The Princess’ Man – Episode 14

Ada 2 versi dalam episode ini:
1. Versi Dunianya Sari
2. Versi Kadorama Recaps

——————————————————————————————————-
Versi Dunianya Sari:
——————————————————————————————————-

Jeong jong seperti melihat Seung yoo, ia tersenyum sendiri. Tidak mungkin itu dia, katanya pada diri sendiri.

Se ryeong berusaha memberontak tapi sia-sia. Seung yoo membungkamnya dan memasukkan tubuhnya ke dalam karung. Ia membawa tubuh Se ryeong dan bertemu dengan salah seorang pegawai di kediaman P Sooyang. Seung yoo langsung membuat pegawai itu tak berkutik.

Acara siap dimulai, mempelai pria tiba di tempat upacara dan memberi hormat paca calon ayah mertua. Tiba waktunya bagi mempelai wanita, tetapi Se ryeong tak kunjung keluar.

Lady Sooyang menjemput putrinya namun ia hanya menemui kamar Se ryeong yang kosong dan berantakan. Ia melapor pada suaminya. Awalnya P Sooyang mengira Se ryeong kabur namun Yeo ri menunjukkan sepatu Se ryeong masih ada. Pegawai yang sempat bertemu dengan Seung yoo datang melapor bahwa ia melihat seorang pria  membawa sesuatu yang mencurigakan di punggungnya. Sin Myeon langsung menyimpulkan. ’Ini penculikan.’ Katanya.

Lady Sooyang lemas jatuh tak berdaya.

Sin Myeon segera mengerahkan anak buahnya dan memerintahkan mereka memblokade semua akses keluar dari kota. Pengawal Keum Seong dan P Sooyang juga beraksi. Para tamu bertanya-tanya apakah gerangan yang telah terjadi? Dengan tenang P Sooyang meminta maaf, ia membatalkan acara hari ini dan mengatakan bahwa putrinya sedang sakit. Ia meminta maaf dengan sopan kepada para hadirin ( termasuk menyindir P Keum Seong dan Jeong jong, secara tidak langsung ia menyatakan bahwa misi mereka gagal )

Sin Myeon berusaha mengejar si penculik bersama para anakbuahnya. Seung yoo membawa gadis itu ke suatu tempat di rumah pelacuran itu. Tempat itu mirip sebuah gudang. Ia mengikat tubuh Se ryeong yang pingsan tak berdaya itu pada sebuah tiang. Ia memandangi Se ryeong tanpa ekspresi. ( Aku benar-benar salut pada Park Si hoo yang membawakan perubahan krakter Seung yoo dari seorang sosok yang ceria menjadi sosok yang putus asa dan nyaris tak punya semangat hidup )

Seok ju dan Nyonya turun bersama dari tangga, Wang No geol menggoda mereka berdua. Nyonya memarahinya dan memukul kepalanya. Seok ju juga. Mereka bergabung di meja makan bersama salah seorang gadis bar muda bernama So Eng ( Wang No geol kelihatannya sangat menyukai gadis ini, tapi So Eng lebih tertarik pada Seung yoo ….. secara laaah, ngga level kalee … hehehe ). Seung yoo bergabung dan bertanya apakah mereka memiliki semacam alat tulis? So Eng mengambilkannya untuk Seung yoo. Seung yoo menulis sebuah surat yang ditujukan pada pangeran Sooyang.

Sin Sook joo menemui Sooyang dan menanyakan apa gerangan yang terjadi. Ia berkata bahwa putranya pasti akan segera menemukan Se ryeong. P Sooyang dan anak buahnya berkumpul mereka mengambil kesimpulan bahwa pelaku penculikan ini pastilah P Keum Seong, namun kelihatannya tidak demikian pendapat P Sooyang.

Di kediamannya, Putri nampak gelisah menantikan kabar. Jeong Jong dan P Keum seong tiba di rumah dan menyampaikan kabar penculikan se ryeong. Mereka tentu saja kecewa misinya gagal. Putri bertanga siapa gerangan pihak yang juga melawan Sooyang selain mereka. Tiba-tiba Jeong jong teringat pertemuannya dengan pria yang mirip seung yoo di kediaman P Sooyang. Tidak mungkin, katanya.

Ada apa? Tanya putri

Jeong jong memberitahunya, “Aku seperti melihat seseorang yang mirip Seung yoo di kediaman P Sooyang” . Putri berpendapat itu tidak mungkin,k “Itu pasti kau gugup sehingga salah mengenali orang.” Jeong jong sependapat. Sin Myeon terus berusaha mengejar penculik itu ke segala penjuru, mereka menemukan jejak yang mencurigakan. Sementara di tempat lain P Sooyang dan anak buahnya sibuk mencari tahu siapa dalang dibalik penculikan Se ryeong. Mereka mencapai satu kesepakatan untuk mengurus P Keum Seong dan memerintahkan penangkapannya.

P  Keum Seong ditangkap di kediaman putri. Jeong jong berusaha menghalanginya tetapi polisi-polisi itu berkata bahwa mereka hanya melaksanakan tugas.

Putri dan Jeong jong menghadap raja.Raja sangat marah mendengar P Sooyang bertindak sesuka hatinya tanpa berkonsultasi dengannya. Jeong jong akhirnya mengakui bahwa P Keum seong merencanakan sesuatu pada P Sooyang. Walaupun terkejut namun raja berkata ia akan tetap melindungi pamannya itu.

Se ryeong mulai sadar dan terkejut mendapati dirinya disebuah tempat asing dalam keadaan terikat. Ia berusaha melepaskan diri sekuat tenaga. Seung yoo tengah membersihkan pedangnya, terngiang kata-kata Se ryeong di kamarnya sebelum ia menculiknya. Aku berharap menjadi bayangannya ( Seung yoo ) dan sebaliknya ia akan menjadi bayanganku.

Seok ju mulai mencurigai gerak-gerik Seung yoo. Se ryeong berhasil melepaskan diri saat mendengar seseorang datang ia berpura-pura tidak sadar, namun di tangannya ia memegang sebuah kayu kecil. Seung yoo masuk dan gadis itu langsung menyerangnya. Dengan mudah Seung yoo mematahkan serangan se ryeong. Betapa terkejutnya gadis itu melihat sosok didepannya. Pria itu menatapnya dingin dan mengikatkan kembali tali-tali di tubuh Se ryong. Se ryeong memandanginya tak percaya. Benarkah itu kau, Guru? Kukira kau sudah tewas bersama kapalyang tenggelam. Mengapa kau tidak memberitahuku bahwa kau masih hidup? Seung yoo tidak menjawab dan ia hanya menatap se ryong dingin.

Kim Seung yoo yang kau kenal…sudah tidak ada lagi di dunia ini.’ Ia menatap Se ryeong dengan tajam lalu mengamati gaun pengantin yang dikenakan Se ryeong.

Pernikahan putri musuh yang telah membunuh ayahku dengan sahabat yang telah menghianatiku.’ Kata Seung yoo sinis.’ Benar-benar pasangan yang sempurna!’

Seung yoo menagih janji Se ryeong di masa lalu ketika gadis itu meminta Seung yoo bertahan hidup dan kembali untuk membunuhnya. Dengan kejamia bertanya apakah Se ryeong bersedia mati di tangannya atau hanya kata-kata di bibir saja. Se ryeong gemetar melihat perubahan sikap Seung yoo.

Guru ….. Se ryeong memanggil Seung yoo. Pria itu menjadi marah dan mencekik leher Se  ryeong dan dengan kejam mencampakkan tubuh Se ryeong yang terikat itu ke lantai. Gadis  itu jatuh terjerembab dengan perasaan sakit. Seok ju diam-diam mengamati perilaku Seung yoo.

Sin Myeon dan anak buahnya sampai di rumah pelacuran itu dan disambut dengan ramah oleh para gadis bar. Ia memerintahkan anak buahnya untuk memeriksa tempat itu. Cho hui, nyonya pemilik rumah pelacuran itu menyambut mereka dengan sikap tenang  sedangkan Wang No geol, pria itu malah gemetar. Seok ju memegang tangannya dan menenangkannya agar tidak mengundang kecurigaan. Seung yoo menyaksikan semua dari lantai atas dan ia pun bersembunyi di ruang penyimpanan arak yang letaknya tersembunyi
di bawah lantai.

Wang No geol bertanya pada Seok ju, siapa yang mereka cari? Seok ju juga tidak tahu. Beberapa pengawal berguman di dekat mereka.’mana mungkin putri P Sooyang berada di tempat seperti ini.’ Kata salah seorang pengawal pada temannya. Seok ju terkejut dan sedikit demi sedikit bisa membaca apa yang tengah terjadi.

Di dalam gudang Se ryeong melihat Sin Myeon, Sin Myeon seperti punya insting khusus pada tempat itu tetapi Wang No geol mengacaukan segalanya, mengecoh para pengawal dan Sin Myeon meninggalkan tempat itu tanpa sempat memeriksa ruangan dimana Se ryeong berada.

Seung yo merasa tempat itu sudah tidak aman dan menyeret Se ryeong keluar ( kelihatannya sih gadis itu rela-rela aja, bahkan ia sama sekali nggak berusaha memanggil Sin Myeon saat tunangannya itu ada di depan gudang ). Seok ju melihat mereka berdua, Seung yoo dan Se ryeong.

Seok ju bertanya, benarkah dia putri p Sooyang? Seung yoo membenarkan. Seok ju marah dan menganggap kelakuan Seung yoo sangat rendah menggunakan wanita yang tak punya kekuatan untuk senjatanya balas dendam pada musuhnya.

Ia menyindir apakah Seung yoo tidak malu pada mendiang ayahnya dan ia telah melakukan cara pembalasan dendam yang menjijikkan.  Mereka saling bersitegang, seung yoo tidak rela Seok ju mengkait-kaitkan hal ini dengan ayahnya. ‘ Pergilah!’ kata Seok ju.’ Jangan membuat keluargaku disini mengalami kesulitan karenamu.’

Se ryeong ditempatkan di sebuah kamar yang lebih baik. Seung yoo memberikannya sebuah baju sederhana dan meminta Se ryeong mengganti bajunya. Se ryeong menolak, Seung yoo kembali berlaku kasar padanya dan bahkan merenggut pakaiannya.

Sesuatu terjatuh, sebuah kantung kecil.

Seung yoo langsung mengenalinya dan membuka dengan paksa. Isinya sepasang cincin tetapi yang satu buah sudah hancur. Se ryeong mengambil satu persatu serpihan cincin yang telah hancur itu dari lantai. Seung yoo sesaat memandanginya dengan iba. Tetapi ia langsung berkata kasar mengapa kau masih juga menyimpan barang yang sudah hancur itu. Se ryeong tidak peduli ia malah bertanya kemarin lusa Seung yoo ada di kuil Seung
bup. Ia berterimakasih Seung yoo masih bersedia mengikutinya dan berterimakasih karena seung yoo masih hidup. Se ryeong berkata kebersamaannya dengan seung yoo adalah hal yang sangat berharga baginya. Seung yoo tidak peduli dan dengan sedih Se ryeong mengganti pakaiannya.

Meski Seung yoo telah berlaku kasar padanya namun Se ryeong masih saja berusaha melindungi seung yoo dari penglihatan Sin Myeon. Seung yoo tetap berlaku kasar bahkan mengikat kedua tangan Se ryeong dengan tali. ( Sedih banget melihat Se ryeong diperlakukan semena-mena gitu…padahal dulunya mereka saling mencintai…T_T)

Mereka berjalan menyusuri hutan. Se ryeong berjalan terseok dengan tangan terikat. Seung yoo tidak mengacuhkannya sampai gadis itu akhirnya tersandung batu dan terjatuh. Se ryeong berusaha bangkit menahan sakit dan merangkak kepayahan. Akhirnya Seung yoo membantunya dan melepas ikatannya.

Mereka tiba di sebuah gubuk. Seung yoo menyeret Se ryeong masuk. Mereka duduk saling berhadapan.

Se ryeong berusaha menahan sakit. Seung yoo marah melihat ekspresi Se ryeong yang memelas. Dan meminta Se ryeong tidak menunjukkan wajah seperti itu didepannya. Kapan kau akan membunuhku? Tanya Se ryeong. Seung yoo menjawab. Ayahmu menjadikanku sebagai umpan untuk membunuh ayahku, sekarang aku akan menjadikan dirimu umpan untuk membunuh ayahmu. Hati Se ryeong terluka, bagaimanapun di matanya, ayahnya adalah sosok yang baik. Ia bahkan berkata bahwa ayahnya telah menyelamatkan seung yoo dari hukuman mati. Seung yoo berang. Ia menumpahkan semua kemarahannya pada Se ryeong. Se ryeong hanya bisa menangis, dan merasakan betapa dalam penderitaan seung yoo karena ayahnya. Ia memeluk seung yoo. Dibalik kata-kata kejam dan kasar Seung yoo tersimpan penderitaan yang begitu dalam. Se ryeong meminta maaf dan merasa semua ini adalah kesalahannya sehingga membuat seung yoo menderita.

Seung yoo menahan amarahnya dan melempar tubuh se ryeong dan menghunus pedang di  leher gadis itu. Tiba-tiba ia melihat bekas luka di leher Se ryeong, teringat kata-kata Sin Myeon bahwa gadis itu telah mengorbankan diri demi untuk menyelamatkan Seung yoo. Seung yoo melepaskannya dan berlari ke luar. Se ryeong menatap bayangan seung yoo dengan sedih dan membelai bayangan wajah seung yoo, seung yoo melihatnya dari luar.

Di kediaman P Sooyang, semuanya tengah merasakan kecemasan atas kondi Se ryeong. Lady Sooyang, dan kedua adik se ryeong. Lady Sooyang berkata menenangkan mereka. Se ryeong adalah gadis yang sangat tangguh. Ia tak akan kalah dalam kondisi seperti ini,  katanya.

Tiba-tiba sebuah panah melesat. Seung yoo yang melepaskannya. Pengawal melihatnya dan berusaha mengejar tetapi Seung yoo berhasil kabur.

Di dalam suratnya ia meminta p Sooyang datang ke batu besar di dekat air terjun sendiri. Ia tidak boleh membawa pasukan dan jika ia melanggar maka putrinya akan mati di tempat itu. P Sooyang  cs menyusun strategi penyelamatan, ia memutuskan tidak akan membahayakan nyawa putrinya tetapi Sin Myeon bersikeras untuk melakukan penyerangan. P Sooyang memintanya untuk bersabar demi keselamatan se ryeong.

Seung yoo kembali ke gubuk dan memejamkan matanya. Pagi tiba, ia terbangun tetapi tidak menemukan Se ryeong di ruangan itu. Ia mencari kemana-mana tetapi tidak menemukannya. Tiba-tiba se ryeong muncul dengan sebuah bejana berisi air untuk seung yoo. Seungg yo malah menepisnya dan mengikat tangan Se ryeong. Se ryeong marah dan berkata jika ini sebuah balas dendam kumohon sudahi semuanya dengan nyawaku saja. Se ryeong masih berusaha membela ayahnya dan seung yoo mulai habi kesabarannya. Rupanya kau belum juga tahu seperti apa rupa ayahmu yang sebenarnya, katanya geram. Seung yoo mengatakan segalanya pada Se ryeong tentang usaha ayahnya menghabisi nyawanya dengan menenggelamkan kapal.

Se ryeong terkejut mendengarnya. Yang ia tahu seung yoo dibawa ke Pulau Kanghwa untuk dijadikan budak. Ia tak mengira ayahnya sekejam itu. Se ryeong shock berat.

P Sooyang mempersiapkan segalanya untuk menghadapi si penculik bahkan ia mengenakan semacam pakaian baja untuk melindungi tubuhnya. Soong, adik laki-laki Se ryeong ingin ikut tetapi P sooyang melarangnya.

Sin Myeon sudah siap dengan pasukannya. P Sooyang berpesan agar mereka tidak berbuat gegabah. Situasinya sangat berbahaya bagi se ryeong. Ia juga melarang mereka membunuh si penculik tanpa perintah darinya. Sin Myeon berusaha melawan tapi sia-sia. P Sooyang tetap dengan pendiriannya.

Se ryeong masih tidak percaya bahwa ayahnya bisa sekejam itu. Di dekat air terjun Sin Myeon dan anak buahnya siap menyerang. Ia memberikan perintah untuk langsung menembak begitu keadaan membahawakan. Anak buahnya berusaha mengingatkan Sin Myeon pada perintah p Sooyang. Tapi Sin Myeon tidak peduli.

Se ryeong mengingatkan Seung yoo tentang keadaan yang sangat berbahaya untuknya. Ayahnya mungkin saja membawa pasukan. Seung yoo marah dan berkata: akting apa lagi yang tengah kaulakukan sekarang? Asalkan aku bisa membunuh ayahmu dan dirimu aku bahkan tidak peduli dengan kematianku.

Se ryeong mengatakan bahwa masih ada keluarga seung yoo yang hidup. Kakak ipar dan keponakannya masih hidup dan bersembunyi di suatu tempat. Seung yoo mengira Se ryeong berbohong dan mencengkeram bajunya, namun ia bisa membaca kejujuran di mata Se ryeong. Seung yoo yang sudah gelap mata malah membungkam mulut gadis itu kembali.

Ia menutupi wajahnya dan menyeret se ryeong ke batu besar di dekat air terjun. Sin Myeon sangat marah dan siapmenyerang saat melihat mereka berdua. Ia siap menarik pedangnya namun segera diingatkan anak buahnya. Tangan Sin Myeon gemetar memegang pedangnya. Seung yoo dan Se ryong berdiri di atas batu menunggu kedatangan P Sooyang.
Gadis itu tetap berusaha mengingatkan Seung yoo atas bahaya yang mungkin mengincarnya. Seung yoo mengarahkan panahnya pada Se ryeong.

Sin Myeon juga menyiapkan panah untuk ditembakkan pada Seung yoo. Seung yoo menatap se ryeong tajam. Jika ayahmu tidak datang kau akan mati disini.

Se ryeong pasrah dan memejamkan matanya.

Lepaskan putriku yang tidak bersalah itu! Tiba-tiba sebuah suara mengejutkan mereka. P Sooyang telah datang. Sin Myeon mengarahkan panah pada Seung yoo, seung yoo mengarahkan panah pada P Sooyang. Se ryeong berdiri diantara mereka. Ambil nyawaku dan biarkan putriku pergi, kata P Sooyang.

P Sooyang melangkah mendekat, ia melihat keraguan di mata seung yoo. P Sooyang menantangnya dan Seung yoo melepaskan busurnya. Anak panah menancap di perut P Sooyang. Pria itu limbung ( pura-pura kesakitan ). P Sooyang menatap Seung yoo dengan tatapan licik. Tiba-tiba Se ryeong melihat Sin Myeon, sin Myeon melepaskan busurnya. Anak panah melesat ke arah Seung yoo, Se ryeong berlari ke arah seung yoo dan anak panah menancap di punggungnya. Se ryeong roboh.

Seung yoo menahan tubuh Se ryeong yang tersungkur dan  tak percaya dengan apa yang telah terjadi. Semua terkejut. Se ryeong menatap wajah seung yoo dengan kesakitan dan
berusaha meraih wajahnya namun detik berikutnya Se ryeong tak sadarkan diri. Seung yoo terpaku ia kehilangan alam sadarnya untunglah Seok ju dan wang No geol datang dan menarik tubuh seung yoo menjauh. Semua mengalami hal yang sama. Mereka menghambur ke arah Se ryeong yang terkapar tak berdaya dengan panah di punggungnya…

sumber: dunianyasari.blogspot.com

——————————————————————————————————-
Versi Kadorama Recaps:
——————————————————————————————————-

Hari pernikahan Lee Se Ryung
Anak buah Han menyamar menjadi pelayan di keluarga Suyang. Mereka tidak menyadari Seung Yoo yang menyusup dan menyamar jadi pelayan. Seung Yoo juga berpapasan dengan Jung Jong, tapi Jung Jong merasa itu mustahil, ia pasti salah lihat.

Jung Jong hanya tersenyum dan jalan pergi. Seung Yoo jalan terus ke bagian belakang menuju kamar Se Ryung.
Seung Yoo belum pernah masuk kediaman Suyang, tapi karena setiap kediaman diatur berdasarkan ajaran Konfusianisme, Seung yoo tidak akan sulit menemukan kamar putri pertama dalam satu keluarga. Karena biasanya kamar2 mereka disusun berdasar urutan tertentu.

P. Suyang dan keluarga, bersama P. Onyeong dll siap menyambut pengantin pria dan para tamu. Mereka terlihat gembira.

Diluar, P. Suyang dan P. Geum Sung saling bertukar pandang. Suasana semakin tegang saat rombongan Shin Myun tiba bersama Jung Jong dan pengawal mereka. Suyang dan Han Myung Hoe tahu siapa sebenarnya pengawal itu.

Se Ryung mendapat pesan dari Lady Yoon, untuk segera melupakan Seung Yoo dan mendukung Shin Myun sepenuh hatinya. Lady Yoon juga minta Se Ryung menjadi bayangan Shin Myun.
Se Ryung merasa ini ironis sekali, karena justru itu adalah nasihat Seung Yoo saat pertama kali mereka bertemu.

Se Ryung sendirian dan memandangi bayangannya di cermin, ia ingat kata2 Seung yoo di dekat air terjun, jika tanpa ragu kita bisa berjanji untuk bersama sampai maut memisahkan kita, maka itu cinta.

Se Ryung tidak menyadari ada orang yang keluar dari balik sekat kamar, ternyata Seung Yoo. Seung Yoo menyiapkan tali kain.

Se Ryung menoleh dan sadar ada orang dibelakangnya. Tapi terlambat.
Seung Yoo membungkam mulut Se Ryung dan mengikatnya kuat. Se Ryung berusaha melepaskan diri dan menendang meja rias. Seung Yoo melepaskan kantung kain dan memasukkan Se Ryung ke dalamnya.

Shin Myun dan para tamu sudah tampak gelisah karena Se Ryung tidak juga keluar. P. Suyang memberi tanda pada istrinya untuk melihat. Lady Yoon mengerti dan masuk ke dalam.

Yeo Ri ada di depan kamar Se Ryung dan membujuk Se Ryung keluar. Nona, meskipun anda tidak suka, tapi anda tidak bisa lari. Nona keluarlah.
Lady Yoon datang dan marah pada Yeo ri, kalau Se Ryung tidak mau keluar kau seharusnya menyeret dia.

Lady Yoon membuka pintu kamar Se Ryung dan kaget. Karena Se Ryung tidak ada, kamar dalam kondisi berantakan.

Seung Yoo memanggul tubuh Se Ryung dan membawanya keluar. Ia kepergok seorang pelayan yang curiga dan tanya apa isi kantung yang dibawanya. Seung Yoo langsung melumpuhkan pelayan itu lalu lari.

Lady Yoon dan Yeo Ri menemui P. Suyang, Shin Myun beserta keluarga lainnya. Yeo Ri menunjukkan sepatu Se Ryung.
Lady Yoon : Dia tidak pergi sendiri kan?

P. Suyang menanyakan sepatu Se Ryung dan Yeo Ri membenarkan kalau itu memang milik nonanya.

Saat semua bingung, pelayan datang dan lapor tentang seorang pria yang membawa kantung besar. Pria itu menyerangnya.

Shin Myun tanya sebesar apa kantung itu. Pelayan berkata cukup memuat orang di dalamnya.
Shin Myun langsung tahu kalau ini penculikan.

Lady Yoon langsung jatuh ke tanah, siapa yang bisa melakukan itu padanya?
Yeo Ri dan Se Jeong lari menolong Lady Yoon.

P. Suyang murka, siapa yang berani..siapa berani menyentuh putriku?!
Shin Myun bergegas pergi, ia akan mengejar penculik Se Ryung.
P. Geum Sung ada di belakang mereka. Ia mendengar apa yang terjadi.

Shin Myun memerintah pasukannya untuk bergerak, ada yang menculik Nona. Ia membawa Nona dalam kantung kain, ia pasti dibawa dengan kuda atau tandu. Dia belum jauh, cepat kejar dia.
Ja Beon mengerti dan segera berangkat.

Para tamu bingung, apa yang terjadi kenapa penundaan-nya lama sekali. P. Geum Sung segera memberi kode pada anak buahnya untuk pergi, misi dibatalkan.
Han Myung Hoe juga terlambat menahan mereka.

P. Suyang dan Lady Yoon keluar, ia minta maaf karena putrinya tiba-tiba muntah-muntah dan pusing. Putriku itu mungkin tahu kalau ayahnya belum rela membiarkannya pergi. Aku seharusnya tidak cemburu pada menantuku. Penyebab sakit putriku pasti akan segera kuselidiki. (Suyang mengatakan ini sambil melihat P. Geum Sung penuh arti)
Jadi aku minta maaf karena kalian semua sudah jauh-jauh datang dan justru menghadapi hal ini.

P. Suyang janji akan mengundang para tamunya lagi. Dan tolong jangan menolak hadir. P. Suyang juga minta semuanya menyantap hidangan pesta yang sudah mereka siapkan.

Ja Beon tanya ke penduduk sekitar apa ada yang melihat tandu atau kuda lewat sini, dan ia mendapat laporan kalau ada kuda yang membawa kantung kain besar menuju dermaga Mapo.
Shin Myun bergegas pergi.

Seung Yoo membawa Se Ryung sampai ke Bing Ok Gwan. Ia menambatkan kudanya dan memanggul Se Ryung masuk.
Seung Yoo bersembunyi sebentar dari No Geol yang sedang cuci muka, lalu segera masuk ke dalam gudang yang paling belakang.

Seung Yoo menurunkan Se Ryung dan membuka kantung kain itu. Se Ryung setengah sadar. Ia melihat wajah Seung Yoo samar-samar, lalu pingsan.

Seung Yoo mengikat Se Ryung dengan erat, lalu memandanginya sebentar. Setelah itu ia keluar dan mengunci pintu gudang.

No Geol mencicipi makanan di meja langsung dengan tangan. Muyeong muncul sambil membawa sayur, ia memukul tangan No Geol dan menunjuk sumpit dengan dagunya. No Geol mengambil sumpit.
Mu Yeong jalan di belakang No Geol dan menepuk pantat No Geol, hahaha..setelah itu pergi.

No Geol kaget, wanita ini…tidak. Pria itu! No Geol sudah tahu identitas asli Mu yeong hahaha..

No Geol melihat Cho Hi dan Seok Ju turun bersama dari lantai atas, ia heran kenapa Noonim dan Hyungnim turun bersama-sama? Jelas ada yang berbeda, apa semalam kalian…
Cho Hi kesal dan memukul belakang kepala No Geol, jangan sembarangan atau tidak usah makan!
Seok Ju juga memukul kepala No Geol. No Geol kesal, baiklah, aku tidak akan makan!

Tapi mereka semua akhirnya duduk makan. Soaeng mencari Seung Yoo. Seok Ju juga heran. Tiba-tiba Seung Yoo masuk, ia sudah ganti baju hitam lagi. Seok Ju tanya kemana Seung Yoo pergi.

Seung Yoo tidak menjawab dan tanya apa Seok Ju punya kertas dan tinta.

Seok Ju bingung, kertas…tinta?
No Geol menjelaskan, maksudnya kertas, kuas..aku benar kan? Soaeng segera menghambur mencari kertas, tinta dan kuas untuk Orrabeoninya.

Seung yoo masuk kamarnya, ia mulai menulis…Su Yang..

Shin Suk Joo menemui Suyang, ia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Suyang minta maaf pada besannya atas insiden ini. Shin Suk Joo menenangkan, Shin Myun pergi menyelidiki, pasti akan segera ada kabar.

Suyang berkumpul bersama yang lain di rumahnya, siapa yang berani melakukan hal seberani itu?
Kwon Ram : Apa mungkin Geum Sung Dae Gun?

P. Suyang berpikir mungkin P. Geum Sung sengaja membocorkan rencana palsu untuk melakukan ini diam-diam. Suyang minta maaf tidak mengatakan kalau P. Geum sung punya rencana membunuhnya.

Shin Suk Joo mengerti, P. Suyang merahasiakan ini karena tidak perlu mengatakannya. Tapi, apa maksudnya semua ini pekerjaan P. Geum Sung.

Han Myung Hoe berkata ini bukan perbuatan P. Geum Sung. Untuk apa ia mengungkapkan rencana pemberontakan dan menculik Nona Se Ryung, dia sama sekali tidak akan mendapat keuntungan apapun. Ini pekerjaan orang lain.
Suyang heran : Orang lain?

Semua heran, selain P. Geum Sung siapa yang melawan Pangeran? Musuh yang tidak kita ketahui..

P. Kyung Hye mondar mandir di halaman rumahnya. Ia gelisah karena belum ada kabar dari Jung Jong dan P. Geum Sung.

Eun Geum menenangkan Putri, Yang Mulia, dia pasti kembali dengan selamat, tolong bersabar. (Eun Geum tahu kalau Putri mencemaskan Jung Jong haha..kalau dipikir, P. Kyung Hye dan Jung Jong ini seperti Full House-nya Joseon, bisa jadi drama sendiri nih..)

Tidak lama, P. Geum Sung dan Jung Jong pulang. Putri langsung lega. Tapi tidak lama, karena mereka lapor kalau Se Ryung menghilang.
Putri kaget, bagaimana bisa. Jung Jong menjelaskan, ada orang lain yang menculik Se Ryung.

P. Geum Sung : Karena pengantin wanita tiba-tiba menghilang, pernikahan-nya ditunda dan rencana kita tidak bisa diteruskan.
Putri Kyung Hye : Siapa sebenarnya yang melakukan itu?

Jung Jong tiba-tiba ingat pelayan yang mirip Seung Yoo, tapi ia merasa tidak mungkin dan menggeleng. Putri tanya ada apa.
Jung Jong menjelaskan ia melihat pria mirip Seung Yoo di rumah Suyang. Tapi Putri langsung berkata tidak mungkin, ini mungkin karena kau sangat merindukan Seung Yoo. Jung Jong hanya mengangguk saja.

Kembali ke kediaman Suyang. Han Myung Hoe berkata mereka tidak bisa duduk menunggu saja. Han ingin segera menangkap P. Geum Sung, karena dalang penculikan Nona Se Ryung bisa saja P. Geum Sung.
Han : Tolong perintahkan petugas Hanseong untuk menahan P. Geum Sung.

Anak buah Shin Myun pergi ke kediaman P. Kyung Hye dan berkata kalau mereka mendapatkan perintah menahan P. Geum Sung. Perintah P. Suyang.
Jung Jong dan Kyung Hye tidak bisa berbuat apa-apa saat P. Geum Sung dibawa pergi.

Akhirnya mereka pergi ke istana untuk menemui Raja.
Danjong terkejut, Paman Geum Sung dipenjara?
Jung Jong menjelaskan kalau itu perintah P. Suyang pada kantor Hanseong.

Danjong kesal, sekarang dia bahkan tidak membicarakan apapun denganku sebelum bertindak.
Jung Jong merasa bersalah, ia tukar pandang dengan P. Kyung Hye. Lalu menjelaskan kalau P. Geum Sung memang merencanakan pemberontakan melawan Suyang.

Danjong : Pemberontakan?
Jung Jong : Sebenarnya, rencana menyingkirkan P. Suyang akan dilakukan saat pernikahan, tapi pernikahan itu tiba-tiba dibatalkan dan akhirnya kami tidak bisa melakukannya dengan lancar.
Danjong : Jadi ini artinya, rencana Paman Geum Sung diketahui oleh Paman Suyang?

Keduanya membenarkan dengan wajah bersalah.

Danjong marah, kenapa tidak mengatakan dulu padaku?
Jung Jong : Pelayan anda merasa takut.

Danjong memerintah untuk memindahkan P. Geum Sung ke Nae Geum Bu (Biro Penyelidik Kerajaan), jika ia tetap di Hanseong, kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi padanya. Kita tidak bisa kehilangan P. Geum sung juga.

Se Ryung perlahan-lahan mulai sadar. Ia terkejut karena berada di tempat tidak dikenalnya. Se Ryung berusaha keras melepaskan ikatan tangannya.

Seung Yoo duduk diam sambil memoles pedangnya. No Geol duduk didekatnya. Seung Yoo teringat saat di dalam kamar Se Ryung dan mendengar kata2 Se Ryung : Aku selalu ingin menjadi bayangannya dan dia juga menjadi bayanganku. Begitulah aku ingin hidup.
Seung Yoo menghela nafas.

Muyeong keluar dengan barang2 tidak dipakai lagi, ia minta No Geol membawanya keluar.
No Geol : Aku?
Muyeong : Lalu, apa kau mau orang lemah seperti aku melakukannya?
No Geol tidak percaya, Lemah? Kita punya barang yang sama..hahaha (No Geol-Mu Yeong ini lucu banget)

Muyeong mengancam No Geol, kalau masih berani bicara ngawur, ini akan jadi pemakamanmu. No Geol akhirnya mengalah. Muyeong minta No geol membawa barang2 itu ke gudang belakang.

Ini mengejutkan Seung Yoo. Jadi sebelum No Geol sempat ngomel atau membawa barang2 itu keluar, Seung Yoo sudah jalan mendahului dan membawanya keluar tanpa bicara.

No Geol dan Mu Yeong bengong, ada apa dengannya? Terima kasih hyung!
Mu Yeong : Dia tidak bereaksi pada api, dan biasanya sedingin es.
Seok Ju mendengar ini dan tampak curiga.

Se Ryung berhasil melepaskan tali pengikatnya, dan membuka tali di mulutnya. Ia mendengar suara, lalu mencari sesuatu sebagai senjata dan pura2 masih pingsan.

Seung Yoo memastikan kondisi aman, lalu masuk ke dalam gudang.
Seung Yoo memandangi Se Ryung dan menghela nafas. Ia tidak sadar kalau Se Ryung sudah siuman.

Seung Yoo berbalik akan keluar lagi, saat tiba-tiba Se Ryung menyerangnya dengan senjata yang ditemukannya.

Tapi Seung Yoo sangat cepat, ia reflek berbalik dan menahan tangan Se Ryung.
Se Ryung bisa melihat dengan jelas wajah Seung Yoo, ia syok. Se Ryung hanya bisa diam saja sambil memandang Seung Yoo dengan mata lebar.

Seung yoo mengambil tali dan mengikat tangan Se Ryung lagi. Se Ryung tanya, apa itu..apa itu benar2 kau, Guru? Apa kau benar2 masih hidup?
Seung Yoo diam saja, tidak melihat mata Se Ryung. Dengan wajah dingin terus saja bekerja menyelesaikan ikatannya.

Se Ryung : Aku pikir kau sudah meninggal saat kapal itu tenggelam. Kenapa kau tidak mengatakannya padaku?
Mata Seung Yoo tiba-tiba berkilat marah. Se Ryung tanya lagi, kau masih hidup tapi mengapa kau tidak…

Seung Yoo berbalik memunggungi Se Ryung, lalu menjawab, Kim Seung Yoo yang kau kenal itu, tidak ada lagi di dunia ini.

Seung Yoo menatap tajam Se Ryung, putri musuh yang membunuh ayahku akan menikah dengan teman yang menghianatiku.
Se Ryung menunduk, ia merasa bersalah.

Seung Yoo menyindir, benar2 pasangan serasi.
Se Ryung perlahan menatap mata Seung Yoo. Seung Yoo menyerang Se Ryung dengan kata-kata, bukankah kau memintaku untuk kembali hidup-hidup untuk membunuhmu?

Se Ryung : Guru.
Seung Yoo : Bukankah kau berkata kalau kau akan menunggu hari dimana kau akan mati di tanganku?

Seung Yoo menyeringai, apa itu hanya omong kosong? Hari yang kau tunggu akhirnya tiba. Tunggu saja, aku akan segera membunuhmu.

Seung Yoo berbalik dan akan pergi. Se Ryung memanggilnya lagi, Guru.

Seung Yoo murka, ia langsung mencekik Se Ryung, terus saja panggil aku seperti itu…jika kau mau mati saat ini. (Astaga..Seung Yoo bisa benar2 membunuh Se Ryung, ia sedang gelap mata.)
Seung Yoo mendorong Se Ryung kembali ke tanah lalu keluar dengan marah.

Seok Ju melihat Seung Yoo kaluar dari gudang dan heran dengan raut muka Seung Yoo.
Se Ryung duduk dan teringat kata2 Seung Yoo, Se Ryung tampak putus asa.

Malamnya, Shin Myun dan pasukannya tiba di Bing Ok Gwan. Membuat terkejut para gisaeng dan tamu.
Shin Myun : Kami kesini mencari pria misterius.

So Aeng menemui Shin Myun dan berkata kalau disini tidak ada pria misterius, hanya ada pria hidung belang. Orabeoni, kenapa anda tidak masuk dan mencicipi anggur Bing Ok Gwan sebelum pergi?

Shin Myun memerintah : Masuk ke dalam dan cari!
Ja Beon dll : Ya, Tuan.

Shin Myun masuk dan memerintah agar semua tidak bergerak.
No Geol pucat pasi dan mulai gugup. Seok Ju memegang tangan No Geol untuk menenangkannya.

Cho Hi langsung mendekat, apa ada yang bisa dibantu? Jika anda ingin minum, silahkan duduk. Jika ingin mencari gadis2 kami, maka mohon tunggu sebentar.

Shin Myun : Kami mencari pria mencurigakan.

Cho Hi berkata tidak ada yang seperti itu. Tapi Shin Myun tidak peduli dan memerintah untuk mencari dengan menyeluruh.
Seung Yoo melihat Shin Myun dan pasukannya, ia menyelinap dan beberapa kali berhasil menghindari Shin Myun.

No Geol heran, siapa sebenarnya yang mereka cari? Seok Ju hanya menggeleng. Mereka mendengar percakapan dua tentara, apa putri tertua Suyang Dae Gun pergi kesini?
Tentara 2 menjawab entahlah, mungkin ia diseret kesini dengan paksa.

Seok Ju tiba-tiba menyadari sesuatu.

Diluar, Shin Myun melihat gudang belakang yang dikunci dari luar. Shin Myun curiga dan jalan mendekat.
Se Ryung melihat Shin Myun dari celah pintu, tapi ia tidak berusaha memanggil bantuan. Se Ryung justru mundur dan mencari tempat sembunyi.

Shin Myun hampir menyelidiki gudang saat terdengar teriakan, Siapa itu? Tangkap dia! Shin myun mengejar orang yang lari itu. Orang itu No Geol yang mengalihkan perhatian.

Seung Yoo cepat-cepat mengeluarkan Se Ryung dari dalam gudang dan mengajaknya lari.
Mereka ditahan Seok Ju. Se Ryung dan Seung Yoo kaget.

Se Ryung dimasukkan ke kamar Seung Yoo. Se Ryung menunggu dengan tegang.

Seung Yoo bicara pribadi dengan Seok Ju diluar. Seok Ju langsung tanya, apa wanita itu…apa dia adalah putri Suyang Dae Gun?
Seung Yoo diam saja.
Seok Ju kesal dan teriak, jawab aku!

Seung Yoo : Ya.

Seok Ju tertegun, lalu mencengkeram baju Seung Yoo, apa yang sudah kau lakukan? Jangan bilang kalau yang kau sebut balas dendam ini juga menggunakan cara seperti ini?

Menggunakan wanita yang tidak bersalah dan lemah sebagai umpan, cara pembalasan dendam kotormu ini benar2 tindakan rendah. Apa kau tidak merasa malu…pada ayahmu yang kau hormati dan membuatmu sangat berduka itu?

Seung Yoo marah, hati-hati dengan kata2mu.

Seok Ju : Kukira kau berbeda dari yang lainnya. Pergi..jangan biarkan orang2 disini terlibat masalah ini. Menghilang dari hadapanku!

Seung Yoo jalan pergi. Seok Ju melihatnya dengan pandangan cemas. No Geol masuk dan mengeluh, kakak, kukira aku sudah mati tadi saat pasukan menangkapku, kenapa kau memintaku melakukan hal berbahaya seperti itu?
Seok Ju diam saja dan tidak menanggapi No Geol, ia pusing dengan Seung Yoo.

Seung Yoo masuk ke kamarnya dan melemparkan baju pelayan untuk Se Ryung. Ganti bajumu!

Se Ryung diam saja sambil memandangi Seung Yoo dengan mata penuh air mata. Seung Yoo murka, ia langsung mendekat dan membuka jubah pengantin Se Ryung: Jika kau tidak mau mati, maka ganti baju! (whoa..ngga sopan.)

Ini membuat sebuah kantung jatuh. Seung Yoo membuang isinya dan ternyata itu adalah pecahan garakji yang dihancurkan Seung Yoo.

Se Ryung jongkok dan mengumpulkan pecahan garakjinya satu per satu. Seung Yoo gemetaran. Ia ingat kata2 Se Ryung saat dikuil :
“Itu adalah satu-satunya peninggalan yang kumiliki dari orang yang kucintai. Itu lebih penting dari nyawaku, kumohon kembalikan padaku.”

Seung Yoo marah, kenapa kau mengambil barang yang sudah rusak? Cepat ganti baju! Seung Yoo menarik paksa tangan Se Ryung.

Tapi Se Ryung diam saja, ia tidak mau berdiri. Se Ryung melepaskan tangannya, lepaskan aku! Se Ryung marah, meskipun ini sudah hancur berkeping-keping, bagiku ..ini mewakili orang yang memberikan seluruh hatinya yang tidak bercacat padaku.
Seung Yoo diam saja.

Se Ryung : Apa kau ada di kuil Seung Bup kemarin? Apa kau mengikutiku selama ini? aku selalu memikirkanmu, tapi Guru ternyata sudah mengikuti selama ini. Aku benar2 bersyukur, kalau kau masih hidup. Aku benar-benar bersyukur.

Seung Yoo mulai resah, tapi mengeraskan hatinya dan membentak, lakukan saja yang kuminta. Sambil mengangkat Se Ryung dan melemparkannya ke tempat tidur.

Se Ryung menahan tangis, dan mulai ganti baju. Seung Yoo tidak tahan lalu jalan keluar.

Se Ryung sudah ganti baju pelayan. Seung Yoo membawanya keluar dari gibang. Tiba-tiba Se Ryung menarik Seung Yoo untuk sembunyi.
Se Ryung melihat Shin Myun dan Ja Beon. Mereka masih mencari di daerah sekitar. Lalu pergi karena tidak menemukan apa-apa.

Seung Yoo mengibaskan tangan Se Ryung yang memegang lengannya (Huuu..). Seung Yoo mengambil kuda dan membawa Se Ryung pergi ke tempat terpencil.

Seung Yoo turun dari kuda dan mengikatkannya di pohon. Tidak menjawab pertanyaan Se Ryung. Aku tanya, kita mau kemana?
Seung Yoo menarik Se Ryung turun dan mengikat tangannya. Semua dilakukan dalam diam dan dengan wajah cemberut.

Seung Yoo membawa Se Ryung jalan masuk hutan. Se Ryung susah payah jalan dalam kegelapan dan dengan tangan terikat, lalu ia tersandung sesuatu dan jatuh berguling-guling ke bawah bukit. Astaga…

Seung Yoo hanya melihat dengan pandangan dingin.

Se Ryung juga tidak mengeluarkan keluhan sedikitpun. Gadis ini juga keras kepala haha…Ia berusaha berdiri sendiri dengan tangan masih terikat.
Seung Yoo melihatnya beberapa saat, lalu mendekat dan menarik Se Ryung berdiri dengan kasar. Seung Yoo melepaskan ikatan Se Ryung.

Keduanya jalan lagi sampai ke pondok kecil dalam hutan. Seung Yoo dan Se Ryung masuk ke dalam.
Mereka duduk dalam diam. Seung Yoo tanpa sadar melihat ke arah Se Ryung dan pandangannya terlihat sedikit cemas.

Se Ryung : Aku tidak kesakitan, kau tidak perlu melihatku seperti itu.
Seung Yoo (dengan gengsi) : Jangan berprasangka.

Se Ryung : Kapan kau akan membunuhku?

Seung Yoo : Aku adalah umpan yang membuat ayahku terbunuh. Kau juga akan menjadi umpan yang membunuh ayahmu. Kenapa? Meskipun ayahmu sangat keji, kau tetap tidak ingin ia mati?
Ayah yang tangannya berlumuran darah orang lain, apa kau benar2 menyayanginya?

Se Ryung terus saja memandang Seung Yoo dengan iba. Seung Yoo marah, jangan melihatku seperti itu. Pandangan polos dan terluka yang kau perlihatkan..
Seung Yoo ngamuk, jangan melihatku dengan wajah seperti itu!

Seung Yoo mencengkeram baju Se Ryung, dengan wajah ngeri Seung Yoo teriak2, apa kau tidak mengerti apa yang kukatakan?

Seung Yoo : Bagaimana aku…bagaimana aku bisa membuatmu mengerti kata2ku ?

Seung Yoo histeris, kau dan ayahmu sama saja. Pedang ini akan menikam dada ayahmu dan setelah memenggal semua kepala anggota keluargamu, kau juga akan dibunuh dengan kejam…tanpa ampun. Apa kau mengerti?!

Se Ryung tiba-tiba menarik Seung Yoo ke pelukannya! Ia memeluk Seung Yoo erat-erat..berapa banyak…berapa banyak luka yang sudah kau derita?

Se Ryung : Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kau bisa menanggung luka separah itu..jika dengan mencabut nyawaku, lukamu bisa sembuh..aku bersedia mati ribuan, jutaan kali..
Oh dear…this scene makes me speechless…

Seung Yoo tampak bingung, syok, lalu melepaskan diri. Ia menghujamkan pedang ke leher Se Ryung. Tanpa sengaja Seung Yoo melihat bekas luka di leher Se Ryung dan ingat kata2 Shin Myun, jika aku berkata kalau demi menyelamatkanmu, wanita itu bersedia mengorbankan nyawanya sendiri..apa kau akan percaya itu?

Seung Yoo stres, ia langsung lari keluar. Meninggalkan Se Ryung berlutut di lantai. Seung Yoo duduk di teras pondok sambil menenangkan diri.

Se Ryung melihat bayangan Seung Yoo di pintu dan mengulurkan tangan membelai bayangan itu.

Seung Yoo menyadarinya, ia segera pergi meninggalkan pondok. Menenangkan diri.

Suyang kecewa saat mendengar belum ada berita tentang pria yang menculik Se Ryung. Shin Myun minta maaf.
Suyang berkata kalau sebenarnya ia adalah sasarannya. Kita harus menangkapnya dan aku akan membuatnya membayar karena meremehkan aku.

Lady Yoon menunggu Yeo Ri dan kecewa saat Yeo Ri lapor belum ada berita tentang Se Ryung. Lady Yoon hampir jatuh lagi, tapi ia yakin Se Ryung tidak apa-apa, dia gadis yang sangat kuat. Sesuatu seperti ini tidak akan menghancurkannya dengan mudah.

Se Jeong dan Sung hanya bisa mencemaskan Se Ryung. Tiba-tiba seseorang menembakkan panah dengan pesan. Anak panah itu menancap di tiang kayu. Membuat Lady Yoon dll terkejut.

Pasukan Suyang segera mengejar orang itu yang bukan lain adalah Seung Yoo. Seung Yoo berhasil melarikan diri dari kejaran.

Surat itu dibawa pada Suyang : Su Yang, putrimu sekarang ada di tanganku. Besok siang, datang ke Batu Karang di lembah Hwang sendiri. Jika kau berani menggerakkan pasukan, atau bertindak gegabah, putrimu akan mati disana.

Tentu saja Han Myung Hoe dll minta Suyang tidak pergi. Ini jebakan. Shin Myun berkata nyawa Se Ryung dipertaruhkan. Meskipun harus mempertaruhkan nyawa kita, kita harus menyelamatkannya.
Shin Suk Joo memperingatkan anaknya, Myun.

Mereka juga masih ragu akan mengerahkan pasukan atau tidak, karena mungkin justru akan membuat situasi semakin buruk. Tapi mereka juga tidak bisa mengirim P. Suyang pergi sendiri ke tempat bahaya.
Shin Myun : Apa kita akan membiarkannya mati begitu saja?
Suyang menenangkan semua orang dan bertekad akan pergi, ia sudah memutuskannya.

Seung Yoo kembali ke pondok dalam hutan, ia duduk dan tidur. Tidak mempedulikan pandangan Se Ryung padanya.

Paginya, Seung Yoo terbangun dan kaget karena Se Ryung menghilang! nah lo.
Seung Yoo lari keluar dengan panik, ia mencari Se Ryung.

Se Ryung muncul sambil membawa air dalam mangkuk. Ia mengulurkan air ke arah Seung Yoo.
Seung Yoo menepis mangkuk itu dari tangan Se Ryung (huuu..sudah susah payah diambilkan air.) Ia mengeluarkan tali dan mengikat tangan Se Ryung.
(Baru kali ini ada korban yang mengambilkan air untuk penculiknya hahaha..)

Se Ryung : Dendam ini, kumohon akhirilah dengan mengambil nyawaku saja. Setelah mengambilnya, kumohon bangunlah dari mimpi buruk yang mengerikan ini.

Seung Yoo menyeringai, ia tidak percaya dengan kata2 yang didengarnya, jangan bicara ngawur. Ayahmu…dia harus membayar harganya.

Se Ryung : Kekejaman yang dilakukan ayahku memang tidak bisa dimaafkan.
Tapi orang yang mencegah guru dipenggal juga adalah ayah.

Seung Yoo : Mencegahku dipenggal? Maka, orang yang menenggelamkan kapal yang membawa banyak nyawa agar dikubur di dasar laut, siapa itu?

Se Ryung bingung, apa maksudmu dengan itu? Ayahku berkata kalau nyawamu diampuni. Kalau kau dikirim ke pulau Gang Hwa sebagai budak…

Seung Yoo : Sepertinya kau masih tidak mengetahui siapa sebenarnya ayahmu itu. Menggunakan pengasingan sebagai samaran, semua musuh ayahmu, termasuk aku, akan dibunuh, sekaligus.
Se Ryung terbelalak, ini pertama kalinya ia tahu cerita sebenarnya.

Suyang siap-siap berangkat dan Lady Yoon membantu mengenakan baju besi di balik hanbok suaminya.
Sung ingin ikut tapi Suyang melarangnya. Suyang minta Sung dirumah dan menjadi kepala Keluarga saat ia tidak dirumah.

Sung : Pastikan kembali bersama kakak.
Suyang : Jangan khawatir.

Suyang keluar dan minta Shin Myun tidak mengawali penyerangan, kita bukan hanya harus menyelamatkan Se Ryung, kita juga harus menangkapnya hidup-hidup dan mencari tahu siapa dibelakang ini.
Shin Myun : Kalau seperti ini, nyawa Nona ada dalam bahaya.

Suyang : Kecuali aku memberikan perintah, kau tidak boleh mencabut nyawa pria itu.
Shin Myun akhirnya mengiyakan.

Seung Yoo memoles anak panahnya dan Se Ryung mengamati Seung Yoo, ia memikirkan kata2 Seung Yoo tadi, kalau ayahnya adalah penyebab tenggelamnya kapal yang membawa Seung Yoo dll ke pengasingan.

Shin Myun dan pasukannya sudah bersiap. Shin Myun berkata kalau ada bahaya, segera tembak.
Ja Beon heran bukankah tadi P. Suyang memerintah untuk menangkapnya hidup2?

Shin Myun marah : Aku ini atasanmu. Kau ikuti saja perintahku, mengerti!
Ja Beon minta maaf, ya saya mengerti.

Se Ryung jalan bersama Seung yoo dan ia merasa ini terlalu berbahaya. Mungkin akan ada penyergapan oleh pasukan.

Seung Yoo tidak peduli, selama aku bisa membunuh ayahmu.

Se Ryung : Mengapa kau tidak ingin hidup?
Seung Yoo : Selama aku bisa membunuh semua keluargamu dan membalas dendam keluargaku, aku tidak peduli meskipun aku mati.

Se Ryung tiba-tiba berseru, beberapa anggota keluargamu masih hidup.

Seung yoo kaget dan berbalik, kau benar-benar berani…

Se Ryung : Keponakan kecilmu dan kakak iparmu, menunggu Guru dengan gelisah. Mereka bersembunyi di tempat aman. Pergi dan carilah mereka.

Seung Yoo tidak percaya, siasat apa yang kau mainkan sekarang? Aku tidak akan jatuh dalam kebohonganmu lagi.
Se Ryung berusaha membuat Seung Yoo percaya, ini benar. Ini sungguh benar. Pergi dan temui mereka, lalu pergilah bersama Ah Kang dan kakak iparmu. Itu adalah jalan yang seharusnya guru ambil.

Seung Yoo marah, kau! Kau benar-benar..

Lalu ia mengikat mulut Se Ryung lagi agar tidak bicara lagi.
Seung Yoo membawa Se Ryung ke lokasi yang ditentukan, diatas batu karang.

Shin Myun kaget melihat kondisi Se Ryung dan segera menarik pedangnya. Tapi Ja Beon dengan cepat menahan pedang Shin Myun, Nona akan ada dalam bahaya.

Seung Yoo mengancam, Jika ayahmu tidak datang, kau akan mati disini.
Se Ryung melihat sekeliling, ia mencemaskan Seung Yoo.

Seung Yoo mengarahkan busurnya ke Se Ryung. Shin Myun langsung merampas busur anak buahnya dan mengarahkannya ke Seung Yoo.

Se Ryung menggelengkan kepala, ia ingin Seung Yoo tidak melanjutkan rencananya. Tapi akhirnya Se Ryung menutup mata, pasrah.

Tiba-tiba terdengar suara Suyang, bebaskan putriku yang tidak bersalah.

Seung yoo dan Se Ryung kaget, mereka tidak menyangka Suyang benar2 datang.

Suyang : Pengecut yang menutup wajahnya di depan orang lain, masih berani menantangku?
Seung Yoo : Harga untuk menyelamatkan putrimu adalah…nyawamu.

Suyang : Ya, Aku tahu.
Cepat dan biarkan dia pergi. Ambil nyawaku. Panah itu seharusnya diarahkan padaku, ya kan?
Seung Yoo langsung mengalihkan sasarannya. Suyang berseru, kenapa kau ragu-ragu? tembakkan panahnya. Kenapa kau tidak menembak?

Shin Myun siap membidik Seung Yoo.

Akhirnya Seung Yoo melepaskan anak panahnya.

Tepat kena sekitar perut atau dada Suyang.

Se Ryung syok, ia tampak mencemaskan ayahnya. Tapi tidak beranjak dari posisinya.

Suyang seperti kehabisan nafas sejenak, lalu tiba-tiba menyeringai tipis.

Seung Yoo curiga dan Se Ryung sadar, ayahnya sudah menyiapkan jebakan.
Benar saja, Shin Myun melepaskan anak panahnya ke arah Seung Yoo.

Se Ryung melihat sekeliling dan tanpa berpikir lagi, ia lari ke arah tubuh Seung Yoo sebelah kanan. Bagian yang terbuka untuk diserang.

Se Ryung membiarkan punggungnya sebagai tameng. Panah Shin Myun langsung menghujam punggung Se Ryung tanpa ampun.

P. Suyang syok. Shin Myun juga. Ia tidak mengira ini bisa terjadi.

Se Ryung tidak melepaskan pandangannya dari Seung Yoo, ia menangis.
Seung Yoo menahan tubuh Se Ryung yang merosot jatuh ke atas batu, ia tidak percaya dengan tindakan Se Ryung..

Well…it’s love, Seung Yoo-ssi..

sumber: kadorama-recaps.blogspot.com

3 comments on “The Princess’ Man – Episode 14

  1. Cinta yang sebenarnya selalu penuh pengorbanan (spt Se Ryung)
    Walaupun belum tentu terbalaskan
    Hikss…hikss…hikss…

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s