiliki uang. Yangtae menegurnya, siapa yang bilang kalau itu harus uang, jika ia tidak punya uang, setidaknya bawalah semangkuk jelai jagung. Apakah ia tidak tahu malu? Pria itu menundukkan kepalanya dan dengan nada sedih mengatakan, karena masa paceklik yang sudah berlangsung beberapa tahun, ia sendiri makan akar-akaran dan kulit pohon. Ia tahu apa yang baik dan yang salah, jika saja ia punya makanan di rumah, bagaimana ia bisa melakukan hal ini. Pria itu kemudian memohon kembali agar dr. Hur mempertimbangkan kondisinya saat ini. Pria yang lain juga memberitahu kalau banyak orang yang mati karena kelaparan yang merajalela di Doosigol, Oosigol, dan di mana-mana. Ia juga memohon agar dr. Hur mempertimbangkan situasinya.

Hur June memerintahkan Yangtae untuk mengijinkan orang-orang itu masuk dan memberikan apa yang ia inginkan. Semua orang sangat senang dan berterima kasih. Yangtae sendiri tidak bisa menerima dan segera menyurusl Hur June.

Yangtae: Jika kita melakukan ini, maka kita tidak akan bisa menjalankan Rumah Sakit. Tempat penyimpanan beras kita juga sudah mulai kelihatan dasarnya. Belum lagi mengingat gaji yang harus dibayarkan pada para pencari tanaman obat, bahkan kita sekarang sudah tidak bisa memberikan makan 3 kali sehari pada mereka.

Hur June: Orang itu memberitahu kalau banyak orang yang hidup dengan kulit pohon dan akar-akaran. Bagaimana bisa kita hanya memikirkan apa yang akan kita makan? Jika para pasien kelaparan, maka kita juga harus merasakannya. Bagaimana kita dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit jika kita tidak memahami situasi yang mereka hadapi?

Yangtae: ….

Hur June: Aku akan pergi ke Oosigol dan Doosigol untuk menemui para pasien, jadi persiapkan semuanya.

Ohgun: Baik ….

Hur June bersama-sama dengan Ohgun dan Hongchun berangkat menuju ke kedua desa yang didera kelaparan.

Sesampainya di salah satu desa, Hur June dan rekan-rekannya melihat banyak orang yang mati dan sedang dikumpulkan di satu tempat oleh beberapa pria. Hur June menanyai seorang pembawa mayat.

Hur June: Karena apa dia meninggal?

Pria: Mereka mati karena kelaparan, tidak ada penyebab lain.

Hur June: Aku seorang dokter, bolehkah aku memeriksanya?

Pria: Periksalah.

Hur June memeriksan mayat itu dan menjadi terkejut, ia memandang pada Ohgun dan Hongchun. Pria itu kembali mengangkat mayat tadi di gendongan punggungnya.

Pria: Semua yang aku dengan adalah tangisan pilu. (Ia pergi)

Hur June sangat prihatim melihat semua kejadian di depan matanya ini, tiba-tiba ia mendengar suara seruan dari sebuah rumah di dekatnya. Seorang ibu sedang mengguncang-guncang tubuh anaknya sambil menangis dan berseru memanggil-manggil nama anaknya. Sang suami tampak berduka. Hur June masuk dan menghampiri mereka.

Hur June: Permisi, aku adalah seorang dokter, bolehkah aku memeriksa anak itu?

Suami: Dia sudah mati …

Hur June tidak percaya dan segera memeriksa nadi anak perempuan itu. Tapi saat ia memeriksa keadaan anak itu, Hur June sangat shock, menyadari sesuatu yang menakutkan telah terjadi.

Hur June keluar rumah.

Hongchun: Apa penyebab semuanya ini?

Hur June: Mereka itu bukan mati karena kelaparan.

Hongchun: (tidak mengerti) Kalau begitu apa penyebannya? Mengapa mereka amati dengan begitu kejamnya?

Hur June: Aku rasa ini adalah wabah. (Hongchun dan Ohgun terkejut.) Kita harus mengarantina para pasien, jadi panggillah Yangtae dan para pencari tanaman obat.

Ohgun: Baiklah … (Ia segera pergi kembali ke Sanum)

Hur June: (pada Hongchun) Aku harus memeriksa keadaan dalam rumah yang lain. (Ia pergi)

Hongchun: Ya … (Menyusul Hur June)

Beberapa saat kemudian, Yangtae dan Guk Swee berlari menjauh dari rumah yang terbakar. Mereka menggiring orang-orang supaya menjauh dari sana.

Hur June sangat sibuk memeriksa dan berusaha mengobati mereka.

Hur June: (Pada Hongchun dan Ohgun) Karena mereka kelaparan dan menjadi lemah, penyakit dengan mudah menyebar dengan sangat cepat. Kita akan memberikan pada mereka ramuan umum dan memulihkan kekuatan mereka.

Hongchun: Baiklah.

Hur June beranjak pergi ke arah yang lain….

Ohgun: Kemana kau akan pergi?

Hur June: Aku harus pergi ke kantor pemerintahan. (Ia segera pergi)

Ohgun: (berpandangan dengan istrinya) Kantor Pemerintahan?

Hur June masuk ke kantor pemerintahan dan menemui seorang staf pemerintah.

Staf 1: Apa keperluanmu?

Hur June: Aku adalah dokter dari Sanum dan ada perlu dengan Kepala Daerah.

Staf 1: Aku tanya apa yang terjadi?

Hur June: Aku harus memberitahunya sesuatu yang sangat mendesak jadi beritahu dia sekarang!

Staf 1: Baiklah ..

Staf itu beranjak pergi, tapi Kepala Daerah lewat dan staf itu segera memanggl Kepala Daerah, Hur June menghampirinya.

Kepala Daerah: Apa yang terjadi?

Hur June: Wabah sedang menyebar di Oosigol dan Doosigol!

Kepala Daerah: (terkejut) Apakah itu benar?

Hur June: Karena orang-orang kelaparan disebabkan masa paceklik yang sudah berlangsung lama dan menjadi lemah karenanya maka penyakit menyebar dengan cepat. Kau harus memulihkan kekuatan tubuh mereka dengan membagikan gandum. Bukalah Gudang Penyimpanan dan keluarkan gandum…

Kepala Daerah: Membuka Gudang Penyimpanan? Kau sedang memerintah siapa?

Hur June: Bukankah sistem pembagian gandum dibuat untuk situasi seperti ini? Apakah kau bermaksud menyimpan gandum dan membuat rakyat kelaparan sampai mati?

Kepala Daerah: itu adalah keputusanku untuk membukanya atau tidak! Urus sendiri urusanmu dan rawat saja para pasienmu itu! (Ia pergi dengan anak buahnya)

Hur June: Saduo … Saduo …

Kepala Daerah: Dasar orang bebal! (melanjutkan langkahnya lagi)

Hur June tidak percaya Kepala Daerah itu begitu bodohnya….Hur June menjadi bingung.

Setelah agak jauh, Kepala Daerah menoleh ke arah ia datang tadi.

Kepala Daerah: Sungguh orang yang kasar! (pada seroang anak buahnya) Apakah ia tadi mengatakan kalau ia dokter dari Sanum?

Staf 1: (berlari) Saduo … saduo…. (sampai di hadapan Kepala Daerah, sangat gugup) Mereka mengatakan kalau dia adalah dokter yang dipanggil dengan nama Hur June.

Kepala Daerah: (terkejut) Apa? Kalau begitu apakah dia Hur June Daegam yang dulunya pernah menjadi dokter Raja?

Staf 1: (mengangguk dengan keras) Benar, Saduo ….

Kepala Daerah: (terkejut) Sungguh masalah besar! Mengapa kau tidak memberitahuku sebelumnya?

Staf 1: Aku sendiri juga tidak tahu sebelumnya.

Kepala Daerah: Aigooo …. Bagaimana ini …. Aigooo ….. Apa yang harus kulakukan ? Aigooo …..

Hur June di kamarnya (yang dulunya kamar dr. Yoo Wee Tae) menulis surat mengenai keadaan di Sanum.

Beberapa hari kemudian, surat tersebut disampaikan pada Dokter Raja Yoo Doji, yang kemudian tanpa membacanya langung menyerahkannya pada PM Sung. PM Sung penasaran dan segera membaca surat itu. Tapi ia segera menjadi terkejut membaca isi surat Hur June dan segera akan melaporkannya pada Raja.

PM Sung menemui Raja dan menyerahkan surat Hur June untuk dibaca Raja. Gwanghaegun membaca surat itu dan segera memberikan perintahnya.

Gwanghaegun: Perdana Menteri segera angkat Wakil PM Choi Myung Gul sebagai utusan khusus dan dikirim ke Kyung Sang Do!

PM Sung: Baik, Cheon Na …

Gwanghaegun: Dokter Raja, kau harus memberangkatkan para dokter Istana dan meredakan wabah itu!

Doji: Baik Cheon Na …

Para dokter Istana segera dikumpulkan untuk membahas mengenai siapa saja yang akan diberangkatkan ke Kyung Sang Do untuk meredakan wabah.

Doji: Wabah sedang mengganas di Guh Chang, Mil Yang, Jin Joo, dan wilayah Sanum di mana Hur June Daegam berada. Ada perintah dari Sang Gwang Mama untuk mengirimkan para dokter dan menghentikan wabah itu. Siapa yang akan pergi?

Sanghwa: Aku akan pergi!

Kim Mangyung: Aku juga akan pergi, Yeonggam!

Jang Hak Do: Kirim juga diriku, Yeonggam!

Lee Myung Won: Aku akan memimpin rombongan ini.

Doji: (mengangguk-anggukkan kepalanya senang) Baiklah !

Malam hari di Rumah Sakit dr. Hur, Sanum, Hongchun dan Ohgun sedang merawat satu pasien. Hur June keluar ruangan dan tiba-tiba merasa tubuhnya sakit, ia mengerang dan memeluk dirinya. Ohgun mendengarnya dan menoleh, terkejut melihat Hur June sedang kesakitan. Hur June menyahut kalau ia tidak apa-apa. Hur June kemudian duduk di sebelah seorang pasien dan memeriksanya.

Dahee dan Yangtae datang menemui Ohgun dan Hongchun, memberikan nasi kepal untuk mereka dengan sembunyi-sembunyi, tidak enak dengan para pasien. (Andy: Ingat masa itu adalah masa paceklik dan kelaparan) Hongchun mau menolaknya, tapi Ohgun segera menyeretnya pergi. Yangtae menghampiri Hur June dan memberinya nasi kepal. Hur June mau memakannya, tapi anak di sebelah Hur June terbangun dan menatap pada Hur June, tampak sangat menginginkan nasi itu. Hur June tidak sampai hati sehingga memberikannya pada anak itu, yang langusng menyambar nasi dan memakannya denagn sangat lahap. Yangtae terkejut dan menegurnya, ia bisa saja kolaps kalau begini caranya. Sudah berapa hari ia tidak makan. Hur June tersenyum dan menjawab kalau dirinya sudah makan sedikit sore tadi. Melihat para pasien yang menderita penyakit kulit psoriasis dan juga kelaparan, di hadapan mereka yang lelah dan sekarat karena kemisikian, bagaimana ia bisa dengan enaknya mengisi perut. Yangtae menyahut kalau itu bukanlah salah Hur Juen mereka kelaparan, bahkan banyak orang berkata kalau Raja pun tidak dapat menyelamatkan rakyatnya dari kemiskinan. Hur Jun tersenyum, dan sedikit bercanda, benar juga, apa yang bisa ia lakukan mengenai kemisikinan ini, jika Raja saja tidak sanggup memecahkannya. Tapi ia memang seharusnya merasakan penderitaan mereka, itulah tugas dari seorang dokter. Hur June tertawa kecil, kemudian bangun dan pergi. Dahee mengawasinya cemas.

Hur June merawat para pasien di salah satu bangsal, tiba-tiba ia terbatuk kecil dan saat mau berdiri ia terjatuh duduk kembali, lutut dan tubuhnya tidak kuat. Matanya mulai kabur …

Hur June merawat pasien di luar kamar, Hongchun keluar dari salah satu kamar membawa nampan obat. Hur June mengatakan jika Hongchun memiliki pil obat untuk murrain, bisakah ia meminta sebungkus. Hongchun menjawab kalau ia sudah memberikan itu pada para pasien di dalam kamar tadi. Hur June memberitahunya kalau itu untuk sesuatu yang lain. Hongchun memberinya sebungkus. Hur June menerimanya dan langsung pergi. Hongchun mengawasinya sedikit heran kemudian pergi ke arah lain.

Hur June menuju ke belakang rumah, menggigil kedinginan, ia berjongkok dan membuka bungkusan obat, kemudian mengambil sebutir obat dan memakannya.

Para dokter Istana dipimpin oleh Lee Myung Won berangkat menuju ke wilayah Sanum dengan para perawat dan petugas medis lainnya. Setelah beberapa hari di perjalanan, mereka akhirnya sampai di Sanum dan segera pergi menemui Hur June.

Hur June sedang memeriksa para pasien saat para dokter dari Istana datang ke tempatnya. Saat melihat Hur June mereka segera saja berseru-seru memanggilnya dengan girang. Hur June menoleh dan sangat gembira, ia segera menghampiri mereka semua dan menyalami satu persatu. Ia sekarang bisa lega karena bantuan medis sudah datang. Hongchun juga senang melihat para perawat bekas anakbuahnya datang membantu.

Para dokter dan perawat Istana segera bahu-membahu dengan Hur June dan para pegawainya untuk memerangi wabah yang mengganas.

Kim Mangyung memberitahu Hur June kalau Tuan Choi Myung Gul juga datang ke Sanum sebagai Kapten sementara, dan memberitahu kalau dr. Chung dan Yoon pergi ke Guh Chang, dr. Lee dan Han di Mil Yang untuk merawat para pasien. Hur June merasa lega sekarang. Kim melihat wajah Hur June yang tidak begitu sehat dan bertanya apakah ia sakit. Hur June sedikit gugup dan menjawab kalau ia tidak apa-apa dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Kepala Daerah Sanum dan para pegawainya berlari terburu-buru menemui Wakil PM Choi Myung Gul. Choi menegur Kepala Daerah, rakyat sedang menderita kelaparan, tapi bagaimana bisa ia menjadi seorang Kepala Daerah mengabaikan hal ini. Kepala Daerah mencoba membela diri kalau ia diperintahkan demikian oleh Gubernur, tapi Menteri Choi menegurnya lebih keras, apakah ia tidak memiliki kemampuan untuk menentukan kalau itu adalah perintah yang salah. Kepala Daerah ketakutan. Choi memerintahkan untuk membuka Gudang Penyimpanan dan membagikan gandum. Kepala Daerah segera mengiyakannya dan pergi bersama anakbuahnya.

Rakyat berbondong-bondong antri untuk mendapatkan jatah gandum dari kantor pemerintahan. Menteri Choi sendiri yang mengawasi pembagian gandum itu kepada rakyat banyak.

Para dokter dan Hur June serta perawat bekerja keras untuk mengobati dan merawat para pasien. Tiba-tiba Hur June merasakan sakit di dadanya dan pergi ke belakang rumah, mau meminum obat, tapi Hur June mendengar suara sehingga tidak jadi, ia segera menyembunyikan obatnya. Kim mencarinya dan menemukan di belakang, ia memberitahu Hur Juen sebuah kabar buruk. Hur June bertanya ada apa. Kim memberitahunya kalau obat-obatan untuk para pasien sudah habis. Ia sudah meminta pada Istana, tapi itu pasti memakan waktu. Kim pergi.

Hur June menuju ke suatu tempat, dan menemukan dua anak yang menderita gejala penyakit. Hur June tidak tega dan sangat iba melihat mereka, ia segera mengambil jatah obatnya, memberikan satu anak satu butir. Seorang perawat lewat, Hur June menghentikannya, memberikan padanya bungkusan obatnya dan menyuruh perawat itu untuk memberikan obat-obatan itu pada anak-anak kemudian meminta perawat itu untuk mengatakan pada dr. Kim dan para petugas obat untuk segera membuat obatya. Perawat itu mengiyakannya dan segera pergi. Hur June tiba-tiba merasakan serangan penyakit. Dadanya sakit dan tubuhnya kedinginan. Hur June pergi ke tempat sepi dan sangat menderita di sana.

Ohgun mendatangi gudang obat Rumah Sakit dan bertanya mengapa begitu lama, mereka sudah kehabisan obatnya. Kemudian ia menyatakan obat harus diberikan tepat waktu atau kalau tidak akan berakibat fatal pada penderitanya. Petugas yang menumbuk obat mengiyakannya tapi tetap menumbuk dengan irama tetap.

Hur June menggigil dan sangat menderita karena serangan penyakit. Tiada seorangpun yang tahu.

Menteri Choi mendatangi tempat dokter Istana dan Hur June merawat pasien wabah. Kim menghampirinya dan memberi hormat. Menteri Choi bertanya di mana dokter Hur June. Kim menjawab kalau ia sedang merawat pasiennya. Hur June muncul dari samping rumah, Menteri Choi segera menghampirinya dan bertanya bagaimana situasi para pasien. Hur June menjawab, selain dari mereka yang tidak mendapatkan obat pada waktunya, para pasien yang menderita kedinginan dan demam sudah menjadi lebih baik. Dan menyatakan kalau wabah sudah mereda sekarang. Menteri Choi menyahut kalau itu berita yang bagus. Ia juga sudah menerima berita dari Mil Yang, Guh Chang, dan Jin Joo kalau di sana juga sudah mereda. Menteri Choi berterima kasih pada Hur June. Hur June menunduk memberi hormat. Menteri Choi kemudian mengumumkan kalau ia akan mengadakan pesta untuk para dokter yang telah bekerja dengan keras dan untuk rakyat yang menderita karena bertarung melawan kelaparan dan penyakit. Menteri Choi menyuruh anak buahnya untuk menyiapkannya, kemudian ia pergi. Hur June sangat senang, tiba-tiba ia merasakan serangan lagi. Hur June segera pergi diam-diam dan pulang kembali ke rumahnya. Tapi dalam perjalanan pulang penyakitnya kambuh, Hur June merasakan sangat kesakitan dan akhirnya memuntahkan isi perutnya, yang sebenarnya kosong jadi yang keluar cairan putih saja. Hur June memegang dadanya yang sangat sakit dan menguatkan diri untuk berjalan kembali walaupun dengan langkah terhuyung-huyung.

Suara tambur dan simbal terdengar di jalanan, menandakan perayaan meredanya wabah. Semua orang, baik pria wanita, tua muda, mengikuti para penabuh tambur dan simbal, menari di belakang mereka. Para dokter dan perawat keluar dan menyaksikan pawai itu, mereka juga merasa sangat senang.

Hur June duduk di teras rumahnya, termenun sambil memandang ke arah luar. Dahee mendatanginya dan heran, kemudian melihat wajah Hur June yang pucat dan mengatakan kalau suaminya itu tidak terlihat begitu baik, terlihat sakit. Hur June tertawa kecil dan menjawab kalau itu mungkin karena ia merasa terlalu lelah setelah bekerja terlalu keras beberapa hari ini. Ia akan baik-baik saja setelah beristirahat. Dahee cemas.

Terdengar seruan memanggil-manggil Hur June, Sanghwa dan Yangtae menemui Hur June memberitahunya kalau Menteri Choi telah memanggil semua dokter. Yangtae juga memberitahunya kalau seluruh kota mengadakan perayaan dan mengajak June pergi. Tapi Hur June memberikan alasan kalau ia masih ada pasien yang perlu dirawat dan menyuruh mereka pergi lebih dahulu. Yangtae menurutinya dan mengajak Sanghwa keluar untuk melihat perayaan, tapi ia meminta agar Hur June segera menyusul mereka. Keduanya pergi. Hur June menyuruh istrinya juga pergi untuk sedikit bersenang-senang. Dahee justru menyuruh suaminya untuk pergi beristirahat dan masuk ke dalam. Tapi Hur June menyahut kalau ia akan menyusul Dahee, jadi istrinya tidak usah mencemaskan ia dan menyuruhnya pergi. Dahee ragu-ragu, tapi kemudian ia keluar dan menyusul Yangtae.

Semua orang menikmati perayaan yang ada, para dokter Istana dan perawat Istana tampak sangat menikmatinya. Yangtae ikut menari mengikuti suara tambur dan simbal. Dahee tersenyum gembira menyaksikan semua ini.

Hur June berada di kamarnya, yang juga menjadi tempat perawatan pasien saking penuhnya Rumah Sakit Dr. Hur miliknya. Hur June sedang memeriksa pasien kemudian ingin melakukan akupungtur. Hur June mengambil sebatang jarum dan akan menusukkannya ke tubuh pasien ketika tiba-tiba tangannya bergetar dengan keras. Penyakitnya mulai menyerang. Tangan Hur June gemetar tiada henti …

Jang Hak Do dan yang lainnya sedang menari dengan gembira, menikmati perayaan …..

Hur June memgang dadanya ….

Kim Mangyung tertawa melihat tingkah Jang Hak Do ….

Hur June mau menusukkan jarum, tapi tangannya bergetar …

Yangtae menari dengan semangatnya, berputar-putar ….

Tangan Hur June gemetar semakin keras …

Dahee menikmati perayan itu dan tertawa melihat tingkah laku Yangtae dan yang lainnya….

Tubuh Hur June gemetar keras, tangannya turun, matanya mulai kabur…. Hur June merasakannya ….

Dahee juga merasakannya …. Ia menoleh ke arah rumahnya … perasaan tidak enak muncul di hatinya tanpa sebab …. Dan mencari-cari Hur June tapi tidak menemukan suaminya …. Dahee segera pulang ke rumahnya …

Dahee masuk ke halaman dan tidak melihat suaminya di sana, hatinya semakin tidak enak…..

Dahee membuka pintu kamar suaminya dan lega melihat Hur June ada di sana, sedang duduk denngan tenang. Dahee masuk kemudian menutup pintu, mengawasi Hur June yang menutup matanya sementara sebatang jarum masih di jepitan jarinya. Dahee memanggil lembut suaminya, mengiranya ketiduran, Hur June tidak menjawab. Dahee menghampirinya dan memanggilnya kembali dengan suara sedikit lebih keras, tapi tak ada jawaban… Dahee masih mengira kalau suaminya saking kelelahan sehingga tertidur pulas… Dahee mendekati suaminya, memanggilnya dan menyentuh pundaknya untuk membangunkannya, tetapi kepala Hur June tiba-tiba terkulai lemas. Dahee sangat terperanjat, “Daegam ….”

Hujan turun ….. Langit seakan ikut berduka dan menangisi kepergian Hur June. Iring-iringan pemakaman Hur June berlangsung di bawah derasnya hujan.

Dahee menangis pilu tanpa henti meratapi kematian suaminya.

Yangtae dan Yuwol …

Lee Myung Won dan Kim Mangyung ….

Kim Sanghwa ….

Okjung dan Sehee ….

Chae Ryung dan Deuk Gum ….

Unyun ….

Ohgun dan Ilsuh, yang menyesali istrinya karena mau tidak pergi bersamanya waktu itu mengikuti Hur June ….

Semuanya sangat bersedih dengan kepergian Hur June yang mendadak ….

Beberapa tahun telah berlalu ….

Seroang gadis muda mengawasi ke sekelilingnya, menemani seorang wanita tua yang berdiri di depan sebuah makam.

Wanita tua itu adalah Ye Jin, yang sudah beruban …., dan makam di hadapannya adalah makan Hur June.

Ye Jin perlahan-lahan berlutut kemudian mengulurkan tangannya mengusap gundukan tanah di hadapannya, seakan-akan ingin memegang Hur June. Ia kemudian bangun dan memandang ke sekelilingnya, yang mulai senja.

Ye Jin dan si gadis muda berjalan kembali menuju ke Kuil Samjeuk….

Suara si gadis: Perawat Kepala …

Ye Jin: …..

Suara si gadis: Perawat Kepala ….

Suara Ye Jin: Ada apa?

Suara si gadis: Makam siapakah ini?

Suara Ye Jin: Itu adalah makam dari seseorang yang sangat kuhormati dalam seluruh hidupkku.

Suara si gadis: Apa yang ia lakukan?

Suara Ye Jin: Dia dulunya adalah seorang dokter. Dia …. Dia seperti air yang mengalir melalui bumi. Sangatlah mudah untuk mengenali dirimu sendiri di bawah cahaya matahari. Apa yang sulit adalah untuk memuaskan rasa dahaga seseorang tanpa ada yang tahu. Dia seperti itu. Dia adalah dokter yang dengan sungguh-sungguh mengasihi para pasien dengan hatinya.

Suara si gadis: Perawat Kepala …

Ye Jin: ….

Suara si gadis: Perawat Kepala ….

Suara Ye Jin: Apa … ?

Suara si gadis: Apakah dia mencintaimu ?

Ye Jin: Aku tidak yakin mengenai hal itu …. Ketika aku mati, dikubur di dalam tanah, dan bertemu dengannya sebagai air yang mengalir… maka …. Maka aku akan bertanya padanya untuk memastikan itu….

Ye Jin dan si gadis muda semakin menjauh dari pandangan ……

T A M A T

Catatan penulis:

Terima kasih buat para pembaca yang setia untuk mengikuti dan bersabar dalam menunggu setiap sinospsis Huh Joon yang kubuat. Juga untuk setiap komentar kalian, baik yang memuji, mengkritik, maupun memberi semangat dan mendorongku untuk lebih baik lagi dalam menulis. Terutama aku ucapkan terima kasih pada Mas Alikamart yang seringkali memberikan filosofinya, menambah keasikan membaca dan juga renungan mendalam … hehehe jangan bosan2 ya 😀 ….Untuk yang lain terima kasih yang sebesar-besarnya…. Untuk selanjutnya aku sementara ini akan melengkapi Hong Gil Dong dulu baru Yi San, karena sedang menanti jawaban dari seseorang yang kuajak join untuk membuat sinopsisnya Yi San, dan di sela-sela itu aku akan melengkapi Huh Joon dari awal.

71 comments on “Hur June / Huh Joon [The Way Of Medicine] – Episode 64 [Finale]

  1. Walaupun sinopsisnya baru setengah yang dibuat oleh Koh Andy …
    Kesimpulan saya bahwa selain Eps. 60 … Episode 64 Finale ini
    terbaik berikutnya. Hierarki Kerajaan demikianlah adanya. Sejarahnya
    tetap terukir sepanjang masa. Mungkin Inggris dan beberapa kerajaan
    kecil didunia yang masih bertahan hingga sekarang ….Tapi sampai
    kapan ? ………… Kita akan menemukan jawaban pada tapak sejarah
    berikutnya. …….. Sekali lagi terima kasih atas penciptaan Sinopsis
    Hur June oleh Koh Andy. Sehat-sehat Koh Andy dan tetap semangat
    untuk menggapai cita-cita……………………………………………………..

  2. Koh Andy ….. Kalau dipikir-pikir, seharusnya Dongui Bogam
    diletakkan pada awal Episode ( sebelum Eps. ke 1 ) sebagai
    prolog. Kok … dibahas sebelum Episode 64 Finale.
    Sebenarnya boleh juga sih ….. tapi kayaknya kurang sreg …..
    Apakah skenarionya memang begini Koh Andy ? ………..

    • nda, pas episode 30-40 aku coba cek di wikipedia indo ternyata belum ada dongui bogam, iseng iseng aku cari di yang wiki english, ternyata ada, supaya mempermudahkan kalian mendapatkan informasi yang lebih detil jadi aku buat aja terjemahannya di wiki indo 2 hari lalu, itu yang buat aku loh 😛 … coba aja cek di suntingan, khan nama pena ku yang keluar 😛 …. lagipula keinginan untuk membuat buku adalah saat di episode 54 dan selesainya di 64, jadi untuk penjelasan yang lebih detil mengenai apa itu buku yang dikarang Huh Joon, aku sengaja posting sebelum 64 sebagai pendahuluannya 😀

  3. Setuju sm mas alika, ini adalah episode terbaik lainnya dari mega drama Huh Joon….. Rasanya nanti akan kangen nunggu eps2 lain dari Joon, andai saja ada 200 eps…. Selamat dan sukses buat kang Andy Feby, trimakasih sinopsnya…

    • Mas Budi …….. kalau di Jakarta …. Mega Sinema berarti
      LADANG IKLAN. Seribu episodepun kalau perlu karena
      berdasarkan pesanan yang empunya produk. Walaupun
      nantinya alur cerita dan adegan terkesan dipaksakan.
      Mungkin di Korea modelnya lain, sehingga serialnya
      agak pendek dan fokus untuk kepuasan para penontonnya.
      ( Ayo … Koh Andy tanggapannya bagaimana …… ? ).

      • se7 sih sama alika, kalo sutradara indonesia, terutama yang sinetron itu kebanyakan aji mumpung, mumpung ratingnya tinggi jadi dipanjangin sampai beratus-ratus episode (cth: Cinta Fitri, Tersanjung, dll), mumpung iklannya menguntungkan dipanjangkan, mumpung aktor-aktrisnya lagi melejit sinetronnya dipanjangin, tidak mempedulikan mutu hanya berdasarkan jumlah (quality vs quantity).

        Kalau di Korea, yang aku tahu ya, mereka biasanya udah menetapkan dari awal mau sepanjang apa drama ini, dan terus dievaluasi setiap ditayangkan di saluran TV, berapa persentase rating pemirsanya, bagaimana persaingannya dengan drama di saluran TV lain dengan jam tayang yang sama, bagaimana budgetnya, dll.

        Jika dirasa ratingnya tinggi, mereka memang akan memperpanjangnya tapi itupun hanya beberapa episode saja, seperti TGQSD yang sebenarnya hanya sampai sekitar 50 an episode, tapi gara2 banyak yang terpikat dengan aktingnya Kim Nam Gil, jadi diperpanjang s/d episode 62, untuk memberi kesempatan pada Kim Nam Gil. Trus untuk Tamra, The Island, gara-gara ratingnya rendah, bukan karena akting para pemainnya jelek dan juga bukan karena ceritanya buruk, tetapi karena persaingan yang berat dengan drama2 lain yang tayang pada jam tayang yang sama di saluran TV lain, maka yang awalnya 20 episode dipotong menjadi 16 saja … Itulah perbedaannya dengan Indonesia.

        Semoga sutradara Indonesia, aktris-aktor Indonesia, dan semua yang terlibat di dalam bidang periflman bisa menarik pengalaman dari mereka sehingga drama-drama kiita menjadi lebh berkualitas, dan untuk info, sebentar lagi Tutur Tinular 2011 akan ditayangkan di Indosiar, semoga ini bisa menjadi drama serial laga Indonesia yang berkukalitas dan yang akan mempelopori lahirnya drama2 berkualitas lainnya 😀

    • ahahahah banyak juga yang penasaran dengan ini, tapi kalo menurutku sih huh joon juga cinta, hanya saja ia tidak bisa dan tidak mau menduakan, baik Dahee maupun Ye JIn. Ingat janji Huh Joon pada Dahee kalau ia tidak akan pernah mengecewakan istrinya? Dan lagi Huh Joon adalah orang yang sangat “kaku” terhadap aturan. Seperti pepatah jawa, “Trisno saka kulino” (Cinta karena biasa), aku yakin benar Huh Joon yang sudah berpasangan dengan Ye Jin belasan tahuh pasti juga memendam rasa cinta, ingat saat Huh Joon dipindahtugaskan ke paviliun Gong Bin Mama? Ye Jin tidak berpamitan dengannya, Huh Joon bolak-balik menoleh ke belakang, merasa ada yang kurang jika tanpa Ye Jin yang memberinya ucapan selamat. Juga pas insiden Ye Jin disuruh melayani Duta Ming di tempat tidur, Huh Joon sampai berusaha memohon pada Menteri Sung untuk membatalkannya. Moga2 ini bisa menjelaskan sedikit ya 😀

      • Koh Andy ….. Mbak yanti memakai kriteria SUKA dan CINTA
        SUKA harfiahnya NYATA berbalas SIKAP.
        Kalau CINTA ? ……. Mari kita renungkan puisi cinta ini …

        hati berdetik dalam cahaya,
        seperti belati menikam dada
        Cinta abadi kekal selamanya
        Musim berganti tapi wajah takkan lupa

        Bandingkan dengan adegan kunjungan Ye Jin ke pusara Hur June
        Gadis perawat bertanya padanya …… Apakah dia cinta padamu ?
        Dijawab Ye Jin :
        Aku tidak yakin mengenai hal itu …. Ketika aku mati, dikubur di dalam tanah, dan bertemu dengannya sebagai air yang mengalir… maka …. Maka aku akan bertanya
        padanya untuk memastikan itu….

        Kalau menurut saya itulah Cinta. Jawaban Ye Jin sangat filisofis. Antara Ye Jin dan Hur June selalu diam kalau bertatapan. Tatapan keduanya sejuta makna. Bandingkan dengan Cinta Pertama kita masing masing selalu mulai dengan tatapan …. mulut tak kuasa berucap …… tatapanmu …. oh …….. badan bergetar …….. pandangan telah menikam kejantung …………………. Bawalah daku pergi !

  4. Tidak ada lin dari mulutku terucap selain …….
    Terimakasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya buat koh Andy ………
    Teruslah berkarya ……GBY ……

  5. Ini akhiiir yg menyedihkan sampai tak terasa air mata mengalir….seperti cintanya yejin pd joon,,,,,, baca sinops dan nonton eps2 akhir adalah hal yg mengharukan, knp joon meninggal begitu cepat??????

  6. aq pengemar film2 korea apa lagi film ini sangat menyentu di hatiq cerita tentang seorang pria yang berkeluarga miskin bercita-cita menjadi seorang dokter dia pun belajar dengan banyak guru, tetapi guru yang sangat ia kagumi hingga akhir hidupx adalah dr.yoo dan mematuhi juga prinsip2 menjadi dokter sejati, skandal krn ia (hoo joon)menikahi dae hee seorang wanita bangsawan dan banyak lagi lang sangat di dekaiku-liku kehidupa sampai ia menjadi doter kerajan yang ia dekasikan kepada pasien tidak memandang kaya maupun miskin, jadi kita sebagai manusia harus saling membantu dalam kehidupan melalui mendenikasikan hidup kepada masyarakat dan negara,jadi hiduplah menjadi manusia yang selalu ikut mendenikasikan kemampuan kita kepada yang membutuhkanya tidak memandang apa km miskin ataupun kaya ,tetap semagat kawan2 sebab kekayaan adalah banyaknya sahabat dan kawan itulah hidup yang yang menyenangkan.wassalam

    • ga juga, tapi emang kadang WP sinting, udah kuapprove minta diapprove lagi. Aku cuman masang palang sekali aja saat pertama kali kalian buat komen, asalkan alamat dan nama sama biasanya ga usah nunggu apporve lagi …. WP kayaknya lagi kumat ehehehheeh 😀

  7. aq donlod yg eps trkhr, part 2.. Yg part 1 gak aq donlod.. Pnya mas andy/ mas alikamart donlod’y dri mediafire atw megaupload..?
    He he,, maaf ya jdi bnyak tnya.. Tpi mksIh buat mas andy sma mas alikamart.. Udh bnyak ksix info’y thanx ya..!

    • Saya Downloadnya via Mega UpLoad ….. Mas Adrian.
      Untuk membaca dari Doramax64…. saya sarankan Download MP4 Player
      banyak yang free di Internet. Saya pakai keluaran Brother Soft.
      Resolusi yg ditampilkan lumayan bagus.

      Kalau Eps. 1 saya down load dari You tube, masih terbaca kalau
      pakai WinAmp.

      Ini media sharing ( saya pun yakin Koh Andy pasti
      senang kalau ada yang bertanya ) Jangan sungkan.
      Kita teman. Saya hanya memberi keterangan penunjang.
      Kalau sudah menjurus ke teknis … kontak Koh Andy.

      • Mengingat yang di down load pakai bahasanya Koh Andy ……
        Kita doakan sinopsis ke 1 ( maupun sinop. Hur June lainnya yang belum ada)
        akan muncul dalam waktu tidak terlalu lama.
        Kita doakan Koh Andy ada kesempatan membuatnya dan tidak tabrakan dengan
        kegiatan rutinnya. Thanks ………….

        • udah 2 hari ini ga buat sinopsis (baik HGD dan yang lain) pengin istirahat dulu dan main game (refreshing), sekalian di rumah juga lagi sibuk mempersiapkan pernikahan adik sepupuku 😀 … ahahahah … mulai minggu depan aku sibuk lagi koq 😀

      • Pake MPC (Media Player Clasic) bisa koq, kalo ga punya donlod gratisan banyak tuh 😀 , ato winamp edisi terakhir boleh, ato pemutar video lain yang menunjang ekstensi MP4 … biasanya aku pake MPC soalnya bisa capture gambar (disetiing dulu)

    • sama aja adrian, jadi kalo umpanyanya kamu donlod part 1 dari mega upload dan part 2 dari mediafire ga masalah, pilih salah satu yang enak buatmu 😀 cuma aku sarankan pake mediafire, soalnya boleh pake idm dan lebih cepat karena donlod pake banyak jalur, kalo megaupload ga bisa, tetap satu jalur donlodnya jadi lebih lambat 😀

    • Informasi ini mungkin berguna bagi Mas Adrian ……..
      Salah seorang fans Hur June ( NAMANYA AGAK EKSENTRIK : TOSH ) menulis di Doramax seperti dibawah ini …..

      You don’t need to open “Part 2″, just Part 1. You extract the file from Part 1 and then the software looks for Part 2 and extracts it, so let the computer do the work. You might consider using jdownloader. It has a feature that will extract it automatically. It also makes downloading a whole lot easier:
      http://www.jdownloader.org/

      if you use firefox, then install this plugin:
      https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/copy-link-url/

      after you install both of those, come back here, highlight all the mu or mf download links > right click on them > and then click on Copy Selected Links

      CARA PAKAINYA SANGAT MIRIP DENGAN YOUTUBE DOWNLOADER
      SANGAT COCOK BAGI YANG SUPERSIBUK …. COPY LINKNYA … JALANKAN…
      DAN TUNGGU HASILNYA.
      SAYA SENDIRI TIDAK BEGITU FAMILIAR DENGAN JDOWNLOADER
      MUNGKIN KAWAN-KAWAN ADA YANG BISA BANTU AGAR MAS ADRIAN LANCAR
      MENGGUNAKANNYA.

    • yang aku tahu buat pemain hur june sendiri, Jung Kwang Ryul, maen di King Baker Kim Ta Goo sebagai ayah si Ta Goo, jadi Raja Buyeo Geum Hwa di Jumong, jadi pendekar pedang no 1 di Joseon Kim Gwang Taek di Warrior Baek Dong Soo, dll.

      Untuk para pemain lainnya, seperti yang maen jadi Kim Mangyung, dia juga maen di Dong Yi, sebagai Guru Pribadi P. Yeoning, di Yi San jadi Kasim Kepala, di SAngdo jadi kepercayaan nona Park, dll.

      Untuk Goo Ilsuh, dia jadi salah satu pasangan dari 2 pemain musik (lupa namanya) di Dong Yi, di Yi San jadi kasim anakbuah si pemain Kim Mangyung, di Sangdo jadi salah satu penjaga toko (mantan bosnya Lim Sangok), di Guardian Angel maen jadi salah satu manajer bosnya Song Hye Kyo, dll.

      Untuk Yoo Wee Tae, wuih engkong lee soon jae ini banyak sekali loh maennya, di QSD jadi Rajanya Mishil episode 1, di Yi San ntar jadi Raja Yeongjo, di Sangdo jadi pedagang musuhnya Lim Sang Ok, di Guardian Angel dia jadi bos gedhe, engkongnya pemain utama, dll.

      Atau lebih jelasnya coba cari di Drama Wiki

    • Kalau Drama Non Saeguk …. saat ini diputar di
      Indosiar sekitar jam 14.00 WIB. Title nya lupa.
      ( Pernah saya lihat sekilas ) ……………………….

      • Kalau DVD kebanyakan dari Singapore dan Malaysia
        ( tentunya dari Korea sendiri ).
        Kalau DVD Ori kayaknya hanya 1 atau 2 judul di Gallery
        DVD Resmi (biasanya nebeng tempat a.l. di Carrefour).
        Mungkin ini dianggap peluang para ‘pengganda illegal’
        sehingga yang kita jumpai ‘bajakan’ Korea yang bejibun
        judulnya. Yuk … tengok ke Glodok Jkt. Semua judul mungkin
        ada. Untuk Mas Adrian kontak teman khususnya di Jkt
        mungkin judul yang dicari sudah ada.

        Jalan pintas termudah adalah download dari Dorama X264.
        Yang saya kagumi adalah kita bebas download dari sana
        (pilih jalur free). Hampir semua judul ‘drama Sinet’ ada disana.

        Kalau kita di Indonesia sepertinya untuk download belum ada
        ya Koh Andy ……… Kalau di Korea apakah memang ada
        Foundation yang mau membiayai atau kah ini salah satu
        teknik patriot Sinet Korea untuk lebih mengenalkan Korea
        ke dunia luar ? ( terus terang Sinet nya bagus-bagus !).

    • pake pc bukan laptop, sehari konek terus sama internet … ahahahaha …. wah kalo hur june udah ditayangin di Indonesia, gara2 ngejar di LBS TV DRAMA makanya aku nda buat dari awal ….. kalo stasiun tv nasional jangan harap deh, mereka pasti milih drama-drama baru tuh …. sayang, padahal walaupun lama, saeguk korea masih pantas untuk ditayangkan … hiks …. pilih kasih 😦

  8. Mas Adrian …… Domicili Koh Andy di Ambulu kayaknya nggak kelihatan di peta.
    Hayya …. mungkin Daerah pertaniannya Koh Andy. Siapa tak kenal Jember ?
    Dari Surabaya atau kota lain di Jawa kalau mau ke Bali ya……… lewat sini!
    * Ada Universitas Jember yang terkenal ( sejak 1957 ).
    * Komoditas terkenal tembakau ( Dji Sam Soe ) ambil dari sini.
    * Ada tebu, kopi, karet … Pokoknya curah hujannya stabil jadi sejuk. Kulit orang disana rata-rata putih seperti Koh Andy. Ada Pusat Produksi/sentra kimia untuk industri.
    * Kabarnya sih tenaga kerja administratif dan sektor jasanya di Jember tergolong yang besar dibandingkan dengan kota-kota Indonesia lainnya yang setara.

    Ya itulah kira kira alasan Koh Andy betah di Jember ……… Kalau masih penasaran
    Mas Adrian boleh nanya yang diperlukan sama Koh Andy ……

  9. tak kirain mas andy yg mo nikah..ternyata bkn..mudah2an berikutny giliran mas andy yg merit,btw thanks infony,skrg aku bs download film tanpa gangguan..soalny nyari dvdny kmana aja smp jak gk ad yg jual..

    • Saya punya kenalan namanya juga Yanti …..
      bekerja di Bank BNI Kanwil Bandung……Apakah
      ini Mbak Yanti yang saya maksud ? ……………..
      Kalau bukan … ya …. Nggak apa apa …. Selamat download …..

  10. Mbak Yanti ….. ini cerita dari Palembang, entah benar atau tidak
    Wallahualam ……….

    Seorang pria berwajah ganteng sedang mengendarai motor Ninja nya, ketika melewati seorang gadis cantik bergaun panjang yg sedang berdiri di atas kisi-kisi tinggi di atas jembatan Ampera.
    Ia menghentikan motornya dan bertanya : “apa yg sedang kamu lakukan ?”
    Jawab sang Gadis :”saya ingin bunuh diri”
    Mengambil kesempatan ini sang pria berkata :”kalau begitu sebelum kamu melompat kesungai yang dalam ini berikan saya ciumanmu yg terakhir”
    Sang gadis pun menciumnya. Setelah ciuman berakhir, sang pria dengan wajah sumringah berkata: “mengapa kamu ingin bunuh diri ? Ciumanmu begitu panas dan menggairahkan. Pasti banyak lelaki yg akan tergila-gila dengan ciumanmu ini”

    Dengan sedih sang gadis menjawab : “saya ingin bunuh diri karena orangtua dan keluarga saya menentang saya berpakaian dan berdandan seperti wanita”
    Ahooy ………. ( Ini Humor Bajakan )………… Biar Mbak Yanti senyum-senyum …..

  11. waah snang’y bsa di pke lgi,, mas alika maaf ya.? Koment’y gak di tanggapi,, soal’y ni laptop bru bsa oprasi lg….
    Sinopsis hur june dri awal smpe akhr udh slsai blum, mas andy.?

  12. Koh Andy …. Blog yang lalu memang ciamik ….. cuma itu aja kekurangannya….
    kami tidak bisa interaktif seperti ini …………………. Jangan lupa Koh Andy ………
    Episode Pertama Hur June ….. Salam sama Pengantin Baru ……………………….

    • “lupa” …. =.=a ….. keasikan liat warrior baek dong soo dan hgd … ahahah … oke deh kucoba donlod lagi dari awal si huh joon …. kangen juga seh … 😀
      soal blog yang baru, diban sama google search, ga bakalan ada di searchnya google karena sama dengan konten blog ini … aigooo …. makanya kucoba blog ini kuhapus kontennya tapi tetap sama saja … jadi kubalekin lagi deh semuanya … mulai sekarang aku upload di blog ini dulu baru blog yang baru …. anggap saja blog yang baru itu sebagai blog cadangan … hehehe 😛

  13. Terima Kasih Koh Andy ….. Orang orang Tua bilang ” JANJI ITU ADALAH UTANG ”
    Tapi jangan kepikiran deh ! Saya doa’kan Koh Andy tetap Sehat-sehat selalu…………

  14. Kang andy, blog yg baru ga seru…. tulisannya gelap, ya mahal, hehehe….ko beda sama ini ya? Mau coment ga bisa….Pdhal aku baca2 semua drama eh pulsa kesedot terus…. Hari ini iseng buka joon, tnyata yg koment tambah banyak, jd ajang silaturahmi fans mas andy ya??? Kutunggu terus warior… Hong gd…. Princess man…. Semua dech, trus berkarya bikin sinops….

    • kayaknya gara2 blog baruku terlalu banyak widget sama plugin deh, kalau di wordpress ini ga bisa pasang javascript dan plugin jadi bukanya lebih cepat dan aku kira wordpress juga lebih sip kalo soal penampilan … makanya ini aku balek lagi ke blog yang lama … hehehe 😀

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s