Warrior Baek Dong Soo – Episode 20

Tuan Hong keluar dari penjara bersumpah akan membalaskan dendam pada setiap orang yang terlibat dalam urusan ginseng palsu (Josam).

Ratu yang sedang dikunjungi oleh Pangeran ditemui ayahnya yang memberitahu kalau Tuan Hong telah dilepaskan. Ratu bertanya apa yang sebenarnya terjadi?

Kilas balik …

Tuan Kim memberitahu Hong untuk mengaku saja, Hong menolak dan mengatakan bahwa jika ia jatuh maka ia akan menyeret Tuan Kim dan juga Ratu bersama-sama dengan dirinya. Ketika Kim memerintahkan anakbuahnya untuk menyiksa Tuan Hong, seorang petugas bergegas lari ke hadapannya untuk mengaku bahwa ialah orang di belakang permasalahan ginseng ini. Orang itu teringat pada kejadian sebelumnya di mana Un telah menemuinya dan memberitahu bahwa seluruh keluarganya akan dibunuh jika ia tak mengaku dan mengeluarkan Hong dari tuduhan.

PhotobucketPhotobucket

Seperti itu tidak cukup, ternyata Kenjo, sang ahli pedang Jepang merangkap utusan menyampaikan sebuah surat pada Raja, mengatakan bahwa para pedagang Jepang telah bertransaksi Josam (ginseng palsu) dan ginseng tanpa ijin dari pemerintah mereka, sehingga membuat masalah dan membawa rasa malu pada Jepang. Kenjo mengajukan para pedagang untuk dihukum, tapi Raja memberitahu Kenjo bahwa menjernihkan masalah yang terjadi sekarang adalah lebih penting. Raja menitahkan agar Hong Dae Ju dilepaskan dan mengadakan pesta penyambutan untuk menjamu Jenjo.

Photobucket

Pangeran Sado keluar dari Paviliun Ratu dan mengarahkan pandangannya ke langit, mengatakan pada arwah ayahnya bahwa orang-orang ini benar-benar menakutkan …

Chun melewati hutan dan diserang oleh sekelompok pembunuh gelap. Chang dan Un datang untuk menyaksikan pertarungan ini. Chun menaruh pedangnya pada salah satu pembunuh gelap dan memberitahu mereka semua bahwa ia masih Raja Langit dan lebih baik mereka semua mundur saja.

Cho Rip menyampaikan berita bebasnya Tuan Hong pada Sa Mo dan yang lain. Admiral Seo memutuskan untuk menuju ke Istana untuk melapor pada Raja, jadi Gwang Taek mengirim Dong Soo bersamanya untuk melihat apa yang terjadi.

Photobucket

Chun akhirnya berhadapan satu lawan satu dengan Chang. Mereka bertarung dan tidak seperti sebelumnya, di mana Chun kelelahan dan terluka, kali ini Chun dalam kondisi terbaik dan juga emosi yang penuh dengan kemarahan, penuh keinginan membunuh. Chang pada awalnya masih dapat menandingi Chun, tapi lambat-laun Chun mulai di atas angin dan Chang tak berdaya. Chang bertanya mengapa seorang petarung hebat seperti Chun tetap tinggal saja di Joseon. Chang menyerang Chun lagi, tapi Chun memberinya tusukan mematikan di leher Chang. Chun kemudian mengatakan bahwa ia pernah diberitahu kalau Joseon dulunya memerintah sebagian wilayah yang dikuasai oleh Qing sekarang (yang mana Pangeran Sado lah orang yang memberitahu Chun dan juga tentang Rencana Invasi ke Utara nya), tapi Chun memberitahu bahwa kesalahan terbesar Chang adalah karena telah menyentuh Ga Ok. Chun memutar pedangnya dan Chang roboh ke tanah, tewas …

Photobucket

Dae Ung dan Un menyaksikan pertarungan ini. Chun kemudian memanggil Un untuk mengikutinya kembali ke markas Hoksa Chorong. Dia lalu memberitahu bahwa ia menjalani sebagian kehidupannya di tempat itu, bahwa itu adalah tempatnya untuk beristirahat dan memulihkan dirinya. Chun meminta pada Un untuk meminjam tempat itu lagi dan memberitahu kalau ia akan mengadakan pertarungan dengan Gwang Taek tak lama lagi. Un hanya mengiyakan saja.

Un kemudian bertemu dengan Hong, yang memberitahu dia bahwa semuanya berjalan dengan lancar, tapi sekarang waktunya untuk mengakhiri semua ini. Un bertanya apakah Tuan Hong bermaksud untuk membunuh sang Pangeran? Hong memberitahu Un bahwa ia akan dihina di sejarah jika ia melakukannya, dan Un mengatakan kalau ia tak tertarik dengan sejarah dengan nada acuh-tak acuh. Hong memberitahu Un bahwa satu-satunya yang menarik perhatian Un kelihatannya hanya Ji Sun.

Photobucket

Un pergi dengan hati kesal karena sekali lagi Hong mengancamnya dengan keselamatan Ji Sun. Ia melewati Kenjo dan juga si raksasa Jung saat akan keluar, dan ini menarik perhatiannya. Kenjo datang ke rumah Tuan Hong untuk merencanakan sesuatu. Kenjo sangat khawatir jika terjadi kesalahan maka ini akan menjadi perang besar-besaran antara Jepang dan Joseon. Jadi ia menyatakan bahwa si raksasa, Jung Hyung Mun, akan melakukan tugas itu. Kenjo mengatakan bahwa kemampuan Jung pasti memadai untuk menjatuhkan para pengawal Pangeran. Untuk menguji kebenarannya, si pengawal Tuan Hong bertarung melawan Jung dan dikalahkan dengan menyedihkan.

Jin Ju mencoba untuk mendekati Gwagn Taek, tapi menyerah dalam prosesnya. Jjin Ki memberitahu Jin Ju untuk tidak berpikiran buruk terhadap Gwang Taek. Dia memang selalu merasa kalau Gwagn Taek lah ayah kandung Jin Ju. Jin Ju memberitahu Jin Ki bahwa tak peduli apapun, Jin Ki lah ayahnya. Jin Ki bertanya padanya, bukankah lebih baik untuk menjadi anak gadis dari ahli pedang terhebat Joseon daripada anak gadis seorang bandit? Jin Ki memberitahu Jin Ju untuk mengatakan pada Gwang Taek apapun yang ia ingin katakan pada Gwang Taek sebelum semuanya terlambat … uh .. tanda-tanda kah??

Photobucket

Jin Ju kembali ke rumah dan Dong Soo menemuinya di kamar, duduk di sampingnya, berkata: “Jin Ju, denganku, kau tidak usah memaksakan dirimu untuk tersenyum. Sekarang ini, kau takut kalau orang-orang akan mencemaskan dirimu sehingga kau menyembunyikan penderitaanmu di dalam hati, benar khan? Paling tidak di hadapanku, kau tidak usah menjadi seperti itu. Jika kau memang merasa sedih, katakanlah kau sedih. Jika kau ingin menangis, maka katakanlah kalau kau ingin menangis. Juga, jika kau merindukannya, maka katakanlah kalau kau merindukannya, seperti itu.”

Jin Ju mulai menangis, Dong Soo segera meraihnya dan menempatkan kepala Jin Ju di bahunya.

 

Dong Soo menghiburnya,  “Ketika kau memikirkan ibumu, kau dapat membayangkan wajahnya, benar khan? Aku bahkan tidak tahu wajah ibuku. Ingin melihat, ingin menangis, itu adalah normal. Jadi janganlah mencoba untuk menahan semua kesedihan itu di dalam hatimu sendirian, itu tidak perlu. Tidak apa-apa, itu tidak apa-apa.” Jin Ju menangis tersedu-sedu.

Admiral Seo dan Dong Soo pergi ke Istana dan mendapati kalau perjamuan sedang berlangsung. Para pengawal Istana mempertunjukkan keahlian berpedang mereka, tapi Kenjo tidak merasa tertarik sama sekali.

Raja menikmati pertunjukan itu kemudian Hong mendekati raja dan memberitahu bahwa Kenjo ingin bertanding pedang. Raja memberikan ijinnya. Kenjo turun ke gelanggang untuk bertarung.

 

Dong Soo terkejut saat melihat Kenjo ada di Istana. Seo memperingatkannya untuk berhati-hati, jangan membuat tindakan yang mencolok, ini adalah perjamuan yang diatur oleh Raja.

Kenjo mengalahkan para pengawal Istana dengan mudah, ia kemudian menantang para pengawal Pangeran. Satu dari antara mereka melayani tantangan Kenjo tapi dikalahkan dengan mudah, kemudian ketiga-tiganya turun untuk melawan Kenjo bersama-sama, tapi lagi-lagi mereka dikalahkan oleh Kenjo.

Kenjo dengan nada sedikit menghina bertanya pada Raja, mungkinkah Joseon tak memiliki ahli bela diri yang benar-benar tangguh? Raja tak puas dengan hasil ini dan merasa dipermalukan demikian juga dengan sang Pangeran.

PhotobucketDong Soo mulai maju untuk menantang Kenjo, tapi si pelukis Hong Do menahannya.

Kembali ke Istana, Raja memanggil Admiral Seo dan menyatakan bahwa akan ada perjamuan yang diadakan dua hari lagi, dan pada saat itu ia ingin agar Gwang Taek hadir. Hong Dae Ju menjadi waspada …

Kenjo bertanya pada Hong siapa sih si ahli pedang Gwang Taek? Hong menjelaskan bahwa meskipun sudah kehilangan satu tangannya, Gwang Taek benar-benar seorang ahli pedang terhebat di Joseon dan mungkin satu-satunya orang yang dapat menandingi kemampuan Kenjo. Kenjo tidak setuju dan mengatakan kalau ada seorang lagi, ia telah bertemu dengan seorang pemuda bernama Baek Dong Soo, yang keahliannya cukup bagus. Tuan Hong tampak sedikit terkejut mendengar nama Dong Soo disebut, kemudian menjelaskan bahwa Dong Soo adalah murid dari Gwang Taek. Kenjo bertanya di mana ia bisa menemukan pemuda ini.

Di rumah Sa Mo, para gadis sedang duduk  menenun, dengan Mi So bertanya-tanya mengenai Cho Rip yang sekarang jarang mampir. Ibunya segera menatap Mi So dengan tajam, Ji Sun tersenyum geli.

Photobucket

Para pemuda gunung sedang duduk dengan Dong Soo, minum-minum berkeluh kesah. Dong Soo bertanya pada mereka apakah tidak apa-apa mereka keluar Istana seperti ini dan bukannya melindungi keselamatan Pangeran? Ketiganya menjawab kalau mereka sudah ada yang menggantikan dan merasa malu dengan pertarungan tadi siang, di mana mereka semua kalah, membuat mereka benar-benar tak ada muka untuk disebut sebagai pengawal pribadi dari Pangeran.

Tiba-tiba sebuah pisau memadamkan lilin di atas meja mereka. Kenjo muncul dan berkata pada Dong Soo kalau ia dengar bahwa Dong Soo adalah murid dari ahli pedang terhebat Joseon. Dong Soo memberitahu ketiga temannya untuk melihat bagaimana ia menangani ini dan mempelajarnya, kemudian ia bangun untuk menghadapi Kenjo.

PhotobucketPhotobucket

Gwang Taek sedang berlatih sendirian untuk mempersiapkan dirinya menghadapi Chun. Jin Ju mendekat, dan Gwang Taek berhenti kemudian bertanya mengapa Jin Ju mengikutinya terus sepanjang hari. Jin Ju tampak terkejut bahwa Gwang Taek mengetahuinya. Gwang Taek kemudian meminta Jin Ju untuk pergi memanggil Dong Soo, Jin Ju enggan pergi. Gwang Taek menatapnya dan tersenyum.

Dalam perjalanannya ke rumah Sa Mo, ia bertemu dengan Chun, yang memang sedang menunggunya. Chun bertanya bagaimana kabarnya. Chun kemudian mengatakan kalau ia sangat berterimakasih pada Jin Ju untuk apa yang telah ia katakan pada Chun di lain hari, bahwa ibunya tak akan senang jika melihat Chun dalam keadaan seperti itu. Chun memberitahu bahwa ia akan menanamkan kata-kata Jin Ju itu dalam hatinya. Dan tidak masalah apakah Jin Ju adalah anak kandungnya atau bukan. Dia akan melindungi Jin Ju karena Jin Ju adalah anak gadis dari Ji, dan itu alasan yang cukup baginya.

Jin Ju kemudian mengatakan padanya bahwa ia memiliki satu permintaan, bahwa Chun dan Gwang Taek tak usah berduel lagi. Chun mengangguk dan mengatakan kalau ia akan memikirkan hal itu. Tapi Dae Ung sedang bersembunyi di tempat itu dan mendengar percakapan mereka.

Photobucket

Kenjo dan Dong mulai berlatih tanding di halaman. Mereka berdua tampak seimbang satu sama lain. Kenjo kemudian berhenti sejenak dan memberitahu Dong Soo bahwa mereka akan bertemu lagi kemudian ia pergi dari tempat itu.

Dong Soo kemudian duduk kembali dan berdiskusi dengan rekan-rekannya mengenai fakta bahwa Kenjo dan Hong kelihatannya sedang merencanakan sesuatu dan perlu untuk diselidiki.

Jin Ju mendengar percakapan mereka dan menawarkan bantuan. Ia memberitahu mereka bahwa semua orang di pasar sudah tahu kalau Hong sedang mengadakan pesta setiap malam di gibang. Dong Soo memberitahu Jin Ju bahwa itu terlalu berbahaya, tapi Jin Ju menyatakan bahwa menyusup masuk ke suatu tempat adalah keahliannya.

Lalu Jin Ju memberitahu Dong Soo bahwa Gwang Taek (hampir memanggilnya sebagai ayah tapi langsung mengganti dengan julukannya) ingin bertemu dengan Dong Soo.

Sa Mo dan Jin Ki berpapasan dengan Kenjo dan Jung Hyung Mun, mereka berdua tertawa dan bercanda bahwa mereka baru saja melihat seorang raksasa …

Pada saat yang bersamaan, Gwang Taek dan Chun, masing-masing sedang menguji murid mereka dengan pedang asli.

PhotobucketPhotobucket

Gwang Taek mengundang Dong Soo untuk berlatih tanding, kali ini dengan pedang yagn sesungguhnya.

Chun bertanya pada Un jika keahlian bertarungnya lebih baik sekarang, dan sekarang adalah waktunya untuk menguji.

Dong Soo dan Gwang Taek seimbang, tak ada yang menang dan kalah.

Gwang Taek, “Sangat bagus, tapi kau kekurangan sesuatu. Aku tidak melihat niatmu untuk membunuh.”

Dong Soo, “….. Kau yang mengajarku untuk menghilangkan niat membunuhku.”

Gwang Taek, “Ya, aku memang mengatakannya. Hoal In Geom, adalah teknik pedang yang harus kau kuasai. Tapi dengan tanpa membunuh seseorang, bagaimana kau dapat melindungi semua orang? Harapanku seumur hidup adalah dapat mencapai Hoal In Geom. Sekarang adalah giliranmu untuk memecahkan teka-teki ini.”

Photobucket

Chun, ” … dari semua orang yang telah bertarung denganku, kau adalah orang yang memiliki keahlian bela diri yang hanya di bawah Gwang Taek. ” Ia kemudian mengangguk dan tersenyum senang, “Kelihatannya tak akan lama lagi sampai kau melebihi diriku.”

Ketika Chun berbalik dan mulai melangkah pergi, ia menepuk dadanya.

Yeo Un, “Apakah ada yang salah? Apa  yang akan kau lakukan?”
Chun memandang pada Un dengan serius, “Kau sudah memiliki kemampuan yang cukup untuk menjadi Raja Langit. Tak peduli Hoksa Chorong, atau apapun, aku tak punya keinginan untuk tinggal, lakukan apa keinginan hatimu, kau mengerti? Aku selalu mengendalikan Langit, tapi aku masih merasa kalau aku kekurangan sesuatu, hatiku kosong. Setelah Ga Ok mati, aku akhirnya mengerti alasannya. Jika wanita itu masih ada di dalam hatimu, milikilah dia. Dibandingkan dengan mengendalikan Langit, itu lebih berharga dan berarti. Kau harus ingat itu!” Chun kemudian beranjak pergi.

Photobucket

Hong memerintahkan pada anakbuahnya bahwa kelompok dagang Ji Sun harus dihancurkan sebagai balasan karena Un telah mengacaukan beberapa rencananya. Hong membuka kipasnya dan keponakannya tergetar saat melihat gambari di atasnya. Ia mengenali seekor Phoenix sebagai gambar utamanya. Hong mengiyakan dan mengatakan, benar itu Phoenix, mereka memakan para naga. Jadi jika kau tidak bisa menjadi seekor Naga maka jadilah seekor Phoenix yang memakan Naga itu.

Hong Sa Hae dan sepupunya menjadi sedikit cemas mengenai apa yang direncanakan Hong Dae Ju.

PhotobucketPhotobucket

Jin Ju menyamar menjadi seorang gisaeng, yang sangat mengejutkan Hong Do dan Dong Soo ketika mereka melihat bagaimana rupa Jin Ju saat mengenakan pakaian wanita ….  Hong Do sedikit berlebihan menanggapi ini dan membuat geli Jin Ki, sedangkan Dong Soo menjadi sedikit kuatir.

Hong Do membawa Jin Ju ke gibang dan mengenalkannya pada kepala gibang bahwa ini adalah Jin Oh dari Gaesong.

Sementara itu, pasukan bergerak menuju ke rumah Sa Mo dan mengacaukan bisnis Ji Sun, menggiringnya ke penjara. Hong Sa Hae dan sepupunya memegang sebuah surat perintah yang menuduh Ji Sun terlibat dalam perdagangan Josam (ginseng palsu). Sa Mo mencoba membelanya, dan sepupu Hong Sa Hae bertanya apakah Sa Mo akan mencoba untuk menentang perintah Raja? Sa Mo meragukan kalau itu adalah sebuah perintah dari Raja sendiri, lebih tepatnya perintah Hong Dae Ju.

Gu Hyang menemui Un dan melaporkan bahwa lisensi Ji Sun sebagai pedagang telah ditarik kembali dan bisnisnya dikacaukan. Dan terakhir, Gu Hyang dengan sedih memberitahu bahwa Ji Sun digiring pergi dan kelihatannya akan disiksa. Gu Hwang mengatakan pada Un, karena Un mencintai Ji Sun sehingga membawa masalah pada Ji Sun seperti ini. Hong sedang mencoba untuk menundukkan Un melalui Ji Sun.

Un memberitahu Gu Hyang untuk tidak membuat diri Gu Hyang sendiri terganggu dengan masalah ini dan kemudian Un pergi.

Un pergi ke kantor pemerintahan dan melihat Ji Sun sedang disiksa. Hong SA Hae tampak menikmati penyiksaan ini, sementara sepupunya tampak merasa terganggu dan tidak tega. Ji Sun tak kuat menahan siksaan dan pingsan.

Un menyerbu ke dalam ruangan Hong dan bertanya mengapa ia dengan sengaja berusaha membuat dirinya marah. Un mendesaknya untuk membebaskan Ji Sun, tapi Hong Dae Ju mengatakan kalau ia tak dapat melakukan itu. Hong bertanya apakah Un bersedia menerima proposalnya sebelum ini? Un menolak dengan tegas. (Proposal itu “membunuh Pangeran”) Hong memberitahu Un kalau begitu Un tak akan mendapatkan bantuan apapun darinya. Un menggertak balik bahwa Hong akan benar-benar menyesali tindakannya kali ini. Ketika Un pergi, Hong mencatat bahwa Ji Sun memang benar adalah kelemahan dari Un.

Dong Soo mengendap-endap di luar gibang, sementara Jin Ju dan para gisaeng lainnya sedang di dalam melayani minum-minum dan mendengarkan gosip. Ternyata Jin Ju sedang melayani kelompok dari Hong Dae Ju dan orang-orang Jepang. Satu dari para samurai itu tak sengaja kelepasan bahwa hari ini adalah sehari sebelum peristiwa besar terjadi. Kenjo memperingatkannya untuk tidak berbicara banyak. Jin Ju menyelinap keluar untuk menginformasikan ini pada Dong Soo, yang kemudian bertanya-tanya apakah itu ada hubungannya dengan perjamuan dan juga pertandingan pedang.

Ketika Dong Soo kembali ke rumah Sa Mo, Jang Mi dan Mi So memberitahunya mengenai kejadian di mana Ji Sun ditangkap, dan Dong Soo segera pergi ke penjara untuk mencari tahu apa yang terjadi.

PhotobucketPhotobucket

Ji Sun terlihat lesu dan sedih, ketika Un menerobos masuk ke dalam penjara. Un mengajaknya untuk melarikan diri. Pertama Ji Sun menolaknya dan mengatakan kalau ini akan membuktikan kalau ia bersalah. Un kemudian memberitahu bahwa ia ditangkap atas perintah Tuan Hong, dan ini adalah kesalahan dirinya bukan Ji Sun. Ji Sun bertanya apa maksud perkataannya itu, dan Un hampir saja menjawabnya, tapi kemudian ia memberitahu Ji Sun kalau mereka harus bergegas pergi, meskipun ia menunggu Dong Soo untuk menyelamatkannya, maka orang-orang masih dapat terluka.

Un dengan sebenar-benarnya menyatakan bahwa jika mereka membunuhnya, entah ia memang bersalah atau tidak bukanlah hal yang bisa diperdebatkan pada saat itu. Ji Sun akhirnya dengan ragu-ragu menerima uluran tangan Un dan pergi dari penjara.

Photobucket

Dong Soo sampai di penjara dan menemukan kalau para penjaga sudah dilumpuhkan semua dan sel tahanan Ji Sun sudah kosong. Ia tahu kalau Un lah yang menyelamatkan Ji Sun.

Un dan Ji Sun duduk dengan rasa canggung satu sama lain di meja teh di markas Hoksa Chorong.

Dong Soo kembali ke rumah Sa Mo, menunggu Ji Sun sampai pagi. Jin Ju kemudian mengejutkan Dong Soo dengan memberitahunya bahwa Dong Soo harus mengurus bisnis mereka yang kacau sementara Jin Ju yang akan mencari Ji Sun.

Photobucket

Un memanggil seorang bawahannya dan meminta untuk diberitahu menganai jaringan mata-mata dari Hoksa Chorong. Un bertanya apakah Chun yang sekarang adalah satu-satunya orang yang berkuasa untuk mengaktifkan jaringan itu? Un kemudian diberitahu bahwa jaringan mata-mata mereka vakum untuk beberapa lama atas perintah Chun setelah kematian dari Pangeran Mahkota. Ada sekitar 30 orang di dalam kompleks Istana. Un bertanya apakah Hong tahu mengenai jaringan mata-mata mereka, dan diyakinkan kalau ini adalah rahasia terbesar mereka.

Un kemudian memberitahu bawahannya itu bahwa ia sebagai Chun memiliki hak dan menyuruhnya untuk mengaktifkan jaringan mata-mata.

Nah .. cukup menarik untuk dilihat bahwa banyak orang, dari berbagai macam profesi di Istana, mulai petugas jaga, pengawal, dayang, kasim, dan lain-lain menyampaikan sebuah surat secara sembunyi-sembunyi. Jaringan mata-mata Hoksa Chorong telah aktif kembali … eng ing eng …

Photobucket

Gwang Taek dan Dong Soo menemui Raja, yang memberitahu mereka bahwa pertandingan kali ini mempertaruhkan kebanggaan dari negeri ini. Gwang Taek mengundurkan diri dan sebaliknya mengajukan Dong Soo sebagai lawan Kenjo. Dong Soo menatapnya terkejut.

Gwang Taek memberitahu Dong Soo bahwa ia tahu kalau Dong Soo sedang cemas dengan keadaan Ji Sun tapi sekarang lupakan itu untuk sementara dan bertarung dengan sepenuh hati.  Kemudian Gwang Taek menepuk pundak Dong Soo mengatakan kalau Dong Soo sudah menjadi ahli pedang terhebat Joseon.

Gwang Taek kemudian menyuruh Dong Soo keluar dan kembali berbicara dengan Pangeran. Dong Soo menemui ketiga rekannya yang menjadi pengawal pribadi Pangeran bahwa sesuatu yang besar sedang direncanakan oleh Tuan Hong hari ini, tapi ia tidak tahu apa itu. Dong Soo menduga kalau mereka sedang mengincar Pangeran.

Dia kemudian memberitahu mereka untuk waspada kemudian pergi untuk menyelidiki lebih lagi. Dong Soo melihat Jung, si raksasa, sedang bersama dengan Hong. Ia berusaha mengikuti mereka tapi tertangkap basah sedang menguping pembicaraan Hong. Hong memberitahu bahwa Dong Soo mengingatkan dirinya pada ayah Dong Soo, Baek Sa King, dan lihat apa yang terjadi pada Sa King kemudian. Hong mengatakan bahwa jika Dong Soo ingin hidup lebih lama daripada yang dilakukan oleh ayahnya, maka Dong Soo seharusnya menjalani hidup di tempat yang tenang entah di mana.

Photobucket

Dong Soo menjadi sangat marah, ia keluar dari ruangan itu dan bertemu dengan Cho Rip dan juga Gwang Taek. Dong Soo menghampiri Gwang Taek untuk bertanya bagaimana ayahnya mati. Semua yang ia tahu sampai sekarang bahwa ayahnya dituduh berkhianat. Gwang Taek akhirnya memberitahu Dong Soo bagaimana Baek Sa King mengorbankan dirinya demi Pangeran Sado, mengambil semua tuduhan yang diarahkan pada Pangeran Mahkota Sado dengan maksud untuk  menjatuhkannya, sehingga dengan demikian Sa King  dituduh karena berkhianat. Gwang Taek menjelaskan bahwa Hong Dae Ju lah orang yang berniat untuk membantai seluruh keluarga Baek Sa King, dan bisa dibilang Hong Dae Ju adalah musuh bebuyutan keluarga Baek Dong Soo.

Pangeran menginginkan agar dibuatkan busur khusus Guk Gung, yang ia ingin persembahkan sebagai hadiah kepada utusan Jepang, Kenjo, tapi penyelesaiannya tertunda, jadi ia menghitung kalau akan terlambat menghadiri perjamuan dan mengirim pergi Gwang Taek lebih dahulu ke perjamuan.

Cho Rip berlari menemui Sa Mo dan memberitahu sesuatu padanya.

Guk Gung sudah selesai dan dikirimkan kepada sang Pangeran di paviliunnya.

Photobucket

Ketika perjamuan dimulai, sekelompok penyerang datang dengan melompati pagar tembok dan dihadang oleh Dong Soo dan ketiga pengawal pribadi Pangeran.

Mereka dengan mudah menghadapi para penyerang itu, dan ketika Dong Soo menyingkapkan kedok muka para penyerang mereka, ia menyadari ada sesuatu yang salah.

Jung, si raksasan, datang mengendap-endap ke dalam ruangan Pangeran, tapi justru menemukan Sa Mo sedang menunggu kedatangannya.

Dong Soo dan Cho Rip memberitahu Pangeran Yi San untuk berlaku  seperti tak terjadi apapun, jadi Pangeran pergi ke perjamuan.

Photobucket

Lalu Dong Soo muncul di perjamuan untuk mempersiapkan diri menghadapi Kenjo. Hong Daeju dan Tuan Kim sangat terkejut melihat kalau yang mewakili Joseon bukanlah Gwang Taek tapi justru Dong Soo. Kim mengajukan keberatannya, mengatakan bahwa Dong Soo tidaklah layak mewakili Joseon. Raja memberitahu ayah mertuanya bahwa posisinya mungkin saja memang rendah tapi statusnya sebagai murid Gwang Taek membuatnya layak untuk mewakili Joseon.

Pangeran datang dan kemudian menghadap Raja, memberi hormat dan mengatakan bahwa alasannya terlambat adalah untuk mendapatkan busur Guk Gung ini, kemudian ia menunjukkanya di hadapan Raja. Raja mengamati busur itu dan merasa puas dengan busur itu, dan memberitahu Kenjo bahwa ini adalah hadiah balasan bagi Kenjo. Raja kemudian memerintahkan agar pertarungan dimulai.

Kenjo meminta ijin untuk menguji busur Guk Gung itu sebelum pertarungan dan Raja mengijinkannya.

Kenjo mengambil busur itu dan mundur kembali ke gelanggang, mengincar sasarannya. Kemudian tiba-tiba ia memutar tubuhnya, mengarahkan busurnya ke arah Raja dan langsung melepaskan anak panah yang memang sudah siap di tangannya. Anak panah itu melesat mengarah langsung ke arah Raja!

 

Dong Soo yang berada tepat di depan Raja berusaha menangkap panah tersebut, tangannya terulur tapi tak dapat meraih anak panah yang melesat di udara …

Dong Soo tampak shock menatap kepalan tangannya yang kosong …

27 comments on “Warrior Baek Dong Soo – Episode 20

  1. thanx thanx y ats sinopsisx..
    sdikit curcol, aq suka banget dg saeguk tp tkut nntonx coz kadang agak sadis, kalo tw sinopsis kn jdix udah persiapan hehe..
    thanx lg…
    smangat y lanjutinnya…

  2. Annyeong ,,baru ketemu blog nya 😀 ,,, berasa nemuin mutiara terpendam ,wkwkwk Saeguk emang paling top ,,mas andy lanjutin yuuu 😀

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s