Hong Gil Dong – Episode 14

Chang Whe mengajukan tantangan pada Gil Dong, ia akan membantu Gil Dong untuk menolong rekan-rekan Gil Dong yang ditangkap jika Gil Dong mau melawan ayahnya. Terutama, Chang Whe ingin pedangnya kembali dan memberitahu Gil Dong untuk mencurinya, dari Raja.

Jadi dengan mempermainkan orang-orang, melawan satu sama lain, Chang Whe telah merencanakan posisi yang lebih ringan bagi dirinya sendiri. Semua yang perlu ia lakukan hanya meminjamkan pasukan bantuan yang kecil demi membantu Gil Dong, dan ia dapat meraih banyak tujuannya hanya dengan sedikit noda, atau darah, yang mengotori tangannya:

  1. Jika Gil Dong selamat, gak masalah, tapi jika dia mati, maka satu musuh telah hilang.
  2. Dia mendapatkan kembali pedangnya dan melangkah ke tahap selanjutnya untuk mendapatkan tahtanya kembali.
  3. Dia memberi pukulan yang besar bagi kakaknya yang merebut tahta darinya.
  4. Dia melemahkan menteri Hong, yang mana merupakan pendukung terbesar dari kakaknya dan orang yang bertanggungjawab atas kematian Ratu, ibu Chang Whe.

Gil Dong tidak segera memberi jawaban, dia terlalu marah dengan tindakan Chang Whe yang tanpa perasaan dan mau memanipulasinya, tapi Chang Whe yakin bahwa dirinya akan mendapatkan yang ia inginkan dari Gil Dong.

Gom menderita karena teringat kilas balik kehidupannya, merasa ngeri dengan apa yang ia alami sebelum diadopsi ke dalam kelompok bandit. Ternyata Gom itu masih sangat muda, bahkan seorang remaja, ia baru berumur 12 tahun! Tidak hanya merasa traumatis, tapi juga mengalahi hati yang hancur karena merasa bersalah menjadi satu-satunya yang selamat. Dia telah menyaksikan keluarganya dipukuli oleh para prajurit (dan sebenarnya ia juga), kemudian  ia berhasil melarikan diri sementara ibunya dan keluarganya yang lain berteriak padanya untuk lari meloloskan diri.

Masih terkejut, Gom mengingat kata-kata yang diteriakkan padanya supaya ia melarikan diri, dan pikirannya yang panik membuat ia tak dapat membedakan masa sekarang dan masa lalu, dia berusaha melarikan diri, membuat para prajurit menghentikan iring-iringan dan memukulinya. Yeon, yang melihat itu, segera melompat ke depan Gom untuk melindunginya dari pukulan para prajurit dengan tubuh Yeon sendiri.

Merintih, “Kumohon kasihanilah aku” Gom akhirnya tak tahan dan mengatakan kalau ia akan mengakui semuanya, siapa para bandit itu, di mana mereka bersembunyi. Para prajurit segera membawanya ke Menteri Hong.

 

Para bandit, mencoba untuk mencari cara menyelamatkan rekan-rekan mereka, sangat mencemaskan Gom dan memang seharusnya demikian. Gil Dong menjelaskan bahwa Gom mungkin akan menyakiti dirinya sendiri lebih dalam, dia telah merasa terbebani dengan rasa bersalah ketika mengetahui semua orang yang ia kenal dihancurkan. Dia pernah menjelaskannya pada Gil Dong pada suatu haru di masa lampau:

“Aku tidak seharusnya tertawa. Tidak untuk seorang anak yang jahat seperti aku. Aku tidak seharusnya berbahagia. Jadi ketika aku merasa terlalu bahagia, jika aku mulai menikmati kehidupanku ini, suara dalam hatikau memberitahu kalau aku tidak boleh terlalu bahagia. Bahwa aku tak boleh tertawa …. aku takut aku akan menjadi seorang yang jahat melawan kau dan semua orang lainnya.

Ketakutan Gil Dong terbukti benar, karena sisi rasional dari Gom berperang dengan sisi ketakutannya, mencegahnya untuk mengkhianati teman-temannya. Takut kalau ia akan jatuh dalam kelemahannya sendiri, Gom memasukkan tangannya ke mulut, dan kemudian menggigit lidahnya, sangat keras sehingga mulutnya mengucurkan darah segar dengan derasnya …. Ouch …

Chang Whe duduk di samping Enok yang patah semangat, yang sedang berusaha memahami kenyataan dari situasi yang dialami oleh Gil Dong. Dia mengakui, “Ketika ia masih menjadi seorang pria asing Cahaya Bulanku, dia sangat keren dan patut dikagumi. Tapi sekarang ketika aku tahu kalau orang itu Gil Dong, aku harap kalau itu bukanlah dia. Aku harap kalau dia tidak melakukan hal-hal yang berbahaya.

Chang Whe, walaupun kecewa bahwa ia selalu memikirkan mengenai Gil Dong, memberitahu Enok bahwa itu adalah sesuatu yang normal bagi semua orang untuk bertindak seperti itu ketika seseorang menjadi sangat berharga bagi mereka, “Kau menjadi egois mencoba untuk melindungi itu. Itu bukan kau seorang saja … Aku juga seperti itu” Tapi Enok masih teguh hati untuk menemukan cara agar dapat bersama-sama dengan Gil Dong. Dia hanya belum menemukan solusinya.

Karena para penduduk mendukung Hwal Bin Dang, Menteri Hong menyebarkan informasi palsu bahwa para perampok yang tertangkap bukanlah mereka, tapi sebuah kelompok penjahat yang terbukti melakukan banyak kejahatan yang keji. Pendapat umum segera berbalik melawan para tahanan, membuat para anggota Hwal Bin Dang yang tersisa murka saat mendengar para bangsawan yang sombong menghina mereka. Dalam kemurkaannya, Gil Dong bergumam, “Mereka telah membuat masalah dengan orang yang salah!”

Gil Dong menemui Chang Whe dan menerima usul Chang Whe,  berseru padanya dengan kemarahan yang benar-benar memuncak. Dia akan mencuri pedang itu, tapi ia memiliki satu hal yang ingin ia katakan pada Chang Whe lebih dahulu. Chang Whe telah mengatakan bahwa Gil Dong sedang menjaladi kehidupannya selayaknya orang mati, tapi siapa ia pikir dirinya itu, bertingkah seakan-akan lebih tinggi tingkatannya dan merendahkan Gil Dong?

“Tak peduli bagaimana mengganggunya semua hal itu, apakah kau tahu bagaimana kerasnya kehidupan yang aku jalani? Kau berkata aku hanya menyerang dari belakang? Menjalani hidup dalam persembunyian dan menyerang dari belakang?, tahukah kau bagaimana sulitnya melakukan itu?

Aku belum mati! Aku telah bekerja sangat keras! Bagaimana seorang yang telah mati dapat melakukan itu?

Baiklah! Mulai dari sekarang, aku tidak akan menyerang dari belakang! Aku tidak akan menyerang secara sembunyi-sembunyi! Sebaliknya, aku akan menyerang secara langsung dan terang-terangan!

Sebelum aku mencuri pedang untukmu, aku akan melakukan semua yang ingin aku lakukan”

Dia menekankan kata-kata penghabisannya dengan nada marah yang sarkastis, “Jadi mengapa kau tidak membantu kami untuk mencuri, Yang Mulia … ?”

Dengan ketetapan hati yang baru, Gil Dong segera mengarahkan Hwal Bin Dang untuk melakukan tugas terakhir mereka sebelum melakukan urusan pencurian pedang. Mereka menyusup ke kediaman para bangsawan yang korup dan mencuri balik apa yang menjadi hak dari rakyat. Kali ini Gil Dong tak peduli menutupi wajahnya, seperti yang telah ia putuskan, untuk hidup secara terang-terangan sekarang.

Mereka meninggalkan pesan yang berisi: “Hwal Bin Dang telah di sini” dan membagi-bagikan hasil rampasan mereka pada rakyat miskin.

Dan kemudian, ini waktunya bagi mereka untuk melakukan urusan yang sebenarnya.

Rencana penyelamatan Gil Dong dimulai dengan mengklaim kembali identitas dari para anggota Hwal Bin Dang yang tertangkap, dan yang hilang karena gosip yang tersebar sebelumnya. Simpati dari rakyat segera saja berganti pada Hwal Bin Dang sekarang saat mereka mengetahuui bahwa pemerintah telah berbohong mengenai identitas para tahanan.

Bukan karena seruan rakyat dapat menyelamatkan para tahanan, tapi lebih mudah bagi pemerintah untuk mengeksekusi para kriminal itu jika rakyat percaya bahwa mereka itu adalah penjahat biadab daripada Hwal Bin Dang yang budiman.

Gil Dong menemui Enok, dan dari sikapnya yang menjadi pendiam, Gil Dong tahu bahwa kenyataan akhrinya terbuka di depan mata Enok.

Gil Dong: “Aku akan terus berjuang. Aku tidak akan melarikan diri lagi, dan tak menunggu waktu lama lagi aku akan tertangkap. Aku tidak akan mati, aku tidak akan membuang hidupku seperti sebelumnya. Aku akan melakukan apapun yang aku bisa lakukan untuk selamat. Tapi jika kau seperti ini, itu akan membuatku cemas. Aku cemas kalau-kalau kau akan datang untuk mencariku. Cemas kalau kau mengejarku, berpikir bahwa kau lebih cepat dari anak panah yang melesat, dan aku akan terus melihat ke belakang untuk melihatmu. Jadi pergilah dari pandanganku, jauh dari hadapanku. Aku harus melarikan diri untuk selamat, dan berbalik untuk melihatmu sangat menggangguku. Jadi lepaskanlah diriku dan pergilah…”

Tak mau menyerah, Enok meminta pada Gil Dong (yang membuat hatinya tergerak dengan pemujaannya yang tak goyah sedikitpun pada Gil Dong):

Enok: “Kalau begitu … aku akan mengawasimu dari jauh saja, jauh dari pandanganmu. Aku tidak akan mengejarmu, dan aku tak akan membuatmu cemas. Aku hanya mengawasimu dari jauh. Apakah boleh aku melakukan itu?

Gil Dong: “Dapatkah kau melakukan itu? Dapatkah kau hanya melihatku tertangkap, dan mengawasi dari kejauhan?”

Masih tenang, Enok tidak punya jawaban untuk pertanyaan Gil Dong. Dia menutup matanya, dan ketika ia membuka matanya, Gil Dong sudah menghilang dari sisinya.

Waktunya untuk beraksi. Malam ini, Gom, Yeon, dan para bandit yang lainnya akan segera dieksekusi. Gil Dong mengambil tongkat pimpnan dari Su Geun dan memberitahu pada anakbuahnya karena ia yang memulai ini, dia akan bertanggungjawab. Semua orang segera menyatakan kesetiaan mereka.

Menteri Hong memimpin pelansanaan eksekusi itu, menundanya berharap bahwa Gil Dong akan muncul, karena ini sebenarnya adalah jebakan untuk menangkapnya. Gom gemetar ketakutan, tapi Yeon mengatakan bahwa pada akhrinya mereka akan mati sebagai Hwal Bin Dang, dengan sedikit harga diri. Rakyat yang datang untuk menyaksikan eksekusi, dan yang telah dibantu oleh para pencuri budiman itu, menyatakan kesetiaan mereka pada para tahanan itu.

Dan, pada menit-menit terakhir, Gil Dong mengumumkan kedatangan mereka … benar-benar terang-terangan …

Ayah menghadapi anak. Sementara itu, rakyat tak dapat mempercayai bahwa Hong Gil Dong yang disangka mati ternyata masih hidup, dan sekarang menjadi pemimpin dari Hwal Bin Dang.

Hong memerintahkan anakbuahnya untuk menangkap Gil Dong, tapi Gil Dong memberitahu mereka bahwa pertama ayahnya itu harus melepaskan para tahanan. Jika permintaannya ditolak, maka ia sudah bersiap untuk melangsungkan pertempuran di tempat ini dan sekarang juga, dan menunjukkan dinding manusia, para petarung yang telah ia bawa. Berdiri di belakangnya adalah semua anggota Hwal Bin Dang, juga Chang Whe dan pasukannya.

Gil Dong mengatakan kalau ia akan menyerahkan dirinya sendiri jika anakbuahnya dilepaskan, dan memanggil Menteri Hong: “Ayah” di hadapan semuanya. Dengan memiliki sedikit pilihan, Menteri Hong terpaksa memberi perintah untuk melepaskan para tahanan.

Ketika Gil Dong sedang akan menyerahkan dirinya sendiri, ia menatap di kerumunan orang, dan melihat Enok di sana, memberinya dukungan dengan diam. Teringat pada pertanyaannya, apakah Enok dapat tetap diam dan melihatnya tertangkap, Enok tak menjawab, tapi sekarang Enok menjawabnya dengan tindakan. Mereka bertukar pandangan dalam bisu, Enok kemudian menggerakkan bibirnya untuk mendukung tanpa kata, “Jiayou!”, sementara Chang Whe mengawasi mereka dari kejauhan, hatinya tawar.

Dengan mata berkaca-kaca, Gil Dong menyerahkan diri.

Dia dipenjara dan disiksa. Ayahnya tak memahami apa yang dilakukan oleh Gil Dong, merasa frustasi dan marah karena anaknya telah menyia-nyiakan hidupnya dengan menjadi seorang pencuri, Gil Dong menjawabnya: “Kau tahu dengan baik siapa pencuri terbesar di negeri ini!”

Menteri Hong memberitahu bahwa ia dapat melepaskan Gil Doang dan mengirimnya ke tempat yang jauh. Tapi Gil Dong telah menetapkan hatinya untuk mendapatkan kembali hidupnya yang hilang, dan memberitahu ayahnya bahwa ia tidak akan melarikan diri lagi. Dunia tidak mengijinkan dirinya untuk melakukan apapun juga, jadi sekarang ia melakukan yang terbaik yang bisa ia lakukan untuk mengubah dunia.

Gil Dong: “Ketika aku masih seorang anak kecil, mendambakan untuk menjadi anakmu dan tak mengetahui apa yang harus aku lakukan, aku bertanya padamu apa yang dapat kulakukan dan seharusnya kulakukan dengan diriku ini. Tapi sekarang, Aku akan bertanya pada dunia ini.”

Di semua pelosok kota, rakyat bedoa dan terus berjaga-jaga demi Gil Dong, yang sekarang telah mereka anggap sebagai pelindung rakyat.

Chang Whe sangat lega bahwa Enok tidak lagi berkeliaran dan menubruk ke sana kemari mengejar Gil Dong, tapi Enok memberitahunya bahwa ia masih berpikir dengan keras megenai pemecahan atas dilemanya:

“Aku harus bisa tinggal di sisi Gil Dong, tapi aku tidak tahu bagaimana caranya agar dapat tetap bersamanya sebagai seorang teman. Aku akan berpikir keras mengenai ini.”

Enok memang bukan seorang gadis yang cepat berpikir, tapi ia adalah seorang yang teguh hati. Chang Whe merasa lebih kecewa dengan jawabannya, dan bertanya padanya hampir seperti mendesak:

“Tidak dapatkah kau tinggal denganku? Jangan pergi padanya, dan tinggallah di sini. Aku akan melindungimu dan memastikan kalau kau tidak berada dalam bahaya, jadi tinggallah di sisiku

Enok salah mengartikan ini sebagai perhatian biasa belaka, dan memberitahu Chang Whe untuk tidak mencemaskannya: “Aku dapat melindungi diriku sendiri. Dengan cara itu, aku dapat melindungi Gil Dong juga. Tapi terima kasih karena telah mencemaskan diriku.” …. hahaha Enok emang telmi …. Chang Whe merasa kata-katanya itu menohok perasaannya dengan keras … duh …

Eun Hye, yang berdiri di hadapan ayahnya meminta ijin agar dapat menemui Gil Dong di penjara, bahkan mengancam akan melukai dirinya sendiri, dan ayahnya yang memang lemah hati terhadap anak gadisnya yang satu ini dengan terpaksa mengabulkannya.

Sakit hatinya melihat Gil Dong dalam kondisi mengenaskan seperti itu, memberitahu bahwa ia, entah bagaimana, akan berusaha menyelamatkan Gil Dong. Dia akan meminta bantuan ayahnya, pada akhirnya Gil Dong harus melakukan apapun juga yang dapat Gil Dong lakukan untuk membuatnya bahagia, tapi Gil Dong memberitahu Eun Hye untuk kembali saja. Dan meskipun ia dapat keluar hidup-hidup, dia tak ingin melihat Eun Hye lagi.

Walaupun Eun Hye sangat cemat dengan keselamatan jiwa Gil Dong, akhirnya dia memang harus bertanya, merasa terluka dan marah:

Eun Hye: “Bahkan dalam situasi seperti ini, apakah kau baru saja mengatakan kalau kau tidak membutuhkan bantuanku?”

Gil Dong: “Trims, tapi aku tak butuh. Pergilah!”

Dengan ini, hati Eun Hye mengeras, airmatanya berhenti mengalir dan segera keluar.

Mungkin kalian bertanya-tanya apa tujuannya Gil Dong menyerahkan dirinya? …. heheheh … biarlah kusingkapkan sekarang, ternyata memang ada SATU tujuan. Tahap selanjutnya dari rencana para bandit membutuhkan pengorbanan besar dari Mal Nyeo. Sangat … sangat besar … dalam kenyataannya, semua orang cemas kalau Mal Nye tidak bisa keluar dengan selamat. Bahkan jika ia mampu, peran yang dilakukannya sungguh-sungguh tak disukai oleh mereka, yakni menjadi selir semalam dari Raja. Kwang Whe secara berkala membawa masuk gisaeng untuk semalam atau seperti itulah … tapi demi “melindungi kehormatan” keluarga Raja, para gisaeng itu dibunuh setelahnya untuk membuat masalah itu tetap tak tersingkap. Mal Nyeo menawarkan dirinya sendiri menyamar sebagai seorang gisaeng dengan maksud untuk memasuki Istana dan mencuri pedang.

Sialnya, di malam ketika ia sudah siap untuk dikirim ke Istana, dia diamati terus oleh pedagang ginseng (yang pernah dipalsu oleh Gil Dong), yang sangat marah karena telah salah menangani barang-barangnya. Perkelahian timbul di Gibang, dan Mal Nyeo terluka karenanya.

Enok membantunya untuk menutupi lukanya, tapi kelihatannya dia tak dalam kondisi yang cukup baik untuk membawakan perannya. Enok menawarkan dirinya sendiri sebagai pengganti, yang mana tak disukai dengan sebenuh hati Mal Nyeo. Bukan hanya ia bisa saja mati, tapi ia harus melacurkan dirinya sendiri pada Raja. Mal Nyeo mengingatkannya, “Itu adalah hal yang paling menjijikkan dan menakutkan di dunia ini!”

Tapi Enok tak peduli, ia ingin melakukan itu. Segera setealh ia mendengar bahwa rencana Mal Nyeo sebenarnya bertujuan untuk menyelamatkan Gil Dong, ia merasa sangat yakin dengan keputusannya ini. Enok telah berpikir selama ini (sepanjang episode ini deh ….) bagaimana caranya ia bisa tetap di sisi Gil Dong, dan akhrinya ia mendapatkan solusinya, dia dapat menjadi salah satu dari mereka. Dia akan bergabung dengan Hwal Bin Dang, dan ini akan menjadi misi pertamanya.

Mak Nyus … cuuuaaaantik boq …. dag dig dug der deh …. ahahahah .. asli beda banget … Enok cantiiiikkk ….. !!!!

Enok berpakaian seperti seorang gisaeng dan diantarkan ke Istana, di mana Menteri Choi (sekutu Chang Whe) memberikan informasi pada Enok. Choi juga mengenalinya dan menyadari bahwa dia bukanlah anggota bandit yang seharusnya ada di tempat ini. Rencana untuk Enok adalah mencuri pedang, setelah itu orang-orang Chang Whe akan mengambil alih. Jika mereka gagal, maka Enok kemungkinan besar akan mati di Istana.

Di tempat lain, Gil Dong meminta untuk dihadapkan pada Raja. Dia ada pesan dari Chang Whe, dan menolak untuk memberitahukannya pada orang lain selain Raja sendiri. Satu dari para pengawal, sekutu dalam penyamaran, menyerahkan pada Gil Dong sebuah pecahan kaca sementara ida dibawa ke kediaman gisaeng, di mana Raja berada.

Chang Whe tidaklah begitu cemas sampai Menteri Choi memberitahunya bahwa gisaeng dalam samaran adalah eorang bekas pekerja mereka, gadis pesuruh itu. Chang Whe tertegun, “Apakah kau maksudkan itu Enok?” Menteri Choi, di lain pihak, merasa terkejut saat mendengar namanya. Tinggal menunggu waktu saja Menteri Choi menyadari bahwa Enok sebenarnya adalah anak gadis dari Menteri yang dibunuh oleh Menteri Hong.

Enik dibawa ke hadapan Raja, yang segera saja menyukainya. Raja merasa gisaeng yang ini lain daripada yang lain, dan ketika ia mengamati Enok, dia merasa tersinggung dan gelli sekaligus bahwa Enok berani menatap matanya.

Gil Dong diantarkan ke Raja di tengah-tengah pengamatannya pada Enok. Kwang Whe kemudian bertanya padanya: “Apakah kau Hong Gil Dong?”

Enok menengadah ketika nama Gil Dong disebutkan, dan saat Gil Dong mengenalinya, Gil Dong menyadari kalau rencananya baru saja menyimpang dari rencana yang semula ….

5 comments on “Hong Gil Dong – Episode 14

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s