The Princess’ Man – Episode 13

Ada 2 versi dalam episode ini:
1. Versi Dunianya Sari
2. Versi Kadorama Recaps

——————————————————————————————-
Versi Dunianya Sari:
——————————————————————————————-

Seung yoo melihat mereka diantara perasaan sedih dan marah. wajahnya tanpa gairah namun memancarkan kebencian. Seung yoo berlalu meninggalkan mereka. Se ryeong marah dan berusaha melepaskan diri dari pelukan Sin Myeon. ‘Walaupun kita akan segera menikah, beraninya kau berbuat kasar padaku. Jangan pernah berfikir untuk bisa memiliki hatiku.’

Dengan lembut Sin Myeon berkata: Perlahan aku akan membuka hatimu.’ dan ia pun meninggalkan Se ryeong ( kasihan sekali Sin Myeon, walaupun sikapnya dingin sebenarnya dia baik hati….dia hanya ngga beruntung gara-gara jadi anaknya Sin Sook joo.. 😦 ..hiks )

Se ryeong memandangi punggungnya. Sementara itu Seung yoo berjalan menyusuri jalan-jalan kota. Di benaknya terngiang banyak peristiwa yang berkaitan dengan Sin Myeon dan Se ryeong, fakta bahwa Se ryeong adalah putri pembunuh ayahnya dan Sin Myeon yang menghianati persahabatan.

P Sooyang menegur putrinya atas tindakannya membawa pergi menantu Kim Jeong seo dan anaknya. Beraninya kau melawan hukum negara. Se ryeong mendebat ayahnya. Ia memiliki argumentasinya sendiri: Menolong orang yang menderita kau sebut sebagai melanggar hukum? Kali ini P Sooyang tetap tidak mengubah pendapatnya, ia hanya berkata pada Se ryeong: Kelak kau akan tahu bahwa apa yang telah ayahmu lakukan ini adalah yang terbaik bagimu dan keluarga kita. Ayah dan anak mulai bersitegang karena pendapat dan pandangan mereka yang berseberangan. Tetapi seperti biasa di hadapan keluarganya, Apalagi Se ryeong, ia tidak pernah bisa marah pada putri kesayangannya itu ( ck…ck…ck….luar biasa ).

Seung yoo tiba di depan gerbang kantor polisi dimana kepala ayah dan pengikutnya pernah ditancapkan pada sebuah bambu dan menjadi tontonan. Kenangan itu membuatnya merasakan sakit kembali. Ia bertanya pada seseorang di tempat itu, apa yang terjadi dengan kepala-kepala itu kemudian? Jawabannya membuat Seung yoo shock. Mungkin dikubur atau bisa saja dibuang di hutan dan menjadi makanan binatang buas. Bisa dibayangkan betapa terpukulnya Seung yoo. Kenangan masa-masa bahagia bersama keluarganya di masa lalu muncul kembali.

Di rumah pelacuran, para preman datang. Mereka adalah anak buah Gong Chil goo. Mereka datang mencari Jo Seok ju karena mendengar bahwa pria itu sudah kembali. Seok ju hendak keluar tapi dilarang oleh Nyonya pemilik bar. Ia tak mau ada kerbutan. Wanita itu mendatangi mereka dan dengan tegas mengatakan Seok ju tidak ada disana. Mereka marah dan menyandera seorang gadis bar, dan memaksa agar Seok ju keluar. Seung yoo masuk, semua melihat ke arahnya. “Siapa kau?” tanya penjahat itu. “Kau terlihat seperti orang baru.” Seung yoo tidak menjawab dan para preman menyerangnya. Terjadilah perkelahian antara Seung yoo dengan para preman, seung yoo menang. Seok ju datang menengahi dan memandang tajam pada Seung yoo.

Jika kau membunuh mereka semua apakah itu akan meredakan kemarahanmu? tanya Seok ju. ‘ Siapa kau sebenarnya?’. Salah seorang gadis bar ( ternyata yang ini adalah waria…hehe ) menanyakan nama Seung yoo. seung yoo menjawab bahwa ia tak punya nama. Nyonya pemilik bar bertanya, apa yang akan kau lakukan disini? Tanpa gairah seung yoo menjawab ia tak punya tempat tujuan lagi.

Akhirnya Nyonya pemilik bar bersedia memberikan tempat tinggal dengan syarat Seung yoo bekerja padanya sebagai pengawal, mengawal gadis-gadis penghibur itu. Seok ju keberatan, kelihatannya ia sedikit mencurigai identitas seung yoo. Tetapi akhirnya Seung yoo menerima pekerjaan itu.

Di tempat lain Gong Chil goo mengamuk dan menghajar anak buahnya. Gong Chil goo diberitahu bahwa Seok ju datang membawa seseorang yang sangat menakutkan untuk bertarung engan Chil goo. Gong Chil goo semakin murka.

Seung yoo teringat percakapan terakhirnya dengan Se ryeong. Namaku Lee Se ryeong, kumohon bertahanlah dan kembali untuk membunuhku. Aku bersedia mati di tanganmu…Seung yoo menarik pedangnya. Di tempat lain se ryeong memikirkan Seung yoo, saat terakhir melihat Seung yoo dan berita tenggelamnya kapal mereka.

Rencana pernikahan disusun ulang. Lady Sooyang menasehati putrinya panjang lebar dan meminta Se ryeong menemui putri.

Di kediaman putri, P Keum Seong sedang membeberkan rencananya pada Jeong jong dan putri. P Keum Seong berusaha memanfaatkan kedekatan Jeong jong untuk melemahkan Sin Myeon. Jeong jong menolak, tapi sia-sia. P Keum seong telah menyiapkan segalanya. Jeong jong harus ada di dekat Sin Myeon. Ia juga sudah menyiapkan 3 pengawal khusus untuk membantu tugas Jeong Jong. Mereka akan menyamar sebagai bodyguard Keum Seong.

Dalam perjalanan menuju rumah putri, Se ryeong bertemu P Keum Seong. Ia memberi hormat pada pamannya dan P Keum Seong berjanji akan menghadiri pernikahan keponakannya itu ( tentu saja dengan tujuan lain )

Se ryeong memberi hormat pada putri. Putri menatapnya dengan sedih, tidak seperti biasanya kali ini putri menatap Se ryeong dengan iba. Ia memberi sedikit nasehat dan memberikan sesuatu pada Se ryeong. Ternyata cincin yang pernah dibelikan Seung yoo untuk ‘putri palsu’. Se ryeong meneteskan air mata, putri berusaha untuk tidak menangis. Ini mungkin akan menjadi pemberian terakhir dariku, kata putri. Se ryeong terus saja memandangi cincin itu dan memakainya di jari manis.

Jeong Jong merasa tertekan dengan tugas yang diembannya. Ia merasa tidak mampu melaksanakannya. Ia masih sedih kehilangan seung yoo, kini harus menghadapi Sin Myeon. Tetapi putri berpendapat lain. Selama itu untuk melindungi adiknya, ia rela bahkan untuk mempertaruhkan hidupnya. Putri memberi semangat pada Jeong jong.

Sin Myeon sedang merenug di ruang kerjanya ketika seorang pelayan kediaman putri datang membawa pesan bahwa Jeong Jong bersedia menjadi pendamping mempelai pria ( huhang ) seperti yang pernah dilakukannya ketika Jeong jong menikah. Sin Myeon sangat gembira mendengarnya.

Salah seorang pengawal P Keum Seong berhianat. Ia melaporkan rencana P Keum Seong pada anak buah Sooyang bahwa Keum Seong tengah merencanakan sebuah ‘pertunjukan besar’ di hari pernikahan Se ryeong. P Sooyang diberitahu bahwa putri dan Jeong Jong juga akan dilibatkan dalam persekongkolan ini. P Sooyang meminta untuk merahasiakan rencana ini.

Seung yoo mulai melaksanakan tugasnya sebagai pengawal. Ia berpakaian layaknya seorang pendekar. Ia terlihat begitu tampan berdiri mengawasi para tamu. Para wanita penghibur menjadi terpesona bahkan sampai mengabaikan tamu. Seorang tamu mulai marah dan berusaha mengganggu Seung yoo dengan menyiram mukanya dengan minuman keras, melemparinya dengan makanan bahkan pisau. Wang No geol disebelahnya ketakutan tetapi Seung yoo tak bergeming. Tamu itu merasa disepelekan dan berusaha menyerang Seung yoo. Tetapi Seung yoo dapat mematahkannya dengan satu tangan.

Seung yoo berusaha mencari tahu keadaan kakak ipar dan keponakannya di kantor polisi. dari mereka, Seung yoo mendapat informasi bahwa tawanan wanita dijadikan sebagi budak. Tiba-tiba Sin Myeon datang, Seung yoo segera menyembunyikan wajahnya. dan setelah Sin Myeon pergi, para pengawal menggunjingkan dirinya. Ia terlihat semakin tampan karena akan segera menikah. Ia akan menjadi keluarga kerajaan dalam waktu dekat karena menikahi putri P Sooyang. Seung yoo mendengar semuanya.

Di tempat lain ia justru mendengar kabar kalau kakak ipar dan keponakannya telah terjun ke sungai. Mereka mengalami hidup yang sangat berat karena anak itu menderita sakit parah. Seung yoo tidak percaya tetapi wanita itu memastikan kebenarannya. Seung yoo mengamuk. Para pengawal di rumah itu keluar dan menghajar Seung yoo. Pemilik rumah datang, untung ia tidak mengenali wajah Seung yoo.Seung yoo kembali dengan langkah gontai, ia telah kehilangan semangat hidupnya sekali lagi.

Malamnya ia lampiaskan segala kegalauan hatinya dengan melatih bela diri mati-matian. Ia mendengar percakapan Wang No geol dengan gadis bar yang seorang waria itu. Wang No geol bertanya apa hubungan Seok ju deng Gong Chil goo, mengapa mereka bermusuhan? Ternyata Chil goo adalah mantan orang kepercayaan Seok ju yang menghianati Seok ju dengan memanfaatkan anak gadisnya. Seung yoo mendengar perkataan itu, kemarahannya semakin menjadi-jadi pada Se ryeong dan Sooyang.

Jeong jong dan Sin Myeon bertemu, pertemuan berlangsung dengan suasana kaku, masing-masing menyimpan perasaannya. Kembali dari bertemu Sin Myeon, Jeong jong terlihat bimbang namun dengan ceria ia berkata pada putri bahwa ia akan selalu melindungi putri dan raja. Putri tersentuh dengan kesungguhan Jeong jong.

Se ryeong pergi ke kuil, Seung yoo mengikutinya dari belakang. Sin Myeon datang ke kediaman Se ryeong untuk memberikan hadiah pernikahan, tetapi pelayan mengatakan bahwa Se ryeong pergi ke kuil. Sin Myeon menyusulnya. Se ryeong berjalan di sepanjang jalanan kota, lalu berhenti di depan rumah gisaeng, dimana ia dan seung yoo pernah berjanji untuk saling bertemu. Teringat masa-masa indahnya bersama Seung yoo. Seung yoo memandanginya dari jauh.

Sin Myeon menunggu Se ryeong di kuil. Di tengah jalan,Seung yoo bersiap hendak menyerang Se ryeong dengan talinya, tiba-tiba seseorang memanggil: Nona!! ternyata Sin Myeon. Seung yoo mengurungkan niatnya. Sin Mteon memberikan hadiah berupa hiasan rambut yang indah untuk Se ryeong, gadis itu menerimanya dan meminta ijin untuk berdoa.

Se ryeong meletakkan cincin Seung yoo diatas altar dan berdoa, mendoakan Seung yoo. Seung yoo melihat semuanya dari persembunyiannya. Setelah Se ryeong pergi, ia mengambil cincinnya. Tiba-tiba gadis itu teringat kenangannya dan kembali hendak mengambil cincinnya. Namun cincin itu sudah raib. Ia berusaha mencarinya dan melihat sesosok tubuh berbaju gelap di balik pohon dan berusaha meminta kembali cincinnya.

Seung yoo berdiri membelakangi se ryeong. “Aku tidak tahu siapa dirimu, kumohon kembalikan cincinku. Cincin itu sangat berharga bagiku, itu milik kekasihku dan aku mencintainya lebih dari apapun.” Mendengar kata-kata Se ryong, Seung yoo yang semula hendak pergi langsung menghentikan langkahnya. Tetapi akhirnya ia tetap pergi juga tanpa menoleh sedikutpun. Se ryeong terkejut, salah satu cincinnya sudah hancur. Ia mengambilnya dengan sedih.

Pesta pernikahan. semua sibuk mempersiapkan pesta. Hidangan lezat dan dekorasi yang indah dipasang. Se ryong memberi hormat pada ayah dan ibunya. Mereka menasehati dan memberi selamat atas pernikahan putri mereka, tak terkecuali adik-adik Se ryeong. Jeong jong bersiap menghadiri pernikahan sahabatnya itu. Putri agak mengkhawatirkannya dan berpesan: “Jaga dirimu baik-baik”. Jeong jong tersenyum menggoda istrinya. “Ada angin apa gerangan sampai putri mengkhawatirkanku?” tanyanya. Putri menjadi malu dan berusaha mengalihkan pembicaraan tetapi Jeong jong memeluknya. Putri sangat terkejut, sikapnya menjadi kaku. Tetapi dengan lembut Jeong jong kembali menegaskan bahwa dirinya akan melindungi putri. Putri menangis terharu dan sikapnya mulai melunak. Ia bahkan menyandarkan wajahnya di bahu Jeong jong.

P Keum Seong bersiap, Jeong jong mendekatinya. Ia memohon pada P keum Seong jika kelak misinya berhasil, ia meminta P Keum Seong membiarkan Sin Myeon tetap hidup. Tentu saja P Keum Seong menolak, apakah kau sudah lupa dengan apa yang dilakukannya selama masa kudeta? Jeong jong mengancan akan membatalkan keikutsertaannya. Akhirnya P Keum Seong mengalah dan berjanji akan membiarkan Sin Myeon tetap hidup.

Sin Myeon terlihat bahagia melihat kedatangan Jeong jong.

Pengawal P Sooyang berjaga ketat di sekitar kediaman mereka. P Sooyang dan anak buahnya tengah menyusun strategi. Diam-diam Seung yoo menyelinap masuk dengan menyamar sebagai pembawa barang.

Se ryeong mendapat nasehat pernikahan dar ibunya, ia teringat kata-kata Seung yoo saat menjadi gurunya ia pernah mengatakan bahwa setelah menikah, wanita adalah bayangan bagi suaminya. Se ryeong meneteskan air mata.

Meski wajahnya dirias dengan cantik dan mengenakan pakaian pengantin yang sangat indah, se ryeong tak berhenti menangis. Yeo ri sedih melihat penderitaan majikannya itu. Mempelai pria datang bersama rombongan dengan pemimpin rombongannya adalah Jeong jong. P Keum Seong juga hadir dan disambut dengan ramah oleh P Sooyang bahkan mereka masih sempat berbasa-basi.

Se ryeong nampak sangat tertekan. Bayangan kenangan bersama Seung yo terus saja mengganggunya, saat Seung yoo menciumnya di sungai. Ia melamun, seseorang berdiri di belakangnya, menegndap-endap mendekati dengan sebuah tali dan membunkap mulut Se ryeong dengan tali itu… Seung yoo……

sumber: dunianyasari.blogspot.com

——————————————————————————————————-
Versi Kadorama Recaps:
——————————————————————————————————-

Seung Yoo berdiri di depan kediaman Suyang, ia memandang tajam pintu rumah Suyang. Tangannya mengepal karena menahan marah dan dendam. Lalu mendengar ada orang datang. Seung Yoo sembunyi.Ternyata Shin Myun, ia mengantar Se Ryung pulang. Se Ryung menyampaikan ucapan terima kasih dari Lady Ryu.

Shin Myun merasa Lady Ryu pasti marah jika tahu kalau ini perbuatan Shin Myun. Setelah itu, Shin Myun sibuk mengasihani diri sendiri, kalau Se Ryung hanya menganggapnya pria berdarah dingin yang sanggup membunuh teman baiknya sendiri. Se Ryung bahkan tidak ingin mendengar alasan Shin Myun.

Se Ryung tidak menanggapi dan akan masuk ke dalam. Shin Myun minta kepastian, sampai berapa lama ia harus menunggu. Karena sikap dingin Se Ryung membuatnya sakit hati. Se Ryung minta Shin Myun pulang.
Shin Myun justru menarik Se Ryung dan memeluknya dengan paksa.

Seung Yoo melihat dan mendengar semuanya. Ia kaget dan marah. Seung Yoo memalingkan mukanya. Seung Yoo tidak tahan dan pergi dari situ.

Se Ryung melepaskan diri dari Shin Myun. Ia marah, lepaskan aku! Meskipun kita bertunangan, tapi bagaimana kau bisa bertindak seperti itu? Jangan mimpi kalau kau merasa bisa mendapatkan hatiku.

Shin Myun : Agassi, kau akan menghabiskan sisa hidupmu bersamaku. Aku akan mendapatkan hatimu secara perlahan.
Shin Myun pergi dan Se Ryung terlihat marah.

Seung Yoo jalan dengan perasaan campur aduk. Ia mengingat semua hubungan antara Shin Myun dan Se Ryung. Saat Jung Jong berkata kalau Shin Myun akan dijodohkan dengan putri P. Suyang.
Shin Myun yang tidak berani memandang mata Seung Yoo saat ditahanan.

Se Ryung juga merenung, ia seperti mencerna kata2 Shin Myun, kalau sepanjang sisa hidupnya nanti akan dihabiskan bersama Shin Myun (a nightmare ever..)
Yeo Ri lari2 menemui Se Ryung, Tuan Besar sudah menunggu Nona.

P. Suyang menemui Se Ryung, ia ingin tahu apa Se Ryung yang mengambil anggota keluarga Kim Jong Seo? Apa kau tidak tahu kalau itu melanggar hukum? Bagaimana kau bisa melakukan hal seberani itu?

Se Ryung : Bukan saja mereka masuk ke dalam kediaman musuh yang membunuh keluarga mereka, para wanita malang ini juga harus hidup sebagai budak. Apa itu hukum negeri ini? Kita seharusnya tidak mematuhi hukum sekejam ini.

P. Suyang kaget, sekarang kau…Apa kau mencoba berdiskusi masalah politik dengan ayahmu?
Se Ryung : Ini bukan tentang politik. Saya hanya bicara tentang melakukan hal yang benar.

P. Suyang menghela nafas, ia tidak bisa menjawab untuk beberapa saat. Lalu berkata kalau kelak, Se Ryung akan mengerti kalau pilihan ayahmu ini adalah pilihan yang benar untukmu dan keluarga kita. Saat waktu itu tiba, pikirkanlah lagi.

Se Ryung : Jika salah saat ini, bagaimana bisa menjadi benar di masa mendatang?

P. Suyang benar-benar terpukul. Satu demi satu, kata-kata dinginmu menusuk hati ayahmu dengan menyakitkan.
Sebagai kepala dari keluarga ini, jika aku tidak bisa memenangkan hati anakku, bagaimana aku bisa menjadi ayah yang baik?

Se Ryung diam saja. Sama sekali tidak tampak menyesal dengan kata-katanya. P. Suyang berdiri dan jalan keluar dari kamar putrinya.

Seung Yoo jalan terus, ia tiba di gerbang tempat mayat ayahnya digantung. Ayah..Seung Yoo masih sedih dengan peristiwa ini.
Seung Yoo mendekati pedagang, aku harus tanya sesuatu.

Pedagang itu heran, apa? Seung Yoo tanya apa yang terjadi dengan kepala-kepala yang ada disini?

Pedagang itu berkata karena itu adalah kepala penjahat, tidak ada orang yang berani mengurusnya. Kudengar kepala2 itu dilempar ke padang belantara dan dimakan oleh binatang liar.

Seung Yoo syok. Itu adalah kepala ayah dan kakaknya. Ia jalan pergi dengan menahan tangis. Tiba-tiba ada seorang anak perempuan memanggil Paman! Seung Yoo menoleh, ia melihat anak perempuan menyambut pamannya lalu mereka masuk rumah.
Seung Yoo teringat saat Ah Kang lari ke gendongannya, Paman! Kenapa kau baru pulang sekarang? Apa kau tidak merindukanku sama sekali?

No Geol mengeluh, ia lapor ke Seok Ju kalau kakak itu sudah pergi. Benar2 tidak tahu terima kasih.

Diluar, Muyeong merayu para pria, Tuan..ayo masuk dan lihatlah. Gadis2 kami sangat ramah. Tapi mereka menolaknya, lupakan saja.

Muyeong heran, lalu mengecek wajahnya. Apa ada yang aneh dengan riasanku? Muyeong melihat kaca dan terkejut karena menangkap bayangan beberapa preman di belakangnya.

Preman itu kiriman Gong Chil Gu, apa kabar pria bunga? (Pria tapi cantik). Mu Yeong mendelik pada mereka. Preman itu menggodanya, aigoo..sekarang dia bisa ketakutan seperti wanita. Kudengar Jo Seok Ju sudah kembali hidup2. Dimana dia? Jangan bilang ia sembunyi dibawah rokmu.
Muyeong mengambil pisau dan mengancam mereka, jangan mendekat. Preman itu geli dan menunjukkan pedang mereka. Muyeong langsung lari.

Di dalam, Cho Hi sedang mencampur anggur dengan air. Seok Ju heran, kenapa kau mencampurnya?
Cho Hi berkata orang mabuk tidak akan bisa membedakan antara air dan anggur, uang yang harus disetor ke Gong Chil Gu jumlahnya tidak sedikit.

Muyeong datang dengan berlari, Eonni, anak buah Gong Chil Gu datang mencari orabeoni.
Seok Ju kesal dan ingin keluar menghadapi mereka. Tapi Cho Hi menahannya, kau diam saja. Aku tidak akan membiarkan Bing Ok Gwan rusak lagi.

Cho Hi keluar diikuti Muyeong, apa yang kalian lakukan?
Preman itu memberi salam, Chohi noonim, kudengar Jo Seok Ju dan anjing2nya sembunyi disini. Chil Gu hyungnim marah sekali.

Cho Hi menyangkal, untuk apa Seok Ju ada disini. Jangan mengganggu bisnisku. Pergilah.

Preman itu tahu tidak ada gunanya bicara, salah seorang dari mereka langsung menarik Soaeng dan mengarahkan pedang ke lehernya. Ia teriak, Jo Seok Ju! Jangan sembunyi seperti pengecut. Tunjukkan dirimu.

Seung Yoo pulang, ia jalan di tengah kekacauan itu, sama sekali tidak berekspresi dan peduli. Preman itu kaget, siapa kau? Aku belum pernah lihat wajahmu sebelumnya.
Cho Hi tampak mulai cemas.

Preman 1 mengarahkan pedang ke muka Seung Yoo. Apa kau salah satu yang datang bersama Jo Seok Ju? Dimana dia?

Seung Yoo tidak menjawab. Preman 1 menyerangnya. Seung Yoo dengan kecepatan yang sulit ditangkap mata, merebut pedang preman 1 dan mengalahkan orang itu.

Semua kaget. Preman lain segera melepas Soaeng dan menyerang Seung Yoo. Tapi Seung Yoo bagai mesin pembunuh, ia menjatuhkan mereka satu persatu, sampai orang terakhir.

Seung Yoo hampir membantai orang itu, untung Seok Ju muncul dan menahan pedang Seung Yoo dengan sarung pedangnya. Pandangan Seok Ju terlihat cemas pada Seung Yoo. Anak buah Chul gu melarikan diri.

Seok Ju dan Chohi bicara pribadi dengan Seung Yoo. Seok Ju berkata Seung Yoo gila, dengan membunuh mereka semua apa kemarahanmu bisa lenyap? Orang seperti apa kau ini? Siapa namamu? Apa kau punya nama?
Seung Yoo : Tidak. Aku tidak punya nama.

Seok Ju menghela nafas, kenapa kau kembali? Seung Yoo mengaku tidak punya tujuan.

Cho Hi menyukai keterusterangan Seung Yoo. Ia menawarkan tempat tinggal, tapi jangan berpikir bisa makan dan minum gratis disini. Kau sepertinya pendekar pedang tangguh, kau bisa menjaga gadis2 kami untuk membayar makananmu.

Seung Yoo mengerti. Seok Ju tidak percaya, apa Chohi mau Seung Yoo terus menggunakan senjata. Chohi tidak peduli, kalau tidak mau pergi saja.

Seung Yoo : Aku harus melakukan sesuatu disiang hari.
ChoHi : Tidur siang hari, menjual senyuman di malam hari, ini yang kami lakukan.
Apapun yang terjadi, kau tidak boleh menghunus pedangmu. Pekerjaanmu hanya menjaga Bing Ok Gwan dan para gisaeng.
Seung Yoo keluar.

No Geol langsung merayunya, kakak aku juga tidak punya tujuan, terima aku ya..

Soaeng langsung merangkul lengan Seung Yoo, karena kau sudah menyelamatkanku, kau adalah milikku. Seung Yoo mana peduli. Ia jalan pergi. Soaeng dan No Geol menghela nafas, dia dingin sekali.

Anak buah Gong Chil Gu berusaha minta ampun, tapi Chil Gu tidak peduli dan memukulinya. Ia marah sekali karena anak buahnya tidak bisa membawa Seok Ju padanya.
Preman itu mohon maaf, tapi Seok Ju tidak sendirian. Saat Seok Ju hyungnim kembali dia..

Chil Gu ngamuk besar, apa? Siapa? Seok Ju hyungnim? Siapa hyungnim-mu? Chil Gu memukuli preman itu sampai babak belur.
Chil Gu jadi ingin tahu siapa yang sudah dibawa Seok Ju.

Preman 1 : Dia tidak punya takut dan seperti pria gila.
Chil Gu : Menarik, sangat menarik.

Seung Yoo masuk kamar dan mengingat kata2 Se Ryung, namaku Lee Se Ryung, kau harus kembali hidup-hidup dan membiarkanku mati di tanganmu. Aku akan menunggu hari dimana aku akan mati di tangan Guru.

Se Ryung juga merenungkan kata2 ayahnya, kalau kelak ia akan mengerti pilihan ayahnya. Lalu ancaman Seung Yoo, aku akan membunuhmu dan ayahmu dengan tanganku sendiri. Saat berita tentang tenggelamnya kapal yang mengangkut Seung Yoo.

Paginya, Se Ryung menghadap ibunya. Lady Yoon mengatakan kalau pernikahannya ditunda. Tapi P. Suyang tidak bisa menundanya terlalu lama.

Lady Yoon : Se Ryung, sebagai ibumu kuharap kau bisa menenangkan pikiranmu, dan menjadi istri yang baik yang bisa mendukung suaminya.
Se Ryung tidak menjawab. Lady Yoon menghela nafas dan minta Se Ryung menghadap P. Kyung Hye untuk menyampaikan penundaan jadwal pernikahan-nya.
Se Ryung mengangguk, ya.

P. Geum Sung juga bertemu Putri dan Jung Jong. Ia berkata kalau pernikahan Se Ryung sudah ditetapkan tanggalnya. Jung Jong masih ragu apa memang harus memanfaatkan pernikahan ini.

P. Geum Sung menjelaskan, saat ini kita bahkan tidak bisa memasuki istana dengan bebas. Kita mungkin tidak akan memiliki kesempatan lagi. Kita perlu bantuan Pangeran Pendamping.

P. Geum Sung : Kudengar calon suami Se Ryung, Shin Myun adalah teman baikmu, ya kan?
Jung Jong sedikit tidak enak, ya benar tapi..

P. Geum Sung : Bukankah dia memintamu jadi Hu Haeng-nya? (Hu Haeng = Best Man for Groom)
Jung Jong mengiyakan tapi ia sudah menolaknya. P. Geum Sung marah, kenapa ditolak? Kau harus menerima undangannya sebagai Hu Haeng.

Jung Jong masih belum mengerti. P. Geum Sung minta dayang membuka pintu. Lalu menunjukkan tiga pria berseragam pelayan duduk di lantai.

P. Geum Sung minta Jung Jong membawa tiga pria itu saat menjadi Hu Haeng Shin Myun.

Mereka adalah anggota Chong Tong Wi elit yang menyamar menjadi pembawa tanduku.
Jung Jong kaget, ia bertukar pandang dengan Putri.

Se Ryung bertemu P. Geum Sung di jalan. Ia memberi salam. P. Geum Sung tanya apa Se Ryung akan ketemu Putri.
Se Ryung membenarkan.

P. Geum Sung dengan dingin mengucapkan selamat atas pernikahan Se Ryung. Se Ryung hanya membungkuk, lalu jalan pergi.

P. Geum Sung membagi tugas. Ia akan bertemu Pemimpin Chong Tong Wi, Park Hong Su. Lalu menyuruh dua tentara lain untuk mengamati pergerakan di kediaman Suyang, satu lagi mengawasi Gibang Cheong Pung Gwan.
(Ada fenomena menarik di jaman Joseon, hampir semua pergerakan politik berawal dari Gibang. Cheong Pung Gwan vs Bing Ok Gwan)

Se Ryung menghadap Putri. Ia memberi hormat dengan resmi. Se ryung berkata kalau tanggal pernikahannya sudah ditentukan.
Putri tahu, kau dan aku sama sekarang. Kita sama-sama dipaksa masuk dalam pernikahan yang tidak kita inginkan.

P. Kyung Hye : Ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu.
Putri mengeluarkan sebuah kantung dan meletakkan di meja. Beberapa waktu lalu, Jong Hak Jikgang Kim Seung Yoo mengirimkan cincin ini untukku.

Se Ryung kaget dan suara putri sedikit gemetar, tapi cincin ini bukan ditujukan untukku, tapi untukmu. Aku tidak bisa menyimpannya lagi. Se Ryung terharu.
P. Kyung Hye menahan tangisnya, ini kuberikan padamu sebagai hadiah terakhirku.

Se Ryung dengan hati-hati mengambil kantung cincin itu, ia menangis tanpa suara.

Se Ryung jalan keluar, ia mengeluarkan garakji itu dari kantung, lalu perlahan mengenakannya di jarinya. Se Ryung langsung menyukainya.

Setelah Se Ryung pergi, Jung Jong berkata ia tahu ini tidak mudah. Hubungan Putri dengan Nona Se ryung sangat dekat.
Putri berkata harus menghapus Se ryung dari dalam hatinya.

Jung Jong : Aku..aku tidak bisa melakukannya. Seung Yoo meninggal dengan tragis. Aku tidak bisa membiarkan Myun juga..
P. Kyung Hye : Jika aku bisa melindungi Yang Mulia, aku siap mengorbankan nyawaku. Kau harus mengubah pendirianmu.

Eun Geum menemui Shin Myun untuk menyampaikan pesan dari Pangeran Pendamping.
Shin Myun : Ada apa?
Eun Geum : Pangeran sudah setuju untuk menjadi Hu Haeng anda.

Shin Myun senang sekali, apa benar Jong mengatakan itu? Eun Geum membenarkan dan pergi. Shin Myun tidak tahu rencana Jung Jong, ia tersenyum lebar. Kasihan juga, senyumnya polos sekali.

Salah satu Prajurit Chong Tong Wi yang bertugas mengamati Cheong Pung Gwan ternyata tidak benar2 setia. Ia menemui Han Myung Hoe.
Han tanya apa P. Geum Sung sudah memiliki rencana detil. Pria itu membenarkan.

Han : Kapan dan dimana pemberontakan-nya terjadi?
Prajurit itu diam. Han tersenyum, Mae Hyang..

Mae Hyang mengerti dan membuka kotak, isinya uang dalam jumlah banyak.
Prajurit : Pemberontakan akan terjadi saat pernikahan putri P. Suyang.

Han Myung Hoe langsung lapor ke Suyang. Suyang kaget, saat pernikahan Se Ryung?
Han : Orang yang menyamar sebagai Hu Haeng Petugas Shin akan membunuh Anda.

Suyang tersenyum, ini memang Geum Sung.
Han berkata kalau P. Kyung Hye dan Pangeran Pendamping juga terlibat dalam konspirasi ini.

Suyang akan memanfaatkan ini untuk menyapu habis mereka, tapi belum ada bukti cukup untuk menuduh mereka, jadi biarkan saja dulu.
Han : Saya cemas kalau di hari pernikahan Nona Se Ryung harus menumpahkan banyak darah.
Suyang memerintah untuk menahan tamu yang ingin mencoba menghancurkan hari bahagia itu dan kita akan melakukan upacara dengan tenang.

Suyang minta Han Myung Hoe merahasiakan ini dari Shin Suk Joo. Han mengerti.

Cho Hi memberikan pesan pada Seung Yoo dan No Geol, ingat kalian hanya memegang pedang seperti itu. Kalian tidak boleh menghunusnya.

No Geol tidak mengerti, para pemabuk menghunus pedang seperti memegang sumpit saja, tapi kau mau kami berdiri diam dan kena pedang?
Cho Hi : Apa kalian pikir pekerjaan ini mudah? Saat kau menghunus pedang disini, saat itu bisnis ini akan berakhir.
No Geol kesal, ini benar-benar..

Cho Hi menatap tajam Seung Yoo, dengar baik-baik. Tidak peduli itu pedang atau sendok yang mengarah padamu. Tanpa perintahku, kau tetap di posisimu apapun yang terjadi. Apa kau mengerti? Kau mengerti?
Seung Yoo mengangguk.

Seok Ju dan Cho Hi minum bersama. Seok Ju berkata apa yang dilakukan Chohi itu sia-sia saja. Cho hi merasa ia benar, tunggu saja.
Seok Ju berkata kalau kebencian Seung Yoo jauh lebih dalam dibanding aku.

Cho Hi lebih mencemaskan Gong Chil Gu. Ia minta Seok Ju menyingkir dulu untuk sementara. Seok Ju justru ingin menunggu Gong Chil Gu.

Malamnya, Seung Yoo dan No Geol mulai kerja sebagai bodyguard. Seung Yoo seperti biasa berdiri diam bagai patung, tanpa ekspresi. Di meja ada beberapa bangsawan yang senang2 dengan gisaeng2.
Salah satu bangsawan ingin merangkul Soaeng, tapi Soaeng melepaskannya. Anak ini masih belum rela jadi gisaeng sepertinya.

Mata Soaeng tidak pernah lepas dari Seung Yoo. Ini membuat bangsawan itu tersinggung. Ia teriak memanggil Seung Yoo, kesini kau! ayo minum. Seung Yoo tidak beranjak, hanya melirik saja.
Cho Hi berusaha menenangkan bangsawan itu, dia masih baru dan ini pertama kalinya kerja. Orabeoni, tolong mengerti.

Bangsawan itu sudah sedikit mabuk dan merasa kesal, benarkah? Kalau begitu aku yang akan menuang arak untuknya.

Ia membawa cawan arak dan mendekati Seung Yoo, ini ambil ini. Seung Yoo tidak bergerak. Bangsawan itu kesal dan menyiram wajah Seung Yoo! Iri dia kalah cakep hahaha..
Semua kaget. Tapi Seung Yoo hanya diam saja. Bangsawan itu tertawa, aigoo.. pasti menyegarkan.

Melihat Seung Yoo tidak bereaksi, bangsawan itu terpancing lagi. Temannya juga melempar cawan arak ke kepala Seung Yoo. Lalu bengsawan gila itu melempar pisau, kita lihat apa kau tidak akan menghindar.

Pisau dilempar dan semua teriak kaget. Tapi Seung yoo tetap berdiri diam. Pisau itu menancap di tiang hanya beberapa cm dari kepalanya. No Geol syok melihatnya.

Seung Yoo masih tidak bergerak! Ini membuat bangsawan itu murka. Ia mencabut pisaunya dan mengacung-acungkan-nya di depan Seung Yoo. Ok, it’s enough. Seung Yoo juga sudah muak, dengan kecepatan yang mencengangkan Seung Yoo merebut pisau pria itu dan memukulnya.

Pria itu terjatuh dengan hidung berdarah. Semua terperanjat. Tapi Muyeong dan Soaeng langsung terpesona haha.

Pria itu bangun sambil marah2, kau tidak tahu siapa aku? Aku tidak akan membiarkan ini. Ia pergi bersama teman2nya. No Geol tampak kagum, ia teriak hei bayar dulu sebelum pergi.

Shin Suk Joo menemui Shin Myun dan mengatakan kalau tanggal pernikahannya sudah diatur ulang. Apa kau masih merasa tidak enak tentang pernikahanmu dengan putri P. Suyang?
Shin Myun : Tidak lagi. Ayah, mengapa Ayah sangat tertarik dengan pernikahan ini?

Shin Myun ingin tahu, Apa pendapat ayahnya tentang P. Suyang?

Shin Suk Joo : Suyang Dae Gun tidak malu-malu untuk menumpahkan darah dan ia akan menjadi monarki yang kuat. Kalau ia menjalankan negeri ini. Tapi, selama transisi ini, jika perlu ia bahkan akan menyingkirkan sekutunya tanpa ragu.

Kau harus membuktikan kesetiaan totalmu pada Suyang Dae Gun.
Shin Myun membungkuk.

Seung Yoo teringat kakak ipar dan Ah Kang. Ia pergi ke kantor Shin Myun dan tanya pada penjaga mengenai wanita dan anak2 yang ditangkap selama pemberontakan, apa yang terjadi pada mereka.
Penjaga itu heran, kenapa kau tanya?
Seung Yoo : Ada wanita yang kukenal.

Penjaga itu tidak curiga dan tidak kenal wajah Seung Yoo, mereka semua kerja di kediaman pejabat yang berjasa. Seung Yoo heran tapi ia diusir karena Shin Myun akan keluar.

Seung Yoo jalan pergi sambil menutup wajahnya. Ia melihat Shin Myun mengantar ayahnya pergi.

Setelah itu, penjaga membicarakan Shin Myun yang akan menikah dengan Putri P. Suyang dan kemungkinan Shin Myun jadi Pangeran Pendamping.

Seung Yoo jadi teringat lagi adegan Shin Myun memeluk paksa Se Ryung. Seung Yoo kesal dengan Se Ryung tapi tidak rela Se Ryung menikah dengan Shin Myun haha yeah it’s complicated.

Seung Yoo pergi ke salah satu kediaman pejabat dan tanya pada seorang pelayan wanita, apa ada anggota keluarga kriminal dari pemberontakan yang baru saja terjadi tinggal di rumah ini.

Wanita itu terkejut, kenapa kau tanya? Itu aku. Wanita itu menahan tangis, di kediaman musuh yang membunuh suamiku dengan brutal, aku bahkan tidak bisa mati atau hidup…
Seung Yoo mengerti sekali perasaan wanita itu, ia tanya apa dia tahu dimana keluarga Kim Jong Seo.

Wanita itu membawa Seung Yoo ke kediaman P. Onyeong dan menemukannya dengan seorang pelayan lain.
Dari pelayan P. Onyeong, Seung Yoo mendengar kalau Lady Ryu dan Ah Kang sudah mati bunuh diri.

Seung Yoo kaget. Wanita itu menjelaskan, waktu itu anak itu sakit parah dan akhirnya mereka mati bersama.

Seung Yoo terpukul, tolong pikirkan lagi, apa itu benar2 menantu Kim Jong Seo?

Wanita itu memastikannya, kenapa aku harus bohong tentang itu? Kau lebih baik tidak tanya padaku.
Seung Yoo berkata kalau wanita itu bukan orang seperti itu. Pelayan itu kesal, kau pergi saja. Lalu masuk dan menutup pintu.

Seung Yoo masih tidak percaya, ia menggedor-gedor pintu. Pelayan P. Onyeong keluar sambil membawa pentungan, mereka melempar Seung Yoo pergi, dasar berandal.
Seung Yoo ditendang dan dipukuli mereka.

P. Onyeong pulang dan ingin tahu ada apa. Tapi untungnya ia percaya saat pelayan berkata hanya orang gila saja. P. Onyeong tidak melihatnya lagi dan jalan masuk. Coba kalau lihat, Seung Yoo pasti ketahuan.

Seung Yoo jalan perlahan, ia syok.

Seung Yoo duduk di pinggir jalan sambil menangis sampai sore.

No Geol tanya mengenai hubungan Seok Ju dan Gong Chil Gu pada Myeong.
Muyeong menjelaskan : Sebenarnya Gong Chil Gu adalah tangan kanan Seok Ju orabeoni.

No Geol terpesona dengan Muyeong, ia ingin tahu bagaimana bisa seperti ini. Muyeong berkata seperti anjing yang menggigit tuan yang membesarkannya.
Muyeong berkata kalau Seok ju bukan orang yang mudah dikalahkan. Untuk mengalahkan Orabeoni, Gong Chil Gu harus memancingnya dengan menyandera Chohi onnie.

No Geol : Benar2 orang rendahan, memancing musuh dengan menyandera wanita yang dicintainya?

Seung yoo pulang dan mendengar kata2 No Geol dan Muyeong. Ia seperti mendapat ide. Seung Yoo pergi ke kamarnya dan merenung, memikirkan semua yang sudah terjadi, kisah cintanya dengan Se Ryung, kematian keluarganya, penghianatan temannya. Lalu kata2 No Geol, memancing musuh dengan wanita yang ia cintai.

Seung Yoo melampiaskan kemarahan-nya dengan berlatih pedang malam-malam.
Seung Yoo menyiram air dingin untuk membersihkan badan selesai latihan, Seung Yoo sudah bertekad melakukan sesuatu.

Paginya, Seung Yoo menghilang lagi. Soaeng tidak bisa menemukannya di kamar.
Se Ryung memandangi garakjinya dengan penuh cinta. Yeo Ri mengeluh, Nona, dia sudah pergi, tolong lupakan dia.

Shin Myun menemui Jong. Shin Myun tersenyum, kukira kau tidak mau jadi Hu Haengku.

Jung Jong : Sebenarnya, aku tidak mau karena orang itu yang sudah terkubur dalam di hatiku.

Jung Jong menatap Shin Myun tajam, sebenarnya dia adalah kekasih pria itu. Apa kau benar2 tidak peduli?

Shin Myun janji akan mencintai wanita itu, dengan cara itu aku bisa membayar kesalahanku sepanjang hidupku. Aku juga sudah jadi orang jahat di mata semua orang.

Shin Myun jalan pergi dan Jung Jong mengantarnya dengan wajah sedih.

P. Kyung Hye keluar dan tanya apa Jung Jong berubah pikiran.
Jung Jong menghela nafas, aku merasa sangat sedih untuk teman-temanku. Orang ini dan orang itu, dan diriku sendiri. Kenapa kami bisa berakhir disini?

Jung Jong menatap P. Kyung Hye, tapi..kesetiaanku ada untuk Yang Mulia Raja dan Tuan Putri. Jangan cemas.

Seung Yoo mengamati kediaman Suyang. Se Ryung jalan keluar. Seung Yoo megamatinya lalu akan mengikuti Se Ryung.


Tapi ia melihat Shin Myun datang. Seung Yoo sembunyi.

Shin Myun ingin menemui Se Ryung. Tapi Yeo Ri berkata kalau Se Ryung pergi berdoa di kuil. Yeo Ri melihat bungkusan di tangan Shin Myun. Ia tanya apa Shin Myun ingin menitipkan sesuatu untuk Se Ryung.
Shin Myun tanya dimana lokasi kuilnya.

Se Ryung tidak langsung ke kuil. Ia jalan ke arah gibang dan mengenang pertemuannya dengan Seung Yoo.

Seung Yoo juga mengikuti Se Ryung. Seung Yoo sebenarnya ingin menculik Se Ryung, tapi matanya …berkata lain of course.

Shin Myun sudah tiba duluan di kuil. Ia mengeluarkan hadiah untuk Se Ryung. Shin Myun memberikan binyeo/tusuk konde untuk calon istrinya.

Se Ryung jalan ke arah kuil. Jalan itu sepi sekali dan Seung Yoo mulai bersiap.

Ia mengeluarkan tali dari balik bajunya. Siap menjerat Se Ryung.

Tiba-tiba terdengar suara Shin Myun, Agassi. Seung Yoo sembunyi lagi.

Se Ryung heran melihat Shin myun. Shin myun memberikan binyeo untuk Se Ryung. Ini hanya barang kecil tapi mewakili isi hatiku.
Se Ryung menerimanya dan berkata akan berdoa dulu.

Lokasi : Beopjusa Temple

Se Ryung masuk ke dalam, ia meletakkan cincin di tumpukan batu harapan dan berdoa, aku akan memikirkan tempat ini sebagai tempat kau berada. Kumohon, istirahatlah dengan tenang.

Seung Yoo ada di balik pohon, ia mengamati Se Ryung. Se Ryung pergi.

Seung Yoo mendekati tumpukan batu dan mengambil cincin itu, ia terkejut. Seung Yoo mengenalinya.

Seung Yoo ingat ia membeli cincin itu di pasar dan Jong menggodanya, itu untuk kekasihmu, ya kan?
Seung Yoo tampak kesal sekarang.

Se Ryung tiba2 ingat saat Seung Yoo memeluknya di kuil ini. Ia berbalik ke arah tumpukan batu itu. Se Ryung tidak bisa menemukan cincinnya dan ia tampak bingung.
Se Ryung mencari-cari cincin dan melihat Seung Yoo.

Seung Yoo baru saja menghancurkan sebuah cincin, ia bernalik saat Se Ryung melihatnya. Se Ryung hanya melihat punggung Seung Yoo.
Se Ryung teriak, aku tidak tahu siapa kau, tapi jika kau memiliki cincinku, tolong kembalikan.

Seung Yoo bergegas pergi. Se Ryung menyusulnya dan berkata, bagiku, itu sangat berharga. Itu adalah satu-satunya peninggalan dari orang yang kucintai. Cincin2 itu lebih penting dari nyawaku.
Se Ryung : Tolong kembalikan cincin itu padaku.

Seung Yoo berhenti dan wajahnya terlihat penuh konflik. Tapi Seung Yoo mengeraskan hatinya dan pergi.

Se ryung putus asa, ia menunduk dan kaget melihat pecahan cincinnya. Se Ryung memungut pecahan itu dengan hati-hati.

Se Ryung jalan pulang bersama Shin Myun dan Seung Yoo mengamati keduanya.

Seung Yoo kembali ke Bing Ok Gwan, ia tidak mempedulikan teguran Cho hi dan Seok Ju karena datang terlambat. Seung Yoo tidak peduli dan minum-minum sendiri di rumahnya.

Paginya, Kediaman P. Suyang mulai sibuk. Para pelayan menghias dan menghidangkan makanan untuk upacara pernikahan.
Se Ryung memberi hormat pada ayah ibu disaksikan kedua adiknya.

P. Suyang tersenyum, akhirnya hari ini adalah pernikahan putri tertua kita. Lady Yoon membenarkan.

P. Suyang : Sejak kau dilahirkan, aku sudah memikirkan hari ini lebih dari ratusan kali. Sebagai ayah, perasaanku campur aduk. Kumohon, hiduplah dengan bahagia saat kau pergi dari sisi ayahmu.
Se Ryung : Ya.

Sung dan Se Jeong juga mengucapkan selamat tinggal. Kakak, hiduplah bahagia.

Jong juga akan menjemput Shin Myun. P. Kyung Hye tampak cemas, kumohon jaga dirimu.
Jong tersenyum, ia heran, Sang Putri mencemaskan saya?

P. Kyung Hye : Ini bukan karena kau, Pangeran Pendamping. Aku mencemaskan Yang Mulia. Tolong jangan salah mengerti. Kau lebih baik segera berangkat sekarang.

Jung Jong berbalik dan memandang Putri dengan tajam. Putri terkejut. Jung Jong memeluk Putri dengan perlahan, tidak terhitung berapa kali saya ingin memeluk Putri di lengan saya. Tapi saya tidak akan berkata kalau saya bisa mati tanpa penyesalan. Saya pasti akan kembali hidup-hidup dan akan memeluk Putri sekali lagi.

P. Geum Sung memberikan briefing, saat pengantin wanita masuk, semua perhatian mengarah ke sana. Saat itulah kalian menyerang.
P. Geum Sung : Jika kita membunuh orang yang menjaga hyungnim seperti bayangan (Im Woon), maka yang lain akan lancar.

Jong punya permintaan pada P. Geum Sung, jika mereka sukses, ia mohon untuk mengampuni Myun. P. Geum Sung kesal, tapi Jong berkata kalau tidak mengampuni Myun, ia tidak akan ikut.
P. Geum Sung : Baiklah.
Jong : Terima kasih.

Jung Jong menjemput Shin Myun. Shin Myun memuji Jong, baju bagus memang membuat pria keren. Shin Myun merasa senang, karena Jong bersedia jadi Hu Haeng-nya.
Shin Myun berangkat ke kediaman Suyang dengan wajah bahagia.

P. Suyang juga minta Han Myung Hoe menangkap basah P. Geumsung. Tapi Han harus memastikan keselamatan keluarganya.

Diluar, para pelayan sibuk menyiapkan diri. Mereka tidak menyadari kalau ada pelayan baru yang keren, Seung Yoo menyusup di dalam sambil membawa tikar jerami.

Se Ryung mendapatkan nasihat dari Lady Yoon. Lady Yoon menghela nafas dengan sikap Se Ryung.
Lady Yoon : Apa kau masih menyalahkan ibumu? Se Ryung.
Se Ryung : Ya.

Lady Yoon : Orang yang tidak seharusnya ada dalam hatimu, harus segera dilupakan. Sekarang, hanya bisa ada petugas Shin di matamu.
Selalu mengikuti Petugas Shin dan jadi bayangannya. Apa kau mengerti?

Justru nasihat ini membuat Se Ryung ingat dengan pelajaran pertama dari Jikgang Kim-nya, Tiga Kepatuhan mengajarkan kita, kalau wanita hanyalah bayangan dari pria.
Se Ryung saat itu merasa kesal, bayangan?

Sekarang, Se Ryung jadi sedih dengan ingatan itu. Aku selalu ingin menjadi bayangannya dan dia menjadi bayanganku. Seperti itulah aku ingin hidup.

Yeo Ri mencoba merias Se Ryung, ia putus asa karena Se Ryung menangis terus.

Shin Myun tiba di kediaman Suyang. P. Geum Sung juga tiba bersama rombongan. Selamat Kakak.

Suyang bersama keluarga menyambut para tamu dengan senyum lebar.

Suyang ke Geum Sung : Hari ini adalah hari yang baik untuk perayaan. Kehadiranmu membuat kami tersanjung. Aku benar2 senang. Tolong bantu kami untuk mengadakan acara dengan lancar.
(Ini jelas ada maksud tersembunyi)

Geum Sung : Itu sudah seharusnya.

Se Ryung sendirian di kamarnya. Teringat kejadian manis di dekat air terjun, saat ia tanya : Apa sebenarnya cinta itu, aku tanya pada dunia.

Seung Yoo menjawab, jika tanpa ragu kita bisa berjanji untuk bersama sampai kematian memisahkan kita, itu cinta.
Se Ryung menggumamkan jawaban Seung Yoo. Ia tenggelam dalam pikirannya dan tidak menyadari kalau ada seseorang yang perlahan muncul dari balik sekat kamarnya.

Seung Yoo! (Seung Yoo ini mencurigakan, mungkin belajar ilmu ninjitsu kali, dia selalu muncul tanpa suara di belakang Se Ryung)
Seung Yoo mengeluarkan tali.

Se Ryung tiba-tiba sadar, ada orang berdiri di belakangnya. Perlahan Se Ryung memalingkan kepala…

Seung Yoo langsung menyerangnya, ia menutup mulut Se Ryung dengan tali. Kaki Se Ryung menendang meja rias.

Yeah..the journey begins..(I don’t know why but I love this haha..)

sumber: kadorama-recaps.blogspot.com

5 comments on “The Princess’ Man – Episode 13

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s