Warrior Baek Dong Soo – Episode 21

Kembali ke pesta yang diadakan oleh Raja untuk menyambut Kenjo.

Pangeran datang dengan membawa hadiah busur. Busur tersebut dihadiahkan pada Kenjo, yang meminta untuk mencobanya. Raja memberinya ijin, Kenjo segera berjalan ke tengah dan menarik anak panah pada busur seakan-akan sedang mengujinya … Tiba-tiba … Kenjo membalikkan tubuhnya dan melepaskan panah ke arah sang Raja. Dong Soo yang berada di antara Raja dan Kenjo berusaha untuk menangkap anak panah tersebut tetapi gagal. Anak panah tersebut melesat melewati Dong Soo dan langsung terarah ke Raja. Semua orang sangat terkejut …

PhotobucketPhotobucket

Anak panah tersebut tepat mengenai pengawal Tuan Hong, yang ternyata sedang mengendap-endap di belakang Raja untuk melakukan pembunuhan gelap.

Sepotong kilas balik memberitahu bahwa Tuan Hong memang memilih pengawalnya itu sebagai “korban” nya, tetapi pengawal itu sendiri tak mengetahui rencana tersebut. Tuan Hong memberi sang pengawal sebuah pedang dengan ukiran :  “Menjadi seekor harimau setiap tahun, bulan, hari dan jam.”

Kembali ke pesta yang menjadi kacau karena insiden itu, semua anggota kerajaan segera pergi menyelamatkan diri mereka, dan Kenjo dikepung oleh para pengawal Raja. Dong Soo menaruh pedang ke leher Kenjo dengan pandangan mengancam. Kenjo bertanya padanya apakah ini adalah tempat di mana Dong Soo seharusnya berada? Dong Soo segera menyadari sesuatu dan meninggalkan Kenjo, berlari menuju kediaman Pangeran.

Photobucket

Di halaman kediaman Pangeran, si raksasa Jung dan Sa Mo sedang bertarung. Mereka berdua sudah saling menghunuskan pedangnya dan melakukan pertarungan pedang. Sa Mo ternyata seorang petarung pedang yang cukup andal. Tapi saat itu, Hong Sa Hae dan sepupunya muncul dengan para pengawal Istana dan meringkus mereka berdua.

Di lain tempat …

Ketiga pemuda kawan Dong Soo yang menjadi pengawal Pangeran meneliti para penyerang mereka yang telah mereka bunuh, dan menyadari bahwa para penyerang itu menggunakan seragam pengawal Pangeran. Hong Sa Hae dan anakbuahnya menghampiri ketiganya dan meringkus mereka juga.

Dong Soo dan Gwang Taek melihat semua kejadian ini dan kembali untuk melapor pada Pangeran bahwa semua ini adalah jebakan yang telah diatur oleh musuh mereka. Di lain pihak, Tuan Hong sangat puas bahwa rencanya berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Kenjo bertanya apa yang akan mereka lakukan mengenai Jung, dan Hong menjawab kalau semuanya sudah terjadi dan tak dapat dielakkan lagi.

Photobucket

Di markasnya, Un sedang duduk berhadapan dengan Ji Sun ketika ia mendapatkan laporan mengenai apa yang telah terjadi. Un segera menemu Gu Hyang untuk mencari tahu secara teliti dan mengetahui kalau ternyata ini semua adalah rencana jahat yang telah disusun dengan melibatkan Kenjo. Un segera memerintahkan Gu Hyang untuk mencari informasi lebih detil lagi.

Tuan Hong menyatakan pada Raja bahwa para pembunuh gelap itu adalah orang-orang bekas pengawal Pangeran Mahkota.

Tapi dalam kilas balik, terlihat bahwa yang sebenarnya terjadi adalah bahwa Tuan Hong memberikan orang-orang itu seragam para pengawal dan menjebak pengawal pribadinya.

Tuan Hong mengatakan bahwa Jung si raksasa lah yang telah membasmi semua pembunuh gelap itu, yang mendatangi kediaman Pangeran tanpa alasan yang jelas (dengan maksud menekankan bahwa ada “sesuatu” di antara para pembunuh gelap itu dengan Pangeran). Tuan Hong menyatakan bahwa ia telah memanggil Jung sebagai bala bantuan untuk Gwang Taek dalam bertarung melawan Kenjo.

Photobucket

Selain itu, Tuan Hong menyatakan bahwa Sa Mo termasuk salah satu dari para pmebunuh gelap itu, masih hidup dan sedang dipenjara.

Dan memang benar, ketiga pemuda pengawal Pangeran dan Sa Mo ada dalam sel tahanan, dan Jung ada di sel sebelah. Jung menertawai mereka, mengatakan bahwa dirinya akan segera dikeluarkan tapi mereka berempat akan mati. Tak berapa lama Jung dibeaskan, membuat Sa Mo sangat shock.

Raja mendesak Tuan Hong untuk mengatakan sebenarnya siapa yang telah merencanakan semuanya ini. Tuan Hong segera saja mengatakan kalau orang di balik layar adalah Pangeran. Ia membawa pedang yang digunakan oleh pengawal gadungan yang telah tewas, yang ternyata adalah pedang yang dulunya telah diberikan secara pribadi oleh Raja pada Pangeran Mahkota.

Raja menjatuhkan pedang itu dan dengan tegas menyatakan bahwa satu hal telah jelas : Pangeran Mahkota tak akan pernah melakukan kejahatan yang mengarah kepada pengkhianatan seperti ini. Raja memerintahkan mereka semua untuk tetap diam dan menutup mulut sementara kasus ini diselidiki. Semua orang yang menggosipkannya akan segera dibunuh saat itu juga.

Photobucket

Tuan Kim bertanya pada Ratu apa yang sedang terjadi. Ratu memberitahunya bahwa itu semua adalah rencana dari Tuan Hong, tapi dirinya lah yang mengambil pedang itu dari kediaman Pangeran. Tuan Kim bertanya padanya jika mereka seharusnya menggunakan tenaga Dong Soo untuk melepaskan diri mereka dari situasi pelik ini. Karena Dong Soo pernah menyelamatkan nyawa sang Ratu, maka Ratu berpikir sejenak mengenai usul itu dan kemudian menyetujuinya.

Seo memberitahu Dong Soo dan Cho Rip untuk mecari tahu siapa dan di mana para pembunuh gelap yang sebenarnya berada. Gwang Taek tiba-tiba merasakan serangan sakit tiba-tiba di tubuhnya, tapi ia menahan diri dan pulang, memberitahu yang lain mengenai kejadian yang telah terjadi di Istana. Jang Mi menjadi sangat bersedih dan kesal saat memikirkan Sa Mo nya ada di penjara. Jin Ju melaporkan bahwa ia belum menemukan Ji Sun.

Photobucket

Jin Ju ternyata dalam pencariannya mengenai keberadaan Ji Sun, mengunjungi Chun, yang masih berada di tepi danau. Ia memberitahu Chun bahwa ia hanya memeriksa keadaan Chun karena ia cemas. Dan tak disangka, Chun memberikan Jin Ju sebuah kotak berisikan barang-barang milik Ji. Anak buah Hong berada tak jauh dari sana dan menguping pembicaraan mereka.

PhotobucketPhotobucket

Jin Ju pulang ke rumah sambil membawa kotak dan memeriksanya. Hong Do, sang pelukis, tak sengaja melihatnya dan menyadari bahwa Jin Ju menjatuhkan salah satu perhiasan rambutnya dan kemudian Hong Do menyimpannya. Perhiasan itu sangat bagus, lumayan kecin dan bersisi tajam.

Anak buah Hong yang memata-matai Chun kembali dan melapor pada Tuan Hong, yang kemudian pergi menemui Chun. Ia berbasa-basi sejenak dan kemudian bertanya pada Chun apakah Chun berencana untuk meninggalkan Hoksa Chorong. Chun menjawab bahwa ia sedang berpikir untuk meninggalkan “tempat ini selamanya”. Hong mengira kalau itu adalah Joseon dan bertanya apakah Chun tidak mau tinggal lebih lama lagi. Ia mencoba memancing Chun dengan janji Chun padanya untuk membunuh Gwang Taek.

Chun menghentikan perkataann Tuan Hong dan memberitahunya untuk tidak pernah melakukan tindakan sembunyi-sembunyi di belakangnya lagi.

Hoksa Chorong

Gu Hyang kembali dan melapor pada Un secara terperinci mengenai rencana Tuan Hong, bahwa kelihatannya ini sangat buruk bagi posisi Pangeran. Un bertanya-tanya pada dirinya sendiri apa yang akan Dong Soo lakukan pada situasi seperti ini. Gu Hywang menyadari bahwa Un sedang memegang perhiaasan rambut Ji Sun.

PhotobucketPhotobucket

Un mengembalikan perhiasan itu pada Ji Sun, yang menyadari bahwa Un lah yang menjadi dalang di balik semuanya sehingga ia berhasil mendapatkan topi bulu yang asli yang menjadi awal dari bisnisnya. Ji Sun memberitahu Un bahwa perhiasan itu diberikan padanya oleh Pangeran Mahkota Sado. Un bertanya pada Ji Sun apakah Ji Sun masih menyalahkannya. Ji Sun menjawab bahwa ia tidak lagi memendam perasaan benci seperti itu, seperti yang telah diajarkan Dong Soo pada dirinya.

Istana

Di Istana, Dong Soo dan Cho Rip sedang menunggu Seo. Salah satu dayang Istana menjemput Dong Soo, yang segera mengikutinya, sementara Cho Rip tetap tinggal, tertidur.

Ternyata dayang itu melakukan tugas dari Ratu untuk memanggil Dong Soo. Ratu memberitahu Dong Soo bahwa ia ingin membalas Dong Soo karena telah menyelamatkan jiwanya dan bertanya pada Dong Soo apakah Dong Soo memiliki suatu keinginan. Ndak … Dong Soo menyatakan kalau ia melakukan tindakan itu bukan mengharapkan imbalan. Tuan Kim memberitahu Dong Soo kalau Dong Soo tidak dapat menolak tawaran dari sang Ratu. Ratu memberitahu Tuan Kim untuk mengurus masalah ini.

Photobucket

Cho Rip dan Seo memeriksa jenazah para penyerang gelap lagi. Cho Rip mengumpulkan tanda pengenal mereka. Dong Soo kembali dan Cho Rip bertanya pada orang-orang di tempat itu apakan ada salah satu dari mereka yang mengenali wajah dari mayat-mayat itu. Seo memberitahu anak buahnya untuk memeriksa catatan resmi di kantor untuk melihat apakah nama-nama itu cocok dengan daftar resmi. Petugas tersebut meeriksa dan mengatakan kalau ada catatan resmi. Cho Rip menyadari bahwa daftar itu terlihat baru. Sementara itu Dong Soo menatap tajam si petugas, yang menjadi sagnat gugup. Cho Rip bertamua a[alaj catatan itu adalah yang asli, dan si petugas mengiyakannya. Cho Rip meminta sebuah duplikat untuk dirinya.

Ketika mereka pergi dari tempat itu, Dong Soo memberitahu Cho Rip bahwa si petugas itu berbohong. Cho Rip mengiyakannya karena tinta di catatan itu ternyata setelah ia selidiki masih baru. Si petugas itu tak sengaja mendengar percakapan mereka yang berencana untuk memeriksa ksembali nama-nama dalam daftar resmi. Si petugas segera berlari menemui Tuan Hong.

PhotobucketPhotobucket

Gwang Taek sedang menunggu di halaman rumah Sa Mo ketika Jin Ju dan Mi So datang, tapi Jin Ju segera berbalik pergi ketika melihat keberadaan Gwang Taek.

Sebuah kiriman dari Tuan Kim datang dialamatkan pada Dong Soo. Gwang Taek dan Jin Ki bersama-sama dengan para pembawa beban meninggalkan tempat itu dengan kereta berisikan hadiah-hadiah.

Cho Rip dan Dong Soo memeriksa arsip-arsip di perpustakaan dan menemukan bahwa nama-nama para pembunuh gelap yang tewas tersebut ternyata berasal dari daerah pedesaan terpencil dan tanpa ada keluarga di sekeliling, jadi sangat sulit untuk dilacak. Bagaimanapun juga, satu nama yang terdaftar dikenali sebagai seorang anak dari seorang pejabat yang lokasinya cukup dekat. Pangeran muncul dengan ketiga pemuda pengawalnya, dan memberitahu Cho Rip untuk membawa salah satu dari ketiganya bersama-sama dengannya. Sa Mo, bagaimanapun juga, masih berada di penjara.

Photobucket

Jin Ju berdiri di depan gedung penjara dan bertanya-tanya siapa yang mampu dapat mengeluarkan Ji Sun dari sana. Dia mengingat-ingat siapa saja yang bisa dan terakhir teringat pada Un, dan menyimpulkan bahwa ini pasti pekerjaan dari Un. Sementara itu tanpa Jin Ju sadari, ia masih dikuntit oleh Dae Ung. Jin Ju menuju ke pasar dan bertanya-tanya di sana apakah ada orang yang pernah melihat gadis kurus dengan ciri-cirinya, tapi ternyata tak seorangpun yang mengetahuinya. Jin Ju berpapasan dengan Hong Do, yang memberinya sebuah kantong kecil sebagai hadiah. Jin Ju tak sengaja mendengar orang-orang sedang membicarakan mengenai situasi di Istana, dan segera saja berterimakasih pada Hong Do dan kemudian berlari dengan tergesa-gesa, masih dikuntit oleh Dae Ung.

Gwang Taek dan Jin Ki mengembalikan kereta yang berisikan hadiah-hadiah ke kediaman Tuan Kim, beserta pesan bahwa hadiah-hadiah itu tidaklah perlu.

Jjin Ju sedang dalam perjalanan pulang kembali ke kediaman Sa Mo untuk mencari ayahnya, ketika ia disergap oleh Dae Ung dan 2 anak buahnya. Ketika mereka berhasil meringkusnya, Jin Ju menjatuhkan liontin merah kecil yang diberikan oleh Chun padanya.

Ketika Gwang Taek dan Jin Ki kembali, Jin Ki menemukan liontin merah itu tapi tak dapat menemukan Jin Ju di kediaman Sa Mo. Jin Ki menjadi cemas.

Ji Sun meminta Un untuk membiarkannya pergi tapi Un memberitahu bahwa masih ada orang-orang yang sedang mencari keberadaannya. Ji Sun mengatakan bahwa ia merasa kalau ia telah meninggalkan dan membuang kelompok pedagangnya jika terus-terusan begini. Ia merasa sangat berterimakasih pada Un, tapi ia harus kembali pada mereka. Un meminta sedikit waktu lagi pada Ji Sun untuk memastikan keselamatannya.

http://thundie.files.wordpress.com/2011/09/ep21main.jpg
Photobucket

Un pergi keluar menuju ke tempat yang cukup indah di dekat sungai dan bermeditasi di sana. Ia mengingat Ji memberitahu dirinya bahwa satu-satunya cara agar ia dapat hidup dengan bebas adalah dengan menjadi Chun Joo yang selanjutnya, dan Chun memberitahunya bahwa ia bisa melakukan apapun yang ia mau, dan terakhir Dong Soo memberitahunya untuk tidak pasrah untuk menjadi budak dari nasibnya.

Un bermeditasi cukup lama dan kemudian menggunakan pedangnya untuk mengukir sebuah kalimat di batu besar dan akhirnya menemukan pemecahan dari semua keruwetan  dalam pikirannya.

Photobucket

Un mengawasi Ji Sun, yang memandang Un balik sambil bertanya-tanya mengenai janji Un untuk membiarkan ia pergi dengan keselamatannya terjamin.

Un kemudian keluar untuk menemui Tuan Hong di sebuah gibang. Ia memperingatakn Tuan Hong mengenai kesepakatan mereka bahwa Ji Sun tak akan disentuh. Un memberitahu Tuan Hong bahwa Tuan Hong harus menganggap kalau hidup dari Ji Sun adalah sama dengan hidupnya. Jika sesuatu terjadi pada Ji Sun maka Tuan Hong tak akan selamat juga. Tuan Hong menuduh Un  menggunakan Ji Sun sebagai alasan untuk berusaha menyerang dirinya. Un membalasnya bahwa tuduhan itu cukup beralasan, tapi yang utama ia sekarang ini sedang membutuhkan Tuan Hong. Hong mengakui bahwa jawaban Un itu adalah jawaban yang bisa ia engerti.

Photobucket

Hong bertanya pada Un apakah ia mendengar mengenai kejadian di Istana. Un mengiyakannya dan tahu bahwa Hong lah yang berada di balik semuanya dan tentunya juga orang ini … Un mengambil sebuah sumpit dan melemparkannya ke belakang Tuan Hong, menembus pintu dan sampai ke muka Kenjo. Kenjo yang terpergok segera masuk dan Hong tertawa terbahak-bahak sambil memperkenalkannya pada mereka.

Hong memberitahu Un untuk membunuh Sa Mo, yang dijawab Un bahwa ia telah mempelajari dari Chun bahwa meskipun ia seorang pembunuh gelap tapi ia membutuhkan sebuah alasan yang tepat untuk membunuh seseorang. Dengan ini ia menekankan bahwa ia bukanlah seseorang yang hanya akan melompat dan akan melakukan apapun yang diperintahkan oleh Hong padanya. Hong memberitahu mereka bahwa masih ada cara yang lain untuk berurusan dengan Sa Mo.

Photobucket

Petugas pendaftaran berusaha mengendap-endap keluar, tapi Dong Soo sudah bersiap dan menguntitnya. Ia mengetahui kalau dikuntit dan berhasil melepaskan diri dari Dong Soo, tapi Un berhasil melacak jejaknya dan mengancamnya. Petugas itu memohon pengampunan atas nyawanya, tapi Un tidak mau mendengarkan permohonannya dan akan membunuhnya. Petugas itu sangat panik dan segera mengeluarkan buku dari balik bajunya, memohon ampun pada Un sambil mengatakan bahwa buku di tangannya adalah buku daftar yang asli dan menyerahkannya pada Un.

Un memotong tangan si petugas dan memberitahunyay bahwa ia sekarang sudah mati, menyuruhnya untuk keluar dari kota dan tak pernah kembali lagi. Si petugas menyerahkan tanda pengenalnya pada Un, bukti akan kehidupannya sudah berakhir.

Dong Soo sampai di tempat itu dan melihat kalau Un sedang bersama-sama dengan si petugas. Dong Soo memberitahu Un untuk menghunus pedangnya, si petugas segara beringsut pergi. Un memberitahu bahwa ia melakukan ini semua demi Ji Sun. Dong Soo bertanya di mana Ji Sun, dan Un menjawab kalau Ji Sun sekarang aman dan selamat daripada ketika ia berada bersama-sama dengan Dong Soo. Dong Soo kembali bertanya di mana Ji Sun. Un memberitahu bahwa jika Dong Soo tak dapat menjaga keselamatan Ji Sun maka seharusnya Dong Soo menyerah akan Ji Sun saja.

Un bertanya bukankah Sa Mo masih dalam penjara? Bukankah lebih baik Dong Soo pergi ke sana karena para pembunuh akan segera sampai ke sana. Dong Soo terkejut dan segera berlari pergi menuju ke gedung penjara tak mempedulikan Un yang juga pergi.

Kembali ke kediaman Sa Mo, Jin Ki muncul dan bertanya pada Jang Mi dan yang lain apakah mereka melihat Jin Ju. Tidak … tak seorangpun melihatnya … Hong Do muncul sambil membawa bunga, juga mencari Jin Ju.

Photobucket

Kenjo membebaskan Sa Mo dari penjara. Mereka keluar ke halaman dan Sa Mo bertanya pada Kenjo mengapa ia membebaskan dirinya. Kenjo menghunuskan pedangnya dan menyerang Sa Mo. Dong Soo tiba-tiba muncul dan menghadang serangan Kenjo.

Kenjo dan Dong Soo mulai bertarung. Sa Mo melihat beberapa penjaga mulai berdatangan dan memperingatkan Dong Soo. Mereka berdua segera menarik diri dari pertarungan dan melarikan diri. Kenjo mengangguk pada Hong Sa Hae, yang sedang mengawasi dari kejauhan.

Photobucket

Dae Ung telah berhasil menahan Jin Ju. Ia membuat beberapa papan nama kecil yang bertuliskan nama-nama dari semua orang yang disayangi oleh Jin Ju dan yang dibenci oleh Dae Ung. Dae Ung memberitahu Jin Ju bahwa Jin Ju harus tetap diam dan saat ia mencoba memberontak, maka Dae Ung langsung menampar wajahnya kemudian memberitahu Jin Ju lagi untuk patuh dan diam. Jin Ju melawan dengan menyundulnya yang dibalas Dae Ung dengan memukulnya dengan keras.

Dong Soo dan Sa Mo berhasil melepaskan diri dari kejaran para penjaga penjara, dan Sa Mo menggodanya karena telah menggunakan nama aslinya daripada julukannya, Dong Soo tersenyum nakal. SA Mo kemudian bertanya-tanya mengenai kejadian selama ia di penjara dan tampak kekhawatiran di wajahnya.

Sementara itu, saat para penjaga sedang mencari keberadaan Sa Mo, Tuan Hong dan Tuan Kim muncul dan bertanya apa yang sedang terjadi. Mereka berdua  baru saja mengetahui mengenai insiden diri itu dan pergi untuk memeriksa penjara.

Photobucket

Mereka sangat terkejut ketika menemukan kalau Sa Mo ternyata masih berada di dalam sel tahanan. Sa Mo bertanya pada mereka apa yang membawa mereka kemari pada saat larut malam. Sa Mo mengejek mereka dengan mengatakan bahwa Gwang Taek seharusnya berada di “sana” sekarang.

Memang benar, saat Dong Soo  sampai di Istana, Gwang Taek ternyata sudah melapor pada Raja bahwa mereka sudah memiliki buktinya dan bahwa Dong Soo akan mengumumkannya secara terbuka keesokan harinya. Raja setuju tapi ia ingin tahu sekarang juga apakah memang benar Pangeran Mahkota terlibat dan terlihat sangat  lega ketika mendengar jawaban dari mulut Gwang Taek … Tidak.

Photobucket

Gwang Taek kembali merasakan serangan sakit di tubuhnya tapi ia menahan diri dengan sekuat tenaga. Raja segera memanggil tabib Istana, yang memeriksa dan mendiagnosa bahwa Gwang Taek menderita kanker perut (halah jadi ingat  dengan perannya di Hur Jun  … ahahah :P). Gwang Taek keluar dan Dong Soo memberitahu Gwang Taek kalau Sa Mo masih berada di penjara. Tiba-tiba Gwang Taek terbatuk-batuk, Dong Soo menjadi khawatir dan bertanya apakah ia baik-baik saja. Gwang Taek beralasan bahwa ia cemas mengenai Sa Mo.

Un melapor pada Hong bahwa ia telah membunuh petugas pendaftar itu. Hong bertanya apakah ia mendapatkan buku daftar yang asli. Un menjawab tidak.

Saat kembali ke Hoksa Chorong, Un menemui Ji Sun, yang menyadari bahwa Un berdarah dan membersihkan tangan Un. Un memberitahu Ji Sun untuk bersiap-siap meninggalkan tempat itu.

Dae Ung terus memainkan papan-papan nama kecil ketika Jin Ju sadar kembali. Dae Ung melepaskan sumpalan pada mulut Jin Ju dan menunjukkan papan-papan nama itu pada JIn Ju, yang meludah pada wajah Dae Ung. Dae Ung sangat marah dan memukulinya dengan kejam.

PhotobucketPhotobucket

Un mengawal Ji Sun pulang dan ketika dekat dengan kediaman Sa Mo ia berhenti, menyuruh Ji Sun untuk terus. Mi So muncul di kediaman Sa Mo dan bertanya pada Dong Soo kemana perginya kereta berisi hadiah-hadiah itu. Dong Soo mengatakan ia tak tahu apa maksud pertanyaan dari Mi So. Cho Rip muncul dan menjawab kalau Gwang Taek lah yang mengembalikan semua hadiah-hadiah itu pada Tuan Kim, dan melapor bahwa ia telah menemukan seorang saksi mengenai daftar nama itu.

Cho Rip memperingatkan Dong soo agar waspada akan orang-orang yang memberinya hadiah, dan kemudian Mii So menyeretnya keluar.

Ji Sun masuk, membuat Dong Soo sangat lega melihatnya. Ia segera berlari menemui Ji Sun dan bertanya apakah Ji Sun baik-baik saja, dan akhirnya memeluk Ji Sun. Dong Soo kemudian melepaskannya dan bertanya mengenai Un. Ji Sun menyerahkan pada Dong Soo buku daftar nama dan memberitahu bahwa Un memintanya untuk menyerahkan itu pada Dong Soo.

Dae Ung mengguyur Jin Ju dengan seember air untuk membangunkannya, dan menunjukkannya nama-nama yang tertulis di papan-papan kecil itu : Gwang Taek, Chun, Dong Soo, Jin Ki dan Sa Mo. Mereka semua adalah orang-orang yang ingin ia bunuh, tapi apakah semuanya akan datang untuk menyelamatkan Jin Ju? Jin Ju bersumpah untuk membunuh Dae Ung dengan tangannya sendiri dan meludah ke wajah Dae Ung lagi. Dae Ung segera membungkam mulut Jin Ju lagi. Ia melemparkan papan-papan nama itu ke udara yang kemudian jatuh berserakan di tanah. Ia mengambil salah satu yang terjatuh dan menunjukkannya pada Jin Ju, mengatakan kalau itu ternyata bertuliskan nama ayah Jin Ju, Jin Ki.

Di Istana, Seo datang bersama-sama dengan Cho Rip dan Dong Soo untuk membeberkan hasil penyelidikan mereka selama ini. Pertama, Dong Soo menunjukkan  buku daftar nama yang asli  dan papan nama yang dibawa oleh para pembunuh gelap. Tuan Hong mendesak keras bagaimana mereka dapat membuktikan bahwa itu adalah yang asli, bukannya buku yang ada di kantor yang memilik nama-nama orang itu di dalamnya?

PhotobucketPhotobucket

Ia meminta laporan resmi mengenai keaslian buku daftar nama itu, dan itu adalah kesaksian dari petugas pendaftaran (yang seharusnya sudah mati sekarang), dan ternyata tidak masuk hari ini. Cho Rip menyatakan bahwa ada cara lain untuk membuktikannya. Ia membawa salah satu orang yang cocok dengan nama dari salah satu tanda pengenal itu. Orang itu menyatakan bahwa ia tidak pernah menjadi seorang pengawal, dan bahkan pada kenyataanya tidak pernah mererima sedikitpun pelatihan mengenai itu. Cho Rip melaporkan lagi bahwa nama-nama yang lain mirip dengan nama-nama orang dari desa yang tak pernah terlihat ada di dekat Istana.

Kalau begitu siapa orang-orang yang sudah menjadi mayat itu? Keliihatannya mereka adalah orang-orang dari Jepang. Dong Soo menunjukkan salah satu pedang yang digunakan oleh mereka. Itu ternyata adalah pedang khas dari Jepang (Katana), yang sangat berbeda dengan pedang buatan Joseon. Ketika Raja bertanya apakah itu benar, Kenjo muncul dan mengakui kalau semua itu benar. Ia membawa seseorang bersamanya, terikat di seluruh tubuh. Kenjo dan Tuan Hong menyatakan bahwa orang inilah dalangnya, ia juga yang ada di balik semua kejadian sebelum ini dan sudah mengakui semuanya.

Photobucket

Kenjo berlutut dan merendahkan diri, memohon maaf atas semua keributan yang terjadi selama ini. Ia mengatakan bahwa itu bukanlah tindakan yang sebenarnya dari Kekaisaran Jepang, tapi ia akan mengambil alih semua tanggungjawab itu dan akan membunuh dirinya sebagai pertanggungjawaban. Tapi Raja mengampuninya berdasarkan bahwa Kenjo lah orang yang telah menyelamatkan nyawanya di pesta. Raja memerintahkan “kambing hitam” itu untuk segera dihukum penggal. Dan dengan demikian semua masalah itu terselesaikan. Dong Soo dan Seo sangat terkesima ketika melihat bahwa Hong ternyata sudah memiliki rencana cadangan di balik rencana cadangan dari rencana aslinya.

Sa Mo dibebaskan, dan mereka semua menuju ke rumah, di mana Sa Mo disambut dengan suka cita oleh Jang Mi. Gwang Taek bertanya pada Jin Ki apakah ia sudah menemukan jejak dari JIn Ju, tapi ternyata Jin Ju tidak ditemukan di manapun.

Photobucket

Dae Ung menyuruh seorang anak kecil dengan imbalan uang untuk membawakan sebuah pesan pada Jin Ki, yang membacanya dan melihat noda darah di kertas pesan itu. Ia segera mengejar anak kecil itu tapi tak dapat menemukannya, jadi ia segera berlari dengan perasaan panik untuk mencari Jin Ju.

Iklan

One comment on “Warrior Baek Dong Soo – Episode 21

  1. ^-^ lanjutin dr. jin donk oppa… plis10
    ane doain masuk surga (oppa kan baik mau berbagi pasti surga menanti huwahaha 😛 :P)
    hyeong, ayo semangat2….. lanjut dr. jin nya ya… Gomawo!!
    ehmm, rooftop prince nda masuk saeguk ya….

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s