Hong Gil Dong – Episode 17

Chang Whe terpanah! Para anggota Hwal Bin Dang segera mundur untuk membawa Chang Whe ke tempat aman, sementara para anggota Yongmu nampak shock, dan pejabat pemerintah mencoba untuk menebak siapa itu siapa dan di pihak mana. Menteri Seo, misalnya, tak menyadari dengan jelas pengaruh apa yang akan timbul dari apa yang barusan terjadi sampai Menteri Hong, seperti biasa lebih cerdik, mengenali bahwa orang yang terpanah itu adalah sang pangeran. Dia juga mengenali Enok sebagai anggota dari kelompoknya Hong Gil Dong.

Gi Dong dan Enok berusaha merawat Chang Whe, yang kondisinya segera memburuk, lukanya sebenarnya tak terlalu parah, tapi panah itu telah diolesi racun, dan sekarang ia menggigil kedinginan. Gil Dong segera pergi keluar untuk mendapatkan penawar racunnya, meninggalkan Enok untuk mengawasi Chang Whe.

Dayang Noh dan Menteri Choi tahu kalau waktu sekarang ini adalah waktu yang genting bagi Chang Whe, tapi tangan mereka terikat dengan kehadiran Menteri Hong, yang berketetapan untuk menyelidiki semua ini.

Dayang Noh terpaksa harus tinggal sementara Hong berada di sana, benar-benar tak berkutik saat Menteri Hong menginterogasi orangnya, tak bisa pergi atau berbincang pribadi dengan orang-orangnya. Lagipula, untuk dunia luar, Yongmun dan Hwal Bin Dang tak ada hubungannya sama sekali. Tak seorangpun tahu kalau kedua kelompok ini telah bekerja sama, jadi posisi dari Yongmun aman, karena Gil Dong sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan mereka. Karena itulah Dayang Noh terpaksa tunduk dan bekerjasama dengan Hong untuk mencegah mereka terlihat bersalah atau dicurigai.

Dipenuhi dengan rasa cemas, Enok mencoba untuk membuat Chang Whe tetap sadar, berceloteh bahwa Chang Whe harus tetap sadar, bahwa Chang Whe tak boleh mati. Chang Whe mengingatkannya saat terakhir mereka di situasi yang seperti ini, ketika Enok merawat luka tusuknya di Episode 5. Dia mengakui bahwa ia hampir saja membunuh Enok sementara Enok tertidur. Enok mengatakan kalau ia tak peduli akan itu semua, ia telah memaafkan Chang Whe. Tapi Chang Whe menyadari bahwa pada hari itu ia tak akan mampu untuk membunuhnya:

Chang Whe: “Dengan kau berada di sisiku, aku menjadi manusia yang sesungguhnya.”

Enok: “Dengan kau berada di sisiku, keberuntunganmu akan sangat bagus, dan kau akan hidup.”

Chang Whe mencatat artinya itu, dan memberitahu Enok untuk tinggal bersamanya, kemudian … itu sebuah janji …

registers the meaning of that, and tells her to stay with him, then — it’s a promise.

Strategi Hong memecah belah membuat semua orang di Yongmun menjadi kacau dan bingung. Dayang Noh adalah satu-satunya orang yang mengetahui di mana penawarnya, tapi ia tak diijinkan untuk berinteraksi dengan orang lain. Chisu dan anakbuahnya berkeliling mencoba untuk menemukan Chang Whe, tapi walaupun mereka dapat menemukannya, mereka tak punya penawarnya, dan para prajurti dari Hong mengadang mereka untuk memasuki bangunan di mana pesta sebelumnya berlangsung. Dan sama juga dengan Gil Dong yang tak punya kesempatan untuk masuk ke bangunan itu, dan dengan waktu yang terus berjalan, bertarung akan menghabiskan banyak waktunya. Dia butuh sebuah cara untuk masuk ke dalam dengan aman, tanpa dicurigai.

…yang membuatnya terpaksa menemui Eun Hye, yang terkejut tapi belum tentu tidak senang melihat Gil Dong menyelundup masuk ke kamarnya di tengah malam seperti ini.

Eun Hye sangat gembira saat mendengar Gil Dong meminta bantuannya, dan bertanya: “Kau kemari karena kau membutuhkan bantuanku?” Kata-kata itu sebenarnya sebagai pernyataan penerimaan, mengingat bagaimana Gil Dong dulu telah menolak Eun Hye, mengatakan bahwa ia tak membutuhkan Eun Hye ketika ia ditahan di Istana.

Kedatangan Eun Hye di markas Yongmun tepat pada waktunya, Chisu dan dan Dayang Noh sebelumnya masing-masing secara terpisah telah membuat kesimpulan yang sama, untuk melakukan usaha terakhir mereka yang nekat. Itu akan berakhir dengan kekerasan dan juga akan membuka penyamaran mereka, membahayakan rencana mereka dan juga hidup mereka.

Untungnya, Eun Hye diijinkan masuk ke dalam, dan kisahnya cukup bagus untuk mengalihkan kecurigaan Menteri Hong. Dia memberitahu pada Dayang Noh bahwa ia datang kemari untuk mengambil “obat” yang dijanjikan untuk dikirim padanya sebelum ini. Kemudian bertanya pada Menteri Hong, apakah Menteri Hong tak berkeberatan jika Dayang Noh menyingkir sejenak untuk memberinya obat itu? Menteri Hong setuju, setelah ia menyelidiki mengenai sifat dari obat itu, yang jawabannya dijamin membuat setiap orang bergidik dan segera membatalkan pertanyaannya: Itu untuk “datang bulan wanita”

Eun Hye memberikan penawar racun itu pada Gil Dong setelah pertama-tama menggunakannya untuk mengancam Gil Dong untuk mengakuinya sebagai “salah satu dari mereka”. (Aku rasa ia tak bermaksud benar-benar bergabung dengan Hwal Bin Dang; ia hanya ingin diijinkan untuk bersama-sama dengan mereka daripada terus menerus ditolak). Tak punya pilihan lain, Gil Dong menyetujuinya, dan penawar racun itu segera berpindah tangan.

Gil Dong segera menuju ke tempat Chang Whe dan Enok berada, kemudian meminumkan penawar racun itu pada Chang Whe. Tak berapa lama kemudian tampak kondisi Chang Whe membaik, tapi ia masih lemah dan merasa kesakitan, membuat Gil Dong dan Enok mengatur dengan hati-hati saat memindahkannya ke tempat yang lebih aman. Eun Hye sekali lagi menawarkan bantuannya, yang sekali lagi diterima dengan enggan, karena memang kehadiran dari Eun Hye memberikan kesempatan pada mereka yang mana tak dapat diberikan oleh penyamaran biasa belaka: penyamaran resmi!

Para bandit Hwal Bin Dang berpakaian sebagai pelayan dan mengusung Eun Hye yang naik tandu, dan di dalamnya Chang Whe juga bersembunyi. Ketika mereka berhenti pada pos pemeriksaan, Eun Hye menggunakan sikapnya yang paling dingin, dan paling angkuh untuk menakuti para penjaga agar membiarkan mereka berlalu. Dan mereka berhasil sampai di markas Hwal Bin Dang tanpa ada insiden selanjutnya.

Gil Dong menghadapi Dayang Noh, dan tak ada rasa kasih satu sama lain di antara mereka berdua. Dia menegur Dayang Noh karena telah bertindak di luar perintah dari Chang hw, dan Dayang Noh mengingatkannya mengenai tujuan mereka yang saling bersilangan:

Lady Noh: “Dunia yang kau tentang adalah dunia di mana ia harus memerintah suatu hari nanti!”

Dayang Noh bersikukuh kalau ia akan menyingkirkan setiap orang yang membahayakan Chang Whe. Gil Dong bertanya apakah Dayang Noh berpikir caranya ini menjamin keselamatan dari Chang Whe? Gil Dong mengingatkannya bahwa jika Chang Whe menginjak semua yang ada di jalannya agar mendapatkan tahta, yang memang seharusnya ia warisi, dia mungkin saja berakhir sinting sama seperti raja yang sekarang bertahta: “Menjadi berbeda dari kakaknya, dia ingin menjadi Raja yang mana rakyat yang ia lindungi menginginkannya menjadi Raja.” Gil Dong memberitahu Dayang Noh untuk melakukan ini bersama-sama, atau kalau tidak masalah akan muncul di mana-mana.

Di markas para bandit di gunung, Enok merawat Chang Whe, yang bertanya-tanya apakah ia dapat melindungi “mereka yang ia sayangi” dan menjadi seseorang yang mereka inginkan. Enok bertanya siapa “orang yang ia sayangi”? Chang Whe menjawab kalau ia mengartikannya dalam pengertian secara umum (rakyatnya), dan juga seseorang yang khusus. Bingung, Enok menebak: “Gil Dong?” …. ngakaq … asli telmi si Enok … ahahahah …. Chang Whe menjawab: “Dia (Gil Dong) itu seseorang yang harus diajak bekerja sama bukan untuk dilindungi … Sesungguhnya, orang itu adalah adalah orang yang aku takut kehilangan dirinya pada dia (Gil Dong)!” Telmi seperti biasanya, Enok tak bisa menebak siapa yang Chang Whe takutkan untuk kehilangan, dan Chang Whe menghela napas kesal, “Kau sama saja seperti sebelumnya …” … ahahahaha …

Enok berniat meninggalkan Chang Whe untuk beristirahat, tapi Chang Whe memintanya untuk tinggal, mengingatkan janjinya untuk tidak meninggalkan sisinya. Enok menyahut kalau ia mengartikan itu dalam perkataan kiasan, dengan maksud kalau ia ingin agar Chang Whe jangan mati, tapi akhirnya tetap tinggal menemani Chang Whe sampai jatuh tertidur.

Enok kemudian mengingat bahwa Gil Dong juga terluka dalam pertarungannya, dan meracik obat sementara bertanya-tanya mengapa Gil Dong membutuhkan waktu begitu lama untuk bercakap-cakap dengan Eun Hye. Tapi Enok tak perlu cemas, karena jawaban pertanyaanya itu tidaklah seperti yang dibayangkan dan ditakutkan olehnya.

Gil Dong menunjukkan Eun Hye kamarnya untuk bermalam, mengingatkannya bahwa mereka tdiak akan memenuhi permintaan yang berlebihan di sini. Eun Hye memberitahu Gil Dong bahwa ia tak akan mengajukan perintah yang konyol seperti sebelumnya, menggelitik Gil Dong untuk menyahut bahwa pada akhirnya ia mengakui bahwa mereka tidaklah konyol. Eun Hye mengakui bahwa ia hanya bisa berbicara seperti itu karena ia tak tahu bagaimana berkata-kata pada Gil Dong, dan Gil Dong memberitahunya untuk berkata jujur, seperti sekaragn. Eun Hye bergumam bagaimana betapa bagusnya jika sebelumnya mereka bisa memulai lagi dengan benar, dia berbicara dengan sejujurnya, dan Gil Dong akan lebih baik lagi sikapnya, seperti sekarang ini.

Tapi Gil Dong dengan segera menghentikan celotehannya, memberitahu bahwa ini adalah saat terakhir mereka berbicara seperti ini, dia harus kembali lagi ke seberang batas, di mana tempatnya berada.

Gil Dong mencoba untuk membantu Eun Hye mengabaikan dirinya dengan menjelaskan kalau dirinya ini seorang pria yang jahat. Misalnya, mengetahui kalau Eun Hye adalah tunangan kakaknya, bagian mana ia tidak menolaknya segera dengan maksud agar Eun Hye dapat kembali kepada kakaknya: “Jangan biarkan dirimu dikelabuhi oleh seorang pencuri seperti aku!”

Terluka, Eun Hye hatinya menjadi dingin, dan ia berkata pada Gil Dong: “Aku tahu. Aku bukanlah seorang yang bodoh.” Setelah Gil Dong pergi, ia berkata pada dirinya sendiri”

Eun Hye: “Aku akan kembali, aku tak dapat menyeberangi batasan itu dan datang kemari. Sebaliknya, aku akan menarikmu menyeberangi batas agar di sisiku, jadi aku dapat memilikimu.”

Menteri Hong memerintahkan orang-orangnya untuk mencari tahu mengenai identitas dari Enok: latar belakangnya, keluarganya….

Gil Dong akhirnya kembali untuk memeriksa Enok, yang jatuh tertidur saat meracik ramuan obatnya. Segera saja sikapnya berubah menjadi seperti seorang anak kecil, sedih karena lukanya diabaikan karena Chang Whe terluka berat.

“Aku juga terluka di sini juga,” Ia bertingkah seperti seorang anak kecil yang sedang diabaikan. Menyentuh bibirnya yang berdarah:

Gil Dong: “Itu sungguh menyakitkan. Jika aku tak segera mendapatkan perawatan, aku mungkin dalam masalah yang sangat besar. Aku butuh pernapasan bantuan darurat”

Gil Dong memajukan wajahnya dan mencium bibir Enok, yang masih tertidur.

Gil Dong mengundurkan diri lagi: “Sudah baikan”

Aaaaaaaaaaaaaaaaa … Gil Dong nakaaaaaaaaaalllll …… ahahaha …

Pagi harinya, sikapnya terhadap Enok yang sudah bangun sangat berbalik 180 derajat: Enok berkomentar pada Gil Dong bahwa ia pasti sudah dipukuli oeh si pria besar itu, dan Gil Dong berusaha membela diri: “Dipukuli? Aku memukulinya lebih banyak!”

Enok mengatakan kalau ia akan membuatkan masakan obat, tapi Gil Dong membatalkan maksudnya itu, tersenyum dan menyentuhkan jarinya pada bibirnya: “Biarkan dia mendapatkan obat pahit. Aku mendapatkan resep yang berbeda. Itu sangat efektif, jadi aku tak merasakan sakit sama sekali.” Enok tak mengerit dengan jawabannya dan memberitahu Gil Dong agar membagikannya pada Chang Whe kalau itu memang sangat bagus. Gil Dong, dengan penuh rasa memiliki, menolak: “Tak bisa! Itu milikku seorang!”

Chang Whe sudah pulih dari lukanya. Gil Dong berterima kasih pada Chang whe karena telah menghadang panah itu dan menyelamatkan nyawanya.

Chang Wha mengatakan kalau tindakannya ini justru membantunya untuk meraih sesuatu yang lebih baik, Gil Dong mendukungnya: “Kau tak dapat mengkhianatiku sekarang!” Gil Dong mengatakan karena Chang Whe telah membahayakan dirinya untuk membantu Gil Dong, pada kenyataannya Gil Dong lah yang sekarang mendapatkan bantuan dari Chang Whe. Mereka bertanya-tanya: “Apakah kalau begitu kita beruda sebenarnya saling membantu?

Lucunya, hal ini justru membuat mereka tidak nyaman, jadi Gil Dong dengan canggungnya memberitahu Gil Dong untuk kembali ke rumahnya. Chang Whe menyahutnya: “Aku sebenarnya juga ingin segera pergi”

Chang Whe kelihatannya telah memahami bahwa peranannya dalam cinta segitiga itu adalah yang paling tidak diinginkan, dan tampaknya ingin melangkah mundur. Itu bukanlah seperti Chang Whe menyerah mengenai Enok, tapi aku rasa Chang Whe itu tahu kalau ia akan melakukan sebuah pertarungan yang sia-sia ketika melihatnya …

Tapi tentu saja, Chang Whe akhirnya menemukan cara untuk mengubah hubungan mereka, yang mana membuat posisinya tak perlu dikasihani:

Chang Whe: “Kau mengatakan kalau kau harus bersama dengannya. Tapi aku memutuskan untuk melakukan perjalanan dengannya juga, yang berarti kau dan aku akan pergi bersama-sama juga … Jadi janganlah lupa kalau aku di sini ada di sampingmu. Terima kasih karena kau mengatakan kalau aku ini penting bagi dirimu. Dengan perkataanmu itu, aku akan dapat bertahan di sisi baikku sementara ini.”

Chang Whe kembali ke kediamannya dan segera menemui Dayang Noh, menegurnya karena telah melangkah terlalu jauh bahkan melampaui kewenangan Chang Whe dengan memerintahkan pembunuhan Gil Dong. Dayang Noh meminta maaf dan juga merasa ngeri karena hampir saja ia membunuh Chang Whe, berusaha menyakinkan Chang Whe dengan berurai air mata, bahwa ia tak akan lagi melangkahi Chang Whe atau bertindak tanpa perintahnya.

Chang Whe berkata tegas padanya, tapi tak marah, menyadari kalau Dayang Noh pasti juga merasa bersalah, dan lagi semua ini dilakukan Dayang Noh demi dirinya. Tapi Chang Whe mengatakan kalau ia ingin mendapakan hak yang sesungguhnya untuk memerintah rakyatnya, bukan hanya melalui pernyataan dari kepemilikan pedang itu.

Para anggota Hwal Bin Dong mengakui integritas yang sama yang ada pada Chang Whe, melihat bahwa orang ini tak nampak berbeda dari bangsawan umumnya. Gom bertanya: “Jika orang seperti dia menjadi Raja, apakah dunia akan berubah?” Su Geun bertanya apakah Gil Dong mempercayainya, yang dijawab oleh Gil Dong: “Dia mengatakan mengatakan kalau ia bersama-sama dengan kita tanpa keraguan, jadi kita harus mempercayainya.”

Para penduduk menyimpulkan hal yang sama, melihat bahwa pangeran yang lama hilang ada di pihak Gil Dong, mungkin dia akan menjadi Raja yang akan menyelamatkan rakyatnya. Masalahnya adalah, bahwa prinsip yang sama itulah yang membuat Chang Whe sangat populer di mata rakyat menumbuhkan ketidaksetujuan dari para bangsawan.

In Hyung, masih saja tak sadar-sadar … tetap menahan rasa amarahnya pada Gil Dong, dengan bodohnya percaya bahwa membunuh Gil dong akan menyelesaikan permasalahannya dan memenangkan hati Eun Hye. Eun Hye memberitahunya bahwa In Hyung tak akan pernah mendapatkan perhatian darinya, hari di mana ia jatuh cinta pada Gil Dong adalah hari di mana In Hyung mengkhianati Gil Dong (Episode 5, di Gibang saat In Hyung menusuk hati Gil Dong dengan kata-katanya, dan menusuk tangan Gil Dong dengan pisau). In Hyung, yang tek pernah belajar dari pengalaman, bersumpah: “Aku akan menangkapnya, dan hatimu juga!”

Legenda Gil Dong terus menyebar dan bahkan semakin meningkat di mana semuanya dikaitkan dengannya. Misalnya, keanehan terakhir adalah serangkaian kematian yang dikatakan disebabkan karena para hantu, yang tentu saja dikaitkan dengan Gil Dong, kendatipun kenyataanya tak ada kaitannya Gil Dong dengan beberapa kematian itu.

Gil Dong tak mempercayai adanya hantu, dan menjelaskan bahwa ia akan mencari tahu lebih banyak mengenai para bangsawan yang mati itu: “Jika kau menemukan lebih banyak mengenai mereka yang mati, maka kau akan menemukan pembunuhnya!”

Jadi Gil Dong segera menuju ke Gibang utnuk bertanya mengenai pria yang mati terakhir. Si konyol Menteri Seo juga ada di sana, mengamati para pria muda, mencarikan suami bagi anaknya. Melihat betapa keras kepalanya Eun Hye, yang sangat memuja Gil Dong, Seo menyangka kalau ia menemukan seseorang yang seperti Gil Dong untuk mengalihkan pemujaan si Enok. Seo menghela napas pada beberapa anak muda bangasawan ada di gibang itu juga dan bertanya-tanya mengapa Eun Hye tak jatuh cinta pada salah satu dari mereka.

Sementara berbicara pada para gisaeng, Gil Dong mendengar adanya sebuah keributan, dan melihat seorang anak bangsawan yang msih muda memukuli seorang gisaeng, mengutuki gisaeng itu dan menendangiya ….Jelas sudah sesuatu harus dilakukan ….

Merasa jijik dengan soarng pria pemukul wanita itu, Gil Dong segera menyerbu masuk ke ruangan mereka. Beberapa pukulan setelahnya, urusan itu berakhiri dengan lancar, dan takmenyia-nyiakan waktu segera meminum munuman mereka dan menegur mereka. Para anak-anak muda bangsawan itu dalam ketakutannya, gemetar tak keruan, bertanya mengapa Gil Dong, seorang bangsawan seperti mereka, bersikap seperti ini pada mereka. Gil Dong: “Memanggilku sebagai seorang bangsawan seperti kalian membuatku merasa sangat malu.”

Mereka bertanya siapa sebenarnya Gil Dong. Gil Dong menjawab bahwa semua yang terjadi beberapa hari ini selalu dikaitkan dengan Hwal Bin Dang: “Anggap saja aku adalah Hwal Bin Dang.”

Ketika Gil Dong keluar dari gibang, Seo segera saja menyadari kehadirannya, bergumam: dia berpakaian bagus, maka pasti ia seorang bangsawan:

Seo: “Ditambah lagi, ia mirip dengan pencuri itu, dia seperti tipe yang diinginkan Eun Hye! Dia masuk dalam kriteriaku … Ah anak menantuku!

Gil Dong berjalan pulang ke markas bandit, dia merasakan sesuatu yang ganjil. Menyangka kalau ia sedang dikuntit, dia menyusup masuk ke sebuah bangunan, tapi rasa gelisahnya terus meningkat. Dia mengawasi ke sekelilingnya, setengah terlambat menyadari beberapa sosok bergerak di belakangnya, Gil Dong bertanya-tanya apa gerangan yang ada di luar sana …

Gil Dong: “Aww.. sial … mereka sungguh menakutkan!”

2 comments on “Hong Gil Dong – Episode 17

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s