Hong Gil Dong – Episode 13

Enok menghadapi Gil Dong, dan setelah melihat kalau ternyata Gil Dong memang benar-benar masih hidup, ia segera berlari pada Gil Dong, menangis di dada Gil Dong dengan penuh rasa lega. Dia begitu dipenuhi dengan emosinya bahkan setelah begitu lama, ia masih tidak dapat menguasai air matanya. Salah satu tangannya terus menggenggam lengan baju Gil Dong karena takut Gil Dong nantinya akan menghilang lagi dari hadapannya.

Untuk membuktikan kalau ini benar-benar nyata, Enok bahkan menggigit tangan Gil Dong. Saat Gil Dong mengaduh, Enok terisak, “Aku sangat senang karena ini bukanlah mimpi. Gil Dong, aku minta maaf, aku sangat menyesal bahwa kau ternyata masih hidup selama ini dan aku tidak mencari dirimu.” Gil Dong  mengatakan kalau ia berpura-pura mati jadi tentu saja Enok tidak berusaha mencarinya, dan mencoba mengatakan pada Enok dengan tegas kalau mereka tidak dapat bertemu lagi, tapi setiap kali ia memulai berbicara, perkataannya selalu dipotong, pertama Enok terserang cegukan, kemudian Enok merasa pusing kepala, kemudian Enok tergesa-gesa ke kamar mandi.

Menurutku alasan mengapa Gil Dong tidak menghilang dari Enok kali ini selain karena Enok telah melihatnya, tapi sebenarnya dalam hatinya mungkin juga menginginkan agar Enok tahu kalau ia masih hidup. Dengan pikiran yang logis, ia tahu kalau Enok lebih aman jika percaya kalau dirinya telah mati, tapi ternyata perpisahan mereka ini juga memberatkan hati Gil Dong, meskipun ia sebenarnya menerima kalau perpisahan itu adalah hal yang benar untuk dilakukan.  Mungkin pikir Gil Dong bahwa Enok akan segera pulih dari rasa kehilangan. Tak pernah Gil Dong merasakan kasih sayang seperti ini, ibunya sudah mati saat ia masih kecil, ayahnya tak mempedulikannya, dunia seakan-akan menjauhinya,  jadi Gil Dong sebenarnya mendambakan cinta tapi tidak percaya kalau ia pantas untuk menerimanya. Itulah mengapa ia menjaga jarak terhadap Enok, berpikir kalau ia sendiri yang menderita. Jadi dia selalu terkejut ketika melihat Enok begitu bebas mengungkapkan perasannya….

Sekarang setelah Kakek Heo yakin bahwa ayah Gil Dong lah pembunuh ibu Enok beberapa tahun lalu, ia mencoba untuk mencari tahu mengenai identitas Enok yang sebenarnya. Dia menemui pedagang Wang dan bertanya mengenai teman-teman Menteri Hong dan semua yang berhubungan dengannya, mencoba untuk menduga siapa keluarga Enok yang mungkin.  Pedagang Wang memperingatkan Kakek Heo kalau Hong adalah orang yang berbahaya, mengulangi gosip bahwa Hong adalah orang yang telah membunuh pangeran mahkota dan ratu saat terjadi kebakaran di Istana.

Enok kembali dari kamar mandi dan siap untuk mendengarkan apa yang ingin dikatakan oleh Gil Dong, tapi menemukan kalau Gil Dong sudah pergi. (Peringatan bagi para gadis, jangan sekali-kali terlalu lama di kamar mandi untuk berdandan dan lain-lain … bisa-bisa kabur duluan tuh lelaki kalian 😛 ) Sebaliknya, Su Geun ada di sana untuk menyampaikan pesan Gil Dong bahwa ia akan menemui Enok nanti, sementara Enok terlalu kesal untuk mendengarkannya dengan jelas.

Enok mendengar dari Su Geun kalau para bandit tahu Gil Dong masih hidup, karena ia adalah salah satu dari mereka sekarang, dan bertanya siapa lagi yang tahu. Su Geun menjawab: Hae Myung, Chang Whe, dan bahkan Eun Hye sudah tahu. Dengan tawar hati, Enok menyadari kalau dirinya adalah satu-satunya orang yang tidak tahu, dan Su Geun segera berusaha meyakinkan Enok. Sialnya, ia salah memilih kata-kata, memberitahu Enok: “Orang-orang yang tidak berarti apa-apa tidak akan tahu yang sebenarnya”.

Di rumah, Enok merasa resah, mengapa Gil Dong membiarkan semua orang tahu kalau Gil Dong masih hidup kecuali dirinya? Enok mencoba untuk memahami situasinya, membayangkan penjelasan Gil Dong. Hae Myung adalah rahib Buddha yang dikenalnya sangat lama, jadi bisa dimengerti, Gil Dong hasil imajinasinya: “Karena ia orang yang penting bagiku!”. Gil Dong telah bekerja bersama dengan Chang Whe untuk menjatuhkan Choi Chul Joo dan membebaskan anak-anak gadis yang diperbudak, jadi ini bisa dimengerti juga, sekali lagi Gil Dong hasil imajinasinya: “Karena ia sangat penting!”. Dan untuk Eun Hye … imajinasi Enok memunculkan Gil Dong sedang tersenyum pada Eun Hye, dan berkata: “Dia cantik, jadi tidak butuh alasan khusus. Karena itu dia penting.”

Sangat sedih, Enok menyimpulkan bahwa kalau begitu dirinya tidak diberitahu karena dia dianggap  TIDAK penting. Jadi dirinya sama sekali tidak ada artinya bagi Gil Dong….

Jika saja Enok dapat melihat keadaan Gil Dong saat ini, karena dia dengan tatapan romantis menatap sayu pada kantung kumal yang telah dibuat Enok untuknya. Dia bergumam, “Meskipun aku hidup, kita tidak dapat bersama-sama.” Tidak hanya kehidupannya sangat berbahaya, kelompok banditnya, dikenal dengan nama Hwal Bin Dang, perampok budiman, menjadi semakin terkenal, diperbincangkan oleh para penduduk desa karena mencuri dari mereka yang korup dan membagikannya untuk rakyat yang miskin.

Naiknya kepopuleran Hwal Bin Dang membuat kelompok pedagang sangat cemas dan gelisah, di satu sisi, mereka dapat menarik para bandit itu sebagai sekutu mereka, di sisi lain, para bandit itu juga bisa saja dikaitkan dengan para pedagang sehingga menarik perhatian dari orang yang tidak diinginkan. Dayang Noh sangat gelisah, tapi Chang Whe memberitahunya: “Hong Gil Dong telah menggerakkan rakyat. Aku telah melihat kekuatan itu dengan mataku sendiri”.

Kesedihan Enok terus berlanjut keesokan harinya ketika ia bertemu dengan Chang Whe, yang bertanya mengapa Enok tampak muram. Enok memberitahunya mengenai pertemuannya dengan Gil Dong, dan juga meyakinkan Chang Whe kalau dia tidak menyesali Chang Whe yang tidak memberitahunya, karena itu bukanlah rahasia dari Chang Whe sendiri yang harus diungkapkan.

Enok: “Aku sangat senang karena Gil Dong masih hidup. Aku bahagia. tapi … pada saat yang sama aku juga merasa benar-benar sedih. aku tahu kalau ia harus hidup dalam persembunyian, dan bahwa dia tidak dapat membiarkan aku tahu kalau dia tidak mati … Tapi jika si rahib tahu, dan kau tahu, dan juga gadis itu … dia mungkin seharusnya juga memberitahuku. Aku pasti kurang berarti di pandangan Gil Dong dari yang selama ini aku pikirkan.”

Chang Whe ragu-ragu sejenak, tidak yakin kemana arah percakapan ini akan mengarah, tapi kemudian sisi baiknya muncul dan ia memberitahu Enok, setengah enggan:

Chang Whe: “Kau benar-benar tidak dapat menelaahnya. Itu bukan karena kau tidak berarti apapun baginya. Itu karena yang benar adalah kebalikannya. Kau sangat berarti baginya, dalam pengertian bahwa ia akan memaksa dirinya sendiri untuk menyerahkan keinginan pribadinya: membuatmu terus berada di sisinya.

Itu melegakan Enok, “Aku juga ingin berpikir kalau itu memang benar, tapi aku tidak punya sedikitpun kepercayaan diri.” Dia sangat gembira dan berterima kasih pada Chang Whe karena telah berkata demikian.

Eun Hye bersiap-siap untuk bertemu dengan Gil Dong untuk pertemuan bulanan mereka yang terakhir, menghabiskan beberapa hari untuk membuat sebuah kantong sulaman sebagai hadiah perpisahan. Dia bertanya pada pengasuhnya apa yang mungkin dikatakan oleh Gil Dong jika ia bermaksud untuk menyeberangi batas itu sepenuhnya, membuat segalanya demi bisa bersama dengan Gil Dong. Dia bermaksud untuk bertanya pada Gil Dong malam ini, yang mana membuat pengasuhnya ngeri, demikian juga dengan ayahnya, yang menguping dari luar pintu kamarnya.

Menteri Seo bertekad kalau rencana Eun Hye tidak boleh terwujud, dan menyewa Dayang Noh untuk melenyapkan Gil Dong demi kebaikan Eun Hye. Itu adalah keputusan serba salah untuk Menteri Seo, memerintahkan supaya anak teman belajarnya dulu untuk dibunuh, sekalipun dia anak tidak sah. Tapi di lain pihak, jika Eun Hye benar-benar melarikan diri demi bisa bersama-sama dengan Gil Dong, Hong akan tersinggung karena ia telah menolak cinta dari anaknya yang lain. (Karena sangat jelas, penolakan cinta adalah penghinaan yang lebih besar daripada sebuah pembunuhan!)

Dan sungguh kekecewaan yang besar dialami oleh Eun Hye, karena yang bertemu dengannya malam ini adalah Gom bukannya Gil Dong. Gom menyampaikan pesan dari Gil Dong: “T A M A T”. Eun Hye bertanya di mana Gil Dong, dan Gom menjawab kalau ia sedang bertemu dengan seseorang yang sangat penting.

Gom memandang kantong sulaman dengan penuh selidik dan berkomentar betapa cantiknya itu, jauh lebih bagus daripada milik si Bodoh. Eun Hye bertanya apa yang ia maksudkan, dan Gom dengan cerianya menjawab kalau ada kantong sulaman lain yang kumal, dibuat oleh seorang bodoh. Eun Hye menebak kalau itu pasti Enok (Gom mengkonfirmasi nama yang disebutkan) dan ketika Gom menawarkan  untuk menyampaikan kantong sulaman Eun Hye pada Gil Dong, dia segera mencengkeram kantong itu dan menolak, berkata: “Tidak! Maka ini akan kelihatan lebih menyedihkan”. Setelah Gom pergi, Eun Hye duduk sendirian di gudang kosong, menangis tersedu-sedu ….

Gil Dong datang di perwakilan kelompok pedagang dengan sebuah permintaan, dia tidak menginginkan untuk menggali ketenaran bagi Hwal Bin Dang, dan meminta agar Chang Whe untuk menjaga agar namanya tak tersebar. Chang Whe menebak dengan tepat: “Kau pasti ingin membuat namamu tak tersebar demi kepentingan ayahmu. Jika anaknya kembali dari kematian sebagai pahlawan bandit, itu akan memberi pukulan yang besar baginya.”

Lebih jauh lagi, ia memperingatkan Gil Dong (tak tahu apakah ia memang bersungguh-sungguh atau hanya berusaha memanipulasi):

“Ayahmu telah membuang dirimu, tapi kau tidak dapat melakukan hal yang sama. Jika kau tidak memutuskan hubunganmu dengan ayahmu, kau akan menghabiskan sisa hidupmu bersembunyi seperti orang yang sudah mati.”

Gil Dong menyerang balik: “Bukankah kau juga sama, orang mati yang sedang bersembunyi?” Chang Whe menyahut kalau ia telah membiarkan saudaranya, Raja yang sekarang, melihat kalau ia masih hidup: “Aku berbeda denganmu. Aku mungkin sudah cukup berkelana dari jalanku untuk mendengarkan peringatanmu, tapi aku tahu kemana aku harus pergi.”

Ketika Gil Dong pergi, Dayang Noh menginginkan untuk melenyapkannya sekarang sementara mereka masih sanggup melakukannya, tapi Chang Whe menghentikannya: “Aku ingin memanfaatkannya demi tujuan yang lebih besar!”

Loh … loh … loh ….

Sedikit manis dalam sikapnya yang sedih, bahwa Enok tidak memendam sakit hati mengenai Gil Dong yang berpura-pura mati, menyalahkan dirinya sendiri karena tidak dapat mengenali pria Cahaya Bulannya. Ketika Gil Dong datang pada tempat pertemuan mereka sebelumnya, bersiap untuk menjelaskan situasinya, Enok memberitahu padanya dengan senang bahwa ia tidak peduli semuanya itu: “Kau masih hidup, jadi semuanya tidak masalah!”

Perasaan ringan itu berubah menjadi serius ketika Gil Dong memberitahu Enok bahwa mereka berdua tidak dapat bersama atau bertemu lagi lain kali. Enok mencoba untuk mengatakan pada Gil Dong untuk tidak mencemaskannya dan tetap ingin bersama dengan Gil Dong, tapi Gil Dong tegas. Enok mengatakan padanya kalau ia baru saja tahu kalau Gil Dong hidup dan sekarang Gil Dong mau pergi lagi? Dia tak dapat menerima ini semua. Gil Dong memberitahunya bahwa dia akan mengerti seiring berjalannya waktu, perlahan-lahan saja sesuai dengan kemampuan yang ia miliki. Menganggap ini sebagai janji, Enok memberitahu Gil Dong bahwa untuk sekarang, sampai semuanya selesai, ia akan menganggap kalau semuanya baik-baik saja.

Ah … kalian tahu … Menteri Seo mungkin seorang pria yang cakap dalam tugasnya jika saja ia dapat sedikit berpikir. Tapi ia sungguh-sungguh mudah untuk dimanipulasi. Dayang Noh, bekerja atas perintah Chang Whe, mengungkit ketakutan dari Seo bahwa Eun Hye akan tetap memuja Gil Dong. Satu cara untuk memperbaiki kekacauan ini adalah dengan memberitahu Menteri Hong mengenai Gil Dong dan membuat sang ayah mengendalikan anaknya. Dan begitulah, Seo pergi menemui Menteri Hong dan memberitahunya mengenai Gil Dong yang masih hidup bahkan sekarang menjadi seorang anggota dari kelompok bandit. Hong, sangat terkejut mendengar berita itu, merenungkan pilihannya dengan hati sedih.

Chang Whe penasaran dengan keputusan Gil Dong selanjutnya, mengingat terakhir kalinya saat ayahnya ditugaskan untuk menangkap anaknya, sang anak “mati”. Dia tersenyum dan bertanya-tanya: “Apa yang akan terjadi kali ini?” Akankah Gil Dong mati demi kebaikan ayahnya, atau bangkit kembali dan melawan ayahnya? …. Ouch … Apa yang terjadi dengan Chang Whe … ??? Apakah sekarang ia telah membuka kedoknya dan menunjukkan muka aslinya … ??

Juga menyinggung masalah ayah dan anak:

Hae Myung: “Sekarang adalah waktunya untuk menghadapi semuanya dengan segera. Berdirilah di depan ayahmu dan katakan, ‘Aku adalah anakmu. Dunia yang tidak mengijinkan hal ini pasti sedang berjalan ke arah yang salah!’ Dapatkah kau mengatakan kata-kata itu? Gil Dong, sebagai orang yang mati kau tidak dapat tinggal di dunia ini. Tapi dunia yang akan kau hadapi saat kau menjalaninya sebagai orang yang hidup adalah dunia ayahmu, kau pasti takut untuk melangkah maju ke depan.”

Kakek Heo tidak senang saat mendengar kalau Gil Dong masih hidup, tapi ia tak dapat mengatakan alasan yang sebenarnya pada Enok, bahwa situasi dari kedua orangtua mereka membuat keduanya berhadapan sebagai musuh, jadi ia berpura-pura membenci Gil Dong karena telah melukai hati Enok. Enok, masih tersapu oleh kebahagiaan karena tahu Gil Dong masih hidup, dengan ceria mengatakan kalau semuanya baik-baik saja.

Enok mengantarkan pesanan pada Eun Hye, merasakan dengan jelas perasaan Eun Hye padanya (dan juga perasaan Eun Hye pada Gil Dong). Eun Hye bertanya apakah Enok bertemu dengan Gil Dong kemarin malam, mengingat perkataan Gom bahwa Gil Dong sedang keluar untuk menemui seseorang yang sangat penting. Membuatnya tawar hati, Enok mengiyakannya, kemudian dengan senangnya berterima kasih pada Eun Hye karena telah melindungi rahasia dari Gil Dong, dan berasumsi kalau pertunangan Eun Hye dengan kakak Gil Dong adalah alasan kebaikannya itu. Dengan ke-telmi-annya yang sudah menjadi ciri khasnya, Enok sangat bingung dengan sikap dingin Eun Hye yang mengusirnya pergi.

Kwang Whe mengingatkan pada Menteri Hong kesamaan situasi yang mereka hadapi, dirinya dengan adiknya, Hong dengan anaknya. Hong mengingatkan Rajanya itu bahwa dia telah memutuskan hubungan dengan temannya dan juga anaknya demi penguasanya: “Dan aku akan melakukan itu lagi.”

Sendirian, Kwang Whe bergumam dengan sinting mengenai kesamaan dirinya dengan bawahannya, dan bertanya-tanya bagaimana Hong akan menangani situasinya itu.

Jawabannya? Menteri Hong sekali lagi berencana untuk menangkap anaknya.

Hong merencanakan dengan teliti untuk mengadakan penyergapan. Para bandit berencana untuk menyerang target yang baru, tapi Gil Dong menjadi waspada dan menyadari sesuatu yang mencurigakan mengenai hal ini. Ada sesuatu yang salah.

Segera para bandit dikepung oleh pasukan pengawal Raja dan sangat kalah jumlahnya. Setelah melakukan pertarungan singkat, para bandit melarikan diri ….

…. tapi dalam prosesnya, Gom terperangkap dalam jebakan yang dipasang oleh para pengawal. Yeon, berusaha untuk membebaskan Gom, tertangkap juga. Gil Dong mengawasi semuanya ini dengan perasaan tak berdaya, ingin pergi untuk menyelamatkan mereka, tetapi dipaksa untuk mundur.

Gom, Yeon, dan para bandit yang tertangkap lainnya diarak berkeliling kota saat perjalanan menuju ke penjara, dan berita tersebar dengan cepat kalau mereka itu adalah anggota dari Hwal Bin Dang, kelompok pencuri budiman.

Enok berusaha untuk menyelidiki keberadaan tempat persembunyian Gil Dong dari Hae Myung ketika mereka melihat para bandit yang tertangkap dan dikurung dalam kereta. Hae Myung telah memberitahu Enok bahwa Enok terlalu polos dan hanya mengetahui sedikit mengenai dunia ini, karena ia masih tidak dapat memahami betapa pentingnya posisi dari Gil Dong sekarang ini.

Enok menyaksikan para bandit diarak dan bertanya-tanya mengapa mereka ditangkap. Hae Myung bertanya padanya:

“Mereka adalah para pencuri. Apakah kau tidak pernah mencemaskan kalau mereka akan tertangkap?”

Dalam kerumunan orang-orang, sementara Enok menemukan dan mengamati Gil Dong,  yang sedang mengawasi prosesi itu dengan muram, Hae Myung melanjutkan:

“Enok. Ini adalah jalan yang dijalani oleh Gil Dong. Apakah aku memutuskan untuk bergabung dengannya? Jika demikian, kau mungkin saja tertangkap kapan saja, seperti mereka itu. Atau kau bisa menjadi seperti dirinya, mengawasi sendirian dari samping. Gil Dong berdiri di sana. Dapatkah kau berada di sampingnya? Apa yang akan kau katakan padanya jika kau pergi padanya sekarang? Akankah kau memberitahunya untuk meninggalkan mereka dan melarikan diri? Atau akankah kau memberitahunya untuk menyelamatkan mereka dan mati dalam prosesnya?”

Kembali ke markas mereka, Su Geun sangat gelisah, merasa gatal untuk menyerbu dan melakukan penyelamatan. Gil Dong, merasa kemarahan yang sama tapi lebih tenang, menahannya dan memberitahu Su Geun kalau mereka harus mencari cara untuk menyelamatkan rekan-rekan mereka dan selamat. Tak ada gunanya jika mereka semua mati dalam prosesnya.

Sementara itu, Menteri Hong menantinya, yakin kalau Gil Dong akan datang menemuinya.

Dayang Noh memiliki pendapat yang sama, dan membujuk Chang Whe untuk membunuh para tawanan untuk membungkam mereka sebelum para pedagang terancam karena terkait dengan mereka. Chang Whe justru bermaksud untuk menggunakan mereka, tapi, demi tujuannya sendiri.

Menteri Seo memberitahu Eun Hye mengenai takdir dari Gil Dong, berusaha untuk membujuknya untuk mengakhiri tergila-gilanya Eun Hye pada Gil Dong dengan menginformasikan padanya bahwa Gil Dong akan mati. Terserang oleh rasa panik dan takut, Eun Hye memohon ayahnya untuk menyelamatkan Gil Dong, tapi ditolak oleh ayahnya.

Enok bereaksi sama, karena kebenaran yang sesungguhnya telah terungkap. Sekarang ia menyadari kalau mantra kebahagiaannya: “Semuanya baik-baik saja!”, adalah jauh dari hal yang sesungguhnya.

Gil Dong menemui Chang Whe, merasa putus asa dan berpikiran salah bahwa Chang Whe adalah sekutunya.

Gil Dong, bagaimanapun juga, tak menyadari kalau semua motif dari pihak yang lain telah muncul ke permukaan, hanya berkonsentrasi untuk menyelamatkan anakbuahnya. Hwal Bin Dang dapat melakukan penyelamatan itu jika Chang Whe mau membantu mereka. Chang Whe bertanya:

“Tahukah kau siapa yang telah mereka tangkap? Ah lebih dari itu, aku maksudkan ada seseorang yang menggunakan mereka untuk menangkapmu!”

Perkataan yang beralamat buruk itu segera saja membuat Gil Dong tertegun sejenak, dan Chang Whe kemudian menerangkannya:

“Dia adalah ayahmu. Aku dapat menolongmu, jika kau mau melawannya!”

(Pintar .. sungguh amat pintar sekali, dalam caranya yang kejam itu! Chang Whe pasti tidak memiliki rasa sesal di hatinya dalam menggunakan orang lain, berpikir kalau mereka hanyalah bidak-bidak caturnya, pion yang bisa dikorbankan tanpa ragu, semuanya demi memenuhi tujuannya, karena ia berpikir bahwa orang-orang tidak punya tujuan dalam hidupnya kecuali untuk melakukan pertarungan demi dirinya sendiri. Dan mungkin itu yang diyakini oleh Chang Whe … )

Iklan

2 comments on “Hong Gil Dong – Episode 13

  1. Horee udah ada sinopsis episode 13, ditunggu episode 14 nya kk.. Hehe 🙂

    Walaupun Chang Whe jahat, aku tetap cinta Sukie Oppa :p hahaha

    Hong Gil Dong jangan tinggalkan Enok ya, best couple 😀

  2. Setuju dengan pendapat Bung Andy, tentang alasan gil dong menjauhi enok. Kalau bener Chang whe berpikiran orang-orang tidak punya tujuan dalam hidupnya kecuali untuk melakukan pertarungan demi dirinya sendiri, berarti pengaruh ny.noh mulai terlihat ya…

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s