The Return Of Iljimae – Episode 19

Setelah Kim Ja-jeom berkonsultasi dengan peramal, dia merasa tenang pada jaminan kalau Iljimae tidak akan menyerang selama sepuluh hari. Memanfaatkan kesempatan ini untuk bersantai, Kim Ja-jeom mengadakan serangkaian pesta. Selagi rumah Kim mengendorkan penjagaannya, Iljimae mampir berpakaian seperti bangsawan untuk berbincang dengan Park Su-dong, pemimpin kelompok pemburu yang disewa untuk menangkap Iljimae.

Park Su-dong merasa tidak nyaman dengan pesta Kim Ja-jeom dan merasa harus pergi jalan2 keluar, dimana Iljimae berbicara padanya tentang perumpaan membingungkan tentang kesetiaan anjing kepada pemiliknya, yang tidak peduli pada kebajikan tuannya. Sepanjang waktu, Iljimae merencanakan serangannya bersama tim yang dia buat sebab operasi ini memerlukan bantuan semua orang.

Pada akhir hari ke sepuluh, dia mengirim pesan kepada Kim Ja-jeom yang menuduh Kim sebagai penjahat yang menjual negaranya. Malam itu, Iljimae muncul di rumah Kim dimana dia ditunggu oleh Park Su-dong dan para pemburu. Tapi Iljimae tidak diam disana dan malah kabur menuju hutan dimana para pemburu mengikuti jejaknya.

Mereka mencari Iljimae sepanjang malam dan pada pagi harinya, Kim Ja-jeom marah pada sedikitnya informasi yang bisa didapat. Kelihatannya Iljimae sengaja menarik keluar para pengejarnya, sebab dia selalu mengawasi dan dengan mudah membuat dirinya diketahui. Tapi dia menunggu hingga pagi, membuat para pemburu mendekat ke jejaknya, lalu meloncat ke kerumunan mereka guna menyandera satu pria.

Ketika Iljimae mengarahkan pisau ke leher pria itu, Iljimae mengatakan pada Park Su-dong kejahatan Kim Ja-jeom. Ini dia maksud dari anjing yang punya kesetiaan buta pada tuannya, karena Park Su-dong itu suka harta jadi dia tidak terganggu pada perkataan Iljimae. Tapi saat dia mendengar kalau Kim Ja-jeom adalah pengkhianat negaranya sendiri, kita tahu kalau Park punya moral. Dia lalu menarik para pemburunya. Lebih jauh, dia mengembalikan semua hadiah Kim dan meninggalkan Hanyang sambil meninggalkan pesan kalau Kim lain kali akan menjadi targetnya.

Kejutan lain menyapa Kim Ja-jeom waktu dia membuka gudangnya yang terkunci dimana dia mendapati kalau ruangan itu benar2 kosong. Ruangan itu dijaga dengan ketat jadi mereka bingung pada penyebab hilangnya Wol-hee, sampai Park Bi-su menemukan lubang besar di bagian bawah ruangan itu. Selagi Kim membuat pesta selama sepuluh hari, sadar kalau Iljimae tidak akan menyerang, tim Iljimae sibuk menggali terowongan bawah tanah dari rumah Bae Sun-dal.

Untuk itulah, saat Iljimae menarik para pemburu menjauh, Cha-dol dan Keol-chi mendapatkan kesempatan untuk melewati lorong itu yang terhubung dengan rumah Kim untuk menyelamatkan Wol-hee. Untuk menghindarkan kecurigaan terhadap rumah Bae Sun-dal, mereka telah punya persiapan untuk menghalangi jejak mereka, yaitu dengan menghalagi jalan yang gunakan kabur dengan memasang umpan ke arah yang lain. Ini membuat anak buah Kim Ja-jeom melewati jalan yang salah.

Setelah kembali dengan selamat, Wol-hee melihat gambar Bae tentang riwayat petualangan Iljimae, termasuk pertemuan pertamanya dengan Wol-hee. Wol-hee yakin kalau Iljimae pasti akan datang menyelamatkannya tapi sekarang dia bertanya-tanya, “Dimana kau?” Sebuah suara berkata di belakangnya, “Aku berada di dekat Wol-hee.” Melihat Iljimae secara langsung, Wol-hee mulai menitikkan air mata, meski dia mengatakan pada Iljimae kalau dia tahu Iljimae pasti datang untuknya.

Sedangkan untuk masalah pengkhianatan Kim, Bae Sun-dal menyarankan agar Iljimae menemui menteri pemerintah, Tuan Choi Myung-gil, yang memiliki posisi yang unik sebab dia mencoba menciptakan hubungan yang baik dengan bangsa Cina tapi di sisi lain dia juga menyiapkan untuk mempertahankan negaranya sendiri. Karena Iljimae tidak punya bukti rencana jahat Kim Ja-jeom, Iljimae mungkin bisa mendapatkan solusi dengan cara bicara pada Choi.

Malam itu, Iljimae menguping pembicaraan Tuan Choi yang sedang mabuk dimana dia mencurahkan kesedihannya pada seorang teman. Choi kelihatannya pria baik namun sesuatu pasti mengganggu pikirannya hingga membuatnya mabuk seperti itu, setidaknya itulah yang dikatakan sang narrator. Iljimae menyelinap ke rumah Tuan Choi selama beberapa malam sampai dia menemukan apa yang dia cari. Sebuah surat rahasia – surat resmi dari kerajaan yang memerintahkan Choi untuk meningkatkan persenjataan yang akan digunakan dalam perang melawan Cina.

Dalam perjalanannya keluar, Iljimae ditangkap olej polisi yang sedang berpatroli, tapi mungkin dia sudah mendapatkan pengalaman dan memakai pikiran logisnya – ketimbang bertarung – untuk menyelesaikan konflik ini. Lucu juga bagaimana Iljimae membuat takut para polisi itu dengan mengatakan kalau mereka pasti sudah mendengar betapa hebatnya dia menggunakan shuriken, jadi mereka pasti tahu kalau mereka tidak akan menang melawannya. Untuk itulah, guna menghindari dilempari shuriken dan dipukul, Iljimae menawarkan jika mereka tidak menyerang, maka Iljimae juga akan diam.

Iljimae membagi info yang dia dapat dengan Bae Sun-dal, yang mengerti akan perintah kerajaan itu. Dia sudah mendengar senjata baru ini, yang akan menjadi asset besar bagi Korea dalam mempertahankan diri melawan musuh. Akan tetapi, dilemma Tuan Choi yaitu pengembangan mereka terhadap senjata ini harus tetap menjadi rahasia – berita kalau Korea mengembangkan senjata akan membuat Cina marah dan mungkin memicu perang. Ini artinya, bendahara Negara takut mengeluarkan dana untuk membiayai proyek ini, sebab takut kalau berita itu akan bocor.

Karena itulah Tuan Choi berada pada posisi yang sulit: dia menerima perintah untuk menggali dana tapi tidak dapat sepenuhnya melakukan itu. Malahan, dia minum2. Iljimae menemui Wol-hee yang sedang menjahit dan melukai tangannya. Iljimae langsung khawatir dan mulai mengobati luka Wol-hee, yang membuat Wol-hee tertawa pada reaksi berlebihan Iljimae itu. Tapi tawa Wol-hee langsung berubah menjadi tangis, yang membuat Iljimae khawatir kalau dia sudah membuat Wol-hee menangis karena membentaknya.

Wol-hee mengatakan pada Iljimae kalau dia menangis karena dia senang, “Karena aku senang kau memikirkanku.” Iljimae memeluknya dan berkata, “Jangan menangis. Aku disini bersamamu.” Wol-hee ternyata bisa juga menjadi begitu kekanak-kanakan dari waktu ke waktu. Jadi ingat bagaimana Wol-hee membuat perbandingan Wol-hee vs Dal-yi waktu Iljimae pingsan dulu. Wol-hee merengek agar Iljimae bangun tapi Iljimae tidak peduli dan Wol-hee mulai meniup wajahnya dengan lembut. Dia bahkan memaksa membuka mata Iljimae.

Pada pagi harinya, Gu Ja-myung dan anak buahnya mampir di rumah Tuan Choi untuk memeriksa laporan yang menyebutkan kalau Iljimae melompati tembok rumahnya pada malam sebelumnya. Choi tidak khawatir dengan mengatakan kalau tidak ada barang berharga yang bisa dijual dari rumahnya. Tapi dia tiba2 ingat, dan bergegas masuk ke dalam untuk memeriksa surat rahasianya, bernafas lega sebab masih menemukannya disana. Tapi dia menemukan surat lain terselip di belakang suratnya yang ditandai dengan bunga plum emas, yang menyatakan kalau Iljimae akan mampir malam itu setelah bel berdering.

Choi menjamin kalau dia sama sekali tidak kehilangan apapun – yang memang benar – dan menyingkirkan kekhawatiran yang lain. Lebih lagi, Iljimae terkenal hanya melukai orang jahat dan menolong yang miskin, bukan? Jung-tae merasa kalau Choi berbohong – seperti bangsawan lain yang menjadi target Iljimae di masa lalu – tapi Gu merasa tidak penting apakah dia berbohong atau tidak. Yang paling penting adalah kenapa Iljimae mendatangi rumah Choi.

Gu merasa penasaran sebab Choi adalah bangsawan yang terhormat, jadi tidak mungkin Iljimae merencanakan sesuatu yang buruk padanya. Masih, Gu memerintahkan anak buahnya untuk mengawasi rumah Choi. Malam itu, Choi mempersiapkan diri untuk menyambut tamunya yang penting, dan mendapati Iljimae menunggu dalam kamarnya. Berlawanan dengan serangan Iljimae pada malam2 yang lainnya, Iljimae membungkuk penuh hormat, berlutut dihadapan Choi, dan membuka topengnya.

Iljimae pertama-tama meminta maaf karena mencuri-curi masuk ke rumah Tuan Choi dan membaca surat2nya. Dia mengatakan kalau dia memiliki sesuatu yang mungkin akan digunakan untuk hal2 jahat dan akan menyerahkannya kepada Choi, yang mungkin dapat memenuhi permintaan kerajaan. Iljimae mengacu pada benda dan kekayaan yang menjadi milik Kim Ja-jeom, yang mungkin saja akan digunakan oleh para pengkhianat untuk menjual Negara ini pada Cina.

Iljimae akan mengungkapkan nama pengkhianat itu tapi Choi menghentikannya. Dia mengatakan pada Iljimae dengan sedih bahwa kata2, sekali diucapkan, tidak dapat didengar. Apa Iljimae punya bukti yang mendukung pernyataannya? Dengan menyesal Iljimae harus mengatakan tidak – dia dulu punya bukti tapi tanpa pikir panjang dia menghancurkannya. Iljimae setuju untuk tidak mengatakan nama itu, tapi tetap melanjutkan penawarannya: dia tahu sebuah tempat tersembunyi di gunung, dimana dia bisa menyembunyikan material. Iljimae lalu meminta bantuan Tuan Choi: sebuah tim pekerja untuk mengembangkan senjata.

Iljimae berbincang dengan tim-nya, merencanakan untuk memindahkan barang2 Kim Ja-jeom ke tempat persembunyian besok. Setiap orang akan mempunyai peran khusus, contohnya, Wol-hee dan Keol-chi adalah yang bertanggungjawab untuk menyediakan makanan bagi para pekerja. Iljimae berencana untuk melakukan perjalanan bersama mereka, tapi tidak seperti yang lainnya, dia harus tetap tak terlihat sebab Iljimae adalah sosok yang paling dicari. Di samping berbahaya karena akan ditangkap, kehadirannya mungkin akan membuat segalanya jadi sulit bagi Tuan Choi, sebagai seorang menteri pemerintah.

Ini membuat Wol-hee tidak senang, begitu juga tidak nyaman. Iljimae memberikan jaminan padanya bahwa dia akan tetap bersamanya, tapi ketakutan Wol-hee kalau Iljimae akan meninggalkannya benar2 sudah mengakar dalam dan ini membawa mereka ke keadaan sulit lagi serta menjadikan Wol-hee marah. Iljimae mengatakan dengan lembut pada Wol-hee kalau ini adalah hal yang harus dia lakukan untuk negaranya dan Wol-hee berkata, “Tapi Negara ini belum melakukan apapun untukmu. Negara ini hanya membuangmu, melukaimu, dan menyiksamu. Kenapa kau harus melakukan ini untuk Negara ini?”

Iljimae: Ketika aku masih muda, aku melihat banyak orang kehilangan segalanya – keluarga mereka dan rumah mereka – satu pagi di kala perang, yang diseret sebagai tahanan. Orang2 itu tidak diperlakukan layaknya manusia, dan harus hidup, tidur, dan makan seperti binatang. Kalau begitu, itu adalah masalah yang menjadi perhatian bagi Negara orang lain. Aku pikir itu seperti sesuatu yang tidak bisa aku lakukan. Tapi sekarang bukan masalah negeri orang. Hal itu adalah hal yang diderita oleh negaraku. Jika perang pecah lagi, situasinya bisa sangat buruk. Bencana perang selalu menimpa yang lemah, miskin, paling awal. Orang2 seperti ibuku. Orang2 yang hidupnya memang susah. Meski aku tidak bisa membuat mereka lebih bahagia, mereka tidak boleh lebih tidak bahagia dari keadaan mereka yang sekarang.

Wol-hee mencerna kata2 Iljimae malam itu, “Kapan kita akan bahagia? Kapan kita akan bisa menjalani hidup yang penuh cinta? Apa hari itu akan benar2 datang?” Iljimae berbaring di samping Wol-hee, terbangun. Dia mengatakan pada Wol-hee, “Hari itu akan datang.” Selagi Wol-hee berbelanja untuk kebutuhan di desa, dia berhenti di depan stan ginseng, tidak tahu bagaimana memilih yang terbaik. Baek-mae kebetulan lewat dan melihat keraguan Wol-hee dan membantunya, memilihkan beberapa yang bagus untuknya sebab dia menghabiskan banyak waktu menumbuhkan ginseng. Percakapan yang terjadi singkat, tapi Wol-hee senang atas bantuan Baek-mae dan membungkuk pada Baek-mae waktu mereka berpisah.

Sedangkan, pertemuan rahasia Choi Myung-gil dengan Iljimae ternyata bukan rahasia: baik Kim Ja-jeom dan Gu Ja-myung mendengar berita itu. Kim yakin kalau mereka sudah tahu apa artinya surat menjual Negara pada Cina itu, sedangkan Gu memerintahkan anak buahnya untuk menjaga rahasia itu agar tidak bocor. Gu tahu ada sesuatu yang sedang terjadi, tapi tidak yakin apakah itu hal buruk, karena reputasi Choi yang baik. Tapi dia masih khawatir apa arti pertemuan itu.

Wang Hweng-bo dikunjungi oleh orang yang mengaku sebagai satu warga negara: Yang-po. Dia sama sekali tidak menolak untuk membantu misi Yang-po: menangkap Iljimae – Yang-po memang mengacaukan bisnis obat Hweng-bo – tapi dia menjelaskan kalau karena Wang Hweng-bo, Iljimae datang ke Korea. Ketika Iljimae meninggalkan Cina, ayah tunangan Iljimae yang ditinggalkan sangat marah hingga ia memerintahkan agar Iljimae dibunuh. Akan tetapi, mantan tunangan Iljimae, Moran, sangat frustasi hingga menolak menikah. Lebih jauh, dia menjadi jauh dari ayahnya yang sangat putus asa akan apa yang harus dilakukan.

Untuk itulah, Wang Hweng-bo membawa Yang-po untuk menangkap Iljimae dengan berbagai cara. Yang-po bersumpah kalau dia tidak akan kembali sampai dia sukses. Masalahnya adalah Iljimae tidak punya keinginan untuk kembali ke Cina dan Yang-po tidak dapat memaksanya hanya dengan ketrampilan berkelahi saja. Wang Hweng-bo menyebutkan kalau Iljimae terlalu kuat untuk dilawan.

Yang-po menyarankan satu metode: mereka awalnya harus membuat Iljimae tidak sadarkan diri, lalu memberinya obat untuk membuatnya tetap tertidur lalu membawanya. Yang-po tahu kelemahan Iljimae – suara drum, yang mengingatkannya pada masa lalu dan memperngaruhinya secara fisik. Jika Wang Hweng-bo membantu membawa Iljimae ke Cina, Yang-po berjanji memberikan Wang Hweng-bo gelas bangsawan yang sudah dijanjikan.

Sedangkan, Iljimae dan Yeol-gong berkelana melalui jalan pegunungan menuju ke tempat persembunyian mereka. Iljimae meminta Yeol-gong agar tidak datang ke tempat ini lagi, sebab dia yakin ada pengkhianat yang mengikuti Tuan Choi (mungkin orang yang dikirim oleh Kim Ja-jeom).

Yeol-gong bertanya apa yang Iljimae akan lakukan pada Kim, seolah-olah ingin mencegah agar Iljimae tidak membunuh lagi. Sang biksu mengingatkan kalau Kim adalah orang yang kuat, dan jika seluruh negeri percaya kalau dia dibunuh, itu bisa menjadi penyebab ketidakstabilan di negeri ini. Iljimae berkata kalau dia mengerti, tapi ekspresi wajahnya suram ketika dia berbalik dan memandangi lembah serta kota di bawahnya.

sumber: meylaniaryanti.worpress.com

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s