The Moon That Embraces The Sun – Episode 07

MP-00318

Seul, Janshil, dan Yeon-woo mengantar kepergian shaman Jang. Shaman Jang meminta Yeon-woo pulang. Yeon-woo membuka penutup kepalanya. Ia ingin ikut dengan shaman Jang jadi ia mohon jangan melarangnya mengantar kepergian shaman Jang. Tampaknya hubungan Shaman Jang dan Yeon-woo sudah seperti ibu dan anak.

Shaman Jang kembali menutupi kepala Yeon-woo.

“Mengapa Ibu angkat melakukan itu?”

“Selama aku pergi, pastikan kau menghindari bertemu orang asing.”

MP-00011 MP-00012

“Apakah akan ada tamu hari ini?” tanya Yeon-woo.

“Tidak peduli bagaimanapun, kau tidak boleh menaruh mereka dalam hatimu dan jangan berinteraksi dengan mereka. Apa kau mengerti?”

Janshil berteriak perahunya sudah datang.

Yang Myung ada di perahu itu. Ia melihat ada banyak orang di pelabuhan. Ia bertanya pada seseorang mengapa ada begitu banyak orang. Orang itu bertanya apakah Yang Myung tidak tahu kalau Raja akan mengunjungi kota ini pada hari ini.

Yang Myung berkata dalam hatinya, “Yeon-woo, kau mempertemukan aku dengan Yang Mulia.”

MP-00014 MP-00020

Ia turun dari perahu dan berjalan melewati Yeon-woo dan yang lainnya. Tapi ia tidak melihat Yeon-woo. Yeon-woo meminta shaman Jang menyampaikan salamnya pada ahli nujum (pria yang menggali kuburan Yeon-woo). Shaman Jang menyuruh Seul membawa Yeon-woo langsung pulang ke rumah.

“Jika kau tidak percaya padaku, mengapa kau tidak membawaku saja dan meninggalkan Janshil di sini?” gurau Seul.

Shaman Jang berkata ia lebih takut dengan masalah yang akan ditimbulkan Janshil daripada Seul. Jadi Seul tidak perlu cemburu.

MP-00025 MP-00036

Seul dan Yeon-woo berjalan pulang. Mereka senang bisa bebas sejenak dan memutuskan berjalan-jalan sebentar. Seorang pria mengumumkan Raja akan melewati kota ini. Seul terkejut dan langsung berkata tidak pada Yeon-woo bahkan sebelum Yeon-woo mengatakan apapun. Yeon-woo langsung memasang tampang memelas tapi Seul menguatkan hatinya dan menolak. Yeon-woo semakin memelas tapi Seul berkata tidak dan menarik Yeon-woo pergi.

Yang Myung kemudian melewati tempat yang sama dan mendengar pengumuman itu. Pria itu membagi-bagikan pengumuman dan Yang Myung langsung mengambil satu. Ia tersenyum.

MP-00049 MP-00050

Hwon dan rombongannya mulai mendekati kota. Ia ingin tirai tandu dibuka. Kasim Hyung menasihatinya agar tidak membuka tirai karena cuaca sangat dngin. Tapi Hwon memerintahkan tirai dibuka.

Mereka berhenti dan kaisim Hyung membuka tirai tandu.

“Rakyat keluar dari rumah mereka untuk melihatku jadi bagaimana bisa aku mengecewakan mereka dengan menutup wajahku.”

Kasim Hyung menyarankan agar Hwon tersenyum. Hwon berpikir hal itu tidak tepat.

“Apa kau pikir mudah menemukan seorang Raja dengan wajah seperti ini?

Kasim Hyung mengernyitkan wajahnya. Woon tersenyum.

Mereka berjalan memasuki kota (eh kecuali Hwon tentunya, dia sih naik tandu hehehe^^)

MP-00064 MP-00065

Rakyat berbaris untuk melewati pembatas untuk memasuki jalan yang akan dilalui Raja. Yeon-woo dan Seul ikut berada dalam barisan (hehe Seul luluh juga sama wajah imut Yeon-woo). Seul mengingatkan Yeon-woo berjanji hanya melihat satu menit saja. Yeon-woo berjanji.

Ternyata para pengawal hanya memilih rakyat yang berpakaian bangsawan saja. Rakyat yang terlihat miskin tidak diperbolehkan masuk dan melihat Raja. Seorang ibu membawa anaknya untuk melihat Raja. Mereka orang miskin. Tapi pengawal mengusirnya. Ibu anak itu memohon, anaknya sangat ingin melihat Raja. Tapi pengawal itu malah mendorong si ibu hingga jatuh.

Yeon-woo yang berada di belakang ibu itu langsung menolong ibu itu berdiri. Ia menghampiri dan menegur si pengawal yang telah bersikap kasar.

“Apa kau bilang orang miskin dan rendahan tidak berhak melihat Raja? Mana ada hukum seperti itu?”

MP-00071 MP-00075

Pengawal itu marah ada seorang gadis yang berani menentangnya, memang Yeon-woo siapa. Yeon-woo mengaku ia seorang shaman. Pengawal itu berkata beraninya Yeon-woo menatapnya seperti itu. (shaman dianggap rakyat kelas bawah dan biasanya rakyat dari kelas rendah tidak boleh langsung menatap wajah rakyat dengan kasta di atasnya).

Pengawal itu mengangkat tangan hendak memukul Yeon-woo tapi Seul menangkap pergelangan tangan pengawal itu.

“Sebelum aku memotongnya, turunkan tanganmu,” ancam Seul.

MP-00078 MP-00079

Pengawal itu mengejek Seul, berkata Seul seperti pria yang kewanitaan. Seul hendak mengeluarkan pedangnya tapi Yeon-woo menahannya.

Yeon-woo menatap tajam pengawal itu dan berkata,” Apakah aku perlu memberitahu mengapa istrimu meninggalkan rumah?’

“Apa?” tanya pengawal itu terkejut.

“Itu karena kebiasaanmu minum. Setiap kali kau mabuk, kau memukulnya. Dia tidak punya pilihan lain selain mencari pria lain.”

Pengawal lain bertanya pada pengawal itu, apakah istrinya benar-benar meninggalkan rumah karena selingkuh. Sepertinya pengawal itu telah berbohong sebelumnya mengenai kepergian istrinya. Pengawal itu menyuruh Yeon-woo tutup mulut. Yeon-woo berkata sejak kepergian istrinya, pengawal itu pasti minum setiap kali ingat istrinya. Sekarang seluruh tubuh pengawal itu dipenuh alkohol dan jika ia tidak berhenti minum maka hidupnya tidak akan lama lagi. Paling lama satu tahun.

Pengawal itu marah dan hendak memukul Yeon-woo. Tapi pengawal lain menahannya. Berbahaya jika memukul seorang shaman.

Dari belakang barisan Yang Myung berlari ke arah lain dan mengalihkan perhatian para pengawal itu. Para pengawal mengejar Yang Myung. Yeon-woo mengangkat tali pembatas dan membiarkan semua orang melewatinya agar bisa melihat Raja.

MP-00091 MP-00093

Seul menegur Yeon-woo yang telah bersikap sebagai seorang shaman. Shaman Jang sudah mengingatkan agar Yeon-woo tidak melakukan hal itu. Yeon-woo berkata ia hanya melakukan apa yang seorang shaman lakukan jadi apa salahnya. Seul berkata itu namanya penipuan, jika seorang shaman yang tidak memiliki kemampuan supranatural berpura-pura memilikinya. Tapi Seul penasaran juga bagaimana Yeon-woo bisa tahu mengenai pengawal itu.

Yeon-woo mengetahui orang itu pemabuk dari instingnya. Ia bisa mencium bau alkohol dari nafas pengawal itu dan karena hidung pengawal itu merah berarti ia peminum berat. Pengawal itu juga ringan tangan terhadap wanita jadi saat ia mabuk pasti ia lebih mudah lagi memukul wanita.

“Tapi bagaimana Nona bisa tahu mengenai istrinya?”

Yeon-woo berkata pengawal itu tidak bisa menahan kemarahannya saat melihat Seul (yang dikiranya pemuda tampan) jadi pasti istrinya melarikan diri dengan pria muda yang lebih tampan. Istrinya pasti belum lama meninggalkan rumah (karena kemarahan pengawal tu belum reda).

Seul bertanya bagaiman Yeon-woo bisa tahu mengenai kondisi kesehatan pengawal itu. Yeon-woo berkata sebelum istrinya pergi, ia seorang pemabuk. Bayangkan setelah istrinya meninggalkannya, ia pasti minum lebih banyak lagi. Itulah sebabnya kesehatannya bermasalah.

Seul mengakui kehebatan Yeon-woo dan menyuruhnya membuka toko (meramal). Seul bertanya mengapa Yeon-woo bersikap sepeti tadi. Yeon-woo berkata pengawal itu hendak melakukan kekerasan jadi ia harus disadarkan. Entah berapa banyak pukulan yang telah diterima istrinya hingga ia lari dari rumah.

MP-00096   MP-00098

Yang Myung tertangkap para pengawal. Yang Myung tidak terlihat takut dan dengan nada bergurau menyuruh mereka meletakkan senjata. Yeon-woo melihat dari jauh dan tersenyum. Rombongan Raja hendak melintasi tepat itu jadi para pengawal melepaskan Yang Myung.

MP-00108 MP-00109

Semua orang berlutut. Yeon-woo dan Seul ikut berlutut. Yang Myung melangkah ke barisan depan dan berlutut.

Seekor kupu-kupu kuning (sekali lagi….takdir^^) terbang mendekati Yeon-woo. Ia mengangkat wajahnya dan berdiri untuk melihat kupu-kupu itu. Seul panik melihat Yeon-woo tidak berlutut.

Yang Myung mengangkat wajahnya untuk melihat Hwon dan Woon. Ia tersenyum (sepertinya ia pun merindukan mereka). Yang Myung melihat ke arah Yeon-woo ketika Seul berusaha menyuruh Yeon-woo membungkuk kembali. Yang Myung tidak mengenalinya dan membungkuk kembali.

MP-00122  MP-00130

Yeon-woo tidak membungkuk. Ia malah tertegun melihat Hwon. Tiba-tiba air matanya mengalir tanpa bisa ditahan. Yang Myung tersentak, ia sepertinya menyadari sesuatu. Mulai terjadi keributan karena para pengawal hendak menangkap Yeon-woo.

Seul menarik tangan Yeon-woo dan membawanya pergi. Yang Myung mengejar mereka.

MP-00141 MP-00146

Hwon bertanya ada kejadian apa. Kasim Hyung berkata ada seorang wanita yang tidak membungkuk jadi para pengawal mengejarnya. Ia akan menutup tirai tandu Hwon sekarang.

Seul dan Yeon-woo melarikan diri sambil berpegangan tangan. Yeon-woo samar-samar ingat saat ia berlari dengan Hwon pada pertemuan pertama mereka.

Seul menyembunyikan Yeon-woo. Para pengawal berlari melewati tempat persembunyian mereka. Demikian juga dengan Yang Myung.

Seul memarahi Yeon-woo karena telah berani tidak membungkuk di depan Raja dan malah menatapnya. Yeon-woo terpana, air matanya terus mengalir.

“Seul.”

“Ada apa?”

“Apaka kau dan aku pernah melarikan diri seperti in?”

“Jiak hal seperti ini terjadi sampai dua kali, apa Nona pikir kita akan tetap hidup?”

“Kalau begitu ini kenangan siapa?” tanya Yeon-woo bingung.

MP-00150 MP-00162

Yang Myung mencari-cari Yeon-woo ke sana kemari. Ia berpikir telah melihat “”Yeon-woo” dan memegang pundaknya tapi ternyata itu gadis yang salah. Ia meminta maaf pada gadis itu.

Dengan sedih Yang Myung berkata pada dirinya sendiri, apa yang ia harapkan, Yeon-woo telah mati dan dikuburkan di dalam tanah.

Bath time^^ Hwon terlihat kesal. Kasim Hyung mencoba menghibur. Ia bertanya apa temperatur airnya atau aromanya tidak sesuai?

“Itu menggangguku,” kata Hwon

Kasim Hyung mengira dirinya yang dimaksud oleh Hwon. Dengan wajah sedih ia memalingkan wajahnya menghadap tembok. Hahaha…kebiasaan lama tidak hilang ya…

“Bukan, bukan kau,” kata Hwon.

Kasim Hyung tersenyum kembali. Hwon berkata ia tidak suka melihat hanya rakyat yang berpakaian bagus saja. Bagaimana bisa tidak ada minyak yang mengaliri wajah mereka (keringet kali ya maksdunya^^). Kasim Hyung berkata para rakyat hendak memperlihatkan sisi baik mereka saja. Hwon berkata ia tidak datang kemari setelah 5 tahun hanya untuk itu.

Kasim Hyung berkata Hwon baru saja datang dan menyarankan agar Hwon melupakannya. Tapi Hwon malah mengajak Woon ikut mandi. Para dayang terkejut dan memalingkan wajah.

MP-00175 MP-00182

Kaism Hyung batuk-batuk dan cepat-cepat menyuruh para dayang keluar. Ia protes bagaimana bisa Hwon bercanda seperti itu di saat banyak rumor beredar.

“Rumor? Rumor apa?”

“Karena Yang Mulia menjaga jarak dengan Ratu dan membiarkan Pengawal Woon tetap berada di sisi Yang Mulia terus menerus maka orang-orang berkata ….,” Kasim Hyung tidak berani meneruskan kata-katanya.

Kasim Hyung meminta Hwon jangan bercanda seperti itu lagi.

“Kalau begitu apa kau mau ikut mandi bersamaku?” tanya Hwon.

Kasim Hyung kaget dan otomatis menutupi dadanya dengan tangan. Ia buru-buru kabur dengan alasan hendak memeriksa sesuatu.

“Akhirnya hanya tinggal kita berdua,” kata Hwon pada Woon.

MP-00193 MP-00196

Kasim Hyung berusaha menguping di luar kamar mandi. Ia telah mengenal Hwon begitu lama, apa jangan-jangan Hwon sudah berganti selera? Ia kembali berusaha menguping. Yang Myung muncul dan bertanya mengapa kasim Hyung mondar-mandir seperti itu. Kasim Hyung senang melihat Yang Myung.

Ia cepat-cepat memberitahu kedatangan Yang Myung pada Hwon. Ia berteriak di depan pintu kamar mandi tapi tidak ada jawaban. Kasim Hyung membuka pintu dan kamar mandi itu kosong.

“Yang Muliaaaaaaaa!!!” teriak Kasim Hyung.

MP-00203 MP-00213

Hwon bergidik. Woon bertanya mengapa Hwon seperti itu. Hwon berkata ia bisa mendengar teriakan kasim Hyung hingga ke sini. Ia dan Woon mengenakan pakaian bangsawan dan berjalan-jalan di kota.

Mereka melewati pemukiman penduduk yang sangat miskin. Hwon berkata sungguh berbeda dengan pemandangan yang tadi ia lihat di jalan. Di sini orang-orang kedinginan dan mengemis memohon pertolongan. Seorang anak tak sengaja menabrak Hwon dan buru-buru meminta maaf. Hwon membantu anak itu berdiri dan bertanya mengapa anak itu buru-buru.

Anak itu berkata kakak perempuannya sendirian di rumah jadi ia membawakan sayuran(yang sudah busuk). Hown menanyakan kedua orang tua anak itu. Anak itu berkata ibunya sudah meninggal karena sakit satu tahun lalu dan ayahnya di dalam penjara.

Hwon menanyakan nama ayah anak itu lalu memberi anak itu uang. Heon berjanji akan menemukan ayah anak itu dan mengirimnya pulang jadi ia minta anak itu menjaga kakaknya dengan baik. Anak itu diam.

“Anak ini…kau tidak percaya padaku, bukan? Aku seseorang yang berkedudukan tinggi.”

Anak itu berterimakasih dan berlari pergi.

MP-00226 MP-00231

Woon berkata ada seseorang yang mengikuti mereka. Hwon berkata ia tahu, “Orang itu pastilah hadiah dari ayah mertua.”

Tampaknya Menteri Yoon telah mengirim orang untuk memata-matai apapun yang Hwon lakukan.

“Karena ia telah mengikuti kita kemari. Mari kita bermain dengannya.” Hwon dan Woon berlari sekencang-kencangnya. Orang itu kaget dan berusaha mengikuti mereka.

MP-00233 MP-00236

Mereka berlari ke hutan hingga pria itu tidak bisa mengejar mereka. Hwon tertawa lepas. Ia terlihat senang sekali. Woon menyarankan agar mereka kemabli. Hwon menyetujuinya. Ia melihat ke langit dan berkata,”Hujan (Yeon-woo) akan turun.”

Hwon melihat bayangan Yeon-woo 13 tahun. Yeon-woo tersenyum padanya dan berlari memasuki hutan lebih dalam lagi. Tanpa sadar Hwon berlari mengikuti Yeon-woo. Woon dengan khawattir mengikuti Hwon.

MP-00257 MP-00259

Shaman Jang menemui ahli nujum yang pernah menolong mereka. Janshil tertidur di ujung ruangan. Shaman Jang bertanya apa ahli nujum memanggilnya karena Raja. Ahli nujum itu berkata keadaan Hwon tidak baik karena orang yang seharusnya melindungi istana dengan berada di sisi Yang Mulia sedang menjalani kehidupan lain.

Shaman Jang bertanya apa itu artinya Yeon-woo harus berada di sisi Hwon kembali. Ahli nujum itu berkata langit yang akan memperbaiki semuanya. Ia berkata Shaman Jang tahu persis takdir mereka tidak bisa dihentikan walau mereka telah mencobanya.

Shaman Jang bersikeras kehidupan itu telah diakhiri. Tapi kerinduan mereka tidak berakhir, kata ahli nujum. Shaman Jang berkata Yeon-woo tidak ingat-apa-apa dan tidak ada kerinduan dalam hatinya. Ahli nujum itu berkata ingatan Yeon-woo suatu saat akan kembali. Shaman Jang khawatir Yeon-woo kembali berada dalam bahaya. Ia tidak yakin Yeon-woo bisa melewati bahaya seperti itu lagi. Ahli nujum itu menghela nafas panjang.

MP-00263 MP-00264

Yeon-woo duduk termenung di rumahnya. Seul bertanya apa yang sedang Yeon-woo pikirkan.

“Aku tahu.”

“Apa?”

“Aku tahu apa yang kuingat barusan. Ingatan ini milik orang itu.”

“Apa?” tanya Seul khawatir.

“Aku ingat memori dan kesedihan orang itu. Apa kau tahu? Sekarang aku juga memiliki kemampuan itu.”

Seul tadinya khawatir Yeon-woo mengingat sesuatu tapi kata-kata terakhir Yeon-woo membuatnya lega.

Yeon-woo berkata sekarang ia benar-benar menjadi seorang shaman. Ia bangkit berdiri.

“Nona mau ke mana?”

“Aku hendak keluar dan menunggunya (shaman Jang).”

Seul mengikuti Yeon-woo keluar.

MP-00270 MP-00271

Hwon dan Woon berjalan di dalam hutan yang gelap dan diselimuti kabut. Hwon berkata mereka telah tersesat karena kabut itu. Woon meminta maaf. Hwon berkata tidak perlu meminta maaf, ini adalah perbuatannya. Hwon melihat sebuah cahaya dan berpikir apakah itu bulan (deuh Hwon ini, masa bulan ada di atas tanah)

Hwon dan Woon melihat seseorang berjalan mendekat. Hwon kembali membayangkan Yeon-woo 13 tahun. Yeon-woo berkata, “Hamba menunggu. Mengapa Yang Mulia baru datang sekarang?” Yeon-woo tersenyum.

MP-00283 MP-00284

Hwon terus menatap ke arah Yeon-woo dan tenyata itu Yeon-woo dewasa. Berdiri di depan mereka sambil memegang lentera. Hwon terpana. Yeon-woo terkejut melihat Hwon.

MP-00297 MP-00298

Yeon-woo membuat teh. Seul bertanya apa Yeon-woo tidak tahu siapa mereka. Yeon-woo menyuruh Seul jangan berisik dan berpura-pura tidak tahu. Seul protes Yeon-woo tahu Hwon orang istana tapi tetap membawanya masuk.

“Kalau begitu apa aku harus mengabaikan orang yang tersesat?”

Seul mengingatkan Shaman Jang telah menyuruh mereka agar menghindari orang asing. Yeon-woo berkata Shaman Jang tidak melarang mereka membantu orang asing.

Yeon-woo membawakan minuman untuk Hwon dan Woon. Hwon terus memandangi wajah Yeon-woo. Yeon-woo mempersilakan mereka minum dan beristirahat. Hwon bertanya Yeon-woo sedang menunggu siapa. Apa ia sedang menanti seseorang? (dari pita rambut Yeon-woo, Hwon tahu Yeon-woo belum menikah)

MP-00300 MP-00303

Yeon-woo berkata ia sedang menunggu ibu angkatnya. Ia hendak beranjak ketika Hwon bertanya bukankah Yeon-woo seorang shaman. Yeon-woo membenarkan.

Hwon melihat rak buku di rumah itu dan bertanya mengapa rumah seorang shaman seperti ini. Ia bertanya apakah buku-buku itu milik Yeon-wooo. Yeon-woo membenarkan.

Hwon berkata bagaimana Yeon-woo bisa menggunakan pengetahuan yang diperolehnya dari buku. Maksudnya apa gunanya seorang shaman mambaca begitu banyak buku. Yeon-woo berkata ia menemukan kesukaan dalam mempelajari dunia ini melalui pandangan para cendekiawan. Hwon teringat akan perkataan Yeon-woo saat pertemuan mereka.

Hwon menatap Yeon-woo. Ia berkata dalam hatinya, “Tidak mungkin, seorang yang telah mati tidak bisa hidup kembali. Ia hanya mirip dengannya. Ini hanyalah mimpi.”

MP-00309 MP-00311

Hwon meraih minuman untuk menyingkirkan pikiran itu dari benaknya. Ia menyuruh Woon minum untuk menghangatkan diri. Tapi Woon tidak minum saat bertugas. Yeon-woo berkata Woon tidak melakukan tugas dengan baik. Woon tidak tahu siapa dirinya atau apa yang ada di dalam minuman itu jadi bagaimana bisa Woon tiak meminumnya (untuk menguji apakah minuman itu aman atau tidak bagi Hwon). Ia bertanya apakah Woon hanya menjaga Hwon dengan pedangnya saja.

Hwon terkejut Yeon-woo mengetahui siapa dirinya. Woon memegang pedangnya. Hwon menarik tangan Yeon-woo dan bertanya bagaimana ia bisa tahu Hwon adalah Raja negeri ini.

MP-00314 MP-00315

Sementara itu Yang Myung beristirahat di istana tempat Hwon akan menginap malam itu. Dalam pikirannya ia berbicara pada Yeon-woo. “Apa kau ingin melihat Yang Mulia? Walau kau tidak datang untuk melihatku, aku senang jika bisa melihatmu lagi. Dalam kehidupan selanjutnya, tolong lihatlah aku saja.” Dalam bayangannya Yeon-woo dewasa menangis melihat Hwon.

Hwon bertanya apakah Yeon-woo dulu pernah bertemu dengannya. Yeon-woo berkata ia hanya seorang shaman jadi bagaimana bisa ia mendapat kesempatan bertemu dengan Hwon. Hwon menuduh Yeon-woo berbohong. Ia mendesak Yeon-woo menjawab mengapa Yeon-woo mengenalinya. (Karena rakyat tidak boleh melihat wajah Raja maka tidak ada seorang pun di luar istana yang pernah melihat wajah Hwon).

Yeon-woo mengaku ia melihat Hwon tadi di jalan. Hwon melepaskan tangan Yeon-woo dan memalingkan wajahnya (kecewa karena ia mengira Yeon-woo adalah Yeon-woo tapi ternyata bukan Yeon-woo padahal sebenarnya memang Yeon-woo…nah bingung kan :p)

MP-00325 MP-00329

Hwon tertawa getir dan mengajak Woon kembali. Di luar rumah, Hwon berbalik dan menanyakan nama Yeon-woo. Yeon-woo menjawab dari dalam rumah, “Hamba tidak memiliki nama. Ibu angkat tidak ingin mengikat hamba dengannya dengan memberi nama. Orang-orang hanya memanggil hamba dengan panggilan agi (singkatan dari agasshi=nona)”

Hown melihat bulan di langit dan mengulangi ucapan Yeon-woo.

“Aku menamaimu Wol (bulan).” Hwon berkata ia memberi nama sebagai bayaran atas minumannya.

“Wol,” gumam Yeon-woo. Ia tersenyum. Sekarang ia memiliki nama. (Mulai sekarang aku juga akan menyebut Yeon-woo dengan sebutan Wol)

MP-00333 MP-00337

Hwon berjalan pulang dengan Woon. Mereka disambut Kasim Hyung yang cemas menunggu mereka. Ia bertanya apa Hwon mau melihatnya mati.

“Aku tidak mau melihatmu mati,” ujar Hwon tenang,

Kasim Hyung memarahi Woon karena telah membawa Raja pergi seperti itu. Hwon membela Woon, karena Woon menjaganya maka ia kembali dengan selamat.

Yang Myung menghampiri mereka dan membungkuk memberi hormat. Ia menanyakan keadaan Hwon dengan sopan. Hwon menatapnya.

“Mengapa kakak kemari? Setelah sekian lamanya kakak baru datang, apa kakak tidak akan memperlihatkan wajah?”

Yang Myung mengangkat wajahnya.

“Kakak tampan seperti biasanya,” ujar Hwon tersenyum.

Yang Myung tersenyum. Woon dan kasim Hyung ikut tersenyum. Mereka senang ketegangan di antara Hwon dan Yang Mung mencair.

MP-00349 MP-00353

Hwon menuangkan minuman dan ia minum bersama kakaknya. Hwon mengajak Woon ikut minum tapi Woon tidak beranjak sedikitpun. Yang Myung meminta Hwon menyerah. Woon tidak akan minum jika sedang bertugas.

MP-00359 MP-00360

Hwon bertanya apa Yang Myung mau bertaruh dengannya siapa yang bisa membuat Woon minum. Pemenangnya boleh mengatakan keinginannya.

“Kau dengar itu? Saat aku masih mengatakannya dengan baik-baik, kemarilah dan duduk minum bersamaku.” Ia bahkan menawarkan setengah dari kemenangannya. Woon hanya menatapnya jadi Yang Myung mengomel.

Hwon menyuruh Woon mendekat dan minum. “Ini adalah perintah.”

Woon mendekat dan minum. Yang Myung tertawa.

MP-00370 MP-00376

“Kakak.”

“Ya, aku kalah. Aku akan mendengarkan keinginan Yang Mulia,” Yang Myung tersenyum.

“Apa kakak masih memiiki anak itu di dalam hatimu? Jawab aku.”

“Yang Mulia,” senyum yang Myung menghilang.

“Bukankah kakak kalah? Jadi aku ingin mendengar jawaban kakak sekarang.”

“Walau ia masih berada di dalam hatiku, ia tetap sudah mati. Ketika kubilang aku akan melupakannya, aku merindukannya. Ketika aku merindukannya, aku dengan cepat melupakannya. Inilah hati manusia. Tidak ingin melupakan atau merindukannya, yang tertinggal di hatiku adalah ia tidak ada di dunia ini lagi. “

“Tidak ada di dunia ini lagi,” sahut Hwon. Keduanya minum dengan sedih.

MP-00390 MP-00394

Hwon kembali ke istana dan mengadakan rapat dengan para menteri. Ia memuji para menteri telah mengurus semuanya dengan baik di saat ia tidak ada. Tapi ia dengan sinis berkata mengapa ada pajak berlebih untuk sebuah proyek pembangunan. Menteri berkata proyek itu dipercepat karena merupakan hadiah untuk Ratu dan proyek itu telah disetujui Hwon sebelumnya. Dengan marah Hwon berkata ia tidak menyetujui membuat rakyat menderita.

Dia saat para pejabat menggunakan uang semena-mena, rakyat menderita kelaparan. Hwon meminta para menteri melaporkan semua pembukuan proyek itu. Dan besok seseorang harus bertanggung jawab atas penyalahgunaan dana itu. Para menteri jadi galau deh^^

MP-00398 MP-00402

Malam itu, Menteri Yoon diam-diam memanggil mantan shaman kepala (yang berbohong hingga Ah-ri dihukum mati). Menteri Yoon bertanya sudah berapa lama sejak shaman tua itu kembali ke istana. Ia menjawab, delapan tahun (sejak shaman Jang meninggalkan istana). Menteri Yoon berkata ia akan mengembalikan posisi shaman tua itu jika ia melakukan perintahnya. Ia bertanya apa shaman tua itu tahu kondisi kesehatan Hwon.

“Hamba dengar ia sehat, bukankah begitu?”

“Itulah yang mengkhawatirkan. Saat ia seharusnya sehat, ia jatuh sakit. Saat ia seharusnya sakit, ia malah sehat.”

Shaman tua itu mengerti apa yang diinginkan Menteri Yoon. Ia berkata ia telah menaruh sebuah jimat (guna-guna) di saat Raja pergi. Jadi kapanpun Menteri Yoon memberi perintah, ia akan melihat hasilnya. Menteri Yoon memberi isyarat agar dilakukan sebelum esok tiba.

MP-00410 MP-00412

Hwon duduk sendiri dan mengingat Wol. Kasim Hyung masuk dan melaporkan Ratu ingin bertemu. Hwon bertanya apakah Kasim Hyung lupa, ia tidak ingin bertemu siapapun. Kasim Hyung berlutut dan memohon. Para dayang ikut memohon. Akhirnya Hwon mengijinkan Bo-kyung masuk.

MP-00417 MP-00419

Bo-kyung menanyakan perjalanan Hwon. Hwon bertanya apa yang diinginkan Bo-kyung hingga malam-malam menemuinya. Melihat situasi yang baik di antara keduanya, kasim Hyung tersenyum dan keluar meninggalkan mereka berdua.

Bo-kyung berkata Hwon boleh mengambil selir kerajaan. Ia berkata Hwon membutuhkan pewaris. Dengan sedih ia berkata tidak memiliki alasan lagi untuk dikatakan pada Ibu Suri. Tidak masalah jika bukan darinya asalkan Hwon mendapat pewaris.

Hwon bertanya apa Bo-kyung benar-benar bermaksud demikian.

“Sebagai Ratu, bagaimana bisa hamba mengutamakan perasaan hamba.”

Dengan nada simpatik, Hown berkata ia tahu sekarang mengapa Bo-kyung menerima begitu banyak rasa hormat (dari seluruhp enghuni istana). Ia berkata betapa selama ini ia tidak mengetahui isi hati Bo-kyung. Pasti selama ini sulit bagi Bo-kyung untuk menahan sikap Hwon yang mengabaikan dirinya. Bo-kyung tersenyum.

MP-00428 MP-00429

“Aku akan menuruti usulmu (mengambil selir),” ujar Hwon.

Bo-kyung tertegun, “Yang Mulia.”

Hwon berkata ia tidak menyukai segalanya tentang Bo-kyung. Salah satunya adalah ia tidak suka Bo-kyung mengatakan hal-hal yang tidak dimaksudkannya (mengatakan Hwon boleh mengambil selir tapi ia sebenarnya tidak bermaksud demikian). Ia benci kepura-puraan Bo-kyung. Ia berkata jika Bo-kyung sudah selesai bicara, Bo-kyung sebaiknya kembali dan beristirahat.

MP-00434 MP-00436

Bo-kyung menahan kemarahannya dan berjalan ke luar. Di depan pintu ia bertanya berapa lama lagi ia harus menahan perasaannya. Hwon tiba-tiba merasakan rasa sakit di dadanya.

Bo-kyung terus meluapkan kemarahannya. Ia bertanya bagaimana bisa posisinya diambil oleh orang yang telah mati. Tidak bisakah Hwon melihat ketulusan hatinya? Berapa lama lagi ia harus bersaing dengan anak yang sudah mati? Hwon terus memegangi dadanya yang sakit saat Bo-kyung bicara membelakanginya. Lalu Hwon jatuh pingsan.

MP-00444 MP-00445

Bo-kyung berbalik. Ia kaget melihat Hwon tak sadarkan diri. Bo-kyung mendekati Hwon dan berteriak mencari pertolongan. Kasim Hyugn masuk dan memerintahkan memanggil tabib istana.

Tabib berdatangan ke kediaman Hwon. Di pilar tempat kediaman Hwon, tertempel sebuah kertas kuning (jimat guna-guna).

MP-00453 MP-00456

Ibu Suri Han dan ibu Suri Yoon membicarakan keadaan Hwon. Ibu Suri Yoon ingin pemimpin Seongsucheong (kantor astrologi) yang sebenarnya kembali ke istana. Penyebab semua ini adalah karena tidak adanya shaman Jang yang mengusir roh-roh jahat. Ehem…maksudnya Ibu Suri dan Yoon Dae-hyung? Ibu Suri Yoon juga ingin menghancurkan “penyakit” di antara Hwon dan Bo-kyung.

Setelah sadar, Hwon memerintahkan Woon mencari Wol. Ia berkata ada sesuatu dalam mata Wol yang membuat hatinya terasa berat.

“Yang Mulia,” Woon mencoba protes.

“Sepertinya ia menyembunyikan sesuatu dariku. Aku harus bertemu lagi dengannya dan memastikannya. Kau bilang tidak pernah bertemu dengannya sebelumnya bukan? Mereka mirip. Jika ia masih hidup, ia akan berwajah seperti itu.”

Woon menuruti keinginan Hwon dan berkuda ke tempat Wol tapi rumah itu sudah kosong. Dan tampaknya penghuninya tergesa-gesa meninggalkan rumah itu.

MP-00464 MP-00471

Min-hwa menatap wajahnya di cermin dan berteriak kaget karena kantung matanya terlihat. Ia bertanya panik pada dayangnya apa yang harus ia lakukan dengan matanya. Dayang itu berkata tentu saja mata Min-hwa akan seperti itu karena Min-hwa tidak tidur semalaman. Ia sudah berusaha menasihati Min-hwa tapi ia tidak mau mendengarnya. Min-hwa berkeras dayang itu seharusnya bertahan sampai akhir.

“Aku sudah melakukan dosa yang membuatku pantas mati,”keluh dayang itu. Ia hendak mengambil kaca itu. Tapi Min-hwa tidak mau melepasnya. Ia khawatir Yeom akan membencinya jika melihat wajahnya seperti ini.

MP-00477 MP-00486

“Ia mungkin akan membuangku kan? Mengusirku? Aku akan mati karena penyakit?,“ lalu dengan dramatis ia berkata, “Aku tidak bisa menerima cinta dari orang yang kucintai dan aku tidak bisa menimang bayi yang berwajah mirip dengan suamiku walau sekali saja….Karena ia tidak bisa memaafkan aku. Oh suamiku….”

Ny. Shin masuk dan bertanya mengapa Min-hwa seperti tu. Min-hwa cegukan karena menangis.

MP-00491 MP-00498

Ny. Shin menegur Yeom, bagaimana ia bisa lupa tanggal yang telah ditentukan. Ia meminta Yeom memikirkan, tidak mudah bagi Min-hwa untuk membicarakan malam itu duluan. Ia berkata selama ini Min-hwa hanya memikirkan Yeom.

Yeom meminta maaf. Ia membaca sepanjang malam dan lupa (kok aku malah membayangkan Yeom muda ya waktu nulis adegan ini hihihhi…padahal masih cocok kok ya sama Min-hwa dewasa^^ harusnya ngga usah diganti hehehe).

Ny. Shin mengeluh Yeom mirip dengan ayahnya. Ia bertanya apa Yeom sengaja Min-hwa. Yeom menyangkalnya.

“Kalau begitu mengapa kau terus membiarkannya kesepian?”

Yeom beralasan Min-hwa masih terlalu muda dan ayahnya belum lama ini meninggal. Ny. Shin berkata Min-hwa sudah cukup usia untuk memiliki anak tapi Yeom bersikeras Min-hwa masih terlalu muda. Ny. Shin meminta Yeom menganggap Min-hwa sebagai istrinya. Ia mengingatkan berapa banyak yang telah Min-hwa lakukan untuk keluarga mereka. Bahkan ayahnya pernah meminta mereka tidak melupakan kebaikan Min-hwa. Yeom meminta ibunya jangan khawatir, ia akan mendengar nasihat ibunya.

MP-00500 MP-00504

Wol khawatir karena tidak menemukan Seul sejak pagi, Ia minta ijin pada Shaman Jang untuk mencarinya. Mereka sekarang tinggal di kota lain. Tapi shaman Jang berkata sudah pasti Seul pergi ke mana dan ia akan segera kembali jadi Wol tidak perlu mencarinya. Shaman Jang meminta Janshil membawa Wol masuk.

Beberapa orang datang mencari shaman Jang. Shaman Jang menyuruh Janshil dan Wol segera masuk tapi seorang dari mereka sempat melihat wajah Wol.

MP-00509 MP-00511

Para pria itu duduk di dalam rumah bersama Shaman Jang. Mereka membawa perintah Ibu Suri agar shaman Jang kembali ke istana. Keadaan Seongsucheong tidak begitu baik. Shaman Jang beralasan kemampuannya telah jauh berkurang. Para pria itu berkata Ibu Suri Yoon memerintahkan mereka membawa shaman Jang kembali ke istana tanpa peduli apapun.

Shaman Jang berkeras menolak permintaan mereka dan berkata ia mau beristirahat. Seorang pria bertanya apakah gadis yang barusan (Wol) adalah putri Shaman Jang, shaman yang didaftarkan namanya ke Seongsucheong beberapa tahun lalu oleh shaman Jang. Shaman Jang berkata ia akan pergi sendiri menemui Ibu Suri Yoon jadi sebaiknya mereka pergi sekarang.

MP-00514 MP-00520

Para pria itu meninggalkan rumah shaman Jang dengan khawatir. Mereka khawatir jika mereka pulang dengan tangan kosong, mereka akan mendapat hukuman dari Ibu Suri Yoon. Seorang dari mereka (yang sempat melihat Wol) memanggil beberapa pelayan.

Wol mencari Seul ke tukang besi tapi tak menemukanya. Ia berusaha menggunakan kemampuan supranaturalnya untuk menemukan Seul. Tapi tidak ada yang terjadi. Ia bertanya-tanya apakah kemampuannya sudah hilang? Kalau begitu dari mana datangnya semua kenangan itu. Ia ingat Hwon bertanya apakah dulu mereka pernah bertemu.

MP-00528 MP-00530

Beberapa pria menghalangi jalan Wol. Wol bertanya siapa mereka. Mereka menutupi kepala Wol dengan kain dan menariknya. Ia dikunci dalam sebuah tandu. Berada di dalam tandu, Wol teringat beradaddalam peti mati dan dikubur. Ia mulai kesulitan bernafas.

“Kenangan siapakah ini?” tanyanya panik.

MP-00537 MP-00548

Whoaaa…apa aku beneran shaman ya? Apa Wol benar-benar ingat kembali? Mudah-mudahan begitu^^

sumber: pataragazza.blogspot.com

3 comments on “The Moon That Embraces The Sun – Episode 07

Jangan lupa meninggalkan jejakmu ...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s