Warrior Baek Dong Soo – Episode 18

Pangeran memberikan pedang pada Dong Soo, yang bersumpah kalau ia akan berhasil dalam penyelidikannya ini.

Tuan Hong bertemu dengan anaknya dan juga un. Sementara memang pihak Hoksa Chorong yang membantu untuk membawa masuk ginseng palsu ke dalam Istana, kerugian di pihak mereka juga akan sangat tinggi dan itu akan menimbulkan masalah yang lebih dalam daripada yang lainnya. Tapi bagaimanapun juga, mereka semua akan dalam masalah besar jika penyelidikan mengenai insiden Ratu membuat mereka terkait di dalamnya.

Di Istana, Ratu mulai pulih, dengan Tuan Kim menungguinya di sisi tempat tidur. Ratu memberitahu Tabib Istana untuk tetap mengatakan pada semua orang bahwa ia masih tak sadarkan diri.

Un memberitahu Tuan Hong bahwa Hoksa Chorong tak akan ikut campur dalam penyelidikan mengenai masaalah ginseng palsu atau kapal yang tenggelam. Un berpikir kalau ini akan membawa begitu banyak perhatian ke pihaknya, dan ia yakin kalau para pejabat dapat dengan mudah mengalihkan kesalahan itu.

Dong Soo bertemu dengan Ji Sun, Sa Mo, dan Gwang Taek, memberitahu mereka mengenai perintah penyeldikan ini. Ji Sun menawarkan bantuannya, karena ia tahu banyak mengenai ginseng. Dong Soo merasa kalau itu terlalu berbahaya bagi Ji Sun, tapi pada akhirnya Ji Sun berhasil membujuk mereka semua.

Photobucket

Jin Ju bangun di gubuk hutan dan mendapati kalau Chun sudah merasa sedikit lebih baikan. Chun memberitahunya untuk bersiap-siap meninggalkan tempat ini. Mereka kemudian makan bersama, di mana ia memberitahu Chun bahwa ia hanya menerima makanan itu untuk menjadi lebih kuat, sementara Chun dengan manisnya menaruh beberapa lauk di nasi Jin Ju. Jin Ju bertanya padanya berapa banyak orang yang terbunuh dengan pedangnya itu, dan ketika Chun bertanya kenapa, Jin Ju dengan segera mengembalikannya dan mengatakan lebih baik tak usah menjawab saja.

Dia mengambil pedagnnya dan menatapnya. Chun bertanya apakah Jin Ju mengasihani orang-orang yang ia bunuh atau berpikir kalau ia menjijikkan? Jin Ju menjawab kalau ia merasa ibunya patut dikasihani. Chun kemudian menyimpan kembali pedangnya.

Dong Soo dan Ji Sun keluar untuk menyelidiki masalah ginseng, jadi Sa Mo menyuruh mereka membawa Mi So juga, karena ia tahu banyak mengenai pasar di sekitar sini. Ketika mereka sudah pergi, Sa Mo mendesah dan mengatakan kalau Dong Soo terlihat lebih matang sekarang, tapi ia benar-benar merindukan Dong Soo yang lebih lincah dan bersemangat.

Gwang Taek memeriksa keadaan Ji, tapi Jin Ki memberitahunya kalau Ji masih lemah akibat racunnya. Ji meminta maaf karena telah menjadi beban bagi mereka.

Photobucket

Di pasar, Mi So sangat gembira di samping Dong Soo yang mengawal Ji Sun. Mereka pergi dari satu pedagang ke pedagang lain, sampai akhirnya mereka menemukan seorang pedagang dengan ginseng palsunya. Mereka meyakinkannya untuk berbicara, dan pedagang itu mengatakan kalau ia mendapatkan itu dari seorang saudagar pemerintah, mempercayai kalau itu adalah jenis ginseng yang disukai oleh Pangeran.

Dayang dapur memberitahu Tuan Hong kalau Cho Rip mendapatkan sisa dari teh ginseng yang diberikan pada Ratu. Tuan Hong memberitahunya kalau dayang itu seharunya bertannggunjawab karenanya dan menyuruhnya untuk membunuh diri. Dayang itu mencoba untuk lari, tapi pengawal pribadi Tuan Hong menghentikannya dan memaksanya untuk meminum racun.

Photobucket

Dong Soo, Ji Sun, dan Mi So pergi menuju ke dermaga untuk memeriksa kapal-kapal yang akan datang, tapi mereka harus menunggu kedatangan perahu itu. Mereka kemudian berkeliling dan bercakap-cakap dengan para pedagang yang juga sedang menanti di sana dan menemukan bahwa perahu yang mereka nantikan bukanla kapal dagang tapi sebuah kapal perang.

Dong Soo kembali ke Istana dan ketika ia berada di sana, ia lihat para pengawal sedang membakar pasokan ginseng. Dia bertemu dengan Cho Rip, dan mereka pergi ke tempat mana Dong Soo pikir beberapa ginseng mungkin masih tersisa.

Photobucket

Pada saat yang bersamaan, berita mengenai karamnya kapal perang sampai di Istana. Dan itu bukanlah sebuah kapal perang kecil melainkan sebuah kapal perang yang cukup besar. Tuan Hong menyatakan kalau hanya sebuah tindakan perang yang dapat menghancurkannya (sebagai bantahan akibat dari tabrakan dengan karang, seperti yang dikatakan oleh para ABK). Tuan Hong mencoba untuk menyalahkannya pada para bajak laut Jepang. Karena Tuan Hong adalah Menteri Perang, dia memang berada dalam posisi yang tepat untuk memfitnah mereka.

Tuan Kim, ayah Ratu, sangatlah meragukan pernyataan dari Tuan Hong, dan menduga kalau ini mungkin adalah kapal perang yang digosipkan mengangkut ginseng. Sebaliknya, Tuan Hong menyebutkan bahwa lebih baik kalau Ratu segera bangun.

Raja di sisi tempat tidur Ratu, merasa kepikiran karena Ratu sangat sakit. Saat ia keluar bertemu dengan Pangeran yang  juga mampir untuk melihat Ratu, tapi sementara mereka berada di luar ruangan mencemaskannya, sang Ratu yang berada di dalam ruangan sedang berdandan … olala …

Chun kembali ke kota untuk membeli beberapa persediaan makanan dan terlihat oleh beberapa pengawal. Ia menakuti mereka sampai lari.

Di rumah Sa Mo, Jin Ki mencoba untuk membuat Ji bersemangat dengan memberitahu kalau Chun dan Ji akan baik-baik saja. Ji mengatakan kalau ia sudah merasa lebih baikan, tapi ketika ia mendengar berita mengenai Ratu yang pingsan setelah meminum teh ginseng dan mengenai penyelidikan yang dilakukan oleh Dong Soo, Ji tahu kalau Hoksa Chorong akan dalam masalah besar karena keterlibatan mereka dalam membawa ginseng itu masuk ke dalam Istana.

PhotobucketPhotobucket

Tuan Hong meneruskan rencananya untuk memfitnah bandit Jepang dengan meletakkan panah di antara reruntuhan kapal. Dia kemudian menunjukkan panah itu sebagai bukti kepada Raja. Raja masih ragu-ragu mengenai itu, dan mengatakan itu tidaklah cukup sebagai bukti. Raja memerintahkan agar sebuah tim yang berpengalaman dalam bidang kelautan untuk melakukan penyelidikan ulang atas insiden tenggelamnya kapal ini. Sementara Tuan Hong menerima bebereapa perintah dari Raja, mereka mendapatkan kabar kalau seorang dayang dapur Istana ditemukan mati, kelihatannya bunuh diri dengan cara menggantung diri.

Cho Rip dan Dong Soo bertemu dengan satu kelompok pejabat pemerintah dan meminta diijinkan mengunjungi dapur Istana.

Dayang dapur Istana menunjukkan mereka persediaan ginseng mereka, yang sudah ada di dapur, bukan di gudang. Dong Soo melapor kembali pada Pangeran bahwa teh yang diminum oleh Ratu adalah teh ginseng palsu, bahwa ginseng itu yang seharusnya untuk Istana ternyata justru dijual di pasar lokal, dan bahwa para pedagang sedang menantikan ginseng palsu itu dari kapal perang yang karam. Jadi semuanya sekarang sudah terhubung. Dong Soo meminta agar diijinkan untuk meneruskan penyelidikan, sedangkan Cho Rip ingin menyelidiki peristiwa bunuh dirinya sang dayang dapur Istana.

PhotobucketPhotobucket

Un menemui Gu Hyang di Gibang. Gu Hyang bertanya megnapa Un tidak bertanya mengenai keadaan Ji Sun beberapa waktu ini. Un bertanya apakah ada sesuatu yang terjadi pada Ji Sun. Gu Hyang menjawab tidak, tapi ia pikir kalau Un mungkin sudah melupakan Ji Sun. Un memberitahunya bahwa itu tak akan pernah terjadi. Gu Hwang kemudian mengeluarkan sebuahkotak yang ternyata berisikan sisa teh yang diminum Ratu, yang sebelumnya diambil oleh Cho Rip. Kelihatannya Gu Hyang entah dengan cara bagaimana dapat membujuk Cho Rip untuk menyerahkannya pada Gu Hyang.

Gu Hyang memberitahu Un bahwa jika Cho Rip memiliki sisa ini, dan Ji Sun membantu mereka, maka mereka pasti tahu kalau itu adalah ginseng palsu. Gu Hyang memberitahu Un kalau ia punya sebuah perahu dan sudah menyiapkan rencana untuk Un jika ia ingin pergi ke reruntuhan kapal itu, tapi Un memberitahunya kalau itu tidak perlu. Un berterima kasih padanya, tapi memberitahu Gu Hyang agar tidak terlibat dengan masalah ini.

Sementara Gu Hyang beranjak pergi, Dae Ung datang dan memohon padanya untuk sebuah minuman dan Gu Hyang mengabaikannya. Kemudian Dae Ung memohon Un untuk membantunya, tapi Un sebaliknya hanya memberitahu Dae Ung bahwa Dae Ung sedang menguji kesabaran dari langit.

Dong Soo membuat rencana untuk pergi ke reruntuhan kapal. Ji Sun mengatakan kalau ia akan pergi juga, tapi Sa Mo bertanya siapa yang akan mengurus bisnis mereka. Ji Sun mengatakan kalau Jin Ju bisa, yang kemudian mengingatkan Dong Soo dan membuatnya sedikit cemas karena melihat kalau Jin Ju masih belum kembali. Tapi mereka berencana untuk melakukannya esok pagi.

Un memandang kotak yang berisikan sisa teh yang diminum Ratu.

Dong Soo dan Ji Sun bersiap-siap untuk menuju ke reruntuhan kapal perang.

Chang mendengar dari dua pengawal di mana mereka mellihat Chun.

Para pembunuh gelap menuju ke hutan di mana Chun berada, tapi Ji melihat mereka terlebih dulu. Chun dan Jin Ju (yang masih pincang karena luka di pergelangan kakinya) memulai perjalanan mereka menuju ke tempat pertemuan yang dijanjikan (dengan Ji).  Kelihatannya tempat itu adalah desa tempat Dong Soo kecil dulu tinggal, tapi sekarang sudah terbengkalai dan kosong. Chun mendengar suara dari pedang yang dihunus oleh para pembunuh gelap dan segera meraih tangan Jin Ju dan berlari ke sebuah jembatan di mana ia dapat melindungi Jin Ju dengan lebih mudah.

PhotobucketPhotobucket

Pertarungan sengit tak terelakkan. Seorang Chun yang lelah dan terluka masih lebih baik daripada para pembunuh gelap itu, tapi sekarang mereka berdua  sudah terpojok. Chang muncul dan seperti biasanya mengucapkan kata-kata tantangan, dan Chun membalasnya. Pertarungan dimulai kembali.

Ji sampai di tempat itu dan menemukan Jin Ju. Kali ini Chun meminta Ji yang menyelamatkan anaknya itu. Ketika mereka berusaha mencari jalan keluar, Ji berbalik dan Chang menusuknya.

Photobucket

Ini membuat Chun sangat murka sekali, tapi ia juga terkena sabetan di punggungnya ketika berbalik untuk melihat apa yang terjadi. Chun memberitahu Jin Ju untuk membawa ibunya pergi dari tempat ini, dan kemudian Chun menghadapai Chang.

Jin Ju memapah ibunya dan berjalan sambil terhuyung-huyung menyusuri hutan, berusaha menjauh dari tempat tadi, memohon agar ibunya bertahan.

Photobucket

Kembali ke pertarungan Chun vs Chang, sedikit mengecewakan karena tak diperlihatkan pertarungan mereka, sebaliknya hanya ditunjukkan bahwa mereka berdua sama-sama sudah lunglai, berdarah-darah di seluruh tubuh tapi masih memegang pedang masing-masing. Chang bersusahpayah untuk bangun dan mengatakan kalau kelihatannya akan membutuhkan waktu beberapa hari lebih dari yang direncanakan olehnya untuk membunuh Chun, kemudian ia pergi dengan sempoyongan setelah sebelumnya mengatakan kalau ia akan kembali mencari Chun nanti.

Chun dengan sempoyongan menuju ke hutan, mengikuti jejak Ji dan Jin Ju. Dia berjalan dengan terhuyung-huyung saat menuju ke Ji, sementara Jin Ju memohon Chun agar menolong ibunya. Chun memerintahkannya untuk mencari seorang tabib, menyuruhnya untuk bergegas.

PhotobucketPhotobucket

Kembali ke dermaga, Cho Rip sedang melihat  Dong Soo dan Ji Sun akan berangkat. Sebuah perahu datang dan mereka segera menaikinya. Kim Hong Do, si pelukis datang berlari menuruni dermaga dan juga naik di perahu itu bersama-sama dengan mereka.  Tapi ia juga menyenggol Cho Rip, memberikan sebuah kertas catatan padanya, yang dilakukan dengan cepat sehingga tak seorangpun menyadarinya.

Saat perahu itu mengangkat sauh dan berlayar pergi, Un mengawasinya dari atas kudanya. Dia mengingat pertemuannya dengan Tuan Hong sebelumnya. Hong menjamin kalau Ji Sun aman dan tak akan diusik, dan Un setuju untuk membantunya dengan menutupi masalah ginseng palsu. Un mengingatkan Hong bahwa ini adalah perjanjian mereka dan memintanya untuk mematuhi itu.

Hong Do bertanya pada Dong Soo apakah mereka tahu seorang gadis tomboi. Dong Soo segera menebak maksudnya kalau itu adalah Jin Ju, dan bertanya ada apa dengannya?

Kim Hong Do mengingat pertemuannya dengan Jin Ju di pasar ketika Jin Ju membeli obat-obatan untuk Chun, dan melihat luka di kakinya (dengan cara yang sedikit memuakkan sih :P). Hong Do memberitahu mereka bahwa ia bertemu dengan Jin Ju di pasar, dan kelihatannya pergelangan kaki Jin Ju terluka. Ia bertanya apakah Jin Ju sekarang lebih baikan? Dong Soo dan Ji Sun tampak kebingunan karena mereka pikir kalau Jin Ju dikirim entah kemana untuk melakukan tugas.

Photobucket

Di pantai, Admiral Seo sedang menyamar dan  mengawasi situasi, melihat beberapa orang membakar barang-barang. Tapi ketika ia mendatangi mereka untuk bertanya, mereka menjawab kalau itu bukanlah barang berharga dan segera pergi. Dia ingin melihat lebih dekat tapi dihentikan oleh polisi setempat. Seo kembali ke kantor mereka dan ditunjukkan sebuah kotak ginseng dari reruntuhan kapal, tapi ketika Kepala Polisi membuka kotak itu, ternyata kosong. Seo menyadari bahwa pasti ginseng itulah yang mereka bakar tadi. Dia berpendpatak kalau ini menjadi lebih dan lebih lagi membingungkan dirinya.

Seo kemudian mengumpulkan para ABK yang selamat dan juga pengawalnya dan memulai menanyai mereka satu persatu apa yang terjadi. Mengapa mereka menempuh rute yang berbeda daripada yang seharusnya? Apakah itu karena para bandit Jepang? dan banyak lagi yang lain. Tak seorangpun dari mereka berbicara. Tapi salah satu dari mereka mengingat malam sebelumnya, ketika ia berada dalam sel tahanan dan Un muncul, memberitahu mereka semua apa yang harus mereka katakan atau kalau tidak maka mereka akan mati: bahwa mereka mendengar sebuah letusan meriam dan kapal mereka tenggelam, itu pasti ulah para bandit Jepang! Orang itu mengulanginya pada Seo. Semua orang segera bergabung menyerukan hal yang sama, tapi Seo tidak mempercayai itu. Kali ini Seo menaruh pedangnya di leher dari seorang di antara mereka dan memerintahkan mereka semua untuk menjawab yang sebenarnya. Orang-orang itu bertahan dengan kisah mereka mengenai serangan bandit Jepang. Tapi ketika Seo bermaksud mengayunkan pedangnya, Hong muncul dan menghentikannya.

Ternyata Hong berhasil mendapatkan titah raja untuk memecat Seo … ya elah koq plin plan banget ya sekarang si Yeongjo?

Photobucket

Dong Soo dan yang lain sampai di kota, dan Hong Do mulai berbincang-bincang dengan para penduduk setempat untuk mendapatkan informasi. Dia berhasil mengetahuui bahwa seorang nelayan menyaksikan karamnya kapal perang itu, jadi mereka segera berpencar untuk menemukannya. Tapi pada saat itu, Un sedang sibuk mengancam nelayan itu. Un bertanya apakah si nelayan mengambil sesuatu dari kapal yang karam itu? Dan nelayan itu menyangkalnya. Un memberitahu pada nelayan itu jika ia ingin hidup, maka ia harus menghilang dari kota ini.

Dong Soo dan Seo akhirnya bertemu, dan masing-masing sangat senang bertemu satu sama lain. Dong Soo dan  yang lainnya mendengarkan kisah dari Seo dan menjadi waspada ketika mendengar bahwa Tuan Hong sendiri yang datang untuk memberhentikan Seo, tapi Seo dengan cerianya menyatakan bahwa ini adalah untuk ketiga kalinya dalam perjalanan karirnya ia dipecat ataupun diturunkan pangkatnya, jadi ia sudah terbiasa dengan itu … ahahaha … jadi senang juga dengan Jenderal Seo ini … 😀

Tuan Hong mendapatkan laporan kalau Dong Soo dan juga rekan-reaknnya ada di kota. Dia segera mengirimkan pengawal pribadinya untuk membunuh mereka semua tapi ini terdengar oleh Un.

PhotobucketPhotobucket

Chunmembuat tempat perlindungan untuk Ji agar bisa beristirahat di bawahnya, kemudian membersihkan tubuhnya sementara mereka menunggu kedatangan dari tabib. Chun memintanya untuk tidak banyak bicara dan menyakinkannya kalau Jin Ju baik-baik saja. Ji meminta maaf dan mengaku bahwa Jin Ju bukanlah anak gadis Chun … Chun tampak sedikit patah hati dan kecewwa … Chun akhirnya mengatakan kalau itu tak masalah. Jin Ju adalah anak gadis Ji, dan karena itulah sangat berharga di mata Chun. Chun mengingatkan Ji bahwa Ji telah meminta dirinya untuk menyelamatkan Jin Ju. Itu sudah cukup baginya.

Sementara malam perlahan-lahan turun, Ji semakin lemah. Ji memberitahu Chun bahwa ia akan segera mati. Ji meminta satu permintaan lagi pada Chun. Chun bertanya apakah Ji ingin menemui Gwang Taek? Chun kemudian mengangguk dan mengatakan bahwa sementara di hatinya hanya ada Ji, di dalam hati Ji hanya ada Gwang Taek. Chun memberitahu Ji bahwa itu tak apa-apa. Ji berterimakasih apdanya, dan ia segera mengirimkan merpati pembawa pesan untuk Gwang Taek … lah … muncul dari mana tuh ?

Photobucket

Jin Ju dalam perjalanannay kembali dengan seorang tabib, tapi didahului oleh Gwang Taek yang menunggang kuda. Chun hanya berdiri saja dalam diam ketika Gwang Taek memohon Ji agar bertahan dan hidup bersama dengannya. Gwang Taek meneteskan air matanya sementara ia memohon padan Ji agar tidak meninggalkan dirinya dan tetap hidup.

Photobucket

Sementara itu pada saat yang bersamaan, Dong Soo dan rekan-rekannya masih dalam penyelidikan. Mereka menginap di sebuah penginapan, dan Dong Soo turun untuk minum-minum dengan Hong Do.

Si pengawal Tuan Hong mengendap-endap saat Ji Sun sedang duduk di serambi muka untuk menghirup udara segar. Tapi ternyata Un juga mengendap-endap di belakang si pengawal itu, dan membuatnya lari terbirit-birit. Un kemudian mengamati Ji Sun lalu Dong Soo keluar dan memberitahu Ji Sun bahwa terlalu berbahaya di luar sini, dan menyuruhnya untuk masuk dan tidur.

Saat Ji Sun mau masuk ia melihat Un, tapi memberitahu Dong Soo bahwa itu bukan apa-apa. Ji Sun kemudian berjalan-jalan sebentar dan mengambil jalan memutar untuk menghadang Un. Dia bertanya pada Un apakah Un datang bersama-sama dengan Tuan Hong, Un mengiyakannya, bahwa itu adalah bagian dari tugasnya. Ji Sun memintanya untuk meninggalkan Hoksa Chorong, tapi Un memberitahunya bahwa tempatnya memang di sana.

Si pengawal itu kembali ke Tuan Hong dan melapor bahwa Un mencegahnya untuk membunuh orang-orang di pihak Dong Soo. Hong teringat ketika Un memberitahunya bahwa Hong lebih baik menghormati perjanjian mereka untuk tidak mengusik Ji Sun.

Hong kemudian mengatakan pada pengawalnya kalau ia akan pergi ke Hanyang, dan menyuruhnya untuk membunuh semua saksi dari kapal yang karam itu.

Si pengawal pribadi itu pergi ke penjara dan mengobarkan api di sel tahanan. Beberapa berhasil selamat dan melarikan diri, tapi pengawal itu segera membunuh mereka semua. Satu orang berhasil lari karena menuju ke arah yang lain, dan bertemu dengan Un, yang melihat kebakaran itu. Un merobohkannya.

Dong Soo melacak Ji Sun, yang mengatakan kalau ia hanya berjalan-jalan sebentar. Dong Soo melihat asap dan semua orang segera berlari menuju ke lokasi kebakaran untuk melihat apa yang terjadi. Tapi ternyata si pengawal itu kembali ke tempat Dong Soo, menguntit Ji Sun kembali. Satu-satunya orang yang selamat muncul dengan sempoyongan  dan memberitahu Seo, yang juga keluar untuk melihat, bahwa semua orang selain dirinya telah dibunuh. Kelihatannya Un telah menyelamatkan dirinya dan memberitahu orang itu untuk menceritakan kebenarannya pada Seo.

Photobucket

Dong Soo menyaksikan semua tubuh tahanan yang mati dan pergi. Un, di lain pihak, menemui Hong dan ingin memberikan balas jasa atas usahanya ingin membunuh Ji Sun. Hong dan Un saling berbantahan, kemudian mulai bertarung …

Iklan

5 comments on “Warrior Baek Dong Soo – Episode 18

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s