Warrior Baek Dong Soo – Episode 19

Un bertarung dengan Tuan Hong, menghancurkan seisi ruangan kemudian beralih ke halaman luar. Un sedang bergerak menuju ke Tuan Hong ketika ia dihadang oleh para pengawal, dan kemudian Hong memberitahu para pengawalnya untuk mundur. Pertarungan mereka berlangsung kembali dengan lebih dahsyat.

Un berada di atas angin dan sepertinya akan berhasil memberikan sebuah tusukan yang fatal pada Tuan Hong, tapi sebuah senjata yang dilemparkan menghantam tangannya. Dan pertarungan itu berhenti ketika Dong Soo memasuki halaman. Dong Soo bertanya pada Un apa yang sedang terjadi, dan Un memberitahu Dong Soo agar tidak ikut campur dan maju lagi menyerang Hong, tapi Dong Soo menghunus pedangnya dan memberitahunya bahwa meskipun Un berhasil membunuh Hong, tak akan membantu apapun pada saat ini.

Pengawal pribadi tuan Hong membawa Ji Sun keluar dengan pedang di lehernya, sementara Hong memberitahu mereka berdua untuk menjatuhkan senjata. Un meminta Tuan Yong untuk membiarkan Ji Sun pergi terlebih dahulu. Jadi Dong Soo meletakkan senjatanya di tanah, Ji Sun dilepaskan dan diberitahu untuk segera pergi, Un juga menaruh senjatanya di tanah. Hong segera menangkap mereka berdua.

Photobucket

Saat mereka duduk di sel tahanan, Dong Soo akhirnya bangun dan bertanya pada Un apa yang sedang ia pikirkan, mencoba membunuh Hong. Un memberitahu Dong Soo bahwa itu tak ada kaitannya dengan Dong Soo. Dong Soo lalu mendesaknya dengan beberapa pertanyaan. Ia bertanya apakah Un tidak mengingat persahabatan mereka. Un memberitahu Dong Soo kalau ia sudah melupakannya sejak lama. Dong Soo mencengkeram leher bajunya dan kemudian dalam frustasinya Dong Soo meminta maaf pada Un.

Un justru bereaksi dengan marah dan bertanya apakah Dong Soo telah melupakan bahwa Un yang harus disalahkan atas kematian Dae Pyo, Komandan Im, dan juga Pangeran Mahkota Sado? Dong Soo menamparnya sebagai jawaban. Dia memberitahu Un bahwa ia tak melupakan itu sama sekali, tapi dia juga tak akan menyerah untuk berharap atas kembalinya Un. Un memberitahu Dong Soo untuk menyerah saja dan melupakan dirinya. Dong Soo memberitahu Un kalau ia tak dapat melupakan, bahwa ia membenci Un dan ingin membunuh Uh. Ia kemudian memberitahu bahwa Un adalah seorang pengecut karena menyerah dan percaya pada yang namanya Takdir, tapi meskipun demikian Un masih Un yang yang dulunya adalah sahabatnya. Dong Soo mengatakan kalau ia akan mengubah takdir Un dengan tangannya jika itu memang harus.

Ketika Un memberitahu Dong Soo bahwa ia tak mengerti mengapa Dong Soo tak membunuhnya ketika mereka bertemu lagi sebelumnya, Hong datang ke sel itu dan berdecak pada mereka karena begitu beraninya berlari ke arah bahaya. Dia memberitahu mereka berdua bahwa mereka mengingatkannya pada Gwang Taek dan Chun. Dan kemudian ia memperingatkan mereka untuk mengingat baik-baik bahkan kedua orang itu tak dapat menjatuhkan dirinya.

PhotobucketPhotobucket

Jin Ju kembali dengan membawa seorang tabib, tapi ia menemukan kalau Ji sudah sekarat dan napasnya tinggal satu-satu, sementara Gwang Taek memohon pada Ji agar tetap bertahan hidup. Ketika Gwang Taek menahan tubuh Ji, dan Jin Ju memegang tangan Ji, Chun berdiri melihat mereka. Ji menarik Jin Ju mendekat padanya dan membisikkan pada telinga Jin Ju bahwa Gwang Taek adalah ayah kandungnya.

Ji kemudian membaringkan tubuhnya dan dengan air mata yang turun di pipi, mengambil napas penghabisan dan meninggal. Jin Ju dan Gwang Taek berteriak-teriak memanggil nama Ji, menangis meratapi kematiannya.

Tuan Hong berkunjung di Kantor Kepolisian. Satu ABK yang tersisa, Ji Sun, dan Hong Do menunggu di luar, sementara Admiral Seo masuk ke dalam untuk mencari tahu apa sebenarnya yang sedang terjadi. Dengan beberapa komentar sedikit bercanda dan menyindir, Seo menuduh Hong telah membakar habis penjara untuk membunuh para ABK, dan Hong menyatakan kalau ia punya dua tahanan dari pihak Seo. Seo memberitahu bahwa dirinya masih memiliki seorang saksi yang tersisa dari kapal yang karam, dan Seo singkatnya menawarkan untuk menukar informasi ini untuk kedua pemuda dalam tahanan itu. Tak ada kesepakatan. Jadi Seo memberitahu Hong kalau ia akan menggunakan yang ia miliki untuk membuktikan keterlibatan Hong.

Pagi hari menjelang, dan kembali ke tepi danau di mana Ji meninggal. Gwang Taek memberitahu Chun bahwa membunuh Pangeran Mahkota adalah sesuatu yang sejarah tak akan pernah memaafkannya.  Disebabkan kematian dari Ji, maka mereka tidak akan bertarung sekarang, tapi akan melakukannya dalam 10 hari ke depan. Gwang Taek memberitahu Chun bahwa ia yang akan menangani pengabuannya. Dan kemudian ia pergi. Chun tak mengatakan apapun, hanya memandang ke arah danau …

Masih mencari bukti, Seo mengajak Hong Do dengan tujuan memintanya untuk membuat gambar dari wilayah pelabuhan.

Photobucket

Kembali ke penjara, petugas yang sebelumnya berbicara pada Seo mengenai ginseng palsu datang ke penjara dan melemparkan kunci ke sel tahanan dan terjatuh ke lantai. Ia memberitahu keduanya untuk memeriksa dermaga 5. Mereka berdua segera membuka pintu sel dan melarikan diri setelah sebelumnya melumpuhkan beberapa penjaga penjara dan mengambil senjata mereka. Keduanya berhasil lolos dari penjara.

Dong Soo menuju ke dermaga 5 sementara Un memberitahunya untuk terus saja dulu karena ia ada keperluan lain. Un juga memberitahu Dong Soo kalau ada markas perkumpulan orang Jepang di dekat dermaga itu. Sebelum Un pergi, Dong Soo berterima kasih padanya dan mengatakan agar tidak terbunuh, karena ialah orang yang akan membunuh Un nanti.

Un menyelundup masuk ke Kantor Polisi dan menemui Hong, berniat untuk menyelesaikan perterungan mereka sebelumnya. Tapi Hong memberitahu Un bahwa Ji Sun akan dalam bahaya kecuali Dong Soo ada bersamanya. Un mengingat kalau ia melihat si pengawal Tuan Hong pergi dari Kantor Polisi ketika ia dalam usahanya menyusup masuk. Dan karena Un telah memberitahu Dong Soo mengenai markas perkumpulan orang Jepang, ia tahu kalau Ji Sun kemungkinan besar sekarang sedang sendirian. Un segera bergegas pergi tanpa membuang waktu lagi. Hong hanya tertawa saja …

Dong Soo pada kenyataannya berada di dermaga yang dimaksud dan memberitahu orang-orang di sana untuk terus saja, sementara ia akan memeriksa Jepang yang ada di Dongnae. Dong Soo segera menuju ke sana, sementara Un masih berlari dengan sekuat tenaga mengarah ke perahu.

Si pengawal Tuan Hong ada di atas perahu, tapi untungnya Un tiba tepat pada waktunya dan menendangnya keluar perahu.

Photobucket

Di Istana, Cho Rip memeriksa tubuh dayang dapur Istana, dan menyatakan kalau dayang itu diracuni. Dia bermaksud melaporkan hal ini pada Gwang Taek tapi menemukan kalau di kediaman Sa Mo ternyata mengadakan perkabungan atas kematian Ji. Seisi rumah berkumpul di sekitar Ji, menangis dan berduka karenanya.

Dong Soo tiba di Dongnae dan setelah mengamati kalau para pedagang masuk gerbang, ia memanjat dinding pagar untuk masuk ke dalam markas perkumpulan orang Jepang. Dong Soo mengendap-endap dan mencari kantor sampai ia menemukan sebuah buku besar di dalamnya. Dong Soo kemudian mengikuti beberapa pedagang yang bertingkah mencurigakan dan melihat mereka ternyata benar sedang mengangkut ginseng palsu.

PhotobucketPhotobucket

Tapi Dong Soo juga ketahuan oleh seorang Jepang, Kenjo, yang juga menyatakan kalau ia masih baru di wilayah ini, tapi terlihat kalau ia adalah orang yang memimpin di markas perkumpulan Jepang ini. Singkat cerita, ia tak mempercayai cerita Dong Soo, dan ketika para penjaga datang, mereka mengajukan petarung raksasa mereka, Jung Hyung Mun, pada Dong Soo. Tapi Dong Soo berhasil menjatuhkan si raksasa itu dengan mudah, membuat orang-orang Jepang terkejut. Jadi Kenjo memutuskan untuk menantang Dong Soo.

Tapi ketika mereka akan mulai berterung, Dong Soo melihat para pedagang yang diikutinya sedamg mengendap-endap pergi membawa ginseng palsu. Jadi ia menarik kembali pedangnya dan memberitahu Kenjo kalau ini bukanlah waktunya untuk bermain-main. Pertama ia menolak memberikan namanya pada Kenjo tapi setelah memikirkannya lagi ia akhinrya memberitahu Kenjo untuk bertanya mengenai Baek Dong Soo, dan jika Kenjo masih ingin bertarung dengannya, ia akan ada di Hanyang, lalu Dong Soo segera pergi untuk menyusul para pedagang itu. Ketika kapten penjaga bertanya mengapa Kenjo membiarkannya pergi, Kenjo menjawab kalau Dong Soo pasti akan membantai para penjaga.

Dong Soo menghadang para pedagang dan mengambil satu dari kotak ginseng palsu mereka. Omong-omong kelihatannya cara Dong Soo merampas kotak itu sedikit menjadi kebiasaan, di mana ia dengan sopan meminta sesuatu dan ketika ditolak, ia mengangkat bahu apa boleh buat dan memukul kepala lawanya ketika mereka menghunuskan pedangnya atau mau bertarung.

Photobucket

Tuan Hong bertemu dengan Ratu, yang sudah pulih. Tuan Kim dengan senang hati memberitahu Tuan Hong kalau mereka diberitahu mengenai kematian dayang dapur Istana ternyata bukan bunuh diri tetapi diracun orang, dan herannya, Departemen Hong lah yang tempat terakhir yang ia kunjungi.

Setelah kepergian Hong, Kim bertanya pada Ratu bukankah ini adalah waktu yang baik untuk menyingkirkan Hong, tapi Ratu menentangnya dan mengatakan kalau sekarang bukanlah waktunya karena sekarang ia masih sangat berbahaya, tapi mungkin juga masih berguna bagi pihak mereka.

Photobucket

Perahu datang, Un pergi dan Dong Soo bertemu dengan rekan-rekannya semua di dermaga. Mereka kembali ke kediaman Sa Mo dan mendapati kalau Mi So menunggu mereka untuk memberitahu apa yang telah terjadi. Dong Soo segera bergegas lari ke tempat mana Ji sedang diperabukan. Hong Do dan yang lainnya segera mengikuti.

Photobucket

Gwang Taek menyalakan api untuk membakar tempat perabuan Ji, dan semua orang meratapi kepergiannya. Setelah beberapa waktu dan semuanya menjadi abu, mereka semua pergi ke tebing gunung untuk menyebarkan abu Ji yang diterbangkan angin. Masing-masing orang menyampaikan perpisahan pada roh Ji.

Gwang Taek memberitahu Ji untuk menjadi seperti angin dan selalu mengiringi dirinya. Jin Ki memberitahu Ji untuk beristirahat dalam damai dan untuk hidup normal di kehidupan selanjutnya. Jun Ju meminta ibunya agar di kehidupan selanjutnya menjadi ibunya lagi dan hidup bersama-sama dengannya.

Jin Ju akhirnya roboh karena tak dapat menahan duka. Dong Soo menghampiri dan menghiburnya. Jin Ju dengan nada pahit mengatakan bahwa Dong Soo hampir sama dengan ibunya.

Photobucket

Hong Doo menyela dan bertanya bagaimana Dong Soo dapat berjanji untuk melindungi Jin Ju dengan semua hal lain yang harus ia lakukan? Hong Do di lain pihak, memberitahu Jin Ju bahwa kapanpun ia merindukan ibunya, ia masih dapat memandangnya. Hong Do melukiskan wajah Ji dan memberikannya pada Jin Ju, yang sangat berterimakasih karenanya.

Photobucket

Kembali ke tepi danau, Chun akhirnya benar-benar merasa hancur hatinya dan berteriak  seperti seekor binatang yang terluka.

Un sampai di markas Hoksa Chorong dan mendapati Chang sedang menyembuhkan diri. Chang memberitahu Un bahwa mereka telah menyerang Chun dan inilah hasilnya. Un mendengar kalau Chun masih hidup, dan ia memberitahu Dae Ung untuk tidak melakukan apapun lagi. Un mengatakan pada Daeu Ung bahwa ia tak akan memberikan peringatan lagi pada Dae Ung, ini yang terakhir kalinya, dan ini mungkin sudah menjadi kesepuluh kalinya seseorang telah memberitahukan hal yang sama pada Dae Ung … Ketika Un pergi, Dae Ung menggumam pada dirinya sendiri bahwa Un masih tak mengerti maksudnya, ia masih memiliki rencana pembalasan dendam.

Photobucket

Gu Hyang melaporkan apa yang terjadi pada Istana, dan Hong mungkin akan tetap melakukan rencannya karena buktinya tidak cukup. Ketika Un bertanya mengapa Gu Hyang datang padanya untuk memberitahukan semua ini, Gu Hyang memberitahu Un bahwa sebagai satu-satunya pimpinan yang tersisa, Un memiliki kekuasaan untuk meninggalkan Hoksa Chorong dengan cara membubarkan kelompok ini. Un mengatakan pada Gu Hyang kalau dirinya tak ada niat untuk melakukan hal seperti itu.

Satu dari para pembunuh gelap menyampaikan sepucuk surat dari Tuan Hong. Gu Hyang menyatakan bahwa untuk menjatuhkan orang ini, mereka harus melakukan kesepakatan dengannya. Dan jika mereka berhasil maka itu adalah langkah awal membubarkan kelompok Hoksa Chorong.

Un bertemu dengan Tuan Hong dan memberitahu Hong bahwa ia menyesal tidak membunuhnya dulu. Hong hanya tertawa dan mengeluarkan kotak berisi penuh dengan uang emas, dan mulai bernegosiasi langkah mereka selanjutnya. Un cukup terkejut bahwa Hong masih ingin melanjutkan untuk menyewa dirinya. Un kemudian bertanya pada Hong, apa yang ia ingin Un lakukan untuknya. Hong memberitahu Un bahwa satu-satunya pemecahan masalah adalah dengan cara mencari seorang kambing hitam dari semua insiden yang terjadi.

Sementara itu di luar, tangan kanan Tuan Hong mendengarkan ini dan menjadi panik karena berpikir kalau ia adalah orang terdekat dari Hong, maka ia akan menjadi calon utama untuk menjadi kambing hitam itu. Dia segera berlari ke rumahnya dan mengumpulkan semua barang berharganya untuk mempersembahkannya ke hadaapn Hong sehingga tidak memilihnya untuk menjadi kambing hitam dan mencari orang yang lain.

Cho Rip sampai di rumah Sa Mo untuk mencari Gwang Taek, dan sangat senang ketika bertemu dengan Admiral Seo. Cho Rip, Dong Soo, dan saksi ABK menuju ke kota, dengan Gwang Taek memperingatkan mereka untuk tetap waspada dengan akal licik dari Hong. Gwang Taek tidak ikut dan tetap di kediaman Sa Mo, berlatih mempersiapkan diri untuk menghadapi pertarungannya dengan Chun. Tapi saat di akhir latihannya, Gwang Taek memegang samping perutnya dan meringis kesakitan.

PhotobucketPhotobucket

Di Istana, Tuan Hong menunjukkan hasil penyelidikannya pada Raja, menyatakan bahwa ia telah membuktikan  bandit Jepang lah yang menenggelamkan kapal perang itu. Tapi Pangeran yang baru datang memiliki pendapat lain. Ia membawa masuk Dong Soo dan juga saksi ABK. Pertama, Pangeran memberikan peta pada Raja dan menjelaskan kalau dari gambar peta itu terlihat bahwa kapal tidaklah karam di tempat di mana Tuan Hong sebutkan. Lalu juga ada ginseng yang tersisa dari kapal karam itu, yang adalah ginseng palsu. Pangeran mengatakan bahwa meskipun ginseng palsu juga sebuah bahan obat, tapi beberapa orang memiliki reaksi yang buruk terhadapnya, dan menduga kalau Ratu sepertinya menunukkan reaksi alergi terhadap bahan ginseng palsu itu. Tuan Kim, ayah sang Ratu, mengkonfirmasikan hal itu bahwa Ratu memang selalu menghindari jenis ginseng tersebut karena alergi. Terakhir, Pangeran Yi San menunjukkan  Raja bahwa teh ginseng dari dapur Istana yang berhasil diselamatkan sebelum dibuang, mengandung ginseng palsu juga. Dan kemudian Pangeran memberitahu kalau ada laporan dari Admiral Seo, yang menyatakan bahwa buku besar dari markas Jepang di Dongnae mencatat pembelian itu.

Raja kemudian bertanya apakah Hong punya balasan mengenai informasi ini? Hong menyatakan kalau ia difitnah.

Photobucket

Akhirnya, Dong Soo membawa saksi ABK yang selamat untuk bersaksi bahwa itu bukanlah Jepang yang menyerang perahu mereka, tapi mereka memang karam. Dan bukan hanya itu, semua rekan-rekan ABK nya mati dalam kebakaran di penjara, yang kelihatannya disengaja.

Hong mengajukan protes kalau ia difitnah, tapi Tuan Kim mulai bergerak dan menyatakan bahwa Hong harus dihukum karena perbuatannya itu. Hong ditangkap dan dibawa untuk diambil pengakuannya (red: disiksa).

Di luar, Tuan Kim mendesak Hong untuk menyerah saja, tapi Hong berkeras kalau ia tak akan melakukanya. Pada kenyataannya, ia justru memberitahu Kim bahwa jika dirinya jatuh, maka ia juga akan menyeret Kim dan Ratu jatuh juga bersama-sama dengan dirinya. Anak dan keponakan Tuan Hong mengawasi semuanya itu dari luar gerbang, bersumpah akan membalas dendam pada Dong Soo.

Kenjo di Dongnae mendapatkan sebuah surat dari Hanyang sementara Tuan Hong menunggu di dalam sel tahanan …

Photobucket

Pangeran berterima kasih pada Dong Soo dan memberinya pesan dari Admiral Seo. Ketiga pengawal pribadi Pangeran mengantarkan kepergian Dong Soo dan melewati Kenjo dan yang lain saat mereka akan kembali ke Istana. Ketika mereka berbalik dan melanjutkan perjalanannya, mereka bertemu dengan Hong Sa Hae dan sepupunya. Hong Sa Hae menggunakan kesempatan ini untuk mencemooh mereka dan juga Pangeran. Ketiganya segera menghunuskan pedang tapi sepupu Hong Sa Hae segera melerai mereka.

Chun masih duduk di tepi danau, Jin Ju datang untuk memeriksa keadaanya. Ia kemudian memberitahu Chun bahwa ibunya tak akan senang melihatnya seperti ini sekarang. Chun tampak tergerak …

Pangeran pergi memberi salam pada Ratu, yang memberitahu Pangeran bahwa sangat untung ternyata Pangeran tak ada kaitannya dengan insiden teh ginseng. Tuan Kim datang dan memberitahu Ratu kalau Tuan Hong ditemukan tak bersalah atas peristiwa teh ginseng itu.

Photobucket

Tuan Hong keluar dari sel tahanannya dan bersumpah untuk membunuh semua orang yang terlibat dan membuatnya dipenjara …

4 comments on “Warrior Baek Dong Soo – Episode 19

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s