The Moon That Embraces The Sun – Episode 06

 MP-00332

“Raja adalah matahari dan istrinya adalah bulan, jadi kuberi nama: bulan yang memeluk matahari.”

Yeon-woo dimakamkan di sebuah bukit. Persis seperti yang dilihat Ah-ri dan shaman Jang. Hanya keluarganya yang menghadiri pemakamannya. Ibu Yeon-woo terus memegangi peti yeon-woo dan menangis histeris memanggil anaknya. Yeom juga telah kembali. Woon hadir di sana.

MP-00016 MP-00023

Yang Myung tiba di saat peti Yeon-woo mulai ditutupi tanah. Ia jatuh berlutut dan menangis.

Bo-kyung memberi salam pada ayahnya. Ayahnya berkata Bo-kyung akan masuk istana. Ibunya bertanya apakah ini artinya Bo-kyung akan menjadi Puteri Mahkota.

“Apakah ia mati?” tanya Bo-kyung pada ayahnya . “Apa ayah membunuhnya?” dalam hati ia bertanya.

“Hari ini ia meninggalkan dunia ini,” jawab ayahnya.

Bo-kyung duduk di kamarnya dan mengeluarkan gelang yang dibuat Yeon-woo untuk Hwon (ia menemukannya di tanah saat festival topeng). Ia ingat perkataan ayahnya. Jika ia mau memenangkan hati Hwon, ia harus menyingkirkan perasaan bersalah dan rasa kasihan. Ia harus ingat betapa marahnya ia ketika miliknya diambil orang lain. Jika Bo-kyung tidak dapat melakukannya maka jangan menduduki posisi itu.

“Puteri Mahkota,” kata Bo-kyung.

MP-00035 MP-00039

Hwon menangis mengingat Yeon-woo memintanya agar tidak menyalahkan dirinya sendiri, bahwa semua itu kesalahan Yeon-woo. Apapun yang terjadi, Hwon jangan menyalahkan diri sendiri.

Yang Myung menghampirinya.

MP-00049 MP-00050

Hwon menanyakan keadaan Yeom dan bertanya apakah Yang Myung menghadiri pemakaman Yeon-woo. Yang Myung bertanya mengapa Hwon menanyakannya. Apa yang telah Hwon lakukan hingga berhak menanyakannya.

“Kakak,” Hwon tertegun.

“Ketika ia diusir dari istana seperti kriminal, apa yang Pangeran lakukan? Ketika ia berada di antara hidup dan mati, apa yang Pangeran lakukan?!”

“Tolong hentikan,” pinta Hwon.

“Ketika ia dikubur di dalam tanah yang dingin, apa yang Pangeran lakukan? Ketika ayah dan kakaknya dituduh tuduhan palsu, apa yang Pangeran lakukan?!”

“Kakak!!” seru Hwon frustrasi.

MP-00064 MP-00066

Yang Myung berkata bukankah Hwon memiliki segalanya. Cinta ayahnya dan kesetiaan para temannya (Yeom dan Woon).

“Hanya satu. Tidak bisakah aku memiliki satu saja? Dia adalah satu-satunya bagiku. Satu-satunya yang kuinginkan. Tidak bisakah kau memberikannya padaku?” tanya Yang Myung putus asa.

“Kakak,” kata Hwon shock, baru menyadari perasaan Yang Myung selama ini dan perasaannya pada Yeon-woo.

“Jika aku, aku akan melindunginya dengan semua yang kumiliki bahkan dengan nyawaku. Tapi Pangeran tidak bisa melindunginya.”

Hwon terpaku mendengar perkataan Yang Myung. Yang Myung berjalan pergi. Ia berkata pada dirinya sendiri, Yeon-woo akan menjadi miliknya pada kehidupan berikutnya. Apapun yang terjadi, ia akan melindungi Yeon-woo pada kehidupan berikutnya. Hwon melihat kepergian kakaknya. Tampaknya ini akhir dari kedekatan mereka berdua.

MP-00075 MP-00078

Ibu Suri memuji Shaman Jang telah melakukan pekerjaannya dengan baik. Ia sekarang yakin kalau Shaman Jang berkemampuan lebih dari yang ia bayangkan. Ia bersedia memberi dukungan penuh pada kantor astrologi kerajaan (seongsucheong).

Shaman Jang meminta ijin untuk meninggalkan istana selama beberapa waktu. Ia beralasan memantrai Yeon-woo membuat badannya lemah, karena menyebabkan kematian seseorang adalah hal terlarang. Ia ingin memulihkan dirinya dan lagi kehadirannya di istana akan membahayakan persekongkolan mereka.

Ibu Suri dengan berat hati melepas Shaman Jang dan bertanya kapan shaman Jang akan kembali. Shaman Jang berjanji akan kembali.

MP-00092 MP-00091

Di dalam kubur, tangan Yeon-woo bergerak dan matanya seakan hendak terbuka. Di atas kuburan Yeon-woo, Shaman Jang menyuruh seorang pria untuk menggali kuburan Yeon-woo karena Yeon-woo akan segera sadar.

Yeon-woo membuka matanya. Terkejut dan ketakutan karena berada dalam sebuah peti. Ia memukuli peti dan berusaha berteriak tapi tak ada suara yang keluar. Ia mulai kehabisan udara dan hampir tak bisa bermafas.

MP-00094 MP-00106

Saat pria itu masih menggali kubur, seseorang tiba di kuburan itu. Shaman Jang terkejut melihat siapa yang datang. Seul, dengan bertelanjang kaki dan tubuh penuh luka karena berjalan jauh, membawa beberapa tangkai bunga hutan untuk memberi penhormatan terakhir pada Nona Mudanya.

Dalam hati Yeon-woo memanggil-manggil ayahnya, ibunya, kakaknya, dan Hwon. Mereka berhasil mengeluarkannya tepat sebelum kesadarannya hilang kembali. Kehidupan Yeon-woo berkelebat di kepalanya. Ayah ibunya, kakaknya, dan Hwon.

MP-00114  MP-00117

Yeon-woo membuka matanya. Ia berada di sebuah kamar. seorang anak perempuan menatapnya (anak yang diselamatkan Yang Myung dan shaman Jang, sepertinya memiliki kemampuan shaman).

“Siapa kau?”tanya Yeon-woo.

“Aku? Janshil.”

Janshil keluar memanggil Shaman Jang. Seul berlari masuk dan menghampiri Yeon-woo.

MP-00130 MP-00131

“Nona muda, apa kau sudah sadar?” tanyanya gembira. Yeon-woo melihatnya dengan aneh.

Shaman Jang berdiri di ambang pintu.

“Anda siapa?” tanyanya pada shaman Jang. Lalu ia menoleh pada Seul, “Siapa kau? Ini di mana? Siapa aku?”

Shaman Jang terkejut. Berarti bukan Shaman Jang yang menghilangkan ingatan Yeon-woo. Apakah Yeon-woo hilang ingatan karena trauma berada di dalam peti mati? Hmm….jangan-jangan nanti dia juga klaustrophobia terus ingatannya kembali waktu berada dalam peti lagi *ngayaldotcom*

MP-00137 MP-00148

Janshil dan Seul menunggu di luar.

“Kasihan kau, kau ditakdirkan menjalani seluruh hidupmu sebagai bayangannya (Yeon-woo).“ kata Janshil pada Seul. Seul kebingungan. Janshil berkata jika sebuah bunga berdekatan dengan bunga lain maka bunga yang satu akan hilang keindahannya.

MP-00150 MP-00152

Shaman Jang berkata Yeon-woo adalah seorang shaman. Ia berkata Yeon-woo pingsan karena menjalani ritual naerimgut (ritual untuk menjadi seorang shaman dengan menerima roh di dalam tubuhnya). Ia berkata tubuh Yeon-woo mengabdi pada roh yang besar hingga ada ingatannya yang hilang.

“Keluargaku…di mana keluargaku?” tanya Yeon-woo.

Shaman Jang berkata ia tidak tahu. Ia berbohong telah menemukan Yeon-woo terkatung-katung di jalan dan melihat kemampuan shaman di dalam dirinya. Yeon-woo tidak ingat siapapun dan kenyataan itu menyakitkan. Ia mengira dirinya dibuang oleh keluarganya ke jalan setelah ia diketahui berkemampuan shaman.

Shaman Jang meminta Yeon-woo tidak melihat ke belakang dan fokus pada hidupnya sekarang. Yeon-woo mengangguk sambil meneteskan air mata.

MP-00155 MP-00159

Hwon berpapasan dengan Menteri Yoon. Menteri Yoon menanyakan keadaan Hwon. Hwon bersikap seakan semua baik-baik saja dan tertawa bersama Menteri Yoon. Tapi kata-kata Hwon selanjutnya mengandung ancaman dan Menteri Yoon menyadarinya. Hwon berjalan melewati Menteri Yoon dan senyumnya hilang. Hwon jelas menganggap Menteri Yoon sebagai lawannya.

MP-00173 MP-00185

Ayah Yeon-woo melihat bayangan Yeon-woo duduk membaca di luar. Ia tersenyum dan berjalan mendekatinya tapi tak ada siapa-siapa di sana. Yeom keluar dan memegang tangan ayahnya. Yeom menangis.

Ayah Yeon-woo rupanya diasingkan oleh kerajaan dan dianggap melakukan kesalahan karena telah memasukkan Yeon-woo yang sakit ke istana. Ia minta agar Yeom tidak menyalahkan raja. Yeom berkata ia sama sekali tidak memikirkan hal itu. Ia malah khawatir pada Hwon yang saat ini sendirian di istana.

Ayah Yeon-woo berkata suatu hari nanti Yeom akan kembali ke sisi Hwon, jadi ia minta Yeom bertahan untuk sekarang ini. Seorang pelayan datang dan melaporkan kalau ibu Yeon-woo melakukannya lagi.

MP-00187 MP-00195

Melakukan apa? Mengambil anak gelandangan di jalan lalu memperlakukannya sebagai Yeon-woo. Ia memanggilnya Yeon-woo dan menyuapinya makanan kesukaan Yeon-woo. Ini bukan pertama kali dilakukannya. Ayah Yeon-woo menegur istrinya. Anak itu tersedak karena kaget. Yeom menghampiri anak itu dan berkata akan memberi makanan dan pakaian pada anak itu lalu membawanya keluar.

Ibu Yeon-woo memanggil-manggil anak itu dan bertanya mengapa ia tidak menghabiskan makanannya. Ayah Yeon-woo mengguncangnya dan memintanya berhenti seperti itu. Ia berkata Yeon-woo sudah meninggal. Ibu Yeon-woo kembali pada kenyataan dan menangis pilu. Ayah Yeon-woo memeluknya sementara ibu Yeon-woo terus memanggil nama anaknya.

MP-00204 MP-00217

Shaman Jang bertemu dengan seorang pria pada waktu yang telah ditentukan. Pria itu berkata ia khawatir mereka terlambat. Shaman Jang menanyakan di mana anak-anak. Pria itu memanggil mereka. Janshil, Seul, dan Yeon-woo berjalan menuju perahu.

Pria itu menyuruh mereka naik tapi Yeon-woo sepertinya ragu-ragu. Shaman Jang bertanya apakah Yeon-woo masih merasa kurang sehat? Yeon-woo berkata ia menunggu keluarganya. Siapa tahu mereka menyusulnya. Jika ia pergi, ia mungkin tidak bisa bertemu mereka lagi. Shaman Jang memintanya cepat naik ke perahu.

Shaman Jang memberitahu pria itu ke mana ia hendak pergi. Pria itu meminta Shaman Jang mencarinya setiap kali ia membutuhkan bantuan. Shaman Jang berterima kasih. Pria itu meminta shaman Jang berhati-hati. Jika ia terlihat bersama Yeon-woo maka shaman Jang akan berada dalam bahaya.

MP-00224 MP-00232

Shaman Jang naik ke perahu dan perahu itu mulai berjalan menyusuri sungai. Pria itu melambaikan tangan pada Yeon-woo, meminta Yeon-woo tetap sehat. Yeon-woo membalasnya sambil tersenyum ceria. Pria itu berkata lain kali mereka bertemu, ia ingin melihat senyumYeon-woo.

“Sekarang bulan telah tersembunyi. Kegelapan di negeri ini akan semakin dalam. Tapi bulan yang menyusut (menjadi sabit dan menghilang) adalah bagian dari alam. Suatu saat ia akan kembali bersinar penuh.” Ia berharap mereka semua selamat.

MP-00239 MP-00241

Yeon-woo terus memperhatikan Seul. Seul bertanya mengapa Yeon-woo terus menatapnya.

“Mengapa kau terus memanggilku Nona Muda?”

“Ya? Eh, karena….” Seul bingung harus menjawab apa (sepertinya Shaman Jang sudah meminta Seul tidak memberitahu siapa identitas Yeon-woo yang sebenarnya, untuk melindungi Yeon-woo).

“Karena kaulah bulannya,” jawab Janshil.

“Bulan?” tanya Yeon-woo.

Shaman Jang cepat-cepat menjelaskan, Yeon-woo mengabdi pada roh yang kuat hingga ia dihormati. Shaman Jang ingat pita merah dalam penglihatannya. Dari kata “dua, orang, pekerjaan” menjadi kata “shaman”. Ia bertanya-tanya apakah ini maksudnya (kantor astrologi kerajaan dan Yeon-woo sama-sama selamat dengan Yeon-woo menjadi shaman).

MP-00246   MP-00251

Seul menangis jadi Yeon-woo bertanya mengapa Seul menangis. Tidak ada apa-apa, kata Seul. Sepertinya ia sedih karena Yeon-woo tidak ingat apa-apa dan sekarang mereka harus pergi. Yeon-woo menghibur Seul, menyuruhnya jangan menangis.

Shaman Jang memperhatikan Yeon-woo. “Entah dia kembali ke istana atau hidup sebagai seorang shaman, sekarang itu adalah takdir dari anak itu sendiri.”

MP-00258MP-00260

Bo-kyung dirias untuk menjalani upacara pernikahan. Ibunya masuk dan memuji kecantikan puterinya. Ibu Bo-kyung meminta Bo-kyung ingat bahwa kedudukan istri Putera Mahkota sejak awal adalah miliknya. Bo-kyung mengulang ucapan ibunya.

“Siapapun dia, tidak ada yang bisa mengambil tempatmu.”

“Tidak ada seorangpun yang bisa mengambil tempatku,” ujar Bo-kyung.

MP-00278 MP-00280

Hwon menjalani upacara pernikahannya bagai robot. Yoon Dae-hyung tersenyum menyaksikan keinginannya terlaksana. Hwon berdiri mematung di luar kediaman Bo-kyung.

Puteri Min-hwa berbaring di tempat tidurnya dan menutupi dirinya dengan selimut. Ia sepertinya trauma. Kata-kata neneknya bahwa keinginannya akan segera terlaksana, terus terngiang di kepalanya.

MP-00293 MP-00303

Tiba-tiba hujan turun. Hujan kecil. Hwon menengadah. Mengingat arti nama Yeon-woo. Hujan gerimis di tengah kabut. Ia tersenyum sedih.

Yang Myung menadahkan tangannya. Mengingat kenangannya dengan Yeon-woo saat ia melindungi Yeon-woo dari hujan.

MP-00305 MP-00309

Bo-kyung dibawa keluar kediamannya untuk menaiki tandu. Kasim Hyung mengingatkan Hwon untuk membukakan tirai tandu bagi Bo-kyung. Bo-kyung menoleh dan tersenyum pada Hwon.

Hwon seakan tak mendengar dan ia tak peduli pada keadaaan sekelilingnya. Ia menadahkan tangannya dan tersenyum sambil menangis. (sediiih….seakan-akan dengan menyentuh air hujan, ia menyentuh tangan Yeon-woo dan menikah dengannya)

MP-00336MP-00338

Beberapa tahun kemudian.

Hwon telah tumbuh dewasa dan menjadi Raja. Ia mengulurkan tangannya menyentuh hujan. Kasim Hyung masih setia melayaninya. Dan masih cerewet^^

Hwon memerintahkan agar para Menteri dipanggil keluar. Karena cuaca yang bagus, ia ingin bermain golf.

MP-00348 MP-00349

Hwon memukul bola memasuki lubang. Seorang menteri bersorak memujinya. Dia adalah salah satu sekutu Menteri Yoon. Menteri Yoon melirik sebal padanya. Hwon hendak memukul bola lagi tapi ia tiba-tiba memegang dadanya, mengernyit kesakitan. Para menteri melihat hal itu. Namun Hwon bersikap seakan itu bukan apa-apa dan meneruskan permainannya. Bola itu meleset.

Giliran si menteri penjilat (sekutu Yoon yang tadi memuji Hwon, kubilang penjilat aja ya abis ngga tau namanya^^) memukul bola dan bola itu masuk. Ia bersorak penuh kemenangan. Hwon bertepuk tangan sementara Yoon dan sekutunya yang lain menatapnya tak terkesan.

Hwon memuji permainan golf si menteri penjilat. Entah mengapa aku merasa Hwon sekarang sedikit menakutkan. Ada sesuatu di balik senyumnya, di balik kata-katanya yang sopan dan ramah.

MP-00362 MP-00371

“Anda sibuk dengan pekerjaan, jadi bagaimana Anda bisa begitu hebat?” tanya Hwon.

“Karena lubang di sini jauuuh lebih besar dari lubang lainnya,” kata si menteri itu. Kasim Hyung terlihat khawatir dengan jawaban yang diberikan si Menteri.

Hwon tertawa terbahak-bahak. Para menteri yang lain ikut tertawa, kecuali Menteri Yoon dan Kasim Hyung (kasim Hyung ini sudah bertahun-tahun ikut Hwon jadi ia tahu apa yang ada di hati dan pikiran Hwon).

“Kalau begitu kau pasti tahu di mana lubang terbesar di istana ini,“ ujar Hwon penuh arti.

“Bagaimana hamba bisa tahu?” tanya si menteri agak bingung.

Wajah Hwon berubah serius, “Akan kutunjukkan apa maksudku.”

MP-00381 MP-00385

Ia berjalan masuk, diikuti para menteri. Hwon menuju ke gudang arsip. Ia masuk dan mengambil sebuah kotak berdebu. Para menteri berdiri mematung di ambang pintu.

Hwon membuka tutup kotak itu. Seseorang berseru mnecegahnya. Hwon mengambil gulungan-gulungan kertas dari dalam kotak itu dan membacanya. Isinya adalah laporan dari berbagai daerah. Penduduk yang dihukum dengan tidak adil, rakyat diperas dan tanah mereka diambil, para pejabat menyogok agar bisa menduduki posisi dalam pemerintahan. Rakyat tak mendapat makanan dan pakaian yang layak di musim dingin. Semua itu laporan yang seharusnya dilaporkan pada Raja tapi malah disembunyikan.

MP-00390 MP-00401

Seorang menteri berkata mereka hendak melaporkannya setelah mengkonfirmasinya lebih dahulu. Tapi Hwon dengan tajam berkata tidak bisakah mereka melihat tanggal yang tertera dalam laporan itu. Beberapa laporan bertanggal lebih dari sebulan yang lalu.

Seorang menteri lain beralasan laporan itu sepele hingga mereka bisa menyelesaikannya sendiri. Hwon marah dan bertanya, “Siapa yang menyebut semua masalah ini sepele? Siapa yang menyuruh kalian memilah-milah penderitaan rakyat, mana yang sepele dan tidak? Menjauhkan Raja dari rakyatnya, inilah lubang terbesar di istana ini! Dan aku akan menutupnya.”

MP-00409 MP-00420

Dengan marah Hwon meninggalkan mereka.

Para menteri berkumpul membicarakan Raja Lee Hwon yang semakin dewasa. Seorang menteri berkata Hwon seharusnya tidak ikut campur dalam urusan yang tak penting dan mereka mulai membicarakan “penyakit” Hwon. Sejak menikah, Hwon tidak pernah tidur bersama dengan sang Ratu. Ada yang menganggap Hwon memalsukan penyakitnya, sebagai alasan untuk tidak bersama istrinya. Tapi yang lain berkata Hwon tidak berpura-pura, wajahnya jelas terlihat menahan rasa sakit saat penyakitnya kambuh. Yoon diam mendengarkan perdebatan itu.

Seorang mengusuklan agar Hwon dikirim keluar istana dengan lasan untuk memulihkan penyakitnya. Yoon menganggap itu usul yang baik.

“Jika kau mengekang anjing terlalu kuat, bahkan jika itu anjing yang kaupelihara, anjing itu akan berontak pada pemiliknya. Seringkali kau harus melonggarkan sedikit ikatannya agar anjing itu mau mendengar pemiliknya,” kata Yoon.

MP-00426MP-00428

(sekilas info: dalam novelnya, Hwon naik tahta pada usia 19 tahun-berarti sekitar 6 tahun setelah Hwon bertemu Yeon-woo. Menurut tradisi, jika Raja masih berusia di bawah 20 tahun, pemerintahan berada di bawah Ibu Raja atau Nenek Raja, mewakili Raja yang masih muda. Hwon digambarkan sebagai seorang yang wajahnya terlihat lebih muda dari umur sebenarnya. Jadi di awal pemerintahan Hwon, neneknya dan ayah mertuanya Yoon Dae-hyung yang menguasai pemerintahan. Namun sekarang Hwon mulai mencari jalan untuk mengambil alih kekuasaan. Namun hal itu akan berubah kembali dengan semakin buruknya penyakit Hwon.)

Menteri Yoon menemui Nenek Hwon (setelah Hwon menjadi Raja maka yang menjadi Ibu Suri adalah Ratu Han. Untuk membedakan, aku panggil Nenek Hwon dengan sebutan Ibu Suri Yoon, dan ibunya Hwon dengan sebutan Ibu Suri Han ya^^). Ia membicarakan keengganan Hon untuk berada dalam satu kamar dengan istrinya setelah begitu lama menikah. Ia mengisyaratkan agar Hwon mengambil selir. Tapi Ibu Suri Yoon menolak usulan itu mentah-mentah. Ia ingin keturunan dari Bo-kyung (garis keturunannya).

Menteri Yoon mengingatkan masih ada ancaman dari adanya Pangeran Yang Myung (maksudnya, jika Hwon tidak bisa mnghasilkan keturunan maka pewaris tahta seterusnya adalah Yang Myung). Ia minta Ibu Suri Yoon turun tangan dalam masalah ini karena hanya Ibu Suri yang bisa mengatasi kekeraskepalaan Hwon.

MP-00430 MP-00434

Menteri Yoon menemui Hwon dan mengusulkan agar Hwon pergi beristirahat ke istana lain untuk sementara. Tapi Hwon tahu, jika ia tidak berdiam di istana utama, maka ayah mertuanya yang akan bertanggung jawab atas segala masalah di istana. Hwon berbicara dengan penuh senyum dan nada yang lembut tapi kata-katanya sarat sindiran dan penuh arti.

Kasim Hyung memberi tahu bahwa Ibu Suri Yoon ingin bertemu dengan Hwon.

“Kurasa Ibu Suri akan membicarakan hal yang sama dengan Menteri Yoon. Bagaimana menurutmu?” ujar Hwon pada Yoon Dae-hyung.

MP-00445 MP-00446

Hwon berjalan ke kediaman Ibu Suri (ampun deh, gaya jalannya aja sama dengan Hwon remaja ^^). Ia berpapasan dengan Bo-kyung dan rombongannya. Hwon melihatnya dengan tanpa ekspresi. Bahkan setelah Bo-kyung memberi salam, ia tak berkata apapun dan berjalan melewatinya begitu saja. Bo-kyung menarik nafas panjang dan memaksakan sebuah senyum.

MP-00456 MP-00457

Kedua Ibu Suri menasihati Hwon untuk pergi dari istana selama beberapa waktu untuk memulihkan kesehatan. Hwon beralasan dia sibuk.Ibu Suri Yoon bertanya mengapa sampai sekarang mereka belum memiliki anak, mereka tidak bisa menunggu lagi.

Bo-kyung mulai menangis dan menyalahkan dirinya karena tidak bisa menarik perhatian Hwon. Ibu Suri Han membela Bo-kyung, itu bukan kesalahan Ratu. Tapi Bo-kyung terus menyalahkan drinya. Hwon tidak tergerak sedikitpun. Ibu Suri Yoon berkata itu bukan kesalahan Ratu karena Raja dengan sakit.

Hwon tetap menolak usulan pindah istana. Ibu Suri Yoon berkata Hwon mengabaikan negara dengan mengabaikan kesehatannya. Hwon balik berkata bahwa meninggalkan urusan istana pada keluarganya (aka Yoon Dae-hyung dan Ibu Suri) sama saja dengan mengabaikan urusan negara. Ibu Suri Yoon tersinggung dan marah. Ia mengumumkan mogok makan mulai sekarang. (lucu juga ya, kalau ini ibu suri yang mogok makan. Kalau di kita rakyat jelata yang mogok makan :p *abaikan*)

Tentu saja Ibu Suri Han dan Ratu Bo–kyung berusaha membujuk Ibu Suri Yoon agar tidak melaksanankan niatnya. Hwon memejamkan matanya sambil menghela nafas.

MP-00467 MP-00474

Ibu Suri Han menegur Hwon karena tidak bersikap baik pada neneknya. Ia mengingatkan berapa banyak yang telah Ibu Suri Yoon lakukan untuk Hwon. Hwon berkata mempunya keturunan bukanlah masalah sederhana. Ibu Suri Han meminta Hwon tidak membuat masalah semakin rumit.

Kasim Hyung masuk dan meminta Hwon keluar sebentar. Ini mengenai Ratu. Bo-kyung telah menggelar tikar dan mengajukan permohonan di depan kediaman Ibu Suri Yoon agar Ibu Suri Yoon menghentikan mogok makannya. Ia menangis dan berseru menyalahkan dirinya sendiri.

MP-00486 MP-00490

Hwon mendekatinya dan dengan lembut memintanya segera berdiri karena cuaca yang dingin. Ratu tidak mau berdiri sampai Ibu Suri Yoon menghentikan mogok makanya. Hwon berkata ia akan berbaikan dengan Ibu Suri Yoon jadi Bo-kyung boleh bangkit berdiri sekarang,

Bo-kyung bangkit berdiri dan entah sengaja atau tidak, kakinya lemas hingga ia terjatuh ke dalam pelukan Hwon. Semua dayang dan kasim memalingkan muka (sepertinya aturan di istana bahwa mereka tidak boleh melihat).

MP-00497 MP-00498

“Di dalam kau memiliki Ibu Suri dan di luar ada ayahmu. Tentu menyenangkan mempunyai pendukung yang kuat,” ujar Hwon pelan. Bo-kyung menatap Hwon kaget dan berusaha melepaskan pelukan Hwon. Tapi Hwon malah mengetatkan pelukannya dan berbisik di telinga Bo-kyung, “Apa kau ingat apa yang kukatakan saat kita menikah? Jika kau lupa, aku akan mengingatkannya lagi. Kau bisa mendapatkan semua yang kauinginkan, tapi jangan pernah megharapkan hatiku karena kau tidak akan pernah memilikinya.”

Bo-kyung tertegun. Hwon melepaskan Bo-kyung dan berjalan pergi. Bo-kyung menangis, seakan ia paling menderita di dunia ini.

MP-00509 MP-00523

Tapi ketika tidak ada seorangpun, ia masuk ke kamarnya dengan marah. “Apa mungkin kau masih belum melupakannya? Anak itu sudah mati. Apa kau tahu?” semburnya dalam hati.

Puteri Min-hwa datang menemui Bo-kyung. Ia masih sama, kekanakkan dan ceria. Bajunya juga tetep kuning hehe^^

MP-00530 MP-00531

Min-hwa menyapa Bo-kyung dan menanyakan keadaanya. Bo-kyung tersenyum dan bertanya apa yang membawa Min-hwa ke istana. Min-hwa baru saja menemui ibunya dan ia disuruh ibunya untuk menghibur Bo-kyung. Ia sudah mendengar apa yang terjadi.

Bo-kyung lagi-lagi berkata ia yang berkekurangan hingga tidak bisa memberi keturunan. Puteri Min-hwa dengan polos berkata mungkin karena Bo-kyung kurang kasih saying dari Hwon. Jadi mungkin karena Hwon tidak menyukai Bo-kyung.

Bo-kyung tentu saja tidak suka mendengarnya tapi senyum palsunya tidak pernah lepas dari wajahnya. Ia bertanya mengapa Min-hwa datang. Min-hwa berbisik bahwa tanggal untuk ia bisa bersama dengan suaminya telah keluar. Ia terkikik malu dan pamit pada Bo-kyung, suaminya tidak suka jika tidak melihatnya. Senyum Bo-kyung menghilang (iri karena Min-hwa dan suaminya bisa bersama).

MP-00545 MP-00551

Min-hwa pulang ke kediaman keluarga Heo. Setelah turun dari tandu, ia kembali naik ke tandu dan menulis seuatu. Sepertinya itu daftar (mungkin hasil perhitungan ahli nujum istana) waktu yang tepat untuk Puteri Min-hwa bersama dengan suaminya. Aku pernah baca, setelah Yeon-woo meninggal, Yeom menikah dengan Min-hwa. Tapi kemudian ayah Yeon-woo dan Raja meninggal hingga Yeom dan Min-hwa tidak bisa menyempurnakan pernikahan mereka karena masa berkabung (biasanya jika seorang Raja meninggal, maka keluarganya dalam masa berkabung yaitu selama 3 tahun, tidak boleh tidur bersama).

Min-hwa menambahkan beberapa tanggal selain tanggal yang telah tertulis. Ia keluar tandu dan berlari masuk ke halaman . Di depan kamar Yeom ia berseru memberitahukan kedatangannya pada Yeom. Karena tidak ada jawaban, ia memutuskan untuk masuk. Tanpa mempedulikan dayangnya yang mencoba menahannya, Min-hwa berlari masuk.

MP-00562 MP-00564

Min-hwa memanggil-manggil suaminya. Tapi Yeom tidak menjawab, ia tidur menghadap tembok. Min-hwa bertanya mengapa Yeom tidur mengenakan pakaian lengkap. “Apakah Tuan tahu aku akan datang dan sudah mempersiapkan selimut? Aku sudah menerima daftar tanggal kapan kita bisa bersama,” kata Min-hwa malu-malu. Yeom diam saja.

Dayang Min-hwa mengeluh sikap Min-hwa tidak berubah. Ia terkejut ketika Yeom menghampirinya. Mengapa Yeom ada di sini. Yeom berkata ia pergi mengambil beberapa buku. Dayang itu terkejut, “Kalau begitu puteri berbicara dengan siapa?”

MP-00584 MP-00576

Min-hwa menyodorkan kertas berisi penanggalan itu di atas meja. Ia berkata hari ni termasuk dalam tanggal yang ditulis penanggalan itu dan selimut telah dikeluarkan. Ia beringsut mendekat.

“Apa yang kaukatakan barusan itu adalah salah.”

Mendengar suara yang bukan suara suaminya, Min-hwa berseru kaget, “Siapa kau?”

Pangeran Yang Myung duduk dan menjawab, “Kakakmu.”

“Kak Yang Myung!” seru Min-hwa kesal.

Yang Myung tersenyum nakal dan mengambil kertas di atas meja. Min-hwa minta kertas itu dikembalikan. Yang Myung tertawa dan berkata Min-hwa telah menambahkan beberapa tanggal.

“Bagaimana kakak bisa tahu?”

“Hanya orang bodoh yang tidak tahu,” ujar Yang Myung.Soalnya tulisannya beda banget hehehe^^

MP-00594 MP-00602

Min-hwa kesal sekali. Yeom masuk dan bertanya apa mereka berdua sedang bertengkar. “Bagaiman aku bisa bertengkar dengannya,” kata Yang Myung. Min-hwa merebut kertas itu dari tangan kakanyak, “Aku benci pada kakak,” ujarnya. Ia berlari keluar.

Di luar, Min-hwa membalas dendam dengan melemparkan sepatu Yang Myung ke atas atap. LOL^^

MP-00609 MP-00618

Yeom bertanya mengapa Yang Myung selalu menjahili adiknya setiap ada kesempatan. Yang Myung berkata ia tidak suka pada Min-hwa. Bagaimana bisa, tanya Yeom. Yang Myung berkata ia tidak suka karena Min-hwa menjadikan Yeom suaminya hingga karir Yeom hilang dalam sekejap (suami Puteri tidak boleh berkecimpung dalam dunia politik dan pemerintahan).

Yeom meminta Yang Myung tidak berkata demikian. Baginya Min-hwa justru penyelamat keluarganya. Yang Myung bersikeras Min Hwa telah mengubur impian Yeom.

MP-00625 MP-00629

Keduanya keluar. Yang Myung menyadari sepatunya hilang. “Seekor kucing pencuri yang manis telah mengambil sepatuku,” katanya tersenyum. Yeom menawarkan sepatunya. Yang Myung mengeluarkan sepasang sepatu dari bungkusannya. Ia sering bepergian hingga selalu mempunyai sepatu ekstra.

Yang Myung baru pulang berpergian dan ia tidak langsung pulang ke kediamannya karena banyak “lalat” berkumpul di rumahnya. Setelah beberapa langkah ia berjalan, ia menoleh ke tembok dan tersenyum. Tempat ia biasa melihat Yeon-woo. Yeom memintanya berhenti (memikirkan Yeon-woo).

MP-00641 MP-00645

“Aap kau tidak penasaran?” tanya Yang Myung.

“Penasaran apa?”

“Jika ia masih hidup, ia akan seperti apa? Bagimu dan bagiku, waktu telah berlalu . Tapi dalam ingatanku, adikmu selalu berusia 13 tahun.”

Yang Myung berjalan sendirian ke rumahnya. Dalam bayangannya, Yeon-woo 13 tahun berjalan di sampingnya.

“Apa yang sedang kaupikirkan?” tanya Yeon-woo.

“Aku memikirkanmu.’

“Apakah kau akan ke istana?”

“Apa Yeom memintamu menanyakan hal itu?”

“Tidak, karena kupikir ada yang sedang menunggumu.”

“Siapa yang akan menungguku?”

“Yang Mulia.”

Yang Myung bertanya bagaimana bisa Hwon menunggunya, di saat ia bersikap buruk padanya. Dia menunggu, jawab Yeon-woo. Yang Myung menoleh pada Yeon-woo, mengapa kau terus membicarakan Yang Mulia. Yeon-woo berkata Hwon tidak memiliki siapapun untuk diajak bicara di dalam istana. Ia pasti kesepian. Yang Myung berkata ada Woon di sisi Hwon. Yeon-woo meminta Yang Myung melindungi Hwon. Lalu ia menghilang.

MP-00654 MP-00659

Yang Myung telah sampai di depan kediamannya. Banyak orang telah menunggunya. Inilah para “lalat” itu. Seseorang melihatnya dan memanggilnya. Yang Myung melarikan diri dan bersembunyi. Orang-orang mengejarnya dan terus memanggilnya. Setelah aman, Yang Myung keluar dari persembunyiannya dan berkata dalam hatinya, “Apa kau puas sekarang? Ini adalah caraku melindunginya.”

Orang-orang itu adalah orag –orang yang mendukung Yang Myung. Dugaanku, keadaaan negeri itu tidak baik karena Yoon Dae-hyung dan konco-konconya melakukan korupsi dan sewenang-wenang hingga rakyat menderita. Akibatnya mereka berharap Yang Myung bisa menggantikan Hwon. Tapi Yang Myung tidak mau. Itulah sebabnya ia menyembunyikan diri. Ini adalah caranya melindungi tahta Hwon.

MP-00671 MP-00678

Hwon tidur dengan gelisah. Ia bermimpi buruk. Dalam mimpinya, Yeon-woo berkata ini semua bukan kesalahan Hwon jadi jangan salahkan dirinya apapun yang terjadi. Lalu Ibu Suri berkata semua adalah kesalahan Hwon. Yang Myung bertanya apa yang Hwon lakukan ketika Yeon-woo dikuburkan di dalam tanah yang dingin. Jika itu adalah dirinya, ia akan menyerahkan semuanya bahkan hidupnya , untuk melindungi Yeon-woo.

Hwon terbangun. Kata-kata Yang Myung terngiang di kepalanya, bahwa Hwon tidak melindungi Yeon-woo. Hwon tidak sendirian dalam kamar itu. Di sudut kamar Hwon, Woon duduk menjaga.

MP-00683 MP-00689

Woon bertanya apa Hwon mendapat mimpi yang sama. Hwon mengajak Woon keluar untuk mencari udara segar. Woon mengikutinya keluar.

Mereka berdiri di depan bekas kediaman Yeon-woo. Bangunan tu disegel. Mungkin karena dianggap membawa sial, setelah Yeon-woo tinggal di sana. Atau dianggap masih mengandung penyakit.

Hwon bertanya apakah Woon tahu mengapa tempat itu dinamai “Bulan perak”. Ayahnya membangun tempat itu karena suatu kali Raja Seongjo melihat bayangan bulan yang dipantulkan di kolam, sangat indah hingga ia ingin menyimpannya selamanya. Hwon berkata beberapa waktu lalu ia juga menyimpan sebuah bulan di sini. Ketika ia merindukannya, ia bisa melihatnya.

“Walau kau tidak bisa melihat bulan dan matahari dalam satu langit bersama-sama, tapi dalam kolam ini, kami bersama.”

Hwon dan Woon melihat pantulan cahaya bulan di kolam. Bulan itu di sisi Hwon, matahari (Hwon) berada di sebelah bulan (Yeon-woo).

MP-00693 MP-00701

Di suatu tempat, shaman Jang mengadakan ritual. TIba-tiba semua lilin padam. Ia merasakan sesuatu. Seorang gadis berlari menghampirinya. Ia membawa sebuah surat. Gadis itu Janshil.

Shaman Jang membaca surat itu: “Waktunya sudah tiba. Aku akan ke tempatmu jadi mari kita bertemu.” (sepertinya surat dari pria yang dulu membantu mereka pergi). Shaman Jang melihat ke langit.

MP-00706 MP-00713

Keesokan harinya, shaman Jang, Janshil dan dua gadis lainnya berjalan ke pelabuhan. Seorang gadis itu berpakaian bak seorang pria. Dia adalah Seul. Seorang gadis lain menutupi kepalanya dengan kain, Yeon-woo.

Shaman Jang meminta Yeon-woo pulang. Yeon-woo membuka penutup kepalanya.

MP-00716 MP-00723

MP-00722 MP-00727

sumber: pataragazza.blogspot.com

One comment on “The Moon That Embraces The Sun – Episode 06

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s